Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Level Gerak dan Arah Hadap dalam Tari Engklek

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Level Gerak dan Arah Hadap dalam Tari Engklek". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Level Gerak dan Arah Hadap dalam Tari Engklek

Seni Tari - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Level Gerak dan Arah Hadap dalam Tari Engklek

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikLevel Gerak dan Arah Hadap dalam Tari Engklek
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengembangkan gerak dengan variasi level (tinggi, sedang, rendah) dan perubahan arah hadap (depan, samping, belakang) dalam konteks tari engklek.
  2. Murid mampu menyusun rangkaian gerak sederhana yang menggabungkan minimal dua variasi level dan dua arah hadap secara berurutan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu bermain engklek, bagian tubuhmu bergerak dengan cara apa saja — ada yang tinggi, rendah, atau berputar? Coba ceritakan!
  2. Kalau seorang penari ingin terlihat lebih gagah atau lebih lembut, kira-kira ia mengubah apa dari gerakannya?
  3. Bayangkan kamu sedang memperagakan engklek sebagai sebuah tarian — ke arah mana saja kamu akan menghadap agar tarimu terlihat menarik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan ringan: jalan di tempat, lompat kecil, dan putaran bahu selama 2 menit sambil diiringi musik tradisional ritmis.
  • Asesmen awal (diagnostik): guru menampilkan dua gambar postur tubuh yang berbeda (satu berdiri tegak, satu jongkok rendah) dan bertanya, 'Mana yang termasuk level tinggi dan mana level rendah? Tunjuk dan jelaskan alasanmu!' — murid menjawab lisan atau mengacungkan tangan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengembangkan gerak dengan variasi level dan arah hadap, lalu menyusun rangkaian gerak engklek (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik dan memberi ruang murid berbagi jawaban singkat (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memutar video pendek (2–3 menit) yang menampilkan penari anak membawakan gerak bertema engklek dengan tiga variasi level (tinggi: berdiri jinjit/melompat, sedang: berjalan tegak, rendah: jongkok/berlutut) dan empat arah hadap (depan, kanan, kiri, belakang). Murid menonton dengan seksama.
  • Guru memimpin diskusi terpandu: 'Gerakan mana yang menunjukkan level tinggi? Level rendah? Ke mana penari menghadap saat melompat?' Murid menjawab lisan.
  • Guru mendemonstrasikan secara langsung enam gerak dasar: (1) melompat lebar — level tinggi, hadap depan; (2) berjalan jinjit — level sedang-tinggi, hadap samping kanan; (3) jongkok-geser — level rendah, hadap depan; (4) loncat satu kaki — level sedang, hadap belakang; (5) merentang tangan sambil memutar badan — perubahan arah hadap; (6) berlutut membungkuk — level rendah, hadap samping kiri. Setiap gerak diberi nama sederhana agar mudah diingat.
  • Murid menirukan setiap gerak bersama guru sebanyak 2–3 kali pengulangan, diikuti aba-aba hitungan 1–8.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok menerima kartu gerak bergambar (6 kartu, masing-masing berisi gambar gerak + label level + label arah hadap) sebagai bahan eksplorasi.
  • Tugas kelompok tahap 1 — Eksplorasi (7 menit): setiap kelompok bereksperimen bebas dengan kartu gerak. Mereka boleh mengubah cara melakukan gerak asal tetap mempertahankan level dan arah hadap yang tertera. Guru berkeliling memberikan umpan balik singkat.
  • Tugas kelompok tahap 2 — Merangkai (8 menit): kelompok memilih minimal 4 gerak dari kartu, lalu menyusunnya menjadi rangkaian gerak sederhana berdurasi 8–16 hitungan. Rangkaian harus mencakup: minimal 2 variasi level berbeda dan minimal 2 arah hadap berbeda. Kelompok mencatat urutan gerak di lembar kerja sederhana (boleh berupa daftar atau gambar cepat).
