MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 3 — Mengapresiasi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Mengapresiasi |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.3.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa
- TP 9.3.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa
- TP 9.3.3 Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa diri sendiri
- TP 9.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa teman sekelas
- TP 9.3.5 Membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sebuah garis dapat mengarahkan pandangan kita saat melihat sebuah lukisan?
- Apa perbedaan mendasar antara bidang dan bentuk ketika kita mengamati karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi?
- Mengapa lukisan pemandangan malam hari tetap dapat terlihat memiliki kedalaman meskipun didominasi warna gelap?
- Bagaimana sapuan kuas yang tebal atau bayangan gradasi dapat membuat sebuah lukisan dua dimensi terasa memiliki tekstur dan volume?
- Bagaimana susunan objek pada sebuah lukisan atau poster membuat mata kita merasa nyaman dan tidak berat sebelah?
- Apa yang terjadi jika elemen rupa dalam karya diulang secara teratur atau acak: apakah menghasilkan kesan gerak dan keterpaduan yang harmonis?
- Mengapa pandangan mata kita langsung tertuju pada satu objek utama saat pertama kali melihat sebuah lukisan atau poster?
- Bagaimana ukuran perbandingan antarabagian dalam karya seni rupa dapat menciptakan rasa keselarasan dan keterpaduan yang nyaman dilihat?
- Ketika kamu melihat kembali karya seni yang pernah kamu buat, bagian mana yang menurutmu paling berhasil mengekspresikan ide awalmu?
- Pilihan rupa apa yang paling memuaskan atau paling menantang saat kamu mengerjakan karyamu sendiri?
- Bagaimana perasaanmu ketika karyamu diapresiasi dan diberi umpan balik yang membangun oleh teman sekelas?
- Hal apa saja yang perlu kita cermati saat merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa milik teman agar tanggapan kita bermakna?
- Jika dua buah karya seni rupa berdampingan, bagaimana cara kita menemukan perbedaan penggunaan unsur rupa dan prinsip desainnya?
- Mengapa sebuah karya seni rupa murni dan karya seni terapan memiliki perbedaan mendasar pada aspek fungsi dan penyusunan visualnya?
- Bagaimana kita membuktikan pemahaman kita dalam membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi dari dua karya seni rupa secara objektif?
- Mengapa penilaian reflektif terhadap karya sendiri dan apresiasi terhadap karya teman penting untuk perkembangan wawasan seni rupa kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Unsur Rupa Garis, Bentuk, dan Bidang dalam Karya Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas agar kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis unsur rupa garis, bentuk, dan bidang dalam karya seni rupa (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar karya seni rupa (lukisan geometris abstrak) di layar, lalu meminta murid mengidentifikasi jenis garis dan bidang yang paling dominan secara lisan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati tayangan reproduksi karya seni rupa lukisan 'Komposisi' karya Piet Mondrian dan lukisan pemandangan karya Basoeki Abdullah yang ditampilkan guru, dengan fokus pada pengamatan unsur garis (lurus, lengkung, tebal, tipis), bidang (geometris, organik), dan bentuk (figuratif/representasional vs nonfiguratif) (10 menit).
- Guru memberikan penjelasan konsep esensial mengenai peran unsur rupa: bagaimana garis membentuk kontur dan batas, bagaimana pertemuan garis menciptakan bidang 2 dimensi, dan bagaimana ilusi atau wujud nyata menghadirkan bentuk/volume dalam karya seni rupa (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan untuk mengikuti aktivitas menyenangkan 'Tantangan Detektif Unsur Rupa': setiap pasangan menerima Lembar Kerja Analisis yang memuat reproduksi karya lukis 'Borobudur' karya Affandi dan karya seni patung 'Garuda Wisnu Kencana' karya Nyoman Nuarta (5 menit).
- Secara berpasangan, murid menganalisis karya tersebut dengan mengisi tabel lembar kerja: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis karakter garis yang dominan beserta arah geraknya (acuan pada karya Affandi: garis dinamis, meliuk-liuk, tebal dan spontan/ekspresif); (2) Mengidentifikasi dan menganalisis bidang yang terbentuk (acuan: bidang organik dan tidak beraturan yang membentuk kontur candi); (3) Menganalisis karakter bentuk pada karya patung Nyoman Nuarta (acuan: bentuk figuratif/representasional 3 dimensi bervolume nyata yang menggambarkan sosok manusia dan burung garuda) (20 menit).
- Beberapa pasangan membagikan hasil analisis tertulisnya ke pasangan sebelah untuk saling mencocokkan hasil identifikasi unsur garis, bidang, dan bentuk yang ditemukan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses analisis: menyadari bagaimana kepekaan mata dalam mengenali karakter garis, bidang, dan bentuk membantu seseorang memahami struktur visual sebuah karya seni rupa secara mendalam (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan hasil analisis murid mengenai peran garis, bidang, dan bentuk dalam karya rupa (3 menit).
- Guru menginformasikan fokus pembelajaran pertemuan berikutnya, yaitu menganalisis unsur rupa warna, gelap-terang, dan tekstur, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar reproduksi karya visual dengan kontras garis dan bidang yang sangat tegas (high contrast) untuk murid yang membutuhkan panduan visual lebih nyata, serta karya abstrak kompleks untuk murid yang membutuhkan tantangan analisis visual lebih tinggi.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) berupa lembar panduan petunjuk pengamatan garis dan bidang bagi kelompok yang membutuhkan dukungan bertahap; kelompok yang mahir diminta menganalisis interaksi antara garis kontur dengan efek ilusi bentuk tanpa bantuan langsung.
- Produk: Format pengisian tabel analisis disediakan dalam bentuk isian terstruktur dengan pilihan karakter rupa bagi murid yang membutuhkan bimbingan, sedangkan murid mahir menuliskan narasi uraian analisis unsur rupa secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual singkat: Murid diminta mengidentifikasi jenis garis dan bidang pada 1 karya lukisan geometris abstrak yang ditayangkan di layar (acuan jawaban: garis lurus horizontal/vertikal; bidang geometris persegi/persegi panjang/segitiga).
Proses:- Observasi keterlibatan diskusi pasangan dan pengecekan ketepatan pengisian Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa pada 2 karya seni rupa: (1) Lukisan 'Borobudur' Affandi - acuan: garis lengkung/meliuk/spontan, bidang organik; (2) Patung 'GWK' Nyoman Nuarta - acuan: bentuk figuratif/tiga dimensi bervolume.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi berupa kartu kendali 2 butir: (1) Sebutkan karakter garis pada lukisan Affandi yang telah dianalisis (acuan: garis ekspresif/meliuk/spontan); (2) Sebutkan klasifikasi bentuk pada patung Nyoman Nuarta (acuan: bentuk 3 dimensi / figuratif).
Formatif:- Penilaian performa lembar kerja analisis berpasangan: Menganalisis unsur garis, bidang, dan bentuk pada karya seni rupa lukis dan patung.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Unsur Garis dalam Karya Seni Rupa | Belum mampu mengidentifikasi dan menganalisis karakter unsur garis (arah, ketebalan, dan sifat garis) pada karya yang diamati meski telah dibimbing guru. | Mampu mengidentifikasi keberadaan garis namun belum tepat menganalisis karakter atau jenis garis (misal: hanya menyebut 'ada garis', tanpa mengenali karakter garis lurus, lengkung, atau ekspresif) sesuai acuan karya. | Mampu menganalisis karakter unsur garis (jenis, ketebalan, dan sifat garis) pada karya lukis yang diamati secara tepat sesuai acuan (garis ekspresif/meliuk/spontan pada karya Affandi). | Mampu menganalisis karakter seluruh unsur garis secara komprehensif (jenis, variasi tebal-tipis, arah, dan sifat ekspresifnya) pada karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi secara tepat dan mandiri. | | Analisis Unsur Bidang dan Bentuk dalam Karya Seni Rupa | Belum mampu membedakan dan menganalisis unsur bidang (2D) maupun bentuk (3D/volume) pada karya yang diamati. | Mampu mengidentifikasi bidang atau bentuk tetapi keliru mengelompokkan karakternya (misal: tertukar antara bidang geometris dan bidang organik, atau tertukar antara bidang datar 2D dan bentuk bervolume 3D). | Mampu menganalisis unsur bidang dan bentuk secara tepat sesuai acuan (mengenali bidang organik pada karya Affandi dan bentuk figuratif bervolume 3D pada karya patung Nyoman Nuarta). | Mampu menganalisis unsur bidang (geometris/organik) dan bentuk (figuratif/nonfiguratif/volume) secara mendalam, tepat, serta membedakan perwujudan bidang 2 dimensi dan bentuk 3 dimensi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh karya seni rupa yang ditampilkan berhasil memicu kepekaan visual murid dalam menganalisis garis, bidang, dan bentuk?
