Modul AjarBab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 8 Bab 1: Nilai, Jenis, dan Fungsi Tari dalam Konteks Budaya

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Tari kelas 8 untuk Bab 1 "Nilai, Jenis, dan Fungsi Tari dalam Konteks Budaya", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 8 Bab 1: Nilai, Jenis, dan Fungsi Tari dalam Konteks Budaya

Seni Tari - Kelas 8

Bab 1

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 1 — Nilai, Jenis, dan Fungsi Tari dalam Konteks Budaya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 1 — Nilai, Jenis, dan Fungsi Tari dalam Konteks Budaya
Alokasi Waktu22 JP (22 x 40 menit = 880 menit)
Jumlah Pertemuan11
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.1.1 Mengamati latar belakang tari dalam konteks budaya
  2. TP 8.1.2 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari dalam konteks budaya
  3. TP 8.1.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya
  4. TP 8.1.4 Mengukur hasil pencapaian karya tari
  5. TP 8.1.5 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari mana asal sebuah tarian tradisi diciptakan dan bagaimana peristiwa masa lalu membentuk gerak serta busananya?
  2. Mengapa latar belakang sejarah dan asal-usul daerah penting dikenali saat kita menyaksikan pertunjukan tari tradisi?
  3. Bagaimana kondisi alam dan pekerjaan sehari-hari masyarakat tercermin dalam gerakan tari tradisi?
  4. Apa ciri gerak atau properti yang menandakan suatu tari tradisi lahir dari kehidupan masyarakat agraris atau pesisir?
  5. Apa perbedaan yang terlihat secara kasat mata antara pertunjukan tari yang ditarikan oleh satu orang dengan tari yang ditarikan oleh banyak orang?
  6. Bagaimana bentuk penyajian tari tunggal, berpasangan, dan kelompok mencerminkan konteks budaya asalnya?
  7. Mengapa masyarakat tradisi menyelenggarakan pertunjukan tari pada acara panen atau upacara adat tertentu?
  8. Nilai atau pesan kehidupan apa yang dapat kita amati saat menyaksikan gerak dan perlengkapan dalam sebuah tari tradisi?
  9. Mengapa tari tradisi keraton dan tari tradisi rakyat di nusantara memiliki ciri gerak dan latar belakang budaya yang berbeda?
  10. Bagaimana kita dapat mengelompokkan tarian daerah berdasarkan corak budaya masyarakat tempat tarian itu lahir?
  11. Mengapa sebuah tarian tradisi ada yang ditarikan di pura/tempat sakral, ada yang ditarikan bersama penonton di pesta rakyat, dan ada yang ditarikan di panggung tertutup?
  12. Bagaimana kita mengenali apakah suatu tari tradisi berfungsi sebagai sarana upacara ritual, sarana hiburan/pergaulan, atau sarana pertunjukan/tontonan estetis?
  13. Pesan kebajikan atau nilai apa saja yang terkandung di dalam gerak dan cerita tari tradisi Nusantara?
  14. Bagaimana kita membedakan tarian tradisi yang menonjolkan nilai religius, nilai sosial kemasyarakatan, dan nilai kepahlawanan/moral?
  15. Bagaimana cara kita mengetahui apakah sebuah sajian karya tari tradisi sudah dibawakan dengan baik?
  16. Unsur karya apa saja yang dapat kita amati dan ukur untuk menilai ketercapaian penyajian sebuah karya tari?
  17. Mengapa pengalaman menyaksikan atau mempelajari tari tradisi dapat menumbuhkan rasa kagum dan hormat terhadap warisan budaya?
  18. Bagaimana cara kita menunjukkan penghargaan yang tulus terhadap tari tradisi berdasarkan apa yang telah kita amati dan pelajari?
  19. Mengapa kita perlu mengajak teman dan masyarakat luas untuk mencintai tari tradisi daerah kita?
  20. Bagaimana sebuah pesan ajakan yang tulus dan kreatif dapat menumbuhkan rasa bangga orang lain terhadap kekayaan seni tari Indonesia?
  21. Bagaimana latar belakang budaya membentuk jenis, fungsi, dan nilai dalam sebuah karya tari tradisi?
  22. Mengapa kita perlu mengukur pencapaian pemahaman diri dan mengajak orang lain untuk mencintai serta melestarikan tari tradisi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengamati Latar Belakang Tari Tradisi dalam Konteks Asal-Usul dan Sejarah Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.1 Mengamati latar belakang tari dalam konteks budaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati latar belakang tari tradisi dalam konteks asal-usul dan sejarah budaya (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk memetakan pemahaman murid mengenai konsep asal-usul dan sejarah tari tradisi (acuan: murid menyebutkan daerah asal dan peristiwa/latar belakang terciptanya tari) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak tayangan video rekaman Tari Saman (Aceh) dan Tari Pendet (Bali) sambil mencermati penjelasan guru mengenai aspek asal-usul daerah dan sejarah budaya yang melatarbelakangi kemunculan tari tersebut (10 menit).
  • Murid memainkan kuis cepat 'Tebak Jejak Tari' secara berpasangan untuk mencocokkan potongan informasi asal-usul dan peristiwa sejarah dengan nama tariannya, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan ceria (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Pengamatan Latar Belakang Tari yang memuat 2 tayangan video tari tradisi: (1) Tari Saman (Aceh) dan (2) Tari Pendet (Bali) (5 menit).
  • Murid mengamati kedua tayangan secara mandiri dan mengidentifikasi informasi latar belakang budaya pada LKPD berdasarkan 2 aspek: asal-usul daerah dan sejarah budaya pembentuk tari (acuan: Tari Saman berasal dari suku Gayo Aceh, dikembangkan oleh Syekh Saman pada abad ke-14 sebagai media dakwah Islam; Tari Pendet berasal dari Bali, awalnya tarian pemujaan di pura/upacara keagamaan Hindu menyambut turunnya dewa-dewi) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil isian pengamatan latar belakang tari yang telah dicatat pada LKPD dengan mencocokkan pada poin-poin acuan yang dipaparkan guru (10 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi singkat pada lembar catatan mengenai apa yang baru mereka sadari tentang kaitan erat antara sejarah daerah dengan tari tradisi yang mereka amati (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan hasil pengamatan murid mengenai latar belakang asal-usul dan sejarah budaya tari tradisi (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman tertulis singkat mengenai asal-usul dan sejarah Tari Saman dan Tari Pendet, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan opsi panduan kata kunci sejarah untuk murid yang membutuhkan bimbingan bertahap, serta teks narasi sejarah tari yang lebih lengkap untuk murid yang lebih cepat.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung kepada murid yang kesulitan menemukan unsur sejarah dalam video tari, sementara murid yang telah paham dapat mengamati tari tradisi ketiga (Tari Gambyong asal Surakarta/Jawa Tengah) secara mandiri.
  • Produk: Format penyajian pengamatan dapat berupa tabel isian berstruktur atau bagan linimasa sejarah singkat sesuai kenyamanan murid pada cakupan materi yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Sebutkan daerah asal Tari Saman dan Tari Pendet!' (acuan jawaban: Tari Saman dari Aceh/Gayo, Tari Pendet dari Bali); (2) 'Mengapa Tari Saman diciptakan oleh masyarakat pendukungnya di masa lalu?' (acuan jawaban: sebagai media dakwah atau penyebaran ajaran agama Islam oleh Syekh Saman).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja pengamatan murid saat mengidentifikasi 2 tari tradisi dengan kriteria kelengkapan dan ketepatan aspek: (1) Tari Saman: Asal daerah (Aceh/Suku Gayo), Sejarah budaya (dikembangkan Syekh Saman abad ke-14 sebagai sarana dakwah dan penyampai pesan petuah); (2) Tari Pendet: Asal daerah (Bali), Sejarah budaya (bermula dari tarian pemujaan di pura/upacara keagamaan menyambut turunnya dewa-dewi ke alam dunia).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat 2 butir: (1) 'Tuliskan asal-usul daerah dan tokoh/sejarah yang melatarbelakangi terciptanya Tari Saman!' (acuan: daerah Aceh/Gayo, dikembangkan oleh Syekh Saman sebagai media dakwah); (2) 'Tuliskan latar belakang sejarah keagamaan Tari Pendet di Bali!' (acuan: tarian pemujaan/penyambutan dewa di pura dalam tradisi Hindu Bali).

Formatif:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam mengidentifikasi asal-usul dan sejarah tari pada LKPD pengamatan
  • Pemeriksaan ketepatan isian lembar kerja pengamatan latar belakang tari tradisi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamatan Latar Belakang Tari (Asal-Usul dan Sejarah Budaya)Belum mampu mengidentifikasi asal-usul daerah dan sejarah budaya dari 2 tari tradisi yang diamati (0 dari 4 rincian tepat).Mampu mengidentifikasi 1-2 rincian asal-usul daerah atau sejarah budaya dari tari tradisi yang diamati secara tepat dengan bantuan guru (acuan: asal-usul dan sejarah Tari Saman dan Tari Pendet).Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 rincian asal-usul daerah dan sejarah budaya dari kedua tari tradisi yang diamati secara tepat dan mandiri (acuan: asal Tari Saman dari Aceh/Gayo, sejarah dakwah Syekh Saman; asal Tari Pendet dari Bali, sejarah pemujaan dewa di pura).Mampu mengidentifikasi seluruh 4 rincian asal-usul daerah dan sejarah budaya dari kedua tari tradisi yang diamati secara lengkap, tepat, dan mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media tayangan video dan bahan pengamatan yang disiapkan efektif membantu murid mengenali asal-usul dan sejarah tari?
  • Bagian mana dari langkah pengamatan latar belakang budaya yang masih membutuhkan penjelasan lebih mendalam bagi murid?

Murid:

  • Apa informasi baru mengenai sejarah asal-usul tari tradisi yang paling menarik perhatianmu hari ini?
  • Apakah kamu dapat mengenali keterkaitan antara sejarah masa lalu masyarakat dengan tarian yang diciptakannya?

