MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 1 — Keragaman Bentuk Tari Tradisi dan Unsur Pendukungnya INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Keragaman Bentuk Tari Tradisi dan Unsur Pendukungnya |
|---|
| Alokasi Waktu | 54 JP (54 x 35 menit = 1890 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.1.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
- TP 5.1.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
- TP 5.1.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
- TP 5.1.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat tarian yang ditarikan khusus saat upacara adat atau keagamaan?
- Benda atau perlengkapan apa saja yang dibawa penari saat membawakan tarian upacara tersebut?
- Pernahkah kalian melihat tari tradisional yang ditarikan bersama-sama secara santai dan ceria oleh masyarakat di suatu pesta atau festival?
- Unsur pendukung apa saja (seperti selendang, musik, atau pakaian) yang membuat tari pergaulan rakyat tampak ramai, akrab, dan gembira?
- Pernahkah kalian melihat tarian yang ditarikan di lingkungan keraton atau istana raja?
- Apa perbedaan pakaian, riasan, dan gerak penari istana dibandingkan dengan tari rakyat biasa?
- Bagaimana raut wajah dan tatapan penari ketika menggunakan properti seperti topeng atau selendang?
- Bagaimana unsur pendukung tari membantu penari memperlihatkan perasaan gembira atau gagah?
- Dari manakah suara atau bunyi iringan sebuah tarian dapat dihasilkan?
- Apa perbedaan antara suara musik yang berasal dari tubuh penari sendiri dengan musik yang dimainkan dari alat musik di luar penari?
- Benda apa saja yang biasa dipegang atau dipakai penari saat membawakan tari tradisi?
- Mengapa penari tradisi membawa benda-benda seperti selendang, piring, atau tameng saat menari?
- Mengapa wajah penari tradisi dirias secara khusus dan berbeda dari riasan wajah sehari-hari?
- Bagaimana garis dan warna pada riasan wajah dapat membantu kita mengenali watak tokoh dalam tarian?
- Mengapa penari tradisi mengenakan pakaian dan hiasan yang berbeda-beda di setiap tarian?
- Apa saja perlengkapan atau aksesori pakaian yang biasanya dipakai di kepala, badan, atau kaki penari tradisi?
- Apa sajakah unsur pendukung yang membuat sebuah pertunjukan tari tradisi terlihat utuh dan selaras?
- Bagaimana hubungan antara iringan musik, properti, tata rias, dan tata busana dalam satu karya tari tradisi?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman memberikan saran atau koreksi terhadap hasil kerjamu?
- Mengapa kita perlu mendengarkan pendapat teman untuk menyempurnakan identifikasi musik dan properti tari yang kita lakukan?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman memberikan saran terhadap hasil identifikasi tata rias dan busana tari yang kamu buat?
- Mengapa pendapat teman dapat membantu kita menghargai dan menyempurnakan hasil kerja diri sendiri?
- Bagaimana perasaanmu saat teman atau guru memberikan saran terhadap hasil identifikasi unsur tari yang telah kamu buat?
- Mengapa kita perlu mendengarkan masukan orang lain sebelum memutuskan hal baik yang sudah kita capai dalam belajar tari tradisi?
- Bagaimana ketukan musik iringan membantu kita meragakan gerak tari tradisi secara serempak bersama kelompok?
- Apa yang terjadi pada peragaan tari kelompok jika salah satu anggota bergerak tidak selaras dengan ketukan musik?
- Bagaimana cara memegang dan menggerakkan properti piring/selendang agar selaras dengan langkah kaki saat menari bersama teman?
- Apa yang terjadi jika ada anggota kelompok yang tidak kompak memegang properti saat meragakan rangkaian gerak tari tradisi?
- Bagaimana ketukan musik iringan membantu kelompok kita bergerak serempak?
- Mengapa memakai busana latihan (seperti selendang/sampur) membuat peragaan gerak tari tradisi terasa lebih mantap saat ditarikan bersama kelompok?
- Bagaimana rasa dan suasana tarian ketika gerak, musik, properti, rias, dan busana dipadukan secara utuh bersama kelompok?
- Apa yang perlu kita lakukan dalam kelompok agar seluruh rangkaian gerak dan unsur pendukung tari dapat terpadu dengan kompak?
- Bagaimana perasaanmu saat memperagakan rangkaian gerak tari tradisi bersama kelompok menggunakan unsur pendukung?
- Mengapa kita perlu mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat teman terhadap hasil peragaan tari kelompok kita?
- Bagaimana unsur pendukung seperti musik dan properti membantu kita mengekspresikan karakter dalam tari tradisi?
- Mengapa kerja sama dan saling menghargai pendapat sangat penting saat meragakan tari tradisi secara berkelompok?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Bentuk Tari Tradisi Upacara dan Penggunaan Unsur Pendukungnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati bentuk tari tradisi upacara dan mencermati penggunaan unsur pendukung tari (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu gambar tari tradisi: (1) Tari Pendet (Bali - upacara), (2) Tari Jaipong (Jawa Barat - pergaulan), dan (3) Tari Saman (Aceh - hiburan/keagamaan). Guru meminta murid menunjukkan gambar tarian yang berfungsi sebagai sarana upacara ritual/keagamaan (acuan benar: Tari Pendet) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video atau panduan gambar dokumentasi Tari Pendet dan Tari Sanghyang Dedari sebagai contoh bentuk tari tradisi upacara adat/keagamaan (10 menit).
- Guru memandu murid mencermati ciri bentuk tari tradisi upacara (sakral, terikat tempat/waktu adat) serta unsur pendukung tari yang tampak jelas (properti mangkuk/bokor bunga, iringan gamelan, busana adat persembahan) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan kuis interaktif 'Tebak Unsur Tari Upacara' di mana murid mencocokkan kartu nama unsur pendukung dengan gambar bagian tari upacara yang ditampilkan guru di papan (15 menit).
- Murid menerima Lembar Pengamatan berisi video/cuplikan gambar Tari Upacara Tradisi (Tari Seblang Banyuwangi dan Tari Pendet Bali) (10 menit).
- Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatan pada Lembar Pengamatan untuk 4 unsur pendukung tari yang tampak pada tarian tersebut: (1) jenis properti, (2) jenis iringan musik, (3) ciri tata busana, dan (4) ciri tata rias (acuan: Tabel Pengamatan Tari Upacara) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil catatannya berdasarkan panduan kunci unsur pengamatan tari tradisi upacara yang ditampilkan guru di layar (10 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana unsur pendukung tari (seperti bokor bunga atau sesaji) mengekspresikan suasana khidmat dan sakral dalam tari tradisi upacara (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat: murid menyebutkan 2 unsur pendukung tari yang digunakan pada Tari Pendet berdasarkan hasil pengamatan tadi (acuan benar: bokor/cawan berisi bunga tabur dan iringan gamelan/kebyar) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengamatan murid serta menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan lembar panduan bergambar dengan label penunjuk unsur pendukung tari yang jelas; bagi murid yang cepat disediakan cuplikan tambahan tari upacara daerah lain (Tari Tari Tor-Tor Sipitu Cawan).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan pertanyaan terarah saat mencermati video, sedangkan murid yang sudah mahir mengamati secara mandiri.
- Produk: Hasil pengamatan dapat dituliskan dalam bentuk tabel centang rincian unsur pendukung atau uraian deskripsi singkat sesuai tingkat kemandirian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: Menunjukkan gambar tari upacara sakral dari 3 opsi kartu gambar: (1) Tari Pendet (Bali - upacara), (2) Tari Jaipong (Jawa Barat - pergaulan), (3) Tari Saman (Aceh - hiburan). Acuan jawaban benar: Tari Pendet (Bali).
Proses:- Lembar Pengamatan Bentuk Tari Tradisi Upacara (Tari Pendet). Acuan pengamatan 4 unsur pendukung: (1) Properti: bokor perak/kuningan berisi bunga tabur; (2) Iringan musik: gamelan gong kebyar (eksternal); (3) Busana: kain prada, tapih, sabuk lilit, selendang songket; (4) Tata rias: rias cantik berkarakter anggun dengan hiasan bunga kamboja/mawar di sanggul.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menyebutkan 2 unsur pendukung yang tampak pada pengamatan Tari Pendet. Acuan jawaban benar: bokor/cawan bunga dan gamelan/kain prada/rias bunga kamboja.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi gambar tari tradisi upacara di antara 3 gambar tari.
- Asesmen proses: observasi pengisian Lembar Pengamatan terhadap 4 unsur pendukung tari upacara (properti, iringan musik, busana, tata rias).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan Unsur Pendukung Tari Tradisi Upacara | Mengamati dan mengidentifikasi 1 dari 4 unsur pendukung tari tradisi upacara dengan tepat berdasarkan acuan. | Mengamati dan mengidentifikasi 2 dari 4 unsur pendukung tari tradisi upacara dengan tepat berdasarkan acuan. | Mengamati dan mengidentifikasi 3 dari 4 unsur pendukung tari tradisi upacara dengan tepat berdasarkan acuan secara mandiri. | Mengamati dan mengidentifikasi seluruh 4 unsur pendukung tari tradisi upacara (properti, musik iringan, tata busana, tata rias) secara tepat dan lengkap sesuai acuan pengamatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media tayangan video/gambar tari upacara membantu murid mengenali bentuk dan unsur pendukung tari tradisi dengan jelas?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kuis interaktif tebak unsur tari?
Murid:- Unsur pendukung tari upacara apa yang paling menarik perhatianmu saat mengamati tadi?
- Bagian mana dari kegiatan pengamatan hari ini yang paling kamu sukai?
Pertemuan 2 — Mengamati Bentuk Tari Tradisi Pergaulan Rakyat dan Unsur Pendukungnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan kehadiran murid di kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat dengan menampilkan 2 gambar tari (Tari Jaipong/tari pergaulan rakyat dan Tari Bedhaya/tari klasik istana), lalu meminta murid menunjuk mana yang merupakan tari pergaulan rakyat beserta 1 ciri tampak suasananya (acuan: Tari Jaipong = pergaulan rakyat, ciri suasana riang/santai/akrab) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati bentuk tari tradisi pergaulan rakyat (fokus pada Tari Jaipong dan Tari Poco-Poco/Tari Sajojo) serta mengamati unsur pendukungnya (properti, tata busana, musik iringan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Guru memutar tayangan video tari pergaulan rakyat (Tari Jaipong Jawa Barat dan Tari Sajojo Papua) berdurasi 3 menit, mengajak murid menyimak secara berkesadaran bentuk gerak yang lincah dan unsur pendukung yang tampak (10 menit).
- Guru membimbing murid mengamati 3 unsur pendukung utama pada video tari pergaulan rakyat: properti (sampur/selendang), busana (kebaya sederhana/pakaian rumbai yang memudahkan gerak bebas), dan iringan musik (ketukan dinamis kendang/tifa yang mengajak orang menari bersama) (10 menit).
- Guru mengadakan permainan pengamatan gembira 'Tebak Unsur Gerak & Benda': guru menyebutkan salah satu unsur/suasana tari tradisi, dan murid berpasangan secara cepat mengangkat kartu bergambar lambang properti/busana/musik yang sesuai (misal: 'Kain yang dimainkan penari saat berputar riang' -> mengangkat kartu Sampur/Selendang) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 murid) dan dibagikan Lembar Pengamatan Tari Tradisi Pergaulan Rakyat (5 menit).
- Kelompok mengamati kembali cuplikan video atau kartu foto Tari Jaipong dan mencatat 4 hasil pengamatan konkret pada lembar kerja: (1) Bentuk suasana tari (acuan: ceria, lincah, berpasangan/berkelompok akrab); (2) Properti yang diamati (acuan: selendang/sampur); (3) Tata busana yang diamati (acuan: kebaya/sinjang dengan warna terang cerah); (4) Iringan musik yang diamati (acuan: kendang, ketuk tilu, gamelan berirama cepat/dinamis) (20 menit).
- Kelompok saling menukar lembar hasil pengamatan dengan kelompok pasangan untuk mencocokkan kelengkapan 4 butir hasil pengamatan unsur pendukung tari pergaulan rakyat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memverifikasi bersama hasil pengamatan di papan tulis untuk mengonfirmasi bahwa tari pergaulan rakyat memiliki ciri keterbukaan, kegembiraan, serta unsur pendukung yang dinamis dan fleksibel (10 menit).
- Murid menjawab 2 pertanyaan refleksi tertulis singkat di kertas cek pemahaman: 'Apa perbedaan suasana tari pergaulan rakyat dengan tari upacara yang diamati minggu lalu?' (acuan: upacara bernuansa khidmat/sakral, pergaulan rakyat bernuansa santai/gembira/akrab) dan 'Sebutkan 1 fungsi selendang pada tari pergaulan yang kamu amati!' (acuan: mempertegas gerak tangan/melambai gembira/mengajak teman menari) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas ketelitian murid dalam mengamati detail unsur pendukung tari tradisi pergaulan rakyat selama kegiatan kelompok (3 menit).
- Guru mengulas intisari kegiatan belajar hari ini dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (Pertemuan 3), yaitu mengamati tari tradisi klasik istana (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan video tarian dengan teks penunjuk (label) unsur pendukung untuk murid yang membutuhkan visualisasi lebih terstruktur, serta bahan pengamatan tari pergaulan dari daerah lain (Tari Sajojo Papua) untuk pengayaan kelompok cepat.
- Proses: Memberikan panduan lembar centang pengamatan bergambar bagi murid yang kesulitan mendeskripsikan secara tekstual; murid yang lebih cepat diberikan lembar analisis tabel perbandingan 2 tari pergaulan sekaligus.
- Produk: Hasil pengamatan boleh dituangkan dalam bentuk daftar isian tabel kata kunci atau diagram visual panah penghubung gambar unsur pendukung tari.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 gambar tari: Gambar A (Tari Jaipong) dan Gambar B (Tari Bedhaya). Murid diminta mengidentifikasi mana yang termasuk tari pergaulan rakyat beserta 1 cirinya (acuan: Gambar A Tari Jaipong; ciri suasana ramai/gembira/santai).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja pengamatan kelompok yang memuat 4 unsur: (1) Bentuk suasana tari (acuan: ceria/lincah/akrab), (2) Properti (acuan: selendang/sampur), (3) Busana (acuan: kebaya/kain cerah memudahkan gerak), (4) Musik (acuan: tabuhan kendang/gamelan berirama cepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di tahap refleksi: menjawab 2 pertanyaan tertulis: (1) Suasana tari pergaulan rakyat dibanding tari upacara (acuan: upacara sakral/khidmat, pergaulan gembira/akrab), (2) Fungsi selendang pada tari pergaulan rakyat (acuan: memperindah gerak/mempertegas ayunan tangan/ajakan menari bersama).
Formatif:- Observasi partisipasi kelompok saat mencermati unsur pendukung video tari
- Penilaian kinerja pengisian Lembar Pengamatan Tari Tradisi Pergaulan Rakyat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Bentuk dan Unsur Pendukung Tari Tradisi Pergaulan Rakyat | Mengamati dan mencatat kurang dari 2 unsur pendukung (dari 4 unsur: suasana ceria, properti selendang, busana kebaya/kain cerah, musik kendang ritmis) pada tari pergaulan rakyat dengan bimbingan penuh guru. | Mengamati dan mencatat 2 dari 4 unsur pendukung tari pergaulan rakyat secara tepat sesuai acuan pengamatan. | Mengamati dan mencatat 3 dari 4 unsur pendukung tari pergaulan rakyat secara tepat sesuai acuan pengamatan secara mandiri. | Mengamati dan mencatat seluruh 4 unsur pendukung tari pergaulan rakyat secara lengkap dan tepat tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penayangan video dan media gambar cukup jelas membantu murid mengamati unsur pendukung pada tari pergaulan rakyat?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kerja kelompok mencocokkan hasil pengamatan unsur pendukung tari?
