MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 4 (Fase B) Topik: Mengenal Unsur Pendukung Tari: Busana dan Properti INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Mengenal Unsur Pendukung Tari: Busana dan Properti |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu mengidentifikasi busana dan properti yang sesuai dengan karakter tokoh fabel minimal 2 tokoh dengan benar.
- Murid mampu membuat properti sederhana (topeng) untuk mendukung penampilan tari sesuai karakter tokoh fabel yang dipilih.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu menonton pertunjukan tari atau drama? Apa yang membuat penari terlihat seperti tokoh binatang?
- Menurutmu, mengapa penari yang memerankan harimau harus berpakaian berbeda dengan penari yang memerankan kelinci?
- Kalau kamu diminta menjadi seekor kupu-kupu dalam sebuah tari fabel, busana dan benda apa yang ingin kamu pakai agar penonton percaya kamu adalah kupu-kupu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pelajaran (2 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar murid siap belajar.
- Asesmen Awal — Guru menayangkan dua gambar tokoh fabel (misal: kancil dan harimau) dengan dan tanpa busana/properti, lalu bertanya: 'Menurut kalian, gambar mana yang lebih cocok untuk pertunjukan tari fabel? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan; guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal (5 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum merespons (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: murid akan belajar mengenali busana & properti tokoh fabel, lalu membuat topeng sederhana (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan foto atau video singkat (2–3 menit) pertunjukan tari fabel yang menggunakan busana dan properti khas tokoh binatang (misal: tari kelinci, tari merak, atau tari cerita kancil).
- Guru memandu diskusi kelas dengan pertanyaan terarah: 'Busana apa yang dipakai penari? Warna apa yang dominan? Properti apa yang mereka bawa atau kenakan?' Murid mengamati secara cermat (Berkesadaran) dan menjawab bergantian.
- Guru menjelaskan konsep busana tari (pakaian/kostum lengkap yang mencerminkan karakter tokoh) dan properti tari (benda yang dibawa atau dikenakan untuk mendukung karakter dan gerak, misal: topeng, sayap, ekor) menggunakan contoh konkret dari tayangan tadi.
- Murid secara berpasangan mendiskusikan tabel sederhana di lembar kerja: 'Tokoh fabel — Ciri karakter — Warna busana yang cocok — Properti yang sesuai.' Dua pasang mempresentasikan hasil diskusi singkat di depan kelas (Bermakna: menghubungkan ciri karakter dengan pilihan busana nyata).
- Guru memberikan umpan balik dan meluruskan pemahaman yang keliru.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan menjelaskan tugas: setiap kelompok membuat satu topeng sederhana untuk tokoh fabel pilihannya menggunakan bahan yang telah disiapkan (piring kertas/karton, cat air atau krayon, karet gelang, gunting, lem) (Menggembirakan: aktivitas kreatif tangan).
- Sebelum mulai membuat, setiap kelompok mengisi 'Lembar Rencana Properti': tuliskan nama tokoh fabel yang dipilih, sebutkan minimal 2 ciri karakter tokoh tersebut, tentukan warna dan bentuk topeng yang akan dibuat sesuai ciri itu. Langkah ini melatih Penalaran Kritis — menghubungkan karakter dengan keputusan desain (Berkesadaran).
- Kelompok mulai membuat topeng sesuai rencana. Guru berkeliling, mengajukan pertanyaan pendampingan: 'Mengapa kalian memilih warna itu? Apakah bentuknya sudah mencerminkan karakternya?' (Bermakna).
- Setelah topeng selesai, setiap anggota kelompok mencoba mengenakan topeng dan melakukan 2–3 gerak sederhana yang menirukan karakter tokoh fabel tersebut (misal: melompat untuk kelinci, merayap untuk ular). Gerakan ini menghubungkan properti dengan ekspresi gerak tari (Menggembirakan).
- Guru mendokumentasikan atau mengamati proses pembuatan dan uji coba gerak sebagai bahan asesmen proses.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok memajang topeng buatannya di meja atau menempelkannya di papan kelas (gallery walk singkat). Kelompok lain memberikan satu komentar positif dan satu saran perbaikan pada sticky note/kartu kecil yang ditempelkan di samping topeng (Penilaian Sejawat — Assessment as Learning).
- Guru memimpin diskusi refleksi kelas: 'Apakah topeng yang kalian buat sudah mencerminkan karakter tokoh fabelnya? Apa yang sudah berhasil? Apa yang ingin kalian perbaiki?' (Berkesadaran: murid mengevaluasi hasil sendiri).
