Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Eksplorasi Gerak Berdasarkan Cerita Fabel

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Eksplorasi Gerak Berdasarkan Cerita Fabel". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Eksplorasi Gerak Berdasarkan Cerita Fabel

Seni Tari - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Eksplorasi Gerak Berdasarkan Cerita Fabel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikEksplorasi Gerak Berdasarkan Cerita Fabel
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengeksplorasi gerak lokomotor dan nonlokomotor yang terinspirasi dari tokoh fabel (ular, kancil, buaya) melalui kegiatan bergerak bersama.
  2. Murid mampu mengidentifikasi level gerak (tinggi, sedang, rendah) dan perubahan arah hadap dalam eksplorasi gerak tokoh fabel.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat ular bergerak? Bagaimana cara ular itu berpindah tempat?
  2. Kalau kamu menjadi seekor kancil yang sedang berlari menghindar dari buaya, gerakan apa yang akan kamu lakukan?
  3. Menurutmu, apakah setiap hewan bergerak dengan level tubuh yang sama — atau ada yang rendah ke tanah, ada yang berdiri tinggi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai kegiatan (2 menit).
  • Guru memimpin pemanasan tubuh ringan: menggerakkan kepala, bahu, pinggang, lutut, dan pergelangan kaki sambil menyebut nama bagian tubuh (3 menit).
  • Asesmen awal — guru bertanya lisan: 'Apa yang kalian tahu tentang gerak lokomotor dan nonlokomotor?' Murid menjawab bebas; guru mencatat respons di lembar observasi singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini kita akan bergerak seperti tokoh-tokoh dalam cerita fabel dan belajar mengenal level gerak serta arah hadap (2 menit).
  • Guru memancing rasa ingin tahu dengan pertanyaan pemantik tentang cara gerak ular, kancil, dan buaya (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau memperlihatkan ringkasan cerita fabel singkat yang menampilkan tiga tokoh: ular yang meliuk di tanah, kancil yang melompat dan berlari, dan buaya yang merangkak perlahan di tepi sungai (3 menit).
  • Guru menjelaskan konsep gerak lokomotor (gerak berpindah tempat: berjalan, berlari, melompat) dan nonlokomotor (gerak di tempat: meliuk, memutar, membungkuk) menggunakan contoh gerakan langsung di depan kelas (3 menit).
  • Guru mendemonstrasikan tiga level gerak — rendah (jongkok/merangkak), sedang (setengah berdiri), tinggi (berdiri tegak/berjinjit) — dan empat arah hadap (depan, belakang, kanan, kiri) sambil murid mengamati dan menirukan perlahan (4 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pengecekan pemahaman: 'Gerakan ular itu termasuk lokomotor atau nonlokomotor? Berada di level mana?' Murid menjawab bersama-sama (2 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil 4–5 orang. Setiap kelompok mendapat kartu tokoh fabel (ular / kancil / buaya) secara bergiliran sebagai inspirasi eksplorasi (2 menit).
  • Ronde 1 — Tokoh Ular: Seluruh murid mengeksplorasi gerak ular — meliuk tubuh di level rendah (nonlokomotor), kemudian bergerak maju meliuk-liuk di lantai (lokomotor). Guru mengingatkan: 'Rasakan tubuhmu di level rendah — apakah gerakanmu berpindah atau diam di tempat?' (4 menit).
  • Ronde 2 — Tokoh Kancil: Murid mengeksplorasi gerak kancil — melompat kecil (lokomotor, level sedang-tinggi), lalu berdiri jinjit mengintip bahaya (nonlokomotor, level tinggi). Guru memberi aba-aba arah hadap: 'Hadap kanan! Hadap depan!' sehingga murid berlatih perubahan arah hadap (4 menit).
  • Ronde 3 — Tokoh Buaya: Murid mengeksplorasi gerak buaya — merangkak maju pelan (lokomotor, level rendah), membuka-tutup lengan seperti rahang buaya (nonlokomotor). Guru meminta variasi arah hadap saat merangkak (4 menit).
  • Setiap kelompok memilih satu tokoh favorit, lalu menyusun rangkaian 4–6 hitungan gerak yang menggabungkan minimal satu gerak lokomotor, satu nonlokomotor, dua level berbeda, dan dua arah hadap berbeda. Guru berkeliling memberikan umpan balik langsung (5 menit).
  • Setiap kelompok menampilkan rangkaian geraknya di depan kelas. Kelompok penonton mengamati dan bersiap mengidentifikasi level serta arah hadap yang digunakan (4 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah setiap kelompok tampil, guru mengajak kelas mendiskusikan: 'Level gerak apa yang kalian lihat tadi? Ke mana arah hadapnya berubah?' Murid merespons secara lisan (3 menit).
  • Murid secara individual mengisi lembar refleksi singkat (bisa bergambar/simbol untuk yang kesulitan menulis): (1) Gerak lokomotor apa yang kamu lakukan? (2) Gerak nonlokomotor apa? (3) Level apa yang paling mudah/sulit bagimu? (4 menit).
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Mengapa gerak hewan-hewan itu berbeda levelnya? Apa hubungannya dengan kehidupan nyata hewan tersebut?' — mengaitkan ekplorasi gerak dengan makna cerita fabel (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak pendinginan tubuh ringan: meregangkan lengan, punggung, dan kaki perlahan sambil mengambil napas dalam (2 menit).
  • Guru memberikan umpan balik positif atas eksplorasi gerak yang telah dilakukan dan menegaskan kembali konsep lokomotor, nonlokomotor, level, dan arah hadap (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan penutup sumatif secara lisan kepada 2–3 murid: 'Sebutkan satu gerak lokomotor dan satu nonlokomotor yang kamu lakukan hari ini, beserta levelnya!' (2 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran pertemuan berikutnya: murid akan mengembangkan gerak fabel menjadi rangkaian tari kelompok yang lebih panjang (1 menit).
  • Kegiatan diakhiri dengan doa penutup bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum memahami konsep lokomotor/nonlokomotor, guru menyediakan kartu gambar bergambar simbol panah (lokomotor = ada perpindahan) dan simbol bintang (nonlokomotor = di tempat) sebagai bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan tantangan lebih diminta mengeksplorasi tokoh fabel keempat secara mandiri (misalnya gajah atau kupu-kupu) dan menggabungkan tiga level sekaligus dalam satu rangkaian gerak. Murid yang memerlukan dukungan lebih bekerja berpasangan dengan teman sebaya dan cukup memenuhi satu gerak lokomotor serta satu level dalam rangkaiannya.
  • Produk: Rangkaian gerak kelompok dapat disajikan dalam bentuk penampilan langsung atau, bagi murid yang sangat pemalu tampil di depan, dapat ditunjukkan hanya kepada guru secara berpasangan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: 'Apa yang kalian tahu tentang gerak lokomotor dan nonlokomotor?' — guru mencatat pada lembar observasi kognitif untuk mengetahui pemahaman awal murid sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik tentang cara gerak hewan fabel untuk mengukur kesiapan belajar.

