MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 2 — Desain Kelompok dalam Tari Tradisi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Desain Kelompok dalam Tari Tradisi |
|---|
| Alokasi Waktu | 54 JP (54 x 35 menit = 1890 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.2.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
- TP 5.2.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
- TP 5.2.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
- TP 5.2.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
- TP 5.2.5 Merangkai gerak tari yang berpijak pada tradisi dengan menerapkan desain kelompok
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang membuat tarian yang dibawakan oleh banyak orang terlihat kompak dan menarik untuk dilihat?
- Bagaimana gerakan tangan, kaki, dan posisi tubuh penari tradisi saat menari bersama kelompoknya dalam sebuah video pertunjukan?
- Benda apa sajakah yang biasa dipegang atau dibawa oleh para penari saat menarikan tari tradisi secara berkelompok?
- Bagaimana gerakan penari saat memegang benda atau properti tersebut jika dibandingkan saat menari tanpa benda?
- Apa yang kalian dengar saat penari tradisi bergerak serempak di atas panggung?
- Bagaimana riasan wajah dan warna busana membantu kita mengenali karakter tarian tradisi yang dibawakan?
- Pernahkah kalian mendengar musik pengiring tari yang suaranya berasal dari tepukan tangan penarinya sendiri?
- Apa bedanya tari yang diiringi oleh seperangkat alat musik di luar panggung dengan tari yang iringannya berasal dari suara penari?
- Benda apa saja yang pernah kalian lihat dibawa atau dipegang penari saat menarikan tari tradisi?
- Mengapa penari tradisi menggunakan benda seperti piring, selendang, payung, atau kipas saat melakukan ragam gerak tari?
- Mengapa penari tradisi mengenakan riasan wajah dan pakaian yang berbeda dari pakaian kita sehari-hari?
- Bagaimana kita bisa mengenali watak seorang tokoh penari tradisi hanya dengan melihat riasan dan warna pakaiannya?
- Bagaimana susunan gerak tarian ketika semua penari bergerak sama persis dalam waktu bersamaan?
- Bagaimana cara kita menyusun urutan ragam gerak tari tradisi agar kompak dilakukan secara serempak (unison) oleh kelompok?
- Bagaimana susunan posisi penari di sisi kanan dan kiri agar panggung terlihat seimbang dan serasi?
- Apa perbedaan susunan gerak serempak yang kita pelajari sebelumnya dengan susunan gerak berimbang (balance)?
- Bagaimana posisi penari dalam kelompok agar gerak tari tradisi terlihat bervariasi dengan pola selang-seling?
- Apa yang membedakan susunan gerak selang-seling (alternate) dengan gerak serempak saat dirangkai bersama penari lain?
- Bagaimana sebuah ragam gerak tari tradisi dapat disambungkan secara berkesinambungan atau berurutan antarpenari dalam kelompok?
- Apa yang membedakan rangkaian gerak yang dilakukan serempak dengan rangkaian gerak yang mengalir berkesinambungan (canon/berurutan)?
- Bagaimana cara kita menyesuaikan tempo dan ketukan ragam gerak tari tradisi dengan iringan musik secara serasi bersama kelompok?
- Mengapa setiap anggota kelompok harus aktif bekerja sama dan menjaga kekompakan saat meragakan tari dengan iringan musik?
- Bagaimana cara memegang dan menggerakkan properti tari agar gerakannya terlihat kompak bersama teman sekelompok?
- Mengapa kita harus saling memperhatikan posisi teman saat mengayunkan properti seperti selendang atau piring dalam tarian kelompok?
- Bagaimana cara kita menjaga kekompakan saat meragakan perpaduan gerak tari tradisi bersama kelompok?
- Apa yang terjadi pada tampilan tari jika perpindahan desain kelompok (serempak, berimbang, atau selang-seling) tidak dilakukan secara selaras?
- Bagaimana kelompok kita memadukan gerak tari, ketukan musik iringan, dan properti agar tampil kompak dan selaras?
- Mengapa setiap anggota kelompok harus saling memperhatikan dan berperan aktif saat membawakan tarian tradisi secara lengkap?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman memberikan masukan yang membangun tentang gerakan tarimu?
- Mengapa masukan atau pendapat dari teman dapat membantu kita menghargai dan mengembangkan pencapaian tari diri sendiri?
- Bagaimana perasaanmu ketika penonton memberikan pujian atau saran terhadap kekompakan kelompokmu saat menari?
- Mengapa pendapat penonton penting untuk membantu kita menghargai keberhasilan kerja sama kelompok dalam menari tari tradisi?
- Bagaimana perasaanmu ketika seseorang memberikan pendapat yang jujur mengenai caramu menarikan ragam gerak atau caramu memegang properti tari?
- Mengapa pendapat orang lain mengenai penguasaan gerak dan kelengkapan unsur pendukung tari berguna untuk membantu kita menghargai kemajuan diri sendiri?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa gerak tari tradisi yang kita rangkai dan ragakan bersama kelompok telah menerapkan desain kelompok dan unsur pendukung tari secara serasi?
- Mengapa masukan dan pendapat dari teman dapat membantu kita menghargai pencapaian gerak tari diri sendiri?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Bentuk Gerak Tari Tradisi Berkelompok Melalui Media Audio-Visual — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar nyaman untuk menonton tayangan tari (5 menit).
- Guru memandu asesmen awal dengan menampilkan 2 cuplikan gambar bentuk gerak tari tradisi (Gambar A: penari posisi duduk bersila membungkuk; Gambar B: penari posisi berdiri merentangkan tangan ke samping) dan menanyakan: 'Sebutkan bentuk posisi tubuh penari pada Gambar A dan Gambar B!' (acuan: Gambar A = gerak/posisi duduk membungkuk; Gambar B = gerak/posisi berdiri rentang tangan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati bentuk gerak tari tradisi yang dibawakan secara berkelompok melalui tayangan audio-visual (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video tari tradisi berkelompok (Tari Saman/Tari Piring) melalui layar proyektor dengan fokus pada bentuk gerak tubuh penari (level tinggi, sedang, rendah serta keserempakan arah gerak kepala, tangan, dan badan) (15 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah tentang objek pengamatan bentuk gerak dalam video: 'Bagaimana bentuk gerak tangan penari saat bergerak serempak ke kanan dan ke kiri?' dan memberikan penjelasan bahwa mengamati tari berkelompok berfokus pada ketelitian melihat bentuk gerak tubuh para penari saat bersama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang untuk bermain kuis ceria 'Detektif Gerak Tari' di mana tiap kelompok mengamati rekaman video tari tradisi berkelompok berdurasi 3 menit yang diputar ulang oleh guru (15 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi mengerjakan Lembar Pengamatan Gerak Tari yang memuat 4 butir pengamatan bentuk gerak penari: (1) Bentuk gerak tangan utama saat kelompok bergerak bersama; (2) Bentuk gerak kepala/pandangan penari; (3) Posisi/level tubuh penari (duduk, berdiri, atau membungkuk); (4) Arah hadap penari dalam formasi (acuan kunci: (1) tepuk tangan/lambaian tangan serempak, (2) menoleh ke kanan/kiri serentak, (3) level duduk bersila/berlutut bergantian berdiri, (4) hadap depan dan saling berhadapan) (10 menit).
- Perwakilan kelompok menunjukkan hasil catatan pengamatan bentuk gerak tari kelompoknya kepada guru dan mencocokkan hasil temuannya secara interaktif bersama kelompok lain (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan aspek apa saja dari bentuk gerak tari tradisi berkelompok yang berhasil mereka amati dari video (keserempakan, bentuk tangan, dan level gerak) (10 menit).
- Murid menuliskan satu hal paling jelas yang mereka temukan saat mengamati gerakan tubuh para penari dalam kelompok pada lembar catatan kecil (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil pengamatan seluruh kelompok serta mengapresiasi ketelitian murid dalam mengamati detail gerak pada video tari (5 menit).
- Guru memberikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai pengamatan properti dalam tari tradisi berkelompok, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan video berdurasi lebih pendek dengan tempo gerak lambat dan fokus pada satu bagian tubuh (misalnya hanya gerakan tangan), sedangkan murid yang cepat mencakup pengamatan menyeluruh (tangan, kepala, dan level tubuh).
- Proses: Murid dengan hambatan pengamatan visual didampingi langsung oleh guru dengan cara menghentikan sejenak (pause) tayangan video pada detik tertentu untuk mengamati bentuk gerak penari.
- Produk: Murid dapat menuangkan hasil pengamatan dalam bentuk centang tabel bentuk gerak terstruktur atau menuliskan deskripsi bentuk gerak secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan gambar untuk memeriksa kemampuan mengamati bentuk gerak penari: Murid mengamati Gambar A (penari duduk bersila membungkuk) dan Gambar B (penari berdiri merentangkan tangan). Kunci/acuan jawaban: Gambar A menunjukkan posisi tubuh duduk bersila membungkuk; Gambar B menunjukkan posisi tubuh berdiri dengan kedua tangan direntangkan ke samping.
Proses:- Pengamatan lembar kerja 'Detektif Gerak Tari' kelompok saat mengamati video dengan 4 butir: (1) Bentuk gerak tangan utama (acuan: tepuk dada/lantai/tangan serempak), (2) Bentuk gerak kepala/pandangan (acuan: menoleh kompak ke kanan dan kiri), (3) Posisi/level tubuh (acuan: duduk bersila atau berlutut bergantian berdiri), (4) Arah hadap gerak (acuan: menghadap ke depan lurus dan saling berhadapan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar) mengamati 1 foto cuplikan tari tradisi kelompok: Murid diminta menentukan bentuk posisi tubuh dan arah tangan penari pada cuplikan tersebut. Acuan jawaban: posisi tubuh berdiri tegak dengan kedua tangan diangkat setinggi bahu menekuk membentuk sudut siku-siku menghadap ke arah depan.
Formatif:- Penilaian kinerja pengamatan audio-visual menggunakan Lembar Pengamatan Gerak Tari Tradisi Berkelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Bentuk Gerak Tari Tradisi Berkelompok | Mengamati dan mencatat 1 dari 4 butir bentuk gerak tari tradisi (bentuk tangan, kepala, level tubuh, atau arah hadap) secara tepat sesuai acuan video. | Mengamati dan mencatat 2 dari 4 butir bentuk gerak tari tradisi (bentuk tangan, kepala, level tubuh, atau arah hadap) secara tepat sesuai acuan video. | Mengamati dan mencatat 3 dari 4 butir bentuk gerak tari tradisi (bentuk tangan, kepala, level tubuh, atau arah hadap) secara tepat sesuai acuan video secara mandiri. | Mengamati dan mencatat seluruh 4 butir bentuk gerak tari tradisi (bentuk gerak tangan, kepala, level tubuh, dan arah hadap) secara lengkap dan tepat sesuai acuan video secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan video tari tradisi berkelompok yang ditayangkan sudah cukup jelas memperlihatkan bentuk gerak tubuh penari bagi murid kelas 5?
- Bagaimana keterlibatan murid saat berkolaborasi dalam kelompok mengamati detail gerakan tari melalui video?
Murid:- Bagian bentuk gerak penari mana yang paling mudah dan paling sulit kamu amati dari tayangan video tadi?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara penari tradisi bergerak bersama dalam satu kelompok?
Pertemuan 2 — Mengamati Penggunaan Unsur Pendukung Properti Tari dalam Tari Tradisi Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati bentuk penggunaan benda/properti pendukung dalam tari tradisi berkelompok (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 3 gambar tari tradisi berturut-turut di layar (Tari Piring, Tari Kipas Pakarena, Tari Jaran Kepang) lalu meminta murid secara serentak menunjukkan benda/properti yang dipegang oleh penari pada gambar (acuan: Tari Piring = piring; Tari Kipas Pakarena = kipas; Tari Jaran Kepang = anyaman kuda/jaran kepang) untuk memetakan kesiapan mengamati properti tari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video rekaman pertunjukan Tari Piring dari Sumatra Barat yang ditarikan secara berkelompok (10 menit).
- Dengan bimbingan guru, murid memusatkan pengamatan pada posisi dan cara penari memegang piring serta bagaimana piring digerakkan mengikuti pola kelompok (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang untuk melakukan aktivitas permainan pengamatan 'Tebak Properti & Gerak' melalui tayangan cuplikan 4 video tari tradisi berkelompok: Video A (Tari Piring - Sumatra Barat), Video B (Tari Kipas Pakarena - Sulawesi Selatan), Video C (Tari Payung - Sumatra Barat), dan Video D (Tari Jaran Kepang - Jawa Tengah) (15 menit).
- Setiap kelompok mengamati dan mencatat hasil pengamatan pada Lembar Observasi Properti Tari yang memuat 4 aspek pengamatan untuk keempat video: (1) Nama benda/properti yang digunakan, (2) Cara penari memegang properti (digenggam telapak/diselipkan/dipegang gagang), (3) Bagian gerak tubuh yang mendominasi saat membawa properti (tangan/lengan/ayunan langkah), dan (4) Keserempakan penari saat memainkan properti (serempak bersamaan/bergantian). Acuan kunci: Video A = piring, ditaruh di telapak tangan/cincin, ayunan tangan memutar, serempak; Video B = kipas, digenggam pada tangkai kipas, ayunan lembut tangan/dada, serempak; Video C = payung, digenggam pada gagang payung, tangan membuka-menutup payung, berpasangan/serempak; Video D = anyaman kuda/jaran kepang, diapit di antara kaki/digenggam satu tangan, gerak langkah meloncat dan ayunan cambuk, serempak (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan hasil catatan pengamatan mereka terhadap properti tari kelompok, dan kelompok lain memeriksa kesesuaian hasil pengamatan berdasarkan tayangan cuplikan video yang diulang singkat (15 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana keberadaan properti mempertegas bentuk gerak penari dalam penyajian tari tradisi berkelompok (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman mengamati gerak dan properti tari melalui tayangan video (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap kejelian murid dalam mengamati unsur pendukung properti tari, mengingatkan topik pertemuan berikutnya (unsur musik dan rias busana), serta menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan video berdurasi lebih pendek yang fokus pada gerakan tangan memegang properti, sedangkan murid yang sudah mahir mengamati video lengkap yang menampilkan dinamika interaksi kelompok dengan properti.
- Proses: Pada murid yang belum lancar mengidentifikasi detail visual, guru memberikan panduan berupa kartu petunjuk fokus amatan; untuk murid mahir, mereka mengamati 4 video secara mandiri dalam kelompok tanpa jeda panduan.
- Produk: Lembar observasi dapat diisi dalam bentuk centang tabel klasifikasi atau uraian kalimat ringkas berdasarkan hasil pengamatan langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 3 gambar tari tradisi: (1) Tari Piring, (2) Tari Kipas Pakarena, dan (3) Tari Jaran Kepang. Murid menyebutkan benda/properti yang digunakan penari pada gambar. Acuan jawaban benar: (1) Piring; (2) Kipas; (3) Anyaman kuda/jaran kepang.
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid saat menyimak video tari tradisi dan ketepatan mengisi 4 kolom pada Lembar Observasi Properti Tari (nama properti, cara memegang, bagian gerak tubuh, dan keserempakan memainkan properti) pada 4 tarian: Tari Piring, Tari Kipas Pakarena, Tari Payung, dan Tari Jaran Kepang. Acuan kunci: Tari Piring = piring, ditaruh di telapak tangan/cincin, ayunan tangan, serempak; Tari Kipas Pakarena = kipas, digenggam tangkai, ayunan tangan/dada, serempak; Tari Payung = payung, digenggam gagang, tangan membuka-menutup/mengayun, serempak/berpasangan; Tari Jaran Kepang = jaran kepang/anyaman kuda, diapit di kaki/digenggam satu tangan, gerak meloncat dan ayunan cambuk, serempak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab kuis cepat mencocokkan 4 tari tradisi dengan properti utamanya pada lembar kertas kecil. Butir: (1) Tari Piring, (2) Tari Kipas Pakarena, (3) Tari Payung, (4) Tari Jaran Kepang. Pilihan pasangan: (A) Payung, (B) Piring, (C) Anyaman kuda, (D) Kipas. Acuan kunci jawaban: 1-B, 2-D, 3-A, 4-C (kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 pasangan tepat).
