MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 5 — Mengenal Lukisan Pemandangan Alam INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Mengenal Lukisan Pemandangan Alam |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.5.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
- TP 8.5.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
- TP 8.5.3 Membandingkan unsur rupa karya seni rupa lukisan pemandangan alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- TP 8.5.4 Membandingkan prinsip desain karya seni rupa lukisan pemandangan alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana goresan garis pada lukisan pemandangan dapat membedakan kontur gunung yang terjal dengan aliran sungai yang tenang?
- Objek alam apa saja dalam lukisan pemandangan yang tersusun dari bidang dan bentuk geometris maupun organis?
- Bagaimana pelukis dapat membuat pemandangan gunung terlihat jauh sedangkan pepohonan terlihat dekat padahal kanvasnya datar?
- Apa perbedaan suasana yang kamu rasakan antara bagian lukisan yang terkena cahaya terang dan bagian yang tertutup bayangan gelap?
- Mengapa sebuah lukisan pemandangan tetap terasa seimbang meski objek di sisi kanan dan kirinya tidak persis sama?
- Bagaimana pelukis mengatur perbandingan ukuran antara pohon di latar depan dan gunung di latar belakang agar tampak alami?
- Ketika memandang sebuah lukisan bentang alam, bagian atau objek mana yang pertama kali langsung menarik pandangan mata kalian?
- Bagaimana susunan deretan pohon atau lekukan ombak pada lukisan dapat memandu arah pandangan mata kita seolah-olah sedang bergerak?
- Bagaimana garis pada lukisan pemandangan sawah yang tenang berbeda dengan garis pada lukisan ombak laut yang berbadai?
- Mengapa penggunaan warna hangat dan warna dingin menghasilkan suasana pemandangan alam yang sangat bertolak belakang?
- Bagaimana pelukis membuat sebuah pemandangan pada kanvas datar terlihat memiliki kedalaman atau jarak yang sangat jauh?
- Mengapa bayangan dan pencahayaan (gelap-terang) sangat menentukan kesan nyata dan dramatis dalam sebuah lukisan pemandangan?
- Bagaimana cara pelukis mengatur penempatan objek pemandangan alam agar lukisannya terasa seimbang dan tidak timpang sebelah?
- Mengapa pandangan mata kita langsung tertuju pada satu titik tertentu ketika memandang sebuah lukisan pemandangan alam?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa pilihan unsur rupa dan prinsip desain dalam lukisan pemandangan alam sengaja dirancang untuk membangun kesan tertentu?
- Mengapa penggunaan kosakata seni rupa yang tepat sangat penting saat kita membandingkan dua lukisan pemandangan alam yang berbeda?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Unsur Rupa Garis, Bidang, dan Bentuk pada Lukisan Pemandangan Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis unsur rupa garis, bidang, dan bentuk pada karya lukisan pemandangan alam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar pemandangan bukit dan meminta murid mengidentifikasi 3 jenis garis dominan (acuan: garis lengkung pada bukit, garis lurus horizontal pada cakrawala/kaki langit, garis bergerigi/diagonal pada tebing/bebatuan) untuk memetakan kesiapan awal murid (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui penayangan reproduksi karya lukis pemandangan alam (misalnya karya Wakidi atau Basuki Abdullah) yang berfokus secara spesifik pada penguraian tiga unsur rupa: garis (arah, karakter, kontur), bidang (organis dan geometris dua dimensi), serta bentuk (wujud objek tiga dimensi ilusionistik seperti gunung, pohon, dan batuan) (15 menit).
- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Garis-Bentuk': guru menampilkan potongan detail lukisan pohon dan tebing, lalu setiap pasangan berlomba mencatat jenis garis (bergelombang, patah-patah), bidang (tidak beraturan/organis), dan bentuknya (silindris pada batang pohon, tak beraturan pada batu) dalam waktu 3 menit, lalu mencocokkan bersama acuan kunci dari guru secara antusias (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menerima Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa yang memuat reproduksi 1 lukisan pemandangan alam lanskap pegunungan dan sawah (20 menit).
- Murid menguraikan dan menuliskan analisis terhadap 3 unsur rupa pada lukisan target: (1) Unsur Garis (menganalisis minimal 2 karakter garis, acuan: garis lengkung meliuk pada pematang sawah/jalan dan garis diagonal/lengkung lancip pada lereng bukit); (2) Unsur Bidang (menganalisis minimal 2 bidang organis, acuan: hamparan petak sawah dan bidang dedaunan rumpun pohon); (3) Unsur Bentuk (menganalisis minimal 2 bentuk ilusionistik, acuan: bentuk kerucut/trapesium perbukitan dan bentuk tak beraturan batuan kali) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali lembar analisis masing-masing secara hening untuk memeriksa ketepatan hubungan antara goresan garis yang ditemukan dengan bentuk objek pemandangan yang tercipta (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa unsur garis dan bidang bekerja bersama untuk membangun kesan bentuk objek alam dalam lukisan pemandangan (3 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa 2 butir cek pemahaman singkat mengenai fungsi garis dan bentuk pada lembar refleksi (acuan: garis kontur membatasi objek; bidang organis menyusun bentuk alam seperti pohon dan awan) dan guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai unsur warna, gelap-terang, dan ruang (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa tanda panah penunjuk pada lukisan untuk mengarahkan pengamatan garis dan bidang; murid mahir menganalisis lukisan pemandangan dengan komposisi objek yang lebih padat dan kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan contoh pemodelan analisis pada 1 objek awal, sedangkan murid yang siap bekerja secara mandiri penuh.
- Produk: Semua murid menghasilkan analisis tertulis unsur garis, bidang, dan bentuk dengan kedalaman telaah sesuai tingkat kemandirian masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Instrumen Diagnostik Cepat: Murid mengamati gambar lanskap alam di layar lalu menuliskan 3 jenis garis yang menyusun objek pemandangan tersebut. Kunci acuan: (1) Garis lengkung pada bukit/lembah; (2) Garis lurus horizontal pada batas cakrawala/tanah; (3) Garis diagonal/bergerigi pada tebing terjal/permukaan batu.
Proses:- Pemeriksaan kemajuan analisis saat pengerjaan mandiri Lembar Kerja: Guru memverifikasi ketepatan murid mengidentifikasi dan menganalisis 3 unsur rupa (garis, bidang, bentuk) pada lukisan pemandangan alam pegunungan dan sawah sesuai kriteria rubrik.
Akhir Pertemuan:- Cek Pemahaman Akhir (2 butir tertulis): (1) Sebutkan fungsi garis kontur pada lukisan pemandangan! (Kriteria/acuan: Garis kontur berfungsi membatasi tepi objek alam serta membedakan batas satu bidang dengan bidang lainnya); (2) Jelaskan bagaimana bidang organis menyusun bentuk pohon dalam lukisan! (Kriteria/acuan: Bidang organis dengan batas tidak beraturan digabung dan ditumpuk sehingga menghasilkan ilusi volume/wujud bentuk pohon).
Formatif:- Penilaian analisis unsur rupa (garis, bidang, bentuk) melalui Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa menggunakan rubrik analitis.
