MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 2 — Mengenal Gerak dan Makna Permainan Tradisional Engklek INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Mengenal Gerak dan Makna Permainan Tradisional Engklek |
|---|
| Alokasi Waktu | 27 JP (27 x 35 menit = 945 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.2.1 Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang permainan tradisional engklek
- TP 4.2.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap melalui ragam gerak permainan tradisional engklek
- TP 4.2.3 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada karya tari bertema permainan tradisional engklek
- TP 4.2.4 Menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari bertema permainan tradisional engklek
- TP 4.2.5 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap berdasarkan motif gerak permainan tradisional engklek
- TP 4.2.6 Meragakan hasil tari bertema permainan tradisional engklek dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
- TP 4.2.7 Menerima proses pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin tahu dan dapat menunjukkan usaha yang berdampak pada kemampuan diri dalam menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari bertema permainan tradisional engklek
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana gerakan bermain melompat satu kaki dalam permainan engklek dapat diubah menjadi sebuah penyajian tari?
- Mengapa sebuah tarian bertema permainan tradisional engklek memiliki ciri khas asal daerah dan latar belakang tertentu dalam penyajiannya?
- Bagaimana posisi tubuh kita saat melakukan lompatan satu kaki (tengkak) dan mendarat dua kaki (brok) dalam permainan engklek?
- Bagaimana perbedaan bentuk gerak tubuh saat kita melompat di posisi rendah dekat lantai, posisi berdiri biasa, dan melompat tinggi menjangkau ke atas?
- Bagaimana posisi tubuh dan pandanganmu berubah saat berbalik arah di kotak ujung permainan engklek?
- Apakah gerakan melompat engklek bisa dilakukan dengan menghadap ke samping atau serong mengikuti garis kotak?
- Saat melihat penari melompat tinggi atau merendah mendekati lantai dalam tarian bertema engklek, tingkatan level gerak apa saja yang dapat kalian kenali?
- Bagaimana kita mengenali perubahan arah hadap penari ketika mereka berpindah dari satu kotak ke kotak berikutnya dalam tarian engklek?
- Bagaimana cara kita mengubah gerakan melompat satu kaki pada permainan engklek menjadi gerak tari yang bervariasi tinggi dan rendahnya?
- Apa yang terjadi jika gerakan lompatan engklek dilakukan sambil berputar atau berganti arah hadap?
- Bagaimana cara kita menjaga keselarasan gerak saat meragakan tari bersama teman satu kelompok?
- Mengapa sikap saling menghargai dan kerja sama sangat penting agar rangkaian tari engklek kelompok terlihat kompak?
- Bagaimana cara kita menjaga kekompakan saat meragakan tari engklek bersama teman satu kelompok?
- Mengapa kita perlu saling menghargai dan menyelaraskan tempo gerak saat menari bersama?
- Gerakan tari bertema engklek apa saja yang sudah berhasil kamu kuasai dengan baik sejauh ini?
- Ketika merasa kesulitan menyeimbangkan badan saat melompat satu kaki (tengkak), usaha apa yang kamu lakukan agar kemampuanmu bertambah baik?
- Bagaimana kita menunjukkan variasi level gerak dan perubahan arah hadap dalam tari bertema permainan engklek bersama kelompok?
- Mengapa kerja sama dan sikap saling menghargai sangat penting saat menampilkan tarian di depan kelas?
- Apa yang dapat kita pelajari dari penampilan tari diri kita sendiri selama proses belajar Bab 2 ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Bentuk Penyajian Tari Berdasarkan Latar Belakang dan Asal-Usul Permainan Tradisional Engklek — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang permainan tradisional engklek
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan doa, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati bentuk penyajian karya tari berdasarkan latar belakang dan ragam nama daerah permainan tradisional engklek (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mencocokkan secara lisan 3 nama daerah permainan engklek berikut: (1) dampu bulan berasal dari Betawi, (2) ingkling berasal dari Yogyakarta, (3) dengkleng berasal dari Bali (acuan jawaban: 1-Betawi, 2-Yogyakarta, 3-Bali) guna memetakan pengetahuan awal latar belakang permainan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyaksikan video rekaman tari kreasi bertema permainan tradisional engklek yang memperlihatkan gerak lompatan, formasi lintasan kotak, dan properti pecahan genteng/gacuk (15 menit).
- Murid membaca teks visual singkat tentang ragam latar belakang nama daerah permainan engklek (misalnya: dampu bulan di Betawi, cenge-cenge di Maluku Utara, dan gedrek di Belitang Sumatera Selatan) serta mengaitkan bagaimana kebiasaan bermain di tanah lapang membentuk susunan penyajian tari tersebut (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tebak bentuk penyajian 'Tebak Latar Engklek' di mana guru menayangkan 3 cuplikan gambar gerak tari bertema engklek: (A) gerak melompat satu kaki di atas garis kotak, (B) gerak melempar gacuk/batu pipih ke kotak sasaran, (C) gerak mengambil gacuk dengan membungkuk seimbang (15 menit).
- Murid bekerja secara berpasangan mengisi Lembar Pengamatan Bentuk Tari untuk mencocokkan 3 kartu ciri penyajian tari dengan latar belakang asalnya: Kartu 1 (Tari berlatar engklek Dampu Bulan - Betawi memakai gerak lincah melompati pola bulan sabit), Kartu 2 (Tari berlatar Cenge-cenge - Maluku Utara menampilkan gerak melompat kotak lurus bertempo riang), Kartu 3 (Tari berlatar Ingkling - Yogyakarta menampilkan gerak jinjit satu kaki tenang berirama gamelan) (acuan ketepatan: Kartu 1 cocok dengan ciri Betawi/bulan sabit; Kartu 2 cocok dengan Maluku Utara/garis lurus tempo riang; Kartu 3 cocok dengan Yogyakarta/jinjit tenang gamelan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan hasil pengamatan mengenai ciri bentuk penyajian tari yang bersumber dari latar belakang permainan tradisional engklek di berbagai daerah (15 menit).
- Murid secara sadar mencatat satu hal baru yang mereka temukan tentang bagaimana aktivitas bermain tradisional di masa lalu dapat diangkat menjadi karya seni tari yang indah dan bermakna budaya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan lembar pengamatan murid mengenai keterkaitan bentuk penyajian tari dengan latar belakang permainannya (5 menit).
- Guru menginformasikan fokus pertemuan berikutnya yaitu mengeksplorasi ragam gerak tengkak dan brok, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual berupa foto pola engklek tiap daerah bagi murid yang memerlukan scaffolding visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan panduan langsung saat mencocokkan kartu ciri gerak, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi diminta mengamati 1 ciri tambahan pada busana atau iringan tari yang tampak di video.
- Produk: Hasil pengamatan dituliskan dalam format tabel isian centang sederhana bagi murid reguler atau uraian deskriptif ringkas bagi murid cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan singkat mencocokkan 3 nama daerah permainan engklek: (1) Dampu bulan berasal dari mana? (acuan: Betawi), (2) Ingkling berasal dari mana? (acuan: Yogyakarta), (3) Dengkleng berasal dari mana? (acuan: Bali).
Proses:- Pengamatan langsung dan pemeriksaan lembar kerja berpasangan saat murid mencocokkan 3 kartu ciri bentuk penyajian tari dengan latar daerahnya: Kartu 1 Dampu Bulan (Betawi), Kartu 2 Cenge-cenge (Maluku Utara), Kartu 3 Ingkling (Yogyakarta) (kunci: Kartu 1 = Betawi, Kartu 2 = Maluku Utara, Kartu 3 = Yogyakarta).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir kuis ceklis): Murid menentukan apakah gerak melompat satu kaki dalam karya tari engklek mencerminkan aturan bermain engklek (acuan: Benar, karena bentuk tari bertema engklek bersumber langsung dari pola gerak aturan bermain melompat satu kaki pada petak permainan).
Formatif:- Observasi partisipasi saat mengamati tayangan tari kreasi engklek
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Pengamatan Bentuk Tari berdasarkan 3 kartu ciri latar belakang daerah permainan engklek
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengamati Bentuk Penyajian Tari Berdasarkan Latar Belakang Permainan Engklek | Belum mampu mencocokkan kartu ciri bentuk penyajian tari dengan latar belakang daerahnya secara tepat meski dibimbing penuh guru (0 kartu tepat dari acuan 3 kartu: Dampu Bulan-Betawi, Cenge-cenge-Maluku Utara, Ingkling-Yogyakarta). | Mampu mencocokkan 1 dari 3 kartu ciri bentuk penyajian tari dengan latar belakang daerah asalnya secara tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu mencocokkan 2 dari 3 kartu ciri bentuk penyajian tari dengan latar belakang daerah asalnya secara tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu mencocokkan seluruh 3 kartu ciri bentuk penyajian tari dengan latar belakang daerah asalnya secara mandiri dan tepat sesuai acuan kunci jawaban. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media video tari dan kartu ciri bentuk penyajian tari engklek membantu murid memahami keterkaitan tari dengan latar belakang budaya permainan?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan edukatif 'Tebak Latar Engklek'?
