Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Merangkai Gerak Egrang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Merangkai Gerak Egrang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Merangkai Gerak Egrang

Seni Tari - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Merangkai Gerak Egrang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMerangkai Gerak Egrang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu merangkai 3–4 gerakan egrang menjadi urutan gerak yang sederhana dan runtut.
  2. Murid mampu menggabungkan unsur level (rendah, sedang, tinggi), arah hadap, dan desain lantai dalam satu rangkaian gerak egrang.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu bisa memilih 4 gerakan egrang yang sudah kita pelajari, gerakan mana yang paling kamu suka dan mengapa?
  2. Bagaimana caranya agar 4 gerakan yang berbeda bisa disambung dengan mulus dan enak dilihat?
  3. Saat kamu menari, apakah semua orang harus selalu menghadap ke arah yang sama? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, mengondisikan kelas agar siap bergerak (meja–kursi digeser ke pinggir jika memungkinkan), dan memimpin salam serta doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya secara lisan: 'Sebutkan satu gerakan egrang yang masih kamu ingat dari pertemuan sebelumnya!' Guru mencatat respons murid sebagai peta kesiapan belajar.
  • Guru mengajak murid melakukan pemanasan kreatif: menirukan 3 gerakan egrang dasar (gerak di tempat, melangkah maju, berputar) secara bersama-sama dengan iringan tepuk tangan ritmis.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merangkai 3–4 gerakan egrang menjadi satu urutan gerak yang mengandung variasi level, arah hadap, dan desain lantai.
  • Guru memperlihatkan kartu gambar desain lantai (lurus, zigzag, lingkaran) dan mengingatkan konsep level (rendah = jongkok, sedang = normal, tinggi = jinjit/lompat) secara singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan contoh satu rangkaian 4 gerakan egrang secara utuh, menyebutkan setiap gerakan sambil bergerak: 'Gerakan 1 – melangkah maju (level sedang), Gerakan 2 – melenggang sambil berbalik (arah hadap berubah), Gerakan 3 – jinjit di tempat (level tinggi), Gerakan 4 – jalan zigzag (desain lantai).'
  • Murid diminta mengamati demonstrasi guru dengan cermat, lalu menjawab pertanyaan: 'Berapa kali arah hadap berubah? Gerakan mana yang levelnya rendah?' (Berkesadaran — murid fokus mengamati dan menalar).
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 4–5 orang. Setiap kelompok mendapat Kartu Gerak berisi 6 pilihan gerakan egrang bergambar (bisa dipilih 3–4 kartu sesuai kreativitas kelompok).
  • Kelompok membaca dan mendiskusikan kartu gerak: memahami nama gerakan, deskripsi singkat, dan unsur tari yang melekat pada tiap gerakan (level, arah, desain lantai). (Bermakna — mengaitkan gerak dengan unsur tari yang sudah dipelajari)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok memilih 3–4 kartu gerak dari set yang tersedia, lalu menyusunnya menjadi urutan rangkaian gerak pada Lembar Kerja Rangkaian (kolom: No. Urut | Nama Gerakan | Level | Arah Hadap | Desain Lantai). (Bermakna — keputusan kreatif kelompok langsung dituangkan secara tertulis)
  • Kelompok berlatih mempraktikkan rangkaian gerak yang sudah disusun. Guru berkeliling, memberikan umpan balik singkat dan positif kepada setiap kelompok. (Menggembirakan — suasana eksplorasi gerak bebas namun terarah)
  • Setiap anggota kelompok bergantian memimpin rangkaian gerak agar semua murid merasakan pengalaman memimpin dan mengikuti. (Kolaborasi & Kemandirian)
  • Kelompok melakukan penyempurnaan rangkaian: menyesuaikan transisi antar gerakan agar mulus, memastikan minimal ada 2 variasi level dan 1 perubahan arah hadap dalam rangkaian.
  • Setiap kelompok mempresentasikan/menampilkan rangkaian geraknya di depan kelas. Kelompok penonton diminta mengamati dan mencatat: 'Variasi level apa yang terlihat?' dan 'Ke arah mana saja mereka menghadap?' (Menggembirakan — pertunjukan mini di kelas)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru memandu diskusi kelas singkat: 'Rangkaian gerak kelompok mana yang menurutmu paling beragam levelnya? Mengapa?' (Berkesadaran — murid menilai karya sendiri dan teman secara kritis dan apresiatif)
  • Murid mengisi Lembar Refleksi Diri secara singkat (3 pertanyaan centang/isian pendek): (1) Apakah rangkaian gerakku sudah memuat 3–4 gerakan? (2) Apakah ada perubahan level dalam rangkaianku? (3) Satu hal yang ingin aku perbaiki dari penampilanku tadi adalah…
  • Guru memberikan apresiasi verbal kepada seluruh kelompok dan menegaskan kembali: bahwa kreativitas dalam merangkai gerak adalah inti dari kegiatan hari ini, tidak ada benar atau salah selama unsur tari diterapkan.

