MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 2 — Mendesain INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Mendesain |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 40 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.2.1 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa desain poster
- TP 9.2.2 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk membuat karya desain dekorasi pameran
- TP 9.2.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya desain dekorasi pameran
- TP 9.2.4 Membuat karya seni rupa desain poster dengan mempertimbangkan fungsi
- TP 9.2.5 Membandingkan prinsip desain dan fungsi karya seni rupa desain poster menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Saat melihat sebuah poster acara, bagian mana yang pertama kali menarik pandangan matamu dan mengapa bagian itu begitu menonjol?
- Bagaimana pembagian ruang dan penempatan elemen pada poster membuat sebuah informasi tampak seimbang dan nyaman dibaca?
- Bagaimana benda-benda tak terpakai atau bahan alam di sekitar kita dapat dimanfaatkan menjadi elemen dekorasi pameran seni?
- Karakter fisik apa saja dari kardus bekas, dedaunan kering, atau ranting yang membuatnya cocok dijadikan pajangan dekoratif pameran?
- Bagaimana cara kita menyambung dua atau tiga batang tongkat bambu/kayu hanya dengan tali agar kokoh menjadi rangka dekorasi pameran?
- Apa yang membedakan teknik ikatan palang dan ikatan silang saat merakit modul struktur gantung untuk karya seni?
- Bagaimana cara membuat lembaran kardus dan kertas yang datar bisa berdiri kokoh menjadi modul dekorasi pameran?
- Teknik sambungan apa yang paling kuat untuk merakit kardus tanpa menggunakan paku atau kawat?
- Bagaimana kita membuat poster pameran yang tidak hanya menarik dipandang, tetapi juga langsung menyampaikan informasi penting kepada pengunjung?
- Informasi apa saja yang wajib tercantum dalam poster pameran agar fungsinya sebagai media publikasi berjalan efektif?
- Bagaimana tata letak dan prinsip desain pada poster memengaruhi kejelasan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca?
- Mengapa dua poster dengan tujuan yang berbeda (misalnya poster pameran seni dan poster pengumuman lomba) menerapkan prinsip keseimbangan dan hierarki visual yang berbeda pula?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa poster yang kita buat sudah menerapkan prinsip desain dan benar-benar berfungsi menyampaikan pesan pameran?
- Bagaimana pengolahan bahan alam dan barang bekas di sekitar kita dapat menghasilkan modul dekorasi pameran yang kokoh dan estetik?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Penerapan Prinsip Desain Keseimbangan dan Kontras dalam Poster Publikasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa desain poster
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan topik pembelajaran yaitu menganalisis penerapan prinsip desain keseimbangan dan kontras pada poster publikasi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan dua gambar poster sederhana di layar: Poster A (judul besar warna kuning cerah di atas latar belakang biru tua gelap, gambar simetris di tengah) dan Poster B (teks abu-abu di atas latar putih, gambar menumpuk di pojok kanan bawah), lalu mengajukan 2 pertanyaan diagnostik cepat secara tertulis/lisan: (1) Poster mana yang menerapkan kontras warna kuat? (2) Poster mana yang tata letaknya memiliki keseimbangan simetris? (acuan kunci diagnostik: (1) Poster A; (2) Poster A) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan guru melalui tayangan visual mengenai prinsip keseimbangan (keseimbangan simetris yaitu tata letak cermin/setara di kedua sisi, dan asimetris yaitu keseimbangan bobot visual melalui variasi ukuran/warna) serta prinsip kontras (penekanan visual melalui perbedaan mencolok warna, ukuran huruf, atau bentuk agar titik fokus langsung terlihat) (10 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis visual singkat 'Tebak Prinsip': guru menunjukkan 2 kartu poster contoh, yaitu Poster Uji 1 (poster pentas musik: teks judul merah menyala di atas latar hitam pekat) dan Poster Uji 2 (poster pameran buku: dua kolom teks dan gambar berukuran sama persis di sisi kiri dan kanan pembagi tengah vertikal). Pasangan murid mengangkat kartu bertuliskan 'Kontras' atau 'Keseimbangan Simetris' sesuai prinsip yang paling dominan (acuan kunci: Poster Uji 1 = Kontras warna; Poster Uji 2 = Keseimbangan Simetris) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Analisis Poster yang memuat studi kasus Poster Publikasi 'Pameran Seni Sekolah 2025' (deskripsi visual: judul acara ditulis dengan tipografi sans-serif tebal ukuran 72 pt warna putih di atas bidang latar belakang ungu gelap di bagian atas; di bagian tengah terdapat ilustrasi kuas cat kuning cerah di sebelah kiri diimbangi oleh kotak informasi jadwal berlatar oranye di sebelah kanan dengan bobot visual setara; teks rincian tanggal berukuran 18 pt di bagian bawah) (5 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis karya poster tersebut pada lembar kerja dengan menguraikan 2 fokus analisis: (1) Analisis prinsip keseimbangan: murid mengidentifikasi jenis keseimbangan (asimetris) dan menguraikan elemen visual penyeimbangnya (ilustrasi kuas cat kuning cerah di kiri diseimbangkan bobot visualnya oleh kotak informasi jadwal berlatar oranye di kanan); (2) Analisis prinsip kontras: murid mengidentifikasi elemen kontras dan menguraikan penerapannya (kontras nilai warna antara teks judul putih tebal 72 pt di atas latar belakang ungu gelap, serta kontras ukuran antara judul utama 72 pt dengan teks rincian informasi 18 pt) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mencocokkan hasil uraian analisisnya dengan rubrik acuan dan mengidentifikasi ketepatan temuan prinsip keseimbangan dan kontras yang telah dirumuskan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis murid mengenai bagaimana keseimbangan dan kontras bekerja menciptakan keterbacaan serta daya tarik poster publikasi (5 menit).
- Murid menyelesaikan asesmen akhir cek pemahaman berupa 1 butir penguatan tertulis singkat mengenai fungsi kontras ukuran dan keseimbangan dalam keterbacaan pesan poster publikasi, kemudian guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, lembar poster dilengkapi tanda panah penunjuk elemen visual (titik fokus judul dan kotak penyeimbang visual). Bagi murid yang mahir, disediakan poster tambahan dengan tata letak komposisi asimetris yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat menggunakan panduan pertanyaan pemandu langkah demi langkah saat menelaah kontras dan keseimbangan; murid yang mahir langsung menganalisis hubungan timbal balik antara kontras warna dan distribusi bobot visual secara mandiri.