Formatif:- Penilaian proses observasi melalui Lembar Observasi Properti Tari berkelompok
- Cek pemahaman lisan/tulis singkat di akhir pembelajaran mengenai nama properti dan cara penggunaannya dalam tari tradisi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Properti dan Cara Penggunaannya dalam Tari Tradisi Berkelompok | Tepat mengamati properti dan cara penggunaannya pada 1 dari 4 tari tradisi yang ditayangkan (Tari Piring, Kipas Pakarena, Payung, Jaran Kepang) sesuai lembar acuan. | Tepat mengamati properti dan cara penggunaannya pada 2 dari 4 tari tradisi yang ditayangkan (Tari Piring, Kipas Pakarena, Payung, Jaran Kepang) sesuai lembar acuan. | Tepat mengamati properti dan cara penggunaannya pada 3 dari 4 tari tradisi yang ditayangkan (Tari Piring, Kipas Pakarena, Payung, Jaran Kepang) sesuai lembar acuan. | Tepat mengamati seluruh properti dan cara penggunaannya pada 4 dari 4 tari tradisi yang ditayangkan (Tari Piring, Kipas Pakarena, Payung, Jaran Kepang) secara mandiri dan lengkap sesuai lembar acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media audio-visual yang disajikan cukup jelas menampilkan bentuk properti dan cara penggunaannya oleh para penari?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas pengamatan kelompok, apakah semua murid berfokus pada objek amatan tari?
Murid:- Benda atau properti tari apa yang paling menarik perhatianmu saat menonton video tari tadi?
- Kesulitan apa yang kamu temui saat mengamati gerakan penari yang menggunakan properti secara berkelompok?
Pertemuan 3 — Mengamati Iringan Musik dan Tata Rias Busana sebagai Unsur Pendukung Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati iringan musik serta tata rias dan busana sebagai unsur pendukung dalam tari tradisi berkelompok (5 menit).
- Asesmen awal: Guru memperdengarkan rekaman bunyi gamelan dan menampilkan gambar penari berkostum cerah, lalu mengajukan 2 pertanyaan diagnostik: (1) Apakah bunyi tabuhan gamelan ini termasuk iringan musik tari atau bunyi alam? (acuan: iringan musik tari), (2) Apakah mahkota dan kain batik yang dipakai penari termasuk tata busana atau properti gerak lepas? (acuan: tata busana) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video tari tradisi berkelompok (Tari Saman dan Tari Gambyong) yang menonjolkan perpaduan iringan musik (internal/eksternal) serta tata rias dan busana khas (15 menit).
- Guru memandu murid memfokuskan pengamatan pada 2 unsur pendukung utama: bunyi iringan musik (tempo cepat/lambat, bunyi alat musik/tepukan) dan tampilan visual tata rias busana (warna baju, hiasan kepala, riasan wajah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Detektif Tari: Murid dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4 orang untuk mengamati video Tari Jaran Kepang dan Tari Merak yang diputar guru secara bergantian (15 menit).
- Setiap kelompok mencatat hasil pengamatan pada Lembar Pengamatan Unsur Pendukung yang memuat 4 aspek teramati: (1) Jenis iringan musik pada Tari Jaran Kepang (acuan: iringan musik eksternal/gamelan dan kendang bertempo dinamis); (2) Karakter tata rias busana Tari Jaran Kepang (acuan: riasan gagah/tegas dengan celana panji, rompi, dan ikat kepala); (3) Jenis iringan musik pada Tari Merak (acuan: iringan musik eksternal/gamelan Sunda pelog/salendro bertempo anggun/lincah); (4) Karakter tata rias busana Tari Merak (acuan: riasan cantik/halus dengan mahkota burung merak dan selendang sayap bermotif bulu merak warna-warni) (15 menit).
- Tantangan Cepat Mencocokkan: Kelompok saling mencocokkan kartu hasil pengamatan visual dan audio tari tradisi di papan pajang kelas dengan gembira dan tertib (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mendiskusikan bagaimana iringan musik memberi ritme gerak dan bagaimana rias-busana memperkuat ekspresi tarian tradisi yang diamati (10 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi pengamatan: hal paling menarik yang mereka amati dari paduan bunyi musik dan warna busana tari tradisi hari ini (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil pengamatan mengenai iringan musik serta tata rias busana dalam memperkaya sajian tari tradisi (5 menit).
- Cek pemahaman singkat (asesmen akhir): Murid menjawab kuis cepat 2 butir pengamatan secara lisan/catatan kecil: (1) Bunyi tepukan dada dan nyanyian penari Tari Saman merupakan contoh iringan musik apa? (acuan: iringan musik internal), (2) Sumping dan mahkota merak pada Tari Merak termasuk unsur pendukung tari apa? (acuan: tata rias dan busana) (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keaktifan kelompok dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan cuplikan video gerak tari berulang dengan tanda visual fokus pada bagian rias busana dan audio yang lebih jernih untuk murid yang memerlukan bimbingan.
- Proses: Bagi murid yang lebih cepat, diberikan lembar pengamatan tambahan untuk menandai perbedaan tempo musik (cepat/lambat) dan kesesuaiannya dengan warna busana penari; bagi murid yang memerlukan dukungan, guru memberikan kartu panduan bergambar elemen rias dan alat musik.
- Produk: Hasil pengamatan dapat dituliskan dalam bentuk tabel ceklis bergambar sederhana atau uraian deskripsi singkat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berlatar media: (1) Menentukan kategori bunyi tabuhan gamelan (acuan: iringan musik tari, bukan bunyi alam); (2) Menentukan kategori mahkota dan kain batik penari (acuan: unsur tata busana, bukan properti lepas).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 butir Lembar Pengamatan Detektif Tari: (1) Iringan musik Tari Jaran Kepang (acuan: eksternal/gamelan kendang bertempo dinamis); (2) Rias busana Tari Jaran Kepang (acuan: riasan tegas, celana panji, rompi, ikat kepala); (3) Iringan musik Tari Merak (acuan: gamelan Sunda tempo anggun/lincah); (4) Rias busana Tari Merak (acuan: mahkota burung merak, selendang sayap merak bercorak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir 2 butir: (1) Jenis iringan tepuk dada dan nyanyian penari Tari Saman (acuan: iringan musik internal); (2) Kategori sumping dan mahkota merak pada tari tradisi (acuan: tata rias dan busana).
Formatif:- Observasi partisipasi pengamatan video tari tradisi berkelompok
- Penilaian Lembar Pengamatan Unsur Pendukung (iringan musik dan tata rias busana)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan Iringan Musik Tari Tradisi | Belum mampu mengenali unsur bunyi iringan musik tari tradisi pada video pengamatan walaupun telah dibimbing guru. | Mampu mencatat 1 dari 2 contoh iringan musik (Tari Jaran Kepang atau Tari Merak) secara tepat sesuai acuan pengamatan. | Mampu mencatat 2 dari 2 contoh iringan musik tari tradisi secara tepat sesuai acuan pengamatan. | Mampu mencatat 2 contoh iringan musik tari tradisi secara tepat, lengkap dengan ciri sumber bunyinya secara mandiri tanpa arahan berulang. | | Pengamatan Tata Rias dan Busana Tari Tradisi | Belum mampu mengenali unsur tata rias dan busana penari tradisi pada video pengamatan walaupun didampingi guru. | Mampu mencatat 1 dari 2 contoh karakteristik tata rias dan busana (Tari Jaran Kepang atau Tari Merak) secara tepat sesuai acuan. | Mampu mencatat 2 dari 2 contoh karakteristik tata rias dan busana tari tradisi secara tepat sesuai acuan pengamatan. | Mampu mencatat seluruh detail tata rias dan busana kedua tarian tradisi secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah tayangan audio-visual tari tradisi yang disajikan cukup jelas memperlihatkan detail bunyi musik serta tata rias busana penari?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan Detektif Tari saat mengamati unsur pendukung tari secara berkelompok?
Murid:- Bagian mana dari musik dan kostum tari tradisi yang paling menarik perhatianmu saat diamati tadi?
- Apakah kamu dapat membedakan mana unsur iringan musik dan mana unsur busana tari tradisi dengan mudah?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Jenis Unsur Pendukung Iringan Musik dalam Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan 2 cuplikan audio pendek: audio (1) suara tepukan dada dan nyanyian penari Tari Saman; audio (2) suara alunan gamelan Jawa pengiring Tari Gambyong. Murid diminta mengidentifikasi sumber bunyi tersebut apakah berasal dari tubuh penari atau dari luar penari (acuan: cuplikan 1 = dari tubuh penari/internal; cuplikan 2 = dari alat musik di luar penari/eksternal) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi dua jenis unsur pendukung iringan musik dalam tari tradisi (musik internal dan musik eksternal), serta menyampaikan alur aktivitas belajar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak tayangan video/audio tentang dua jenis iringan musik tari tradisi: (1) musik internal (iringan yang berasal dari anggota tubuh penari sendiri, seperti tepukan tangan, tepukan dada, hentakan kaki, petikan jari, atau nyanyian langsung penari), dan (2) musik eksternal (iringan yang berasal dari luar tubuh penari, seperti rekaman musik, gamelan, gendang, talempong, atau alat musik instrumen lainnya yang dimainkan pemusik) (5 menit).
- Murid berdiskusi interaktif bersama guru mengenai contoh-contoh nyata iringan internal (seperti pada Tari Saman dari Aceh atau Tari Kecak dari Bali) dan iringan eksternal (seperti gamelan pada Tari Jaipong atau Tari Piring dengan alat musik talempong) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (beranggotakan 4-5 murid) untuk memainkan permainan klasifikasi cepat 'Tebak Jenis Iringan' yang menggembirakan. Guru membagikan 6 kartu cuplikan tari tradisi kepada masing-masing kelompok, yaitu: Kartu 1 (Penari menepuk dada dan paha secara serentak sambil melantunkan syair), Kartu 2 (Alunan suara alat musik gamelan salendro mengiringi penari bergerak gemulai), Kartu 3 (Para penari duduk melingkar berseru cak-cak-cak dengan ritme cepat), Kartu 4 (Kelompok pemain musik di sisi panggung memukul gong dan gendang saat penari melangkah), Kartu 5 (Penari melantunkan nyanyian pantun daerah sambil menghentakkan kaki ke lantai panggung), dan Kartu 6 (Alat musik talempong dan saluang ditiup dan ditabuh oleh musisi pengiring di belakang panggung) (15 menit).
- Setiap kelompok berkolaborasi mengidentifikasi dan mengelompokkan keenam kartu ke dalam papan saku dua kolom: 'Musik Internal' atau 'Musik Eksternal' (acuan kunci: Kartu 1 = Internal, Kartu 2 = Eksternal, Kartu 3 = Internal, Kartu 4 = Eksternal, Kartu 5 = Internal, Kartu 6 = Eksternal) (15 menit).
- Secara bergantian, perwakilan kelompok mengonfirmasi hasil pengelompokannya ke papan tulis kelas, dan guru bersama kelompok lain memverifikasi ketepatan identifikasi jenis musik iringannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar asesmen proses yang memuat 4 pernyataan deskripsi iringan tari untuk mengidentifikasi apakah termasuk jenis musik internal atau musik eksternal: Pernyataan A (Iringan tari berasal dari nyanyian para penari di panggung), Pernyataan B (Iringan tari berasal dari seperangkat kendang yang ditabuh oleh pemusik), Pernyataan C (Iringan tari dihasilkan oleh hentakan kaki penari gelang kaki), Pernyataan D (Iringan tari menggunakan rekaman audio pemutar lagu) (acuan kunci: A = Internal, B = Eksternal, C = Internal, D = Eksternal) (10 menit).
- Murid memeriksa hasil pekerjaannya dan menyadari ciri khas utama yang membedakan musik internal (dari tubuh penari) dan eksternal (alat/instrumen luar) dalam mendukung pertunjukan tari tradisi (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan jenis unsur pendukung iringan musik dalam tari tradisi (musik internal berasal dari dalam tubuh penari, musik eksternal berasal dari instrumen atau alat di luar tubuh penari) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok dalam permainan klasifikasi (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu deskripsi yang disertai simbol visual (ikon tubuh/tangan untuk internal dan ikon alat musik/speaker untuk eksternal); murid mahir diberikan kartu deskripsi dengan variasi perpaduan alat musik tradisi daerah yang lebih kaya.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun ('dari mana suara itu bersumber?'); murid yang cepat dapat bekerja mandiri dalam kelompok memimpin pencocokan kartu.
- Produk: Semua murid mengidentifikasi jenis musik iringan; murid yang butuh bantuan cukup menandai label 'Internal'/'Eksternal', sedangkan murid yang mahir menuliskan sumber bunyi spesifiknya (misal: 'tepukan dada' atau 'tabuhan gong').
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mendengarkan 2 cuplikan bunyi: (1) tepukan dada/syair vokal tari Saman, (2) tabuhan gamelan tari Gambyong, lalu mengidentifikasi sumber bunyi tersebut apakah dari tubuh penari atau luar penari (acuan: cuplikan 1 = dari tubuh penari/internal; cuplikan 2 = dari alat luar/eksternal).
Proses:- Observasi unjuk kerja kelompok dalam mengidentifikasi 6 kartu iringan tari: Kartu 1 (tepuk dada/paha dan syair), Kartu 2 (gamelan salendro), Kartu 3 (seruan cak-cak-cak berulang penari), Kartu 4 (gong dan gendang musisi), Kartu 5 (nyanyian pantun dan hentakan kaki penari), Kartu 6 (talempong dan saluang musisi). Acuan: Kartu 1, 3, 5 = Musik Internal; Kartu 2, 4, 6 = Musik Eksternal.
- Tugas mandiri identifikasi 4 deskripsi iringan: Pernyataan A (nyanyian penari), Pernyataan B (kendang ditabuh pemusik), Pernyataan C (hentakan kaki penari bergelang), Pernyataan D (rekaman audio pemutar lagu). Acuan: Pernyataan A = Musik Internal, Pernyataan B = Musik Eksternal, Pernyataan C = Musik Internal, Pernyataan D = Musik Eksternal.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri terhadap lembar 4 pernyataan identifikasi jenis musik iringan tari tradisi dengan kriteria minimal 3 dari 4 pernyataan teridentifikasi tepat sesuai acuan (Pernyataan A = Internal, B = Eksternal, C = Internal, D = Eksternal).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi sumber bunyi pada 2 cuplikan audio
- Asesmen formatif proses: unjuk kerja pengelompokan 6 kartu jenis iringan tari dalam kelompok dan pengerjaan lembar identifikasi 4 pernyataan deskriptif secara mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi jenis unsur pendukung iringan musik dalam tari tradisi (musik internal dan eksternal) | Mampu mengidentifikasi 0-1 dari 4 pernyataan jenis iringan musik tari tradisi secara tepat sesuai acuan kunci dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 pernyataan jenis iringan musik tari tradisi secara tepat sesuai acuan kunci dengan sedikit arahan guru. | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 pernyataan jenis iringan musik tari tradisi secara tepat sesuai acuan kunci secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh 4 pernyataan jenis iringan musik tari tradisi secara tepat sesuai acuan kunci secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu dan audio yang disajikan efektif membantu murid membedakan musik iringan internal dan eksternal?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas kelompok mengidentifikasi jenis iringan tari?