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan pendinginan ringan: meregangkan lengan dan kaki selama 2 menit sambil mengingat kembali gerakan favorit mereka hari ini.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: memanggil 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan rangkaian gerak kelompoknya beserta unsur tari yang digunakan (level, arah hadap, desain lantai).
  • Guru menyimpulkan pembelajaran: merangkai gerak artinya menggabungkan beberapa gerakan menjadi satu alur yang runtut dan mengandung variasi unsur tari.
  • Guru memberikan pesan nilai: 'Egrang mengajarkan kita untuk sabar, berlatih, dan bekerja sama — begitu pula dalam merangkai gerak tari bersama teman.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan meminta murid membantu menata kembali ruangan.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum menguasai gerakan dasar mendapat Kartu Gerak bergambar lebih detail dengan petunjuk langkah kaki. Murid yang sudah mahir mendapat tantangan tambahan: menyisipkan satu gerakan orisinal buatan sendiri ke dalam rangkaian.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berlatih berpasangan (buddy system) dengan teman sebaya yang lebih percaya diri sebelum bergabung ke kelompok besar. Guru menyesuaikan umpan balik: lebih banyak demonstrasi langsung untuk murid yang belajar secara kinestetik, penjelasan verbal untuk murid auditori.
  • Produk: Murid dapat mendokumentasikan rangkaian geraknya dalam bentuk: (a) catatan tertulis di Lembar Kerja Rangkaian, (b) gambar pola lantai sederhana, atau (c) mendemonstrasikan langsung kepada guru — sesuai kemampuan dan preferensi murid.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: murid diminta menyebutkan satu gerakan egrang yang diingat dari pertemuan sebelumnya untuk memetakan kesiapan dan daya ingat murid terhadap materi gerak dasar.
  • Guru mengamati respons pemanasan: apakah murid dapat menirukan 3 gerakan dasar egrang dengan benar sebagai indikator penguasaan gerak sebelumnya.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat kelompok berlatih: guru mencatat nama murid yang sudah/belum mampu menggabungkan level dan arah hadap dalam rangkaian, menggunakan tanda ✓ / △ / ✗ pada lembar pengamatan.
  • Pengecekan Lembar Kerja Rangkaian saat kelompok masih berlatih: memastikan pilihan gerak sudah memuat variasi level dan perubahan arah hadap sebelum ditampilkan.
  • Tanya jawab saat penampilan kelompok: murid penonton diminta mengidentifikasi variasi level dan arah hadap yang mereka amati dari kelompok yang tampil.

Akhir:

  • Penampilan rangkaian gerak kelompok dinilai dengan rubrik 4 level (Belum Berkembang – Mulai – Berkembang – Sangat Berkembang) pada aspek: keutuhan rangkaian, variasi level, perubahan arah hadap, dan desain lantai.
  • Guru melakukan asesmen lisan singkat kepada 2–3 murid acak: minta murid menjelaskan rangkaian geraknya dan unsur tari yang diterapkan.
  • Lembar Refleksi Diri murid dikumpulkan sebagai data asesmen kemandirian dan kesadaran belajar.

Formatif:

  • Observasi langsung saat kelompok berlatih dan tampil: guru mencatat kemampuan murid mengombinasikan level, arah hadap, dan desain lantai menggunakan lembar pengamatan kelompok.
  • Lembar Kerja Rangkaian Gerak: memeriksa apakah murid mampu memilih 3–4 gerakan dan menuliskan unsur tari (level, arah, desain lantai) dengan benar.
  • Diskusi kelas setelah penampilan: mengamati kemampuan murid memberikan apresiasi terhadap karya teman secara lisan.