Murid:- Unsur pendukung apa yang paling mudah kamu kenali saat menonton video tari pergaulan rakyat tadi?
- Mengapa musik dan busana tari pergaulan terasa berbeda dengan tari upacara yang dipelajari sebelumnya?
Pertemuan 3 — Mengamati Bentuk Tari Tradisi Klasik Istana beserta Kelengkapan Unsur Pendukungnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati bentuk tari tradisi klasik istana beserta kelengkapan unsur pendukungnya (tata rias, tata busana, properti, dan musik iringan) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan pemantik: 'Siapa yang menciptakan tari klasik?' dan 'Sebutkan 1 ciri busana tari istana!' (acuan: tari klasik diciptakan di lingkungan keraton/istana oleh para bangsawan/empu tari; ciri busana: mewah, kain batik bermotif pakem/khusus, hiasan kepala jamang/mahkota kencana, perhiasan keemasan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video atau gambar pertunjukan Tari Bedhaya/Srimpi (tari klasik Jawa) atau Tari Legong Kraton (klasik Bali) yang disajikan guru dengan penuh konsentrasi dan kesadaran penuh (15 menit).
- Guru memberikan penjelasan terbimbing mengenai ciri bentuk tari klasik istana (gerak berpatokan pakem baku, halus, agung, tertata ketat) dan 4 unsur pendukung utamanya: tata busana (kain batik lereng/kemben prada/gelang kelat bahu), tata rias (koreksi wajah anggun/cantik pakem), properti (kipas/selendang/sampur), dan musik iringan (gamelan pelog/slendro tempo lambat dan tenang) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan detektif tari klasik istana 'Tebak Unsur Istana' menggunakan LKPD pengamatan (10 menit).
- Setiap pasangan mengamati lembar peraga tari klasik (Tari Bedhaya/Srimpi) dan mengidentifikasi 4 unsur pendukung dengan mencocokkan checklist ciri unsur yang disediakan di lembar kerja (acuan checklist: 1. Tata Busana: kain batik motif larang/kemben beludru keemasan; 2. Tata Rias: anggun halus/luruh; 3. Properti: selendang/sampur; 4. Musik Iringan: gamelan gending istana berirama agung dan lambat) (10 menit).
- Permainan verifikasi cepat: Guru menyebutkan satu per satu nama unsur tari istana secara acak, lalu perwakilan pasangan mengangkat kartu label nama unsur yang sesuai secara serempak dan riang gembira (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya meninjau kembali ketepatan hasil cek pengamatan pada lembar kerja dan membandingkannya dengan konfirmasi kunci pengamatan yang dipaparkan guru (10 menit).
- Murid mengungkapkan pengamatan mereka tentang bagaimana unsur pendukung (seperti kemegahan busana dan alunan gamelan lambat) membantu menciptakan ekspresi gerak penari istana yang tenang, anggun, dan berwibawa (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil pengamatan mengenai bentuk tari tradisi klasik istana dan kelengkapan 4 unsur pendukungnya (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman lisan singkat (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (ekspresi diri penari melalui unsur pendukung tari tradisi setempat), lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan gambar tari klasik dengan tanda panah petunjuk langsung pada busana, selendang, riasan, dan instrumen gamelan. Untuk murid cepat, disediakan foto perbandingan tari klasik istana dan tari rakyat untuk diamati perbedaannya pada unsur busana dan musik.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi langsung oleh guru saat mencocokkan checklist ciri unsur. Murid mandiri bekerja secara berpasangan mandiri.
- Produk: Semua murid mengisi lembar kerja pengamatan 4 unsur pendukung tari klasik istana sesuai format checklist terstandar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 1. Menurut kalian, di manakah tari tradisi klasik biasanya dipentaskan pada zaman dahulu? (acuan: di istana raja/keraton). 2. Sebutkan satu perlengkapan yang dipakai penari tradisi klasik istana! (acuan: selendang/sampur/kipas/kain batik/jamang/mahkota).
Proses:- Lembar pengamatan identifikasi 4 unsur pendukung tari klasik istana pada LKPD. Acuan unsur yang harus tepat diamati: (1) Tata Busana: kain batik/kemben emas/kelat bahu; (2) Tata Rias: rias anggun/halus/cantik pakem istana; (3) Properti: selendang (sampur) atau kipas; (4) Musik Iringan: gamelan orkestrasi pelog/slendro bertempo lambat/agung.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: 1. Bagaimana tempo musik gamelan pengiring tari tradisi klasik istana? (acuan: bertempo lambat/tenang/agung). 2. Apa properti utama yang dipakai pada Tari Bedhaya/Srimpi yang diamati hari ini? (acuan: selendang/sampur).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pemahaman awal tari istana.
- Observasi unjuk kerja pengamatan kelompok pada LKPD identifikasi 4 unsur pendukung tari klasik istana beserta permainannya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan Bentuk dan Unsur Pendukung Tari Tradisi Klasik Istana (Busana, Rias, Properti, Musik) | Mampu mengamati dan mencocokkan paling banyak 1 dari 4 unsur pendukung tari klasik istana secara tepat pada lembar kerja. | Mampu mengamati dan mencocokkan 2 dari 4 unsur pendukung tari klasik istana secara tepat pada lembar kerja. | Mampu mengamati dan mencocokkan 3 dari 4 unsur pendukung tari klasik istana secara tepat pada lembar kerja. | Mampu mengamati dan mencocokkan seluruh 4 unsur pendukung tari klasik istana (tata busana, tata rias, properti, dan musik iringan) secara tepat dan mandiri pada lembar kerja. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media video dan gambar tari tradisi klasik istana berhasil membantu murid mengamati unsur pendukung tari secara jelas?
- Apakah alokasi waktu kegiatan pengamatan berpasangan berjalan efektif sesuai perencanaan 105 menit?
Murid:- Unsur pendukung tari klasik istana apa yang paling menarik perhatianmu saat pengamatan?
- Bagaimana perasaanmu saat mengikuti permainan mencocokkan ciri unsur tari istana bersama teman?
Pertemuan 4 — Mengamati Ekspresi Diri Penari Melalui Unsur Pendukung pada Tari Tradisi Daerah Setempat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyadari kesiapan fokus tubuh serta indra penglihatan sebelum melakukan pengamatan seni tari (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak ekspresi tari dengan menayangkan 2 gambar penari daerah setempat: (1) Gambar penari Tari Topeng Cirebon/Samba berwajah lincah ceria dan (2) Gambar penari Tari Klana Topeng berwajah tegas gagah; murid diminta mengamati dan menunjukkan kartu label suasana perasaan (gembira/gagah) yang sesuai dengan gambar (acuan: Gambar 1 = gembira/lincah; Gambar 2 = gagah/tegas) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati bagaimana ekspresi diri penari (suasana hati, karakter, penghayatan) diperkuat oleh penggunaan unsur pendukung tari (tata rias, tata busana, dan properti) pada tari tradisi daerah setempat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran menyimak tayangan video berdurasi 3 menit pertunjukan tari tradisi daerah setempat (Tari Topeng Cirebon/Tari Betawi/Tari Tradisi setempat yang memuat karakter tegas dan karakter lincah) dengan memusatkan perhatian pada mimik wajah, sorot mata, dan penggunaan unsur pendukungnya (15 menit).
- Guru memandu murid membedah hasil pengamatan bersama melalui pemodelan analisis: murid mengamati bagaimana riasan garis mata yang tebal mempertegas ekspresi gagah, riasan cerah memperlihatkan ekspresi riang, serta ayunan selendang atau properti topeng memperjelas watak penari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang menggembirakan melalui 'Permainan Detektif Ekspresi Tari', murid bekerja berpasangan mengamati lembar pengamatan visual berisi 3 foto tari tradisi daerah setempat: Foto A (Penari Tari Jaipong dengan selendang dan senyum sumringah), Foto B (Penari Tari Topeng Kelana dengan topeng merah bertaring dan tatapan tajam), dan Foto C (Penari Tari Merak dengan mahkota bulu burung dan senyum anggun) (15 menit).
- Setiap pasangan mengisi Lembar Pengamatan Detektif Ekspresi dengan mencocokkan ekspresi diri penari dan unsur pendukungnya berdasarkan 3 foto target: (1) Foto A -> Ekspresi: lincah/gembira, Unsur pendukung: selendang/sampur cerah dan rias riang; (2) Foto B -> Ekspresi: gagah/marah/tegas, Unsur pendukung: topeng merah bertaring dan kumis tebal riasan; (3) Foto C -> Ekspresi: anggun/lembut, Unsur pendukung: mahkota merak dan selendang sayap (acuan kunci pengamatan: Foto A = gembira/selendang, Foto B = gagah-tegas/topeng merah, Foto C = anggun/mahkota burung) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali hasil lembar pengamatan mereka dengan membandingkan kesesuaian antara unsur pendukung tari yang diamati dengan ekspresi jiwa/suasana perasaan penari yang ditampilkan (10 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik atas ketajaman pengamatan murid dalam menemukan hubungan antara ekspresi penari dengan unsur pendukung tari (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa unsur pendukung tari (rias, busana, properti) berfungsi nyata memperjelas dan memperkuat ekspresi diri penari tradisi (10 menit).
- Guru menyampaikan kegiatan yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (mengidentifikasi musik iringan internal dan eksternal) dan menutup kelas dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar foto tari tradisi berwarna dengan perbesaran fokus detail tata rias wajah dan properti bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan fokus (pertanyaan penuntun: lihat warna topeng dan bentuk garis senyum penari), sedangkan murid yang cepat diarahkan mengamati detail tambahan seperti arah tatapan mata penari dan sudut kemiringan properti yang digunakan.
- Produk: Format laporan pengamatan dapat berupa centang kolom ekspresi berpasangan dengan gambar atau menuliskan kata kunci ekspresi secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis visual diagnostik mencocokkan 2 gambar ekspresi tari dengan label suasana perasaan penari: Gambar 1 (penari riasan lincah tersenyum memegang selendang) -> ekspresi gembira/lincah; Gambar 2 (penari topeng berkarakter tegas mata melotot) -> ekspresi gagah/tegas. Kunci: 1-gembira, 2-gagah.
Proses:- Observasi unjuk kerja pengamatan berpasangan pada Lembar Pengamatan Detektif Ekspresi Tari untuk 3 foto tari tradisi daerah: (1) Foto A penari selendang tersenyum lebar (ekspresi: gembira/lincah, unsur pendukung: selendang/rias ceria); (2) Foto B penari topeng merah taring (ekspresi: gagah/tegas/marah, unsur pendukung: topeng kelana merah); (3) Foto C penari mahkota burung merak (ekspresi: anggun/lembut, unsur pendukung: mahkota merak/sayap) (kunci: kesesuaian 3 foto dengan pasangan ekspresi dan unsur pendukung yang tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir sesi: Guru menunjuk satu gambar penari berproperti kipas dengan riasan lembut tersenyum, murid secara serempak menyebutkan ekspresi yang ditampilkan (acuan jawaban: ekspresi anggun, tenang, atau gembira yang diperkuat oleh riasan lembut dan properti kipas).
Formatif:- Asesmen diagnostik pengamatan ekspresi penari di awal pembelajaran
- Lembar Pengamatan Detektif Ekspresi Tari (formatif proses selama tahap mengaplikasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Hubungan Ekspresi Diri Penari dan Unsur Pendukung Tari | Hanya tepat mengamati ekspresi diri dan unsur pendukung pada 1 dari 3 foto target tari tradisi daerah setempat. | Tepat mengamati ekspresi diri dan unsur pendukung pada 2 dari 3 foto target tari tradisi daerah setempat dengan bantuan panduan guru. | Tepat mengamati ekspresi diri dan unsur pendukung pada seluruh 3 foto target tari tradisi daerah setempat (Foto A: gembira/selendang; Foto B: gagah/topeng merah; Foto C: anggun/mahkota merak) secara mandiri. | Tepat mengamati ekspresi diri dan unsur pendukung pada seluruh 3 foto target secara tepat, mandiri, serta mampu menunjukkan detail spesifik pada sorot mata atau garis riasan yang memperkuat ekspresi tersebut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah tayangan video dan foto tari tradisi daerah setempat yang disajikan cukup jelas untuk diamati ekspresi wajah dan unsur pendukungnya oleh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan Detektif Ekspresi Tari, apakah mereka antusias mengamati detail ekspresi penari?
Murid:- Bagian mana dari unsur pendukung tari (rias wajah, busana, atau properti) yang paling membantumu mengenali perasaan penari?
- Apakah kamu merasa senang saat mengamati perbedaan ekspresi wajah penari pada foto-foto tadi?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Unsur Musik Iringan Internal dan Eksternal dalam Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid untuk belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperdengarkan dua bunyi contoh rekaman: rekaman tepukan dada-tangan Tari Saman dan alunan Gamelan Tari Pendet. Murid diminta mengangkat tangan kanan jika bunyi berasal dari tubuh penari dan tangan kiri jika bunyi berasal dari alat musik luar (acuan: rekaman Saman = tubuh penari/internal; rekaman Gamelan = alat musik luar/eksternal) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi unsur musik iringan internal dan eksternal dalam tari tradisi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak tayangan dua cuplikan video tari tradisi: Tari Saman/Kecak (musik iringan internal) dan Tari Gending Sriwijaya/Pendet (musik iringan gamelan eksternal) dengan fokus mengamati asal sumber bunyi yang mengiringi gerak (10 menit).
- Murid mencermati pemaparan konsep esensial guru bahwa musik internal bersumber langsung dari anggota tubuh penari (tepukan tangan, tepukan dada/paha, hentakan kaki, vokal/nyanyian, siulan), sedangkan musik eksternal bersumber dari alat musik di luar tubuh penari (gamelan, kendang, rebana, saluang, rekaman pemutar audio) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang untuk memainkan kuis tantangan pilah kartu 'Detektif Musik Tari' secara bersemangat dan ceria (10 menit).
- Setiap kelompok menerima 6 lembar kartu deskripsi bunyi dalam tari tradisi: Kartu 1 (Tepukan tangan serempak penari Saman), Kartu 2 (Tabuhan kendang Sunda dari pemusik di samping panggung), Kartu 3 (Hentakan telapak kaki penari ke lantai panggung), Kartu 4 (Petikan sasando oleh pengiring tari NTT), Kartu 5 (Nyanyian vokal 'cak-cak-cak' dari penari Tari Kecak), Kartu 6 (Tiupan serunai pengiring tari Minang). Murid memilah keenam kartu tersebut ke dalam dua wadah bertanda 'Musik Internal' dan 'Musik Eksternal' (acuan: Musik Internal = Kartu 1, Kartu 3, Kartu 5; Musik Eksternal = Kartu 2, Kartu 4, Kartu 6) (15 menit).
- Setiap murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang berisi daftar 4 contoh tari tradisi beserta deskripsi iringannya: (1) Tari Saman beriring tepukan dada dan paha penari; (2) Tari Jaipong beriring tabuhan gamelan ketuk tilu; (3) Tari Kecak beriring suara vokal barisan penari; (4) Tari Piring beriring pukulan talempong pengiring musik luar. Murid menentukan kategori musik (internal atau eksternal) dan menuliskan sumber asal bunyinya (acuan: 1 = Internal, tubuh penari/tepukan; 2 = Eksternal, alat musik gamelan/di luar penari; 3 = Internal, vokal penari; 4 = Eksternal, alat musik talempong/di luar penari) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman kelompok memeriksa kesesuaian hasil pemilahan kartu dan LK individu dengan bimbingan konfirmasi guru (acuan: tepat mengelompokkan sumber bunyi internal vs eksternal) (10 menit).
