MODUL AJAR Seni Tari — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 1 — Bergerak dengan Rangsangan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Tari |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Bergerak dengan Rangsangan |
|---|
| Alokasi Waktu | 54 JP (54 x 35 menit = 1890 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 18 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.1.1 Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan berbagai rangsangan
- TP 1.1.2 Mengidentifikasi unsur utama tari meliputi gerak di tempat dan gerak berpindah yang dihasilkan dari berbagai rangsangan
- TP 1.1.3 Mengemukakan pencapaian diri secara lisan dan kinestetik mengenai kemampuan gerak dari rangsangan yang digunakan
- TP 1.1.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide dari rangsangan kepada penonton
- TP 1.1.5 Mengembangkan gerak di tempat dan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana berdasarkan rangsang yang digunakan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana tubuh kita meniru pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi tanpa berpindah tempat?
- Gerakan apa yang bisa kita buat di tempat saat melihat gambar ombak laut yang bergulung?
- Apa yang kalian lakukan saat mendengar suara ketukan gendang atau musik yang rancak?
- Bagaimana caramu menggerakkan kaki dan berpindah tempat saat mendengar musik berirama cepat atau lambat?
- Bagaimana gerakan tubuhmu saat menirukan kupu-kupu yang sedang hinggap di bunga tanpa berpindah tempat?
- Bagaimana gerakan tubuhmu saat menirukan katak yang berpindah melompat dari satu batu ke batu lainnya untuk menyampaikan cerita?
- Bisakah tubuh kita berbicara atau menyampaikan pesan tanpa mengeluarkan suara sama sekali?
- Bagaimana gerakan tubuh kita untuk menunjukkan pesan bahwa kita sedang merasa senang atau sedang mengajak teman bermain?
- Jika melihat pohon tertiup angin sepoi-sepoi, bagian tubuh mana yang bergerak tanpa kaki berpindah tempat?
- Bagaimana kita tahu suatu gerakan termasuk gerak di tempat saat melihat gambar pemandangan alam?
- Ketika mendengar bunyi rebana atau tepukan tangan yang berderap, apakah tubuh kita ingin diam atau berpindah tempat?
- Bagaimana caramu mengenali bahwa suatu gerak yang mengikuti irama musik termasuk gerak berpindah?
- Ketika pohon tertiup angin sepoi-sepoi dan dahan bergoyang, apakah pohon berpindah tempat?
- Bagaimana kita membedakan gerak melambaikan tangan dengan gerak berjalan mengikuti suara ketukan?
- Bagaimana gerakan tubuhmu ketika mendengar suara rebana yang dipukul cepat dibandingkan yang dipukul lambat?
- Gerakan tubuh mana yang menurutmu paling berhasil kamu lakukan sesuai irama ketukan tadi?
- Setelah melihat gambar alam tadi, gerakan apa yang paling berhasil dan mudah kamu tirukan?
- Bagaimana caramu menceritakan kepada teman tentang gerakan pohon atau air yang sudah berhasil kamu lakukan?
- Bagaimana gerakan tubuhmu saat menirukan tokoh kelinci melompat atau kura-kura berjalan dalam cerita?
- Gerakan tokoh mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan?
- Bagaimana sikap tubuhmu saat berdiri di depan kelas untuk bersiap menari?
- Apa yang kamu rasakan saat tubuhmu bergerak mengikuti bunyi rebana atau tepukan tangan di depan teman-teman?
- Bagaimana sikap tubuh yang baik saat kita bersiap tampil menari di depan teman?
- Apa yang harus kita lakukan saat giliran kita menjadi penonton ketika teman sedang menari?
- Bagaimana sikap tubuh penari yang baik saat berdiri bersiap di depan kelas?
- Apa yang kamu rasakan saat meragakan gerak tari ciptaanmu di depan teman-teman?
- Bagaimana gerakan tubuh kita saat menirukan pohon yang tertiup angin sepoi-sepoi lalu tertiup angin kencang di tempat yang sama?
- Bagaimana caramu mengubah satu gerakan tangan di tempat menjadi gerakan tarian sederhana yang lebih menarik saat melihat gambar bunga mekar?
- Bagaimana caramu mengubah langkah kaki biasa menjadi gerak tari saat mendengar suara ketukan gendang?
- Apa yang terjadi pada langkah kakimu ketika musik berbunyi sangat cepat atau sangat lambat?
- Jika kamu membayangkan pohon yang tertiup angin lalu daunnya berguguran terbang jauh, bagaimana tubuhmu bergerak di tempat lalu berpindah?
- Bagaimana cara merangkai satu gerak diam dan satu gerak melangkah agar menceritakan gagasan tentang ombak pantai?
- Bagaimana sikap tubuh kita saat siap tampil menari di depan teman-teman?
- Bagaimana cara kita menyambung gerak diam di tempat lalu berpindah tempat mengikuti bunyi musik?
- Bagaimana caramu menunjukkan gerak di tempat dan gerak berpindah saat mendengar bunyi ketukan?
- Gerak mana dari Bab 1 yang paling kamu kuasai dan ingin kamu tunjukkan hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Eksplorasi Gerak di Tempat Berdasarkan Rangsang Visual Gambar Alam — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan berbagai rangsangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa, memeriksa kehadiran, serta menyiapkan ruang kelas agar leluasa untuk bergerak (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menunjukkan gerak di tempat untuk meniru gambar alam sebagai media komunikasi ide gerak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 1 gambar 'Pohon Tertaut Angin' dan meminta murid berdiri di tempat lalu menunjukkan 1 contoh gerak tangan bergoyang di tempat tanpa menggeser kaki (acuan: tubuh meliuk atau lengan melambai ke kanan-kiri, kedua kaki tetap menapak di lantai) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperlihatkan 3 kartu gambar alam berikut: (1) 'Pohon Ditiup Angin Sepoi-sepoi', (2) 'Ombak Air Laut Mengalun', dan (3) 'Bunga Mekar di Pagi Hari' (10 menit).
- Guru memandu murid mengamati bentuk dan sifat tiap gambar serta membedakan gerak di tempat (gerak tanpa berpindah letak pijakan kaki) yang dapat mengomunikasikan gambar tersebut (acuan: gambar 1 = meliuk/melambai; gambar 2 = mengayun tangan bergelombang; gambar 3 = membuka kedua telapak tangan ke atas) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tebak gerak 'Patung Alam': ketika guru mengangkat kartu gambar alam (Pohon, Ombak, atau Bunga), seluruh murid menunjukkan gerak di tempat yang sesuai dengan gambar tersebut selama hitungan 1 sampai 8 tanpa memindahkan kaki dari titik berdiri (20 menit).
- Secara berpasangan, satu murid memilih 1 dari 3 kartu gambar alam (Pohon, Ombak, atau Bunga) tanpa bersuara, lalu mengeksplorasi dan menunjukkan gerak di tempat untuk mengomunikasikan gambar tersebut kepada pasangannya hingga pasangannya menebak nama gambarnya (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri berdiri di lingkar ruang masing-masing dan menunjukkan 2 variasi gerak di tempat berdasarkan rangsang gambar alam yang dipilih (pilihan: kombinasi gerak tangan pohon bergoyang dan meliukkan tubuh, atau ayunan ombak level rendah ke sedang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid melakukan pendinginan tubuh sambil menyadari bagian tubuh mana saja (tangan, kepala, pinggang) yang bergerak tanpa memindahkan posisi kaki (5 menit).
- Murid menunjukkan satu gestur gerak di tempat favoritnya dari 3 rangsang gambar yang dipelajari dan guru memberi konfirmasi penguatan atas gerak yang berhasil mengomunikasikan pesan gambar (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gambar alam dapat menjadi rangsangan untuk menciptakan gerak di tempat yang menyampaikan pesan (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menutup pembelajaran dengan apresiasi serta doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar tunggal dengan tanda panah arah gerak (misal panah meliuk pada gambar pohon); murid yang mahir diberikan kartu gambar alam dengan tantangan 2 unsur sekaligus (pohon ditiup angin kencang disertai dahan patah di tempat).
- Proses: Murid yang masih kesulitan menjaga titik berdiri diberi tanda lingkaran selotip di lantai sebagai batas pijakan kaki agar tetap berada di tempat; murid yang cepat mengeksplorasi diarahkan mencoba variasi level gerak (tinggi-rendah) tetap di tempat.
- Produk: Murid yang memerlukan scaffolding cukup menunjukkan 1 bentuk gerak tangan di tempat sesuai 1 gambar alam; murid mahir menunjukkan rangkaian 2 ragam gerak di tempat (gerak meliuk dan mengayun) sesuai gambar rangsang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menunjukkan 1 gambar 'Pohon Tertaut Angin' di awal sesi; murid diminta langsung menunjukkan gerak tangan dan badan di tempat tanpa melangkah (acuan diagnostik: murid mampu melambaikan tangan/meliukkan badan dengan kedua telapak kaki tetap menapak di lantai tanpa bergeser tempat).
Proses:- Observasi formatif saat latihan mandiri dan berpasangan: Mengamati kemampuan murid menunjukkan gerak di tempat merespons 3 gambar alam: (1) Pohon tertiup angin (gerak meliuk/melambai), (2) Ombak laut (gerak ayunan tangan bergelombang), (3) Bunga mekar (gerak membuka telapak tangan/lengan dari kuncup ke mekar) dengan kriteria: kaki tetap berada di tempat dan gerak merepresentasikan bentuk visual gambar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Murid diminta memperagakan di tempat satu bentuk gerak dari gambar alam yang disebut guru secara acak tanpa berpindah letak (acuan: jika disebut 'Ombak', murid membuat gerak tangan mengalun bergelombang di tempat; jika disebut 'Bunga Mekar', murid membuka kedua tangan perlahan ke atas di tempat; jika 'Pohon', murid meliukkan badan di tempat).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja eksplorasi gerak di tempat saat merespons rangsang gambar alam (lembar observasi peragaan gerak di tempat).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan eksplorasi gerak di tempat berdasarkan rangsang visual gambar alam | Belum mampu menunjukkan gerak di tempat yang sesuai dengan gambar alam dan masih melangkah berpindah tempat. | Mampu menunjukkan gerak di tempat berdasarkan 1 dari 3 gambar alam (Pohon/Ombak/Bunga) dengan bimbingan langsung guru agar kaki tidak melangkah. | Mampu menunjukkan gerak di tempat secara mandiri berdasarkan minimal 2 dari 3 gambar alam (Pohon, Ombak, Bunga) dengan kaki tetap menapak di tempat. | Mampu menunjukkan eksplorasi variasi gerak di tempat secara mandiri dan konsisten berdasarkan seluruh (3 dari 3) gambar alam (Pohon, Ombak, Bunga) tanpa berpindah tempat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara bergerak di tempat dengan gerak berpindah saat merespons gambar?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tebak gerak Patung Alam?
Murid:- Gerakan alam mana yang paling kamu sukai saat ditirukan di tempat?
- Apakah bagian kakimu bisa tetap diam di lantai saat tangan dan badanmu bergoyang?
Pertemuan 2 — Eksplorasi Gerak Berpindah Berdasarkan Rangsang Audio Ketukan dan Musik — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan berbagai rangsangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan mengajak murid melakukan peregangan tubuh sederhana (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengeksplorasi gerak berpindah tempat dengan mengikuti rangsang audio ketukan dan musik (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: membunyikan 1 ketukan lambat dan meminta murid melangkah maju satu langkah, lalu 1 ketukan cepat meminta murid melompat kecil (acuan: murid merespons ketukan dengan melangkah/melompat berpindah posisi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan dua jenis rangsang audio: (1) ketukan ritmis rebana bertempo lambat, dan (2) musik instrumen bertempo sedang-cepat (10 menit).
- Guru memberikan contoh cara menunjukkan bentuk gerak berpindah (lokomotor) seperti berjalan perlahan saat ketukan lambat dan melompat atau berlari kecil saat musik bertempo ceria (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid melakukan permainan eksplorasi gerak berpindah 'Kereta Bunyi': murid bergerak melangkah maju mengitari garis lingkaran di lantai saat rebana diketuk teratur, dan berhenti saat ketukan berhenti (15 menit).
- Murid mengeksplorasi ragam gerak berpindah bebas (berjalan jinjit, melompat dua kaki, atau melangkah lebar) mengikuti alunan musik bertempo cepat dan lambat yang dimainkan guru (15 menit).
- Secara bergantian per kelompok kecil (4-5 murid), murid menunjukkan eksplorasi 2 bentuk gerak berpindah (misal: melangkah maju dan melompat ke samping) melintasi karpet penanda sesuai rangsang ketukan yang diberikan guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan menanyakan bagaimana tubuh mereka merasakan perpindahan gerak ketika mendengar ketukan lambat dibandingkan musik cepat (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa bunyi ketukan dan alunan musik dapat menjadi rangsangan untuk menggerakkan tubuh berpindah tempat dari satu titik ke titik lain (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan dengan mengayunkan tangan perlahan sambil menarik napas dalam (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif terhadap keberanian seluruh murid dalam mengeksplorasi gerak berpindah (4 menit).
- Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi tempo rangsang audio dari ketukan tunggal lambat hingga tempo musik yang lebih berirama.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu berpindah, guru memberikan bimbingan ketukan langkah beriringan; bagi murid yang tangkas, diberikan tantangan mengubah arah lintasan gerak berpindah (zig-zag atau melingkar).
- Produk: Bentuk gerak berpindah yang ditunjukkan disesuaikan dengan keluwesan dan kenyamanan motorik masing-masing murid (berjalan, melangkah, atau melompat).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji respons kinestetik awal: Guru membunyikan 1 ketukan rebana lambat dan meminta murid melangkah satu langkah berpindah posisi (acuan: murid mampu berpindah posisi minimal satu langkah sesuai bunyi ketukan rebana).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid melakukan aktivitas 'Kereta Bunyi' dan gerak bebas melintasi matras: Guru mencatat kemampuan murid menunjukkan bentuk gerak berpindah tempat (lokomotor) sesuai irama rangsang audio (ketukan rebana dan musik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kinestetik penutup: Guru membunyikan 3 ketukan drum/rebana beruntun dan meminta murid menunjukkan 3 langkah gerak berpindah ke depan (acuan: tepat melakukan 3 langkah perpindahan posisi mengikuti 3 ketukan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi gerak berpindah berdasarkan rangsang audio ketukan dan musik menggunakan lembar ceklis amatan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi gerak berpindah berdasarkan rangsang audio | Belum mampu menunjukkan bentuk gerak berpindah tempat saat diperdengarkan rangsang audio ketukan atau musik. | Mampu menunjukkan gerak berpindah tempat mengikuti rangsang audio dengan bantuan arahan/contoh langsung dari guru. | Mampu menunjukkan gerak berpindah tempat (seperti melangkah atau melompat) secara mandiri selaras dengan rangsang audio ketukan atau musik. | Mampu menunjukkan beragam variasi gerak berpindah tempat (seperti melangkah, jinjit, dan melompat) secara mandiri dan konsisten selaras dengan perubahan tempo rangsang audio. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah variasi rangsang audio (ketukan rebana dan musik) efektif memicu respons eksplorasi gerak berpindah murid?
- Bagaimana pengelolaan ruang gerak kelas agar seluruh murid dapat bergerak berpindah dengan aman dan leluasa?
Murid:- Gerak berpindah mana yang paling kamu sukai saat mendengar ketukan rebana tadi?
- Apakah kamu merasa mudah melangkah dan berpindah tempat saat musik berbunyi?