- Produk: Uraian hasil analisis bagi murid bimbingan dapat berfokus pada minimal 1 bukti konkret per prinsip; bagi murid yang mahir menguraikan 2 atau lebih bukti konkret untuk masing-masing prinsip keseimbangan dan kontras secara terperinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan: Murid diminta menentukan prinsip desain dari 2 poster stimulus: (1) Poster mana yang memiliki kontras warna paling kuat antara teks dan latar belakang? (acuan: Poster A dengan teks kuning terang di atas latar biru tua); (2) Poster mana yang menerapkan keseimbangan simetris formal? (acuan: Poster A dengan tata letak elemen cermin terpusat di tengah, bukan Poster B yang menumpuk di sudut kanan bawah).
Proses:- Penilaian lembar kerja analisis prinsip desain poster publikasi 'Pameran Seni Sekolah 2025' (fokus: analisis keseimbangan dan analisis kontras). Acuan kunci analisis: (1) Keseimbangan: murid mengidentifikasi keseimbangan asimetris dengan bukti penyeimbangan visual antara ilustrasi kuas kuning di sebelah kiri dan kotak informasi jadwal berlatar oranye di sebelah kanan; (2) Kontras: murid mengidentifikasi kontras nilai warna gelap-terang (teks putih di atas latar ungu gelap) dan kontras ukuran (judul 72 pt dibanding rincian info 18 pt).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif-analitis singkat: 'Jelaskan mengapa judul poster publikasi perlu dibuat kontras secara ukuran dan warna terhadap latar belakangnya berdasarkan prinsip desain poster!' (Kriteria penerimaan: jawaban tepat menyatakan bahwa kontras ukuran dan warna berfungsi menciptakan titik fokus/penekanan visual utama sehingga pesan inti acara langsung terbaca dan menarik perhatian pengamat seketika).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui identifikasi cepat prinsip kontras dan keseimbangan pada 2 poster contoh di pendahuluan.
- Observasi unjuk kerja analisis mandiri pada Lembar Kerja Analisis Poster Publikasi menggunakan rubrik analitik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Penerapan Prinsip Keseimbangan dalam Poster | Belum mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan atau keliru menentukan penyeimbang visual pada poster publikasi. | Mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan (asimetris) namun belum tepat menguraikan elemen penyeimbang visual (kuas kuning di kiri dan kotak jadwal oranye di kanan). | Mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan (asimetris) dan menguraikan salah satu elemen penyeimbang visual pada poster secara tepat sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi jenis keseimbangan (asimetris) serta menguraikan secara lengkap dan tepat kedua elemen penyeimbang visual (kuas kuning di sisi kiri diseimbangkan oleh kotak rincian jadwal di sisi kanan) secara mandiri. | | Menganalisis Penerapan Prinsip Kontras dalam Poster | Belum mampu menemukan unsur pembeda yang menciptakan kontras visual pada karya poster publikasi. | Mampu menyebutkan salah satu elemen kontras (misalnya warna saja atau ukuran saja) namun belum menguraikan perbandingannya secara tepat. | Mampu menganalisis prinsip kontras dengan menguraikan minimal satu perbandingan secara tepat sesuai acuan (kontras warna teks putih di atas ungu gelap ATAU kontras ukuran 72 pt terhadap 18 pt). | Mampu menganalisis prinsip kontras secara komprehensif dengan menguraikan kedua perbandingan secara tepat sesuai acuan (kontras warna teks putih pada latar ungu gelap DAN kontras hierarki ukuran judul 72 pt terhadap teks info 18 pt). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh poster publikasi yang disajikan cukup kontekstual dan jelas memperlihatkan prinsip keseimbangan dan kontras bagi murid kelas 9?
- Bagian mana dari langkah analisis prinsip desain yang masih membutuhkan scaffolding lebih intensif bagi murid yang lambat belajar?
- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk pengerjaan analisis mandiri mencukupi bagi seluruh murid?
Murid:- Apakah kamu dapat membedakan dengan jelas antara keseimbangan simetris dan asimetris saat mengamati poster?
- Bagian mana dari poster yang menurutmu paling mudah dianalisis prinsip kontrasnya, apakah kontras warnanya atau kontras ukurannya?
Pertemuan 2 — Mengeksplorasi Potensi Bahan Alam dan Bekas di Sekitar untuk Desain Dekorasi Pameran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.2 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk membuat karya desain dekorasi pameran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengarahkan perhatian pada benda-benda alam serta bekas di sekitar sekolah (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengeksplorasi potensi fisik dan fungsi estetis bahan alam serta bahan bekas untuk desain dekorasi pameran (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 3 contoh benda nyata (kardus bekas, ranting kayu kering, dan dedaunan kering) lalu meminta murid mengidentifikasi karakteristik fisik dasar dan kecocokan bentuknya untuk dekorasi pameran (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati display mini yang disiapkan guru berupa 4 contoh sampel bahan (kardus gelombang, ranting kayu kering, botol plastik bening bekas, dan daun palem kering) beserta foto dokumentasi penerapannya dalam pameran seni (10 menit).
- Murid secara mandiri menyimak penjelasan guru mengenai 3 aspek eksplorasi potensi bahan: (1) sifat fisik (kelenturan, kekakuan, tekstur), (2) kekuatan struktur pendukung, dan (3) potensi visual/estetis untuk elemen dekorasi pameran (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan eksplorasi taktil 'Tebak & Uji Potensi': secara bergantian murid menyentuh, melipat perlahan, memilin, atau menegakkan 4 sampel bahan alam dan bekas yang disediakan di stasiun kerja kelas untuk menguji daya dukung dan bentuknya (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Eksplorasi Bahan untuk mendata minimal 4 bahan (2 bahan alam: misal ranting dan daun kering; 2 bahan bekas: misal kardus tebal dan botol plastik), mencatat sifat fisiknya, serta memetakan potensi peruntukan dekorasinya (misal: backdrop dinding, gantungan karya, atau ornamen pembatas area pameran) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meninjau kembali hasil eksplorasinya dan mengecek apakah alternatif bahan yang dipilih realistis dan aman diaplikasikan sebagai dekorasi pameran (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan jenis-jenis bahan alam dan bekas di sekitar yang memiliki potensi visual serta struktur kokoh untuk dekorasi pameran (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik berbasis asesmen akhir terhadap lembar eksplorasi bahan murid dan menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai perakitan tongkat dan tali (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan variasi bahan eksplorasi konkret di meja: kelompok bahan berserat/lentur (daun kering, sabut, tali rafia bekas) dan kelompok bahan kaku/struktural (ranting kayu, bilah bambu bekas, potongan kardus tebal).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan uji taktil terstruktur langkah demi langkah, sedangkan murid yang cepat mengeksplorasi diminta menganalisis 6 jenis bahan (3 alam, 3 bekas) beserta potensi ketahanan pajangnya.