- Murid mengutarakan secara sadar bagaimana musik iringan (baik dari tubuh sendiri maupun dari alat musik luar) membantu penari menjaga ketukan dan tempo gerak tari tradisi (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai definisi dan perbedaan musik internal serta eksternal pada tari tradisi (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa tiket keluar (exit ticket) singkat berisi 2 soal identifikasi cepat (acuan: Soal 1: Nyanyian vokal penari = Musik Internal; Soal 2: Bunyi gong yang dipukul pemusik = Musik Eksternal) (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif seluruh murid serta memberi gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai unsur properti tari tradisi, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu identifikasi dengan teks disertai gambar ilustrasi sumber bunyi untuk murid yang membutuhkan visual konkret, serta lembar kartu teks deskriptif murni untuk murid yang sudah lancar membaca pemahaman.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) dengan panduan pertanyaan pancingan langsung pada kelompok yang masih ragu membedakan asal bunyi, sedangkan kelompok mandiri langsung menyelesaikan 6 kartu tantangan.
- Produk: Murid dengan kecepatan belajar lebih tinggi mengidentifikasi 2 contoh tambahan bunyi musik tradisi di daerah sekitar tempat tinggalnya pada tabel LK (misal: tepukan rebana = eksternal, nyanyian solawat penari Zapin = internal).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan dan gestur cepat di pendahuluan: memperdengarkan 2 contoh rekaman bunyi (Tepukan dada Tari Saman dan Gamelan Tari Pendet). Murid mengangkat tangan kanan untuk bunyi tubuh penari dan tangan kiri untuk bunyi alat musik luar. Kriteria kesiapan: tepat merespons 2 contoh rekaman (acuan: Saman = tangan kanan/tubuh penari; Pendet = tangan kiri/alat musik luar).
Proses:- Penilaian performa kerja kelompok pada permainan 'Detektif Musik Tari': ketepatan memasukkan 6 kartu deskripsi bunyi ke wadah 'Musik Internal' (Kartu 1: Tepukan tangan Saman; Kartu 3: Hentakan telapak kaki penari; Kartu 5: Vokal 'cak-cak' Kecak) dan wadah 'Musik Eksternal' (Kartu 2: Tabuhan kendang pengiring; Kartu 4: Petikan sasando pengiring; Kartu 6: Tiupan serunai pengiring).
- Penilaian tugas mandiri LK Identifikasi Tari Tradisi: ketepatan menentukan jenis musik dan sumber bunyi pada 4 butir soal: (1) Tari Saman (acuan: Internal, tubuh penari), (2) Tari Jaipong (acuan: Eksternal, alat musik gamelan), (3) Tari Kecak (acuan: Internal, vokal/suara penari), (4) Tari Piring (acuan: Eksternal, alat musik talempong).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan pemahaman akhir melalui lembar Tiket Keluar (Exit Ticket) berisi 2 pertanyaan identifikasi: (1) 'Bila penari bernyanyi sambil menari, bunyi tersebut termasuk musik iringan ...' (acuan: internal); (2) 'Bila tarian diiringi pukulan gong oleh pemusik di luar panggung, bunyi tersebut termasuk musik iringan ...' (acuan: eksternal). Kriteria tuntas: kedua butir dijawab tepat sesuai acuan.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat kuis pilah kartu 'Detektif Musik Tari' dalam kelompok (mengamati ketepatan pemilahan 6 kartu musik internal dan eksternal).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi individu (4 butir penentuan jenis musik iringan tari tradisi beserta sumber bunyinya).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Unsur Musik Iringan Internal dan Eksternal | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 contoh jenis musik iringan tari tradisi beserta sumber bunyinya pada lembar identifikasi. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 contoh jenis musik iringan tari tradisi beserta sumber bunyinya pada lembar identifikasi. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 contoh jenis musik iringan tari tradisi beserta sumber bunyinya pada lembar identifikasi sesuai acuan kunci (Saman: internal/tubuh; Jaipong: eksternal/alat musik; Kecak: internal/suara penari; Tari Piring: eksternal/alat musik). | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 contoh jenis musik iringan tari tradisi beserta sumber bunyinya pada lembar identifikasi secara mandiri sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media audio dan video yang disajikan cukup jelas memperdengarkan perbedaan asal bunyi musik iringan internal dan eksternal?
- Apakah pembagian peran dalam kelompok saat permainan pilah kartu berjalan aktif dan merata pada setiap murid?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang asal mula bunyi musik yang mengiringi tarian?
- Bagian mana dari kegiatan memilah kartu musik internal dan eksternal yang paling kamu sukai?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Unsur Properti Tari Tradisi dan Fungsinya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi jenis properti dalam tari tradisi beserta fungsinya (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang perlengkapan tari tradisi menggunakan benda nyata berupa selendang dan kipas: murid diminta menyebutkan nama benda tersebut dan apakah termasuk properti tari (acuan: benda yang dibawa/digunakan penari untuk memperjelas tarian adalah properti; selendang dan kipas termasuk properti tari) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan tayangan gambar 4 tari tradisi beserta propertinya: (1) Tari Totokng dengan pedang dan tameng; (2) Tari Jepin Selendang dengan selendang; (3) Tari Golek Ayun-ayun dengan selendang; (4) Tari Glipang dengan gongseng/gelang kaki (10 menit).
- Guru memandu murid mencermati pengertian properti tari (alat/benda perlengkapan yang digunakan penari) dan 2 fungsi utamanya: memberi arti/makna gerak dan mempertegas karakter/tuntutan ekspresi tari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil dan menyajikan permainan tantangan 'Cocok Kartu Properti' yang menggembirakan: tiap kelompok menerima 4 set kartu tari tradisi dan 4 kartu fungsi properti (5 menit).
- Murid dalam kelompok berdiskusi mengidentifikasi dan memasangkan 4 kartu tari tradisi dengan properti dan fungsinya berikut: (1) Tari Totokng -> Properti: Pedang dan tameng -> Fungsi: Mempertegas karakter ksatria/pertahanan diri; (2) Tari Jepin Selendang -> Properti: Selendang -> Fungsi: Memperindah dinamika ayunan gerak; (3) Tari Glipang -> Properti: Gongseng/gelang kaki -> Fungsi: Memberi efek bunyi ritmis saat kaki bergerak; (4) Tari Piring -> Properti: Piring -> Fungsi: Memberi arti atraksi keseimbangan gerak (acuan: pasangan di atas) (20 menit).
- Tiap kelompok membacakan hasil pencocokan kartu untuk diperiksa bersama ketepatan identifikasi properti dan fungsinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Cek Pemahaman berisi identifikasi 4 pernyataan benar/salah terkait properti tari dan fungsinya: (1) Properti adalah alat yang digunakan penari untuk mendukung gerak tari [Benar]; (2) Pedang dan tameng pada Tari Totokng berfungsi memperindah gerakan gemulai [Salah, acuan: fungsi untuk karakter ksatria/perang]; (3) Gongseng pada Tari Glipang berfungsi menghasilkan efek bunyi ritmis gerakan kaki [Benar]; (4) Properti tari hanya berupa hiasan dinding panggung pertunjukan [Salah, acuan: properti digunakan langsung oleh penari] (15 menit).
- Guru bersama murid membahas kunci jawaban lembar identifikasi dan menegaskan keterkaitan properti dengan penguatan karakter gerak tari (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran tentang definisi properti tari dan fungsinya dalam memperjelas makna atau ekspresi tari tradisi (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pencapaian identifikasi murid, menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya (unsur tata rias karakter), serta menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar benda properti nyata bagi kelompok yang membutuhkan dukungan visual konkret.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah berupa kartu petunjuk ciri fisik benda, sedangkan kelompok yang mahir diberikan kartu identifikasi tari tradisi nusantara tambahan (Tari Kipas Pakarena properti kipas fungsi kelembutan gerak).
- Produk: Format penyajian identifikasi dapat berupa penyusunan kartu tempel bergambar atau penulisan daftar tabel identifikasi sesuai kenyamanan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pengenalan properti tari: Guru memperlihatkan selendang dan kipas, lalu menanyakan: 'Apa nama benda ini dan apakah benda ini termasuk properti tari?' (Acuan jawaban: Selendang dan kipas; keduanya termasuk properti tari karena dibawa dan digunakan oleh penari untuk mendukung tarian).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat mengidentifikasi 4 pasangan kartu tari tradisi, jenis properti, dan fungsinya dalam kegiatan kelompok: (1) Totokng - pedang/tameng - karakter ksatria/perang; (2) Jepin Selendang - selendang - memperindah dinamika gerak; (3) Glipang - gongseng - efek bunyi ritmis kaki; (4) Tari Piring - piring - atraksi keseimbangan.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi 4 pernyataan benar/salah tentang properti tari tradisi dan fungsinya: butir (1) Benar, (2) Salah, (3) Benar, (4) Salah. Murid tuntas jika mampu mengidentifikasi minimal 3 dari 4 butir dengan tepat sesuai acuan.
Formatif:- Penilaian kinerja kelompok dalam mengidentifikasi dan mencocokkan kartu properti tari tradisi beserta fungsinya.
- Pemeriksaan lembar identifikasi mandiri 4 butir pernyataan properti tari dan fungsinya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Properti Tari Tradisi dan Fungsinya | Mengidentifikasi 1 dari 4 pasangan properti dan fungsi pada tari tradisi target dengan tepat berdasarkan acuan. | Mengidentifikasi 2 dari 4 pasangan properti dan fungsi pada tari tradisi target dengan tepat berdasarkan acuan. | Mengidentifikasi 3 dari 4 pasangan properti dan fungsi pada tari tradisi target dengan tepat berdasarkan acuan secara mandiri. | Mengidentifikasi seluruh 4 pasangan properti dan fungsi pada tari tradisi target (Totokng-pedang/tameng-karakter ksatria, Jepin Selendang-selendang-dinamika ayunan gerak, Glipang-gongseng-bunyi ritmis kaki, Tari Piring-piring-keseimbangan gerak) dengan tepat berdasarkan acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar dan benda konkret membantu murid mengidentifikasi fungsi properti tari dengan mudah?
- Bagian mana dari aktivitas kelompok yang paling efektif membantu murid memahami keterkaitan properti dengan gerak tari?
Murid:- Properti tari tradisi mana yang paling menarik perhatianmu hari ini dan apa fungsinya?
- Apakah kamu dapat membedakan benda yang termasuk properti tari dan yang bukan properti tari?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Unsur Tata Rias Karakter dalam Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengidentifikasi unsur tata rias karakter (tokoh gagah, halus, dan lucu/jenaka) dalam tari tradisi (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu riasan wajah penari: Kartu A (riasan berkumis tebal dengan warna merah membara) dan Kartu B (riasan lembut berwarna cerah tenang), lalu meminta murid menunjuk mana yang menunjukkan karakter gagah dan mana yang halus (acuan: Kartu A = karakter gagah; Kartu B = karakter halus) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan 3 gambar tata rias tari tradisi: (1) Tari Gatotkaca dengan riasan gagah (warna dasar merah/cokelat, kumis melintang tebal, alis tegas tebal melengkung runcing), (2) Tari Rama dengan riasan halus (warna dasar kuning langsat/lembut, alis lengkung tipis rapi, bibir natural), dan (3) Tari Punakawan/Semar-Bagong dengan riasan jenaka/lucu (aksen putih di dahi/dagu, bentuk bibir atau mata digambar berlebihan/karikatur) (15 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati lembar panduan visual yang menguraikan ciri fisik tata rias karakter berdasarkan 3 elemen: garis alis/mata, warna dominan, dan aksen wajah (kumis tebal atau guratan lucu) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang untuk memainkan permainan 'Tebak Karakter Rias Tradisi' (5 menit).
- Setiap kelompok menerima LKPD Identifikasi Rias Karakter berisi 4 gambar tokoh tari tradisi bernomor: Gambar 1: Rias Buto/Raksasa Cakil (warna merah menyala, taring, mata melotot merah, alis tebal tajam), Gambar 2: Rias Raden Arjuna (warna lembut kuning, alis lancip tipis anggun, garis mata tenang), Gambar 3: Rias Tokoh Petruk/Punakawan (warna putih pada kelopak mata dan hidung/bibir digambar bundar jenaka), Gambar 4: Rias Anoman/Kera Putih (warna dasar putih menyeluruh, garis hitam melingkar hidung dan mata monyet) (10 menit).
- Secara berkolaborasi, setiap kelompok mencocokkan dan mengidentifikasi jenis karakter dari ke-4 gambar tersebut dengan memilih salah satu dari 4 opsi karakter: [Gagah/Kasar, Halus, Jenaka/Lucu, Satwa/Kera] beserta 1 ciri garis/warna visual penandanya (acuan kunci: Gambar 1 = Karakter Gagah/Kasar, ciri: warna merah/taring; Gambar 2 = Karakter Halus, ciri: alis tipis halus/warna tenang; Gambar 3 = Karakter Jenaka/Lucu, ciri: riasan aksen putih karikatur; Gambar 4 = Karakter Satwa/Kera, ciri: riasan putih monyet/lingkaran hidung-mata) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu pemeriksaan bersama dengan meminta perwakilan kelompok menyebutkan karakter pada Gambar 1 hingga 4, lalu murid membandingkan hasil temuannya dengan kunci acuan (10 menit).
- Murid menyimpulkan fungsi tata rias dalam tari tradisi, yaitu untuk memperjelas watak atau karakter tokoh yang dibawakan penari agar penonton langsung mengenali perannya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan reviu singkat terhadap materi tata rias karakter (halus, gagah, lucu, satwa) yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman langsung: (1) Riasan dengan alis lengkung lembut dan warna kuning muda menunjukkan karakter apa? (acuan: Halus); (2) Riasan dengan warna merah membara dan kumis tebal melintang menunjukkan karakter apa? (acuan: Gagah/Kasar) (3 menit).
- Guru memberi apresiasi atas keterlibatan murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual berwarna dengan label kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual lebih jelas dalam melihat garis dan warna riasan.
- Proses: Bagi kelompok yang memerlukan bimbingan, guru memberikan bantuan bertahap dengan memusatkan perhatian pada satu bagian wajah (misal warna dasar atau bentuk alis) terlebih dahulu; bagi kelompok yang cepat, diberikan tambahan 2 gambar pengayaan (Tari Topeng Kelana dan Tari Pendet) untuk diidentifikasi karakternya.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi karakter dengan menuliskan nama karakter pada tabel LKPD atau menempelkan label kartu karakter ke gambar yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid diminta memilih karakter dari 2 gambar riasan wajah (Kartu A: Riasan warna merah dan berkumis melintang tebal; Kartu B: Riasan warna tenang dengan alis tipis lengkung lembut). Kunci acuan: Kartu A = karakter gagah; Kartu B = karakter halus.