Pertemuan 3 — Eksplorasi Gerak di Tempat dan Berpindah Berdasarkan Rangsang Gagasan Cerita Binatang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan berbagai rangsangan
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan hangat, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik dan ruang gerak kelas agar aman untuk bergerak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab dan peragaan singkat untuk memetakan kemampuan dasar gerak di tempat dan gerak berpindah: guru meminta murid berdiri di tempat lalu menirukan gerakan pohon tertiup angin (gerak di tempat: meliuk tanpa geser kaki) dan menirukan gerak kucing berjalan perlahan (gerak berpindah: melangkah maju) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengeksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan rangsang gagasan cerita binatang (kisah 'Kupu-kupu dan Katak Sahabat Rimba') untuk mengomunikasikan pesan cerita lewat gerak tubuh (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan teks cerita pendek 'Kupu-kupu dan Katak Sahabat Rimba': Bagian 1: Kupu-kupu membuka dan mengatupkan sayapnya saat hinggap di atas bunga di tepi telaga; Bagian 2: Katak berjongkok diam sambil menggembungkan badannya di atas daun teratai; Bagian 3: Kupu-kupu terbang melayang berkeliling telaga mencari sari bunga baru; Bagian 4: Katak melompat berturut-turut dari satu batu ke batu lain untuk menyeberang telaga (10 menit).
- Guru membimbing murid menyadari perbedaan dua kategori gerak dalam cerita tersebut: Bagian 1 & 2 adalah gerak di tempat (posisi kaki tetap menjejak di titik mula, hanya lengan atau badan bergerak), sedangkan Bagian 3 & 4 adalah gerak berpindah (kaki melangkah atau melompat meninggalkan titik awal ke titik lain) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Permainan Gerak Ekspresif 'Tebak Cerita Satwa': Murid dibagi menjadi 2 kelompok berhadapan. Kelompok A mengeksplorasi dan menunjukkan gerak di tempat kupu-kupu hinggap (menggerakkan kedua tangan naik-turun perlahan di tempat tanpa geser kaki) dan katak berjongkok diam (jongkok sambil menekuk siku di tempat), lalu Kelompok B menebak ide cerita yang dikomunikasikan (15 menit).
- Kelompok bergantian; Kelompok B mengeksplorasi dan menunjukkan gerak berpindah kupu-kupu terbang (berlari kecil berjingkat menjelajah ruang) dan katak melompat (melompat dua kaki maju berpindah tempat) untuk mengomunikasikan peristiwa perjalanan satwa dalam cerita (15 menit).
- Tantangan Rangkaian Cerita Mandiri: Setiap murid secara individual mengeksplorasi dan menunjukkan rangkaian 4 gerak cerita utuh secara berurutan: (1) kupu-kupu hinggap di tempat, (2) katak jongkok di tempat, (3) kupu-kupu terbang berpindah, dan (4) katak melompat berpindah sebagai bentuk tari media komunikasi cerita (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan melakukan pendinginan ringan sembari mengamati kembali pengalaman gerak yang telah dilakukan (5 menit).
- Guru memandu murid merefleksikan gerak: murid mengangkat 1 tangan jika melakukan gerak di tempat dan menggerakkan kedua telapak tangan maju jika melakukan gerak berpindah saat guru menyebutkan kembali potongan adegan cerita binatang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa cerita binatang dapat dikomunikasikan menjadi bentuk tari melalui eksplorasi gerak di tempat (diam di satu titik) dan gerak berpindah (berpindah posisi) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi aktif seluruh murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan gambar ilustrasi pose kupu-kupu dan katak bagi murid yang memerlukan bantuan visual dalam menangkap gagasan cerita.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi dengan ketukan ritmis perlahan saat transisi dari gerak di tempat ke gerak berpindah. Bagi murid yang lebih cepat menguasai, diberikan tantangan mengeksplorasi variasi arah hadap saat gerak di tempat dan variasi lintasan (lurus/berbelok) saat gerak berpindah.
- Produk: Semua murid menunjukkan peragaan 4 gerak cerita; murid yang mahir menunjukkan perpindahan lintasan gerak yang lebih luas, sementara murid yang berkembang menunjukkan gerak dasar sesuai 4 adegan cerita.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab dan peragaan diagnostik 2 tugas gerak: (1) Murid menirukan gerak pohon tertiup angin di tempat (acuan: tubuh meliuk ke kanan-kiri, kedua kaki tetap bertumpu di titik awal tanpa melangkah); (2) Murid menirukan kucing berjalan (acuan: kaki melangkah maju meninggalkan titik tumpu awal).
Proses:- Pengamatan ketercapaian eksplorasi 4 adegan cerita: (1) gerak di tempat sayap kupu-kupu hinggap (kedua tangan digerakkan naik-turun tanpa kaki berpindah), (2) gerak di tempat katak jongkok (tubuh berjongkok diam/naik-turun di titik yang sama), (3) gerak berpindah kupu-kupu terbang (melangkah/berlari kecil berpindah titik), (4) gerak berpindah katak melompat (melompat maju dari titik awal ke titik baru).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kinestetik penutup: Guru menyebutkan adegan cerita, murid menunjukkan respons tubuh secara tepat: saat guru menyebut 'katak berjongkok di atas teratai' murid berpose di tempat tanpa geser kaki; saat guru menyebut 'kupu-kupu mencari makan ke seberang taman' murid melangkah berpindah tempat (acuan ketepatan: kesesuaian respons di tempat vs berpindah terhadap 2 stimulus adegan tersebut).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan rangsang gagasan cerita binatang menggunakan rubrik penilaian proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Gerak di Tempat Berdasarkan Rangsang Gagasan Cerita | Belum mampu menunjukkan gerak di tempat sesuai adegan cerita (kaki masih sering melangkah/berpindah saat menirukan kupu-kupu hinggap atau katak jongkok). | Mampu menunjukkan 1 dari 2 gerak di tempat sesuai adegan cerita binatang dengan tepat tanpa berpindah tempat. | Mampu menunjukkan kedua gerak di tempat (kupu-kupu hinggap dan katak jongkok) sesuai adegan cerita secara konsisten dengan posisi kaki tetap bertumpu di tempat. | Mampu menunjukkan kedua gerak di tempat sesuai adegan cerita secara mandiri, konsisten di tempat, disertai eksplorasi variasi ketinggian level (tegak dan jongkok). | | Eksplorasi Gerak Berpindah Berdasarkan Rangsang Gagasan Cerita | Belum mampu menunjukkan gerak berpindah sesuai adegan cerita binatang (hanya diam di tempat saat menirukan kupu-kupu terbang atau katak melompat). | Mampu menunjukkan 1 dari 2 gerak berpindah sesuai adegan cerita binatang (misalnya melangkah terbang tetapi belum melompat). | Mampu menunjukkan kedua gerak berpindah (kupu-kupu terbang melangkah dan katak melompat berpindah ruang) sesuai adegan cerita dengan jelas berpindah dari titik awal ke titik baru. | Mampu menunjukkan kedua gerak berpindah sesuai adegan cerita secara mandiri dan lancar dengan memanfaatkan lintasan ruang (lurus maupun berkelok). | | Menunjukkan Bentuk Tari sebagai Media Komunikasi Pesan Cerita | Belum mampu menunjukkan bentuk gerak tubuh yang mengomunikasikan perbedaan karakter atau peristiwa cerita binatang. | Mampu menunjukkan gerak tubuh yang mengomunikasikan 1 atau 2 adegan cerita binatang secara sederhana. | Mampu merangkaikan dan menunjukkan seluruh 4 adegan cerita binatang (2 gerak di tempat dan 2 gerak berpindah) sehingga pesan cerita dapat dipahami penonton. | Mampu merangkaikan seluruh 4 adegan cerita binatang secara runtut, jelas mengomunikasikan alur cerita dari awal hingga akhir secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah rangsang gagasan cerita 'Kupu-kupu dan Katak Sahabat Rimba' efektif membantu murid kelas 1 membedakan gerak di tempat dan gerak berpindah?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan gerak ekspresif tebak cerita satwa?
- Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk membantu murid yang masih kesulitan menahan kaki agar tidak berpindah saat melakukan gerak di tempat?
Murid:- Gerakan binatang apa yang paling kamu sukai saat ditarikan tadi?
- Apakah kamu lebih mudah menirukan gerak katak yang melompat berpindah atau kupu-kupu yang hinggap di tempat?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Bentuk Tari sebagai Media Komunikasi Pesan melalui Eksplorasi Gerak — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan berbagai rangsangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: Guru memeragakan 1 gerak melambaikan tangan ke arah diri sendiri dan bertanya: 'Gerak ini menyampaikan pesan apa?' (acuan jawaban: pesan memanggil/mengajak kemari). Selanjutnya murid diminta mencoba menunjukkan 1 gerak tubuh tanpa suara yang menyampaikan pesan 'senang' (acuan penerimaan: melompat kecil di tempat, merentangkan tangan ke atas, atau bertepuk tangan riang) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu mengeksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah untuk menunjukkan pesan tertentu kepada teman tanpa bersuara (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru bahwa tarian dapat digunakan sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan atau perasaan lewat gerakan tubuh (10 menit).
- Guru memperagakan 3 contoh bentuk gerak yang memuat pesan sederhana: (1) pesan 'sedih' dengan gerak di tempat (menundukkan kepala dan membungkukkan badan); (2) pesan 'mengajak bermain' dengan gerak berpindah (melangkah maju sambil mengayunkan tangan ke depan); (3) pesan 'hembusan angin sejuk' dengan gerak di tempat memadukan lambaian tangan halus ke kiri dan kanan (acuan: murid mengenali bahwa tiap gerakan membawa pesan tertentu) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Prinsip Menggembirakan diwujudkan melalui permainan tebak gerak 'Pesan Rahasia Tubuh': Guru membagi murid berpasangan. Murid secara bergiliran mengambil 1 dari 4 kartu pesan berikut: (1) Kartu A: 'Pohon tertiup angin kencang' (acuan bentuk gerak: gerak di tempat dengan meliukkan badan dan mengayunkan tangan kuat-kuat); (2) Kartu B: 'Kupu-kupu terbang mencari bunga' (acuan bentuk gerak: gerak berpindah dengan langkah jinjit kecil sambil mengepakkan kedua lengan); (3) Kartu C: 'Hujan rintik-rintik turun' (acuan bentuk gerak: gerak di tempat dengan jari-jemari digetarkan turun dari atas ke bawah); (4) Kartu D: 'Kelinci melompat gembira' (acuan bentuk gerak: gerak berpindah dengan melompat dua kaki ke depan berturut-turut). Pasangannya bertugas menebak pesan yang disampaikan berdasarkan gerak yang ditunjukkan (20 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengeksplorasi dan menunjukkan 2 bentuk gerak pesan berturut-turut di ruang kelas: 1 bentuk gerak di tempat yang menunjukkan pesan suasana tenang/sejuk dan 1 bentuk gerak berpindah yang menunjukkan pesan semangat/kegembiraan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dengan tenang, mengatur napas, dan menyadari bagaimana anggota tubuh mereka (kaki, tangan, badan) mampu berbicara menyampaikan pesan tanpa kata-kata (10 menit).
- Dua orang perwakilan murid menunjukkan kembali 1 gerak pilihannya di tengah lingkaran, lalu teman-teman menyebutkan pesan apa yang ditangkap dari gerak tersebut secara langsung (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa tari adalah media komunikasi indah di mana gerak di tempat maupun gerak berpindah dapat mewakili perasaan dan cerita kita (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman cepat: Guru menyebutkan pesan 'ombak bergulung ke pantai', murid serentak menunjukkan gerak berpindah melangkah maju-mundur sambil mengayunkan kedua lengan bergelombang (acuan: kesesuaian respons gerak dengan pesan yang dimaksud) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid melakukan pendinginan otot tangan dan kaki, bersyukur, dan berdoa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu rangsang bertuliskan kata dan dilengkapi gambar simbol pesan (misalnya gambar awan hujan, kelinci, ombak) untuk memudahkan pemahaman visual bagi murid yang belum lancar membaca.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu mengeksplorasi gerak, guru memberikan pemodelan gerak dasar anggota tubuh terlebih dahulu; bagi murid yang cepat mengeksplorasi, guru menantang mereka menunjukkan 2 variasi pesan berbeda secara berurutan dalam tempo lambat dan cepat.
- Produk: Murid bebas menunjukkan pilihan pesan menggunakan gerak di tempat (seperti liukan tubuh, getaran jari) maupun gerak berpindah (langkah jinjit, lompatan) sesuai kenyamanan gerak tubuh masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik demonstrasi dan tanya jawab di awal pertemuan: (1) Murid mengamati gerak tangan memanggil ke arah tubuh dan menebak pesan maknanya (acuan jawaban: pesan memanggil/mengajak kemari); (2) Murid menunjukkan 1 gerak tubuh tanpa bersuara untuk menyampaikan pesan 'senang' (acuan jawaban yang diterima: melompat kecil di tempat, merentangkan tangan ke atas, atau bertepuk tangan gembira).
Proses:- Pengamatan langsung kesesuaian bentuk eksplorasi gerak murid terhadap 4 target pesan pada kartu latihan: (1) Kartu 'Pohon tertiup angin kencang' -> gerak di tempat meliukkan tubuh; (2) Kartu 'Kupu-kupu terbang mencari bunga' -> gerak berpindah jinjit mengepakkan tangan; (3) Kartu 'Hujan rintik-rintik' -> gerak di tempat getaran jari ke bawah; (4) Kartu 'Kelinci melompat gembira' -> gerak berpindah lompat berturut-turut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kinestetik akhir: Respons serentak seluruh murid saat diminta menunjukkan gerak yang menyampaikan pesan 'ombak bergulung ke pantai' (kriteria penerimaan: menunjukkan gerak berpindah melangkah maju atau mundur dengan ayunan lengan menyerupai gelombang air).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan 'Pesan Rahasia Tubuh' dan eksplorasi mandiri gerak di tempat serta gerak berpindah untuk menyampaikan pesan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak di tempat | Belum mampu menunjukkan gerak di tempat yang memuat pesan komunikasi, gerakan masih kaku dan terdiam. | Mampu menunjukkan 1 gerak di tempat untuk menyampaikan pesan sederhana namun masih memerlukan contoh/bimbingan penuh dari guru. | Mampu menunjukkan gerak di tempat secara mandiri yang jelas menyampaikan pesan komunikasi (misal: pohon ditiup angin atau hujan rintik). | Mampu menunjukkan berbagai variasi bentuk gerak di tempat secara mandiri dan konsisten dengan penghayatan pesan komunikasi yang sangat jelas dan ekspresif. | | Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak berpindah | Belum mampu melakukan gerak berpindah untuk mengomunikasikan pesan (hanya berpindah tempat biasa tanpa eksplorasi bentuk gerak). | Mampu menunjukkan gerak berpindah untuk mengomunikasikan pesan dengan bantuan petunjuk atau arahan berulang dari guru. | Mampu menunjukkan gerak berpindah (seperti langkah jinjit kupu-kupu atau lompatan kelinci) secara mandiri yang secara tepat merefleksikan pesan yang dimaksud. | Mampu mengeksplorasi dan menunjukkan beragam gerak berpindah secara luwes, konsisten, dan mandiri sehingga pesan gerak terbaca sangat jelas oleh penonton. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berani mengeksplorasi gerak tubuh mereka sendiri tanpa merasa malu?
