Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Mengenal Permainan Tradisional Egrang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 4 dengan topik "Mengenal Permainan Tradisional Egrang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 4: Mengenal Permainan Tradisional Egrang

Seni Tari - Kelas 4

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Permainan Tradisional Egrang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Permainan Tradisional Egrang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan pengamatan langsung dan diskusi, murid mampu mengidentifikasi bentuk fisik egrang (bagian-bagiannya) dan menjelaskan cara penggunaannya sebagai properti tari dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan membaca, menonton video, dan berdiskusi kelompok, murid mampu mengidentifikasi latar belakang permainan egrang dalam budaya tradisional Indonesia beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat atau mencoba permainan egrang? Apa yang kalian rasakan saat pertama kali melihatnya?
  2. Mengapa permainan tradisional seperti egrang penting untuk kita jaga dan lestarikan?
  3. Menurut kalian, bagaimana cara bermain egrang bisa menjadi sebuah gerakan tari yang indah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menampilkan gambar egrang dan bertanya: 'Siapa yang pernah melihat benda ini? Apa namanya? Terbuat dari apa?' Guru mencatat respons murid sebagai peta pengetahuan awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid tentang egrang dan hubungannya dengan budaya tradisional. (3 menit)
  • Guru menjelaskan secara singkat tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mengenal bentuk dan penggunaan egrang serta latar belakang budayanya. (2 menit)
  • Guru melakukan ice-breaking singkat: murid diminta berdiri dan mencoba menyeimbangkan tubuh di atas satu kaki selama 10 detik untuk merasakan tantangan keseimbangan seperti bermain egrang. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan video pendek (2-3 menit) tentang permainan egrang dari berbagai daerah di Indonesia. Murid diminta mengamati dengan seksama sambil mencatat apa yang mereka lihat di lembar pengamatan. (Berkesadaran: murid diminta fokus dan sadar terhadap detail yang diamati)
  • Guru memperlihatkan tongkat pramuka atau replika egrang sederhana di depan kelas. Guru menjelaskan bagian-bagian egrang: pijakan kaki (sandaran), tongkat utama, dan cara menyeimbangkan badan. Murid mengamati langsung. (8 menit)
  • Guru membacakan atau meminta murid membaca teks singkat (dari buku/bahan cetak) tentang sejarah dan asal-usul permainan egrang: dari mana asalnya, di daerah mana saja dimainkan, dan kapan biasanya dimainkan. (Bermakna: dikaitkan dengan pengalaman murid terhadap budaya sekitar mereka) (5 menit)
  • Guru dan murid bersama-sama mendiskusikan: apa nilai-nilai yang bisa dipelajari dari permainan egrang (keberanian, keseimbangan, ketekunan, kerja keras). Guru menuliskan poin-poin di papan tulis. (5 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi: (a) gambar egrang untuk dilabeli bagian-bagiannya, (b) pertanyaan tentang cara penggunaan egrang, dan (c) kolom isian untuk mencatat nilai budaya yang mereka temukan. (Menggembirakan: aktivitas kolaboratif membuat suasana aktif dan menyenangkan) (3 menit untuk membagi dan membaca instruksi)
  • Kelompok mendiskusikan dan mengisi Lembar Kerja bersama. Guru berkeliling, mengamati diskusi tiap kelompok, memberi pertanyaan pancingan bila kelompok kesulitan, dan mencatat observasi proses. (10 menit)
  • Perwakilan 2-3 kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara singkat (masing-masing 1-2 menit). Kelompok lain boleh menanggapi atau menambahkan. (Bermakna: murid mengaitkan temuan diskusi dengan konteks budaya lokal yang nyata) (7 menit)
  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan atas hasil presentasi kelompok, meluruskan bila ada yang kurang tepat, dan menambahkan informasi penting yang belum muncul. (3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat dengan metode 'Tiga Jari': (1 jari) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang egrang, (2 jari) Dua nilai budaya yang aku temukan dari egrang, (3 jari) Tiga pertanyaan yang masih ingin aku ketahui tentang permainan tradisional ini. Murid menuliskan di kartu refleksi kecil. (Berkesadaran: murid secara sadar mengevaluasi proses belajarnya sendiri) (5 menit)
  • Guru meminta beberapa murid secara sukarela membagikan refleksinya kepada kelas. Guru merespons dengan apresiasi yang tulus dan mencatat pertanyaan murid sebagai bahan untuk pertemuan berikutnya. (Menggembirakan: suasana berbagi yang hangat dan saling menghargai) (3 menit)
  • Murid mengisi self-assessment singkat di bagian bawah lembar kerja: 'Aku sudah bisa menjelaskan bentuk dan cara penggunaan egrang' dan 'Aku sudah bisa menyebutkan latar belakang budaya egrang' dengan skala bintang 1-3. (2 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: egrang adalah permainan tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, memiliki bagian-bagian tertentu, cara penggunaan khusus, dan mengandung nilai-nilai budaya yang kaya. (3 menit)
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: guru mengajukan 2-3 pertanyaan penutup kepada beberapa murid secara acak untuk mengecek pemahaman, misalnya 'Sebutkan dua bagian dari egrang!' atau 'Nilai apa yang bisa kita pelajari dari permainan egrang?'. (3 menit)
  • Guru menyampaikan preview pertemuan berikutnya: 'Di pertemuan mendatang, kita akan mulai mengeksplorasi gerakan-gerakan yang terinspirasi dari permainan egrang.' (1 menit)
  • Guru mengajak murid merapikan tempat duduk dan mengakhiri kelas dengan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan teks bacaan yang lebih sederhana dengan ilustrasi gambar yang lebih banyak tentang egrang. Murid yang sudah lebih cepat memahami dapat diberikan bahan bacaan tambahan tentang permainan tradisional serupa dari mancanegara (bamboo stilt walking) untuk dibandingkan.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, murid yang membutuhkan dukungan lebih dipasangkan dengan murid yang lebih percaya diri sebagai teman belajar. Guru memberikan pertanyaan scaffold yang lebih terstruktur kepada kelompok yang kesulitan. Murid yang cepat selesai diminta membuat peta konsep sederhana hubungan antara egrang, budaya daerah, dan nilai-nilai kehidupan.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup melabeli gambar egrang dan menjawab pertanyaan pilihan ganda pada lembar kerja. Murid yang sudah berkembang pesat dapat menuliskan paragraf singkat tentang pentingnya melestarikan permainan tradisional egrang dengan bahasa mereka sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan saat pendahuluan: guru menampilkan gambar egrang dan bertanya 'Siapa yang pernah melihat benda ini? Apa namanya? Terbuat dari apa?'
  • Guru mencatat respons murid di papan tulis atau lembar observasi sebagai peta pengetahuan awal sebelum pembelajaran dimulai

