MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 1 — Menggambar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Menggambar |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 40 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.1.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa gambar
- TP 9.1.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya gambar
- TP 9.1.3 Mengeksplorasi alternatif/potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk menggambar
- TP 9.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar menggunakan teknik yang telah dipelajari
- TP 9.1.5 Menghasilkan karya seni rupa untuk merespon pengalaman sehari-hari dan mengekspresikan perasaan atau minat
- TP 9.1.6 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana variasi tebal-tipisnya garis pada sebuah gambar dapat menciptakan kesan kedalaman dan karakter objek?
- Mengapa sebuah gambar dua dimensi bisa terlihat memiliki permukaan yang kasar atau halus padahal kertas gambarnya rata?
- Bagaimana susunan objek dalam gambar dapat membuat pandangan kita merasa tenang dan stabil atau justru terasa bergerak dan dinamis?
- Apa yang terjadi pada kesan sebuah karya gambar jika ukuran salah satu objek digambar terlalu besar atau tidak seimbang dibandingkan objek lainnya?
- Bagaimana perbedaan goresan pensil dan pulpen saat digunakan untuk membuat bayangan gelap dan terang pada sebuah gambar benda?
- Mengapa teknik arsir dan teknik dussel menghasilkan efek visual volume benda yang berbeda pada kertas gambar?
- Bagaimana perbedaan karakter visual sapuan warna yang dihasilkan menggunakan kuas basah dibandingkan dengan alat nonkuas seperti spons atau cotton bud?
- Bagaimana cara memadukan teknik pewarnaan kuas dan nonkuas untuk menciptakan variasi efek tekstur pada gambar?
- Bagaimana kita bisa menggambar jika kita tidak memiliki pensil warna, spidol, atau kuas lukis konvensional?
- Benda atau bahan apa saja di sekitar halaman sekolah dan rumah yang dapat menghasilkan jejak warna atau guratan tekstur saat digoreskan pada kertas?
- Bagaimana cara kita menangkap bentuk dasar dan proporsi suatu objek nyata di lingkungan sekolah ke dalam goresan sketsa?
- Teknik arsir apa yang paling cocok untuk menunjukkan karakter permukaan atau tekstur objek yang kalian amati di sekitar kita?
- Bagaimana kalian mengubah goresan sketsa pensil dari pengamatan lingkungan menjadi karya gambar utuh yang memiliki kedalaman dan karakter?
- Teknik apa yang kalian pilih untuk memperjelas wujud objek lingkungan sekitar agar tampak tuntas dan hidup?
- Peristiwa atau aktivitas sehari-hari apa yang paling berkesan bagimu baru-baru ini?
- Bagaimana caramu menuangkan perasaan senang, lelah, atau minat kegemaranmu ke dalam bentuk gambar visual?
- Bagaimana perpaduan teknik menggambar dan bahan alternatif di sekitarmu dapat menyuarakan pengalaman serta perasaan pribadimu?
- Bagaimana penggunaan kosa kata seni rupa yang tepat membantumu menganalisis dan menghargai karya gambar secara objektif?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Unsur Rupa Garis, Bentuk, dan Tekstur pada Karya Seni Rupa Gambar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa gambar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis unsur rupa garis, bentuk, dan tekstur pada karya seni rupa gambar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar pohon realistik hitam-putih dan mengajukan 3 pertanyaan pemetaan: (1) Sebutkan jenis garis yang dominan pada batang pohon; (2) Apakah bentuk dedaunan tergolong figuratif/organik atau geometris; (3) Bagaimana tekstur kulit kayu digambarkan pada kertas rata. Acuan jawaban diagnostik: (1) Garis lengkung/bergelombang tebal-tipis; (2) Bentuk organik/bebas tidak beraturan; (3) Tekstur semu (visual) melalui arsiran rapat-renggang dan goresan kasar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati penayangan reproduksi karya gambar still life dan lanskap hitam-putih untuk membedah unsur rupa garis (kontur, arsir, variasi tebal-tipis), bentuk (geometris, organik, figuratif), dan tekstur (tekstur semu/visual kasar-halus) (12 menit).
- Guru memodelkan cara menganalisis unsur rupa secara mendalam: mengidentifikasi jenis garis, mengelompokkan karakter bentuk objek, dan menganalisis teknik pembentukan tekstur visual pada lembar gambar panduan (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja Analisis Karya Gambar yang menyajikan 1 karya gambar objek alam benda (cangkir keramik beralas kain lipat di samping buah nanas) kepada murid (5 menit).
- Dalam suasana tantangan berpasangan yang seru 'Detektif Unsur Rupa', murid beradu ketepatan dan kelengkapan dengan rekan sebangku untuk menganalisis dan mencatat 3 rincian unsur rupa pada lembar kerja: (1) Garis: minimal 2 jenis garis (acuan: garis lengkung halus teratur pada cangkir, garis zig-zag/lengkung patah pada sisik nanas, garis meliuk lembut pada lipatan kain); (2) Bentuk: minimal 2 jenis bentuk (acuan: bentuk geometris silindris pada cangkir, bentuk organik bebas pada buah nanas dan kain); (3) Tekstur: analisis tekstur visual 2 objek berbeda (acuan: tekstur semu licin mengilap pada cangkir keramik melalui gradasi halus dan bidang putih kosong/highlight, serta tekstur semu kasar berduri pada nanas melalui arsiran segitiga kontras gelap-terang) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya membandingkan temuan analisis unsur rupa dengan acuan kunci yang dipaparkan guru di papan tulis serta saling memeriksa ketepatan identifikasi garis, bentuk, dan tekstur semu (12 menit).
- Murid mengidentifikasi kesulitan yang dialami dalam membedakan tekstur visual atau mengenali karakter garis pada karya gambar, lalu merumuskan cara mengatasinya (8 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil analisis bahwa garis, bentuk, dan tekstur bekerja sama membangun wujud dan dimensi pada karya gambar (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas hasil kerja analisis murid dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya, yaitu menganalisis prinsip desain dalam karya gambar, lalu menutup pelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan karya gambar dengan kontras tinggi dan garis kontur yang sangat jelas untuk murid yang membutuhkan bimbingan bertahap, serta gambar dengan lapisan tekstur kompleks dan gradasi halus untuk murid yang siap tantangan lebih tinggi.
- Proses: Memberikan panduan lembar analisis berstruktur petunjuk rincian (guiding questions) bagi murid yang belum mandiri, serta memberikan keleluasaan analisis mandiri mendalam bagi murid yang mahir.
- Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja tabel klasifikasi unsur rupa garis, bentuk, dan tekstur sesuai acuan yang dinilai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan saat pendahuluan berdasarkan 1 gambar pohon realistik: (1) jenis garis dominan pada batang; (2) klasifikasi bentuk dedaunan; (3) teknik penggambaran tekstur kulit kayu pada bidang 2 dimensi. Acuan jawaban: (1) Garis bergelombang/lengkung tebal-tipis; (2) Bentuk organik/bebas; (3) Tekstur semu melalui variasi arsir gelap-terang.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam pengerjaan lembar kerja analisis berpasangan 'Detektif Unsur Rupa' dan pemeriksaan formatif lembar kerja analisis garis, bentuk, dan tekstur semu objek alam benda.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada Lembar Kerja Analisis: murid mengidentifikasi dan menguraikan fungsi visual garis, bentuk, dan tekstur semu pada karya gambar alam benda sesuai kunci acuan (garis meliuk/lengkung/zig-zag, bentuk geometris/organik, tekstur visual licin/kasar).