Pertemuan 2 — Mengamati Latar Belakang Tari Tradisi dalam Konteks Lingkungan dan Kehidupan Masyarakat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.1 Mengamati latar belakang tari dalam konteks budaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa sejenak, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan materi pertemuan sebelumnya (sejarah/asal-usul) dan menyampaikan fokus hari ini: mengamati keterkaitan tari tradisi dengan kondisi alam serta aktivitas kehidupan masyarakat (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai gambar aktivitas masyarakat petani dan nelayan untuk mengidentifikasi kesiapan murid mengenali latar lingkungan budaya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan pengantar guru tentang 2 kategori latar belakang lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam tari tradisi: (1) Masyarakat Agraris/Pedalaman (terkait sawah, ladang, bercocok tanam) dan (2) Masyarakat Pesisir/Maritim (terkait laut, mendayung, mencari ikan) (7 menit).
  • Murid mengamati tayangan 2 rekaman video tari tradisi: Video A (Tari Caping Ngancak dari Lamongan - aktivitas petani) dan Video B (Tari Pukat dari Aceh - aktivitas nelayan menarik jaring ikan) dengan panduan lembar pengamatan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas berpasangan 'Tebak Latar Budaya' yang menggembirakan, murid bermain mencocokkan 4 kartu kutipan ragam gerak/properti tari dengan latar lingkungan dan kehidupan masyarakat yang tepat (15 menit). Kartu permainan terdiri atas: Kartu 1 (Gerak mencangkul dan memakai caping -> latar agraris/petani sawah); Kartu 2 (Gerak mengayuh dayung dan membentang jaring -> latar pesisir/nelayan pantai); Kartu 3 (Gerak menampi beras menggunakan tampah -> latar agraris/kehidupan desa); Kartu 4 (Gerak menombak ikan dan melompat di atas karang -> latar pesisir/maritim). Kunci pasangan: Kartu 1 & 3 ke kategori Masyarakat Agraris; Kartu 2 & 4 ke kategori Masyarakat Pesisir.
  • Secara mandiri, setiap murid mengerjakan Lembar Kerja Pengamatan Budaya Tari Tradisi dengan mengamati tayangan ulang Tari Caping Ngancak dan Tari Pukat untuk menuliskan bukti pengamatan latar budaya pada 4 unsur: (1) nama tari, (2) properti yang dipakai, (3) gerak utama yang tampak, dan (4) latar lingkungan masyarakat asal (18 menit). Acuan LK: Tari Caping Ngancak: properti caping, gerak menanam/menghalau burung, latar agraris/petani; Tari Pukat: properti pukat/jaring, gerak merajut/menarik pukat, latar pesisir/nelayan.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengamatan mandiri dengan kunci acuan kelas untuk memeriksa ketepatan identifikasi latar lingkungan budaya (8 menit).
  • Murid menuliskan refleksi singkat satu kalimat mengenai bagaimana tari tradisi merekam kebiasaan hidup sehari-hari masyarakat setempat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil pengamatan murid serta menegaskan simpulan bahwa lingkungan alam membentuk corak ragam gerak dan properti tari tradisi (4 menit).
  • Guru menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya mengenai jenis tari tradisi berdasarkan bentuk penyajian, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan video berdurasi lebih pendek dengan fokus gerak properti yang sangat kontras (caping dan jaring ikan), sedangkan murid yang cepat diberikan teks narasi singkat tentang pola musim panen dan pasang surut laut untuk dihubungkan dengan pengamatan gerak.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan berupa daftar pilihan kata kunci latar lingkungan (agraris vs pesisir) pada lembar kerja; bagi murid mahir, murid mengamati langsung tanpa daftar pilihan bantuan.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar kerja pengamatan yang sama dengan kriteria ketepatan mengidentifikasi 4 unsur pengamatan latar budaya tari tradisi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Guru menampilkan 2 gambar (Gambar A: petani membajak sawah; Gambar B: nelayan melempar jaring di laut) dan bertanya: 'Jika aktivitas ini diubah menjadi tarian tradisi, gerak atau benda apa yang paling mudah kita amati pada penarinya?' (Acuan jawaban: Gambar A memuat gerak mencangkul/menanam padi dan properti caping/cangkul; Gambar B memuat gerak mendayung/menarik jaring dan properti pukat/jaring ikan).

Proses:

  • Penilaian formatif pada tahap Mengaplikasi melalui Lembar Kerja Pengamatan Budaya Tari Tradisi. Murid mengamati Tari Caping Ngancak dan Tari Pukat, lalu mengisi 4 butir: (1) Properti Tari Caping Ngancak (acuan: caping/topi anyaman bambu), (2) Gerak utama Tari Caping Ngancak (acuan: mencangkul/menanam padi/menghalau burung), (3) Properti Tari Pukat (acuan: tali/pukat/jaring ikan), (4) Gerak utama Tari Pukat (acuan: menarik jaring/mengikat pukat/mendayung perahu). Penskoran: Tiap butir bernilai 25 poin (skor maksimal 100).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup (Exit Ticket tertulis singkat): Murid menjawab 2 butir pernyataan penentuan latar lingkungan: (1) Tari yang gerakannya meniru ombak laut dan gerak menarik dayung berlatar belakang lingkungan ... (acuan: pesisir/maritim/pantai); (2) Tari yang propertinya menggunakan lesung penumbuk padi dan tampah berlatar belakang lingkungan ... (acuan: agraris/pertanian/pedesaan).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenali gambar aktivitas mata pencaharian masyarakat
  • Pengamatan kinerja berpasangan dalam permainan 'Tebak Latar Budaya' mencocokkan 4 kartu kutipan gerak
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Pengamatan Budaya Tari Tradisi (4 unsur latar lingkungan masyarakat)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengamatan Latar Belakang Tari dalam Konteks Lingkungan dan Kehidupan MasyarakatMurid mengamati dan mengidentifikasi hanya 1 dari 4 unsur latar belakang lingkungan dan kehidupan masyarakat pada tari tradisi secara tepat sesuai acuan pengamatan.Murid mengamati dan mengidentifikasi 2 dari 4 unsur latar belakang lingkungan dan kehidupan masyarakat pada tari tradisi secara tepat sesuai acuan pengamatan.Murid mengamati dan mengidentifikasi 3 dari 4 unsur latar belakang lingkungan dan kehidupan masyarakat pada tari tradisi secara tepat sesuai acuan pengamatan.Murid mengamati dan mengidentifikasi seluruh 4 unsur latar belakang lingkungan dan kehidupan masyarakat pada tari tradisi secara tepat sesuai acuan pengamatan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan video Tari Caping Ngancak dan Tari Pukat efektif membantu murid mengamati keterkaitan antara tari dan latar belakang lingkungan kehidupan masyarakat?
  • Apakah permainan kartu 'Tebak Latar Budaya' berhasil membangkitkan keterlibatan aktif dan antusiasme murid selama tahap mengaplikasi?

Murid:

  • Unsur tari apa (apakah gerak atau properti) yang paling membantumu mengenali apakah suatu tarian berasal dari masyarakat petani atau nelayan?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantumu memahami bahwa tari tradisi sangat dipengaruhi oleh lingkungan alam tempat masyarakat tinggal?

Pertemuan 3 — Mengamati Jenis Tari Tradisi Berdasarkan Bentuk Penyajian dalam Konteks Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.2 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari dalam konteks budaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati jenis tari tradisi berdasarkan bentuk penyajian (tunggal, berpasangan, kelompok/massal) dalam konteks budaya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 potongan foto pertunjukan tari tradisi di layar proyektor: (1) Tari Panji Semirang (1 penari), (2) Tari Karonsih (2 penari), (3) Tari Saman (banyak penari). Murid secara lisan menunjukkan jumlah penari dan menyebutkan bentuk penyajiannya (acuan jawaban: 1 = Tari Tunggal; 2 = Tari Berpasangan; 3 = Tari Kelompok/Massal) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak tayangan 3 cuplikan video tari tradisi Indonesia: Video A (Tari Topeng Klana dari Cirebon - bentuk tunggal), Video B (Tari Zapin Melayu - bentuk berpasangan putra-putri), dan Video C (Tari Piring dari Minangkabau - bentuk kelompok) (10 menit).
  • Guru memandu murid membedakan ciri visual bentuk penyajian tari tradisi: tari tunggal menitikberatkan pada penokohan individual atau ekspresi karakter mandiri; tari berpasangan menitikberatkan pada interaksi, dialog gerak, atau respons antarpenari; dan tari kelompok menitikberatkan pada kekompakan, pola lantai, serta formasi ruang bersama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang untuk menyelesaikan kuis kartu 'Cari & Pasangkan Bentuk Penyajian' yang menggembirakan. Guru membagikan 4 kartu cuplikan visual/deskripsi tari tradisi kepada tiap kelompok: Kartu 1 (Tari Gatotkaca Gandrung - penari berinteraksi romantis berdua dengan Pergiwa), Kartu 2 (Tari Baris Tunggal - seorang prajurit gagah menari sendiri dengan tombak), Kartu 3 (Tari Kecak - puluhan pria duduk melingkar menyerukan cak-cak), Kartu 4 (Tari Gambyong Pareanom - ditarikan oleh satu penari putri dengan selendang). Kelompok berlomba menjodohkan kartu tersebut ke dalam kolom papan klasifikasi: Tunggal, Berpasangan, atau Kelompok (acuan kunci: Tari Gatotkaca Gandrung = Berpasangan; Tari Baris Tunggal = Tunggal; Tari Kecak = Kelompok; Tari Gambyong Pareanom = Tunggal) (15 menit).
  • Setiap murid secara individu mengisi Lembar Pengamatan 'Mengamati Bentuk Penyajian Tari Tradisi' berdasarkan cuplikan video Tari Oleg Tamulilingan (Bali) dan Tari Tor-Tor Tandok (Batak), mencatat: jumlah penari yang tampak, relasi interaksi gerak antarpenari, serta menentukan bentuk penyajiannya (acuan jawaban: Oleg Tamulilingan = berpasangan/dua penari menggambarkan kumbang jantan dan betina; Tor-Tor Tandok = kelompok/banyak penari membentuk formasi menumbuk padi) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar pengamatan dengan acuan kunci jawaban, mengidentifikasi detail ciri gerak mana yang paling mudah atau sulit dikenali saat mengamati bentuk penyajian tari (10 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid merangkum intisari pengamatan jenis tari tradisi berdasarkan bentuk penyajiannya dalam konteks budaya (tari tunggal, berpasangan, kelompok) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap proses pengamatan murid serta menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 4) pengamatan akan dilanjutkan pada fungsi dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya. Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu visual berupa kartu petunjuk ciri khas visual (ikon 1 orang, 2 orang saling merespons, dan rombongan formasi) bagi murid yang membutuhkan panduan bertahap.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi secara langsung saat menganalisis interaksi penari dalam tayangan video; bagi murid yang cepat memahami, diberikan lembar pengamatan dengan cuplikan tari tradisi daerah lain yang memiliki transisi dari tari tunggal ke tari kelompok.
  • Produk: Format pencatatan hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk tabel isian terstruktur atau diagram pengelompokan visual.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 3 gambar pertunjukan tari: (1) Tari Panji Semirang, (2) Tari Karonsih, (3) Tari Saman. Guru memetakan kesiapan awal murid dalam mengamati jumlah penari dan mengaitkannya dengan jenis penyajian (acuan: Gambar 1 = Tunggal; Gambar 2 = Berpasangan; Gambar 3 = Kelompok/Massal).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan kelompok saat menyelesaikan 4 kartu 'Cari & Pasangkan Bentuk Penyajian' (Kartu 1: Tari Gatotkaca Gandrung -> Berpasangan; Kartu 2: Tari Baris Tunggal -> Tunggal; Kartu 3: Tari Kecak -> Kelompok; Kartu 4: Tari Gambyong Pareanom -> Tunggal).
  • Pemeriksaan Lembar Pengamatan individu terhadap 2 tari cuplikan video (acuan: Tari Oleg Tamulilingan = Berpasangan; Tari Tor-Tor Tandok = Kelompok).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menjawab 2 pertanyaan reflektif-konseptual: (1) Sebutkan 3 jenis bentuk penyajian tari tradisi (acuan: tunggal, berpasangan, kelompok); (2) Jika suatu tari tradisi menampilkan dialog gerak saling membalas antara dua tokoh ksatria, bentuk penyajian apa yang tepat untuk tari tersebut? (acuan: tari berpasangan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan pengenalan bentuk penyajian tari pada pendahuluan
  • Kuis kartu kelompok 'Cari & Pasangkan Bentuk Penyajian'
  • Lembar Pengamatan individu jenis tari tradisi berdasarkan bentuk penyajian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengamati Bentuk Penyajian Tari Tradisi (Tunggal, Berpasangan, Kelompok)Keliru menentukan bentuk penyajian pada seluruh (0 dari 2) objek tari dalam lembar pengamatan (Oleg Tamulilingan dan Tor-Tor Tandok).Tepat menentukan bentuk penyajian pada 1 dari 2 objek tari dalam lembar pengamatan dengan bimbingan guru.Tepat menentukan bentuk penyajian pada 2 dari 2 objek tari dalam lembar pengamatan sesuai acuan (Oleg Tamulilingan = berpasangan; Tor-Tor Tandok = kelompok).Tepat menentukan bentuk penyajian pada 2 dari 2 objek tari dalam lembar pengamatan secara mandiri serta mampu menguraikan bukti visualnya (interaksi gerak/formasi pola lantai) secara lengkap sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan cuplikan video tari tradisi nusantara sudah cukup jelas memperlihatkan perbedaan bentuk penyajian tunggal, berpasangan, dan kelompok?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan kartu kelompok? Apakah seluruh anggota kelompok aktif mengamati?