Murid:- Apa hal paling mudah dan paling menantang saat membedakan musik internal dan eksternal dalam tari tradisi?
- Dari contoh tari yang dibahas tadi, iringan musik mana yang paling menarik perhatianmu?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Properti Tari dalam Ragam Gerak Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, presensi kehadiran, serta mengondisikan kesiapan ruang belajar murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi properti tari sebagai unsur pendukung tari tradisi beserta fungsi penggunaannya dalam ragam gerak (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 gambar benda perlengkapan dan meminta murid secara lisan mengidentifikasi mana benda yang berfungsi sebagai properti tari tradisi dan mana yang bukan benda penunjang tari. Butir benda yang ditampilkan: (1) Selendang/sampur tari, (2) Piring tari, (3) Helm sepeda motor (bukan properti tari), (4) Sapu ijuk pembersih lantai (bukan properti tari) [Kunci acuan diagnostik: Benda (1) dan (2) adalah properti tari tradisi; Benda (3) dan (4) adalah pengalih/bukan properti tari] (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan cuplikan 4 video/gambar ragam gerak tari tradisi nusantara yang menggunakan properti: Tari Piring (Sumatera Barat) menggunakan properti piring, Tari Kipas Pakarena (Sulawesi Selatan) menggunakan kipas, Tari Jaipong (Jawa Barat) menggunakan selendang/sampur, dan Tari Payung (Sumatera Barat) menggunakan payung (15 menit).
- Guru memberikan penjelasan terarah mengenai pengertian properti tari sebagai salah satu unsur pendukung tari yang digunakan, dipegang, atau dimainkan penari untuk mempertegas makna gerak dan karakter tarian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan kuis 'Cari & Pasangkan Kartu Properti Tari' di mana setiap pasangan menerima amplop berisi 4 kartu nama tari tradisi beserta ragam geraknya, 4 kartu gambar properti tari pasangannya, serta 2 kartu gambar pengalih. Rincian isi kartu: Kartu Tari (1) Tari Piring - Minangkabau dengan ragam gerak mengayun piring; (2) Tari Kipas Pakarena - Gowa dengan ragam gerak memutar dan mengibaskan kipas; (3) Tari Payung - Melayu/Minangkabau dengan ragam gerak merentangkan dan memayungi; (4) Tari Remo - Jawa Timur dengan ragam gerak melempar ujung selendang/sampur. Kartu Properti: (A) Piring, (B) Kipas lipat, (C) Payung kertas/kain, (D) Selendang/sampur. Kartu Pengalih: (E) Buku tulis, (F) Bola kasti. [Kunci acuan pasangan benar: 1-A, 2-B, 3-C, 4-D; Kartu E dan F diabaikan karena merupakan pengalih] (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengisi Lembar Aktivitas Identifikasi Properti Tari yang memuat tabel identifikasi 4 tarian tradisi: menuliskan nama tarian, menyebutkan properti tari yang digunakan, serta mengidentifikasi fungsi/peran properti tersebut dalam ragam gerak tari yang bersangkutan berdasarkan materi yang telah dipelajari [Kunci acuan: Tari 1 = Tari Piring, properti = Piring (menghasilkan bunyi lentik/gemerincing dan mempertegas gerak ayunan rasa syukur); Tari 2 = Tari Kipas Pakarena, properti = Kipas (mempertegas gerak kipasan lembut berirama melambangkan kelembutan putri); Tari 3 = Tari Payung, properti = Payung (melindungi pasangan/mempertegas perlindungan dalam gerak beriringan); Tari 4 = Tari Remo/Jaipong, properti = Selendang/Sampur (mempertegas kibasan tangan dan kelincahan aksen gerak kaki/badan)] (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil kerja identifikasi properti tari secara teliti dan mendiskusikan ketepatan fungsi masing-masing properti pada gerak tari (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan esensi pembelajaran bahwa properti tari merupakan unsur pendukung tari yang melekat langsung dengan ragam gerak penari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini serta menginformasikan materi pengamatan berikutnya (tata rias dan busana tari) sebelum menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna dengan petunjuk visual bentuk gerak untuk murid yang membutuhkan penguatan konseptual, serta teks deskripsi ragam gerak tradisi yang lebih kaya bagi murid yang siap eksplorasi mandiri.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing kepada murid yang masih kesulitan membedakan properti tari dengan busana, serta memberikan keleluasaan bagi murid yang cepat untuk mengidentifikasi fungsi simbolis properti tari secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menuliskan nama properti dan mencocokkan fungsinya melalui pilihan jawaban, sedangkan murid mahir menuliskan identifikasi fungsi gerak secara deskriptif mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik mengidentifikasi properti tari dengan memilah 4 benda yang disajikan guru: (1) Selendang tari, (2) Piring tari, (3) Helm sepeda motor, (4) Sapu pembersih lantai. Acuan jawaban benar: Benda 1 dan 2 adalah properti tari tradisi, sedangkan Benda 3 dan 4 bukan properti tari tradisi.
Proses:- Pengamatan keterlibatan dalam memilah dan memasangkan kartu properti tari beserta eliminasi pengalih secara berpasangan.
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Aktivitas Identifikasi Properti Tari Mandiri yang terdiri dari 4 butir tarian tradisi: (1) Tari Piring - properti piring, fungsi: mempertegas ayunan tangan/bunyi ritmis; (2) Tari Kipas Pakarena - properti kipas, fungsi: mempertegas gerak lembut mengibas dan memutar; (3) Tari Payung - properti payung, fungsi: mempertegas simbol gerak perlindungan; (4) Tari Jaipong/Remo - properti selendang/sampur, fungsi: mempertegas ayunan, kibasan, dan aksen ragam gerak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan/catatan ringkas: Murid menyebutkan 2 contoh properti tari tradisi beserta fungsi penggunaannya dalam mempertegas ragam gerak penari (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan tepat minimal 2 nama properti tari yang dipelajari dan fungsi geraknya sesuai acuan materi).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab identifikasi benda yang tergolong properti tari tradisi (lisan).
- Asesmen proses formatif melalui observasi keaktifan penugasan pasangan 'Cari & Pasangkan Kartu Properti Tari' dan penilaian lembar kerja mandiri identifikasi properti tari.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Properti Tari Tradisi | Mengidentifikasi dengan tepat kurang dari 2 properti tari tradisi dari 4 target tarian serta masih keliru memilih kartu pengalih. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 properti tari tradisi (Piring, Kipas, Payung, Selendang) atau masih menyertakan 1 kartu pengalih. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 properti tari tradisi (Piring, Kipas, Payung, Selendang) tanpa memilih kartu pengalih. | Mengidentifikasi seluruh 4 properti tari tradisi (Piring, Kipas, Payung, Selendang) dengan tepat tanpa memilih kartu pengalih secara mandiri. | | Ketepatan Mengidentifikasi Fungsi Properti dalam Ragam Gerak Tari | Mengidentifikasi fungsi properti dalam ragam gerak tari dengan tepat kurang dari 2 tarian dari 4 target tarian. | Mengidentifikasi fungsi properti dalam ragam gerak tari dengan tepat pada 2 dari 4 tarian (Tari Piring, Tari Kipas Pakarena, Tari Payung, Tari Remo/Jaipong) sesuai acuan. | Mengidentifikasi fungsi properti dalam ragam gerak tari dengan tepat pada 3 dari 4 tarian sesuai acuan. | Mengidentifikasi fungsi properti dalam ragam gerak tari dengan tepat pada seluruh 4 tarian sesuai acuan materi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu gambar dan cuplikan video efektif membantu murid mengenali ragam properti tari tradisi?
- Apakah murid dapat memahami keterkaitan erat antara properti tari dengan ragam gerak yang dibawakan penari?
Murid:- Properti tari tradisi apa yang paling menarik bagi kalian dan bagaimana properti itu digerakkan oleh penarinya?
- Bagian mana dari kegiatan mengidentifikasi properti tari hari ini yang paling menyenangkan atau masih membingungkan?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Fungsi Tata Rias dan Busana sebagai Unsur Pendukung Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dipimpin salah satu murid (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta menyiapkan suasana belajar yang kondusif (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat dengan menunjukkan 2 gambar penari tradisi: (1) Tari Topeng Kelana berias merah mencolok dan (2) Tari Gambyong berias ayu natural; guru meminta murid menebak peran/karakter penari berdasarkan riasan dan pakaian tersebut (acuan diagnostik: Tari Topeng Kelana = karakter gagah/angkuh/raksasa; Tari Gambyong = karakter putri halus/lembut) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi fungsi tata rias dan fungsi tata busana sebagai unsur pendukung dalam tari tradisi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan slide/gambar perbandingan tata rias dan busana Tari Gambyong (karakter putri halus: rias cantik/natural, kemben, jarik batik, sampur anggun) dan Tari Cakalele (karakter ksatria perang: rias tegas/garang, baju perang adat, ikat kepala) untuk mengamati detail visualnya (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan konsep mengenai 3 fungsi tata rias tari tradisi (membentuk karakter/tokoh, mempertegas garis wajah di atas panggung, menambah keindahan estetika) dan 3 fungsi tata busana tari tradisi (memperjelas karakter/identitas peran, memperindah penampilan tari, mendukung keleluasaan gerak penari) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang untuk bermain 'Kuis Cocok Kartu Rias & Busana', di mana tiap kelompok menerima 4 set kartu rincian rias/busana tari tradisi untuk dipasangkan dengan tepat ke fungsinya (10 menit).
- Setiap kelompok berkolaborasi memasangkan 4 kartu rincian dengan fungsinya pada Lembar Identifikasi: Kartu 1 'Kumis tebal hitam dan alis melengkung runcing pada Tari Kelana' -> Fungsi Rias: Membentuk karakter gagah/angkuh; Kartu 2 'Bedak kuning langsat dan perona pipi lembut pada Tari Gambyong' -> Fungsi Rias: Mempertegas karakter putri yang anggun dan halus; Kartu 3 'Sampur/selendang panjang melilit pinggang pada Tari Jaipong' -> Fungsi Busana: Mendukung aksen dan variasi gerak tari; Kartu 4 'Baju perang motif gagah dan ikat kepala merah pada Tari Cakalele' -> Fungsi Busana: Memperjelas identitas ksatria/prajurit perang (acuan: pasangan kartu 1 s.d. 4 di atas) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan hasil pencocokan kartu dan saling mencocokkan dengan kunci jawaban yang ditampilkan guru di layar kelas (15 menit).
- Murid secara mandiri menyimpulkan peran penting tata rias dan busana dalam membantu penonton mengenali watak penari tanpa penari harus berbicara (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan tanya jawab simpulan mengenai fungsi tata rias dan busana dalam tari tradisi (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir pernyataan singkat yang dijawab murid secara lisan/tulis (acuan asesmen akhir: [1] Rias karakter berfungsi mengubah wajah sesuai peran; [2] Busana tari berfungsi memperjelas peran dan mendukung gerak) (3 menit).
- Guru menyampaikan topik materi untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 7: Merangkai Ragam Gerak Tari Tradisi Menggunakan Desain Serempak), lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar yang dilengkapi petunjuk visual warna dan ikon ciri wajah; murid yang siap diberikan kartu deskripsi tekstual tanpa ikon bantuan.
- Proses: Pada kegiatan kelompok, murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan memfokuskan pada pembedaan karakter halus vs gagah, sedangkan murid yang mahir diarahkan langsung mengelompokkan keempat kartu secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menyajikan hasil identifikasi berupa pengelompokan 4 kartu fungsi tata rias dan busana pada lembar kerja yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengamati 2 gambar: Tari Topeng Kelana dan Tari Gambyong. Butir pertanyaan: 'Sebutkan karakter apa yang ditampilkan dari riasan dan busana pada masing-masing gambar tersebut?' (Acuan: Tari Topeng Kelana = karakter gagah/kasar/angkuh; Tari Gambyong = karakter putri halus/lembut/anggun).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan pada Lembar Kerja Kelompok (4 kartu rincian unsur): (1) Kumis tebal & alis runcing Kelana -> Membentuk karakter gagah/angkuh; (2) Bedak & perona lembut Gambyong -> Mempertegas karakter putri halus; (3) Sampur Jaipong -> Mendukung variasi gerak tari; (4) Baju perang Cakalele -> Memperjelas identitas ksatria/prajurit perang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir singkat di penutup: (1) Sebutkan 1 fungsi utama tata rias pada tokoh ksatria/raksasa dalam tari tradisi (acuan: membentuk/memperjelas karakter tokoh/peran); (2) Sebutkan 1 fungsi utama selendang/sampur sebagai tata busana tari (acuan: mendukung kelenturan/keluwesan/aksen ragam gerak tari).
Formatif:- Penilaian proses observasi diskusi kelompok saat memasangkan kartu tata rias dan busana
- Pemeriksaan Lembar Identifikasi 4 Kartu Fungsi Tata Rias dan Busana Tari Tradisi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi fungsi tata rias dan tata busana dalam tari tradisi | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 kartu rincian tata rias dan busana sesuai fungsinya berdasarkan daftar acuan (dengan bantuan penuh guru). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 kartu rincian tata rias dan busana sesuai fungsinya berdasarkan daftar acuan (dengan arahan guru). | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 kartu rincian tata rias dan busana sesuai fungsinya berdasarkan daftar acuan secara mandiri dalam kelompok. | Mengidentifikasi seluruh 4 kartu rincian tata rias dan busana (Kumis Kelana, Bedak Gambyong, Sampur Jaipong, Baju perang Cakalele) tepat sesuai fungsinya tanpa kekeliruan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kartu rincian rias dan busana efektif membantu murid mengidentifikasi fungsi kedua unsur tersebut?
- Bagian penjelasan mana yang masih membingungkan murid dalam membedakan fungsi rias untuk estetika dan fungsi rias untuk pembentukan karakter?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kerja kelompok selama permainan pencocokan kartu?
Murid:- Apakah kamu dapat mengenali watak seorang tokoh tari hanya dengan melihat riasan wajah dan pakaiannya?
- Kartu rincian rias atau busana mana yang paling mudah kamu tebak fungsinya hari ini?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang pentingnya tata rias dan busana bagi seorang penari tradisi?
Pertemuan 7 — Merangkai Ragam Gerak Tari Tradisi Menggunakan Desain Serempak (Unison) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.5 Merangkai gerak tari yang berpijak pada tradisi dengan menerapkan desain kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar leluasa untuk aktivitas gerak (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merangkai ragam gerak tari tradisi menggunakan desain kelompok serempak (unison) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid merespons secara lisan: 'Jika ada 4 penari melakukan gerak tari tradisi yang bentuk, arah, dan hitungannya sama persis secara bersama-sama, desain kelompok apa yang diterapkan?' (acuan jawaban: desain serempak atau unison) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi singkat mengenai prinsip desain serempak (unison), yaitu seluruh penari melakukan ragam gerak, arah hadap, level, dan tempo yang sama secara bersamaan (10 menit).
- Murid mencermati 3 ragam gerak dasar tari tradisi yang disediakan guru di papan bagan: Gerak A (Tepuk Tangan silang dada), Gerak B (Langkah Kaki silang kanan-kiri), dan Gerak C (Lambaian Tangan mendayung) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4 orang dan mengikuti permainan tantangan gerak serempak 'Ikuti Ketukan Sama' sebagai pemanasan eksplorasi unison (10 menit).
- Secara berkelompok, murid merangkai urutan gerak tari tradisi yang memadukan minimal 2 ragam gerak (dari ragam A, B, atau C) ke dalam susunan pola lantai garis lurus dengan menerapkan desain serempak (unison) (20 menit).