- Observasi diagnostik awal melalui kuis tebak jenis garis pemandangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Unsur Garis pada Lukisan Pemandangan Alam | Belum mampu mengidentifikasi dan menganalisis karakter garis pada objek pemandangan alam, atau analisis keliru (0 garis tepat). | Menganalisis 1 karakter garis pada lukisan pemandangan alam secara tepat sesuai acuan lukisan. | Menganalisis 2 karakter garis (garis lengkung pematang sawah dan garis lereng bukit) pada lukisan pemandangan alam secara tepat sesuai acuan dengan sedikit bimbingan. | Menganalisis lebih dari 2 karakter garis (lengkung, lurus, diagonal, dan bergelombang) pada objek lukisan secara mendalam dan tepat tanpa bimbingan. | | Menganalisis Unsur Bidang pada Lukisan Pemandangan Alam | Belum mampu mengidentifikasi bidang pada lukisan pemandangan atau salah membedakan bidang dengan unsur lain. | Menganalisis 1 bidang organis pada lukisan pemandangan alam secara tepat sesuai acuan. | Menganalisis 2 bidang organis (hamparan petak sawah dan rumpun daun pohon) pada lukisan pemandangan alam secara tepat sesuai acuan. | Menganalisis minimal 2 bidang organis dan variasi luasan bidang pada berbagai elemen lukisan secara menyeluruh dan tepat secara mandiri. | | Menganalisis Unsur Bentuk pada Lukisan Pemandangan Alam | Belum mampu menganalisis wujud bentuk ilusionistik objek alam pada lukisan pemandangan. | Menganalisis 1 bentuk objek alam pada lukisan pemandangan secara tepat sesuai acuan wujud lukisan. | Menganalisis 2 bentuk objek alam (bentuk perbukitan dan bentuk batuan/pepohonan) pada lukisan pemandangan secara tepat sesuai acuan. | Menganalisis lebih dari 2 bentuk objek alam pada lukisan secara rinci mengaitkan perwujudan tiga dimensi semu dari gabungan garis dan bidangnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar karya maestro membantu murid memahami keterkaitan antara garis, bidang, dan bentuk secara nyata?
- Bagian analisis unsur rupa mana yang masih membutuhkan perancah (scaffolding) lebih banyak bagi murid yang belum berkembang?
Murid:- Bagian objek pemandangan mana (pegunungan, pohon, sawah, atau bebatuan) yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu analisis unsur garis dan bentuknya?
- Bagaimana pemahaman tentang unsur garis, bidang, dan bentuk membantumu menikmati detail lukisan pemandangan alam?
Pertemuan 2 — Menganalisis Unsur Rupa Warna, Gelap-Terang, dan Ruang pada Lukisan Pemandangan Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis unsur rupa warna, gelap-terang, dan ruang pada karya lukisan pemandangan alam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan cepat dengan menampilkan 1 lukisan pemandangan alam: murid diminta mengidentifikasi warna dominan, area paling terang/gelap, serta objek depan/belakang (acuan jawaban: warna dominan hijau/biru; area paling terang adalah langit/pantulan cahaya; objek depan berukuran besar dan objek belakang tampak kecil/kabur) untuk memetakan kesiapan awal (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati reproduksi lukisan pemandangan alam karya maestro (misalnya 'Pemandangan di Sekitar Gunung Merapi' karya Basuki Abdullah) yang ditayangkan guru, lalu menyimak penjelasan terbimbing mengenai peran unsur warna (nada warna hangat/sejuk, dominan), gelap-terang (nilai cahaya/bayangan yang memberi kesan volume), dan ruang (kedalaman ilusi melalui latar depan, tengah, belakang) (15 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan permainan interaktif 'Detektif 3 Unsur': setiap pasangan menerima lembar gambar kecil lukisan dan berlomba menandai secara tepat 3 elemen: 1 titik warna terhangat, 1 titik bayangan tergelap, dan 1 tanda batas ruang latar depan vs latar belakang dalam waktu 3 menit (acuan: warna terhangat = kuning/oranye matahari atau tanah; bayangan tergelap = celah lembah/bawah pohon rimbun; batas ruang = garis pemisah antara pohon di depan dan gunung di kejauhan) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa yang memuat gambar lukisan pemandangan alam nusantara serta 3 tabel analisis terstruktur (warna, gelap-terang, dan ruang) (5 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis 3 unsur rupa pada lukisan tersebut dan menuliskan temuannya: (1) Warna: mengidentifikasi minimal 2 palet warna dominan serta efek suasana yang ditimbulkan; (2) Gelap-Terang: mengidentifikasi arah datangnya sumber cahaya dan letak bayangan utama; (3) Ruang: mengidentifikasi pembagian area latar depan (foreground), latar tengah (middleground), dan latar belakang (background) beserta objek pengisinya (acuan: warna dominan hijau-alam dan biru-langit; cahaya datang dari arah kiri atas sehingga bayangan jatuh di kanan bawah objek pohon; latar depan = jalan setapak/batuan besar, latar tengah = persawahan/pepohonan sedang, latar belakang = siluet pegunungan kabur) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara hening dan berkesadaran, mencocokkan apakah ketiga unsur (warna, gelap-terang, ruang) sudah terurai secara lengkap dan tepat berdasarkan acuan lukisan yang diamati (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali bagaimana perpaduan unsur warna, gelap-terang, dan ruang berhasil menciptakan ilusi kedalaman serta suasana realistis pada lukisan pemandangan alam (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil analisis murid dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya (menganalisis prinsip desain keseimbangan dan proporsi) tanpa merangkum bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lukisan dengan kontras warna dan kedalaman ruang yang sangat tegas bagi murid yang memerlukan perancah visual (scaffolding), serta lukisan dengan gradasi warna atmosferik yang lebih kompleks untuk murid yang siap tantangan lebih.
- Proses: Memberikan panduan pertanyaan terarah pada kolom tabel bagi murid yang membutuhkan bimbingan, sementara murid yang mahir menganalisis hubungan timbal balik antara gelap-terang dan penciptaan ruang secara mandiri.
