MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 3 — Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel |
|---|
| Alokasi Waktu | 54 JP (54 x 35 menit = 1890 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.3.1 Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang cerita fabel
- TP 4.3.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh fabel
- TP 4.3.3 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap terinspirasi cerita fabel
- TP 4.3.4 Meragakan hasil tari dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
- TP 4.3.5 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada tari fabel
- TP 4.3.6 Menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari cerita fabel
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu bermain permainan tradisional Ular Naga bersama teman-temanmu?
- Bagaimana gerakan tubuh orang atau penari saat menirukan gerakan ular naga yang sedang berjalan mencari kawan?
- Bagaimana gerakan penari saat menggambarkan kancil yang lincah menyeberangi sungai?
- Apa saja unsur bentuk penyajian tari (tokoh, gerak khas, tata busana/aksesori, dan suasana iringan) yang mencerminkan cerita fabel Kancil dan Buaya?
- Bagaimana posisi tubuhmu saat menirukan gerak ular yang melata menyusuri tanah?
- Bagaimana perbedaan tinggi tubuhmu saat bergerak merayap rendah dengan saat berjalan setengah jongkok seperti buaya?
- Bagaimana posisi tubuh dan anggota badan kita saat menirukan burung atau naga yang melayang tinggi di udara?
- Gerakan melompat atau jinjit seperti apa yang dapat menunjukkan karakter fabel di tempat tinggi?
- Bagaimana gerakan tubuh binatang saat tiba-tiba berbalik arah karena melihat pemangsa atau makanan?
- Apakah arah hadap tubuh (depan, belakang, serong, samping) dapat membuat gerak tiruan tokoh fabel menjadi lebih hidup dan beragam?
- Bagaimana tubuh kita bergerak jika menirukan ular naga yang melata rendah lalu tiba-tiba berbalik arah menghadap ke belakang?
- Bisakah kalian memadukan gerak melompat tinggi tokoh burung bangau dengan perubahan arah hadap ke kanan dan ke kiri secara serasi?
- Saat menirukan ular yang melata di tanah, posisi tubuh kita berada di lantai (rendah) atau berdiri tegak?
- Bagaimana kita mengenali perbedaan level rendah, sedang, dan tinggi pada gerak tari tokoh fabel?
- Bagaimana caramu mengenali ke mana penari menghadapkan tubuhnya saat menari?
- Mengapa penari fabel mengubah arah hadap saat memeragakan cerita fabel?
- Bagaimana cara mengubah gerakan binatang melata atau melompat dalam cerita fabel menjadi ragam gerak tari yang baru?
- Bagaimana perbedaan bentuk gerak tubuhmu saat menarikan karakter hewan pada level rendah (dekat lantai), level sedang (berdiri lutut ditekuk), dan level tinggi (jinjit/melompat)?
- Bagaimana gerakan tokoh fabel dapat diubah arah hadapnya agar gerak tari menjadi lebih menarik dan dinamis?
- Apa yang membedakan gerakan hewan fabel saat menghadap ke depan dibandingkan saat berputar menghadap ke samping atau ke belakang?
- Bagaimana cara kita menyatukan gerak melata ular di lantai (level rendah) dan gerak tegak menatap musuh (level tinggi) menjadi satu alur gerak yang menyambung?
- Mengapa perubahan arah hadap (misalnya dari menghadap depan lalu berputar ke samping) membuat rangkaian gerak fabel menjadi lebih hidup dan dinamis?
- Bagaimana caramu mengetahui apakah gerakan tari fabel yang telah kamu eksplorasi dan kembangkan sudah berhasil?
- Bagian mana dari gerakan tari cerita fabel yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan?
- Bagaimana perasaanmu ketika dapat menari bersama teman satu kelompok secara kompak?
- Apa yang perlu kita lakukan jika teman kelompok kita lupa salah satu gerakan tari fabel?
- Bagaimana cara kita menjaga kekompakan saat meragakan tari fabel ketika teman melakukan level gerak yang berbeda (rendah, sedang, atau tinggi)?
- Mengapa kita perlu saling memperhatikan arah hadap teman satu kelompok saat menari bersama?
- Bagaimana cara kita menjaga kekompakan saat meragakan tari fabel bersama seluruh anggota kelompok?
- Apa yang perlu kita lakukan jika ada teman dalam kelompok yang lupa atau keliru melakukan urutan gerak saat menari bersama?
- Bagaimana kita mengenali apakah gerak penari fabel sedang berada di level rendah, sedang, atau tinggi?
- Ke mana saja penari mengubah arah hadap tubuhnya saat memeragakan cerita fabel di depan penonton?
- Bagaimana caramu mengetahui apakah gerakan tari kelompok yang kamu bawakan sudah sesuai dengan peran tokomu?
- Mengapa penting bagi kita untuk mengenali bagian gerak yang sudah berhasil dan bagian yang masih perlu kita perbaiki?
- Bagaimana kelompokmu memadukan gerak tari dengan variasi level dan arah hadap agar karakter fabel tampil kompak?
- Bagian mana dari pengalaman menarikan cerita fabel yang paling menunjukkan keberhasilan belajarmu hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Bentuk Penyajian Tari Berdasarkan Latar Belakang Cerita Fabel Ular Naga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru memandu apersepsi dengan mengajak seluruh murid berdiri menyanyikan lagu permainan tradisional 'Ular Naga Panjangnya' secara serentak untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan: (1) 'Apa ciri utama cerita fabel?' (acuan: cerita yang tokoh utamanya adalah binatang/hewan yang berperilaku seperti manusia), dan (2) 'Dalam penyajian tari fabel Ular Naga, bagaimana bentuk formasi penarinya?' (acuan: berbaris memanjang atau berbanjar meliuk-liuk saling memegang pundak/pinggang teman) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video/peragaan bentuk penyajian tari anak bertema fabel 'Ular Naga si Banyak Kawan' dengan fokus mengamati gerak tubuh tiruan binatang, iringan lagu, dan latar cerita mencari kawan (15 menit).
- Guru membagikan Lembar Pengamatan Tari yang memuat teks ringkas latar belakang fabel Ular Naga dan membimbing murid memahami 3 unsur bentuk penyajian tari: (1) bentuk gerak tiruan hewan meliuk-liuk, (2) bentuk formasi barisan memanjang berliku, dan (3) keterkaitan gerak dengan cerita fabel tentang naga yang ramah mencari banyak teman (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 murid) dan memainkan permainan kartu detektif tari yang menggembirakan 'Mencocokkan Cerita dan Bentuk Gerak Tari Ular Naga' (15 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi mengidentifikasi dan memasangkan 3 kartu pernyataan latar cerita dengan 3 kartu bentuk penyajian tari yang tepat: Kartu Cerita 1: 'Ular naga berjalan berkeliling mencari teman di hutan' dipasangkan dengan Kartu Bentuk Gerak 1: 'Berjalan langkah kaki meliuk ke kanan dan ke kiri beriringan memanjang'; Kartu Cerita 2: 'Dua penjaga gerbang membuka pintu gerbang yang tinggi' dipasangkan dengan Kartu Bentuk Gerak 2: 'Dua penari mengangkat kedua tangan ke atas saling bertaut membentuk lorong/gerbang'; Kartu Cerita 3: 'Ular naga melingkari dan menangkap kawan baru dengan gembira' dipasangkan dengan Kartu Bentuk Gerak 3: 'Penari bergerak membentuk lingkaran mengelilingi penari yang tertangkap' (acuan kunci: pasangan 1-1, 2-2, 3-3) (15 menit).
- Setiap kelompok memajang hasil pencocokan kartu pengamatannya di meja masing-masing, kemudian kelompok lain melakukan 'kunjung karya' berkeliling untuk saling memeriksa ketepatan pasangan kartu pengamatan bentuk penyajian tari kelompok lain (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid merefleksikan hasil pengamatan mereka dengan mengonfirmasi ketepatan 3 pasangan kartu pengamatan bentuk penyajian tari berdasarkan latar cerita Ular Naga (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa bentuk penyajian gerak tari dan formasi kelompok dapat disusun berdasarkan alur cerita fabel Ular Naga (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan mandiri (pertanyaan: 'Sebutkan 1 bentuk gerak penari yang menggambarkan tokoh Ular Naga berdasarkan ceritanya!'; acuan jawaban: berjalan beriringan meliuk-liuk menirukan liukan tubuh ular naga) serta memberikan apresiasi atas kerja kelompok murid (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu yang dilengkapi gambar ilustrasi adegan cerita dan gerak tari; murid yang mahir diberikan kartu teks deskripsi cerita yang lebih kaya tanpa gambar bantuan.
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif pada kelompok yang kesulitan menelaah keterkaitan cerita dengan gerak tari, sementara kelompok mandiri menyelesaikan analisis pencocokan secara independen.
- Produk: Kelompok dapat menunjukkan hasil pengamatannya dengan memasangkan kartu secara visual di papan meja atau membacakan langsung pasangan kartu yang cocok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Butir 1: 'Apa ciri utama cerita fabel?' (acuan: cerita yang tokoh utamanya hewan/binatang yang berperilaku seperti manusia); Butir 2: 'Dalam penyajian tari fabel Ular Naga, bagaimana bentuk formasi penarinya?' (acuan: berbaris memanjang atau berbanjar meliuk-liuk saling memegang pundak/pinggang teman).
Proses:- Penilaian formatif pada tahap Mengaplikasi menggunakan Lembar Kerja Pencocokan Kartu Bentuk Penyajian Tari Ular Naga (menilai ketepatan mencocokkan 3 pasangan kartu cerita dan gerak tari: 1: berjalan meliuk beriringan, 2: mengangkat tangan membentuk gerbang, 3: melingkari kawan yang tertangkap; acuan: seluruh pasangan 1-3 tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menjawab pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 bentuk gerak penyajian tari yang menggambarkan tokoh Ular Naga berdasarkan ceritanya!' (kriteria penerimaan: murid tepat menyebutkan gerak berjalan meliuk-liuk beriringan atau gerak tubuh menirukan liukan ular naga mencari teman).
Formatif:- Observasi partisipasi pengamatan kelompok dan Lembar Kerja Pencocokan Kartu Bentuk Penyajian Tari Fabel Ular Naga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Bentuk Penyajian Tari Berdasarkan Latar Belakang Cerita Fabel Ular Naga | Belum mampu mencocokkan kartu bentuk penyajian tari dengan latar cerita fabel Ular Naga secara tepat (0 kartu tepat) dan memerlukan bimbingan penuh guru. | Mampu mencocokkan 1 dari 3 pasangan kartu bentuk penyajian tari dengan latar cerita fabel Ular Naga secara tepat (acuan: pasangan 1, 2, atau 3) dengan arahan guru. | Mampu mencocokkan 2 dari 3 pasangan kartu bentuk penyajian tari dengan latar cerita fabel Ular Naga secara tepat (acuan: minimal 2 dari 3 pasangan kartu) secara mandiri dalam kelompok. | Mampu mencocokkan seluruh 3 pasangan kartu bentuk penyajian tari dengan latar cerita fabel Ular Naga secara tepat dan lengkap (acuan: pasangan 1 berjalan meliuk, pasangan 2 membuat gerbang, dan pasangan 3 melingkar) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media tayangan dan kartu permainan efektif membantu murid mengamati keterkaitan latar cerita fabel dengan bentuk penyajian gerak tari Ular Naga?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam kelompok saat mencocokkan bentuk penyajian tari dengan adegan cerita fabel?
Murid:- Bagian bentuk gerak tari Ular Naga mana yang paling mudah kamu amati dan kenali dari ceritanya?
- Apakah kegiatan mencocokkan kartu cerita dan bentuk gerak tari membantumu memahami isi tari fabel?
Pertemuan 2 — Mengamati Bentuk Penyajian Tari Berdasarkan Latar Belakang Cerita Fabel Kancil dan Buaya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (5 menit).
- Guru mengingatkan kembali sekilas cerita fabel 'Kancil dan Buaya' yang pernah dibaca murid di seberang sungai deras (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan kesiapan awal mengenai ciri gerak binatang fabel: (1) Bagaimana ciri umum gerak tokoh kancil? (acuan: lincah, gesit, melompat ringan); (2) Bagaimana ciri umum gerak tokoh buaya? (acuan: berat, merayap/mendatar lambat, membuka rahang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak tayangan video/peragaan visual bentuk penyajian tari anak bertema fabel 'Kancil dan Buaya' secara hening dan berkesadaran penuh (15 menit).
- Guru memandu murid membedah 4 unsur bentuk penyajian tari berdasarkan cerita fabel tersebut: (1) Penokohan (tokoh Kancil dan kelompok Buaya); (2) Gerak Khas (gerak Kancil meloncat lincah menjulurkan tangan, gerak Buaya membuka tangan menirukan rahang dan merayap rendah); (3) Rias dan Busana (kostum bernuansa cokelat bertelinga lancip untuk kancil, nuansa hijau/bersisik untuk buaya); (4) Iringan/Suasana (suara gemericik air sungai dengan tempo rancak riang saat kancil melompat) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mengikuti kuis tebak visual menggembirakan 'Mata Pengamat Tari': guru menayangkan 4 cuplikan gerak/penyajian tari fabel, lalu pasangan mengangkat kartu nama unsur penyajian yang sesuai: Cuplikan 1 (penari melompat zig-zag menepuk paha) -> unsur: Gerak Khas Kancil; Cuplikan 2 (kostum hijau sisik dan hiasan kepala buaya) -> unsur: Rias dan Busana Buaya; Cuplikan 3 (suara kendang bertempo cepat berdebur) -> unsur: Iringan/Suasana; Cuplikan 4 (barisan penari merayap sejajar) -> unsur: Penokohan Buaya Berbaris (15 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Kerja Pengamatan Bentuk Penyajian Tari Fabel Kancil dan Buaya untuk mengidentifikasi 4 aspek penyajian: (1) Tokoh fabel yang ditarikan (acuan: Kancil dan Buaya); (2) Gerak khas tari yang tampak (acuan: Kancil melompat lincah/jingkat, Buaya merayap rendah/gerak rahang); (3) Properti/busana tari (acuan: hiasan kepala telinga kancil/moncong buaya atau busana cokelat/hijau); (4) Latar suasana tari (acuan: tepi dan aliran sungai deras yang riang/menegangkan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar kerja pengamatan dengan teman sebangku dan mencocokkan hasil identifikasi pengamatan berdasarkan acuan 4 unsur bentuk penyajian tari yang dibacakan guru (10 menit).
- Murid menandai ketepatan hasil pengamatannya sendiri dan menyadari unsur penyajian mana yang paling mudah atau paling menantang untuk diamati (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengamatan murid mengenai keterkaitan cerita fabel Kancil dan Buaya dengan bentuk penyajian tari (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tayangan video tari fabel bersuara jelas dilengkapi kartu visual gambar ilustrasi adegan cerita Kancil dan Buaya bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan panduan berupa daftar pilihan kata kunci unsur penyajian; bagi murid cepat, murid diminta mengidentifikasi detail interaksi gerak antara Kancil dan Buaya pada lembar kerja mandiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil pengamatan bentuk penyajian tari pada lembar kerja baik melalui ceklis centang pilihan maupun deskripsi singkat tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Bagaimana ciri umum gerak tokoh kancil? (acuan: lincah, gesit, melompat ringan); (2) Bagaimana ciri umum gerak tokoh buaya? (acuan: lambat/merayap rendah, berat, gerakan rahang membuka-menutup).
