Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Latihan Gerak dan Pola Lantai Tari Fabel

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Latihan Gerak dan Pola Lantai Tari Fabel". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Latihan Gerak dan Pola Lantai Tari Fabel

Seni Tari - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Latihan Gerak dan Pola Lantai Tari Fabel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikLatihan Gerak dan Pola Lantai Tari Fabel
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memeragakan rangkaian gerak tari kelompok dengan level dan arah hadap yang bervariasi.
  2. Murid mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menyelaraskan gerak dan pola lantai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kalian menjadi seekor hewan dalam cerita fabel, gerakan seperti apa yang ingin kalian tunjukkan di atas panggung?
  2. Bagaimana caranya agar gerakan tari seluruh anggota kelompok bisa terlihat kompak dan indah saat dilihat dari depan maupun samping?
  3. Mengapa posisi dan arah hadap setiap penari dalam kelompok penting untuk diatur sebelum tampil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kondisi ruang gerak aman dan cukup luas.
  • Guru memandu pemanasan ringan selama 3 menit: gerakan kepala, bahu, pinggang, dan kaki mengikuti irama tepukan tangan bersama.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid secara spontan memperagakan satu gerakan hewan dari cerita fabel yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Guru mengamati tingkat pemahaman gerak dan kesiapan belajar murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: berlatih memeragakan rangkaian gerak tari kelompok dengan level dan arah hadap yang bervariasi, serta berlatih menyelaraskan pola lantai bersama teman kelompok.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menggambar contoh tiga pola lantai sederhana di papan tulis: garis lurus, lingkaran, dan huruf V. Guru menjelaskan makna tiap pola lantai dalam konteks tari kelompok.
  • Guru mendemonstrasikan perbedaan level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan variasi arah hadap (depan, samping, belakang) dengan contoh gerakan hewan dari cerita fabel ular naga atau fabel pilihan.
  • Murid mengamati dengan seksama, lalu guru mengajukan pertanyaan: 'Level mana yang menurut kalian paling menggambarkan gerakan hewan pilihanmu? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan bergantian (berkesadaran: murid aktif mengonstruksi pemahaman).
  • Guru menjelaskan bahwa dalam tari kelompok, setiap anggota harus sadar posisinya dalam pola lantai agar tari terlihat harmonis dan bermakna bagi penonton (bermakna: dikaitkan dengan konteks nyata tampil di depan penonton).
  • Murid mencoba sendiri selama 2 menit: eksplorasi bebas memperagakan gerak dengan level rendah, sedang, dan tinggi secara bergantian sesuai hitungan guru.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok sudah memiliki tokoh hewan dari cerita fabel yang ditetapkan pada pertemuan sebelumnya.
  • Setiap kelompok mendiskusikan dan memilih satu pola lantai (lurus, lingkaran, atau huruf V) yang sesuai dengan karakter hewan dan cerita kelompoknya. Guru berkeliling mendampingi dan memberi umpan balik singkat (bermakna: pilihan pola lantai dihubungkan dengan karakter tokoh).
  • Kelompok berlatih merangkai minimal 4 hitungan gerak dengan ketentuan: menggunakan minimal 2 variasi level dan minimal 2 variasi arah hadap dalam pola lantai yang dipilih (menggembirakan: suasana latihan diiringi musik/irama sederhana yang ceria).