Murid:- Apa hal menarik yang kamu pelajari tentang nama-nama daerah permainan engklek dan bentuk gerak tarinya?
- Bagian mana dari bentuk tarian engklek tadi yang paling mudah kamu kenali gerakannya?
Pertemuan 2 — Mengeksplorasi Ragam Gerak Tengkak dan Brok Permainan Engklek Sesuai Tingkatan Level Gerak Rendah, Sedang, dan Tinggi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap melalui ragam gerak permainan tradisional engklek
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama serta pemanasan fisik ringan peregangan tungkai dan sendi kaki (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengeksplorasi ragam gerak tengkak (lompat satu kaki) dan brok (mendarat dua kaki membuka) ke dalam tingkatan level gerak tari: rendah, sedang, dan tinggi (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik unjuk gerak: murid secara bersama diminta meragakan 1 kali posisi tengkak dan 1 kali posisi brok untuk memetakan kesiapan gerak dasar motorik (acuan ketepatan: gerak tengkak bertumpu pada 1 kaki dengan kaki lain ditekuk terangkat; gerak brok bertumpu seimbang pada 2 kaki membuka selebar bahu) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan demonstrasi dan penjelasan visual mengenai 3 tingkatan level gerak tari yang diterapkan pada motif engklek: (1) Level Rendah: tubuh merendah dekat lantai dengan lutut ditekuk dalam (posisi jongkok/mendekati lantai); (2) Level Sedang: posisi berdiri tegak normal dengan lutut sedikit lentur (posisi badan sejajar dada/pinggang penari); (3) Level Tinggi: melompat melayang ke udara atau bertumpu jinjit dengan tangan menjangkau ke atas (12 menit).
- Murid mengamati dan menirukan secara langsung contoh gerak tengkak level sedang (bertumpu satu kaki berdiri biasa) dan gerak brok level sedang (mendarat dua kaki berdiri sejajar) dengan berkesadaran merasakan pusat keseimbangan tubuh (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan eksplorasi 'Lampu Level Engklek' di mana guru menyebutkan kombinasi ragam gerak dan level secara acak, lalu seluruh murid mengeksplorasi bentuk geraknya di ruang gerak masing-masing dengan gembira dan antusias (15 menit).
- Murid secara mandiri mengeksplorasi 4 kombinasi ragam gerak dan level engklek berikut: (1) Tengkak Level Rendah: melompat bertumpu 1 kaki dengan lutut tekuk rendah mendekati lantai; (2) Tengkak Level Tinggi: melompat 1 kaki melayang ke udara dengan tolakan kuat ke atas; (3) Brok Level Rendah: mendarat 2 kaki membuka lebar dengan posisi jongkok merendah; (4) Brok Level Tinggi: melompat mendarat 2 kaki lalu melonjak jinjit dengan lengan terentang ke atas (20 menit).
- Guru melakukan observasi penilaian proses unjuk kerja eksplorasi, memberikan pendampingan langsung bagi murid yang membutuhkan penyesuaian keseimbangan, serta mencatat capaian eksplorasi level gerak murid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar melakukan pendinginan tubuh dan merefleksikan pengalaman fisik saat mengeksplorasi tingkatan level: merasakan perbedaan tumpuan otot dan tenaga saat berpindah dari level rendah ke level tinggi pada gerak tengkak dan brok (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali karakteristik 3 tingkatan level gerak tari (rendah, sedang, tinggi) yang dieksplorasi pada ragam gerak tengkak dan brok permainan engklek (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan dan umpan balik penguatan atas eksplorasi gerak tubuh yang telah dicapai (3 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (mengeksplorasi perubahan arah hadap dan lintasan kotak), memimpin doa penutup, dan mengakhiri sesi pembelajaran (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh peragaan visual langsung dengan variasi sudut pandang dan tingkat kerendahan tekukan lutut yang disesuaikan dengan rentang gerak murid.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menjaga keseimbangan pada level rendah diberikan opsi tumpuan tangan menyentuh lantai; bagi murid yang telah mahir diberikan tantangan mengeksplorasi transisi cepat berurutan antara level rendah langsung melonjak ke level tinggi.
- Produk: Variasi bentuk eksplorasi disesuaikan dengan fleksibilitas dan jangkauan gerak tubuh masing-masing murid tanpa mengubah hakikat tumpuan kaki pada gerak tengkak (1 kaki) dan brok (2 kaki).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk gerak diagnostik di awal pembelajaran: Murid meragakan 1 kali posisi tengkak dan 1 kali posisi brok secara mandiri (acuan ketepatan: gerak tengkak bertumpu pada 1 kaki dengan kaki lain ditekuk terangkat; gerak brok bertumpu seimbang pada 2 kaki membuka selebar bahu).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja eksplorasi ragam gerak tari: Guru mengamati ketepatan tumpuan dan kesesuaian tingkatan level pada 4 target gerak: (1) Tengkak Level Rendah (bertumpu 1 kaki lutut ditekuk dalam merendah dekat lantai); (2) Tengkak Level Tinggi (bertumpu 1 kaki melompat/terangkat menjangkau ke atas); (3) Brok Level Rendah (bertumpu 2 kaki posisi jongkok/merendah); (4) Brok Level Tinggi (bertumpu 2 kaki melompat/jinjit menjangkau ke atas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan tingkatan level gerak (rendah, sedang, tinggi) saat guru mendemonstrasikan 3 contoh posisi tubuh (acuan: posisi jongkok bertumpu 1 kaki = level rendah; posisi berdiri normal bertumpu 2 kaki = level sedang; posisi melompat menggapai ke atas = level tinggi).
Formatif:- Unjuk kerja eksplorasi ragam gerak tengkak dan brok pada tingkatan level rendah, sedang, dan tinggi menggunakan lembar observasi guru
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi ragam gerak tengkak sesuai tingkatan level tari (rendah, sedang, tinggi) | Belum mampu mengeksplorasi gerak tengkak pada tingkatan level tari; tumpuan 1 kaki belum stabil walau dengan bimbingan penuh guru. | Mengeksplorasi gerak tengkak hanya pada 1 tingkatan level secara tepat (misal level sedang saja) dan membutuhkan bimbingan untuk mencoba level lainnya. | Mengeksplorasi gerak tengkak pada minimal 2 dari 3 tingkatan level (rendah, sedang, tinggi) dengan bentuk tumpuan 1 kaki yang stabil secara mandiri. | Mengeksplorasi gerak tengkak secara lengkap pada ketiga tingkatan level (rendah, sedang, dan tinggi) dengan tumpuan 1 kaki yang kokoh, stabil, dan konsisten secara mandiri. | | Eksplorasi ragam gerak brok sesuai tingkatan level tari (rendah, sedang, tinggi) | Belum mampu mengeksplorasi gerak brok pada tingkatan level tari; posisi tumpuan 2 kaki belum membuka seimbang. | Mengeksplorasi gerak brok hanya pada 1 tingkatan level secara tepat (misal level sedang saja) dengan arahan guru. | Mengeksplorasi gerak brok pada minimal 2 dari 3 tingkatan level (rendah, sedang, tinggi) dengan tumpuan 2 kaki seimbang secara mandiri. | Mengeksplorasi gerak brok secara lengkap pada ketiga tingkatan level (rendah, sedang, dan tinggi) dengan artikulasi gerak tubuh dan tumpuan 2 kaki yang tepat serta konsisten secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan demonstrasi perbedaan level gerak (rendah, sedang, tinggi) dapat dipahami dan dieksplorasi dengan aman oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari variasi eksplorasi gerak tengkak dan brok yang paling menantang keseimbangan fisik murid?
Murid:- Level gerak mana yang paling mudah dan paling menantang bagimu saat melakukan gerak tengkak (lompat satu kaki)?
- Bagaimana caramu menjaga keseimbangan tubuh saat melakukan gerak brok pada level rendah?
