Modul AjarPertemuan 10Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Penampilan Tari Egrang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Penampilan Tari Egrang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Penampilan Tari Egrang

Seni Tari - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Penampilan Tari Egrang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPenampilan Tari Egrang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat meragakan hasil tari egrang di depan kelas secara berkelompok dengan memperhatikan unsur utama tari (level gerak, arah hadap, dan desain lantai).
  2. Murid dapat menghargai penampilan kelompok lain dengan memberikan apresiasi yang positif dan konstruktif.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang ingin kalian sampaikan kepada penonton melalui gerakan tari egrang yang sudah kalian latih bersama kelompok?
  2. Bagaimana perasaan kalian saat melihat kelompok lain tampil? Apa yang membuat penampilan mereka menarik atau berkesan?
  3. Nilai apa saja dari permainan egrang yang kalian rasakan saat menarikannya bersama teman-teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kesiapan fisik serta mental murid untuk tampil hari ini.
  • Guru melakukan asesmen awal: menanyakan kepada murid secara lisan, 'Sebutkan satu gerakan tari egrang yang paling kalian ingat dan ceritakan maknanya.' (diagnostik cepat untuk mengecek pemahaman sebelum penampilan).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan tampil menarikan tari egrang di depan kelas secara berkelompok dan saling mengapresiasi penampilan antar kelompok.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun motivasi dan rasa ingin tahu murid.
  • Guru memandu murid melakukan pemanasan ringan: peregangan tubuh (leher, bahu, pinggang, kaki) selama 3–5 menit agar siap tampil.
  • Guru mengingatkan kesepakatan kelas: saat kelompok lain tampil, seluruh murid menjadi penonton yang baik — diam, fokus, dan memberikan tepuk tangan setelah penampilan selesai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan melakukan refleksi singkat bersama: 'Apa saja unsur utama tari egrang yang sudah kita pelajari? (level gerak, arah hadap, desain lantai)' — murid menjawab secara bergantian.
  • Guru mengingatkan kembali secara singkat makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan egrang (keseimbangan, ketekunan, kerja sama) sebagai bekal murid agar tampil dengan penghayatan, bukan sekadar gerakan.
  • Guru memberikan waktu 5 menit kepada setiap kelompok untuk melakukan gladi bersih singkat (run-through) di tempat masing-masing sebelum naik ke area penampilan.
  • Guru mengingatkan hal-hal teknis penampilan: posisi awal, kekompakan gerak bersama kelompok, dan ekspresi wajah yang mencerminkan semangat egrang.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mempersilakan kelompok tampil secara bergiliran. Urutan tampil ditentukan dengan cara yang menyenangkan, misalnya menarik nomor undian.
  • Setiap kelompok meragakan tari egrang di depan kelas sesuai hasil latihan yang telah disusun bersama (unsur gerak, level, arah hadap, dan desain lantai).
  • Saat satu kelompok tampil, kelompok lain berperan sebagai penonton aktif: guru membagikan lembar apresiasi sederhana (atau kertas kecil) untuk murid menuliskan satu hal positif dan satu saran bagi kelompok yang tampil.
  • Guru melakukan observasi selama penampilan berlangsung: mengamati kekompakan, penghayatan gerak, dan kerja sama kelompok menggunakan lembar pengamatan.
