Modul AjarBab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 9 Bab 4: Unjuk Karya

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 9 untuk Bab 4 "Unjuk Karya", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 9 Bab 4: Unjuk Karya

Seni Rupa - Kelas 9

Bab 4

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Bab 4 — Unjuk Karya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikBab 4 — Unjuk Karya
Alokasi Waktu16 JP (16 x 40 menit = 640 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 9.4.1 Mengeksplorasi potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk penataan display unjuk karya seni rupa
  2. TP 9.4.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk menyiapkan perlengkapan unjuk karya seni rupa
  3. TP 9.4.3 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas dalam kegiatan unjuk karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
  4. TP 9.4.4 Membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa yang disajikan dalam unjuk karya menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita dapat memanfaatkan benda-benda bekas di sekitar sekolah agar karya seni kita dapat dipajang secara menarik dan aman tanpa biaya mahal?
  2. Karakter fisik apa saja dari kardus, botol plastik, atau kayu bekas yang dapat dimanfaatkan untuk menyangga atau menggantung karya seni rupa?
  3. Bahan alam apa saja di sekitar sekolah atau rumah kita yang memiliki kekuatan fisik untuk menopang, menggantung, atau mempercantik penataan karya seni?
  4. Bagaimana kita mengenali sifat fisik suatu bahan alam (seperti kelenturan bambu atau kekakuan ranting kayu) agar sesuai dengan kebutuhan display unjuk karya?
  5. Bagaimana cara kita menyambung potongan kardus dan botol plastik bekas agar kokoh menopang karya seni tanpa roboh?
  6. Teknik rakit apa saja selain mengelem yang dapat kita gunakan untuk membuat dudukan label atau penyangga karya dari bahan bekas?
  7. Bagaimana cara kita memasang dan menyusun perlengkapan display agar karya seni rupa dapat berdiri kokoh, aman, dan tertata rapi?
  8. Teknik apa saja yang bisa kita terapkan untuk menyambung dan menyeimbangkan modul display buatan kita sendiri?
  9. Bagaimana kita menilai kelebihan dan area perbaikan dari karya seni rupa yang telah kita buat sendiri?
  10. Mengapa penggunaan kosa kata seni rupa yang tepat (seperti komposisi, proporsi, tekstur, dan kontras) membantu kita memahami karya sendiri secara lebih mendalam?
  11. Bagaimana caramu mengapresiasi dan mengulas karya teman menggunakan bahasa atau istilah seni rupa yang tepat?
  12. Mengapa kosa kata seni rupa (seperti komposisi, tekstur, gelap-terang, atau proporsi) penting saat kita merefleksikan karya teman sekelas?
  13. Bagaimana perbedaan unsur rupa (seperti garis, warna, atau tekstur) dapat menghasilkan kesan dan makna visual yang berbeda pada dua karya seni rupa?
  14. Mengapa dua karya seni rupa yang menggunakan prinsip desain berbeda (misalnya keseimbangan simetris vs. asimetris) dapat memiliki fungsi yang berbeda pula dalam unjuk karya?
  15. Bagaimana pemanfaatan bahan bekas dan bahan alam di sekitar kita dapat mendukung penataan pameran seni rupa yang fungsional dan estetis?
  16. Bagaimana penggunaan kosa kata seni rupa membantu kita merefleksikan dan membandingkan unsur rupa serta prinsip desain pada karya sendiri dan teman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Eksplorasi Potensi Alat dan Bahan Bekas di Lingkungan Sekitar untuk Penataan Display Unjuk Karya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.1 Mengeksplorasi potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk penataan display unjuk karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu mengeksplorasi potensi bahan bekas untuk kebutuhan penataan display unjuk karya seni rupa (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat mencocokkan 3 jenis bahan bekas (kardus tebal, botol plastik bekas, potongan pipa PVC bekas) dengan potensi fungsi display (dudukan karya 3D, wadah gantung, tiang penyangga partisi) guna memetakan pengetahuan awal murid (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati 3 contoh fisik bahan bekas yang disediakan guru di meja depan (kardus gelombang/corrugated, botol plastik 1,5L, dan potongan bilah kayu/tripleks bekas) serta menyimak penjelasan guru mengenai kriteria teknis eksplorasi bahan display: kekuatan struktural (beban), kelenturan/kemudahan dibentuk, dan potensi visual penataan karya (10 menit).
  • Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Tebak Daya Tahan & Fungsi': murid menguji coba langsung secara fisik kelenturan dan ketahanan tumpu bahan bekas terhadap beban miniatur karya dengan lembar panduan observasi (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Secara berkelompok (3-4 orang), murid melakukan penjelajahan terpandu di lingkungan sudut kelas dan area daur ulang sekolah untuk mengumpulkan dan mengeksplorasi minimal 3 jenis bahan bekas serta mencatat karakteristik fisik dan kemungkinan peruntukannya untuk display pameran (20 menit).
  • Murid mendokumentasikan hasil eksplorasi pada Lembar Kerja Eksplorasi Bahan Bekas yang memuat: nama bahan bekas, karakteristik bahan (kaku/lentur/kuat/ringan), dan potensi ide peruntukan display karya (misalnya: panel gantung, penyangga meja/plinth, label karya, atau pembatas area) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling menukarkan lembar hasil eksplorasi dengan kelompok sebelahnya untuk mencocokkan kelayakan potensi bahan bekas yang ditemukan berdasarkan aspek kekuatan menahan karya dan kemudahan modifikasi (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan temuan ragam potensi bahan bekas di lingkungan sekitar yang paling kokoh dan adaptif untuk display unjuk karya seni rupa (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil eksplorasi murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk mengeksplorasi potensi bahan alam untuk display karya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh fisik bahan bekas berstruktur sederhana (kardus datar, botol utuh) untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan, serta bahan bekas berstruktur campuran (kawat, potongan pipa, jeriken) untuk kelompok yang siap mengeksplorasi lebih mendalam.
  • Proses: Memberikan panduan observasi langsung langkah demi langkah bagi kelompok yang memerlukan bantuan identifikasi sifat fisik bahan, serta memberi kebebasan eksplorasi mandiri untuk kelompok yang sudah mahir.
  • Produk: Format pelaporan hasil eksplorasi dapat berupa tabel isian sederhana atau sketsa visual penempatan bahan bekas sebagai penyangga karya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menjodohkan 3 jenis bahan bekas dengan potensi fungsi penataan display pada kartu tanya-jawab: (1) Kardus gelombang tebal dipasangkan dengan 'Penyangga meja/alas display karya 3D (plinth)', (2) Botol plastik 1,5 liter dipasangkan dengan 'Wadah gantung instalasi/pot display karya gantung', (3) Pipa PVC / bilah kayu bekas dipasangkan dengan 'Tiang penyangga struktur partisi/sketsel' (Kunci acuan: 1-penyangga meja, 2-wadah gantung instalasi, 3-tiang penyangga partisi).