Pertemuan 3 — Mengeksplorasi Perubahan Arah Hadap dan Lintasan Kotak pada Ragam Gerak Permainan Tradisional Engklek — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap melalui ragam gerak permainan tradisional engklek
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu pemanasan peregangan otot kaki serta pergelangan kaki secara teratur (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengeksplorasi perubahan arah hadap (depan, kanan, kiri, belakang) dan lintasan kotak pada ragam gerak melompat permainan engklek (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru memberikan instruksi gerak singkat kepada murid untuk merespons 3 aba-aba arah hadap: (1) 'Lompat satu kaki hadap depan', (2) 'Lompat satu kaki putar hadap kanan', (3) 'Lompat dua kaki putar hadap belakang' (acuan ketercapaian: murid mampu mengubah orientasi tubuh sesuai arah instruksi tanpa salah hadap) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mencermati simulasi lintasan 8 kotak engklek (tipe engklek pesawat) yang digambar di lantai kelas/aula, mendiskusikan lintasan lurus kotak 1-3, lintasan melebar di kotak 4-5 (sayap), kotak tunggal 6, dan kotak 7-8 di ujung sebagai titik putar balik (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan 4 perubahan arah hadap dalam ragam gerak engklek: (1) Hadap Depan pada kotak tunggal 1-3, (2) Hadap Samping Kanan/Kiri saat mendarat membuka dua kaki di kotak 4-5, (3) Putar Balik 180 Derajat Menghadap Belakang saat mendarat di kotak 7-8, dan (4) Hadap Serong saat melompat kembali ke garis awal (acuan gerak: tubuh tegak, pandangan dan torso berorientasi jelas sesuai arah hadap yang dituju) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Menggembirakan 'Tantangan Kompas Engklek': Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4 anak pada masing-masing lintasan kotak; secara bergantian tiap anak melompat menyusuri lintasan sambil mengeksekusi kartu perintah arah hadap yang diletakkan guru di samping kotak: Kotak 1-3 hadap depan, Kotak 4-5 hadap kanan, Kotak 6 hadap kiri, Kotak 7-8 putar hadap belakang (20 menit).
- Eksplorasi Mandiri dan Pengamatan Proses: Murid secara mandiri mencoba variasi lintasan pola kotak (maju lurus, zig-zag samping kanan-kiri, dan memutar) dengan mengombinasikan gerak satu kaki (tengkak) dan dua kaki (brok) serta mengubah arah hadap minimal 3 kali perubahan arah hadap yang berbeda dalam satu lintasan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dalam kelompok, saling mengamati dan memverifikasi apakah perubahan arah hadap yang dilakukan pasangannya sudah jelas orientasinya (depan, kanan, kiri, belakang) dan stabil saat mendarat di dalam kotak lintasan (10 menit).
Penutup:- Asesmen Akhir: Guru melakukan cek cepat dengan meminta 3 perwakilan murid mengeksekusi rangkaian 3 perubahan arah hadap di lintasan kotak: Kotak 1 hadap depan -> Kotak 2 putar hadap kiri -> Kotak 3 putar hadap belakang (acuan ketepatan: tubuh mendarat tepat pada kotak dan torso menghadap tepat ke arah yang ditentukan tanpa kehilangan keseimbangan) (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap eksplorasi arah hadap hari ini, melakukan pendinginan otot, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan lintasan kotak berukuran lebih besar (50x50 cm) dengan penanda panah arah hadap visual di tiap kotak; murid mahir mengeksplorasi lintasan kotak bentuk huruf T dengan perubahan arah hadap serong (diagonal).
- Proses: Murid yang masih ragu berlatih dengan tempo lambat dan panduan hitungan guru (1-8); murid yang cepat diberi kebebasan bereksplorasi mengubah arah hadap setiap 2 hitungan secara mandiri.
- Produk: Variasi rangkaian eksplorasi gerak: murid reguler menampilkan minimal 3 perubahan arah hadap; murid mahir menampilkan minimal 4 variasi perubahan arah hadap (depan, belakang, samping, serong) secara mulus menyusuri lintasan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Instruksi peragaan diagnostik 3 respons arah gerak di tempat: (1) lompat satu kaki hadap depan, (2) lompat satu kaki hadap kanan, (3) lompat dua kaki putar hadap belakang. (Acuan ketercapaian: murid merespons tepat 3 dari 3 arah hadap tanpa tertukar antara kanan, kiri, dan belakang).
Proses:- Observasi formatif saat murid melakukan 'Tantangan Kompas Engklek' dan eksplorasi mandiri di lintasan kotak: guru mengamati ketepatan perubahan arah hadap (depan, kanan, kiri, belakang) dan ketepatan mendarat di area lintasan kotak.
Akhir Pertemuan:- Peragaan cek pemahaman individu menyusuri lintasan 3 kotak engklek: (1) Kotak 1 lompat satu kaki hadap depan, (2) Kotak 2 lompat satu kaki hadap kiri, (3) Kotak 3 lompat dua kaki putar hadap belakang. (Acuan keberhasilan: murid berhasil mengeksekusi minimal 2 dari 3 perubahan arah hadap dengan orientasi tubuh yang presisi dan stabil di dalam kotak).
Formatif:- Unjuk kerja eksplorasi ragam gerak melompat engklek dengan variasi perubahan arah hadap dan lintasan kotak melalui lembar observasi pengamatan langsung
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Perubahan Arah Hadap pada Gerak Engklek | Belum mampu mengubah arah hadap saat melompat di lintasan kotak engklek (hanya menghadap ke satu arah depan secara kaku). | Mampu mengeksplorasi perubahan arah hadap pada gerak melompat engklek namun hanya mencakup 1-2 arah hadap (misal hanya depan dan samping) dan masih membutuhkan bantuan/arahan langsung dari guru. | Mampu mengeksplorasi 3 variasi perubahan arah hadap (depan, samping kanan/kiri, belakang) secara tepat dan mandiri saat menyusuri lintasan kotak engklek. | Mampu mengeksplorasi 4 variasi perubahan arah hadap (depan, samping kanan/kiri, belakang, dan serong/diagonal) secara luwes, tepat, konsisten, dan mandiri di seluruh lintasan kotak engklek. | | Penyesuaian Gerak Melompat dengan Lintasan Kotak | Gerakan melompat keluar dari batas lintasan kotak saat mencoba melakukan perpindahan posisi. | Mampu mendarat di dalam lintasan kotak pada lintasan lurus, namun kaki menginjak garis batas saat mencoba mengubah arah hadap. | Mampu mendarat tepat di dalam bidang lintasan kotak secara konsisten saat melakukan perubahan arah hadap pada ragam gerak satu kaki maupun dua kaki. | Mampu mengontrol pendaratan kaki tepat di tengah bidang lintasan kotak pada ragam gerak satu kaki dan dua kaki di setiap perubahan arah hadap dengan keseimbangan tubuh yang sangat terjaga. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain lintasan kotak engklek di lantai memudahkan seluruh murid mengeksplorasi perubahan arah hadap tubuh?
- Bagian perubahan arah hadap mana (samping, putar belakang, atau serong) yang paling memerlukan bimbingan teknik keseimbangan bagi murid?
Murid:- Arah hadap mana yang paling menantang bagimu saat melompat dengan satu kaki di dalam kotak engklek?
- Bagaimana cara tubuhmu menjaga keseimbangan saat harus berputar balik menghadap belakang?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Unsur Utama Tari Sesuai Level Gerak dan Perubahan Arah Hadap pada Contoh Karya Tari Bertema Engklek — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada karya tari bertema permainan tradisional engklek
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi unsur utama tari sesuai tingkatan level gerak dan perubahan arah hadap pada contoh karya tari bertema permainan engklek (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak visual sederhana: guru memperagakan 2 contoh posisi gerak diam dan murid mengidentifikasi level geraknya (Contoh 1: posisi jongkok bertumpu satu kaki -> acuan: level rendah; Contoh 2: posisi berdiri tegak mengangkat satu kaki -> acuan: level sedang) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak tayangan video cuplikan karya tari bertema engklek berdurasi pendek yang menampilkan ragam gerak melompat pada kotak engklek (10 menit).
- Guru memandu murid membedah 3 potongan adegan tari dalam video untuk memahami unsur utama tari pada aspek level gerak (rendah: posisi duduk/jongkok saat mengambil pecahan genting/gacuk; sedang: posisi berdiri melompat satu kaki biasa; tinggi: posisi melompat melayang ke udara di atas kotak) dan arah hadap (menghadap ke depan/penonton, ke samping kanan, ke samping kiri, dan membelakangi/ke belakang) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan observasi gerak 'Detektif Gerak Engklek': guru memutar ulang 4 fragmen gerak tari bertema engklek secara berurutan dan setiap pasangan bertugas mengamati serta mencocokkan kartu pengamatan (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengisi Lembar Identifikasi Gerak Tari Engklek berisi 4 butir analisis adegan tari berdasarkan video yang diamati: (1) Adegan penari melompat melayang tinggi dengan tubuh tegak menghadap ke depan -> acuan: level tinggi, arah hadap depan; (2) Adegan penari bertumpu satu lutut menyentuh lantai saat meraih gacuk menghadap ke sisi kanan panggung -> acuan: level rendah, arah hadap samping kanan; (3) Adegan penari melompat engklek biasa berputar menghadap ke arah belakang panggung -> acuan: level sedang, arah hadap belakang; (4) Adegan penari berdiri menekuk lutut separuh menghadap ke sisi kiri panggung -> acuan: level sedang, arah hadap samping kiri (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi pemeriksaan bersama terhadap lembar identifikasi yang telah diisi, di mana murid mencocokkan hasil identifikasinya dengan kunci acuan gerak dan mengoreksi pemahamannya secara jujur (15 menit).