Proses:- Pengamatan keaktifan dan ketepatan pada kuis tebak visual 4 cuplikan bentuk penyajian tari fabel (acuan: Cuplikan 1 Gerak Khas Kancil, Cuplikan 2 Rias dan Busana Buaya, Cuplikan 3 Iringan/Suasana, Cuplikan 4 Penokohan Buaya Berbaris).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Pengamatan Bentuk Penyajian Tari Fabel Kancil dan Buaya pada 4 aspek: (1) Penokohan (Kancil dan Buaya); (2) Gerak Khas (lompat jingkat kancil / rayapan rahang buaya); (3) Rias/Busana (warna cokelat-hijau / aksesori kepala fabel); (4) Latar Suasana (sungai deras / tegang riang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup berupa 1 butir pertanyaan lisan reflektif: Sebutkan 1 contoh bagaimana cerita Kancil menyeberangi buaya diwujudkan menjadi bentuk penyajian tari! (kriteria penerimaan: murid menyebutkan keterkaitan antara cerita menyeberang sungai dengan penari kancil yang melompat di atas/di sela barisan penari buaya yang berderet).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal kesiapan mengamati ciri gerak tokoh fabel
- Kuis tebak visual 'Mata Pengamat Tari' berpasangan
- Pemeriksaan Lembar Kerja Pengamatan Bentuk Penyajian Tari Fabel Kancil dan Buaya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Bentuk Penyajian Tari Berdasarkan Cerita Fabel Kancil dan Buaya (Penokohan, Gerak Khas, Busana/Properti, Suasana Latar) | Murid tepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 4 unsur bentuk penyajian tari fabel sesuai acuan kunci. | Murid tepat mengidentifikasi 2 dari 4 unsur bentuk penyajian tari fabel sesuai acuan kunci. | Murid tepat mengidentifikasi 3 dari 4 unsur bentuk penyajian tari fabel sesuai acuan kunci secara mandiri. | Murid tepat mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) unsur bentuk penyajian tari fabel sesuai acuan kunci secara mandiri dan lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media video penyajian tari fabel Kancil dan Buaya membantu murid menghubungkan cerita fabel dengan bentuk penyajian tari?
- Bagian unsur penyajian tari mana (tokoh, gerak, busana, suasana) yang paling sulit diamati oleh murid?
Murid:- Bagian bentuk penyajian tari Kancil dan Buaya apa yang paling mudah kamu amati saat video diputar?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara penari membawakan cerita fabel Kancil dan Buaya?
Pertemuan 3 — Mengeksplorasi Unsur Utama Tari Sesuai Level Rendah dan Sedang Berdasarkan Karakter Tokoh Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kinestetik dengan meminta seluruh murid merespons dua instruksi gerak fabel: (1) 'Lakukan pose melata di lantai seperti ular!' (acuan: tubuh menyentuh/sangat dekat dengan lantai, posisi level rendah); (2) 'Lakukan pose melangkah setengah jongkok seperti buaya!' (acuan: lutut ditekuk membentuk posisi duduk melayang, posisi level sedang) (5 menit).
- Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengeksplorasi unsur utama tari (ruang, tenaga, waktu) pada level rendah dan sedang berdasarkan karakter tokoh fabel (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan guru mengenai konsep level gerak: level rendah (gerak bertumpu di lantai/rebah/merayap) dan level sedang (gerak bertumpu pada lutut ditekuk/setengah jongkok/membungkuk sejajar pinggul) (10 menit).
- Murid bersama-sama mencoba menghubungkan level dengan karakter tokoh fabel: karakter ular melata (level rendah) dan buaya yang merayap setengah jongkok di tepi sungai (level sedang) sambil merasakan perpindahan ruang dan tenaga pada tubuh mereka (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan eksplorasi gerak 'Batu dan Ranting': ketika guru membunyikan tepukan ritmis lambat dan menyebut 'Ular di rumput', murid mengeksplorasi gerak meliuk tubuh bertumpu di lantai pada level rendah; ketika guru membunyikan ritme sedang dan menyebut 'Buaya melangkah', murid mengeksplorasi gerak merayap langkah berat dengan posisi lutut ditekuk pada level sedang (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengeksplorasi 2 ragam gerak baru bertema fabel: 1 ragam gerak level rendah (misal: gerak menyusup di bawah akar) dan 1 ragam gerak level sedang (misal: gerak mengendap mencari mangsa) dengan memvariasikan jangkauan ruang gerak dan tekanan tenaga tubuh (15 menit).
- Murid saling menunjukkan hasil eksplorasi 2 ragam gerak tersebut secara berpasangan di area ruang tari kelas dan saling mengamati ketinggian level gerak pasangannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi kembali rasa gerak pada tubuhnya saat berada di posisi level rendah dibanding level sedang (fokus pada tumpuan berat badan, ketegangan otot kaki/perut, dan ketinggian ruang gerak) (10 menit).
- Murid memilih satu gerak level rendah dan satu gerak level sedang yang paling nyaman dan sesuai karakter fabel menurut pengalaman eksplorasinya untuk diingat pada latihan berikutnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap eksplorasi gerak level rendah dan sedang yang telah dilakukan murid secara aktif dan mandiri (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan bahwa level rendah dilakukan dengan posisi tubuh dekat/menempel lantai, sedangkan level sedang dilakukan dengan posisi tubuh sejajar pinggul/lutut ditekuk (3 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh gambar kartu pose tokoh fabel ular (level rendah) dan buaya (level sedang) bagi murid yang membutuhkan panduan visual bentuk tubuh.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menopang berat badan pada level sedang diberikan pilihan tumpuan tangan di paha; bagi murid yang cepat menguasai diberikan tantangan mengeksplorasi variasi gerak level rendah dengan transisi berguling atau meliuk lambat ke cepat.
- Produk: Hasil eksplorasi diwujudkan dalam peragaan langsung 1 gerak level rendah dan 1 gerak level sedang secara mandiri sesuai jangkauan gerak tubuh masing-masing anak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Peragaan diagnostik singkat menirukan 2 pose tokoh fabel: (1) pose melata ular di lantai (acuan: tubuh menyentuh/sangat dekat lantai = level rendah); (2) pose buaya merayap setengah jongkok (acuan: lutut ditekuk setinggi pinggul = level sedang).
Proses:- Lembar observasi eksplorasi gerak: mengamati ketepatan murid menghasilkan gerak level rendah (ketinggian tubuh menempel/sangat dekat lantai) dan level sedang (ketinggian tubuh sejajar pinggul/lutut ditekuk) serta penerapan unsur tenaga (kuat/sedang/lemah) dan ruang gerak saat menirukan karakter fabel.
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk kerja eksplorasi mandiri di akhir kegiatan: murid memperagakan 1 gerak fabel level rendah dan 1 gerak fabel level sedang di hadapan guru/pasangan (acuan ketepatan: gerak rendah berada di bawah lutut/menempel lantai; gerak sedang berada di antara lutut dan pinggul dengan lutut ditekuk).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi gerak level rendah dan level sedang berdasarkan karakter tokoh fabel selama permainan dan latihan mandiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Gerak Tari Level Rendah Berdasarkan Karakter Tokoh Fabel | Belum mampu mengeksplorasi gerak pada level rendah (posisi tubuh masih berdiri atau berada di atas batas pinggul). | Mampu mengeksplorasi gerak level rendah (tubuh dekat dengan lantai) namun masih membutuhkan bimbingan guru dan belum menunjukkan karakter tokoh fabel. | Mampu mengeksplorasi gerak tari pada level rendah secara mandiri dengan posisi tubuh bertumpu/dekat lantai sesuai karakter tokoh fabel (misal: ular melata). | Mampu mengeksplorasi variasi gerak tari pada level rendah secara mandiri, luwes, dan konsisten memadukan ruang dan tenaga sesuai karakter tokoh fabel. | | Eksplorasi Gerak Tari Level Sedang Berdasarkan Karakter Tokoh Fabel | Belum mampu mengeksplorasi gerak pada level sedang (tubuh tetap berdiri tegak atau langsung rebah ke lantai). | Mampu mengeksplorasi gerak level sedang (lutut ditekuk/setengah jongkok sejajar pinggul) namun masih dibantu arahan guru dan belum konsisten menjaga level gerak. | Mampu mengeksplorasi gerak tari pada level sedang secara mandiri dengan posisi tubuh setengah jongkok/lutut ditekuk sejajar pinggul sesuai karakter tokoh fabel (misal: buaya melangkah). | Mampu mengeksplorasi variasi gerak tari pada level sedang secara mandiri dengan pengendalian tenaga dan ruang gerak yang stabil sesuai karakter tokoh fabel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi gerak level rendah dan sedang mudah dipahami dan dipraktikkan oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi gerak karakter fabel melalui variasi ruang dan tenaga?
- Apakah alokasi waktu untuk tahap eksplorasi mandiri sudah mencukupi bagi murid yang memerlukan penyesuaian fisik?
Murid:- Gerakan mana yang terasa lebih menantang bagi tubuhmu, gerak melata di level rendah atau melangkah setengah jongkok di level sedang?
- Bagaimana perasaanmu saat mencoba menirukan gerak ular dan buaya dengan ketinggian tubuh yang berbeda?
Pertemuan 4 — Mengeksplorasi Unsur Utama Tari Sesuai Level Tinggi Berdasarkan Karakter Tokoh Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran serta mengajak murid melakukan peregangan tubuh bagian atas, kaki, dan jinjit ringan untuk menyiapkan fisik sebelum menari (7 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya (level rendah dan sedang) dengan level tinggi melalui apersepsi karakter tokoh fabel pemanjat/penerbang seperti burung nuri, elang, kera memanjat, atau naga yang membubung (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan eksplorasi gerak level tinggi dengan meminta murid memperagakan 2 contoh posisi tubuh berdiri di atas batas normal: (1) berdiri jinjit dengan tangan menjangkau ke atas, (2) melompat ringan dengan kedua tangan terbuka ke atas (acuan: tubuh tegak di atas jangkauan normal, posisi kaki jinjit/terangkat, anggota badan mengarah ke atas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep level tinggi dalam tari, yaitu jangkauan gerak tubuh yang dilakukan melampaui batas ketinggian berdiri normal, seperti berdiri jinjit, merentangkan tangan ke atas, mengangkat kaki, atau melakukan lompatan (10 menit).
- Murid mengamati peragaan guru mengenai 3 gerak unsur tari berlevel tinggi berdasarkan karakter fabel: (1) Karakter Burung Mengangkasa: kaki melangkah jinjit di tempat, kedua lengan mengayun perlahan di atas bahu; (2) Karakter Kera Memetik Buah: meloncat ringan ke atas dengan satu tangan menjangkau tinggi; (3) Karakter Naga Menengadah: berdiri jinjit tegak, kedua telapak tangan membuka di atas kepala dengan pandangan mendongak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan interaktif 'Pohon Angin dan Burung Tinggi': saat guru memberi aba-aba 'angin kencang', murid mengeksplorasi gerak melompat atau jinjit sambil meliukkan lengan di atas kepala sesuai tokoh fabel pilihannya dengan riang (15 menit).
- Murid secara mandiri mengeksplorasi ragam gerak level tinggi dengan memilih salah satu dari 3 stimulus karakter tokoh fabel: (a) Burung Bangau berdiri satu kaki jinjit merentang sayap, (b) Naga Terbang melayang melompat berpindah langkah, atau (c) Tupai Melompat ke dahan tinggi (15 menit).
- Murid mencoba menggabungkan minimal 2 motif gerak level tinggi yang telah dieksplorasi secara mandiri menjadi satu kesatuan alur gerak fabel sederhana (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merasakan kembali sensasi tumpuan kaki dan rentang tubuh saat melakukan gerak level tinggi (keseimbangan jinjit dan lompatan), lalu mengidentifikasi bagian gerak mana yang paling menantang (10 menit).
Penutup:- Guru memandu gerakan pendinginan (cooling down) untuk melemaskan otot tungkai kaki, pergelangan kaki, dan lengan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa level tinggi memberi kesan ringan, melayang, gagah, atau menjangkau ruang angkasa pada karakter fabel (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan penguatan atas eksplorasi mandiri murid dan diakhiri dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan gambar stimulus tokoh fabel yang bergerak di ketinggian (burung, tupai, kera, atau naga terbang).
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menjaga keseimbangan jinjit atau melompat, diberikan scaffolding tumpuan dua kaki jinjit rendah atau peregangan lengan ke atas terlebih dahulu; bagi murid yang mahir, ditantang mengeksplorasi lompatan bertumpu satu kaki atau variasi gerak melayang berputar di tempat pada level tinggi.
- Produk: Variasi motif gerak level tinggi fabel yang dihasilkan murid dapat berupa kombinasi jinjit jangkau, lompatan dinamis, atau berdiri tegak satu kaki.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid diminta memperagakan 2 contoh gerak dasar level tinggi saat berdiri: (1) Berdiri jinjit dengan tangan menjangkau ke atas, (2) Melompat ringan dengan tangan terangkat. (Acuan: posisi badan terangkat melampaui tinggi badan normal, kaki jinjit/melayang, lengan terangkat ke atas).
Proses:- Observasi eksplorasi gerak tari level tinggi fabel saat murid mempraktikkan motif gerak mandiri. (Acuan target: murid melakukan minimal 2 variasi eksplorasi level tinggi meliputi jinjit/lompat dan jangkauan anggota badan ke atas yang selaras dengan karakter tokoh fabel pilihan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri gerak: murid memperagakan kembali 1 gerak level tinggi fabel terbaik hasil eksplorasinya di tempat masing-masing. (Kriteria penerimaan: postur tubuh jelas berada di level tinggi, yakni bertumpu pada jinjit atau lompatan dengan jangkauan gerak lengan/badan ke atas sesuai karakter fabel).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja eksplorasi gerak level tinggi berdasarkan karakter tokoh fabel
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi unsur gerak tari sesuai level tinggi tokoh fabel | Belum mampu mengeksplorasi gerak level tinggi; posisi tubuh masih berada di batas berdiri normal tanpa jinjit, lompatan, atau jangkauan ke atas. | Mampu mengeksplorasi 1 gerak level tinggi (seperti jinjit atau jangkauan tangan ke atas) namun masih memerlukan bimbingan guru dan belum mencerminkan karakter fabel. | Mampu mengeksplorasi minimal 2 ragam gerak level tinggi (jinjit, melompat, jangkauan ke atas) secara mandiri sesuai dengan karakter tokoh fabel yang dipilih. | Mampu mengeksplorasi lebih dari 2 ragam gerak level tinggi secara mandiri, variatif (memadukan jinjit, lompatan, dan jangkauan ruang tinggi), serta ekspresif menjiwai karakter tokoh fabel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu mengeksplorasi posisi tubuh pada level tinggi secara aman dan seimbang?
- Bagaimana variasi bentuk eksplorasi murid dalam mencerminkan tokoh fabel yang dipilih?
Murid:- Apakah aku merasa seimbang saat melakukan gerakan jinjit atau melompat pada level tinggi?
- Gerakan tokoh fabel level tinggi apa yang paling aku sukai saat menari tadi?
Pertemuan 5 — Mengeksplorasi Unsur Utama Tari Sesuai Perubahan Arah Hadap Berdasarkan Karakter Tokoh Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu pemanasan tubuh ringan berorientasi arah ruang (menghadap depan, kanan, kiri, dan belakang) untuk mempersiapkan kesadaran gerak tubuh (8 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengeksplorasi unsur utama gerak tari dengan fokus variasi perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh cerita fabel (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memberi aba-aba cepat perubahan 4 arah hadap dasar: 'depan', 'belakang', 'kanan', dan 'kiri'. Guru mengamati ketepatan murid memutar orientasi tubuhnya sesuai aba-aba (acuan: depan = menghadap guru/papan tulis, belakang = memunggungi guru/papan tulis, kanan = menghadap dinding kanan kelas, kiri = menghadap dinding kiri kelas) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan pengantar dan contoh gerak mengenai konsep arah hadap dalam tari (depan, belakang, samping kanan, samping kiri, serta serong kanan dan serong kiri) dengan mengaitkannya pada perilaku tokoh fabel Ular Naga dan Kancil (10 menit).
- Murid secara berkesadaran mengamati demonstrasi gerak eksplorasi tubuh guru saat menirukan kepala ular yang mengintai ke depan, tiba-tiba memutar badan ke serong kanan, dan berbalik ke belakang secara terfokus pada ruang dan arah hadap (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan gerak terpandu 'Kompas Fabel Menggembirakan': guru menyebutkan nama arah mata angin/arah hadap dan tokoh fabel (misalnya: 'Kancil melompat hadap kanan!', 'Ular meliuk hadap serong kiri!', 'Buaya mengintai hadap belakang!'), murid langsung mengeksplorasi gerak tubuh sesuai arah hadap yang disebutkan dengan lincah dan ceria (15 menit).