- Produk: Lembar kerja eksplorasi dapat diisi dalam bentuk tabel deskriptif tertulis atau sketsa diagram visual pemetaan potensi bahan dekorasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik identifikasi potensi bahan terhadap 3 benda nyata: (1) Kardus bekas (acuan jawaban: sifat kaku/tebal, cocok untuk panel berdiri/penempel karya); (2) Ranting kayu kering (acuan jawaban: sifat keras/linear, cocok untuk tiang gantungan/struktur gantung); (3) Daun kering (acuan jawaban: sifat tipis/tekstural, cocok untuk hiasan gantung/ornamen permukaan backdrop).
Proses:- Pengamatan saat murid menguji sifat fisik (kekakuan, kelenturan, tekstur permukaan) 4 bahan alam dan bekas di stasiun kerja.
- Pemeriksaan Lembar Eksplorasi Bahan: mengecek ketepatan murid memetakan sifat fisik 4 bahan (misal kardus, ranting, botol bekas, daun) ke dalam fungsi elemen dekorasi pameran yang realistis (misal panel pajang, rangka gantung, pembatas ruang, aksen visual).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) Sebutkan 2 sifat fisik kardus bekas yang menjadikannya bahan potensial untuk dekorasi pameran! (Acuan: permukaan datar/lebar dan struktur kaku/dapat ditekuk); (2) Sebutkan 1 contoh bahan alam di sekitar yang dapat digunakan sebagai elemen gantungan karya beserta alasannya! (Acuan: ranting kayu/bambu karena kokoh menahan beban gantung, atau sulur/daun kelapa untuk aksen untaian visual).
Formatif:- Observasi unjuk kerja eksplorasi fisik bahan di stasiun kerja
- Pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian Lembar Eksplorasi Bahan Alam dan Bekas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Sifat Fisik Bahan Alam dan Bekas | Mengidentifikasi sifat fisik kurang dari 2 bahan alam atau bekas, eksplorasi terbatas pada pengamatan visual luar tanpa pengujian fisik. | Mengidentifikasi sifat fisik 2 bahan (1 alam dan 1 bekas) dengan menguji kekakuan, kelenturan, atau teksturnya secara terbimbing. | Mengeksplorasi dan mendata sifat fisik 4 bahan (2 alam dan 2 bekas) mencakup kelenturan, kekakuan, dan tekstur secara mandiri. | Mengeksplorasi dan mendata sifat fisik lebih dari 4 bahan alam dan bekas secara rinci serta menguji ketahanan dan kekuatan fisiknya secara mandiri. | | Pemetaan Potensi Bahan untuk Dekorasi Pameran | Menentukan fungsi dekorasi pameran yang kurang sesuai dengan sifat fisik bahan tanpa pertimbangan struktural atau estetis. | Menentukan potensi fungsi dekorasi pameran untuk 2 bahan, namun alasan kecocokan fungsi masih sangat umum. | Menentukan potensi fungsi dekorasi pameran (misal panel pajang, struktur gantung, atau ornamen visual) untuk 4 bahan secara logis dan tepat sesuai sifat fisiknya. | Menentukan potensi fungsi dekorasi pameran untuk seluruh bahan yang dieksplorasi secara logis, tepat, serta menguraikan alternatif penempatan dekorasi yang variatif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyediaan ragam bahan alam dan bekas di kelas mencukupi bagi seluruh murid untuk melakukan uji fisik secara langsung?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan eksplorasi taktil, apakah mereka mampu mengaitkan karakteristik bahan dengan fungsi dekorasi pameran?
Murid:- Bahan alam atau bekas mana yang menurutmu paling menarik dan mudah diolah menjadi dekorasi pameran?
- Kesulitan apa yang kamu temukan saat menguji kekuatan atau kelenturan bahan-bahan yang dieksplorasi tadi?
Pertemuan 3 — Mengaplikasikan Variasi Teknik Merakit Bahan Tongkat dan Tali untuk Dekorasi Pameran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya desain dekorasi pameran
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan fisik ruang kelas, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada aneka tongkat kayu/bambu dan tali rami yang telah disiapkan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik keterampilan teknik dasar merakit: murid diminta memperagakan satu simpul/ikatan pengunci awal (simpul pangkal) pada sebatang tongkat untuk melihat kesiapan teknik merakit tali dan tongkat (acuan: simpul melingkari tongkat dua kali dengan ujung tali saling menyilang mengunci kencang dan tidak melorot saat ditarik) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru mengenai variasi 2 teknik ikatan perakitan tongkat dan tali untuk display pameran: (1) Ikatan Palang untuk dua tongkat bersilangan tegak lurus 90 derajat (dimulai simpul pangkal, dililitkan memutar di antara dua kayu minimal 3 kali, diikat silang jerat minimal 2 kali, dan dikunci simpul pangkal); (2) Ikatan Kaki Tiga/Silang untuk menggabungkan 3 tongkat berdiri sebagai modul tripod gantung pameran (dimulai simpul pangkal pada salah satu tongkat, dililitkan selang-seling menembus sela ketiga tongkat secara kencang, diakhiri kunci simpul pangkal) (12 menit).
- Murid mengeksplorasi secara langsung cara melilit dan menarik tali pada sepasang tongkat latihan di mejanya guna merasakan tingkat kekencangan dan kekuatan simpul rakitan (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengikuti permainan tantangan merakit 'Simpul Cepat & Kokoh' secara berpasangan: murid adu kecepatan dan kekokohan membuat 1 ikatan palang yang mampu menahan beban gantungan tanpa bergeser saat diguncang ringan (10 menit).
- Murid mengaplikasikan variasi teknik merakit bahan tongkat dan tali untuk membuat 1 unit modul display dekorasi pameran (pilihan bentuk: modul gantung segitiga, modul bingkai kotak gantung, atau modul rangka tripod berdiri) dengan menerapkan minimal 2 variasi teknik sambungan (ikatan palang dan ikatan silang/kaki tiga) yang terikat kencang, simetris, dan kokoh (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan uji ketahanan dan kekokohan modul dekorasi rakitannya dengan mengaitkan beban uji (kertas display/papan pajang), lalu memeriksa bagian lilitan tali yang masih longgar atau sambungan yang miring untuk diperbaiki kunciannya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan variasi teknik ikatan perakitan tongkat dan tali yang efektif menghasilkan konstruksi dekorasi pameran yang kokoh dan rapi (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman teknis dan menutup sesi pembelajaran dengan instruksi penyimpanan modul karya rakitan untuk persiapan dekorasi berikutnya serta doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh panduan visual kartu langkah kerja ikatan palang dan silang untuk murid yang memerlukan panduan bertahap.
- Proses: Bagi murid yang masih canggung memegang tali diberikan bimbingan langsung pada lilitan pertama, sedangkan murid yang sudah mahir ditantang membuat modul tripod dengan variasi 3 tongkat kombinasi ikatan palang penguat.