- Setiap kelompok mencoba susunan rangkaian gerak serempak yang telah dirancang untuk memastikan kesesuaian urutan perpindahan gerak dari awal hingga akhir (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok menuliskan bagan urutan rangkaian gerak serempak hasil susunan kelompoknya pada lembar kerja skema gerak (misalnya: Ragam A 4 hitungan -> Ragam B 4 hitungan -> Ragam C 4 hitungan secara serempak) (10 menit).
- Murid bersama kelompok merefleksikan proses perangkaian: apakah susunan gerak sudah saling menyambung dengan baik dan benar-benar menerapkan keserempakan gerak (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara merangkai ragam gerak tari tradisi menggunakan desain serempak (unison) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap hasil bagan perangkaian gerak tiap kelompok dan menginformasikan bahwa rangkaian gerak desain berimbang (balance) akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan urutan ragam gerak tradisi bergambar (Ragam A, B, C); kelompok yang mandiri dapat memadukan transisi arah hadap pada ragam gerak pilihan.
- Proses: Guru memberikan scaffolding bertahap dengan memandu transisi antar-ragam gerak bagi kelompok yang kesulitan menyambung gerak.
- Produk: Kelompok dapat menyusun rangkaian gerak minimal 2 ragam gerak tradisi berdesain serempak, sedangkan kelompok mahir menyusun hingga 3 ragam gerak tradisi berdesain serempak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Jika ada 4 penari melakukan gerak tari tradisi yang bentuk, arah, dan hitungannya sama persis secara bersama-sama, desain kelompok apa yang diterapkan?' (acuan jawaban: desain serempak / unison).
Proses:- Pengamatan ketercapaian merangkai gerak tari tradisi dengan desain serempak: memeriksa lembar skema rangkaian gerak kelompok apakah memuat minimal 2 ragam gerak tradisi (dari pilihan ragam A, B, atau C) yang disusun bersambung dengan aturan serempak (unison).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar kerja bagan susunan gerak kelompok di akhir sesi: memastikan susunan memuat urutan ragam gerak tradisi yang terstruktur secara serempak (kriteria: memuat urutan minimal 2 ragam gerak tradisi dan menerapkan kaidah desain serempak/unison secara tepat).
Formatif:- Penilaian proses perangkaian gerak tari tradisi berdesain serempak (unison) menggunakan lembar observasi dan bagan skema urutan gerak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merangkai gerak tari tradisi dengan desain kelompok serempak (unison) | Belum mampu menyusun ragam gerak tari tradisi menjadi rangkaian utuh berdesain serempak meski telah dibimbing guru. | Mampu merangkai 1 ragam gerak tari tradisi ke dalam desain serempak dengan bimbingan intensif guru. | Mampu merangkai 2 ragam gerak tari tradisi (dari pilihan ragam A, B, atau C) menjadi susunan utuh dengan menerapkan kaidah desain serempak (unison) secara runtut. | Mampu merangkai 3 ragam gerak tari tradisi (seluruh ragam A, B, dan C) menjadi susunan utuh dengan menerapkan kaidah desain serempak (unison) secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu perangkaian gerak tari tradisi berdesain serempak berjalan efektif bagi setiap kelompok?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi urutan ragam gerak berdesain unison?
Murid:- Apa bagian yang paling menarik saat merangkai ragam gerak tari secara serempak bersama kelompok?
- Tantangan apa yang dihadapi ketika menyusun urutan gerak agar kompak dilakukan bersama?
Pertemuan 8 — Merangkai Ragam Gerak Tari Tradisi Menggunakan Desain Berimbang (Balance) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.5 Merangkai gerak tari yang berpijak pada tradisi dengan menerapkan desain kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan ruang kelas/ruang tari agar aman dan leluasa untuk bergerak (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merangkai ragam gerak tari tradisi menggunakan desain berimbang (balance) (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui permainan singkat 'Timbangan Tubuh': guru meminta 4 perwakilan murid berdiri di depan kelas lalu menguji apakah murid dapat menempatkan posisi yang berimbang secara simetris (2 orang di sisi kanan panggung dan 2 orang di sisi kiri panggung menghadap ke arah berlawanan atau saling berhadapan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai konsep desain berimbang (balance) dalam tari tradisi, yaitu penataan posisi kelompok penari yang memberikan kesan seimbang antara sisi kiri dan sisi kanan panggung (misalnya formasi 2 penari di kanan dan 2 penari di kiri dengan pose gerak saling mencerminkan atau saling melengkapi) (10 menit).
- Murid mengamati lembar bagan visual contoh desain berimbang pada tari tradisi (contoh Tari Jepin Selendang: sayap kanan 2 penari mengangkat selendang ke kanan luar, sayap kiri 2 penari mengangkat selendang ke kiri luar) dan mendiskusikan ciri penataannya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok yang beranggotakan 4 orang untuk melaksanakan tantangan praktik merangkai gerak (5 menit).
- Murid memainkan permainan tantangan menggembirakan 'Cermin Timbangan Gerak': tiap kelompok membagi anggotanya menjadi dua kubu (2 anak sisi kanan, 2 anak sisi kiri), lalu mencoba saling menyelaraskan gerak berimbang berpijak tradisi secara bergantian (15 menit).
- Setiap kelompok merangkai 3 ragam gerak tari tradisi (Ragam 1: Gerak Sembah/Buka berimbang, Ragam 2: Gerak Langkah Ayun berimbang kanan-kiri, Ragam 3: Gerak Penutup/Pose Akhir berimbang) dengan membagi posisi 2 penari di sisi kanan dan 2 penari di sisi kiri secara simetris atau asimetris berimbang (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Masing-masing kelompok menampilkan hasil rangkaian ragam gerak berimbang (balance) yang telah disusun di hadapan kelompok lain untuk saling mengamati keseimbangan ruang geraknya (15 menit).
- Murid bersama kelompoknya mengevaluasi perangkaian gerak yang telah dilakukan: apakah jumlah penari, jarak lantai, dan arah hadap gerak di sisi kanan dan kiri sudah benar-benar menciptakan kesan berimbang (balance) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil perangkaian gerak berimbang tiap kelompok dan memberikan apresiasi atas kreativitas gerak yang telah dirangkai (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya, yaitu merangkai gerak dengan desain selang-seling (alternate), serta menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan formasi gerak berimbang (skema tata letak 2 di kanan dan 2 di kiri) bagi kelompok yang membutuhkan visualisasi arah hadap.
- Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan didampingi guru dalam menentukan pembagian sisi kanan-kiri panggung, sedangkan kelompok yang mahir diberikan keleluasaan merangkai variasi tingkatan level (level tinggi di kanan, level rendah di kiri yang tetap seimbang).
- Produk: Rangkaian gerak minimal terdiri dari 3 ragam gerak tradisi dengan penataan berimbang (balance).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan posisi berimbang: Guru meminta 4 murid berdiri membentuk formasi panggung. Pertanyaan/instruksi: 'Atur posisi kalian berempat agar panggung terlihat berimbang (balance)!' (Kriteria penerimaan: murid membagi posisi menjadi 2 di area panggung kanan dan 2 di area panggung kiri dengan jarak seimbang dari titik tengah).
Proses:- Pengamatan proses kerja kelompok merangkai 3 ragam gerak berimbang (Ragam 1: Gerak Sembah/Buka berimbang, Ragam 2: Gerak Langkah Ayun berimbang, Ragam 3: Pose Akhir berimbang) menggunakan lembar observasi ketercapaian perangkaian desain kelompok berimbang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman perangkaian di akhir sesi: Setiap kelompok menunjukkan 1 pose utama dari rangkaian gerak berimbang yang telah mereka buat (Kriteria ketercapaian: pose menunjukkan pembagian sisi kanan dan kiri panggung yang seimbang secara visual dan berpijak pada gerak tradisi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses merangkai ragam gerak tradisi dengan desain berimbang (balance)
- Lembar ceklis hasil rangkaian gerak berimbang kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perangkaian ragam gerak tari tradisi menggunakan desain berimbang (balance) | Belum mampu merangkai ragam gerak tari tradisi ke dalam desain berimbang; susunan gerak masih terpusat di satu sisi panggung tanpa pembagian sisi yang seimbang. | Mampu merangkai 1 ragam gerak tari tradisi dengan menerapkan desain berimbang (balance) 2 penari di sisi kanan dan 2 penari di sisi kiri panggung, namun ragam lainnya belum berimbang. | Mampu merangkai 2 hingga 3 ragam gerak tari tradisi dengan menerapkan desain berimbang (balance) secara konsisten dan proporsional antara sisi kanan dan kiri panggung dengan sedikit arahan guru. | Mampu merangkai minimal 3 ragam gerak tari tradisi dengan menerapkan desain berimbang (balance) secara variatif, runtut, dan mandiri tanpa bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi mengenai konsep desain berimbang (balance) dapat dipahami dan dipraktikkan dengan mudah oleh murid?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat merangkai gerak dengan pola berimbang?
Murid:- Bagian mana dari merangkai gerak berimbang (balance) bersama teman kelompok yang paling menyenangkan bagiku?
- Apakah kelompok kami sudah berhasil membuat susunan gerak tari yang seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri?
Pertemuan 9 — Merangkai Ragam Gerak Tari Tradisi Menggunakan Desain Selang-Seling (Alternate) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.5 Merangkai gerak tari yang berpijak pada tradisi dengan menerapkan desain kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merangkai ragam gerak tari tradisi menggunakan desain selang-seling (alternate) (5 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Guru memperagakan satu pola dan meminta murid menunjukkan posisi selang-seling menggunakan 4 kartu gambar formasi berikut: Kartu 1 (Semua penari berdiri sejajar melakukan gerak sama), Kartu 2 (Penari bernomor ganjil berdiri merentangkan tangan, penari genap jongkok menyilangkan tangan), Kartu 3 (Kelompok kiri dan kanan saling berhadapan simetris), Kartu 4 (Penari bergerak satu per satu berurutan). Murid diminta memilih kartu yang menggambarkan desain selang-seling (acuan kunci benar: Kartu 2) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru tentang 3 ragam gerak dasar tari tradisi berpijak tradisi Nusantara: Ragam A (gerak mendak tangan ukel di dada), Ragam B (gerak tumpang tali ke samping), dan Ragam C (gerak sembahan/tangan membuka ke atas) (10 menit).
- Guru memberikan simulasi permainan gerak 'Ganjil-Genap Alternate': murid dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang diberi penomoran (1, 2, 3, 4), lalu murid 1 & 3 mencoba Ragam A level atas sementara murid 2 & 4 mencoba Ragam A level bawah, untuk memahami posisi bergantian penari dalam desain selang-seling (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Setiap kelompok (berisi 4 murid) menerima Lembar Panduan Rangkaian yang memuat tugas merangkai minimal 2 ragam gerak tari tradisi (pilihan dari Ragam A, Ragam B, atau Ragam C) menjadi satu susunan tari tradisi dengan menerapkan desain selang-seling (alternate) pada variasi level (tinggi-rendah) atau arah hadap (depan-belakang) antar-anggota (20 menit).
- Kelompok mengeksplorasi dan menyusun rangkaian gerak: menetapkan urutan ragam gerak 1 ke ragam gerak 2 serta memastikan formasi penari berada di antara penari lain secara berselang-seling (misal: penari 1 & 3 melakukan Ragam A hadap depan, penari 2 & 4 melakukan Ragam A hadap belakang, dilanjutkan seluruhnya merangkai ke Ragam B dengan level berdiri dan jongkok secara berselang) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok secara bergiliran memperlihatkan hasil bagan/susunan rangkaian gerak selang-seling yang telah disusun di ruang kelas, dan kelompok lain memberikan konfirmasi kesesuaian penerapan desain selang-selingnya (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana desain selang-seling (alternate) memperkaya keindahan susunan ragam gerak tari tradisi secara berkesadaran (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan semua kelompok dalam menyusun ragam gerak tari bertradisi menggunakan desain selang-seling (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya rangkaian gerak kelompok akan dilanjutkan dengan desain berkesinambungan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual posisi selang-seling (alternate) bagi kelompok yang membutuhkan contoh konkret.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan dibantu guru merangkai 2 ragam gerak dasar dengan variasi level tinggi-rendah sederhana; kelompok yang cepat diberi tantangan merangkai 3 ragam gerak tradisi dengan variasi ganda (arah hadap dan level selang-seling).
- Produk: Rangkaian gerak tari tradisi desain selang-seling dapat berupa susunan 2 ragam gerak tradisi (standar) atau 3 ragam gerak tradisi (pengayaan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat pemilihan kartu formasi selang-seling (alternate): Murid memilih satu dari 4 opsi kartu formasi gerak tari tradisi (Kartu 1: serempak sejajar; Kartu 2: penari ganjil berdiri merentangkan tangan, penari genap jongkok menyilangkan tangan; Kartu 3: berimbang simetris kanan-kiri; Kartu 4: berurutan/canon). Kriteria ketercapaian: Menjawab benar Kartu 2 (acuan: Kartu 2 merupakan representasi desain selang-seling/alternate).
Proses:- Pengamatan formatif saat kegiatan Mengaplikasi menggunakan rubrik ketercapaian merangkai gerak tari tradisi dengan desain selang-seling (alternate), dengan fokus pada: (1) kelengkapan perangkaian minimal 2 ragam gerak tradisi, dan (2) ketepatan penerapan pola selang-seling antar-penari dalam kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Murid mengisi lembar cek lis susunan gerak kelompok yang memuat 2 pernyataan: (1) Sebutkan 2 ragam gerak tari tradisi yang dirangkai (acuan kriteria: menyebutkan 2 dari Ragam A/B/C yang dipelajari); (2) Jelaskan variasi selang-seling yang diterapkan kelompok (acuan kriteria: menuliskan posisi selang-seling antarpenari ganjil-genap, baik perbedaan level atas-bawah maupun arah hadap depan-belakang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses perangkaian gerak tari tradisi menggunakan desain kelompok selang-seling (alternate)
- Lembar cek pemahaman formasi desain selang-seling
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perangkaian Ragam Gerak Tari Tradisi | Belum mampu menyusun ragam gerak tari tradisi secara berurutan dalam kelompok. | Mampu merangkai 1 ragam gerak tari tradisi, namun perpindahan antar-gerak belum tersusun. | Mampu merangkai 2 ragam gerak tari tradisi secara berurutan dan terhubung dengan bimbingan guru. | Mampu merangkai 2 ragam gerak atau lebih dari tari tradisi menjadi susunan gerak yang runtut secara mandiri. | | Penerapan Desain Kelompok Selang-Seling (Alternate) | Belum menerapkan prinsip desain selang-seling (seluruh penari masih melakukan posisi dan gerak yang sama persis). | Menerapkan posisi selang-seling pada sebagian penari, namun formasi kelompok belum konsisten. | Menerapkan desain selang-seling (alternate) secara tepat pada seluruh anggota kelompok (misal penari ganjil-genap berbeda level atau arah) sesuai rancangan. | Menerapkan desain selang-seling (alternate) dengan variasi level dan arah hadap yang harmonis pada seluruh anggota kelompok secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi untuk memfasilitasi setiap kelompok merangkai gerak tari bertradisi dengan desain selang-seling?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam membedakan posisi desain selang-seling (alternate) dengan desain berimbang atau serempak?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan merangkai gerak dengan desain selang-seling yang paling menyenangkan bagi kelompokmu?
- Apa tantangan yang kamu hadapi ketika harus membagi posisi atau level gerak yang berbeda dengan teman sebelahmu?
