Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Unsur Pendukung Tari: Tata Rias dan Busana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Unsur Pendukung Tari: Tata Rias dan Busana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Unsur Pendukung Tari: Tata Rias dan Busana

Seni Tari - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Unsur Pendukung Tari: Tata Rias dan Busana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikUnsur Pendukung Tari: Tata Rias dan Busana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi tata rias dan busana yang sesuai dengan tema permainan engklek melalui pengamatan gambar dan contoh nyata.
  2. Murid dapat merancang tata rias dan busana sederhana untuk pertunjukan tari engklek dengan menuangkannya dalam sketsa atau deskripsi tertulis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat penari tampil di atas panggung? Apa yang membuat penampilan mereka terlihat berbeda dari orang biasa?
  2. Kalau kamu akan menari tentang permainan engklek, kira-kira warna dan pakaian apa yang cocok kamu kenakan? Mengapa?
  3. Mengapa tata rias dan busana penari harus disesuaikan dengan tema tari yang dibawakan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: menampilkan dua gambar penari (penari tradisional berbusana lengkap dan orang biasa berpakaian sehari-hari), lalu bertanya kepada murid, 'Mana yang terlihat seperti seorang penari? Apa yang membuatnya berbeda?'. Jawaban murid dicatat di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu untuk memancing rasa ingin tahu murid dan mengaitkan dengan pengalaman mereka.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal tata rias dan busana tari, lalu merancang sendiri untuk pertunjukan tari engklek.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid memahami apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4–6 gambar penari dari berbagai daerah di Indonesia (misalnya tari Saman, tari Jaipong, tari Kecak) disertai keterangan nama tari dan asal daerahnya. Guru meminta murid mengamati dengan seksama.
  • Guru mengajak murid mendiskusikan: 'Apa saja yang dipakai penari di wajahnya (rias)? Apa saja yang dipakai di tubuhnya (busana)?'. Murid menyebutkan secara bergantian; guru mencatat kata kunci di papan tulis (contoh: bedak, pewarna bibir, mahkota, selendang, kostum berwarna-warni).
  • Guru menjelaskan konsep tata rias (make-up wajah untuk memperjelas ekspresi di atas panggung) dan tata busana (pakaian yang mencerminkan karakter atau tema tari) menggunakan bahasa yang sederhana dan contoh gambar.
  • Guru secara khusus menampilkan gambar atau foto anak-anak bermain engklek, kemudian mengajak murid berpikir: 'Kalau kita menari tentang engklek, busana seperti apa yang mencerminkan suasana bermain dan keceriaan anak-anak?'.
  • Murid berpasangan mendiskusikan pertanyaan tersebut selama 2–3 menit, lalu beberapa pasangan berbagi jawaban kepada kelas.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) yang berisi: (1) kolom identifikasi tata rias dan busana untuk tari engklek, dan (2) area sketsa/deskripsi rancangan tata rias dan busana.
  • Murid mengerjakan bagian pertama LKM secara mandiri: mengidentifikasi minimal 3 elemen tata rias dan 3 elemen busana yang menurut mereka sesuai dengan tema permainan engklek (ceria, aktif, anak-anak). Contoh panduan diberikan guru di papan tulis.
  • Setelah selesai mengidentifikasi, murid melanjutkan ke bagian kedua LKM: membuat sketsa sederhana atau deskripsi tertulis rancangan tata rias dan busana untuk pertunjukan tari engklek kelompok mereka. Murid boleh menggunakan pensil warna atau spidol untuk memperjelas rancangan mereka.
  • Guru berkeliling kelas memberikan bimbingan dan umpan balik singkat kepada murid yang membutuhkan bantuan. Guru mengajukan pertanyaan pandu seperti: 'Mengapa kamu memilih warna ini?' atau 'Bagaimana busana ini mencerminkan suasana bermain engklek?'.
  • Murid yang sudah selesai lebih cepat diminta menambahkan keterangan warna dan alasan pilihan mereka pada setiap elemen rancangannya (pengayaan).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta 3–4 murid secara sukarela mempresentasikan hasil rancangan tata rias dan busana mereka kepada kelas (durasi 1–2 menit per murid). Murid menjelaskan alasan pilihan warna, bentuk, dan elemen yang mereka rancang.
  • Setelah setiap presentasi, guru mengajak kelas memberikan apresiasi dan satu komentar konstruktif: 'Apa yang kamu suka dari rancangan teman ini? Adakah yang ingin kamu sarankan?'.
  • Murid mengisi bagian refleksi di LKM secara mandiri dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang tata rias dan busana tari?', dan (2) 'Apakah rancangan yang kamu buat sudah mencerminkan tema permainan engklek? Mengapa?'.
  • Guru memandu diskusi singkat: mengajak murid menghubungkan apa yang mereka pelajari hari ini dengan persiapan pertunjukan tari engklek yang akan datang.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Apa itu tata rias dalam tari? Apa itu tata busana? Mengapa keduanya penting?'. Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid menuliskan pada secarik kertas (exit ticket) dua hal — (1) satu elemen tata rias dan satu elemen busana yang menurut mereka paling penting untuk tari engklek, dan (2) satu pertanyaan yang masih ingin mereka tanyakan tentang materi hari ini.
  • Guru mengumpulkan LKM dan exit ticket sebagai bahan evaluasi.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kreativitas murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan informasi kegiatan pertemuan berikutnya secara singkat.
  • Guru menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan konsep tata rias dan busana diberikan lembar referensi bergambar berisi contoh elemen tata rias dan busana yang sudah berlabel. Murid yang sudah memahami konsep dasar langsung mengerjakan rancangan tanpa lembar referensi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dalam membuat rancangan. Murid yang cepat memahami diminta membuat rancangan yang lebih detail dan menuliskan narasi alur cerita busana kelompoknya.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan rancangan dalam bentuk sketsa gambar (visual), deskripsi tertulis (verbal), atau secara lisan kepada guru jika murid mengalami kesulitan menulis — sesuai kekuatan dan kebutuhan masing-masing murid.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (penari berbusana tari lengkap dan orang berpakaian sehari-hari) dan bertanya: 'Mana yang terlihat seperti seorang penari? Apa yang membuatnya berbeda?'. Jawaban murid dipetakan di papan tulis untuk mengetahui pengetahuan awal tentang tata rias dan busana tari.
  • Guru mencatat murid yang sudah memiliki pemahaman awal (untuk pengayaan) dan murid yang belum mengenal konsep sama sekali (untuk dukungan lebih).