- Murid merefleksikan tanda-tanda visual yang paling membantu mereka membedakan level tinggi, sedang, dan rendah serta bagaimana mengenali perubahan arah hadap penari dalam pertunjukan tari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengidentifikasi level gerak (posisi tubuh terhadap lantai) dan perubahan arah hadap (kemana penari menghadap) pada karya tari engklek (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam mengidentifikasi gerak dan menginformasikan bahwa pemahaman ini akan digunakan untuk mengembangkan variasi motif gerak pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan cuplikan video tari dengan penanda visual garis bantu ketinggian level gerak dan tanda panah kompas arah hadap bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah per langkah mengamati posisi kaki dan pandangan mata terlebih dahulu; murid yang cepat diminta mengidentifikasi kombinasi perpindahan level dan arah hadap dalam rangkaian adegan yang lebih cepat durasinya.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi melalui penulisan pada lembar kerja checklist atau melingkari simbol/ikon level dan arah hadap yang tersedia.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan dan peragaan diagnostik cepat: Guru memperagakan 2 posisi gerak dan meminta murid mengidentifikasi tingkatan levelnya. Butir 1: Guru berjongkok bertumpu satu kaki (Acuan jawaban: level rendah). Butir 2: Guru berdiri tegak mengangkat satu kaki menekuk (Acuan jawaban: level sedang).
Proses:- Lembar Identifikasi Gerak Tari Engklek (Formatif Tertulis): Murid mengidentifikasi 4 adegan tari dalam rekaman video dengan mencantumkan level gerak dan arah hadap secara tepat. Acuan kunci jawaban: Adegan 1 = level tinggi, arah depan; Adegan 2 = level rendah, arah samping kanan; Adegan 3 = level sedang, arah belakang; Adegan 4 = level sedang, arah samping kiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir (reflektif singkat): Murid menjawab secara tertulis 2 pertanyaan cek pemahaman: (1) Jika seorang penari melakukan gerak merayap atau berguling di lantai, tingkatan level gerak apa yang digunakan? (Acuan jawaban: level rendah); (2) Jika penari yang semula menghadap penonton kemudian membalikkan badan membelakangi penonton, ke arah mana hadap penari tersebut? (Acuan jawaban: arah belakang).
Formatif:- Penilaian tes tulis objektif/lembar identifikasi gerak tari mengenai level gerak dan arah hadap berdasarkan pengamatan video tari bertema engklek.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Level Gerak pada Karya Tari Bertema Engklek | Belum mampu mengidentifikasi level gerak (tepat 0 atau 1 dari 4 adegan pada lembar identifikasi: Adegan 1 level tinggi, Adegan 2 level rendah, Adegan 3 level sedang, Adegan 4 level sedang). | Mampu mengidentifikasi level gerak secara tepat pada 2 dari 4 adegan karya tari bertema engklek sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi level gerak secara tepat pada 3 dari 4 adegan karya tari bertema engklek sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi level gerak secara tepat pada seluruh 4 adegan karya tari bertema engklek sesuai acuan (Adegan 1 level tinggi, Adegan 2 level rendah, Adegan 3 level sedang, Adegan 4 level sedang) secara mandiri. | | Identifikasi Perubahan Arah Hadap pada Karya Tari Bertema Engklek | Belum mampu mengidentifikasi arah hadap (tepat 0 atau 1 dari 4 adegan pada lembar identifikasi: Adegan 1 arah depan, Adegan 2 arah samping kanan, Adegan 3 arah belakang, Adegan 4 arah samping kiri). | Mampu mengidentifikasi perubahan arah hadap secara tepat pada 2 dari 4 adegan karya tari bertema engklek sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi perubahan arah hadap secara tepat pada 3 dari 4 adegan karya tari bertema engklek sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi perubahan arah hadap secara tepat pada seluruh 4 adegan karya tari bertema engklek sesuai acuan (Adegan 1 arah depan, Adegan 2 arah samping kanan, Adegan 3 arah belakang, Adegan 4 arah samping kiri) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media video tari bertema engklek yang ditampilkan sudah cukup jelas memperlihatkan perbedaan level gerak dan perubahan arah hadap?
- Bagian mana dari unsur level atau arah hadap yang masih sering tertukar oleh murid saat melakukan pengamatan?
Murid:- Gerakan mana dalam video tari bertema engklek yang paling mudah kamu kenali level geraknya?
- Apakah kamu dapat membedakan dengan jelas saat penari berganti arah hadap dari depan ke samping atau belakang?
Pertemuan 5 — Mengembangkan Motif Gerak Lompatan Engklek Menggunakan Variasi Level dan Perubahan Arah Hadap — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.5 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap berdasarkan motif gerak permainan tradisional engklek
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengembangkan motif gerak lompatan engklek (tengkak/satu kaki dan brok/dua kaki) menggunakan variasi level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan variasi perubahan arah hadap (depan, samping kanan/kiri, belakang) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui instruksi gerak singkat: murid diminta memperagakan 1 contoh gerak level rendah (jongkok bertumpu) dan 1 contoh perubahan arah hadap (menghadap depan lalu berputar menghadap belakang) untuk memetakan kesiapan gerak dasar (acuan ketercapaian: murid mampu membedakan sikap badan rendah/di lantai dan mampu memutar tubuh 180 derajat ke belakang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru mengenai motif gerak dasar lompatan engklek, yaitu gerak tengkak (lompat bertumpu 1 kaki) dan gerak brok (mendarat bertumpu 2 kaki membuka selebar bahu) yang dilakukan secara netral di tempat (5 menit).
- Guru memberikan demonstrasi bagaimana motif lompatan tersebut dapat dikembangkan melalui variasi level gerak: level rendah (lompat dengan lutut ditekuk dalam/merendah mendekati lantai), level sedang (lompat posisi berdiri lutut mengeper biasa), dan level tinggi (lompat melambung ke atas diiringi jinjit atau rentangan tangan ke atas) (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan pengembangan motif lompatan melalui variasi perubahan arah hadap: hadap depan (0 derajat), hadap kanan/kiri (90 derajat), dan hadap belakang (180 derajat) saat melompat tengkak maupun brok (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan gerak kreatif 'Lompat Kartu Variasi': guru mengangkat kartu kombinasi (contoh: 'Tengkak - Level Rendah - Hadap Samping Kanan' atau 'Brok - Level Tinggi - Hadap Belakang') dan murid secara serentak merespons dengan menciptakan bentuk gerak lompatan sesuai kombinasi tersebut secara gembira (15 menit).
- Murid secara mandiri menyusun dan mengembangkan 3 ragam motif gerak tari baru yang bersumber dari lompatan engklek, dengan ketentuan wajib memuat: Ragam 1 (motif tengkak level rendah dengan arah hadap depan/samping), Ragam 2 (motif brok level sedang dengan perubahan arah hadap memutar ke samping/belakang), dan Ragam 3 (motif tengkak/brok level tinggi dengan perubahan arah hadap kembali ke depan) (10 menit).
- Murid melatih dan mematangkan rangkaian 3 motif gerak tari hasil pengembangannya sendiri dengan memperhatikan kesinambungan perpindahan level dan arah hadap (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan peragaan mandiri bergiliran di tempat masing-masing untuk menunjukkan 3 motif gerak hasil pengembangannya, sementara guru melakukan observasi formatif (10 menit).
- Murid mengidentifikasi bagian motif gerak ciptaannya sendiri yang dirasa paling lancar atau paling menantang saat mengubah level dan arah hadap secara sadar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai ketepatan dan variasi level serta arah hadap yang telah berhasil dikembangkan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa motif gerak permainan engklek dapat diubah menjadi gerak tari yang menarik melalui eksplorasi level dan arah hadap (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan mengingatkan murid untuk menjaga kebugaran tubuh guna persiapan merangkai gerak di pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual berupa kartu gambar posisi level gerak (rendah, sedang, tinggi) dan diagram kompas arah hadap (depan, kanan, kiri, belakang) bagi murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan menjaga keseimbangan pada lompatan satu kaki (tengkak), diperbolehkan mengembangkan variasi level menggunakan tumpuan dua kaki (brok) terlebih dahulu sebelum menggabungkannya dengan perubahan arah hadap. Bagi murid yang cepat menguasai, diberikan tantangan menghubungkan 4 perubahan arah hadap secara beruntun pada level tinggi dan rendah.