Murid:

  • Ciri visual apa yang paling memudahkanmu membedakan antara tari tunggal, berpasangan, dan tari kelompok?
  • Tantangan apa yang kamu hadapi saat mengamati interaksi antarpenari pada video tari tadi?

Pertemuan 4 — Mengamati Fungsi dan Nilai Tari Tradisi dalam Konteks Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.2 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari dalam konteks budaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengamati fungsi dan nilai tari tradisi dalam konteks budaya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan: (1) 'Sebutkan 3 fungsi utama tari tradisi dalam kehidupan masyarakat!' (acuan: upacara/ritual, hiburan/pergaulan, pertunjukan/tontonan seni); (2) 'Sebutkan 1 contoh nilai kehidupan yang dapat diamati dari tari tradisi!' (acuan: gotong royong/kebersamaan, kesopanan/tata krama, religius/rasa syukur) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan pengantar guru tentang 3 kategori fungsi tari tradisi (upacara/ritual adat, hiburan pergaulan, dan pertunjukan tontonan) serta nilai-nilai budaya yang menyertainya (nilai religius, nilai kebersamaan/gotong royong, dan nilai kesopanan) (10 menit).
  • Murid menyaksikan dua tayangan video tari tradisi secara saksama: Video A berupa Tari Seblang Olehsari (tari upacara ritual bersih desa) dan Video B berupa Tari Tayub/Gandrung pergaulan (tari hiburan pergaulan masyarakat) sambil mencermati suasana pertunjukan, busana penari, dan keterlibatan masyarakat penonton (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Pengamatan Tari Tradisi yang memuat 4 butir pencatatan hasil amatan dari tayangan video yang telah disaksikan: (1) Fungsi Video A: tari upacara/ritual adat bersih desa; (2) Nilai Video A: nilai religius dan keselamatan warga; (3) Fungsi Video B: tari hiburan/pergaulan sosial masyarakat; (4) Nilai Video B: nilai keakraban/kebersamaan antarwarga (5 menit).
  • Murid melakukan aktivitas permainan 'Detektif Tari Tradisi' secara berpasangan dengan saling mencocokkan dan mengisi lembar kerja berdasarkan bukti visual yang tampak (sesaji, interaksi gerak, busana) untuk menentukan fungsi dan nilai tari secara tepat (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru mencocokkan hasil lembar kerja pengamatan dengan kunci acuan kelas untuk memverifikasi ketepatan identifikasi fungsi dan nilai dari kedua tari tradisi yang diamati (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan butir penting pembelajaran mengenai cara mengenali fungsi dan nilai tari tradisi dari ciri-ciri visual pertunjukannya (8 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pencapaian hasil pengamatan dan menutup pembelajaran dengan salam (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan panduan kartu petunjuk visual (daftar ciri penanda upacara vs hiburan); bagi murid yang telah mahir diberikan tayangan tambahan 1 tari pertunjukan (Tari Legong Kraton) untuk diamati fungsi dan nilainya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu guru langkah demi langkah saat mengamati rekaman; murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis ciri nilai dan fungsi pada lembar pengamatan.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar kerja pengamatan fungsi dan nilai tari yang sama sesuai kriteria pencapaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: (1) 'Sebutkan 3 fungsi utama tari tradisi dalam kehidupan masyarakat!' (acuan jawaban: upacara/ritual, hiburan/pergaulan, pertunjukan/tontonan seni); (2) 'Sebutkan 1 contoh nilai kehidupan yang dapat diamati dari tari tradisi!' (acuan jawaban: gotong royong/kebersamaan, kesopanan/tata krama, religius/rasa syukur).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Pengamatan Tari Tradisi pada kegiatan inti tahap Mengaplikasi dengan 4 butir amatan: (1) Fungsi Video A Tari Seblang (acuan: tari upacara/ritual adat); (2) Nilai Video A Tari Seblang (acuan: nilai religius/keselamatan); (3) Fungsi Video B Tari Tayub/Gandrung (acuan: tari hiburan/pergaulan); (4) Nilai Video B Tari Tayub/Gandrung (acuan: nilai keakraban/kebersamaan sosial).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid mengidentifikasi fungsi dan nilai dari 1 cuplikan gambar Tari Bedhaya Ketawang (acuan: fungsi upacara/sakral penobatan raja; nilai religius dan penghormatan leluhur).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal untuk mengukur pemahaman awal konsep fungsi dan nilai tari tradisi
  • Pengamatan keterlibatan dan verifikasi Lembar Pengamatan Tari Tradisi (4 butir amatan fungsi dan nilai tari tradisi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengamati Fungsi Tari TradisiBelum mampu mengamati dan menuliskan fungsi tari tradisi secara tepat (0 butir tepat dari 2 butir fungsi Tari Seblang dan Tari Tayub).Mampu mengamati dan menuliskan tepat 1 dari 2 butir fungsi tari tradisi sesuai acuan (Tari Seblang: fungsi upacara; Tari Tayub: fungsi hiburan).Mampu mengamati dan menuliskan tepat 2 dari 2 butir fungsi tari tradisi sesuai acuan dengan sedikit bimbingan guru.Mampu mengamati dan menuliskan tepat 2 dari 2 butir fungsi tari tradisi sesuai acuan secara tepat dan mandiri.
Ketepatan Mengamati Nilai Tari TradisiBelum mampu mengamati dan menuliskan nilai tari tradisi secara tepat (0 butir tepat dari 2 butir nilai Tari Seblang dan Tari Tayub).Mampu mengamati dan menuliskan tepat 1 dari 2 butir nilai tari tradisi sesuai acuan (Tari Seblang: nilai religius/keselamatan; Tari Tayub: nilai kebersamaan/keakraban).Mampu mengamati dan menuliskan tepat 2 dari 2 butir nilai tari tradisi sesuai acuan dengan sedikit arahan.Mampu mengamati dan menuliskan tepat 2 dari 2 butir nilai tari tradisi sesuai acuan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan video Tari Seblang dan Tari Tayub memudahkan murid mengamati perbedaan fungsi dan nilai tari tradisi secara nyata?
  • Apakah alokasi waktu kegiatan permainan 'Detektif Tari Tradisi' efektif menjaga keaktifan dan pemahaman murid?

Murid:

  • Bagian mana dari tari tradisi yang paling membantumu memahami fungsi dan nilainya (gerak, busana, atau suasana penonton)?
  • Nilai budaya apa yang paling berkesan bagimu setelah mengamati tari tradisi hari ini?