- Produk: Murid dapat memilih merakit modul dekorasi gantung 2 dimensi (bingkai palang) atau modul display 3 dimensi (tripod kaki tiga berdiri).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kinerja singkat di awal pertemuan: Murid diminta membuat 1 ikatan dasar (simpul pangkal) pada sebatang tongkat bambu. (Kriteria acuan: lilitan membentuk dua lingkaran sejajar dengan ujung tali menyilang di bawah lilitan kedua, terkunci rapat dan tidak terlepas saat tongkat digoyang).
Proses:- Pengamatan langsung saat aktivitas Mengaplikasi terhadap 2 teknik sambungan: (1) Ketepatan alur lilitan ikatan palang/silang (lilitan sambungan minimal 3 putaran kencang); (2) Kekokohan struktural modul perakitan tongkat saat ditarik/diberi beban gantung.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman teknis di penutup: Murid menunjukkan modul dekorasi rakitannya dan memperlihatkan 2 titik simpul kuncian utama. (Kriteria acuan: kedua simpul terkunci mati tanpa ujung tali terurai lepas, dan sudut pertemuan tongkat stabil tidak goyang lebih dari 5 derajat saat ditekan perlahan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja aplikasi teknik sambungan tongkat dan tali (ikatan palang dan silang/kaki tiga) menggunakan lembar ceklis kekokohan dan kerapian simpul.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengaplikasian variasi teknik merakit tongkat dan tali | Belum mampu menerapkan teknik ikatan palang maupun silang secara tepat; lilitan tali longgar dan kedua tongkat terlepas atau merosot saat diberdirikan. | Mampu menerapkan 1 teknik ikatan tali pada tongkat dengan benar, namun lilitan masih kurang kencang sehingga sambungan tongkat masih mudah bergeser/longgar. | Mampu mengaplikasikan 2 variasi teknik merakit tongkat dan tali (ikatan palang dan ikatan kaki tiga/silang) dengan lilitan kencang dan sambungan modul terpasang kokoh. | Mampu mengaplikasikan lebih dari 2 variasi teknik merakit tongkat dan tali secara mandiri dengan lilitan sangat kencang, presisi, rapi tanpa sisa tali berserakan, serta menghasilkan konstruksi modul dekorasi yang sangat kokoh dan stabil. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit pengerjaan modul rakitan cukup bagi sebagian besar murid untuk menyelesaikan 2 variasi ikatan tongkat dan tali?
- Bagian mana dari langkah merakit ikatan silang atau kaki tiga yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis?
Murid:- Teknik sambungan tali mana yang menurutmu paling menantang untuk dikencangkan pada tongkat?
- Apakah modul rakitan tongkat dan tali yang kamu buat sudah cukup kokoh untuk menopang karya dekorasi pameran?
Pertemuan 4 — Mengaplikasikan Variasi Teknik Konstruksi Kardus dan Kertas untuk Dekorasi Pameran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya desain dekorasi pameran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengaplikasikan variasi teknik konstruksi kardus dan kertas untuk dekorasi pameran (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta mengamati 2 contoh sambungan fisik potongan kardus, yaitu (A) sambungan coakan/slot interlock bersilangan dan (B) sambungan lipatan tab/lidah dengan perekat, lalu menjawab teknik mana yang dapat mengunci dua bilah kardus tanpa lem sama sekali (acuan jawaban tepat: teknik A / sambungan coakan interlock) (5 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan ini dengan konteks pembuatan display atau partisi pameran seni rupa kelas (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mendemonstrasikan 3 variasi teknik konstruksi kardus dan kertas: (1) teknik takik/coakan silang (slot interlocking), (2) teknik melipat-mencetak garis (scoring/creasing) untuk membentuk rusuk struktural segitiga, dan (3) teknik pilin/gulung silinder kertas tebal untuk penyangga beban vertikal (8 menit).
- Tantangan Berpasangan Cepat (Joyful): setiap pasangan murid menerima 2 lembar potongan kardus bekas ukuran 10x15 cm dan diberi waktu 4 menit untuk memotong takik seluas tebal kardus, merakitnya menjadi bentuk saling silang yang mampu berdiri sendiri di atas meja tanpa ditopang tangan (acuan keberhasilan: struktur kardus berdiri tegak stabil saat dilepas) (7 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menyiapkan alat (cutter, penggaris besi, gunting, alas potong) dan bahan (kardus bekas kemasan, kertas dupleks/karton) untuk merakit 1 unit modul konstruksi dekorasi pameran (misalnya standing display miniatur, partisi modular, atau modul hiasan geometris 3 dimensi) (5 menit).
- Murid mengaplikasikan minimal 2 variasi teknik konstruksi (pilihan dari: coakan interlock, scoring/lipatan bersudut kaku, tab perekat lem tembak/kertas, atau gulungan silinder penguat) dalam membentuk modul dekorasi pameran dengan memperhatikan kekokohan sambungan dan kerapian potongan (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan uji stabilitas fisik secara mandiri dengan meletakkan modul di atas permukaan datar dan menaruh beban ringan (seperti selembar karton pajang atau buku saku), lalu mencatat teknik sambungan mana yang paling kokoh menahan beban (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan prinsip utama teknik konstruksi kardus dan kertas (akurasi kedalaman takik, lipatan presisi, dan kekokohan kuncian) untuk penunjang display pameran (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil aplikasi teknik konstruksi dan mengingatkan murid merapikan sisa potongan kardus ke tempat daur ulang serta menginformasikan agenda pertemuan berikutnya tentang pembuatan poster pameran (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan pola cetakan garis (template) takik coakan standar pada kardus; murid mahir diberikan tantangan menggunakan kardus dengan ketebalan ganda (double wall) dan merancang 3 titik sambungan interlocking bebas lem.
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada teknik pemotongan sudut lurus untuk murid yang kesulitan, sementara murid mandiri langsung mengeksekusi perakitan modul 3 dimensi.
- Produk: Modul dekorasi pameran dapat berupa modul partisi tegak bersambung, modul piramida berongga tempat display kartu karya, atau rangka kubus gantung modular.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Amati dua potongan kardus berpasangan ini: (A) Sambungan coakan/slot interlock saling silang, dan (B) Sambungan lipatan tab dengan lem. Manakah teknik sambungan yang memanfaatkan penguncian mekanis tanpa memerlukan perekat?' (Acuan jawaban tepat: Teknik A / sambungan coakan interlock).
