Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Mengenal Permainan Tradisional Engklek

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Mengenal Permainan Tradisional Engklek". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Mengenal Permainan Tradisional Engklek

Seni Tari - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Permainan Tradisional Engklek

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Permainan Tradisional Engklek
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengamati gambar dan video permainan engklek untuk mengidentifikasi minimal 3 gerakan dasar dan pola lintasan yang digunakan dalam permainan.
  2. Murid dapat mendiskusikan asal-usul permainan engklek dan menyebutkan minimal 2 variasi nama permainan engklek dari daerah yang berbeda di Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa di antara kalian yang pernah bermain engklek? Apa yang kalian rasakan saat memainkannya?
  2. Mengapa menurut kalian permainan engklek masih penting untuk dimainkan anak-anak zaman sekarang?
  3. Apakah kalian tahu bahwa permainan engklek mungkin punya nama yang berbeda di daerah lain? Kira-kira apa saja namanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan gambar atau foto permainan engklek dan bertanya kepada murid: 'Pernahkah kalian melihat atau memainkan permainan ini? Apa yang kalian ketahui tentang permainan ini?' Guru mencatat respons murid pada lembar observasi untuk mengetahui pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid terhadap topik permainan tradisional engklek.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan hari ini secara singkat dan ramah.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid untuk duduk nyaman dan fokus (tarik napas bersama 1–2 kali untuk menghadirkan suasana berkesadaran).
  • Guru menampilkan video permainan engklek dari berbagai daerah (dapat menggunakan aplikasi Tandola, YouTube, atau tayangan audio visual lainnya). Murid mengamati dengan seksama.
  • Sambil menonton, murid diminta mencatat pada lembar pengamatan sederhana: (a) gerakan apa saja yang terlihat dilakukan pemain, dan (b) bagaimana bentuk pola lintasan/kotak yang digunakan.
  • Setelah video selesai, guru memandu murid mendiskusikan hasil pengamatan secara klasikal dengan pertanyaan panduan: 'Gerakan apa saja yang kalian lihat? Bagaimana cara pemain berpindah tempat?'
  • Guru memperkuat pemahaman murid dengan menjelaskan secara singkat konsep gerakan dasar engklek (melompat satu kaki, berdiri dua kaki, melempar gacuk) dan bentuk pola lintasan (kotak, gunung, dll.).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Diskusi yang berisi: (a) informasi singkat tentang asal-usul engklek dan variasi nama di beberapa daerah (seperti 'sondah' di Jawa Barat, 'teplek' di Jawa Timur, 'dengkleng' di Bali, dll.), dan (b) pertanyaan diskusi: 'Mengapa satu permainan bisa punya nama berbeda di tiap daerah? Apa persamaan dan perbedaannya?'
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan pada lembar diskusi. Tiap kelompok menunjuk satu juru bicara dan satu pencatat.
  • Guru berkeliling memantau jalannya diskusi, memberi pertanyaan pancingan jika ada kelompok yang kesulitan, dan mencatat perkembangan proses diskusi setiap murid.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat (1–2 menit per kelompok) di depan kelas. Kelompok lain dapat memberi tanggapan atau pertanyaan sederhana.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan merenungkan apa yang baru saja mereka pelajari (momen berkesadaran).
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Hal baru apa yang kalian pelajari hari ini tentang engklek? Apa yang paling menarik menurut kalian?'
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi pada kartu refleksi kecil (sticky note atau selembar kertas): 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah... dan aku merasa...'
  • Beberapa murid diminta secara sukarela untuk berbagi refleksinya kepada kelas.
  • Guru menghubungkan hasil refleksi murid dengan nilai budaya: 'Permainan engklek adalah warisan budaya kita. Dengan mengenal dan melestarikannya, kita menunjukkan rasa cinta pada budaya Indonesia.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran: gerakan dasar engklek, pola lintasan, dan keragaman nama engklek di berbagai daerah.
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan pertanyaan lisan atau lembar isian singkat (3–4 soal) sebagai sumatif pertemuan: menyebutkan gerakan dasar engklek dan nama engklek di dua daerah berbeda.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid selama kegiatan diskusi dan presentasi.
  • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (gerak lokomotor dan nonlokomotor dalam engklek).
  • Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum pernah mengenal engklek diberikan bahan bacaan visual bergambar yang lebih sederhana dan deskriptif. Murid yang sudah familiar dengan engklek dapat diberikan artikel atau informasi tambahan tentang variasi engklek dari lebih banyak daerah.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja dalam kelompok dengan bimbingan langsung guru atau teman sebaya yang lebih paham. Murid yang lebih cepat menyelesaikan diskusi dapat diminta membandingkan engklek dengan permainan tradisional lain yang serupa.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil belajar dengan cara berbeda: membuat peta konsep, menggambar pola lintasan engklek dari daerah favorit mereka, atau menyampaikan hasil diskusi secara lisan — disesuaikan dengan gaya belajar dan kemampuan masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar permainan engklek dan menanyakan secara lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang permainan ini? Pernahkah kalian memainkannya?' Respons murid dicatat pada lembar observasi kognitif/non-kognitif untuk memetakan pengetahuan awal dan kesiapan belajar.