Proses:

  • Guru memeriksa Lembar Kerja Eksplorasi Bahan Bekas kelompok untuk menilai kemampuan murid mengeksplorasi potensi alat dan bahan bekas. Indikator ketercapaian: murid mampu mencatat minimal 3 jenis bahan bekas dari lingkungan sekitar, mengidentifikasi sifat fisik bahannya (daya topang, tekstur, kelenturan), dan menentukan kesesuaian fungsinya untuk penataan display karya (acuan: minimal 3 data bahan terisi lengkap dengan sifat fisik dan fungsi yang realistis).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan lisan/tertulis singkat: Murid menyebutkan 1 jenis bahan bekas yang paling potensial digunakan untuk display karya kelompoknya beserta 2 alasan teknis sifat fisiknya (Kriteria penerimaan: alasan menyebutkan karakteristik kekuatan menahan beban, kemudahan dipotong/dibentuk, atau kestabilan posisi berdiri).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Kuis mencocokkan sifat bahan bekas dengan fungsi display pada apersepsi pendahuluan.
  • Asesmen proses: Pengamatan langsung terhadap proses eksplorasi murid menguji ketahanan, kelenturan, dan fungsi bahan bekas menggunakan Lembar Observasi Eksplorasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Karakteristik dan Potensi Bahan Bekas untuk DisplayMengeksplorasi kurang dari 2 jenis bahan bekas di lingkungan sekitar dan belum mampu mengidentifikasi karakteristik fisik maupun potensi fungsinya untuk display unjuk karya.Mengeksplorasi 2 jenis bahan bekas di lingkungan sekitar serta mengidentifikasi karakteristik fisik atau potensi fungsinya untuk display unjuk karya namun masih membutuhkan bimbingan guru.Mengeksplorasi 3 jenis bahan bekas di lingkungan sekitar serta mengidentifikasi karakteristik fisik (kekuatan/kelenturan) dan potensi fungsinya untuk display unjuk karya secara tepat dan mandiri.Mengeksplorasi lebih dari 3 jenis bahan bekas di lingkungan sekitar dengan variasi bentuk struktur yang beragam serta menganalisis kesesuaian karakteristik fisiknya untuk berbagai alternatif posisi display (gantung, berdiri, alas meja) secara detail dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penjelajahan lingkungan sekolah untuk mengumpulkan dan mengeksplorasi bahan bekas berjalan efektif dan terkontrol dengan aman?
  • Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok dalam mengeksplorasi daya dukung fisik bahan bekas untuk penataan display?

Murid:

  • Bahan bekas apa yang kamu temukan hari ini yang paling mengejutkan potensi fungsinya untuk memajang karya seni?
  • Kendala fisik apa yang kamu temui saat memeriksa kekuatan atau kelenturan bahan bekas tersebut untuk dijadikan display pameran?

Pertemuan 2 — Eksplorasi Potensi Bahan Alam di Lingkungan Sekitar untuk Penataan Display Unjuk Karya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.1 Mengeksplorasi potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk penataan display unjuk karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi suasana kelas yang berkesadaran (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam mengeksplorasi potensi 3 jenis bahan alam: ranting kayu, serat sabut kelapa/ijuk, dan batu kerikil untuk display karya (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 4 contoh fisik bahan alam yang disediakan di meja peraga: (1) bilah bambu, (2) ranting kayu bercabang, (3) serat pelepah pisang/tali ijuk, dan (4) batu pipih (5 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi guru dalam menguji sifat mekanis sederhana (kelenturan saat dilengkungkan, kekakuan saat menahan beban kertas, dan tekstur permukaan) guna memahami potensi fungsi display (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam format permainan eksplorasi 'Tantangan Bahan Alami' (Joyful Art Exploration), murid secara berpasangan mengambil kartu tantangan fungsi display dan memilih bahan alam yang sesuai di sekitar area kelas/taman sekolah (10 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan uji coba fisik sederhana (mencoba daya lentur, daya tumpu beban, dan kemungkinan pengikatan) terhadap 4 bahan alam: ranting pohon, bilah bambu, pelepah palem/pisang kering, dan batu (25 menit).
  • Murid mendokumentasikan hasil eksplorasi sifat fisik dan potensi fungsi display pada Lembar Eksplorasi Bahan Alam yang memuat nama bahan, karakter fisik, dan rekomendasi fungsi penataan display unjuk karya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kecocokan antara karakter fisik bahan alam yang diuji dengan kebutuhan fungsional display (alat gantung, penopang tegak/standar, pengikat, atau pemberat alas display) (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan potensi bahan alam yang ditemukan untuk kebutuhan penataan display pameran sekolah (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kelengkapan Lembar Eksplorasi dan menutup sesi pembelajaran (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan sampel bahan alam terkurasi dengan variasi sifat yang sangat kontras (ranting kayu keras vs daun pandan/pelepah lentur). Murid yang siap memperdalam diberikan kebebasan mengeksplorasi bahan alam lingkungan sekolah yang lebih beragam (biji-bijian, kulit kayu, akar kering).
  • Proses: Murid yang perlu pendampingan dipandu langkah demi langkah dalam menguji daya tumpu bahan, sedangkan murid mandiri melakukan pengujian variasi beban display secara mandiri.
  • Produk: Format hasil eksplorasi disesuaikan: tabel ceklis karakter fisik bahan untuk murid yang butuh bantuan, atau matriks pemetaan fungsi struktural display untuk murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan eksplorasi bahan alam: Guru mengajukan 3 pertanyaan pemetaan mengenai fungsi display bahan alam berikut: (1) 'Bahan alam manakah yang berpotensi menjadi penopang tegak (easel/standar) lukisan: ranting kayu kering berdiameter 2 cm atau pelepah daun pisang basah?' (Acuan: ranting kayu kering berdiameter 2 cm karena memiliki kekuatan struktural kaku dan tidak mudah layu); (2) 'Untuk menggantung label karya tanpa tali plastik, bahan alam apa yang berpotensi dijadikan tali gantungan: serat sabut kelapa/ijuk atau daun mangga?' (Acuan: serat sabut kelapa/ijuk karena memiliki serat panjang, lentur, dan kuat saat ditarik); (3) 'Jika kita memamerkan karya kertas di area luar ruangan yang berangin, bahan alam apa yang tepat untuk menahan lembaran agar tidak terbang: batu kerikil atau daun kering?' (Acuan: batu kerikil karena memiliki massa/bobot berat untuk pemberat).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat menguji sifat fisik 4 bahan alam target (bilah bambu, ranting kayu bercabang, serat pelepah/tali alami, dan batu) menggunakan Lembar Eksplorasi Bahan Alam.
  • Acuan kelayakan eksplorasi bahan pada Lembar Eksplorasi: (1) Ranting kayu bercabang -> karakter: kaku, kokoh, bertekstur kasar; potensi display: penopang karya berdiri (standar/easel) atau gantungan bertingkat; (2) Bilah bambu -> karakter: lentur namun ulet, permukaannya halus; potensi display: rangka pembatas atau tiang display gantung; (3) Pelepah/serat alami -> karakter: lemas, fleksibel, mudah disimpul; potensi display: tali pengikat antar-elemen display; (4) Batu pipih/kerikil -> karakter: keras, padat, berbobot; potensi display: penahan beban bawah (pemberat struktur display).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan rekomendasi 2 bahan alam terbaik yang paling siap digunakan untuk display unjuk karya beserta alasannya berdasarkan hasil uji mandiri (Acuan kelayakan: murid menyebutkan nama bahan dan mencocokkan sifat mekanik fisiknya secara logis dengan fungsi display, misalnya memilih ranting kayu kuat untuk penopang atau serat ijuk untuk tali gantung).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab uji sifat fisik 3 bahan alam di sekitar.
  • Asesmen formatif unjuk kerja eksplorasi dan pencatatan Lembar Eksplorasi Potensi Bahan Alam untuk display unjuk karya.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi potensi bahan alam untuk penataan display unjuk karyaMengeksplorasi potensi 1 dari 4 bahan alam target (ranting kayu, bilah bambu, pelepah/serat alami, batu) untuk kebutuhan display unjuk karya dengan bimbingan penuh guru.Mengeksplorasi potensi 2 dari 4 bahan alam target (ranting kayu, bilah bambu, pelepah/serat alami, batu) untuk kebutuhan display unjuk karya secara tepat sesuai karakter fisiknya.Mengeksplorasi potensi 3 dari 4 bahan alam target (ranting kayu, bilah bambu, pelepah/serat alami, batu) untuk kebutuhan display unjuk karya secara tepat sesuai karakter fisiknya.Mengeksplorasi potensi seluruh 4 bahan alam target (ranting kayu, bilah bambu, pelepah/serat alami, batu) untuk kebutuhan display unjuk karya secara tepat, mandiri, dan rinci sesuai karakter fisiknya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengidentifikasi keterbatasan dan kelebihan kekuatan bahan alam yang diujicobakan untuk penataan display karya?
  • Bagaimana variasi bahan alam yang tersedia di lingkungan sekolah membantu murid memikirkan alternatif display yang ramah lingkungan?