Proses:

  • Lembar observasi guru selama diskusi berpasangan pada tahap Memahami: guru mencatat kemampuan murid menyebutkan elemen tata rias dan busana.
  • Pengamatan guru saat murid mengerjakan LKM pada tahap Mengaplikasi: guru menilai kesesuaian identifikasi elemen dengan tema engklek dan kreativitas rancangan.
  • Penilaian sejawat saat presentasi pada tahap Merefleksi: murid memberikan komentar konstruktif kepada teman yang presentasi.

Akhir:

  • Penilaian LKM (identifikasi tata rias dan busana + sketsa/deskripsi rancangan) menggunakan rubrik 4 level.
  • Exit ticket: murid menuliskan satu elemen tata rias dan satu elemen busana terpenting untuk tari engklek beserta alasannya, sekaligus satu pertanyaan yang masih ingin mereka tanyakan.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi berpasangan dan kerja mandiri: guru menggunakan lembar observasi untuk mencatat keterlibatan murid, kemampuan mengidentifikasi elemen tata rias dan busana, serta kualitas argumentasi pilihan rancangan.
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling kelas pada tahap Mengaplikasi.
  • Penilaian sejawat saat presentasi hasil rancangan: murid memberikan apresiasi dan satu komentar konstruktif kepada teman.

