MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 4 (Fase B) Topik: Refleksi dan Nilai Sosial Budaya Engklek INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Refleksi dan Nilai Sosial Budaya Engklek |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi minimal 2 nilai sosial (kerja sama dan sportivitas) serta nilai budaya (kearifan lokal) yang terkandung dalam permainan tradisional engklek melalui diskusi kelompok.
- Murid dapat menuliskan pengalaman dan kesulitan yang dihadapi selama proses menciptakan tari engklek dalam jurnal refleksi pribadi dengan bahasa yang jelas dan jujur.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kamu rasakan ketika bermain engklek bersama teman-temanmu — senang, kesal, atau keduanya? Mengapa?
- Menurutmu, mengapa permainan engklek bisa dimainkan oleh anak-anak di berbagai daerah di Indonesia hingga sekarang?
- Apa hal paling sulit yang kamu temui saat menciptakan gerakan tari engklek, dan bagaimana kamu mengatasinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru mengecek kehadiran dan menanyakan kabar murid secara singkat.
- Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka setelah menyelesaikan proses menciptakan tari engklek (lakukan secara lisan melingkar atau tempel sticky note di papan).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menemukan nilai sosial dan budaya dari engklek, lalu menuliskan pengalaman menciptakan tari engklek.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama: 'Apa yang kamu rasakan ketika bermain engklek bersama teman-temanmu?' untuk membangun suasana belajar yang terbuka.
- Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan gambar atau video pendek anak-anak bermain engklek dari berbagai daerah (bisa dari YouTube atau buku guru), lalu meminta murid mengamati dengan fokus.
- Guru membacakan kutipan singkat dari buku guru tentang engklek sebagai warisan kearifan lokal yang melatih kecerdasan sosio-emosional.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik kedua: 'Mengapa permainan engklek bisa bertahan di berbagai daerah di Indonesia?' — murid diminta berpikir sejenak (think time 1 menit) sebelum menjawab.
- Guru menjelaskan secara interaktif konsep nilai sosial (kerja sama dan sportivitas) serta nilai budaya (kearifan lokal) melalui contoh konkret dari permainan engklek: contoh kerja sama saat menentukan urutan giliran, sportivitas saat menerima kekalahan, dan kearifan lokal saat mengenal pola kotak dari daerah masing-masing.
- Murid mencatat poin penting di buku catatan mereka tentang pengertian nilai sosial dan nilai budaya dalam engklek (kegiatan mandiri singkat).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3–4 orang), diusahakan sama dengan kelompok tari engklek sebelumnya.
- Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tabel dua kolom: 'Nilai Sosial dalam Engklek' dan 'Nilai Budaya dalam Engklek'. Murid berdiskusi dan mengisi tabel berdasarkan pengalaman bermain dan menari engklek.
- Setelah mengisi tabel, setiap kelompok mendiskusikan: 'Bagaimana nilai-nilai tersebut muncul dalam karya tari engklek yang sudah kami buat?' — hasilnya ditulis dalam 2–3 kalimat di LKPD.
- Perwakilan satu atau dua kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara lisan di depan kelas (maksimal 2 menit per kelompok).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap hasil diskusi kelompok, meluruskan jika ada pemahaman yang perlu diperjelas, dan mengaitkan nilai engklek dengan kehidupan sehari-hari murid.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga: 'Apa hal paling sulit yang kamu temui saat menciptakan gerakan tari engklek, dan bagaimana kamu mengatasinya?' untuk memandu murid masuk ke refleksi pribadi.
- Murid secara individu menulis jurnal refleksi pada lembar yang disediakan guru. Jurnal berisi tiga bagian: (1) Pengalaman yang paling berkesan selama menciptakan tari engklek, (2) Kesulitan yang dihadapi dan cara mengatasinya, (3) Apa yang ingin diperbaiki atau dikembangkan ke depan.
- Guru memberi waktu tenang (± 10 menit) untuk menulis jurnal, dengan mengingatkan murid bahwa tulisan ini adalah ruang jujur — tidak ada jawaban benar atau salah.
- Beberapa murid yang bersedia diminta membacakan jurnal refleksinya secara sukarela untuk berbagi pengalaman.
- Guru menutup sesi inti dengan mengaitkan hasil refleksi murid dengan makna belajar seni tari: bahwa proses berkarya senantiasa mengajarkan kerja keras, kerja sama, dan penghargaan terhadap budaya sendiri.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama: nilai sosial dan budaya apa yang mereka temukan dari engklek.