Pertemuan 5 — Mengelompokkan Jenis Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang Budaya Daerah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengelompokkan jenis tari tradisi berdasarkan latar belakang budaya daerahnya (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat klasifikasi 2 contoh tari (Tari Bedhaya Ketawang dan Tari Jaipong) untuk melihat pemahaman awal murid terkait jenis tari keraton/klasik vs rakyat (acuan: Tari Bedhaya Ketawang = Tari Tradisi Klasik/Keraton; Tari Jaipong = Tari Tradisi Rakyat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan pengantar dan mengamati tayangan infografis mengenai 2 kategori jenis tari berdasarkan latar belakang budaya: Tari Tradisi Klasik (berkembang di istana/keraton dengan aturan baku dan estetika halus) dan Tari Tradisi Rakyat (berkembang di kalangan masyarakat pedesaan/pesisir dengan sifat komunal dan spontan) (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi ciri-ciri latar belakang budaya dari 4 cuplikan tari: (1) Tari Srimpi Sangupati, (2) Tari Tayub, (3) Tari Gambyong, dan (4) Tari Pakarena Gantarang (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berkelompok (3-4 orang) menerima lembar kerja 'Teka Kategori Budaya Tari' berisi 6 kartu deskripsi tari daerah untuk dipilah ke dalam 2 kolom kategori latar belakang budaya (Tari Tradisi Klasik Keraton vs Tari Tradisi Rakyat): Kartu 1: Tari Bedhaya Ketawang (Surakarta); Kartu 2: Tari Jathilan/Kuda Lumping (Jawa Timur/Jawa Tengah); Kartu 3: Tari Legong Keraton (Bali); Kartu 4: Tari Reog Ponorogo (Jawa Timur); Kartu 5: Tari Srimpi (Yogyakarta); Kartu 6: Tari Saman Gayo (Aceh) (acuan pengelompokan: Klasik Keraton = Kartu 1, Kartu 3, Kartu 5; Rakyat = Kartu 2, Kartu 4, Kartu 6) (15 menit).
  • Murid memainkan tantangan seru berpasangan 'Cepat Pilah Kartu Tari': tiap pasangan berlomba mengelompokkan 4 kartu kilat berisi nama dan latar budaya tari ke keranjang Klasik Keraton atau keranjang Rakyat (Kartu A: Tari Pakarena Gantarang Gowa -> Klasik Keraton; Kartu B: Tari Ronggeng Melayu -> Rakyat; Kartu C: Tari Gandrung Banyuwangi -> Rakyat; Kartu D: Tari Golek Ayun-Ayun -> Klasik Keraton; acuan: Klasik Keraton = Kartu A, D; Rakyat = Kartu B, C) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa hasil pengelompokan 6 kartu pada lembar kerja dan mencocokkannya dengan kriteria latar belakang budaya daerah masing-masing (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan prinsip pengelompokan jenis tari tradisi berdasarkan latar budaya keraton dan budaya rakyat nusantara (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman mandiri tertulis singkat dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tanpa penutupan bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu ringkasan ciri budaya tari bagi murid yang membutuhkan scaffolding, serta menambahkan kartu profil tari daerah luar pulau bagi murid yang cepat paham.
  • Proses: Bimbingan terarah bagi kelompok yang kesulitan membedakan latar budaya rakyat dan istana; kemandirian penuh bagi kelompok yang sudah lancar.
  • Produk: Pengelompokan disajikan dalam bentuk tabel kolom atau peta konsep visual sesuai kenyamanan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik klasifikasi cepat 2 contoh tari berdasarkan latar belakang budayanya: (1) Tari Bedhaya Ketawang (acuan: Tari Tradisi Klasik Keraton); (2) Tari Jaipong (acuan: Tari Tradisi Rakyat).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja kelompok pengelompokan 6 tari tradisi ke dalam Tari Tradisi Klasik Keraton vs Tari Tradisi Rakyat. Rincian kartu dan acuan kunci: (1) Tari Bedhaya Ketawang -> Klasik Keraton; (2) Tari Jathilan -> Rakyat; (3) Tari Legong Keraton -> Klasik Keraton; (4) Tari Reog Ponorogo -> Rakyat; (5) Tari Srimpi -> Klasik Keraton; (6) Tari Saman Gayo -> Rakyat. (Kriteria ketepatan: Klasik Keraton memuat nomor 1, 3, 5; Rakyat memuat nomor 2, 4, 6).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis: Murid mengelompokkan 2 tari tradisi berikut ke dalam tabel jenis latar belakang budaya: (1) Tari Gambyong Surakarta; (2) Tari Ketuk Tilu Jawa Barat (acuan kunci: Tari Gambyong = Tari Tradisi Klasik/Keraton; Tari Ketuk Tilu = Tari Tradisi Rakyat).

Formatif:

  • Kuis diagnostik klasifikasi awal pada pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja pengelompokan kartu tari tradisi pada lembar kerja kelompok
  • Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengelompokkan Jenis Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang BudayaMengelompokkan 0-2 dari 6 kartu tari tradisi dengan tepat sesuai latar belakang budayanya dengan bantuan penuh guru (acuan: Klasik Keraton = Bedhaya Ketawang, Legong Keraton, Srimpi; Rakyat = Jathilan, Reog Ponorogo, Saman Gayo).Mengelompokkan 3-4 dari 6 kartu tari tradisi dengan tepat sesuai latar belakang budayanya dengan sedikit bantuan guru (acuan: Klasik Keraton = Bedhaya Ketawang, Legong Keraton, Srimpi; Rakyat = Jathilan, Reog Ponorogo, Saman Gayo).Mengelompokkan 5 dari 6 kartu tari tradisi dengan tepat sesuai latar belakang budayanya secara mandiri (acuan: Klasik Keraton = Bedhaya Ketawang, Legong Keraton, Srimpi; Rakyat = Jathilan, Reog Ponorogo, Saman Gayo).Mengelompokkan seluruh 6 dari 6 kartu tari tradisi dengan tepat tanpa kekeliruan secara mandiri (acuan: Klasik Keraton = Bedhaya Ketawang, Legong Keraton, Srimpi; Rakyat = Jathilan, Reog Ponorogo, Saman Gayo).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan pemilahan kartu tari efektif membantu murid memahami perbedaan latar belakang budaya tari klasik keraton dan tari rakyat?
  • Bagian pengelompokan tari mana yang paling sering membuat murid keliru dan membutuhkan penjelasan tambahan?

Murid:

  • Apa ciri paling mencolok yang membantumu membedakan tari tradisi istana/keraton dengan tari tradisi rakyat?
  • Tantangan apa yang kamu temukan saat mengelompokkan ragam tari tradisi tadi?

Pertemuan 6 — Mengelompokkan Fungsi Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang Upacara, Hiburan, dan Pertunjukan Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam budaya, menyapa murid, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada kekayaan fungsi tari tradisi Nusantara (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu mengelompokkan fungsi tari tradisi ke dalam tiga kategori utama: upacara ritual, hiburan/sosial, dan tontonan/pertunjukan berdasarkan konteks latar belakang budayanya (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik cepat dengan menampilkan 3 deskripsi singkat konteks tari di papan tulis: (1) Tari Sanghyang Dedari ditarikan gadis suci untuk mengusir wabah penyakit di pura; (2) Tari Tayub ditarikan bersama tamu undangan untuk keakraban pesta panen; (3) Tari Ramayana Ballet ditarikan di panggung teater dengan tata lampu artistik berbayar. Murid diminta menuliskan fungsi masing-masing secara cepat pada selembar kertas memo (acuan: 1 = Upacara ritual, 2 = Hiburan/pergaulan, 3 = Pertunjukan/tontonan) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bagan konsep dan penjelasan guru mengenai ciri pembeda 3 fungsi tari tradisi berdasarkan latar belakang budayanya: (a) Upacara (sakral, tempat khusus, waktu tertentu, tidak mementingkan penonton biasa, ada sesaji/doa), (b) Hiburan (partisipatif, santai, spontan, membaur antara penari dan penonton), dan (c) Pertunjukan (penataan estetis formal, pemisahan jelas antara panggung penari dan tempat penonton, dinikmati keindahannya) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (beranggotakan 3-4 anak) menerima 'Amplop Misi Budaya' berisi 6 kartu studi kasus konteks tari tradisi lengkap dengan latar belakang budayanya untuk dicermati bersama (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Dalam suasana menggembirakan melalui metode 'Tantangan Sortir Kartu Fungsi', setiap kelompok bekerja sama mengelompokkan 6 kartu tari tradisi ke dalam tabel 3 kolom fungsi (Kolom Upacara, Kolom Hiburan, Kolom Pertunjukan). Adapun 6 kartu tersebut berisi: (1) Tari Bedhaya Ketawang (Surakarta) - ditarikan saat penobatan raja di keraton dengan syarat kesucian khusus dan sesaji sakral; (2) Tari Joged Bumbung (Bali) - ditarikan di pelataran desa dengan mengajak penonton ikut menari (pengibing) secara bergembira; (3) Tari Pendet Penyambutan (Bali) - ditarikan di gedung pertemuan di atas panggung dengan koreografi rapi untuk menyambut tamu kehormatan; (4) Tari Seblang (Banyuwangi) - ditarikan oleh penari dalam kondisi trans/kejawen untuk ritual tolak bala dan kesuburan desa; (5) Tari Randai (Minangkabau) - ditarikan melingkar di lapangan nagari oleh warga yang saling berbalas pantun untuk memeriahkan keramaian rakyat; (6) Tari Wayang Wong (Jawa Tengah) - ditarikan di gedung teater dengan tiket masuk, tata panggung profesional, kostum detail, dan dramaturgi tertata (acuan pengelompokan: Upacara = Kartu 1 dan 4; Hiburan = Kartu 2 dan 5; Pertunjukan = Kartu 3 dan 6) (20 menit).
  • Kelompok saling menempelkan tabel hasil klasifikasi di dinding kelas dan melakukan 'Jelajah Galeri Fungsi Tari', membandingkan kesesuaian penempatan kartu kelompok mereka dengan kelompok lain serta mencatat alasan latar belakang budayanya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu konfirmasi klasifikasi fungsi tari, meminta perwakilan kelompok menyebutkan letak pengelompokan kartu tertentu dan mendiskusikan mengapa tari tertentu (misal Tari Pendet) bisa bergeser fungsinya dari upacara sakral di pura menjadi tari pertunjukan penyambutan tamu di panggung modern (8 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan refleksi pemahaman 1 kalimat tentang pentingnya menghormati fungsi asli suatu tari tradisi saat dihadirkan di kehidupan masyarakat (4 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan 3 fungsi utama tari tradisi (upacara, hiburan, pertunjukan) beserta indikator latar belakang konteks budayanya (4 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis mandiri 3 butir soal pengelompokan fungsi tari tradisi (acuan tercantum pada asesmenAkhir) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh murid dan menyampaikan pengantar topik pertemuan berikutnya (Pertemuan 7: Mengelompokkan Nilai-Nilai Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang Budaya), lalu menutup pertemuan dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu studi kasus dengan kata kunci berhuruf tebal (misal: 'sesaji sakral', 'mengajak penonton ikut menari', 'tiket penonton gedung'), sedangkan murid yang cepat diberikan teks deskripsi naratif penuh.
  • Proses: Murid cepat mengelompokkan 6 kartu mandiri terlebih dahulu sebelum mendiskusikannya dengan rekan kelompok, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca indikator ciri fungsi secara bertahap.
  • Produk: Format tabel klasifikasi dapat berupa bagan tempel kartu bergambar atau tabel matriks analisis fungsi tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik Klasifikasi Fungsi Tari (3 butir): Murid menentukan fungsi tari berdasarkan 3 skenario konteks: (1) Tari Sanghyang Dedari ditarikan gadis suci untuk mengusir wabah penyakit di pura; (2) Tari Tayub ditarikan bersama tamu undangan untuk keakraban pesta panen; (3) Tari Ramayana Ballet ditarikan di panggung teater berbayar. Kunci acuan: Butir 1 = Fungsi Upacara Ritual; Butir 2 = Fungsi Hiburan/Pergaulan; Butir 3 = Fungsi Pertunjukan/Tontonan.