Murid:

  • Bahan alam apa yang menurutmu paling unik dan kokoh untuk dijadikan bagian dari display karyamu?
  • Tantangan apa yang kamu temukan saat menguji kelenturan atau kekuatan bahan alam tersebut?

Pertemuan 3 — Aplikasi Variasi Teknik Merakit Bahan Bekas untuk Menyiapkan Perlengkapan Unjuk Karya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk menyiapkan perlengkapan unjuk karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, serta memastikan area kerja bersih dan aman untuk praktik perakitan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengaplikasikan variasi teknik perakitan bahan bekas (seperti teknik sambungan takik/slot, lipat-kancing, pengikatan tali, dan pengeleman) untuk menghasilkan perlengkapan display unjuk karya (3 menit).
  • Asesmen Awal: Guru menguji pemahaman awal teknik sambung bahan dengan meminta murid mencocokkan 3 pasangan teknik rakit dan sifat bahannya secara lisan: (1) Kardus tebal bergelombang -> takik/slot selip, (2) Botol plastik tipis -> pelubangan dan ikatan kawat/tali, (3) Kertas duplex -> lipat berkancing; guru memverifikasi jawaban langsung di depan kelas (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan 3 variasi teknik merakit bahan bekas tanpa dan dengan perekat: (1) teknik sambungan takik (slot interlock) pada kardus, (2) teknik lipatan berkancing/pengunci tanpa lem, dan (3) teknik ikatan tali/kawat pada struktur botol plastik atau karton tabung (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengeksplorasi contoh model sambungan fisik yang disediakan guru, lalu menguji kekuatan mekanis masing-masing teknik terhadap beban perlengkapan display (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Cepat Menggembirakan: Setiap kelompok mengikuti game 'Tantangan 10 Menit Struktur Kokoh', yaitu merakit 4 potongan kardus bekas menjadi penyangga dudukan (easel mini atau stand label nama) menggunakan minimal 2 variasi teknik rakit (misal: sambungan slot dikombinasikan dengan pengikat tali) yang mampu berdiri stabil di atas meja (10 menit).
  • Praktik Utama: Murid mengaplikasikan variasi teknik merakit bahan bekas (kardus, botol, karton silinder, tusuk sate bekas) untuk membuat perlengkapan display unjuk karya yang sesungguhnya (pilihan: panel label karya berdiri bebas, pedestal mini untuk karya 3D, atau dudukan karya gantung/frame) dengan mempraktikkan minimal 2 teknik sambungan yang kokoh dan rapi (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok meletakkan perlengkapan display hasil rakitannya di atas meja kerja, lalu menguji kestabilan struktur dan kerapian sambungan dengan saling mencoba meletakkan contoh karya seni rupa di atasnya (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan variasi teknik merakit bahan bekas yang paling efektif dan kokoh untuk menopang perlengkapan display unjuk karya (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan aplikasi teknik sambung dan kerapian konstruksi perlengkapan yang dibuat murid (1 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk menyimpan perlengkapan hasil rakitan di tempat penyimpanan karya kelas untuk digunakan pada tahap perakitan dan penataan display pameran berikutnya, merapikan meja kerja, lalu menutup dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan panduan pola potongan siap pakai untuk kelompok yang membutuhkan perancah struktural, serta tantangan pola bebas bagi kelompok yang sudah mahir.
  • Proses: Kelompok yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung dalam pembuatan sambungan takik lurus, sedangkan kelompok mandiri bereksperimen dengan kombinasi takik ganda dan ikatan menyilang.
  • Produk: Hasil perlengkapan display bahan bekas disesuaikan dengan jenis kebutuhan unjuk karya kelompok: stand label meja, easel penopang lukisan mini, atau pedestal karya kriya tiga dimensi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik teknik sambung bahan bekas: Guru memberikan 3 skenario bahan: (1) Kardus tebal -> teknik takik selip, (2) Botol plastik silinder -> pelubangan dan ikatan tali/kawat, (3) Karton tebal -> sistem lidah lipat pengunci. Acuan ketepatan: Murid mampu menyebutkan minimal 2 teknik sambung yang sesuai karakteristik bahan tersebut.

Proses:

  • Ceklis observasi aplikasi teknik saat murid merakit perlengkapan unjuk karya: Kriteria (1) Penerapan minimal 2 variasi teknik rakit bahan bekas secara tepat, (2) Kestabilan struktur perlengkapan saat berdiri di bidang datar, (3) Kerapian sambungan potongan.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk perlengkapan unjuk karya: Perlengkapan display berdiri kokoh tanpa roboh saat diuji dengan beban label/karya, menerapkan minimal 2 variasi teknik rakit (acuan: kombinasi takik-slot, ikatan tali, atau lipat-kancing yang terpasang erat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik perakitan perlengkapan display unjuk karya menggunakan lembar ceklis teknik sambung (takik/slot, lipat-kancing, pengeleman, pengikatan tali).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Aplikasi Variasi Teknik Merakit Bahan BekasHanya menerapkan 1 teknik sambungan bahan bekas, sambungan mudah lepas atau tidak terpasang dengan erat sehingga struktur tidak mampu berdiri.Menerapkan 1 variasi teknik perakitan bahan bekas secara rekat dan dapat berdiri, tetapi belum memvariasikan teknik sambungan kedua.Mengaplikasikan 2 variasi teknik perakitan bahan bekas (seperti kombinasi teknik takik/slot dan ikatan/lem) secara mandiri sehingga perlengkapan display kokoh dan stabil.Mengaplikasikan lebih dari 2 variasi teknik perakitan bahan bekas secara mandiri dengan kekuatan sambungan yang sangat kokoh, presisi, dan rapi tanpa bantuan guru.
Kesiapan dan Kestabilan Perlengkapan DisplayPerlengkapan unjuk karya yang dibuat tidak stabil, goyah, atau roboh saat diletakkan pada permukaan datar.Perlengkapan unjuk karya dapat berdiri namun kurang stabil dan belum mampu menopang beban perlengkapan display (seperti label atau karya mini).Perlengkapan unjuk karya berdiri stabil pada bidang datar dan kokoh menopang beban perlengkapan display dengan tepat.Perlengkapan unjuk karya berdiri sangat kokoh, seimbang dari berbagai sisi, serta memiliki kerapian finishing perakitan yang presisi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah variasi teknik perakitan yang didemonstrasikan cukup mudah dipahami dan dipraktikkan oleh seluruh murid dengan aman?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi sambungan bahan bekas selama tantangan struktur berlangsung?

Murid:

  • Teknik sambungan bahan bekas manakah yang menurutmu paling kuat dan paling mudah dibuat untuk menyangga display?
  • Bagian mana dari pembuatan perlengkapan display tadi yang memerlukan ketelitian ekstra agar tidak mudah goyah?