Proses:- Formatif LKPD: Mengidentifikasi 4 gambar tata rias karakter tari tradisi. Acuan Kunci Jawaban: (1) Gambar Rias Buto/Cakil = Karakter Gagah/Kasar (ciri: warna merah/garis tegas taring); (2) Gambar Rias Arjuna = Karakter Halus (ciri: warna tenang lembut/alis lengkung tipis); (3) Gambar Rias Petruk = Karakter Jenaka/Lucu (ciri: guratan putih karikatur di wajah); (4) Gambar Rias Anoman = Karakter Satwa/Kera (ciri: pola dasar putih menyerupai monyet).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir di akhir pertemuan: (1) 'Riasan dengan alis lengkung lembut dan warna kuning muda menunjukkan karakter apa?' (acuan: Halus); (2) 'Riasan dengan warna merah membara dan kumis tebal melintang menunjukkan karakter apa?' (acuan: Gagah/Kasar).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja identifikasi tata rias karakter tari tradisi (Gambar 1 sampai 4)
- Observasi partisipasi dan penalaran kritis dalam diskusi kelompok saat mengidentifikasi ciri tata rias
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Unsur Tata Rias Karakter Tari Tradisi | Tepat mengidentifikasi 0-1 dari 4 gambar tata rias karakter tari tradisi sesuai daftar acuan gambar (Cakil: Gagah, Arjuna: Halus, Petruk: Jenaka, Anoman: Satwa). | Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 gambar tata rias karakter tari tradisi sesuai daftar acuan gambar (Cakil: Gagah, Arjuna: Halus, Petruk: Jenaka, Anoman: Satwa). | Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 gambar tata rias karakter tari tradisi sesuai daftar acuan gambar (Cakil: Gagah, Arjuna: Halus, Petruk: Jenaka, Anoman: Satwa) dengan bimbingan minimal. | Tepat mengidentifikasi seluruh 4 dari 4 gambar tata rias karakter tari tradisi sesuai daftar acuan gambar (Cakil: Gagah, Arjuna: Halus, Petruk: Jenaka, Anoman: Satwa) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar tata rias karakter yang jelas berhasil membantu murid membedakan karakter penari tradisi?
- Bagian tata rias mana (garis, warna, atau aksen) yang paling mudah dan paling sulit diidentifikasi oleh murid?
Murid:- Ciri riasan apa yang paling mudah kamu kenali untuk membedakan tokoh gagah dan tokoh halus?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman menebak karakter penari dari riasan wajahnya?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Unsur Tata Busana dan Perlengkapan Pakaian Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai perbedaan pakaian penari pada berbagai tarian tradisi untuk memantik rasa ingin tahu (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 kartu gambar penari Tari Jepin Selendang lengkap dan menanyakan 2 bagian busananya secara lisan (acuan: selendang/kain penutup dada/baju kurung dan hiasan kepala) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati sajian 4 gambar tata busana tari tradisi: Gambar A (Tari Totokng: cawat/kain lilit dan ikat kepala bulu), Gambar B (Tari Jepin Selendang: baju kurung dan selendang), Gambar C (Tari Glipang: celana kombor/panjang, rompi/baju bergaris, dan ikat kepala), dan Gambar D (Tari Golek Ayun-ayun: kemben, jarik/kain panjang, stagen, dan sanggul/gelung) (15 menit).
- Murid menyimak ulasan guru mengenai pembagian unsur tata busana tari tradisi: bagian pakaian pokok (atasan dan bawahan) serta bagian perlengkapan/aksesori pakaian (penutup kepala, kain selendang, dan ikat pinggang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan kuis permainan cepat 'Tebak Pasangan Busana': murid menerima 4 kartu nama perlengkapan pakaian tari yaitu Kartu 1: Selendang, Kartu 2: Cawat/kain lilit, Kartu 3: Sanggul/gelung, Kartu 4: Celana kombor/panjang, lalu menjodohkannya ke lembar gambar 4 tarian tradisi (acuan: Selendang -> Tari Jepin Selendang; Cawat/kain lilit -> Tari Totokng; Sanggul/gelung -> Tari Golek Ayun-ayun; Celana kombor/panjang -> Tari Glipang) (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja identifikasi tata busana berisi 4 butir soal: menuliskan 1 nama busana pokok dan 1 nama perlengkapan aksesori dari 4 tarian target (Tari Totokng, Tari Jepin Selendang, Tari Glipang, Tari Golek Ayun-ayun) sesuai gambar yang disajikan (acuan jawaban: 1. Totokng: cawat/kain pinggang & ikat kepala bulu; 2. Jepin Selendang: baju kurung & kain selendang; 3. Glipang: rompi/celana panjang & kain ikat kepala; 4. Golek Ayun-ayun: kain jarik/kemben & sanggul/stagen) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan lembar kerja dengan kartu kunci jawaban yang dipasang guru di papan tulis untuk mengonfirmasi ketepatan hasil identifikasi unsur tata busana (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama unsur tata busana dan perlengkapan pakaian tari tradisi yang telah diidentifikasi (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan identifikasi murid serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan bergambar dengan label penunjuk bagian busana, sedangkan murid cepat diberikan lembar gambar tari tradisi tambahan tanpa label penunjuk.
- Proses: Murid yang masih kesulitan mengidentifikasi bagian busana didampingi guru dengan bimbingan bertahap dari bagian kepala ke badan, sementara murid yang mahir menyelesaikan identifikasi secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi dengan cara menarik garis panah penjodohan langsung pada gambar atau menuliskan daftar nama bagian busana secara tekstual.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta mengamati gambar penari Tari Jepin Selendang dan menyebutkan minimal 2 bagian busana/perlengkapan pakaian yang dikenakan (acuan jawaban: menyebutkan baju kurung/kain penutup dada dan selendang/hiasan kepala).
Proses:- Pemeriksaan unjuk kerja kuis permainan 'Tebak Pasangan Busana' (acuan kunci: Selendang -> Tari Jepin Selendang; Cawat/kain lilit -> Tari Totokng; Sanggul/gelung -> Tari Golek Ayun-ayun; Celana kombor/panjang -> Tari Glipang).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi 4 tarian tradisi: ketepatan menyebutkan pasangan busana pokok dan perlengkapan pakaian (acuan: 1. Totokng: cawat/kain & ikat kepala bulu; 2. Jepin Selendang: baju kurung & kain selendang; 3. Glipang: celana panjang/rompi & ikat kepala; 4. Golek Ayun-ayun: jarik/kemben & sanggul/stagen).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup singkat: Murid menyebutkan secara acak 1 perlengkapan kepala dan 1 perlengkapan badan yang paling berkesan dari tarian tradisi yang dipelajari (acuan keterterimaan: perlengkapan kepala memuat ikat kepala bulu/ikat kepala kain/sanggul; perlengkapan badan memuat selendang/stagen/rompi/cawat).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja identifikasi tata busana dan perlengkapan pakaian tari tradisi
- Pengamatan kinerja berpasangan pada permainan 'Tebak Pasangan Busana'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi unsur tata busana dan perlengkapan pakaian tari tradisi | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 pasang unsur busana tari tradisi pada lembar kerja sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 pasang unsur busana tari tradisi pada lembar kerja sesuai acuan. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 pasang unsur busana tari tradisi pada lembar kerja sesuai acuan secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 pasang unsur busana tari tradisi pada lembar kerja sesuai acuan secara mandiri dan lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media visual gambar tata busana 4 tarian tradisi membantu murid membedakan unsur pakaian pokok dan perlengkapan pakaian?
- Bagian tata busana mana yang paling sering tertukar atau sulit diidentifikasi oleh murid?
Murid:- Bagian perlengkapan pakaian tari tradisi mana yang paling mudah kamu kenali?
- Apakah kamu dapat membedakan pakaian pokok tari dengan perlengkapan aksesorinya?
Pertemuan 9 — Mengidentifikasi Keterpaduan Seluruh Unsur Pendukung pada Satu Karya Tari Tradisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu mengidentifikasi keterpaduan 4 unsur pendukung tari (musik iringan, properti, tata rias, dan tata busana) pada satu pertunjukan tari tradisi utuh (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait 4 unsur pendukung tari yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak tayangan video rekaman Tari Piring dari Minangkabau secara saksama untuk mengamati kehadiran seluruh unsur pendukungnya (15 menit).
- Guru memandu murid membedah wujud konkret dari 4 unsur pendukung dalam tayangan Tari Piring: (1) Musik iringan eksternal (talempong, saluang, gandang), (2) Properti (sepasang piring porselen putih/keramik), (3) Tata rias (korektif natural/panggung berkarakter riang), dan (4) Tata busana (baju kurung Minangkabau, celana galembong, kain songket, serta penutup kepala tikuluak) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil berisi 4-5 murid, lalu menyajikan permainan kartu kelompok 'Detektif Keterpaduan Tari Tari Merak'. Setiap kelompok menerima LKPD yang memuat 4 cuplikan/pernyataan fitur karya tari Tari Merak dan 4 pilihan unsur pendukung tari: (1) Pernyataan A: 'Alunan gamelan Sunda berlaras salendro pengiring langkah anggun merak' dipasangkan dengan Musik Iringan; (2) Pernyataan B: 'Sayap kain berlukis corak bulu merak yang diikatkan pada tangan penari' dipasangkan dengan Properti; (3) Pernyataan C: 'Riasan wajah cantik dengan aksen sunggar alis tegas memperindah ekspresi burung merak' dipasangkan dengan Tata Rias; (4) Pernyataan D: 'Mahkota mahkuta berkepala merak serta kebaya bordir warna hijau keemasan' dipasangkan dengan Tata Busana (20 menit).
- Setiap kelompok menuliskan hasil identifikasi keterpaduan 4 unsur tersebut pada lembar kerja dan menjelaskan bagaimana keempat unsur bekerja sama membentuk karakter burung merak secara padu (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi kelompok dengan kunci jawaban acuan keterpaduan unsur pendukung Tari Merak untuk memverifikasi ketepatan identifikasi (10 menit).
- Murid secara berkesadaran menyimpulkan keterkaitan antara musik, busana, rias, dan properti yang saling menguatkan dalam menciptakan kesatuan utuh pada satu karya tari tradisi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan meluruskan pemahaman atas hasil identifikasi keterpaduan unsur pendukung tari (5 menit).
- Guru dan murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat (1 butir kuis keterpaduan unsur tari) (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan menyampaikan topik berikutnya (Pertemuan 10) serta berdoa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja bergambar berlabel bagian tari, sedangkan murid yang siap diberikan deskripsi teks pertunjukan tari yang lebih utuh.
- Proses: Pada kegiatan kelompok, murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru melalui pemodelan identifikasi satu unsur pendukung terlebih dahulu, sedangkan kelompok mahir mandiri mengidentifikasi keempat unsur.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan hasil identifikasi keterpaduan dalam bentuk bagan keterpaduan 4 kolom atau lembar pasang-cocok tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Sebutkan 4 unsur pendukung tari tradisi yang telah dipelajari pada pertemuan 5 sampai 8! (Acuan jawaban benar: musik iringan, properti, tata rias, dan tata busana).
Proses:- Observasi unjuk kerja pengerjaan LKPD keterpaduan unsur pendukung Tari Merak. Penilaian ketepatan menjodohkan 4 pernyataan fitur tari ke dalam 4 unsur pendukung yang tepat: (1) Gamelan Sunda -> Musik Iringan; (2) Sayap kain corak merak -> Properti; (3) Sunggar alis tegas karakter cantik -> Tata Rias; (4) Mahkota mahkuta merak dan kebaya bordir -> Tata Busana.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir tertulis: 'Pada Tari Pendak (Bali), bokor berisi bunga, gamelan gong kebyar, rias mata beraksen tajam, dan kamen prada termasuk ke dalam 4 unsur pendukung apa saja?' (Acuan jawaban benar: bokor = properti, gamelan = musik iringan, rias mata = tata rias, kamen prada = tata busana).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan tanya-jawab di awal sesi
- Observasi lembar kerja identifikasi keterpaduan unsur pendukung tari dalam kelompok
- Cek pemahaman singkat (tiket keluar) di penutup sesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Keterpaduan Unsur Pendukung Tari Tradisi | Mengidentifikasi 1 dari 4 unsur pendukung tari tradisi dengan tepat sesuai acuan (Acuan: Musik Iringan, Properti, Tata Rias, Tata Busana). | Mengidentifikasi 2 dari 4 unsur pendukung tari tradisi dengan tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi 3 dari 4 unsur pendukung tari tradisi dengan tepat sesuai acuan. | Mengidentifikasi seluruh 4 dari 4 unsur pendukung tari tradisi dengan tepat secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media tayangan tari utuh dan kartu permainan efektif membantu murid mengidentifikasi keterpaduan keempat unsur pendukung tari?
- Bagian mana dari langkah identifikasi yang masih membingungkan murid saat membedakan antara properti dan tata busana?
Murid:- Apa saja 4 unsur pendukung yang membuat karya tari tradisi terlihat menyatu dan indah saat ditampilkan?
- Unsur pendukung tari mana yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali saat mengamati pertunjukan tari?
Pertemuan 10 — Menghargai Hasil Pencapaian Diri Mengidentifikasi Musik dan Properti Tari Tradisi Berdasarkan Masukan Teman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menghargai hasil pencapaian diri sendiri dalam mengidentifikasi unsur musik dan properti tari tradisi dengan mempertimbangkan saran atau masukan teman sebaya (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid merespons satu studi kasus sikap menerima masukan teman melalui lembar respon singkat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan cuplikan 2 menit Tari Piring (Minangkabau) yang berfokus pada unsur iringan musik (talempong, saluang, gandang) dan properti (piring keramik) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan konsep tentang cara mengapresiasi pencapaian diri dan pentingnya bersikap terbuka terhadap pertimbangan pendapat orang lain untuk menyempurnakan hasil identifikasi unsur tari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri memeriksa kembali lembar pencapaian diri hasil identifikasi musik dan properti Tari Piring yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya (10 menit).
- Aktivitas 'Pos Ulas Kawan' (Joyful Peer Review): Murid berpasangan saling menukarkan lembar identifikasi musik dan properti, lalu saling memberikan catatan masukan menggunakan format 'Bintang dan Harapan' (1 bintang apresiasi pencapaian teman, 1 masukan perbaikan) (20 menit).
- Murid membaca masukan yang diberikan teman, lalu mencatat pertimbangan apakah masukan teman tersebut diterima untuk menyempurnakan identifikasi atau dipertahankan dengan alasan yang logis (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi Lembar Refleksi Diri yang memuat 3 butir pernyataan pengakuan pencapaian diri serta pertimbangan terhadap pendapat teman (10 menit).
- Tiga orang murid secara sukarela membacakan hasil refleksi pencapaian dirinya dan bagaimana masukan teman membantunya memperbaiki hasil identifikasi unsur tari (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya sikap saling menghargai dan keterbukaan dalam menerima saran demi kemajuan belajar (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keterbukaan dan sikap saling memuliakan yang ditunjukkan seluruh murid selama aktivitas umpan balik teman sebaya (1 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kalimat umpan balik pemantik bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam merumuskan pendapat atau saran.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam mencocokkan saran teman dengan data identifikasi tari; murid yang mahir secara mandiri mengidentifikasi dan membandingkan 2 sudut pandang saran teman yang berbeda.
- Produk: Refleksi penerimaan masukan dapat disajikan dalam bentuk tulisan pada lembar refleksi berstruktur atau narasi terbuka singkat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik singkat di awal pertemuan: Murid merespons skenario tertulis: 'Saat Lani mengidentifikasi bahwa alat musik Tari Piring adalah rebana, Made memberi tahu bahwa alat musiknya adalah talempong. Apa yang sebaiknya dilakukan Lani?' (Kriteria penerimaan: Murid memilih/menuliskan tindakan menerima saran teman dengan memeriksa kembali video/fakta tari tanpa marah atau tersinggung; acuan jawaban benar: Lani berterima kasih, memeriksa kembali sumber data/video, dan memperbaiki catatannya bahwa musik pengiringnya adalah talempong).