Proses:

  • Observasi formatif aktivitas Tantangan Sortir Kartu: Memeriksa ketepatan kelompok dalam mengelompokkan 6 kartu tari tradisi ke dalam kolom fungsi yang sesuai. Daftar kartu dan acuan: Kartu 1 (Tari Bedhaya Ketawang) -> Upacara; Kartu 2 (Tari Joged Bumbung) -> Hiburan; Kartu 3 (Tari Pendet Penyambutan) -> Pertunjukan; Kartu 4 (Tari Seblang) -> Upacara; Kartu 5 (Tari Randai) -> Hiburan; Kartu 6 (Tari Wayang Wong) -> Pertunjukan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek Pemahaman Mandiri Akhir Sesi (3 butir pengelompokan fungsi): Murid menentukan fungsi dari 3 deskripsi konteks tari berikut: (A) Tari Hudoq ditarikan suku Dayak di ladang untuk memohon kesuburan padi dan restu roh leluhur; (B) Tari Poco-Poco ditarikan beramai-ramai oleh warga di lapangan saat senam pagi akhir pekan; (C) Tari Gambyong ditarikan penari profesional di panggung festival seni dengan koreografi teratur dan tiket penonton. Acuan jawaban benar: A = Fungsi Upacara, B = Fungsi Hiburan, C = Fungsi Pertunjukan. Kriteria ketercapaian: minimal 2 dari 3 butir dijawab tepat.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengklasifikasikan 3 deskripsi tari tradisi ke dalam fungsi upacara, hiburan, dan pertunjukan.
  • Asesmen proses: observasi unjuk kerja kerja kelompok dalam mengelompokkan 6 kartu studi kasus tari tradisi ke dalam tabel 3 fungsi budaya.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengelompokkan Fungsi Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang BudayaTepat mengelompokkan 0-2 dari 6 kartu tari tradisi ke dalam kolom fungsi upacara, hiburan, dan pertunjukan (acuan: Kartu 1 & 4 = Upacara; Kartu 2 & 5 = Hiburan; Kartu 3 & 6 = Pertunjukan).Tepat mengelompokkan 3-4 dari 6 kartu tari tradisi ke dalam kolom fungsi upacara, hiburan, dan pertunjukan sesuai acuan kunci.Tepat mengelompokkan 5 dari 6 kartu tari tradisi ke dalam kolom fungsi upacara, hiburan, dan pertunjukan sesuai acuan kunci.Tepat mengelompokkan seluruh 6 dari 6 kartu tari tradisi ke dalam kolom fungsi upacara, hiburan, dan pertunjukan secara mandiri dan konsisten sesuai acuan kunci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi murid untuk menganalisis dan mengelompokkan keenam studi kasus tari tradisi ke dalam fungsi upacara, hiburan, dan pertunjukan?
  • Bagian konteks latar belakang tari mana yang paling sering membingungkan murid saat membedakan antara tari hiburan dan tari pertunjukan?

Murid:

  • Ciri apa yang paling memudahkanmu membedakan tari tradisi untuk upacara ritual dengan tari tradisi untuk pertunjukan seni?
  • Dari ketiga fungsi tari tradisi (upacara, hiburan, pertunjukan), fungsi mana yang paling sering kamu saksikan di lingkungan sekitarmu?

Pertemuan 7 — Mengelompokkan Nilai-Nilai Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menyiapkan lembar kegiatan (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu mengelompokkan ragam nilai tari tradisi (nilai religius/spiritual, nilai sosial/gotong royong, dan nilai moral/kepahlawanan) berdasarkan latar belakang budayanya (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika Tari Saman menunjukkan kekompakan saf dan penghormatan kepada sesama, masuk ke dalam nilai apa?' (acuan jawaban: nilai sosial atau nilai religius) untuk memetakan kesiapan awal murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak tayangan gambar dan ulasan ringkas mengenai 3 kategori nilai dalam tari tradisi: (1) Nilai Religius/Spiritual (penghambaan dan syukur kepada Tuhan); (2) Nilai Sosial/Kebersamaan (gotong royong, keharmonisan kelompok); serta (3) Nilai Moral/Kepahlawanan (keberanian membela kebenaran, kesopanan) (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengidentifikasi kata kunci latar belakang budaya yang memunculkan nilai-nilai tersebut melalui contoh Tari Bedhaya Ketawang (Jawa/Keraton - nilai religius/sakral) dan Tari Tor-Tor (Batak - nilai sosial/kekerabatan) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang untuk menyelesaikan aktivitas permainan kartu tantangan klasifikasi 'Pilah Nilai Tari Tradisi' (5 menit).
  • Setiap kelompok menerima 6 kartu tari tradisi beserta ringkasan latar belakang budayanya untuk dikelompokkan ke dalam tabel 3 kategori nilai. Rincian kartu: (1) Tari Sanghyang Dedari dari Bali (latar pemujaan tolak bala roh suci); (2) Tari Seblang dari Banyuwangi (latar ritual bersih desa dan rasa syukur panen kepada Sang Pencipta); (3) Tari Saman dari Gayo Aceh (latar syair persaudaraan, dakwah, dan kekompakan kelompok bermasyarakat); (4) Tari Poco-Poco / Tari Yospan dari Papua (latar pergaulan antarpemuda dan persahabatan warga); (5) Tari Kancet Papatai dari Kalimantan Timur (latar keberanian prajurit Dayak menjaga wilayah suku); (6) Tari Anoman Obong dari Jawa (latar epos Ramayana tentang kesetiaan dan membela kebenaran) (15 menit).
  • Murid bekerja sama mengelompokkan ke-6 kartu tersebut ke lembar kerja klasifikasi dengan acuan ketepatan: Nilai Religius/Spiritual = Tari Sanghyang Dedari dan Tari Seblang; Nilai Sosial/Kebersamaan = Tari Saman dan Tari Yospan; Nilai Moral/Kepahlawanan = Tari Kancet Papatai dan Tari Anoman Obong (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil pengelompokan kelompoknya dengan kunci acuan yang dipaparkan guru, serta menandai kartu yang sudah tepat maupun yang masih tertukar (5 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi singkat pada lembar catatan mengenai hubungan antara latar belakang kehidupan masyarakat (seperti kehidupan agraris, religi, atau situasi adat) dengan nilai yang tercermin pada tari tradisinya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa tari tradisi di Indonesia selalu memuat nilai luhur seperti nilai religius, sosial, maupun moral yang berakar kuat pada latar belakang budaya daerahnya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketepatan pengelompokan yang dilakukan kelompok, menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang pengamatan unsur karya tari tradisi, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu tari yang dilengkapi kata kunci eksplisit (misal: ada kata 'ritual doa', 'persaudaraan', 'keberanian perang'), sedangkan murid mahir menerima kartu dengan narasi deskriptif latar belakang budaya yang lebih panjang.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu langsung oleh guru saat mencocokkan ciri latar belakang budaya dengan kategori nilai; murid mahir mengelompokkan secara mandiri bersama kelompoknya.
  • Produk: Murid mahir menambahkan 1 contoh tari tradisi lain dari daerah asalnya ke dalam tabel klasifikasi nilai yang sesuai, sedangkan murid reguler fokus menyelesaikan pengelompokan 6 kartu acuan yang tersedia.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika Tari Saman menunjukkan kekompakan saf dan penghormatan kepada sesama, masuk ke dalam nilai apa?' (Acuan jawaban: nilai sosial atau kebersamaan/religius; murid yang dapat mengaitkan fungsi gerak dengan nilai dianggap siap, murid yang belum dapat mengaitkan diberikan scaffolding konsep nilai budaya di tahap Memahami).

Proses:

  • Pengamatan formatif saat murid mengelompokkan 6 kartu tari tradisi ke dalam tabel klasifikasi nilai budaya pada lembar kerja kelompok. Acuan pengelompokan benar: (1) Kategori Nilai Religius/Spiritual: Tari Sanghyang Dedari dan Tari Seblang; (2) Kategori Nilai Sosial/Kebersamaan: Tari Saman dan Tari Yospan; (3) Kategori Nilai Moral/Kepahlawanan: Tari Kancet Papatai dan Tari Anoman Obong.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir lembar kerja: Murid menentukan kategori nilai dari tari tradisi tambahan: Tari Gandrung Banyuwangi (latar rasa syukur panen dan kerukunan warga) masuk ke nilai apa? (Acuan jawaban: nilai sosial atau nilai religius/kebersamaan, diterima jika memuat alasan rasa syukur atau kerukunan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja kelompok pada lembar kerja pengelompokan 6 kartu tari tradisi berdasarkan 3 kategori nilai (religius, sosial, kepahlawanan/moral)
  • Cek pemahaman diagnostik lisan pada tahap pendahuluan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengelompokkan Nilai Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang BudayaMengelompokkan 1–2 dari 6 kartu tari tradisi ke dalam kategori nilai (religius, sosial, kepahlawanan) secara tepat dengan bantuan penuh pendidik.Mengelompokkan 3–4 dari 6 kartu tari tradisi ke dalam kategori nilai secara tepat dengan sedikit arahan.Mengelompokkan 5 dari 6 kartu tari tradisi ke dalam kategori nilai secara tepat dan mandiri.Mengelompokkan seluruh 6 kartu tari tradisi (Tari Sanghyang Dedari, Tari Seblang, Tari Saman, Tari Yospan, Tari Kancet Papatai, Tari Anoman Obong) ke dalam 3 kategori nilai secara tepat dan mandiri tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu bantu klasifikasi mempermudah murid dalam membedakan nilai religius, sosial, dan kepahlawanan/moral pada tari tradisi?
  • Bagian latar belakang budaya manakah yang masih sering membingungkan murid saat mengaitkannya dengan nilai tari?

Murid:

  • Nilai apa yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali dari latar belakang tari tradisi yang dipelajari hari ini?
  • Pelajaran hidup apa yang dapat kamu petik setelah mengetahui nilai-nilai di balik tari tradisi Nusantara?