Formatif:- Penilaian Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa (Garis, Bentuk, Tekstur) pada karya seni rupa gambar menggunakan rubrik penilaian analisis rupa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Unsur Rupa Garis pada Karya Gambar | Belum mampu mengidentifikasi dan menganalisis jenis garis pada karya gambar, atau analisis keliru. | Mampu mengidentifikasi dan menganalisis 1 jenis garis pada karya gambar sesuai acuan (misal: hanya garis silinder cangkir atau hanya garis sisik nanas) dengan bantuan guru. | Mampu menganalisis minimal 2 jenis garis pada karya gambar secara tepat sesuai acuan (garis lengkung teratur cangkir dan garis zig-zag/lengkung patah sisik nanas). | Mampu menganalisis seluruh 3 jenis karakter garis pada karya gambar (garis lengkung cangkir, garis zig-zag patah nanas, dan garis meliuk kain) secara tepat, rinci, dan mandiri. | | Menganalisis Unsur Rupa Bentuk pada Karya Gambar | Belum mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan bentuk objek pada karya gambar. | Mampu mengidentifikasi 1 jenis bentuk (hanya geometris atau hanya organik) tetapi belum mengaitkannya dengan objek gambar secara tepat. | Mampu menganalisis 2 jenis bentuk secara tepat sesuai acuan (bentuk geometris silindris pada cangkir dan bentuk organik pada nanas/kain). | Mampu menganalisis kedua jenis bentuk secara komprehensif serta menguraikan perbedaan karakter bentuk geometris dan organik pada objek karya secara tepat dan mandiri. | | Menganalisis Unsur Rupa Tekstur pada Karya Gambar | Belum mampu menganalisis tekstur semu/visual pada karya gambar atau mengira tekstur pada kertas gambar adalah tekstur nyata. | Mampu menyebutkan kesan tekstur (kasar/halus) pada 1 objek tetapi belum mampu menganalisis cara visual penggambarannya. | Mampu menganalisis tekstur visual pada 2 objek secara tepat sesuai acuan (tekstur licin cangkir melalui gradasi/highlight dan tekstur kasar nanas melalui arsir kontras). | Mampu menganalisis tekstur visual pada seluruh objek secara mendalam, tepat sesuai acuan, serta menjelaskan teknik pemunculan kesan tekstur semu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh karya seni rupa gambar yang dipilih efektif membantu murid memahami perbedaan antara tekstur nyata dan tekstur semu?
- Apakah durasi 20 menit pada aktivitas tantangan berpasangan 'Detektif Unsur Rupa' mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan lembar analisis?
Murid:- Bagian mana dari unsur garis, bentuk, atau tekstur yang paling mudah dan paling sulit kamu temukan saat menganalisis gambar tadi?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa tekstur permukaan yang terlihat kasar pada sebuah gambar sebenarnya adalah tekstur semu?
Pertemuan 2 — Menganalisis Prinsip Desain Keseimbangan, Proporsi, dan Ritme dalam Karya Seni Rupa Gambar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa gambar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak murid memusatkan perhatian pada pembelajaran prinsip desain dalam karya seni rupa gambar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar contoh (Gambar A: komposisi simetris seimbang; Gambar B: perulangan motif garis yang berulang teratur membentuk ritme) dan mengajukan pertanyaan pemetaan: 'Manakah gambar yang menunjukkan prinsip keseimbangan simetris dan manakah yang menunjukkan ritme/irama perulangan?' (acuan: Gambar A = keseimbangan simetris; Gambar B = ritme/irama) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan 3 karya seni rupa gambar yang menampilkan penerapan prinsip desain: (1) Prinsip Keseimbangan (keseimbangan simetris dan asimetris melalui penataan bobot visual unsur rupa), (2) Prinsip Proporsi (kesebandingan ukuran antarbagian objek maupun objek dengan keseluruhan bidang gambar), dan (3) Prinsip Ritme/Irama (pengulangan teratur atau variasi unsur rupa garis dan bidang yang mengarahkan gerak pandang) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas tantangan berpasangan 'Detektif Prinsip Seni', setiap pasangan murid menerima Lembar Kerja Analisis yang memuat 3 gambar karya seni rupa untuk dianalisis penerapan prinsip desainnya: Karya 1 ('Pemandangan Candi' karya ilustrator A: fokus keseimbangan simetris); Karya 2 ('Sosok Manusia dan Pohon Raksasa' karya ilustrator B: fokus proporsi perbandingan ukuran); Karya 3 ('Ombak dan Deretan Perahu' karya ilustrator C: fokus ritme perulangan garis dinamis). Murid mengidentifikasi bagaimana garis, bentuk, dan penataan objek membangun keseimbangan, proporsi, dan ritme pada ketiga karya tersebut sesuai panduan analisis (25 menit).
- Secara berpasangan, murid saling bertukar hasil lembar analisis dengan pasangan sebelah untuk mencocokkan temuan analisis prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme) dan mencatat masukan ketepatan analisis berdasarkan rubrik pembanding (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara sadar meninjau kembali ketepatan hasil analisisnya mengenai cara kerja keseimbangan, proporsi, dan ritme dalam mengatur unsur-unsur rupa pada karya gambar, lalu merumuskan simpulan pribadi tentang prinsip desain mana yang paling mudah dan paling menantang untuk dianalisis (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis prinsip desain murid, menyampaikan asesmen akhir singkat berupa pertanyaan konfirmasi analisis, serta menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai variasi teknik arsir dan dussel (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, lembar kerja dilengkapi tanda panah/lingkaran fokus pada area karya yang memuat prinsip keseimbangan, proporsi, atau ritme; bagi murid yang mahir, disediakan karya gambar tambahan dengan komposisi asimetris yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara terarah saat membedah perbandingan ukuran (proporsi) dan susunan bobot (keseimbangan), sedangkan murid mahir menganalisis keterkaitan antara ritme dan keseimbangan secara mandiri.
- Produk: Hasil analisis dituangkan dalam bentuk lembar kerja isian terstruktur yang sama untuk mengukur kemampuan menganalisis prinsip desain.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengamati 2 gambar contoh di layar: (1) Gambar A menampilkan penataan objek vas bunga di tengah bidang dengan beban visual kiri-kanan sama rata; (2) Gambar B menampilkan barisan tiang bambu yang berulang teratur dari besar ke kecil. Pertanyaan: 'Sebutkan gambar mana yang menerapkan prinsip keseimbangan simetris dan mana yang menerapkan prinsip ritme/irama!' (Acuan jawaban: Gambar A = Keseimbangan simetris karena bobot visual kiri dan kanan terbagi sama rata di tengah bidang; Gambar B = Ritme/irama karena adanya perulangan teratur bentuk garis dan bidang bambu yang mengarahkan pandangan).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain pada saat pengerjaan berpasangan: memastikan murid tepat mengidentifikasi bukti visual dari: (1) Keseimbangan pada Karya 1 (acuan: simetri aksial pada bangunan candi dan penempatan pohon di sisi kanan-kiri yang seimbang), (2) Proporsi pada Karya 2 (acuan: perbandingan ukuran tinggi tubuh manusia sekitar sepersepuluh dari tinggi pohon raksasa yang menciptakan skala proporsi dramatis), dan (3) Ritme pada Karya 3 (acuan: pengulangan garis lengkung kontur ombak dan susunan jajaran perahu yang berulang secara berirama).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal analisis kilat): 'Jelaskan bagaimana prinsip proporsi terlihat pada penggambaran objek manusia di samping pohon raksasa pada Karya 2 yang telah dipelajari!' (Acuan jawaban: Prinsip proporsi terlihat dari perbandingan rasio ukuran objek, di mana figur manusia digambar jauh lebih kecil dibanding pohon untuk memperlihatkan kesebandingan skala ukuran yang tepat dan logis secara visual).
Formatif:- Asesmen formatif melalui Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain (Keseimbangan, Proporsi, Ritme) pada 3 karya seni rupa gambar dan lembar cek silang berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Prinsip Keseimbangan pada Karya Seni Rupa Gambar | Belum mampu menunjukkan bukti penataan unsur rupa yang menciptakan keseimbangan simetris atau asimetris pada karya gambar yang dianalisis. | Mampu menunjukkan area keseimbangan pada karya gambar namun belum tepat menjelaskan bagaimana penataan bobot visual unsur rupa membentuk keseimbangan tersebut. | Mampu menganalisis dan menjelaskan penataan unsur rupa yang menciptakan prinsip keseimbangan (simetris/asimetris) pada karya gambar secara tepat sesuai bukti visual karya. | Mampu menganalisis dan menguraikan secara komprehensif penataan bobot visual unsur rupa yang menciptakan prinsip keseimbangan (simetris maupun asimetris) secara terperinci dan mandiri. | | Analisis Prinsip Proporsi pada Karya Seni Rupa Gambar | Belum mampu mengidentifikasi perbandingan ukuran antarbagian objek maupun antaranatomi pada karya gambar yang dianalisis. | Mampu mengidentifikasi perbedaan ukuran objek pada karya gambar tetapi belum mampu menjelaskan prinsip kesebandingan ukuran (proporsi) secara tepat. | Mampu menganalisis prinsip proporsi dengan menjelaskan perbandingan ukuran antarobjek atau antarbagian objek pada karya gambar secara tepat sesuai acuan visual karya. | Mampu menganalisis prinsip proporsi secara rinci dengan membandingkan skala dan kesebandingan rasio ukuran antarobjek secara kritis, tepat, dan mandiri. | | Analisis Prinsip Ritme pada Karya Seni Rupa Gambar | Belum mampu menunjukkan perulangan unsur garis atau bentuk yang membangun ritme/irama pada karya seni rupa gambar. | Mampu menunjukkan adanya bentuk yang berulang namun belum dapat menguraikan bagaimana perulangan tersebut menciptakan irama/arah pandang. | Mampu menganalisis prinsip ritme dengan menunjukkan pola pengulangan atau variasi unsur garis dan bentuk yang mengarahkan gerak pandang pada karya gambar secara tepat. | Mampu menganalisis prinsip ritme secara mendalam dengan menguraikan alur gerak pandang yang dihasilkan oleh variasi perulangan unsur rupa secara konsisten, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh karya seni rupa gambar yang disajikan mampu memfasilitasi murid memahami perbedaan prinsip keseimbangan, proporsi, dan ritme secara jelas?