Proses:- Pengamatan formatif saat kegiatan saling silang masukan teman (Pos Ulas Kawan) menggunakan Lembar Catatan Masukan Teman. Acuan ketercapaian: Murid mampu menuliskan minimal 1 apresiasi atas hasil teman dan 1 masukan perbaikan terkait identifikasi musik (alat musik pengiring eksternal: talempong/saluang/gandang) atau properti (piring), serta murid penerima mencatat respon pertimbangan atas masukan tersebut secara terbuka.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir pertemuan melalui lembar refleksi mandiri dengan 2 butir pernyataan wajib: (1) 'Tuliskan satu hal yang sudah berhasil kamu capai dalam mengenali musik atau properti Tari Piring!' (Acuan: Murid menyebutkan pencapaian konkrit dirinya, misal: tepat mengenali talempong atau fungsi piring); (2) 'Tuliskan satu masukan dari temanmu yang kamu terima untuk menyempurnakan hasil kerjamu!' (Acuan: Murid menuliskan masukan teman yang relevan dan menyatakan kesediaan memperbaikinya).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja refleksi diri dan lembar saling silang masukan teman (peer review) 'Bintang dan Harapan'.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi | Belum mampu mengenali maupun menyatakan keberhasilan hasil kerja identifikasi musik atau properti diri sendiri. | Mampu menyebutkan hasil pencapaian identifikasi diri hanya jika diarahkan atau ditanya langsung oleh guru. | Mampu menyatakan keberhasilan pencapaian identifikasi musik atau properti diri secara mandiri dengan jujur. | Mampu mengapresiasi pencapaian diri secara terperinci serta mengidentifikasi bagian yang sudah dikuasai dengan penuh percaya diri. | | Mempertimbangkan pendapat orang lain (teman sebaya) | Menolak masukan teman atau bersikap acuh terhadap catatan ulasan teman mengenai hasil identifikasi tari. | Mendengarkan masukan teman mengenai identifikasi tari namun belum bersedia menggunakannya untuk meninjau kembali pekerjaannya. | Menerima masukan teman dengan terbuka dan mempertimbangkannya untuk menyempurnakan catatan identifikasi musik atau properti tari. | Secara konsisten bersikap terbuka, mengapresiasi saran teman, dan secara mandiri menyelaraskan catatan identifikasinya berdasarkan pertimbangan yang logis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kegiatan saling silang masukan antarmurid berjalan efektif dan kondusif?
- Bagaimana respons murid yang hasil kerjanya mendapat banyak koreksi dari teman? Apakah mereka merasa dihargai?
Murid:- Apakah kamu merasa senang ketika hasil kerjamu diapresiasi dan diberi saran oleh teman?
- Bagian masukan teman mana yang paling membantumu memahami musik dan properti Tari Piring dengan lebih baik?
Pertemuan 11 — Menghargai Hasil Pencapaian Diri Mengidentifikasi Tata Rias dan Busana Tari Tradisi Melalui Diskusi Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan suasana kelas yang nyaman (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu belajar menghargai pencapaian diri sendiri dalam mengidentifikasi tata rias dan busana tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat teman (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui tanya jawab kesiapan sikap apresiatif terhadap masukan teman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan apresiasi 'Kaca Kebaikan', yaitu cara menghargai hasil identifikasi diri dan menerima masukan teman secara terbuka tanpa defensif (10 menit).
- Guru memodelkan contoh konkret: seorang murid mengamati lembar kerjanya tentang tata rias Tari Klana Topeng (karakter gagah/merah) dan busananya, lalu menerima catatan teman bahwa bagian selendang/sampur belum tercatat, kemudian murid tersebut mengapresiasi usahanya sendiri sekaligus mencatat masukan teman sebagai penyempurnaan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang untuk saling bertukar lembar hasil identifikasi tata rias dan busana tari tradisi yang telah mereka kerjakan sebelumnya (10 menit).
- Melalui permainan interaktif 'Kartu Bintang Apresiasi', setiap murid memberikan satu apresiasi positif dan satu saran membangun kepada teman sekelompok secara bergantian dalam suasana yang menggembirakan (15 menit).
- Setiap murid membaca masukan yang diterima dari rekan sekelompoknya, lalu mengisi tabel 'Penghargaan Pencapaian Diriku' yang berisi butir pencapaian yang sudah berhasil diidentifikasi dan butir masukan teman yang dipertimbangkan untuk perbaikan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara bergantian membacakan satu kalimat refleksi penghargaan diri di kelompoknya, misalnya: 'Saya bangga sudah mengenali riasan karakter tari dengan tepat, dan saya berterima kasih teman mengingatkan kelengkapan aksesoris busana saya' (15 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap sikap saling memuliakan, keterbukaan menerima pendapat, dan penghargaan terhadap pencapaian belajar diri sendiri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya sikap menghargai pencapaian diri dan keterbukaan terhadap pendapat orang lain dalam belajar seni tari (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format kalimat panduan apresiasi rumpang, sedangkan murid yang mandiri langsung menuliskan catatan penghargaan diri secara bebas.
- Proses: Guru mendampingi kelompok yang masih ragu dalam menyampaikan atau menerima masukan teman secara langsung.
- Produk: Refleksi penghargaan diri dituangkan dalam tabel tertulis atau disampaikan secara lisan terstruktur sesuai kenyamanan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika hasil identifikasi busana tarimu ada yang terlewat lalu diingatkan oleh temanmu, apa sikap yang sebaiknya kamu tunjukkan?' (Kriteria penerimaan: murid menjawab dengan sikap positif/terbuka/berterima kasih dan mau memeriksa kembali hasil kerjanya, bukan marah atau menolak).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam menerima masukan teman pada aktivitas kelompok 'Kartu Bintang Apresiasi' (Kriteria: menunjukkan kesediaan membaca/mendengar masukan teman tanpa menyangkal).
- Pemeriksaan pengisian tabel 'Penghargaan Pencapaian Diriku' saat tahap aplikasi (Kriteria: terisi komponen pencapaian diri dan respon pertimbangan terhadap pendapat teman).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pengisian 1 kalimat refleksi pada lembar jurnal: 'Satu hal yang saya hargai dari usaha saya hari ini adalah ..., dan satu masukan teman yang saya terima adalah ...' (Kriteria penerimaan: kalimat menyebutkan satu capaian konkret diri dalam identifikasi rias/busana dan satu masukan teman yang diterima).
Formatif:- Observasi sikap keterbukaan menerima pendapat teman saat diskusi kelompok
- Pemeriksaan lembar 'Penghargaan Pencapaian Diriku' (kriteria: memuat apresiasi atas usaha diri sendiri dan mencantumkan minimal 1 masukan teman yang dipertimbangkan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghargai hasil pencapaian diri dengan mempertimbangkan pendapat orang lain | Belum mampu menunjukkan penghargaan terhadap pencapaian diri dan menolak atau mengabaikan pendapat/masukan dari teman kelompok. | Mampu mengenali pencapaian diri sendiri namun masih enggan mempertimbangkan pendapat atau masukan dari teman tanpa bantuan guru. | Mampu menghargai pencapaian diri dalam mengidentifikasi tata rias dan busana serta mempertimbangkan minimal 1 masukan teman dengan bimbingan berkala. | Secara konsisten dan mandiri menghargai pencapaian diri sendiri serta mempertimbangkan seluruh masukan teman untuk penyempurnaan hasil identifikasi tanpa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid merasa aman dan nyaman saat saling memberikan masukan tentang tata rias dan busana tari tradisi?
- Bagaimana memfasilitasi murid yang masih bersikap defensif ketika menerima pendapat dari teman sebayanya?
Murid:- Apa hal terbaik yang sudah berhasil saya kenali dari tata rias dan busana tari hari ini?
- Apakah saya merasa terbantu ketika teman memberikan masukan untuk hasil kerja saya?
Pertemuan 12 — Menghargai Hasil Pencapaian Diri Mengidentifikasi Tari Tradisi Berdasarkan Masukan Guru dan Teman Sebaya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan lembar catatan identifikasi unsur tari tradisi (tata rias, busana, musik, properti) yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghargai pencapaian diri sendiri dalam mengidentifikasi tari tradisi setelah mempertimbangkan masukan dari guru dan teman sebaya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan kepada murid, 'Bila lembar identifikasimu diberi masukan bahwa properti tari yang kamu tulis kurang lengkap, sikap apa yang kamu ambil?' dengan pilihan respon: (A) Marah dan mencoretnya, (B) Menerima masukan dengan membaca kembali catatan dan melengkapinya (acuan kesiapan: respon B menunjukkan kesiapan mempertimbangkan masukan orang lain secara positif) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang arti menghargai pencapaian diri, yaitu menyadari hal-hal yang sudah berhasil diidentifikasi dengan baik sekaligus terbuka menerima masukan perbaikan tanpa merasa rendah diri (10 menit).
- Guru membagikan 'Lembar Apresiasi Reflektif Diri' yang memuat tabel 3 kolom: (1) Hasil Identifikasiku, (2) Catatan Masukan Guru/Teman, (3) Penghargaan & Tindak Lanjut Diriku (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas seru 'Kotak Saran Sahabat': masing-masing menukar catatan identifikasi tari tradisinya, lalu memberikan satu apresiasi jujur dan satu saran penjelas yang ditulis pada secarik kartu saran berwarna (3 menit).
- Guru berkeliling membaca catatan identifikasi beberapa murid dan memberikan masukan tertulis langsung pada lembar kerja mereka terkait kelengkapan unsur tari yang diidentifikasi (12 menit).
- Murid membaca masukan yang diterima dari teman sebaya dan catatan dari guru, kemudian mengisi kolom 'Penghargaan & Tindak Lanjut Diriku' dengan menuliskan minimal 2 hal yang sudah dicapai dengan baik serta 1 hal yang disepakati untuk disempurnakan berdasarkan masukan tersebut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali Lembar Apresiasi Reflektif Diri untuk memastikan seluruh masukan dari guru dan teman telah dipertimbangkan secara adil dan dicatat tindak lanjutnya (10 menit).
- Tiga orang murid secara sukarela membacakan pernyataan penghargaan terhadap pencapaian dirinya dan bagaimana masukan teman membantunya merasa bangga atas proses belajarnya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa menghargai diri sendiri tumbuh lebih kokoh saat kita mau mendengar dan mempertimbangkan pandangan orang lain dengan pikiran terbuka (10 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan mengingatkan murid menyimpan lembar refleksi pencapaian diri ke dalam portofolio (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan frasa pemantik apresiasi diri bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat refleksi (misalnya: 'Saya bangga karena berhasil menemukan... dan saya menerima saran untuk...').
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi langsung pembacaan catatan saran teman agar tidak disalahartikan sebagai kritik negatif; bagi murid yang mandiri, dipersilakan menelaah 2 kartu saran dari teman yang berbeda.
- Produk: Refleksi penghargaan pencapaian diri dapat dituliskan dalam bentuk tabel terstruktur atau paragraf narasi singkat sesuai kenyamanan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik sikap menerima pendapat: 'Bila lembar identifikasimu diberi masukan bahwa properti tari yang kamu tulis kurang lengkap, sikap apa yang kamu ambil? Pilihan: (A) Marah dan mencoretnya, (B) Menerima masukan dengan membaca kembali catatan dan melengkapinya' (acuan kunci: jawaban B menunjukkan kesiapan sikap reflektif terhadap masukan).
Proses:- Penilaian pengisian Lembar Apresiasi Reflektif Diri pada tahap Mengaplikasi dengan kriteria: (1) menuliskan minimal 2 capaian diri yang diapresiasi terkait identifikasi tari tradisi, (2) mempertimbangkan minimal 1 masukan dari teman/guru dengan menuliskan tindak lanjut perbaikannya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif berupa tiket keluar: murid menuliskan 1 kalimat penegasan diri, misalnya: 'Hari ini saya menghargai usaha saya dalam mengidentifikasi unsur tari tradisi karena ... dan saran teman membuat saya ...' (kriteria penerimaan operasional: kalimat memuat minimal satu pengakuan capaian diri dan respon positif terhadap saran yang diterima).
Formatif:- Observasi keterbukaan murid saat membaca masukan guru dan teman sebaya
- Pemeriksaan Lembar Apresiasi Reflektif Diri (memuat pencapaian yang dihargai dan pertimbangan masukan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penghargaan Pencapaian Diri dan Penerimaan Pendapat Orang Lain | Belum mampu mengidentifikasi pencapaian diri sendiri dan menolak atau mengabaikan masukan dari guru maupun teman sebaya. | Mampu mengenali 1 pencapaian diri dalam identifikasi tari tradisi, namun membutuhkan bimbingan guru untuk menerima masukan orang lain tanpa berkecil hati. | Mampu menghargai pencapaian diri dengan mencatat minimal 2 hal baik hasil identifikasinya serta mempertimbangkan masukan dari guru atau teman sebaya secara mandiri. | Secara konsisten menghargai pencapaian diri secara positif dan mengintegrasikan seluruh masukan dari guru serta teman sebaya menjadi rencana perbaikan tindak lanjut secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas Kotak Saran Sahabat berhasil menciptakan iklim kelas yang aman dan saling menghargai pendapat?
- Bagaimana respons murid yang awalnya enggan menerima koreksi saat dibimbing mengisi lembar apresiasi reflektif diri?
Murid:- Bagian mana dari hasil kerjaku mengidentifikasi tari tradisi yang paling membuatku merasa bangga hari ini?
- Apa saran dari guru atau teman yang paling membantuku memperbaiki pemahamanku tentang tari tradisi?
Pertemuan 13 — Meragakan Gerak Pokok Tari Tradisi Menggunakan Unsur Musik Iringan secara Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meragakan 3 ragam gerak pokok tari tradisi secara berkelompok selaras dengan ketukan musik iringan eksternal (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk kerja berupa tes ketukan ritmis: seluruh murid diminta bertepuk tangan mengikuti 3 pola tempo ketukan instrumen kendang/gamelan rekaman (lambat, sedang, cepat) untuk memetakan kesiapan menyelaraskan gerak dengan iringan musik (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai 3 ragam gerak pokok tari tradisi (Ragam 1: Gerak Kenser/langkah geser; Ragam 2: Gerak Ukel/putaran pergelangan tangan di tempat; Ragam 3: Gerak Mendak/merendahkan lutut dengan ayunan lengan) yang masing-masing dilakukan dalam hitungan 1 x 8 ketukan musik iringan (10 menit).
- Murid bersama guru mencoba meragakan 3 gerak pokok tersebut secara bersama-sama di tempat dengan menghitung ketukan secara verbal (1 sampai 8) untuk menyadari koordinasi tubuh (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 anak untuk meragakan rangkaian 3 gerak pokok tari tradisi menggunakan musik iringan eksternal (gamelan/musik tradisi bertempo sedang) secara berulang (15 menit).
- Setiap kelompok melakukan permainan latihan menggembirakan bertajuk 'Tantangan Selaras Nada': kelompok berlatih meragakan gerak pokok dan harus berhenti tepat dalam pose beku (freeze pose) saat musik tiba-tiba dihentikan oleh guru, lalu melanjutkan gerak kembali saat musik dibunyikan (15 menit).
- Secara bergantian, setiap kelompok meragakan rangkaian 3 gerak pokok tari tradisi (Ragam 1 Kenser 1x8, Ragam 2 Ukel 1x8, Ragam 3 Mendak 1x8) secara utuh di depan kelas diiringi rekaman musik, sementara guru melakukan observasi keterpaduan gerak dan peran aktif setiap anggota (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok duduk melingkar untuk merefleksikan peragaan gerak yang telah dilakukan, mengevaluasi bagian perpindahan ragam gerak yang sudah kompak atau masih mendahului/tertinggal dari ketukan musik iringan (10 menit).
