Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 2 Bab 2: Membuat Gerak Tari

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Tari kelas 2 untuk Bab 2 "Membuat Gerak Tari", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 2 Bab 2: Membuat Gerak Tari

Seni Tari - Kelas 2

Bab 2

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Membuat Gerak Tari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 2 — Membuat Gerak Tari
Alokasi Waktu24 JP (24 x 35 menit = 840 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.2.1 Mengembangkan unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah
  2. TP 2.2.2 Mengembangkan gerak di tempat untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah
  3. TP 2.2.3 Mengembangkan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah
  4. TP 2.2.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide kepada penonton

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu menggerakkan tangan agar terlihat sangat luas seperti pohon besar atau sangat sempit seperti kuncup bunga?
  2. Bagaimana gerakan tubuhmu jika menirukan angin sepoi-sepoi yang lembut dibandingkan angin badai yang kuat?
  3. Bagaimana rasanya jika gerakan tangan kita digerakkan seperti tetesan air hujan yang pelan lalu berubah menjadi hujan badai yang sangat kencang?
  4. Apakah gerakan menari yang cepat dan gerakan yang lambat sama-sama bisa terlihat indah?
  5. Bagaimana gerakan pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi jika kita tirukan tanpa berpindah tempat?
  6. Bagaimana caramu mengubah gerakan kepakan sayap burung menjadi gerakan tangan yang indah dan luwes di tempat?
  7. Bagaimana caramu merangkai dua gerak di tempat yang berbeda agar menjadi satu tarian yang menyatu dan indah?
  8. Apa yang terjadi jika gerakan tangan dan badan di tempat disambung tanpa jeda yang canggung?
  9. Bagaimana caramu berpindah dari satu sisi ruangan ke sisi lain dengan langkah kaki yang indah?
  10. Jalur apa saja (lurus atau berkelok-kelok) yang bisa kamu lewati saat melakukan gerak berpindah?
  11. Bagaimana perasaanmu ketika menghubungkan gerak melambai di tempat dengan langkah kaki berjalan berkeliling?
  12. Apa yang terjadi jika gerak di tempat dan gerak berpindah dirangkai secara bersambung menjadi satu kesatuan gerak yang indah?
  13. Bagaimana pandangan mata dan senyum kita ketika menari di depan orang lain agar terlihat yakin?
  14. Apa yang harus kita lakukan saat berada di panggung jika musik pengiring tari sudah mulai berbunyi?
  15. Bagaimana caramu menunjukkan sikap percaya diri saat tampil menari di hadapan penonton?
  16. Bagaimana kelompokmu memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah agar tarian terlihat indah dan rapi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Eksplorasi dan Pengembangan Unsur Ruang dan Tenaga untuk Membuat Gerak Sederhana yang Indah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Mengembangkan unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, dan menyapa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru memandu pemanasan tubuh sederhana dan melakukan asesmen awal diagnostik melalui permainan tebak gerak: Guru memperagakan gerak merentangkan tangan selebar-lebarnya dan meminta murid merespons dengan memilih apakah itu gerak ruang luas atau sempit, lalu guru memperagakan gerak menghentak kaki kuat dan meminta murid memilih apakah itu tenaga kuat atau lemah. Acuan respons: rentangan lebar = ruang luas; hentakan kuat = tenaga kuat (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan stimulus visual dan motorik dengan memperagakan eksplorasi 2 variasi ruang gerak: gerak ruang luas (merentangkan kedua tangan ke atas dan ke samping selebar mungkin) dan gerak ruang sempit (merapatkan kedua siku ke dada dan menekuk tubuh mengecil) (10 menit).
  • Guru memperagakan eksplorasi 2 variasi tenaga: tenaga kuat (mengayunkan tangan dengan dorongan otot yang tegas dan berenergi) dan tenaga lemah (mengayunkan tangan secara melayang, rileks, dan lembut) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid melakukan permainan gerak interaktif 'Pohon Tertiup Angin': Murid berdiri mandiri di ruang gerak masing-masing, guru menyebutkan aba-aba kombinasi: (1) 'Pohon Raksasa Diterpa Badai' -> murid melakukan gerak ruang luas dengan tenaga kuat; (2) 'Kuncup Bunga Ditiup Angin Sepoi' -> murid melakukan gerak ruang sempit dengan tenaga lemah; (3) 'Kuncup Bunga Terkena Hujan Deras' -> murid melakukan gerak ruang sempit dengan tenaga kuat; (4) 'Pohon Raksasa Disapa Angin Pagi' -> murid melakukan gerak ruang luas dengan tenaga lemah (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengembangkan 2 ragam gerak sederhana yang indah dengan memadukan unsur ruang dan tenaga: Gerak 1 menggabungkan ruang luas dengan tenaga kuat atau lemah, dan Gerak 2 menggabungkan ruang sempit dengan tenaga kuat atau lemah, lalu merangkai keduanya menjadi satu kesatuan gerak yang utuh dan selaras (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memperagakan rangkaian 2 gerak sederhana yang telah dikembangkan secara bergiliran di tempat masing-masing untuk diamati keterpaduan ruang dan tenaganya (15 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid melakukan pendinginan tubuh dengan mengatur napas perlahan sambil mengayunkan tangan secara lembut (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas kemampuan murid membedakan dan memadukan ruang luas/sempit serta tenaga kuat/lemah dalam gerak, lalu menutup pertemuan dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan visualisasi kartu bergambar pohon besar vs bunga kuncup serta ombak besar vs riak air untuk membantu pemahaman konsep ruang dan tenaga.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dengan memberi ketukan atau aba-aba peraga gerak. Bagi murid yang cepat, diberikan keleluasaan mengembangkan 3 variasi kombinasi ruang dan tenaga.
  • Produk: Murid bebas menentukan bentuk anggota tubuh yang digerakkan (tangan, kaki, atau torso badan) saat mengembangkan gerak sederhana ruang dan tenaga.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kinestetik singkat: Murid merespons peragaan guru dengan memilih secara lisan atau memperagakan kembali 2 stimulus gerak: (1) Gerak membuka lengan lebar (acuan: ruang luas); (2) Gerak menghentak kaki berenergi (acuan: tenaga kuat).

Proses:

  • Observasi formatif saat permainan 'Pohon Tertiup Angin' untuk melihat ketepatan reaksi tubuh terhadap 4 kombinasi stimulus ruang dan tenaga: (1) Luas-Kuat, (2) Sempit-Lemah, (3) Sempit-Kuat, (4) Luas-Lemah.
  • Pencatatan unjuk kerja saat murid mengembangkan dan merangkaikan 2 gerak sederhana yang memadukan variasi ruang dan variasi tenaga secara mandiri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman kinestetik akhir: Murid memperagakan secara mandiri rangkaian 2 gerak ciptaannya sendiri. Kriteria penerimaan: rangkaian memuat minimal 1 variasi ruang (luas atau sempit) dan minimal 1 variasi tenaga (kuat atau lemah) yang dilakukan secara bersambung menjadi satu kesatuan gerak yang indah.