- Produk: Format pengisian analisis disesuaikan: murid reguler mengisi tabel analisis terstruktur berpoin, sementara murid berpencapaian tinggi menuliskan uraian paragraf analisis analitis yang menghubungkan ketiga unsur rupa secara runtut.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan warna dominan pada lukisan pemandangan ini, tunjukkan mana bagian yang paling terang terkena sinar dan paling gelap, serta sebutkan objek apa yang berada paling dekat dan paling jauh!' (Kriteria & acuan penerimaan: Murid mampu menyebutkan warna dominan yang tepat seperti hijau/biru; menunjuk area pantulan cahaya matahari/langit sebagai area paling terang dan rongga bayangan tebing/pohon sebagai area paling gelap; serta membedakan objek depan berukuran besar dan objek latar belakang yang tampak mengecil/kabur).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa: mengukur ketepatan dan kelengkapan analisis murid terhadap unsur warna (minimal 2 palet dominan dan suasananya), gelap-terang (arah datangnya cahaya dan letak bayangan utama), serta ruang (identifikasi objek pada 3 bidang: latar depan, tengah, dan belakang) sesuai lukisan yang disediakan (acuan: palet hijau/biru; arah cahaya kiri atas dengan bayangan di kanan objek; latar depan berupa batu/pohon besar, tengah berupa petak sawah, belakang berupa gunung kabur).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup (exit ticket singkat): Murid menuliskan dalam 1-2 kalimat cara pelukis menciptakan kesan ruang/jarak jauh-dekat menggunakan unsur warna atau gelap-terang (acuan jawaban: objek yang jauh diberi warna lebih pudar/kebiruan dan kontras gelap-terang yang lebih lembut, sedangkan objek dekat diberi warna lebih pekat dan kontras gelap-terang yang tegas).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui kuis lisan identifikasi warna, gelap-terang, dan ruang
- Penilaian proses lembar kerja analisis mandiri unsur rupa lukisan pemandangan alam
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Unsur Warna pada Lukisan Pemandangan | Belum mampu mengidentifikasi warna dominan maupun nuansa warna pada lukisan pemandangan alam yang diamati. | Mampu mengidentifikasi 1 warna dominan tetapi belum mampu mengaitkannya dengan nuansa/suasana pemandangan. | Mampu menganalisis 2 palet warna dominan serta menguraikan nuansa/suasana yang dihasilkan pada lukisan pemandangan secara tepat. | Mampu menganalisis seluruh palet warna (dominan dan aksen) serta menguraikan gradasi dan perannya dalam membangun suasana lukisan secara tepat dan mendalam tanpa bantuan. | | Analisis Unsur Gelap-Terang pada Lukisan Pemandangan | Belum mampu mengenali area terang dan bayangan gelap pada objek lukisan pemandangan alam. | Mampu mengenali bagian terang dan gelap namun keliru menganalisis arah datangnya sumber cahaya atau letak bayangan utama. | Mampu menganalisis intensitas gelap-terang, menentukan arah sumber cahaya, dan menunjukkan letak bayangan utama pada objek lukisan secara tepat. | Mampu menganalisis gelap-terang secara rinci, termasuk bagaimana gradasi nilai cahaya membentuk volume objek pemandangan secara konsisten dan mandiri. | | Analisis Unsur Ruang pada Lukisan Pemandangan | Belum mampu membedakan kedalaman ilusi ruang (posisi dekat dan jauh) pada lukisan pemandangan alam. | Mampu membedakan objek depan dan belakang namun belum mampu membagi dan mengidentifikasi 3 zona ruang (foreground, middleground, background). | Mampu menganalisis unsur ruang dengan tepat membagi dan menguraikan objek pada latar depan, latar tengah, dan latar belakang. | Mampu menganalisis pembagian 3 zona ruang secara tepat serta menjelaskan bagaimana perbedaan ukuran dan kejelasan detail menciptakan ilusi kedalaman pemandangan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat peraga visual lukisan pemandangan karya maestro efektif membantu murid memahami konsep ilusi ruang dan gelap-terang?
- Apakah instruksi pada tabel lembar kerja analisis sudah cukup jelas memandu proses berpikir kritis murid secara mandiri?
- Langkah scaffolding apa yang perlu diperbaiki bagi murid yang masih kesulitan membedakan batas latar tengah dan latar belakang?
Murid:- Bagian mana dari unsur warna, gelap-terang, atau ruang yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu temukan pada lukisan pemandangan tadi?
- Bagaimana pemahaman tentang gelap-terang dan warna membantumu melihat pemandangan alam di sekitarmu dengan cara yang berbeda?
Pertemuan 3 — Menganalisis Prinsip Desain Keseimbangan dan Proporsi pada Lukisan Pemandangan Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan ruang kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menganalisis prinsip desain keseimbangan dan proporsi pada karya seni rupa lukisan pemandangan alam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid mengamati reproduksi lukisan pemandangan karya Wakidi dan menjawab 2 pertanyaan pemetaan pada kartu: (1) Apakah bobot visual sisi kanan dan kiri lukisan tampak seimbang? Jelaskan jenisnya (simetris/asimetris); (2) Bagaimana perbandingan ukuran antara figur manusia/sawah di depan dengan pegunungan di belakang? [Acuan: (1) Asimetris karena susunan objek bukit/pohon tidak identik tetapi bobot visualnya setara; (2) Proporsional/wajar di mana objek depan tampak lebih besar daripada gunung di kejauhan] (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati dua contoh lukisan pemandangan alam karya maestro Mooi Indie (karya Wakidi 'Ngarai Sianok' dan Abdullah Suriosubroto 'Pemandangan di Priangan') yang ditampilkan di layar/cetakan (7 menit).
- Guru memandu murid membedah konsep prinsip desain keseimbangan (keseimbangan simetris dan asimetris) serta proporsi (perbandingan ukuran antar-objek maupun objek terhadap keseluruhan bidang) melalui tanya jawab terbimbing (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Detektif Keseimbangan & Proporsi': setiap pasangan menerima 2 lembar gambar studi lukisan (Gambar A: pemandangan danau karya Basuki Abdullah; Gambar B: pemandangan sawah dan gunung karya Pirngadi) lalu menandai garis bagi tengah untuk membuktikan jenis keseimbangan serta mengukur perbandingan proporsi objek latar depan vs latar belakang (15 menit).
- Secara mandiri dalam Lembar Analisis Prinsip Desain, setiap murid menganalisis secara tertulis lukisan pemandangan 'Ngarai Sianok' karya Wakidi dengan menguraikan 2 aspek: (1) Jenis keseimbangan yang digunakan beserta buktinya pada penataan objek kiri dan kanan; (2) Hubungan proporsi antara tebing jurang di dekat pengamat dengan bukit di kejauhan [Acuan kunci analisis: (1) Keseimbangan asimetris; sisi kiri didominasi tebing batu besar yang diimbangi bidang lembah luas dan pepohonan bertingkat di sisi kanan; (2) Proporsi visual realistis/naturalis; tebing latar depan digambar berukuran monumental/besar dibanding bukit latar belakang yang tampak mengecil] (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk berpasangan saling menukar Lembar Analisis untuk memeriksa ketepatan identifikasi jenis keseimbangan dan ketepatan deskripsi perbandingan proporsi sesuai kunci acuan yang dipandu guru (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya peran prinsip keseimbangan dan proporsi dalam menyusun komposisi lukisan pemandangan alam (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja analisis murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar lukisan dengan garis bantu grid proporsi untuk murid yang membutuhkan scaffolding visual, serta lukisan tanpa garis bantu untuk murid yang siap mandiri.
- Proses: Memberikan pendampingan terfokus bagi murid yang masih kesulitan membedakan keseimbangan simetris dan asimetris, sedangkan murid mahir diberi tugas menganalisis proporsi atmosferik/skala jarak objek tambahan.
- Produk: Murid menuangkan hasil analisis dalam format tabel terstruktur atau paragraf deskriptif terperinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji diagnostik tertulis singkat berbasis 1 gambar lukisan pemandangan karya Wakidi: (1) Sebutkan jenis keseimbangan lukisan tersebut (simetris/asimetris) dan buktinya! (Acuan: Asimetris, karena komposisi tebing di sisi kiri tidak sama bentuknya dengan sisi kanan, tetapi bobot pandangannya seimbang); (2) Jelaskan hubungan proporsi ukuran antara objek sawah di depan dan bukit di kejauhan! (Acuan: Sawah di depan digambar lebih lebar/luas dibandingkan bukit di kejauhan yang tampak mengecil sesuai prinsip proporsi jarak).