- Produk: Hasil pengembangan motif gerak tari dapat disesuaikan rentang jangkauan geraknya sesuai fleksibilitas dan kenyamanan fisik masing-masing anak, asalkan memuat minimal 3 ragam gerak dengan perbedaan level (rendah/sedang/tinggi) dan perubahan arah hadap yang terlihat jelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik unjuk kerja singkat di pendahuluan: Guru memberikan instruksi peragaan 2 elemen dasar: (1) Peragakan 1 sikap badan level rendah; (2) Peragakan 1 perubahan arah hadap memutar 180 derajat ke belakang. (Acuan ketercapaian: Butir 1 tercapai bila posisi panggul/badan merendah mendekati lantai; Butir 2 tercapai bila tubuh berputar berbalik arah membelakangi arah semula tanpa kehilangan keseimbangan).
Proses:- Formatif proses selama tahap Mengaplikasi: Lembar ceklis pengamatan pengembangan motif gerak mandiri dengan acuan: (1) Motif Ragam 1 memuat gerak lompatan engklek level rendah; (2) Motif Ragam 2 memuat gerak lompatan engklek level sedang dengan arah hadap samping/belakang; (3) Motif Ragam 3 memuat gerak lompatan engklek level tinggi dengan perubahan arah hadap kembali ke depan. Guru memberikan bimbingan langsung bagi murid yang belum membedakan tinggi-rendahnya level gerak.
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian akhir sesi pada tahap Merefleksi: Murid meragakan 3 motif gerak hasil pengembangan secara mandiri. Kriteria ketercapaian: Murid berhasil menunjukkan minimal 3 ragam motif gerak lompatan engklek yang secara jelas membedakan minimal 2 level gerak (rendah/sedang/tinggi) dan minimal 2 perubahan arah hadap (depan/samping/belakang).
Formatif:- Observasi unjuk kerja gerak: Pengamatan sistematis saat murid mengembangkan dan meragakan 3 motif gerak lompatan engklek menggunakan lembar ceklis ketercapaian variasi level (rendah, sedang, tinggi) dan perubahan arah hadap (depan, samping, belakang).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Variasi Level Gerak pada Motif Lompatan Engklek | Belum mampu mengembangkan motif gerak lompatan engklek ke dalam variasi level; seluruh gerakan lompat dilakukan hanya pada satu level (sedang saja). | Mampu mengembangkan motif gerak lompatan engklek dengan 1 variasi level lain (misalnya sedang ke tinggi) namun perpindahan level masih kaku dan belum konsisten. | Mampu mengembangkan motif gerak lompatan engklek secara mandiri dengan memadukan 2 tingkatan level (rendah dan sedang, atau sedang dan tinggi) secara jelas dan teratur. | Mampu mengembangkan motif gerak lompatan engklek secara mandiri dan luwes dengan memadukan lengkap 3 tingkatan level gerak (rendah, sedang, dan tinggi) secara tepat dan stabil. | | Pengembangan Perubahan Arah Hadap pada Motif Lompatan Engklek | Belum mampu menerapkan perubahan arah hadap saat melompat; seluruh gerakan lompatan engklek hanya menghadap ke satu arah depan. | Mampu mengubah arah hadap saat melompat engklek ke 1 arah baru (misalnya menghadap samping saja), namun masih ragu-ragu dan kehilangan poros tumpuan. | Mampu mengembangkan motif gerak lompatan engklek dengan 2 variasi perubahan arah hadap (misalnya depan lalu samping atau belakang) secara terkontrol. | Mampu mengembangkan motif gerak lompatan engklek dengan 3 atau lebih variasi perubahan arah hadap (depan, samping kanan/kiri, dan belakang/memutar) secara stabil dan lancar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan demonstrasi variasi level serta arah hadap mudah dipahami dan ditiru oleh seluruh murid?
- Bagaimana respons murid terhadap permainan kartu variasi dalam memicu ide gerak tari baru?
- Apakah ada murid yang mengalami kendala fisik/keseimbangan saat mengubah arah hadap pada level rendah atau tinggi, dan bagaimana scaffolding yang efektif untuknya?
Murid:- Variasi level gerak mana (rendah, sedang, atau tinggi) yang paling kamu sukai saat melompat engklek?
- Kesulitan apa yang kamu rasakan saat harus melompat sambil mengubah arah hadap badanmu?
- Bagaimana perasaanmu ketika berhasil menciptakan gerakan lompatan baru yang berbeda dari permainan engklek biasa?
Pertemuan 6 — Meragakan Rangkaian Hasil Tari Bertema Permainan Tradisional Engklek secara Kooperatif dalam Kelompok — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.6 Meragakan hasil tari bertema permainan tradisional engklek dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan presensi murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6 yaitu meragakan rangkaian tari bertema permainan engklek secara kooperatif dalam kelompok (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid secara berpasangan mempraktikkan 2 ragam motif gerak engklek (lompatan satu kaki tengkak dan lompatan dua kaki brok) dengan hitungan bersama untuk melihat kesiapan awal koordinasi gerak kelompok (acuan kesiapan: mampu melompat tengkak dan mendarat brok serempak mengikuti hitungan 1-8 tanpa terjatuh) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama kelompoknya menyimak penjelasan guru dan demonstrasi acuan rangkaian 4 ragam gerak tari engklek yang harus diragakan secara kooperatif: Ragam 1 (Gerak melempar gacuk/batu dengan level sedang), Ragam 2 (Lompatan satu kaki tengkak maju melintasi kotak dengan level sedang), Ragam 3 (Lompatan dua kaki brok dengan perubahan arah hadap ke kanan dan kiri), dan Ragam 4 (Gerak jongkok mengambil gacuk dengan level rendah lalu berdiri) (10 menit).
- Murid dalam kelompok mengamati dan mendiskusikan kesepakatan tempo hitungan (1x8 per ragam gerak) serta pembagian posisi berdiri agar peragaan kelompok selaras dan tidak saling bertubrukan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berkelompok (4-5 murid) berlatih meragakan rangkaian 4 ragam gerak tari engklek (Ragam 1 melempar gacuk, Ragam 2 lompatan tengkak, Ragam 3 lompatan brok variasi hadap, Ragam 4 jongkok level rendah) dengan memadukan keserempakan hitungan dan kerja sama kelompok (15 menit).
- Kelompok memainkan tantangan menggembirakan 'Permainan Cermin Engklek': satu pasang murid menjadi pemimpin tempo gerak tari dan pasangan lainnya mengikuti ragam gerak yang sama secara kooperatif bergantian untuk memperkuat keselarasan dan rasa saling menghargai (15 menit).
- Setiap kelompok meragakan rangkaian tarian bertema engklek secara utuh dari Ragam 1 hingga Ragam 4 di depan teman sekelas secara bergantian dengan menunjukkan kerja sama kooperatif yang solid (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Kelompok yang sedang tidak tampil memberikan apresiasi tepuk tangan dan umpan balik lisan terarah terhadap peragaan gerak kelompok yang tampil mengenai keserempakan dan kerja sama gerak (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya sikap kooperatif, saling menyelaraskan tempo, dan saling menghargai dalam meragakan karya tari kelompok bertema engklek (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok selama meragakan tarian engklek (3 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 7: Meragakan Kekompakan dan Sikap Saling Menghargai dalam Peragaan Tari Kelompok Bertema Engklek) (1 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan urutan 4 ragam gerak engklek bergambar untuk kelompok yang memerlukan pengingat visual urutan gerak.
- Proses: Kelompok yang sudah lancar menyelaraskan 4 ragam gerak diberikan variasi transisi formasi hadap, sedangkan kelompok yang masih membutuhkan bimbingan berlatih dengan pendampingan ketukan hitungan guru.
- Produk: Peragaan kelompok dinilai dari keterpaduan meragakan 4 ragam gerak engklek secara kooperatif dan serempak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja berpasangan: Murid meragakan gerak lompat satu kaki (tengkak) 4 hitungan dan mendarat dua kaki (brok) 4 hitungan bersama pasangan. (Acuan: Murid dinyatakan siap jika mampu melakukan lompatan tengkak dan brok serempak mengikuti hitungan 1-8 bersama pasangannya tanpa kehilangan keseimbangan).