- Murid secara mandiri memilih satu karakter tokoh fabel (Kancil yang lincah atau Ular Naga yang meliuk) lalu mengeksplorasi ragam gerak tubuh dengan mencoba minimal 4 perubahan arah hadap yang berbeda: hadap depan, hadap samping (kanan/kiri), hadap belakang, dan hadap serong (kanan/kiri) (20 menit).
- Guru berkeliling mengamati eksplorasi gerak setiap murid menggunakan lembar observasi proses, memberikan bimbingan langsung kepada murid yang masih canggung memutar arah hadap tubuhnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid berhenti sejenak dalam keheningan gerak (freeze) pada satu arah hadap favoritnya, lalu secara sadar merasakan sensasi posisi tubuh dan arah pandang ruang yang sedang diambilnya (5 menit).
- Murid menyampaikan kendala fisik atau kemudahan yang dirasakan saat tubuh harus berpindah arah hadap secara mendadak ketika menirukan gerak tokoh fabel pilihannya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan pendinginan fisik ringan untuk merelaksasi otot persendian leher, pinggang, dan kaki setelah melakukan variasi putaran arah hadap (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap eksplorasi perubahan arah hadap yang berhasil dilakukan murid serta mengaitkannya dengan kesiapan memadukan level dan arah pada pertemuan selanjutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan 4 tanda visual arah di lantai (panah depan, belakang, kanan, kiri) sebagai panduan hadap; murid yang mahir diberikan tantangan 6 arah hadap mencakup serong kanan dan serong kiri.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih eksplorasi arah hadap dengan tempo lambat secara bertahap; murid yang telah mahir mengeksplorasi perubahan arah hadap secara cepat dan dinamis mengikuti perubahan tempo ketukan.
- Produk: Eksplorasi gerak murid yang membutuhkan bimbingan memuat minimal 3 arah hadap; sedangkan murid yang berkembang cepat mengeksplorasi 4 hingga 6 variasi arah hadap dengan transisi tubuh yang luwes.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab dan simulasi respon gerak tubuh cepat mengikuti aba-aba 4 arah hadap ruang dasar (acuan ketepatan orientasi: depan = menghadap papan tulis kelas, belakang = memunggungi papan tulis kelas, kanan = menghadap dinding kanan kelas, kiri = menghadap dinding kiri kelas).
Proses:- Observasi formatif saat murid melakukan eksplorasi gerak individu pada permainan 'Kompas Fabel' dan eksplorasi mandiri dengan memeriksa ketercapaian 4 arah hadap target (acuan pengamatan: (1) arah depan: dada dan pandangan lurus ke depan; (2) arah samping kanan/kiri: badan diputar 90 derajat ke sisi samping; (3) arah belakang: badan diputar 180 derajat memunggungi posisi awal; (4) arah serong: badan berputar diagonal 45 derajat).
Akhir Pertemuan:- Cek penguasaan gerak di akhir sesi inti: murid memperagakan secara berurutan 4 variasi arah hadap (depan, samping, belakang, serong) dengan karakter tokoh fabel yang dipilihnya (acuan: gerakan menunjukkan karakter fabel dan tubuh secara jelas berubah ke 4 orientasi arah yang berbeda tanpa salah arah).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja eksplorasi gerak tari dengan perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh fabel
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Gerak Tari Sesuai Perubahan Arah Hadap | Mengeksplorasi gerak tubuh hanya pada 1 arah hadap (hanya menghadap depan) dan belum mampu mengubah arah hadap sesuai karakter tokoh fabel. | Mengeksplorasi gerak tari dengan 2 variasi arah hadap (misalnya depan dan samping) berdasarkan karakter tokoh fabel dengan bimbingan guru. | Mengeksplorasi gerak tari secara mandiri dengan minimal 4 variasi arah hadap (depan, samping kanan/kiri, belakang, dan serong) sesuai karakter tokoh fabel (acuan: (1) depan, (2) samping, (3) belakang, (4) serong). | Mengeksplorasi gerak tari secara mandiri dan luwes dengan lebih dari 4 variasi arah hadap (depan, samping kanan, samping kiri, belakang, serong kanan, dan serong kiri) yang menyatu kuat dengan karakter tokoh fabel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah memahami perbedaan orientasi arah hadap (depan, samping, belakang, serong) saat melakukan gerak tari?
- Bagian mana dari aktivitas eksplorasi arah hadap tokoh fabel yang paling diminati murid dan bagian mana yang memerlukan bimbingan lebih intensif?
Murid:- Arah hadap mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan saat menirukan gerak tokoh fabel?
- Bagaimana perasaanmu ketika bergerak mengubah arah hadap tubuh secara tiba-tiba dalam permainan tadi?
Pertemuan 6 — Mengeksplorasi Unsur Utama Tari Memadukan Level Gerak dan Perubahan Arah Hadap Berdasarkan Karakter Tokoh Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang gerak kelas agar aman untuk aktivitas eksplorasi fisik (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengeksplorasi unsur utama tari (gerak, ruang, tenaga, waktu) dengan memadukan variasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan arah hadap (depan, belakang, kanan, kiri) berdasarkan karakter tokoh fabel Ular Naga dan Kancil (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui instruksi gerak kilat: murid diminta mencoba 2 instruksi gerak eksplorasi acuan, yaitu: (1) gerak merayap rendah menghadap depan (acuan: badan mendekat ke lantai dengan dada menghadap depan), dan (2) gerak berdiri tegak melangkah sedang berputar menghadap kanan (acuan: posisi berdiri normal dengan badan menghadap sisi kanan) guna memetakan pemahaman dasar murid mengenai level dan arah hadap (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan demonstrasi eksplorasi gerak terpadu memadukan level dan arah hadap sesuai karakter tokoh fabel: perpaduan level rendah meliuk menghadap ke depan lalu beralih ke samping kanan menirukan karakter Ular Naga, serta level tinggi melompat sambil mengubah arah hadap dari depan ke belakang menirukan karakter Kancil yang lincah (10 menit).
- Murid mencermati dan menirukan panduan eksplorasi unsur utama tari (ruang luas/sempit, tenaga kuat/lemah, tempo cepat/lambat) saat tubuh berpindah dari level rendah/sedang/tinggi seraya memutar arah hadap (depan, kanan, belakang, kiri) dengan penuh kesadaran posisi tubuh di ruang gerak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan eksplorasi menggembirakan bertajuk 'Tantangan Kompas Fabel': saat guru membunyikan ketukan dan menyebutkan kombinasi karakter, level, dan arah hadap, murid secara spontan mengeksplorasi ragam gerak tubuh secara bebas sesuai instruksi yang diberikan (15 menit).
- Murid mengeksplorasi secara mandiri 3 ragam perpaduan gerak fabel pada lembar panduan latihan: (1) Gerak Ular Melata: eksplorasi level rendah dengan perubahan arah hadap depan ke belakang; (2) Gerak Kancil Waspada: eksplorasi level sedang dengan perubahan arah hadap kanan ke kiri; (3) Gerak Naga Melesat: eksplorasi level tinggi (jinjit/melompat) dengan perubahan arah hadap serong/berputar penuh (15 menit).
- Guru melakukan pengamatan formatif berjalan (asesmen proses) menggunakan lembar observasi eksplorasi untuk memberikan umpan balik langsung pada ketepatan penyesuaian level gerak dan kelancaran perubahan arah hadap tubuh murid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berhenti sejenak, mengatur napas, dan merenungkan kembali bagaimana rasa gerak tubuh ketika melakukan transisi antara level rendah, sedang, atau tinggi yang dipadukan dengan perubahan arah badan (10 menit).
- Murid secara bergantian menunjukkan salah satu variasi eksplorasi gerak terbaiknya di tempat masing-masing dan menyatakan perasaan keberhasilan eksplorasi perpaduan level serta arah hadap yang baru saja dilakukan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa memadukan tingkatan level (rendah, sedang, tinggi) dengan berbagai arah hadap (depan, belakang, samping) membuat eksplorasi gerak tari tokoh fabel menjadi lebih dinamis, hidup, dan bervariasi (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian, kemandirian, dan kreativitas gerak seluruh murid selama proses eksplorasi (1 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan pendinginan ringan dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar posisi gerak fabel dengan panah arah hadap bagi murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan eksplorasi 2 kombinasi level dan arah hadap dasar secara perlahan, sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan mengeksplorasi transisi cepat memadukan ketiga level (rendah, sedang, tinggi) dengan perubahan 4 arah mata angin.
- Produk: Variasi eksplorasi gerak tubuh yang dihasilkan murid disesuaikan dengan fleksibilitas dan jangkauan gerak motorik masing-masing anak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Instruksi gerak diagnostik: Guru menginstruksikan 2 gerak uji coba awal: (1) 'Lakukan gerak merayap rendah menghadap depan!' (acuan ketepatan: tubuh berada dekat lantai dengan dada menghadap depan), dan (2) 'Lakukan gerak melangkah sedang berputar menghadap kanan!' (acuan ketepatan: posisi lutut sedikit menekuk/berdiri wajar dengan badan menghadap sisi kanan).
Proses:- Lembar observasi eksplorasi gerak terpadu: Guru mencatat ketercapaian eksplorasi 3 kombinasi gerak target: (1) Gerak level rendah dengan perubahan arah hadap depan ke belakang (acuan: tubuh meliuk di lantai lalu memutar poros badan membelakangi arah semula); (2) Gerak level sedang dengan perubahan arah hadap kanan ke kiri (acuan: posisi setengah jongkok/kuda-kuda dengan kepala dan badan menoleh dari kanan ke kiri); (3) Gerak level tinggi dengan perubahan arah hadap berputar (acuan: gerak jinjit/meloncat di udara disertai putaran arah badan minimal 180 derajat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman gerak akhir: Murid secara mandiri memperagakan kembali 1 kombinasi eksplorasi gerak fabel pilihan sendiri yang memadukan minimal 2 level berbeda (rendah/sedang/tinggi) dan minimal 2 perubahan arah hadap berbeda (depan/belakang/kanan/kiri) (acuan ketercapaian: terlihat jelas perbedaan tingkatan tinggi-rendah tubuh serta terjadi perubahan arah hadap badan saat eksplorasi gerak dilakukan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi gerak memadukan level (rendah, sedang, tinggi) dan perubahan arah hadap (depan, belakang, samping) berdasarkan karakter tokoh fabel.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Level Gerak | Belum mampu mengeksplorasi tingkatan level gerak (gerak hanya monoton pada satu tingkatan tanpa variasi tinggi/sedang/rendah) meskipun telah dibimbing. | Mampu mengeksplorasi 1 tingkatan level gerak (misal level rendah saja atau level sedang saja) dengan arahan langsung guru. | Mampu mengeksplorasi 2 hingga 3 tingkatan level gerak (rendah, sedang, tinggi) sesuai karakter tokoh fabel secara mandiri. | Mampu mengeksplorasi transisi ketiga variasi level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) secara lancar, luwes, dan konsisten mandiri sesuai karakter tokoh fabel. | | Eksplorasi Perubahan Arah Hadap | Belum mampu mengubah arah hadap tubuh saat bergerak (hanya terpaku menghadap ke satu arah depan). | Mampu mengeksplorasi perubahan arah hadap tubuh ke 1 arah lain (misal dari depan ke samping) dengan dorongan instruksi guru. | Mampu mengeksplorasi perubahan arah hadap tubuh ke berbagai arah (depan, samping kanan/kiri, atau belakang) secara mandiri. | Mampu mengeksplorasi variasi perubahan arah hadap secara dinamis (depan, belakang, samping, maupun putaran) secara konsisten mandiri menyatu dengan karakter tokoh fabel. | | Perpaduan Level dan Arah Hadap Tokoh Fabel | Belum mampu memadukan eksplorasi level gerak bersamaan dengan perubahan arah hadap karakter tokoh fabel. | Mampu memadukan 1 kombinasi level gerak dan arah hadap karakter fabel sederhana dengan bimbingan berkala. | Mampu memadukan minimal 2 kombinasi level gerak dan arah hadap karakter tokoh fabel secara terpadu dan mandiri. | Mampu memadukan seluruh variasi kombinasi level gerak dan arah hadap karakter tokoh fabel secara utuh, variatif, dan konsisten mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi permainan 'Tantangan Kompas Fabel' cukup efektif merangsang murid mengeksplorasi variasi level dan arah hadap secara mandiri?
- Bagian kombinasi gerak mana yang paling menantang bagi murid saat memadukan tingkatan level dengan pergantian arah hadap tubuh?
- Bagaimana penyesuaian ruang kelas dapat dioptimalkan agar seluruh murid leluasa bergerak tanpa bertabrakan?
Murid:- Tingkat gerak mana yang paling seru kamu lakukan: melata rendah di lantai, berjalan sedang, atau melompat tinggi?
- Apakah kamu merasa kesulitan saat harus memutar badan menghadap ke belakang sambil mengubah tinggi-rendah tubuhmu?
- Gerakan tokoh fabel mana (Ular Naga atau Kancil) yang gerakannya paling kamu sukai saat dieksplorasi tadi?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Unsur Utama Tari Sesuai Level Gerak Rendah, Sedang, dan Tinggi pada Tari Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.5 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada tari fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mengidentifikasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) pada tari cerita fabel (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru menunjukkan 3 kartu gambar pose gerak fabel dan meminta murid secara lisan mengidentifikasi levelnya: Pose 1 (Merayap di lantai seperti ular naga), Pose 2 (Berdiri setengah jongkok seperti kancil waspada), Pose 3 (Melompat jinjit dengan tangan menjulang ke atas seperti burung bangau). Acuan jawaban benar: Pose 1 = level rendah; Pose 2 = level sedang; Pose 3 = level tinggi (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan video cuplikan atau memperagakan 3 ragam gerak tari fabel: Ragam A (gerak melata di lantai bertumpu pada lutut/perut), Ragam B (gerak merendah dengan lutut ditekuk/kuda-kuda sejajar pinggang), Ragam C (gerak meloncat ke atas dengan tangan diangkat melampaui kepala) (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep level gerak: Rendah (kontak langsung/dekat lantai), Sedang (posisi berdiri dengan lutut ditekuk/sejajar badan normal), Tinggi (posisi jinjit, melompat, atau menjangkau ruang atas melampaui tinggi badan normal) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Identifikasi Level Gerak Tari Fabel yang memuat 4 cuplikan gerak tokoh fabel: (1) Gerak Buaya mengendap di lumpur (dada dan lutut menempel lantai); (2) Gerak Kancil berjalan mengendap (lutut ditekuk setengah jongkok); (3) Gerak Bangau terbang membubung (kaki berjinjit satu dan kedua sayap membentang tinggi); (4) Gerak Kera melompat ke dahan pohon (kedua kaki melayang di udara dan tangan meraih ke atas) (3 menit).
- Permainan Tebak Level: Guru memperagakan salah satu pose secara acak, dan murid mengangkat kartu bertuliskan 'RENDAH', 'SEDANG', atau 'TINGGI' secara cepat dan tepat sesuai pose yang ditunjukkan (12 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi tabel identifikasi pada Lembar Kerja dengan mengelompokkan ke-4 cuplikan gerak tadi ke dalam kolom Rendah, Sedang, atau Tinggi. Acuan jawaban benar: (1) Gerak Buaya mengendap = level rendah; (2) Gerak Kancil mengendap = level sedang; (3) Gerak Bangau terbang = level tinggi; (4) Gerak Kera melompat = level tinggi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meneliti kembali hasil identifikasinya secara mandiri dengan mencocokkan ciri ketinggian tubuh terhadap lantai pada ke-4 ragam gerak tersebut (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan identifikasi murid serta mengonfirmasi alasan penentuan level gerak berdasarkan batas ruang tubuh (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa level gerak dalam tari fabel dibagi menjadi tiga, yaitu rendah (lantai), sedang (sejajar badan/lutut ditekuk), dan tinggi (jinjit/melompat/menjangkau ke atas) (10 menit).