Pertemuan 4 — Aplikasi Variasi Teknik Memasang dan Menyusun Perlengkapan Display Unjuk Karya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk menyiapkan perlengkapan unjuk karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana ruang kelas yang aman untuk praktik perakitan display (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengaplikasikan variasi teknik memasang dan menyusun perlengkapan display unjuk karya seni rupa (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen diagnostik singkat: guru menunjukkan 2 contoh sambungan fisik perlengkapan display (Teknik Gantung Tali Simpul dan Teknik Rakit Penyangga Kaki Segitiga Tiga Dimensi) lalu menanyakan teknik pemasangan yang paling stabil untuk panel display tegak (acuan tepat: teknik penyangga kaki segitiga tiga dimensi karena memiliki dasar tumpuan bidang yang menahan beban gravitasi tanpa bergantung pada plafon) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati 3 kartu peragaan variasi teknik memasang/menyusun display yang disiapkan guru: Kartu A (Teknik Gantung Berimbang: penggunaan simpul jangkar/pangkal dengan tali untuk menggantung panel pada tiang), Kartu B (Teknik Penyangga Segitiga/Easel: penyambungan rangka kaki menggunakan klem/ikatan silang agar berdiri bebas), dan Kartu C (Teknik Modul Susun Bertingkat: teknik selip/kunci antar-permukaan kardus tebal untuk dudukan karya 3D) (10 menit).
  • Murid bersama kelompoknya memeriksa kesesuaian alat dan bahan yang dibawa (tali rami, kawat ikat, selotip kertas tebal, bilah bambu/kayu, modul kardus/papan display) dengan teknik yang akan diterapkan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan tantangan 'Simpul & Kunci Cepat': secara berpasangan dalam kelompok, murid berlomba mempraktikkan minimal 2 variasi teknik sambungan pemasangan display (teknik ikatan simpul tali gantung dan teknik sambungan kunci bilah silang) dengan kriteria sambungan tidak lepas saat ditarik ringan (10 menit).
  • Dalam kelompok kerja display, murid mengaplikasikan variasi teknik memasang dan menyusun perlengkapan display unjuk karya: memasang modul panel pameran menggunakan variasi teknik sambungan rangka kaki (penyangga segitiga) dan teknik gantung seimbang sesuai rancangan modul display yang telah disiapkan sebelumnya (22 menit).
  • Guru melakukan observasi langsung selama proses praktik menggunakan lembar pengamatan proses untuk menilai ketepatan aplikasi variasi teknik sambungan dan kekokohan susunan perlengkapan display (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok menguji coba ketahanan dan keseimbangan fisik hasil susunan display unjuk karya yang telah dipasang dengan meletakkan replika/bobot karya tiruan di atasnya (5 menit).
  • Murid mengevaluasi titik lemah sambungan atau ketidakseimbangan susunan pada display kelompok masing-masing serta mendiskusikan langkah penguatan teknik yang telah diaplikasikan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan variasi teknik memasang dan menyusun perlengkapan display yang telah berhasil dipraktikkan (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kekokohan dan kerapian teknik pemasangan display masing-masing kelompok, serta mengarahkan murid merapikan kembali alat dan sisa bahan kerja (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan contoh fisik sambungan dan diagram langkah pemasangan (skema ikatan tali dan sambungan modul) bagi kelompok yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mempraktikkan 2 variasi teknik sambungan berpasangan dengan bantuan bertahap dari guru; kelompok yang lebih mahir mempraktikkan 3 variasi teknik sekaligus (gantung berimbang, penyangga kaki segitiga, dan modul kunci selip bertingkat).
  • Produk: Display unjuk karya tersusun kokoh dengan minimal 2 variasi teknik pemasangan/penyusunan perlengkapan untuk kelompok reguler, dan 3 variasi teknik untuk kelompok mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik teknik pemasangan display: Guru memperlihatkan 2 kartu sambungan struktur display: Kartu 1 (Penyangga Segitiga Kaki Tiga dengan ikatan silang) dan Kartu 2 (Gantungan Tali Tunggal tanpa penyeimbang). Murid diminta menentukan struktur mana yang paling mandiri dan stabil menopang beban karya display di lantai datar (acuan: Kartu 1, karena struktur segitiga menyebarkan titik tumpu secara merata ke tiga arah dan tidak mudah berputar/roboh saat berdiri bebas).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja praktik pemasangan display unjuk karya: Mengamati kemampuan murid mengaplikasikan minimal 2 variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam memasang/menyusun modul display (teknik ikatan simpul gantung, teknik sambungan kawat/tali pada penyangga kaki, atau teknik kunci selip modular) secara kokoh dan aman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan kekokohan instalasi display di penutup: Murid menunjukkan 2 titik sambungan hasil aplikasi teknik kelompoknya dan membuktikan bahwa sambungan tersebut stabil menopang perlengkapan display (kriteria penerimaan: sambungan tidak longgar saat digoyang perlahan dan panel berdiri tegak/seimbang tanpa ditopang tangan).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja aplikasi variasi teknik memasang dan menyusun perlengkapan display menggunakan rubrik observasi proses
  • Pemeriksaan uji ketahanan fisik dan keseimbangan display terpasang

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Aplikasi Variasi Teknik Memasang dan Menyusun Perlengkapan DisplayMengaplikasikan variasi teknik memasang atau menyusun alat dan bahan perlengkapan display kurang dari 2 teknik dan susunan tidak kokoh/mudah goyah secara mandiri.Mengaplikasikan 2 teknik memasang atau menyusun alat dan bahan perlengkapan display tetapi sambungan masih longgar dan membutuhkan bantuan guru untuk dapat berdiri seimbang.Mengaplikasikan 2 variasi teknik memasang dan menyusun alat dan bahan perlengkapan display (misalnya teknik sambungan penyangga silang dan teknik kunci tali/selip) secara kokoh, rapi, dan seimbang dengan mandiri.Mengaplikasikan 3 variasi teknik memasang dan menyusun alat dan bahan perlengkapan display (teknik sambungan kaki segitiga, teknik klem/ikatan silang, dan teknik modul gantung berimbang) secara mandiri, sangat kokoh, presisi, dan stabil menahan beban display.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu praktik 40 menit di tahap inti cukup bagi seluruh kelompok untuk mengaplikasikan variasi teknik memasang dan menyusun display?
  • Bagian teknik pemasangan manakah yang paling banyak ditemui kendala oleh murid dalam memastikan kekokohan display?

Murid:

  • Variasi teknik sambungan atau pemasangan mana yang paling kokoh dan mudah diterapkan saat menyusun perlengkapan display tadi?
  • Apa kesulitan yang kelompokmu hadapi agar modul display dapat berdiri tegak dan seimbang?