- Apakah media kartu pesan visual membantu murid memahami bahwa gerak tari memiliki makna pesan komunikasi?
- Langkah kegiatan mana yang paling efektif dalam memancing daya imajinasi gerak murid?
Murid:- Pesan apa yang paling kamu sukai saat kamu tunjukkan lewat gerakan tubuh tadi?
- Apakah kamu lebih suka menyampaikan pesan lewat gerak diam di tempat atau gerak sambil berpindah tempat?
Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Unsur Gerak di Tempat yang Dihasilkan dari Rangsangan Visual — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengidentifikasi unsur utama tari meliputi gerak di tempat dan gerak berpindah yang dihasilkan dari berbagai rangsangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: memperlihatkan 2 gambar rangsang visual (Gambar A: Bunga mawar bergoyang di tangkai; Gambar B: Kucing berlari mengejar bola) dan menanyakan gambar mana yang menghasilkan gerak di tempat (acuan: Gambar A karena posisi kaki/pangkal tidak berpindah lokasi) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi unsur gerak di tempat yang dihasilkan dari gambar rangsangan visual (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 kartu gambar rangsang visual alam yang ditempel guru di papan tulis: Kartu 1 (Pohon kelapa meliuk tertiup angin), Kartu 2 (Kupu-kupu terbang melintasi kebun), dan Kartu 3 (Batu karang diterpa ombak dengan rumput laut melambai) (acuan gerak di tempat: Kartu 1 dan Kartu 3; Kartu 2 adalah gerak berpindah) (10 menit).
- Murid dengan bimbingan guru menganalisis ciri gerak di tempat pada gambar: tubuh melakukan gerak (mengayun, meliuk, memutar) namun telapak kaki tetap diam menumpu pada titik yang sama (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan seru 'Tebak Kartu Pematung': guru memperlihatkan 4 kartu rangsang visual secara bergantian: (1) Gambar Rumput bergoyang di tanah, (2) Gambar Kelinci melompat dari semak ke lapangan, (3) Gambar Kincir angin berputar di tiang, (4) Gambar Burung terbang dari pohon ke tiang listrik; murid berdiri mematung sambil mengangkat tangan kanan jika kartu menunjukkan gerak di tempat, atau melangkah maju satu langkah jika gerak berpindah (acuan: Kartu 1 dan 3 = gerak di tempat; Kartu 2 dan 4 = gerak berpindah) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja klasifikasi visual berisi 4 gambar rangsang visual: (1) Gambar Ombak bergulung di tepi karang (gerak di tempat), (2) Gambar Kuda berlari di padang (gerak berpindah), (3) Gambar Bunga mekar menyambut matahari (gerak di tempat), (4) Gambar Katak melompat menyeberangi kolam (gerak berpindah). Murid mencentang kolom 'Gerak di Tempat' atau 'Bukan Gerak di Tempat' (acuan kunci: nomor 1 dan 3 = Gerak di Tempat; nomor 2 dan 4 = Bukan Gerak di Tempat) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi lembar kerja, memeriksa mengapa gambar pohon meliuk dan ombak bergulung dikelompokkan ke dalam gerak di tempat (15 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan penegasan: menampilkan Gambar Api unggun berkobar meliuk-liuk di atas tungku, lalu murid serentak menunjukkan kartu hijau jika gerak di tempat atau kartu merah jika gerak berpindah (acuan: hijau/gerak di tempat karena kobaran meliuk tanpa berpindah tempat) (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa gerak di tempat dari rangsang visual adalah gerak yang diamati dan dilakukan tanpa berpindah posisi kaki, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar rangsang visual dengan ukuran kontras dan garis penanda pijakan kaki untuk membantu visualisasi posisi diam.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan fisik sederhana (berdiri di atas lingkaran karpet) saat meneliti kartu gambar; murid cepat diberi tantangan menganalisis 2 kartu tambahan (Gambar Lilin meleleh bergoyang dan Gambar Daun melayang jatuh ke tanah) untuk menentukan mana yang gerak di tempat.
- Produk: Murid dapat mengidentifikasi dengan cara memberi tanda centang pada lembar gambar atau menunjuk langsung pada kartu peraga.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasifikasi cepat dengan 2 gambar rangsang: Gambar A (Bunga mawar bergoyang di tangkai) dan Gambar B (Kucing berlari mengejar bola). Murid diminta menunjuk gambar yang menunjukkan gerak di tempat. (Kunci acuan: Gambar A adalah gerak di tempat karena batang/tangkai tidak berpindah tempat; Gambar B berpindah tempat).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan lembar kerja mandiri berisi 4 gambar rangsang visual: (1) Ombak bergulung, (2) Kuda berlari, (3) Bunga mekar, (4) Katak melompat. Kriteria ketepatan: tepat mencentang (1) dan (3) sebagai Gerak di Tempat, serta (2) dan (4) sebagai Bukan Gerak di Tempat (skor 4 dari 4 gambar tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Menampilkan 1 gambar (Gambar Kobaran api unggun pada kayu bakar). Murid memilih mengangkat kartu hijau (gerak di tempat) atau kartu merah (gerak berpindah). (Kunci acuan: kartu hijau, kobaran api meliuk di tempat tanpa berpindah tumpuan).
Formatif:- Observasi ketepatan identifikasi saat permainan 'Tebak Kartu Pematung'
- Penilaian lembar kerja klasifikasi gerak di tempat berdasarkan rangsangan visual
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi unsur gerak di tempat dari rangsangan visual | Belum mampu mengidentifikasi gerak di tempat dari rangsangan visual (0-1 dari 4 gambar pada lembar kerja tepat sesuai acuan) | Mulai mampu mengidentifikasi gerak di tempat dari rangsangan visual dengan bimbingan guru (2 dari 4 gambar pada lembar kerja tepat sesuai acuan) | Mampu mengidentifikasi unsur gerak di tempat dari rangsangan visual secara tepat (3 dari 4 gambar pada lembar kerja tepat sesuai acuan) | Sangat mandiri dan tepat mengidentifikasi seluruh unsur gerak di tempat dari rangsangan visual (seluruh 4 dari 4 gambar pada lembar kerja tepat sesuai acuan) |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah rangsangan visual gambar alam yang dipilih cukup jelas memperlihatkan perbedaan gerak di tempat bagi murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan aktif 'Tebak Kartu Pematung' dalam mengenali gerak di tempat?
Murid:- Bagian gambar mana yang paling mudah kamu tebak sebagai gerak di tempat?
- Apakah kamu bisa membedakan gerakan yang kakinya diam dan yang kakinya berpindah saat melihat gambar?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Unsur Gerak Berpindah yang Dihasilkan dari Rangsangan Audio Ritmis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengidentifikasi unsur utama tari meliputi gerak di tempat dan gerak berpindah yang dihasilkan dari berbagai rangsangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan ruang kelas agar aman untuk aktivitas pengamatan gerak (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: guru membunyikan ketukan rebana perlahan lalu memperagakan 2 contoh gerak, yaitu (1) menghentakkan kaki sambil tetap berdiri di titik yang sama dan (2) melangkah maju 3 langkah mengikuti ketukan, kemudian meminta murid menunjuk mana gerak yang posisinya berpindah (acuan diagnostik: gerak nomor 2 adalah gerak berpindah tempat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperdengarkan 3 ragam rangsangan audio ritmis menggunakan alat musik rebana/kendang: pola ritme lambat (ketukan teratur lambat), pola ritme cepat (ketukan tepuk berderap cepat), dan pola ritme berderap melompat (dung-tak dung-tak) (10 menit).
- Guru memperagakan contoh gerak yang merespons rangsangan audio ritmis tersebut, lalu memandu murid mengamati ciri utama gerak berpindah, yaitu adanya perubahan letak/titik tubuh dari posisi awal ke posisi baru (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain permainan 'Detektif Irama': guru membunyikan rangsangan audio ritmis secara bergantian dan menampilkan 4 peragaan gerak berurutan, lalu setiap murid mengidentifikasi apakah gerak tersebut merupakan 'gerak berpindah' atau 'gerak di tempat' dengan mengangkat kartu hijau bergambar jejak kaki untuk gerak berpindah atau kartu merah bersilang untuk gerak di tempat (25 menit). Rincian 4 butir peragaan: (1) Peragaan melangkah maju ke depan mengikuti ketukan rebana lambat; (2) Peragaan mengayunkan kedua lengan ke atas-bawah mengikuti tepukan di titik yang sama; (3) Peragaan melompat kecil berpindah ke samping kanan mengikuti ritme cepat; (4) Peragaan berjingkat maju-mundur melintasi garis lantai mengikuti ketukan ritmis (Acuan ketepatan: butir 1 = gerak berpindah, butir 2 = gerak di tempat/bukan berpindah, butir 3 = gerak berpindah, butir 4 = gerak berpindah).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar identifikasi bergambar yang memuat 4 gambar gerak anak yang merespons irama musik dan memberi tanda centang pada gambar yang menunjukkan unsur gerak berpindah (15 menit). Rincian 4 gambar: Gambar A: anak melangkah maju mengikuti bunyi tamborin; Gambar B: anak berputar di titik yang sama tanpa bergeser; Gambar C: anak merayap/merangkak maju mengikuti ketukan rebana; Gambar D: anak menggelengkan kepala di tempat duduknya (Acuan ketepatan: centang pada Gambar A dan Gambar C; Gambar B dan D tidak dicentang).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi murid memeriksa kembali hasil identifikasinya dan menanyakan ciri apa yang membuat mereka yakin bahwa suatu gerak akibat rangsangan bunyi ritmis adalah gerak berpindah (10 menit).
- Murid secara berkesadaran menyimpulkan bahwa gerak berpindah dari rangsangan audio ritmis selalu ditandai dengan kaki/badan yang membawa tubuh berpindah tempat dari titik awal ke titik lain (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan: guru membunyikan satu pola ritme cepat dan memperagakan gerak meluncur ke samping, lalu murid bersama-sama mengonfirmasi apakah itu gerak berpindah atau di tempat (acuan: gerak meluncur ke samping adalah gerak berpindah) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketelitian murid dalam mengidentifikasi gerak berpindah dan memberikan apresiasi atas fokus belajar mereka (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan media audio ritmis bervariasi (ketukan rebana langsung dan rekaman musik ritmis) serta kartu visual jejak kaki untuk memperjelas konsep perpindahan posisi.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan tanda garis di lantai untuk membantu mengamati perpindahan titik tubuh; bagi murid yang cepat paham, diberikan 2 pola peragaan tambahan dengan arah lintasan berbeda (diagonal/zig-zag) untuk diidentifikasi.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi melalui kartu simbol gambar kaki, memberi tanda pada lembar kerja bergambar, atau menunjuk langsung secara lisan/kinestetik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi awal di pendahuluan: Murid mengamati 2 peragaan gerak berketukan dan menentukan mana yang berpindah tempat. Acuan: Gerak 1 (menghentak di tempat) = bukan berpindah; Gerak 2 (melangkah maju 3 langkah) = gerak berpindah.
Proses:- Formatif 'Detektif Irama': Memeriksa ketepatan murid mengangkat kartu pada 4 peragaan berketukan. Acuan lengkap: Butir 1 (melangkah maju) = gerak berpindah; Butir 2 (mengayun lengan di titik tetap) = gerak di tempat; Butir 3 (melompat ke samping) = gerak berpindah; Butir 4 (berjingkat maju-mundur lintasi garis) = gerak berpindah.
- Formatif Lembar Identifikasi: Memeriksa 4 gambar pada lembar kerja murid. Acuan lengkap: Gambar A (melangkah maju) = dicentang (berpindah); Gambar B (berputar di titik sama) = tidak dicentang (di tempat); Gambar C (merangkak maju) = dicentang (berpindah); Gambar D (menggeleng di kursi) = tidak dicentang (di tempat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di penutup: Guru memperagakan gerak meluncur ke samping mengikuti ritme kendang cepat, murid mengidentifikasi jenis geraknya. Acuan jawaban tepat: gerak berpindah tempat karena tubuh berpindah posisi dari titik awal ke titik samping.
Formatif:- Pengamatan respons murid saat permainan kartu 'Detektif Irama' (identifikasi 4 peragaan gerak ritmis)
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi 4 gambar gerak berpindah dari rangsangan ritmis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Unsur Gerak Berpindah dari Rangsangan Audio Ritmis | Belum mampu mengidentifikasi gerak berpindah yang dihasilkan dari rangsangan audio ritmis (tepat 0-1 dari 4 butir acuan pada tugas identifikasi). | Mulai mampu mengidentifikasi gerak berpindah yang dihasilkan dari rangsangan audio ritmis dengan bantuan bimbingan guru (tepat 2 dari 4 butir acuan pada tugas identifikasi). | Mampu mengidentifikasi gerak berpindah yang dihasilkan dari rangsangan audio ritmis secara tepat (tepat 3 dari 4 butir acuan pada tugas identifikasi secara mandiri). | Sangat teliti dan konsisten mengidentifikasi seluruh unsur gerak berpindah yang dihasilkan dari rangsangan audio ritmis secara mandiri (tepat 4 dari 4 butir acuan pada tugas identifikasi). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan secara jelas perpindahan titik tubuh saat rangsangan audio ritmis dimainkan?
- Bagian kegiatan mana dari permainan 'Detektif Irama' yang paling membantu murid memahami konsep unsur gerak berpindah?
Murid:- Bagaimana kamu tahu tubuhmu atau tubuh temanmu sedang melakukan gerak berpindah saat mendengar bunyi ketukan?
- Apakah kamu merasa senang saat menebak gerak berpindah menggunakan kartu gambar jejak kaki?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Perbedaan Gerak di Tempat dan Gerak Berpindah dari Berbagai Rangsangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Mengidentifikasi unsur utama tari meliputi gerak di tempat dan gerak berpindah yang dihasilkan dari berbagai rangsangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan yaitu belajar mengenali dan membedakan gerak di tempat dan gerak berpindah dari berbagai rangsangan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab visual gerak: guru memperagakan 2 contoh gerak yaitu (1) mengayunkan kedua lengan di tempat dan (2) berjalan melangkah ke depan, lalu meminta murid menyebutkan apakah kaki berpindah tempat atau tetap di tempat (acuan: gerak 1 = di tempat; gerak 2 = berpindah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memberikan stimulus berupa 2 rangsang visual dan 2 rangsang audio bergantian: Rangsang 1 (gambar pohon diam meliuk), Rangsang 2 (gambar kupu-kupu terbang melayang dari bunga ke bunga), Rangsang 3 (ketukan pelan stabil tanpa perpindahan), dan Rangsang 4 (ketukan berderap melangkah maju) (10 menit).