- Bagian mana dari analisis unsur rupa (garis, bidang, atau bentuk) yang paling membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Unsur rupa apa (garis, bidang, atau bentuk) yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali saat mengamati sebuah lukisan atau patung?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa suatu objek dalam seni rupa tergolong sebagai bidang 2 dimensi atau bentuk 3 dimensi?
Pertemuan 2 — Menganalisis Unsur Rupa Warna, Gelap-Terang, dan Tekstur dalam Karya Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada layar proyektor (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengamati 3 kartu cuplikan visual (Kartu 1: gradasi hitam ke putih; Kartu 2: arsiran berbayang bola; Kartu 3: sapuan cat timbul/impasto) dan diminta menyebutkan secara cepat unsur rupa yang paling dominan dari masing-masing kartu (acuan jawaban: Kartu 1 = gelap-terang/nilai warna; Kartu 2 = gelap-terang/bayangan volume; Kartu 3 = tekstur semu/nyata) (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis unsur rupa warna, gelap-terang, dan tekstur pada karya seni rupa lukis dua dimensi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati tayangan sebuah reproduksi lukisan karya Raden Saleh ('Penangkapan Pangeran Diponegoro') yang ditampilkan di proyektor, lalu mencermati pembagian unsur warna (nada hangat vs dingin), gelap-terang (chiaroscuro pada figur dan latar), serta tekstur semu (kain, kulit, lantai) (10 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab terarah untuk membedah bagaimana gradasi gelap-terang membentuk kesan ruang bervolume dan bagaimana variasi tekstur semu dihadirkan melalui goresan kuas (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Tiga Unsur': setiap pasangan menerima Lembar Kerja Analisis dan 1 lembar reproduksi karya seni rupa dua dimensi pilihan (Karya A: 'Starry Night' karya Vincent van Gogh; atau Karya B: 'Pengantin Revolusi' karya Hendra Gunawan) (7 menit).
- Dalam suasana yang menggembirakan dan aktif bekerja sama, setiap pasangan menyelesaikan 3 tugas analisis pada lembar kerja: (1) mengidentifikasi skema warna dominan beserta perannya membentuk suasana, (2) menganalisis persebaran area gelap-terang dan pengaruhnya pada kesan kedalaman objek, dan (3) menganalisis jenis tekstur visual/semu yang tampak dari sapuan cat pada objek tertentu (acuan Karya A: warna dominan biru-kuning dingin kontras hangat; gelap-terang kontras tinggi pada langit malam dan pusaran cahaya bintang; tekstur semu bergelombang/kasar dari teknik impasto tebal. Acuan Karya B: warna ekspresif berani cerah-kontras; gelap-terang tegas tanpa gradasi halus; tekstur semu halus pada kain corak dan kasar pada latar) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling bertukar lembar analisis dengan pasangan lain untuk memeriksa kesesuaian temuan analisis unsur warna, gelap-terang, dan tekstur berdasarkan panduan kunci analisis yang diproyeksikan guru (12 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bagaimana interaksi antara warna, gelap-terang, dan tekstur bekerja sama membangun wujud dan ruang dalam karya seni rupa dua dimensi (8 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 butir cepat dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai prinsip desain keseimbangan, kesatuan, dan irama (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar reproduksi karya seni dengan kontras tinggi/mudah diidentifikasi ('Starry Night') untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap, dan karya dengan nuansa sapuan kompleks ('Pengantin Revolusi') untuk kelompok yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan kartu panduan pemantik kosakata unsur rupa bagi kelompok yang membutuhkan dukungan analisis, sementara pasangan yang mahir diarahkan langsung membedah hubungan keterkaitan ketiga unsur tanpa panduan bantuan.
- Produk: Format pelaporan analisis lembar kerja dapat diisi dalam bentuk tabel matriks pengamatan ringkas berpoin atau uraian paragraf analisis terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi cepat 3 kartu visual unsur rupa: Murid mencocokkan cuplikan visual dengan nama unsur rupa yang tepat. Kartu 1: gradasi monokrom hitam-putih (acuan: gelap-terang); Kartu 2: lingkaran roda warna komplementer (acuan: warna); Kartu 3: pembesaran visual goresan cat timbul/berpola kasar (acuan: tekstur). Kriteria siap: tepat mengidentifikasi minimal 2 dari 3 kartu secara mandiri.
Proses:- Lembar Kerja Analisis 'Detektif Tiga Unsur': Mengamati kemampuan murid menganalisis 3 unsur pada karya lukis yang dipilih (Karya A Van Gogh atau Karya B Hendra Gunawan). Acuan ketercapaian: (1) Unsur Warna: menyebutkan warna dominan (panas/dingin/kontras) dan perannya; (2) Unsur Gelap-Terang: menunjukkan area terang dan gelap serta fungsinya menciptakan kedalaman; (3) Unsur Tekstur: mengidentifikasi jenis tekstur semu (kasar/halus/bergelombang) yang terlihat pada permukaan objek lukisan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal analisis visual pada layar): Ditampilkan cuplikan lukisan pemandangan laut remang senja. Murid menuliskan analisis 1 keterkaitan antara gelap-terang dan warna yang menciptakan kesan waktu senja. Acuan kriteria: jawaban memuat identifikasi warna bernada hangat meredup/dingin gelap (seperti jingga tua, ungu, biru dongker) yang dipadukan dengan bayangan gelap-terang kontras rendah untuk menggambarkan suasana senja secara tepat.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid berpasangan menganalisis unsur rupa pada lembar reproduksi karya
- Pemeriksaan hasil lembar kerja analisis unsur warna, gelap-terang, dan tekstur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Unsur Warna | Belum mampu mengidentifikasi skema warna dominan pada karya lukis yang dianalisis secara tepat. | Mampu mengidentifikasi warna dominan, namun belum mampu menguraikan perannya dalam karya. | Mampu menganalisis skema warna dominan (nada hangat/dingin/kontras) serta menguraikan perannya dalam membangun suasana karya sesuai acuan. | Mampu menganalisis skema warna dominan, transisi gradasi nada warna, dan menguraikan peran spesifiknya pada pembagian objek secara rinci dan tepat sesuai acuan. | | Menganalisis Unsur Gelap-Terang | Belum mampu menunjukkan bagian terang dan bagian gelap pada karya lukis. | Mampu menunjukkan area gelap dan terang pada karya, tetapi belum mampu menganalisis pengaruhnya terhadap ilusi kedalaman/volume objek. | Mampu menganalisis persebaran area gelap dan terang serta menguraikan fungsinya dalam menciptakan kesan volume atau kedalaman ruang pada karya. | Mampu menganalisis tingkat gradasi gelap-terang (chiaroscuro/kontras bayangan) dan menguraikan pengaruh jatuhnya arah cahaya terhadap pembentukan volume objek secara rinci dan tepat. | | Menganalisis Unsur Tekstur | Belum mampu membedakan tekstur visual/semu yang tampak pada karya lukis. | Mampu menyebutkan kesan tekstur (misal: kasar atau halus) pada salah satu objek, namun belum mengaitkannya dengan teknik sapuan garis/kuas. | Mampu menganalisis jenis tekstur visual/semu (misal: sapuan kasar impasto, kesan halus kain) pada karya lukis yang diamati secara tepat sesuai acuan. | Mampu menganalisis variasi tekstur visual/semu pada beberapa bagian objek yang berbeda serta menguraikan bagaimana goresan kuas/arsiran membentuk tekstur tersebut secara mendalam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan reproduksi karya Van Gogh dan Hendra Gunawan mempermudah murid mengamati perbedaan nyata unsur warna, gelap-terang, dan tekstur?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas 'Detektif Tiga Unsur', dan bagian analisis mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan intensif?
Murid:- Unsur mana di antara warna, gelap-terang, dan tekstur yang menurutmu paling mudah dianalisis dari karya lukis hari ini? Mengapa?
- Bagaimana bayangan gelap-terang dan goresan tekstur membantumu mengenali bentuk benda pada lukisan dua dimensi?