Pertemuan 8 — Mengukur Hasil Pencapaian Karya Tari Tradisi Melalui Pengamatan Unsur Karya secara Terbimbing — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.4 Mengukur hasil pencapaian karya tari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengukur hasil pencapaian karya tari tradisi melalui pengamatan unsur karya secara terbimbing (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan pemantik pengenalan unsur pengukuran karya tari: (1) Sebutkan 3 unsur utama tari yang diamati saat mengukur pencapaian karya! (Acuan benar: wiraga/gerak, wirama/irama-musik, wirasa/penghayatan-ekspresi); (2) Apakah kesesuaian tempo gerak dengan iringan termasuk tolok ukur karya tari? (Acuan benar: ya, termasuk wirama) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan terbimbing guru mengenai instrumen lembar pengamatan untuk mengukur 3 unsur pencapaian karya tari: (1) Wiraga (ketepatan bentuk dan keteraturan gerak tubuh), (2) Wirama (keselarasan ketukan langkah/gerak dengan ketukan tempo musik), dan (3) Wirasa (penghayatan dan kesesuaian ekspresi/penjiwaan tari) (10 menit).
  • Murid mengamati video contoh penggalan tari tradisi (Tari Saman/Tari Piring durasi 2 menit) bersama guru untuk membedah contoh tolok ukur penilaian: kategori 'Tercapai Baik' jika gerak selaras dan ekspresi konsisten, dan 'Perlu Peningkatan' jika gerak terlambat atau tidak selaras dengan musik (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan 'Detektif Mutu Tari' (aktivitas berpasangan menggembirakan): Secara berpasangan, murid mengamati tayangan video rekaman karya Tari Tradisi (Tari Piring Minangkabau) yang diputar guru, lalu secara mandiri mencatat hasil pengukuran pada Lembar Pengamatan Berbimbing yang memuat 3 butir unsur karya tari (15 menit).
  • Murid mengisi pengukuran pada 3 butir indikator: Butir 1 Wiraga (ketercapaian koordinasi ayunan piring dan langkah kaki; acuan kunci: tercapai bila piring tidak terjatuh dan ragam gerak teratur), Butir 2 Wirama (ketercapaian ketukan piring dengan tempo musik talempong; acuan kunci: tercapai bila ketukan piring berpadu serempak dengan aksen musik), dan Butir 3 Wirasa (ketercapaian penjiwaan dinamis dan ekspresi wajah penari; acuan kunci: tercapai bila ekspresi wajah tegas, fokus, dan energik) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru mencocokkan hasil pengukuran mereka dengan lembar rubrik acuan kelas, mendiskusikan butir unsur mana yang paling mudah diukur secara objektif dan butir mana yang memerlukan ketelitian pengamatan lebih tinggi (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengukuran pencapaian karya tari yang telah dilakukan murid secara terbimbing (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai cara mengukur unsur karya tari, kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengukuran dengan checklist indikator visual konkret bagi murid yang membutuhkan scaffolding tambahan.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan bimbingan langsung (guided prompt) pada saat tayangan video dipause per unsur; bagi murid yang cepat selesai, diberikan pengamatan tambahan untuk mengukur unsur pendukung karya (kostum dan properti tari) pada instrumen pengukuran yang sama.
  • Produk: Pengisian lembar pengukuran karya tari dilakukan dengan format checklist berbobot ketercapaian beserta catatan bukti amatan fisik yang terlihat pada video.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 unsur utama tari yang dapat diamati untuk mengukur ketercapaian karya tari tradisi!' (Kunci/Acuan jawaban: Wiraga/gerak, Wirama/irama, Wirasa/penghayatan).
  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Apakah keselarasan antara ketukan gerak tari dengan ritme musik termasuk tolok ukur karya tari?' (Kunci/Acuan jawaban: Ya, termasuk dalam tolok ukur wirama/ketercapaian musik dan gerak).

Proses:

  • Pengamatan keterisian dan ketepatan Lembar Pengamatan Berbimbing Mengukur Pencapaian Karya Tari Tradisi pada 3 butir indikator: (1) Wiraga: ketepatan mengidentifikasi keteraturan gerak tubuh dan properti (acuan: mencatat ketepatan bentuk gerak kaki/tangan/piring); (2) Wirama: ketepatan mengidentifikasi keselarasan tempo gerak dengan iringan (acuan: mencatat sinkronisasi aksen gerak dan ketukan talempong); (3) Wirasa: ketepatan mengidentifikasi ekspresi dan penghayatan penari (acuan: mencatat ekspresi fokus, dinamis, dan energik penari).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: 'Jika seorang penari melakukan gerak tari yang mendahului tempo musik iringan, pada unsur karya manakah hasil pencapaian penari tersebut dinilai belum tercapai maksimal?' (Kunci/Acuan jawaban: Unsur wirama/keselarasan irama dan tempo musik).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik pemahaman tolok ukur unsur karya tari (wiraga, wirama, wirasa)
  • Asesmen Proses: Observasi kinerja pengisian lembar pengamatan pengukuran hasil pencapaian karya tari tradisi pada 3 unsur (wiraga, wirama, wirasa)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengukuran Hasil Pencapaian Karya Tari (Unsur Wiraga, Wirama, dan Wirasa)Belum mampu mengukur pencapaian karya tari; lembar amatan tidak terisi atau tidak ada indikator dari ketiga unsur (wiraga, wirama, wirasa) yang dinilai secara tepat sesuai acuan amatan video.Mampu mengukur pencapaian karya tari tradisi secara tepat pada 1 dari 3 unsur karya tari (wiraga, wirama, atau wirasa) sesuai acuan amatan video dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengukur pencapaian karya tari tradisi secara tepat pada 2 dari 3 unsur karya tari (wiraga, wirama, atau wirasa) sesuai acuan amatan video dengan arahan minimal.Mampu mengukur pencapaian karya tari tradisi secara tepat dan lengkap pada seluruh 3 unsur karya tari (wiraga, wirama, dan wirasa) sesuai acuan amatan video secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instrumen lembar pengamatan terbimbing mempermudah murid dalam mengukur hasil pencapaian karya tari secara objektif?
  • Apakah durasi waktu video dan langkah pengukuran terbimbing cukup efektif bagi seluruh murid dalam melakukan penilaian unsur tari?

Murid:

  • Unsur pencapaian karya tari manakah yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu ukur saat mengamati tayangan tari tadi?
  • Bagaimana penggunaan lembar pengamatan membantumu menjadi lebih teliti dalam menilai mutu sebuah karya tari tradisi?

Pertemuan 9 — Menghargai Tari Tradisi Melalui Refleksi Pengalaman Apresiasi Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.5 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu melatih sikap menghargai tari tradisi melalui refleksi pengalaman apresiasi budaya yang telah dilalui pada pertemuan-pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menanyakan secara lisan pemahaman bentuk penghargaan terhadap tari tradisi menggunakan 2 pertanyaan pemantik: (1) Sebutkan 1 contoh sikap menghargai tari tradisi dalam kehidupan sehari-hari (acuan jawaban benar: menonton pertunjukan dengan tertib/menghormati makna tari/tidak merendahkan kesenian tradisi), dan (2) Mengapa tari tradisi patut dihargai? (acuan jawaban benar: memuat identitas budaya/nilai luhur masyarakat setempat) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak tayangan cuplikan 2 menit dokumentasi tari tradisi nusantara (Tari Saman dan Tari Pendet) serta penjelasan guru mengenai makna menghargai tari tradisi sebagai warisan budaya bernilai luhur (10 menit).
  • Guru memberikan 'Tantangan Kata Kunci Apresiasi' di mana murid secara cepat mengangkat kartu respon warna (hijau = bentuk penghargaan, merah = bukan bentuk penghargaan) terhadap 4 contoh perilaku konkret yang dibacakan guru: (1) Mempelajari makna di balik gerak tari tradisi (hijau), (2) Menertawakan busana adat penari tradisi (merah), (3) Memberi tepuk tangan apresiatif saat pertunjukan tari tradisi usai (hijau), (4) Menganggap tari tradisi kuno dan ketinggalan zaman (merah) (acuan kunci: 1-hijau, 2-merah, 3-hijau, 4-merah) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengisi 'Lembar Refleksi Penghargaan Budaya' yang berisi 3 butir refleksi pengalaman apresiasi tari tradisi: (1) Menuliskan 1 karya tari tradisi yang paling berkesan beserta alasan nilai keindahannya, (2) Menuliskan 2 wujud sikap pribadi dalam menghargai keberadaan tari tradisi tersebut, dan (3) Menuliskan 1 pandangan pribadi mengapa keberlanjutan tari tradisi penting bagi identitas budaya bangsa (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi berpasangan untuk saling membacakan butir refleksi penghargaan yang telah ditulis, lalu memberikan centang konfirmasi bahwa pasangannya telah menuangkan sikap menghargai tari tradisi dengan jelas (10 menit).
  • Guru memfasilitasi 2 orang perwakilan murid untuk membacakan refleksinya secara sukarela dan memberikan umpan balik penguatan terhadap aspek penghargaan budaya yang diungkapkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menarik kesimpulan bersama mengenai esensi menghargai tari tradisi sebagai wujud kesadaran budaya dan kewargaan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan, menginformasikan bahwa refleksi penghargaan hari ini akan menjadi landasan untuk menyusun pesan ajakan mencintai tari tradisi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan daftar kata sifat apresiatif (seperti: adiluhung, selaras, sakral, memukau, harmonis) bagi murid yang membutuhkan inspirasi kosakata dalam menyusun refleksi.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan perancah berupa kalimat pemantik rumpang; bagi murid yang mandiri, dipersilakan menguraikan refleksi pengalaman apresiasi secara mendalam dan terperinci.
  • Produk: Refleksi penghargaan dapat dituliskan dalam bentuk paragraf deskriptif personal ataupun poin-poin reflektif terstruktur sesuai kenyamanan ekspresi murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan: (1) Sebutkan 1 contoh sikap menghargai tari tradisi dalam kehidupan sehari-hari (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan positif nyata seperti menonton dengan tertib, menghormati nilai tari, atau tidak mencela); (2) Mengapa tari tradisi patut dihargai? (kriteria penerimaan: mengaitkan dengan kekayaan identitas budaya daerah atau warisan leluhur).

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid pada Tantangan Kata Kunci Apresiasi terhadap 4 pernyataan perilaku (kunci: pernyataan 1 dan 3 benar/hijau, 2 dan 4 salah/merah)
  • Pemeriksaan pengisian Lembar Refleksi Penghargaan Budaya dengan 3 kriteria: (1) ketepatan mengidentifikasi nilai berkesan dari tari tradisi yang dipilih, (2) ketepatan merumuskan 2 wujud sikap menghargai, (3) kejelasan alasan pentingnya pelestarian tari bagi budaya bangsa.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan ketercapaian refleksi individu pada Lembar Refleksi Penghargaan Budaya (kriteria tuntas: lembar memuat minimal 1 nilai keindahan berkesan, 2 wujud sikap menghargai yang logis dan relevan, serta 1 alasan pelestarian budaya).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan respons cepat di awal pembelajaran mengenai contoh perilaku menghargai tari tradisi
  • Penilaian formatif Lembar Refleksi Penghargaan Budaya menggunakan rubrik ketercapaian penghargaan tari tradisi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghargai Tari Tradisi Melalui RefleksiBelum mampu menuliskan bentuk penghargaan terhadap tari tradisi; refleksi yang ditulis belum memuat alasan nilai keindahan maupun sikap menghargai.Mampu menuliskan 1 bentuk penghargaan atau nilai keindahan tari tradisi, namun belum melengkapi wujud sikap pribadi dan alasan pelestarian budaya.Mampu menuliskan refleksi pengalaman apresiasi secara tepat yang memuat minimal 1 nilai keindahan berkesan, 2 wujud sikap menghargai tari tradisi, dan 1 alasan pelestarian budaya.Mampu menuliskan refleksi pengalaman apresiasi secara mandiri, komprehensif, dan mendalam, mencakup nilai keindahan berkesan, lebih dari 2 wujud sikap konkret menghargai tari tradisi, serta analisis tajam mengenai pentingnya pelestarian tari bagi identitas bangsa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran refleksi apresiasi berhasil memfasilitasi murid untuk menumbuhkan sikap menghargai tari tradisi secara tulus?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang awalnya pasif saat diminta menuangkan pengalaman apresiatif budaya ke dalam lembar refleksi?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu rasakan mengenai nilai luhur tari tradisi setelah melakukan refleksi hari ini?
  • Sikap nyata apa yang paling ingin kamu lakukan untuk menunjukkan rasa hormat dan penghargaanmu terhadap kesenian tari tradisi di sekitarmu?