- Perwakilan murid dari masing-masing kelompok menyebutkan 1 hal yang paling membantu mereka kompak dalam kelompok saat meragakan gerak mengikuti ketukan musik (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil peragaan gerak pokok dan kerja sama kelompok murid berdasarkan catatan observasi (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya kepekaan irama musik dan kekompakan kelompok dalam membawakan tari tradisi, lalu kelas ditutup dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Guru menyediakan panduan tempo ketukan musik yang bervariasi (tempo sedang standar untuk seluruh murid, dan rekaman iringan dengan penanda ketukan kendang lebih tegas bagi kelompok yang memerlukan bantuan ritme).
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menyelaraskan gerak dengan irama musik, guru memberikan bantuan bimbingan hitungan ketukan lisan secara berpasangan. Bagi murid yang sudah lincah dan cepat menyelaraskan irama, diberikan tantangan meragakan rangkaian gerak dengan variasi arah hadap kelompok (pola lantai lurus dan serong) pada ketukan musik yang sama.
- Produk: Semua kelompok tetap menampilkan 3 ragam gerak pokok tari tradisi selaras musik iringan; kelompok yang membutuhkan bimbingan fokus pada ketepatan ketukan 1-8 gerak di tempat, sedangkan kelompok mahir menampilkan rangkaian gerak dengan transisi formasi arah hadap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes kesiapan ketukan ritmis di awal pembelajaran: Murid mempraktikkan tepuk tangan mengikuti 3 variasi pola tempo ketukan kendang rekaman (pola lambat: 1 tepukan tiap detik; pola sedang: 2 tepukan tiap detik; pola cepat: 3-4 tepukan tiap detik). Acuan kesiapan: Murid dinyatakan siap jika mampu menepuk tangan tepat pada ketukan kendang minimal pada 2 dari 3 pola tempo yang diujikan secara stabil tanpa mendahului atau tertinggal.
Proses:- Observasi unjuk kerja kelompok selama tahap Mengaplikasi menggunakan lembar pengamatan peragaan gerak. Acuan observasi: (1) Ketepatan meragakan 3 gerak pokok (Ragam 1: Gerak Kenser langkah geser kaki 1x8 hitungan; Ragam 2: Gerak Ukel putaran tangan 1x8 hitungan; Ragam 3: Gerak Mendak lutut merendah 1x8 hitungan); (2) Keselarasan gerak dengan ketukan musik iringan eksternal; (3) Peran aktif dan kerja sama seluruh anggota kelompok saat bergerak bersama.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi unjuk kerja di akhir sesi: Setiap anggota kelompok diminta memeragakan ulang 1 ragam gerak pokok pilihan kelompok secara bersama-sama dalam 1x8 hitungan musik. Kriteria ketercapaian: Seluruh anggota kelompok bergerak serentak mulai pada hitungan 1 dan mengakhiri pose tepat pada hitungan ke-8 sesuai ketukan gong/kendang penutup.
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan rangkaian gerak pokok tari tradisi selaras musik iringan secara berkelompok
- Lembar catatan keterlibatan aktif dan kerja sama anggota dalam kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Ragam Gerak Pokok Tari Tradisi Menggunakan Musik Iringan | Meragakan kurang dari 2 ragam gerak pokok tari tradisi dan gerak belum selaras dengan ketukan musik iringan (sering mendahului atau tertinggal ketukan). | Meragakan 2 dari 3 ragam gerak pokok tari tradisi (Ragam 1 Kenser, Ragam 2 Ukel, Ragam 3 Mendak) dengan ketukan yang sebagian besar selaras musik iringan tetapi masih memerlukan bimbingan hitungan verbal guru. | Meragakan seluruh 3 ragam gerak pokok tari tradisi (Ragam 1 Kenser, Ragam 2 Ukel, Ragam 3 Mendak) secara tepat dan selaras dengan ketukan musik iringan eksternal secara mandiri. | Meragakan seluruh 3 ragam gerak pokok tari tradisi secara tepat, sangat selaras dan ajek dengan aksen ketukan musik iringan dari awal hingga akhir rangkaian tanpa jeda ragu. | | Kerja Sama dan Peran Aktif dalam Kelompok | Pasif dalam kelompok, bergerak sendiri-sendiri tanpa memperhatikan keterpaduan dengan anggota lain saat musik diputar. | Mulai terlibat dalam latihan kelompok, namun sesekali masih mengabaikan kekompakan barisan gerak dan ritme bersama teman. | Berperan aktif dalam latihan dan bekerja sama meragakan rangkaian gerak secara serempak dan kompak bersama seluruh anggota kelompok. | Konsisten berperan aktif meragakan rangkaian gerak, berinisiatif menjaga keserempakan gerak kelompok, dan saling menyesuaikan tempo gerak dengan sesama anggota secara harmonis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi setiap kelompok untuk melatih dan meragakan 3 gerak pokok tari tradisi selaras musik iringan?
- Bagian gerak pokok mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan ritmis ketukan musik pada kelompok murid?
- Bagaimana efektivitas permainan 'Tantangan Selaras Nada' dalam membangun keserempakan dan kegembiraan belajar murid?
Murid:- Ragam gerak pokok mana yang paling mudah dan paling menantang untuk diselaraskan dengan iringan musik?
- Bagaimana caraku dan teman sekelompok saling membantu agar gerak tarian kami bisa serempak sesuai irama musik?
Pertemuan 14 — Meragakan Rangkaian Gerak Tari Tradisi Menggunakan Properti secara Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai aktivitas peragaan tari (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran fisik dan kesiapan fisik murid untuk melakukan gerak tari berproperti (2 menit).
- Guru membagikan alat peraga properti tari sederhana (properti selendang/sampur tari) dan melakukan asesmen awal diagnostik peragaan: meminta setiap murid mencoba memegang selendang di pinggang dan mengibaskannya ke arah samping kanan-kiri sebanyak 4 hitungan untuk melihat keluwesan koordinasi gerak dasar tangan dan properti (acuan peragaan dasar: kedua ujung selendang disematkan/dipegang pada jemari, lengan membuka ke samping sejajar pinggul, kibasan selendang mengikuti ayunan pergelangan tangan pada hitungan 1-4) (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meragakan rangkaian 3 gerak tari tradisi menggunakan unsur properti secara berkelompok dengan menunjukkan kerja sama dan peran aktif (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan secara berurutan 3 ragam gerak tari tradisi menggunakan properti selendang: Ragam 1 Gerak Maju Melangkah dengan Mengayun Selendang (kaki melangkah perlahan ke depan 4 langkah, tangan kanan-kiri mengayun ujung selendang ke samping bergantian hitungan 1-4); Ragam 2 Gerak Berputar di Tempat dengan Mengibaskan Selendang/Sampur (kedua kaki melangkah jinjit memutar 360 derajat ke kanan hitungan 1-4, tangan kanan merentang selendang ke atas, tangan kiri memegang selendang di pinggang); Ragam 3 Gerak Menghormat (kaki merendah/mendak, kedua tangan merentangkan selendang di depan dada hitungan 1-4) (8 menit).
- Murid secara serempak di tempat masing-masing menirukan panduan guru meragakan 3 ragam gerak tari menggunakan properti selendang tersebut hitungan demi hitungan hingga memahami koordinasi tubuh dan kain selendang (12 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok kecil (masing-masing 5-6 murid) dan membagikan kartu panduan rangkaian gerak berproperti yang memuat urutan 3 ragam gerak tadi secara runtut (5 menit).
- Permainan Berantai 'Tantangan Kompak Selendang': setiap kelompok melakukan pemanasan ceria di mana satu anggota memimpin satu ragam gerak properti dan anggota lain meniru serempak secara bergantian, disertai tepuk hitungan berirama bersama agar suasana berlatih tari menjadi menggembirakan (10 menit).
- Kelompok berlatih mandiri meragakan rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi berurutan (Ragam 1 -> Ragam 2 -> Ragam 3) menggunakan properti selendang dengan menerapkan pola barisan kelompok, memastikan setiap anggota berperan aktif dan bergerak kompak selaras hitungan (15 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran meragakan rangkaian utuh gerak tari berproperti di area pentas kelas sementara guru mengamati keterpaduan gerak, pemanfaatan properti, kerja sama, dan keaktifan masing-masing murid sesuai rubrik (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak seluruh murid duduk melingkar dalam kelompok untuk menyadari dan menyebutkan bagian peragaan gerak mana yang paling menantang saat menyelaraskan kibasan properti selendang bersama teman sekelompok (8 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap kesungguhan kerja sama, kekompakan barisan, serta keaktifan anggota kelompok selama peragaan tari berproperti berlangsung (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti latihan peragaan tari berproperti: kunci keselarasan tari kelompok dengan properti terletak pada ketepatan hitungan bersama dan kepedulian menjaga formasi antaranggota (4 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek konfirmasi peragaan: meminta perwakilan kelompok meragakan kembali pose akhir Ragam 3 (Gerak Menghormat merentangkan selendang di depan dada posisi kaki mendak) secara serempak (3 menit).
- Guru menyampaikan rencana latihan pertemuan berikutnya (Pertemuan 15: meragakan gerak dengan musik dan busana latihan), menginstruksikan murid merapikan dan menyimpan kembali selendang properti tari secara tertib, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan selendang berukuran standar yang ringan serta kartu panduan bergambar urutan 3 ragam gerak (Ragam 1: Gerak Maju Melangkah Mengayun Selendang; Ragam 2: Gerak Berputar Membawa Selendang; Ragam 3: Gerak Menghormat Merentangkan Selendang) untuk kelompok yang memerlukan bantuan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan mengoordinasikan langkah kaki dan ayunan selendang, guru mendampingi dengan latihan gerak lengan di tempat terlebih dahulu sebelum melangkah; bagi murid yang sudah lincah, diberikan tantangan memimpin hitungan tempo dan mengoordinasikan perpindahan formasi kelompok dari lurus menjadi segitiga saat meragakan 3 ragam gerak tersebut.
- Produk: Kelompok meragakan 3 ragam gerak tari berproperti secara utuh dengan tingkat variasi formasi kelompok yang disesuaikan kesiapan gerak masing-masing anggota.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji petik peragaan gerak dasar berproperti selendang: Guru meminta setiap murid memegang ujung selendang dan mengibaskannya ke kanan dan ke kiri 4 hitungan. Kriteria penerimaan/acuan diagnostik: Murid dapat memegang selendang tanpa terlepas, merentangkan lengan sejajar pinggang, dan mengibaskan pergelangan tangan mengikuti hitungan 1-4 (acuan: posisi tangan stabil memegang kain, kibasan mengembang selaras hitungan 1-4; bila selendang terbelit/jatuh, murid diberi bimbingan cara menjepit selendang di antara jari manis dan kelingking).
Proses:- Pengamatan formatif saat latihan dan peragaan kelompok menggunakan rubrik unjuk kerja: (1) Keterampilan meragakan rangkaian 3 gerak tari tradisi menggunakan properti selendang (Ragam 1: melangkah maju ayun selendang; Ragam 2: putar jinjit rentang selendang; Ragam 3: gerak menghormat rentang selendang di dada); (2) Tingkat kerja sama dan peran aktif dalam kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan singkat pada penutup: Guru menguji kekompakan pose akhir Ragam 3 (Gerak Menghormat). Kriteria ketercapaian: Seluruh anggota kelompok mampu merendahkan badan (sikap mendak) secara serempak dan kedua tangan merentangkan selendang di depan dada tanpa menjatuhkan kain (acuan: sikap kaki mendak stabil, rentangan selendang lurus di depan dada pada hitungan 4).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan rangkaian gerak tari tradisi berproperti selendang secara berkelompok.
- Lembar ceklis keterlibatan aktif dan kerja sama anggota dalam kelompok tari.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meragakan rangkaian gerak tari tradisi menggunakan properti | Hanya mampu meragakan 1 dari 3 ragam gerak tari dengan properti selendang dan gerak sering tidak sinkron dengan properti. | Mampu meragakan 2 dari 3 ragam gerak tari tradisi dengan properti selendang secara runtut namun masih kaku mengoordinasikan properti. | Mampu meragakan seluruh 3 ragam gerak tari tradisi menggunakan properti selendang (Ragam 1 melangkah ayun, Ragam 2 putar jinjit, Ragam 3 menghormat) secara runtut dan selaras. | Mampu meragakan seluruh 3 ragam gerak tari tradisi menggunakan properti selendang secara runtut, luwes, selaras ketukan, dan konsisten menjaga teknik memegang properti tanpa terjatuh/terbelit. | | Menunjukkan kerja sama dan peran aktif dalam kelompok | Pasif dalam kelompok, sering keluar dari formasi latihan gerak kelompok, dan enggan menyelaraskan gerak dengan anggota lain. | Mulai terlibat dalam latihan kelompok tetapi membutuhkan dorongan berulang dari guru/teman untuk menyelaraskan gerak dan posisi berproperti. | Berperan aktif mengikuti seluruh sesi latihan, menjaga kekompakan formasi peragaan kelompok, dan bekerja sama meragakan gerak dari awal hingga akhir. | Konsisten berperan aktif berinisiatif menjaga keselarasan gerak bersama, sigap membantu kekompakan posisi kelompok, serta menunjukkan kerja sama tinggi di setiap tahap peragaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh kelompok untuk berlatih dan menampilkan rangkaian 3 ragam gerak berproperti selendang?
- Bagaimana efektivitas penggunaan metode permainan kompak selendang dalam meningkatkan motivasi dan kerja sama gerak murid?
Murid:- Bagian gerak berproperti selendang mana yang paling mudah dan paling menantang untuk saya ragakan bersama teman kelompok?
- Apa yang sudah saya lakukan untuk membantu kelompok saya bergerak lebih kompak saat menari menggunakan properti tadi?
Pertemuan 15 — Meragakan Rangkaian Gerak Tari Tradisi Menggunakan Musik dan Busana Latihan secara Bekerja Sama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan ruang gerak kelas yang leluasa untuk berlatih (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-15, yaitu meragakan rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi (Ragam 1: Gerak Jalan Tegap Melangkah Buka Tangan, Ragam 2: Gerak Mengayun Sampur/Kibas Selendang ke Kanan-Kiri, Ragam 3: Gerak Kaki Mendak dengan Memutar Selendang) secara selaras dengan tempo musik iringan dan menggunakan busana latihan (sampur/kain pinggang) bersama kelompok (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik peragaan: meminta perwakilan murid/kelompok meragakan kembali pola ritme ketukan 1-8 gerak Ragam 1 tanpa musik untuk memeriksa kesiapan hafalan gerak dasar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak guru mendemonstrasikan peragaan 3 ragam gerak tari tradisi secara berurutan dengan menyelaraskan ketukan musik iringan bertempo sedang (hitungan 4 x 8 ketukan per ragam gerak) dan teknik menyampirkan serta mengibaskan selendang busana latihan (10 menit).
- Murid dalam kelompok mengamati demonstrasi guru dan mencermati kesesuaian tempo musik dengan aksen kibasan busana latihan sampur pada hitungan ke-4 dan ke-8 pada setiap ragam (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara menggembirakan melalui 'Tantangan Selaras Nada', setiap kelompok mengenakan busana latihan (kain sampur/selendang latihan) dan melakukan pemanasan gerak serempak mengikuti variasi tempo musik cepat-sedang yang diputar guru (15 menit).