Pertemuan 3 — Menganalisis Prinsip Desain Keseimbangan, Kesatuan, dan Irama dalam Karya Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi kesadaran diri melalui hening sejenak untuk fokus mengamati lingkungan visual kelas (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis prinsip desain: keseimbangan, kesatuan, dan irama pada karya seni rupa dua dimensi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengamati 3 gambar mini di papan dan menjawab 3 pertanyaan tertulis di kartu cepat mengenai jenis keseimbangan dan kesan visualnya (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 contoh reproduksi karya seni rupa dua dimensi yang ditayangkan guru: (1) Karya A (Karya poster grafis berpola simetris), (2) Karya B (Lukisan pemandangan asimetris dengan penataan ruang kosong), (3) Karya C (Pola ragam hias dengan pengulangan motif dinamis/ritmis) (7 menit).
- Guru memandu pembedahan konsep mengenai 3 prinsip desain: keseimbangan (simetris, asimetris, radial), kesatuan (bagaimana elemen saling bertaut dan padu melalui kedekatan dan keselarasan), serta irama (kesan gerak melalui pengulangan bentuk/garis teratur, alternatif, atau progresif) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Prinsip Desain': setiap pasangan menerima Lembar Kerja Analisis berisi 3 karya seni rupa (Karya 1: Lukisan 'Starry Night' reproduksi; Karya 2: Poster tipografi minimalis simetris; Karya 3: Lukisan abstrak dengan pengulangan garis bergelombang ritmis) untuk dianalisis penerapan prinsip keseimbangan, kesatuan, dan iramanya (12 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengisi tabel analisis untuk 3 karya tersebut berdasarkan hasil eksplorasi: (a) jenis dan bukti keseimbangan pada karya, (b) bukti terciptanya kesatuan antarunsur, (c) jenis dan pola irama/ritme yang tampak (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukar lembar kerja dengan pasangan sebelahnya untuk memeriksa kesesuaian analisis prinsip desain menggunakan daftar periksa panduan yang disediakan guru (10 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat mengenai prinsip desain mana yang paling mudah dan paling menantang untuk dikenali saat menganalisis sebuah karya seni rupa (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari analisis 3 prinsip desain: keseimbangan memberi stabilitas, kesatuan mengikat keberagaman unsur menjadi satu keutuhan, dan irama mengarahkan alur gerak pandangan mata (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa tiket keluar (exit ticket) berisi 1 soal analisis cepat, memberikan apresiasi atas fokus kerja murid, dan menutup pembelajaran dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar reproduksi karya dengan garis bantu penunjuk komposisi (garis sumbu keseimbangan dan alur irama) untuk murid yang membutuhkan scaffolding visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah melalui pertanyaan penuntun bertahap, sedangkan murid yang mahir diberikan karya seni rupa dengan komposisi asimetris dan ritme yang lebih kompleks.
- Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja tabel terstruktur; murid cepat menuliskan analisis hubungan kausal antara irama garis dengan kesatuan karya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab tertulis singkat pada 3 gambar contoh: (1) Gambar A: dua lingkaran sama ukuran di kiri-kanan sumbu (acuan: keseimbangan simetris); (2) Gambar B: satu lingkaran besar di kiri diimbangi tiga lingkaran kecil di kanan (acuan: keseimbangan asimetris); (3) Gambar C: deretan segitiga bertingkat dari kecil ke besar (acuan: prinsip irama/ritme progresif). Kriteria kesiapan: murid mampu mengidentifikasi minimal 2 dari 3 jenis susunan dengan tepat sesuai acuan.
Proses:- Penilaian lembar kerja analisis pada tahap mengaplikasi. Lembar kerja menganalisis 3 karya: Karya 1 ('Starry Night'), Karya 2 (Poster tipografi simetris), Karya 3 (Lukisan abstrak ritmis). Acuan kunci analisis: (1) Karya 1: Keseimbangan asimetris (pohon cemara gelap vertikal di kiri mengimbangi pusaran bulan dan bintang terang di kanan-atas); Kesatuan terbentuk dari goresan kuas meliuk pendek yang konsisten di seluruh bidang kanvas; Irama berupa irama dinamis/mengalun dari pusaran awan dan bintang berulang. (2) Karya 2: Keseimbangan simetris (elemen tulisan dan ilustrasi terbagi persis sama di sisi kiri dan kanan sumbu tengah vertikal); Kesatuan tercapai melalui keterpaduan warna monokrom dan kedekatan jarak antarteks; Irama repetisi teratur dari baris-baris huruf dengan jarak spasi seragam. (3) Karya 3: Keseimbangan asimetris (distribusi warna hangat dan dingin yang seimbang secara bobot visual); Kesatuan didapat dari pengikatan bidang melalui kontur garis hitam tegas; Irama alternatif/berganti dari garis lurus tegas dan lengkung berulang. Kriteria: ketepatan menganalisis bukti visual prinsip keseimbangan, kesatuan, dan irama pada ketiga karya.
Akhir Pertemuan:- Tiket keluar (exit ticket) 1 butir soal: Disajikan gambar sebuah karya poster dengan objek lingkaran merah besar di sudut kanan bawah dan beberapa titik hitam kecil menyebar di kiri atas. Murid menganalisis jenis keseimbangan dan alasan visualnya. Acuan jawaban benar: Jenis keseimbangan adalah asimetris; alasannya satu objek besar yang dominan secara visual di sudut kanan diimbangi secara visual oleh kumpulan titik-titik kecil di area yang berlawanan sehingga bobot visual karya tetap seimbang tanpa adanya kesamaan bentuk persis di kedua sisi.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal di pendahuluan (identifikasi awal keseimbangan karya)
- Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain (Keseimbangan, Kesatuan, Irama) pada kegiatan berpasangan/mandiri
- Tiket keluar (exit ticket) di kegiatan penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Prinsip Keseimbangan | Belum mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan pada karya atau bukti visual yang dituliskan tidak sesuai dengan susunan karya. | Mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan (simetris/asimetris) pada 1-2 karya, namun bukti visual yang disertakan masih kurang tepat. | Mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan pada 3 karya secara tepat disertai penunjukan bukti posisi atau bobot visual objek karya sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan pada seluruh 3 karya secara tepat disertai analisis terperinci mengenai bagaimana distribusi bobot visual elemen menciptakan stabilitas komposisi secara mandiri. | | Analisis Prinsip Kesatuan | Belum mampu menunjukkan bukti keterpaduan antarunsur rupa yang menyusun karya seni rupa. | Mampu menunjukkan bukti keterpaduan unsur (kesatuan) pada 1 karya saja dengan bantuan pertanyaan pemantik guru. | Mampu menganalisis dan membuktikan bagaimana unsur rupa saling bertaut membentuk kesatuan (melalui kemiripan teknik, warna, atau kedekatan tata letak) pada minimal 2 karya secara tepat sesuai acuan. | Mampu menganalisis secara tepat dan utuh bukti pembentuk kesatuan visual (keterpaduan unsur rupa, gaya, atau kedekatan ruang) pada seluruh 3 karya tanpa keraguan. | | Analisis Prinsip Irama | Belum mampu menemukan pengulangan atau pola aliran visual (irama) dalam karya seni rupa yang diamati. | Mampu menemukan adanya pengulangan unsur tetapi belum tepat mengidentifikasi kesan gerak atau pola irama yang terbentuk. | Mampu menganalisis pengulangan unsur rupa yang menghasilkan irama (teratur, mengalun, atau progresif) pada 2-3 karya secara tepat sesuai acuan. | Mampu menganalisis pola irama dan alur gerak pandangan mata yang ditimbulkan oleh pengulangan unsur secara mendalam dan tepat pada seluruh 3 karya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyediaan contoh karya visual berhasil membantu murid membedakan keseimbangan simetris dan asimetris secara konkret?
- Bagian mana dari penjelasan prinsip kesatuan atau irama yang masih menimbulkan kerancuan bagi murid saat menganalisis karya?
- Apakah alokasi waktu kegiatan analisis berpasangan mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan tabel analisis?
Murid:- Prinsip desain mana di antara keseimbangan, kesatuan, dan irama yang paling mudah kamu temukan bukti visualnya dalam lukisan?
- Langkah apa yang membantumu memahami bahwa lukisan yang tidak simetris ternyata tetap bisa seimbang secara visual?
