Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Refleksi Pembelajaran Egrang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Refleksi Pembelajaran Egrang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Refleksi Pembelajaran Egrang

Seni Tari - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Refleksi Pembelajaran Egrang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikRefleksi Pembelajaran Egrang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi unsur utama tari (level, arah hadap, dan desain lantai) yang telah dipelajari selama pembelajaran egrang dengan tepat melalui kegiatan diskusi dan presentasi.
  2. Murid dapat menilai pencapaian diri sendiri dalam aktivitas tari egrang secara jujur dan percaya diri menggunakan lembar refleksi diri.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua gerakan egrang yang sudah kamu pelajari, gerakan mana yang paling kamu ingat dan mengapa gerakan itu berkesan bagimu?
  2. Menurut kamu, apa perbedaan bergerak di level tinggi, sedang, dan rendah saat bermain egrang — bagaimana rasanya di tubuhmu?
  3. Kalau kamu bisa mengulang pembelajaran egrang dari awal, apa satu hal yang ingin kamu lakukan secara berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid dengan hangat dan mengajak seluruh kelas berdiri sejenak melakukan gerakan pemanasan ringan menyerupai postur egrang (berdiri satu kaki bergantian) selama 1–2 menit untuk membangkitkan memori tubuh.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: 'Hari ini kita akan merayakan perjalanan belajar kita bersama — mengingat, menilai, dan memaknai apa yang sudah kita pelajari tentang tari egrang.'
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan tiga kartu gambar di papan tulis (kartu bergambar level gerak, arah hadap, desain lantai) dan meminta murid secara lisan menyebutkan nama istilah pada masing-masing kartu. Guru mencatat respons untuk melihat kesiapan awal.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan memberi ruang 2–3 murid berbagi jawaban singkat.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan hari ini: Kita akan mengingat bersama → berbagi cerita pengalaman → lalu menilai diri sendiri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memajang poster/visual ringkas di papan yang menampilkan tiga unsur utama tari egrang: (1) Level gerak — tinggi, sedang, rendah; (2) Arah hadap — depan, belakang, samping kanan, samping kiri, diagonal; (3) Desain lantai — garis lurus, lengkung, zig-zag.
  • Murid diajak melakukan 'Tur Ingatan': secara berpasangan, satu murid menjelaskan kepada pasangannya apa yang ia ingat tentang salah satu unsur tanpa melihat poster, lalu pasangannya melengkapi jika ada yang kurang. Pasangan bergantian untuk unsur berikutnya.
  • Guru memfasilitasi konfirmasi bersama: memanggil 2–3 pasang murid untuk berbagi hasil diskusi, lalu guru meluruskan dan memperjelas konsep yang masih keliru menggunakan contoh gerakan singkat.
  • Murid mencatat minimal satu kalimat ringkasan untuk setiap unsur utama pada lembar catatannya (guru menyediakan lembar kerja sederhana dengan tiga kolom kosong bertanda Level, Arah Hadap, Desain Lantai).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat satu kartu tantangan yang berisi deskripsi singkat sebuah rangkaian gerak egrang (contoh: 'Bergerak maju dengan level rendah, lalu berbalik ke arah belakang, membentuk desain lantai garis lurus').
  • Kelompok mendiskusikan dan mengidentifikasi unsur-unsur tari yang ada dalam deskripsi kartu tersebut, lalu menuliskan jawaban pada lembar kerja kelompok.
  • Setiap kelompok memperagakan secara singkat (30–60 detik) rangkaian gerak yang ada di kartu mereka di depan kelas, sambil satu anggota kelompok menyebutkan unsur tari apa saja yang terlihat dalam peragaan itu.
  • Kelompok lain memberikan umpan balik sederhana menggunakan kartu jempol (jempol atas = setuju/tepat, jempol samping = ada yang ingin ditambahkan) untuk membangun suasana saling menghargai dan berdialog.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Refleksi Diri kepada setiap murid. Lembar berisi: (a) tabel penilaian diri untuk setiap unsur tari dengan skala Belum Paham / Mulai Paham / Paham / Sangat Paham disertai kolom alasan singkat; (b) dua pertanyaan terbuka: 'Apa yang paling kamu banggakan dari dirimu selama belajar tari egrang?' dan 'Apa satu hal yang ingin kamu tingkatkan ke depannya?'
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri dalam suasana tenang dan fokus (guru dapat memutar musik instrumental lembut selama pengisian). Guru berkeliling memastikan semua murid mengisi dengan sungguh-sungguh.
  • Guru mengajak 3–4 murid secara sukarela untuk berbagi satu hal yang mereka tulis tentang kebanggaan diri — guru menekankan bahwa setiap pencapaian, sekecil apapun, adalah berharga.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat kelas: 'Apa nilai atau pesan kehidupan yang bisa kita ambil dari permainan tradisional egrang — tentang keseimbangan, ketekunan, kerja sama?' Murid berbagi pendapat secara bebas.
  • Murid menuliskan satu kalimat penutup di bagian bawah lembar refleksinya: 'Dari pembelajaran egrang, saya belajar bahwa...'