Pertemuan 5 — Merefleksikan Karya Diri Sendiri dalam Unjuk Karya Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.3 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas dalam kegiatan unjuk karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu merefleksikan karya seni rupa diri sendiri yang dipajang dalam unjuk karya menggunakan kosa kata seni rupa (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal melalui kuis diagnostik cepat menjodohkan 4 istilah kosa kata seni rupa dengan definisi maknanya di papan tulis: (1) Komposisi -> Penataan/penyusunan unsur-unsur rupa; (2) Tekstur -> Nilai raba permukaan bidang karya; (3) Kontras -> Perbedaan tajam dua unsur yang berdampingan; (4) Proporsi -> Perbandingan ukuran antarbagian dalam karya (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai lembar panduan refleksi karya diri yang memuat 4 aspek kosa kata seni rupa: komposisi, proporsi, tekstur, dan kontras gelap-terang (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan tebak kosa kata seni rupa 'Kartu Kata Tepat': guru menampilkan contoh kalimat refleksi rumpang dan murid mengangkat kartu istilah yang tepat (misal: 'Perbedaan mencolok antara warna latar gelap dan objek terang disebut ...' -> kartu Kontras; 'Penataan letak objek di bidang gambar disebut ...' -> kartu Komposisi) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran):

  • Murid mengamati karya seni rupa miliknya masing-masing yang telah ditata pada area unjuk karya kelas secara berkesadaran dan tenang (10 menit).
  • Murid menuliskan draf lembar refleksi karya diri sendiri yang memuat identifikasi penggunaan unsur rupa, keberhasilan karya, serta area yang perlu ditingkatkan dengan menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa (komposisi, proporsi, tekstur, atau kontras) secara mandiri (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca ulang lembar refleksi diri yang telah ditulis dan menandai kosa kata seni rupa yang sudah dipakai untuk memastikan ketepatan konteks maknanya (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil refleksi mandiri murid dan mengingatkan kaitan refleksi karya diri ini untuk persiapan merefleksikan karya teman di pertemuan berikutnya (6 menit).
  • Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan glosarium mini berisi daftar 6 kosa kata seni rupa beserta contoh kalimat refleksi bagi murid yang membutuhkan scaffolding tambahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemandu berstruktur untuk menemukan aspek karya dirinya, sedangkan murid mahir diarahkan merefleksikan hubungan antara pilihan teknik dengan kesan estetis yang dicapai.
  • Produk: Murid menuliskan refleksi diri minimal 3 kalimat terarah dengan 2 kosa kata seni rupa (murid berkembang), atau paragraf refleksi lengkap menggunakan minimal 4 kosa kata seni rupa dengan evaluasi kritis mandiri (murid mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjodohkan 4 kosa kata seni rupa dengan makna istilah yang tepat: (1) Komposisi -> Penataan/penyusunan unsur-unsur rupa; (2) Tekstur -> Nilai raba permukaan bidang karya; (3) Kontras -> Perbedaan tajam dua unsur yang berdampingan; (4) Proporsi -> Perbandingan ukuran antarbagian dalam karya (acuan: pasangan tepat sesuai butir 1 s.d. 4).

Proses:

  • Pemeriksaan draf lembar kerja refleksi karya diri sendiri: murid mampu menuliskan refleksi yang mengidentifikasi kelebihan dan hal yang perlu diperbaiki dari karyanya menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa (komposisi, proporsi, tekstur, kontras) sesuai konteks visual karya masing-masing.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi lembar refleksi diri: kriteria penerimaan operasional adalah lembar refleksi memuat minimal 1 pernyataan evaluasi kelebihan karya dan minimal 1 pernyataan perbaikan karya dengan menerapkan kosa kata seni rupa sesuai konteks visual aslinya.

Formatif:

  • Kuis diagnostik pencocokan 4 kosa kata seni rupa di awal pembelajaran
  • Observasi dan pemeriksaan Lembar Refleksi Karya Diri Sendiri selama kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Merefleksikan Karya Diri SendiriBelum mampu menuliskan catatan refleksi karya diri sendiri mengenai kelebihan maupun aspek perbaikan karyanya.Menuliskan refleksi karya diri sendiri secara umum mengenai karya, namun belum mengaitkannya dengan aspek kelebihan atau perbaikan yang jelas.Menuliskan refleksi karya diri sendiri yang memuat identifikasi kelebihan dan aspek perbaikan karya secara jelas.Menuliskan refleksi karya diri sendiri yang memuat identifikasi kelebihan, aspek perbaikan, dan tindak lanjut pengembangan karya secara mendalam dan mandiri.
Ketepatan Penggunaan Kosa Kata Seni RupaBelum menggunakan kosa kata seni rupa (komposisi, proporsi, tekstur, kontras) dalam catatan refleksinya.Menggunakan 1 kosa kata seni rupa dalam catatan refleksi karya diri sendiri dengan konteks yang sesuai.Menggunakan 2 hingga 3 kosa kata seni rupa (dari pilihan komposisi, proporsi, tekstur, kontras) secara tepat sesuai konteks visual karya diri.Menggunakan 4 kosa kata seni rupa (komposisi, proporsi, tekstur, kontras) secara tepat dan runtut sesuai konteks visual karya diri tanpa kekeliruan makna.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap Mengaplikasi cukup memfasilitasi seluruh murid untuk mengamati dan merefleksikan karya dirinya secara mandiri?
  • Bagian kosa kata seni rupa manakah yang paling sering tertukar atau keliru digunakan oleh murid saat menuliskan draf refleksi?

Murid:

  • Apa hal yang paling kamu banggakan dari karya seni rupa yang telah kamu buat setelah kamu mengamatinya kembali hari ini?
  • Kosa kata seni rupa apa yang paling membantumu mendeskripsikan bagian yang ingin kamu perbaiki dari karyamu?

Pertemuan 6 — Merefleksikan Karya Teman Sekelas dalam Unjuk Karya Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.3 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas dalam kegiatan unjuk karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu merefleksikan karya teman sekelas pada simulasi unjuk karya menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menjodohkan 3 istilah kosa kata rupa dengan definisinya pada papan tulis mini/lisan: (1) Komposisi, (2) Tekstur, (3) Gelap-Terang/Nilai Warna (acuan: 1-penataan letak unsur rupa, 2-nilai raba permukaan, 3-tingkatan terang dan gelap warna) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati lembar bank kosa kata seni rupa yang memuat 5 istilah inti: garis, tekstur, komposisi/keseimbangan, kontras/gelap-terang, dan proporsi, lalu menyimak penjelasan guru tentang cara memilih istilah yang relevan untuk merefleksikan karya visual (8 menit).
  • Permainan Tebak Istilah (joyful learning): Dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang, murid memainkan kuis cepat 'Kartu Kata Rupa', di mana satu murid membacakan ciri visual sebuah karya contoh di proyektor dan rekan kelompok menebak istilah seni rupa yang tepat secara bergantian (7 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan gallery walk secara tertib di ruang kelas untuk mengamati karya teman sekelas yang telah ditata pada meja display unjuk karya (10 menit).
  • Setiap murid memilih 1 karya teman sekelas untuk direfleksikan dan mengisi 'Lembar Refleksi Karya Teman' dengan menuliskan minimal 3 kosa kata seni rupa yang tepat (pilihan bank kata: garis, tekstur, komposisi, gelap-terang, warna, proporsi) serta uraian refleksi atas penataan unsur visual karya tersebut (17 menit).
  • Murid bertukar lembar refleksi dengan teman pemilik karya untuk membaca umpan balik apresiatif dan memeriksa kesesuaian kosa kata yang disematkan pada karyanya (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan murid membacakan catatan refleksi yang telah ditulis mengenai karya temannya dengan menyebutkan kosa kata seni rupa yang digunakan secara lugas (6 menit).
  • Murid melakukan refleksi diri terpandu mengenai kemudahan dan kendala yang dihadapi saat merefleksikan karya teman menggunakan istilah seni rupa (4 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kosa kata seni rupa dalam menyampaikan refleksi karya secara objektif dan konstruktif (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya), kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kosa kata seni rupa beserta contoh kalimat refleksi sederhana; murid yang mahir diarahkan menggunakan minimal 4-5 istilah seni rupa.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menentukan kosa kata mendapat pendampingan scaffolding saat gallery walk, sedangkan murid yang mandiri langsung menyusun refleksi tertulis.
  • Produk: Uraian lembar refleksi murid bervariasi pada tingkat keragaman kosa kata seni rupa yang digunakan (3 istilah untuk tingkat dasar, 4 atau lebih istilah untuk tingkat mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menjodohkan 3 istilah seni rupa dengan pengertiannya: (1) Komposisi -> penataan/penyusunan unsur visual; (2) Tekstur -> sifat raba/kesan visual permukaan; (3) Gelap-terang -> perbedaan intensitas cahaya/nilai warna pada objek visual (acuan ketepatan: minimal 2 pasangan terjawab benar).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat gallery walk dan pengerjaan Lembar Refleksi Karya Teman, dinilai berdasarkan ketepatan pemilihan minimal 3 kosa kata seni rupa (garis/tekstur/komposisi/gelap-terang/warna/proporsi) yang relevan dengan wujud visual karya yang diamati.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan Lembar Refleksi Karya Teman: Murid mengumpulkan lembar kerja yang memuat identitas karya teman, catatan refleksi, dan minimal 3 kosa kata seni rupa yang digunakan secara tepat sesuai konteks visual karya teman.