- Bagian analisis prinsip desain mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru dan bagaimana penyesuaian strategi untuk pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagaimana cara saya membedakan antara prinsip keseimbangan dan prinsip ritme saat mengamati sebuah karya gambar?
- Langkah apa yang paling membantu saya saat menganalisis perbandingan proporsi ukuran objek dalam sebuah karya seni rupa gambar?
Pertemuan 3 — Mengaplikasikan Variasi Teknik Arsir dan Dussel Menggunakan Pensil dan Pulpen untuk Berkarya Gambar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya gambar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar fisik dan psikis murid, serta mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengaplikasikan variasi teknik arsir (hatching, cross-hatching) dan teknik dussel (gosok) menggunakan alat pensil dan pulpen pada bidang gambar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 kartu contoh goresan fisik: Kartu 1 (arsir searah/hatching), Kartu 2 (arsir silang/cross-hatching), Kartu 3 (dussel/gosokan halus pensil), dan Kartu 4 (arsir pulpen bertumpuk rapat); murid secara serentak diminta menebak dan menunjuk mana teknik yang digosok dan mana yang murni tarikan garis berulang (acuan: Kartu 3 adalah teknik dussel/gosok; Kartu 1, 2, dan 4 adalah teknik arsir garis) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mengamati demonstrasi langsung guru di papan/kertas plano mengenai kontrol tekanan dan kerapatan goresan: (1) teknik arsir pensil searah (hatching), (2) arsir silang (cross-hatching) pensil dan pulpen, serta (3) teknik dussel dengan menggosok serbuk grafit pensil menggunakan jari/gulungan kertas untuk membentuk gradasi gelap-terang (8 menit).
- Guru memberikan tantangan menyenangkan berpasangan 'Tebak Tekanan Garis': satu murid menggoreskan 3 tingkat kepekatan (gelap, sedang, terang) dengan pensil atau pulpen di kertas latihan, dan pasangannya menebak teknik yang digunakan (arsir renggang, arsir rapat, atau gosok dussel) untuk menguji kepekaan visual (acuan: arsiran renggang = terang, arsiran bertumpuk rapat/silang = gelap, gosokan merata = dussel sedang/gelap) (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Kerja Latihan Teknik yang memuat 4 kotak latihan berukuran 5x5 cm: Kotak 1 untuk arsir searah (hatching) pensil, Kotak 2 untuk arsir silang (cross-hatching) pulpen, Kotak 3 untuk teknik dussel pensil, dan Kotak 4 untuk kombinasi arsir dan dussel pada bentuk dasar geometris (lingkaran/bola) (5 menit).
- Murid secara mandiri mengaplikasikan variasi teknik arsir pensil dan pulpen pada Kotak 1 dan Kotak 2 dengan membuat gradasi 3 tingkat nilai gelap-terang (value) dari arsiran rapat ke renggang (15 menit).
- Murid mengaplikasikan teknik dussel pada Kotak 3 dan menggabungkan teknik arsir serta dussel pada Kotak 4 untuk menciptakan kesan volume gelap-terang pada gambar bentuk dasar lingkaran agar tampak bervolume seperti bola (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid meletakkan hasil latihan berkarya teknik arsir dan dussel di atas meja masing-masing, lalu saling mengamati hasil karya teknik teman sebangku (3 menit).
- Murid mengevaluasi hasil karya sendiri dengan menandai bagian gradasi mana yang arsiran garisnya paling rapi dan bagian dussel mana yang gosokan bayangannya paling halus (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari teknik penggunaan alat pensil dan pulpen untuk teknik arsir dan dussel dalam menampilkan gelap-terang (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap konsistensi kerapatan garis arsir dan kehalusan gosokan dussel murid, lalu mengingatkan alat dan bahan pewarnaan (kuas dan nonkuas) yang perlu disiapkan untuk Pertemuan 4 tanpa memberikan tugas rumah (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar contoh panduan visual tingkat kerapatan garis arsir dan kehalusan dussel bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan membuat garis bantu penuntun arah arsiran; murid yang mahir ditantang memvariasikan sudut silang cross-hatching dan transisi gradasi hingga 5 tingkat gelap-terang.
- Produk: Hasil penerapan teknik dinilai berdasarkan keterpenuhan aplikasi teknik arsir dan dussel pada lembar latihan sesuai kemampuan kontrol motorik halus masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasikal menggunakan 4 kartu contoh goresan: mengidentifikasi perbedaan fisik teknik dussel gosok (Kartu 3) dan teknik arsir garis berulang (Kartu 1 arsir searah, Kartu 2 arsir silang, Kartu 4 arsir rapat pulpen) (acuan: Kartu 3 dussel/gosok; Kartu 1, 2, 4 arsir).
Proses:- Penilaian formatif performa praktik menggunakan lembar ceklis observasi saat murid mengaplikasikan variasi teknik arsir dan teknik dussel pada 4 kotak latihan (indikator: kontrol kepekatan garis pensil/pulpen dan kerataan gosokan dussel).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk lembar latihan teknik: memastikan murid memenuhi 4 target latihan: (1) Kotak 1: arsir searah pensil dengan gradasi gelap-terang, (2) Kotak 2: arsir silang pulpen dengan garis tegas bertumpuk, (3) Kotak 3: dussel pensil dengan gosokan halus merata, dan (4) Kotak 4: gambar bola dengan perpaduan bayangan arsir/dussel yang menunjukkan kesan volume (acuan penerimaan: minimal 3 dari 4 kotak diselesaikan dengan teknik goresan/gosokan yang sesuai peruntukannya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menggoreskan pensil dan pulpen pada lembar latihan teknik arsir dan dussel.
- Pemeriksaan hasil aplikasi teknik pada lembar latihan 4 kotak (arsir pensil, arsir pulpen, dussel pensil, dan gambar bola bervolume).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Aplikasi Teknik Arsir Menggunakan Pensil dan Pulpen | Goresan arsir pensil dan pulpen belum menunjukkan variasi kerapatan garis; garis masih terputus-putus acak tanpa membentuk tingkatan gelap-terang pada Kotak 1 dan 2. | Mengaplikasikan arsir pensil dan pulpen pada Kotak 1 dan 2, namun kerapatan garis belum teratur sehingga tingkatan gradasi gelap-terang belum terlihat jelas. | Mengaplikasikan variasi teknik arsir pensil (searah) dan arsir pulpen (silang) dengan kerapatan garis yang teratur sehingga mampu menghasilkan gradasi gelap-terang secara konsisten. | Mengaplikasikan variasi teknik arsir pensil dan pulpen secara mandiri dan sangat rapi, dengan kontrol tekanan garis yang stabil serta transisi gradasi gelap-terang yang sangat halus dan presisi. | | Aplikasi Teknik Dussel Menggunakan Pensil | Belum mengaplikasikan teknik gosok dussel; goresan pensil pada Kotak 3 dan 4 masih berupa garis kasar tanpa digosok merata. | Mengaplikasikan teknik dussel dengan menggosok arsiran pensil pada Kotak 3 atau 4, namun sapuan gosokan masih menggumpal dan gradasi bayangan belum terbentuk merata. | Mengaplikasikan teknik dussel pada Kotak 3 dan 4 dengan sapuan gosok pensil yang merata dan mampu membentuk kesan gradasi bayangan halus. | Mengaplikasikan teknik dussel secara optimal pada Kotak 3 dan memadukannya secara harmonis dengan teknik arsir pada Kotak 4 untuk menciptakan ilusi volume bentuk bola bervolume secara sangat rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mengalami kendala fisik/motorik halus saat mengatur tekanan tangan saat mengarsir dengan pulpen dibandingkan pensil?
- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk latihan mandiri di lembar kerja 4 kotak mencukupi bagi seluruh murid?
