Modul AjarPertemuan 8Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Penampilan Tari Fabel dan Refleksi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Penampilan Tari Fabel dan Refleksi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Penampilan Tari Fabel dan Refleksi

Seni Tari - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Penampilan Tari Fabel dan Refleksi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPenampilan Tari Fabel dan Refleksi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menampilkan tari fabel di depan kelas dengan percaya diri.
  2. Murid mampu merefleksikan proses pembelajaran dan penampilan tari fabel.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang paling kamu ingat dari latihan tari fabel yang sudah kita lakukan bersama?
  2. Bagaimana caramu menunjukkan karakter tokoh fabel melalui gerakan tubuhmu saat tampil nanti?
  3. Setelah kamu tampil, hal apa yang ingin kamu ceritakan atau bagikan kepada teman-temanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran.
  • Guru menciptakan suasana positif dengan meminta murid melakukan 'pemanasan ekspresif': berdiri, menarik napas dalam, lalu menggerakkan tubuh bebas selama 1 menit mengikuti musik pengiring tari fabel.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini adalah hari penampilan tari fabel dan refleksi bersama.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru bertanya singkat kepada beberapa murid, 'Sudah seberapa siap kamu tampil hari ini? Tunjukkan dengan jari 1–5.' Guru mencatat respons untuk menyesuaikan dukungan.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan meminta 2–3 murid berbagi jawaban singkat untuk membangun antusiasme.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: sesi persiapan singkat → penampilan kelompok → apresiasi → refleksi bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap kelompok berkumpul dan melakukan 'check-in kelompok' selama 3 menit: setiap anggota menyebutkan satu hal yang perlu diingat saat tampil (misalnya: ekspresi wajah, level gerak, arah hadap).
  • Guru menayangkan atau menuliskan di papan tulis tiga poin kunci yang harus terlihat dalam penampilan: (1) kesesuaian gerak dengan karakter tokoh fabel, (2) penggunaan level gerak dan perubahan arah hadap, (3) kepercayaan diri dan ekspresi.
  • Murid diberikan waktu 5 menit untuk latihan mandiri dalam kelompok sebagai pemantapan terakhir sebelum tampil. Guru berkeliling memberi semangat dan pengingat singkat.
  • Guru mengingatkan murid bahwa penonton bertugas sebagai apresiator: menyimak dengan hormat dan memberi tepuk tangan yang tulus setelah setiap penampilan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Penampilan dimulai secara bergiliran per kelompok. Urutan tampil ditentukan dengan undian sederhana (misalnya cabut nomor) agar terasa adil dan menyenangkan.
  • Setiap kelompok tampil membawakan tari fabel yang telah dipersiapkan di hadapan seluruh kelas. Guru memastikan suasana kelas kondusif dan penuh apresiasi.
  • Selama penampilan, guru melakukan observasi menggunakan lembar pengamatan: mencatat kepercayaan diri, kesesuaian gerak dengan tokoh, serta penggunaan level dan arah hadap masing-masing murid.
  • Setelah setiap kelompok selesai tampil, guru memimpin apresiasi: penonton memberikan tepuk tangan dan satu pujian spesifik secara lisan (misalnya: 'Aku suka ketika kalian bergerak rendah seperti tokoh semut!'). Guru menuliskan beberapa pujian di papan tulis.
  • Guru memberikan umpan balik formatif singkat kepada setiap kelompok setelah tampil, menyebutkan satu hal yang sudah bagus dan satu hal yang bisa dikembangkan, disampaikan dengan nada positif dan membangun.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru mengajak murid duduk melingkar atau kembali ke tempat duduk masing-masing untuk sesi refleksi.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri secara mandiri. Lembar berisi pertanyaan: (1) Apa yang sudah kamu lakukan dengan baik hari ini? (2) Apa yang menurutmu perlu kamu tingkatkan? (3) Bagaimana perasaanmu setelah tampil di depan kelas? (4) Apa satu hal berharga yang kamu pelajari dari proses membuat dan menampilkan tari fabel ini?
  • Guru memberi waktu 5–7 menit untuk mengisi lembar refleksi. Murid yang selesai lebih awal dapat menambahkan gambar ekspresi atau kata-kata pendek yang menggambarkan perasaannya.
  • Refleksi berpasangan (peer reflection): Murid saling berbagi satu jawaban dari lembar refleksinya kepada teman sebangku. Teman memberikan respons positif atau pertanyaan yang mendorong berpikir lebih dalam.
  • Guru memfasilitasi sharing kelas singkat: 3–4 murid diminta menyampaikan refleksinya di depan kelas. Guru merangkum poin-poin utama di papan tulis sebagai catatan bersama.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat 'rangkuman perasaan' dengan meminta setiap murid menyebutkan satu kata yang merangkum pengalaman belajar tari fabel hari ini (misalnya: bangga, seru, lega, bersemangat).
  • Guru menegaskan kembali pencapaian murid: mereka telah berhasil menampilkan tari fabel dengan usaha dan kerja sama yang luar biasa.
  • Guru mengumpulkan lembar refleksi diri murid sebagai bahan asesmen akhir dan bahan pertimbangan tindak lanjut pembelajaran.
  • Guru memberikan apresiasi verbal menyeluruh kepada seluruh kelas atas semangat, kerja keras, dan keberanian tampil.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum hafal urutan gerak dapat tampil sambil melihat panduan gerak singkat (kartu gerak) yang telah disiapkan guru. Murid yang sudah sangat siap didorong untuk menambahkan ekspresi wajah atau improvisasi gerak kecil yang sesuai karakter tokoh.
  • Proses: Murid yang merasa kurang percaya diri diberi opsi tampil di posisi tengah kelompok agar merasa lebih aman dan didukung teman. Murid yang lebih percaya diri dapat diberi peran sebagai pemimpin gerak atau pembuka penampilan kelompok. Saat refleksi, murid yang kesulitan menulis dapat mengungkapkan refleksinya secara lisan kepada guru.
  • Produk: Lembar refleksi dapat diisi dalam bentuk tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya sesuai kemampuan dan preferensi murid. Murid yang ingin berbagi lebih dalam dapat diminta membuat jurnal singkat di rumah sebagai pengayaan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menunjukkan kesiapan tampil dengan skala jari 1–5 (1 = belum siap, 5 = sangat siap) pada awal pendahuluan.
  • Guru mencatat murid yang menunjukkan jari 1–2 untuk diberikan dukungan tambahan sebelum penampilan dimulai (misalnya: dorongan semangat, posisi aman dalam kelompok, atau kartu panduan gerak).