Proses:- Pengamatan performa kelompok selama latihan dan peragaan: Memeriksa apakah kelompok mampu meragakan 4 ragam gerak (Ragam 1: lempar gacuk level sedang, Ragam 2: lompat tengkak melintasi kotak, Ragam 3: lompat brok ubah arah hadap, Ragam 4: jongkok ambil gacuk level rendah) secara kooperatif, berurutan, dan selaras hitungan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan akhir: Setiap kelompok meragakan rangkaian utuh 4 ragam gerak tari engklek di hadapan guru dan teman. (Acuan ketercapaian: Kelompok mampu meragakan secara kooperatif seluruh 4 ragam gerak tari engklek secara lengkap sesuai urutan dari Ragam 1 sampai Ragam 4 dengan hitungan seragam dan sikap saling menghargai).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan tari kelompok menggunakan lembar observasi kerja sama dan keselarasan gerak.
- Umpan balik lisan langsung saat kelompok berlatih dan meragakan rangkaian gerak tari engklek.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Rangkaian Gerak Tari Engklek secara Kooperatif | Meragakan kurang dari 2 ragam gerak engklek, gerakan belum selaras dengan anggota kelompok, dan belum menunjukkan kerja sama saat meragakan tari. | Meragakan 2 dari 4 ragam gerak engklek secara tepat, keselarasan gerak antar-anggota kelompok masih sering terputus, dan mulai menunjukkan usaha bekerja sama dengan bimbingan guru. | Meragakan 3 hingga 4 ragam gerak engklek secara berurutan, gerakan selaras dengan kelompok, dan bekerja secara kooperatif serta saling menghargai selama peragaan. | Meragakan seluruh 4 ragam gerak engklek secara utuh, konsisten selaras dan serempak mengikuti hitungan bersama kelompok secara mandiri, serta memperlihatkan kerja sama kooperatif dan saling menghargai yang sangat solid tanpa perlu diarahkan ulang oleh guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan dan peragaan kelompok telah mencukupi bagi seluruh murid untuk meragakan tarian engklek secara kooperatif?
- Bagaimana tingkat partisipasi dan kerja sama murid di setiap kelompok saat meragakan rangkaian gerak tari engklek?
Murid:- Bagian ragam gerak tari engklek mana yang paling menyenangkan saat diragakan bersama teman kelompokmu?
- Apa yang sudah kamu lakukan untuk membantu kelompokmu agar dapat menari dengan kompak dan selaras?
Pertemuan 7 — Meragakan Kekompakan dan Sikap Saling Menghargai dalam Peragaan Tari Kelompok Bertema Engklek — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.6 Meragakan hasil tari bertema permainan tradisional engklek dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih kekompakan dan sikap saling menghargai dalam meragakan tari kelompok bertema engklek (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan meminta setiap murid meragakan 1 contoh gerak melompat engklek serentak bersama teman sebangku sesuai aba-aba ketukan tempo (acuan: ketukan 1-2 melompat bertumpu satu kaki, ketukan 3-4 mendarat dua kaki secara serentak) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan 2 indikator peragaan kooperatif: (1) keselarasan tempo lompatan antarpenari dan (2) sikap saling menghargai dengan menjaga ruang gerak teman tanpa saling bertubrukan (10 menit).
- Murid berdiskusi singkat di dalam kelompok masing-masing (4-5 murid per kelompok) untuk membagi peran lintasan dan menyepakati sinyal hitungan bersama (1-8) agar peragaan tari engklek kompak (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dalam kelompok memainkan permainan tantangan gerak serempak 'Engklek Cermin' di mana seluruh anggota meragakan 3 motif gerak engklek (lompat satu kaki/tengkak, mendarat dua kaki/brok, dan putar hadap) secara serentak mengikuti ketukan rebana guru (15 menit).
- Setiap kelompok berlatih meragakan rangkaian utuh tari bertema engklek secara berulang, saling menyesuaikan kecepatan langkah, serta menjaga keselarasan formasi kelompok secara kooperatif (20 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran meragakan rangkaian tari bertema permainan engklek di area tari kelas, sementara kelompok yang belum tampil mengamati kekompakan dan peragaan teman dengan tertib (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Kelompok mendiskusikan keberhasilan kerja sama mereka: apakah gerakan sudah serempak dan bagaimana anggota saling mendukung selama peragaan berlangsung (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keselarasan gerak dan sikap saling menghargai agar tari kelompok bertema engklek terlihat kompak dan harmonis (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi terhadap kerja sama kelompok dan menutup perjumpaan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan menggunakan hitungan tempo lambat (hitungan 1-4 per motif), sedangkan kelompok yang sudah mahir menggunakan variasi tempo normal hingga dinamis (hitungan 1-8 penuh).
- Proses: Kelompok pemula didampingi guru dengan hitungan ketukan verbal langsung; kelompok mahir berlatih mandiri dengan penanda hitungan yang ditentukan sendiri antaranggota.
- Produk: Semua kelompok meragakan tari engklek secara kooperatif; kelompok pemula fokus pada keserempakan 2 motif dasar, sedangkan kelompok mahir meragakan rangkaian 3 motif gerak lengkap secara kompak.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan unjuk kerja singkat: Murid meragakan 1 gerak lompat engklek bersama teman sebangku mengikuti 4 ketukan tempo guru (acuan: ketukan 1-2 melompat dengan satu kaki/tengkak serentak, ketukan 3-4 mendarat dua kaki/brok secara bersamaan tanpa mendahului atau tertinggal).
Proses:- Observasi formatif saat latihan dan peragaan tari kelompok: Menilai keterlaksanaan 2 indikator kooperatif: (1) Keselarasan tempo gerak lompatan engklek antaranggota, (2) Sikap saling menghargai ruang gerak teman (tidak saling bertubrukan dan saling menyesuaikan ritme).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman peragaan kooperatif: Guru mengajukan pertanyaan cek langsung kepada setiap perwakilan kelompok mengenai keselarasan gerak mereka: 'Sebutkan 1 hal yang kelompokmu lakukan untuk menjaga agar lompatan tari engklek tetap kompak bersama!' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan tindakan kooperatif konkret, seperti menyamakan aba-aba hitungan bersama atau saling melihat kesiapan teman).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja peragaan tari kooperatif (mengamati kekompakan keselarasan tempo gerak dan sikap saling menghargai ruang gerak teman).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kekompakan Keselarasan Gerak Tari | Meragakan rangkaian gerak tari engklek secara individual tanpa memperhatikan tempo anggota kelompok lain sehingga peragaan tidak selaras. | Meragakan rangkaian gerak tari engklek dengan berusaha menyelaraskan tempo, namun masih sering mendahului atau tertinggal dari anggota kelompok. | Meragakan rangkaian gerak tari engklek secara kompak dan selaras dengan tempo gerak seluruh anggota kelompok pada sebagian besar rangkaian. | Meragakan rangkaian gerak tari engklek secara konsisten kompak, selaras, dan serempak dengan tempo seluruh anggota kelompok dari awal hingga akhir peragaan. | | Sikap Kooperatif dan Saling Menghargai | Belum menunjukkan kerja sama, bergerak tanpa mempedulikan ruang gerak teman sehingga terjadi tubrukan atau saling menghalangi. | Mulai menunjukkan kerja sama dengan memperhatikan posisi teman setelah diingatkan guru agar tidak saling menghalangi ruang gerak. | Menunjukkan kerja sama yang baik dan saling menghargai ruang gerak teman secara mandiri sehingga peragaan kelompok berjalan tertib. | Menunjukkan sikap kooperatif tinggi, secara aktif dan konsisten saling menyesuaikan posisi serta menjaga ruang gerak bersama demi keberhasilan tim. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan kelompok cukup bagi murid untuk menyelaraskan tempo gerak tari engklek?
- Bagaimana dinamika kerja sama antaranggota kelompok terbangun selama peragaan berlangsung?
Murid:- Bagian tarian mana yang paling kompak saat diragakan bersama teman kelompokmu?
- Apa yang kamu lakukan agar tidak bertubrukan dengan teman saat melompat di lintasan tari?
Pertemuan 8 — Menilai Pencapaian Diri dan Menunjukkan Usaha Belajar Menyelesaikan Aktivitas Tari Permainan Tradisional Engklek — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.4 Menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari bertema permainan tradisional engklek
- TP 4.2.7 Menerima proses pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin tahu dan dapat menunjukkan usaha yang berdampak pada kemampuan diri dalam menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari bertema permainan tradisional engklek
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menilai pencapaian diri sendiri dan mengidentifikasi usaha belajar yang telah dilakukan selama pembelajaran tari bertema engklek (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan refleksi dengan meminta murid memilih satu kartu emotikon kondisi kesiapan belajar: kartu hijau (sudah tahu apa yang bisa dan belum bisa dilakukan dalam tari engklek) atau kartu kuning (masih bingung menilai kemampuan diri) (acuan respon: murid memilih salah satu kartu secara jujur sesuai kesadaran dirinya) (5 menit).