Formatif:

  • Pengamatan kinerja unjuk kerja eksplorasi dan pengembangan kombinasi ruang dan tenaga
  • Cek pemahaman respon kinestetik saat permainan 'Pohon Tertiup Angin'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Unsur Ruang pada Gerak SederhanaBelum mampu membedakan dan menerapkan ruang gerak luas maupun ruang gerak sempit dalam gerak sederhana.Mampu menerapkan satu jenis ruang gerak (hanya ruang luas atau hanya ruang sempit) dalam gerak sederhana dengan bimbingan guru.Mampu mengembangkan dan memperagakan variasi ruang luas dan ruang sempit dalam gerak sederhana secara tepat.Mampu mengembangkan variasi ruang luas dan ruang sempit secara luwes, konsisten, dan mandiri ke dalam rangkaian gerak sederhana yang indah.
Pengembangan Unsur Tenaga pada Gerak SederhanaBelum mampu menyalurkan tenaga kuat maupun tenaga lemah sehingga intensitas gerak masih datar.Mampu menyalurkan satu intensitas tenaga (hanya tenaga kuat atau hanya tenaga lemah) dalam gerak sederhana dengan arahan guru.Mampu mengembangkan variasi tenaga kuat dan tenaga lemah secara jelas dalam gerak sederhana secara tepat.Mampu mengembangkan perpindahan tenaga kuat dan tenaga lemah secara terarah, berkesinambungan, dan mandiri dalam rangkaian gerak sederhana yang indah.
Kesatuan Gerak IndahGerakan terputus-putus dan belum membentuk kesatuan gerak sederhana.Mampu merangkai gerak namun perpindahan antara gerak ruang dan tenaga masih kaku.Mampu merangkaikan gerak sederhana yang memadukan unsur ruang dan tenaga menjadi satu kesatuan gerak yang mengalir dan indah.Mampu menyusun dan memperagakan rangkaian gerak sederhana yang memadukan ruang dan tenaga dengan kesatuan gerak yang sangat harmonis, utuh, dan indah secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi peragaan ruang (luas/sempit) dan tenaga (kuat/lemah) mudah dipahami dan diikuti oleh seluruh murid Fase A?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan gerak 'Pohon Tertiup Angin', apakah membantu mereka mengeksplorasi gerak secara menggembirakan?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling kamu sukai, apakah gerakan yang membutuhkan ruang luas seperti pohon raksasa atau ruang sempit seperti kuncup bunga?
  • Bagian tubuh mana yang paling mudah kamu gerakkan dengan tenaga kuat dan tenaga lemah?

Pertemuan 2 — Pengembangan Unsur Waktu (Tempo Cepat dan Lambat) untuk Membuat Gerak Sederhana yang Indah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Mengembangkan unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik untuk bergerak dengan ruang yang aman (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui permainan tebak tempo: guru membunyikan tepukan rebana dengan 2 kecepatan berbeda (lambat = 1 ketukan per detik; cepat = 3 ketukan per detik) dan meminta murid merespons dengan ayunan tangan sesuai kecepatan ketukan tersebut (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengembangkan gerak sederhana menggunakan unsur waktu melalui perbedaan tempo cepat dan tempo lambat agar menjadi gerak yang indah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru mengenai satu gerak dasar yang sama (gerak tangan mengayun membuka ke samping dan menutup di depan dada) yang dilakukan dalam dua hitungan durasi berbeda: versi lambat (1 gerakan penuh dalam 8 ketukan konstan) dan versi cepat (1 gerakan penuh dalam 2 ketukan konstan) (10 menit).
  • Murid bersama guru mencoba langsung menirukan kedua variasi tempo gerak tangan tersebut secara berulang sambil menghitung ketukan secara teratur (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Melalui tantangan permainan 'Kereta Cepat dan Siput Tenang', murid memilih 1 ragam gerak sederhana yang telah dikuasai (pilihan gerak: mengepakkan kedua lengan ke atas-bawah, atau melambaikan kedua telapak tangan ke kiri-kanan) lalu secara mandiri mengembangkan gerak tersebut ke dalam 2 variasi unsur waktu: 8 hitungan lambat (tempo lambat) dilanjutkan langsung dengan 8 hitungan cepat (tempo cepat) tanpa jeda putus (20 menit).
  • Murid berlatih memadukan variasi tempo cepat dan lambat tersebut menjadi satu kesatuan gerak sederhana yang selaras dengan iringan ketukan atau tepukan berulang (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara bergantian dalam kelompok kecil memperagakan pengembangan gerak tempo cepat dan lambat yang telah dibuatnya untuk diamati kesesuaian perubahannya (15 menit).
  • Murid mengungkapkan bagian tempo mana yang terasa paling mudah dikendalikan tubuhnya dan bagian mana yang membutuhkan pengaturan tenaga agar gerak tetap terlihat teratur dan indah (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana unsur waktu (tempo cepat dan tempo lambat) dapat membuat gerak sederhana menjadi lebih beragam dan indah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian gerak murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan panduan ketukan ritmis rebana yang sangat tegas dan lambat terlebih dahulu. Untuk murid yang siap tantangan, guru memperkaya variasi perubahan tempo mendadak (lambat langsung beralih ke cepat dalam rentang hitungan yang lebih pendek).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan tempo diberikan pendampingan visual melalui ketukan tangan guru, sedangkan murid yang mahir dipersilakan menentukan kombinasi urutan perubahan temponya sendiri secara mandiri.
  • Produk: Rangkaian gerak sederhana yang dihasilkan murid minimal memuat 1 gerak yang berhasil dikembangkan menjadi 2 tempo berbeda (cepat dan lambat) secara berkesinambungan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kinestetik respons tempo: Murid diminta merespons 2 rangsangan ketukan rebana. Rangsangan 1: ketukan lambat (interval 1 detik). Rangsangan 2: ketukan cepat (interval 0,3 detik). Kriteria kesiapan: Murid dianggap siap jika mampu mengayunkan tangan lambat saat mendengar ketukan lambat dan mengayunkan tangan cepat saat mendengar ketukan cepat tanpa tertukar (acuan: ketukan lambat = ayunan lambat; ketukan cepat = ayunan cepat).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja saat latihan: Guru mengamati ketercapaian murid dalam mengembangkan 1 gerak pilihan (mengepak lengan atau melambai tangan) ke dalam 2 variasi unsur waktu. Kriteria pengamatan: (1) Menghasilkan gerak tempo lambat yang stabil dalam 8 hitungan; (2) Menghasilkan gerak tempo cepat yang stabil dalam 8 hitungan; (3) Mampu menyambung kedua variasi tempo menjadi satu rangkaian gerak yang utuh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman kinestetik akhir: Murid meragakan kembali rangkaian gerak buatannya (8 hitungan lambat + 8 hitungan cepat). Acuan penilaian: Ketercapaian dinilai dari adanya perbedaan kontras yang terlihat jelas antara gerakan berdurasi lambat dan gerakan berdurasi cepat serta tidak terputus di tengah transisi.