- Guru melakukan asesmen akhir singkat dengan meminta murid mengisi lembar 'Exit Ticket' berisi dua pertanyaan: (1) Sebutkan satu nilai sosial dalam engklek beserta contohnya! (2) Tuliskan satu kalimat tentang pengalamanmu yang paling berkesan saat membuat tari engklek.
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kerja keras dan kreativitas selama bab 2, terutama selama proses menciptakan tari engklek.
- Guru menginformasikan tindak lanjut: jurnal refleksi akan dikumpulkan dan menjadi bagian dari portofolio murid.
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan LKPD berformat gambar/ilustrasi nilai sosial-budaya engklek (sudah disediakan guru) sehingga tidak hanya bertumpu pada teks. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberikan tantangan tambahan: mencari satu permainan tradisional lain dari daerahnya dan membandingkan nilai sosial-budayanya dengan engklek.
- Proses: Selama diskusi kelompok, guru mendampingi kelompok yang tampak kesulitan dengan memberikan pertanyaan scaffolding seperti 'Apa yang kalian lakukan supaya bisa bermain engklek dengan adil?' atau 'Dari mana asal permainan engklek di daerahmu?'. Kelompok yang lebih cepat selesai didorong untuk mendiskusikan bagaimana nilai engklek dapat diterapkan di kehidupan sekolah sehari-hari.
- Produk: Murid yang lebih ekspresif secara verbal dapat menyampaikan refleksinya dalam bentuk lisan (rekaman suara atau presentasi mini) sebagai pengganti tulisan. Murid yang lebih visual dapat membuat ilustrasi atau komik singkat tentang pengalaman menciptakan tari engklek sebagai pengganti jurnal tulis.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menyebutkan satu kata perasaan setelah menyelesaikan proses menciptakan tari engklek (dilakukan secara melingkar lisan atau menempel sticky note). Tujuannya untuk mengetahui kondisi emosi dan kesiapan belajar murid, serta mendeteksi murid yang mungkin mengalami kesulitan atau frustrasi selama proses sebelumnya.
Proses:- Observasi guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan singkat: apakah murid aktif berdiskusi, dapat memberikan contoh nilai sosial-budaya dari pengalaman sendiri, dan saling menghargai pendapat teman.
- Pengecekan LKPD kelompok di pertengahan kegiatan: guru berkeliling dan memberi umpan balik lisan langsung kepada setiap kelompok tentang ketepatan dan kelengkapan isian mereka.
- Kualitas presentasi lisan perwakilan kelompok: kemampuan mengaitkan nilai engklek dengan karya tari yang telah dibuat bersama.
Akhir:- Exit Ticket individu (dikumpulkan di akhir kelas): Pertanyaan 1 — 'Sebutkan satu nilai sosial dalam engklek dan berikan contohnya dari pengalamanmu!' Pertanyaan 2 — 'Tuliskan satu kalimat tentang pengalaman paling berkesan saat membuat tari engklek.'
- Jurnal refleksi individu (dikumpulkan sebagai portofolio): dinilai dari kelengkapan tiga komponen refleksi dan kedalaman introspeksi diri murid tentang proses berkarya tari engklek.
Formatif:- Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keterlibatan, kemampuan berargumen, dan kerja sama murid saat mengisi LKPD nilai sosial-budaya engklek.
- Penilaian LKPD kelompok: ketepatan identifikasi nilai sosial (kerja sama, sportivitas) dan nilai budaya (kearifan lokal) yang dicatat.
- Presentasi lisan kelompok: dinilai dari kejelasan penyampaian dan keterkaitan antara nilai engklek dengan karya tari yang dibuat.
Sumatif:- Exit Ticket individu: dua pertanyaan tertulis tentang nilai sosial engklek dan pengalaman berkesan selama proses menciptakan tari.