- Murid mengisi 'Lembar Refleksi Diri' (3 pertanyaan singkat): (1) Busana dan properti apa yang cocok untuk tokoh fabel pilihanku? (2) Apa yang berhasil dalam pembuatan topengku hari ini? (3) Apa yang akan aku lakukan lebih baik lain kali? (Bermakna: mengelola proses belajar secara mandiri).
- Guru memberikan umpan balik verbal menyeluruh dan menghubungkan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya: properti yang dibuat hari ini akan digunakan saat latihan menampilkan tari fabel.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Apa itu busana tari? Apa itu properti tari? Mengapa keduanya penting dalam tari fabel?' (2–3 murid menjawab secara lisan).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan kreativitas semua kelompok.
- Guru memberikan informasi singkat tentang kegiatan pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep busana/properti: guru menyediakan kartu referensi bergambar (picture card) yang menampilkan pasangan tokoh fabel dengan busana dan propertinya, sehingga murid dapat melihat contoh konkret sebelum berdiskusi atau berkarya.
- Proses: Untuk murid yang membutuhkan lebih banyak waktu: guru mendampingi langsung dan mengizinkan mereka menyelesaikan topeng yang lebih sederhana (cukup mewarnai pola yang sudah diprint). Untuk murid yang sudah cepat selesai: tantangan tambahan — rancang sketsa busana lengkap (bukan hanya topeng) untuk tokoh fabel yang sama di balik lembar kerja.
- Produk: Murid yang lebih mahir dapat membuat topeng dengan detail tambahan (hiasan, tekstur tempel) dan menambahkan keterangan tertulis di lembar rencana tentang makna setiap pilihan warna dan bentuk. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan topeng dengan warna dan bentuk dasar yang mencerminkan karakter tokoh.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan dua gambar tokoh fabel (dengan busana/properti dan tanpa busana/properti) dan meminta murid memilih serta menjelaskan secara lisan gambar mana yang lebih cocok untuk pertunjukan tari fabel — untuk memetakan pemahaman awal tentang fungsi busana dan properti dalam tari.
- Guru mencatat respons murid sebagai bahan pertimbangan diferensiasi selama pembelajaran berlangsung.
Proses:- Observasi dan pencatatan selama diskusi berpasangan (tabel busana-properti): apakah murid mampu mengidentifikasi busana dan properti sesuai karakter tokoh fabel? (TP 4.3.6.1)
- Pengecekan Lembar Rencana Properti sebelum murid mulai membuat topeng: guru memastikan rencana desain sudah mencerminkan karakter tokoh yang dipilih dan memberikan umpan balik langsung bila ada kekeliruan.
- Observasi saat proses pembuatan topeng dan uji coba gerak: apakah topeng yang dibuat sesuai dengan rencana dan karakter tokoh? Apakah murid dapat menjelaskan alasan pilihan desainnya? (TP 4.3.6.2)
- Penilaian Sejawat pada gallery walk: kualitas komentar positif dan saran yang diberikan kepada kelompok lain.
Akhir:- Lembar Refleksi Diri: murid menuliskan busana/properti yang sesuai untuk tokoh pilihannya, apa yang berhasil, dan apa yang akan diperbaiki — menunjukkan kemampuan evaluasi diri (TP 4.3.6.1 & 4.3.6.2).
- Hasil topeng dinilai dengan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kesesuaian warna dan bentuk dengan karakter tokoh fabel, kelengkapan detail properti, dan kerapian karya.
Formatif:- Observasi guru saat diskusi berpasangan tentang tabel busana-properti tokoh fabel (TP 4.3.6.1).
- Lembar Rencana Properti: menilai kemampuan murid menghubungkan ciri karakter tokoh fabel dengan pilihan desain busana dan properti (TP 4.3.6.1 & 4.3.6.2).
- Observasi proses pembuatan topeng: kesesuaian hasil dengan rencana dan karakter tokoh yang dipilih (TP 4.3.6.2).
- Penilaian Sejawat saat gallery walk: kemampuan memberikan komentar konstruktif tentang hasil karya teman.
Sumatif:- Lembar Refleksi Diri di akhir pembelajaran: digunakan guru untuk menilai kemampuan murid mengevaluasi hasil karyanya sendiri secara tertulis.