Proses:- Penilaian unjuk kerja analisis mandiri pada Lembar Analisis Prinsip Desain (karya Wakidi 'Ngarai Sianok') dengan 2 indikator: (1) Ketepatan menganalisis jenis keseimbangan visual (acuan: asimetris, tebing besar kiri berimbang dengan hamparan lembah dan pepohonan kanan); (2) Ketepatan menganalisis proporsi ukuran objek (acuan: tebing depan berukuran besar dan dominan, bukit belakang berukuran lebih kecil proporsional).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui penarikan kesimpulan tertulis: murid menuliskan 1 bukti mengapa lukisan pemandangan tetap harmonis walaupun menggunakan keseimbangan asimetris (Acuan: Walaupun objek kanan dan kiri tidak identik, penataan massa, detail, dan area kosong menciptakan bobot pandang visual yang setara).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui 2 butir pertanyaan pengamatan komposisi lukisan pemandangan.
- Asesmen proses berupa pengamatan pengerjaan LKPD 'Detektif Keseimbangan & Proporsi' dan Lembar Analisis Mandiri terhadap karya lukisan Wakidi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Prinsip Keseimbangan pada Lukisan Pemandangan | Belum mampu menentukan jenis keseimbangan visual (simetris/asimetris) dan belum mampu menunjukkan bukti penataan objek kiri-kanan pada lukisan. | Mampu menentukan jenis keseimbangan visual (asimetris) namun belum tepat menunjukkan bukti penataan objek kiri dan kanan lukisan sesuai acuan. | Mampu menentukan jenis keseimbangan visual (asimetris) dan menunjukkan bukti penataan objek tebing di kiri dan lembah di kanan secara tepat sesuai acuan dengan bantuan guru. | Mampu menganalisis jenis keseimbangan visual (asimetris) serta menjelaskan pembagian bobot visual tebing kiri dan lembah kanan secara tepat dan mandiri sesuai acuan. | | Menganalisis Prinsip Proporsi pada Lukisan Pemandangan | Belum mampu mengidentifikasi perbandingan ukuran antar-objek (depan vs belakang) pada lukisan pemandangan. | Mampu menyebutkan perbedaan ukuran objek tetapi belum tepat menganalisis hubungan proporsional antara objek latar depan dan latar belakang. | Mampu menganalisis proporsi perbandingan ukuran tebing latar depan yang lebih besar terhadap bukit latar belakang yang mengecil secara tepat sesuai acuan. | Mampu menganalisis prinsip proporsi perbandingan ukuran objek latar depan, tengah, dan belakang secara menyeluruh, tepat, dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar reproduksi maestro Mooi Indie efektif membantu murid memahami perbedaan keseimbangan simetris dan asimetris?
- Bagian mana dari langkah analisis proporsi yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Apa yang menjadi petunjuk utama bagimu dalam menentukan bahwa sebuah lukisan pemandangan menggunakan keseimbangan asimetris?
- Bagaimana kamu mengetahui apakah ukuran sebuah objek dalam lukisan pemandangan sudah digambar dengan proporsi yang wajar?
Pertemuan 4 — Menganalisis Prinsip Desain Ritme dan Pusat Perhatian pada Lukisan Pemandangan Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran di kelas (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis penerapan prinsip desain ritme (irama) dan pusat perhatian (center of interest/fokus) pada lukisan pemandangan alam (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan pemantik visual dengan menayangkan cuplikan gambar pemandangan: (1) 'Objek apa yang menjadi pusat perhatian utama saat pertama kali melihat gambar?' (acuan: objek tunggal paling mencolok/kontras/berada di area fokus, misalnya pohon beringin besar di tengah padang rumput), (2) 'Pola pengulangan apa yang menciptakan irama/ritme pada gambar?' (acuan: repetisi bentuk atau garis berulang secara teratur, seperti jajaran pepohonan atau lekukan gelombang bertingkat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru memandu murid mengamati tayangan reproduksi karya lukisan pemandangan alam (misalnya karya pemandangan sawah dan gunung karya Basuki Abdullah) untuk membedah prinsip ritme (pengulangan teratur elemen visual seperti garis pematang sawah, kontur bukit, atau deretan pepohonan) dan pusat perhatian (area kontras pencahayaan, ukuran objek dominan, atau penempatan figur/pohon utama) secara sadar dan cermat (10 menit).
- Guru mengadakan permainan interaktif cepat 'Detektif Titik Fokus dan Irama' secara berpasangan: setiap meja mengamati 2 gambar lukisan pemandangan di layar proyektor lalu menandai secepat mungkin dengan kartu penunjuk letak pusat perhatian dan pola ritmenya (kunci visual gambar 1: pusat perhatian ada pada rumah di lereng bukit karena kontras warna cerah, ritme terbentuk dari undakan terasering sawah; kunci visual gambar 2: pusat perhatian pada matahari terbit di celah dua bukit karena cahaya paling terang, ritme terbentuk dari susunan ombak pantai yang mengalir berulang) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain yang memuat sebuah reproduksi lukisan pemandangan alam bertema 'Lembah dan Aliran Sungai'. Lembar kerja menuntut murid menganalisis 2 prinsip desain: (a) Prinsip Ritme/Irama (mengidentifikasi objek berulang yang membentuk keteraturan visual dan alur gerak mata) dan (b) Prinsip Pusat Perhatian (mengidentifikasi objek yang menjadi fokus utama serta cara pelukis menonjolkannya lewat perbedaan kontras gelap-terang atau skala ukuran) (5 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan analisis pada lembar kerja tersebut dengan menguraikan bukti visual konkret dari lukisan (acuan analisis: untuk Ritme, tepat mengidentifikasi pengulangan batu-batu kali dan lekukan arus air yang mengalir berulang dari latar belakang ke depan; untuk Pusat Perhatian, tepat mengidentifikasi air terjun putih di tengah tebing sebagai fokus utama karena kontras nilai cahaya paling terang di antara batuan gelap) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru melakukan pencocokan silang dan verifikasi mandiri atas temuan analisis ritme dan pusat perhatian dengan mencocokkan pada acuan kunci analisis yang dibahas bersama (10 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi kesadaran analitis pada lembar kerja mengenai bagaimana prinsip ritme dan pusat perhatian saling mendukung sehingga lukisan pemandangan terlihat dinamis dan tidak membosankan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan materi mengenai pentingnya prinsip ritme untuk mengarahkan pandangan dan prinsip pusat perhatian sebagai jangkar fokus pengamat pada karya pemandangan alam (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas ketelitian analisis murid dan menyampaikan salam penutup tanpa rangkuman bab karena materi berlanjut ke pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lukisan pemandangan dengan penanda visual garis pandu (visual cue) untuk murid yang memerlukan dukungan persepsi ruang, serta gambar karya maestro dengan ritme kompleks (seperti terasering bertingkat rumit) untuk murid yang berpikiran analitis cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemandu bertahap (scaffolding) untuk menemukan repetisi bentuk sebelum menentukan ritme; murid mahir diminta menganalisis keterkaitan arah ritme garis terhadap letak pusat perhatian.
- Produk: Analisis dituangkan melalui lembar kerja terstruktur; murid yang membutuhkan dukungan dapat melengkapi diagram identifikasi visual berstruktur, sedangkan murid mahir menguraikan analisis deskriptif rinci mengenai hubungan keterpaduan ritme dan pusat perhatian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan 2 pertanyaan: (1) Menyebutkan objek pusat perhatian utama pada gambar stimulus (acuan: menunjuk objek dominan berkontras tinggi/pohon beringin besar), (2) Menyebutkan pola pengulangan objek yang membentuk irama (acuan: menunjuk deretan pepohonan atau lekukan gelombang teratur).
