Modul AjarPertemuan 7Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Makna Gerak dalam Egrang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Makna Gerak dalam Egrang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Makna Gerak dalam Egrang

Seni Tari - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Makna Gerak dalam Egrang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMakna Gerak dalam Egrang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi makna gerak dalam permainan egrang, khususnya nilai keseimbangan dan kerja sama, melalui diskusi dan refleksi pengalaman bermain.
  2. Murid dapat mendiskusikan nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional egrang dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Saat kamu bermain egrang, gerakan apa yang paling sulit dilakukan? Mengapa gerakan itu terasa sulit?
  2. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika seseorang bermain egrang tanpa menjaga keseimbangan tubuhnya?
  3. Nilai apa yang bisa kita pelajari dari permainan egrang yang tidak bisa kita pelajari dari bermain sendiri-sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan murid untuk siap belajar.
  • Asesmen awal: Guru menampilkan dua gambar (anak bermain egrang sendiri vs. bermain egrang bersama teman) dan bertanya, 'Mana yang lebih menyenangkan? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan secara bergantian untuk mengukur pemahaman awal tentang nilai kerja sama.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan berdiskusi tentang makna gerak dan nilai budaya dalam egrang.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid sebelum masuk ke kegiatan inti.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengingat kembali pengalaman bermain egrang di pertemuan sebelumnya dengan menutup mata sejenak dan membayangkan gerakan yang telah mereka lakukan (teknik visualisasi sadar).
  • Guru menjelaskan secara singkat dua makna gerak dalam egrang: (1) keseimbangan — bagaimana tubuh mengatur posisi agar tidak jatuh, dan (2) kerja sama — bagaimana pemain saling memberi semangat dan menjaga formasi bersama.
  • Guru menampilkan video pendek (2–3 menit) atau gambar seri permainan egrang sambil menunjuk momen-momen spesifik yang mencerminkan keseimbangan dan kerja sama.
  • Murid diminta mengidentifikasi minimal satu momen keseimbangan dan satu momen kerja sama dari video/gambar tersebut dan menuliskannya di sticky note atau lembar kerja singkat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapatkan Lembar Diskusi Kelompok yang berisi dua pertanyaan panduan: (a) 'Tuliskan 3 nilai budaya yang kalian temukan dalam permainan egrang!' dan (b) 'Bagaimana nilai-nilai itu berguna dalam kehidupan sehari-hari kalian?'
  • Kelompok berdiskusi selama ±10 menit. Guru berkeliling untuk mendampingi, memberi umpan balik, dan memastikan semua anggota kelompok terlibat aktif.
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi pada selembar kertas karton atau papan mini, lalu memilih satu juru bicara untuk mempresentasikan hasilnya.
  • Sesi presentasi kelompok: setiap juru bicara menyampaikan 2–3 poin utama (±2 menit per kelompok). Kelompok lain diajak memberikan tanggapan atau menambahkan pendapat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah presentasi, guru memandu refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Dari semua yang sudah teman-teman sampaikan, nilai apa yang paling berkesan bagimu? Mengapa?'
  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat (3–4 kalimat) di lembar refleksi: (a) Makna gerak egrang yang paling penting menurutku adalah..., (b) Nilai budaya yang ingin aku terapkan dalam hidupku adalah..., karena...
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan apresiasi dan penguatan positif.
  • Guru merangkum makna gerak egrang (keseimbangan dan kerja sama) serta nilai budaya yang telah didiskusikan, mengaitkannya dengan pentingnya melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya bangsa.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: 'Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini tentang makna gerak dalam egrang?'
  • Asesmen akhir: Guru memberikan kuis lisan 2 pertanyaan singkat kepada beberapa murid secara acak untuk mengecek pemahaman (lihat bagian asesmenAkhir).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka dalam diskusi dan presentasi.
  • Guru menyampaikan pesan penutup tentang pentingnya menjaga dan mencintai budaya tradisional Indonesia.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep keseimbangan dan kerja sama diberikan kartu visual bergambar momen egrang yang dilengkapi keterangan singkat sebagai panduan sebelum berdiskusi. Murid yang sudah memahami diminta mencari hubungan nilai egrang dengan permainan tradisional lain yang mereka kenal.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berdiskusi dalam kelompok kecil yang didampingi guru atau teman sebaya (peer tutor). Murid yang lebih cepat dapat memimpin diskusi kelompok dan membantu merumuskan hasil diskusi secara tertulis.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menjawab 2 pertanyaan panduan secara lisan atau dengan gambar sederhana. Murid yang sudah berkembang dapat membuat peta konsep nilai budaya egrang secara mandiri atau dalam bentuk kalimat paragraf pendek.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (egrang solo vs. egrang kelompok) dan meminta murid menjawab secara lisan: 'Mana yang lebih menyenangkan dan apa alasannya?' Tujuan: mengukur pemahaman awal murid tentang nilai kerja sama sebelum diskusi dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan singkat: 'Siapa yang masih ingat gerakan apa saja yang dilakukan saat bermain egrang?' untuk mengaktifkan pengetahuan sebelumnya (prior knowledge).