Pertemuan 4 — Menganalisis Prinsip Desain Proporsi, Penekanan, dan Keselarasan dalam Karya Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan suasana kelas yang berkesadaran serta siap belajar (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar poster pameran seni di layar proyektor dan mengajukan 2 pertanyaan identifikasi: (1) 'Bagian mana pada poster ini yang paling pertama menarik perhatian pandanganmu?' dan (2) 'Bagaimana ukuran gambar objek utama dibanding bidang latarnya?' (acuan: jawaban murid memuat pengenalan awal unsur penekanan/fokus utama pada teks judul berukuran paling besar dan proporsi objek yang menonjol dibanding ruang kosong latar) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan interaktif guru melalui tayangan visual mengenai 3 prinsip desain: (1) Proporsi (perbandingan ukuran antarunsur atau ukuran unsur terhadap keseluruhan bidang), (2) Penekanan (emphasis/focal point, pusat perhatian utama yang diciptakan melalui perbedaan ukuran, warna mencolok, atau kontras bentuk), dan (3) Keselarasan (harmony, keserasian susunan bentuk dan warna yang menciptakan perpaduan visual nyaman) (12 menit).
- Murid memainkan kuis visual berpasangan 'Tebak Prinsip Rupa': guru menampilkan 3 gambar karya seni rupa (Karya 1: Lukisan potret figuratif dengan ukuran kepala proporsional terhadap tubuh; Karya 2: Poster lingkungan hidup dengan titik merah terang di antara dominasi bidang hitam-putih; Karya 3: Lukisan lanskap dengan gradasi warna senada dan susunan pohon yang padu serasi). Setiap pasangan murid mengangkat kartu bertuliskan 'Proporsi', 'Penekanan', atau 'Keselarasan' sesuai prinsip paling dominan pada tiap gambar (acuan kunci: Karya 1 = Proporsi; Karya 2 = Penekanan; Karya 3 = Keselarasan) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain dan menayangkan 1 karya reproduksi seni rupa lukisan still life 'Komposisi Buah dan Vas' di papan/layar (karya memuat vas bunga besar di tengah dengan warna cerah mencolok, perbandingan ukuran buah apel dan vas yang wajar sesuai dunia nyata, serta kesatuan warna latar bernuansa pastel hangat yang menyatu serasi) (5 menit).
- Murid secara berpasangan berkolaborasi menganalisis karya tersebut untuk menguraikan penerapan ketiga prinsip desain dengan mengisi lembar kerja: (1) Menganalisis Proporsi: menguraikan perbandingan ukuran buah terhadap vas bunga dan bidang kanvas; (2) Menganalisis Penekanan: menguraikan unsur rupa yang dijadikan pusat perhatian (focal point) beserta cara pencapaiannya (warna vas cerah mencolok di bagian tengah); (3) Menganalisis Keselarasan: menguraikan keserasian kombinasi bentuk dan palet warna latar pastel yang membuat tampilan rupa tampak harmonis (acuan kunci pengerjaan: Proporsi tepat = ukuran buah apel sebanding dan logis terhadap vas bunga; Penekanan tepat = vas bunga menjadi pusat perhatian karena letak di tengah dengan warna paling cerah kontras; Keselarasan tepat = warna latar pastel hangat dan kontur objek lembut berpadu harmonis tanpa ada unsur rupa yang saling bertabrakan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua perwakilan murid secara sukarela membacakan hasil analisis prinsip desain mereka, sementara murid lain menyimak dan mencocokkan hasil analisisnya dengan bimbingan konfirmasi guru (8 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan proses belajar dengan menyimpulkan pentingnya keterpaduan proporsi, penekanan, dan keselarasan dalam membentuk kesan estetis karya seni rupa secara sadar dan kritis (5 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir mandiri berisi 1 soal analisis singkat pada selembar kertas: 'Pada karya lukisan pemandangan sawah dengan satu pohon beringin raksasa di tengah dan susunan warna hijau serasi, sebutkan unsur penekanan dan keselarasannya!' (acuan kunci: penekanan terletak pada pohon beringin raksasa di tengah; keselarasan terletak pada paduan nuansa gradasi warna hijau yang serasi) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pembelajaran hari ini, menyampaikan materi pengantar untuk pertemuan berikutnya tentang refleksi karya seni rupa diri sendiri, dan menutup sesi dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Guru menyediakan lembar kerja dengan panduan pertanyaan penuntun terstruktur untuk murid yang membutuhkan bantuan (misal: 'Perhatikan benda di tengah: mengapa mata langsung melihat ke sana?'), sedangkan murid yang mahir diberikan gambar karya seni rupa dengan komposisi visual lebih abstrak dan kompleks.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menganalisis prinsip desain didampingi langsung oleh guru melalui bimbingan pemodelan bertahap, sedangkan pasangan murid yang telah mahir menganalisis mandiri dan mendiskusikan keterkaitan antarketiga prinsip desain tersebut.
- Produk: Uraian analisis pada lembar kerja murid dapat berbentuk poin-poin deskriptif ringkas berstruktur maupun penjelasan analisis naratif mendalam sesuai kemampuan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik visual berbasis 1 poster: (1) Mengidentifikasi bagian yang pertama kali menarik perhatian (acuan: teks judul berukuran besar/warna mencolok sebagai titik fokus penekanan); (2) Mengidentifikasi perbandingan ukuran objek utama dengan bidang (acuan: proporsi objek dominan seimbang mengisi ruang).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam kuis visual 'Tebak Prinsip Rupa' (3 butir gambar: Karya 1 = Proporsi, Karya 2 = Penekanan, Karya 3 = Keselarasan).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain berpasangan dengan mengacu pada 3 kriteria analisis: ketepatan menganalisis proporsi, ketepatan menganalisis penekanan, dan ketepatan menganalisis keselarasan pada karya lukisan still life 'Komposisi Buah dan Vas' (acuan kunci: Proporsi = perbandingan ukuran buah apel terhadap vas logis/wajar; Penekanan = vas bunga tengah berwarna cerah kontras sebagai focal point; Keselarasan = paduan warna pastel hangat dan kontur bentuk menyatu harmonis).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan: 1 butir soal analisis lukisan sawah dan pohon beringin. Kriteria keberhasilan: murid tepat menuliskan penekanan (pohon beringin raksasa di tengah) dan keselarasan (paduan warna gradasi hijau yang serasi).
Formatif:- Kuis visual berpasangan 'Tebak Prinsip Rupa' untuk memantau pemahaman awal konsep proporsi, penekanan, dan keselarasan.
- Penilaian kinerja analisis pada Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain saat murid menguraikan 3 prinsip desain pada karya still life.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Prinsip Proporsi | Belum mampu menganalisis perbandingan ukuran antarobjek atau objek terhadap bidang pada karya seni rupa rujukan. | Mampu mengidentifikasi perbandingan ukuran objek pada karya, namun analisis hubungan proporsionalitasnya belum tepat sesuai acuan visual. | Mampu menganalisis prinsip proporsi dengan tepat sesuai acuan visual (menguraikan kewajaran perbandingan ukuran buah terhadap vas dan bidang) dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menganalisis prinsip proporsi secara mandiri, tepat, dan rinci sesuai acuan visual (menguraikan rasio perbandingan ukuran antarobjek buah, vas, dan bidang kanvas). | | Menganalisis Prinsip Penekanan | Belum mampu menentukan pusat perhatian (focal point) maupun cara penekanannya pada karya seni rupa rujukan. | Mampu menyebutkan objek yang menjadi pusat perhatian, namun belum tepat menganalisis cara pencapaian penekanan visualnya. | Mampu menganalisis prinsip penekanan dengan tepat sesuai acuan visual (menguraikan vas bunga di tengah sebagai pusat perhatian melalui kontras warna cerah) dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menganalisis prinsip penekanan secara mandiri, tepat, dan mendalam sesuai acuan visual (menguraikan hubungan letak sentral, kontras warna, dan skala objek dalam menciptakan pusat perhatian visual). | | Menganalisis Prinsip Keselarasan | Belum mampu menganalisis keterpaduan dan keharmonisan susunan unsur visual pada karya seni rupa rujukan. | Mampu mengidentifikasi keselarasan warna atau bentuk secara parsial, namun belum mampu mengaitkannya dengan kesatuan tampilan karya. | Mampu menganalisis prinsip keselarasan dengan tepat sesuai acuan visual (menguraikan keharmonisan paduan bentuk dan palet warna pastel latar) dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menganalisis prinsip keselarasan secara mandiri, tepat, dan komprehensif sesuai acuan visual (menguraikan perpaduan kontur bentuk, ritme lembut, dan keserasian skema warna yang menyatukan keseluruhan karya). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan contoh karya seni rupa visual dan media kuis tebak prinsip rupa berhasil mempermudah murid memahami konsep proporsi, penekanan, dan keselarasan?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat berpasangan menganalisis prinsip desain dalam karya lukisan still life?