- Guru menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mengidentifikasi perubahan arah hadap gerak fabel, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar pose gerak dengan kode warna ketinggian tubuh untuk membantu visualisasi level bagi murid yang membutuhkan.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan demonstrasi ulang perbandingan tinggi tubuh; bagi murid yang cepat memahami, diberikan lembar tambahan identifikasi 2 gerak variasi (mis. kura-kura masuk tempurung = level rendah; kupu-kupu terbang tinggi = level tinggi).
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi dengan menuliskan nama level atau menempelkan kartu simbol level (rendah/sedang/tinggi) pada gambar yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi awal level gerak melalui 3 kartu gambar pose tari fabel: Pose 1 (Merayap di lantai seperti ular naga), Pose 2 (Setengah jongkok seperti kancil), Pose 3 (Melompat jinjit seperti bangau). Acuan jawaban benar: Pose 1 = Rendah; Pose 2 = Sedang; Pose 3 = Tinggi.
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam kuis respons cepat Permainan Tebak Level (mengangkat kartu level sesuai ragam peragaan guru).
- Pemeriksaan Lembar Identifikasi Level Gerak yang memuat 4 butir gerak tari fabel: (1) Gerak Buaya mengendap, (2) Gerak Kancil berjalan mengendap, (3) Gerak Bangau terbang, (4) Gerak Kera melompat. Acuan jawaban benar: (1) Rendah, (2) Sedang, (3) Tinggi, (4) Tinggi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Murid menyebutkan atau menuliskan level gerak untuk 2 cuplikan cepat yang dicontohkan guru: Gerak Ular melata di lantai dan Gerak Burung Elang melayang tinggi. Acuan jawaban benar: Ular melata = level rendah; Elang melayang = level tinggi.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran (tebak level 3 kartu gambar pose fabel)
- Lembar Identifikasi Level Gerak Tari Fabel (mengidentifikasi 4 ragam gerak fabel)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Level Gerak (Rendah, Sedang, Tinggi) pada Tari Fabel | Belum mampu mengidentifikasi level gerak dengan tepat (hanya 0-1 dari 4 ragam gerak tari fabel yang diidentifikasi sesuai acuan). | Mulai mampu mengidentifikasi level gerak dengan tepat (2 dari 4 ragam gerak tari fabel diidentifikasi sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi level gerak dengan tepat secara mandiri (3 dari 4 ragam gerak tari fabel diidentifikasi sesuai acuan). | Sangat tepat dan konsisten mengidentifikasi level gerak secara mandiri (seluruh 4 ragam gerak tari fabel diidentifikasi sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan batas ketinggian level rendah, sedang, dan tinggi melalui ragam tari fabel?
- Bagian gerak manakah yang paling sering tertukar levelnya oleh murid (misalnya antara sedang dan rendah)?
Murid:- Bagian mana dari level gerak (rendah, sedang, tinggi) yang paling mudah dan paling sulit aku kenali?
- Bagaimana caraku menentukan bahwa suatu gerak tergolong level tinggi?
Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Unsur Utama Tari Sesuai Perubahan Arah Hadap pada Tari Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.5 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada tari fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi unsur utama tari berupa perubahan arah hadap pada tari fabel (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memperagakan satu pose gerak menghadap ke depan lalu berputar menghadap ke samping kanan, kemudian meminta murid menjawab secara lisan ke mana arah hadap badan guru pada kedua pose tersebut (acuan jawaban: pose pertama menghadap ke depan, pose kedua menghadap ke samping kanan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan demonstrasi 4 arah hadap utama dalam tari fabel (depan, belakang, samping kanan, samping kiri) (10 menit).
- Murid mengamati tayangan video atau demonstrasi 4 cuplikan gerak tari fabel Kancil dan Buaya berikut: (1) Gerak Kancil melompat menghadap ke depan; (2) Gerak Buaya mengintai menghadap ke samping kiri; (3) Gerak Kancil berputar menghadap ke belakang menghindari Buaya; (4) Gerak Buaya membuka mulut menghadap ke samping kanan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan observasi interaktif 'Tebak Arah Penari' secara riang gembira, di mana guru menayangkan 4 klip gerak tari fabel secara acak dan murid serentak mengangkat kartu penunjuk arah hadap yang tepat (depan, belakang, kanan, atau kiri) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Pengamatan Tari Fabel untuk mengidentifikasi arah hadap dari 4 deskripsi visual cuplikan gerak fabel Ular Naga dan Kancil: (1) Tokoh Kancil berjalan mengendap menghadap ke depan penonton; (2) Tokoh Naga meliukkan kepala menghadap ke samping kanan; (3) Tokoh Kancil membelakangi penonton menghadap ke belakang panggung; (4) Tokoh Buaya merayap menghadap ke samping kiri (acuan jawaban: butir 1 = depan; butir 2 = samping kanan; butir 3 = belakang; butir 4 = samping kiri) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan hasil identifikasi perubahan arah hadap bersama bimbingan guru dan mencocokkannya dengan acuan kunci (10 menit).
- Murid merefleksikan kemudahan dan kesulitan yang dialami saat mengamati serta mengidentifikasi perubahan arah hadap pada gerak tari fabel (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan jenis-jenis perubahan arah hadap (depan, belakang, samping kanan, samping kiri) yang telah diidentifikasi pada tari fabel (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketelitian murid dan menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tanpa menutup bab, kemudian menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar arah panah 4 mata angin/arah hadap, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi diberikan cuplikan gerak tari fabel dengan pergantian arah hadap lebih cepat.
- Proses: Bimbingan langsung secara individual atau berpasangan bagi murid yang masih keliru membedakan samping kanan dan samping kiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi arah hadap dengan menuliskannya pada lembar kerja atau menunjuk simbol arah hadap yang sesuai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru memperagakan 2 gerak (menghadap ke depan lalu menghadap ke kanan), murid mengidentifikasi arah hadap tersebut. Acuan jawaban benar: gerak pertama menghadap ke depan; gerak kedua menghadap ke kanan/samping kanan.
Proses:- Formatif mengidentifikasi arah hadap pada Lembar Pengamatan dari 4 butir cuplikan gerak tari fabel: (1) Gerak Kancil mengendap (acuan: depan); (2) Gerak Naga meliuk (acuan: samping kanan); (3) Gerak Kancil membelakangi panggung (acuan: belakang); (4) Gerak Buaya merayap (acuan: samping kiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan atau menuliskan arah hadap dari satu cuplikan gerak tari fabel penutup yang diperagakan guru menghadap ke belakang penonton (acuan jawaban benar: menghadap ke belakang).
Formatif:- Lembar Pengamatan Identifikasi Perubahan Arah Hadap pada Tari Fabel
- Observasi ketepatan jawaban murid saat permainan Tebak Arah Penari
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Perubahan Arah Hadap pada Tari Fabel | Mengidentifikasi 0-1 dari 4 arah hadap (depan, samping kanan, belakang, samping kiri) pada cuplikan gerak tari fabel secara tepat. | Mengidentifikasi 2 dari 4 arah hadap (depan, samping kanan, belakang, samping kiri) pada cuplikan gerak tari fabel secara tepat dengan bimbingan. | Mengidentifikasi 3 dari 4 arah hadap (depan, samping kanan, belakang, samping kiri) pada cuplikan gerak tari fabel secara tepat. | Mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) arah hadap (depan, samping kanan, belakang, samping kiri) pada cuplikan gerak tari fabel secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media tayangan cuplikan gerak fabel cukup jelas membantu murid mengamati perubahan arah hadap?
- Bagian mana dari variasi arah hadap (kanan/kiri/belakang) yang masih membingungkan murid saat diidentifikasi?
Murid:- Arah hadap mana yang paling mudah kamu kenali saat melihat gerak tari fabel?
- Apakah kamu dapat membedakan arah hadap samping kanan dan samping kiri penari dengan tepat?
Pertemuan 9 — Mengembangkan Gerak dengan Unsur Utama Tari dan Variasi Level Terinspirasi Cerita Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.3 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap terinspirasi cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengembangkan gerak tari baru menggunakan unsur utama tari (gerak, ruang, tenaga, waktu) dengan memvariasikan level (rendah, sedang, tinggi) yang terinspirasi dari karakter tokoh cerita fabel (5 menit).
- Guru melaksanakan Asesmen Awal melalui peragaan cepat diagnostik: Guru menyebutkan 3 karakter fabel (Ular melata, Kancil melangkah waspada, Burung mengepakkan sayap) lalu meminta murid memperagakan level dasarnya untuk memetakan kesiapan gerak (acuan: Ular = level rendah/merayap di lantai; Kancil = level sedang/posisi berdiri lutut ditekuk; Burung = level tinggi/jinjit tangan terentang ke atas) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru mendemonstrasikan bagaimana mengembangkan 1 motif gerak tiruan hewan fabel menjadi ragam gerak tari yang lebih kaya dengan memanipulasi unsur tenaga (kuat/lembut), waktu (cepat/lambat), ruang (luas/sempit), serta variasi level gerak (12 menit).
- Murid mencermati dan menirukan panduan guru mengenai 3 variasi level gerak pada karakter tokoh fabel: (1) Level Rendah: gerak meliuk tubuh ular menyusur lantai dengan tenaga lembut mengalir; (2) Level Sedang: gerak langkah kancil mengendap dengan lutut ditekuk dan tenaga sedang berirama; (3) Level Tinggi: gerak kepakan atau lompatan kijang/burung dengan jinjit meraih ruang atas bertenaga ringan cepat (13 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Permainan Kreatif 'Tantangan Kartu Level Fabel': Guru menyediakan kotak undian karakter, setiap murid mengambil 1 kartu tugas yang berisi tantangan mengembangkan gerak: Kartu A (mengembangkan gerak ular menyusur dari level rendah bertransisi ke level sedang), Kartu B (mengembangkan gerak kancil melompat dari level sedang melonjak ke level tinggi), atau Kartu C (mengembangkan gerak buaya membuka rahang beralih dari level rendah ke tinggi dengan tenaga kuat) (15 menit).
- Secara mandiri, murid berlatih mengembangkan sekurang-kurangnya 2 ragam gerak tari baru yang memadukan unsur utama tari (ruang gerak, intensitas tenaga, tempo waktu) dengan minimal 2 variasi level (rendah-sedang, sedang-tinggi, atau rendah-tinggi) berdasarkan karakter tokoh fabel yang dipilih (20 menit).
- Guru berkeliling melakukan asesmen proses dan memberikan scaffolding individual saat murid menyusun dan melatih pengembangan gerak tarinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid melakukan cek mandiri peragaan di tempat masing-masing secara serentak sambil merasakan kesadaran tubuh terhadap perubahan level (rendah, sedang, atau tinggi) dan penggunaan unsur tenaga serta ruang dalam gerak fabel yang mereka kembangkan (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara mengembangkan gerak fabel menggunakan unsur utama tari dan variasi level (rendah, sedang, dan tinggi) (2 menit).
- Guru memberikan Asesmen Akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai pengembangan level gerak tari fabel (acuan: Level Rendah = posisi rebah/duduk/merayap menyentuh lantai; Level Sedang = posisi berdiri dengan lutut ditekuk/merendah; Level Tinggi = posisi jinjit/melayang/melonjak di atas lantai) (2 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan atas eksplorasi gerak murid dan menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu stimulus visual gerak fabel dalam 3 tingkatan level bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan dipandu menghubungkan 2 level gerak bertahap (misal rendah ke sedang), sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan mengembangkan rangkaian gerak dengan variasi 3 level sekaligus (rendah, sedang, dan tinggi) disertai perubahan tempo tenaga.
- Produk: Variasi jumlah motif gerak yang dihasilkan: murid berkembang menghasilkan minimal 2 motif gerak pengembangan level fabel, murid mahir menghasilkan 3 motif gerak fabel berkesinambungan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid memperagakan 3 sikap tubuh dasar tokoh fabel berdasarkan level: (1) Ular menyusur (acuan: level rendah, tubuh menempel/dekat lantai); (2) Kancil mengendap (acuan: level sedang, posisi berdiri dengan kedua lutut ditekuk merendah); (3) Burung mengepak (acuan: level tinggi, kaki jinjit tangan terentang ke atas).
Proses:- Pengamatan langsung selama latihan mandiri pada tahap Mengaplikasi menggunakan lembar observasi: Memeriksa kemampuan murid mengembangkan minimal 2 ragam gerak tari fabel baru yang memadukan unsur utama tari (ruang, tenaga, waktu) dan variasi minimal 2 level gerak (acuan ketercapaian: ada perubahan ketinggian tubuh yang jelas antara level rendah, sedang, atau tinggi, serta penggunaan tenaga/tempo yang selaras dengan karakter fabel yang dipilih).
Akhir Pertemuan:- Pertanyaan cek pemahaman lisan: 'Sebutkan ciri posisi tubuh pada level rendah, sedang, dan tinggi dalam tari fabel!' (acuan: Level Rendah = bagian tubuh menyentuh/sangat dekat dengan lantai seperti duduk/merayap; Level Sedang = posisi berdiri dengan badan condong atau lutut ditekuk; Level Tinggi = posisi jinjit, melompat, atau menjangkau ruang ke atas melebihi tinggi badan normal).
Formatif:- Asesmen Awal: Observasi kesiapan motorik peragaan 3 level dasar karakter fabel (ular, kancil, burung).
- Asesmen Proses: Lembar observasi unjuk kerja pengembangan gerak tari dengan variasi level dan unsur tari terinspirasi tokoh fabel.
- Asesmen Akhir: Cek pemahaman lisan penutup mengenai definisi dan bentuk level gerak tari (rendah, sedang, tinggi).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Gerak Tari Fabel | Hanya menirukan gerak hewan asli secara harfiah tanpa mengembangkan unsur utama tari (ruang, tenaga, atau waktu). | Mampu mengembangkan 1 ragam gerak tari fabel baru dengan memodifikasi salah satu unsur utama tari (ruang atau tenaga atau waktu) namun masih kaku. | Mampu mengembangkan 2 ragam gerak tari fabel baru dengan memodifikasi unsur utama tari (ruang, tenaga, dan waktu) secara jelas dan selaras dengan karakter tokoh. | Mampu mengembangkan lebih dari 2 ragam gerak tari fabel baru secara orisinal dengan memadukan unsur utama tari (ruang gerak luas-sempit, intensitas tenaga kuat-lembut, tempo cepat-lambat) secara mandiri dan luwes. | | Penerapan Variasi Level Gerak | Belum menunjukkan perubahan level gerak (bergerak hanya pada satu ketinggian tubuh konstan). | Menerapkan 1 level gerak pada pengembangan gerak tari fabel namun transisi antar-ketinggian tubuh belum tampak. | Menerapkan minimal 2 variasi level gerak (rendah-sedang, sedang-tinggi, atau rendah-tinggi) secara jelas pada gerak tari fabel yang dikembangkan. | Menerapkan 3 variasi level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) secara tepat, jelas, dan dengan transisi gerak yang mengalir lancar sesuai karakter tokoh fabel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dan menerapkan perpindahan level (rendah, sedang, tinggi) saat mengembangkan gerak tari?
- Bagian mana dari eksplorasi unsur utama tari (ruang, tenaga, waktu) yang masih dirasa menantang bagi sebagian murid?
- Bagaimana efektivitas permainan kartu tantangan gerak dalam memicu kreativitas pengembangan gerak murid?
Murid:- Level gerak mana (rendah, sedang, atau tinggi) yang paling kamu sukai saat menarikan tokoh fabel pilihanmu?
- Apa kesulitan yang kamu rasakan saat mengubah gerak binatang fabel menjadi gerak tari buatanmu sendiri?