Murid:- Bagian teknik mana yang paling mudah dan paling menantang bagimu: membuat arsir silang dengan pulpen atau menggosok bayangan halus dussel?
- Bagaimana caramu mengatur tekanan pensil agar arsiran yang kamu buat bisa berubah dari sangat gelap menjadi terang?
Pertemuan 4 — Mengaplikasikan Variasi Teknik Pewarnaan Kuas dan Nonkuas untuk Berkarya Gambar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya gambar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan perlengkapan berkarya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menjodohkan 3 contoh alat pewarnaan dengan efek sapuan yang sesuai pada kartu uji awal: (1) Kuas pipih -> sapuan rata/lebar; (2) Spons berpori -> efek bercak bertekstur/stippling; (3) Cotton bud -> titik-titik warna pekat terkontrol (acuan: pasangan tepat tersebut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru mengenai perbedaan aplikasi 2 teknik pewarnaan kuas (sapuan rata/flat wash dan gradasi basah) serta 2 teknik nonkuas (tepukan spons/dabbing dan totolan cotton bud/pointilisme) pada kertas uji (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Menyenangkan 'Eksplorasi Palet Alat': murid secara bergantian mencoba membuat minimal 4 bidang percobaan warna (2 kotak teknik kuas dan 2 kotak teknik nonkuas) untuk merasakan kontrol ketebalan cat dan variasi tekanan alat (15 menit).
- Murid secara mandiri mengaplikasikan variasi teknik pewarnaan kuas (sapuan rata/gradasi) dan nonkuas (tepukan spons atau totolan cotton bud) untuk mewarnai bidang sketsa objek gambar yang telah disiapkan pada kertas gambar (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil karyanya di meja masing-masing, mengamati kesesuaian penerapan variasi teknik pewarnaan kuas dan nonkuas, serta menandai bagian pewarnaan yang berhasil menghasilkan tekstur visual sesuai rencana (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana variasi alat kuas dan nonkuas memengaruhi hasil pewarnaan pada karya gambar (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penerapan variasi teknik pewarnaan murid dan mengingatkan untuk merawat serta membersihkan alat pewarnaan sebelum pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh gradasi warna sederhana untuk pemula dan kombinasi teknik tumpang tindih (layering) untuk murid yang lebih mahir.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada pengaturan konsistensi air bagi murid yang kesulitan, serta memberikan keleluasaan eksplorasi variasi alat nonkuas tambahan (seperti potongan kardus bergerigi) bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid menghasilkan karya gambar berpewarna dengan penerapan minimal 1 teknik kuas dan 1 teknik nonkuas (dasar) atau variasi multiteknik kuas dan nonkuas secara berlapis (mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes menjodohkan singkat 3 alat dan efek sapuan: (1) Kuas pipih -> sapuan rata/lebar; (2) Spons -> efek bercak bertekstur; (3) Cotton bud -> totolan titik warna terkontrol (kriteria ketercapaian: tepat menjodohkan ketiga pasangan acuan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid berkarya menggunakan lembar ceklis teknik: (1) Mengaplikasikan teknik sapuan kuas (rata atau gradasi); (2) Mengaplikasikan teknik nonkuas (tepukan spons atau titik cotton bud); (3) Mengontrol kerapian dan ketebalan pewarnaan pada bidang gambar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan hasil karya pewarnaan di akhir sesi: murid mengidentifikasi 2 teknik pewarnaan yang telah diaplikasikannya pada lembar karya (acuan: memuat minimal 1 aplikasi teknik kuas dan 1 aplikasi teknik nonkuas dengan hasil visual yang dapat dibedakan).
Formatif:- Asesmen diagnostik penjodohan alat dan efek sapuan pada pendahuluan
- Lembar observasi unjuk kerja pengaplikasian variasi teknik pewarnaan kuas dan nonkuas selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Aplikasi Teknik Pewarnaan Kuas | Belum mampu mengaplikasikan teknik sapuan kuas pada bidang gambar (sapuan tidak merata dan mengaburkan garis batas tanpa kendali cat). | Mampu mengaplikasikan teknik sapuan kuas pada bidang gambar dengan bantuan guru dalam mengontrol air dan cat. | Mampu mengaplikasikan teknik sapuan kuas secara mandiri dengan kerataan atau gradasi yang terkontrol pada bidang gambar. | Mampu mengaplikasikan variasi teknik kuas (sapuan rata dan gradasi halus) secara mandiri, rapi, dan konsisten di seluruh bidang gambar. | | Aplikasi Teknik Pewarnaan Nonkuas | Belum mampu mengaplikasikan alat nonkuas untuk pewarnaan gambar. | Mampu mengaplikasikan pewarnaan alat nonkuas (spons atau cotton bud) namun efek tekstur/titik masih belum terkontrol dan menggumpal. | Mampu mengaplikasikan pewarnaan alat nonkuas (spons atau cotton bud) secara mandiri menghasilkan efek tekstur/titik yang jelas pada bidang gambar. | Mampu mengaplikasikan variasi teknik alat nonkuas secara mandiri dengan kontrol kerapatan tekstur/titik yang presisi memperkaya gambar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan alat dan bahan cat cair di kelas berjalan tertib dan aman bagi murid?
- Apakah alokasi waktu praktik 45 menit cukup bagi seluruh murid untuk mencoba teknik kuas dan nonkuas?
Murid:- Teknik manakah yang menurutmu paling mudah dikontrol: menggunakan kuas atau alat nonkuas (spons/cotton bud)?
- Bagian gambar mana yang menurutmu menghasilkan perpaduan efek warna paling menarik?
Pertemuan 5 — Mengeksplorasi Alternatif/Potensi Alat dan Bahan Alam serta Bekas di Lingkungan Sekitar untuk Menggambar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.3 Mengeksplorasi alternatif/potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk menggambar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebagai wujud rasa syukur atas alam ciptaan Tuhan (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan kebersihan ruang kelas untuk memastikan kesiapan belajar yang nyaman (2 menit).
- Guru menyampaikan asesmen awal berupa kuis identifikasi potensi 4 benda di sekitar: (1) arang kayu, (2) bubuk kopi/kunyit, (3) pelepah pisang/daun bergetah, (4) sikat gigi bekas/spons cuci piring bekas (acuan jawaban: 1 = alternatif media gores/arsir hitam; 2 = alternatif pewarna cair alami/pigmen; 3 = alternatif cap/stempel tekstur alami; 4 = alternatif alat aplikasi/pengganti kuas untuk cipratan atau usapan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan contoh 4 kategori material lingkungan: bahan alam pewarna (larutan kunyit dan ampas kopi), bahan alam pencetak tekstur (potongan pelepah pisang dan ranting), bahan bekas aplikator (potongan spons dan sikat gigi bekas), serta bahan bekas penampung (tutup botol dan kardus bekas) (5 menit).
- Murid mencermati demonstrasi cara mengekstraksi dan menggoreskan material tersebut pada kertas uji coba untuk mengenali efek jejak visual, kekentalan, dan daya serapnya secara sadar dan cermat (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan 'Eksplorasi Ragam Goresan Alam dan Bahan Bekas' secara mandiri, memilih minimal 2 jenis bahan pewarna alam/alternatif (opsi: larutan kopi, pasta kunyit, arang) dan minimal 2 alat aplikator alternatif/bekas (opsi: spons bekas, sikat gigi bekas, ranting kayu, stempel pelepah pisang) (5 menit).
- Murid melakukan uji coba eksperimen di lembar eksplorasi dengan menghasilkan minimal 4 variasi goresan/jejak rupa berbeda: (1) sapuan pekat pigmen alami, (2) gradasi transparan/encer pigmen alami, (3) tekstur cetak/stempel bahan alam, dan (4) cipratan/usapan menggunakan alat bekas (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menempelkan lembar eksplorasinya di atas meja dan saling mengamati variasi efek rupa yang berhasil dihasilkan dari material alam dan barang bekas (10 menit).
- Murid menandai pada lembar kerjanya bahan mana yang menghasilkan warna paling pekat dan alat alternatif mana yang paling mudah dikendalikan untuk membuat goresan gambar (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas keberhasilan eksplorasi murid dalam memanfaatkan potensi alat dan bahan di sekitar tanpa bergantung pada alat pabrikan mahal (5 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk merapikan kembali sisa bahan alam dan membersihkan ruang kerja, kemudian menutup pertemuan dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan sampel bahan siap pakai yang sudah diekstrak (larutan kunyit dan kopi), sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan mengeksplorasi campuran intensitas kekentalan pigmen sendiri.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langkah demi langkah saat menorehkan jejak bahan bekas, sedangkan murid yang mandiri bebas mencoba kombinasi alat dan bahan yang tidak biasa (misalnya memadukan arang dengan gesekan sikat gigi bekas).