Formatif:

  • Unjuk kerja kinetik eksplorasi variasi unsur waktu (tempo cepat dan tempo lambat) pada gerak sederhana menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Unsur Waktu (Tempo Cepat dan Lambat)Belum mampu membedakan dan mengembangkan gerak sederhana ke dalam tempo cepat maupun lambat; gerakan cenderung monoton pada satu kecepatan tanpa kontrol.Mampu melakukan gerak sederhana dalam satu tempo (cepat saja atau lambat saja), tetapi belum konsisten saat diminta mengubah ke tempo lainnya.Mampu mengembangkan 1 ragam gerak sederhana ke dalam 2 variasi tempo (cepat dan lambat) secara jelas sesuai ketukan hitungan secara mandiri.Mampu mengembangkan ragam gerak sederhana ke dalam variasi tempo cepat dan lambat secara sangat lancar, transisi antartempo stabil, serta menjaga keutuhan kesatuan gerak yang indah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan stimulus ketukan rebana mempermudah murid Fase A memahami konsep tempo cepat dan lambat dalam gerak tari?
  • Bagian mana dari kegiatan eksplorasi unsur waktu yang paling dinikmati dan menunjukkan kreativitas gerak murid?

Murid:

  • Gerakan mana yang lebih kamu sukai saat menari, gerakan yang cepat atau gerakan yang lambat?
  • Apakah kamu merasa senang saat berhasil mengubah gerakan dari pelan menjadi cepat?

Pertemuan 3 — Pengembangan Gerak di Tempat Berdasarkan Stimulus Alam dan Binatang Menjadi Gerak Indah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Mengembangkan gerak di tempat untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
  • Guru mengecek kesiapan fisik murid melalui pemanasan gerak ringan di tempat dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengembangkan gerak di tempat berdasarkan stimulus alam dan binatang menjadi gerak yang indah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperagakan dua kartu stimulus gambar: (1) Pohon tertiup angin kencang; (2) Kupu-kupu hinggap di bunga; lalu meminta murid memeragakan gerak tiruan di tempat untuk memetakan kesiapan gerak dasar murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 3 gambar stimulus yang ditunjukkan guru: (1) Angin sepoi-sepoi menggoyangkan daun; (2) Burung mengepakkan sayap perlahan; (3) Ombak mengalun tenang di laut (10 menit).
  • Murid bersama guru mengeksplorasi ciri khas gerak di tempat dari ketiga stimulus: kaki tetap menapak di tempat sambil meliukkan badan (pohon), mengayunkan kedua lengan naik-turun secara melengkung (burung), serta menekuk dan meluruskan lutut secara berirama (ombak) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Tebak Patung Menari': guru menyebutkan satu stimulus alam/binatang (pohon ditiup angin, burung terbang di dahan, atau ombak mengalun) dan saat musik berbunyi murid mengembangkan gerak di tempat secara indah dan membeku menjadi patung indah saat musik berhenti (15 menit).
  • Murid secara mandiri memilih 2 stimulus dari 3 pilihan yang disediakan: (1) Pohon ditiup angin; (2) Burung mengepakkan sayap; (3) Ombak mengalun (10 menit).
  • Murid membuat dan merangkai minimal 2 variasi pengembangan gerak di tempat (misalnya: ayunan lengan melingkar dikombinasikan dengan liukan torso atau tekukan lutut) tanpa memindahkan titik pijak kaki sehingga membentuk kesatuan gerak yang indah (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengamati kembali gerakan di tempat yang telah dibuatnya dan memastikan bahwa kedua kaki tetap berada di tempat serta gerakannya mengalir indah dan selaras antar-anggota tubuh (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian gerak tubuh mana (tangan, kepala, atau pinggang) yang paling lentur dan indah saat menirukan stimulus alam atau binatang pilihan mereka (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gerak alam dan binatang dapat diolah menjadi gerak tari di tempat yang indah dengan memanfaatkan ayunan tangan, liukan tubuh, dan tekukan lutut (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik singkat atas keberhasilan murid membuat gerak di tempat yang indah, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar stimulus konkret (alam dan binatang) dengan detail gerakan anggota tubuh yang jelas untuk membantu murid yang membutuhkan inspirasi visual.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan contoh pengulangan liukan tubuh sederhana; bagi murid yang cepat berkembang, ditantang menggabungkan 3 stimulus gerak di tempat dengan variasi level tinggi dan rendah.
  • Produk: Murid bebas menentukan kombinasi gerak di tempat dari stimulus yang diminati, baik berfokus pada gerak liukan pohon, kepakan burung, maupun alunan ombak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji peragaan singkat diagnostik di awal pelajaran: Murid diminta menirukan 2 stimulus gambar: (1) Gambar pohon bergoyang ditiup angin; (2) Gambar kupu-kupu mengepakkan sayap. Kriteria kesiapan: Murid mampu melakukan gerak tubuh tiruan tanpa melangkahkan kaki berpindah tempat (acuan: kaki tetap menapak di lantai, bagian badan meliuk atau tangan mengayun).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid membuat variasi gerak di tempat pada tahap Mengaplikasi dengan acuan target: (1) Kaki tetap berpijak di tempat (tidak berpindah posisi lantai); (2) Memuat minimal 2 ragam variasi gerak anggota tubuh (ayunan lengan, liukan torso, atau tekukan lutut); (3) Rangkaian gerak mengalir bersambung tanpa putus patah (kesatuan gerak indah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja di akhir sesi: Murid memeragakan rangkaian gerak di tempat hasil kreasinya berdasarkan 2 stimulus yang dipilih. Kriteria ketercapaian: Melakukan minimal 2 variasi pengembangan gerak di tempat dengan kesatuan gerak yang indah (tidak kaku dan kaki tidak berpindah tempat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengembangan gerak di tempat menggunakan lembar amatan kriteria kesatuan gerak indah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Gerak di TempatHanya meniru 1 gerakan stimulus secara kaku dan masih melangkah/berpindah tempat saat bergerak.Mampu melakukan gerak tiruan di tempat tanpa berpindah, namun belum melakukan pengembangan variasi bentuk gerak (hanya 1 gerakan dasar).Mampu mengembangkan gerak di tempat menjadi minimal 2 variasi gerak yang indah secara konsisten tanpa berpindah tempat.Mampu mengembangkan gerak di tempat menjadi 3 variasi gerak indah atau lebih dengan keluwesan tubuh dan variasi level posisi (tinggi-rendah) tanpa berpindah tempat secara mandiri.
Kesatuan Gerak IndahGerakan antar-anggota tubuh terputus-putus dan kaku tanpa kesinambungan alur gerak.Gerakan mulai mengalir namun sambungan antara gerakan pertama dan kedua masih terhenti atau canggung.Rangkaian gerak di tempat mengalir bersambung dengan luwes membentuk satu kesatuan gerak yang indah.Rangkaian gerak di tempat mengalir sangat harmonis, luwes, dan memiliki kesatuan gerak yang utuh dan indah secara konsisten dari awal hingga akhir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah stimulus gambar alam dan binatang cukup memantik daya eksplorasi gerak di tempat bagi seluruh murid kelas 2?
  • Bagian mana dari kegiatan gerak di tempat yang paling menyenangkan dan efektif membuat murid bergerak luwes?