Proses:- Pengamatan langsung dan pemeriksaan ketepatan lembar kerja analisis mandiri: (1) Ketepatan analisis prinsip ritme (acuan: menemukan pengulangan objek bebatuan kali dan kelokan aliran sungai dari latar belakang ke latar depan), (2) Ketepatan analisis prinsip pusat perhatian (acuan: menemukan air terjun di tebing tengah sebagai fokus utama karena kontras pencahayaan paling terang di antara warna tebing batuan gelap).
Akhir Pertemuan:- Verifikasi pemahaman di tahap merefleksi melalui pengecekan isian Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain terhadap 2 kriteria: (1) Ketepatan objek dan penjelasan pembentuk ritme (acuan: repetisi batu kali dan lekuk arus air mengalir), (2) Ketepatan objek dan penjelasan pembentuk pusat perhatian (acuan: air terjun putih kontras terang).
Formatif:- Penilaian proses melalui Lembar Kerja Analisis Prinsip Desain (analisis prinsip ritme dan prinsip pusat perhatian pada lukisan pemandangan alam).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Prinsip Desain Ritme pada Lukisan Pemandangan Alam | Belum mampu mengidentifikasi objek berulang yang membentuk pola ritme pada lukisan pemandangan alam. | Mampu mengidentifikasi sebagian objek berulang (misalnya hanya menyebut batu kali), namun belum mampu menganalisis pola keteraturan/alurnya dalam membentuk ritme visual. | Mampu menganalisis prinsip desain ritme secara tepat dengan mengidentifikasi objek berulang (batu kali dan lekukan arus air) serta alur pengulangannya dari latar belakang ke depan. | Mampu menganalisis prinsip desain ritme secara komprehensif, tepat, dan mandiri dengan menguraikan bagaimana variasi ukuran pada pengulangan objek (batu kali dan arus air) menciptakan efek dinamika gerak mata secara harmonis. | | Analisis Prinsip Desain Pusat Perhatian pada Lukisan Pemandangan Alam | Belum mampu menentukan letak objek yang menjadi pusat perhatian (center of interest) pada lukisan pemandangan alam. | Mampu menunjuk objek utama pada lukisan (air terjun), namun belum mampu menganalisis faktor visual yang menjadikannya pusat perhatian. | Mampu menganalisis prinsip pusat perhatian secara tepat dengan menunjuk air terjun serta menjelaskan faktor penonjolannya (kontras nilai terang terhadap tebing yang gelap). | Mampu menganalisis prinsip pusat perhatian secara mendalam dan mandiri dengan menjelaskan perpaduan kontras pencahayaan, penempatan posisi objek air terjun, serta bagaimana ritme elemen sekitarnya sengaja mengarahkan pandangan langsung ke titik fokus tersebut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi visual dan stimulus lukisan pemandangan alam mampu memandu murid mengenali ritme dan pusat perhatian secara konkret?
- Bagaimana keterlibatan murid selama tahap analisis mandiri berlangsung, apakah ada aspek prinsip desain yang masih sering tertukar?
Murid:- Apa tanda paling jelas yang memudahkanmu menemukan pusat perhatian dalam sebuah lukisan pemandangan alam?
- Bagaimana kamu melacak alur ritme (irama visual) yang dihadirkan pelukis melalui pengulangan bentuk atau garis pada lukisan?
Pertemuan 5 — Membandingkan Unsur Rupa Garis dan Warna pada Dua Lukisan Pemandangan Alam Menggunakan Kosakata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.3 Membandingkan unsur rupa karya seni rupa lukisan pemandangan alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu membandingkan unsur rupa garis dan warna pada dua lukisan pemandangan alam menggunakan kosakata seni rupa (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar cuplikan garis dan 2 warna dasar, meminta murid mencocokkan kosakata seni rupa yang tepat secara lisan: (1) garis lurus mendatar/cakrawala -> garis horizontal, (2) garis meliuk aliran sungai -> garis lengkung/organik, (3) warna hijau-biru -> warna dingin, (4) warna jingga-kuning matahari terbit -> warna hangat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati dua karya lukisan pemandangan alam karya maestro Indonesia: Karya A (Lukisan Ngarai Sianok karya Wakidi, menampilkan garis horizontal lembut pegunungan dan palet warna dingin/alami hijau-kebiruan) dan Karya B (Lukisan Pantai Flores karya Basuki Abdullah, menampilkan garis lengkung dinamis ombak laut serta palet warna hangat-kontras jingga keemasan saat senja) (10 menit).
- Guru memandu murid membedah kosakata seni rupa khusus untuk unsur garis (horizontal, vertikal, diagonal, lengkung, tegas, lembut) dan unsur warna (warna hangat, warna dingin, monokromatik, komplementer, analogus, cerah, kusam) yang relevan untuk mendeskripsikan kedua karya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui aktivitas berpasangan yang menyenangkan 'Tantangan Detektif Garis & Warna', murid menerima lembar kerja pembanding untuk menganalisis 4 aspek komparasi konkret antara Karya A dan Karya B: (1) jenis karakter garis dominan, (2) kesan gerak dari garis, (3) skema kelompok warna dominan, dan (4) intensitas/suasana warna yang ditimbulkan (20 menit).
- Setiap murid menuliskan hasil perbandingan pada tabel komparasi menggunakan kosakata seni rupa baku dengan acuan kunci: Karya A dominan garis horizontal-lembut dan warna dingin (hijau/biru/kelabu) bernuansa teduh; sedangkan Karya B dominan garis lengkung-dinamis/tegas dan warna hangat (jingga/kuning/merah bata) bernuansa semarak/dramatis (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan menukar lembar kerja dan saling memeriksa ketepatan penggunaan minimal 4 kosakata seni rupa yang dipakai untuk membandingkan unsur garis dan warna kedua lukisan berdasarkan rubrik acuan perbandingan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap temuan komparasi murid, menggarisbawahi bahwa perbedaan pilihan karakter garis dan palet warna secara langsung membedakan suasana pemandangan yang disampaikan oleh pelukis (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara membandingkan unsur garis dan warna pada lukisan pemandangan alam dengan kosakata rupa yang tepat (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan menutup pembelajaran dengan salam serta doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan glosarium kosakata seni rupa (garis horizontal, lengkung, warna hangat, warna dingin); murid yang mahir diberikan tantangan menganalisis saturasi serta kontras warna komplementer pada kedua lukisan.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap dibimbing guru dalam mengidentifikasi kontras warna secara langsung pada visual lukisan, sementara murid mahir langsung menyusun komparasi 4 aspek secara mandiri.
- Produk: Tabel perbandingan dapat diisi dalam bentuk poin perbandingan terstruktur atau uraian paragraf komparatif dengan tetap menyertakan minimal 4 kosakata seni rupa baku.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasikal mengenali 4 istilah seni rupa: (1) Garis batas cakrawala -> Garis horizontal; (2) Garis liukan sungai -> Garis lengkung/organik; (3) Warna dominan biru/hijau -> Warna dingin; (4) Warna dominan jingga/merah matahari terbenam -> Warna hangat. Acuan penilaian: murid mampu mengidentifikasi minimal 2 dari 4 istilah dengan tepat.