Murid:- Bagian mana dari analisis prinsip proporsi, penekanan, atau keselarasan yang menurutmu paling mudah atau paling menantang untuk diidentifikasi?
- Setelah menganalisis karya hari ini, bagaimana cara kamu mengenali pusat perhatian (penekanan) pada gambar atau karya seni rupa yang kamu lihat sehari-hari?
Pertemuan 5 — Merefleksikan dan Mengapresiasi Karya Seni Rupa Diri Sendiri — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.3 Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa diri sendiri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan meminta setiap murid meletakkan satu karya seni rupa buatan sendiri yang pernah dibuat sebelumnya di atas meja masing-masing (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa buatan diri sendiri secara jujur dan mendalam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid menjawab secara tertulis pada selembar kertas memo mengenai 1 hal yang paling disukai dari karyanya sendiri dan 1 kesulitan yang dialami saat membuatnya (kriteria penerimaan: respon secara spesifik menyebut bagian visual atau proses pada karya sendiri) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memberikan panduan kerangka refleksi diri atas karya rupa yang mencakup tiga fokus: (1) gagasan/pesan awal karya, (2) bagian visual yang paling berhasil dicapai, dan (3) kendala visual/teknis serta hal yang ingin disempurnakan (8 menit).
- Murid mencermati contoh lembar refleksi diri yang telah diisi model ulasan apresiasi karya personal untuk memahami cara menguraikan karya secara objektif tanpa merendahkan atau melebih-lebihkan karya sendiri (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana santai berlatar musik instrumental lembut, murid melakukan kegiatan 'Kilas Balik Karyaku' dengan mengamati kembali karya seni rupa buatannya sendiri secara saksama dari jarak dekat dan jarak pandang utuh (10 menit).
- Murid mengisi Lembar Refleksi dan Apresiasi Karya Diri Sendiri yang memuat 4 butir panduan tertulis: (1) judul dan ide/cerita di balik karya, (2) bagian visual karya yang paling memuaskan beserta alasannya, (3) tantangan visual yang dihadapi saat berkarya, dan (4) rencana perbaikan visual jika karya tersebut dikerjakan ulang (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang lembar refleksi yang telah ditulisnya dan menandai satu kesadaran paling penting tentang perkembangan kemampuan artistik pribadinya (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan inti kegiatan bahwa mengapresiasi karya diri sendiri membantu mengenali kekuatan dan ruang pengembangan dalam berkesenian (5 menit).
- Guru memberikan penguatan formatif terhadap kejujuran refleksi murid dan menyampaikan bahwa karya beserta lembar refleksi ini akan disimpan dalam portofolio untuk pertemuan apresiasi berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar refleksi berpanduan dengan kalimat pemantik terstruktur (misal: 'Bagian garis/warna yang paling saya sukai adalah... karena...').
- Proses: Murid yang mandiri merefleksikan karyanya secara naratif menyeluruh tanpa panduan kalimat rumpang.
- Produk: Ulasan refleksi dapat dituliskan dalam bentuk esai reflektif terstruktur atau bagan refleksi visual pada jurnal seni masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan refleksi diri: Murid menuliskan respon singkat atas 2 pertanyaan pemantik awal: (1) Sebutkan 1 unsur visual yang paling kamu sukai dari karyamu sendiri, (2) Sebutkan 1 kendala yang kamu hadapi saat membuatnya. Kriteria penerimaan: Jawaban terverifikasi konkret merujuk pada wujud fisik karya yang dibawa murid (misal: menyebut warna biru gradasi, bentuk proporsi wajah, atau garis arsiran pensil).
Proses:- Pemeriksaan pengisian Lembar Refleksi dan Apresiasi Karya Diri Sendiri yang mencakup 4 komponen: (1) kejelasan ide/pesan karya sendiri, (2) apresiasi kelebihan/bagian yang berhasil pada karya sendiri, (3) identifikasi kelemahan/kendala pada karya sendiri, (4) perumusan tindak lanjut penyempurnaan karya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman reflektif pada penutup: Murid mengumpulkan Lembar Refleksi dan Apresiasi Karya Diri Sendiri yang telah dilengkapi. Kriteria ketuntasan: seluruh 4 butir panduan refleksi terisi secara lengkap, logis, dan merujuk nyata pada elemen visual karya pribadi yang diapresiasi.
Formatif:- Penilaian diri melalui Lembar Refleksi dan Apresiasi Karya Diri Sendiri
- Catatan observasi guru mengenai kedalaman refleksi murid terhadap karyanya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa diri sendiri | Hanya mengisi 1 dari 4 butir refleksi karya diri sendiri atau ulasan tidak merujuk pada elemen visual karya pribadi. | Mengisi 2 dari 4 butir panduan refleksi karya diri sendiri (misalnya hanya menyebutkan ide dan bagian yang disukai tanpa mengidentifikasi kendala atau rencana perbaikan visual). | Mengisi 3 hingga 4 butir panduan refleksi karya diri sendiri secara tepat, mencakup pengungkapan ide, apresiasi bagian yang memuaskan, kendala yang dialami, dan rencana penyempurnaan visual. | Mengisi seluruh 4 butir panduan refleksi karya diri sendiri secara mendalam, objektif, dan terperinci dengan mengaitkan alasan visual yang logis antara ide, hasil bentukan rupa, kendala, dan rencana penyempurnaannya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid menunjukkan sikap jujur, terbuka, dan percaya diri saat mengamati serta menilai karya buatannya sendiri?
- Apakah panduan lembar refleksi diri cukup jelas membantu murid mengenali kekuatan dan kelemahan karyanya?
Murid:- Apa perasaanmu saat mencermati kembali karya buatanmu sendiri secara mendalam hari ini?
- Hal berharga apa yang kamu temukan tentang dirimu sebagai seorang pembuat karya seni setelah melakukan refleksi ini?
Pertemuan 6 — Merefleksikan dan Mengapresiasi Karya Seni Rupa Teman Sekelas — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa teman sekelas
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa milik teman sekelas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 contoh ulasan karya sederhana di layar, lalu meminta murid mengidentifikasi apakah kalimat tersebut merupakan ulasan deskriptif-reflektif atau sekadar komentar subjektif tanpa alasan (acuan diagnostik: pernyataan 'Karya ini menarik karena sapuan garis lengkungnya memberi kesan dinamis' adalah ulasan apresiatif berbobot; pernyataan 'Bagus banget, aku suka warnanya' adalah komentar subjektif tanpa penjelasan rupa) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang kerangka apresiasi apresiatif-reflektif terhadap karya teman: (1) mendeskripsikan apa yang diamati pada karya teman, (2) merefleksikan kesan dan tafsiran pesan/makna dari karya tersebut, dan (3) memberikan umpan balik apresiatif konstruktif yang menghargai proses berkarya teman (10 menit).
- Dalam format permainan interaktif 'Tebak Nada Apresiasi', guru menampilkan 3 contoh catatan apresiasi di papan tulis: (A) 'Karya ini sangat rapi, pemilihan warnanya kontras sehingga objek utama langsung terlihat', (B) 'Karya ini jelek karena terlalu gelap', (C) 'Tekstur semu pada latar memberikan nuansa tenang yang mendalam'. Murid secara serentak mengidentifikasi catatan mana yang merupakan bentuk apresiasi positif-membangun (acuan kunci: A dan C adalah apresiasi positif-membangun; B adalah komentar negatif yang tidak konstruktif) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menata 1 karya seni rupa yang telah mereka buat pada pertemuan-pertemuan sebelumnya di meja masing-masing sebagai bahan galeri kelas (5 menit).
- Murid melakukan 'Gallery Walk' berpasangan/berkeliling mengamati karya 1 teman sekelas yang telah ditentukan pasangannya, kemudian menuliskan lembar refleksi apresiasi karya teman yang memuat 3 bagian wajib: (1) Deskripsi karya teman (unsur rupa dominan yang tampak), (2) Refleksi penafsiran kesan/suasana yang ditimbulkan oleh karya teman, dan (3) Umpan balik apresiatif yang mengapresiasi keunikan karya teman (kriteria operasional: deskripsi menyebutkan minimal 1 unsur visual konkret pada karya; refleksi menyatakan kesan emosi/makna karya; umpan balik berupa saran atau penghargaan konstruktif) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyerahkan lembar apresiasi kepada teman pemilik karya untuk dibaca bersama pasangannya, lalu masing-masing murid menuliskan 1 kalimat refleksi diri singkat mengenai apa yang mereka pelajari dari sudut pandang teman saat melihat karya mereka sendiri (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kegiatan apresiasi dan menegaskan pentingnya menghargai ekspresi kreatif sesama teman di kelas seni (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan poin pembelajaran hari ini mengenai langkah mengapresiasi dan merefleksikan karya teman sekelas secara objektif dan menghargai, lalu menutup pertemuan dengan doa/salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan lembar apresiasi berscaffolding dengan frasa pembuka bagi murid yang membutuhkan panduan ('Saya melihat unsur...', 'Karya ini memberikan kesan...', 'Hal yang paling saya hargai adalah...'), dan lembar tanpa pemandu bagi murid yang sudah mandiri.