Proses:- Pemeriksaan unjuk kerja saat perakitan modul: Guru memeriksa ketepatan aplikasi 2 teknik konstruksi pada bahan kardus/kertas (acuan: coakan pas dengan ketebalan bahan tanpa longgar berlebih, lipatan garis rapi/scoring lurus, dan modul mampu berdiri tegak/kokoh mandiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman teknik konstruksi melalui pengujian fisik: Murid mendemonstrasikan bahwa modul dekorasi pameran buatannya mampu berdiri stabil di atas meja dan sambungan interlocking/lipatan menahan bentuk tanpa terlepas saat diguncang perlahan (acuan: struktur berdiri tegak tanpa roboh dan kuncian sambungan tidak terlepas).
Formatif:- Observasi unjuk kerja aplikasi teknik konstruksi kardus dan kertas menggunakan lembar ceklis indikator keterampilan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Aplikasi Variasi Teknik Konstruksi Kardus dan Kertas | Hanya menerapkan 1 teknik konstruksi kardus/kertas dan hasil rakitan tidak kokoh (mudah goyah atau roboh saat diletakkan mandiri). | Menerapkan 1-2 variasi teknik konstruksi kardus/kertas, namun sambungan coakan masih longgar atau lipatan kurang presisi sehingga modul berdiri kurang stabil dan membutuhkan bantuan topangan. | Menerapkan minimal 2 variasi teknik konstruksi (misal: coakan interlocking dan lipatan bersudut) secara tepat, menghasilkan modul dekorasi yang mampu berdiri kokoh dan rapi secara mandiri. | Menerapkan 3 variasi teknik konstruksi kardus/kertas secara presisi, seluruh kuncian sambungan sangat kokoh tanpa goyah, rapi tanpa cacat potong, serta mampu menopang beban display secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah variasi teknik konstruksi yang diajarkan (coakan, scoring, gulungan) berhasil diaplikasikan secara aman dan tepat oleh seluruh murid?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam memotong dan merakit material kardus bekas secara presisi?
Murid:- Teknik sambungan kardus mana yang menurutmu paling mudah dibuat dan paling kuat mengunci?
- Kendala apa yang kamu temui saat memotong dan melipat kardus tebal agar hasilnya rapi dan tegak kokoh?
Pertemuan 5 — Membuat Karya Desain Poster Kegiatan Pameran dengan Mempertimbangkan Fungsi Informasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.4 Membuat karya seni rupa desain poster dengan mempertimbangkan fungsi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membuat karya desain poster kegiatan pameran dengan mempertimbangkan fungsi informasi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid menyimak satu contoh poster pameran yang ditampilkan di papan tulis, lalu diminta menuliskan 3 elemen informasi pokok yang wajib ada dalam poster kegiatan pameran tersebut pada secarik kertas kecil (acuan jawaban: judul/tema pameran, waktu/tanggal pelaksanaan, dan lokasi/tempat pameran) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati display 2 contoh draf poster pameran sederhana: Draf A (hanya gambar tanpa informasi) dan Draf B (memiliki gambar ilustrasi utama serta kelengkapan informasi: judul acara, tanggal, dan lokasi) untuk memahami fungsi poster sebagai media penyampai pesan (5 menit).
- Permainan cepat 'Tebak Data Hilang' (Joyful): Murid secara berpasangan menebak 1 informasi fungsional yang sengaja dihilangkan guru dari kartu skenario pameran seni sekolah untuk menyadari pentingnya kejelasan teks informasi (acuan: kartu menyajikan acara pameran tanpa menyebutkan ruang pelaksanaan, murid menunjukkan data tempat yang hilang) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid merancang sketsa tata letak (layout) karya poster di kertas gambar A4 dengan mengatur komposisi gambar utama dan hierarki penempatan informasi fungsional pameran secara sadar dan mandiri (15 menit).
- Murid membuat karya desain poster kegiatan pameran secara lengkap menggunakan media gambar pilihan (pensil warna/spidol) dengan mengintegrasikan gambar visual pameran dan 3 unsur informasi wajib: judul kegiatan pameran seni rupa kelas, tanggal/waktu, dan tempat kegiatan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pengecekan mandiri terhadap poster karyanya menggunakan lembar periksa fungsi poster: memastikan apakah judul pameran terbaca jelas dari jarak satu meter serta tanggal dan tempat acara sudah tercantum utuh (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya keselarasan unsur visual dan kelengkapan informasi fungsi dalam desain poster pameran (3 menit).
- Guru memberikan penguatan atas proses berkarya mandiri murid, mengingatkan murid untuk merapikan alat gambar ke tempatnya, dan menyampaikan bahwa karya poster ini akan menjadi materi apresiasi komparatif pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format panduan tata letak informasi poster sederhana (kotak judul, bidang gambar, kotak waktu/lokasi). Murid yang telah mahir dapat menambahkan sub-informasi pelengkap (misalnya nama kurator cilik atau kontak nara hubung pameran).
- Proses: Murid yang masih kesulitan mengatur proporsi visual diberikan pendampingan bertahap oleh guru saat membuat sketsa layout, sedangkan murid yang mandiri langsung menyelesaikan pewarnaan dan penulisan teks informasi.
- Produk: Variasi teknik pewarnaan poster bebas disesuaikan dengan alat gambar yang dimiliki murid (pensil warna, krayon, spidol, atau cat air) selama fungsi informasi tetap terbaca jelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman fungsi poster pameran: Murid mengidentifikasi 3 unsur informasi wajib dari tayangan draf poster pameran seni. (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 2 dari 3 informasi wajib: judul/tema pameran, tanggal/waktu, dan tempat kegiatan).
Proses:- Observasi formatif proses berkarya: Guru memeriksa sketsa dan karya jadi murid saat proses mengaplikasi, mencatat kelengkapan 3 unsur informasi fungsional (judul, waktu, tempat) dan keterbacaan teks informasi pada poster.
Akhir Pertemuan:- Cek ketuntasan karya di akhir sesi: Pemeriksaan hasil karya poster pameran murid berdasarkan ketercapaian fungsi informasi (acuan: poster memuat visual karya seni rupa, judul pameran terbaca jelas, serta tercantum tanggal dan tempat pameran secara lengkap).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pembuatan karya desain poster pameran menggunakan lembar observasi ketuntasan fungsi informasi dan visual
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Karya Desain Poster Mempertimbangkan Fungsi | Membuat karya poster pameran yang hanya memuat unsur visual gambar tanpa mencantumkan teks informasi fungsi pameran. | Membuat karya poster pameran dengan memuat unsur visual gambar dan mencantumkan 1 dari 3 unsur informasi wajib (judul, tanggal, atau tempat). | Membuat karya poster pameran secara mandiri dengan memadukan unsur visual gambar dan memuat 2 dari 3 unsur informasi wajib secara tepat dan terbaca. | Membuat karya poster pameran secara mandiri dengan memadukan unsur visual gambar secara serasi dan memuat lengkap seluruh 3 unsur informasi wajib (judul, tanggal, dan tempat) dengan tata letak yang jelas dan terbaca fungsional. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk perancangan layout dan pembuatan karya poster pameran sudah memadai bagi seluruh murid?