Pertemuan 10 — Mengembangkan Gerak dengan Unsur Utama Tari dan Perubahan Arah Hadap Terinspirasi Cerita Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.3 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap terinspirasi cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan fisik murid melalui peregangan ringan dan mengaitkan materi sebelumnya dengan topik hari ini (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengembangkan gerak tari dengan variasi unsur utama tari (ruang, tenaga, waktu) dan perubahan arah hadap yang terinspirasi karakter fabel (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui instruksi gerak kilat: murid diminta berdiri dan mempraktikkan 3 perintah perubahan arah hadap berikut: (1) 'Hadap depan, gerakkan tangan meliuk seperti ular naga menggunakan tenaga lembut', (2) 'Putar badan hadap kanan, lakukan langkah kaki mengendap cepat seperti kancil', (3) 'Putar badan hadap belakang, lakukan gerak membuka tangan lebar dengan tenaga kuat seperti buaya' (acuan: murid mampu menyesuaikan hadap tubuh tepat ke depan, kanan, dan belakang saat melakukan gerak binatang tersebut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memodelkan 1 gerak dasar fabel 'Kancil Berjingkat' menghadap ke depan (ruang sedang, tempo sedang, tenaga sedang), lalu menunjukkan cara mengembangkannya dengan mengubah arah hadap: hitungan 1-4 menghadap ke depan (arah depan), hitungan 5-8 memutar tubuh menghadap ke samping kiri (arah serong/samping) dengan tempo lebih cepat (10 menit).
- Murid mencermati dan menirukan secara terpandu perubahan arah hadap (depan, kanan, kiri, dan belakang) dengan mempertahankan unsur tenaga dan waktu gerak karakter fabel tersebut secara sadar dan saksama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menggelar permainan gerak menyenangkan 'Kompas Hewan Fabel': guru menyebutkan nama arah mata angin/orientasi hadap (depan, belakang, kanan, kiri) dan murid secara spontan mengubah arah hadap sambil mengembangkan variasi gerak fabel (meliuk naga, melompat kancil, atau mengibaskan ekor buaya) sesuai ketukan (15 menit).
- Murid secara mandiri memilih satu karakter fabel (pilihan: Kancil, Ular Naga, atau Buaya) untuk dikembangkan geraknya (10 menit).
- Murid mengembangkan minimal 2 ragam gerak baru dari tokoh fabel pilihannya dengan menerapkan minimal 2 variasi perubahan arah hadap yang berbeda (misalnya: ragam gerak 1 menghadap ke depan lalu berputar hadap belakang; ragam gerak 2 menghadap serong kanan lalu beralih hadap kiri) dengan mengolah unsur ruang, tenaga, dan waktu (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara bergiliran menampilkan hasil pengembangan 2 ragam gerak tari fabel beserta variasi arah hadapnya di tempat masing-masing untuk diamati ketercapaian pengembangannya oleh guru (15 menit).
- Murid mengidentifikasi secara mandiri bagian arah hadap mana yang paling menantang untuk diselaraskan dengan tempo gerak tokoh fabel saat pengembangan gerak (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya variasi perubahan arah hadap dalam memperkaya unsur utama tari bertema fabel (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan: meminta murid menyebutkan 4 arah hadap utama dalam pengembangan gerak tari (acuan: hadap depan, hadap belakang, hadap kanan, hadap kiri) (3 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 11: Mengembangkan Rangkaian Gerak Utuh dengan Unsur Utama Tari, Level, dan Perubahan Arah Hadap), mengingatkan murid menjaga kebugaran, serta menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual panah 4 arah hadap di lantai bagi murid yang membutuhkan bantuan orientasi ruang, sedangkan murid yang siap diberikan kebebasan mengeksplorasi arah serong diagonal.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi pembuatan 1 ragam gerak dengan 2 arah hadap sederhana (depan-kanan); bagi murid yang mandiri, diarahkan mengembangkan 2 ragam gerak dengan kombinasi 3 hingga 4 arah hadap berbeda disertai variasi tempo cepat-lambat.
- Produk: Pengembangan ragam gerak fabel dapat berupa perpindahan arah hadap 90 derajat (hadap samping) atau 180 derajat (hadap belakang) sesuai kemampuan motorik murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan singkat pada langkah pendahuluan untuk memetakan kesiapan gerak dan orientasi arah hadap tubuh murid: instruksi 3 perintah gerak (1) hadap depan gerak meliuk tenaga lembut naga, (2) putar hadap kanan langkah cepat kancil, (3) putar hadap belakang gerak membuka tangan kuat buaya (acuan: ketepatan orientasi hadap tubuh murid tepat mengarah ke depan, kanan, dan belakang).
Proses:- Observasi unjuk kerja mandiri pada tahap Mengaplikasi menggunakan rubrik penilaian pengembangan gerak fabel dengan unsur utama tari (ruang, tenaga, waktu) dan variasi arah hadap (minimal 2 ragam gerak dengan minimal 2 perubahan arah hadap berbeda).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru mengajukan pertanyaan 'Sebutkan 4 variasi arah hadap tubuh yang dapat digunakan saat mengembangkan gerak tari!' (acuan: murid menyebutkan 4 arah hadap: depan, belakang, kanan, dan kiri).
Formatif:- Unjuk kerja praktik pengembangan gerak fabel dengan variasi perubahan arah hadap
- Observasi diagnostik orientasi arah hadap pada pendahuluan
- Tanya jawab lisan pemahaman konsep arah hadap pada penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Gerak Tari Karakter Fabel | Belum mampu mengembangkan gerak tari dari karakter fabel pilihan, hanya meniru gerak dasar yang dicontohkan guru. | Mampu mengembangkan 1 ragam gerak baru dari karakter fabel pilihan dengan unsur ruang, tenaga, dan waktu yang sederhana. | Mampu mengembangkan 2 ragam gerak baru dari karakter fabel pilihan dengan memadukan unsur ruang, tenaga, dan waktu secara mandiri. | Mampu mengembangkan lebih dari 2 ragam gerak baru dari karakter fabel pilihan dengan pengolahan variasi unsur ruang, tenaga, dan waktu yang kaya dan luwes. | | Variasi Perubahan Arah Hadap | Gerak dilakukan hanya pada 1 arah hadap (statis menghadap ke depan saja) tanpa variasi arah hadap. | Menerapkan 1 kali perubahan arah hadap pada gerak fabel yang dikembangkan dengan bimbingan guru. | Menerapkan minimal 2 variasi perubahan arah hadap (misalnya depan dan belakang/samping) pada ragam gerak fabel yang dikembangkan secara mandiri. | Menerapkan lebih dari 2 variasi perubahan arah hadap (misalnya depan, samping, serong, dan belakang) secara konsisten dan selaras dengan aliran gerak fabel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan pemodelan perubahan arah hadap sudah cukup jelas dan dapat dipahami oleh seluruh murid?
- Bagian kegiatan mana yang paling memicu kreativitas murid dalam mengembangkan gerak fabel?
- Bagaimana efektivitas permainan 'Kompas Hewan Fabel' dalam membantu murid memahami transisi arah hadap?
Murid:- Arah hadap mana yang paling mudah dan paling sulit kamu lakukan saat menggerakkan tokoh fabel pilihanmu?
- Perubahan gerak tokoh fabel apa yang paling kamu sukai saat kamu buat sendiri hari ini?
Pertemuan 11 — Mengembangkan Rangkaian Gerak Utuh dengan Unsur Utama Tari, Level, dan Perubahan Arah Hadap Terinspirasi Cerita Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.3 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap terinspirasi cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama secara tertib (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta kesiapan fisik dengan melakukan peregangan tubuh ringan terfokus pada fleksibilitas ruang gerak (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merangkai dan mengembangkan motif gerak fabel utuh yang memadukan unsur gerak, level (rendah, sedang, tinggi), dan variasi arah hadap (depan, samping, belakang) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memperagakan secara serentak 1 gerak fabel level rendah menghadap depan dan 1 gerak fabel level tinggi menghadap samping (acuan kesiapan: gerak rendah = tubuh merendah/lutut ditekuk/dada dekat lantai; gerak tinggi = tubuh tegak/jinjit/lengan terangkat; arah hadap depan = dada menghadap guru; arah hadap samping = dada menghadap sisi kanan/kiri ruang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru mendemonstrasikan contoh pengembangan rangkaian 3 motif gerak fabel yang tersambung utuh: Motif 1 (Ular merayap mencari makan: level rendah, arah hadap depan), Motif 2 (Ular meliuk waspada: level sedang, arah hadap samping kanan), dan Motif 3 (Ular mematuk/menyerang: level tinggi dengan jinjit, arah hadap serong depan) (8 menit).
- Murid mengamati dan mengidentifikasi bagaimana perpindahan antarmotif terjadi secara mengalir menggunakan transisi tenaga dan perubahan arah hadap tanpa jeda kaku (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan pemanasan kreatif 'Kompas Fabel Menggembirakan': guru menyebutkan arah mata angin (depan, kanan, belakang, kiri) dan level gerak (rendah/sedang/tinggi), lalu murid bergerak cepat mengubah arah dan level sambil menirukan gestur karakter hewan fabel pilihan mereka secara ekspresif (15 menit).
- Murid secara mandiri merancang dan mengembangkan lembar komposisi gerak berisi 3 motif gerak utuh terinspirasi fabel dengan memadukan variasi level (wajib memuat minimal 2 level berbeda) dan variasi arah hadap (wajib memuat minimal 2 arah hadap berbeda) (15 menit).
- Murid berlatih mengeksekusi rangkaian 3 motif gerak fabel utuh yang telah dikembangkan secara berulang-ulang hingga transisi perpindahan gerak, pergantian level, dan putaran arah hadap tersambung lancar (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri atau bergantian di tempat masing-masing menampilkan rangkaian gerak utuh hasil pengembangannya di hadapan guru untuk diamati keterpaduan unsur gerak, level, dan arah hadapnya (12 menit).
- Murid menyadari bagian transisi gerak mana yang paling menantang, misalnya saat berpindah dari level rendah di lantai ke level tinggi sambil mengubah arah hadap ke belakang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama dalam mengembangkan rangkaian gerak tari: perpaduan level dan arah hadap menciptakan kesinambungan alur cerita fabel yang utuh (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir/umpan balik langsung terhadap keberhasilan murid memadukan minimal 2 variasi level dan minimal 2 perubahan arah hadap dalam rangkaian 3 motif gerak (3 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas kreativitas gerak mandiri murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu alur fabel terstruktur (pilihan alur: diam di tempat -> merayap -> meloncat), sedangkan murid berkemampuan cepat diberikan kebebasan memilih alur cerita fabel yang lebih variatif.
- Proses: Murid yang masih kesulitan merangkai transisi didampingi guru dengan hitungan tempo lambat (1-4 tiap motif), sedangkan murid yang mandiri langsung menyusun transisi dengan tempo dinamis.
- Produk: Rangkaian gerak minimal terdiri dari 3 motif bersambung; murid yang mahir dapat memperkaya transisi dengan putaran 180 derajat penuh atau kombinasi level rendah-tinggi yang lebih tajam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan kesiapan gerak di kegiatan pendahuluan: Murid mempraktikkan 1 gerak level rendah hadap depan dan 1 gerak level tinggi hadap samping secara serentak (acuan kesiapan: gerak rendah tepat saat lutut ditekuk/dada merendah; gerak tinggi tepat saat tubuh terangkat/jinjit; arah hadap depan tepat saat dada lurus ke depan; arah hadap samping tepat saat dada tegak ke sisi samping).
Proses:- Pengamatan formatif saat tahap Mengaplikasi: Guru memantau kemampuan murid mengembangkan 3 motif gerak bersambung, memeriksa adanya keterpaduan minimal 2 level gerak (rendah/sedang/tinggi) dan minimal 2 perubahan arah hadap (depan/samping/belakang/serong).
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian akhir di penutup: Konfirmasi penguasaan rangkaian gerak murid berdasarkan kriteria ketercapaian (acuan: rangkaian terdiri dari 3 motif gerak terhubung, memuat minimal 2 level berbeda seperti rendah-sedang atau sedang-tinggi, serta memuat minimal 2 perubahan arah hadap seperti depan-samping atau depan-belakang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengembangan rangkaian gerak tari fabel menggunakan lembar amatan kriteria keterpaduan level dan arah hadap.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Unsur Utama Gerak Terinspirasi Fabel | Belum mampu mengembangkan motif gerak fabel, gerak masih terputus-putus tanpa kesinambungan alur. | Mampu mengembangkan 1-2 motif gerak fabel namun transisi perpindahan antargerak masih kaku atau berhenti sejenak. | Mampu mengembangkan rangkaian 3 motif gerak fabel utuh yang tersambung secara berkesinambungan. | Mampu mengembangkan lebih dari 3 motif gerak fabel utuh dengan transisi yang sangat mengalir, ekspresif, dan berkesinambungan secara mandiri. | | Penerapan Variasi Level Gerak | Hanya menggunakan 1 level gerak monoton di sepanjang rangkaian tanpa variasi. | Menggunakan variasi 2 level gerak tetapi perpindahan ketinggian level belum terlihat tegas (rancu). | Menggunakan minimal 2 variasi level gerak (rendah, sedang, atau tinggi) secara tegas dan tepat dalam rangkaian gerak. | Mengintegrasikan ketiga level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) secara harmonis dan kontras dalam rangkaian gerak fabel. | | Penerapan Perubahan Arah Hadap | Hanya menghadap ke satu arah saja di sepanjang rangkaian gerak. | Mencoba mengubah arah hadap namun putaran tubuh belum jelas atau kembali ke arah awal sebelum gerak selesai. | Menerapkan minimal 2 variasi perubahan arah hadap (misal depan ke samping/belakang) secara jelas pada motif gerak. | Menerapkan variasi perubahan arah hadap yang kompleks (depan, samping, serong, belakang) dengan orientasi ruang yang mantap dan terkontrol. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi eksplorasi mandiri dan permainan 'Kompas Fabel' efektif memfasilitasi murid dalam merangkai gerak dengan level dan arah hadap?
- Bagian transisi mana yang paling sering membuat murid kehilangan fokus terhadap perubahan arah hadap?
Murid:- Apakah aku sudah berhasil menyambungkan gerak fabel dari level rendah ke level tinggi tanpa berhenti kaku?
- Perubahan arah hadap mana yang paling seru dan menantang saat aku memperagakan karakter fabelku?
Pertemuan 12 — Menilai Pencapaian Diri Saat Melakukan Eksplorasi dan Pengembangan Gerak Tari Cerita Fabel — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.6 Menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan presensi murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menilai pencapaian diri sendiri terhadap aktivitas eksplorasi dan pengembangan gerak tari cerita fabel yang telah dipelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan pertanyaan diagnostik singkat dengan membagikan potongan kertas centang berisi 2 pertanyaan: (1) Apakah kamu ingat gerak fabel yang pernah kamu coba di level rendah, sedang, atau tinggi? (Ya/Tidak), (2) Apakah kamu bisa membedakan mana gerak fabel yang sudah lancar kamu buat dan mana yang masih sulit? (Bisa/Belum). Kriteria kesiapan: murid siap melanjutkan jika menjawab 'Ya' pada butir 1 dan 'Bisa' pada butir 2 (acuan: murid yang belum siap dibimbing mengingat kembali salah satu gerak tokoh fabel yang pernah dipraktikkan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mencermati instrumen penilaian diri sederhana 'Peta Jejak Tari Fabelku' yang memuat 3 butir capaian diri: (1) Kemampuan mengeksplorasi gerak tokoh fabel sesuai level (rendah/sedang/tinggi), (2) Kemampuan mengubah arah hadap saat bergerak, (3) Kemampuan merangkai gerak fabel menjadi urutan gerak utuh (3 menit).