Proses:

  • Observasi oleh guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan (aspek: keaktifan bertanya, ketepatan identifikasi bagian egrang, kemampuan menyebutkan nilai budaya)
  • Pengecekan Lembar Kerja Kelompok selama kegiatan berlangsung — guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung kepada setiap kelompok
  • Penilaian presentasi kelompok: ketepatan informasi yang disampaikan dan keberanian murid menyampaikan pendapat

Akhir:

  • Pertanyaan lisan penutup kepada 3-4 murid secara acak: 'Sebutkan dua bagian dari egrang!', 'Dari daerah mana sajakah egrang berasal?', 'Nilai apa yang bisa kita pelajari dari bermain egrang?'
  • Kartu refleksi 'Tiga Jari' dikumpulkan sebagai bukti tertulis pemahaman murid
  • Self-assessment murid pada lembar kerja dengan skala bintang 1-3 untuk dua indikator TP (bentuk-penggunaan egrang dan latar belakang budaya egrang)

Formatif:

  • Observasi langsung oleh guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan (mencatat keaktifan, ketepatan jawaban, dan kemampuan kerja sama)
  • Lembar Kerja Kelompok: pelabelan bagian egrang dan isian nilai budaya
  • Presentasi singkat kelompok dinilai dari ketepatan informasi dan kemampuan menyampaikan pendapat