- Kelompok membagi peran dan posisi lantai, lalu meragakan secara berulang rangkaian penuh 3 ragam gerak tari tradisi menggunakan musik iringan dan busana latihan: Ragam 1 (jalan tegap buka tangan 4x8), Ragam 2 (ayun/kibas sampur kanan-kiri 4x8), dan Ragam 3 (kaki mendak putar sampur 4x8) dengan menjaga kekompakan kelompok (15 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran meragakan rangkaian utuh 3 ragam gerak tari tradisi berdurasi sekitar 2-3 menit di hadapan guru menggunakan iringan musik rekaman dan busana latihan, dinilai melalui lembar observasi peragaan tari dan kerja sama kelompok (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya duduk melingkar dan mengevaluasi kekompakan gerak mereka: mengidentifikasi pada bagian ragam mana ketukan gerak mereka sudah selaras dengan musik dan bagaimana pemakaian busana latihan membantu kelancaran gerak kelompok (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kepekaan terhadap tempo musik iringan dan kerapian penggunaan busana latihan saat meragakan tari tradisi secara berkelompok (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat melalui lembar ceklis diri terhadap keaktifan dan keselarasan gerak bersama kelompok, lalu menutup pembelajaran dengan merapikan busana latihan dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alternatif rekaman musik iringan dengan variasi ketukan vokal pemandu tempo bagi kelompok yang membutuhkan panduan hitungan lebih jelas.
- Proses: Bagi kelompok yang gerakannya belum selaras, guru memberikan bimbingan ketukan langsung (hitungan tempo 1-8 secara bertahap); bagi kelompok yang sudah lancar dan kompak, diberikan tantangan meragakan pola lantai perpindahan tempat (lingkaran dan berjajar) saat berganti ragam gerak.
- Produk: Semua kelompok tetap menghasilkan unjuk kerja meragakan 3 ragam gerak tari tradisi dengan busana latihan dan musik iringan, dengan tingkat kekompakan formasi yang disesuaikan kesiapan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja singkat awal: Guru meminta murid memperagakan hitungan 1 x 8 Ragam Gerak 1 (jalan tegap melangkah dan buka tangan). Acuan kesiapan: Murid hafal urutan hitungan langkah kaki kiri-kanan bergantian serempak pada hitungan 1-8.
Proses:- Lembar observasi peragaan gerak tari kelompok: Guru mengamati keterpaduan 3 ragam gerak (Ragam 1: Gerak Jalan Tegap Melangkah Buka Tangan, Ragam 2: Gerak Mengayun Sampur Kanan-Kiri, Ragam 3: Gerak Mendak Putar Sampur), keselarasan tempo musik iringan, penggunaan busana latihan (sampur), serta kerja sama antaranggota kelompok.
Akhir Pertemuan:- Ceklis refleksi unjuk kerja kelompok (3 pernyataan benar/selaras): (1) Peragaan 3 ragam gerak dilakukan lengkap berurutan; (2) Gerakan selaras dengan ketukan musik iringan; (3) Memakai busana latihan selendang dengan rapi dan aktif bekerja sama (Kriteria ketercapaian: minimal 2 dari 3 pernyataan tercentang 'Ya').
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan rangkaian 3 ragam gerak tari tradisi menggunakan musik iringan dan busana latihan
- Lembar observasi kerja sama dan keaktifan murid dalam kelompok selama peragaan tari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak Tari dengan Musik dan Busana Latihan (Ragam 1, 2, dan 3) | Meragakan 1 dari 3 ragam gerak tari, gerakan belum selaras dengan tempo musik, serta busana latihan belum dikenakan/dimainkan dengan benar. | Meragakan 2 dari 3 ragam gerak tari dengan busana latihan, gerakan sebagian selaras dengan tempo musik namun masih sering tertinggal ketukan. | Meragakan seluruh 3 ragam gerak tari secara berurutan dengan busana latihan secara rapi dan selaras dengan tempo musik iringan. | Meragakan seluruh 3 ragam gerak tari secara berurutan dengan sangat mantap, seluruh aksen gerak selaras tepat pada ketukan musik iringan, dan memainkan busana latihan (sampur) secara luwes dan rapi tanpa kesalahan. | | Kerja Sama dan Peran Aktif dalam Kelompok | Pasif dalam kelompok dan belum menunjukkan kerja sama saat meragakan tari tradisi. | Menunjukkan kerja sama hanya saat diarahkan dan sesekali aktif meragakan gerakan bersama kelompok. | Bekerja sama dengan baik dan berperan aktif menjaga kekompakan saat meragakan rangkaian gerak tari bersama seluruh anggota kelompok. | Bekerja sama secara konsisten, berperan sangat aktif dan inisiatif menjaga keserempakan gerak kelompok dari awal hingga akhir peragaan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan ruang kelas dan audio musik iringan sudah optimal mendukung latihan peragaan gerak kelompok?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok dalam menyelaraskan gerak dengan busana latihan dan musik iringan?
Murid:- Bagian ragam gerak mana yang paling mudah dan paling menantang untuk diselaraskan dengan musik iringan?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil meragakan gerakan tari secara serempak bersama kelompok menggunakan selendang busana latihan?
Pertemuan 16 — Meragakan Rangkaian Gerak Tari Tradisi Utuh Menggunakan Seluruh Unsur Pendukung dalam Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar leluasa untuk peragaan tari (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-16, yaitu meragakan rangkaian gerak tari tradisi secara utuh dari awal sampai akhir dengan mengenakan dan memadukan seluruh unsur pendukung tari (musik, properti, busana tari, tata rias karakter) secara berkelompok (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan peragaan utuh dengan meminta setiap kelompok berdiri sejenak dan memperagakan satu transisi gerak tari tradisi menggunakan properti selendang/kipas mengikuti tempo hitungan ketukan tepukan tangan guru (acuan: gerak tangan mengayun selendang/membuka kipas tepat pada hitungan 1-4 secara serempak) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok (4-5 orang) menyimak penjelasan guru dan mendengarkan urutan struktur peragaan utuh karya tari tradisi yang dipelajari (struktur: Ragam 1 Gerak Pembuka, Ragam 2 Gerak Inti, Ragam 3 Gerak Penutup) beserta keterpaduan seluruh 4 unsur pendukungnya: musik iringan eksternal, properti (selendang/kipas), tata rias sederhana, dan busana latihan tari (10 menit).
- Setiap kelompok memeriksa kelengkapan seluruh unsur pendukung yang disiapkan: pembagian properti (selendang/kipas untuk setiap anggota), pemakaian kelengkapan busana tari (kain samping/selendang pinggang), dan tanda rias karakter sederhana pada wajah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan pemanasan gerak terpadu yang menggembirakan melalui 'Permainan Gelombang Gerak', di mana setiap kelompok meragakan satu ragam gerak tari tradisi secara beranting mengikuti alunan musik iringan tari tradisi sebelum memulai latihan utuh (15 menit).
- Setiap kelompok berlatih mandiri meragakan seluruh rangkaian gerak tari tradisi (Ragam 1 Pembuka, Ragam 2 Inti, Ragam 3 Penutup) secara lengkap dan mengalir menggunakan seluruh unsur pendukung secara kompak di pos latihan masing-masing (20 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran menampilkan peragaan utuh karya tari tradisi di area panggung kelas dengan menerapkan seluruh 4 unsur pendukung tari secara berkelompok diiringi rekaman musik tari tradisi secara penuh (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama anggota kelompoknya memeriksa dan mencermati keterpaduan gerak yang baru saja diperagakan, mendiskusikan bagian transisi gerak atau penggunaan properti yang sudah kompak dan yang masih memerlukan penyesuaian (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan proses peragaan gerak tari tradisi secara utuh dengan keterpaduan seluruh unsur pendukung dalam kelompok (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kekompakan dan keaktifan peran murid dalam kelompok selama peragaan, serta menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan hitungan ritme ketukan yang lebih stabil, sedangkan kelompok yang sudah lancar berlatih langsung merespons aksen musik iringan utuh.
- Proses: Kelompok yang memerlukan pendampingan mendapatkan panduan langsung dari guru saat menyelaraskan transisi gerak Ragam 1 ke Ragam 2 menggunakan properti; kelompok mandiri berlatih mandiri mengatur formasi ruang gerak.
- Produk: Kelompok dapat menyesuaikan penataan formasi lantai (sejajar atau selang-seling) saat meragakan rangkaian tari tradisi utuh sesuai kesepakatan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan transisi gerak pembuka menggunakan properti (selendang/kipas) secara berkelompok (acuan: murid mampu melakukan koordinasi ayunan properti selendang/kipas mengikuti hitungan ketukan 1-4 secara serempak).
Proses:- Pengamatan keterpaduan gerak dengan 4 unsur pendukung (musik iringan, properti, busana latihan, tata rias karakter) dan keaktifan peran anggota dalam kelompok selama latihan serta peragaan utuh (acuan: 3 ragam gerak diragakan dari awal hingga akhir tanpa terputus, selaras tempo musik, serta properti digunakan dengan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek keberhasilan peragaan akhir: kelompok memastikan seluruh 3 ragam gerak (Ragam 1 Pembuka, Ragam 2 Inti, Ragam 3 Penutup) terselesaikan secara utuh bersama seluruh 4 unsur pendukung tari (acuan: seluruh ragam diragakan bersama musik, properti, tata busana, dan tata rias).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan rangkaian gerak tari tradisi utuh menggunakan lembar amatan keterpaduan unsur pendukung tari (gerak, musik, properti, tata rias, dan busana) serta keterlibatan aktif kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak Tari Tradisi | Meragakan 1 dari 3 ragam gerak tari tradisi (hanya Ragam 1 Pembuka) dan gerakan masih terputus-putus. | Meragakan 2 dari 3 ragam gerak tari tradisi (Ragam 1 Pembuka dan Ragam 2 Inti) secara berurutan. | Meragakan seluruh 3 ragam gerak tari tradisi (Ragam 1 Pembuka, Ragam 2 Inti, dan Ragam 3 Penutup) secara berurutan dan utuh. | Meragakan seluruh 3 ragam gerak tari tradisi (Ragam 1 Pembuka, Ragam 2 Inti, dan Ragam 3 Penutup) secara berurutan, mengalir lancar, dan tepat tempo secara mandiri. | | Keterpaduan Penggunaan Unsur Pendukung Tari | Meragakan gerak hanya dengan 1 unsur pendukung tari (musik iringan saja tanpa properti, busana, atau rias). | Meragakan gerak dengan memadukan 2 dari 4 unsur pendukung tari (musik iringan dan properti selendang/kipas). | Meragakan gerak dengan memadukan 3 dari 4 unsur pendukung tari (musik iringan, properti, dan busana tari). | Meragakan gerak dengan memadukan seluruh 4 unsur pendukung tari (musik iringan, properti, busana tari, dan tata rias karakter) secara lengkap dan terpadu. | | Kerja Sama dan Peran Aktif dalam Kelompok | Belum menunjukkan kerja sama dan pasif saat kelompok meragakan tari tradisi. | Mulai ikut bergerak bersama kelompok tetapi sesekali keluar dari keselarasan peragaan kelompok. | Bekerja sama aktif dan menjaga keselarasan gerak bersama seluruh anggota kelompok selama peragaan tari. | Bekerja sama secara konsisten, berperan aktif menjaga kekompakan formasi dan keselarasan seluruh anggota kelompok dari awal hingga akhir peragaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu peragaan utuh untuk seluruh kelompok sudah memadai dan berjalan tertib?
- Bagaimana tingkat kekompakan dan keterpaduan kelompok dalam menggunakan seluruh unsur pendukung tari?
- Bantuan apa yang paling dibutuhkan kelompok yang masih kesulitan menyelaraskan gerak dengan iringan musik dan properti?
Murid:- Bagian mana dari rangkaian gerak utuh yang paling menyenangkan saat ditarikan bersama kelompok menggunakan seluruh unsur pendukung?
- Apa tantangan yang saya dan kelompok hadapi ketika menari memakai properti dan busana secara serempak?
Pertemuan 17 — Menghargai Hasil Pencapaian Diri dan Menerima Pendapat Teman Terhadap Peragaan Gerak Tari Tradisi Berkelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
- TP 5.1.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama untuk kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meragakan kembali rangkaian gerak tari tradisi secara berkelompok serta saling memberikan dan mempertimbangkan masukan antar-teman dengan sikap saling menghargai (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab terarah mengenai kesiapan murid menerima masukan dan bekerja sama dalam kelompok tari: Guru mengajukan 2 pertanyaan pemantik kesiapan: (1) 'Apa yang harus kita lakukan jika teman memberi saran bahwa gerak tangan kita belum kompak dengan ketukan musik?' (acuan respon tepat: menerima masukan dengan baik, tidak marah, dan mencoba menyelaraskan gerak); (2) 'Mengapa kerja sama penting saat meragakan tari berkelompok?' (acuan respon tepat: agar gerakan serempak/harmonis dan peragaan kelompok terlihat kompak) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang etika apresiasi seni: cara menghargai pencapaian diri sendiri atas usaha latihan yang telah dilakukan, serta cara terbuka mendengarkan pendapat kelompok lain demi penyempurnaan peragaan (7 menit).
- Murid dalam kelompok masing-masing (4-5 murid per kelompok) membuka kembali catatan peragaan gerak tari tradisi dan memeriksa kesiapan unsur pendukung tari (iringan musik ketukan/rekaman dan properti tari yang digunakan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Apresiasi Berputar (Joyful Challenge): Setiap kelompok secara bergiliran tampil di depan kelas meragakan rangkaian gerak tari tradisi secara utuh dari awal sampai akhir menggunakan unsur pendukung (iringan musik dan properti) dengan menunjukkan kekompakan, kerja sama, dan peran aktif seluruh anggota (34 menit).
- Saat satu kelompok tampil, kelompok pengamat mencatat 1 hal positif yang dicapai (pencapaian gerak/keselarasan musik) dan 1 masukan perbaikan yang membangun pada lembar apresiasi teman (12 menit).
- Kelompok penampil berkumpul sejenak membaca dan mendiskusikan catatan pendapat yang diterima dari kelompok lain, lalu mencocokkannya dengan perasaan pencapaian diri kelompoknya secara terbuka tanpa menyangkal masukan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan setiap kelompok menyampaikan secara lisan ungkapan penghargaan terhadap hasil pencapaian kerja sama kelompoknya sendiri dan menyebutkan satu pendapat teman yang disepakati untuk dipertimbangkan (8 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap sikap sportif, keterbukaan menerima pendapat, dan kekompakan peran aktif yang ditunjukkan oleh setiap murid selama peragaan (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya menghargai proses latihan diri sendiri sekaligus menerima masukan teman untuk menyempurnakan peragaan gerak tari tradisi (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap jalannya aktivitas peragaan dan apresiasi, lalu mengingatkan murid bahwa pertemuan berikutnya adalah Asesmen Sumatif Bab 1 (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan tertulis berisikan kalimat pemantik apresiasi untuk kelompok yang membutuhkan panduan cara menyampaikan pendapat.
- Proses: Kelompok yang memerlukan pendampingan diberikan bimbingan langsung oleh guru dalam menyelaraskan hitungan gerak dengan properti sebelum tampil; kelompok yang mandiri langsung melakukan sinkronisasi peragaan secara terpadu.
- Produk: Umpan balik tertulis apresiasi teman dapat disajikan dalam format kalimat sederhana atau poin catatan langsung pada lembar apresiasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan sikap apresiasi dan kerja sama gerak tari: Guru menanyakan (1) 'Apa tindakanmu jika teman memberi tahu ketukan langkahmu terlalu cepat dari musik iringan?' (acuan: mendengarkan saran dengan ramah dan menyesuaikan tempo langkah dengan musik), dan (2) 'Apa bukti anggota kelompok berperan aktif dalam tari tradisi?' (acuan: ikut bergerak bersama, menggunakan properti sesuai instruksi, dan menjaga formasi kelompok).
Proses:- Observasi keterlibatan aktif dan kerja sama saat meragakan rangkaian gerak tari tradisi berkelompok menggunakan unsur pendukung tari (musik dan properti).