Sumatif:

  • Penampilan rangkaian gerak kelompok: dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek keutuhan rangkaian (3–4 gerakan), variasi level, perubahan arah hadap, dan desain lantai.
  • Lembar Refleksi Diri murid sebagai bukti kesadaran murid terhadap proses belajarnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keutuhan Rangkaian Gerak (3–4 gerakan)Murid hanya menampilkan 1 gerakan atau gerakan tidak runtut/terputus-putus.Murid menampilkan 2 gerakan dengan urutan yang kurang runtut.Murid menampilkan 3–4 gerakan dengan urutan yang runtut namun transisi masih kaku.Murid menampilkan 3–4 gerakan dengan urutan runtut dan transisi antar gerakan mengalir dengan lancar.
Variasi Level (rendah, sedang, tinggi)Rangkaian gerak tidak menunjukkan variasi level sama sekali (semua di level yang sama).Rangkaian gerak menunjukkan 1 variasi level.Rangkaian gerak menunjukkan 2 variasi level yang jelas.Rangkaian gerak menunjukkan 3 variasi level (rendah, sedang, tinggi) dengan perpindahan yang disengaja dan terkontrol.
Perubahan Arah HadapMurid tidak melakukan perubahan arah hadap sama sekali sepanjang rangkaian.Murid melakukan 1 perubahan arah hadap namun tidak sesuai urutan yang direncanakan.Murid melakukan 1–2 perubahan arah hadap sesuai urutan yang direncanakan.Murid melakukan 2 atau lebih perubahan arah hadap secara disengaja, tepat waktu, dan sesuai rancangan rangkaian.
Penggunaan Desain LantaiMurid bergerak di satu titik saja, tidak menunjukkan pola desain lantai.Murid berpindah tempat namun pola desain lantai tidak teridentifikasi.Murid menerapkan satu pola desain lantai (misal: lurus atau zigzag) dengan cukup jelas.Murid menerapkan desain lantai yang bervariasi (misal: kombinasi lurus dan melengkung/zigzag) secara konsisten dalam rangkaian.
Kolaborasi dan Partisipasi dalam KelompokMurid pasif, tidak terlibat dalam diskusi maupun latihan kelompok.Murid terlibat sebagian kecil dalam diskusi atau latihan, lebih banyak mengikuti tanpa kontribusi.Murid aktif dalam latihan dan memberikan masukan dalam diskusi kelompok.Murid sangat aktif, memberikan ide, memimpin giliran latihan, dan mendukung teman kelompok yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil merangkai minimal 3 gerakan dengan variasi level dan arah hadap? Kelompok/murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit cukup untuk tahap Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah Kartu Gerak dan Lembar Kerja Rangkaian efektif membantu murid memahami cara menyusun urutan gerak?
  • Bagaimana kualitas kolaborasi antar murid dalam kelompok? Apakah ada dinamika kelompok yang perlu diperhatikan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Gerakan mana dalam rangkaianmu yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Apakah rangkaian gerakmu sudah memiliki perbedaan level? Kalau belum, level apa yang ingin kamu tambahkan?
  • Apa yang paling sulit saat merangkai gerakan bersama kelompok? Bagaimana kamu mengatasinya?
  • Satu hal yang ingin aku latih lagi agar rangkaian gerakku semakin bagus adalah…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — referensi utama kegiatan dan indikator pembelajaran
  2. Kartu Gerak Egrang bergambar (dibuat/disiapkan guru) — berisi 6 pilihan gerakan egrang dengan deskripsi level, arah, dan desain lantai
  3. Lembar Kerja Rangkaian Gerak (dibuat guru) — tabel: No. Urut | Nama Gerakan | Level | Arah Hadap | Desain Lantai
  4. Lembar Refleksi Diri Murid (dibuat guru) — 3 pertanyaan centang dan 1 isian pendek
  5. Lembar Pengamatan Kelompok (dibuat guru) — untuk asesmen formatif proses oleh guru
  6. Kartu gambar Desain Lantai (lurus, zigzag, lingkaran, gelombang) — sebagai referensi visual murid
  7. Iringan musik/lagu daerah sederhana atau tepuk tangan ritmis untuk mengiringi latihan gerak
  8. Tongkat pramuka atau tongkat ringan (opsional, jika tersedia) — sebagai properti simulasi egrang
  9. Aplikasi iPusnas — bahan bacaan pendukung tentang permainan tradisional egrang (opsional untuk pengayaan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.