Murid:

  • Gerakan alam atau binatang apa yang paling kamu sukai saat menari di tempat tadi?
  • Bagian tubuh mana yang paling mudah kamu gerakkan agar tarianmu terlihat indah?

Pertemuan 4 — Penyusunan Rangkaian Pengembangan Gerak di Tempat yang Memiliki Kesatuan Gerak Indah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Mengembangkan gerak di tempat untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, kemudian mengecek kesiapan fisik murid untuk bergerak di ruang kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan: guru menyebutkan 2 ragam gerak di tempat (misal: gerak pohon tertiup angin dan gerak kelinci mengendus) dan meminta seluruh murid memperagakan cara menyambung kedua gerak di tempat tersebut tanpa berpindah tempat untuk melihat kesiapan awal merangkai gerak (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan contoh demonstrasi 3 kartu ragam gerak di tempat: Kartu A (gerak pohon bergoyang meliuk ke kanan-kiri), Kartu B (gerak bunga mekar mengembang dari bawah ke atas), dan Kartu C (gerak kupu-kupu mengepakkan tangan di tempat), lalu memperagakan bagaimana menyusun dan menyambung 2 hingga 3 gerak tersebut secara berurutan agar memiliki peralihan yang halus dan kesatuan gerak yang indah (15 menit).
  • Murid secara bersama-sama mengamati dan menirukan sambungan gerak Kartu A ke Kartu B di tempat tanpa jeda terputus dengan penuh kesadaran tubuh (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Dalam suasana menyenangkan melalui permainan 'Rantai Gerak di Tempat', murid berpasangan memilih 2 sampai 3 kartu gerak di tempat dari pilihan yang disediakan (Kartu 1: gerak dahan pohon melambai; Kartu 2: gerak ombak mengalun dengan tangan; Kartu 3: gerak burung mengepak di tempat; Kartu 4: gerak katak berjongkok-berdiri di tempat) (15 menit).
  • Setiap pasangan berkolaborasi menyusun dan mengembangkan rangkaian gerak di tempat tersebut menjadi 1 rangkaian utuh yang bersambung dengan transisi gerak yang mulus tanpa berpindah tempat (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap pasangan mencoba rangkaian gerak di tempat yang telah disusun di hadapan pasangan lain secara bergantian, lalu mengamati apakah sambungan gerak tampak menyatu dan indah (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa merangkai gerak di tempat yang indah membutuhkan sambungan gerak (transisi) yang mengalir dan menyatu (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat melalui peragaan serentak dan menutup pembelajaran dengan pendinginan serta doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan pilihan 2 kartu gerak sederhana bagi yang membutuhkan bimbingan, dan 3-4 kartu gerak bagi murid yang siap dengan rangkaian lebih bervariasi.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada penyambungan gerak bagi pasangan yang kesulitan menemukan gerak transisi, serta memberi kebebasan eksplorasi variasi level (tinggi-rendah) bagi pasangan yang sudah lancar.
  • Produk: Rangkaian pengembangan gerak di tempat terdiri dari minimal 2 gerak bersambung untuk kelompok pemula dan 3 gerak bersambung untuk kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Peragaan diagnostik menyambung 2 gerak di tempat: Murid diminta menyambung Gerak 1 (tangan melambai seperti dahan) dan Gerak 2 (badan membungkuk lalu tegak seperti tunas). Acuan ketercapaian: murid mampu bergerak dari Gerak 1 ke Gerak 2 langsung di tempat tanpa jeda berhenti lebih dari 3 detik dan tanpa melangkah/berpindah posisi kaki.

Proses:

  • Pengamatan formatif saat murid berpasangan menyusun rangkaian dari kartu gerak: Kriteria yang diamati adalah (1) seluruh gerakan dilakukan murni di tempat tanpa langkah berpindah, (2) terdapat minimal 2 gerak yang terhubung secara berurutan, dan (3) peralihan antar-gerak mengalir (tidak kaku/patah).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman peragaan serentak: Seluruh pasangan meragakan rangkaian gerak di tempat yang telah disusun (pilihan dari Kartu 1: gerak dahan pohon, Kartu 2: gerak ombak tangan, Kartu 3: gerak kepak burung, Kartu 4: gerak katak jongkok-berdiri). Kriteria keberhasilan: pasangan merangkaikan minimal 2 gerak di tempat secara runtut dengan peralihan gerak yang menyatu dan indah tanpa berpindah tempat.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyusunan rangkaian pengembangan gerak di tempat menggunakan lembar amatan rubrik proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan dan Penyusunan Rangkaian Gerak di TempatBelum mampu menyusun gerak di tempat menjadi rangkaian; gerakan masih terputus-putus dan masih sering melangkah berpindah tempat.Mampu menyusun 2 gerak di tempat namun peralihan antar-gerak masih canggung/terhenti lama, dilakukan dengan bimbingan guru.Mampu menyusun dan mengembangkan 2 gerak di tempat menjadi satu rangkaian yang menyatu dan indah dengan peralihan gerak yang mengalir lancar secara mandiri.Mampu menyusun dan mengembangkan 3 gerak di tempat menjadi satu rangkaian utuh yang memiliki kesatuan gerak yang indah, mengalir sangat halus, dan berkesinambungan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi perangkaian dan penyambungan gerak di tempat cukup jelas dan mudah dipahami oleh murid kelas 2?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam bekerja sama menyusun sambungan gerak bersama pasangannya?

Murid:

  • Gerakan mana yang paling kamu sukai saat disambungkan dengan gerakan temanmu?
  • Bagian mana yang terasa paling sulit saat menyambung dua gerak di tempat agar terlihat indah?