- Guru menghubungkan pengalaman latihan gerak tari engklek dari pertemuan sebelumnya dengan pentingnya mengenali kemajuan diri secara jujur (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan penguatan materi tentang cara menilai pencapaian diri secara jujur dan bagaimana menerima setiap proses belajar dengan rasa ingin tahu dan usaha perbaikan (10 menit).
- Guru memperkenalkan 3 indikator penilaian pencapaian diri tari engklek pada lembar refleksi: (1) Penguasaan motif lompatan satu kaki (tengkak) dan mendarat dua kaki (brok); (2) Kesesuaian penerapan level (rendah, sedang, tinggi); (3) Kesesuaian perubahan arah hadap (depan, belakang, samping) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas 'Jejak Lompat Bintang', murid mempraktikkan simulasi kilas balik mandiri: mencoba kembali secara bergiliran 3 motif engklek di tempat masing-masing untuk merasakan tingkat kemahiran diri sendiri secara riang dan bersemangat (15 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Penilaian Diri (LPD) yang memuat 3 aspek pencapaian diri dengan pilihan skala (1 = Belum Mampu, 2 = Cukup Mampu, 3 = Sangat Mampu) beserta bukti pengalaman gerak yang dirasakan (acuan pengisian: murid memberi tanda centang pada ketiga butir: motif lompatan tengkak/brok, penerapan level gerak, dan perubahan arah hadap) (15 menit).
- Murid menuliskan wujud usaha konkret yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dirinya pada lembar yang sama (acuan pengisian: menuliskan minimal 1 usaha nyata, misalnya mengulang latihan lompatan seimbang di rumah atau memperhatikan hitungan gerak secara tekun) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil penilaian dirinya dan menandatangani 'Janji Usaha Belajar' pada lembar kerja sebagai bentuk penerimaan proses dan komitmen meningkatkan kemampuan gerak tari (10 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kejujuran seluruh murid dalam menilai pencapaian diri dan mengakui proses usaha belajarnya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mengenali kekuatan dan kelemahan diri serta terus berusaha adalah kunci keberhasilan dalam belajar seni tari (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat agar murid mempertahankan usaha belajarnya untuk persiapan peragaan karya di pertemuan berikutnya, kemudian menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar penilaian diri dengan panduan ikon gambar gerak engklek bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan lembar deskriptif bagi murid yang mandiri.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan mengidentifikasi kendala gerak dirinya, serta memberikan keleluasaan bagi murid cepat untuk merumuskan lebih dari 1 rencana usaha tindak lanjut.
- Produk: Pernyataan usaha belajar dapat diungkapkan dalam bentuk kalimat tertulis singkat atau gambar simbol usaha yang disertai keterangan lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan kesiapan diagnostik: 'Pilihlah satu kartu emotikon: kartu hijau (saya sudah menyadari gerakan tari engklek mana yang paling mudah dan paling sulit bagi saya) atau kartu kuning (saya belum tahu gerakan mana yang menjadi kelebihan atau kekurangan saya)?' (Acuan verifikasi: Murid mengacungkan kartu hijau atau kartu kuning secara jujur; guru memetakan murid berstatus kartu kuning untuk mendapatkan bimbingan telaah gerak mandiri).
Proses:- Observasi pengisian lembar penilaian diri: Guru mengamati kemandirian dan kesungguhan murid saat menilai 3 aspek gerak tari engklek (tengkak/brok, level gerak, dan arah hadap) serta merumuskan usaha belajar perbaikan (Kriteria penerimaan: ketiga aspek tercentang dengan bukti nyata dan minimal 1 usaha belajar konkret tercatat).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan akhir pemahaman diri: Murid menyerahkan lembar 'Janji Usaha Belajar' yang memuat penilaian diri lengkap dan 1 pernyataan usaha belajar konkret (Acuan kelengkapan: memuat penilaian 3 aspek gerak dan minimal 1 kalimat usaha konkret seperti 'Saya akan berlatih menahan keseimbangan kaki satu hitungan 1-4').
Formatif:- Penilaian diri (self-assessment) menggunakan lembar refleksi pencapaian gerak tari bertema engklek dan catatan bukti usaha belajar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan Menilai Pencapaian Diri (TP 4.2.4) | Belum mampu menentukan tingkat kemampuan diri pada 3 aspek gerak tari engklek secara mandiri (membutuhkan bantuan penuh guru untuk memilih skala). | Mampu menentukan tingkat kemampuan diri pada 1-2 aspek gerak tari engklek (tengkak/brok, level gerak, atau perubahan arah hadap) secara jujur. | Mampu menilai tingkat pencapaian diri pada ketiga aspek gerak tari engklek (tengkak/brok, level gerak, dan perubahan arah hadap) secara jujur dan mandiri. | Mampu menilai tingkat pencapaian diri pada ketiga aspek gerak tari engklek secara konsisten, jujur, mandiri, serta disertai catatan pengalaman gerak yang spesifik. | | Penerimaan Proses dan Usaha Belajar (TP 4.2.7) | Belum menunjukkan penerimaan proses belajar dan belum dapat merumuskan usaha perbaikan untuk menyelesaikan aktivitas tari engklek. | Menerima proses belajar namun rumusan usaha perbaikan masih bersifat umum dan belum terhubung langsung dengan kendala gerak tari engklek. | Menerima proses belajar dengan rasa ingin tahu serta menunjukkan minimal 1 usaha belajar konkret yang berdampak pada peningkatan kemampuan tari engklek. | Menerima proses belajar secara antusias, menunjukkan rasa ingin tahu tinggi, serta merumuskan lebih dari 1 usaha belajar konkret yang terencana secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instrumen lembar penilaian diri mempermudah murid dalam merefleksikan kemampuan gerak tari engklek secara objektif?
- Bagaimana respons dan kesungguhan murid dalam merumuskan usaha perbaikan belajarnya?
Murid:- Bagian gerak tari engklek mana yang paling kamu banggakan karena sudah berhasil kamu kuasai?
- Apa tindakan nyata yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki gerakan tari yang masih terasa sulit bagimu?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengamati bentuk penyajian tari berdasarkan latar belakang permainan tradisional engklek
- TP 4.2.2 Mengeksplorasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap melalui ragam gerak permainan tradisional engklek
- TP 4.2.3 Mengidentifikasi unsur utama tari sesuai level gerak dan perubahan arah hadap pada karya tari bertema permainan tradisional engklek
- TP 4.2.4 Menilai pencapaian diri saat melakukan aktivitas pembelajaran tari bertema permainan tradisional engklek
- TP 4.2.5 Mengembangkan gerak dengan unsur utama tari, level, dan perubahan arah hadap berdasarkan motif gerak permainan tradisional engklek
- TP 4.2.6 Meragakan hasil tari bertema permainan tradisional engklek dengan bekerja secara kooperatif untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dan saling menghargai demi tercapainya tujuan bersama
- TP 4.2.7 Menerima proses pembelajaran sehingga tumbuh rasa ingin tahu dan dapat menunjukkan usaha yang berdampak pada kemampuan diri dalam menyelesaikan aktivitas pembelajaran tari bertema permainan tradisional engklek
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas/panggung mini untuk unjuk kerja peragaan tari (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu penampilan karya tari kelompok bertema engklek dan pengisian lembar penilaian diri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan rubrik peragaan tari kelompok (kriteria: kesesuaian latar belakang engklek, variasi 3 level gerak rendah-sedang-tinggi, perubahan arah hadap, kekompakan kooperatif, dan kesungguhan usaha), tata tertib giliran tampil 7 kelompok, serta panduan tanya jawab lisan singkat 1 menit (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1: Penampilan tari bertema engklek secara berkelompok oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid, alokasi 7 menit per kelompok termasuk persiapan masuk-keluar panggung dan tanya jawab lisan singkat 1 menit mengenai latar belakang engklek serta unsur gerak; total 7 kelompok x 7 menit = 49 menit) sementara kelompok lain menyimak dengan tertib, dan guru melakukan penilaian observasi kinerja menggunakan rubrik (49 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2: Guru membagikan lembar penilaian diri, lalu seluruh murid secara serentak dan mandiri mengisi lembar refleksi diri berskala senyum/ceklis yang memuat pencapaian gerak level (rendah, sedang, tinggi), arah hadap (depan, samping, belakang/serong), serta kerja sama dan usaha belajar selama Bab 2 (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar penilaian diri murid dan mengajak murid memaknai pengalaman tampil bersama kelompok serta merayakan usaha belajar yang telah diselesaikan (6 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas peragaan tari dan sikap kooperatif seluruh kelompok serta kejujuran murid dalam mengisi penilaian diri (3 menit).