Pertemuan 10 — Mengajak Orang Lain Mencintai dan Bangga terhadap Tari Tradisi Melalui Penyusunan Pesan Apresiasi Budaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.5 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-10, yaitu menyusun pesan apresiasi budaya untuk menghargai dan mengajak orang lain mencintai serta bangga terhadap tari tradisi (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis kartu cepat 'Bedakan Ajakan dan Informasi': guru membacakan 3 kalimat acuan, yaitu (1) 'Tari Saman berasal dari Aceh', (2) 'Mari lestarikan dan banggakan Tari Saman yang sarat kekompakan!', (3) 'Tari Piring ditarikan membawa piring'. Murid mengangkat tangan kanan jika kalimat merupakan ajakan mencintai/bangga tari tradisi, atau tangan kiri jika sekadar informasi faktual; guru memetakan kesiapan murid (acuan: kalimat 2 adalah ajakan; kalimat 1 dan 3 adalah informasi faktual) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 2 contoh teks pesan apresiasi budaya bertema tari tradisi yang ditampilkan guru: Contoh A: 'Mari tonton tari tradisi!' dan Contoh B: 'Kenali keindahan gerak Tari Saman, rasakan semangat persatuan di dalamnya, dan mari bangga melestarikan tari tradisi Nusantara di setiap langkah kita!' (7 menit).
  • Murid bersama guru membedah 3 unsur utama pesan apresiasi yang berdaya ajak kuat: (1) wujud penghargaan terhadap nilai tari, (2) kalimat ajakan mencintai tari, dan (3) ungkapan rasa bangga terhadap warisan budaya tradisi (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas menyenangkan 'Tantangan Kartu Pemantik Apresiasi', murid memilih 1 kartu tari tradisi (pilihan: Tari Saman, Tari Kecak, Tari Pendet, Tari Jaipong, atau Tari Piring) yang telah disediakan guru (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun 1 draf pesan apresiasi budaya (2-3 kalimat) pada lembar kerja kreatif yang memuat 3 unsur wajib: kalimat bentuk penghargaan pada tari yang dipilih, ajakan eksplisit mencintai tari tersebut, dan penegasan rasa bangga terhadap warisan tradisi Nusantara (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bertukar draf pesan apresiasi dengan teman sebangku untuk saling memeriksa keterpenuhan 3 unsur wajib (penghargaan, ajakan mencintai, dan rasa bangga) menggunakan lembar centang refleksi sejawat (10 menit).
  • Dua orang perwakilan murid membacakan pesan apresiasi yang disusunnya di depan kelas sebagai apresiasi bersama (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya menyusun pesan apresiasi yang tulus untuk mengajak orang lain mencintai dan bangga terhadap tari tradisi (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap draf pesan apresiasi murid, mengumumkan bahwa hasil karya ini akan menjadi bagian bahan unjuk kerja pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar bantu pemantik frasa pembuka ajakan ('Mari bersama...', 'Banggalah memiliki...', 'Kagumi keindahan...') bagi murid yang memerlukan bimbingan.
  • Proses: Bagi murid yang cepat menyusun draf, diberikan tantangan memperdalam pesan dengan menambahkan analogi nilai kebersamaan atau filosofi tari yang dipilih secara mandiri.
  • Produk: Format penyampaian pesan apresiasi dapat disajikan dalam bentuk draf status media sosial, slogan poster, atau teks orasi singkat apresiasi tari tradisi (kompetensi yang dinilai tetap sama: pemenuhan 3 unsur pesan ajakan apresiasi tari).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat identifikasi kalimat ajakan apresiasi tari tradisi: Murid mengklasifikasikan 3 kalimat yang dibacakan guru: (1) 'Tari Saman berasal dari Aceh', (2) 'Mari lestarikan dan banggakan Tari Saman yang sarat kekompakan!', (3) 'Tari Piring ditarikan membawa piring'. (Kunci acuan: kalimat 2 = kalimat ajakan mencintai dan bangga; kalimat 1 dan 3 = informasi faktual non-ajakan).

Proses:

  • Pemeriksaan draf pesan apresiasi budaya murid selama tahap Mengaplikasi dengan acuan 3 unsur wajib: (1) memuat ungkapan penghargaan tari tradisi pilihan, (2) memuat seruan/ajakan mencintai tari tradisi, (3) memuat pernyataan bangga terhadap warisan budaya tradisi Nusantara.

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian akhir draf pesan apresiasi tari tradisi: Murid mengumpulkan lembar draf pesan apresiasi yang telah diperiksa silang. Kriteria penerimaan operasional: Teks draf memuat minimal 2-3 kalimat yang secara utuh mengandung ketiga unsur target (unsur apresiasi penghargaan, unsur ajakan mencintai, unsur rasa bangga).

Formatif:

  • Penilaian proses penyusunan draf pesan apresiasi budaya (memeriksa keterpenuhan 3 unsur: ungkapan penghargaan tari tradisi, ajakan mencintai, dan penegasan rasa bangga) menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Unsur Pesan Apresiasi dan Ajakan Tari TradisiDraf pesan hanya memuat 1 unsur (misalnya hanya menyebutkan nama tari tradisi atau sekadar informasi faktual tanpa ajakan dan rasa bangga).Draf pesan memuat 2 dari 3 unsur wajib (misalnya memuat penghargaan dan ajakan mencintai, namun belum memuat penegasan rasa bangga terhadap tari tradisi).Draf pesan memuat secara lengkap ketiga unsur wajib (penghargaan terhadap tari tradisi, ajakan mencintai, dan rasa bangga terhadap warisan tradisi) dengan bahasa yang lugas.Draf pesan memuat secara utuh dan terpadu ketiga unsur wajib (penghargaan terhadap tari tradisi, ajakan mencintai, dan rasa bangga) secara mendalam, runut, dan mandiri tanpa bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi mengenai 3 unsur pesan apresiasi budaya dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat menyusun pesan apresiasi tari tradisi yang menggugah rasa bangga?

Murid:

  • Bagian mana dari pesan apresiasi yang saya buat yang paling kuat mengajak orang lain mencintai tari tradisi?
  • Apakah saya sendiri sudah benar-benar merasa bangga terhadap kekayaan tari tradisi Nusantara yang saya bahas?

Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.1 Mengamati latar belakang tari dalam konteks budaya
  • TP 8.1.2 Mengamati jenis, fungsi, dan nilai tari dalam konteks budaya
  • TP 8.1.3 Mengelompokkan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan latar belakang budaya
  • TP 8.1.4 Mengukur hasil pencapaian karya tari
  • TP 8.1.5 Menghargai dan mengajak orang lain untuk mencintai dan bangga terhadap tari tradisi melalui proses kreatif yang dilakukan

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar tenang dan tertib untuk pelaksanaan tes tertulis dan unjuk kerja lisan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib, serta mekanisme rotasi unjuk kerja lisan 1 menit per murid ke meja guru yang berjalan paralel dengan pengerjaan lembar telaah budaya dan refleksi diri tertulis (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis pengerjaan lembar asesmen tertulis yang memuat 3 bagian tugas: (Bagian I) Uraian latar belakang tari tradisi, (Bagian II) Tabel klasifikasi pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari, serta (Bagian III) Lembar penilaian diri untuk mengukur pemahaman capaian unsur karya tari tradisi (3 menit).
  • Murid mencermati petunjuk unjuk kerja lisan berupa penyampaian pesan apresiasi dan ajakan pelestarian tari tradisi berdurasi 1 menit per murid saat giliran dipanggil ke meja guru (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar asesmen tertulis Bagian I dan II. Bagian I: Menuliskan uraian latar belakang budaya Tari Saman (Aceh) dan Tari Pendet (Bali) berdasarkan asal-usul dan kehidupan masyarakatnya. Bagian II: Mengelompokkan 4 tari tradisi ke dalam tabel jenis (bentuk penyajian), fungsi (upacara/hiburan/pertunjukan), dan nilai (religius, gotong royong, keindahan) dengan acuan tepat: (1) Tari Saman: kelompok, pertunjukan/upacara, nilai gotong royong & religius; (2) Tari Pendet: kelompok/berpasangan, upacara keagamaan/penyambutan, nilai religius & estetis; (3) Tari Gambyong: tunggal/kelompok, hiburan/penyambutan, nilai kesantunan & estetis; (4) Tari Piring: kelompok, hiburan/upacara rasa syukur, nilai gotong royong & kerja keras (35 menit).
  • Secara paralel dan bergantian, murid maju satu per satu ke meja guru selama 1 menit per murid (total rotasi berlangsung dalam rentang pengerjaan mandiri) untuk menyampaikan secara lisan pesan apresiasi budaya dan ajakan konkret mencintai serta bangga terhadap tari tradisi di hadapan guru (25 menit).
  • Murid mengisi Bagian III berupa lembar refleksi diri untuk mengukur capaian pemahaman unsur karya tari tradisi (wiraga/gerak, wirama/musik, wirasa/ekspresi, tata busana/tata rias) berdasarkan pengalaman apresiasi bab ini secara jujur dan mandiri (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Semua murid memeriksa kembali kelengkapan identitas, jawaban tabel klasifikasi, uraian latar belakang, dan pengisian lembar pengukuran pencapaian diri sebelum diserahkan ke meja guru (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan lembar refleksi diri murid (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif, merangkum perjalanan belajar Bab 1 mengenai nilai, jenis, dan fungsi tari dalam konteks budaya, serta menutup sesi dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar instrumen dengan ukuran cetak teks yang diperbesar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
  • Proses: Menyediakan meja unjuk kerja lisan yang tenang dekat guru untuk meminimalkan kecemasan bagi murid yang memerlukan dukungan fokus komunikasi.
  • Produk: Format bukti penilaian tetap standar: lembar kerja telaah & refleksi tertulis serta unjuk kerja lisan langsung berdurasi 1 menit.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman alur rotasi unjuk kerja sumatif secara teratur sebelum lembar dibagikan (acuan kesiapan: murid memahami giliran maju dan duduk tenang mengerjakan tugas tertulis).