  • Setelah setiap kelompok selesai tampil, guru memberikan aba-aba agar penonton memberikan tepuk tangan apresiasi.
  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi sesi apresiasi singkat: perwakilan setiap kelompok (penonton) menyampaikan satu hal yang mereka kagumi dari penampilan kelompok lain secara lisan dengan bahasa yang sopan dan positif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak seluruh murid duduk kembali melingkar dan membuka sesi refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Apa yang paling kalian rasakan saat tampil tadi? Apakah ada momen yang membuat kalian bangga atau ingin memperbaiki diri?'
  • Murid secara sukarela berbagi pengalaman singkat — guru mendorong keberanian berbicara dengan suasana yang aman dan tanpa menghakimi.
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi diri singkat (bisa berupa emoji + 1 kalimat): 'Aku merasa... saat tampil tadi' dan 'Satu hal yang ingin aku tingkatkan adalah...'
  • Guru menegaskan nilai yang dipelajari hari ini: keberanian tampil, kerja sama, dan menghargai usaha orang lain adalah bagian dari seni dan kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan apresiasi verbal menyeluruh kepada semua kelompok atas keberanian dan kerja keras mereka.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: apa yang telah dilakukan, apa yang dipelajari, dan apa nilai yang dibawa pulang dari tari egrang hari ini.
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengisi lembar penilaian diri singkat tentang partisipasi mereka dalam penampilan dan sikap menghargai kelompok lain.
  • Guru menyampaikan umpan balik umum kepada kelas tentang hal-hal yang sudah bagus dan hal yang bisa ditingkatkan ke depannya.
  • Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran berikutnya (jika ada) dan menyampaikan pesan motivasi singkat tentang pentingnya melestarikan permainan tradisional.
  • Kegiatan ditutup dengan berdoa bersama dan salam penutup dari guru.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum hafal seluruh urutan gerak diperbolehkan membawa catatan urutan gerak (cue card) dan tampil di posisi tengah kelompok agar mendapat dukungan teman di kiri-kanannya.
  • Proses: Murid yang sudah sangat menguasai gerak diberi tantangan tambahan: memimpin kelompok sebagai pembuka (posisi paling depan) dan menambahkan ekspresi wajah yang lebih kaya. Murid yang masih kesulitan diberi waktu gladi bersih lebih lama bersama guru atau teman sebaya.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif dapat menambahkan properti sederhana (selendang atau tongkat ringan sebagai simbolisasi egrang) dalam penampilan mereka. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat tampil dengan gerakan yang telah disederhanakan sesuai kemampuan, selama tetap kompak dengan kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: 'Sebutkan satu gerakan tari egrang yang paling kalian ingat dan ceritakan maknanya.' Respons murid digunakan untuk mengecek kesiapan sebelum tampil, bukan untuk dinilai secara formal.
  • Guru mengamati kesiapan fisik murid saat pemanasan — murid yang tampak tegang atau kurang bersemangat diberi dorongan motivasi lebih.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama penampilan berlangsung menggunakan lembar pengamatan kelompok (kekompakan, level gerak, arah hadap, desain lantai, ekspresi).
  • Lembar apresiasi teman sejawat (peer assessment) yang diisi murid penonton saat kelompok lain tampil.
  • Guru melakukan pencatatan anekdotal: merekam kejadian menonjol (positif maupun perlu bimbingan) selama sesi penampilan dan diskusi apresiasi.