- Guru menutup pertemuan asesmen sumatif bab dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan bantuan visual/ruang diposisikan pada area gerak tengah yang mudah terlihat teman sekelompok; instruksi tanya jawab lisan disampaikan secara jelas dan berulang tanpa menurunkan kriteria ketercapaian rubrik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan tampil kelompok (kelengkapan anggota 4 orang per kelompok dan kesiapan urutan giliran 7 kelompok) serta konfirmasi pemahaman petunjuk teknis tampil (acuan: seluruh 7 kelompok siap urutan dan memahami aturan durasi 7 menit).
Proses:- Observasi guru menggunakan rubrik unjuk kerja tari kelompok saat masing-masing kelompok memeragakan tari bertema engklek dan menjawab tanya jawab lisan singkat 1 menit.
Sumatif Bab:- unjuk kerja peragaan tari kelompok dan lembar refleksi diri: penampilan tari kreasi permainan tradisional engklek beregu yang menerapkan unsur utama tari, variasi level, dan perubahan arah hadap secara kooperatif, serta lembar penilaian diri murid tentang pencapaian gerak dan sikap belajar
- unjuk kerja kelompok: penampilan tari bertema engklek secara berkelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing tampil 7 menit termasuk persiapan dan tanya jawab lisan singkat 1 menit mengenai latar belakang engklek serta unsur gerak; 7 kelompok x 7 menit = 49 menit, muat satu kelas) yang dinilai dari kesesuaian latar belakang, variasi level, arah hadap, kekompakan bekerja sama, dan kesungguhan usaha (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari kelompok dan lembar observasi perilaku)
- penilaian diri: lembar penilaian diri murid berisi centang dan ulasan sederhana mengenai pencapaian gerak level, arah hadap, serta kerja sama selama pembelajaran tari engklek yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: lembar penilaian diri murid berskala senyum/ceklis)
Sumatif:- unjuk kerja peragaan tari kelompok dan lembar refleksi diri: penampilan tari kreasi permainan tradisional engklek beregu yang menerapkan unsur utama tari, variasi level, dan perubahan arah hadap secara kooperatif, serta lembar penilaian diri murid tentang pencapaian gerak dan sikap belajar
- unjuk kerja kelompok: penampilan tari bertema engklek secara berkelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing tampil 7 menit termasuk persiapan dan tanya jawab lisan singkat 1 menit mengenai latar belakang engklek serta unsur gerak; 7 kelompok x 7 menit = 49 menit, muat satu kelas) yang dinilai dari kesesuaian latar belakang, variasi level, arah hadap, kekompakan bekerja sama, dan kesungguhan usaha (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari kelompok dan lembar observasi perilaku)
- penilaian diri: lembar penilaian diri murid berisi centang dan ulasan sederhana mengenai pencapaian gerak level, arah hadap, serta kerja sama selama pembelajaran tari engklek yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: lembar penilaian diri murid berskala senyum/ceklis)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Latar Belakang & Ragam Gerak Engklek (Acuan: memuat motif lompatan engklek seperti tengkak/satu kaki dan brok/dua kaki) | Memeragakan gerak tanpa memuat motif engklek yang dapat dikenali. | Memeragakan gerak yang memuat 1 motif engklek (tengkak saja atau brok saja) tetapi belum konsisten. | Memeragakan gerak yang memuat 2 motif engklek (tengkak dan brok) secara tepat dan konsisten. | Memeragakan gerak yang memuat 2 motif engklek (tengkak dan brok) secara tepat, konsisten, dan sangat selaras dengan alur permainan. | | Penerapan Variasi Level Gerak (Acuan: memuat level rendah, sedang, dan tinggi) | Hanya menerapkan 1 tingkatan level gerak sepanjang penampilan. | Menerapkan 2 tingkatan level gerak (misal: sedang dan tinggi saja). | Menerapkan lengkap 3 tingkatan level gerak (rendah, sedang, tinggi) secara jelas. | Menerapkan lengkap 3 tingkatan level gerak (rendah, sedang, tinggi) secara jelas, variatif, dan mulus pada perpindahan gerak. | | Penerapan Perubahan Arah Hadap (Acuan: memuat minimal 2 variasi arah hadap: depan, samping, serong, atau belakang) | Hanya menghadap ke satu arah (depan terus-menerus) tanpa perubahan arah hadap. | Menerapkan 1 variasi perubahan arah hadap tetapi ragu-ragu atau tidak serempak. | Menerapkan minimal 2 perubahan arah hadap (misal: depan dan samping/belakang) secara jelas dan tepat. | Menerapkan 3 atau lebih perubahan arah hadap secara jelas, tepat, dan terkontrol dalam kelompok. | | Kerja Sama Kooperatif dan Kesungguhan Usaha (Acuan: kekompakan gerak bersama regu dan menunjukkan kesungguhan penampilan) | Belum menunjukkan kerja sama dan sering berhenti di tengah peragaan tari. | Kurang kompak bersama kelompok namun tetap berusaha menyelesaikan peragaan sampai akhir. | Menunjukkan kerja sama yang kompak dan kesungguhan usaha meragakan tari bersama kelompok dari awal hingga akhir. | Menunjukkan kekompakan gerak yang sangat solid, saling mendukung antarangggota kelompok, dan kesungguhan usaha penuh sepanjang penampilan. | | Penilaian Diri Murid (Acuan lembar refleksi: mengisi 4 butir pernyataan tentang level gerak, arah hadap, kerja sama, dan usaha belajar) | Mengisi 1 butir pernyataan pada lembar penilaian diri. | Mengisi 2-3 butir pernyataan pada lembar penilaian diri secara terbimbing. | Mengisi lengkap 4 butir pernyataan pada lembar penilaian diri secara mandiri dan jujur. | Mengisi lengkap 4 butir pernyataan pada lembar penilaian diri secara mandiri disertai ulasan deskriptif sederhana tentang pencapaian belajarnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 7 menit per kelompok (total 49 menit) dan 35 menit penilaian diri terlaksana secara efektif dan kondusif bagi seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid secara umum dalam memadukan ragam gerak engklek, tingkatan level, dan perubahan arah hadap?
- Apa tindak lanjut yang perlu disiapkan untuk memfasilitasi murid yang masih membutuhkan penguatan pada level gerak atau kekompakan kelompok?
Murid:- Bagian gerak mana yang paling aku kuasai saat menari bersama kelompok tadi?
- Bagaimana perasaanku saat bekerja sama dengan teman-teman menampilkan tarian engklek di depan kelas?
- Apa hal yang ingin aku perbaiki agar kemampuan menariku menjadi lebih baik di bab selanjutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023, Bab II)
- Video dokumentasi Tari Kreasi Permainan Tradisional Engklek
- Kartu gambar lintasan pola permainan tradisional engklek dari berbagai daerah di Nusantara
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Balitbangbud Kemendikbudristek
- Ruang kelas/aula yang bersih dan aman untuk bergerak
- Peluit/tamburin/iringan ketukan ritmis sebagai penanda perubahan level gerak
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021/2023), Bab II Unit Pembelajaran 2 & 3
- Garis lintasan kotak engklek di lantai (dibuat menggunakan lakban warna-warni / kapur tulis)
- Kartu penanda arah kompas/arah hadap (Depan, Belakang, Kanan, Kiri)
- Peluit atau rebana kecil sebagai pengatur ketukan tempo gerak
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Video rekaman tari anak bertema permainan tradisional engklek
- Lembar Identifikasi Gerak Tari 'Detektif Gerak Engklek'
- Kartu visual penanda level gerak (tinggi, sedang, rendah) dan panah mata angin penanda arah hadap
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek RI, Edisi Revisi)
- Buku Siswa Seni Budaya / Seni Tari Kelas IV
- Kartu Visual Instruksi Level (Rendah, Sedang, Tinggi) dan Kompas Arah Hadap
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk aktivitas gerak berjarak aman
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2023), Bab II: Mengenal Gerak dan Makna Permainan Tradisional Engklek.
- Pola lantai/garis kotak engklek di lantai ruang kelas/aula.
- Alat musik ritmis sederhana (tamburin/rebana) atau musik iringan tradisional untuk ketukan tempo latihan.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2021/2023 revisi)
- Pola lantai kotak lintasan engklek di lantai kelas/lapangan
- Alat musik ritmis sederhana (rebana/tamburin/tepukan tangan) sebagai pemandu tempo
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi)
- Lembar Penilaian Diri dan Refleksi Belajar Murid
- Set kartu emotikon diagnostik kesiapan refleksi
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Kemendikbudristek 2021/2023, Bab II)
- Panggung/arena tari di ruang kelas dengan tanda lintasan petak engklek sederhana
- Pemutar audio/musik pengiring tari permainan engklek
- Lembar Instrumen Rubrik Unjuk Kerja Guru
- Lembar Penilaian Diri Murid (refleksi berskala senyum/ceklis)
|