- Proses: Guru membimbing langsung murid yang kesulitan merumuskan kesan visual terhadap karya teman, sementara murid yang mahir diarahkan menghubungkan kesan karya teman dengan pilihan teknik rupa yang digunakan temannya.
- Produk: Catatan apresiasi karya teman dapat diisi dalam format butir terstruktur ringkas (bagi murid yang membutuhkan bimbingan) atau paragraf telaah apresiasi utuh yang kaya kosa kata visual (bagi murid yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji diagnostik pembedaan komentar apresiatif: Murid membaca 2 pernyataan di layar: (1) 'Karya ini menarik karena sapuan garis lengkungnya memberi kesan dinamis' dan (2) 'Bagus banget, aku suka warnanya'. Murid diminta menentukan mana pernyataan yang memenuhi kaidah apresiasi seni yang berdasar (acuan jawaban: pernyataan 1 benar karena mendasarkan kesan pada unsur garis visual konkret; pernyataan 2 hanya kesan selera pribadi).
Proses:- Pemeriksaan pengisian Lembar Apresiasi Karya Teman yang dibuat murid saat Gallery Walk. Kriteria penilaian lembar: (1) Deskripsi memuat wujud visual karya teman (seperti garis, warna, bentuk, atau tekstur yang tampak); (2) Refleksi memuat pemaknaan/kesan yang dirasakan penilai terhadap karya teman; (3) Umpan balik memuat apresiasi positif/saran konstruktif yang menghargai karya teman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan 1 hal positif yang kamu temukan dari cara temanmu mengekspresikan gagasannya dalam karya rupa hari ini!' (kriteria penerimaan operasional: murid menuliskan minimal 1 komentar yang merujuk pada elemen visual karya atau pesan dari karya teman secara santun dan spesifik).
Formatif:- Penilaian proses selama Gallery Walk melalui lembar observasi partisipasi refleksi apresiasi.
- Pemeriksaan isi Lembar Apresiasi Karya Teman Sekelas (kelengkapan 3 aspek: deskripsi visual, refleksi kesan/makna, dan umpan balik konstruktif).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa teman sekelas | Belum mampu menuliskan apresiasi terhadap karya teman sekelas; catatan hanya berisi penilaian baik/buruk tanpa mendeskripsikan unsur visual maupun kesan karya. | Mampu menuliskan apresiasi terhadap karya teman sekelas yang memuat deskripsi visual dasar, namun belum memuat refleksi kesan/makna atau umpan balik yang membangun. | Mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya teman sekelas dengan lengkap mencakup deskripsi visual konkret, refleksi kesan/makna karya, dan umpan balik apresiatif yang santun dan membangun. | Mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya teman sekelas secara mendalam dan mandiri, menghubungkan rincian unsur visual dengan pemaknaan kesan secara tajam serta memberikan umpan balik apresiatif yang sangat konstruktif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid menunjukkan sikap saling menghargai saat merefleksikan dan mengapresiasi karya seni teman sekelasnya?
- Bagian mana dari panduan apresiasi yang paling efektif membantu murid menyampaikan tanggapannya secara terarah?
Murid:- Bagian mana dari karya temanmu yang paling menginspirasi atau menarik perhatianmu saat melakukan apresiasi tadi?
- Apa wawasan baru yang kamu peroleh tentang karyamu sendiri setelah membaca ulasan refleksi dari temanmu?
Pertemuan 7 — Membandingkan Unsur Rupa, Prinsip Desain, dan Fungsi Dua Karya Seni Rupa Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa yang Sesuai — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.5 Membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi antara dua karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mendiagnosis kesiapan murid: murid mengamati tayangan slide berisi Karya A (Lukisan pemandangan alam) dan Karya B (Poster ajakan hemat energi), lalu secara tertulis di kertas kecil mengidentifikasi fungsi masing-masing karya (acuan jawaban: Karya A berfungsi murni/estetis/ekspresi personal; Karya B berfungsi terapan/informasi/komunikasi praktis) serta menyebutkan 1 kosa kata unsur/prinsip yang menonjol pada Karya A (acuan jawaban: warna alami/gradasi/garis lembut/keseimbangan asimetris) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan panduan komparasi karya melalui tabel komparasi tiga pilar (unsur rupa, prinsip desain, fungsi) dengan pengenalan kosa kata rupa yang baku (misalnya: 'kontras', 'harmonis', 'ritme', 'keseimbangan simetris/asimetris', 'fungsi estetis murni', 'fungsi praktis terapan') (10 menit).
- Guru memodelkan cara membandingkan dua contoh visual karya: Karya X (Kendi keramik berukir tradisional) dan Karya Y (Patung figuratif kayu kontemporer), mencontohkan kalimat komparasi komparatif unsur, prinsip, dan fungsi secara terstruktur (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan tantangan cepat 'Detektif Komparasi Visual': setiap pasangan menerima Lembar Studi Komparasi yang menampilkan dua karya seni rupa (Karya 1: Lukisan Kanvas 'Penari Bali' gaya ekspresionis; Karya 2: Batik Tulis Motif Parang Lereng pada kain panjang) beserta kartu panduan kosakata (15 menit).
- Secara mandiri dalam pasangannya, murid menuliskan lembar komparasi tertulis yang membandingkan: (1) Unsur rupa dominan (Karya 1: garis dinamis, warna komplementer cerah, tekstur semu; Karya 2: garis geometris diagonal berulang, warna monokrom sogan cokelat-krem, bidang berulang); (2) Prinsip desain dominan (Karya 1: penekanan/fokus pada figur penari, keseimbangan asimetris; Karya 2: irama repetisi teratur, keseimbangan simetris); (3) Fungsi karya (Karya 1: fungsi murni/ekspresi estetis; Karya 2: fungsi terapan/busana/adat) menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menukar lembar komparasi dengan pasangan lain di sebelahnya untuk saling memeriksa ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa dalam mendeskripsikan perbandingan unsur, prinsip, dan fungsi berdasarkan panduan kunci komparasi yang ditampilkan guru di layar (5 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi sadar di buku catatan: kosa kata seni rupa apa yang awalnya dirasa membingungkan namun kini berhasil dipahami dan digunakan dengan tepat saat membandingkan karya (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang cara sistematis membandingkan dua karya seni rupa berdasarkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsinya (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap analisis komparasi murid dan mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya (sesi asesmen sumatif portofolio apresiasi dan komparasi karya seni rupa), lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan glosarium mini daftar kosa kata seni rupa baku beserta definisinya bagi murid yang membutuhkan perancah tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel komparasi terstruktur dengan kalimat rumpang pembantu, sedangkan murid yang mahir langsung menuliskan teks analisis perbandingan paragraf komparatif secara mandiri.
- Produk: Analisis komparasi disajikan dalam bentuk lembar kerja komparasi tabel beranotasi atau teks esai komparasi singkat yang memuat ketiga aspek wajib (unsur, prinsip, fungsi).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat di awal pertemuan dengan mengamati 2 gambar tayangan (Karya A: Lukisan pemandangan alam; Karya B: Poster hemat energi). Murid menjawab 2 pertanyaan acuan: (1) Sebutkan klasifikasi fungsi dari Karya A dan Karya B (Kunci acuan: Karya A = fungsi murni/estetis; Karya B = fungsi terapan/komunikasi/informasi); (2) Tuliskan 1 kosa kata unsur seni rupa atau prinsip desain yang terlihat dominan pada Karya A (Kunci acuan: garis lengkung/tekstur semu/gradasi warna/keseimbangan asimetris).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja komparasi murid saat membandingkan Karya 1 (Lukisan ekspresionis) dan Karya 2 (Kain batik parang) dengan acuan: (1) Unsur rupa (Karya 1 memuat garis dinamis/warna kontras; Karya 2 memuat garis geometris/bidang repetitif); (2) Prinsip desain (Karya 1 menonjolkan penekanan/fokus dan keseimbangan asimetris; Karya 2 menonjolkan irama repetisi dan kesatuan pola); (3) Fungsi (Karya 1 sebagai karya murni/estetis; Karya 2 sebagai karya terapan/sandang); (4) Ketepatan kosa kata seni rupa yang digunakan.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan ketercapaian reflektif di akhir sesi: murid mengonfirmasi pemahaman kosa kata komparatif seni rupa melalui penulisan refleksi terarah mengenai 1 istilah yang telah berhasil diterapkan secara tepat dalam membandingkan dua karya (kriteria keterimaan: istilah seni rupa baku relevan dengan unsur/prinsip/fungsi, digunakan dalam konteks perbandingan yang logis).