Akhir:

  • Lembar penilaian diri murid: murid menilai partisipasi mereka sendiri dalam penampilan dan sikap mereka sebagai penonton menggunakan skala sederhana (bisa berupa emoji atau centang).
  • Penilaian unjuk kerja kelompok oleh guru menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) mencakup aspek teknik gerak, kekompakan kelompok, ekspresi dan penghayatan, serta apresiasi terhadap kelompok lain.

Formatif:

  • Observasi guru selama penampilan menggunakan lembar pengamatan (aspek: kekompakan gerak, penghayatan, kerja sama kelompok).
  • Lembar apresiasi teman sejawat (peer assessment): setiap murid menuliskan satu hal positif dan satu saran bagi kelompok yang tampil.
  • Pertanyaan lisan saat sesi refleksi bersama di tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penilaian diri (self-assessment) di akhir pembelajaran: murid mengisi lembar refleksi tentang partisipasi penampilan dan sikap menghargai kelompok lain.
  • Penilaian unjuk kerja kelompok berdasarkan rubrik penampilan tari egrang (aspek: teknik gerak, kekompakan, ekspresi, dan penghayatan makna).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Teknik Gerak (level gerak, arah hadap, desain lantai)Murid belum mampu melakukan gerakan sesuai urutan dan unsur tari yang dipelajari; gerak tidak mencerminkan unsur egrang.Murid dapat melakukan sebagian gerakan namun level gerak, arah hadap, atau desain lantai belum konsisten.Murid dapat meragakan gerakan dengan level gerak, arah hadap, dan desain lantai yang cukup konsisten sesuai koreografi kelompok.Murid meragakan seluruh gerakan dengan penguasaan level gerak, arah hadap, dan desain lantai yang konsisten, tepat, dan ekspresif mencerminkan makna egrang.
Kekompakan KelompokMurid bergerak sendiri-sendiri tanpa memperhatikan anggota kelompok lain; tidak ada sinkronisasi gerak.Murid sesekali menyesuaikan gerak dengan kelompok, namun sering tidak selaras atau tertinggal.Murid sebagian besar bergerak selaras dengan kelompok; kekompakan terlihat pada sebagian besar bagian penampilan.Murid bergerak sepenuhnya selaras dan kompak bersama seluruh anggota kelompok dari awal hingga akhir penampilan.
Ekspresi dan Penghayatan MaknaMurid tampil tanpa ekspresi dan tidak menunjukkan penghayatan terhadap makna tari egrang.Murid mulai menunjukkan ekspresi wajah, namun belum mencerminkan makna atau semangat yang terkandung dalam tari egrang.Murid menampilkan ekspresi yang cukup baik dan terlihat memahami makna tari egrang dalam sebagian besar penampilan.Murid tampil dengan ekspresi penuh semangat dan keyakinan, secara konsisten mencerminkan nilai-nilai dan makna tari egrang sepanjang penampilan.
Menghargai Penampilan Kelompok LainMurid tidak memperhatikan penampilan kelompok lain dan tidak memberikan apresiasi apa pun.Murid kadang-kadang memperhatikan penampilan kelompok lain tetapi belum mampu menyampaikan apresiasi secara lisan atau tulisan.Murid memperhatikan penampilan kelompok lain dan dapat menyampaikan apresiasi sederhana secara lisan atau melalui lembar apresiasi.Murid secara aktif dan antusias memperhatikan setiap penampilan kelompok lain, memberikan apresiasi yang positif, spesifik, dan konstruktif baik secara lisan maupun tulisan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh kelompok mendapat waktu dan kesempatan tampil yang adil dan cukup hari ini?
  • Apakah suasana saat penampilan dan apresiasi sudah terasa aman, menyenangkan, dan saling menghargai bagi semua murid?
  • Murid mana yang tampak kesulitan atau kurang percaya diri saat tampil, dan apa dukungan yang bisa saya berikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan apresiasi teman sejawat berjalan efektif? Apakah murid memberikan umpan balik yang bermakna atau sekadar formalitas?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk semua kelompok tampil, berdiskusi, dan merefleksi? Apa yang perlu saya sesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat tampil di depan kelas tadi? Apa yang membuatmu merasa bangga?
  • Satu hal apa yang ingin kamu perbaiki dari penampilan kelompokmu jika diberi kesempatan tampil lagi?
  • Apa yang paling kamu kagumi dari penampilan kelompok lain? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah berusaha menjadi penonton yang baik dan menghargai teman-temanmu saat mereka tampil? Bagaimana caramu menunjukkan itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Kemdikbud
  2. Lembar pengamatan/observasi guru (disiapkan oleh guru sebelum pertemuan)
  3. Lembar apresiasi teman sejawat (peer assessment) — kartu kecil atau kertas HVS yang disiapkan guru
  4. Lembar refleksi diri murid (self-assessment) dengan format sederhana: skala emoji + isian singkat
  5. Area/ruang kelas atau aula yang cukup luas untuk kelompok tampil bergantian
  6. Properti opsional: tongkat ringan atau selendang sebagai simbolisasi egrang (jika tersedia)
  7. Musik pengiring tari egrang (rekaman audio yang telah digunakan selama latihan)
  8. Aplikasi iPusnas (sebagai referensi bahan bacaan tambahan tentang permainan tradisional egrang)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.