- Guru memodelkan cara menilai pencapaian diri secara jujur dan berkesadaran tanpa takut salah, dengan kriteria skala emotikon: Bintang 1 (Perlu Banyak Latihan), Bintang 2 (Cukup Bisa), Bintang 3 (Sangat Lancar/Berhasil), serta menuliskan 1 bukti gerak nyata yang paling dikuasai dan 1 gerak yang masih perlu diperbaiki (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Aktivitas Menggembirakan 'Tantangan Cermin Ingatan': Murid berdiri berpasangan, lalu secara bergantian memeragakan sekilas 1 gerak fabel andalan masing-masing (ular merayap level rendah atau kancil melompat level tinggi dengan arah hadap tertentu) selama 30 detik sebagai pemicu ingatan sebelum menilai diri (12 menit).
- Secara mandiri, murid mengisi lembar 'Peta Jejak Tari Fabelku' dengan menilai pencapaian dirinya pada 3 butir capaian berdasarkan kriteria skala bintang yang telah dipelajari (15 menit).
- Murid melengkapi bagian refleksi diri tertulis: menuliskan secara konkret 1 gerakan fabel yang sudah berhasil dilakukan beserta alasannya (misal: 'Saya berhasil melakukan gerak kancil level melompat tinggi menghadap serong kanan karena kaki saya seimbang') dan 1 hal yang perlu ditingkatkan (misal: 'Saya masih kaku saat transisi dari gerak naga meliuk rendah ke sedang') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar dalam suasana hening dan berkesadaran, meminta beberapa perwakilan murid menyebutkan hasil penilaian dirinya secara terbuka dan objektif (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan bahwa menilai pencapaian diri secara jujur adalah langkah penting untuk mengetahui kekuatan dan bagian yang masih perlu ditingkatkan dalam belajar tari (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap orang memiliki capaian dan laju belajar gerak tari fabel yang berbeda-beda dan semua pencapaian patut dihargai (5 menit).
- Guru mengumpulkan lembar penilaian pencapaian diri murid sebagai portofolio asesmen proses, memberikan apresiasi atas kejujuran murid, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar penilaian diri dengan panduan ikon visual gerak fabel (ular naga/kancil/buaya) yang konkret, sedangkan murid yang mandiri menggunakan lembar teks deskriptif.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menuangkan penilaian dalam bentuk tulisan kalimat, guru memberikan kesempatan untuk melingkari pilihan kata kunci atau menyampaikan bukti capaian geraknya secara lisan.
- Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan target rencana perbaikan gerak fabel secara rinci untuk 2 gerakan sekaligus, sedangkan murid lainnya cukup menilai 1 keberhasilan dan 1 hal yang perlu ditingkatkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan kesadaran diri melalui 2 pertanyaan diagnostik di lembar potongan kertas centang: (1) 'Apakah kamu ingat gerak fabel yang pernah kamu coba di level rendah, sedang, atau tinggi?' (Acuan jawaban siap: 'Ya'), (2) 'Apakah kamu bisa membedakan mana gerak fabel yang sudah lancar kamu buat dan mana yang masih sulit?' (Acuan jawaban siap: 'Bisa'). Kriteria: Murid yang memilih 'Ya' dan 'Bisa' langsung masuk tahap memahami, sedangkan yang menjawab 'Tidak/Belum' diberi penguatan memori gerak selama 2 menit.
Proses:- Pemeriksaan pengisian lembar 'Peta Jejak Tari Fabelku' saat kegiatan inti tahap Mengaplikasi. Kriteria penerimaan operasional: (1) Mengisi penilaian bintang pada ketiga butir capaian (level gerak, arah hadap, rangkaian gerak), (2) Menuliskan minimal 1 nama gerak fabel konkret yang berhasil dilakukan beserta alasan faktual, dan (3) Menuliskan minimal 1 bagian gerak yang masih perlu dilatih/diperbaiki.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi singkat penutup: Murid menunjukkan kartu jempol ke atas bila sudah mampu menilai sendiri pencapaian gerak tari fabelnya secara mandiri, atau jempol menyamping jika masih ragu menilai diri sendiri (Kriteria: Murid mampu menjelaskan secara lisan satu alasan mengapa ia memberi nilai bintang tersebut pada dirinya sendiri).
Formatif:- Penilaian diri melalui lembar 'Peta Jejak Tari Fabelku' yang dinilai kelengkapan dan kesesuaian bukti penilaian pencapaian diri.
- Catatan observasi guru terhadap kejujuran dan ketepatan murid dalam mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan gerak tari fabelnya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan Menilai Pencapaian Diri pada Eksplorasi dan Pengembangan Gerak Tari Fabel | Belum mampu menilai pencapaian diri; belum dapat mengidentifikasi gerakan tari fabel yang telah dikuasai maupun yang belum dikuasai walaupun telah dibimbing guru. | Mampu memberi penilaian pada butir capaian diri (skala bintang), namun belum mampu menuliskan bukti konkret gerak tari fabel yang berhasil maupun yang masih perlu diperbaiki tanpa bantuan petunjuk guru. | Mampu menilai pencapaian diri pada seluruh butir capaian secara mandiri dan tepat, serta menuliskan 1 bukti gerak tari fabel yang berhasil dilakukan dan 1 bagian gerak yang masih perlu ditingkatkan dengan alasan yang jelas. | Mampu menilai pencapaian diri pada seluruh butir capaian secara sangat objektif dan mandiri, serta mendeskripsikan secara rinci lebih dari 1 bukti keberhasilan gerak tari fabel (unsur level dan arah hadap) beserta rencana tindak lanjut perbaikannya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen lembar penilaian diri yang disusun cukup mudah dipahami dan dikerjakan secara jujur oleh murid kelas 4?
- Bagaimana respons dan kesadaran diri murid ketika diajak mengenali kelemahan dan kekuatan gerak tari fabelnya sendiri?
Murid:- Bagian gerak tari cerita fabel mana yang paling kamu banggakan karena sudah berhasil kamu lakukan dengan baik?
- Apa yang akan kamu lakukan untuk melatih kembali gerakan tari fabel yang menurutmu masih sulit?
Pertemuan 13 — Meragakan Hasil Tari Fabel Sederhana dengan Bekerja Secara Kooperatif dalam Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.4 Meragakan hasil tari dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru dan murid melakukan pemanasan gerak tubuh ringan di tempat mengikuti irama tepukan tempo lambat hingga cepat (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meragakan hasil tari fabel sederhana dengan bekerja secara kooperatif dan saling menghargai dalam kelompok (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan bekerja kooperatif dengan meminta setiap murid merespons 2 situasi kerja kelompok saat menari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang makna bekerja kooperatif dalam meragakan tari fabel sederhana: menyelaraskan hitungan gerak bersama dan saling menunggu/menghargai tempo gerak teman tanpa saling menyalahkan (10 menit).
- Murid duduk bersama kelompoknya (beranggotakan 4-5 murid) yang telah dibentuk sebelumnya, kemudian menyepakati peran awal dan giliran aba-aba hitungan tari dalam kelompoknya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid dalam kelompok melakukan permainan 'Cermin Kompak Fabel': satu murid menjadi pemandu gerak fabel sederhana (misal gerak langkah naga atau lompat katak), anggota lain menirukan serentak, lalu peran pemandu bergantian secara kooperatif (15 menit).
- Setiap kelompok berlatih meragakan rangkaian gerak tari fabel sederhana (3 ragam gerak fabel yang telah dirancang sebelumnya) secara bersama-sama, menyelaraskan ketukan hitungan (1-8), dan saling mengingatkan urutan gerak secara santun (15 menit).
- Setiap kelompok meragakan hasil tari fabel sederhana di area panggung kelas di hadapan kelompok lain secara kooperatif, menunjukkan sikap saling mendukung posisi gerak teman dalam formasi sederhana (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya mendiskusikan keberhasilan kerja sama saat meragakan tari tadi: apakah semua anggota bergerak bersamaan dan saling membantu jika ada yang lupa ragam gerak (5 menit).
- Perwakilan murid menyampaikan satu hal baik yang dirasakan saat teman kelompok saling menghargai dan kompak saat menari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya sikap kooperatif dan saling menghargai saat meragakan tari fabel bersama (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum dan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok dalam meragakan tari fabel hari ini (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan panduan diberikan lembar panduan urutan 3 ragam gerak tari fabel sederhana beserta hitungannya, sedangkan kelompok mandiri berlatih langsung tanpa lembar panduan.
- Proses: Pada latihan peragaan, murid yang belum hafal urutan ditempatkan berdampingan dengan rekan sebaya yang membimbing hitungan secara kooperatif.
- Produk: Kelompok dapat meragakan hasil tari fabel sederhana dengan tempo ketukan lambat hingga sedang sesuai kesepakatan dan kenyamanan kerja sama kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik kesiapan kooperatif: Guru membacakan 2 situasi: (1) 'Jika temanmu lupa gerak langkah naga pada hitungan ke-4, apa yang kamu lakukan?' (acuan respons tepat: mengingatkan/memberi isyarat hitungan dengan santun tanpa mencemooh); (2) 'Mengapa kita harus bergerak mengikuti hitungan yang sama dalam kelompok?' (acuan respons tepat: agar peragaan tari kompak dan tujuan kelompok tercapai bersama).
Proses:- Observasi peragaan tari kelompok selama latihan dan unjuk kerja: Guru menilai kemampuan meragakan 3 ragam gerak tari fabel secara kooperatif (keselarasan gerak bersama anggota kelompok) dan sikap saling menghargai (tidak mendominasi sendiri, saling memberi aba-aba positif).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi singkat di akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan lisan terarah: 'Sebutkan 1 bentuk kerja sama yang paling membantu kelompokmu berhasil meragakan gerak tari fabel tadi!' (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan nyata seperti menghitung bersama, saling mengingatkan posisi, atau bergerak kompak serempak).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja peragaan tari fabel kelompok (fokus pada peragaan gerak kooperatif dan sikap saling menghargai).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Gerak Tari Fabel secara Kooperatif | Meragakan gerak tari fabel secara individual tanpa menyelaraskan gerak dengan anggota kelompok lain. | Meragakan gerak tari fabel bersama kelompok namun sering tidak selaras dengan hitungan dan gerak teman sekelompok. | Meragakan 3 ragam gerak tari fabel sederhana secara kooperatif dan selaras dengan hitungan anggota kelompok. | Meragakan seluruh ragam gerak tari fabel sederhana secara konsisten kooperatif, sangat selaras dengan anggota kelompok secara mandiri tanpa arahan guru. | | Bekerja Sama dan Saling Menghargai | Belum menunjukkan kerja sama, menolak berbagi peran atau menyalahkan teman saat peragaan gerak tari. | Mulai bersedia bekerja sama dalam peragaan tari fabel tetapi masih sesekali menuntut teman mengikuti kemauannya sendiri. | Bekerja sama secara aktif dan menunjukkan sikap saling menghargai teman sekelompok selama meragakan tari fabel. | Konsisten bekerja sama, aktif menyemangati, dan saling menghargai seluruh anggota kelompok demi keberhasilan peragaan tari bersama. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil meragakan hasil tari fabel secara kooperatif?
- Bagaimana respons murid yang awalnya ragu saat harus bergerak bersama kelompoknya?
Murid:- Apakah aku sudah bergerak selaras dan kompak bersama teman sekelompokku?
- Bagaimana caraku membantu teman yang gerakannya belum selaras saat menari tadi?
Pertemuan 14 — Meragakan Hasil Tari Fabel Berdasarkan Variasi Level dan Arah Hadap dengan Bekerja Secara Kooperatif — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.4 Meragakan hasil tari dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan pemanasan tubuh sederhana bersama murid sambil mengaitkan kembali pengalaman merangkai gerak fabel pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: meminta setiap kelompok memperagakan secara serentak 1 contoh transisi perubahan level (dari level rendah merayap ke level sedang membungkuk) dan 1 transisi arah hadap (dari hadap depan berputar ke hadap samping) untuk memetakan kesiapan koordinasi kelompok (acuan: kelompok mampu berpindah level dan arah hadap secara kompak tanpa bertabrakan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi singkat guru mengenai pentingnya menjaga tempo dan saling menyelaraskan ruang gerak saat meragakan tari kelompok dengan variasi level (rendah, sedang, tinggi) serta perubahan arah hadap (depan, samping, belakang) (10 menit).
- Murid dalam kelompok masing-masing (4-5 orang) memeriksa kembali urutan gerak fabel yang telah dirancang, mengonfirmasi pembagian peran tokoh fabel, serta menyepakati tanda hitungan transisi gerak bersama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan kekompakan 'Cermin Fabel': satu murid menjadi pemimpin variasi level/arah hadap fabel dan anggota kelompok meragakan secara serempak mengikuti pemimpin secara bergantian untuk membangun rasa saling menghargai dan kerja sama ritmis (15 menit).
- Setiap kelompok berlatih intensif meragakan rangkaian tari fabel secara utuh yang memuat 3 variasi level (rendah, sedang, tinggi) dan minimal 2 perubahan arah hadap (misal: hadap depan dan hadap berhadapan) secara berulang dan kooperatif (15 menit).
- Setiap kelompok meragakan hasil tari fabel mereka di hadapan satu kelompok pasangan (peer-sharing) dengan fokus memperlihatkan kerja sama gerak, keselarasan perubahan level, dan transisi arah hadap secara kooperatif (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok mendiskusikan keberhasilan kerja sama mereka: bagian peragaan mana yang sudah selaras dan bagian mana yang level/arah hadapnya masih belum kompak (10 menit).
- Perwakilan kelompok menyampaikan hasil refleksi kelompoknya tentang bagaimana mereka saling membantu dan menghargai saat ada teman yang terlambat berganti level atau keliru arah hadap (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kekompakan, kerja sama kooperatif, dan sikap saling menghargai yang ditunjukkan setiap kelompok selama peragaan (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk menyempurnakan peragaan tari fabel secara utuh pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 15) (1 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan pendinginan tubuh santai dan doa penutup bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan difokuskan meragakan 2 variasi level (rendah dan sedang) serta 1 perubahan arah hadap, sedangkan kelompok yang mahir meragakan 3 variasi level (rendah, sedang, tinggi) dengan perpindahan arah hadap berhadapan dan membelakangi.
- Proses: Guru memberikan hitungan ketukan vokal langsung bagi kelompok yang masih kesulitan menjaga keselarasan waktu gerak bersama.
- Produk: Peragaan tari fabel kelompok dinilai berdasarkan keselarasan variasi level, arah hadap, dan kerja sama kooperatif antaranggota kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik singkat di awal kegiatan: kelompok meragakan 1 transisi level (rendah ke sedang) dan 1 transisi arah hadap (depan ke samping). Kriteria ketercapaian: anggota kelompok bergerak serempak tanpa saling mendahului atau bertabrakan (acuan: minimal 3 dari 4 anggota selaras dalam ketukan hitungan).
Proses:- Lembar observasi peragaan gerak kooperatif selama latihan inti: guru memantau kekompakan kelompok dalam meragakan variasi 3 level gerak (rendah: merayap/duduk; sedang: membungkuk/kuda-kuda; tinggi: melompat/jinjit) dan 2 perubahan arah hadap (depan, samping, atau belakang) secara kooperatif dan saling menghargai ritme gerak teman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan pada tahap penutup: guru meminta tiap kelompok meragakan satu pose beku (freeze pose) akhir fabel dengan variasi level berbeda antaranggota kelompok (acuan: terlihat jelas kombinasi minimal 2 level berbeda antaranggota, misalnya 2 anak level rendah dan 2 anak level sedang/tinggi, secara tertib dan kompak).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan tari fabel kelompok berdasarkan variasi level, arah hadap, dan kerja sama kooperatif.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meragakan Variasi Level dan Arah Hadap Tari Fabel | Belum mampu meragakan gerak tari fabel dengan variasi level maupun perubahan arah hadap secara selaras. | Mampu meragakan gerak tari fabel dengan 1 variasi level atau 1 perubahan arah hadap, namun masih sering ragu dalam transisi gerak. | Mampu meragakan gerak tari fabel dengan variasi level (rendah, sedang, atau tinggi) dan perubahan arah hadap secara lancar dan tepat. | Mampu meragakan seluruh rangkaian tari fabel dengan variasi level (rendah, sedang, dan tinggi) serta perubahan arah hadap secara konsisten, luwes, dan presisi. | | Kerja Sama Kooperatif dalam Kelompok | Menari secara individual tanpa memperhatikan tempo gerak anggota kelompok lain sehingga peragaan tidak kompak. | Mampu menari bersama anggota kelompok namun sesekali masih mengabaikan keselarasan gerak atau posisi teman. | Meragakan hasil tari secara kooperatif, menjaga kekompakan formasi dan tempo, serta menunjukkan sikap saling menghargai rekan kelompok. | Meragakan hasil tari secara sangat kooperatif, konsisten menjaga keselarasan gerak bersama, aktif menyesuaikan tempo demi keterpaduan kelompok secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan kelompok mencukupi bagi seluruh kelompok untuk memadukan variasi level dan arah hadap secara kooperatif?