Formatif:

  • Kuis cepat 'Kartu Kata Rupa' pada tahap memahami
  • Penilaian lembar refleksi karya teman sekelas berdasarkan ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa pada tahap mengaplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa dalam Merefleksikan Karya TemanMenyebutkan refleksi tanpa menyertakan kosa kata seni rupa yang tepat, atau hanya 1 istilah yang sesuai konteks visual karya teman dengan bimbingan penuh guru.Menyertakan 2 kosa kata seni rupa dalam catatan refleksi karya teman dengan tepat sesuai konteks visual karya teman, namun masih membutuhkan bantuan petunjuk dari kartu acuan.Menyertakan minimal 3 kosa kata seni rupa (dari pilihan: garis, tekstur, komposisi, gelap-terang, warna, proporsi) dalam refleksi karya teman dengan tepat sesuai konteks visual karya secara mandiri.Menyertakan 4 atau lebih kosa kata seni rupa dalam refleksi karya teman dengan tepat dan mendalam sesuai seluruh konteks visual karya secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid mampu mengaitkan kosa kata seni rupa dengan wujud visual karya teman secara tepat saat gallery walk?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membantu murid terbiasa merefleksikan karya menggunakan istilah seni rupa?

Murid:

  • Kosa kata seni rupa apa saja yang berhasil saya gunakan saat merefleksikan karya teman hari ini?
  • Apakah saya merasa terbantu memahami karya teman ketika mengamatinya menggunakan istilah-istilah seni rupa?

Pertemuan 7 — Membandingkan Unsur Rupa, Prinsip Desain, dan Fungsi Karya Seni Rupa dalam Unjuk Karya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.4 Membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa yang disajikan dalam unjuk karya menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi dari dua karya seni rupa yang disajikan dalam display unjuk karya menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengamati Karya A (lukisan pemandangan dekoratif) dan Karya B (vas bunga keramik hias) di layar/meja peraga, lalu secara lisan diminta menyebutkan 1 unsur rupa dan 1 fungsi dari masing-masing karya (acuan: Karya A berunsur garis/warna datar dan berfungsi estetis murni/dua dimensi; Karya B berunsur volume/tekstur nyata dan berfungsi pakai/hias tiga dimensi) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid secara berkesadaran menyimak pemodelan guru tentang cara membuat matriks perbandingan unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang), prinsip desain (kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan/fokus, proporsi, keselarasan), serta fungsi (estetis/murni vs terapan/pakai) menggunakan kosa kata seni rupa baku (10 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam kuis interaktif cepat 'Pilah Kartu Istilah Seni' secara berpasangan dengan mencocokkan kartu nama istilah rupa ke dalam kelompok Unsur Rupa (kartu: 'tekstur', 'warna komplementer'), Prinsip Desain (kartu: 'keseimbangan asimetris', 'pusat perhatian/fokus'), dan Fungsi (kartu: 'seni murni estetis', 'seni terapan praktis') untuk membangun pemahaman yang menggembirakan sebelum melakukan perbandingan mandiri (acuan: pengelompokan sesuai kategori di atas) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri memilih dua karya rupa berbeda yang terpajang di area display kelas: Pasangan Objek 1 (Karya A: Gambar Ilustrasi Poster Lingkungan dan Karya B: Anyaman Tempat Pensil Bambu) atau Pasangan Objek 2 (Karya C: Patung Figuratif Kertas Bekas dan Karya D: Lukisan Abstrak Cat Air) (10 menit).
  • Murid mengisi Lembar Kerja Komparasi Seni Rupa dengan menuliskan perbandingan tertulis mencakup: (1) persamaan dan perbedaan unsur rupa utama, (2) penerapan prinsip desain dominan, dan (3) perbedaan fungsi karya, dengan menerapkan minimal 4 kosa kata seni rupa baku (acuan perbandingan: untuk Pasangan 1, Karya A berunsur bidang/warna kontras, berprinsip pusat perhatian/fokus pesan, berfungsi komunikasi visual persuasif; Karya B berunsur tekstur nyata/volume 3D, berprinsip keteraturan pola/irama, berfungsi pakai praktis) (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca ulang lembar perbandingan yang disusun dan saling bertukar dengan teman sebangku untuk memeriksa ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa dan kesesuaian uraian perbandingan dengan objek karya fisik yang dinilai (10 menit).
  • Perwakilan murid membacakan hasil komparasi karyanya, dan guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan identifikasi perbandingan unsur, prinsip, fungsi, serta ketepatan kosa kata seni rupa yang digunakan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa dapat memperdalam apresiasi visual dan pemaknaan terhadap keragaman karya dalam unjuk karya (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman lisan singkat kepada murid tentang kosa kata prinsip desain dan fungsinya (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan pengantar singkat mengenai persiapan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya dan berdoa bersama (acuan: menutup pembelajaran sesi ini tanpa menyimpulkan keseluruhan bab selesai) (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan glosarium kosa kata seni rupa (daftar istilah unsur rupa, prinsip desain, fungsi) bagi murid yang membutuhkan bantuan; murid yang cepat menganalisis pasangan karya yang lebih kompleks bentuknya (lukisan abstrak vs kriya eksperimental).
  • Proses: Memberikan scaffolding bertahap berupa pertanyaan pemandu perbandingan unsur, prinsip, dan fungsi untuk murid yang membutuhkan pendampingan, sementara murid yang mahir membandingkan secara mandiri penuh.
  • Produk: Uraian perbandingan dituangkan dalam lembar kerja tabel matriks sederhana (untuk murid yang butuh bantuan) atau esai analisis komparasi terstruktur (untuk murid cepat) dengan fokus kompetensi yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik visual di pendahuluan: Murid membedakan 1 unsur rupa dan 1 fungsi dari 2 contoh karya yang dipajang di kelas (acuan jawaban: Karya A lukisan memiliki unsur warna/garis dan fungsi estetis; Karya B vas keramik memiliki unsur tekstur/volume dan fungsi hias/pakai).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja murid saat tahap Mengaplikasi dengan rubrik perbandingan: mengecek apakah murid membandingkan minimal 2 unsur rupa, 1 prinsip desain dominan, dan 1 perbandingan fungsi kedua karya menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menyebutkan contoh kosa kata prinsip desain dan fungsinya dalam membandingkan karya dua dimensi dan tiga dimensi (acuan: prinsip seperti keseimbangan, irama, atau pusat perhatian; fungsi estetis vs fungsional/pakai).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengisian Lembar Kerja Komparasi Seni Rupa (membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya dengan kosa kata seni rupa)
  • Observasi diagnostik tanya jawab awal perbandingan karya seni rupa