  • Kelompok berlatih rangkaian gerak yang telah disusun bersama, memastikan perpindahan level dan arah hadap terlihat jelas.
  • Satu atau dua kelompok menampilkan rangkaian geraknya di depan kelas (masing-masing 1 menit). Kelompok lain mengamati dan mencatat satu hal yang mereka lihat terkait level atau arah hadap.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah penampilan singkat, guru memfasilitasi sesi apresiasi: kelompok penonton menyampaikan satu komentar positif dan satu saran menggunakan kalimat, 'Saya melihat level … ketika …' dan 'Menurutku arah hadap bisa ditambah … supaya …'
  • Murid kembali ke tempat duduk dan mengisi lembar refleksi diri (2 pertanyaan tertulis singkat): (a) 'Gerak dengan level apa yang paling mudah kamu lakukan? Mengapa?' (b) 'Arah hadap mana yang menurutmu paling menantang dan bagaimana cara kamu mengatasinya?'
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: mengumpulkan 2–3 respons murid dari lembar refleksi dan mengaitkan kembali dengan tujuan pembelajaran — bahwa variasi level dan arah hadap membuat tarian lebih hidup dan bermakna, sama seperti gerak dalam permainan engklek yang penuh dinamika.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap penampilan kelompok secara umum, menyoroti contoh variasi level dan arah hadap yang sudah berhasil.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: level gerak (tinggi–sedang–rendah) dan arah hadap (depan–samping–belakang) adalah dua unsur penting yang membuat tari engklek lebih ekspresif (3 menit).
  • Asesmen akhir: guru meminta setiap murid memperagakan satu gerakan pilihan sambil menyebutkan level dan arah hadapnya — guru melakukan observasi cepat dan mencatat di lembar pengamatan keterampilan (4 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta berlatih rangkaian gerak kelompok di rumah dan boleh menambah satu gerak baru yang terinspirasi dari permainan engklek yang pernah mereka mainkan.
  • Guru menutup kelas dengan pendinginan ringan (gerakan meregangkan tangan, kaki, dan punggung sambil bernapas dalam) dan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep level dapat menggunakan kartu gerak bergambar dengan kode warna (merah = tinggi, kuning = sedang, hijau = rendah) serta video yang dapat diputar ulang secara mandiri di tablet/laptop jika tersedia. Murid yang sudah paham dapat diberikan tantangan tambahan: menciptakan satu transisi gerak orisinal di antara dua gerak dari kartu.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat dipasangkan dengan teman sebaya yang sudah mahir (peer tutor) dalam kelompoknya, dan guru memprioritaskan kunjungan pendampingan ke kelompok ini. Murid yang cepat belajar diberi kebebasan mengeksplorasi kombinasi level dan arah hadap di luar kartu gerak yang diberikan.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan rangkaian gerak secara fisik (kinestetik), menggambar urutan gerak dengan label level dan arah hadap (visual), atau menceritakan rangkaian gerak secara lisan dengan kata-kata (auditori/verbal) sesuai kemampuan dan gaya belajarnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar postur (berdiri tegak vs. jongkok rendah) dan meminta murid mengidentifikasi mana yang termasuk level tinggi/rendah serta memberi alasan secara lisan — digunakan untuk memetakan pemahaman awal konsep level gerak sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar pengamatan keterampilan saat murid menirukan enam gerak dasar (menilai ketepatan level dan arah hadap).
  • Observasi kerja kelompok saat eksplorasi dan penyusunan rangkaian gerak — guru mencatat partisipasi, kreativitas, dan kemampuan kolaborasi tiap murid.
  • Sesi apresiasi antarteman: kualitas komentar murid dinilai sebagai indikator pemahaman konsep level dan arah hadap.