Formatif:- Penilaian asesmen awal diagnostik identifikasi fungsi dan unsur visual
- Penilaian lembar kerja 'Detektif Komparasi Visual' (komparasi unsur, prinsip, dan fungsi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Komparasi Unsur Rupa | Belum mampu menunjukkan perbedaan unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur) antara kedua karya atau mendeskripsikan secara keliru. | Mampu membandingkan 1 unsur rupa antara kedua karya secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu membandingkan minimal 2 unsur rupa antara kedua karya secara tepat dan mandiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | Mampu membandingkan 3 atau lebih unsur rupa antara kedua karya secara rinci, tepat, dan mandiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | | Komparasi Prinsip Desain | Belum mampu membandingkan prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan, penekanan, proporsi) antara kedua karya. | Mampu membandingkan 1 prinsip desain antara kedua karya namun penggunaan kosa kata seni rupa masih kurang tepat. | Mampu membandingkan minimal 2 prinsip desain antara kedua karya secara tepat menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | Mampu membandingkan 3 prinsip desain antara kedua karya secara tepat, terperinci, dan mandiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | | Komparasi Fungsi Karya | Keliru dalam membedakan fungsi antara kedua karya yang dibandingkan. | Mampu mengidentifikasi fungsi kedua karya (murni vs terapan) namun belum dapat membandingkan keterkaitannya dengan perwujudan visual karya. | Mampu membandingkan fungsi kedua karya (murni dan terapan) secara tepat dengan penjelasan kosa kata seni rupa yang sesuai. | Mampu membandingkan fungsi kedua karya secara komprehensif, tepat, dan menguraikan keterhubungannya dengan pilihan visual karya secara mandiri. | | Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa | Belum menggunakan kosa kata seni rupa baku dalam mendeskripsikan komparasi (menggunakan istilah sehari-hari yang tidak baku/kurang tepat). | Menggunakan 1-2 kosa kata seni rupa dalam komparasi karya namun terdapat kekeliruan dalam penempatan konteksnya. | Menggunakan 3-4 kosa kata seni rupa baku dalam komparasi karya secara tepat sesuai konteks visual. | Menggunakan lebih dari 4 kosa kata seni rupa baku dalam komparasi karya secara runtut, tepat sasaran, dan konsisten di seluruh aspek. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kegiatan komparasi berpasangan mencukupi bagi murid untuk menganalisis ketiga pilar (unsur, prinsip, fungsi)?
- Apakah media komparasi visual yang disajikan cukup kontras sehingga memudahkan murid mengenali perbedaan unsur dan fungsi karya?
- Bagian kosa kata seni rupa mana yang masih sering keliru digunakan oleh murid dalam membandingkan karya?
Murid:- Apakah saya sudah bisa membedakan karya seni rupa berdasarkan unsur, prinsip desain, dan fungsinya secara objektif?
- Kosa kata seni rupa apa saja yang baru saya kuasai dan gunakan dengan tepat hari ini saat membandingkan dua karya?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.3.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa
- TP 9.3.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa
- TP 9.3.3 Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa diri sendiri
- TP 9.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya seni rupa teman sekelas
- TP 9.3.5 Membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas dalam suasana hening dan tertib, memimpin doa bersama, serta memeriksa kehadiran murid secara tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan tata tertib sesi asesmen sumatif bab, yaitu penyusunan portofolio ulasan apresiasi dan komparasi karya seni rupa secara mandiri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan dokumen Portofolio Asesmen Sumatif yang memuat dua lembar tugas terpisah: Tugas 1 (Tabel Komparasi Seni Rupa) dan Tugas 2 (Lembar Refleksi Diri dan Apresiasi Antarteman), serta menampilkan dua karya seni rupa referensi di layar proyektor/papan display: Karya A (Lukisan Dekoratif Tradisional 'Pasar Ikan' karya I Ketut Soki) dan Karya B (Lukisan Realisme Modern 'Potret Diri Bertopeng' karya Affandi) (3 menit).
- Guru menjelaskan petunjuk teknis pengisian portofolio, durasi masing-masing bagian (45 menit untuk Tugas 1 dan 22 menit pengerjaan Tugas 2), serta menegaskan prinsip kemandirian dan integritas selama asesmen (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (45 menit): Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengisi tabel analisis komparasi tertulis untuk membandingkan Karya A dan Karya B pada aspek: (1) Unsur Rupa: Garis (kontur tegas beraturan vs garis ekspresif meliuk spontan), Bentuk/Bidang (bidang geometris/organik tertutup vs bentuk figuratif terdistorsi), Warna (palet komplementer cerah merata vs warna primer pekat berlapis kontras), Tekstur (tekstur semu halus vs tekstur nyata tebal/impasto); (2) Prinsip Desain: Keseimbangan (simetri/asimetri tersebar vs asimetri terpusat di tengah), Kesatuan (pola repetisi rapat vs kesatuan gestur dinamis sapuan cat), Irama (ritme repetitif motif berulang vs ritme visual bergelombang dramatis), Proporsi (figur manusia stilisasi berskala serupa vs proporsi ekspresionistik figur utama diperbesar); (3) Fungsi: Fungsi hias/estetis naratif budaya vs fungsi ekspresi personal/kejiwaan seniman (42 menit).
- Tugas 2 (22 menit): Pertama, murid secara individual mengisi lembar refleksi diri mengenai karya seni rupa ciptaannya sendiri yang telah dibawa, menganalisis kekuatan unsur rupa/prinsip desainnya serta aspek yang perlu dikembangkan (11 menit); kedua, murid menukarkan karya seninya dengan teman sebangku secara tertib dan tenang, kemudian masing-masing menuliskan ulasan apresiasi tertulis secara santun dan objektif berdasarkan penerapan unsur rupa dan prinsip desain pada lembar apresiasi karya teman sekelas (11 menit) (22 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyusun kedua lembar tugas secara urut menjadi satu bundel Portofolio Ulasan Apresiasi dan Komparasi Karya Seni Rupa, memeriksa kelengkapan nama dan nomor presensi, serta mengumpulkannya ke meja guru secara tertib serentak (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, ketenangan, dan kemandirian seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 3 (2 menit).
- Guru memberikan rangkuman penutup bab mengenai pentingnya kemampuan mengapresiasi, menganalisis unsur rupa dan prinsip desain, serta membandingkan fungsi karya untuk memperkaya kepekaan estetis sehari-hari, kemudian menutup pembelajaran dengan doa (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual: Murid yang memerlukan kejelasan visual dapat melihat cetakan foto reproduksi berwarna resolusi tinggi ukuran A4 dari Karya A dan Karya B di meja masing-masing tanpa mengubah materi atau kompetensi yang dinilai.
- Proses: Penyediaan format tabel terstruktur dengan garis panduan kolom yang jelas bagi murid yang membutuhkan tata letak penulisan terarah tanpa mengubah substansi indikator soal.