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar uji coba goresan material, dengan variasi minimal 4 kotak eksplorasi untuk standar ketercapaian, dan murid cepat dapat membuat hingga 6-8 variasi kombinasi tekstur bahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan/singkat pada lembar awal mengenai potensi material sekitar untuk menggambar: (1) arang kayu, (2) bubuk kopi/kunyit, (3) pelepah pisang/daun bergetah, (4) sikat gigi bekas/spons cuci piring (acuan ketepatan: 1 = alat gores hitam/pekat; 2 = pewarna cair/pigmen; 3 = cap/stempel motif; 4 = aplikator pengganti kuas/cipratan).
Proses:- Pemeriksaan lembar uji coba eksplorasi murid selama tahap Mengaplikasi dengan acuan target ketercapaian: murid menghasilkan minimal 4 petak sampel goresan dari kombinasi minimal 2 bahan alam (opsi: ampas kopi, kunyit, arang) dan 2 alat alternatif/bekas (opsi: sikat gigi bekas, spons bekas, ranting, potongan pelepah pisang) dengan variasi sapuan, cipratan/usapan, dan cap.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir singkat pada jurnal visual murid: Murid menuliskan nama 2 bahan alam dan 2 alat alternatif/bekas yang telah dieksplorasi beserta karakter jejak rupa yang dihasilkan (kriteria penerimaan: menyebutkan bahan dan alat riil yang dicoba serta mendeskripsikan secara konkret sifat jejaknya, misalnya 'larutan kopi pekat berwarna cokelat tua', 'spons bekas menghasilkan tekstur kasar').
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: Menjawab kuis fungsi 4 material alternatif lingkungan (arang kayu, bubuk kopi/kunyit, pelepah pisang, sikat gigi bekas/spons).
- Asesmen proses: Pengamatan langsung unjuk kerja eksplorasi alat dan bahan alam/bekas menggunakan lembar observasi eksplorasi visual.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Variasi Alat dan Bahan Alternatif/Alam/Bekas | Mengeksplorasi kurang dari 2 jenis alat/bahan alam dan bekas serta menghasilkan kurang dari 2 variasi jejak rupa pada lembar uji coba. | Mengeksplorasi 2 jenis alat/bahan alam atau bekas dan menghasilkan 2-3 variasi jejak rupa pada lembar uji coba dengan bimbingan guru. | Mengeksplorasi minimal 2 bahan alam dan 2 alat alternatif/bekas serta menghasilkan minimal 4 variasi jejak rupa (sapuan pekat, gradasi encer, tekstur cap pelepah, dan usapan/cipratan sikat/spons) secara mandiri. | Mengeksplorasi lebih dari 2 bahan alam dan lebih dari 2 alat alternatif/bekas serta menghasilkan lebih dari 4 variasi jejak rupa yang beragam tingkat kepekatan dan teksturnya secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyediaan dan pemanfaatan bahan alam serta bahan bekas di kelas berjalan aman, bersih, dan memadai bagi seluruh murid?
- Bagaimana respons dan keaktifan murid saat ditantang menggambar tanpa menggunakan alat gambar konvensional?
Murid:- Bahan alam atau barang bekas mana yang paling menarik dan memberikan efek visual paling unik saat kamu gunakan menggambar?
- Kendala apa yang kamu temui saat mencoba menggunakan alat nonpabrikan (seperti ranting atau sikat gigi bekas) dan bagaimana kamu mengatasinya?
Pertemuan 6 — Membuat Sketsa Karya Seni Rupa Berdasarkan Hasil Pengamatan Objek Lingkungan Sekitar dengan Teknik yang Telah Dipelajari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar menggunakan teknik yang telah dipelajari
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu membuat sketsa karya seni rupa dari pengamatan lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan teknik sketsa dengan meminta murid membuat 2 goresan cepat bentuk dasar daun/ranting menggunakan teknik garis kontur atau arsir pada kertas buram untuk melihat kesiapan pengamatan bentuk (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memberikan demonstrasi singkat cara menyederhanakan objek lingkungan sekitar (seperti pohon, sudut taman, pot tanaman, atau bangku taman) menjadi bentuk geometris dasar sebelum menambahkan detail kontur (8 menit).
- Murid mengamati lingkungan sekitar kelas/taman sekolah untuk memilih 1 objek nyata (misalnya: pot tanaman bunga, batang pohon palem, atau sudut pagar taman) yang akan dijadikan model visual sketsa (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan 'Tantangan Sketsa 10 Menit' berpasangan untuk menggambar garis bentuk luar (gesture/outline) dari objek nyata pilihan secara cepat dan fokus pada proporsi (10 menit).
- Murid secara mandiri membuat sketsa terperinci berdasarkan objek lingkungan yang diamati dengan menerapkan teknik yang telah dipelajari sebelumnya (teknik arsir sejajar, silang/cross-hatching, atau dussel) untuk membentuk volume dan tekstur pada kertas gambar (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kemiripan proporsi dan ketepatan penerapan teknik pada sketsa buatannya terhadap objek nyata yang diamati melalui lembar cek diri (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan proses pembuatan sketsa dari observasi lingkungan dan memberikan penguatan terkait pentingnya latihan proporsi serta arsir (5 menit).
- Guru memberikan arahan agar lembar sketsa disimpan rapi di map portofolio untuk diselesaikan pada tahap karya akhir di pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan sudut objek pengamatan dengan kompleksitas berbeda: objek tunggal terisolasi (misal: satu pot bunga atau daun besar) untuk murid yang butuh bimbingan, dan objek sudut ruang lingkungan/taman berlapis untuk murid yang telah mahir.
- Proses: Memberikan panduan bingkai bidik (viewfinder) sederhana bagi murid yang kesulitan menentukan komposisi, sementara murid mahir langsung menentukan fokus sudut pandang secara bebas.
- Produk: Sketsa menampilkan objek hasil pengamatan dengan tingkat kerincian teknik arsir/dussel yang disesuaikan dengan kesiapan murid, dengan minimal proporsi bentuk dasar yang proporsional sesuai objek nyata.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan teknik sketsa: Murid diminta menggambar bentuk dasar sebuah daun atau ranting dari ingatan/lingkungan dalam 2 menit menggunakan teknik arsir sederhana. Acuan verifikasi kesiapan: gambar memuat kontur bentuk tertutup dan minimal 1 bidang arsiran sejajar/silang yang rapi.
Proses:- Observasi formatif saat murid menggambar langsung objek lingkungan: memantau kesesuaian proporsi sketsa dengan objek nyata yang diamati serta penerapan teknik arsir/dussel yang dipilih secara mandiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman hasil sketsa: Pemeriksaan lembar sketsa murid. Kriteria penerimaan operasional: sketsa menampilkan objek lingkungan nyata yang dapat dikenali bentuknya, proporsi bagian objek seimbang, serta memuat arsiran teknik (hatching/cross-hatching/dussel) untuk membedakan gelap-terang.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja proses pembuatan sketsa berdasarkan pengamatan objek lingkungan sekitar menggunakan lembar observasi teknik arsir dan proporsi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Sketsa Berdasarkan Pengamatan Objek | Sketsa belum menampakkan kemiripan bentuk dengan objek lingkungan yang diamati dan proporsi bentuk dasar tidak beraturan. | Sketsa mulai menampakkan bentuk objek lingkungan yang diamati, namun proporsi antarbagian objek masih belum seimbang. | Sketsa berhasil dibuat sesuai bentuk objek lingkungan yang diamati dengan proporsi antarbagian objek yang seimbang secara utuh. | Sketsa dibuat secara sangat presisi sesuai objek lingkungan yang diamati, dengan proporsi seimbang serta detail karakter objek yang akurat dan mandiri. | | Penerapan Teknik Menggambar (Arsir/Dussel) | Belum menerapkan teknik arsir atau dussel yang telah dipelajari pada sketsa (hanya berupa garis kontur luar tanpa arsiran gelap-terang). | Menerapkan salah satu teknik arsir/dussel pada sebagian kecil sketsa tetapi gradasi gelap-terang belum terbentuk. | Menerapkan teknik arsir atau dussel secara konsisten pada sketsa sehingga membentuk kesan volume dan gelap-terang objek. | Menerapkan variasi teknik arsir atau dussel secara terampil dan rapi, menghasilkan tekstur dan volume gelap-terang yang sangat jelas pada sketsa. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan area pengamatan lingkungan sekitar memudahkan murid dalam menangkap proporsi objek nyata?