Proses:

  • Lembar pengamatan guru selama tiga ronde eksplorasi gerak: mencatat apakah murid dapat membedakan gerak lokomotor dan nonlokomotor secara praktik.
  • Observasi penerapan level gerak (tinggi, sedang, rendah) dan perubahan arah hadap saat murid bergerak mengikuti tokoh fabel.
  • Diskusi kelompok setelah penampilan: guru menilai kemampuan murid mengidentifikasi level dan arah hadap yang digunakan kelompok lain.
  • Lembar refleksi singkat individual yang diisi murid di akhir kegiatan inti.

Akhir:

  • Penampilan rangkaian gerak kelompok (4–6 hitungan) dinilai dengan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) eksplorasi gerak lokomotor dan nonlokomotor tokoh fabel, dan (2) identifikasi serta penerapan level gerak dan arah hadap.
  • Pertanyaan lisan penutup: murid menyebutkan satu gerak lokomotor dan satu nonlokomotor yang mereka lakukan beserta level geraknya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengeksplorasi gerak pada tiap ronde: dicatat ketepatan identifikasi lokomotor/nonlokomotor dan level gerak menggunakan lembar pengamatan.
  • Tanya jawab lisan saat diskusi kelompok: guru bertanya tentang level dan arah hadap yang digunakan.
  • Umpan balik langsung (on-the-spot) saat guru berkeliling pada sesi penyusunan rangkaian gerak kelompok.