Pertemuan 10 — Merangkai Susunan Desain Kelompok Berkesinambungan dalam Ragam Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.5 Merangkai gerak tari yang berpijak pada tradisi dengan menerapkan desain kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat berkesadaran: Murid diminta mengenali urutan gerak berkesinambungan dari peragaan guru, dengan pertanyaan 'Bila penari 1 bergerak di hitungan 1-2, lalu penari 2 menyambung di hitungan 3-4, dan penari 3 di hitungan 5-6, pola susunan apa yang terbentuk?' (acuan jawaban: susunan desain kelompok berkesinambungan/berurutan/canon) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi pola susunan desain kelompok berkesinambungan (canon) pada ragam gerak tari tradisi (misalnya ragam gerak sembahan atau ragam gerak trap jamang) di mana gerak yang sama disusun mengalir sambung-menyambung antarpenari (15 menit).
- Murid secara berkelompok (4-5 murid per kelompok) mengamati lembar skema alur rancangan gerak berkesinambungan yang berisi pembagian hitungan masuk gerak tiap anggota (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok memilih 2 ragam gerak tari tradisi sederhana (ragam 1: gerak tangan mengayun; ragam 2: gerak melangkah berputar) untuk dirangkai menggunakan susunan desain kelompok berkesinambungan (20 menit).
- Murid memainkan 'Tantangan Gelombang Gerak' (prinsip menggembirakan): tiap kelompok berlatih menyusun transisi rangkaian gerak berkesinambungan di mana anggota kelompok secara estafet menyambungkan ragam gerak sesuai hitungan ketukan tanpa terputus (20 menit).
- Setiap kelompok menyusun draf pola bagan rangkaian gerak kelompoknya pada lembar kerja perangkaian desain berkesinambungan, menentukan giliran hitungan anggota (penari A mulai hitungan 1, penari B hitungan 3, dst.) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok saling menunjukkan hasil susunan rangkaian desain berkesinambungan yang telah mereka susun di hadapan kelompok lain untuk saling memeriksa alur kesinambungan geraknya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama dalam merangkai gerak tari tradisi dengan susunan desain berkesinambungan, yaitu kesinambungan waktu masuk ragam gerak antarpenari yang teratur (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat/lisan mengenai susunan desain berkesinambungan (acuan: urutan waktu masuk gerak sambung-menyambung membentuk alur berkesinambungan) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pola hitungan hitung 1-4 per penari, sedangkan kelompok yang sudah mahir diberikan kebebasan merangkai variasi jeda hitungan 1-2 ketukan antarpenari.
- Proses: Guru memberikan scaffolding terstruktur pada kelompok yang kesulitan menentukan titik awal kesinambungan gerak, sementara kelompok cepat bekerja mandiri merangkai 2 hingga 3 ragam gerak.
- Produk: Hasil rangkaian dicatat dalam lembar bagan alur hitungan rangkaian desain berkesinambungan dengan tingkat kerincian sesuai kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Jika penari pertama melakukan gerak sembahan pada hitungan 1-2, disusul penari kedua pada hitungan 3-4, dan penari ketiga pada hitungan 5-6 secara bersambung, apakah nama penerapan desain kelompok tersebut?' (acuan jawaban: desain kelompok berkesinambungan atau berurutan/canon).
Proses:- Pengamatan langsung proses kelompok merangkai 2 ragam gerak tari tradisi menggunakan desain berkesinambungan (acuan: adanya peralihan waktu masuk gerak antaranggota secara bertahap dan berurutan sesuai hitungan tanpa memutus keterkaitan ragam gerak).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar rancangan rangkaian gerak kelompok: Kelompok menuliskan susunan urutan masuk penari 1 sampai penari 4 beserta hitungan ketukannya (acuan kriteria: bagan memuat minimal 2 ragam gerak tari tradisi dengan pembagian urutan masuk yang bersambung secara runtut dan logis).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses perangkaian gerak berkesinambungan pada lembar kerja kelompok dan peragaan perangkaian gerak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merangkai Ragam Gerak Tari Tradisi dengan Desain Kelompok Berkesinambungan | Belum mampu menyusun urutan ragam gerak tari tradisi, susunan gerak masih acak dan belum memperlihatkan pola desain berkesinambungan meski telah dibimbing intensif. | Mampu merangkai 1 ragam gerak tari tradisi dengan desain berkesinambungan namun pola hitungan masuk antarpenari masih belum teratur atau terputus. | Mampu merangkai 2 ragam gerak tari tradisi dengan menerapkan susunan desain kelompok berkesinambungan secara runtut sesuai hitungan alur masuk gerak. | Mampu merangkai 2 atau lebih ragam gerak tari tradisi dengan menerapkan susunan desain kelompok berkesinambungan secara runtut, tepat ketukan, serta menghasilkan transisi susunan yang sangat mengalir dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perangkaian desain berkesinambungan dapat dipahami murid dengan mudah?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam bekerja sama merangkai alur hitungan gerak kelompok?
Murid:- Bagian mana dari merangkai gerak tari tradisi secara berkesinambungan yang paling menantang bagimu?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil menyambungkan ragam gerak bersama teman satu kelompok secara berurutan?
Pertemuan 11 — Meragakan Rangkaian Gerak Tari Tradisi dengan Iringan Musik dalam Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan ruang kelas yang lapang untuk latihan gerak tari (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tes gerak ritmis singkat: murid secara berpasangan meragakan 2 ragam gerak dasar di tempat (ragam tepuk tangan berirama 4 hitungan dan ragam langkah kaki silang 4 hitungan) mengikuti ketukan tempo lambat dan sedang dari rebana/tepukan guru (acuan: ketepatan jatuhnya gerak pada hitungan ke-4 dan ke-8) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu meragakan rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi dengan iringan musik serta menunjukkan kerja sama dan peran aktif dalam kelompok (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok mengamati demonstrasi guru tentang penyelarasan 3 ragam gerak tari tradisi dengan iringan musik: Ragam 1 (Jalan jinjit sembah, hitungan 1x8), Ragam 2 (Langkah silang rentang tangan, hitungan 2x8), dan Ragam 3 (Ukel kembhang lampah serempak, hitungan 1x8) (10 menit).
- Murid bersama kelompok menyimak rekaman audio iringan musik tari tradisi untuk mengenali tanda pergantian ketukan instrumen (kendang/gong) sebagai penanda peralihan antar-ragam gerak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan interaktif 'Gendang Berhenti, Ragam Berganti': seluruh anggota kelompok serempak meragakan salah satu dari 3 ragam gerak tari tradisi mengikuti tabuhan ritme rebana, lalu berganti ragam segera saat ketukan aksen berbunyi, untuk membangun kekompakan dan kegembiraan gerak (15 menit).
- Setiap kelompok berlatih secara intensif meragakan seluruh rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi secara utuh (Ragam 1 sembah 1x8, Ragam 2 silang rentang 2x8, Ragam 3 ukel serempak 1x8) diiringi musik rekaman, di mana setiap anggota aktif menjaga posisi dan hitungan bersama (15 menit).
- Setiap kelompok bergiliran meragakan rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi lengkap dengan iringan musik di depan kelas, dinilai berdasarkan keselarasan gerak dengan iringan musik serta kerja sama dan keaktifan peran seluruh anggota (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama anggota kelompoknya mengevaluasi pengalaman peragaan gerak tari: menentukan bagian ragam mana yang paling selaras dengan ketukan iringan musik dan bagian transisi ketukan yang masih membutuhkan peningkatan kekompakan gerak (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kepekaan irama musik dan kekompakan kerja sama dalam peragaan tari tradisi berkelompok (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap penampilan kelompok, memandu pendinginan fisik tubuh, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan tempo ketukan musik yang lebih lambat dan konstan, sedangkan kelompok mahir menggunakan tempo iringan musik standar dengan aksen ritmis yang lebih dinamis.
- Proses: Kelompok pendampingan diberikan hitungan verbal bertahap saat menyelaraskan gerak dengan musik, sedangkan kelompok mandiri berlatih mandiri sepenuhnya mengandalkan penanda instrumen musik pengiring.
- Produk: Kelompok pendampingan difokuskan meragakan minimal 2 ragam gerak selaras iringan musik secara kompak, sedangkan kelompok mahir meragakan rangkaian 3 ragam gerak penuh dengan ketepatan aksen tempo musik secara konsisten.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik ritmis: Murid meragakan 2 ragam gerak dasar berirama mengikuti ketukan rebana guru: (1) Gerak tepuk tangan berirama 4 hitungan; (2) Gerak langkah kaki silang 4 hitungan. Acuan penerimaan: Gerak berpindah atau tepukan jatuh tepat pada ketukan ke-4 dan ke-8 tanpa mendahului atau tertinggal dari tempo yang dibunyikan.
Proses:- Observasi unjuk kerja peragaan kelompok: Penilaian langsung saat kelompok meragakan rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi (Ragam 1: Sembah jinjit 1x8; Ragam 2: Langkah silang rentang tangan 2x8; Ragam 3: Ukel serempak 1x8) dengan iringan musik. Acuan penilaian: (1) Keselarasan gerak dengan ritme musik pada hitungan 1-8 di ketiga ragam; (2) Kerja sama menjaga keserempakan formasi kelompok; (3) Peran aktif seluruh anggota kelompok tanpa ada yang pasif/berdiam diri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi unjuk kerja: Setiap kelompok menyebutkan 1 momen transisi ragam gerak (antara Ragam 1 ke Ragam 2, atau Ragam 2 ke Ragam 3) yang paling tepat selaras dengan tanda ketukan gong/kendang serta menyatakan bentuk peran aktif yang telah dilakukannya selama latihan kelompok (kriteria penerimaan: menyebutkan nama ragam transisi yang sesuai dengan ketukan musik pengiring dan tindakan nyata peran aktif dalam kelompoknya).
Formatif:- Asesmen Awal: Observasi kesiapan motorik ritmis menirukan 2 pola gerak berhitung 4 hitungan mengikuti ketukan tempo rebana.
- Asesmen Proses: Lembar pengamatan unjuk kerja peragaan rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi dengan iringan musik dalam kelompok (fokus: keselarasan gerak-iringan musik, kerja sama kelompok, dan peran aktif).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak Tari dengan Iringan Musik | Meragakan rangkaian gerak tari tetapi ketukan gerak belum selaras dengan iringan musik pada 3 ragam gerak (Ragam 1, 2, dan 3) dan sering tertinggal dari tempo musik. | Meragakan rangkaian gerak tari dengan keselarasan ritme musik hanya pada 1 dari 3 ragam gerak secara tepat (acuan: Ragam 1 sembah jinjit 1x8, Ragam 2 langkah silang 2x8, atau Ragam 3 ukel 1x8). | Meragakan rangkaian gerak tari dengan keselarasan ritme musik secara tepat pada 2 dari 3 ragam gerak yang ditentukan. | Meragakan seluruh rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi (Ragam 1, 2, dan 3) secara utuh dan selaras tepat dengan tempo serta ketukan iringan musik dari awal hingga akhir peragaan. | | Kerja Sama dan Peran Aktif dalam Kelompok | Belum menunjukkan kerja sama dalam kelompok, cenderung pasif, dan gerak tidak serempak dengan anggota kelompok lain. | Mulai menunjukkan kerja sama namun peran aktif masih terbatas dan masih membutuhkan dorongan untuk menjaga keserempakan gerak bersama rekan kelompok. | Menunjukkan kerja sama yang baik, berperan aktif dalam latihan dan peragaan kelompok, serta menjaga keserempakan gerak bersama sebagian besar anggota. | Menunjukkan kerja sama yang sangat solid, berperan aktif secara konsisten dalam seluruh peragaan kelompok, serta menjaga keserempakan gerak tari secara kompak bersama seluruh anggota kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu latihan gerak tari dengan iringan musik efektif memfasilitasi seluruh kelompok untuk tampil?
- Bagaimana tingkat partisipasi aktif dan kerja sama tiap anggota kelompok selama meragakan rangkaian gerak tari tradisi?
- Langkah scaffolding apa yang paling membantu kelompok yang mengalami kendala menyelaraskan ketukan gerak dengan iringan musik?
Murid:- Bagian ragam gerak mana yang paling mudah dan paling menantang untuk diselaraskan dengan tempo musik bersama kelompokmu?
- Apa peran aktif yang sudah kamu berikan untuk membantu kelompokmu meragakan tari dengan kompak dan selaras?
Pertemuan 12 — Meragakan Rangkaian Gerak Tari Tradisi Menggunakan Properti dalam Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan pemanasan gerak tubuh dan asesmen awal diagnostik kesiapan koordinasi properti selendang/sampur melalui peragaan singkat 2 gerak dasar: (1) gerak seblak (mengibaskan sampur ke belakang) dan (2) gerak ulap-ulap (mengayunkan sampur sejajar dahi) untuk memeriksa kesiapan memegang dan mengayunkan properti (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu meragakan rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung properti tari secara kompak bersama kelompok (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati guru mendemonstrasikan rangkaian 4 ragam gerak tari tradisi dengan properti selendang/sampur: (1) Gerak Menthang Sampur, (2) Gerak Kebyok Sampur, (3) Gerak Seblak Sampur, dan (4) Gerak Ulap-ulap Sampur secara berurutan (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) membedah dan mencoba langsung cara menggenggam, melilitkan, serta mengibaskan selendang/sampur agar aman dan tidak saling menyangkut saat bergerak bersama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Estafet Kibasan Sampur': setiap kelompok berbaris dan meragakan sambung-menyambung kibasan sampur berantai secara serempak dan bergiliran dengan ceria untuk melatih kekompakan gerak properti (15 menit).
- Setiap kelompok berlatih meragakan rangkaian lengkap 4 ragam gerak properti (Menthang, Kebyok, Seblak, Ulap-ulap) dengan hitungan 1-8 per ragam gerak secara terpadu dan aktif (20 menit).
- Setiap kelompok meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan properti secara bergantian di hadapan kelompok lain dengan menunjukkan kerja sama tim dan peran aktif seluruh anggota kelompok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok mendiskusikan bagian peragaan gerak properti mana yang sudah selaras dan bagian mana yang kibasannya masih belum bersamaan (10 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan fisik merilekskan otot lengan dan kaki serta merapikan kembali properti tari yang digunakan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kerja sama dan keterlibatan aktif kelompok dalam meragakan tari berproperti (3 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menginformasikan rencana latihan perpaduan gerak dan desain kelompok untuk pertemuan berikutnya, lalu diakhiri dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alternatif properti tari dengan panjang sampur yang disesuaikan tinggi badan murid atau alternatif piring plastik bagi yang memerlukan latihan beban properti genggam.
- Proses: Memberikan pendampingan berjarak lebih intensif bagi kelompok yang masih kesulitan menyelaraskan kibasan sampur, sedangkan kelompok yang sudah kompak diberikan kebebasan mengatur arah hadap (level ruang) peragaan.
- Produk: Kelompok dapat menampilkan rangkaian gerak properti dengan variasi tempo hitungan lambat maupun sedang sesuai kenyamanan koordinasi anggota.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan motorik peragaan 2 teknik dasar properti sampur: (1) Seblak sampur (mengibaskan ujung sampur ke belakang pinggang dengan sentakan pergelangan tangan), (2) Ulap-ulap sampur (mengangkat dan melipat ujung sampur sejajar dahi). Kriteria kesiapan: mampu meragakan minimal 1 teknik kibasan sampur tanpa menjatuhkan atau kusut.