Akhir:

  • Unjuk kerja individual: murid memperagakan satu gerak pilihan dan menyebutkan level serta arah hadapnya secara lisan di hadapan guru — dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek kesesuaian level gerak dan ketepatan arah hadap.
  • Lembar kerja kelompok (urutan rangkaian gerak) dikumpulkan dan diperiksa: dinilai berdasarkan kelengkapan unsur (minimal 2 level + 2 arah hadap) dan koherensi urutan gerak.

Formatif:

  • Observasi keterampilan saat murid menirukan gerak guru pada tahap Memahami — guru mencatat kesesuaian level dan arah hadap yang ditampilkan.
  • Pengamatan kerja kelompok pada tahap Mengaplikasi — guru menggunakan lembar pengamatan untuk menilai proses eksplorasi dan kemampuan menyusun rangkaian gerak.
  • Umpan balik lisan (apresiasi antarteman) pada tahap Merefleksi — guru mencatat kualitas komentar murid sebagai bukti pemahaman konsep.
  • Lembar refleksi diri murid (2 pertanyaan tertulis) dikumpulkan dan dibaca guru sebagai umpan balik proses berpikir.

Sumatif:

  • Unjuk kerja individual di akhir penutup: murid memperagakan satu gerak pilihan sambil menyebutkan level dan arah hadapnya — dinilai dengan rubrik 4 level.
  • Lembar kerja kelompok (daftar urutan rangkaian gerak) dinilai kesesuaiannya dengan kriteria: minimal 2 variasi level dan 2 arah hadap.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Variasi Level GerakMurid belum dapat membedakan atau memperagakan perbedaan level tinggi, sedang, dan rendah. Gerak yang ditampilkan monoton pada satu level saja.Murid dapat memperagakan satu variasi level (misalnya hanya level tinggi atau hanya level rendah) meskipun masih perlu bimbingan guru.Murid dapat memperagakan dua variasi level dengan cukup jelas dan mulai menggunakannya dalam rangkaian gerak.Murid dapat memperagakan ketiga variasi level (tinggi, sedang, rendah) dengan jelas dan menggabungkannya secara kreatif dan mulus dalam rangkaian gerak.
Perubahan Arah HadapMurid belum dapat melakukan perubahan arah hadap; seluruh gerak dilakukan menghadap ke satu arah saja.Murid dapat melakukan satu perubahan arah hadap (misalnya hanya depan ke samping) meskipun transisinya masih kaku atau perlu diingatkan.Murid dapat melakukan dua perubahan arah hadap dengan cukup lancar dan memadukannya dalam rangkaian gerak.Murid dapat melakukan tiga atau lebih perubahan arah hadap (depan, samping, belakang) dengan lancar, tepat, dan terlihat ekspresif dalam rangkaian gerak.
Penyusunan Rangkaian GerakMurid belum dapat menyusun urutan gerak yang berkesinambungan; gerak berhenti atau tidak terhubung satu sama lain.Murid dapat menyusun 2–3 gerak berurutan tetapi transisi antargerak masih terputus-putus dan belum mencakup variasi level maupun arah hadap.Murid dapat menyusun rangkaian 4 gerak atau lebih yang mencakup minimal 2 variasi level dan 2 arah hadap dengan transisi yang cukup lancar.Murid dapat menyusun rangkaian gerak yang runtut dan kreatif, mencakup minimal 3 variasi level dan 3 arah hadap, dengan transisi yang mulus dan menunjukkan ekspresi yang sesuai tema engklek.
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi atau latihan kelompok; cenderung pasif atau mengganggu proses kelompok.Murid terlibat sebagian kecil dalam diskusi atau latihan kelompok tetapi kontribusinya masih minimal.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi dan latihan kelompok; mau berbagi ide dan mendengarkan pendapat teman.Murid sangat aktif berkontribusi, membantu teman yang kesulitan, dan berperan konstruktif dalam membawa kelompok menyelesaikan tugas dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami perbedaan level tinggi, sedang, dan rendah setelah demonstrasi? Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah seimbang dan cukup? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau dipercepat pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan kartu gerak berhasil memicu rasa ingin tahu dan kreativitas murid? Apa yang perlu diubah atau diperkaya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda, baik yang cepat maupun yang lambat?

Refleksi Murid:

  • Gerak dengan level apa yang paling mudah kamu lakukan hari ini? Mengapa menurutmu itu lebih mudah?
  • Arah hadap mana yang paling menantang buatmu? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasinya?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang gerakan tari engklek yang belum kamu tahu sebelumnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab II: Mengenal Gerak dan Makna Permainan Tradisional Engklek
  2. Video tari bertema engklek yang menampilkan variasi level dan arah hadap (dapat diakses melalui YouTube atau platform Tandola)
  3. Kartu gerak bergambar (6 kartu) yang memuat ilustrasi gerak, label level, dan label arah hadap — disiapkan oleh guru
  4. Lembar kerja kelompok untuk mencatat urutan rangkaian gerak — disiapkan oleh guru
  5. Lembar refleksi diri murid (2 pertanyaan) — disiapkan oleh guru
  6. Lembar pengamatan keterampilan guru untuk asesmen proses dan akhir
  7. Musik tradisional ritmis sebagai pengiring pemanasan dan latihan (rekaman audio)
  8. Perlengkapan kelas: area lantai terbuka yang cukup untuk bergerak berkelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.