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perbandingan Unsur RupaMenyebutkan unsur rupa kedua karya secara terpisah tanpa membandingkan persamaan atau perbedaannya, serta belum menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat.Membandingkan 1 unsur rupa antara kedua karya dengan bantuan guru, menggunakan kosa kata seni rupa yang terbatas.Membandingkan minimal 2 unsur rupa antara kedua karya (persamaan dan perbedaan) secara tepat dan mandiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.Membandingkan lebih dari 2 unsur rupa antara kedua karya secara rinci, terstruktur, dan tepat menggunakan ragam kosa kata seni rupa yang sesuai secara mandiri.
Perbandingan Prinsip DesainBelum mampu membandingkan prinsip desain yang diterapkan pada kedua karya.Menyebutkan prinsip desain pada salah satu karya saja atau membandingkannya namun keliru dalam mengidentifikasi jenis prinsip desainnya.Membandingkan minimal 1 prinsip desain dominan yang diterapkan pada kedua karya secara tepat menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.Membandingkan 2 atau lebih prinsip desain yang diterapkan pada kedua karya secara mendalam dan tepat menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai secara mandiri.
Perbandingan Fungsi Karya Seni RupaBelum mampu mengidentifikasi maupun membandingkan fungsi dari kedua karya seni rupa.Menjelaskan fungsi masing-masing karya secara terpisah tetapi belum membandingkan keterkaitan fungsi estetis maupun terapan keduanya.Membandingkan perbedaan fungsi (estetis/murni dan pakai/terapan) antara kedua karya seni rupa secara tepat.Membandingkan fungsi kedua karya secara komprehensif serta mengaitkannya dengan kesesuaian wujud karya dalam unjuk karya secara mandiri.
Penggunaan Kosa Kata Seni RupaBelum menggunakan kosa kata seni rupa baku (hanya menggunakan bahasa percakapan umum yang tidak spesifik seni).Menggunakan 1-2 kosa kata seni rupa baku dalam teks perbandingan namun masih terdapat kekeliruan konteks pemakaian.Menggunakan minimal 4 kosa kata seni rupa baku secara tepat sesuai konteks perbandingan unsur, prinsip, dan fungsi.Menggunakan lebih dari 4 kosa kata seni rupa baku secara konsisten, variatif, dan tepat konteks di seluruh uraian perbandingan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu membedakan dan membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan?
  • Bagian mana dari kegiatan komparasi karya yang paling menantang bagi murid, dan strategi perancah apa yang efektif membantu pemahaman mereka?

Murid:

  • Kosa kata seni rupa baru apa saja yang berhasil saya gunakan untuk membandingkan dua karya seni rupa hari ini?
  • Perbedaan unsur dan prinsip desain apa yang paling jelas terlihat ketika saya membandingkan karya dua dimensi dan karya tiga dimensi dalam display kelas?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 9.4.1 Mengeksplorasi potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk penataan display unjuk karya seni rupa
  • TP 9.4.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk menyiapkan perlengkapan unjuk karya seni rupa
  • TP 9.4.3 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas dalam kegiatan unjuk karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
  • TP 9.4.4 Membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa yang disajikan dalam unjuk karya menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa, memeriksa kesiapan ruang pameran, serta menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif unjuk kerja penataan display dan apresiasi-refleksi unjuk karya seni rupa (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai alur kerja dan rubrik asesmen sumatif yang terdiri atas 3 tugas terstruktur: (1) tugas kelompok penataan display dan perlengkapan sarana pameran, (2) tugas individual lembar refleksi tertulis karya sendiri dan teman, serta (3) tugas kelompok ulasan apresiasi lisan perbandingan karya (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Kelompok - 30 menit): Murid dalam 7 kelompok (masing-masing 4 murid) secara serentak menata display pameran di booth masing-masing dengan mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi alat serta bahan lingkungan sekitar (kardus bekas, bilah bambu, ranting, tali rami) serta mengaplikasikan teknik merakit/menyusun perlengkapan unjuk karya (membuat dan memasang label karya berisi judul, ukuran, dan media; merakit papan pajang mandiri; serta mengatur alur tata letak karya 2D/3D). Guru melakukan observasi penilaian kinerja langsung (30 menit).
  • Tugas 2 (Individual - 15 menit): Secara serentak dan mandiri, setiap murid mengisi Lembar Catatan Refleksi Tertulis unjuk karya di meja pamerannya, mengevaluasi 1 karya diri sendiri dan 1 karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang, gelap-terang, proporsi, ritme, keseimbangan, kesatuan, pusat perhatian/fokus) sesuai acuan format lembar kerja (15 menit).
  • Tugas 3 (Kelompok - 21 menit): Secara bergiliran, 7 kelompok (durasi 3 menit per kelompok) menyampaikan ulasan apresiasi lisan di depan area booth pameran mereka, membandingkan 2 karya seni rupa yang disajikan berdasarkan: (a) unsur rupa (garis, warna, bentuk, tekstur), (b) prinsip desain (keseimbangan, kontras, proporsi, kesatuan), dan (c) fungsi karya (fungsi murni/estetis vs fungsi terapan/praktis) dengan kosa kata seni rupa yang tepat sementara guru melakukan observasi (21 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berkesadaran mengumpulkan lembar catatan refleksi tertulis kepada guru dan merapikan kembali posisi perlengkapan display karya yang telah dinilai (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umum terhadap proses kerja sama penataan pameran, mengapresiasi keberhasilan unjuk karya bersama seluruh kelas, dan menutup rangkaian pembelajaran Bab 4 dengan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan penyesuaian visual diberikan ruang pengamatan karya dengan jarak lebih dekat atau pencahayaan tambahan, serta murid yang memerlukan penyesuaian waktu menulis refleksi diberikan panduan format isian bergaris tebal tanpa mengurangi standar bukti kompetensi yang diukur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kelengkapan artefak karya seni rupa siswa (karya 2D/3D kelas 7, 8, atau 9) dan ketersediaan bahan display (kardus bekas, bambu, kayu, tali, label kertas) di setiap booth kelompok sebelum asesmen dimulai (kriteria kesiapan: setiap kelompok memiliki minimal 4 karya untuk dipajang dan bahan display yang lengkap).

Proses:

  • Pemantauan keterlibatan serentak murid dalam memasang label karya, merakit papan display, mengatur pencahayaan/tata letak, serta penulisan lembar refleksi secara tertib tanpa bantuan intervensi guru.