Proses:- Pengamatan langsung saat latihan dan peragaan kelompok terhadap 4 ragam gerak tari tradisi menggunakan properti selendang/sampur: (1) Menthang Sampur, (2) Kebyok Sampur, (3) Seblak Sampur, dan (4) Ulap-ulap Sampur, serta indikator kerja sama dan peran aktif anggota kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman praktis di akhir sesi: setiap kelompok diminta memperagakan kembali 1 rangkaian transisi dari Kebyok ke Seblak sampur secara serempak. Kriteria penerimaan: seluruh anggota kelompok bergerak serempak mengayunkan sampur pada hitungan yang sama (hitungan ke-4 berganti gerak seblak).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan rangkaian gerak tari menggunakan properti
- Lembar ceklis kerja sama dan peran aktif dalam kelompok saat peragaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak Berproperti | Meragakan 1 dari 4 ragam gerak tari berproperti (Menthang, Kebyok, Seblak, Ulap-ulap) secara tepat. | Meragakan 2 dari 4 ragam gerak tari berproperti (Menthang, Kebyok, Seblak, Ulap-ulap) secara tepat. | Meragakan 3 dari 4 ragam gerak tari berproperti (Menthang, Kebyok, Seblak, Ulap-ulap) secara tepat dan runtut. | Meragakan seluruh 4 ragam gerak tari berproperti (Menthang, Kebyok, Seblak, Ulap-ulap) secara tepat, runtut, dan selaras dalam kelompok. | | Kerja Sama dan Peran Aktif Kelompok | Belum menunjukkan peran aktif dalam kelompok dan peragaan gerak dilakukan sendiri-sendiri tanpa penyelarasan. | Mulai menunjukkan peran aktif dalam kelompok, namun penyelarasan gerak properti bersama anggota lain masih sering terlambat/tidak sinkron. | Menunjukkan kerja sama yang baik dan berperan aktif menyelaraskan gerak properti bersama seluruh anggota kelompok. | Konsisten menunjukkan kerja sama solid, berperan aktif penuh, dan saling menjaga keselarasan gerak properti bersama seluruh anggota kelompok sepanjang peragaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan ruang kelas sudah cukup leluasa untuk peragaan gerak tari menggunakan properti secara berkelompok?
- Bagaimana keterlibatan dan kekompakan murid yang awalnya kesulitan memegang properti saat meragakan bersama teman kelompoknya?
Murid:- Bagian gerak berproperti mana yang paling mudah dan paling menantang untuk diragakan bersama teman sekelompok?
- Apa yang saya lakukan agar gerak selendang/sampur saya bisa kompak dengan kibasan selendang teman satu kelompok?
Pertemuan 13 — Meragakan Perpaduan Gerak Tari Tradisi dan Desain Kelompok Bersama Rekan Sekelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-13, yaitu meragakan perpaduan rangkaian gerak tari tradisi dan desain kelompok bersama teman sekelompok secara aktif dan bekerja sama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan motorik kelompok melalui permainan pemanasan 'Cermin Gerak': guru memperagakan 2 pola gerak tari tradisi sederhana berturutan (pola A: gerak kewer/tangan ke samping kanan-kiri; pola B: gerak mendak/kaki merendah) lalu murid dalam kelompok berpasangan menirukan secara serempak untuk mengecek kesiapan keselarasan gerak (acuan: murid mampu menyelaraskan tempo dan arah gerak bersama pasangan tanpa bertabrakan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok masing-masing (4-5 murid) menyimak demonstrasi guru tentang cara memadukan 3 ragam gerak tari tradisi (gerak sembahan pembuka, gerak kewer/tangan lambai, dan gerak langkah silang) dengan 2 bentuk desain kelompok (desain serempak/unison saat pembuka dan desain selang-seling/alternate saat gerak kewer) (10 menit).
- Murid berdiskusi di dalam kelompoknya menyepakati pembagian posisi, aba-aba hitungan ketukan (1-8), dan urutan transisi desain kelompok yang akan diragakan bersama dengan penuh kesadaran ritme (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Setiap kelompok melakukan latihan meragakan perpaduan 3 ragam gerak tari tradisi menggunakan desain serempak dan selang-seling secara berulang dengan iringan ketukan/iringan musik tari tradisi (15 menit).
- Kelompok memainkan tantangan menggembirakan 'Rantai Harmoni': setiap kelompok meragakan perpaduan gerak dan transisi desain kelompok secara utuh; kelompok yang berhasil meragakan dari awal hingga akhir tanpa kehilangan ketukan mendapat apresiasi tepuk irama tradisi dari kelompok lain (20 menit).
- Secara bergiliran, tiap kelompok meragakan hasil perpaduan rangkaian gerak tari tradisi dan desain kelompok di area panggung kelas, sementara guru melakukan observasi formatif terhadap peragaan gerak, keterpaduan desain kelompok, peran aktif, dan kerja sama (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama rekan sekelompok mengecek keterpaduan peragaan mereka menggunakan lembar cek sederhana keterpaduan gerak dan desain kelompok (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap peragaan masing-masing kelompok, mengapresiasi kerja sama dan keaktifan murid dalam menjaga keselarasan desain kelompok (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keselarasan gerak bersama kelompok dalam membawakan desain tari tradisi (3 menit).
- Guru menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (meragakan seluruh rangkaian gerak lengkap dengan seluruh unsur pendukung) dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan pola lantai/denah desain kelompok sederhana (formasi sejajar untuk serempak dan formasi zig-zag untuk selang-seling) bagi kelompok yang memerlukan bantuan visual.
- Proses: Bagi kelompok yang geraknya masih belum selaras diberikan hitungan ketukan tempo lebih lambat oleh guru, sedangkan kelompok yang sudah lancar diberikan variasi transisi perpindahan posisi yang lebih dinamis.
- Produk: Kelompok meragakan perpaduan gerak tari tradisi dengan memilih minimal 2 bentuk desain kelompok (serempak dan berimbang, atau serempak dan selang-seling).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemanasan 'Cermin Gerak': guru memeragakan 2 ragam gerak (pola A: tangan kewer kanan-kiri 4 hitungan; pola B: kaki mendak melangkah ke samping 4 hitungan). Guru mengamati apakah murid mampu menirukan secara serempak berpasangan tepat hitungan (acuan kesiapan: murid bergerak sesuai hitungan 1-8 tanpa terlambat lebih dari 2 ketukan).
Proses:- Observasi formatif saat latihan dan unjuk kerja peragaan kelompok: menilai peragaan rangkaian gerak tari tradisi, keselarasan penerapan desain kelompok (serempak/selang-seling/berimbang), keaktifan peran murid, dan kerja sama dalam kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman keterpaduan di akhir sesi: murid menunjukkan pose akhir desain kelompok secara serentak bersama kelompoknya saat guru memukul gong/ketukan penutup (acuan: seluruh anggota kelompok berada pada posisi desain yang disepakati tanpa ragu/berpindah-pindah).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja peragaan perpaduan gerak tari tradisi dan desain kelompok
- Lembar periksa diri/kelompok keterpaduan gerak tari dan kekompakan kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak Tari Tradisi | Meragakan kurang dari 2 ragam gerak tari tradisi dan sering terputus dalam rangkaian gerak. | Meragakan 2 ragam gerak tari tradisi secara berurutan namun hitungan gerak belum konsisten. | Meragakan 3 ragam gerak tari tradisi (sembahan, kewer, langkah silang) secara runtut sesuai hitungan ketukan. | Meragakan seluruh 3 ragam gerak tari tradisi secara runtut, lancar, dan tepat hitungan ketukan secara mandiri dan luwes. | | Penerapan Desain Kelompok Bersama Rekan Sekelompok | Belum membentuk pola desain kelompok yang jelas (posisi berdiri tidak teratur dan bertabrakan). | Membentuk 1 bentuk desain kelompok (serempak saja) namun transisi perpindahan posisi masih kacau. | Menerapkan perpaduan 2 bentuk desain kelompok (serempak dan selang-seling/berimbang) dengan transisi yang teratur. | Menerapkan perpaduan 2 bentuk desain kelompok dengan transisi yang rapi, kompak, dan selaras di seluruh perpindahan posisi. | | Kerja Sama dan Peran Aktif dalam Kelompok | Pasif, tidak mengikuti latihan kelompok dan bergantung penuh pada arahan teman. | Mengikuti gerakan kelompok tetapi sesekali keluar dari barisan atau berhenti saat ragu. | Berperan aktif mengikuti seluruh latihan dan peragaan kelompok serta menjaga keselarasan gerak bersama rekan. | Berperan aktif secara konsisten, sigap menyesuaikan tempo gerak kelompok, dan menunjukkan kerja sama penuh sepanjang peragaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan kelompok mencukupi bagi setiap kelompok untuk memadukan gerak dan desain kelompok?
- Bagian transisi desain kelompok mana yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari perpaduan gerak dan desain kelompok tadi yang paling kamu sukai saat diragakan bersama teman?
- Kesulitan apa yang kamu hadapi saat harus bergerak kompak bersama teman sekelompok?
Pertemuan 14 — Meragakan Seluruh Rangkaian Gerak Tari Tradisi Lengkap dengan Unsur Pendukung Tari Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ruang tari agar aman untuk peragaan gerak berkelompok (5 menit).
- Guru memandu pemanasan tubuh sederhana bersama seluruh murid untuk menyiapkan kelenturan fisik sebelum meragakan tari tradisi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes peragaan singkat: tiap kelompok diminta berdiri dan meragakan 1 transisi gerak tari menggunakan selendang sesuai ketukan hitungan 1-8 untuk memetakan kesiapan gerak dan kekompakan kelompok (acuan: ketepatan hitungan ketukan 1-8 dan posisi selendang terbentang stabil) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok menyimak penjelasan guru mengenai 3 bagian urutan peragaan tari tradisi lengkap yang harus diragakan bersama, yaitu: (1) ragam pembuka dengan properti selendang, (2) ragam inti dengan formasi kelompok beriringan musik, dan (3) ragam penutup/sembahan akhir (10 menit).
- Murid mengecek kelengkapan unsur pendukung tari kelompoknya masing-masing, meliputi kecocokan iringan musik audio dan kesiapan properti selendang untuk tiap anggota (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan seru 'Tirukan Ketukan Properti': kelompok bergerak melatih koordinasi kibasan selendang mengikuti tempo musik yang berubah dari lambat ke sedang secara riang dan serempak (15 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran meragakan seluruh rangkaian gerak tari tradisi (ragam pembuka, inti, penutup) secara lengkap diiringi musik dan menggunakan properti selendang dengan menunjukkan pembagian peran serta kerja sama kelompok (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama anggota kelompoknya memeriksa kembali peragaan yang baru saja dilakukan: mengidentifikasi apakah gerak ragam pembuka, inti, dan penutup telah selaras dengan iringan musik dan properti kelompok (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan pendinginan tubuh dan menyimpulkan peragaan gerak tari tradisi yang telah berhasil diragakan bersama kelompok (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan keaktifan seluruh anggota kelompok dalam membawakan tari lengkap dengan unsur pendukungnya, lalu menutup perjumpaan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan hitungan ketukan iringan tempo lambat, sedangkan kelompok yang sudah mahir menggunakan iringan tempo utuh.
- Proses: Kelompok yang masih canggung dalam perpindahan formasi didampingi guru dengan ketukan verbal, sedangkan kelompok mandiri berlatih peragaan secara utuh mandiri.
- Produk: Kelompok meragakan rangkaian gerak tari tradisi lengkap dengan properti selendang dan iringan musik sesuai kesepakatan komposisi kelompok masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes peragaan singkat berkelompok: murid memperagakan 1 transisi gerak tari menggunakan selendang sesuai hitungan 1-8 (acuan ketercapaian: gerakan tangan mengibaskan selendang tepat pada hitungan 4 dan 8, posisi kaki berpindah 2 langkah secara serempak bersama kelompok).
Proses:- Pengamatan langsung saat kelompok meragakan 3 bagian gerak tari tradisi (ragam pembuka, inti, penutup) dengan iringan musik dan properti selendang (acuan observasi: kelancaran seluruh rangkaian gerak, ketepatan gerak dengan tempo iringan musik, penggunaan properti selendang tanpa terlepas/terbelit, serta keterlibatan aktif semua anggota kelompok).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan konsistensi peragaan di akhir sesi: kelompok meragakan kembali pose akhir/ragam penutup secara kompak serempak tepat pada ketukan gong/akhir musik iringan (acuan: seluruh anggota berada dalam posisi sembahan sempurna tepat saat musik iringan berakhir tanpa mendahului atau tertinggal).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan tari kelompok menggunakan lembar amatan keterpaduan gerak, iringan musik, dan properti
- Penilaian kerja sama dan keaktifan peran anggota dalam kelompok selama proses peragaan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak dan Unsur Pendukung Tari | Meragakan kurang dari 2 bagian rangkaian gerak, gerakan belum selaras dengan tempo musik iringan, dan penggunaan properti selendang sering terlepas atau terbelit. | Meragakan 2 bagian rangkaian gerak (pembuka dan inti) secara runtut, mulai selaras dengan iringan musik, namun penggunaan properti selendang sesekali masih terbelit. | Meragakan seluruh 3 bagian rangkaian gerak (pembuka, inti, penutup) secara runtut, selaras dengan tempo musik iringan, serta menggunakan properti selendang dengan lancar. | Meragakan seluruh 3 bagian rangkaian gerak (pembuka, inti, penutup) secara runtut dan luwes, sangat selaras dengan ketukan iringan musik secara konsisten dari awal hingga akhir, serta menguasai penggunaan properti selendang tanpa kekeliruan secara mandiri. | | Kerja Sama dan Peran Aktif dalam Kelompok | Belum menunjukkan kerja sama saat meragakan tari dan pasif sehingga mengganggu keselarasan kelompok. | Mulai menunjukkan kerja sama dalam kelompok namun sesekali masih pasif dan membutuhkan arahan anggota lain saat meragakan gerak. | Menunjukkan kerja sama yang baik dan berperan aktif menjaga keselarasan gerak bersama seluruh anggota kelompok selama peragaan. | Menunjukkan kerja sama yang solid dan konsisten berperan aktif menjaga keselarasan formasi, gerak, dan kekompakan kelompok sepanjang peragaan tanpa diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok telah mampu memadukan peragaan gerak tari tradisi dengan iringan musik dan properti secara utuh?
- Bagaimana tingkat partisipasi aktif dan kerja sama tiap individu dalam kelompok selama proses peragaan berlangsung?
Murid:- Bagian rangkaian gerak mana yang paling selaras dan kompak saat kelompok kita meragakannya bersama musik dan selendang?
- Bagaimana peran aktif saya dalam membantu kelompok menampilkan rangkaian gerak tari tradisi secara lengkap hari ini?
Pertemuan 15 — Menghargai Hasil Pencapaian Diri Berdasarkan Umpan Balik Peragaan Tari dari Teman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan fisik dan kehadiran murid di kelas (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menghargai hasil pencapaian diri dalam peragaan tari tradisi dengan mempertimbangkan masukan dan umpan balik dari teman (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan terbuka untuk memetakan kesiapan murid dalam menyikapi pendapat orang lain: (1) 'Apa yang kamu rasakan saat teman memberi tahu gerakan tarimu ada yang keliru atau sudah bagus?' (kriteria penerimaan: murid menyatakan sikap terbuka/menerima tanpa defensif), dan (2) 'Mengapa pendapat teman penting untuk menilai tarianmu sendiri?' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan bahwa orang lain bisa melihat hal yang tidak terlihat oleh diri sendiri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pemodelan cara membaca dan memahami 3 aspek umpan balik peragaan tari: (1) ketepatan hitungan gerak tari, (2) kesesuaian posisi pola desain kelompok, dan (3) keluwesan penggunaan properti tari (10 menit).
- Guru membagikan contoh lembar catatan umpan balik fiktif berisi masukan positif dan saran perbaikan, lalu murid secara bersama-sama mengidentifikasi bagaimana cara menerima masukan tersebut untuk menghargai usaha diri sendiri (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas interaktif 'Kotak Apresiasi Bintang': tiap pasangan saling bertukar kartu apresiasi yang memuat 3 butir catatan performa tari dari pertemuan sebelumnya: (1) Gerakan yang paling mantap/sesuai, (2) Hal yang sudah rapi dalam kelompok, dan (3) Satu hal yang disarankan untuk disempurnakan (15 menit).