Pertemuan 5 — Pengembangan Gerak Berpindah Menggunakan Variasi Langkah dan Pola Lintasan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.3 Mengembangkan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengembangkan variasi langkah dan pola lintasan dalam gerak berpindah agar membentuk gerak sederhana yang indah (5 menit).
  • Asesmen Awal: Guru meminta seluruh murid berdiri dan melakukan diagnostik singkat dengan mencoba 2 jenis gerak berpindah melintasi garis lantai: (1) melangkah biasa ke depan, (2) melangkah jinjit menyamping (acuan pengamatan awal: murid dapat melakukan perpindahan posisi tubuh dari titik A ke titik B dengan mengubah tumpuan langkah kaki tanpa terjatuh) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru mengenai 3 variasi langkah gerak berpindah: langkah jinjit, langkah melompat kecil bertumpu dua kaki, dan langkah silang menyamping (acuan bentuk gerak: langkah jinjit bertumpu pada ujung jari kaki, langkah lompat kecil melontarkan kedua kaki bersamaan ke depan, langkah silang menyeberangkan satu kaki melewati kaki lainnya secara bergantian) (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang 2 macam pola lintasan lantai: pola garis lurus (maju/mundur) dan pola garis zig-zag/berkelok-kelok yang ditandai dengan isolasi warna di lantai kelas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui permainan menggembirakan 'Jejak Petualang Ceria', setiap murid secara bergilir mencoba menirukan dan merangkai variasi langkah di atas pola lintasan lantai yang tersedia sesuai 3 kartu tantangan: Kartu 1 = langkah jinjit pada lintasan lurus; Kartu 2 = langkah melompat kecil pada lintasan zig-zag; Kartu 3 = langkah silang pada lintasan melengkung/lingkaran (15 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid memilih dan mengembangkan 2 kombinasi gerak berpindah sendiri dengan memadukan variasi langkah (pilihan: jinjit, lompat kecil, langkah silang) dan pola lintasan (pilihan: lurus, zig-zag, melingkar) menjadi sebuah kesatuan gerak sederhana yang indah sepanjang 8 hitungan (15 menit).
  • Murid berlatih mengulang dan mematangkan rangkaian gerak berpindah pilihannya masing-masing di area ruang gerak yang ditentukan agar perpindahan tempat terlihat mengalir dan teratur dari titik awal hingga titik akhir (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Secara bergantian per baris (kelompok kecil 4-5 anak bergerak bersamaan di lintasan masing-masing), murid meragakan hasil pengembangan gerak berpindahnya di depan kelas untuk diobservasi oleh guru sesuai kriteria kesatuan gerak indah (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gerak berpindah dalam tari menjadi lebih indah dan beragam bila dipadukan dengan variasi langkah kaki (jinjit, lompat kecil, silang) serta lintasan lantai (lurus, zig-zag, melingkar) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tanda visual berupa lakban warna di lantai dengan garis lurus sederhana untuk murid yang butuh bimbingan, serta lintasan zig-zag dan lingkaran bergelombang untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dengan satu jenis variasi langkah (misal: jinjit) pada jalur lurus terlebih dahulu, sedangkan murid yang bergerak cepat ditantang menggabungkan dua variasi langkah berbeda (misal: lompat kecil disambung silang) pada lintasan zig-zag.
  • Produk: Murid menghasilkan rangkaian gerak berpindah minimal 1 lintasan dengan variasi langkah pilihan sendiri sesuai tingkat kesiapan geraknya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Praktek diagnostik gerak berpindah melintasi garis lantai: murid diminta melakukan 2 jenis perpindahan tempat (1) langkah biasa ke depan sepanjang 3 meter dan (2) langkah jinjit ke samping sepanjang 2 meter. Acuan ketercapaian awal: murid mampu memindahkan posisi tubuh melintasi jarak tersebut dengan tumpuan kaki stabil tanpa terjatuh.

Proses:

  • Formatif unjuk kerja saat murid merangkai dan memperagakan pengembangan gerak berpindah secara mandiri. Kriteria observasi: (1) penerapan variasi langkah (jinjit/lompat kecil/silang), (2) ketepatan mengikuti pola lintasan (lurus/zig-zag/melingkar), dan (3) kesatuan perpindahan gerak yang mengalir indah sepanjang 8 hitungan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri: murid memperagakan 1 rangkaian gerak berpindah yang memadukan minimal 1 variasi langkah dan 1 pola lintasan sepanjang 8 hitungan. Acuan penerimaan: perpindahan tempat berpindah dari titik start ke titik finis secara teratur dengan variasi langkah yang jelas (bukan sekadar berjalan biasa).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja pengembangan gerak berpindah (variasi langkah dan pola lintasan) menggunakan lembar observasi proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Variasi Langkah pada Gerak BerpindahHanya melakukan gerak jalan biasa tanpa variasi langkah saat berpindah tempat.Mampu melakukan 1 variasi langkah (jinjit, lompat kecil, atau silang) saat berpindah tempat namun masih membutuhkan bimbingan guru.Mampu mengembangkan 1 sampai 2 variasi langkah kaki (jinjit, lompat kecil, atau silang) saat berpindah tempat secara mandiri.Mampu mengembangkan lebih dari 2 variasi langkah kaki secara bergantian dan lancar saat berpindah tempat secara mandiri.
Penerapan Pola Lintasan pada Gerak BerpindahBelum mampu mengikuti garis pola lintasan lantai saat bergerak berpindah.Mampu bergerak berpindah mengikuti pola lintasan garis lurus saja dengan bantuan arahan guru.Mampu bergerak berpindah mengikuti pola lintasan (lurus, zig-zag, atau melingkar) secara konsisten dan mandiri.Mampu bergerak berpindah memadukan dua pola lintasan berbeda (misalnya lurus disambung zig-zag) dengan alur lintasan yang teratur dan mandiri.
Kesatuan Gerak Berpindah yang IndahRangkaian gerak berpindah terputus-putus dan kehilangan keseimbangan langkah kaki.Rangkaian gerak berpindah dilakukan sampai selesai tetapi transisi antar-langkah kaki masih kaku.Rangkaian gerak berpindah memiliki kesatuan gerak yang utuh dan mengalir indah dari titik awal hingga titik akhir sepanjang 8 hitungan.Rangkaian gerak berpindah memiliki kesatuan gerak yang sangat utuh, ritmis, dan luwes sepanjang 8 hitungan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penanda pola lintasan di lantai cukup jelas membantu murid memahami alur gerak berpindah?
  • Bagaimana variasi langkah kaki yang dipilih murid dapat memicu eksplorasi gerak tari yang lebih kaya?

Murid:

  • Variasi langkah kaki mana yang paling kamu sukai saat berpindah tempat (jinjit, melompat kecil, atau menyilang)?
  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat berjalan mengikuti pola garis zig-zag?