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja penataan pameran dan apresiasi-refleksi unjuk karya seni rupa: Hasil penataan display pameran dari bahan sekitar, perlengkapan unjuk karya yang disiapkan, catatan refleksi tertulis karya sendiri/teman, serta paparan lisan perbandingan karya
  • Penilaian kinerja penataan display dan perlengkapan pameran: Display pameran yang memanfaatkan potensi alat dan bahan dari lingkungan sekitar serta kelengkapan sarana pameran (label karya, papan pajang, atau tata letak) yang dikerjakan bersama secara serentak (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penataan display dan teknik perlengkapan pameran)
  • Penilaian refleksi tertulis serentak: Lembar catatan refleksi tertulis yang memuat evaluasi karya diri sendiri dan karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat, dikerjakan seluruh murid secara bersamaan (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian refleksi tertulis)
  • Ulasan apresiasi lisan kelompok: Penyampaian lisan per kelompok (durasi 3-4 menit per kelompok untuk 7 kelompok yang beranggotakan 4 murid) yang membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa yang dipamerkan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi apresiasi lisan)

Sumatif:

  • Unjuk kerja penataan pameran dan apresiasi-refleksi unjuk karya seni rupa: Hasil penataan display pameran dari bahan sekitar, perlengkapan unjuk karya yang disiapkan, catatan refleksi tertulis karya sendiri/teman, serta paparan lisan perbandingan karya
  • Penilaian kinerja penataan display dan perlengkapan pameran: Display pameran yang memanfaatkan potensi alat dan bahan dari lingkungan sekitar serta kelengkapan sarana pameran (label karya, papan pajang, atau tata letak) yang dikerjakan bersama secara serentak (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penataan display dan teknik perlengkapan pameran)
  • Penilaian refleksi tertulis serentak: Lembar catatan refleksi tertulis yang memuat evaluasi karya diri sendiri dan karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat, dikerjakan seluruh murid secara bersamaan (20 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian refleksi tertulis)
  • Ulasan apresiasi lisan kelompok: Penyampaian lisan per kelompok (durasi 3-4 menit per kelompok untuk 7 kelompok yang beranggotakan 4 murid) yang membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa yang dipamerkan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi apresiasi lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi potensi bahan sekitar dan aplikasi teknik perlengkapan display (TP 9.4.1 & TP 9.4.2) [Acuan elemen display: (1) pemanfaatan bahan bekas/alam untuk struktur pajang, (2) teknik perakitan/penyusunan display yang kokoh, (3) kelengkapan label identitas karya (judul, medium, ukuran), (4) tata letak alur pandang karya]Memenuhi hanya 1 dari 4 acuan elemen display pameran; struktur pajang belum kokoh dan pemanfaatan bahan sekitar sangat terbatas.Memenuhi 2 dari 4 acuan elemen display pameran; struktur pajang cukup kokoh namun penataan tata letak atau kelengkapan label karya belum terpasang lengkap.Memenuhi 3 dari 4 acuan elemen display pameran; bahan sekitar terkelola dengan baik, teknik perakitan kokoh, dan label karya terpasang rapi.Memenuhi seluruh 4 acuan elemen display pameran secara lengkap dan mandiri; bahan bekas/alam dimanfaatkan optimal, perakitan sangat kokoh dan aman, label karya lengkap terpasang, serta tata letak alur pandang tertata proporsional.
Refleksi tertulis karya diri sendiri dan teman menggunakan kosa kata seni rupa (TP 9.4.3) [Daftar kosa kata acuan: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang, gelap-terang, proporsi, ritme, keseimbangan, kesatuan, pusat perhatian/fokus]Catatan refleksi hanya mengevaluasi karya diri saja atau teman saja, dengan menggunakan kurang dari 2 kosa kata seni rupa dari daftar acuan.Catatan refleksi mengevaluasi karya diri dan teman, namun hanya menggunakan 2 sampai 3 kosa kata seni rupa dari daftar acuan secara tepat.Catatan refleksi mengevaluasi karya diri dan teman secara terstruktur menggunakan 4 sampai 5 kosa kata seni rupa dari daftar acuan secara tepat.Catatan refleksi mengevaluasi karya diri dan karya teman secara mendalam, objektif, dan runtut dengan menggunakan 6 atau lebih kosa kata seni rupa dari daftar acuan secara tepat.
Perbandingan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa secara lisan (TP 9.4.4) [Acuan aspek pembanding: (1) unsur rupa: garis/warna/bentuk/tekstur, (2) prinsip desain: keseimbangan/kontras/proporsi/kesatuan, (3) fungsi karya: estetis/murni vs terapan/praktis]Penyampaian lisan hanya membandingkan 1 dari 3 acuan aspek pembanding karya serta penggunaan kosa kata seni rupa masih belum tepat.Penyampaian lisan membandingkan 2 dari 3 acuan aspek pembanding karya dengan kosa kata seni rupa yang sebagian tepat.Penyampaian lisan membandingkan seluruh 3 acuan aspek pembanding (unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya) dengan kosa kata seni rupa yang tepat.Penyampaian lisan membandingkan seluruh 3 acuan aspek pembanding secara komprehensif, terstruktur, jelas, dan menggunakan kosa kata seni rupa baku secara konsisten tanpa kekeliruan konsep.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi seluruh tahapan asesmen sumatif unjuk kerja display, pengisian refleksi tertulis serentak, dan apresiasi lisan 7 kelompok?
  • Bagaimana tingkat pemahaman murid dalam mengidentifikasi kosa kata seni rupa saat merefleksikan dan membandingkan karya seni rupa secara nyata?

Murid:

  • Bagian mana dari penataan display karya bersama kelompok yang paling berhasil memanfaatkan bahan lingkungan sekitar secara efektif?
  • Kosa kata seni rupa apa saja yang paling membantu saya saat menjelaskan perbedaan unsur dan fungsi pada karya yang dipamerkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022) Bab 4: Unjuk Karya
  2. Benda-benda bekas di lingkungan sekolah (kardus, botol air mineral, bilah papan kayu sisa, wadah plastik)
  3. Lembar Kerja Eksplorasi Potensi Bahan Bekas untuk Display Karya
  4. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas IX (Kemendikbudristek)
  5. Bahan alam di lingkungan sekolah: ranting kayu, bilah bambu, serat pelepah daun, tali ijuk, batu kerikil
  6. Lembar Eksplorasi Potensi Bahan Alam
  7. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas IX (Kemendikbudristek 2022).
  8. Bahan bekas lingkungan sekolah: kardus tebal, karton tabung bekas tisu/gulungan, botol plastik minuman, potongan kayu/ranting, tali rami, kawat ikat mini.
  9. Alat bantu: gunting, cutter pemotong kardus, mistar, lem tembak/lem fox, pelubang kertas.
  10. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022, Unit 4: Unjuk Kerja)
  11. Bahan perlengkapan display: bilah kayu/bambu, modul kardus bekas, tali rami, kawat pengikat, lem/selotip kertas tebal
  12. Alat kerja: gunting, tang pemotong kawat/cutter, penggaris
  13. Kartu peragaan visual teknik sambungan struktur display pameran
  14. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
  15. Karya seni rupa hasil buatan murid sendiri yang telah dipajang pada display unjuk karya
  16. Lembar Refleksi Diri dan Glosarium Kosa Kata Seni Rupa
  17. Kartu Kata Seni Rupa (komposisi, proporsi, tekstur, kontras) untuk aktivitas tebak kata
  18. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX
  19. Karya seni rupa milik teman sekelas hasil latihan bab sebelumnya
  20. Kartu Bank Kosa Kata Seni Rupa
  21. Lembar Refleksi Karya Teman Sekelas
  22. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas IX, Kemendikbudristek 2022
  23. Koleksi display karya seni rupa murid kelas 9 (karya dua dimensi dan tiga dimensi)
  24. Lembar Kerja Siswa: Matriks Perbandingan Seni Rupa
  25. Set kartu istilah unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi seni rupa
  26. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022, Unit 4: Unjuk Kerja)
  27. Karya seni rupa 2D dan 3D hasil karya murid kelas 7, 8, dan 9
  28. Bahan display: kardus bekas, papan partisi, bambu/ranting kayu, tali rami, kertas label karya, perekat
  29. Lembar Catatan Refleksi Tertulis Unjuk Karya Seni Rupa
  30. Lembar Rubrik Observasi Kinerja Penataan Display dan Apresiasi Lisan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.