MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 2 (Fase A) Topik: Membuat Tema dan Ide Cerita Tari Sederhana INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Membuat Tema dan Ide Cerita Tari Sederhana |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu memilih satu tema (binatang, alam, atau manusia) untuk membuat gerak tari sederhana
- Murid mampu menyusun ide cerita sederhana berdasarkan tema yang dipilih
- Murid mampu mengomunikasikan ide cerita tari secara lisan dan tertulis
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja hal-hal di sekitar kita yang bisa dijadikan cerita dalam tari?
- Pernahkah kalian melihat binatang atau alam yang menarik? Apa yang kalian lihat?
- Bagaimana cara kita menceritakan sesuatu tanpa berbicara, hanya dengan bergerak?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama, mensyukuri karunia Tuhan yang memberikan kemampuan untuk bergerak dan berkarya
- Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid melihat binatang, alam, atau kegiatan manusia yang menarik
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar memilih tema dan membuat ide cerita untuk tari sederhana
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang tahu apa itu tema? Pernahkah kalian melihat tarian yang menceritakan sesuatu?
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan bahwa tema adalah pokok cerita dalam tari, dan tema bisa diambil dari binatang, alam, atau kegiatan manusia
- Guru menampilkan gambar stimulus: binatang (kupu-kupu, burung, kelinci), alam (matahari, hujan, bunga), dan manusia (nelayan, pemadam kebakaran, berkebun)
- Guru mengajak murid mengamati setiap gambar dengan seksama dan membayangkan bagaimana gambar tersebut bisa menjadi cerita tari
- Guru memberikan contoh sederhana: jika memilih tema kupu-kupu, ceritanya bisa tentang kupu-kupu yang terbang mencari bunga
- Murid diminta menyebutkan contoh tema lain yang mereka ketahui dari pengalaman sehari-hari
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4-5 orang)
- Setiap kelompok memilih satu gambar stimulus yang paling menarik bagi mereka
- Guru membagikan lembar kerja yang berisi kolom tema dan panduan membuat cerita sederhana
- Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan tema berdasarkan gambar yang dipilih (dengan memberi tanda centang pada lembar kerja)
- Setiap kelompok menyusun ide cerita sederhana: Siapa tokohnya? Apa yang terjadi? Di mana cerita terjadi?
- Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, mengajukan pertanyaan pemandu seperti: Apa yang dilakukan tokoh kalian? Bagaimana perasaannya?
- Murid menuliskan ide cerita pada lembar kerja dengan bimbingan guru (guru dapat membantu murid yang kesulitan menulis dengan mencatat jawaban lisan mereka)
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Setiap kelompok mempresentasikan tema dan ide cerita mereka di depan kelas secara lisan
- Kelompok lain memberikan tanggapan positif dan mengajukan pertanyaan
- Guru memberikan umpan balik terhadap ide cerita setiap kelompok, mengapresiasi keunikan dan kreativitas mereka
- Murid merefleksi proses belajar: Apa yang mudah? Apa yang sulit? Apa yang paling menyenangkan?
- Guru mengajak murid bersyukur karena dapat menggunakan imajinasi dan kreativitas sebagai anugerah Tuhan untuk berkarya
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran: tema adalah dasar cerita tari yang bisa diambil dari binatang, alam, atau kegiatan manusia
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan tema apa yang telah mereka pilih dan satu kalimat cerita yang telah dibuat
- Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja sama dan kreativitas mereka
- Guru memberitahu bahwa pada pertemuan berikutnya, ide cerita ini akan dikembangkan menjadi gerak tari
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat dapat memilih tema yang lebih kompleks (kombinasi dua tema), sementara murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat memilih tema tunggal yang familiar
- Proses: Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang kesulitan dengan mengajukan pertanyaan pemandu lebih terstruktur. Murid yang cepat dapat langsung mengembangkan cerita lebih detail dengan alur awal-tengah-akhir
- Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan cerita dalam bentuk paragraf sederhana dan menambahkan gambar ilustrasi. Murid yang membutuhkan dukungan dapat menyampaikan cerita secara lisan yang dicatat oleh guru atau menggunakan gambar untuk menceritakan idenya
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang pengalaman murid melihat tarian atau cerita yang mereka ketahui
- Menanyakan pemahaman awal tentang tema dan cerita
Proses:- Observasi saat murid berdiskusi memilih tema dan menyusun cerita
- Mengecek lembar kerja setiap kelompok dan memberikan umpan balik
- Menilai kemampuan kolaborasi dalam kelompok
- Mengamati kemampuan murid mengomunikasikan ide
Akhir:- Presentasi kelompok tentang tema dan ide cerita yang telah dibuat
- Penilaian tertulis pada lembar kerja kelompok
- Refleksi lisan murid tentang proses belajar mereka
Formatif:- Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
- Tanya jawab selama proses pemilihan tema dan penyusunan cerita
- Penilaian proses kerja kelompok menggunakan checklist
Sumatif:- Penilaian produk: lembar kerja kelompok yang berisi tema dan ide cerita
- Penilaian presentasi: kemampuan mengomunikasikan ide cerita secara lisan
- Rubrik penilaian untuk aspek pemilihan tema dan penyusunan ide cerita
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemilihan Tema | Belum dapat memilih tema atau memilih tema yang tidak sesuai dengan pilihan gambar | Memilih tema dengan bantuan guru secara penuh | Memilih tema dengan sedikit bantuan guru | Memilih tema secara mandiri dan dapat menjelaskan alasan pemilihannya | | Penyusunan Ide Cerita | Belum dapat menyusun ide cerita meskipun dengan bantuan guru | Menyusun ide cerita sangat sederhana (1 kalimat) dengan bimbingan penuh guru | Menyusun ide cerita sederhana yang memiliki tokoh dan kejadian dengan sedikit bimbingan | Menyusun ide cerita yang jelas dengan tokoh, kejadian, dan setting secara mandiri | | Kolaborasi dalam Kelompok | Belum terlibat aktif dalam diskusi kelompok | Terlibat dalam diskusi tetapi belum memberikan kontribusi ide | Terlibat aktif dan memberikan kontribusi ide dalam diskusi kelompok | Terlibat aktif, memberikan ide, dan membantu anggota kelompok lain | | Komunikasi Ide | Belum dapat mengomunikasikan ide cerita baik lisan maupun tulisan | Mengomunikasikan ide cerita dengan bantuan penuh (guru membacakan/mencatat) | Mengomunikasikan ide cerita secara lisan dengan cukup jelas atau menuliskan dengan bantuan minimal | Mengomunikasikan ide cerita secara lisan dengan jelas dan dapat menuliskannya sendiri |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok?
- Apakah scaffolding yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?
- Bagaimana saya dapat meningkatkan keterlibatan murid yang masih pasif?
- Apakah diferensiasi yang diterapkan efektif untuk mengakomodasi keberagaman murid?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan hari ini?
- Apa yang menurutmu paling sulit saat membuat cerita?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman sekelompok?
- Apa yang ingin kamu coba di pertemuan selanjutnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
- Lembar Kerja Murid (LKPD) tentang pemilihan tema dan ide cerita
- Gambar stimulus: binatang (kupu-kupu, burung, kelinci), alam (matahari, hujan, bunga), manusia (nelayan, pemadam kebakaran, berkebun)
- Kertas dan alat tulis untuk setiap kelompok
- Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin-poin penting
|