  • Guru memandu sesi 'cek kompak': setiap kelompok mencoba memperagakan rangkaian geraknya satu kali, sementara kelompok lain mengamati dan mencatat satu hal yang sudah bagus dan satu hal yang perlu diperbaiki pada lembar pengamatan sederhana (asesmen proses: observasi guru dan penilaian sejawat).
  • Berdasarkan masukan, setiap kelompok diberi waktu 5 menit untuk memperbaiki dan memperhalus gerakan serta pola lantainya. Guru mendorong diskusi antar anggota kelompok agar semua suara didengar (kolaborasi aktif).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memeragakan rangkaian gerak dan pola lantai hasil latihan di depan kelas. Kelompok lain memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan satu kalimat pujian spesifik (menggembirakan: suasana positif dan saling menghargai).
  • Setelah semua kelompok tampil, guru memimpin diskusi refleksi singkat: 'Gerakan mana yang paling sulit untuk diselaraskan bersama? Apa yang kelompokmu lakukan untuk mengatasinya?' (berkesadaran: murid memaknai proses belajarnya sendiri).
  • Setiap murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan pilihan: sudah bisa/belum bisa, perasaan saat berlatih, satu hal yang ingin diperbaiki) — bisa lisan jika waktu terbatas.
  • Guru memberikan umpan balik umum: menyebut contoh konkret hal-hal yang sudah baik dari setiap kelompok dan satu saran perbaikan kolektif untuk pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru memandu pendinginan ringan (2 menit): gerakan peregangan lengan, punggung, dan kaki sambil menarik napas dalam.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: apa itu pola lantai, mengapa level dan arah hadap penting, dan bagaimana cara kerja sama yang baik dalam tari kelompok.
  • Asesmen akhir: Guru meminta setiap murid menunjukkan satu gerakan dengan level dan arah hadap tertentu sesuai instruksi guru secara bergiliran cepat (exit activity) sebagai pengecekan ketercapaian TP 4.3.5.1.
  • Guru menyampaikan informasi kegiatan pertemuan berikutnya dan memotivasi murid untuk terus berlatih di rumah.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum hafal rangkaian gerak, guru menyediakan kartu bergambar langkah gerak (picture cards) yang bisa dipegang saat latihan sebagai panduan visual.
  • Proses: Murid yang sudah cepat menguasai diberikan tantangan tambahan: menciptakan satu gerakan transisi orisinal antara dua hitungan gerak yang ada. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diperbolehkan berlatih berpasangan lebih lama sebelum bergabung ke kelompok penuh.
  • Produk: Kelompok yang sudah siap dapat menampilkan geraknya dengan iringan musik, sedangkan kelompok yang masih berlatih dapat tampil dengan iringan hitungan lisan guru atau tepukan tangan bersama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid memperagakan secara spontan satu gerakan hewan dari cerita fabel yang sudah dipelajari. Guru mengamati dan mencatat: apakah murid sudah mengenal konsep level gerak, dan apakah sudah punya gambaran pola lantai. Hasil observasi digunakan untuk menentukan pengelompokan dan tingkat scaffolding yang dibutuhkan.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar pengamatan saat kelompok berlatih: mencatat ketercapaian variasi level, arah hadap, dan keselarasan gerak tiap anggota.
  • Penilaian sejawat pada sesi 'cek kompak': kelompok penonton mengisi lembar singkat berisi satu kelebihan dan satu saran untuk kelompok yang tampil.
  • Umpan balik lisan guru setelah sesi 'cek kompak' sebelum kelompok kembali berlatih.