- Murid mengamati peragaan guru untuk keempat stimulus tersebut dan menyimak perbedaan ciri fisik utamanya: gerak di tempat cirinya posisi kaki/tubuh tidak berpindah kedudukan dari lantai awal, sedangkan gerak berpindah cirinya posisi tubuh berpindah dari titik satu ke titik lain (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan 'Patung dan Pengembara': guru membunyikan instrumen atau memperlihatkan gambar secara bergantian (misal: Rangsang A = tepuk rebana di tempat merespons gerak memutar lengan di tempat; Rangsang B = bunyi gemerincing tamborin mengajak melompat berpindah); saat guru berseru 'Tebak Gerak!', murid langsung mengelompokkan diri ke zona bertanda 'DI TEMPAT' atau zona bertanda 'BERPINDAH' sesuai gerak rangsangan yang dicontohkan guru (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar identifikasi gambar-rangsangan yang memuat 4 gambar gerak: (1) Gerak memutar pinggang meniru bunga mekar [acuan: gerak di tempat]; (2) Gerak merangkak meniru kucing berjalan [acuan: gerak berpindah]; (3) Gerak melompat ke depan mengikuti ketukan tamborin cepat [acuan: gerak berpindah]; (4) Gerak menggelengkan kepala merespons desiran angin [acuan: gerak di tempat]. Murid menandai simbol lingkaran untuk gerak di tempat dan simbol panah untuk gerak berpindah (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid memeriksa lembar kerja bersama-sama, membahas keempat gambar satu per satu, dan meminta murid mengecek ketepatan pemilahan antara gerak di tempat dan gerak berpindah (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri pembeda gerak di tempat (tetap di posisi) dan gerak berpindah (beralih posisi) dari rangsangan yang diamati (10 menit).
- Guru memberikan apresiasi kepada murid atas ketelitiannya dalam mengidentifikasi gerak dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bergambar dengan tanda visual tambahan (ikon kaki tetap untuk gerak di tempat, ikon jejak langkah untuk gerak berpindah) bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman visual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan demonstrasi ulang satu per satu sebelum murid mengelompokkan; bagi murid yang cepat paham, diberikan kesempatan mengidentifikasi 2 rangsangan gerak tambahan secara langsung.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi dengan menandai lembar kerja simbol atau menunjuk langsung pada kartu peraga.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan dan peragaan singkat di awal: Murid mengamati 2 contoh gerak dari guru: (1) Mengayun lengan di tempat, (2) Berjalan melangkah maju ke depan. Murid mengidentifikasi mana yang tidak berpindah posisi dan mana yang berpindah posisi (acuan: gerak 1 = di tempat; gerak 2 = berpindah).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam mengidentifikasi zona gerak pada permainan Patung dan Pengembara.
- Pemeriksaan ketepatan identifikasi pada lembar kerja 4 butir: (1) Bunga mekar memutar pinggang = di tempat; (2) Kucing merangkak maju = berpindah; (3) Melompat ke depan ikuti ketukan = berpindah; (4) Menggeleng kepala ikuti desiran angin = di tempat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir refleksi: Murid menunjukkan pilihan pada 2 rangsangan cepat yang diberikan guru: (A) gerak mengetuk-ngetuk jari di lutut [acuan: gerak di tempat], (B) gerak melompat satu kaki berpindah ke depan [acuan: gerak berpindah].
Formatif:- Pengamatan saat permainan 'Patung dan Pengembara' (pemilahan zona gerak di tempat vs gerak berpindah)
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 gambar gerak dari berbagai rangsangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Perbedaan Gerak di Tempat dan Gerak Berpindah dari Berbagai Rangsangan | Belum mampu mengidentifikasi perbedaan gerak di tempat dan gerak berpindah (tepat 0-1 dari 4 butir acuan). | Mulai mampu mengidentifikasi perbedaan gerak di tempat dan gerak berpindah dari rangsangan dengan bimbingan (tepat 2 dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi perbedaan gerak di tempat dan gerak berpindah dari berbagai rangsangan secara mandiri (tepat 3 dari 4 butir acuan: 1. Bunga mekar memutar pinggang [di tempat], 2. Kucing merangkak maju [berpindah], 3. Melompat ke depan ikuti ketukan [berpindah], 4. Menggeleng kepala ikuti desiran angin [di tempat]). | Sangat mampu mengidentifikasi seluruh perbedaan gerak di tempat dan gerak berpindah dari berbagai rangsangan secara tepat dan mandiri (tepat 4 dari 4 butir acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan konsep gerak di tempat dan gerak berpindah secara visual dan kinestetik dengan mudah?
- Apakah contoh rangsangan visual dan audio yang disajikan cukup jelas untuk diamati perbedaannya oleh murid kelas 1?
Murid:- Gerak mana yang paling mudah kamu tebak: gerak yang diam di tempat atau yang berjalan berpindah?
- Bagaimana caramu mengetahui bahwa suatu gerak termasuk gerak berpindah?
Pertemuan 8 — Mengemukakan Pencapaian Diri secara Kinestetik atas Kemampuan Gerak dari Rangsang Audio — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Mengemukakan pencapaian diri secara lisan dan kinestetik mengenai kemampuan gerak dari rangsangan yang digunakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengemukakan pencapaian diri sendiri secara kinestetik (mengulang gerakan tubuh) atas kemampuan bergerak mengikuti rangsang audio berupa bunyi ketukan (5 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Guru memainkan 2 contoh bunyi (ketukan lambat dan ketukan cepat) lalu meminta 3 murid secara acak memperagakan kembali satu gerakan tubuh yang pernah mereka kuasai untuk menunjukkan respon tubuh terhadap bunyi tersebut (acuan ketercapaian: murid langsung menggerakkan anggota tubuh seperti tangan mengayun lambat saat ketukan lambat atau kaki melompat kecil saat ketukan cepat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan penjelasan dengan contoh nyata bahwa mengemukakan pencapaian diri secara kinestetik adalah cara menunjukkan kemampuan diri melalui peragaan gerakan tubuh yang dirasa paling dikuasai setelah mendengarkan bunyi (10 menit).
- Guru memainkan 3 pola bunyi instrumen audio: (1) Ketukan rebana lambat berulang, (2) Bunyi gemerincing tamborin cepat, (3) Ketukan meja berirama selang-seling (tepuk-diam-tepuk). Murid menyimak dan mengingat kembali pengalaman tubuhnya dalam merespons ketiga bunyi tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Permainan Menyenangkan 'Cermin Kemampuanku': Guru membunyikan salah satu dari 3 instrumen audio secara bergantian, lalu setiap murid mencoba bergerak bebas di tempat mengikuti ketukan tersebut untuk merasakan gerak mana yang paling tepat dan mantap mereka lakukan (15 menit).
- Murid secara mandiri memilih 1 gerakan terbaik yang menjadi pencapaian dirinya dari respons bunyi audio yang dipilih (pilihan respons: gerak ayunan lengan lembut pada bunyi rebana lambat, gerak getar bahu/jari lincah pada bunyi tamborin cepat, atau gerak langkah kaki teratur pada ketukan meja selang-seling) (15 menit).
- Satu per satu atau bergiliran berpasangan, murid mengemukakan pencapaian dirinya secara kinestetik: saat guru membunyikan instrumen audio yang mereka pilih, murid memperagakan kembali gerak tubuh yang telah dikuasainya tersebut secara utuh sebagai bentuk laporan capaian diri kinestetik (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengevaluasi kemampuannya sendiri dengan memberikan gestur tubuh jempol ke atas jika merasa gerakannya sudah tepat dengan ketukan audio, atau merentangkan tangan ke depan jika merasa masih perlu berlatih menyelaraskan ketukan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian seluruh murid dalam mengemukakan pencapaian gerak tubuhnya masing-masing secara kinestetik (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan bahwa tubuh kita dapat melaporkan keberhasilan belajar gerak melalui peragaan kembali gerakan yang sudah dikuasai, kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan alat sumber bunyi dengan tempo yang sangat kontras (ketukan kendang/rebana sangat lambat vs gemerincing tamborin cepat) untuk mempermudah identifikasi gerak.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi dengan membunyikan ketukan hitungan satu-dua secara perlahan agar murid dapat menunjukkan gerak pencapaian dirinya; bagi murid yang cepat mandiri, murid langsung memperagakan gerak pencapaian diri begitu bunyi instrumen diperdengarkan.
- Produk: Pencapaian diri kinestetik dapat ditunjukkan melalui variasi gerak anggota tubuh bagian atas (ayunan tangan/bahu) maupun bagian bawah (langkah/hentakan kaki) sesuai kemampuan gerak yang dirasa paling dikuasai murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik peragaan singkat: Guru meminta murid mengulang 1 respons gerak tubuh terhadap ketukan rebana lambat atau tepuk tangan cepat (acuan: ketukan lambat direspons ayunan tubuh lambat; tepukan cepat direspons hentakan/ayunan cepat).
Proses:- Lembar observasi formatif mengemukakan capaian diri kinestetik: Mengamati kesesuaian gerakan yang diperagakan murid dengan ritme rangsang audio yang dipilihnya (rebana lambat / tamborin cepat / ketukan meja berirama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kinestetik penutup: Setiap murid memperagakan pose diam selama 3 hitungan lalu melanjutkan dengan 1 ragam gerak andalan yang paling dikuasai sesuai bunyi instrumen penutup (acuan: peragaan gerak dilakukan secara mandiri sesuai tempo bunyi yang dimainkan guru).
Formatif:- Observasi unjuk kerja kinestetik: Pengamatan langsung terhadap kemampuan murid memperagakan kembali gerakan pencapaian dirinya berdasarkan rangsang audio yang ditentukan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengemukakan pencapaian diri secara kinestetik atas kemampuan gerak dari rangsang audio | Belum mampu memperagakan gerak tubuh untuk menunjukkan pencapaian kemampuannya saat diperdengarkan rangsang audio kendati telah diberi bimbingan fisik langsung oleh guru. | Mampu memperagakan gerak tubuh untuk menunjukkan pencapaian kemampuannya mengikuti rangsang audio, namun masih membutuhkan bantuan arahan hitungan atau contoh dari guru. | Mampu mengemukakan pencapaian dirinya secara kinestetik dengan memperagakan secara mandiri 1 bentuk gerak tubuh yang selaras dengan rangsang audio pilihannya. | Mampu mengemukakan pencapaian dirinya secara kinestetik dengan memperagakan secara mandiri dan runtut lebih dari 1 variasi gerak tubuh yang selaras dengan tempo rangsang audio pilihannya secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid merasa nyaman dan percaya diri saat memperagakan gerak pencapaian dirinya sendiri tanpa takut salah?
- Apakah ragam rangsang audio yang disediakan sudah cukup membantu murid membedakan tempo dan ritme dalam berefleksi secara kinestetik?
Murid:- Apakah kamu senang bisa menunjukkan gerakan tubuh yang paling kamu kuasai tadi?
- Gerakan mana yang menurutmu paling mudah kamu lakukan saat mendengar bunyi ketukan?
Pertemuan 9 — Mengemukakan Pencapaian Diri secara Lisan mengenai Kemampuan Gerak dari Rangsang Visual — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Mengemukakan pencapaian diri secara lisan dan kinestetik mengenai kemampuan gerak dari rangsangan yang digunakan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan menyapa kehadiran murid di ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengemukakan atau menceritakan pencapaian diri secara lisan mengenai kemampuan melakukan gerak berdasarkan rangsang visual gambar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan singkat dengan menunjukkan 1 kartu gambar 'Pohon Ditiup Angin' dan bertanya: 'Siapa yang bisa menyebutkan anggota tubuh apa yang kamu gerakkan saat menirukan gambar ini?' (acuan jawaban: menyebutkan tangan/lengan melambai atau badan bergoyang) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 3 kartu gambar rangsang visual alam: (1) Gambar Ranting Pohon Bergoyang, (2) Gambar Ombak Laut Bergulung, dan (3) Gambar Daun Gugur Melayang (5 menit).
- Guru memberikan contoh cara mengemukakan pencapaian diri secara lisan dengan kalimat terstruktur sederhana: 'Saya sudah bisa menggerakkan kedua tangan melambai ke kanan dan ke kiri saat melihat gambar ranting pohon' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan aktivitas permainan berpasangan 'Cerita Gerak Gambarku': murid berpasangan saling mengamati kartu gambar pilihan mereka dari 3 kartu rangsang visual (kartu ranting, ombak, daun gugur) (10 menit).
- Setiap murid secara bergantian mencoba mengemukakan pencapaian diri secara lisan kepada teman pasangannya tentang gerakan apa yang berhasil ia lakukan berdasarkan gambar tersebut, mencakup anggota tubuh yang digerakkan dan arah/sifat gerakannya (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati dan memfasilitasi murid saat mengemukakan pencapaian dirinya, memastikan murid menyebutkan keberhasilan geraknya secara lisan dengan panduan acuan: (1) Kartu Ranting -> menyebut gerakan melambaikan tangan/lengan ke kiri-kanan; (2) Kartu Ombak -> menyebut gerakan tangan bergelombang naik-turun atau badan mengayun; (3) Kartu Daun Gugur -> menyebut gerakan tubuh merendah/berputar perlahan ke lantai (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Secara bergantian di lingkaran kelas, 4-5 perwakilan murid mengemukakan secara lisan pencapaian dirinya di depan guru dan seluruh teman mengenai gerakan yang paling dikuasai dari rangsang visual gambar (15 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap ungkapan pencapaian diri murid dan mengajak murid menyadari bagian gerak mana yang sudah sangat mudah mereka lakukan dan mana yang masih perlu dilatih (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa setiap anak memiliki pencapaian gerak yang hebat dan mampu menceritakannya secara lisan dengan jujur (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada murid secara klasikal/acak, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar rangsang visual dengan variasi warna kontras dan objek tunggal yang jelas untuk memudahkan identifikasi gerak.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kalimat pemantik ('Saya sudah bisa menggerakkan bagian...'), sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan mengemukakan pencapaian pada 2 gambar sekaligus.
- Produk: Pencapaian diri dikemukakan secara lisan baik dalam bentuk kalimat sederhana maupun frasa langsung yang menyebutkan anggota tubuh dan bentuk gerak yang berhasil dikuasai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Guru menunjukkan 1 kartu gambar rangsang visual 'Pohon Ditiup Angin' lalu meminta murid menyebutkan anggota tubuh yang berhasil digerakkan saat menirukan gambar tersebut (acuan: murid menyebutkan tangan/lengan melambai atau badan bergoyang).
Proses:- Asesmen formatif unjuk kerja lisan pada aktivitas 'Cerita Gerak Gambarku': guru menilai kemampuan murid mengemukakan pencapaian gerak dari 3 kartu rangsang visual yang disediakan. Acuan penerimaan pengungkapan lisan: (1) Ranting Pohon: menyebut gerakan melambaikan tangan/lengan ke samping; (2) Ombak Laut: menyebut gerakan mengayunkan tangan naik-turun/bergelombang; (3) Daun Gugur: menyebut gerakan merendahkan tubuh/menjatuhkan tangan perlahan.
Akhir Pertemuan:- Cek lisan penutup: Guru menanyakan secara acak kepada murid: 'Dari gambar ombak laut, bagian tubuh mana dan gerakan apa yang sudah berhasil kamu lakukan?' (acuan: murid menyebutkan tangan atau badan dengan gerakan meliuk/mengayun naik turun).
Formatif:- Observasi unjuk bicara saat mengemukakan pencapaian diri secara lisan mengenai kemampuan gerak dari rangsang visual
- Catatan anekdotal ketercapaian pengungkapan lisan murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan mengemukakan pencapaian diri secara lisan mengenai gerak dari rangsang visual | Belum mampu mengemukakan pencapaian diri mengenai gerak dari rangsang visual gambar secara lisan meski sudah diberikan pertanyaan pemandu. | Mampu mengemukakan pencapaian diri mengenai gerak dari rangsang visual gambar secara lisan hanya berupa 1 kata (misal hanya menyebut nama anggota tubuh: 'tangan') dengan bantuan penuh guru. | Mampu mengemukakan pencapaian diri mengenai gerak dari rangsang visual gambar secara lisan secara mandiri mencakup anggota tubuh dan arah/bentuk gerakan yang berhasil dilakukan sesuai acuan. | Mampu mengemukakan pencapaian diri mengenai kemampuan gerak dari beberapa rangsang visual gambar secara lisan dengan lancar, jelas, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan contoh kalimat untuk mengemukakan pencapaian diri secara lisan mudah dipahami oleh murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan dan keberanian murid saat menceritakan pencapaian geraknya kepada teman sebaya?