- Setiap murid membaca masukan yang diterimanya, lalu mengisi 'Lembar Penghargaan Diri' yang memuat pertimbangan pendapat teman tersebut: (a) menyebutkan 2 kelebihan diri yang diakui teman, (b) menerima 1 saran perbaikan dengan lapang dada, dan (c) menuliskan pernyataan apresiasi dan rasa bangga atas usaha belajar yang telah dicapai (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil membacakan kalimat apresiasi terhadap pencapaian dirinya sendiri di depan rekan kelompok secara bergantian dengan rasa percaya diri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan proses penerimaan pendapat teman dengan membandingkan pandangan pribadinya sebelum dan sesudah membaca umpan balik (10 menit).
- Guru memberikan penguatan bahwa menghargai diri bukan berarti merasa sempurna, melainkan bangga terhadap proses kemajuan dan terbuka terhadap masukan demi perkembangan tari selanjutnya (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya sikap lapang dada dan rasa bangga yang sehat atas pencapaian diri berdasarkan masukan rekan sebaya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap jalannya proses refleksi dan mengumpulkan Lembar Penghargaan Diri murid (3 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (menghargai keberhasilan kerja sama kelompok) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar umpan balik dengan panduan kalimat rumpang sederhana bagi murid yang memerlukan bimbingan membaca dan merangkum masukan, serta lembar analisis refleksi deskriptif terbuka bagi murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing secara personal bagi murid yang masih merasa ragu atau defensif saat menerima catatan perbaikan dari teman.
- Produk: Murid dapat menyampaikan penghargaan pencapaian diri melalui tulisan reflektif lengkap atau melalui poin-poin ceklis reflektif terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang cara menyikapi masukan orang lain. Kriteria penerimaan respon: (1) Menyatakan kesediaan mendengarkan dan menerima masukan tanpa marah/menolak (jawaban operasional: senang/berterima kasih karena tahu kekurangannya), (2) Menyebutkan fungsi pendapat teman (jawaban operasional: agar tahu tarian kita sudah rapi atau belum dari sudut pandang penonton).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Penghargaan Diri: menilai kemampuan murid mempertimbangkan 3 butir catatan teman (kelebihan gerak, kerapian posisi, dan saran perbaikan) menjadi pernyataan penghargaan terhadap pencapaian diri sendiri.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk Lembar Penghargaan Diri murid. Kriteria penerimaan operasional: (1) Memuat minimal 2 pengakuan kelebihan diri yang terkonfirmasi oleh catatan teman, (2) Memuat 1 tindak lanjut positif atas saran perbaikan dari teman, dan (3) Memuat 1 kalimat penegasan rasa bangga/apresiasi terhadap usaha latihan diri sendiri.
Formatif:- Penilaian proses menggunakan lembar observasi keterbukaan menerima umpan balik teman dan ketepatan pengisian Lembar Penghargaan Diri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai hasil pencapaian diri dengan mempertimbangkan pendapat teman | Belum mampu mengenali pencapaian diri dan enggan atau menolak mempertimbangkan umpan balik dari teman. | Mampu mengenali pencapaian diri namun hanya mempertimbangkan 1 aspek masukan teman dan membutuhkan dorongan guru untuk mengapresiasi diri. | Mampu menghargai pencapaian diri secara mandiri dengan mempertimbangkan 2 hingga 3 aspek umpan balik dari teman (kelebihan gerak, posisi kelompok, dan saran perbaikan). | Mampu menghargai pencapaian diri secara mendalam dan mandiri dengan mempertimbangkan seluruh umpan balik teman secara objektif, serta merumuskan sikap apresiasi diri dan komitmen pengembangan diri yang matang. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid merasa aman dan nyaman saat membaca masukan kritis maupun pujian dari temannya?
- Bagian mana dari kegiatan refleksi diri yang paling efektif membangkitkan rasa percaya diri dan penghargaan murid atas usahanya?
Murid:- Apa hal terbaik yang berhasil saya capai dalam tari tradisi ini setelah mendengar pendapat teman?
- Bagaimana perasaan saya setelah menerima dan memanfaatkan saran teman untuk kemajuan diri saya sendiri?
Pertemuan 16 — Menghargai Keberhasilan Kerja Sama Kelompok dalam Peragaan Tari Tradisi Berdasarkan Masukan Penonton — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan ruang kelas yang nyaman dan kondusif (2 menit).
- Guru memberikan apersepsi mengenai pengalaman tampil atau menyaksikan peragaan tari tradisi berkelompok dan mengaitkannya dengan masukan penonton (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menghargai keberhasilan kerja sama kelompok dalam peragaan tari tradisi berdasarkan masukan penonton (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta mengangkat kartu emotikon jempol jika setuju atau kartu silang jika tidak setuju terhadap 2 pernyataan sikap terbuka terhadap masukan penonton (acuan pernyataan 1: 'Saran penonton tentang kekompakan kelompok perlu kita dengarkan dengan senang hati' -> respon benar: jempol/setuju; acuan pernyataan 2: 'Kita tidak perlu peduli pada pendapat penonton saat menari bersama kelompok' -> respon benar: silang/tidak setuju) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang pentingnya menghargai keberhasilan kerja sama kelompok saat menari tradisi melalui sudut pandang masukan penonton (10 menit).
- Murid mengamati 3 contoh kartu catatan masukan penonton yang dibagikan guru: Catatan A ('Gerak serempak kelompok sangat padu dan kompak'), Catatan B ('Peralihan gerak masih terburu-buru sehingga barisan sempat kurang rapi'), Catatan C ('Kerja sama kelompok sangat baik dalam menjaga keselarasan tempo tari') (10 menit).
- Murid bersama guru membahas bagaimana mengidentifikasi poin keberhasilan kerja sama dan poin perbaikan dari ketiga catatan penonton tersebut secara terbuka (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan edukatif menggembirakan 'Kotak Apresiasi Penonton': setiap murid mengambil 1 amplop berisi lembar masukan penonton dari simulasi peragaan tari tradisi kelompok (10 menit).
- Murid secara mandiri membaca masukan penonton pada lembar kerja dan menuliskan bentuk penghargaan atas pencapaian kerja sama kelompok yang dinilai positif oleh penonton (acuan kriteria: menyebutkan minimal 1 bukti keberhasilan kerja sama kelompok yang dipuji penonton, misal kekompakan formasi atau keserasian irama) (5 menit).
- Murid menuliskan respon penerimaan diri dan kelompok atas saran penonton sebagai wujud sikap menghargai masukan untuk peningkatan kerja sama berikutnya (acuan kriteria: memuat pernyataan menerima saran penonton tanpa menyalahkan anggota kelompok lain) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan secara bergiliran menunjukkan kartu bintang apresiasi diri sebagai tanda telah mampu menghargai keberhasilan kerja sama kelompoknya berdasarkan masukan penonton (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap sikap menghargai pencapaian diri dan kelompok yang ditunjukkan oleh murid berdasarkan umpan balik penonton (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menghargai keberhasilan kerja sama kelompok dengan selalu terbuka menerima masukan penonton (7 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk bersiap pada pendalaman materi refleksi di pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar masukan penonton dengan kalimat sederhana berpanduan kata kunci; murid yang sudah mahir diberikan lembar masukan penonton yang memuat ulasan kerja sama lebih rinci.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru melalui pertanyaan penuntun dalam mengidentifikasi keberhasilan kelompok; murid yang mandiri langsung menganalisis dan menghargai masukan penonton secara individual.
- Produk: Murid dapat menyatakan penghargaannya melalui tulisan kalimat refleksi terbimbing (rumpang) atau paragraf refleksi mandiri yang utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respon sikap menggunakan kartu respon (jempol/silang) terhadap 2 pernyataan: (1) 'Saran penonton tentang kekompakan kelompok perlu kita dengarkan dengan senang hati' (acuan kunci: Setuju/Jempol); (2) 'Kita tidak perlu peduli pada pendapat penonton saat menari bersama kelompok' (acuan kunci: Tidak Setuju/Silang).
Proses:- Formatif pada tahap Mengaplikasi menggunakan lembar analisis masukan penonton: murid menuliskan keberhasilan kerja sama kelompok berdasarkan 3 kartu masukan penonton (Kartu A: 'Kekompakan gerak serempak sangat rapi' -> acuan: murid mencatat keberhasilan kekompakan gerak; Kartu B: 'Transisi gerak terburu-buru' -> acuan: murid menerima saran perbaikan transisi gerak; Kartu C: 'Keselarasan tempo tari sangat baik' -> acuan: murid mencatat keberhasilan keselarasan tempo tari).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 kalimat pernyataan penghargaan atas pencapaian kelompoknya berdasarkan masukan penonton (Kriteria operasional: kalimat memuat ungkapan terima kasih atau rasa bangga atas masukan penonton mengenai kerja sama/kekompakan kelompok serta tekad untuk memperbaiki bagian yang disarankan penonton).
Formatif:- Asesmen proses melalui lembar refleksi 'Kotak Apresiasi Penonton' mengenai penghargaan atas pencapaian kerja sama kelompok berdasarkan masukan penonton
- Pengamatan sikap keterbukaan dalam menerima masukan penonton selama kegiatan pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai keberhasilan kerja sama kelompok berdasarkan masukan penonton | Belum mampu menyebutkan keberhasilan kerja sama kelompok maupun menerima saran perbaikan dari masukan penonton. | Mampu menyebutkan 1 keberhasilan kerja sama kelompok berdasarkan masukan penonton dengan bantuan panduan guru, namun belum menunjukkan penerimaan terhadap saran penonton. | Mampu menyebutkan minimal 2 keberhasilan kerja sama kelompok dan menerima saran perbaikan berdasarkan masukan penonton secara tepat sesuai acuan lembar kerja. | Mampu menyebutkan seluruh (3) keberhasilan kerja sama kelompok serta merumuskan sikap menghargai masukan penonton secara tepat, positif, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid telah menunjukkan sikap positif dan terbuka saat menerima kritik maupun pujian penonton terkait kerja sama kelompok?
- Bagaimana efektivitas kegiatan 'Kotak Apresiasi Penonton' dalam memfasilitasi murid menghargai pencapaian diri dan kelompoknya?
Murid:- Apa perasaanmu saat mengetahui penonton memuji kekompakan kelompok tarimu?
- Bagaimana caramu menghargai masukan penonton agar kerja sama kelompok tarimu bisa lebih baik lagi?
Pertemuan 17 — Menghargai Pencapaian Penguasaan Gerak dan Unsur Pendukung Tari Diri Sendiri Berdasarkan Pendapat Orang Lain — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta mengondisikan kelas agar tenang dan siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-17, yaitu menghargai pencapaian penguasaan gerak tari tradisi dan unsur pendukung tari (musik, properti, tata rias-busana) pada diri sendiri dengan mempertimbangkan catatan pendapat atau masukan orang lain (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan pemahaman dasar mengenai cara menyikapi pendapat orang lain terhadap penampilan tari diri sendiri: 'Jika seorang penonton mengatakan bahwa gerakan tanganmu sudah luwes namun ketukan langkah kakimu kadang mendahului musik, tindakan apa yang menunjukkan sikap menghargai pencapaian diri?' (acuan jawaban benar: menerima masukan dengan lapang dada, menyadari bagian yang sudah bagus sebagai keberhasilan diri, serta mencatat bagian ritme langkah kaki untuk diselaraskan kembali) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui telaah 2 kutipan catatan pendapat penonton mengenai peragaan tari tradisi, yakni Catatan A: 'Ragam gerak tangan dan ekspresi wajahmu sudah sangat mantap, tetapi properti selendang sempat terinjak saat bergerak' dan Catatan B: 'Iringan ketukan gendang berhasil kamu ikuti dengan tepat, riasan wajah rapi, namun rentang tangan pada gerak berimbang perlu diperlebar' (10 menit).
- Secara berkesadaran, murid bersama guru membedah cara mengelompokkan isi pendapat orang lain ke dalam dua bagian: aspek keberhasilan diri yang patut diapresiasi/dihargai dan aspek penguasaan unsur tari yang perlu ditingkatkan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang menggembirakan melalui aktivitas 'Kotak Suara Apresiasi', guru membagikan lembar berisi 3 catatan ulasan nyata/simulasi dari teman dan penonton tentang peragaan tari masing-masing: Catatan 1 (tentang ketepatan gerak kaki), Catatan 2 (tentang kesesuaian gerak dengan iringan tempo musik), dan Catatan 3 (tentang kelincahan menggunakan properti tari) (5 menit).
- Murid secara mandiri membaca ketiga catatan pendapat tersebut, lalu menuliskan pada Lembar Refleksi Diri 2 hal keberhasilan gerak diri yang mereka hargai dan 1 hal tentang unsur pendukung tari yang patut mereka syukuri perkembangannya berdasarkan masukan yang diterima (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan peran saling membacakan hasil penilaian diri masing-masing secara bergantian dengan kalimat apresiatif: 'Saya menghargai usaha saya karena berhasil menguasai gerak selang-seling, dan berdasarkan pendapatmu, saya tahu saya sudah semakin peka terhadap tempo musik' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk tenang dalam lingkaran refleksi, merenungkan perubahan rasa percaya diri mereka sebelum dan sesudah mempertimbangkan pendapat orang lain secara objektif (15 menit).
- Tiga orang perwakilan murid menyampaikan secara sukarela bagaimana pendapat teman membantu mereka menyadari kelebihan dan capaian penguasaan gerak serta unsur pendukung tari pada diri sendiri tanpa merasa rendah diri (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa menghargai diri sendiri bukan berarti merasa paling sempurna, melainkan mengenali kemajuan nyata yang sudah dicapai lewat bantuan pandangan orang lain (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup tanpa rangkuman akhir bab karena masih ada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar refleksi dengan kalimat panduan rumpang ('Berdasarkan pendapat orang lain, gerak tari yang berhasil saya lakukan dengan baik adalah ... dan saya merasa bangga karena ...'), sedangkan murid yang cepat diberikan lembar refleksi terbuka untuk menganalisis 3 catatan pendapat sekaligus.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru mengidentifikasi poin positif dari catatan pendapat orang lain, sementara murid yang telah mandiri langsung menganalisis dan merumuskan bentuk penghargaan diri secara tertulis.
- Produk: Ungkapan apresiasi diri dituangkan dalam bentuk daftar capaian diri tertulis minimal 2 poin penghargaan diri berdasarkan masukan orang lain.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika seorang penonton mengatakan bahwa gerakan tanganmu sudah luwes namun ketukan langkah kakimu kadang mendahului musik, tindakan apa yang menunjukkan sikap menghargai pencapaian diri?' (kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyebutkan sikap menerima masukan secara positif, mengakui kelebihan gerak tangan yang sudah luwes sebagai pencapaian, serta bertekad memperbaiki ketukan langkah kaki tanpa merasa putus asa).
Proses:- Pemeriksaan isian Lembar Refleksi Diri: Memeriksa apakah murid mengidentifikasi minimal 2 poin capaian keberhasilan gerak diri sendiri dan 1 poin penguasaan unsur pendukung tari (musik/properti/tata busana) berdasarkan catatan pendapat orang lain (kriteria penerimaan: pernyataan apresiasi diri relevan dengan masukan yang tertulis pada catatan, tidak menyangkal masukan, dan menunjukkan sikap menghargai usaha diri sendiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif akhir pertemuan melalui 1 pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan satu kalimat yang menunjukkan rasa bangga/menghargai dirimu sendiri setelah mendengar masukan orang lain tentang penguasaan gerak dan unsur pendukung tarimu!' (kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat pengakuan atas usaha/keberhasilan diri sendiri dalam gerak atau unsur pendukung tari serta menyebutkan keterkaitannya dengan pendapat/masukan orang lain).