Proses:

  • Pengamatan keteraturan dan kemandirian pengerjaan lembar kerja tertulis serentak serta pelaksanaan rotasi unjuk kerja lisan di meja guru.

Sumatif Bab:

  • Portofolio telaah budaya dan refleksi diri tertulis serentak serta unjuk kerja lisan pesan apresiasi bergiliran: Lembar kerja tertulis berisi analisis latar belakang, tabel klasifikasi jenis, fungsi, nilai tari tradisi, dan lembar refleksi pencapaian pemahaman tari, disertai rekaman/penyampaian lisan pesan apresiasi dan ajakan mencintai tari tradisi selama 1 menit per murid secara bergiliran di meja guru
  • tes tertulis dan penilaian diri serentak: Lembar asesmen tertulis yang memuat uraian latar belakang tari, tabel pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan konteks budayanya, serta lembar rubrik refleksi diri untuk mengukur pemahaman capaian karya tari tradisi yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan rubrik penilaian diri)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: Penyampaian lisan pesan apresiasi dan ajakan bangga terhadap tari tradisi berdurasi 1 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis dan refleksi diri (35 menit / 1 menit = 35 slot, muat untuk 28 murid satu kelas) (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria: kejelasan pesan apresiasi, kekuatan ajakan pelestarian, dan kesesuaian telaah budaya))

Sumatif:

  • Portofolio telaah budaya dan refleksi diri tertulis serentak serta unjuk kerja lisan pesan apresiasi bergiliran: Lembar kerja tertulis berisi analisis latar belakang, tabel klasifikasi jenis, fungsi, nilai tari tradisi, dan lembar refleksi pencapaian pemahaman tari, disertai rekaman/penyampaian lisan pesan apresiasi dan ajakan mencintai tari tradisi selama 1 menit per murid secara bergiliran di meja guru
  • tes tertulis dan penilaian diri serentak: Lembar asesmen tertulis yang memuat uraian latar belakang tari, tabel pengelompokan jenis, fungsi, dan nilai tari berdasarkan konteks budayanya, serta lembar rubrik refleksi diri untuk mengukur pemahaman capaian karya tari tradisi yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan rubrik penilaian diri)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: Penyampaian lisan pesan apresiasi dan ajakan bangga terhadap tari tradisi berdurasi 1 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis dan refleksi diri (35 menit / 1 menit = 35 slot, muat untuk 28 murid satu kelas) (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria: kejelasan pesan apresiasi, kekuatan ajakan pelestarian, dan kesesuaian telaah budaya))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati & Menguraikan Latar Belakang Tari dalam Konteks Budaya (TP 8.1.1)Belum mampu menguraikan latar belakang asal-usul dan kehidupan masyarakat Tari Saman maupun Tari Pendet, atau uraian keliru seluruhnya.Hanya mampu menguraikan latar belakang 1 tari dengan tepat (Tari Saman saja atau Tari Pendet saja; acuan Saman: suku Gayo Aceh, peringatan Maulid Nabi/kehidupan bersahaja; acuan Pendet: pemujaan di pura Bali/kehidupan religi masyarakat Bali).Menguraikan latar belakang kedua tari (Tari Saman dan Tari Pendet) secara tepat namun salah satunya masih kurang lengkap pada aspek kehidupan masyarakatnya.Menguraikan latar belakang asal-usul dan kehidupan masyarakat kedua tari (Tari Saman dan Tari Pendet) secara tepat, lengkap, dan runtut sesuai konteks budayanya.
Mengelompokkan Jenis, Fungsi, dan Nilai Tari Tradisi (TP 8.1.2 & TP 8.1.3)Tepat mengelompokkan 1 tari atau kurang dari 4 tari pada tabel klasifikasi (pengalih yang dihindari/salah: Saman ditulis tari tunggal untuk hiburan sekuler tanpa nilai; Pendet ditulis pertunjukan komersial semata).Tepat mengelompokkan 2 dari 4 tari tradisi ke dalam kolom jenis penyajian, fungsi, dan nilai budayanya sesuai daftar acuan (Saman, Pendet, Gambyong, Piring).Tepat mengelompokkan 3 dari 4 tari tradisi ke dalam kolom jenis penyajian, fungsi, dan nilai budayanya sesuai daftar acuan lengkap tanpa keliru kategori.Tepat mengelompokkan seluruh 4 tari tradisi (Tari Saman, Tari Pendet, Tari Gambyong, dan Tari Piring) secara tepat pada ketiga kategori (jenis, fungsi, dan nilai) sesuai daftar acuan lengkap.
Mengukur Hasil Pencapaian Karya Tari melalui Refleksi Diri (TP 8.1.4)Tidak melengkapi lembar pengukuran pencapaian diri atau hanya mengisi 1 unsur karya tari tanpa pertimbangan yang jelas.Mengisi lembar pengukuran diri pada 2 dari 4 unsur karya tari (wiraga, wirama, wirasa, tata busana/rias) secara mandiri.Mengisi lembar pengukuran diri pada 3 dari 4 unsur karya tari (wiraga, wirama, wirasa, tata busana/rias) dengan penilaian tingkat pemahaman yang realistis.Mengisi lembar pengukuran diri pada seluruh 4 unsur karya tari (wiraga, wirama, wirasa, tata busana/rias) secara lengkap, jujur, dan terperinci untuk mengukur pencapaian pemahaman diri.
Unjuk Kerja Lisan Pesan Apresiasi dan Ajakan Bangga terhadap Tari Tradisi (TP 8.1.5)Belum mampu menyampaikan pesan apresiasi dan tidak memuat ajakan mencintai tari tradisi selama durasi 1 menit di meja guru.Menyampaikan pesan apresiasi secara lisan tetapi belum menyertakan kalimat ajakan konkret untuk bangga dan melestarikan tari tradisi.Menyampaikan lisan apresiasi terhadap tari tradisi dan memuat 1 kalimat ajakan mencintai budaya secara jelas dalam durasi 1 menit.Menyampaikan lisan pesan apresiasi yang berkesadaran terhadap nilai tari tradisi serta menyampaikan ajakan persuasif yang kuat dan terarah untuk mencintai serta melestarikannya dalam durasi 1 menit.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu paralel (tes tertulis serentak 45 menit dan rotasi lisan 1 menit per murid) berjalan tertib dan tepat waktu 80 menit?
  • Bagaimana tingkat ketuntasan murid kelas 8 dalam mengaitkan latar belakang budaya dengan klasifikasi jenis, fungsi, dan nilai tari tradisi?

Murid:

  • Bagian mana dari telaah tari tradisi (latar belakang, jenis, fungsi, atau nilai) yang paling saya kuasai?
  • Apakah pesan ajakan yang saya sampaikan sudah mencerminkan rasa bangga saya yang tulus terhadap tari tradisi Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2024)
  2. Video dokumentasi Tari Saman (Aceh) dan Tari Pendet (Bali)
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) Pengamatan Latar Belakang Tari Tradisi
  4. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024, Bab 1
  5. Video rekaman Tari Caping Ngancak (Jawa Timur) dan Tari Pukat (Aceh)
  6. Set kartu permainan 'Tebak Latar Budaya' (4 kartu gerak/properti)
  7. Lembar Kerja Pengamatan Budaya Tari Tradisi
  8. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024
  9. Video rekaman Tari Topeng Klana, Tari Zapin Melayu, Tari Piring, Tari Oleg Tamulilingan, dan Tari Tor-Tor Tandok
  10. Kartu gambar dan lembar kerja pengamatan bentuk penyajian tari tradisi
  11. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi 2024), Penulis: Fitri Daryanti, Wida Rahayuningtyas
  12. Video tari tradisi upacara ritual (Tari Seblang Olehsari) dan tari tradisi hiburan pergaulan (Tari Tayub/Gandrung)
  13. Lembar Pengamatan Tari Tradisi (kertas kerja siswa)
  14. Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
  15. Kartu informasi tari tradisi nusantara (nama tari, daerah asal, deskripsi latar belakang budaya)
  16. Video dan gambar dokumentasi tari tradisi keraton dan rakyat nusantara
  17. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Teka Kategori Budaya Tari'
  18. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2024.
  19. Buku Siswa Seni Budaya Kelas VIII SMP/MTs.
  20. Set Kartu Kasus Budaya Tari Tradisi (6 kartu berisi deskripsi tari Bedhaya Ketawang, Joged Bumbung, Pendet Penyambutan, Seblang, Randai, Wayang Wong).
  21. Lembar Bagan Matriks Klasifikasi Tiga Fungsi Tari (Upacara, Hiburan, Pertunjukan).
  22. Set kartu tari tradisi 'Pilah Nilai Tari Tradisi' (6 kartu studi kasus tari Nusantara)
  23. Lembar Kerja Klasifikasi Nilai Tari Tradisi Berdasarkan Latar Belakang Budaya
  24. Video/gambar dokumentasi tari tradisi (Saman, Sanghyang Dedari, Kancet Papatai)
  25. Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek Edisi Revisi)
  26. Video dokumentasi pertunjukan Tari Tradisi (Tari Piring Minangkabau / Tari Saman)
  27. Lembar Pengamatan Terbimbing Pengukuran Hasil Pencapaian Karya Tari (Wiraga, Wirama, Wirasa)
  28. Buku Panduan Guru Seni Tari SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek RI)
  29. Video dokumentasi pertunjukan Tari Tradisi Indonesia (Tari Saman dan Tari Pendet)
  30. Kartu respon warna hijau dan merah untuk asesmen formatif pemahaman sikap
  31. Lembar Refleksi Penghargaan Budaya Tari Tradisi
  32. Kumpulan contoh pesan apresiasi budaya dan poster kampanye seni tradisi
  33. Kartu pemantik nama dan nilai ragam tari tradisi Nusantara (Saman, Kecak, Pendet, Jaipong, Piring)
  34. Lembar Kerja Siswa Penyusunan Pesan Apresiasi Budaya
  35. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 1 (Uraian Budaya, Tabel Klasifikasi 4 Tari, dan Lembar Penilaian Diri)
  36. Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Lisan Pesan Apresiasi Tari Tradisi
  37. Stopwatch/pengatur waktu rotasi 1 menit

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.