Penutup:

  • Guru mengajak murid berdiri membentuk lingkaran besar. Secara bergiliran (bola kecil dilempar), setiap murid menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan atau pengalamannya selama belajar egrang ('satu kata perasaan').
  • Guru merangkum pembelajaran: menegaskan kembali tiga unsur utama tari yang telah dipelajari dan mengapresiasi perkembangan seluruh murid selama Bab 1.
  • Asesmen akhir: Guru mengumpulkan Lembar Refleksi Diri sebagai bukti asesmen sumatif pertemuan ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang memotivasi: bahwa kemampuan menilai diri sendiri adalah keterampilan penting tidak hanya dalam seni tari, tetapi dalam seluruh kehidupan.
  • Guru menutup pertemuan dengan tepuk tangan bersama sebagai perayaan akhir Bab 1.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan ekstra mendapatkan lembar kerja dengan gambar ilustrasi visual untuk setiap unsur tari (level, arah hadap, desain lantai) sehingga mereka dapat mencocokkan gambar dengan konsep. Murid yang sudah sangat mahir dapat membaca teks tambahan dari buku teks tentang unsur tari lain di luar yang dipelajari (tempo, dinamika) sebagai perluasan wawasan.
  • Proses: Saat aktivitas kelompok, murid yang memerlukan pendampingan ditempatkan bersama murid yang lebih percaya diri serta mendapat panduan berupa kartu petunjuk langkah demi langkah. Murid yang lebih cepat dapat ditugaskan sebagai 'fasilitator mini' yang membantu teman kelompoknya menemukan jawaban melalui pertanyaan, bukan langsung memberi jawaban.
  • Produk: Murid yang perlu dukungan dapat mengisi lembar refleksi diri dalam bentuk gambar atau simbol jika kesulitan menulis. Murid yang sudah mahir dapat menuliskan refleksi lebih panjang dan merancang satu urutan gerak baru berdasarkan unsur-unsur yang dipelajari sebagai tantangan tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan tiga kartu gambar (level gerak, arah hadap, desain lantai) di papan tulis dan meminta murid menyebutkan istilah pada setiap kartu secara lisan. Respons murid dicatat guru sebagai acuan kebutuhan penguatan pada tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi guru selama 'Tur Ingatan' berpasangan: guru berkeliling dan mencatat murid yang masih kesulitan menjelaskan unsur tari.
  • Penilaian lembar kerja kelompok: ketepatan identifikasi tiga unsur tari dari kartu tantangan.
  • Pengamatan peragaan gerak kelompok: kesesuaian gerakan dengan unsur tari yang disebutkan.

Akhir:

  • Lembar Refleksi Diri dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik empat level. Aspek yang dinilai: (1) kemampuan mengidentifikasi unsur utama tari, dan (2) kemampuan menilai pencapaian diri secara jujur dan mendalam.

Formatif:

  • Observasi lisan saat 'Tur Ingatan' berpasangan — guru mencatat murid yang dapat menjelaskan unsur tari dengan benar tanpa melihat poster.
  • Lembar kerja kelompok (identifikasi unsur tari dari kartu tantangan) — dinilai berdasarkan ketepatan identifikasi level, arah hadap, dan desain lantai.
  • Peragaan gerak kelompok dan umpan balik kartu jempol antar kelompok — guru mengamati kemampuan murid menghubungkan gerak dengan konsep unsur tari.