- Hasil topeng yang dibuat kelompok dinilai menggunakan rubrik kesesuaian karakter (aspek: identifikasi ciri tokoh, kesesuaian warna, kesesuaian bentuk, kerapian).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi busana dan properti sesuai karakter tokoh fabel (TP 4.3.6.1) | Murid belum dapat menyebutkan busana atau properti yang sesuai dengan karakter tokoh fabel, atau jawaban tidak relevan dengan karakter yang dipilih. | Murid dapat menyebutkan 1 elemen (busana atau properti saja) yang sesuai dengan karakter tokoh fabel dengan bimbingan guru. | Murid dapat mengidentifikasi busana dan properti yang sesuai untuk 1 tokoh fabel secara mandiri dengan alasan yang cukup jelas. | Murid dapat mengidentifikasi busana dan properti yang sesuai untuk 2 tokoh fabel atau lebih secara mandiri, disertai penjelasan yang runtut tentang hubungan antara ciri karakter tokoh dan pilihan busana/propertinya. | | Membuat properti sederhana (topeng) sesuai karakter tokoh fabel (TP 4.3.6.2) | Topeng yang dibuat tidak mencerminkan karakter tokoh fabel yang dipilih (warna, bentuk tidak relevan) atau tidak selesai dikerjakan. | Topeng selesai dibuat dan mencerminkan salah satu ciri karakter tokoh fabel (misal: hanya warna yang sesuai, atau hanya bentuk dasar yang sesuai). | Topeng selesai dibuat, mencerminkan minimal 2 ciri karakter tokoh fabel (warna dan bentuk), dan ada usaha menambahkan detail pendukung. | Topeng selesai dibuat dengan detail yang lengkap dan kreatif, mencerminkan karakter tokoh fabel secara jelas (warna, bentuk, ekspresi), dan murid dapat menjelaskan alasan setiap pilihan desainnya kepada teman atau guru. | | Kemampuan Refleksi Diri | Murid tidak mengisi lembar refleksi atau jawaban sangat singkat tanpa makna (misal: 'tidak tahu'). | Murid mengisi lembar refleksi dengan jawaban singkat namun hanya menjawab 1 dari 3 pertanyaan secara bermakna. | Murid mengisi lembar refleksi dengan menjawab 2–3 pertanyaan secara bermakna dan menunjukkan kesadaran terhadap proses belajarnya. | Murid mengisi lembar refleksi dengan lengkap dan mendalam, menunjukkan evaluasi diri yang jujur serta menyebutkan langkah konkret yang akan dilakukan untuk perbaikan ke depan. | | Kolaborasi dalam Kelompok | Murid tidak terlibat aktif dalam kerja kelompok; membiarkan teman bekerja sendiri atau mengganggu jalannya diskusi/pembuatan topeng. | Murid terlibat dalam kerja kelompok jika diminta, namun kontribusinya masih perlu dorongan dari guru atau teman. | Murid terlibat aktif dalam diskusi dan pembuatan topeng, memberikan ide atau membantu teman tanpa harus diminta. | Murid berperan aktif dalam kelompok, berinisiatif membagi tugas, mendengarkan pendapat teman, dan memberikan masukan membangun — sehingga kelompok dapat menyelesaikan tugas dengan baik. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik yang saya berikan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif semua murid?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
- Apakah penilaian awal yang saya lakukan cukup efektif untuk memetakan pemahaman awal murid dan membantu saya merancang diferensiasi?
- Apakah semua murid mendapat kesempatan yang setara untuk berpartisipasi, termasuk yang pemalu atau yang membutuhkan dukungan lebih?
- Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan (picture card, tantangan tambahan) benar-benar menjangkau murid yang membutuhkan?
Refleksi Murid:- Hari ini aku belajar bahwa busana dan properti dalam tari fabel berguna untuk... (lanjutkan kalimatnya).
- Bagian yang paling aku nikmati dari pembelajaran hari ini adalah... Mengapa?
- Topeng yang aku buat sudah mencerminkan karakter tokoh fabelku karena... Hal yang ingin aku perbaiki adalah...
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab III: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel.
- Video atau foto pertunjukan tari fabel (tari kelinci, tari merak, tari kancil, atau sejenisnya) — dapat diunduh dari YouTube Edu atau kanal seni budaya resmi Kemendikbud.
- Gambar/foto referensi busana dan properti tokoh fabel dari berbagai daerah (bisa dicetak sebagai picture card untuk diferensiasi).
- Bahan membuat topeng: piring kertas atau karton tebal, krayon/cat air, karet gelang, gunting, lem kertas, dan hiasan tambahan (bulu-bulusan, glitter, dll. sesuai ketersediaan).
- Lembar Kerja Murid (LKPD): Tabel Identifikasi Busana-Properti Tokoh Fabel.
- Lembar Rencana Properti (diisi sebelum membuat topeng).
- Lembar Refleksi Diri (diisi di akhir pembelajaran).
- Sticky note/kartu kecil untuk penilaian sejawat saat gallery walk.
|