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan penutup kepada murid secara acak untuk mengecek pemahaman tentang bentuk, penggunaan, dan latar belakang budaya egrang
  • Kartu refleksi 'Tiga Jari' sebagai bukti pemahaman mandiri murid
  • Self-assessment murid dengan skala bintang 1-3 terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bentuk dan bagian-bagian egrangMurid belum dapat menyebutkan bagian-bagian egrang meskipun dengan bantuan gambar.Murid dapat menyebutkan 1 bagian egrang dengan bantuan gambar atau teman.Murid dapat menyebutkan 2 bagian egrang beserta fungsinya secara mandiri.Murid dapat menyebutkan seluruh bagian egrang, menjelaskan fungsi masing-masing bagian, dan membandingkannya dengan properti permainan lain secara mandiri.
Menjelaskan cara penggunaan egrang sebagai properti tariMurid belum dapat menjelaskan cara penggunaan egrang sama sekali.Murid dapat menjelaskan cara menggunakan egrang secara sangat sederhana (misalnya: 'dipakai untuk berjalan') dengan bantuan.Murid dapat menjelaskan langkah-langkah cara menggunakan egrang dengan kalimatnya sendiri secara mandiri.Murid dapat menjelaskan cara penggunaan egrang secara rinci dan mengaitkannya dengan bagaimana egrang bisa menjadi properti dalam pertunjukan tari.
Mengidentifikasi latar belakang budaya permainan egrangMurid belum dapat menyebutkan asal-usul atau latar belakang budaya egrang.Murid dapat menyebutkan bahwa egrang adalah permainan tradisional Indonesia dengan bantuan teks atau teman.Murid dapat menyebutkan asal daerah egrang dan kapan biasanya dimainkan secara mandiri.Murid dapat menjelaskan latar belakang budaya egrang secara lengkap (asal daerah, waktu permainan, makna budaya) dan mengaitkannya dengan upaya pelestarian budaya lokal.
Mengidentifikasi nilai-nilai dalam permainan egrangMurid belum dapat menyebutkan nilai apa pun dari permainan egrang.Murid dapat menyebutkan 1 nilai dari permainan egrang dengan bantuan pertanyaan guru.Murid dapat menyebutkan 2 nilai dari permainan egrang dan memberikan alasan singkat secara mandiri.Murid dapat menyebutkan 3 atau lebih nilai dari permainan egrang, memberikan alasan yang logis, dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi dan tidak berkontribusi pada lembar kerja kelompok.Murid berpartisipasi hanya ketika diminta atau dipancing oleh teman/guru.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, memberikan pendapat, dan membantu mengisi lembar kerja kelompok.Murid sangat aktif memimpin atau mengarahkan diskusi kelompok, mendorong teman untuk ikut berpendapat, dan memastikan lembar kerja terselesaikan dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif selama diskusi kelompok? Kelompok mana yang perlu perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap kegiatan (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan mencukupi?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan maupun murid yang membutuhkan tantangan lebih?
  • Sejauh mana murid sudah memahami latar belakang budaya egrang? Konsep apa yang masih perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang aku pelajari hari ini tentang permainan egrang?
  • Nilai budaya apa saja yang aku temukan dari permainan egrang? Apakah nilai itu juga ada dalam kehidupanku sehari-hari?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling menarik buatku? Mengapa?
  • Apa yang masih ingin aku ketahui lebih lanjut tentang permainan tradisional egrang atau permainan tradisional lainnya?
  • Apakah aku sudah bisa menjelaskan bentuk dan cara penggunaan egrang kepada teman atau keluargaku di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas IV (Edisi Revisi) — Kemdikbudristek
  2. Video permainan egrang tradisional dari berbagai daerah di Indonesia (diunduh atau diputar secara offline)
  3. Tongkat pramuka atau replika egrang sederhana sebagai properti peraga langsung di kelas
  4. Lembar Kerja murid (berisi gambar egrang untuk dilabeli, pertanyaan diskusi, dan kolom nilai budaya)
  5. Kartu refleksi 'Tiga Jari' (disiapkan oleh guru, ukuran kartu pos)
  6. Lembar Observasi Kognitif untuk asesmen awal dan formatif (disiapkan oleh guru)
  7. Gambar atau poster egrang yang dicetak atau ditampilkan melalui proyektor
  8. Aplikasi Ipusnas (untuk bahan bacaan tambahan tentang permainan tradisional, jika tersedia koneksi internet)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.