Proses:

  • Observasi aktif selama murid mengamati video: guru memantau apakah murid mencatat informasi dengan tepat pada lembar pengamatan.
  • Pengamatan diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan: guru menilai kemampuan murid mengidentifikasi informasi, memberikan pendapat, dan bekerja sama.
  • Cek pemahaman cepat (thumbs up/thumbs down) setelah penjelasan guru tentang gerakan dasar dan pola lintasan engklek.

Akhir:

  • Lembar isian singkat (3–4 butir soal): murid menyebutkan gerakan dasar engklek yang teramati, menjelaskan pola lintasan, dan menyebutkan variasi nama engklek dari minimal 2 daerah.
  • Kartu refleksi murid dikumpulkan sebagai bukti pemahaman dan pengalaman belajar.

Formatif:

  • Observasi proses diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan: kualitas partisipasi, kemampuan mengidentifikasi informasi, dan kerja sama antar murid.
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian hasil diskusi dan kemampuan menjawab pertanyaan sederhana dari kelompok lain.
  • Kartu refleksi murid: kesesuaian dan kedalaman isi refleksi yang ditulis.

Sumatif:

  • Lembar isian singkat di akhir pembelajaran: murid menyebutkan minimal 3 gerakan dasar engklek dan minimal 2 nama engklek dari daerah berbeda.
  • Penilaian lembar pengamatan video: kelengkapan dan ketepatan catatan gerakan dan pola lintasan yang ditulis murid saat menonton video.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Gerakan Dasar EngklekMurid belum dapat menyebutkan gerakan dasar engklek meskipun telah mengamati video.Murid dapat menyebutkan 1 gerakan dasar engklek dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menyebutkan 2–3 gerakan dasar engklek secara mandiri dengan tepat.Murid dapat menyebutkan lebih dari 3 gerakan dasar engklek beserta penjelasan singkat cara melakukannya secara mandiri dan tepat.
Mengidentifikasi Pola Lintasan EngklekMurid belum dapat menggambarkan atau mendeskripsikan pola lintasan engklek.Murid dapat mendeskripsikan pola lintasan engklek secara umum dengan bantuan.Murid dapat mendeskripsikan pola lintasan engklek dengan cukup jelas secara mandiri.Murid dapat mendeskripsikan pola lintasan engklek dengan jelas dan detail, serta mampu membedakan variasi pola dari daerah berbeda.
Mendiskusikan Asal-usul dan Variasi Nama EngklekMurid belum dapat menyebutkan asal-usul atau nama lain engklek dari daerah manapun.Murid dapat menyebutkan 1 nama lain engklek dari daerah lain dengan bantuan teman atau guru.Murid dapat menyebutkan 2 nama lain engklek dari daerah berbeda dan memberikan penjelasan singkat.Murid dapat menyebutkan lebih dari 2 nama lain engklek dari berbagai daerah, menjelaskan persamaan dan perbedaannya, serta menunjukkan apresiasi terhadap keberagaman budaya.
Partisipasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok.Murid berpartisipasi secara pasif (mendengarkan) dan sesekali memberikan pendapat jika diminta.Murid aktif berpendapat dan mendengarkan pendapat teman dalam diskusi kelompok.Murid aktif memimpin diskusi, mendorong teman untuk ikut berpendapat, dan mampu menyimpulkan hasil diskusi kelompok dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan mengamati video dan diskusi kelompok? Murid mana yang membutuhkan perhatian lebih?
  • Apakah media video/audio visual yang digunakan sudah efektif untuk membantu murid mengidentifikasi gerakan dasar dan pola lintasan engklek?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
  • Diferensiasi apa yang perlu saya siapkan lebih baik pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen awal dan proses hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang permainan engklek?
  • Apakah kamu sudah bisa menyebutkan gerakan-gerakan yang ada dalam permainan engklek? Gerakan mana yang paling mudah kamu ingat?
  • Bagaimana perasaanmu mengetahui bahwa permainan engklek punya nama berbeda di banyak daerah di Indonesia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab II: Mengenal Gerak dan Makna Permainan Tradisional Engklek
  2. Aplikasi Tandola (Taman Dolanan) — media AR/audio visual permainan tradisional
  3. Video permainan engklek dari berbagai daerah (YouTube atau sumber terpercaya lainnya)
  4. Aplikasi iPusnas — bahan bacaan digital pendukung
  5. Lembar pengamatan video (disiapkan guru)
  6. Lembar diskusi kelompok tentang asal-usul dan variasi nama engklek (disiapkan guru)
  7. Kartu refleksi / sticky note untuk kegiatan refleksi murid
  8. Gambar/foto pola lintasan engklek dari berbagai daerah (disiapkan guru sebagai media pendukung)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.