Murid:- Apakah kamu merasa senang menceritakan gerakan yang berhasil kamu lakukan kepada teman?
- Gambar apa yang paling kamu sukai saat menceritakan gerakanmu tadi?
Pertemuan 10 — Mengemukakan Refleksi Pencapaian Diri secara Lisan dan Kinestetik dari Rangsang Cerita — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Mengemukakan pencapaian diri secara lisan dan kinestetik mengenai kemampuan gerak dari rangsangan yang digunakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengemukakan secara lisan dan memperagakan kembali (kinestetik) keberhasilan maupun kesulitan gerak yang dialami berdasarkan rangsang cerita fabel 'Kelinci dan Kura-Kura' (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: guru membacakan sepotong cerita fabel ('Kelinci melompat cepat lalu kura-kura merangkak lambat') dan meminta 2-3 perwakilan murid menunjukkan satu gerak tokoh secara kinestetik serta menyebutkan secara lisan nama gerak yang dilakukan (acuan: gerakan melompat untuk kelinci atau merangkak/merayap pelan untuk kura-kura) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendongengkan fabel pendek 'Kelinci yang Cepat dan Kura-Kura yang Tekun' dengan membedakan 3 adegan gerak: (1) Kelinci melompat lincah berpindah tempat, (2) Kura-kura merangkak perlahan di tempat/berpindah, dan (3) Pohon tertiup angin bergoyang di tempat (15 menit).
- Guru memandu murid menyadari pencapaian gerak tubuh mereka dengan memberikan contoh ungkapan lisan refleksi diri: 'Saya paling bisa melompat seperti kelinci' atau 'Saya masih sulit merangkak lambat seperti kura-kura', dilanjutkan dengan peragaan kinestetik gerak yang dimaksud (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid bermain permainan gerak reflektif 'Tebak dan Nilai Gerakku': secara berpasangan, Murid A memperagakan 1 gerak tokoh dari cerita yang paling dikuasai secara kinestetik, lalu Murid B menebaknya; kemudian bergantian memperagakan gerak yang dirasa paling sulit (15 menit).
- Setiap murid berlatih mengemukakan pencapaian diri secara mandiri di hadapan teman/guru: menyebutkan secara lisan 1 gerak tokoh cerita yang berhasil dikuasai dan 1 gerak tokoh cerita yang masih sulit dilakukan (acuan pilihan tokoh gerak: kelinci melompat cepat, kura-kura melangkah lambat, atau pohon meliuk di tempat) (10 menit).
- Setiap murid mendemonstrasikan secara kinestetik kedua gerak yang telah disebutkan secara lisan tersebut untuk membuktikan pencapaian geraknya (15 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Guru memfasilitasi murid duduk melingkar untuk memaknai apa yang dirasakan saat berhasil menirukan gerak cerita dan strategi sederhana apa yang dilakukan jika gerak terasa sulit (5 menit).
- Murid secara lisan menyampaikan satu kalimat penutup mengenai perasaan dan keberhasilan geraknya hari ini (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kejujuran dan kemandirian murid dalam mengenali kemampuan gerak dirinya sendiri (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran hari ini, menutup dengan doa bersama, dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar tokoh cerita (kelinci, kura-kura, pohon) sebagai pemicu visual sebelum mengemukakan refleksi lisan dan kinestetik.
- Proses: Murid yang lebih cepat mengemukakan refleksi secara mandiri dengan memperagakan 2 variasi tingkatan gerak (tinggi/rendah), sedangkan murid yang butuh bimbingan dibimbing dengan pertanyaan penuntun terstruktur.
- Produk: Refleksi lisan dapat berupa frasa pendek sederhana bagi murid yang belum lancar berbicara, asalkan peragaan kinestetiknya sesuai dengan tokoh cerita yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab kinestetik di awal pembelajaran: Murid mendengarkan penggalan cerita tentang kelinci dan kura-kura, lalu diminta memperagakan 1 gerak tokoh secara kinestetik serta menyebutkan nama gerakannya secara lisan. Acuan ketepatan diagnostik: murid mampu meragakan gerak melompat (kelinci) atau merangkak/melangkah lambat (kura-kura) dan menyebutkan nama tokoh/gerak tersebut.
Proses:- Lembar observasi formatif mengemukakan pencapaian diri secara lisan dan kinestetik saat tahap Mengaplikasi. Acuan penilaian: (1) Lisan: menyebutkan minimal 1 gerak yang dikuasai dan 1 gerak yang belum dikuasai dari pilihan 3 gerak cerita (kelinci melompat, kura-kura merangkak lambat, pohon meliuk); (2) Kinestetik: meragakan ulang kedua gerak tersebut sesuai deskripsi cerita.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid mengemukakan secara lisan satu kalimat pencapaian diri dan meragakan satu pose kinestetik dari gerak cerita yang paling ia sukai dan kuasai hari ini (acuan: keselarasan antara tuturan lisan tentang gerak tokoh dan pose/gerak tubuh yang ditunjukkan).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja refleksi lisan dan kinestetik saat kegiatan 'Tebak dan Nilai Gerakku' serta peragaan mandiri menggunakan rubrik pengamatan pencapaian diri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan mengemukakan pencapaian diri secara lisan berdasarkan rangsang cerita | Belum mampu menyebutkan pencapaian diri terkait kemampuan gerak dari cerita walau telah dipandu dengan pertanyaan penuntun. | Mampu menyebutkan 1 pencapaian gerak diri (yang dikuasai atau yang sulit) secara lisan dengan bantuan panduan pertanyaan guru (acuan: menyebutkan gerak kelinci melompat, kura-kura merangkak, atau pohon meliuk). | Mampu mengemukakan pencapaian gerak diri secara mandiri mencakup 1 gerak yang dikuasai dan 1 gerak yang sulit dari rangsang cerita secara lisan (acuan: kelinci melompat, kura-kura merangkak, atau pohon meliuk). | Mampu mengemukakan pencapaian gerak diri secara mandiri mencakup seluruh (3) gerak tokoh cerita (kelinci melompat, kura-kura merangkak, pohon meliuk) beserta tingkat kemudahan/kesulitannya secara lisan. | | Kemampuan mengemukakan pencapaian diri secara kinestetik berdasarkan rangsang cerita | Belum mampu memperagakan gerak tubuh untuk menunjukkan pencapaian diri sesuai tokoh cerita. | Mampu memperagakan 1 gerak tokoh cerita secara kinestetik untuk menunjukkan pencapaian diri dengan bimbingan atau meniru teman. | Mampu memperagakan secara kinestetik 2 gerak tokoh cerita (yang dikuasai dan yang sulit) secara mandiri sesuai dengan apa yang telah diungkapkan secara lisan. | Mampu memperagakan secara kinestetik seluruh (3) gerak tokoh cerita secara mandiri dan konsisten untuk menunjukkan pencapaian kemampuan gerak dirinya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan contoh refleksi lisan serta kinestetik yang saya berikan mudah dipahami oleh murid kelas 1?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat diminta mengemukakan pencapaian gerak tubuhnya?
Murid:- Gerakan tokoh cerita mana yang paling aku sukai dan paling mudah kulakukan hari ini?
- Gerakan mana yang masih terasa sulit dan ingin kulatih lagi?
Pertemuan 11 — Meragakan Hasil Gerak dari Rangsangan Bunyi dengan Sikap Percaya Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide dari rangsangan kepada penonton
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru memandu pemanasan gerak tubuh ringan di tempat mengikuti ketukan tempo lambat hingga sedang untuk mempersiapkan fisik murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meragakan hasil gerak berdasarkan rangsangan bunyi secara percaya diri di depan teman dengan menerapkan etika penampil (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: meminta seluruh murid berdiri tegak di tempat masing-masing dan meragakan 1 pose awal penampil yang mantap tanpa menunduk atau menutup wajah saat mendengar 1 bunyi ketukan rebana (acuan: sikap tubuh tegak, pandangan ke depan arah penonton, tidak ragu/sembunyi) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mendemonstrasikan dua sikap penampil di depan kelas: sikap penampil ragu-ragu (menunduk, menutup wajah, membelakangi penonton) vs sikap penampil beretika dan percaya diri (berdiri tegak menghadap penonton, pandangan mantap ke depan, siap meragakan gerak) (10 menit).
- Murid bersama-sama menirukan sikap etika penampil yang benar: berdiri tegak di depan garis panggung buatan di lantai kelas, tersenyum mantap, dan mengambil posisi siap menari ketika mendengar ketukan instrumen bunyi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Melalui permainan gerak riang 'Panggung Bunyi Gembira', murid berlatih secara bergiliran dalam kelompok kecil (3-4 orang) maju ke depan kelas untuk meragakan gerak bebas yang merespons 2 jenis rangsangan bunyi berurutan: (1) bunyi ritmis cepat tepuk rebana (meragakan gerak lincah seperti lompatan kecil atau kibasan tangan) dan (2) bunyi ritmis lambat pukulan rebana (meragakan gerak mengayun lambat) (20 menit).
- Setiap murid meragakan rangkaian gerak tersebut di depan teman sekelas dengan menunjukkan etika penampil: mengambil posisi awal tegak menghadap penonton, bergerak penuh keyakinan tanpa berhenti di tengah jalan karena malu, dan mengakhiri dengan pose penutup yang mantap (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengevaluasi peragaan gerak yang telah dilakukan dengan menjawab cek refleksi kinestetik: menunjukkan jempol ke atas jika merasa yakin dan berani saat meragakan gerak di depan penonton (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya sikap percaya diri dan etika penampil saat meragakan gerak tari di hadapan penonton (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap keberanian murid yang telah meragakan gerak dengan mantap dan mengingatkan sikap penonton yang baik (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan pendinginan gerak tubuh santai dan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Variasi tempo rangsangan bunyi yang diberikan (tempo stabil bertahap untuk murid yang masih membangun keberanian; variasi perubahan tempo cepat-lambat spontan untuk murid yang sudah sangat percaya diri).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu/pemalu, guru mendampingi berdiri di samping panggung saat peragaan; bagi murid yang sudah mandiri, tampil secara mandiri di tengah panggung.
- Produk: Peragaan gerak dari rangsangan bunyi ditampilkan secara mandiri dengan pose penampil mantap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Unjuk kerja diagnostik singkat: Murid diminta meragakan 1 pose awal siap tampil di depan kelas saat mendengar ketukan rebana. Kriteria acuan: (1) Sikap tubuh tegak menghadap ke depan kelas, (2) Pandangan mata lurus tidak menunduk atau menutup wajah, (3) Merespons dalam waktu 3 detik setelah ketukan bunyi.
Proses:- Pengamatan formatif saat murid meragakan gerak pada kegiatan 'Panggung Bunyi Gembira'. Lembar observasi mencatat pemenuhan 3 indikator: (1) Kepatuhan etika penampil (menghadap ke penonton dari awal hingga akhir), (2) Keyakinan mengekspresikan gerak merespons 2 jenis rangsangan bunyi (bunyi rebana cepat dan lambat), (3) Sikap percaya diri (tidak ragu/berhenti di tengah peragaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan peragaan akhir: Setiap murid berdiri dan meragakan kembali pose akhir penampil yang mantap menghadap penonton (acuan ketercapaian: tubuh tegak, pandangan mata mantap ke depan, tidak menutup muka/menoleh mencari bantuan guru).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan gerak dari rangsangan bunyi dengan lembar amatan sikap percaya diri dan etika penampil
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meragakan Gerak Rangsang Bunyi dengan Etika Penampil | Belum mampu meragakan gerak menghadap penonton, masih menunduk atau membelakangi penonton sepanjang peragaan rangsangan bunyi. | Meragakan gerak merespons rangsangan bunyi menghadap penonton, namun masih ragu-ragu dan memerlukan bimbingan guru secara penuh. | Meragakan gerak merespons 2 rangsangan bunyi (cepat dan lambat) secara mandiri dengan posisi tubuh konsisten menghadap penonton dari awal hingga akhir. | Meragakan gerak merespons 2 rangsangan bunyi secara mandiri dengan posisi tubuh mantap, ekspresif, dan menjaga etika penampil secara konsisten dari pose awal hingga pose akhir. | | Keyakinan dan Percaya Diri | Menolak atau berhenti bergerak di depan kelas karena rasa malu/tidak percaya diri. | Meragakan gerak namun tampak kaku, sering menunduk, dan sempat berhenti sebelum rangsangan bunyi selesai. | Meragakan gerak dengan yakin dan percaya diri tanpa terputus sepanjang rangsangan bunyi diperdengarkan. | Meragakan gerak dengan penuh keyakinan dan percaya diri tinggi, menunjukkan keluwesan gerak tanpa rasa canggung di hadapan seluruh penonton. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah berani maju ke depan kelas untuk meragakan gerak hasil rangsangan bunyi?
- Metode pengondisian apa yang paling efektif membantu murid pemalu agar merasa aman dan percaya diri saat tampil?
Murid:- Bagian mana yang paling kamu sukai saat menari di depan teman-teman?
- Apakah kamu merasa berani saat menggerakkan tubuh mengikuti bunyi rebana tadi?
Pertemuan 12 — Meragakan Gerak Berdasarkan Etika sebagai Penampil dan Penonton yang Tertib — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide dari rangsangan kepada penonton
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru dan murid melakukan pemanasan gerak tubuh ringan di tempat sambil menyanyikan lagu riang untuk membangkitkan semangat dan kesiapan motorik (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini yaitu berlatih meragakan gerak tari dengan menunjukkan etika sebagai penampil dan penonton yang tertib serta percaya diri (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan etika gerak: meminta 3 murid sukarelawan maju menunjukkan sikap siap berdiri sebagai penampil (sikap tegap, tersenyum ke arah penonton, tidak bercanda) dan meminta murid yang duduk menunjukkan sikap duduk rapi menghadap panggung tanpa bersuara (acuan: sikap penampil = berdiri tegak di area panggung menghadap penonton, pandangan ke depan; sikap penonton = duduk tenang menghadap penampil, kedua tangan di pangkuan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memeragakan dua contoh etika sikap: (1) Etika penampil tertib: berjalan tertib menuju panggung, berdiri tegap tersenyum siap gerak, meragakan gerak dengan mantap tanpa menutup wajah atau ragu-ragu, dan memberi salam hormat di akhir gerak; (2) Etika penonton tertib: duduk tenang memperhatikan, tidak berjalan-jalan saat teman menari, dan memberikan tepuk tangan hangat setelah peragaan selesai (15 menit).
- Guru mengajak seluruh murid mencoba bersama secara serentak di tempat duduk: latihan posisi 'Penampil Siap' (berdiri percaya diri menatap lurus) dan posisi 'Penonton Santun' (duduk tegak memperhatikan dengan tenang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi dua kelompok besar secara bergantian: Kelompok A menjadi Tim Penampil dan Kelompok B menjadi Tim Penonton Tertib, kemudian bertukar peran (10 menit).
