Modul AjarPertemuan 10Bab 3Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 3: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 3: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Asesmen Sumatif Bab 3: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel

Seni Tari - Kelas 4

Bab 3 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif Bab 3: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menunjukkan pemahaman tentang unsur utama tari (level, arah hadap) dan cerita fabel melalui tes tertulis.
  2. Murid mampu memeragakan gerak tari sederhana berdasarkan cerita fabel secara individu atau kelompok sebagai asesmen praktik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Masih ingatkah kamu dengan tokoh-tokoh dalam cerita fabel yang kita pelajari? Gerakan seperti apa yang menggambarkan tokoh favoritmu?
  2. Kalau kamu harus menari sebagai seekor hewan dari cerita fabel, level gerakan apa yang akan kamu gunakan — rendah, sedang, atau tinggi — dan mengapa?
  3. Menurutmu, apa yang membuat sebuah tari terasa 'hidup' dan bercerita, bukan sekadar gerakan biasa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan spesial: asesmen sumatif Bab 3, sebuah kesempatan untuk menunjukkan semua yang telah dipelajari tentang tari dan cerita fabel (2 menit).
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik secara lisan: 'Masih ingat tokoh fabel favorit kalian? Bagaimana cara menggambarkannya lewat gerak tari?' — murid merespons singkat (3 menit).
  • Asesmen awal cepat (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan di secarik kertas tiga kata yang terlintas ketika mendengar 'tari fabel' — digunakan guru untuk mengecek kesiapan belajar hari ini (3 menit).
  • Guru menjelaskan alur dan aturan asesmen hari ini: bagian pertama tes tertulis (20 menit), bagian kedua asesmen praktik (30 menit), dan cara penilaian yang jelas dan adil (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima lembar soal tes tertulis yang terdiri atas 10 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian singkat tentang: (a) pengertian unsur utama tari — level gerak dan arah hadap, (b) identifikasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) dalam ilustrasi gambar, (c) arah hadap dalam formasi tari, dan (d) pengenalan tokoh dan alur cerita fabel yang telah dipelajari.
  • Murid mengerjakan tes tertulis secara mandiri dalam kondisi tenang; guru mengingatkan murid untuk membaca soal dengan cermat sebelum menjawab (prinsip berkesadaran).
  • Guru berkeliling memantau dengan sikap suportif — memastikan murid memahami instruksi soal, bukan memberi jawaban.
  • Setelah waktu habis (20 menit), murid mengumpulkan lembar jawaban dan guru memberikan apresiasi singkat atas usaha mereka menyelesaikan tes tertulis.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan mekanisme asesmen praktik: setiap murid atau kelompok (sesuai pilihan) akan memeragakan gerak tari sederhana yang terinspirasi dari cerita fabel; durasi penampilan per peserta atau kelompok 2–3 menit (2 menit briefing).
  • Murid diberikan 5 menit untuk persiapan mandiri atau bersama kelompoknya — mengingat kembali urutan gerak, level yang digunakan, dan arah hadap yang sudah dirancang pada pertemuan sebelumnya. Guru memutarkan musik latar yang sesuai suasana fabel untuk membantu peserta masuk ke 'mood' bergerak (prinsip menggembirakan).
  • Asesmen praktik dilaksanakan: satu per satu atau satu kelompok per giliran tampil di depan kelas. Saat menampilkan, murid wajib: (a) menyebut judul/tokoh cerita fabel yang digunakan sebagai inspirasi, (b) memeragakan minimal satu gerak dengan variasi level (rendah–sedang atau sedang–tinggi), dan (c) menunjukkan perubahan arah hadap minimal satu kali selama penampilan.
  • Murid yang sedang menonton bertindak sebagai 'apresiator aktif': mengamati penampilan teman dan mencatat satu hal yang menarik dari penampilan tersebut di lembar pengamatan sederhana yang telah disiapkan guru (prinsip bermakna dan kolaborasi).
  • Guru mengisi rubrik penilaian praktik selama setiap penampilan berlangsung, mencatat ketercapaian aspek level gerak, arah hadap, ekspresi, dan kesesuaian dengan cerita fabel.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua penampilan selesai, guru memandu refleksi kelas singkat (5 menit): 'Dari semua penampilan tadi, gerakan mana yang paling berhasil menceritakan karakter fabelnya? Apa yang membuatnya berhasil?'
  • Murid mengisi lembar refleksi diri (self-assessment) yang berisi tiga pertanyaan: (a) Bagian mana dari tariku yang paling aku kuasai hari ini? (b) Apa satu hal yang ingin aku perbaiki dari penampilanku? (c) Apakah aku sudah menunjukkan level gerak dan arah hadap dengan baik? — lembar ini dikumpulkan sebagai bagian dari portofolio (prinsip berkesadaran dan kemandirian).
  • Guru memberikan umpan balik lisan positif dan konstruktif secara umum kepada seluruh kelas — menyebutkan hal-hal yang sudah berjalan baik dan satu area yang bisa terus dikembangkan, tanpa menyebut nama yang melemahkan semangat murid.