Pertemuan 6 — Penggabungan Gerak di Tempat dan Gerak Berpindah Menjadi Rangkaian Tari Sederhana yang Indah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.2 Mengembangkan gerak di tempat untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah
  • TP 2.2.3 Mengembangkan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan menyapa murid untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui permainan singkat 'Tebak Ragam Gerak': guru memperagakan 2 ragam gerak secara bergantian, yaitu (1) merentangkan tangan ke atas dan meliukkan badan di tempat, serta (2) melangkah maju 4 langkah dengan pola garis lurus. Guru meminta murid mengangkat tangan kanan jika itu gerak di tempat dan mengangkat tangan kiri jika itu gerak berpindah (acuan diagnostik: gerak 1 = gerak di tempat; gerak 2 = gerak berpindah) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan pemodelan penggabungan gerak sederhana yang indah: dimulai dari gerak di tempat (mengayunkan kedua lengan ke kanan dan ke kiri sebanyak 4 hitungan) yang langsung disambung dengan gerak berpindah (melangkah jinjit ke depan membentuk lintasan lurus sebanyak 4 hitungan) sehingga membentuk kesatuan gerak yang utuh tanpa jeda kaku (15 menit).
  • Murid bersama guru mencoba memperagakan transisi peralihan antara gerak di tempat dan gerak berpindah secara bersama-sama mengikuti ketukan hitungan 1 sampai 8 untuk merasakan alur kesatuan gerak yang menyatu (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui permainan tantangan 'Sambung Gerak Berpasangan', murid berpasangan memilih 1 ragam pengembangan gerak di tempat (pilihan acuan: meliukkan badan atau merentang-ayun lengan) dan 1 ragam pengembangan gerak berpindah (pilihan acuan: melangkah jinjit garis lurus atau melompat kecil pola melingkar) (15 menit).
  • Setiap pasangan berlatih mengembangkan dan merangkai kedua gerak tersebut menjadi 1 rangkaian gerak tari sederhana (8 hitungan gerak di tempat dilanjutkan 8 hitungan gerak berpindah) agar terwujud kesatuan gerak yang berkesinambungan dan indah (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap pasangan secara bergantian menunjukkan rangkaian gerak gabungan mereka di hadapan pasangan lain dalam kelompok kecil, saling mengamati kelancaran sambungan dari gerak di tempat menuju gerak berpindah (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menggabungkan gerak di tempat dan gerak berpindah secara bersambung akan menciptakan rangkaian gerak tari sederhana yang harmonis dan indah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif terhadap kekompakan murid dalam merangkai gerak, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan 1 kombinasi gerak tetap (meliuk di tempat dilanjutkan melangkah lurus), sedangkan murid yang sudah mahir dapat memilih variasi pola lintasan berpindah yang lebih berliku.
  • Proses: Pasangan yang masih kesulitan transisi gerak didampingi langsung oleh guru dengan panduan ketukan tangan berirama lambat; pasangan yang mahir berlatih mandiri secara mandiri.
  • Produk: Pasangan murid menghasilkan satu rangkaian kesatuan gerak yang memadukan minimal 1 ragam pengembangan gerak di tempat dan 1 ragam pengembangan gerak berpindah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi jenis gerak melalui peragaan guru: (1) Gerak meliukkan badan di tempat (acuan: gerak di tempat); (2) Gerak melangkah maju 4 langkah (acuan: gerak berpindah). Kriteria: murid tepat membedakan kedua ragam gerak dengan mengangkat tangan yang sesuai.

Proses:

  • Pengamatan performa latihan berpasangan: Mengamati kemampuan murid dalam mengembangkan gerak di tempat (acuan: variasi liukan tubuh atau ayunan tangan) dan mengembangkan gerak berpindah (acuan: variasi langkah jinjit atau lompat kecil lintasan lurus/lingkar) serta menghubungkannya menjadi rangkaian yang menyatu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman keterpaduan gerak di akhir sesi: Pasangan murid memperagakan rangkaian 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah secara bersambung tanpa berhenti kaku (kriteria penerimaan: transisi antar-gerak mengalir dan membentuk kesatuan rangkaian sederhana).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penggabungan gerak di tempat dan gerak berpindah menggunakan lembar pengamatan rubrik proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Gerak di Tempat (TP 2.2.2)Belum mampu mengembangkan gerak di tempat; gerak anggota tubuh masih kaku dan terputus.Mampu melakukan 1 bentuk gerak di tempat sederhana namun pengembangannya masih terbatas dan membutuhkan bantuan arahan guru.Mampu mengembangkan gerak di tempat secara terkoordinasi (meliuk atau mengayun lengan) secara mandiri.Mampu mengembangkan ragam gerak di tempat dengan kelenturan dan keselarasan bentuk gerak yang indah secara konsisten dan mandiri.
Pengembangan Gerak Berpindah (TP 2.2.3)Belum mampu mengembangkan gerak berpindah; langkah kaki belum teratur dan belum membentuk pola lintasan.Mampu melakukan gerak berpindah dengan 1 jenis langkah namun pola lintasan belum jelas dan membutuhkan bimbingan guru.Mampu mengembangkan gerak berpindah menggunakan variasi langkah (jinjit atau melompat kecil) mengikuti pola lintasan secara mandiri.Mampu mengembangkan ragam gerak berpindah dengan variasi langkah dan lintasan yang terarah serta memiliki kesatuan gerak yang indah secara mandiri.
Penggabungan Kesatuan Gerak Indah (TP 2.2.2 & TP 2.2.3)Belum mampu menggabungkan gerak di tempat dan gerak berpindah; berhenti total dalam waktu lama di antara kedua gerak.Mampu menggabungkan gerak di tempat dan gerak berpindah tetapi transisi gerak masih terjeda kaku.Mampu menggabungkan gerak di tempat dan gerak berpindah secara bersambung membentuk rangkaian gerak tari sederhana yang menyatu.Mampu menggabungkan gerak di tempat dan gerak berpindah dengan transisi yang sangat mengalir, harmonis, dan membentuk kesatuan gerak yang indah secara konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi penggabungan gerak di tempat dan gerak berpindah dapat dipahami dengan jelas oleh murid kelas 2?
  • Bagaimana keterlibatan dan interaksi aktif murid saat mencoba menyambungkan gerak bersama pasangannya?

Murid:

  • Bagian mana yang paling kamu sukai saat menggabungkan gerak di tempat dan gerak melangkah bersama temanmu?
  • Apakah kamu merasa mudah saat menyambung gerak mengayun di tempat menjadi gerak berjalan jinjit?

Pertemuan 7 — Latihan Meragakan Hasil Gerak Tari Kelompok Berdasarkan Etika Penampil yang Percaya Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide kepada penonton

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal etika penampil dengan meminta seluruh murid berdiri dan memeragakan 3 sikap penampil di depan kelas: (1) sikap siap berdiri tegak, (2) arah pandang mata lurus ke depan, dan (3) ekspresi wajah tersenyum ramah (acuan: tubuh tegak tidak membungkuk, pandangan fokus ke arah penonton, bibir tersenyum ceria) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru/tayangan singkat mengenai 3 etika penampil tari di atas panggung: (1) posisi siap di awal tarian, (2) menjaga fokus pandangan ke depan dan senyum percaya diri saat bergerak, dan (3) memberi hormat/senyum penutup di akhir tarian (10 menit).
  • Murid bersama guru merumuskan aturan sikap percaya diri penampil: tidak menunduk, tidak berbicara sendiri saat menari, dan melakukan gerak dengan sungguh-sungguh dari awal hingga tuntas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain 'Tantangan Cermin Panggung' secara berpasangan: satu murid menjadi penampil yang meragakan 2 gerak tari dengan mata lurus ke depan dan senyum mantap tanpa tertawa ragu, sementara pasangannya bertindak sebagai penonton yang mengacungkan jempol jika etika percaya diri terpenuhi, kemudian bergantian peran (15 menit).
  • Murid berkumpul dalam kelompok tari masing-masing untuk berlatih meragakan rangkaian gerak tari gabungan yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya dengan menerapkan etika penampil (20 menit).
  • Setiap kelompok melakukan simulasi peragaan tari di area panggung kelas di hadapan kelompok lain yang berperan sebagai penonton, dinilai dari keterapan 3 etika penampil: sikap awal mantap, ekspresi wajah dan arah pandang yakin, serta sikap akhir tuntas (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid mengevaluasi peragaan kelompoknya dengan menjawab pertanyaan guru secara lisan mengenai apa yang dirasakan saat menatap penonton dan bagaimana menjaga rasa percaya diri saat gerak ditarikan bersama kelompok (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya etika penampil (berdiri tegak, pandangan ke depan, senyum yakin, dan menyelesaikan gerak) saat menari di depan penonton (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap rasa percaya diri murid dan menyampaikan persiapan untuk peragaan tari pada pertemuan berikutnya tanpa mengumumkan akhir bab (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual kartu etika penampil bergambar (posisi tegak, pandangan mata ke depan, senyum percaya diri) bagi kelompok yang memerlukan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih malu atau ragu menatap penonton, guru mendampingi dan memberi tanda visual fokus di dinding belakang kelas; bagi murid yang sudah sangat percaya diri, mereka diberi kesempatan memimpin aba-aba awal dan akhir pada kelompoknya.
  • Produk: Kelompok dapat memilih titik awal panggung (berdiri sejajar atau formasi segitiga sederhana) saat memulai dan mengakhiri peragaan tari dengan etika penampil yang percaya diri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Peragaan sikap dasar penampil di pendahuluan: murid diminta meragakan 3 sikap: (1) berdiri tegak siap tampil, (2) arah pandang mata lurus ke depan, (3) ekspresi tersenyum (acuan: badan tidak membungkuk, kepala tegak pandangan lurus, bibir tersenyum rileks tanpa menunduk)