- Pemeriksaan lembar apresiasi diri dan penerimaan pendapat: murid mencatat pencapaian diri dan menuliskan minimal 1 masukan teman yang dipertimbangkan untuk perbaikan peragaan (acuan penerimaan: respon tertulis murid memuat pengakuan pencapaian latihan diri sendiri dan kesediaan menerima saran teman secara positif).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid menyebutkan 1 bukti pencapaian kelompoknya dalam peragaan gerak tari hari ini dan 1 saran teman yang paling bermanfaat (kriteria penerimaan: respon secara eksplisit menyebutkan aspek gerak/unsur pendukung tari yang berhasil dilakukan serta sikap positif menyetujui saran perbaikan dari teman).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan rangkaian gerak tari tradisi berkelompok dengan unsur pendukung
- Penilaian lembar apresiasi dan refleksi pertimbangan pendapat orang lain
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meragakan rangkaian gerak tari tradisi berkelompok menggunakan unsur pendukung tari (TP 5.1.4) | Meragakan gerak tari tanpa kerja sama dan pasif; tidak selaras dengan unsur pendukung tari (musik atau properti) serta membutuhkan bantuan penuh dari guru. | Meragakan rangkaian gerak tari tradisi secara berkelompok namun kerja sama dan penggunaan unsur pendukung tari (musik/properti) masih sering tidak serempak serta memerlukan arahan guru. | Meragakan rangkaian gerak tari tradisi secara berkelompok dengan kompak, berperan aktif, dan menggunakan unsur pendukung tari secara teratur. | Meragakan seluruh rangkaian gerak tari tradisi secara berkelompok dengan kekompakan penuh, berperan sangat aktif memadukan gerak dengan unsur pendukung tari secara konsisten dan harmonis. | | Menghargai hasil pencapaian diri dan mempertimbangkan pendapat orang lain (TP 5.1.3) | Menolak masukan teman atau tidak menunjukkan penghargaan terhadap hasil peragaan kelompoknya sendiri. | Menghargai hasil pencapaian diri tetapi masih enggan atau ragu mempertimbangkan masukan dan pendapat teman terhadap peragaan tari. | Menghargai hasil pencapaian latihan diri serta bersikap terbuka mempertimbangkan masukan dan pendapat kelompok lain untuk perbaikan peragaan tari. | Secara konsisten dan tulus menghargai hasil pencapaian diri sendiri serta secara proaktif mempertimbangkan dan merespons positif masukan teman dengan santun. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu peragaan kelompok dan sesi saling memberi masukan berlangsung tertib dan seimbang?
- Bagaimana respons murid dalam menyikapi pendapat atau kritik membangun dari teman sebaya?
Murid:- Bagian mana dari rangkaian gerak tari tradisi kelompokku yang paling memuaskan hari ini?
- Saran apa dari kelompok lain yang paling membantuku memperbaiki peragaan tari?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengamati berbagai bentuk tari tradisi untuk mengekspresikan diri melalui unsur pendukung tari
- TP 5.1.2 Mengidentifikasi unsur pendukung tari dalam tari tradisi
- TP 5.1.3 Menghargai hasil pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi dengan mempertimbangkan pendapat orang lain
- TP 5.1.4 Meragakan hasil rangkaian gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung tari dengan menunjukkan kerja sama dan berperan aktif dalam kelompok
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran 28 murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur asesmen sumatif Bab 1: Tugas 1 tertulis dan refleksi individual (45 menit), dilanjutkan Tugas 2 peragaan tari tradisi berkelompok dengan penilaian individual (55 menit), serta penutupan (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan tata tertib, pembagian lembar kerja Tugas 1, dan rubrik kriteria unjuk kerja Tugas 2 secara hening dan mandiri (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Sebanyak 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3) selama 40 menit: Bagian A mengidentifikasi unsur tari tradisi melalui 4 butir soal berpasangan [Butir 1: Tari Saman -> Iringan musik internal (tepukan dada/tangan); Butir 2: Tari Piring -> Properti (piring porselen); Butir 3: Tari Kelana Topeng -> Tata rias dan busana karakter gagah/merah; Butir 4: Tari Pendet -> Properti bokor bunga]; Bagian B menuliskan refleksi apresiasi diri terhadap proses belajarnya dengan mempertimbangkan masukan yang pernah diterima dari teman/guru (40 menit).
- Guru melaksanakan Tugas 2 (TP 4) unjuk kerja peragaan gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung dalam format kelompok (5 kelompok beranggotakan 5-6 murid, total 28 murid) bergiliran, di mana setiap murid dinilai secara individual selama 1,5 menit per murid (total 42 menit unjuk kerja murni) ditambah 13 menit transisi dan pencatatan observasi guru pada lembar penilaian (50 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh artefak lembar kerja Tugas 1 dan melakukan hening sejenak menyadari tuntasnya proses pembelajaran tari tradisi Bab 1 secara berkesadaran (3 menit).
Penutup:- Guru merangkum ketercapaian asesmen sumatif Bab 1 dan memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kerja sama seluruh murid selama asesmen berlangsung (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi kompetensi pada asesmen sumatif; format lembar soal menggunakan ukuran teks yang jelas dan kontras.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan petunjuk tugas secara lisan bagi murid yang memerlukan penegasan instruksi tanpa mengubah substansi soal.
- Produk: Produk asesmen terstandar berupa artefak lembar kerja (Tugas 1) dan lembar observasi unjuk kerja individual peragaan tari (Tugas 2).
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen sumatif terintegrasi melalui penugasan tertulis dan unjuk kerja peragaan tari tradisi berkelompok dengan penilaian individual: Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi tari tradisi dan refleksi apresiasi diri secara serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan artefak lembar kerja diperiksa sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik refleksi.
Tugas 2 (TP 4): Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung dalam format kelompok (TP 4), aspek: kesesuaian gerak dengan unsur pendukung tari; peran aktif dan kerja sama kelompok. Jadwal: Pertemuan 18 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan.
- penugasan tertulis dan lembar refleksi serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi tari tradisi dan refleksi apresiasi diri secara serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan artefak lembar kerja diperiksa sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik refleksi. (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran identifikasi unsur pendukung tari tradisi dan rubrik penilaian lembar refleksi apresiasi diri)
- unjuk kerja peragaan tari tradisi bergiliran: Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung dalam format kelompok (TP 4), aspek: kesesuaian gerak dengan unsur pendukung tari; peran aktif dan kerja sama kelompok. Jadwal: Pertemuan 18 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan. (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja individual: kesesuaian gerak dengan unsur pendukung tari dan peran aktif dan kerja sama kelompok)
Sumatif:- Asesmen sumatif terintegrasi melalui penugasan tertulis dan unjuk kerja peragaan tari tradisi berkelompok dengan penilaian individual: Tugas 1 (TP 1, TP 2, TP 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi tari tradisi dan refleksi apresiasi diri secara serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan artefak lembar kerja diperiksa sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik refleksi.
Tugas 2 (TP 4): Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung dalam format kelompok (TP 4), aspek: kesesuaian gerak dengan unsur pendukung tari; peran aktif dan kerja sama kelompok. Jadwal: Pertemuan 18 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan.
- penugasan tertulis dan lembar refleksi serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja identifikasi tari tradisi dan refleksi apresiasi diri secara serentak selama 45 menit; guru mengawasi di kelas dan artefak lembar kerja diperiksa sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik refleksi. (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran identifikasi unsur pendukung tari tradisi dan rubrik penilaian lembar refleksi apresiasi diri)
- unjuk kerja peragaan tari tradisi bergiliran: Catatan individual unjuk kerja peragaan gerak tari tradisi menggunakan unsur pendukung dalam format kelompok (TP 4), aspek: kesesuaian gerak dengan unsur pendukung tari; peran aktif dan kerja sama kelompok. Jadwal: Pertemuan 18 murid 1-28: 1.5 menit per murid + 18 menit transisi/pencatatan. (60 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja individual: kesesuaian gerak dengan unsur pendukung tari dan peran aktif dan kerja sama kelompok)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Bentuk dan Unsur Pendukung Tari Tradisi (TP 1 & TP 2) | Mengidentifikasi 1 dari 4 pasangan bentuk dan unsur pendukung tari tradisi dengan tepat, atau memilih 2-3 pilihan pengalih. | Mengidentifikasi 2 dari 4 pasangan bentuk dan unsur pendukung tari tradisi dengan tepat dan memilih 1 pilihan pengalih. | Mengidentifikasi 3 dari 4 pasangan bentuk dan unsur pendukung tari tradisi dengan tepat tanpa memilih pilihan pengalih. | Mengidentifikasi seluruh 4 pasangan bentuk dan unsur pendukung tari tradisi dengan tepat sesuai kunci acuan (Saman-musik internal, Piring-properti piring, Kelana-rias gagah, Pendet-bokor) tanpa memilih pilihan pengalih. | | Menghargai Pencapaian Diri dan Pendapat Orang Lain (TP 3) | Menuliskan refleksi diri tanpa menyebutkan pencapaian diri maupun masukan dari orang lain. | Menuliskan refleksi diri yang menyebutkan pencapaian diri namun belum mempertimbangkan masukan orang lain. | Menuliskan refleksi diri yang memuat pencapaian diri dalam mengidentifikasi tari tradisi dan menyebutkan masukan orang lain secara umum. | Menuliskan refleksi diri secara utuh memuat pencapaian diri serta langkah tindak lanjut konkret berdasarkan masukan teman atau guru. | | Kesesuaian Gerak dengan Unsur Pendukung Tari (TP 4) | Gerak tari belum sesuai dengan ketukan tempo musik iringan dan belum mampu memfungsikan properti tari. | Meragakan gerak tari dengan tempo musik iringan yang sesekali tepat dan properti tari mulai digunakan walau masih canggung. | Meragakan gerak tari selaras dengan ketukan tempo musik iringan dan memfungsikan properti tari dengan lancar pada sebagian besar rangkaian gerak. | Meragakan seluruh rangkaian gerak tari selaras sempurna dengan tempo musik iringan serta memfungsikan properti tari secara luwes dan terpadu. | | Peran Aktif dan Kerja Sama Kelompok (TP 4) | Pasif dalam kelompok dan gerak tari tidak selaras dengan kelompok saat peragaan. | Kurang aktif dalam formasi kelompok dan sesekali tidak selaras dengan rekan kelompok. | Berperan aktif menjaga keselarasan gerak dan kekompakan formasi kelompok sepanjang peragaan. | Sangat konsisten menunjukkan peran aktif, menjaga formasi gerak kelompok, dan saling mendukung keterpaduan kelompok sepanjang peragaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk Tugas 1 dan 60 menit untuk Tugas 2 unjuk kerja kelompok terlaksana dengan tertib dan objektif bagi 28 murid?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 5 secara umum pada pemahaman keragaman bentuk tari tradisi dan keterpaduan unsur pendukungnya di Bab 1?
Murid:- Bagian mana dari unsur pendukung tari (musik, properti, tata rias, tata busana) yang paling mudah dan paling menantang untuk saya identifikasi?
- Bagaimana perasaan saya setelah berhasil bekerja sama menampilkan rangkaian gerak tari tradisi bersama kelompok?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Pusat Perbukuan Balitbang Kemendikbudristek 2021).
- Video dokumentasi pertunjukan Tari Pendet dan Tari Upacara Adat Nusantara.
- Kartu gambar tari tradisi upacara dan lembar pengamatan murid.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Pusat Perbukuan, 2021)
- Video rekaman Tari Jaipong (Jawa Barat) dan Tari Sajojo (Papua)
- Kartu gambar tari pergaulan rakyat dan kartu unsur pendukung (selendang, busana daerah, kendang/tifa)
- Lembar Pengamatan Tari Kelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Video dokumentasi pertunjukan tari tradisi klasik istana (Tari Bedhaya / Srimpi Keraton).
- Foto/kartu peraga kelengkapan tata busana, tata rias, properti sampur, dan gamelan pengiring tari klasik.
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Detektif Tari Klasik Istana'.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi 2024), Kemendikbudristek
- Video dokumentasi Tari Tradisi Daerah Setempat (Tari Topeng Cirebon / Tari Jaipong / Tari Betawi)
- Set Foto Lembar Kerja Detektif Ekspresi Tari (Foto A Jaipong, Foto B Topeng Kelana, Foto C Tari Merak)
- Kartu label ekspresi perasaan tari (Gembira, Gagah, Anggun)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi 2023), Bab 1: Keragaman Bentuk Tari Tradisi dan Unsur Pendukungnya.
- Rekaman audio/video Tari Saman (Aceh), Tari Kecak (Bali), Tari Jaipong (Jawa Barat), dan Tari Piring (Sumatera Barat).
- Set kartu tantangan 'Detektif Musik Tari' (6 kartu deskripsi bunyi tari tradisi).
- Lembar Kerja (LK) Identifikasi Musik Iringan Tari Tradisi.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 1 Halaman 49-50
- Kartu bergambar properti tari tradisi (pedang, tameng, selendang, gongseng/gelang kaki, piring)
- Benda peraga konkret (selendang dan kipas)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi, Kemendikbudristek)
- Set kartu gambar dokumentasi foto tata rias tari tradisi nusantara (Tari Gatotkaca, Tari Rama, Tari Arjuna, Tari Cakil, Punakawan, Anoman)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Tata Rias Karakter Tari Tradisi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi 2024), Unit Bab 1
- Kartu bergambar tata busana Tari Totokng, Tari Jepin Selendang, Tari Glipang, dan Tari Golek Ayun-ayun
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Tata Busana Tari Tradisi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2021)
- Video dokumentasi Tari Piring (Minangkabau) dan Tari Merak (Jawa Barat)
- Set kartu detektif unsur pendukung tari tradisi dan LKPD keterpaduan unsur tari
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V (Kemendikbudristek).
- Video rekaman Tari Piring Tradisional Minangkabau.
- Lembar Ulas Kawan 'Bintang dan Harapan' serta Lembar Refleksi Diri Murid.
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V
- Lembar identifikasi tata rias dan busana tari tradisi milik murid
- Kartu Bintang Apresiasi dan lembar refleksi 'Penghargaan Pencapaian Diriku'
- Lembar catatan identifikasi unsur pendukung tari pertemuan sebelumnya
- Kartu saran berwarna untuk aktivitas Kotak Saran Sahabat
- Lembar Apresiasi Reflektif Diri
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V
- Rekaman audio musik iringan tari tradisi bertempo sedang (gamelan/kendang)
- Pemutar audio/speaker aktif
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk aktivitas gerak tari berkelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2021/2023).
- Properti tari berupa kain selendang/sampur tari sejumlah murid di kelas.
- Kartu petunjuk gerak tari tradisi berproperti (berisi ilustrasi urutan Ragam 1, 2, dan 3).
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk peragaan gerak tari berkelompok.
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas V (Kemendikbudristek)
- Rekaman audio musik iringan tari tradisi daerah setempat bertempo 4/4
- Perlengkapan busana latihan: selendang/sampur tari dan kain pinggang untuk tiap murid
- Perangkat pemutar audio (speaker aktif/laptop)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek).
- Rekaman audio musik iringan tari tradisi (eksternal).
- Perlengkapan properti tari (selendang atau kipas tari).
- Kelengkapan busana latihan tari (kain samping/selendang pinggang) dan perlengkapan tata rias karakter sederhana.
- Properti tari tradisi yang digunakan (selendang, piring, kipas, dsb.)
- Perangkat pemutar audio dan rekaman musik iringan tari tradisi
- Lembar apresiasi teman dan refleksi pencapaian diri
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 1 (Tugas Tertulis dan Lembar Refleksi Diri)
- Lembar Observasi Asesmen Kinerja Peragaan Tari Individual/Kelompok
- Properti tari tradisi (piring plastik/properti tari daerah setempat)
|