Akhir:

  • Penampilan rangkaian gerak kelompok dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek: variasi level gerak, variasi arah hadap, kesesuaian pola lantai, dan kerja sama kelompok.
  • Exit activity individual: guru memberi instruksi gerak (contoh: 'tunjukkan gerakan burung dengan level rendah menghadap ke samping') dan murid memperagakannya sebagai bukti pemahaman konsep secara mandiri.

Formatif:

  • Observasi guru selama latihan kelompok: kesesuaian level gerak, variasi arah hadap, dan keselarasan gerak antar anggota kelompok.
  • Penilaian sejawat (peer assessment): setiap kelompok memberikan satu catatan positif dan satu saran perbaikan kepada kelompok yang diamati pada sesi 'cek kompak'.
  • Lembar refleksi diri murid: diisi di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penampilan rangkaian gerak kelompok di depan kelas: dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek variasi level gerak, variasi arah hadap, kesesuaian pola lantai, dan kerja sama kelompok.
  • Exit activity: murid memperagakan satu gerakan dengan level dan arah hadap tertentu sesuai instruksi guru sebagai bukti ketercapaian individual TP 4.3.5.1.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Variasi Level GerakMurid hanya menggunakan satu level gerak (misal selalu berdiri tegak) tanpa variasi.Murid mencoba menggunakan 2 level gerak namun perpindahan antar level belum lancar atau kurang sesuai hitungan.Murid menggunakan 2–3 variasi level gerak dengan perpindahan yang cukup lancar dan sesuai hitungan.Murid menggunakan 3 variasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) dengan perpindahan yang lancar, terkontrol, dan ekspresif sesuai karakter tokoh fabel.
Variasi Arah HadapMurid hanya menghadap ke satu arah (biasanya depan) sepanjang penampilan.Murid mencoba mengubah arah hadap namun perpindahannya belum sinkron dengan gerakan atau tidak sesuai kesepakatan kelompok.Murid menggunakan 2 variasi arah hadap yang cukup sinkron dengan gerakan dan sesuai kesepakatan kelompok.Murid menggunakan minimal 3 variasi arah hadap yang sinkron, terkontrol, dan mendukung ekspresi cerita fabel yang ditampilkan.
Kesesuaian Pola LantaiPosisi murid dalam kelompok tidak mengikuti pola lantai yang disepakati, bergerak secara acak.Murid mengikuti pola lantai yang disepakati namun sering berpindah posisi secara tidak terencana atau menabrak teman.Murid mengikuti pola lantai yang disepakati dengan cukup konsisten dan perpindahan posisi cukup tertata.Murid mengikuti pola lantai secara konsisten, perpindahan posisi tertata dan terkontrol, sehingga pola lantai terlihat jelas dan estetis dari berbagai sudut pandang.
Kerja Sama KelompokMurid tidak memperhatikan gerak teman sekelompok, cenderung bergerak sendiri tanpa menyelaraskan diri.Murid berusaha menyesuaikan gerak dengan anggota lain namun masih sering tidak sinkron dan kurang aktif dalam diskusi kelompok.Murid aktif berdiskusi dan menyesuaikan gerak dengan anggota kelompok sehingga penampilan cukup selaras.Murid secara aktif memimpin atau mendukung diskusi kelompok, mengingatkan teman jika ada ketidakselarasan, dan penampilan kelompok terlihat kompak serta saling menghargai.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat giliran yang cukup untuk berlatih dan mendapat umpan balik langsung dari saya?
  • Apakah pengelompokan yang saya lakukan sudah mendukung kolaborasi yang efektif, atau ada kelompok yang perlu penyesuaian pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah instruksi tentang level gerak, arah hadap, dan pola lantai sudah cukup jelas dan dipahami murid, atau perlu cara penyampaian yang berbeda?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan maupun yang sudah siap dengan tantangan lebih?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana yang paling mudah dan paling sulit untuk kamu lakukan hari ini? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?
  • Bagaimana perasaanmu saat berlatih bersama kelompok? Apakah kamu merasa didengar dan dihargai oleh teman-temanmu?
  • Satu hal apa yang ingin kamu perbaiki dari gerakan atau kerja samamu pada latihan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab III: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel
  2. Cerita fabel pilihan (ular naga atau cerita fabel lain yang relevan dengan karakter hewan yang dipilih kelompok)
  3. Kartu bergambar langkah gerak (picture cards) — disiapkan guru sebagai alat bantu diferensiasi
  4. Lembar pengamatan sederhana untuk penilaian sejawat (peer assessment)
  5. Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan singkat)
  6. Musik iringan instrumental bertempo sedang (opsional, untuk menemani sesi latihan kelompok)
  7. Ruang gerak yang cukup luas — aula, lapangan, atau ruang kelas yang diatur ulang

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.