- Melalui permainan panggung mini 'Panggung Cilik Ceria', Tim Penampil maju ke depan kelas untuk meragakan ragam gerak berdasarkan rangsang bunyi ketukan rebana (gerak melangkah tegap 4 hitungan dan merentangkan tangan seperti sayap burung 4 hitungan) dengan menunjukkan keyakinan diri, tersenyum, serta menerapkan etika penampil (masuk rapi, gerak mantap, salam hormat penutup) (15 menit).
- Tim Penonton mengaplikasikan etika penonton tertib: duduk hening menyaksikan penampilan teman dari awal hingga selesai, lalu memberi tepuk tangan serentak saat penampil memberi salam hormat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar untuk memeriksa pengalaman tampil: murid mengungkapkan bagaimana rasanya saat berdiri percaya diri di depan teman dan bagaimana rasanya dihargai oleh penonton yang tertib (10 menit).
- Guru memberikan penguatan langsung kepada murid atas keberhasilan mereka menjaga ketertiban, baik saat beraksi menjadi penampil yang berani maupun saat menjadi penonton yang menghargai teman (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 2 aturan utama dalam peragaan: penampil yang percaya diri dan tertib saat masuk serta keluar panggung, serta penonton yang duduk tenang menyimak (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi tepuk tangan bersama atas kedisiplinan dan rasa percaya diri yang ditunjukkan seluruh murid sepanjang pertemuan (1 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang masih pemalu diberikan penanda posisi berdiri berupa stiker lantai ceria di depan kelas agar merasa aman dan jelas di mana harus berdiri.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan percaya diri boleh meragakan gerak secara berdampingan dengan teman sebangku; murid yang sudah sangat percaya diri diminta memimpin barisan penampil saat memasuki area panggung.
- Produk: Semua murid meragakan gerak yang sama dengan fokus penilaian pada penerapan etika penampil dan rasa percaya diri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengamatan diagnostik singkat peragaan sikap dasar penampil dan penonton: 3 murid sukarelawan memperagakan sikap siap berdiri menghadap penonton dan murid lainnya memperagakan sikap duduk hening (acuan: sikap penampil = berdiri tegak, memandang ke depan, tidak gelisah; sikap penonton = duduk rapi, fokus ke arah panggung).
Proses:- Lembar observasi keterlaksanaan etika peragaan saat kegiatan 'Panggung Cilik Ceria' dengan kriteria: (1) Etika masuk dan salam penampil (masuk tertib dan memberi salam di akhir); (2) Percaya diri saat meragakan gerak (pandangan ke arah penonton, gerak tidak ragu); (3) Etika penonton tertib (duduk tenang menyimak tanpa bersuara hingga akhir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kinestetik akhir: guru meminta seluruh murid secara serentak memperagakan 1 pose 'Penampil Percaya Diri' (berdiri tegak, dada tegap, senyum menghadap depan) dan 1 pose 'Penonton Tertib' (duduk tegap, tangan di paha, mata memandang ke panggung) (acuan: seluruh murid mampu membentuk kedua sikap tubuh tersebut tanpa bercanda).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan gerak berfokus pada etika penampil (sikap awal siap, peragaan percaya diri tanpa ragu, salam hormat penutup) dan etika penonton yang tertib.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Etika Penampil (Sikap Masuk, Posisi Siap, dan Salam Penutup) | Belum mampu menunjukkan posisi siap dan tidak memberi salam penutup saat maju ke panggung walau telah diingatkan. | Menunjukkan posisi siap dan memberi salam penutup di panggung namun masih harus diingatkan atau diarahkan berulang kali oleh guru. | Menunjukkan posisi siap, masuk panggung dengan tertib, dan memberi salam penutup secara mandiri sesuai contoh. | Menunjukkan posisi siap dengan sangat tenang, tertib dari awal hingga salam penutup secara konsisten dan menjadi teladan bagi teman. | | Kepercayaan Diri Meragakan Gerak | Tampak ragu-ragu, menunduk terus-menerus atau menutupi wajah saat meragakan gerak di depan penonton. | Meragakan gerak di hadapan penonton tetapi sesekali masih ragu dan sering menunduk melihat lantai. | Meragakan gerak dengan yakin, pandangan terarah ke penonton, dan tersenyum tanpa ragu-ragu. | Meragakan gerak dengan sangat yakin, mantap, pandangan mantap ke penonton, serta menunjukkan ekspresi antusias sepanjang peragaan. | | Etika Penonton Tertib | Sering meninggalkan tempat duduk atau berbicara nyaring saat teman sedang meragakan gerak di depan. | Duduk di tempat tetapi sesekali masih mengobrol atau bercanda saat teman sedang meragakan gerak. | Duduk dengan tenang dan memperhatikan penampilan teman dari awal hingga selesai serta memberi tepuk tangan apresiasi. | Konsisten duduk tertib, fokus penuh menyimak peragaan teman dari awal hingga akhir, dan bertepuk tangan dengan sopan tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan bermain peran penampil dan penonton efektif membangun rasa percaya diri murid kelas 1 yang pemalu?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menjaga ketertiban kelas saat kelompok lain sedang tampil di depan?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat berdiri menari di depan teman-teman sekelas hari ini?
- Apakah kamu merasa senang ketika teman-teman menonton tarianmu dengan tenang dan bertepuk tangan?
Pertemuan 13 — Meragakan Hasil Gerak Mengekspresikan Ide Rangsangan di Hadapan Teman Sekelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide dari rangsangan kepada penonton
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru mengajak murid melakukan pemanasan gerak tubuh ringan mengikuti alunan musik instrumental ceria agar tubuh siap bergerak (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meragakan gerak tari yang mengekspresikan ide dari rangsangan di hadapan teman dengan percaya diri dan etika penampil (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes peragaan singkat: meminta 3 murid percontohan berdiri di depan kelas dan menunjukkan sikap awal penari yang tegap menghadap penonton (acuan kesiapan: berdiri tegak di area pentas, pandangan lurus ke arah penonton, tidak menunduk atau membelakangi panggung) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan dua contoh sikap penampil di depan kelas: sikap A (etika baik: berjalan tertib ke tengah ruang pentas, berdiri tegak, pandangan ke depan, tersenyum ramah) dan sikap B (etika kurang: berjalan membungkuk, menunduk menutup wajah, ragu-ragu) (10 menit).
- Murid menyimak dan membedakan sikap tubuh penampil yang percaya diri dan sesuai etika berdasarkan demonstrasi guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memainkan permainan 'Panggung Bintang Cilik': murid dibagi menjadi kelompok giliran tampil (masing-masing 4-5 murid berdiri berjajar di panggung depan kelas) untuk meragakan gerak ekspresi ide rangsangan yang telah dipilih (pilihan ide rangsangan: ide pohon ditiup angin kencang, ide kelinci melompat lincah, atau ide tetesan air hujan) (15 menit).
- Secara bergantian per kelompok giliran, setiap murid meragakan rangkaian gerak tari ekspresi ide rangsangan tersebut di hadapan teman-teman sekelas dengan keyakinan penuh dan sikap awal-akhir yang tertib (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid yang baru selesai tampil diajak merasakan dan menilai keyakinan dirinya saat meragakan gerak di depan teman dengan menunjukkan isyarat jempol (jempol ke atas jika merasa yakin dan mantap, jempol datar jika masih sedikit malu) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan positif terhadap keberanian seluruh murid yang telah tampil meragakan gerak di hadapan teman dengan etika penampil yang baik (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya sikap percaya diri dan etika bersiap di panggung saat meragakan gerak di hadapan orang lain (5 menit).
- Guru mengapresiasi keberanian seluruh murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diperbolehkan memilih satu ide rangsangan yang paling dikuasai (misalnya gerak pohon tertiup angin), sedangkan murid yang sudah percaya diri dapat meragakan variasi ide gerak binatang lincah.
- Proses: Murid yang masih pemalu atau ragu-ragu dapat maju meragakan gerak berdampingan dengan guru atau teman sebangku.
- Produk: Semua murid meragakan gerak di hadapan teman sekelas dengan fokus penilaian pada etika penampil dan rasa percaya diri sesuai kapasitasnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan fisik dan sikap penampil: meminta murid berdiri di depan kelas mengambil sikap awal penari (acuan kesiapan: berdiri tegak di tengah area tampil, pandangan mengarah ke penonton/depan, tidak menunduk atau menutup wajah).
Proses:- Observasi ketercapaian peragaan gerak saat permainan 'Panggung Bintang Cilik' menggunakan kriteria: (1) Etika penampil: sikap awal dan akhir tertib, menghadap penonton; (2) Percaya diri: meragakan gerak ekspresi ide rangsangan secara berlanjut tanpa ragu atau terhenti di hadapan teman.
Akhir Pertemuan:- Cek unjuk sikap penampil singkat di akhir sesi: setiap murid memperagakan pose penutup/akhir penari yang tegap dan tersenyum di tempat masing-masing (kriteria penerimaan: sikap tubuh tegak, pandangan ke depan, tidak gelisah).
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan gerak di hadapan teman menggunakan lembar amatan etika penampil dan rasa percaya diri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Etika Penampil | Belum menunjukkan etika penampil; membelakangi penonton atau menunduk menolak berdiri di depan kelas. | Mulai menunjukkan etika penampil namun masih perlu diarahkan guru untuk berdiri tegak menghadap penonton saat bersiap dan selesai menari. | Menunjukkan etika penampil dengan berdiri tegak dan menghadap penonton secara mandiri pada sikap awal dan akhir peragaan gerak. | Menunjukkan etika penampil secara konsisten, luwes, dan tertib mulai dari masuk panggung, bersiap, hingga selesai peragaan gerak. | | Percaya Diri Mengekspresikan Ide Rangsangan | Belum meragakan gerak ekspresi ide rangsangan; diam atau ragu-ragu meski telah diberi dorongan. | Meragakan gerak ekspresi ide rangsangan di hadapan teman dengan bantuan atau dorongan langsung dari guru. | Meragakan gerak ekspresi ide rangsangan di hadapan teman dengan keyakinan dan percaya diri secara mandiri dari awal hingga akhir. | Meragakan gerak ekspresi ide rangsangan di hadapan teman dengan keyakinan penuh, mantap, ekspresif, dan konsisten tanpa rasa ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi permainan 'Panggung Bintang Cilik' efektif menumbuhkan rasa percaya diri murid saat meragakan gerak di hadapan teman?
- Bagaimana respons murid yang awalnya pemalu ketika diminta tampil bersama kelompok giliran?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dan berani saat menari di depan teman sekelas hari ini?
- Bagian gerak mana yang paling kamu sukai saat kamu ragakan di depan tadi?
Pertemuan 14 — Mengembangkan Gerak di Tempat Menjadi Gerak Sederhana Berdasarkan Rangsang Visual — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.5 Mengembangkan gerak di tempat dan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana berdasarkan rangsang yang digunakan
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan ceria, memimpin doa singkat, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan ruang kelas agar aman untuk bergerak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kinestetik cepat: guru menunjukkan 1 kartu gambar 'Pohon Tertembak Angin' dan meminta seluruh murid secara serentak meragakan 1 gerak dasar di tempat (kriteria acuan diagnostik: murid menggerakkan anggota tubuh seperti tangan melambai atau badan bergoyang tanpa memindahkan kedua telapak kaki dari lantai) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berkreasi mengembangkan gerakan di tempat menjadi rangkaian gerak sederhana yang indah berdasarkan gambar alam (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 3 kartu rangsang visual gambar alam: Gambar 1 (Pohon Bergoyang Ditiup Angin), Gambar 2 (Bunga Mawar Perlahan Mekar), dan Gambar 3 (Tetesan Air Hujan Jatuh ke Daun) (5 menit).
- Guru memodelkan cara mengembangkan gerak di tempat dari Gambar 1: dari gerak awal sekadar mengayun tangan kanan ke kiri-kanan, dikembangkan menjadi gerak sederhana dengan variasi ayunan kedua lengan ke atas-bawah lalu memutar pergelangan tangan tetap di tempat (10 menit).
- Murid bersama-sama menirukan contoh pengembangan gerak di tempat tersebut untuk memahami bagaimana satu gerak diam di tempat dapat divariasikan levelnya (tinggi-rendah) atau luas geraknya tanpa melangkah berpindah tempat (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas ke dalam area gerak mandiri dan membagikan tantangan kreatif 'Permainan Patung Mekar': murid memilih 1 dari 2 rangsang visual yang disediakan (Gambar A: Kuncup Bunga yang Mekar, Gambar B: Ombak Kecil Mengalun di Tempat) (10 menit).
- Murid bereksplorasi secara mandiri mengembangkan 1 gerak dasar di tempat dari gambar pilihannya menjadi susunan 2 ragam gerak sederhana di tempat (misal: untuk Gambar A, mengembangkan gerak jongkok merapat menjadi gerak perlahan membuka kedua lengan ke samping lalu merentang ke atas; untuk Gambar B, mengembangkan gerak tangan mendatar menjadi liukan badan ke kanan-kiri bergelombang tetap bertumpu pada kedua kaki) (20 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses eksplorasi murid menggunakan lembar cek observasi pengembangan gerak di tempat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid meragakan 2 ragam gerak sederhana di tempat hasil pengembangannya sendiri selama 15-20 detik di ruang gerak masing-masing secara bergiliran dalam kelompok kecil (10 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan gerakan yang baru dibuat: murid menyadari bagian tubuh mana saja (tangan, kepala, atau badan) yang berhasil digerakkan secara baru di tempat tanpa memindahkan posisi kaki (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa gerak di tempat dapat dikembangkan menjadi gerak tari sederhana yang menarik dengan mengubah ayunan tangan, liukan badan, atau tinggi-rendah tubuh berdasarkan gambar yang dilihat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas variasi gerak di tempat yang berhasil diciptakan murid secara mandiri, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu visual dengan tingkat kompleksitas bentuk yang bervariasi (gambar kuncup bunga sederhana vs gambar pusaran air/ombak bergelombang).
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan konkret satu bagian tubuh terlebih dahulu (misal: fokus mengembangkan gerak kedua tangan saja di tempat), sedangkan murid yang cepat diarahkan memadukan gerak tangan dengan liukan badan di tempat.
- Produk: Murid bebas menyusun minimal 2 variasi bentuk gerak di tempat yang dihasilkan dari interpretasi visual gambar yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kinestetik diagnostik cepat di awal kegiatan: Murid diminta meragakan 1 gerak di tempat saat ditunjukkan kartu gambar 'Pohon Tertembak Angin'. Kriteria penerimaan acuan: Murid menggerakkan anggota tubuh (tangan/kepala/badan) dengan posisi kedua kaki tetap menempel di tempat (tidak melangkah berpindah tempat).
Proses:- Lembar pengamatan formatif saat tahap Mengaplikasi: Guru mencatat apakah murid berhasil mengembangkan gerak dasar di tempat menjadi minimal 2 bentuk variasi gerak sederhana (misal: variasi arah ayunan tangan atau perubahan level tinggi-rendah tubuh di tempat) sesuai gambar visual pilihannya (Gambar A: Kuncup Bunga Mekar / Gambar B: Ombak Kecil).
