Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 5: Menghargai Ciri Khas dan Keunikan Gerak Tari Tradisi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 5 dengan topik "Menghargai Ciri Khas dan Keunikan Gerak Tari Tradisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 5: Menghargai Ciri Khas dan Keunikan Gerak Tari Tradisi

Seni Tari - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menghargai Ciri Khas dan Keunikan Gerak Tari Tradisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenghargai Ciri Khas dan Keunikan Gerak Tari Tradisi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan video dan diskusi, murid dapat mengidentifikasi minimal 2 ciri khas gerak tari tradisi dari daerah yang berbeda dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan presentasi dan tanya jawab, murid dapat menjelaskan keunikan gerak tari tradisi sebagai identitas budaya suatu daerah dengan kalimat sendiri.
  3. Melalui refleksi tertulis, murid dapat mengungkapkan sikap menghargai keberagaman gerak tari tradisi dari berbagai daerah di Indonesia dengan alasan yang logis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat tari dari daerah yang berbeda? Apa yang membuat gerakannya terasa berbeda satu sama lain?
  2. Mengapa setiap daerah di Indonesia memiliki tari tradisi yang berbeda-beda, dan apa pentingnya kita menjaga keunikan tersebut?
  3. Bagaimana caramu menunjukkan rasa bangga dan hormat terhadap tari tradisi daerah lain yang berbeda dari daerahmu sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran dan memastikan murid siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan 3 gambar tari tradisi dari daerah berbeda (misalnya Tari Saman, Tari Pendet, Tari Tor-Tor) dan meminta murid menuliskan di kertas kecil: (1) nama tari yang diketahui, dan (2) satu kata yang menggambarkan gerakannya. Kertas dikumpulkan untuk dipetakan pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan topik, tujuan pembelajaran, dan alur kegiatan hari ini secara singkat.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk memancing rasa ingin tahu murid dan meminta 2–3 murid berbagi pendapat.
  • Alokasi: ± 10 menit.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan 2 klip video pendek (masing-masing 1–2 menit) tari tradisi dari daerah berbeda, misalnya Tari Saman (Aceh) dan Tari Pendet (Bali). Murid diminta menonton dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian (berkesadaran).
  • Setelah menonton, guru membagikan Lembar Pengamatan sederhana. Murid mengisi: nama tari, asal daerah, ciri khas gerakan yang terlihat (misalnya: cepat/lambat, menggunakan tangan/kaki/seluruh tubuh, ekspresi wajah), dan pendukung tari yang tampak (kostum, musik).
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Apa perbedaan paling mencolok antara dua tari tadi?' Murid menyampaikan temuan dari lembar pengamatan. Guru menuliskan kata kunci di papan tulis.
  • Guru menjelaskan konsep ciri khas dan keunikan gerak tari tradisi: bahwa setiap tari lahir dari nilai, adat, dan lingkungan budaya daerahnya sehingga menjadi identitas yang patut dihargai (bermakna).
  • Alokasi: ± 15 menit.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat kartu informasi singkat tentang satu tari tradisi dari daerah berbeda (misalnya Tari Jaipong, Tari Piring, Tari Cakalele, Tari Gandrung, Tari Kecak) beserta gambar pendukung.
  • Tugas kelompok: mendiskusikan dan menuliskan di selembar kertas (a) ciri khas gerak tari pada kartu mereka, (b) mengapa gerakan itu unik dan berbeda dari tari daerah lain, dan (c) bagaimana sikap kita seharusnya terhadap tari dari daerah tersebut (menggembirakan: suasana diskusi santai dan kolaboratif).