- Bagaimana efektivitas tantangan sketsa 10 menit dalam meningkatkan ketangkasan murid saat membuat garis awal?
Murid:- Bagian mana dari objek lingkungan yang paling sulit diubah menjadi garis sketsa dan arsir?
- Teknik apa yang paling membantuku menampilkan bentuk objek secara tepat sesuai aslinya?
Pertemuan 7 — Menyelesaikan Pembuatan Karya Seni Rupa Berdasarkan Hasil Pengamatan Lingkungan Sekitar Menggunakan Teknik Pilihan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar menggunakan teknik yang telah dipelajari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan meminta murid meletakkan sketsa pengamatan lingkungan sekitar yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya di atas meja (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyelesaikan pembuatan karya gambar berdasarkan hasil pengamatan objek lingkungan sekitar menggunakan teknik pilihan yang telah dipelajari (arsir, dussel, pewarnaan kuas, atau teknik alternatif) hingga tuntas (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan mengecek kelayakan sketsa murid: memeriksa apakah sketsa menampilkan objek nyata dari lingkungan sekolah/rumah serta menanyakan rencana teknik penyelesaiannya menggunakan kartu kendali teknis (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati demonstrasi singkat guru tentang penegasan kontur, pembentukan volume (gelap-terang/nilai warna), dan pengolahan latar belakang pada karya gambar berbasis objek lingkungan (8 menit).
- Murid mengidentifikasi 3 area fokus penyelesaian pada sketsa masing-masing secara berkesadaran: penegasan bentuk utama, gradasi/arsiran gelap-terang objek, dan penyelesaian ruang/latar sekitar objek (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara mandiri menerapkan teknik pilihan yang telah dipelajari (arsir garis bertingkat, dussel gradasi, sapuan kuas cat air, atau pemanfaatan bahan alternatif/pewarna alam) untuk menyelesaikan sketsa pengamatan lingkungannya hingga menjadi karya gambar utuh (32 menit).
- Murid mengikuti sesi 'Poles Ceria 5 Menit': murid membunyikan bel meja kecil secara bergiliran saat berhasil menyelesaikan satu bagian detail objek dengan rapi dan saling bertukar senyum penyemangat untuk memicu kegembiraan berkarya (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya gambar yang telah selesai di atas meja masing-masing, memeriksa kembali ketuntasan bidang gambar, dan mengisi lembar checklist penyelesaian mandiri (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif langsung atas pencapaian murid dalam menyelesaikan pembuatan karya seni rupa berdasarkan objek lingkungan menggunakan teknik pilihannya (4 menit).
- Guru mengarahkan murid untuk merapikan alat dan bahan berkarya ke tempat semula serta menyimpan karya gambar di dalam map portofolio untuk persiapan kegiatan berikutnya (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih jenis media dan teknik penyelesaian yang paling dikuasai (pensil grafit/pulpen untuk teknik arsir/dussel, atau pewarna kuas/bahan alam sekitar) sesuai sketsa pengamatannya.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu membangun gradasi gelap-terang diberikan panduan bertahap (scaffolding petunjuk arsir lapis demi lapis), sedangkan murid yang cepat dan mahir diarahkan memperdalam detail tekstur permukaan objek lingkungan secara mandiri.
- Produk: Tingkat kerincian tekstur dan variasi ketebalan nilai rupa dapat bervariasi sesuai teknik pilihan, asalkan memenuhi keterpenuhan objek pengamatan lingkungan yang diselesaikan tuntas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan kesiapan sketsa pengamatan lingkungan dan rencana teknik melalui 3 kriteria diagnostik: (1) Adanya sketsa objek nyata lingkungan sekitar, (2) Kesiapan alat/bahan teknik pilihan (kering/basah/alternatif), (3) Kejelasan rencana gelap-terang/warna. (Acuan: Murid dinyatakan siap jika memenuhi minimal 2 dari 3 kriteria tersebut).
Proses:- Observasi unjuk kerja penyelesaian karya menggunakan lembar cek berkarya: (1) Penerapan teknik pilihan (kerapian arsir/kehalusan dussel/kerataan pewarnaan), (2) Kesesuaian penggambaran wujud dengan objek lingkungan yang diamati, (3) Ketuntasan bidang gambar (objek utama dan latar diselesaikan).
Akhir Pertemuan:- Cek ketuntasan karya di akhir sesi pembelajaran: lembar ceklis penyelesaian mandiri dengan 3 indikator fisik karya: (1) Sketsa pensil awal tertutup/dipertegas dengan teknik pilihan, (2) Memiliki gradasi gelap-terang/nilai kedalaman bentuk, (3) Bidang gambar terisi tuntas tanpa area kosong yang terbengkalai. (Acuan ketercapaian: memenuhi ketiga indikator tersebut).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja proses berkarya gambar (pengamatan langsung penyelesaian sketsa menjadi karya utuh dengan teknik pilihan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Penggambaran Objek Lingkungan Sekitar | Belum menampilkan bentuk objek lingkungan sekitar yang dapat dikenali; karya belum diselesaikan dari wujud sketsa awal. | Menampilkan bentuk objek lingkungan sekitar namun proporsi atau karakternya belum jelas dan penyelesaian baru mencakup sebagian kecil objek. | Menampilkan bentuk objek lingkungan sekitar dengan jelas sesuai hasil pengamatan dan diselesaikan pada seluruh objek utama. | Menampilkan bentuk objek lingkungan sekitar dengan sangat detail dan proporsional sesuai hasil pengamatan nyata secara tuntas dan mandiri. | | Penerapan Teknik Pilihan dalam Penyelesaian Karya | Belum menerapkan teknik pilihan (arsir, dussel, pewarnaan kuas, atau bahan alternatif); goresan masih acak tanpa teknik terarah. | Menerapkan teknik pilihan tetapi gradasi nilai rupa (gelap-terang/tebal-tipis) belum terbentuk secara konsisten dan membutuhkan bimbingan penuh. | Menerapkan teknik pilihan secara konsisten dengan gradasi nilai rupa yang memperlihatkan volume objek secara mandiri. | Menerapkan teknik pilihan secara sangat terampil, menghasilkan variasi nilai gelap-terang dan tekstur objek yang mendalam serta rapi secara mandiri. | | Ketuntasan Pembuatan Karya Gambar | Karya masih berupa sketsa dasar kasar, kurang dari 25% bidang gambar terselesaikan dengan teknik pilihan. | Karya terselesaikan sekitar 25% hingga 50% bidang gambar; area latar dan objek utama masih banyak yang belum terolah. | Karya terselesaikan dengan tuntas (minimal 75% bidang gambar terolah dengan baik antara objek utama dan latar sekitar). | Karya terselesaikan secara utuh 100% dengan pengolahan bidang objek utama dan latar belakang yang harmonis, rapi, dan tuntas tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu 35 menit berkarya mandiri mencukupi bagi sebagian besar murid untuk menyelesaikan karya gambarnya?
- Bagaimana efektivitas bimbingan individual bagi murid yang mengalami kendala dalam menerapkan teknik arsir/pewarnaan pada sketsa pengamatan mereka?
Murid:- Bagian mana dari objek lingkungan pada gambarmu yang paling berhasil kamu selesaikan menggunakan teknik pilihanmu?
- Tantangan apa yang kamu hadapi saat memberi efek gelap-terang atau warna pada sketsamu hingga tuntas?
Pertemuan 8 — Menghasilkan Karya Seni Rupa Gambar untuk Merespon Pengalaman Sehari-hari dan Mengekspresikan Perasaan atau Minat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.5 Menghasilkan karya seni rupa untuk merespon pengalaman sehari-hari dan mengekspresikan perasaan atau minat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengkondisikan ruang kelas yang rapi serta kondusif (3 menit).
- Guru memandu asesmen awal cepat: murid diminta menuliskan 1 kata peristiwa harian dan 1 emosi/minat di selembar kertas kecil (kriteria penerimaan: memuat pengalaman nyata seperti 'membantu orang tua memasak/bersepeda sore' dan emosi/minat spesifik seperti 'gembira/antusias') (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menghasilkan karya seni rupa gambar yang merespon pengalaman sehari-hari serta mengekspresikan perasaan atau minat pribadi (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan pemanasan kreatif 'Roda Emosi & Momen': guru memutar roda petunjuk sederhana bertuliskan 4 kategori momen (perjalanan ke sekolah, kegiatan hobi, suasana rumah, momen bersama kawan) dan murid secara spontan membuat coretan gestur/simbol visual cepat selama 1 menit di buku sketsa untuk menggambarkan rasa pada momen tersebut (7 menit).