Penutup:

  • Guru merangkum bahwa hari ini murid telah menunjukkan pemahaman dan kemampuan mereka tentang tari fabel melalui dua bentuk asesmen — dan itu adalah pencapaian nyata (2 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa hasil tes tertulis dan penilaian praktik akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik personal untuk setiap murid (1 menit).
  • Murid diminta menyebutkan satu kata perasaan hari ini secara bergilir cepat ('satu kata — bagaimana rasanya tampil hari ini?') sebagai penutup yang menggembirakan (3 menit).
  • Guru menutup kelas dengan doa bersama dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca soal: guru menyediakan soal tertulis versi dengan ilustrasi gambar tambahan dan kalimat yang lebih sederhana. Untuk murid cepat: tersedia soal pengayaan berupa 2 soal analisis singkat ('Mengapa tokoh kancil cocok digambarkan dengan gerak level rendah dan cepat?').
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diperbolehkan memilih tampil berpasangan atau dalam kelompok kecil untuk asesmen praktik. Murid yang sudah siap dapat tampil secara individu. Guru memberikan waktu persiapan tambahan 2 menit bagi peserta yang tampak belum siap tanpa membebani secara emosional.
  • Produk: Bentuk asesmen praktik fleksibel: murid dapat memilih memeragakan gerak dengan musik pengiring atau tanpa musik (gerak saja), selama aspek level gerak dan arah hadap tetap terlihat jelas dalam penampilannya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan 3 kata yang terlintas ketika mendengar frasa 'tari fabel' di secarik kertas sebelum asesmen dimulai — digunakan guru untuk mengecek kesiapan kognitif dan emosional murid hari ini.
  • Guru memberikan pertanyaan lisan pemantik kepada 3–4 murid secara acak untuk mengukur keterhubungan memori mereka dengan materi Bab 3 yang telah dipelajari sebelumnya.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru saat murid mengerjakan tes tertulis: mencatat peserta yang tampak kesulitan memahami soal level gerak atau arah hadap.
  • Lembar pengamatan teman (peer observation): murid yang menonton mengisi satu kolom singkat 'satu hal menarik dari penampilan teman' — melatih kemampuan apresiasi dan penalaran kritis.
  • Catatan anekdot guru selama asesmen praktik berlangsung: merekam kepercayaan diri, variasi level gerak, dan kemampuan menunjukkan arah hadap setiap murid.

Akhir:

  • Tes tertulis (kognitif): skor dihitung dari 10 soal pilihan ganda (masing-masing 1 poin) dan 3 soal uraian singkat (masing-masing 3 poin); total skor 19 poin, dikonversi ke skala 100.
  • Asesmen praktik (psikomotor): dinilai menggunakan rubrik 4 aspek — (1) kesesuaian gerak dengan karakter fabel, (2) penggunaan variasi level gerak, (3) perubahan arah hadap, dan (4) ekspresi dan kepercayaan diri tampil — setiap aspek bernilai 1–4.
  • Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai bagian dari portofolio dan menjadi bahan umpan balik personal guru pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru selama murid mengerjakan tes tertulis: memantau konsentrasi dan pemahaman instruksi soal.
  • Lembar pengamatan teman (peer observation sederhana) yang diisi murid saat menonton penampilan praktik teman — satu hal menarik yang diamati.
  • Lembar refleksi diri (self-assessment) yang diisi murid setelah asesmen praktik selesai.

Sumatif:

  • Tes tertulis: 10 soal pilihan ganda + 3 soal uraian singkat tentang unsur utama tari (level gerak, arah hadap) dan cerita fabel.
  • Asesmen praktik: pemeragaan gerak tari sederhana berdasarkan cerita fabel secara individu atau kelompok, dinilai dengan rubrik 4 aspek.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Unsur Tari (Tes Tertulis: Level Gerak & Arah Hadap)Murid menjawab kurang dari 40% soal tentang level gerak dan arah hadap dengan benar; tampak belum memahami konsep dasar kedua unsur tersebut.Murid menjawab 40–59% soal dengan benar; memahami salah satu unsur (level atau arah hadap) tetapi belum keduanya secara konsisten.Murid menjawab 60–79% soal dengan benar; memahami level gerak dan arah hadap serta mampu mengidentifikasinya dalam konteks yang diberikan.Murid menjawab 80–100% soal dengan benar; memahami dan dapat menjelaskan level gerak dan arah hadap secara tepat, termasuk dalam soal uraian yang membutuhkan penalaran.
Pengetahuan Cerita Fabel (Tes Tertulis)Murid tidak dapat mengidentifikasi tokoh, alur, atau karakteristik cerita fabel dalam soal tertulis.Murid dapat menyebutkan nama tokoh fabel tetapi kesulitan menghubungkan karakter tokoh dengan unsur tari.Murid dapat mengidentifikasi tokoh dan alur cerita fabel serta menghubungkan karakter tokoh dengan konsep level gerak atau arah hadap.Murid dapat menganalisis karakter tokoh fabel dan menjelaskan secara rinci bagaimana karakter tersebut dapat diwujudkan melalui pilihan level gerak dan arah hadap yang tepat.
Penggunaan Level Gerak (Asesmen Praktik)Murid bergerak hanya pada satu level secara monoton; tidak ada variasi level yang terlihat selama penampilan.Murid menunjukkan sedikit perubahan level gerak (misalnya berdiri dan jongkok) namun transisi tidak terkontrol atau tidak sesuai dengan karakter fabel.Murid menggunakan minimal dua variasi level gerak dengan transisi yang cukup lancar dan sesuai dengan karakter atau suasana cerita fabel.Murid menggunakan variasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) secara ekspresif dan terkontrol, dengan transisi yang lancar dan mencerminkan karakter tokoh fabel secara meyakinkan.
Perubahan Arah Hadap (Asesmen Praktik)Murid tidak menunjukkan perubahan arah hadap selama penampilan; menghadap satu arah saja dari awal hingga akhir.Murid menunjukkan satu perubahan arah hadap namun dilakukan secara tidak disengaja atau tidak terkontrol.Murid menunjukkan perubahan arah hadap minimal satu kali secara sadar dan terkontrol selama penampilan berlangsung.Murid menggunakan perubahan arah hadap secara variatif dan ekspresif sebagai bagian dari penceritaan tari, sehingga memperkuat karakter dan alur cerita fabel yang diperagakan.
Ekspresi dan Kepercayaan Diri (Asesmen Praktik)Murid tampil dengan ekspresi datar, gerakan sangat kaku, dan terlihat tidak percaya diri; menghentikan penampilan sebelum selesai.Murid tampil hingga selesai namun ekspresi minimal dan gerakan masih kaku; kepercayaan diri masih perlu banyak dukungan.Murid tampil dengan ekspresi yang cukup dan gerak yang mengalir; kepercayaan diri terlihat walaupun ada momen ragu.Murid tampil dengan ekspresi yang hidup, gerak mengalir, dan kepercayaan diri yang kuat; penampilan terasa utuh dan meyakinkan sebagai sebuah mini pertunjukan tari fabel.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah soal tes tertulis sudah mengukur pemahaman murid tentang level gerak dan arah hadap secara proporsional — tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit untuk kelas 4?
  • Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang setara untuk tampil dan dinilai dalam asesmen praktik hari ini?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan paling signifikan selama Bab 3 ini, dan apa yang mendukung perkembangan tersebut?
  • Apakah mekanisme diferensiasi (tampil individu atau kelompok, soal pengayaan) berjalan efektif dan tidak membuat murid merasa dibedakan secara negatif?
  • Apa penyesuaian yang perlu dilakukan untuk strategi pembelajaran tari berbasis cerita di bab berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari tari fabel yang paling aku kuasai — apakah level geraknya, arah hadapnya, atau ekspresinya?
  • Apakah aku sudah tampil sebaik yang aku bisa hari ini? Apa satu hal yang ingin aku perbaiki jika ada kesempatan tampil lagi?
  • Hal baru apa yang aku pelajari dari menonton penampilan teman-temanku hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab III: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel
  2. Lembar soal tes tertulis (dibuat guru): 10 soal pilihan ganda + 3 soal uraian tentang level gerak, arah hadap, dan cerita fabel
  3. Rubrik penilaian praktik tari (4 aspek, 4 level)
  4. Lembar pengamatan teman (peer observation sheet) sederhana
  5. Lembar refleksi diri murid (self-assessment sheet)
  6. Musik latar instrumental bertema alam/hewan untuk mendukung suasana asesmen praktik (dapat menggunakan rekaman atau audio di gawai guru)
  7. Area tampil yang telah disiapkan di depan kelas atau sudut ruang yang cukup luas untuk gerak
  8. Referensi cerita fabel yang telah dipelajari selama Bab 3 (ular naga, kancil, atau fabel alternatif yang digunakan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.