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dalam waktu 2 menit. Kelompok lain menyimak dan boleh memberikan satu komentar atau pertanyaan singkat setelah presentasi (bermakna: menghubungkan dengan pengetahuan nyata tentang keberagaman budaya Indonesia).
  • Guru memberikan umpan balik singkat dan memperkuat pemahaman: menegaskan bahwa menghargai tari tradisi daerah lain adalah wujud nyata sikap menghormati keberagaman sebagai sesama warga Indonesia.
  • Alokasi: ± 25 menit.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru membagikan lembar refleksi singkat berisi 2 pertanyaan: (1) 'Sebutkan satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang tari tradisi dari daerah lain.' (2) 'Tuliskan satu alasan mengapa kamu merasa penting untuk menghargai keunikan tari tradisi daerah lain.'
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri dan penuh kesadaran (berkesadaran) selama ± 5 menit.
  • Guru meminta 2–3 murid membacakan refleksinya dan merespons dengan apresiasi hangat, menghubungkan jawaban murid dengan nilai keberagaman dan persatuan (bermakna).
  • Alokasi: ± 10 menit.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa itu ciri khas gerak tari tradisi, mengapa setiap daerah memiliki keunikannya masing-masing, dan bagaimana sikap menghargainya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengerjakan 2 soal singkat secara mandiri — (1) sebutkan 2 ciri khas gerak salah satu tari tradisi yang dipelajari hari ini, dan (2) tuliskan satu bentuk sikap menghargai tari tradisi daerah lain yang bisa kamu lakukan.
  • Guru memberikan tindak lanjut: meminta murid mengamati atau mencari tahu satu tari tradisi dari daerah yang belum pernah mereka pelajari di rumah, untuk dibagikan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan terima kasih atas partisipasi murid dan salam penutup.
  • Alokasi: ± 10 menit.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah banyak tahu tentang tari tradisi mendapat kartu informasi dengan tari yang kurang populer dan lebih menantang (misalnya Tari Legong atau Tari Maengket). Murid yang belum banyak tahu mendapat kartu dengan tari yang lebih dikenal (misalnya Tari Saman atau Tari Pendet) beserta panduan pertanyaan yang lebih terstruktur.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengisi lembar pengamatan dengan format tabel yang sudah disediakan kolom isian. Murid yang sudah mandiri dapat mengembangkan pengamatannya dalam bentuk paragraf atau peta pikiran sederhana.
  • Produk: Murid yang cepat menyelesaikan tugas kelompok dapat membuat perbandingan singkat antara dua tari tradisi dalam bentuk tabel perbandingan. Murid yang memerlukan lebih banyak waktu cukup menyelesaikan satu tari tradisi dengan panduan pertanyaan yang diberikan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3 gambar tari tradisi dan meminta murid menuliskan di kertas kecil: nama tari yang diketahui dan satu kata yang menggambarkan gerakannya. Hasil digunakan guru untuk memetakan pengetahuan awal dan mengatur kelompok diskusi.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi ciri khas gerak dan mengungkapkan sikap menghargai.
  • Cek lembar pengamatan yang diisi murid saat menonton video: ketepatan identifikasi ciri khas gerak dan unsur pendukung tari.
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian ciri khas dan keunikan tari tradisi, serta argumen menghargai keberagaman.