Sumatif:

  • Penilaian LKM: hasil identifikasi elemen tata rias dan busana (kelengkapan dan kesesuaian dengan tema engklek) serta kualitas sketsa/deskripsi rancangan dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Exit ticket: guru menganalisis pemahaman murid dari jawaban exit ticket untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Tata Rias dan Busana (TP 4.2.6.1)Murid belum dapat menyebutkan elemen tata rias dan busana yang sesuai dengan tema permainan engklek, atau jawaban tidak relevan dengan tema.Murid dapat menyebutkan 1–2 elemen tata rias atau busana yang sesuai dengan tema engklek, namun penjelasan masih sangat terbatas.Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 elemen tata rias dan 3 elemen busana yang sesuai dengan tema engklek disertai penjelasan singkat yang logis.Murid dapat mengidentifikasi lebih dari 3 elemen tata rias dan busana yang sesuai dengan tema engklek, disertai penjelasan yang rinci, logis, dan menghubungkan pilihan dengan suasana/karakter tari engklek.
Rancangan Tata Rias dan Busana (TP 4.2.6.2)Murid belum membuat rancangan, atau rancangan tidak menunjukkan keterkaitan dengan tema permainan engklek.Murid membuat rancangan sederhana (sketsa atau deskripsi) yang sedikit mencerminkan tema engklek, namun elemen tata rias atau busana masih kurang lengkap.Murid membuat rancangan tata rias dan busana sederhana yang mencerminkan tema engklek dengan elemen yang cukup lengkap dan ada penjelasan alasan pilihan.Murid membuat rancangan tata rias dan busana yang kreatif, lengkap, dan secara jelas mencerminkan tema permainan engklek, disertai keterangan warna, nama elemen, dan alasan pilihan yang terperinci.
Partisipasi dan KolaborasiMurid tidak aktif dalam diskusi berpasangan dan tidak memberikan kontribusi saat kegiatan berbagi/presentasi.Murid berpartisipasi dalam diskusi jika diminta guru, namun kontribusi masih sangat minimal.Murid aktif berdiskusi berpasangan dan mampu memberikan komentar apresiasi kepada teman saat presentasi.Murid sangat aktif dalam diskusi, memberikan ide-ide yang membangun, dan mampu menyampaikan komentar konstruktif yang spesifik dan mendukung kepada teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid memahami perbedaan antara tata rias dan tata busana setelah pembelajaran hari ini? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah kegiatan merancang tata rias dan busana cukup menantang namun tetap menyenangkan bagi murid di fase B? Apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan sudah efektif membantu murid yang membutuhkan dukungan lebih sekaligus menantang murid yang lebih cepat?
  • Informasi apa dari exit ticket murid yang perlu saya tindaklanjuti pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang tata rias dan busana dalam tari?
  • Apakah rancangan tata rias dan busana yang kamu buat sudah mencerminkan suasana permainan engklek yang ceria? Apa yang ingin kamu perbaiki?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab II tentang Mengenal Gerak dan Makna Permainan Tradisional Engklek.
  2. Gambar/foto penari tradisional Indonesia dari berbagai daerah (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor).
  3. Gambar/foto anak-anak bermain engklek untuk referensi tema.
  4. Lembar Kerja Murid (LKM) yang disiapkan guru: berisi kolom identifikasi elemen tata rias dan busana serta area sketsa/deskripsi rancangan.
  5. Lembar referensi bergambar elemen tata rias dan busana (untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih).
  6. Pensil warna / spidol warna untuk membuat sketsa rancangan.
  7. Video pendek penampilan tari anak bertema permainan tradisional (opsional, jika tersedia proyektor dan koneksi internet).
  8. Contoh kostum sederhana atau atribut tari (opsional, jika tersedia di sekolah atau dapat dipinjam dari komunitas seni setempat).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.