- Guru memperlihatkan 2 contoh karya gambar ekspresif yang mengangkat momen keseharian (contoh 1: gambar secangkir teh hangat dengan garis tenang merespon ketenangan sore; contoh 2: gambar suasana halte riuh dengan garis dinamis merespon ketergesaan) dan mengajak murid mengidentifikasi keterkaitan antara objek gambar, peristiwa yang direspon, serta emosi/minat yang diekspresikan (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran memilih satu fokus pengalaman sehari-hari dan menetapkan perasaan atau minat yang ingin diekspresikan pada kertas gambar A4 masing-masing (5 menit).
- Murid secara mandiri menghasilkan karya seni rupa gambar dengan merancang komposisi objek dan menuangkan ekspresi visual (garis, bentuk, ruang, nuansa) yang secara konkret merepresentasikan pengalaman sehari-hari serta perasaan atau minat pilihan mereka (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menuliskan catatan identitas karya singkat (2-3 kalimat) di sudut belakang kertas gambar mengenai: (1) peristiwa sehari-hari yang direspon dan (2) perasaan atau minat yang dituangkan dalam visual gambar tersebut (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan proses berkarya bahwa seni gambar dapat menjadi media personal yang bermakna dalam merespon kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiatif atas kemandirian berkarya seluruh murid, mengingatkan persiapan karya untuk asesmen sumatif pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih fokus respon dari pengalaman personal di rumah, lingkungan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, maupun minat hobi khusus.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar pertanyaan pemandu (peristiwa apa, di mana, apa yang dirasakan) untuk mengonsep objek gambar; murid yang lebih cepat berkarya diarahkan mengolah kedalaman visual dan detail objek gambar secara mandiri.
- Produk: Media gambar terbuka menggunakan pensil grafis, pulpen, pensil warna, spidol, atau krayon sesuai minat dan kenyamanan ekspresi murid pada kertas A4.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pencatatan cepat ide awal: Murid menuliskan 1 peristiwa nyata sehari-hari dan 1 emosi/minat yang dirasakan pada lembar kertas kecil. Kriteria penerimaan: (1) Menyebutkan peristiwa pengalaman nyata konkret (misal: 'menunggu bus saat hujan', 'merawat tanaman di pekarangan', 'berlatih sepak bola'); (2) Menyebutkan perasaan atau minat yang terhubung secara logis dengan peristiwa tersebut (misal: 'lelah bercampur tenang', 'senang dan damai', 'semangat membara').
Proses:- Lembar observasi keterlibatan dan kemandirian menghasilkan karya gambar: Guru memantau apakah murid secara mandiri menuangkan objek gambar yang mencerminkan peristiwa harian dan mengekspresikan perasaan/minat yang telah dipilih tanpa meniru mentah-mentah karya orang lain.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan produk karya gambar dan kartu identitas visual di belakang kertas: Kriteria penerimaan operasional: (1) Karya gambar selesai dengan wujud visual utuh; (2) Terdapat kesesuaian representasi visual dengan peristiwa pengalaman sehari-hari yang dinyatakan; (3) Terdapat keselarasan ekspresi visual (pilihan objek, garis, atau suasana gambar) dengan perasaan atau minat yang dinyatakan.
Formatif:- Asesmen diagnostik nonkognitif/kesiapan konten di awal sesi (identifikasi momen harian dan emosi/minat).
- Observasi unjuk kerja proses saat murid menghasilkan karya gambar ekspresi harian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Respon terhadap Pengalaman Sehari-hari | Karya gambar belum memuat representasi peristiwa atau pengalaman sehari-hari dan tidak disertai keterangan peristiwa. | Karya gambar mulai memuat elemen peristiwa sehari-hari, namun wujud visual objek belum jelas mencerminkan peristiwa yang dituliskan. | Karya gambar secara jelas menampilkan objek atau suasana yang merepresentasikan pengalaman sehari-hari sesuai catatan peristiwa murid. | Karya gambar secara mendalam dan terperinci menampilkan komposisi objek yang kuat dalam merespon pengalaman sehari-hari secara mandiri dan kontekstual. | | Ekspresi Perasaan atau Minat | Karya gambar belum memperlihatkan ekspresi perasaan maupun minat pribadi. | Karya gambar mulai menampilkan emosi atau minat, namun tanda-tanda visualnya (karakter garis, suasana gambar) masih belum selaras dengan perasaan/minat yang dituliskan. | Karya gambar berhasil mengekspresikan perasaan atau minat secara selaras melalui pilihan visual objek dan karakter goresan/nuansa gambar. | Karya gambar mampu mengekspresikan nuansa perasaan atau minat secara sangat kuat, orisinal, dan menyatu utuh dalam seluruh kesatuan gambar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit menggambar mencukupi bagi seluruh murid untuk menuntaskan ekspresi visual mereka?
- Bagaimana variasi pengalaman sehari-hari dan emosi yang dipilih murid, apakah sudah mencerminkan kemandirian berpikir dan berkreasi?
Murid:- Apakah gambar yang kamu hasilkan hari ini sudah mewakili perasaan atau minat yang benar-benar kamu alami?
- Bagian mana dari gambarmu yang paling kuat menceritakan pengalaman sehari-harimu?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.1.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa gambar
- TP 9.1.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya gambar
- TP 9.1.3 Mengeksplorasi alternatif/potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk menggambar
- TP 9.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar menggunakan teknik yang telah dipelajari
- TP 9.1.5 Menghasilkan karya seni rupa untuk merespon pengalaman sehari-hari dan mengekspresikan perasaan atau minat
- TP 9.1.6 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan meja kerja murid yang telah disiapkan bahan gambarnya (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan mandiri, serta pembagian alokasi waktu untuk tugas produk dan lembar refleksi-analisis tertulis (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja tertulis dan kertas gambar A3, lalu membacakan instruksi pengerjaan tugas 1 (penyelesaian karya gambar pengamatan personal dengan bahan alternatif) dan tugas 2 (analisis unsur/prinsip serta refleksi-apresiasi) beserta rubrik penilaiannya (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid secara mandiri menyelesaikan karya gambar individual pada kertas A3 berdasarkan pengamatan objek lingkungan sekitar yang dipadukan dengan respons minat/pengalaman pribadi, menerapkan variasi teknik alat gambar (arsir/dussel/pewarnaan) serta eksplorasi bahan alam/bekas alternatif (daun/arang/bubuk kopi/serbuk) (45 menit).
- Tugas 2: Murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar kerja tertulis berisi analisis 3 unsur rupa (garis, bentuk, tekstur) dan 3 prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme) pada karya sendiri/contoh, serta menuliskan refleksi proses berkarya dan apresiasi terhadap karya teman di sebelahnya menggunakan kosa kata seni rupa baku (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kelengkapan identitas karya gambar dan lembar kerja tertulis sebelum dikumpulkan secara tertib ke meja guru (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan apresiasi atas kesungguhan seluruh murid dalam menuntaskan rangkaian pembelajaran dan asesmen Bab 1 Menggambar (2 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan asesmen sumatif dengan doa penutup dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses tata letak dan pencahayaan meja kerja bagi murid dengan kebutuhan visual khusus tanpa mengubah objek pengamatan maupun instrumen tugas.
- Proses: Pemberian instruksi bertahap atau pembacaan ulang petunjuk tugas secara personal bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah durasi dan kriteria penilaian.
- Produk: Format media gambar tetap A3 dengan kebebasan pemilihan jenis bahan alam/bekas yang telah disiapkan mandiri sesuai minat masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan kelengkapan artefak dan bahan kerja: guru memeriksa ketersediaan kertas gambar A3, alat gambar utama (pensil/pulpen/pewarna), bahan alternatif alam/bekas di meja tiap murid, serta kesiapan lembar kerja analisis tertulis sebelum pengerjaan dimulai (acuan: setiap meja murid memiliki minimal 1 alat gambar konvensional dan minimal 1 bahan alam/bekas).
Proses:- Pemantauan kemandirian dan kepatuhan prosedur asesmen: guru memantau jalannya pengerjaan serentak di kelas menggunakan lembar observasi untuk memastikan murid bekerja mandiri tanpa kecurangan, memanfaatkan durasi waktu secara teratur, dan menerapkan prosedur keselamatan/kebersihan media alternatif.