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama setiap kelompok tampil menggunakan lembar pengamatan dengan indikator: (1) percaya diri saat tampil, (2) kesesuaian gerak dengan karakter tokoh fabel, (3) penggunaan level gerak, (4) penggunaan perubahan arah hadap.
  • Peer feedback lisan: penonton memberikan apresiasi spesifik kepada kelompok yang tampil sebagai bentuk penilaian sejawat.
  • Pemantauan guru selama sesi refleksi: apakah murid mampu mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan diri secara jujur dan kritis.

Akhir:

  • Penilaian penampilan tari fabel menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk aspek kepercayaan diri, kesesuaian gerak, dan penggunaan unsur tari.
  • Pengumpulan dan penilaian lembar refleksi diri murid: dinilai berdasarkan kemampuan murid mengevaluasi proses dan hasil belajarnya sendiri secara bermakna.

Formatif:

  • Observasi guru selama penampilan menggunakan lembar pengamatan (aspek: kepercayaan diri, kesesuaian gerak dengan tokoh, penggunaan level dan arah hadap).
  • Umpan balik lisan guru kepada setiap kelompok setelah tampil (satu pujian spesifik dan satu saran konstruktif).
  • Umpan balik sejawat (peer feedback) berupa pujian spesifik dari penonton setelah setiap penampilan.
  • Lembar refleksi diri murid yang diisi selama sesi refleksi.

Sumatif:

  • Penilaian penampilan tari fabel menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek kepercayaan diri, kesesuaian gerak dengan karakter tokoh fabel, dan penggunaan unsur tari (level gerak dan perubahan arah hadap).
  • Lembar refleksi diri murid dinilai berdasarkan kedalaman dan kejujuran refleksi (aspek: kemampuan menilai diri, kemampuan mengidentifikasi hal yang perlu ditingkatkan).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kepercayaan Diri saat TampilMurid tampil dengan ragu-ragu, sering berhenti, dan terlihat tidak nyaman di depan kelas. Ekspresi wajah datar atau menunduk.Murid tampil namun sesekali terlihat ragu atau melihat teman. Ekspresi wajah mulai muncul tetapi belum konsisten.Murid tampil dengan cukup percaya diri, menjaga kontak mata dengan penonton, dan ekspresi wajah sesuai karakter sebagian besar waktu.Murid tampil dengan penuh percaya diri, ekspresi wajah konsisten sesuai karakter tokoh fabel, dan mampu menarik perhatian penonton sepanjang penampilan.
Kesesuaian Gerak dengan Karakter Tokoh FabelGerak yang ditampilkan tidak mencerminkan karakter tokoh fabel. Tidak ada upaya untuk menginterpretasikan tokoh melalui gerakan.Beberapa gerakan mulai mencerminkan karakter tokoh fabel, namun sebagian besar masih mekanis dan belum menggambarkan tokoh dengan jelas.Sebagian besar gerakan sudah mencerminkan karakter tokoh fabel dengan cukup jelas. Murid menunjukkan usaha untuk menginterpretasikan tokoh melalui tubuh.Seluruh gerakan secara konsisten mencerminkan karakter tokoh fabel dengan jelas dan ekspresif. Murid berhasil menghidupkan tokoh fabel melalui gerak dan ekspresi.
Penggunaan Level Gerak dan Perubahan Arah HadapMurid hanya menggunakan satu level gerak (biasanya berdiri tegak) dan tidak melakukan perubahan arah hadap selama penampilan.Murid mencoba menggunakan lebih dari satu level gerak atau melakukan satu perubahan arah hadap, namun pelaksanaannya belum tepat atau terlalu jarang.Murid menggunakan variasi level gerak (misalnya tinggi, sedang, rendah) dan melakukan beberapa perubahan arah hadap dengan cukup tepat sesuai koreografi.Murid secara konsisten menggunakan variasi level gerak dan perubahan arah hadap dengan tepat dan terkontrol sesuai koreografi, sehingga penampilan tampak dinamis dan menarik.
Kemampuan Refleksi DiriLembar refleksi kosong atau diisi sangat singkat tanpa substansi. Murid tidak mampu mengidentifikasi kekuatan maupun hal yang perlu ditingkatkan.Murid mengisi lembar refleksi dengan menyebutkan satu hal secara umum, namun belum mampu menjelaskan alasan atau memberikan gambaran spesifik.Murid mampu mengidentifikasi kekuatan dan satu hal yang perlu ditingkatkan dari proses dan penampilan tari fabelnya dengan penjelasan yang cukup jelas.Murid mampu merefleksikan proses dan penampilan secara mendalam dan jujur: mengidentifikasi kekuatan, area pengembangan, perasaan selama proses, serta menyebutkan hal bermakna yang dipelajari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan tampil dan merasa dihargai selama penampilan berlangsung?
  • Bagaimana suasana kelas saat penampilan — apakah kondusif, penuh apresiasi, dan mendukung kepercayaan diri murid?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan (kartu gerak, posisi dalam kelompok, opsi refleksi lisan) cukup membantu murid yang menghadapi tantangan?
  • Apakah umpan balik yang saya berikan kepada setiap kelompok cukup spesifik, positif, dan membangun?
  • Seberapa dalam kemampuan refleksi diri murid saat ini, dan apa yang perlu saya lakukan untuk membantu mereka berkembang dalam keterampilan merefleksi di pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah tampil di depan kelas hari ini? Mengapa kamu merasa demikian?
  • Gerakan atau bagian mana dari penampilanmu yang menurutmu sudah paling bagus?
  • Apa satu hal yang ingin kamu perbaiki atau tingkatkan jika kamu tampil lagi?
  • Apa yang paling berkesan dari proses belajar membuat dan menampilkan tari fabel ini dari awal sampai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kemdikbudristek.
  2. Cerita fabel yang telah digunakan sebagai dasar koreografi (misalnya: cerita fabel ular naga atau fabel lain yang dipilih guru/murid).
  3. Musik pengiring tari fabel (rekaman audio sesuai tema cerita fabel yang digunakan).
  4. Speaker/pengeras suara untuk memutar musik pengiring selama penampilan.
  5. Lembar pengamatan penampilan (disiapkan guru) untuk penilaian proses.
  6. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru) berisi 4 pertanyaan terbuka.
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat pujian, kata kunci, dan rangkuman refleksi kelas.
  8. Kartu panduan gerak (opsional, disiapkan guru sebagai alat bantu diferensiasi untuk murid yang membutuhkan).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.