Sumatif:

  • Lembar Refleksi Diri yang dikumpulkan di akhir pertemuan — dinilai berdasarkan rubrik yang mencakup kelengkapan identifikasi unsur tari dan kedalaman penilaian diri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Unsur Utama Tari (Level, Arah Hadap, Desain Lantai)Murid belum dapat menyebutkan atau menjelaskan ketiga unsur tari (level, arah hadap, desain lantai) meski dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan nama ketiga unsur tari tetapi belum mampu menjelaskan pengertian atau contohnya dengan benar.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan ketiga unsur tari dengan benar serta memberikan satu contoh konkret dari pembelajaran egrang untuk masing-masing unsur.Murid dapat menyebutkan, menjelaskan, dan memberikan lebih dari satu contoh konkret untuk ketiga unsur tari, serta mampu menghubungkan unsur-unsur tersebut satu sama lain dalam konteks tari egrang secara runtut dan jelas.
Menilai Pencapaian Diri dalam Aktivitas Tari EgrangMurid tidak mengisi lembar refleksi diri atau hanya memberikan jawaban tidak relevan tanpa menunjukkan kesadaran terhadap proses belajarnya.Murid mengisi lembar refleksi diri secara singkat dan umum (contoh: 'sudah bisa' atau 'belum bisa') tanpa menyertakan alasan atau contoh dari pengalamannya.Murid mengisi lembar refleksi diri dengan menyebutkan pencapaian dan tantangan yang dialami secara spesifik, serta menuliskan satu hal yang ingin ditingkatkan ke depan.Murid mengisi lembar refleksi diri secara mendalam: menyebutkan pencapaian spesifik dengan bukti/contoh, mengidentifikasi tantangan beserta penyebabnya, menuliskan rencana perbaikan yang konkret, dan mampu mengaitkan pengalaman belajar egrang dengan nilai kehidupan nyata.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mengungkapkan pemahaman dan pengalaman mereka selama kegiatan refleksi hari ini?
  • Apakah strategi 'Tur Ingatan' berpasangan efektif membantu murid mengingat kembali tiga unsur utama tari — adakah yang perlu dimodifikasi untuk pertemuan serupa ke depannya?
  • Murid mana yang masih memerlukan penguatan tambahan dalam memahami unsur level, arah hadap, atau desain lantai, dan tindak lanjut apa yang perlu saya siapkan?
  • Apakah suasana kelas selama pengisian Lembar Refleksi Diri mendukung murid untuk berpikir secara jujur dan mendalam?

Refleksi Murid:

  • Dari tiga unsur tari yang kita pelajari (level, arah hadap, desain lantai), unsur mana yang sudah paling kamu kuasai dan bagaimana kamu tahu bahwa kamu sudah menguasainya?
  • Apa satu momen dalam pembelajaran egrang yang paling tidak terlupakan bagimu, dan apa yang membuatnya begitu berkesan?
  • Jika kamu memberi nilai untuk usahamu sendiri selama belajar tari egrang (bukan untuk kemampuanmu, tapi untuk seberapa keras kamu berusaha), berapa nilai yang akan kamu berikan dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Kemdikbudristek
  2. Poster/visual tiga unsur utama tari (level gerak, arah hadap, desain lantai) — dibuat atau dicetak guru
  3. Lembar Refleksi Diri murid — disiapkan guru sesuai format pertemuan ini
  4. Lembar kerja kelompok dengan kartu tantangan deskripsi gerak egrang — disiapkan guru
  5. Kartu gambar unsur tari untuk asesmen awal diagnostik (tiga kartu) — disiapkan guru
  6. Kartu jempol (umpan balik visual) untuk kegiatan peragaan kelompok — kertas warna sederhana
  7. Musik instrumental lembut (opsional, diputar saat pengisian lembar refleksi) — perangkat audio sekolah
  8. Aplikasi iPusnas — sebagai referensi bacaan tambahan tentang permainan tradisional egrang bagi murid yang ingin memperdalam

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.