- Jurnal refleksi individu: dinilai berdasarkan kelengkapan tiga bagian (pengalaman berkesan, kesulitan dan cara mengatasi, rencana perbaikan) serta kejujuran dan kedalaman refleksi.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Nilai Sosial Engklek (TP 4.2.9.1) | Murid belum dapat menyebutkan nilai sosial (kerja sama/sportivitas) dari permainan engklek, atau menyebutkan hal yang tidak relevan. | Murid dapat menyebutkan satu nilai sosial dari engklek tetapi belum dapat memberikan contoh konkret dari pengalamannya. | Murid dapat menyebutkan dua nilai sosial (kerja sama dan sportivitas) dan memberikan satu contoh konkret dari pengalaman bermain atau menari engklek. | Murid dapat menyebutkan dua nilai sosial dengan contoh konkret yang tepat dari pengalaman sendiri, serta menjelaskan mengapa nilai tersebut penting dalam kehidupan sehari-hari. | | Mengidentifikasi Nilai Budaya/Kearifan Lokal Engklek (TP 4.2.9.1) | Murid belum dapat menjelaskan nilai budaya atau kearifan lokal yang ada dalam permainan engklek. | Murid dapat menyebutkan bahwa engklek adalah permainan tradisional Indonesia, tetapi belum dapat menjelaskan aspek kearifan lokalnya. | Murid dapat menjelaskan nilai budaya engklek sebagai kearifan lokal dan mengaitkannya dengan identitas daerah atau tradisi yang dikenal. | Murid dapat menjelaskan nilai budaya engklek secara spesifik, mengaitkannya dengan karya tari yang dibuat, dan menunjukkan kesadaran pentingnya melestarikan budaya tersebut. | | Menuliskan Pengalaman dan Kesulitan dalam Jurnal Refleksi (TP 4.2.9.2) | Murid hanya menulis satu kalimat atau tidak menuliskan pengalaman/kesulitan yang nyata; tulisan tidak menunjukkan refleksi diri. | Murid menuliskan pengalaman atau kesulitan secara singkat (salah satu saja) tanpa penjelasan yang memadai. | Murid menuliskan pengalaman berkesan dan kesulitan yang dihadapi dengan cukup jelas, meskipun belum menyertakan rencana tindak lanjut. | Murid menuliskan tiga komponen refleksi (pengalaman berkesan, kesulitan beserta cara mengatasinya, dan rencana perbaikan) dengan bahasa yang jelas, jujur, dan menunjukkan kesadaran diri yang baik. | | Partisipasi dalam Diskusi Kelompok | Murid tidak aktif dalam diskusi kelompok; tidak memberikan kontribusi ide atau pendapat. | Murid sesekali memberikan respons ketika ditanya, tetapi jarang berinisiatif dalam diskusi kelompok. | Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan teman dengan cukup baik. | Murid sangat aktif, memimpin atau mendorong diskusi kelompok, menghargai semua pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan menemukan jawabannya. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid memahami perbedaan antara nilai sosial dan nilai budaya dari permainan engklek? Bagian mana yang perlu dijelaskan ulang?
- Apakah waktu yang diberikan untuk diskusi kelompok dan penulisan jurnal refleksi sudah cukup? Bagian mana yang terasa terlalu cepat atau terlalu lambat?
- Apakah murid yang membutuhkan dukungan (diferensiasi) sudah terfasilitasi dengan baik selama kegiatan hari ini?
- Seberapa dalam kualitas refleksi yang dituliskan murid? Apa yang perlu diperkuat dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih terlatih merefleksikan proses belajarnya?
Refleksi Murid:- Nilai sosial apa dari permainan engklek yang paling terasa kamu alami sendiri saat berlatih dan menciptakan tari bersama kelompokmu?
- Hal apa yang paling membuatmu bangga selama proses menciptakan tari engklek dari awal sampai selesai?
- Apa satu hal yang ingin kamu lakukan berbeda jika kamu mendapat kesempatan menciptakan tari lagi ke depannya?
- Seberapa penting menurutmu melestarikan permainan tradisional seperti engklek? Apa yang bisa kamu lakukan untuk menjaganya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab II: Mengenal Gerak dan Makna Permainan Tradisional Engklek
- Video atau gambar anak-anak bermain engklek dari berbagai daerah di Indonesia (dapat diakses melalui YouTube atau Aplikasi Tandola)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) tentang nilai sosial dan budaya engklek — dibuat dan dicetak oleh guru
- Lembar jurnal refleksi individu — dibuat dan dicetak oleh guru
- Lembar Exit Ticket — dibuat dan dicetak oleh guru
- Sticky note (opsional, untuk asesmen awal)
- Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin penting dari diskusi kelas
- Aplikasi Ipusnas (sebagai referensi bacaan tambahan tentang permainan tradisional)
|