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian peragaan gerak di penutup: Murid memperagakan hasil pengembangan 2 ragam gerak sederhana di tempat berdasarkan rangsang visual yang dipilih. Kriteria ketercapaian: (1) Menghasilkan minimal 2 bentuk gerak sederhana yang berbeda, (2) Kedua gerak dilakukan seluruhnya di tempat (kaki tidak berpindah tempat), dan (3) Bentuk gerak mencerminkan bentuk visual gambar (mengembang/mekar atau meliuk/mengalun).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi gerak: mengamati kemampuan murid mengembangkan gerak dasar di tempat menjadi 2 variasi gerak sederhana berdasarkan rangsang visual gambar alam.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Gerak di Tempat Berdasarkan Rangsang Visual | Belum mampu mengembangkan gerak di tempat; hanya diam atau melakukan gerak berpindah tempat yang tidak sesuai instruksi meskipun telah dibimbing guru. | Mampu mengembangkan 1 bentuk gerak sederhana di tempat berdasarkan rangsang visual gambar dengan bimbingan langsung guru. | Mampu mengembangkan 2 bentuk variasi gerak sederhana di tempat berdasarkan rangsang visual gambar pilihan secara mandiri tanpa berpindah tempat. | Mampu mengembangkan lebih dari 2 variasi gerak sederhana di tempat yang memadukan gerak anggota tubuh (tangan dan badan) secara konsisten dan mandiri sesuai rangsang visual gambar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan kartu rangsang visual gambar alam berhasil memicu imajinasi gerak di tempat bagi seluruh murid kelas 1?
- Bagaimana efektivitas bimbingan individual bagi murid yang masih kesulitan mengeksplorasi gerak tanpa melangkahkan kaki?
Murid:- Bagian tubuh mana yang paling kamu sukai saat digerakkan di tempat tadi?
- Gambar apa yang menurutmu paling mudah diubah menjadi gerakan indah di tempat?
Pertemuan 15 — Mengembangkan Gerak Berpindah Menjadi Gerak Sederhana Berdasarkan Rangsang Audio — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.5 Mengembangkan gerak di tempat dan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana berdasarkan rangsang yang digunakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ruang kelas agar aman untuk aktivitas gerak berpindah (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengubah dan memvariasikan langkah gerak berpindah menjadi gerak tari sederhana mengikuti rangsang audio (ketukan alat musik perkusi) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kinestetik dengan membunyikan 2 pola ketukan rebana sederhana: (1) ketukan lambat stabil 'dung... dung... dung...' dan (2) ketukan cepat berderap 'dung-dung-dung-dung', lalu meminta murid melakukan 1 macam gerak berpindah sesuai tempo bunyi tersebut (acuan ketercapaian: murid merespons dengan melangkah lebar perlahan pada tempo lambat dan melangkah/berjinjit pendek cepat pada tempo cepat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara mengembangkan gerak berpindah dasar (jalan biasa) menjadi variasi gerak tari sederhana melalui perubahan arah (maju, mundur, menyamping) dan perubahan level/ketinggian langkah (jinjit tinggi atau merendah) (10 menit).
- Murid mendengarkan 3 ragam rangsang audio yang diperdengarkan guru: Audio 1 (ketukan rebana konstan lambat), Audio 2 (pukulan tamborin bergemerincing cepat), dan Audio 3 (ketukan segitiga/bel berdentang putus-putus) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan gerak menggembirakan 'Kereta Irama': murid bergerak berpindah tempat di ruang kelas mengikuti perubahan bunyi audio yang dimainkan guru secara bergantian antara Audio 1, 2, dan 3 (15 menit).
- Murid secara mandiri memilih dan mengembangkan gerak berpindah dasar menjadi sebuah rangkaian gerak sederhana berpindah yang memuat minimal 2 variasi langkah (misalnya: melangkah jinjit berbelok-belok, melompat kecil menyamping, atau meluncur pelan) berdasarkan rangsang audio yang dimainkan guru (acuan kriteria: murid menghasilkan minimal 2 variasi bentuk langkah berpindah yang selaras dengan irama audio) (20 menit).
- Guru melakukan asesmen formatif proses dengan lembar observasi untuk mengamati kemampuan murid mengembangkan variasi langkah berpindah mengikuti irama audio secara mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merapikan posisi dan melakukan pendinginan gerak ringan di tempat sambil menyadari perubahan langkah gerak berpindah yang telah mereka kembangkan (5 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan bagaimana rangsang audio dapat membantu memunculkan ide gerak langkah baru yang indah dan sederhana (5 menit).
Penutup:- Murid melakukan cek pemahaman akhir secara kinestetik dengan meragakan 1 variasi gerak berpindah hasil pengembangan saat guru membunyikan 1 ketukan pilihan (acuan: murid melakukan gerak langkah berpindah bukan sekadar jalan biasa) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap kreativitas gerak murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan rangsang audio dengan satu jenis tempo stabil (ketukan lambat), sedangkan murid yang cepat diberikan audio dengan tempo kombinasi (perubahan cepat-lambat).
- Proses: Murid yang masih kesulitan mengembangkan langkah didampingi guru dengan meniru variasi arah terlebih dahulu; murid yang mahir diberi keleluasaan merangkai 3 variasi gerak berpindah berbeda arah secara mandiri.
- Produk: Rangkaian gerak sederhana berpindah yang dihasilkan dapat berupa 2 variasi langkah bagi murid pemula, dan 3 variasi langkah atau lebih bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik kinestetik singkat: Murid merespons 2 pola ketukan audio: (1) ketukan lambat stabil 'dung... dung... dung...' dan (2) ketukan cepat berderap 'dung-dung-dung-dung'. Acuan: Murid mampu membedakan gerak berpindah tempo lambat (melangkah perlahan/lebar) dan tempo cepat (melangkah cepat/jinjit/melompat kecil).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menyusun rangkaian gerak berpindah sederhana berdasarkan 3 pilihan rangsang audio (Audio 1: rebana lambat, Audio 2: tamborin cepat, Audio 3: segitiga putus-putus). Acuan keberhasilan: Terciptanya minimal 2 variasi gerak berpindah (variasi arah, variasi level jinjit/rendah, atau variasi langkah meluncur/melompat) yang sesuai dengan tempo audio.
Akhir Pertemuan:- Cek kinestetik penutup: Murid memperagakan 1 gerak berpindah hasil pengembangannya sendiri dalam respons terhadap ketukan rebana penutup. Acuan penerimaan: Gerakan berupa pengembangan gerak berpindah (bukan sekadar berjalan biasa tanpa variasi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengembangan gerak berpindah berdasarkan rangsang audio selama aktivitas eksplorasi dan tantangan gerak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Gerak Berpindah Berdasarkan Rangsang Audio | Belum mampu mengembangkan gerak berpindah, hanya berjalan biasa tanpa variasi dan tidak mengikuti irama rangsang audio meski telah dibimbing. | Mampu mengembangkan gerak berpindah menjadi 1 variasi langkah sederhana mengikuti rangsang audio dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu mengembangkan gerak berpindah menjadi minimal 2 variasi langkah sederhana (seperti perubahan arah atau level langkah) yang selaras dengan rangsang audio secara mandiri. | Mampu mengembangkan gerak berpindah menjadi 3 variasi langkah sederhana atau lebih secara konsisten dan selaras dengan perubahan berbagai rangsang audio secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah variasi instrumen dan tempo rangsang audio yang disajikan efektif memicu kreativitas murid dalam mengembangkan gerak berpindah?
- Bagaimana pengelolaan ruang kelas dalam memfasilitasi keleluasaan eksplorasi gerak berpindah murid secara aman?
Murid:- Bagian langkah kaki mana yang paling kamu sukai saat bergerak mengikuti suara musik tadi?
- Apakah kamu merasa mudah mengubah langkahmu saat suara ketukannya berubah cepat atau lambat?
Pertemuan 16 — Mengembangkan Paduan Gerak di Tempat dan Berpindah Berdasarkan Rangsangan Gagasan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.5 Mengembangkan gerak di tempat dan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana berdasarkan rangsang yang digunakan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid melakukan peregangan tubuh ringan pemanasan gerak dasar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kinestetik cepat dengan memberikan rangsang gagasan 'Pohon Ditiup Angin': guru meminta murid menunjukkan 1 ragam gerak di tempat dan 1 ragam gerak berpindah yang terinspirasi gagasan tersebut (acuan: gerak di tempat berupa tubuh bergoyang/mengayunkan tangan tanpa memindahkan telapak kaki; gerak berpindah berupa melangkah/berjinjit memindahkan posisi tubuh) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memadukan pengembangan gerak di tempat dan gerak berpindah menjadi satu rangkaian gerak sederhana berdasarkan rangsangan gagasan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan rangsang gagasan bertema alam melalui cerita singkat: 'Kupu-kupu di Taman Bunga' (gagasan 1: kupu-kupu mengepakkan sayap saat hinggap di kuncup bunga di tempat; gagasan 2: kupu-kupu terbang melayang berpindah mengelilingi taman mencari bunga lain) (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan cara mengembangkan paduan gerak: mulai dari gerak di tempat (menggerakkan kedua tangan naik-turun dan menekuk lutut tanpa pindah tempat) yang disambung langsung menjadi gerak berpindah (melangkah jinjit memutar sejauh 3 langkah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kreasi gerak menggembirakan 'Rantai Cerita Tubuh': murid berdiri menyebar di ruangan dan secara serentak mencoba 2 pilihan rangsang gagasan yang disiapkan guru, yaitu Gagasan A 'Pohon Ditiup Angin lalu Daun Berguguran Melayang' dan Gagasan B 'Ombak Mengalun lalu Buih Berkejaran ke Pasir' (15 menit).
- Secara mandiri, setiap murid memilih salah satu dari 2 rangsang gagasan tersebut (Gagasan A atau Gagasan B) untuk dikembangkan menjadi rangkaian gerak sederhana yang memadukan minimal 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah (15 menit).
- Murid berlatih menyambungkan gerak di tempat dan gerak berpindah hasil kreasinya menjadi satu rangkaian gerak sederhana yang utuh dan mengalir tanpa terputus (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memanggil murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk meragakan rangkaian paduan gerak sederhana yang telah dikembangkannya sementara guru mengamati keterpaduan gerak di tempat dan gerak berpindah (10 menit).
- Murid mengevaluasi hasil geraknya sendiri dengan memeriksa apakah gerak sederhana buatannya sudah memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah sesuai gagasan yang dipilih (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sebuah gagasan cerita dapat diwujudkan menjadi rangkaian gerak tari sederhana dengan memadukan gerak diam di tempat dan gerak melangkah berpindah (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap keberhasilan murid mengembangkan paduan gerak serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan rangsang gagasan sederhana yang dekat dengan imajinasi murid: 'Pohon dan Daun Gugur' atau 'Ombak Pantai'.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu merangkai gerak, guru memberikan panduan bertahap (scaffolding): tentukan 1 gerak tangan di tempat terlebih dahulu, lalu sambungkan dengan 2 langkah kaki berpindah. Bagi murid yang cepat, murid dapat menambah variasi tingkatan level (rendah ke tinggi) pada paduan gerak tersebut.
- Produk: Rangkaian gerak sederhana yang memadukan minimal 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah berdasarkan rangsang gagasan yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab dan peragaan kinestetik diagnostik: Murid diminta meragakan 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah berdasarkan rangsang gagasan 'Pohon Ditiup Angin' (acuan penerimaan: gerak di tempat dilakukan tanpa memindahkan titik tumpu kaki seperti mengayun tubuh/tangan; gerak berpindah dilakukan dengan memindahkan tumpuan tubuh ke titik lain seperti berjalan, melompat kecil, atau berjinjit).
Proses:- Pengamatan langsung saat kegiatan Mengaplikasi: Guru mencatat kemampuan murid dalam mengembangkan minimal 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah menjadi rangkaian gerak sederhana berdasarkan gagasan yang dipilih (Gagasan A: Pohon & Daun Gugur, atau Gagasan B: Ombak & Buih Berkejaran) sesuai rubrik ketercapaian.
Akhir Pertemuan:- Cek penguasaan gerak di tahap penutup: Guru mengonfirmasi keterpaduan rangkaian gerak murid (acuan: rangkaian gerak sederhana berhasil memadukan unsur gerak di tempat dan gerak berpindah secara bersambung sesuai interpretasi gagasan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengembangan paduan gerak di tempat dan berpindah menggunakan lembar pengamatan formatif.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Paduan Gerak di Tempat dan Berpindah Berdasarkan Gagasan | Belum mampu membuat paduan gerak; hanya mampu melakukan satu jenis gerak (hanya gerak di tempat atau hanya gerak berpindah) meskipun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengembangkan 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah berdasarkan gagasan cerita, namun kedua gerak masih terpisah dan belum tersambung menjadi gerak sederhana yang mengalir. | Mampu mengembangkan 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah menjadi satu rangkaian gerak sederhana yang tersambung padu sesuai rangsang gagasan yang dipilih. | Mampu mengembangkan lebih dari 1 variasi gerak di tempat dan gerak berpindah secara mandiri menjadi satu rangkaian gerak sederhana yang sangat padu dan mengalir runtut sesuai rangsang gagasan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan rangsang gagasan cerita alam mempermudah murid kelas 1 dalam memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah?
- Bagian mana dari langkah pengembangan gerak yang membutuhkan bimbingan atau scaffolding lebih intensif bagi murid?
Murid:- Gagasan apa yang kamu pilih untuk gerakan tarianmu tadi?
- Gerakan mana yang paling kamu sukai saat merangkai gerak diam di tempat dan gerak berpindah?
Pertemuan 17 — Latihan Rangkaian Gerak Sederhana Memadukan Etika Penampil dan Respons Rangsangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide dari rangsangan kepada penonton
- TP 1.1.5 Mengembangkan gerak di tempat dan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana berdasarkan rangsang yang digunakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengondisikan ruang kelas agar leluasa untuk bergerak dan melakukan pemanasan tubuh sederhana bersama murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan latihan memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah serta mempraktikkan etika penampil yang percaya diri (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: meminta murid berdiri tegak menunjukkan sikap siap penampil (berdiri tegak, pandangan ke depan, tidak menunduk) dan meragakan 1 contoh gerak di tempat (mengayun tangan) dilanjutkan 1 gerak berpindah (melangkah maju 2 langkah) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan contoh peragaan etika awal penampil (berdiri tegak dan tersenyum) serta meragakan contoh rangkaian: gerak di tempat (melambaikan tangan ke kanan dan kiri) yang disambung dengan gerak berpindah (melangkah jinjit ke samping) mengikuti ketukan rebana/tepukan (8 menit).
- Murid mengamati dan bersama-sama menirukan etika berdiri siap tampil serta urutan transisi dari gerak di tempat menuju gerak berpindah yang dicontohkan guru (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui permainan menggembirakan 'Rangkaian Gerak Rangsang', murid dibagi berpasangan untuk merangkai 2 ragam gerak berdasarkan rangsang audio (ketukan rebana cepat dan lambat) dan visual (kartu gambar ombak): 1 ragam gerak di tempat (misalnya meliukkan badan seperti ombak) disambung dengan 1 ragam gerak berpindah (misalnya melompat kecil atau berjalan meliuk maju) (20 menit).
- Setiap pasangan berlatih meragakan rangkaian gerak tersebut secara berulang dengan menerapkan etika penampil: mengambil posisi awal berdiri tegak percaya diri, meragakan rangkaian gerak dengan yakin tanpa ragu-ragu, dan menutup dengan sikap akhir berdiri tertib menghadap penonton (23 menit).
- Secara bergantian, tiap pasangan meragakan rangkaian gerak sederhana yang telah dikembangkan di hadapan pasangan lain yang berperan sebagai penonton tertib (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya saling mengecek keterpaduan gerak mereka: apakah sudah mencakup gerak di tempat dan gerak berpindah, serta apakah sikap penampil sudah dilakukan dengan percaya diri (7 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap kelancaran rangkaian gerak serta sikap percaya diri murid saat meragakan gerak di depan teman (3 menit).