- Produk: Format portofolio terstandarisasi seragam untuk seluruh murid sesuai acuan rubrik sumatif ATP.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio ulasan apresiasi dan komparasi karya seni rupa: Dokumen portofolio tertulis berisi tabel komparasi analisis unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi dua karya seni rupa, dilengkapi catatan refleksi diri serta lembar apresiasi karya teman sekelas
- penugasan analisis komparatif tertulis serentak: tabel komparasi tertulis yang membandingkan analisis unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur), prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, irama, proporsi), dan fungsi pada dua karya seni rupa yang diamati dengan kosa kata seni rupa yang sesuai, dikerjakan seluruh murid secara serentak (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analisis komparasi seni rupa)
- penilaian diri dan apresiasi antarteman tertulis serentak: lembar refleksi tertulis mengenai kelebihan dan pengembangan karya seni rupa diri sendiri, serta lembar ulasan tertulis berisi umpan balik apresiasi terhadap karya teman sekelas yang ditukar dan dibaca secara tertib serentak (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian refleksi dan apresiasi)
Sumatif:- Portofolio ulasan apresiasi dan komparasi karya seni rupa: Dokumen portofolio tertulis berisi tabel komparasi analisis unsur rupa, prinsip desain, dan fungsi dua karya seni rupa, dilengkapi catatan refleksi diri serta lembar apresiasi karya teman sekelas
- penugasan analisis komparatif tertulis serentak: tabel komparasi tertulis yang membandingkan analisis unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur), prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, irama, proporsi), dan fungsi pada dua karya seni rupa yang diamati dengan kosa kata seni rupa yang sesuai, dikerjakan seluruh murid secara serentak (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian analisis komparasi seni rupa)
- penilaian diri dan apresiasi antarteman tertulis serentak: lembar refleksi tertulis mengenai kelebihan dan pengembangan karya seni rupa diri sendiri, serta lembar ulasan tertulis berisi umpan balik apresiasi terhadap karya teman sekelas yang ditukar dan dibaca secara tertib serentak (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian refleksi dan apresiasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Komparasi Unsur Rupa (Garis, Bentuk/Bidang, Warna, Tekstur) [Acuan: Garis kontur vs ekspresif; Bidang datar dekoratif vs bentuk terdistorsi; Warna komplementer cerah vs warna pekat kontras; Tekstur semu halus vs tekstur nyata impasto] | Membandingkan 1 unsur rupa saja dengan tepat sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B. | Membandingkan 2 unsur rupa dengan tepat sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B. | Membandingkan 3 unsur rupa dengan tepat sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | Membandingkan seluruh 4 unsur rupa (garis, bentuk/bidang, warna, tekstur) secara tepat dan lengkap sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | | Analisis Komparasi Prinsip Desain (Keseimbangan, Kesatuan, Irama, Proporsi) [Acuan: Keseimbangan merata vs terpusat; Kesatuan repetisi vs kesatuan gestur dinamis; Irama ritmis teratur vs irama bergelombang emosional; Proporsi stilisasi figuratif vs proporsi distorsi] | Membandingkan 1 prinsip desain saja dengan tepat sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B. | Membandingkan 2 prinsip desain dengan tepat sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B. | Membandingkan 3 prinsip desain dengan tepat sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | Membandingkan seluruh 4 prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, irama, proporsi) secara tepat dan mendalam sesuai acuan komparasi Karya A dan Karya B menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | | Komparasi Fungsi Karya Seni Rupa [Acuan: Karya A berfungsi estetis/hias representasi naratif kehidupan tradisional vs Karya B berfungsi ekspresi personal/kejiwaan eksistensial seniman] | Menyebutkan fungsi salah satu karya saja tanpa membuat perbandingan fungsi antara kedua karya. | Membandingkan fungsi kedua karya namun deskripsi fungsi salah satu karya belum tepat sesuai acuan konteks fungsi hias/budaya vs ekspresi personal. | Membandingkan fungsi kedua karya secara tepat sesuai acuan (fungsi hias/budaya vs fungsi ekspresi personal) namun belum mendeskripsikan tujuan pembuatannya secara rinci. | Membandingkan fungsi kedua karya secara tepat dan lengkap sesuai acuan disertai deskripsi peran fungsi estetis hias kultural versus fungsi ekspresi emosional personal menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. | | Refleksi Karya Seni Rupa Diri Sendiri [Acuan: Mengidentifikasi kelebihan penerapan unsur/prinsip pada karya diri dan merumuskan rencana perbaikan/pengembangan teknis] | Menuliskan refleksi diri hanya berupa pernyataan suka/tidak suka tanpa menganalisis unsur rupa atau prinsip desain karya sendiri. | Menuliskan refleksi diri dengan menyebutkan 1 kelebihan unsur rupa atau prinsip desain karya sendiri tanpa menuliskan rencana pengembangan. | Menuliskan refleksi diri yang menganalisis kelebihan unsur rupa dan prinsip desain karya sendiri serta mencantumkan 1 rencana pengembangan karya secara umum. | Menuliskan refleksi diri secara mendalam yang menganalisis kekuatan unsur rupa dan prinsip desain karya sendiri secara rinci serta merumuskan rencana tindak lanjut pengembangan artistik yang spesifik dan terukur. | | Apresiasi Karya Seni Rupa Teman Sekelas [Acuan: Ulasan objektif mengenai keberhasilan penerapan unsur rupa dan prinsip desain pada karya teman sekelas] | Menuliskan ulasan karya teman secara deskriptif singkat tanpa mengaitkan dengan unsur rupa maupun prinsip desain. | Menuliskan ulasan apresiasi dengan mengidentifikasi 1 unsur rupa atau prinsip desain pada karya teman menggunakan bahasa santun. | Menuliskan ulasan apresiasi objektif dengan menganalisis keberhasilan penerapan unsur rupa dan prinsip desain pada karya teman menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai dan santun. | Menuliskan ulasan apresiasi komprehensif yang menguraikan keunggulan unsur rupa, prinsip desain, dan pesan visual karya teman secara objektif, konstruktif, dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk analisis komparatif dan 22 menit untuk refleksi/apresiasi antarteman memadai bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensinya secara optimal?
- Bagaimana capaian murid dalam menggunakan kosa kata seni rupa saat membandingkan dua karya berbeda aliran/karakteristik?
- Apakah instrumen rubrik penilaian sumatif portofolio dapat diterapkan secara konsisten dan objektif oleh penilai?
Murid:- Bagian mana dari analisis komparasi dua karya seni rupa tadi yang paling menantang untuk diidentifikasi unsur dan prinsipnya?
- Bagaimana perasaanmu saat menuliskan refleksi karya sendiri dan membaca tanggapan apresiasi yang dituliskan teman terhadap karyamu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Teks Utama Seni Rupa Kelas IX SMP/MTs Kurikulum Merdeka.
- Reproduksi visual karya seni rupa: Lukisan Affandi ('Borobudur'), Lukisan Piet Mondrian ('Komposisi'), dan Foto Patung Nyoman Nuarta ('Garuda Wisnu Kencana').
- Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa: Garis, Bentuk, dan Bidang.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX, Kemendikbudristek 2022
- Lembar reproduksi cetak karya seni lukis: 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' (Raden Saleh), 'Starry Night' (Vincent van Gogh), dan 'Pengantin Revolusi' (Hendra Gunawan)
- Proyektor LCD dan salindia visual materi unsur rupa
- Lembar Kerja Analisis 'Detektif Tiga Unsur'
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek)
- Reproduksi visual karya seni lukis (Starry Night karya Vincent van Gogh, poster desain grafis, dan lukisan ragam hias)
- Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain Seni Rupa
- Papan tulis/proyektor LCD dan kartu asesmen awal
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
- Buku Graphic Design the New Basics (Lupton & Phillips, 2015)
- Reproduksi karya seni rupa still life 'Komposisi Buah dan Vas', poster pameran, dan gambar lanskap alam
- Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain dan Kartu Tebak Prinsip Rupa
- Karya seni rupa buatan masing-masing murid yang telah dihasilkan pada materi sebelumnya
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
- Lembar Panduan Refleksi dan Apresiasi Karya Diri Sendiri
- Jurnal visual/buku gambar murid
- Karya seni rupa hasil buatan murid kelas 9
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX
- Lembar Kerja Apresiasi dan Refleksi Karya Teman Sekelas
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas IX
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas IX
- Slide tayangan reproduksi visual karya: Lukisan Penari Bali, Kain Batik Parang, Lukisan Alam, Poster Sosial, Kendi Keramik, Patung Kayu
- Lembar Aktivitas 'Detektif Komparasi Visual' dan Lembar Glosarium Kosa Kata Seni Rupa
- Reproduksi visual Karya A: Lukisan Dekoratif Tradisional 'Pasar Ikan' karya I Ketut Soki
- Reproduksi visual Karya B: Lukisan Realisme Modern/Ekspresionisme 'Potret Diri Bertopeng' karya Affandi
- Karya seni rupa hasil karya masing-masing murid
- Lembar Dokumen Portofolio Asesmen Sumatif Bab 3 (Tabel Komparasi & Lembar Refleksi/Apresiasi)
- Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Seni Rupa Kelas IX SMP, Kemendikbudristek 2022
|