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian etika penampil selama latihan kelompok dan simulasi peragaan, berfokus pada 3 indikator: (1) sikap siap di awal tarian, (2) pandangan ke arah penonton dengan ekspresi yakin/tersenyum selama bergerak, (3) menuntaskan seluruh rangkaian gerak hingga sikap akhir

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: menyebutkan 3 etika penampil yang percaya diri saat berada di panggung (acuan jawaban: berdiri tegak siap, pandangan lurus ke arah penonton/tersenyum, menyelesaikan gerak sampai selesai)

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja latihan peragaan gerak tari menggunakan lembar amatan etika penampil yang percaya diri
  • Penilaian teman sejawat dalam aktivitas 'Tantangan Cermin Panggung'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Etika Penampil dan Keyakinan GerakMeragakan gerak tari dengan sering menunduk, ragu-ragu mengawali/mengakhiri gerak, dan membutuhkan bimbingan guru secara penuh dalam menerapkan etika penampil.Meragakan gerak tari dengan menerapkan 1 dari 3 etika penampil (sikap awal siap, arah pandang ke penonton/senyum, atau menuntaskan gerak) secara mandiri.Meragakan hasil gerak tari secara runtut dengan menerapkan 2 sampai 3 etika penampil (sikap awal siap, arah pandang ke penonton/senyum, dan sikap akhir tuntas) secara percaya diri.Meragakan seluruh hasil gerak tari secara konsisten dari awal hingga akhir dengan etika penampil yang sangat meyakinkan, pandangan fokus ke arah penonton, ekspresif, dan tuntas tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri saat meragakan gerak tari di hadapan teman-temannya?
  • Bagian mana dari etika penampil yang paling menantang bagi murid kelas 2 dan bagaimana strategi scaffolding yang efektif untuk memperbaikinya?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika menari dan dilihat oleh teman-teman sekelas?
  • Apakah kamu sudah berhasil tersenyum dan memandang ke depan saat menari tadi?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.2.1 Mengembangkan unsur utama tari (ruang, waktu, dan tenaga) untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah
  • TP 2.2.2 Mengembangkan gerak di tempat untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah
  • TP 2.2.3 Mengembangkan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana yang memiliki kesatuan gerak yang indah
  • TP 2.2.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide kepada penonton

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan presensi murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu unjuk kerja kelompok memeragakan rangkaian gerak tari sederhana berdurasi 1,5–2 menit yang memadukan unsur ruang, waktu, tenaga, gerak di tempat, gerak berpindah, serta etika penampil (10 menit).
  • Guru melakukan pengecekan kesiapan fisik melalui pemanasan ringan dan mengundi urutan tampil untuk 7 kelompok kecil (masing-masing 4 murid dari total 28 murid) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membacakan dan menjelaskan 4 kriteria penilaian unjuk kerja sumatif: (1) pengembangan unsur utama ruang-waktu-tenaga, (2) pengembangan variasi gerak di tempat, (3) pengembangan gerak berpindah, dan (4) etika penampil yang percaya diri (5 menit).
  • Setiap kelompok diberi waktu melakukan pengecekan posisi awal, kekompakan barisan, dan kesiapan gerak di area panggung kelas sebelum penampilan dimulai (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan unjuk kerja peragaan tari kelompok secara bergiliran: Kelompok 1 tampil memeragakan rangkaian gerak tari berdurasi 1,5–2 menit, sementara guru menilai menggunakan rubrik observasi dan mencatat catatan unjuk kerja (3 menit).
  • Kelompok 2 tampil memeragakan rangkaian gerak tari berdurasi 1,5–2 menit dengan penilaian langsung oleh guru (7 menit).
  • Kelompok 3 tampil memeragakan rangkaian gerak tari berdurasi 1,5–2 menit dengan penilaian langsung oleh guru (10 menit).
  • Kelompok 4 tampil memeragakan rangkaian gerak tari berdurasi 1,5–2 menit dengan penilaian langsung oleh guru (10 menit).
  • Kelompok 5 tampil memeragakan rangkaian gerak tari berdurasi 1,5–2 menit dengan penilaian langsung oleh guru (10 menit).
  • Kelompok 6 tampil memeragakan rangkaian gerak tari berdurasi 1,5–2 menit dengan penilaian langsung oleh guru (10 menit).
  • Kelompok 7 tampil memeragakan rangkaian gerak tari berdurasi 1,5–2 menit dengan penilaian langsung oleh guru (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Seluruh murid secara hening duduk melingkar untuk merefleksikan proses peragaan gerak yang telah dilakukan, mengevaluasi perasaan saat tampil di depan kelas dan pencapaian gerak kelompoknya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh atas etika tampil, kesungguhan, dan kepercayaan diri seluruh kelompok yang telah menyelesaikan penilaian sumatif Bab 2 (5 menit).
  • Guru dan murid menutup seluruh rangkaian kegiatan Bab 2 dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses visual: batas lantai panggung diberi penanda selotip warna-warni untuk membantu orientasi ruang kelompok tanpa mengubah kriteria gerak tari.
  • Proses: Akomodasi akses giliran: kelompok yang memiliki anggota dengan tingkat kecemasan panggung lebih tinggi diberikan kesempatan bernapas dalam sebelum aba-aba musik dimulai tanpa mengurangi durasi peragaan.
  • Produk: Standar bukti unjuk kerja tetap sama untuk semua kelompok sesuai rubrik sumatif ATP (peragaan rangkaian gerak 1,5–2 menit memadukan ruang-waktu-tenaga, gerak di tempat, berpindah, dan etika penampil).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan tampil kelompok melalui pertanyaan verifikasi: 'Apakah kelompokmu sudah siap dengan urutan gerak di tempat, gerak berpindah, dan salam pembuka/penutup?' (kriteria kesiapan: kelompok menyatakan hafal minimal urutan awal-tengah-akhir peragaan).