Proses:- Observasi formatif selama kegiatan pengerjaan lembar kerja 'Tantangan Detektif Garis & Warna': memeriksa ketepatan murid membandingkan karakter garis (horizontal vs lengkung dinamis) dan kelompok warna (warna dingin vs warna hangat) pada Karya A (Ngarai Sianok - Wakidi) dan Karya B (Pantai Flores - Basuki Abdullah).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar kerja komparasi 4 butir aspek perbandingan unsur rupa: (1) Karakter garis Karya A (garis horizontal/lembut) vs Karya B (garis lengkung/tegas); (2) Kesan gerak garis Karya A (statis/tenang) vs Karya B (dinamis/bergerak); (3) Kelompok warna Karya A (warna dingin: hijau/biru) vs Karya B (warna hangat: jingga/kuning); (4) Suasana warna Karya A (teduh/sejuk) vs Karya B (dramatis/hangat). Acuan ketercapaian: murid tepat menuliskan minimal 3 dari 4 aspek perbandingan menggunakan kosakata rupa yang tepat.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian lembar kerja pembandingan unsur garis dan warna pada dua lukisan pemandangan alam menggunakan kosakata seni rupa baku.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan Unsur Garis dengan Kosakata Seni Rupa | Belum mampu membandingkan unsur garis pada kedua lukisan atau hanya menyebutkan perbedaan visual umum tanpa menggunakan kosakata seni rupa (misal: hanya menyebut lurus atau miring). | Mampu membandingkan unsur garis pada kedua lukisan namun hanya tepat pada 1 indikator (karakter garis saja atau kesan gerak saja), serta penggunaan kosakata seni rupa masih terbatas. | Mampu membandingkan unsur garis pada kedua lukisan secara tepat mencakup 2 indikator (karakter garis: horizontal/lengkung dan kesan gerak: tenang/dinamis) menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai secara mandiri. | Mampu membandingkan unsur garis pada kedua lukisan secara tepat dan rinci pada 2 indikator serta menguraikan variasi ketebalan/kelembutan garis pada kedua karya menggunakan kosakata seni rupa baku secara konsisten. | | Membandingkan Unsur Warna dengan Kosakata Seni Rupa | Belum mampu membandingkan unsur warna pada kedua lukisan atau hanya menyebutkan nama warna dasar tanpa kosakata seni rupa rujukan kelompok warna. | Mampu membandingkan unsur warna pada kedua lukisan namun hanya tepat pada 1 indikator (kelompok warna saja atau suasana warna saja) dengan kosakata seni rupa yang masih terbatas. | Mampu membandingkan unsur warna pada kedua lukisan secara tepat mencakup 2 indikator (kelompok warna: hangat/dingin dan suasana warna: sejuk/dramatis) menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai secara mandiri. | Mampu membandingkan unsur warna pada kedua lukisan secara tepat dan rinci pada 2 indikator serta mengidentifikasi perbedaan intensitas warna atau kontras warna pada kedua karya menggunakan kosakata seni rupa baku secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media dua lukisan maestro Indonesia membantu murid memahami perbandingan unsur rupa garis dan warna secara konkret?
- Bagian mana dari kosakata seni rupa yang masih sering tertukar oleh murid saat menuliskan perbandingan karya?
Murid:- Kosakata seni rupa baru apa saja tentang garis dan warna yang berhasil saya gunakan untuk membandingkan lukisan hari ini?
- Perbedaan unsur garis dan warna manakah yang paling mudah dan paling sulit saya temukan antara kedua lukisan pemandangan tersebut?
Pertemuan 6 — Membandingkan Unsur Rupa Ruang dan Gelap-Terang pada Dua Lukisan Pemandangan Alam Menggunakan Kosakata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.3 Membandingkan unsur rupa karya seni rupa lukisan pemandangan alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu membandingkan unsur rupa ruang dan gelap-terang pada dua lukisan pemandangan alam (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menayangkan dua gambar lanskap sederhana (Gambar X: lanskap datar tanpa bayangan; Gambar Y: pemandangan dengan gradasi bayangan dan garis horizon berundak) lalu meminta murid menuliskan perbedaan kedalaman dan pencahayaannya (acuan: Gambar X datar/ruang semu dangkal & gelap-terang minim; Gambar Y memiliki kedalaman/ruang nyata lewat perspektif atmosferik & kontras gelap-terang jelas) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid secara berpasangan mencermati panduan kosakata seni rupa untuk unsur ruang (latar depan/foreground, latar tengah/middleground, latar belakang/background, perspektif) dan gelap-terang (gradasi, kontras, highlight/pencahayaan, bayangan/shadow) yang disajikan guru di papan tulis (10 menit).
- Guru memodelkan perbandingan unsur ruang dan gelap-terang pada contoh karya lukisan pemandangan alam dengan mendemonstrasikan cara menemukan perbedaan kedalaman ruang dan teknik pencahayaan menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan tantangan 'Detektif Komparasi Rupa': menganalisis dan membandingkan unsur rupa ruang dan gelap-terang pada 2 lukisan reproduksi maestro pemandangan Indonesia, yaitu Lukisan A (karya Wakidi: 'Ngarai Sianok' yang menonjolkan perspektif atmosferik berkabut dan gradasi halus) dan Lukisan B (karya Basuki Abdullah: pemandangan pantai/gunung dengan kontras cahaya matahari dramatis dan batas latar yang tegas) (25 menit).
- Setiap pasangan mengisi Lembar Kerja Komparasi yang memuat 4 aspek perbandingan terarah: (1) teknik penggambaran ruang/kedalaman, (2) pembagian bidang latar (depan, tengah, belakang), (3) intensitas kontras gelap-terang, dan (4) sumber serta efek pencahayaan pada objek lukisan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya menukarkan Lembar Kerja Komparasi dengan pasangan di sebelahnya untuk saling memeriksa ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa (misal: perspektif, latar depan, latar belakang, kontras, gradasi, highlight) berdasarkan acuan analisis kelas (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan perbedaan teknik penciptaan ruang dan gelap-terang antara kedua lukisan yang dipelajari serta mengaitkan fungsi kosakata seni rupa dalam menjelaskan karya seni (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar hari ini, menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam tanpa memberikan tugas rangkuman akhir bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu glosarium kosa kata seni rupa bergambar (definisi visual latar depan, latar belakang, gradasi, kontras), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan lukisan pembanding dengan komposisi ruang multi-fokus yang lebih kompleks.
- Proses: Scaffolding bertahap: murid yang membutuhkan bantuan dipandu menemukan satu per satu kontras gelap-terang terlebih dahulu sebelum ruang, sedangkan murid yang mandiri langsung membandingkan keterkaitan antara pencahayaan dan pembentukan ilusi ruang.
- Produk: Format lembar perbandingan dapat berupa tabel isian berpandu (scaffolded) untuk murid yang butuh bantuan atau analisis komparasi berbentuk matriks naratif komprehensif bagi murid yang cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik awal: Murid mengamati Gambar X (pemandangan ilustratif datar tanpa bayangan) dan Gambar Y (lukisan pemandangan dengan gradasi bayangan dan garis horizon). Murid menjawab 2 pertanyaan pemetaan: (1) Gambar mana yang memberikan ilusi jarak lebih jauh dan apa alasannya? (acuan: Gambar Y, karena ada pengecilan objek di latar belakang dan garis horizon); (2) Bagaimana perbedaan pencahayaan pada kedua gambar? (acuan: Gambar X pencahayaan merata/tanpa bayangan, Gambar Y ada perbedaan bagian terang dan gelap yang membentuk bayangan).