- Bagaimana respons dan kemampuan kerja sama murid yang memiliki tempo gerak berbeda saat menari bersama kelompoknya?
Murid:- Bagian gerak tari fabel mana yang paling menantang saat dilakukan bersama teman kelompok?
- Apa yang saya lakukan agar gerakan saya tetap kompak dan tidak menabrak teman saat mengubah level dan arah hadap?
Pertemuan 15 — Meragakan Hasil Tari Fabel Utuh dengan Saling Menghargai dan Bekerja Secara Kooperatif — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.4 Meragakan hasil tari dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (5 menit).
- Guru memandu pemanasan tubuh sederhana terintegrasi karakter fabel untuk menyiapkan kelenturan fisik dan fokus gerak bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu meragakan hasil rangkaian tari fabel utuh secara kooperatif serta saling menghargai sesama anggota kelompok (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru mengecek kesiapan murid melalui peragaan bersama 1 motif gerak kelompok dengan kriteria: keselarasan ritme dan kesediaan saling menyesuaikan tempo gerak (acuan: murid mampu menyesuaikan gerak tangan/kaki secara kompak tanpa mendahului teman) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam kelompok tari masing-masing (4-5 murid per kelompok) untuk menyelaraskan urutan 3 bagian rangkaian tari fabel utuh yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir) (10 menit).
- Setiap kelompok menyepakati aturan kerja kooperatif saat menari bersama: saling menjaga jarak ruang, saling memberi aba-aba lembut jika ada transisi gerak, dan tidak saling menyalahkan saat terjadi ketidaksesuaian gerak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara bergantian, setiap kelompok berlatih mandiri meragakan seluruh rangkaian gerak tari fabel utuh sebanyak 2 putaran latihan, mempraktikkan koordinasi gerak bersama dan sikap saling menghargai ruang gerak teman sekelompok (15 menit).
- Permainan Menggembirakan 'Tari Selaras Fabel': Setiap kelompok meragakan tari fabel utuh secara bergiliran di area tari kelas dengan tantangan menjaga keselarasan tempo dan kekompakan kelompok tanpa berhenti hingga bagian akhir musik pengiring (20 menit).
- Kelompok yang sedang tidak meragakan duduk tertib mengamati peragaan kelompok lain sebagai bentuk saling menghargai penampilan teman (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok berkumpul sejenak untuk saling mengutarakan perasaan dan pengalaman saat meragakan tari bersama: hal yang sudah kompak dan bagian peragaan yang berhasil diselesaikan secara kooperatif (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan semua kelompok dalam meragakan tari fabel secara utuh, kooperatif, dan saling menghargai (5 menit).
- Guru dan murid melakukan pendinginan tubuh bersama, dilanjutkan dengan doa penutup dan salam perpisahan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual urutan bagan babak tari fabel bagi kelompok yang membutuhkan pengingat alur.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan ketukan ritme oleh guru saat latihan, sedangkan kelompok yang sudah kompak berlatih mandiri.
- Produk: Kelompok meragakan hasil tari fabel utuh sesuai kesepakatan desain gerak kelompok masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan gerak serempak: Murid diminta meragakan 1 motif gerak fabel bersama teman di tempat (acuan ketercapaian: murid menyelaraskan tempo gerak bersama teman tanpa mendahului atau tertinggal).
Proses:- Pengamatan formatif saat peragaan tari fabel kelompok: Mengamati keterlibatan aktif meragakan tari dari bagian awal hingga akhir, koordinasi kooperatif dalam kelompok, serta sikap saling menghargai saat menari bersama teman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan konfirmasi peragaan di akhir sesi: Setiap kelompok menyatakan keberhasilan peragaan utuh kelompoknya berdasarkan 2 kriteria kooperatif (acuan: (1) seluruh anggota menyelesaikan 3 bagian rangkaian gerak utuh dari awal sampai akhir bersama-sama; (2) seluruh anggota saling menjaga keselarasan tanpa meninggalkan atau memojokkan teman).
Formatif:- Lembar Pengamatan Unjuk Kerja: Observasi kemampuan meragakan hasil tari fabel utuh secara kooperatif dan saling menghargai dalam kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meragakan tari secara kooperatif | Meragakan tari fabel secara individual tanpa memperhatikan tempo dan gerak anggota kelompok lainnya. | Meragakan tari fabel bersama kelompok namun masih sering tidak selaras dan membutuhkan arahan berulang untuk bekerja sama. | Meragakan hasil tari fabel utuh secara kooperatif bersama seluruh anggota kelompok dengan menjaga keselarasan gerak dari awal hingga akhir. | Meragakan hasil tari fabel utuh secara kooperatif, konsisten menjaga keselarasan gerak dan formasi kelompok secara mandiri serta harmonis. | | Sikap saling menghargai dalam peragaan kelompok | Menunjukkan sikap mengabaikan atau menyalahkan anggota kelompok lain saat terjadi kekeliruan gerak tari. | Mulai menunjukkan sikap menerima keberadaan teman sekelompok namun sesekali masih memperlihatkan ketidaksabaran saat peragaan berlangsung. | Menunjukkan sikap saling menghargai dengan menjaga ruang gerak bersama dan saling mendukung penyelesaian peragaan kelompok. | Secara konsisten menunjukkan sikap saling menghargai, menjaga kekompakan ruang, dan saling menyelaraskan gerak dengan penuh empati sepanjang peragaan tari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam meragakan tari secara kooperatif bersama kelompoknya?
- Langkah apa yang perlu disiapkan untuk memperkuat kerja sama murid yang masih kesulitan menyelaraskan gerak dengan teman?
Murid:- Bagian gerak tari mana yang paling menyenangkan saat kita peragakan bersama kelompok hari ini?
- Bagaimana perasaanmu ketika berhasil menari kompak dan saling menghargai teman sekelompok?
Pertemuan 16 — Mengidentifikasi Unsur Utama Tari Sesuai Level Gerak dan Perubahan Arah Hadap pada Peragaan Tari Fabel Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.5 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada tari fabel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi unsur utama tari berupa level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan perubahan arah hadap pada peragaan tari fabel kelompok (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperagakan 2 contoh gerak tari fabel singkat secara langsung di depan kelas: Gerak A (merayap di lantai menghadap ke depan) dan Gerak B (berdiri tegak sambil meloncat menghadap ke kanan), lalu meminta murid mengidentifikasi level gerak dan arah hadapnya secara lisan (acuan jawaban: Gerak A = level rendah, arah hadap depan; Gerak B = level tinggi, arah hadap kanan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru mengenai unsur utama tari yang difokuskan pada pengamatan level gerak (rendah = menyentuh/dekat lantai; sedang = berdiri/posisi lutut ditekuk wajar; tinggi = jinjit/melompat/tangan diangkat tinggi melampaui kepala) serta perubahan arah hadap (depan, belakang, kanan, kiri) (10 menit).
- Murid secara berpasangan diajak bermain tebak gerak fabel cepat: salah satu murid menirukan satu pose fabel dan pasangannya menyebutkan level gerak serta arah hadapnya secara bergantian untuk menyegarkan ingatan ragam gerak (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi kelompok pengamat dan kelompok penampil peragaan tari fabel secara bergiliran; guru membagikan Lembar Identifikasi Pengamatan Tari Fabel kepada setiap murid pengamat (5 menit).
- Kelompok 1 memeragakan 3 fragmen gerak fabel kelompok di depan kelas dengan susunan: Fragmen 1 (tokoh Ular merayap di lantai menghadap ke depan); Fragmen 2 (tokoh Kancil berjalan mengendap-endap dengan posisi tubuh setengah jongkok menghadap ke kiri); Fragmen 3 (tokoh Burung mengepakkan sayap sambil meloncat dan jinjit menghadap ke kanan) (5 menit).
- Kelompok pengamat mengisi Lembar Identifikasi Pengamatan untuk mencatat level gerak (rendah/sedang/tinggi) dan perubahan arah hadap (depan/kiri/kanan/belakang) dari ketiga fragmen yang diamati (acuan kunci jawaban: Fragmen 1 = level rendah, arah hadap depan; Fragmen 2 = level sedang, arah hadap kiri; Fragmen 3 = level tinggi, arah hadap kanan) (15 menit).
- Kelompok bergantian peran: Kelompok 2 tampil memeragakan 3 fragmen gerak fabel kelompok dengan susunan: Fragmen A (tokoh Buaya berbaring/merayap di lantai menghadap ke kanan); Fragmen B (tokoh Kera berdiri normal sambil membungkuk sedikit melangkah menghadap ke belakang); Fragmen C (tokoh Kancil melompat tinggi meraih buah menghadap ke depan), sementara kelompok lain mengidentifikasi pada lembar pengamatan (acuan kunci jawaban: Fragmen A = level rendah, arah hadap kanan; Fragmen B = level sedang, arah hadap belakang; Fragmen C = level tinggi, arah hadap depan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar identifikasi pengamatan dengan memverifikasi secara cermat kesesuaian antara gerak yang diperagakan penari dengan pencatatan level dan arah hadap yang dituliskan murid (10 menit).
- Murid memberikan umpan balik reflektif mengenai kemudahan atau kesulitan yang dirasakan saat mengamati perpindahan level gerak dan perubahan arah hadap penari dalam kelompok (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan materi mengenai pentingnya ketelitian dalam mengidentifikasi variasi level gerak dan arah hadap dalam tari fabel (5 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini serta guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk menilai pencapaian diri, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual bagan gambar level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan diagram kompas arah hadap di papan tulis untuk membantu murid yang membutuhkan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan penandaan aba-aba jeda pada setiap pergantian fragmen gerak agar murid sempat mencatat. Bagi murid yang cepat, diberikan tantangan tambahan mengidentifikasi rincian anggota tubuh mana yang menunjukkan level gerak tersebut pada fragmen yang sama.
- Produk: Semua murid mengidentifikasi 3 fragmen gerak pada Lembar Identifikasi Pengamatan, dengan opsi murid dapat melingkari simbol ikon arah/level atau menuliskan kata keterangan secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid mengamati 2 gerak tari fabel singkat guru: Gerak A (merayap di lantai menghadap ke depan) dan Gerak B (meloncat tegak menghadap ke kanan). Kriteria: Murid mampu menyebutkan level dan arah hadap. Acuan jawaban: Gerak A = level rendah, arah hadap depan; Gerak B = level tinggi, arah hadap kanan.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Identifikasi Pengamatan Tari Fabel pada 3 fragmen gerak kelompok (Acuan kunci jawaban Kelompok 1: Fragmen 1 = level rendah, arah hadap depan; Fragmen 2 = level sedang, arah hadap kiri; Fragmen 3 = level tinggi, arah hadap kanan; Acuan kunci jawaban Kelompok 2: Fragmen A = level rendah, arah hadap kanan; Fragmen B = level sedang, arah hadap belakang; Fragmen C = level tinggi, arah hadap depan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menjawab 2 butir soal identifikasi cepat berdasarkan skenario deskriptif: (1) Penari memeragakan katak melompat tinggi di udara dengan pandangan lurus ke arah penonton di depan kelas. Sebutkan level gerak dan arah hadapnya! (Acuan jawaban: Level tinggi, arah hadap depan); (2) Penari memeragakan kura-kura tiarap di lantai menghadap ke sisi kiri panggung. Sebutkan level gerak dan arah hadapnya! (Acuan jawaban: Level rendah, arah hadap kiri).
Formatif:- Observasi partisipasi pengamatan saat peragaan kelompok berlangsung
- Pemeriksaan Lembar Identifikasi Pengamatan Level Gerak dan Arah Hadap Tari Fabel
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Level Gerak Tari Fabel | Belum mampu mengidentifikasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) pada fragmen tari fabel yang diamati secara tepat. | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 level gerak (rendah, sedang, tinggi) pada fragmen tari fabel dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 level gerak (rendah, sedang, tinggi) pada fragmen tari fabel dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) level gerak (rendah, sedang, tinggi) pada fragmen tari fabel dengan tepat sesuai acuan secara mandiri. | | Identifikasi Perubahan Arah Hadap Tari Fabel | Belum mampu mengidentifikasi arah hadap penari (depan, belakang, kanan, kiri) pada fragmen tari fabel yang diamati. | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 perubahan arah hadap penari pada fragmen tari fabel dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 3 perubahan arah hadap penari pada fragmen tari fabel dengan tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3 dari 3) perubahan arah hadap penari pada fragmen tari fabel dengan tepat sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu peragaan kelompok dan waktu mencatat lembar identifikasi berjalan seimbang?
- Bagian mana dari unsur level atau arah hadap yang masih sering tertukar oleh murid saat mengamati peragaan teman?
Murid:- Tanda apa yang paling memudahkanmu mengenali apakah teman sedang melakukan gerak level rendah, sedang, atau tinggi?
- Apakah kamu dapat melihat dengan jelas ke mana arah hadap penari saat berpindah posisi?
Pertemuan 17 — Menilai Pencapaian Diri Saat Meragakan Hasil Tari Cerita Fabel Bersama Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.6 Menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menilai pencapaian diri masing-masing atas peran dan kontribusi saat meragakan tari cerita fabel bersama kelompok (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 hal yang menurutmu paling berhasil kamu lakukan saat latihan tari kelompok kemarin, dan 1 hal yang paling menantang bagimu!' (acuan ketercapaian: murid mampu mengenali secara jujur minimal 1 keberhasilan gerak diri dan 1 kendala pribadi) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan kriteria penilaian pencapaian diri dalam meragakan tari fabel secara berkesadaran, yang mencakup 3 aspek refleksi: (1) ketepatan peran gerak tokoh sendiri, (2) keselarasan gerak bersama anggota kelompok, dan (3) kekompakan pergantian level/arah hadap dalam tim (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Penilaian Diri dan memandu murid menelaah 3 butir pernyataan penilaian: Butir 1: 'Saya memperagakan gerak tokoh fabel saya sesuai karakter peran'; Butir 2: 'Saya menyesuaikan tempo dan level gerak bersama anggota kelompok'; Butir 3: 'Saya berpindah arah hadap tepat waktu sesuai formasi kelompok' (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok meragakan ulang tari fabel mereka secara bergiliran dalam suasana menggembirakan melalui 'Panggung Kilas Balik' selama masing-masing 3 menit, di mana tiap murid fokus mengamati dan merasakan ketepatan gerak dirinya sendiri saat tampil bersama kelompok (25 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Penilaian Diri dengan memberikan tanda centang pada 3 butir pernyataan berdasarkan skala capaian (Belum Mampu / Cukup Mampu / Sangat Mampu) serta menuliskan bukti konkret pencapaian dirinya pada kolom catatan (misal: 'Saya berhasil melakukan level rendah saat merayap sebagai ular naga, namun masih terlambat berputar pada transisi arah hadap kedua') (acuan: mengisi lengkap ketiga butir disertai contoh bukti gerak yang dilakukan) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan satu target perbaikan pribadi berdasarkan hasil penilaian dirinya untuk persiapan asesmen sumatif peragaan pada pertemuan berikutnya (acuan: target memuat nama gerak/level/arah hadap yang ingin disempurnakan) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik atas kejujuran dan ketepatan murid dalam menilai capaian dirinya sendiri (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menilai diri secara objektif untuk meningkatkan kualitas penampilan tari, kemudian menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Lembar penilaian diri dilengkapi dengan ikon visual/simbol level gerak untuk membantu murid memahami butir pernyataan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan verbal terarah oleh guru saat mengingat kembali gerakannya, sedangkan murid yang mandiri langsung menuliskan catatan bukti capaian dirinya secara rinci.