- Apakah murid dapat secara mandiri menyadari pentingnya menyeimbangkan unsur gambar visual dengan kejelasan teks informasi pameran?
Murid:- Bagian mana dari poster pameran buatanmu yang paling jelas menyampaikan fungsi informasi kepada pembaca?
- Apa kendala utama yang kamu hadapi ketika menyusun tulisan informasi agar tidak tertutup oleh gambar dekorasi pameran?
Pertemuan 6 — Membandingkan Prinsip Desain dan Fungsi Dua Karya Poster Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.5 Membandingkan prinsip desain dan fungsi karya seni rupa desain poster menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membandingkan prinsip desain serta fungsi dua karya poster menggunakan kosa kata seni rupa (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menjodohkan 3 istilah kosa kata seni rupa dengan definisinya pada papan tulis (1) Hierarki Visual, (2) Keseimbangan Asimetris, (3) Kontras (acuan benar: 1 = penataan urutan visual dari dominan ke pendukung; 2 = komposisi bobot visual setara tanpa pencerminan identik; 3 = perbedaan mencolok elemen rupa untuk menarik perhatian) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru menayangkan dua karya desain poster: Poster A (Poster Pameran Seni Sekolah: tata letak asimetris dinamis, kontras warna tinggi, hierarki visual menonjolkan karya seni utama) dan Poster B (Poster Informasi Alur Kunjungan: tata letak simetris seimbang, keteraturan sejajar/alignment rapi, hierarki menonjolkan petunjuk teks bertahap) (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tebak Istilah Rupa' di mana guru menunjukkan bagian elemen poster dan murid mengangkat kartu kosa kata seni rupa yang tepat (Keseimbangan Simetri/Asimetri, Kontras, Hierarki Visual, Kesejajaran/Alignment, Ruang Negatif) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Analisis Komparatif yang memuat dua poster perbandingan (Poster X: Poster Promosi Bazar Kreatif dengan fungsi persuasif, keseimbangan asimetris, kontras warna cerah; dan Poster Y: Poster Jadwal Pertunjukan Musik dengan fungsi informatif terstruktur, keseimbangan simetris, hierarki teks berurutan) (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan perbandingan tertulis pada tabel lembar kerja: (a) perbandingan penerapan minimal 2 prinsip desain (keseimbangan, kontras, atau hierarki), dan (b) perbandingan efektivitas penyampaian fungsi karya (persuasif vs informatif) menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (keseimbangan simetris/asimetris, kontras warna, penekanan/fokus, hierarki visual) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid saling bertukar lembar kerja dengan rekan di sebelahnya untuk mengecek penggunaan kosa kata seni rupa serta ketepatan analisis perbandingan prinsip desain dan fungsi kedua poster (5 menit).
- Dua orang murid membacakan intisari tabel perbandingannya, kemudian murid bersama guru menyimpulkan bagaimana perbedaan prinsip desain dipilih secara sadar untuk mendukung fungsi komunikasi masing-masing poster (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran tentang kaitan erat antara pemilihan prinsip desain rupa dengan ketercapaian fungsi poster (3 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut dan arahan persiapan untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar kerja dengan glosarium kosa kata seni rupa (keseimbangan simetris/asimetris, kontras, hierarki visual, keterbacaan), sedangkan murid yang mahir diberikan dua poster dengan variasi elemen rupa yang lebih kompleks dan multitafsir.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membandingkan dibimbing dengan pertanyaan penuntun terstruktur pada tabel komparasi, sedangkan murid yang cepat langsung menganalisis secara mandiri.
- Produk: Tabel perbandingan diisi dengan uraian poin terpandu oleh murid reguler, sedangkan murid mahir menuliskan ulasan paragraf komparatif yang membandingkan lebih dari 3 prinsip desain.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menjodohkan 3 istilah kosa kata seni rupa dengan definisi yang tepat pada papan tulis. Butir: (1) Hierarki Visual, (2) Keseimbangan Asimetris, (3) Kontras. Acuan kunci jawaban: (1) Penataan urutan visual dari dominan ke pendukung; (2) Komposisi bobot visual setara tanpa pencerminan identik; (3) Perbedaan mencolok elemen rupa untuk menarik perhatian.
Proses:- Tugas mandiri pengisian Lembar Analisis Komparatif: Membandingkan prinsip desain (keseimbangan, kontras, hierarki visual) dan fungsi karya (persuasif vs informatif) dari Poster X dan Poster Y menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat. Kriteria penilaian: ketepatan identifikasi prinsip desain pada kedua poster, ketepatan perbandingan fungsi komunikasi, serta ketepatan penggunaan minimal 3 kosa kata seni rupa sesuai konteks.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menyebutkan 1 alasan operasional mengapa poster yang bersifat informatif jadwal (Poster Y) lebih cocok menggunakan keseimbangan simetris dan hierarki teks berurutan dibanding poster acara yang bersifat persuasif (Poster X). Kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan kemudahan penangkapan urutan data/keterbacaan informasi dengan tata letak yang teratur dan seimbang.
Formatif:- Kuis cepat 'Tebak Istilah Rupa' di tahap Memahami
- Pemeriksaan lembar analisis komparatif perbandingan prinsip desain dan fungsi dua poster menggunakan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perbandingan Prinsip Desain | Belum mampu membandingkan prinsip desain pada kedua karya poster, atau hanya mendeskripsikan 1 poster tanpa perbandingan. | Membandingkan 1 prinsip desain antara kedua poster dengan tepat, namun penjelasan perbandingannya masih belum terperinci. | Membandingkan 2 prinsip desain (misal: keseimbangan dan kontras/hierarki visual) antara kedua poster secara tepat dan berimbang. | Membandingkan 3 prinsip desain (keseimbangan, kontras, dan hierarki visual) antara kedua poster secara tepat, komprehensif, dan runtut. | | Perbandingan Fungsi Karya Poster | Belum mampu mengidentifikasi maupun membandingkan fungsi dari kedua karya poster. | Mengidentifikasi fungsi kedua poster secara terpisah (persuasif dan informatif) tetapi belum membandingkan keterkaitannya dengan efektivitas visual. | Membandingkan ketercapaian fungsi komunikasi (persuasif vs informatif) antara kedua poster berdasarkan tampilan visualnya secara tepat. | Membandingkan ketercapaian fungsi komunikasi antara kedua poster secara mendalam, kritis, dan mengaitkannya dengan kesesuaian target audiens. | | Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa | Belum menggunakan kosa kata seni rupa baku dalam ulasan perbandingan (hanya menggunakan bahasa sehari-hari tanpa istilah rupa). | Menggunakan 1-2 kosa kata seni rupa namun masih terdapat kekeliruan konteks penggunaan dalam kalimat perbandingan. | Menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa (misal: keseimbangan simetris/asimetris, kontras, hierarki visual, ruang negatif) secara tepat sesuai konteks. | Menggunakan lebih dari 3 kosa kata seni rupa secara tepat, variatif, dan konsisten di seluruh ulasan perbandingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan dua poster komparatif konkret berhasil mempermudah murid dalam menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat?