Proses:- Formatif proses: Penilaian Lembar Kerja Komparasi Rupa pada Lukisan A (Wakidi) dan Lukisan B (Basuki Abdullah). Acuan kunci perbandingan yang dinilai mencakup 4 aspek: (1) Ruang/Kedalaman (Lukisan A menggunakan perspektif atmosferik dengan warna memudar di kejauhan; Lukisan B menggunakan perspektif linier dengan skala ukuran objek latar depan besar dan latar belakang mengecil jelas); (2) Pembagian Bidang Latar (keduanya memiliki latar depan, tengah, dan belakang yang teridentifikasi); (3) Kontras Gelap-Terang (Lukisan A memiliki kontras lembut dengan gradasi halus berkabut; Lukisan B memiliki kontras kuat antara bayangan tebal dan sorotan cahaya); (4) Efek Pencahayaan (Lukisan A pencahayaan baur/difus pagi hari; Lukisan B pencahayaan dramatis terarah/directional light).
Akhir Pertemuan:- Cek Pemahaman Akhir: Murid menuliskan satu kalimat perbandingan yang memuat minimal 2 kosakata seni rupa terkait ruang dan gelap-terang berdasarkan dua lukisan yang telah dibandingkan (kriteria penerimaan: kalimat membandingkan secara tepat Lukisan A dan Lukisan B dengan menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa dari daftar: ruang, latar depan, latar belakang, perspektif, gelap-terang, gradasi, kontras, atau bayangan secara bermakna).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi perbedaan kedalaman dan pencahayaan pada 2 gambar lanskap uji.
- Asesmen formatif proses: observasi pengerjaan Lembar Kerja Komparasi Rupa (unsur ruang dan gelap-terang) serta pemeriksaan penggunaan kosakata seni rupa yang tepat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perbandingan Unsur Ruang | Belum mampu membandingkan unsur ruang pada kedua lukisan atau hanya menyebutkan objek pemandangan tanpa membahas ilusi kedalaman/latar. | Mampu membandingkan unsur ruang pada kedua lukisan tetapi hanya mengidentifikasi 1 bidang latar (misal hanya latar depan) dan belum memakai kosa kata seni rupa yang sesuai. | Mampu membandingkan unsur ruang pada kedua lukisan dengan tepat (mencakup pembagian latar depan, latar tengah, dan latar belakang serta teknik perspektif) menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai secara mandiri. | Mampu membandingkan unsur ruang pada kedua lukisan secara tepat dan mendalam (mencakup seluruh bidang latar serta membedakan secara rinci antara perspektif atmosferik dan linier) menggunakan kosa kata seni rupa yang baku dan kontekstual. | | Perbandingan Unsur Gelap-Terang | Belum mampu membandingkan gelap-terang pada kedua lukisan atau hanya menyebutkan warna terang/gelap tanpa menunjukkan letak pencahayaan. | Mampu membandingkan gelap-terang pada kedua lukisan secara sederhana tetapi belum membedakan tingkatan kontras atau gradasi secara tepat. | Mampu membandingkan unsur gelap-terang pada kedua lukisan dengan tepat mencakup perbedaan kontras, gradasi, dan bayangan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | Mampu membandingkan unsur gelap-terang pada kedua lukisan secara tepat dan mendalam, mencakup analisis intensitas kontras, gradasi bayangan, serta efek arah sumber cahaya terhadap kedalaman objek menggunakan kosa kata seni rupa yang baku dan variatif. | | Ketepatan Penggunaan Kosakata Seni Rupa | Tidak menggunakan kosa kata seni rupa dalam komparasi atau menggunakan istilah sehari-hari yang keliru maknanya. | Menggunakan 1-2 kosa kata seni rupa terkait ruang dan gelap-terang namun masih terdapat kerancuan dalam penempatannya. | Menggunakan minimal 3-4 kosa kata seni rupa (seperti latar depan, latar belakang, perspektif, gradasi, kontras) secara tepat sesuai konteks perbandingan karya. | Menggunakan seluruh kosa kata seni rupa esensial (perspektif, latar depan/tengah/belakang, kontras, gradasi, highlight/bayangan) secara konsisten, runtut, dan tepat makna dalam seluruh deskripsi perbandingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan dua lukisan pemandangan maestro Indonesia cukup kontras untuk membantu murid membandingkan ruang dan gelap-terang dengan jelas?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas 'Detektif Komparasi Rupa' secara berpasangan, apakah memicu pemahaman yang mendalam tentang kosakata seni rupa?
Murid:- Bagian mana dari lukisan yang paling memudahkanmu melihat perbedaan ruang kedalaman dan gelap-terang?
- Kosakata seni rupa baru apa yang paling membantumu menjelaskan keindahan lukisan pemandangan hari ini?
Pertemuan 7 — Membandingkan Prinsip Desain Keseimbangan, Proporsi, dan Pusat Perhatian pada Dua Lukisan Pemandangan Alam Menggunakan Kosakata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.4 Membandingkan prinsip desain karya seni rupa lukisan pemandangan alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan yaitu membandingkan prinsip desain keseimbangan, proporsi, dan pusat perhatian pada dua lukisan pemandangan alam (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menjodohkan 3 kartu definisi prinsip desain dengan istilah yang tepat di papan tulis: Kartu 1: 'Penyusunan beban visual antar-sisi bidang gambar' (kunci: keseimbangan); Kartu 2: 'Perbandingan ukuran relatif antar-objek' (kunci: proporsi); Kartu 3: 'Area visual utama yang pertama kali memikat pandangan' (kunci: pusat perhatian/center of interest) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati dua lukisan pemandangan alam yang ditampilkan berdampingan: Karya A (pemandangan pegunungan dan danau dengan komposisi asimetris, pohon besar di tepi kiri, dan gunung megah di kejauhan) serta Karya B (pemandangan sawah dan jalan desa dengan komposisi simetris sentral mengarah ke gunung di tengah) (10 menit).
- Murid mencermati panduan kosakata seni rupa untuk perbandingan: Keseimbangan (simetris, asimetris, radial, pembagian bobot visual), Proporsi (perbandingan ukuran foreground-middleground-background, skala realistis, distorsi ukuran), dan Pusat Perhatian/Center of Interest (kontras nilai gelap-terang, titik temu garis konvergen, aksen warna, isolasi objek) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan aktivitas permainan berpasangan 'Tantangan Detektif Komposisi': setiap pasangan menerima Lembar Perbandingan berisi 3 parameter analisis untuk Karya A dan Karya B dan saling berlomba melengkapi analisis perbandingan prinsip desain dengan kosakata seni rupa yang tepat (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Perbandingan Prinsip Desain dengan menuliskan uraian komparatif pada ketiga parameter: (1) Keseimbangan (Karya A menggunakan keseimbangan asimetris dengan bobot pohon di kiri diimbangi danau dan gunung di kanan; Karya B menggunakan keseimbangan simetris formal dengan jalan membelah bidang di tengah), (2) Proporsi (Karya A menampilkan perbandingan ukuran dramatis antara pohon depan yang sangat besar dan gunung latar belakang; Karya B menampilkan proporsi ukuran gubuk dan pematang sawah yang mengecil gradual secara wajar), dan (3) Pusat Perhatian (Karya A mengarahkan fokus ke puncak gunung melalui kontras cahaya; Karya B menempatkan pusat perhatian pada tikungan jalan di tengah sawah menggunakan garis konvergen) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan verifikasi mandiri terhadap lembar kerja masing-masing berdasarkan kunci panduan deskripsi komparatif prinsip desain yang dibacakan oleh guru untuk melihat ketepatan penerapan kosakata seni rupa (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara membandingkan prinsip desain keseimbangan, proporsi, dan pusat perhatian menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pemakaian kosakata seni rupa murid serta menyampaikan gambaran umum bahwa pertemuan berikutnya adalah sesi asesmen sumatif untuk menguji capaian seluruh materi Bab 5 (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu glosarium kosakata prinsip desain bagi murid yang membutuhkan pengingat definisi istilah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa tabel perbandingan terstruktur dengan petunjuk pemantik; murid yang telah mahir diminta membandingkan gradasi perbandingan ukuran proporsi secara lebih mendalam.