Formatif:- Penilaian diri tertulis menggunakan Lembar Refleksi Diri mengenai penguasaan gerak tari dan unsur pendukung berdasarkan catatan pendapat orang lain
- Catatan observasi guru terhadap sikap murid dalam menerima dan menanggapi catatan pendapat orang lain secara positif
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai hasil pencapaian penguasaan gerak dan unsur pendukung tari diri sendiri berdasarkan pendapat orang lain | Belum mampu mengenali pencapaian diri sendiri dari pendapat orang lain dan cenderung menolak atau mengabaikan masukan yang diberikan. | Mampu mengidentifikasi 1 capaian penguasaan gerak atau unsur pendukung tari diri sendiri berdasarkan pendapat orang lain, namun masih membutuhkan bimbingan guru untuk mengungkapkan rasa penghargaan/apresiasi terhadap diri sendiri. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 capaian penguasaan gerak dan 1 unsur pendukung tari pada diri sendiri serta mengungkapkan penghargaan terhadap pencapaian diri tersebut dengan mempertimbangkan pendapat orang lain secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi seluruh capaian penguasaan gerak dan unsur pendukung tari pada diri sendiri secara mendalam, mengungkapkan rasa bangga dan penghargaan atas usaha diri sendiri, serta merumuskan tindak lanjut pengembangan diri secara konsisten berdasarkan pendapat orang lain. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid menunjukkan sikap terbuka dan tidak berkecil hati saat membaca pendapat orang lain mengenai tarian mereka?
- Apakah aktivitas refleksi berpasangan efektif membantu murid mengenali dan menghargai potensi serta kemajuan gerak dirinya sendiri?
Murid:- Pencapaian apa dalam menari tradisi yang paling membuatmu bangga setelah mendengar masukan dari teman atau penonton?
- Bagaimana pendapat orang lain membantumu melihat kelebihan yang sebelumnya tidak kamu sadari pada dirimu?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.2.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
- TP 5.2.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
- TP 5.2.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
- TP 5.2.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
- TP 5.2.5 Merangkai gerak tari yang berpijak pada tradisi dengan menerapkan desain kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran 28 murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 yang terdiri dari 3 bagian: Tes Tertulis Individual (35 menit), Unjuk Kerja Peragaan Kelompok (45 menit), dan Refleksi Penilaian Diri Berdasarkan Pendapat Teman (15 menit) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak petunjuk pengerjaan lembar tes tertulis serentak yang memuat 4 butir soal tentang pengamatan bentuk gerak ekspresif dan identifikasi jenis serta fungsi unsur pendukung tari (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan tes tertulis individual secara serentak dan mandiri selama 35 menit, menjawab 4 soal berikut: (1) Sebutkan bentuk ekspresi gerak tari tradisi berdasarkan tempo lambat dan cepat (kunci: lambat mengekspresikan ketenangan/kelembutan, cepat mengekspresikan kegembiraan/semangat); (2) Identifikasi 2 jenis iringan musik tari tradisi beserta contohnya (kunci: musik internal contoh tepukan tangan/hentakan kaki/nyanyian penari, musik eksternal contoh gamelan/gendang/rekaman audio); (3) Identifikasi fungsi properti selendang/sampur dalam gerak tari tradisi (kunci: memperjelas karakter gerak, memperluas jangkauan ruang gerak, atau memperkuat estetika visual); (4) Identifikasi fungsi tata rias dan busana dalam penyajian tari tradisi (kunci: memperjelas karakter tokoh/peran dan menegaskan identitas asal kedaerahan tari) (35 menit).
- Secara bergiliran, 5 kelompok (masing-masing 5-6 murid) menampilkan unjuk kerja peragaan rangkaian gerak tari tradisi yang menerapkan desain kelompok (serempak/unison, berimbang/balance, atau selang-seling/alternate) dengan menggunakan unsur pendukung tari (iringan musik dan properti seperti selendang/kipas/piring), masing-masing kelompok tampil selama 9 menit termasuk persiapan dan transisi, sementara guru menilai peragaan gerak, penerapan desain kelompok, dan peran aktif kerja sama kelompok menggunakan rubrik unjuk kerja (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Seluruh murid secara serentak mengisi lembar refleksi apresiasi diri tertulis dengan menjawab panduan refleksi: (a) menyebutkan 1 kelebihan gerak tari diri sendiri saat tampil kelompok, (b) menuliskan 1 masukan/pendapat yang diterima dari teman sekelompok mengenai penguasaan gerak atau kekompakan, dan (c) menyatakan sikap menghargai pencapaian diri dan rencana tindak lanjut perbaikan berdasarkan masukan teman tersebut (12 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar tes tertulis dan lembar refleksi penilaian diri, memberikan apresiasi atas kedisiplinan serta ketertiban murid selama menjalani rangkaian asesmen sumatif, dan merangkum perjalanan belajar Bab 2 tentang desain kelompok dalam tari tradisi (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada perbedaan cakupan soal tertulis maupun tuntutan peragaan tari tradisi antarmurid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk soal tes tertulis bagi murid yang memerlukan penyesuaian visual atau kecepatan membaca tanpa mengubah isi soal dan kunci jawaban.
- Produk: Format lembar jawaban tertulis menyediakan ruang tulis bergaris lebar untuk memudahkan penulisan jawaban tanpa mengubah standar penilaian.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi unjuk kerja kelompok, tes tertulis serentak, dan penilaian diri/antar-teman: Rangkaian gerak tari tradisi berdesain kelompok dengan unsur pendukung tari, lembar jawaban identifikasi dan pengamatan tari tradisi, serta lembar refleksi apresiasi diri berdasarkan masukan teman
- tes tertulis serentak: Lembar tes tertulis serentak berisi hasil pengamatan bentuk gerak ekspresif serta identifikasi jenis dan fungsi unsur pendukung tari dalam tari tradisi (dikerjakan bersamaan oleh seluruh 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja kelompok: Peragaan susunan rangkaian gerak tari tradisi yang menerapkan desain kelompok (serempak/berimbang/selang-seling) dan menggunakan unsur pendukung tari secara aktif dan kompak (5 kelompok @ 5-6 murid tampil bergiliran, masing-masing 10 menit termasuk persiapan dan transisi) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penataan dan peragaan tari kelompok)
- penilaian diri dan antar-teman serentak: Lembar refleksi apresiasi diri tertulis mengenai pencapaian penampilan gerak tari sendiri dengan mempertimbangkan tanggapan atau masukan dari teman sekelompok (diisi serentak oleh seluruh murid) (20 menit; individual; instrumen: lembar refleksi penilaian diri dan antar-teman)
Sumatif:- Asesmen kombinasi unjuk kerja kelompok, tes tertulis serentak, dan penilaian diri/antar-teman: Rangkaian gerak tari tradisi berdesain kelompok dengan unsur pendukung tari, lembar jawaban identifikasi dan pengamatan tari tradisi, serta lembar refleksi apresiasi diri berdasarkan masukan teman
- tes tertulis serentak: Lembar tes tertulis serentak berisi hasil pengamatan bentuk gerak ekspresif serta identifikasi jenis dan fungsi unsur pendukung tari dalam tari tradisi (dikerjakan bersamaan oleh seluruh 28 murid) (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
- unjuk kerja kelompok: Peragaan susunan rangkaian gerak tari tradisi yang menerapkan desain kelompok (serempak/berimbang/selang-seling) dan menggunakan unsur pendukung tari secara aktif dan kompak (5 kelompok @ 5-6 murid tampil bergiliran, masing-masing 10 menit termasuk persiapan dan transisi) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penataan dan peragaan tari kelompok)
- penilaian diri dan antar-teman serentak: Lembar refleksi apresiasi diri tertulis mengenai pencapaian penampilan gerak tari sendiri dengan mempertimbangkan tanggapan atau masukan dari teman sekelompok (diisi serentak oleh seluruh murid) (20 menit; individual; instrumen: lembar refleksi penilaian diri dan antar-teman)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Tes Tertulis: Bentuk Gerak Tari dan Unsur Pendukung Tari (TP 5.2.1, TP 5.2.2) | Menjawab benar maksimal 1 dari 4 butir soal tes tertulis (daftar acuan kunci: 1. ekspresi gerak lambat=tenang/lembut, cepat=semangat/gembira; 2. jenis iringan internal=tubuh penari & eksternal=alat musik/rekaman; 3. fungsi properti=memperjelas gerak/estetika; 4. fungsi rias-busana=mempertegas karakter/identitas daerah). | Menjawab benar tepat 2 dari 4 butir soal tes tertulis sesuai daftar acuan kunci jawaban. | Menjawab benar tepat 3 dari 4 butir soal tes tertulis sesuai daftar acuan kunci jawaban. | Menjawab benar seluruh 4 butir soal tes tertulis secara tepat dan lengkap sesuai daftar acuan kunci jawaban. | | Peragaan Tari Berdesain Kelompok dan Berunsur Pendukung (TP 5.2.4, TP 5.2.5) | Memeragakan rangkaian gerak tari tradisi tanpa menerapkan salah satu dari 3 desain kelompok (serempak, berimbang, selang-seling) dan pasif dalam kelompok tanpa menggunakan properti tari. | Memeragakan gerak tari tradisi dengan menerapkan 1 desain kelompok (serempak/berimbang/selang-seling) namun penggunaan unsur pendukung (musik/properti) belum selaras dan peran aktif kelompok masih terbatas. | Memeragakan gerak tari tradisi dengan menerapkan minimal 2 desain kelompok (serempak, berimbang, atau selang-seling) secara runtut, selaras dengan iringan musik dan properti, serta menunjukkan peran aktif dan kerja sama dalam kelompok. | Memeragakan gerak tari tradisi dengan menerapkan seluruh 3 desain kelompok (serempak, berimbang, dan selang-seling) secara utuh, harmonis dengan iringan musik dan properti, serta menunjukkan kerja sama yang sangat kompak dan aktif sepanjang peragaan. | | Menghargai Pencapaian Diri Berdasarkan Pendapat Teman (TP 5.2.3) | Lembar refleksi hanya terisi 1 bagian atau belum mencantumkan pendapat teman mengenai penampilan gerak tari dirinya. | Mengisi lembar refleksi dengan menyebutkan kelebihan diri dan mencatat masukan dari teman, namun belum menuliskan sikap menghargai pencapaian diri. | Mengisi lembar refleksi secara lengkap memuat pencapaian kekuatan gerak diri, mencatat masukan dari teman sekelompok secara objektif, dan menyatakan penghargaan terhadap usaha diri sendiri. | Mengisi lembar refleksi secara lengkap dan mendalam memuat pencapaian gerak diri, menguraikan masukan teman sekelompok secara objektif, menyatakan penghargaan atas capaian diri, serta merumuskan rencana tindak lanjut perbaikan gerak secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk ketiga bentuk asesmen sumatif (tertulis, peragaan, dan refleksi diri) terlaksana secara tertib dan proporsional?
- Bagaimana capaian murid dalam memadukan desain kelompok dan unsur pendukung tari tradisi pada unjuk kerja kelompok?
Murid:- Bagian mana dari peragaan tari tradisi berkelompok yang paling memuaskan bagi diriku?
- Bagaimana masukan dari teman sekelompok membantuku memahami kelebihan dan hal yang perlu kuperbaiki dalam menari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Video rekaman pertunjukan tari tradisi kelompok (Tari Saman dari Aceh atau Tari Piring dari Minangkabau)
- Layar proyektor/LCD, laptop, dan pelantang suara (speaker)
- Lembar Kerja Pengamatan Gerak Tari Kelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek)
- Video pertunjukan Tari Piring (Sumatra Barat)
- Video pertunjukan Tari Kipas Pakarena (Sulawesi Selatan)
- Video pertunjukan Tari Payung (Sumatra Barat)
- Video pertunjukan Tari Jaran Kepang (Jawa Tengah)
- Proyektor/LCD, laptop, dan speaker pengeras suara
- Lembar Observasi Properti Tari
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Video rekaman Tari Jaran Kepang dan Tari Merak (media audio-visual)
- Set kartu gambar tata rias busana tari tradisi dan pengeras suara untuk rekaman musik tradisi
- Lembar Pengamatan Detektif Tari
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2021/Edisi Revisi)
- Audio cuplikan musik tari tradisi (Tari Saman, Tari Kecak, Tari Gambyong, Tari Jaipong)
- Set kartu deskripsi iringan musik tari tradisi (6 kartu)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek.
- Video cuplikan ragam gerak Tari Piring, Tari Kipas Pakarena, Tari Payung, dan Tari Jaipong/Remo.
- Perangkat kartu gambar tari, kartu properti (piring, kipas, payung, selendang), dan kartu pengalih (buku, bola).
- Lembar Aktivitas Identifikasi Properti Tari Tradisi.
- Gambar/foto dokumentasi Tari Topeng Kelana, Tari Gambyong, Tari Jaipong, dan Tari Cakalele
- Media kartu rincian tata rias dan busana beserta Lembar Identifikasi Kelompok
- Proyektor dan layar LCD untuk penayangan gambar tari tradisi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi 2024), Kemendikbudristek
- Bagan ilustrasi 3 ragam gerak dasar tari tradisi (Ragam A, Ragam B, Ragam C)
- Lembar kerja skema perangkaian gerak tari tradisi kelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2024), Bab 2 Halaman 88-102
- Bagan/kartu visual skema posisi tari berimbang (balance)
- Ruang kelas/aula tari yang aman dan leluasa
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 2: Desain Kelompok dalam Tari Tradisi
- Bagan/kartu visual contoh desain kelompok selang-seling (alternate)
- Ruang kelas/aula tari yang leluasa untuk aktivitas eksplorasi gerak kelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V
- Lembar bagan skema alur rancangan gerak kelompok
- Audio ketukan/musik ritmis tari tradisi sederhana
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi).
- Instrumen musik perkusi ritmis (rebana/kendang kecil) atau pemutar audio untuk iringan musik tari tradisi.
- Rekaman audio iringan musik tari tradisi beritme 4/4 ketukan sedang.
- Ruang kelas/aula yang lapang dan aman untuk aktivitas gerak tari.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Properti tari tradisi: selendang/sampur tari (sejumlah murid).
- Ruang kelas/aula yang memadai untuk peragaan gerak tari kelompok.
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V (Kemendikbudristek)
- Rekaman audio musik pengiring tari tradisi daerah
- Area ruang kelas/aula terbuka untuk latihan kelompok
- Instrumen perkusi sederhana (rebana/kendang/kecrek) untuk pemberi tanda ketukan
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V Kurikulum Merdeka
- Rekaman audio iringan musik tari tradisi
- Perlengkapan properti tari (selendang/sampur)
- Ruang tari / aula kelas yang leluasa untuk peragaan kelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021/2023 revisi)
- Lembar 'Kotak Apresiasi Bintang' (kartu umpan balik teman sebaya)
- Lembar Refleksi Diri 'Penghargaan Diri Berdasarkan Pendapat Teman'
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021/2023)
- Kartu masukan penonton simulasi tari tradisi
- Lembar kerja refleksi apresiasi penonton
- Kartu emotikon jempol dan silang untuk diagnostik
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD Kelas V (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
- Lembar catatan umpan balik/ulasan peragaan tari dari teman dan penonton
- Lembar Kerja/Refleksi Diri 'Kotak Suara Apresiasi'
- Lembar Soal Asesmen Tertulis Sumatif Bab 2
- Lembar Instrumen Rubrik Pengamatan Unjuk Kerja Tari Berkelompok
- Lembar Refleksi Penilaian Diri dan Antar-Teman
- Alat pemutar audio/musik iringan tari tradisi dan properti tari (selendang/sampur/kipas)
|