- Bagian mana dari perbandingan prinsip desain yang paling sering disalahpahami oleh murid ketika menelaah fungsi poster?
Murid:- Istilah kosa kata seni rupa mana yang paling membantuku menjelaskan perbedaan tampilan dua poster hari ini?
- Bagaimana caraku menentukan apakah tata letak sebuah poster sudah mendukung fungsinya dengan baik?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa desain poster
- TP 9.2.2 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk membuat karya desain dekorasi pameran
- TP 9.2.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya desain dekorasi pameran
- TP 9.2.4 Membuat karya seni rupa desain poster dengan mempertimbangkan fungsi
- TP 9.2.5 Membandingkan prinsip desain dan fungsi karya seni rupa desain poster menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta perlengkapan berkarya 28 murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 2 yang mencakup 3 tugas: ulasan tertulis komparasi dan analisis, penyelesaian produk poster pameran, serta unjuk kerja perakitan modul dekorasi (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Ulasan Komparatif, lembar kerja poster, dan lembar observasi kerja kelompok seraya menjelaskan alokasi waktu serta aturan kemandirian pengerjaan asesmen sumatif (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Individual, TP 9.2.1 & TP 9.2.5): Sebanyak 28 murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja tertulis serentak untuk: (1) Menganalisis penerapan 5 prinsip desain (Keseimbangan, Kontras, Kesejajaran, Kedekatan, Hierarki) pada contoh poster pameran seni sekolah; (2) Membandingkan 2 karya poster cetak (Poster A pameran modern berbasis grafis digital vs Poster B pameran tradisi berbasis ilustrasi lokal) berdasarkan prinsip desain (keseimbangan simetris vs asimetris, kontras warna) dan fungsi penyampaian informasinya (judul pameran, tanggal, lokasi, ajakan hadir) menggunakan kosakata seni rupa baku (25 menit).
- Tugas 2 (Individual, TP 9.2.4): Sebanyak 28 murid secara mandiri menyelesaikan karya visual desain poster publikasi pameran seni sekolah pada kertas gambar A3 dengan menerapkan kelima prinsip desain (keseimbangan tata letak, kontras warna/gelap-terang, kesejajaran teks, kedekatan elemen, hierarki visual informasi utama ke rincian) serta memenuhi 4 komponen fungsi informasi: nama kegiatan pameran, tanggal/waktu, lokasi pameran, dan kalimat ajakan apresiasi (23 menit).
- Tugas 3 (Kelompok, TP 9.2.2 & TP 9.2.3): Sebanyak 7 kelompok (masing-masing 4 murid) secara serentak mendemonstrasikan unjuk kerja perakitan modul dekorasi pameran di area kerja masing-masing menggunakan kombinasi bahan alam (ranting/tongkat bambu/dedaunan kering) dan bahan bekas sekitar (kardus tebal/kertas bekas/tali rafia/rami) dengan menerapkan variasi teknik konstruksi (simpul ikatan tali, takik sambungan kardus, pilin/lipat kertas) secara kokoh dan rapi sementara guru berkeliling melakukan penilaian observasi kinerja (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh artefak lembar kerja analisis-komparatif dan karya poster pameran, merapikan modul dekorasi kelompok, serta mengheningkan cipta sejenak merefleksikan proses belajar mendesain dari awal hingga akhir bab (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum terhadap kedisiplinan dan kesungguhan murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 2 Mendesain (1 menit).
- Guru menutup sesi asesmen sumatif bab dengan doa penutup dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar panduan visual berhuruf besar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah stimulus gambar maupun butir soal yang diujikan.
- Proses: Menyediakan meja kerja terpisah yang lapang bagi murid dengan hambatan motorik untuk merakit modul dekorasi tanpa mengubah standar teknik sambungan maupun batas waktu pengerjaan.
- Produk: Format bukti sumatif tetap seragam untuk seluruh murid: lembar kerja tertulis, produk visual poster, dan modul fisik dekorasi pameran.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi penilaian produk poster proyek, unjuk kerja perakitan dekorasi, serta ulasan tertulis komparasi dan analisis desain: karya poster publikasi pameran, elemen dekorasi pameran dari eksplorasi bahan sekitar hasil rakitan teknik tertentu, serta lembar kerja tertulis analisis dan perbandingan prinsip desain serta fungsi karya
- ulasan tertulis serentak: lembar kerja analisis dan komparasi yang memuat telaah penerapan prinsip desain pada contoh poster serta perbandingan fungsi dan prinsip desain antarkarya menggunakan kosa kata seni rupa yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (25 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis komparatif)
- penilaian produk visual: karya desain poster publikasi kegiatan pameran sekolah yang diselesaikan secara serentak dengan menerapkan prinsip desain dan mempertimbangkan fungsi penyampaian pesan (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk desain poster)
- unjuk kerja praktik dan produk dekorasi: artefak modul dekorasi pameran dan demonstrasi kerja kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid dinilai serentak/berkeliling) dalam mengeksplorasi potensi bahan sekitar serta menerapkan variasi teknik perakitan alat dan bahan secara terampil (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja dekorasi)
Sumatif:- kombinasi penilaian produk poster proyek, unjuk kerja perakitan dekorasi, serta ulasan tertulis komparasi dan analisis desain: karya poster publikasi pameran, elemen dekorasi pameran dari eksplorasi bahan sekitar hasil rakitan teknik tertentu, serta lembar kerja tertulis analisis dan perbandingan prinsip desain serta fungsi karya
- ulasan tertulis serentak: lembar kerja analisis dan komparasi yang memuat telaah penerapan prinsip desain pada contoh poster serta perbandingan fungsi dan prinsip desain antarkarya menggunakan kosa kata seni rupa yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (25 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis komparatif)
- penilaian produk visual: karya desain poster publikasi kegiatan pameran sekolah yang diselesaikan secara serentak dengan menerapkan prinsip desain dan mempertimbangkan fungsi penyampaian pesan (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk desain poster)
