Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Seni Tari Kelas 1: Bergerak dengan Rangsangan Gagasan atau Cerita

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Tari kelas 1 dengan topik "Bergerak dengan Rangsangan Gagasan atau Cerita". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Tari Kelas 1: Bergerak dengan Rangsangan Gagasan atau Cerita

Seni Tari - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Seni Tari — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bergerak dengan Rangsangan Gagasan atau Cerita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Tari
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBergerak dengan Rangsangan Gagasan atau Cerita
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merespons dan melakukan gerak sederhana berdasarkan rangsangan gagasan atau cerita yang disampaikan guru
  2. Murid mampu menunjukkan gerak tari yang terinspirasi dari gagasan atau cerita dengan ekspresi yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengarkan cerita yang menarik? Cerita apa yang paling kalian sukai?
  2. Menurut kalian, bagaimana cara menunjukkan tokoh dalam cerita melalui gerakan tubuh?
  3. Apa yang kalian rasakan ketika mendengarkan cerita? Bisakah perasaan itu kita tunjukkan lewat gerakan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan bertanya tentang pengalaman murid mendengarkan cerita atau dongeng
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar membuat gerakan dari sebuah cerita
  • Guru melakukan pemanasan ringan: menggerakkan kepala, tangan, kaki, dan badan mengikuti instruksi dengan suasana ceria

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita pendek sederhana (misalnya: cerita tentang kupu-kupu yang terbang mencari bunga) dengan intonasi yang menarik
  • Murid mendengarkan cerita dengan penuh perhatian, duduk melingkar di lantai atau karpet
  • Guru mengajak murid menceritakan kembali cerita yang baru didengar dengan bahasa mereka sendiri
  • Guru menanyakan tokoh-tokoh dalam cerita dan peristiwa yang terjadi
  • Guru dan murid bersama-sama mengidentifikasi alur cerita: awal, tengah, dan akhir
  • Guru menjelaskan bahwa setiap bagian cerita dapat ditunjukkan melalui gerakan tubuh

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mencontohkan gerakan sederhana dari salah satu tokoh cerita (misalnya: kupu-kupu mengepakkan sayap, terbang pelan, hinggap di bunga)
  • Murid mengikuti gerakan yang dicontohkan guru dengan eksplorasi gerakan sendiri
  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (3-4 anak)
  • Setiap kelompok diminta memilih satu bagian cerita (awal, tengah, atau akhir) untuk dibuat gerakannya
  • Murid bekerja dalam kelompok untuk menciptakan 3-5 gerakan sederhana sesuai bagian cerita yang dipilih
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan dorongan positif pada setiap kelompok
  • Setiap kelompok menampilkan gerakan mereka di depan teman-teman secara bergiliran

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk kembali melingkar dan meminta mereka menceritakan pengalaman membuat gerakan dari cerita
  • Guru menanyakan: Gerakan mana yang paling mudah? Mana yang sulit? Mengapa?
  • Murid diminta menyebutkan bagian cerita favorit mereka dan gerakan yang paling mereka sukai
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha dan kreativitas mereka
  • Murid diminta merefleksikan: Apa yang kalian pelajari hari ini tentang membuat gerakan dari cerita?

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: cerita dapat menjadi sumber ide untuk membuat gerakan tari
  • Guru memberikan penguatan bahwa setiap murid memiliki kreativitas unik dalam mengekspresikan cerita melalui gerakan
  • Guru mengajak murid melakukan pendinginan ringan dengan gerakan meregangkan tubuh
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar dapat diminta fokus menirukan gerakan sederhana dari satu tokoh saja. Murid yang sudah mahir dapat diminta menciptakan gerakan untuk beberapa tokoh sekaligus.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman yang lebih percaya diri. Murid yang cepat memahami dapat diberi tantangan membuat transisi gerakan antar bagian cerita.
  • Produk: Murid dapat menampilkan gerakan secara individual, berpasangan, atau kelompok sesuai kesiapan mereka. Murid yang pemalu dapat menampilkan gerakan sambil berdiri di belakang teman.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang cerita yang pernah didengar dan apakah pernah membuat gerakan dari cerita
  • Guru mengamati kemampuan awal murid dalam mendengarkan dan merespons instruksi verbal

Proses:

  • Observasi kemampuan murid menceritakan kembali cerita yang didengar
  • Pengamatan partisipasi dan antusiasme murid saat bereksplorasi gerak
  • Catatan perkembangan kemampuan murid dalam menerjemahkan gagasan cerita menjadi gerakan
  • Penilaian sejawat: murid memberikan apresiasi positif pada penampilan kelompok lain

Akhir:

  • Penilaian performa: murid menampilkan gerakan tari sederhana yang terinspirasi dari cerita dengan ekspresi yang sesuai
  • Refleksi lisan: murid menyampaikan apa yang dipelajari dan dirasakan selama pembelajaran
  • Dokumentasi foto atau video penampilan sebagai portofolio

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat mendengarkan cerita dan menceritakan kembali
  • Pengamatan proses eksplorasi gerak dalam kelompok
  • Catatan anekdot tentang kreativitas dan ekspresi murid saat membuat gerakan

Sumatif:

  • Penilaian performa gerak tari yang ditampilkan kelompok berdasarkan kesesuaian dengan cerita dan ekspresi
  • Penilaian produk: gerakan tari sederhana hasil kreasi murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan merespons cerita menjadi gerakanMurid belum mampu membuat gerakan yang sesuai dengan cerita, memerlukan bimbingan penuh dari guruMurid mulai mencoba membuat gerakan sederhana tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan alur ceritaMurid mampu membuat gerakan sederhana yang sesuai dengan sebagian besar alur ceritaMurid mampu membuat gerakan sederhana yang sesuai dengan keseluruhan alur cerita dengan kreativitas
Ekspresi dan penghayatanMurid melakukan gerakan tanpa ekspresi, terlihat kaku dan tidak menghayatiMurid mulai menunjukkan ekspresi tetapi masih ragu-ragu dan belum konsistenMurid menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan karakter cerita pada sebagian besar gerakanMurid menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan karakter cerita secara konsisten dan penuh penghayatan
Kreativitas dan kemandirianMurid hanya meniru gerakan guru tanpa mencoba membuat variasi sendiriMurid mulai mencoba membuat gerakan sendiri tetapi masih sangat tergantung pada contoh guruMurid mampu membuat gerakan sendiri dengan sedikit bimbingan dan menunjukkan ide kreatifMurid mampu membuat gerakan sendiri secara mandiri dengan kreativitas dan variasi yang menarik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah cerita yang saya pilih sesuai dengan karakteristik dan minat murid kelas 1?
  • Bagaimana respons murid terhadap pembelajaran ini? Apakah mereka antusias dan terlibat aktif?
  • Strategi apa yang perlu saya perbaiki untuk membantu murid yang masih kesulitan menerjemahkan cerita menjadi gerakan?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap tahapan pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini?
  • Gerakan apa yang paling mudah kamu buat? Mana yang paling sulit?
  • Apa yang kamu pelajari tentang membuat gerakan dari cerita?
  • Cerita apa lagi yang ingin kamu jadikan gerakan tari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Tari Kelas 1 SD
  2. Kumpulan cerita pendek atau dongeng anak yang sesuai karakteristik kelas 1
  3. Ruang kelas atau ruang terbuka yang cukup untuk bergerak
  4. Musik instrumental lembut sebagai latar (opsional)
  5. Gambar atau ilustrasi tokoh cerita sebagai media visual pendukung

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.