Proses:

  • Lembar Pengamatan Diskusi Kelompok: guru mencatat nama murid yang aktif menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan mendengarkan dengan seksama selama sesi diskusi.
  • Guru memeriksa Lembar Diskusi Kelompok di setiap meja saat berkeliling, memberikan umpan balik lisan langsung jika ada jawaban yang perlu diperdalam atau diperbaiki.
  • Penilaian presentasi kelompok secara observasi: guru menggunakan rubrik singkat (isi, kejelasan, keterlibatan anggota).

Akhir:

  • Kuis lisan individual: (1) 'Sebutkan satu makna gerak yang ada dalam permainan egrang dan jelaskan dengan kalimatmu sendiri!' (2) 'Apa satu nilai budaya yang bisa kita pelajari dari egrang dan bagaimana kamu bisa menerapkannya di sekolah?'
  • Lembar refleksi individu tertulis: murid menuliskan minimal 3 kalimat yang mencakup makna gerak egrang dan nilai budaya yang paling berkesan bagi mereka, dinilai menggunakan rubrik refleksi.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan (aktif bertanya, menyampaikan pendapat, mendengarkan teman).
  • Penilaian hasil Lembar Diskusi Kelompok: ketepatan identifikasi nilai budaya dan relevansi dengan kehidupan sehari-hari.
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian, kesesuaian isi dengan topik, dan kemampuan merespons tanggapan.

Sumatif:

  • Kuis lisan 2 pertanyaan di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman individu tentang makna gerak (keseimbangan dan kerja sama) dalam egrang.
  • Lembar refleksi individu tertulis dinilai berdasarkan kemampuan murid menghubungkan makna gerak dengan nilai budaya secara personal dan kontekstual.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi makna gerak dalam egrang (keseimbangan dan kerja sama)Murid belum dapat menyebutkan makna gerak dalam egrang, atau jawaban tidak berkaitan dengan topik.Murid dapat menyebutkan satu makna gerak (keseimbangan atau kerja sama) dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan dua makna gerak (keseimbangan dan kerja sama) dengan kalimat sendiri.Murid dapat menyebutkan, menjelaskan, dan menghubungkan dua makna gerak dengan contoh konkret dari pengalaman bermain egrang secara rinci dan mandiri.
Mendiskusikan nilai budaya dalam permainan egrangMurid belum dapat menyebutkan nilai budaya yang terkandung dalam egrang, atau tidak berpartisipasi dalam diskusi.Murid dapat menyebutkan satu nilai budaya dengan bantuan teman atau guru, namun belum dapat menjelaskan maknanya.Murid dapat menyebutkan dua nilai budaya dan menjelaskan maknanya dalam konteks permainan egrang.Murid dapat menyebutkan beberapa nilai budaya, menjelaskan maknanya, dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari secara mandiri dengan alasan yang logis.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi, tidak menyampaikan pendapat, dan tidak merespons teman.Murid sesekali menyampaikan pendapat jika diminta oleh guru atau ketua kelompok.Murid aktif menyampaikan pendapat dan merespons pendapat teman dalam diskusi kelompok.Murid aktif memimpin atau mendorong jalannya diskusi, menyampaikan pendapat dengan alasan jelas, dan memberikan tanggapan konstruktif kepada teman.
Refleksi individu tertulisMurid tidak menulis refleksi atau tulisan tidak berkaitan dengan topik pembelajaran.Murid menulis 1–2 kalimat refleksi yang menyebutkan topik secara umum tanpa penjelasan personal.Murid menulis 3 kalimat refleksi yang mencakup makna gerak dan nilai budaya egrang dengan bahasa sendiri.Murid menulis refleksi yang mencakup makna gerak, nilai budaya, dan kaitannya dengan kehidupan pribadi secara jelas, runtut, dan personal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan antusias murid sebelum masuk ke diskusi?
  • Apakah semua murid mendapatkan kesempatan yang merata untuk menyampaikan pendapat selama diskusi kelompok dan presentasi?
  • Apakah langkah diferensiasi yang saya terapkan sudah membantu murid yang belum berkembang untuk ikut berpartisipasi aktif?
  • Apakah murid dapat menghubungkan makna gerak egrang dengan nilai budaya secara bermakna, atau masih bersifat hafalan?

Refleksi Murid:

  • Makna gerak apa dalam egrang yang paling berkesan bagimu hari ini? Mengapa?
  • Nilai budaya apa dari egrang yang ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana caramu melakukannya?
  • Apakah kamu sudah aktif menyampaikan pendapatmu dalam diskusi kelompok tadi? Apa yang bisa kamu tingkatkan di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Bab 1 Permainan Tradisional Egrang
  2. Video pendek permainan egrang (dapat diakses melalui YouTube atau aplikasi Ipusnas) untuk ilustrasi momen keseimbangan dan kerja sama
  3. Gambar seri permainan egrang (dicetak atau ditampilkan melalui proyektor/layar)
  4. Lembar Diskusi Kelompok (disiapkan guru berisi 2 pertanyaan panduan tentang nilai budaya egrang)
  5. Lembar Refleksi Individu (disiapkan guru berisi 2 kalimat pembuka untuk dilengkapi murid)
  6. Sticky note atau kertas karton untuk menuliskan hasil diskusi kelompok
  7. Spidol warna untuk menulis hasil diskusi di kertas karton

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.