Akhir:

  • Murid mengerjakan 2 soal uraian singkat secara mandiri: (1) sebutkan 2 ciri khas gerak tari tradisi yang dipelajari hari ini, dan (2) tuliskan satu bentuk sikap menghargai tari tradisi daerah lain yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Lembar refleksi tertulis dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik.

Formatif:

  • Pengamatan proses: guru mengamati keaktifan murid saat menonton video, mengisi lembar pengamatan, dan berdiskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Unjuk kerja presentasi kelompok: dinilai dari kemampuan murid menjelaskan ciri khas dan keunikan gerak tari tradisi serta mengungkapkan sikap menghargai.
  • Lembar refleksi tertulis: dinilai dari kedalaman dan kejujuran refleksi murid tentang apa yang dipelajari dan sikap menghargai.

Sumatif:

  • Soal uraian singkat di akhir pertemuan: murid menyebutkan 2 ciri khas gerak tari tradisi tertentu dan menuliskan satu bentuk sikap menghargai tari tradisi daerah lain.
  • Penilaian lembar pengamatan dan refleksi menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi ciri khas gerak tari tradisiMurid belum mampu menyebutkan ciri khas gerak tari tradisi meskipun sudah mengamati video dan mendapat informasi.Murid dapat menyebutkan 1 ciri khas gerak tari tradisi secara umum, namun belum spesifik pada tari tertentu.Murid dapat menyebutkan 2 ciri khas gerak tari tradisi dari daerah tertentu dengan tepat.Murid dapat menyebutkan lebih dari 2 ciri khas gerak tari tradisi dari daerah tertentu dengan tepat dan memberikan penjelasan mengapa ciri tersebut khas untuk daerah itu.
Menjelaskan keunikan gerak tari tradisi sebagai identitas budaya daerahMurid belum mampu menjelaskan keunikan gerak tari tradisi sebagai identitas daerah.Murid dapat menyebutkan bahwa tari tradisi berbeda-beda antar daerah, namun belum mampu menjelaskan alasannya.Murid dapat menjelaskan keunikan gerak tari tradisi sebagai identitas daerah dengan kalimat sendiri dan alasan yang cukup.Murid dapat menjelaskan secara rinci keunikan gerak tari tradisi sebagai identitas daerah, menghubungkannya dengan nilai budaya dan konteks masyarakat setempat.
Menghargai keberagaman tari tradisiMurid belum menunjukkan sikap menghargai tari tradisi daerah lain, baik dalam diskusi maupun tulisan.Murid menunjukkan sikap menghargai secara lisan atau tulisan, namun tanpa disertai alasan yang jelas.Murid menunjukkan sikap menghargai tari tradisi daerah lain dengan menyertakan alasan yang logis dalam diskusi atau tulisan.Murid secara konsisten menunjukkan sikap menghargai tari tradisi daerah lain dengan alasan yang kuat dan mampu menginspirasi teman untuk turut menghargai keberagaman.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi.Murid berpartisipasi sesekali dalam diskusi kelompok namun kontribusinya masih terbatas.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman.Murid sangat aktif berpartisipasi, memimpin atau mendorong diskusi kelompok, menghargai pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengidentifikasi ciri khas gerak tari tradisi setelah mengamati video dan berdiskusi? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok sudah berjalan efektif dan semua murid terlibat aktif? Bagaimana cara saya mendorong murid yang kurang aktif?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan pemikiran kritis murid?
  • Bagaimana saya dapat memperkuat sikap menghargai keberagaman tari tradisi pada pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang tari tradisi dari daerah yang berbeda?
  • Mengapa kamu merasa penting untuk menghargai tari tradisi dari daerah lain, meskipun berbeda dengan tari daerahmu sendiri?
  • Satu sikap atau tindakan apa yang akan kamu lakukan untuk menunjukkan rasa menghargai terhadap tari tradisi daerah lain?

SUMBER BELAJAR

  1. Video klip tari tradisi: Tari Saman (Aceh), Tari Pendet (Bali), Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Piring (Sumatera Barat), Tari Tor-Tor (Sumatera Utara) — dapat diunduh dari YouTube atau platform edukasi resmi.
  2. Gambar/foto tari tradisi dari berbagai daerah untuk kegiatan asesmen awal.
  3. Kartu informasi tari tradisi (dibuat guru): berisi nama tari, asal daerah, deskripsi singkat ciri khas gerak, dan gambar pendukung.
  4. Lembar Pengamatan dan Lembar Refleksi (dibuat guru).
  5. Buku Siswa Seni Tari Kelas 5 SD — Kurikulum Merdeka.
  6. Buku Panduan Guru Seni Tari Kelas 5 SD — Kurikulum Merdeka.
  7. Proyektor atau layar untuk menampilkan video.
  8. Papan tulis dan spidol untuk mencatat kata kunci hasil diskusi.
  9. Kertas HVS dan alat tulis untuk kegiatan menulis refleksi dan soal akhir.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.