Penutup:- Murid melakukan pendinginan tubuh bersama guru dengan menghela napas teratur dan mengayunkan tangan perlahan (3 menit).
- Guru memandu murid menyimpulkan pentingnya sikap percaya diri dan kerapian saat merangkai gerak di tempat dan gerak berpindah (2 menit).
- Guru menutup sesi latihan dengan apresiasi atas kerja keras murid dan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar rangsangan gerak yang jelas dan variasi tempo ketukan lambat hingga sedang.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi transisi antara gerak di tempat dan gerak berpindah; bagi murid yang cepat menguasai, diberikan kesempatan menambahkan variasi arah hadap saat berpindah tempat.
- Produk: Rangkaian gerak sederhana memadukan minimal 1 gerak di tempat dan 1 gerak berpindah dengan etika penampil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan singkat pada pembukaan: Guru mengamati sikap siap penampil murid (kriteria: berdiri tegak menghadap depan, pandangan tidak menunduk) dan kemampuan meragakan 1 contoh gerak di tempat (mengayun tangan) serta 1 gerak berpindah (melangkah maju 2 langkah).
Proses:- Observasi formatif saat latihan berpasangan dan simulasi peragaan: Guru mengamati keterpaduan pengembangan gerak (memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah sesuai rangsangan) serta penerapan etika penampil (sikap awal berdiri siap, meragakan gerak dengan rasa percaya diri/tidak berhenti di tengah jalan, dan sikap akhir tertib).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kinestetik di akhir sesi: Murid secara serentak meragakan posisi awal penampil yang percaya diri (berdiri tegak, tersenyum, rileks) lalu melakukan 1 rangkaian transisi gerak di tempat ke gerak berpindah dalam 4 hitungan (acuan kriteria: sikap tubuh tegak percaya diri, terdapat minimal 1 gerak di tempat seperti ayunan tangan/liukan badan, disambung minimal 1 gerak berpindah seperti 2 langkah kaki).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja peragaan rangkaian gerak dan etika penampil menggunakan lembar observasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan Gerak Sederhana (TP 1.1.5) | Belum mampu memadukan gerak; hanya melakukan gerak di tempat saja atau gerak berpindah saja secara terpisah dengan bantuan penuh guru. | Mampu merangkai gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan rangsangan, namun transisi antargerak masih terputus-putus atau memerlukan arahan berulang. | Mampu merangkai gerak di tempat dan gerak berpindah menjadi satu kesatuan gerak sederhana berdasarkan rangsangan bunyi/gambar secara runtut dan lancar. | Mampu mengembangkan dan merangkai variasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan rangsangan secara mandiri, mengalir lancar, dan berkesinambungan tanpa ragu. | | Peragaan Etika Penampil dan Rasa Percaya Diri (TP 1.1.4) | Belum menunjukkan etika penampil; ragu-ragu, sering berhenti di tengah peragaan, dan menunduk saat tampil. | Menunjukkan sikap awal penampil namun masih terlihat canggung atau kurang yakin saat meragakan gerakan kepada penonton. | Meragakan hasil gerak dengan sikap awal dan akhir yang tertib serta menunjukkan keyakinan dan percaya diri selama tampil di hadapan penonton. | Meragakan hasil gerak dengan etika penampil yang sangat konsisten, ekspresif, rileks, dan penuh keyakinan tinggi dari awal hingga akhir peragaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu latihan rangkaian gerak berpasangan sudah cukup memfasilitasi setiap murid untuk tampil?
- Bagaimana respons dan kesiapan murid dalam memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah secara percaya diri?
Murid:- Apakah kamu merasa berani dan percaya diri saat meragakan gerakan di depan teman?
- Gerakan mana yang paling kamu sukai saat latihan tadi, gerak di tempat atau gerak berpindah?
Pertemuan 18 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan bentuk tari sebagai media komunikasi melalui eksplorasi gerak di tempat dan gerak berpindah berdasarkan berbagai rangsangan
- TP 1.1.2 Mengidentifikasi unsur utama tari meliputi gerak di tempat dan gerak berpindah yang dihasilkan dari berbagai rangsangan
- TP 1.1.3 Mengemukakan pencapaian diri secara lisan dan kinestetik mengenai kemampuan gerak dari rangsangan yang digunakan
- TP 1.1.4 Meragakan hasil gerak berdasarkan etika sebagai penampil dengan keyakinan dan percaya diri saat mengekspresikan ide dari rangsangan kepada penonton
- TP 1.1.5 Mengembangkan gerak di tempat dan gerak berpindah untuk membuat gerak sederhana berdasarkan rangsang yang digunakan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab: unjuk kerja peragaan gerak tari rangsangan bunyi secara berkelompok serta tes lisan dan peragaan refleksi capaian diri secara mandiri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis pelaksanaan Asesmen Sumatif: Tugas 1 berupa unjuk kerja kelompok memeragakan rangkaian gerak di tempat dan berpindah mengikuti rangsangan audio/ketukan tamborin dengan etika penampil, dilanjutkan Tugas 2 berupa tes lisan dan peragaan singkat refleksi pencapaian gerak secara bergiliran (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Unjuk Kerja Kelompok): Murid dalam kelompok kecil (4 murid per kelompok, total 7 kelompok) bergiliran tampil di depan kelas selama 8 menit per kelompok untuk meragakan rangkaian gerak sederhana memadukan gerak di tempat (misalnya meliuk atau mengayun tangan) dan gerak berpindah (misalnya melompat kecil atau melangkah maju-mundur) sesuai rangsangan ketukan tamborin cepat dan lambat yang dimainkan guru, dengan menunjukkan etika penampil seperti berdiri tegap, tidak bercanda, dan percaya diri (56 menit).
- Tugas 2 (Tes Lisan dan Peragaan Refleksi Individual): Setiap murid secara mandiri dan bergiliran dalam kelompoknya (28 murid x 1,25 menit = 35 menit) menjawab 2 pertanyaan guru serta memeragakan geraknya: (1) Mengidentifikasi perbedaan gerak di tempat dan berpindah (acuan jawaban: gerak di tempat dilakukan tanpa berpindah posisi seperti mengayun lengan/meliuk; gerak berpindah berpindah posisi seperti melompat/melangkah); (2) Mengemukakan secara lisan dan memeragakan secara kinestetik 1 gerak dari rangsangan yang paling berhasil dikuasai (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama seluruh murid menyimpulkan proses asesmen sumatif serta mengapresiasi keberanian seluruh murid yang telah menyelesaikan unjuk kerja gerak dan refleksi diri Bab 1 (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum terhadap seluruh capaian pembelajaran gerak Bab 1 dan menyampaikan tindak lanjut pembelajaran untuk bab berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: Murid yang memerlukan bantuan artikulasi verbal saat tes lisan diperbolehkan memperkuat jawabannya dengan demonstrasi kinestetik penuh sesuai acuan gerak di tempat dan berpindah tanpa mengurangi kriteria penilaian.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- unjuk kerja peragaan gerak tari dan tes lisan-kinestetik berpasangan/kelompok kecil: peragaan susunan gerak di tempat dan berpindah berdasarkan rangsangan bunyi/ketukan dengan etika penampil di depan kelas, serta penjelasan lisan disertai contoh peragaan tentang pembedaan gerak dan refleksi capaian diri
- unjuk kerja peragaan kelompok kecil: peragaan rangkaian gerak sederhana memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah sesuai rangsangan audio/tepukan yang dibawakan secara kelompok kecil (4 murid per kelompok, 7 kelompok x 9 menit = 63 menit) dengan menunjukkan sikap percaya diri dan etika penampil (63 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja gerak dan etika penampil)
- tes lisan dan peragaan refleksi: tanggapan lisan dan contoh gerak singkat tiap murid (1,5 menit per murid secara bergiliran dalam kelompoknya: 28 murid x 1,5 menit = 42 menit) untuk mengidentifikasi gerak di tempat vs gerak berpindah serta mengemukakan keberhasilan gerak yang telah dikuasai (42 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tes lisan dan peragaan refleksi)
Sumatif:- unjuk kerja peragaan gerak tari dan tes lisan-kinestetik berpasangan/kelompok kecil: peragaan susunan gerak di tempat dan berpindah berdasarkan rangsangan bunyi/ketukan dengan etika penampil di depan kelas, serta penjelasan lisan disertai contoh peragaan tentang pembedaan gerak dan refleksi capaian diri
- unjuk kerja peragaan kelompok kecil: peragaan rangkaian gerak sederhana memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah sesuai rangsangan audio/tepukan yang dibawakan secara kelompok kecil (4 murid per kelompok, 7 kelompok x 9 menit = 63 menit) dengan menunjukkan sikap percaya diri dan etika penampil (63 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi unjuk kerja gerak dan etika penampil)
- tes lisan dan peragaan refleksi: tanggapan lisan dan contoh gerak singkat tiap murid (1,5 menit per murid secara bergiliran dalam kelompoknya: 28 murid x 1,5 menit = 42 menit) untuk mengidentifikasi gerak di tempat vs gerak berpindah serta mengemukakan keberhasilan gerak yang telah dikuasai (42 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tes lisan dan peragaan refleksi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengembangan dan Peragaan Rangkaian Gerak (TP 1.1.1, TP 1.1.4, TP 1.1.5) | Belum mampu memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah sesuai rangsangan bunyi serta belum menunjukkan etika penampil (ragu-ragu/tidak fokus). | Mampu meragakan paduan gerak di tempat dan gerak berpindah namun ritme belum selaras dengan rangsangan ketukan bunyi dan etika penampil masih diingatkan guru. | Mampu meragakan rangkaian gerak sederhana memadukan gerak di tempat dan gerak berpindah selaras dengan rangsangan ketukan bunyi secara mandiri dengan etika penampil yang tertib dan percaya diri. | Mampu meragakan rangkaian gerak paduan di tempat dan berpindah dengan sangat luwes, ritmis mengikuti variasi ketukan bunyi cepat-lambat secara konsisten dan percaya diri penuh. | | Identifikasi dan Refleksi Pencapaian Diri Lisan-Kinestetik (TP 1.1.2, TP 1.1.3) | Belum mampu menyebutkan perbedaan gerak di tempat dan gerak berpindah serta belum mampu memperagakan capaian gerak yang dikuasai. | Mampu menyebutkan perbedaan gerak di tempat dan gerak berpindah namun belum tepat membedakannya, atau hanya mampu memperagakan gerak tanpa penjelasan lisan. | Mampu mengidentifikasi perbedaan gerak di tempat dan gerak berpindah secara tepat (acuan: gerak di tempat = tidak berpindah titik; gerak berpindah = bergerak pindah tempat) serta mengemukakan lisan dan memeragakan kinestetik 1 capaian gerak yang dikuasai secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi perbedaan kedua gerak dengan jelas disertai contoh tepat, serta mengemukakan dan memeragakan lebih dari 1 variasi gerak capaian dirinya secara lugas dan terampil. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk setiap kelompok dan perorangan cukup efektif dalam mengamati seluruh aspek kompetensi sumatif?
- Bagaimana tingkat kepercayaan diri dan penguasaan unsur gerak murid secara keseluruhan pada akhir Bab 1 ini?
Murid:- Bagian gerak tari mana yang paling kamu sukai saat tampil di depan kelas tadi?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menunjukkan gerak tari hasil latihanmu kepada guru dan teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek).
- Kartu visual rangsang alam: Gambar pohon tertiup angin, gambar ombak laut, gambar bunga mekar.
- Tanda selotip lantai untuk titik batas gerak di tempat.
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2023).
- Alat musik ritmis sederhana (rebana/kendang kecil/tamborin).
- Pemutar audio dan rekaman musik instrumen anak bertempo variatif.
- Penanda lantai (selotip warna/matras lintasan gerak).
- Naskah cerita fabel pendek 'Kupu-kupu dan Katak Sahabat Rimba'.
- Kartu gambar ilustrasi satwa kupu-kupu dan katak.
- Ruang kelas/aula terbuka yang aman untuk aktivitas gerak bebas.
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek RI, Edisi Revisi)
- Kartu bergambar dan bertuliskan pesan rahasia (pohon angin kencang, kupu-kupu terbang, hujan rintik, kelinci melompat)
- Ruang kelas/aula yang lapang dan aman untuk bergerak
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas I (Kemendikbudristek)
- Set kartu gambar rangsangan visual alam (pohon tertiup angin, ombak karang, bunga mekar, hewan melompat/berlari)
- Lembar kerja klasifikasi visual gerak di tempat
- Kartu respon warna merah dan hijau untuk murid
- Alat musik ritmis sederhana (rebana/kendang/tamborin)
- Set kartu simbol 'Detektif Irama' (kartu hijau gambar jejak kaki dan kartu merah tanda silang)
- Lembar kerja identifikasi visual unsur gerak berpindah berirama
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi, Kemendikbudristek)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021/2023 Revisi)
- Gambar rangsang visual (pohon bergoyang, kupu-kupu terbang melayang)
- Alat musik ritmis sederhana/audio instrumen (rebana, tamborin)
- Lembar kerja identifikasi bergambar
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Instrumen perkusi sederhana: rebana/kendang kecil, tamborin/kecrekan, dan meja/kayu pemukul
- Buku Panduan Guru Seni Tari SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kartu gambar rangsang visual alam (ranting pohon bergoyang, ombak laut, daun gugur melayang)
- Ruang kelas yang leluasa untuk aktivitas gerak dan lingkaran bicara
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 1: Bergerak dengan Rangsangan).
- Naskah fabel pendek 'Kelinci yang Cepat dan Kura-Kura yang Tekun'.
- Kartu bergambar tokoh fabel (Kelinci melompat, Kura-kura berjalan lambat, Pohon tertiup angin).
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021/Edisi Revisi)
- Alat musik ritmis sederhana (rebana/tamborin/alat ketuk perkusi kayu)
- Ruang kelas yang ditata lapang dengan batas area panggung penampil dan area duduk penonton
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek).
- Alat musik ritmis (rebana/tamborin/alat ketukan perkusi sederhana).
- Penanda lantai panggung (lakban warna-warni/stiker lantai).
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021/2023)
- Ruang kelas yang ditata dengan area panggung terbuka di bagian depan
- Pemutar audio dan rekaman musik pengiring bertempo ceria
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD Kelas I.
- Kartu rangsang visual gambar alam berukuran A4: Gambar Pohon Bergoyang, Gambar Kuncup Bunga Mekar, dan Gambar Ombak Air Mengalun.
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk aktivitas eksplorasi gerak.
- Alat musik perkusi sederhana (rebana, tamborin, atau perkusi kelas)
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD Kelas I
- Rekaman audio ritmis dengan variasi tempo ketukan
- Buku Panduan Guru Seni Tari Kelas 1 SD Kemendikbudristek 2021
- Cerita narasi bertema alam (kupu-kupu, pohon tertiup angin, ombak pantai)
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak bebas
- Buku Panduan Guru Seni Tari untuk SD Kelas I (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek).
- Alat musik ritmis sederhana (rebana/kendang kecil atau rekaman ketukan musik).
- Kartu gambar rangsang visual (gambar ombak laut dan pohon tertiup angin).
- Buku Panduan Guru Seni Tari Kelas I SD/MI
- Instrumen alat musik ritmis (tamborin/rebana/gendang kecil)
- Ruang kelas/aula yang leluasa untuk bergerak
|