- Produk: Catatan bukti capaian diri dapat berupa kalimat sederhana atau uraian detail langkah gerak yang dirasakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan refleksi diri: Tanya jawab lisan memetakan kemampuan murid mengenali kekuatan dan kelemahan gerak dirinya sendiri. Pertanyaan: 'Sebutkan 1 hal yang menurutmu paling berhasil kamu lakukan saat latihan tari kelompok kemarin, dan 1 hal yang paling menantang bagimu!' (Acuan kriteria: murid mampu menyebutkan secara spesifik minimal 1 keberhasilan gerak diri dan 1 kendala pribadi, misalnya menyebutkan level gerak atau keselarasan tempo).
Proses:- Formatif lembar penilaian diri: Memeriksa kelengkapan dan kejelasan pengisian Lembar Penilaian Diri 3 butir pernyataan: (1) ketepatan peran gerak tokoh, (2) keselarasan gerak bersama kelompok, (3) kekompakan arah hadap, beserta catatan bukti konkret yang dituliskan murid.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyerahkan 1 target perbaikan pribadi tertulis untuk pertemuan berikutnya (Acuan: memuat aspek gerak yang realistis diperbaiki, misalnya: 'Saya akan lebih fokus menyamakan hitungan langkah saat hadap kanan bersama kelompok').
Formatif:- Penilaian diri (self-assessment) menggunakan Lembar Penilaian Pencapaian Diri saat Meragakan Tari Fabel Kelompok
- Catatan observasi guru terhadap objektivitas dan ketepatan murid saat menilai pencapaian dirinya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menilai Pencapaian Diri dalam Meragakan Tari Fabel Kelompok | Belum mampu menilai pencapaian diri; penilaian tidak sesuai dengan penampilan nyata atau lembar penilaian diri tidak terisi. | Mampu mengisi lembar penilaian diri untuk 1-2 butir pernyataan, namun belum mampu memberikan bukti konkret gerak yang sudah dicapai atau yang perlu diperbaiki. | Mampu menilai pencapaian diri secara objektif pada seluruh butir pernyataan (3 butir: karakter peran gerak, keselarasan kelompok, kekompakan arah hadap) disertai contoh bukti konkret gerak dirinya. | Mampu menilai pencapaian diri secara objektif pada seluruh 3 butir pernyataan secara mandiri, disertai analisis rinci penyebab keberhasilan gerak dan rumusan target tindak lanjut perbaikan yang sangat spesifik. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen lembar penilaian diri mudah dipahami dan diisi oleh murid kelas 4 secara mandiri?
- Apakah murid menunjukkan kejujuran dan kesadaran kritis saat menilai kelebihan serta kekurangan geraknya sendiri saat menari bersama kelompok?
Murid:- Bagian gerak tari mana yang paling memuaskan saat saya peragakan bersama kelompok tadi?
- Apa satu gerakan yang masih sering terlambat atau keliru yang ingin saya perbaiki sebelum penampilan akhir?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.3.1 Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang cerita fabel
- TP 4.3.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap berdasarkan karakter tokoh fabel
- TP 4.3.3 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap terinspirasi cerita fabel
- TP 4.3.4 Meragakan hasil tari dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
- TP 4.3.5 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada tari fabel
- TP 4.3.6 Menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari cerita fabel
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah sesi Asesmen Sumatif Bab 3 yang terdiri atas dua tugas: Peragaan Tari Fabel Kelompok dan Lembar Refleksi Mandiri Serentak (3 menit).
- Guru membacakan rubrik penilaian peragaan kelompok dan membagikan nomor urut tampil untuk 6 kelompok (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok masing-masing menyimak penjelasan guru mengenai kriteria unjuk kerja peragaan tari fabel: durasi 5 menit per kelompok, memuat karakter tokoh fabel, variasi level (rendah, sedang, tinggi), perubahan arah hadap (depan, samping, belakang/serong), keutuhan rangkaian gerak, dan kekompakan kerja sama kelompok (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1 (Unjuk Kerja Kelompok): Secara bergantian, 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) menampilkan peragaan tari bertema fabel berdurasi 5 menit di area pentas kelas sementara guru menilai langsung menggunakan rubrik observasi unjuk kerja, dengan urutan tampil: Kelompok 1 dan 2 (15 menit), Kelompok 3 dan 4 (15 menit), serta Kelompok 5 dan 6 (15 menit) sehingga total waktu peragaan 6 kelompok adalah 45 menit (55 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 (Lembar Refleksi Mandiri Serentak): Seluruh 28 murid duduk mandiri dan serentak mengerjakan lembar kerja tertulis yang memuat 3 bagian: (1) Catatan pengamatan latar belakang cerita fabel kelompoknya [acuan: menyebutkan judul cerita fabel, tokoh binatang yang ditarikan, dan latar tempat/peristiwa cerita]; (2) Identifikasi unsur tari fabel [acuan: menyebutkan 3 ragam level gerak yaitu rendah, sedang, tinggi dan 2 perubahan arah hadap yang ditarikan kelompoknya]; (3) Lembar penilaian diri berskala 1-4 atas keterlibatan dan kontribusinya dalam proses menari fabel (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan isian lembar refleksi dan penilaian diri masing-masing secara hening sebelum dikumpulkan kepada guru (5 menit).
Penutup:- Seluruh murid mengumpulkan lembar refleksi dan penilaian diri mandiri kepada guru di meja depan (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok, menyampaikan rangkuman pencapaian akhir pembelajaran Bab 3 Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan pendampingan visual dapat melihat lembar panduan nomor urut dan panduan tata letak panggung peragaan tanpa mengubah kriteria penilaian unjuk kerja maupun lembar refleksi.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi unjuk kerja kelompok dan lembar refleksi mandiri serentak: peragaan tari fabel kelompok yang menampilkan eksplorasi dan pengembangan gerak dengan variasi level serta arah hadap secara kooperatif, disertai lembar refleksi tertulis berisi pengamatan latar belakang fabel, identifikasi unsur tari, dan penilaian diri
- unjuk kerja kelompok: penampilan tari bertema fabel berdurasi 5 menit per kelompok (beranggotakan 4-5 murid, total 6 kelompok bergantian tampil selama 45 menit dan dinilai guru langsung) yang memuat eksplorasi karakter tokoh fabel, rangkaian pengembangan gerak berunsur utama tari dengan variasi level dan perubahan arah hadap, serta kekompakan kerja sama tim (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari fabel (kriteria: variasi level dan arah hadap karakter tokoh, keutuhan rangkaian gerak, kerja sama kelompok))
- lembar refleksi dan penilaian diri serentak: lembar kerja tertulis yang diselesaikan secara mandiri oleh seluruh 28 murid secara bersamaan di kelas, berisi catatan pengamatan latar belakang cerita fabel yang ditarikan, uraian identifikasi level gerak dan perubahan arah hadap dalam gerak tari fabel, serta ceklis refleksi penilaian diri atas keikutsertaan dan pencapaian selama proses menari (40 menit; individual; instrumen: lembar refleksi dan rubrik penilaian diri berskala 1-4)
Sumatif:- kombinasi unjuk kerja kelompok dan lembar refleksi mandiri serentak: peragaan tari fabel kelompok yang menampilkan eksplorasi dan pengembangan gerak dengan variasi level serta arah hadap secara kooperatif, disertai lembar refleksi tertulis berisi pengamatan latar belakang fabel, identifikasi unsur tari, dan penilaian diri
- unjuk kerja kelompok: penampilan tari bertema fabel berdurasi 5 menit per kelompok (beranggotakan 4-5 murid, total 6 kelompok bergantian tampil selama 45 menit dan dinilai guru langsung) yang memuat eksplorasi karakter tokoh fabel, rangkaian pengembangan gerak berunsur utama tari dengan variasi level dan perubahan arah hadap, serta kekompakan kerja sama tim (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari fabel (kriteria: variasi level dan arah hadap karakter tokoh, keutuhan rangkaian gerak, kerja sama kelompok))
- lembar refleksi dan penilaian diri serentak: lembar kerja tertulis yang diselesaikan secara mandiri oleh seluruh 28 murid secara bersamaan di kelas, berisi catatan pengamatan latar belakang cerita fabel yang ditarikan, uraian identifikasi level gerak dan perubahan arah hadap dalam gerak tari fabel, serta ceklis refleksi penilaian diri atas keikutsertaan dan pencapaian selama proses menari (40 menit; individual; instrumen: lembar refleksi dan rubrik penilaian diri berskala 1-4)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Variasi Level dan Arah Hadap Karakter Fabel (TP 4.3.2, TP 4.3.3) | Meragakan gerak tari fabel tanpa variasi level (hanya satu level) dan tanpa perubahan arah hadap (hanya menghadap satu arah). | Meragakan gerak tari fabel dengan 1-2 level gerak (misal: hanya sedang dan rendah) dan 1 variasi arah hadap. | Meragakan gerak tari fabel dengan variasi lengkap 3 level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan 2 perubahan arah hadap secara teratur. | Meragakan gerak tari fabel dengan perpaduan variasi 3 level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan beragam perubahan arah hadap secara luwes, konsisten, dan ekspresif sesuai karakter tokoh fabel. | | Keutuhan Rangkaian Gerak dan Kerja Sama Kelompok (TP 4.3.3, TP 4.3.4) | Rangkaian gerak terputus-putus dan gerak antaranggota kelompok tidak padu atau berjalan sendiri-sendiri. | Rangkaian gerak tari mulai tersambung walau masih tampak ragu, serta kerja sama kelompok mulai terlihat pada sebagian gerakan. | Rangkaian gerak tari tersaji utuh dari awal hingga akhir dan anggota kelompok bekerja sama secara kooperatif serta kompak. | Rangkaian gerak tari tersaji sangat utuh, harmonis, saling menghargai posisi dan tempo gerak teman kelompok secara kooperatif sepanjang peragaan. | | Identifikasi Latar Belakang dan Unsur Tari pada Lembar Refleksi (TP 4.3.1, TP 4.3.5) | Belum mampu mengisi catatan latar belakang fabel serta keliru mengidentifikasi level gerak dan arah hadap dalam tari. | Mengisi latar belakang fabel secara parsial dan mengidentifikasi sebagian level gerak (hanya 1 level) atau arah hadap secara tepat. | Tepat mencatat latar belakang cerita fabel (judul fabel, tokoh binatang, latar cerita) serta tepat mengidentifikasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan perubahan arah hadap tari. | Tepat dan lengkap menguraikan seluruh catatan latar belakang cerita fabel serta mengidentifikasi seluruh ragam gerak level (rendah, sedang, tinggi) dan rincian perubahan arah hadap kelompoknya dengan sangat jelas. | | Penilaian Diri Pembelajaran Tari Fabel (TP 4.3.6) | Belum mengisi lembar penilaian diri atau mengisi tanpa kesadaran reflektif. | Mengisi sebagian pernyataan pada lembar penilaian diri terkait keikutsertaan dalam proses tari fabel. | Mengisi seluruh pernyataan pada lembar penilaian diri berskala 1-4 secara lengkap dan jujur mengenai usaha serta pencapaian diri. | Mengisi seluruh pernyataan lembar penilaian diri berskala 1-4 secara lengkap, jujur, dan disertai uraian reflektif mandiri yang menunjukkan kesadaran tinggi atas pencapaian belajarnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk peragaan 6 kelompok dan 25 menit untuk pengerjaan lembar mandiri terlaksana secara tertib?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 4 secara keseluruhan dalam menerapkan variasi level, arah hadap, dan kerja sama pada asesmen sumatif bab ini?
Murid:- Bagian mana dari peragaan tari fabel kelompokmu yang berhasil ditampilkan dengan paling kompak?
- Apa hal terpenting yang kamu pelajari tentang bekerja sama dan memperagakan gerak tari fabel sepanjang bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023), Bab 3: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel
- Video rekaman tari fabel dan permainan tradisional Ular Naga
- Set kartu detektif tari fabel Ular Naga (3 kartu cerita dan 3 kartu bentuk penyajian gerak)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023) Bab 3
- Teks cerita fabel 'Si Kancil dan Buaya' (Buku Guru halaman 221-222)
- Rekaman video tari anak bertema fabel Kancil dan Buaya atau kartu gambar peragaan tari
- Lembar Kerja Pengamatan Bentuk Penyajian Tari Fabel
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas IV Revisi (Kemendikbudristek, 2023)
- Ruang kelas/aula yang bersih dan aman untuk gerak lantai
- Alat musik ritmis sederhana (rebana/kendang kecil/tepukan tangan) untuk penanda tempo gerak
- Kartu ilustrasi pose gerak hewan fabel (ular naga dan buaya)
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Gambar/kartu ilustrasi tokoh fabel penerbang/pemanjat (burung, naga, kera)
- Ruang gerak/kelas yang aman dan leluasa
- Instrumen musik pengiring ritmis perkusi/rekaman ketukan
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek, 2023)
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak bebas
- Penanda lantai atau kartu arah hadap mata angin sederhana
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Alat musik ritmis sederhana (tamburin/rebana/ketukan tongkat kayu) sebagai penanda tempo eksplorasi gerak.
- Kartu visual pengarah gerak fabel (simbol arah panah kompas dan level tubuh).
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi, 2023), Bab 3 'Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel'
- Kartu gambar pose tari tokoh fabel (Ular, Kancil, Bangau, Buaya, Kera)
- Video/rekaman gerak tari fabel atau peragaan langsung oleh guru
- Lembar Identifikasi Level Gerak Tari Fabel
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2023
- Video cuplikan tari fabel cerita Kancil dan Buaya serta Ular Naga
- Kartu visual penunjuk arah hadap (depan, belakang, kanan, kiri)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Unit Pembelajaran 3 'Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel').
- Kartu Tantangan Level Fabel buatan guru (Ular, Kancil, Buaya).
- Iringan musik ritmis/alat musik perkusi sederhana (rebana/kendang/tepukan) untuk pengiring tempo gerak.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Dian Indah Purnama Sari & Trianti Nugraheni, Kemendikbudristek 2023, Bab III
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak
- Instrumen pengiring ritmik (rebana/kendang/tepukan ritmis musik fabel)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi 2023), Bab 3: Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel
- Ruang kelas/aula terbuka yang leluasa untuk perpindahan arah gerak
- Iringan musik ritmis bertempo variatif (instrumen kendang/rebana/rekaman audio ritmik fabel)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lembar Refleksi Diri / Penilaian Diri 'Peta Jejak Tari Fabelku'.
- Kartu Emotikon Bintang Penilaian Diri.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi, Kemendikbudristek).
- Ruang kelas/aula yang cukup lapang untuk peragaan tari.
- Alat pengiring tempo sederhana (rebana, tamborin, atau tepukan tangan).
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Ruang kelas/aula yang lapang dan aman untuk bergerak
- Iringan musik/ritme ketukan (rebana/alat perkusi sederhana)
- Rekaman audio musik pengiring tari fabel
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk peragaan tari kelompok
- Lembar Identifikasi Pengamatan Level Gerak dan Arah Hadap Tari Fabel
- Papan tulis dan spidol untuk bagan arah hadap serta level gerak
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023)
- Lembar Penilaian Diri Murid (Refleksi Meragakan Tari)
- Ruang kelas / panggung mini sederhana untuk peragaan kilas balik kelompok
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Bab 3 Mengenal Tari Melalui Cerita Fabel
- Panggung/ruang kelas yang ditata untuk peragaan tari kelompok
- Pemutar audio/iringan musik tari fabel kelompok
- Lembar Instrumen Rubrik Unjuk Kerja Peragaan Guru
- Lembar Refleksi dan Penilaian Diri Mandiri Murid (28 rangkap)
|