Sumatif:

  • Penampilan rangkaian gerak kelompok: dinilai menggunakan rubrik aspek gerak lokomotor, nonlokomotor, variasi level, dan perubahan arah hadap.
  • Pertanyaan lisan penutup kepada 2–3 murid terpilih: menyebutkan jenis dan level gerak yang dilakukan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Gerak Lokomotor Tokoh FabelMurid belum dapat melakukan gerak lokomotor yang terinspirasi dari tokoh fabel, atau gerak yang dilakukan tidak mencerminkan karakteristik hewan fabel sama sekali.Murid dapat melakukan satu gerak lokomotor sederhana (misalnya berjalan lurus) yang sedikit mencerminkan tokoh fabel dengan bantuan guru.Murid dapat melakukan dua gerak lokomotor yang terinspirasi dari tokoh fabel secara mandiri dengan karakteristik hewan yang cukup terlihat.Murid dapat mengeksplorasi tiga atau lebih gerak lokomotor yang jelas mencerminkan karakteristik tokoh fabel secara kreatif dan mandiri, dengan variasi yang menarik.
Eksplorasi Gerak Nonlokomotor Tokoh FabelMurid belum dapat melakukan gerak nonlokomotor yang terinspirasi dari tokoh fabel, atau tidak dapat membedakan gerak di tempat dengan gerak berpindah.Murid dapat melakukan satu gerak nonlokomotor sederhana di tempat yang sedikit mencerminkan tokoh fabel dengan arahan guru.Murid dapat melakukan dua gerak nonlokomotor yang terinspirasi tokoh fabel secara mandiri dan gerak di tempat terlihat jelas berbeda dari gerak lokomotor.Murid dapat mengeksplorasi tiga atau lebih gerak nonlokomotor yang kreatif dan jelas mencerminkan tokoh fabel, serta mampu menjelaskan perbedaannya dengan gerak lokomotor.
Identifikasi dan Penerapan Level Gerak (Tinggi, Sedang, Rendah)Murid belum dapat membedakan atau menerapkan level gerak; semua gerakan dilakukan pada satu level yang sama tanpa kesadaran.Murid dapat menerapkan satu level gerak saja (misalnya hanya level rendah) dengan bantuan guru atau petunjuk verbal.Murid dapat menerapkan dua level gerak yang berbeda secara mandiri dalam rangkaian geraknya dan dapat menyebutkan nama levelnya.Murid dapat menerapkan ketiga level gerak (tinggi, sedang, rendah) dalam satu rangkaian secara mandiri, transisi antar level terlihat jelas, dan murid dapat menjelaskan alasan pemilihan level untuk tiap gerakan.
Penerapan Perubahan Arah HadapMurid belum menunjukkan perubahan arah hadap; gerak dilakukan hanya menghadap satu arah sepanjang waktu tanpa respons terhadap aba-aba.Murid dapat mengubah arah hadap ke satu arah berbeda ketika mendapat aba-aba langsung dari guru.Murid dapat melakukan perubahan arah hadap ke dua arah berbeda secara mandiri dalam rangkaian geraknya.Murid secara mandiri mengintegrasikan perubahan arah hadap ke tiga atau lebih arah dalam rangkaian gerak dengan transisi yang rapi dan sesuai karakter tokoh fabel.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil membedakan dan mempraktikkan gerak lokomotor dan nonlokomotor secara tepat? Kelompok mana yang masih memerlukan pendampingan lebih?
  • Apakah tiga ronde eksplorasi (ular, kancil, buaya) cukup membantu murid memahami variasi level gerak dan arah hadap? Apakah perlu ditambahkan waktu atau media pendukung?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda? Apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid di awal pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Gerak lokomotor apa yang paling kamu sukai hari ini? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan gerak di tempat (nonlokomotor) dan gerak berpindah (lokomotor)? Apa contohnya?
  • Level gerak mana yang paling sulit kamu lakukan — rendah, sedang, atau tinggi? Apa yang membuatnya sulit?
  • Apa yang kamu rasakan saat bergerak seperti hewan dalam cerita fabel tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 3 tentang Cerita Fabel dan Gerak Lokomotor/Nonlokomotor
  2. Ringkasan teks cerita fabel (ular, kancil, buaya) yang disiapkan guru — bisa diganti dengan cerita fabel lain sesuai konteks lokal
  3. Kartu tokoh fabel (kartu bergambar ular, kancil, buaya) sebagai pemandu eksplorasi kelompok
  4. Kartu visual simbol gerak: panah (lokomotor) dan bintang (nonlokomotor) untuk dukungan diferensiasi
  5. Ruang kelas atau aula yang cukup luas untuk bergerak bebas
  6. Lembar observasi guru untuk asesmen awal dan proses
  7. Lembar refleksi individual murid (dapat bergambar/simbol)
  8. Musik instrumen bertema alam/hewan sebagai pengiring eksplorasi gerak (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.