Sumatif Bab:- penilaian produk berkarya gambar dan tes/lembar refleksi-analisis tertulis terpadu: karya gambar hasil pengamatan lingkungan berbasis respons personal menggunakan perpaduan media konvensional/alternatif, disertai lembar analisis unsur rupa, prinsip desain, dan refleksi-apresiasi karya
- penilaian produk karya seni rupa: karya gambar individual pada kertas A3 yang diselesaikan secara serentak di kelas, menampilkan objek pengamatan lingkungan sekitar yang dipadukan dengan respons minat/pengalaman pribadi, menerapkan variasi teknik alat gambar serta eksplorasi bahan alam/bekas alternatif (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk (kriteria: penerapan teknik gambar, integrasi bahan alternatif, keakuratan pengamatan lingkungan, dan ekspresi visual personal))
- penilaian tertulis analisis dan apresiasi-refleksi: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi analisis unsur rupa dan prinsip desain pada karya gambar contoh/karya sendiri, serta refleksi proses berkarya dan apresiasi tertulis terhadap karya teman menggunakan kosakata baku seni rupa (25 menit; individual; instrumen: rubrik analitis lembar kerja (kriteria: ketepatan identifikasi unsur & prinsip desain serta ketepatan penggunaan kosakata seni rupa dalam apresiasi/refleksi))
Sumatif:- penilaian produk berkarya gambar dan tes/lembar refleksi-analisis tertulis terpadu: karya gambar hasil pengamatan lingkungan berbasis respons personal menggunakan perpaduan media konvensional/alternatif, disertai lembar analisis unsur rupa, prinsip desain, dan refleksi-apresiasi karya
- penilaian produk karya seni rupa: karya gambar individual pada kertas A3 yang diselesaikan secara serentak di kelas, menampilkan objek pengamatan lingkungan sekitar yang dipadukan dengan respons minat/pengalaman pribadi, menerapkan variasi teknik alat gambar serta eksplorasi bahan alam/bekas alternatif (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk (kriteria: penerapan teknik gambar, integrasi bahan alternatif, keakuratan pengamatan lingkungan, dan ekspresi visual personal))
- penilaian tertulis analisis dan apresiasi-refleksi: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi analisis unsur rupa dan prinsip desain pada karya gambar contoh/karya sendiri, serta refleksi proses berkarya dan apresiasi tertulis terhadap karya teman menggunakan kosakata baku seni rupa (25 menit; individual; instrumen: rubrik analitis lembar kerja (kriteria: ketepatan identifikasi unsur & prinsip desain serta ketepatan penggunaan kosakata seni rupa dalam apresiasi/refleksi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Variasi Teknik dan Bahan Alternatif (TP 9.1.2 & TP 9.1.3) | Hanya menerapkan 1 teknik gambar konvensional tanpa memanfaatkan bahan alam/bekas alternatif pada karya. | Menerapkan 1 teknik gambar dan menempel/menggoreskan bahan alternatif namun belum menyatu dengan struktur visual karya. | Menerapkan minimal 2 variasi teknik gambar (mis. arsir/dussel/pewarnaan) dan memadukan minimal 1 bahan alam/bekas alternatif secara rapi pada karya. | Menerapkan lebih dari 2 variasi teknik gambar secara terampil dan memadukan beragam bahan alam/bekas alternatif secara terpadu, kuat, dan estetis pada karya. | | Visualisasi Pengamatan Lingkungan dan Respons Personal (TP 9.1.4 & TP 9.1.5) | Objek gambar tidak berakar dari pengamatan lingkungan sekitar dan tidak menunjukkan respons pengalaman/minat pribadi. | Menggambar objek lingkungan sekitar tetapi belum memperlihatkan respons pengalaman atau ekspresi minat/perasaan yang jelas. | Menggambar objek hasil pengamatan lingkungan sekitar secara jelas dan terpadu dengan ekspresi pengalaman/minat pribadi. | Menggambar objek lingkungan sekitar dengan detail bentuk/ruang yang kuat serta memancarkan kedalaman ekspresi personal yang inventif. | | Analisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain (TP 9.1.1) [Acuan Analisis: 3 Unsur (garis, bentuk, tekstur) & 3 Prinsip (keseimbangan, proporsi, ritme)] | Tepat mengidentifikasi maksimal 1-2 unsur/prinsip dari total 6 acuan pada lembar kerja analisis. | Tepat mengidentifikasi 3-4 unsur/prinsip dari total 6 acuan (garis, bentuk, tekstur, keseimbangan, proporsi, ritme) dengan deskripsi sederhana. | Tepat mengidentifikasi 5 dari 6 acuan unsur rupa dan prinsip desain beserta penjelasan letak/penerapannya pada karya secara benar. | Tepat mengidentifikasi seluruh 6 acuan (garis, bentuk, tekstur, keseimbangan, proporsi, ritme) secara tepat dan menganalisis fungsinya secara mendalam. | | Refleksi dan Apresiasi dengan Kosa Kata Baku Seni Rupa (TP 9.1.6) | Belum menuliskan refleksi diri dan apresiasi karya teman, atau menulis tanpa menggunakan kosa kata seni rupa. | Menuliskan refleksi proses berkarya atau apresiasi karya teman dengan penggunaan 1-2 kosa kata seni rupa yang relevan. | Menuliskan refleksi proses berkarya mandiri dan apresiasi terhadap karya teman secara objektif menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa baku yang tepat (mis. proporsi, komposisi, gelap-terang, ritme, tekstur). | Menuliskan refleksi diri yang komprehensif dan apresiasi karya teman yang mendalam, santun, dan objektif menggunakan lebih dari 3 kosa kata seni rupa baku secara tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana ketercapaian murid kelas 9 secara umum dalam memadukan keterampilan teknis menggambar dan kepekaan analisis unsur rupa?
- Apakah alokasi waktu 50 menit untuk penyelesaian produk dan 20 menit untuk lembar kerja tertulis memadai bagi seluruh tingkatan kesiapan murid?
Murid:- Bagian mana dari karyamu yang paling berhasil menyampaikan pengalaman atau perasaan pribadimu?
- Apakah kamu merasa terbantu menggunakan kosa kata seni rupa saat menilai kelebihan karya teman sekelasmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lembar reproduksi karya gambar still life alam benda hitam-putih.
- Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa Gambar.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek)
- Reproduksi visual 3 karya seni rupa gambar: Karya 1 ('Pemandangan Candi'), Karya 2 ('Sosok Manusia dan Pohon Raksasa'), Karya 3 ('Ombak dan Deretan Perahu')
- Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain 'Detektif Prinsip Seni'
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022.
- Buku Siswa Seni Budaya / Seni Rupa Fase D Kelas IX.
- Lembar Kerja Latihan Teknik Arsir dan Dussel (kertas gambar A4 berpola 4 kotak).
- Pensil grafit (2B/4B), pulpen/drawing pen hitam, kertas buram/tissue pembaur (tortillon/dusel).
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas IX Kemendikbudristek
- Kertas gambar A4 atau buku gambar
- Cat air / cat poster
- Kuas lukis berbagai ukuran
- Alat nonkuas: spons cuci/kosmetik, cotton bud, palet cat, dan wadah air
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2021, Unit 1: Menggambar)
- Bahan alam sekitar: bubuk kopi, kunyit bubuk/parut, potongan pelepah pisang, ranting pohon, arang
- Bahan bekas: potongan spons cuci piring bekas, sikat gigi bekas, tutup botol, kardus bekas
- Kertas gambar/buku gambar sketsa dan air bersih untuk melarutkan pigmen
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX
- Area taman/lingkungan sekitar sekolah sebagai objek amatan langsung
- Buku gambar/kertas sketsa A4, pensil 2B/4B, peraut, dan penghapus
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022)
- Kertas gambar ukuran A4 dengan sketsa hasil pengamatan lingkungan (karya pertemuan 6)
- Alat gambar pilihan: pensil 2B-6B, drawing pen/pulpen, kuas dan cat air/pewarna basah, atau media alternatif lingkungan sekitar
- Contoh karya gambar jadi berbasis pengamatan lingkungan sebagai acuan mutu ketuntasan rupa
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Sketsa / Kertas Gambar A4.
- Alat gambar pilihan murid (pensil, pena gambar, pensil warna, krayon, spidol).
- Contoh lembar reproduksi gambar ekspresif bertema keseharian.
- Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Seni Rupa Kelas IX SMP/MTs (Kemendikbudristek 2022)
- Kertas gambar ukuran A3
- Alat gambar: pensil (2B/4B), drawing pen/pulpen, spidol/krayon/cat
- Bahan alternatif alam dan bekas (bubuk kopi, arang, daun kering, serbuk kayu)
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif (soal analisis unsur/prinsip rupa dan rubrik refleksi-apresiasi)
|