- unjuk kerja praktik dan produk dekorasi: artefak modul dekorasi pameran dan demonstrasi kerja kelompok kecil (7 kelompok @ 4 murid dinilai serentak/berkeliling) dalam mengeksplorasi potensi bahan sekitar serta menerapkan variasi teknik perakitan alat dan bahan secara terampil (25 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan rubrik unjuk kerja dekorasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Prinsip Desain Poster (TP 9.2.1) [Acuan 5 Prinsip: Keseimbangan, Kontras, Kesejajaran/Alignment, Kedekatan/Proximity, Hierarki Visual] | Menganalisis 1 atau tidak ada prinsip desain dengan tepat dari 5 prinsip acuan pada contoh poster. | Menganalisis 2-3 dari 5 prinsip desain acuan pada contoh poster secara tepat. | Menganalisis 4 dari 5 prinsip desain acuan pada contoh poster secara tepat. | Menganalisis seluruh 5 prinsip desain acuan (keseimbangan, kontras, kesejajaran, kedekatan, hierarki) pada contoh poster secara tepat dan lengkap. | | Eksplorasi Potensi Bahan Sekitar untuk Dekorasi (TP 9.2.2) [Acuan Bahan: Minimal 2 bahan alam (bambu/ranting/dedaunan) dan 2 bahan bekas (kardus/kertas/tali bekas)] | Hanya memanfaatkan 1 jenis bahan sekitar tanpa membedakan potensi fisik bahan alam dan bekas. | Memanfaatkan 2 jenis bahan dari acuan (misal: 1 bahan alam dan 1 bahan bekas) dengan pemanfaatan bentuk dasar. | Memanfaatkan 3 jenis bahan dari acuan (kombinasi bahan alam dan bekas) secara fungsional untuk modul dekorasi. | Mengeksplorasi secara lengkap minimal 4 bahan (2 bahan alam dan 2 bahan bekas) dari acuan secara kreatif dan tepat guna untuk dekorasi pameran. | | Aplikasi Variasi Teknik Perakitan Dekorasi (TP 9.2.3) [Acuan 3 Teknik: Sambungan Simpul Tali, Takik/Lipat Kardus-Kertas, Penempelan/Penyatuan Antar-Bahan] | Hanya menerapkan 1 teknik acuan dan modul konstruksi dekorasi masih rapuh/lepas. | Menerapkan 2 teknik acuan, modul dekorasi berdiri namun sambungan belum sepenuhnya kokoh. | Menerapkan 2-3 teknik acuan dengan ikatan dan sambungan modul yang kokoh serta rapi. | Mengaplikasikan seluruh 3 teknik acuan (simpul tali, takik/lipat, dan penyatuan rapi) secara variatif, sangat kokoh, presisi, dan estetis. | | Pembuatan Karya Poster dan Pertimbangan Fungsi (TP 9.2.4) [Acuan 4 Fungsi: Nama Pameran, Waktu/Tanggal, Lokasi, Ajakan/Sasaran; dan 5 Prinsip Visual] | Karya poster hanya memuat 1 fungsi informasi acuan dan belum menerapkan prinsip desain poster. | Karya poster memuat 2 fungsi informasi acuan dan menerapkan 2-3 prinsip desain acuan. | Karya poster memuat 3 fungsi informasi acuan dan menerapkan 4 prinsip desain acuan dengan tata letak komunikatif. | Membuat karya poster lengkap memuat seluruh 4 fungsi informasi acuan dan menerapkan seluruh 5 prinsip desain secara harmonis dan sangat komunikatif. | | Komparasi Prinsip Desain dan Fungsi Poster (TP 9.2.5) [Acuan Kosakata Seni Rupa: Keseimbangan Simetris/Asimetris, Kontras Warna/Gelap-Terang, Hierarki Visual, Focal Point/Pusat Perhatian, Legibilitas Tipografi] | Membandingkan 2 karya poster tanpa menggunakan kosakata seni rupa baku acuan dan pembandingan fungsi tidak tepat. | Membandingkan prinsip desain dan fungsi kedua poster dengan memakai 1-2 kosakata seni rupa baku acuan secara tepat. | Membandingkan prinsip desain dan fungsi kedua poster secara tepat dengan memakai 3-4 kosakata seni rupa baku acuan. | Membandingkan prinsip desain dan fungsi kedua poster secara mendalam dan tepat memakai seluruh 5 kosakata seni rupa baku acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana pencapaian ketuntasan murid kelas 9 dalam mengintegrasikan pemahaman prinsip desain pada produk visual poster dan konstruksi fisik dekorasi?
- Apakah alokasi waktu serentak untuk ketiga bentuk tugas sumatif ini memadai bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya?
Murid:- Bagian mana dari tugas sumatif mendesain ini (analisis, membuat poster, atau merakit dekorasi) yang paling memperlihatkan pemahaman dan keterampilanku?
- Bagaimana pengalaman merancang poster dan modul pameran ini membantuku memahami peran seni rupa dalam kegiatan publik di masyarakat?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2022, Unit 2: Mendesain, Halaman 116-119).
- Slide presentasi / cetakan lembar kerja visual contoh poster publikasi pameran seni rupa sekolah.
- Lembar Kerja Analisis Poster Publikasi Siswa.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas IX (Unit 2: Mendesain, Subunit 2 Desain Dekorasi untuk Pameran)
- Contoh fisik bahan alam: dedaunan kering, ranting kayu, bilah bambu, sabut kelapa
- Contoh fisik bahan bekas: kardus gelombang bekas kemasan, botol/gelas plastik bekas, koran/kertas bekas
- Lembar Kerja Eksplorasi Bahan Dekorasi Pameran
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas IX (Kemendikbudristek 2021), Bab 2 Unit Mendesain.
- Bahan praktik: tongkat bambu/kayu lurus ukuran 40-60 cm dan tali rami/tali kur/tali pramuka.
- Media visual: diagram langkah-langkah simpul pangkal, ikatan palang, dan ikatan silang/kaki tiga.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022), Bab 2 Unit Mendesain, materi display dan dekorasi pameran.
- Bahan kardus bekas kemasan, lembaran karton/kertas tebal, gunting, cutter, penggaris besi, alas potong (cutting mat), dan lem perekat.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022) Bab 2 Unit Mendesain
- Contoh display poster kegiatan pameran seni rupa
- Kertas gambar A4, pensil, penghapus, penggaris, pensil warna/spidol
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022) Bab 2: Mendesain
- Dua lembar contoh karya poster pameran seni dan poster informasi kegiatan sekolah
- Lembar Kerja Analisis Komparatif Desain Poster
- Papan tulis dan kartu kosa kata seni rupa
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022) Bab 2 Unit Mendesain Halaman 114-128
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Komparasi dan Analisis Desain Bab 2
- Kertas gambar A3, pensil warna/spidol/cat, penggaris untuk poster
- Material bambu/ranting, kardus tebal bekas, kertas bekas, tali rafia/rami, cutter, gunting, lem untuk modul dekorasi
|