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja peragaan gerak tari kelompok: penampilan rangkaian gerak sederhana yang memadukan unsur ruang, waktu, tenaga, gerak di tempat, dan gerak berpindah secara santun serta percaya diri di hadapan penonton
  • unjuk kerja kelompok: peragaan rangkaian gerak tari sederhana berdurasi 1,5–2 menit per kelompok kecil (4-5 murid) yang dinilai bergantian (7 kelompok x 10 menit alokasi giliran dan transisi = 70 menit, muat untuk 28 murid), mencakup kesatuan unsur ruang-waktu-tenaga, variasi gerak di tempat, gerak berpindah, serta etika penampil yang percaya diri (105 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari)

Sumatif:

  • unjuk kerja peragaan gerak tari kelompok: penampilan rangkaian gerak sederhana yang memadukan unsur ruang, waktu, tenaga, gerak di tempat, dan gerak berpindah secara santun serta percaya diri di hadapan penonton
  • unjuk kerja kelompok: peragaan rangkaian gerak tari sederhana berdurasi 1,5–2 menit per kelompok kecil (4-5 murid) yang dinilai bergantian (7 kelompok x 10 menit alokasi giliran dan transisi = 70 menit, muat untuk 28 murid), mencakup kesatuan unsur ruang-waktu-tenaga, variasi gerak di tempat, gerak berpindah, serta etika penampil yang percaya diri (105 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja peragaan tari)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengembangan Unsur Utama (Ruang, Waktu, Tenaga) [TP 2.2.1]Hanya menerapkan 1 unsur utama (ruang/waktu/tenaga saja) dalam gerak sederhana dan belum menunjukkan kesatuan gerak yang indah.Menerapkan 2 unsur utama (misalnya ruang dan tenaga) dalam gerak sederhana namun transisi waktu (tempo) belum selaras.Menerapkan ketiga unsur utama tari secara utuh: variasi ruang (luas/sempit), waktu (tempo cepat/lambat), dan tenaga (kuat/lembut) menjadi kesatuan gerak sederhana yang indah.Menerapkan ketiga unsur utama tari (ruang luas-sempit, waktu cepat-lambat, tenaga kuat-lembut) secara sangat luwes, konsisten, dan berkesinambungan membentuk kesatuan gerak yang indah.
Pengembangan Gerak di Tempat [TP 2.2.2]Hanya melakukan 1 macam gerak di tempat tanpa variasi tingkatan atau arah hadap gerak.Melakukan 2 macam variasi gerak di tempat tetapi transisi antar-gerak masih terputus-putus.Mengembangkan minimal 3 variasi gerak di tempat (misalnya ayunan lengan, tekuk lutut, liukan tubuh) yang tersusun runtut dan memiliki kesatuan gerak indah.Mengembangkan lebih dari 3 variasi gerak di tempat secara terangkai mulus, serasi dengan irama, dan memiliki kesatuan gerak yang sangat indah.
Pengembangan Gerak Berpindah [TP 2.2.3]Hanya melakukan gerak berpindah maju lurus tanpa variasi langkah atau pola lintasan.Melakukan gerak berpindah dengan 1 variasi langkah dan 1 pola lintasan sederhana.Mengembangkan gerak berpindah dengan memadukan variasi langkah (langkah biasa/jinjit/melompat kecil) dan lintasan (lurus/melengkung/zig-zag) secara tertib.Mengembangkan gerak berpindah menggunakan aneka variasi langkah dan pola lintasan ruang yang tertata apik, lancar, serta harmonis bersama kelompok.
Etika Penampil dan Percaya Diri [TP 2.2.4]Tampak ragu-ragu, sering menunduk atau berhenti di tengah peragaan, serta belum menunjukkan etika penampil (salam/sikap siap).Menunjukkan sikap awal dan akhir namun pandangan masih ragu ke arah penonton dan gerak tampak malu-malu.Meragakan gerak dengan etika penampil yang baik (memberi hormat/salam awal-akhir, pandangan mantap ke arah penonton) serta tampil dengan rasa percaya diri.Meragakan gerak dengan etika penampil yang sangat tertib, ekspresi wajah hidup, tenang, mantap, dan memancarkan keyakinan penuh di hadapan penonton dari awal hingga akhir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 10 menit per kelompok efektif untuk transisi, peragaan berdurasi 1,5–2 menit, dan pencatatan skor pada rubrik observasi?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 dalam memadukan gerak di tempat dan berpindah secara percaya diri di hadapan teman-temannya?

Murid:

  • Bagian tarian mana yang paling berhasil kelompokmu peragakan hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berani tampil menari dengan kompak di depan teman-teman sekelas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Ruang kelas/aula yang lapang dan aman untuk bergerak
  3. Alat musik ritmis sederhana (tamborin atau rebana) atau tepukan tangan guru untuk pemandu tempo tenaga
  4. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas II.
  5. Alat musik ritmis sederhana (rebana/tamburin/tongkat ketukan kayu).
  6. Ruang kelas/aula yang lapang dan aman untuk bergerak bebas.
  7. Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Bab 2: Membuat Gerak Tari)
  8. Kartu bergambar stimulus alam (pohon tertiup angin, ombak laut) dan binatang (burung, kupu-kupu)
  9. Pemutar musik dan instrumen pengiring tempo dinamis (musik instrumental berirama alam)
  10. Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas II Kemendikbudristek
  11. Kartu bergambar stimulus gerak di tempat (pohon meliuk, bunga mekar, ombak tangan, kepak burung, katak jongkok-berdiri)
  12. Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak
  13. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek 2024)
  14. Lakban warna-warni untuk membuat pola lintasan di lantai kelas (lurus, zig-zag, melingkar)
  15. 3 Kartu tantangan pola gerak (Kartu 1: Langkah Jinjit - Lintasan Lurus; Kartu 2: Lompat Kecil - Lintasan Zig-zag; Kartu 3: Langkah Silang - Lintasan Lingkaran)
  16. Musik ritmis bertempo sedang sebagai pemandu ketukan 8 hitungan
  17. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas II (Kemendikbudristek).
  18. Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak dan berpindah tempat.
  19. Alat musik ritmis sederhana (rebana/kendang) atau tepukan tangan guru untuk pemandu tempo ketukan.
  20. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023)
  21. Rekaman musik iringan gerak tari anak tempo sedang
  22. Kartu visual etika penampil (gambar berdiri tegak, tatapan mata ke depan, senyum ceria)
  23. Ruang kelas/aula yang ditata dengan area panggung penampil dan area duduk penonton
  24. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas II (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  25. Pemutar audio dan rekaman musik iringan tari tempo cepat-lambat
  26. Penanda lantai panggung tari (selotip warna)
  27. Lembar rubrik observasi unjuk kerja guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.