- Produk: Uraian perbandingan disajikan dalam tabel komparatif 3 kolom (Parameter Prinsip - Lukisan A - Lukisan B) dengan kriteria isi yang seragam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menjodohkan 3 kartu definisi prinsip desain dengan istilah yang benar: (1) 'Penyusunan beban visual antar-sisi bidang gambar' -> Keseimbangan; (2) 'Perbandingan ukuran relatif antar-objek' -> Proporsi; (3) 'Area visual utama yang pertama kali memikat pandangan' -> Pusat Perhatian. Kriteria: Menjodohkan minimal 2 dari 3 pasangan dengan tepat.
Proses:- Observasi pengerjaan Lembar Perbandingan dan verifikasi lembar kerja murid yang mencakup 3 aspek perbandingan: (1) Keseimbangan: identifikasi asimetris pada Karya A dan simetris pada Karya B; (2) Proporsi: perbandingan skala ukuran foreground vs background pada kedua karya; (3) Pusat Perhatian: identifikasi letak focal point dan teknik pembuatannya (kontras cahaya pada Karya A vs garis konvergen pada Karya B).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir perbandingan ringkas): Menuliskan 1 perbedaan utama penerapan keseimbangan dan 1 perbedaan pusat perhatian antara Karya A dan Karya B menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (Kunci acuan: Keseimbangan Karya A asimetris/informal sedangkan Karya B simetris/formal; Pusat perhatian Karya A adalah puncak gunung yang kontras sedangkan Karya B adalah jalan sawah di tengah bidang).
Formatif:- Pemeriksaan Lembar Perbandingan Prinsip Desain pada dua lukisan pemandangan alam (Karya A dan Karya B) dengan fokus ketepatan perbandingan pada aspek keseimbangan, proporsi, dan pusat perhatian menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perbandingan Prinsip Keseimbangan | Belum mampu membandingkan keseimbangan kedua karya atau hanya menyebutkan gambar tanpa kosakata seni rupa. | Membandingkan keseimbangan kedua karya secara parsial (hanya tepat pada salah satu karya, misal menyebut Karya B simetris tetapi keliru mengidentifikasi Karya A). | Mampu membandingkan prinsip keseimbangan kedua karya secara tepat dengan kosakata seni rupa (Karya A asimetris dan Karya B simetris) beserta penjelasan pembagian bobot visualnya. | Mampu membandingkan prinsip keseimbangan kedua karya secara komprehensif, tepat, dan rinci menguraikan bagaimana elemen penyusun visual di kedua sisi menghasilkan keseimbangan asimetris (Karya A) dan simetris (Karya B). | | Perbandingan Prinsip Proporsi | Belum mampu membandingkan proporsi ukuran objek pada kedua karya seni rupa. | Menyebutkan perbandingan ukuran objek pada kedua karya namun belum menggunakan kosakata proporsi atau relasi skala spasial (foreground-middleground-background). | Mampu membandingkan proporsi ukuran antar-objek pada kedua karya secara tepat (perbandingan dramatis pohon-gunung pada Karya A vs skala gradual pematang sawah pada Karya B). | Mampu membandingkan proporsi ukuran objek pada kedua karya dengan sangat mendalam menggunakan kosakata skala, perbandingan relatif, dan keterkaitannya dengan ilusi kedalaman ruang visual. | | Perbandingan Prinsip Pusat Perhatian | Belum mampu mengidentifikasi dan membandingkan pusat perhatian (focal point) pada kedua lukisan pemandangan alam. | Mampu menunjukkan letak pusat perhatian pada kedua karya tetapi belum membandingkan teknik penciptaannya (kontras cahaya vs garis konvergen). | Mampu membandingkan pusat perhatian pada kedua karya secara tepat, mencakup lokasi objek utama dan teknik pembentukannya (kontras pada Karya A vs garis konvergen jalan pada Karya B). | Mampu membandingkan pusat perhatian kedua karya secara kritis dan mendalam, menguraikan bagaimana kontras, penempatan objek, dan arah pandang berinteraksi membentuk daya tarik utama. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu membedakan keseimbangan simetris dan asimetris serta menemukan pusat perhatian pada karya lukisan pemandangan alam?
- Bagian penjelasan mana yang memerlukan perbaikan terkait penggunaan kosakata seni rupa proporsi dan skala visual?
Murid:- Kosakata seni rupa baru apa saja yang berhasil saya gunakan saat membandingkan prinsip desain pada kedua lukisan pemandangan alam hari ini?
- Prinsip desain mana di antara keseimbangan, proporsi, dan pusat perhatian yang paling mudah atau paling menantang untuk saya bandingkan?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.5.1 Menganalisis unsur rupa dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
- TP 8.5.2 Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam
- TP 8.5.3 Membandingkan unsur rupa karya seni rupa lukisan pemandangan alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- TP 8.5.4 Membandingkan prinsip desain karya seni rupa lukisan pemandangan alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan agenda pertemuan ke-8 sebagai asesmen sumatif bab yang mengintegrasikan tugas tertulis analisis-komparasi dan presentasi lisan singkat (2 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif: seluruh murid serentak mengerjakan lembar kerja analisis tertulis secara mandiri selama 38 menit, sementara secara paralel guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk giliran unjuk kerja lisan perbandingan unsur rupa dengan durasi 1,5 menit per murid (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis berisi dua reproduksi lukisan pemandangan alam Indonesia: Karya A ('Pemandangan Gunung dan Sawah' karya Basuki Abdullah) dan Karya B ('Ngarai Sianok' karya Wakidi), lalu membacakan petunjuk pengerjaan kolom analisis unsur rupa, prinsip desain, dan tabel komparasi prinsip desain (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis: (1) Menganalisis 5 unsur rupa [garis, warna, bidang, ruang, gelap-terang] pada Karya A dan Karya B; (2) Menganalisis 4 prinsip desain [keseimbangan, proporsi, ritme, pusat perhatian] pada kedua karya; (3) Mengisi tabel perbandingan prinsip desain antara Karya A dan Karya B menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat [keseimbangan asimetris/simetris, proporsi idealis/alamiah, ritme repetisi/gelombang, focal point kontras pencahayaan/ukuran] (35 menit).
- Secara paralel dan bergantian berurutan, tiap murid dipanggil ke meja guru untuk melaksanakan unjuk kerja lisan berdurasi 1,5 menit (total 28 murid = 42 menit): membandingkan secara langsung 2 unsur rupa (garis dan warna) antara Karya A dan Karya B menggunakan istilah seni rupa yang tepat [misal: garis kontur lembut vs tegas, gradasi warna analogus vs kontras monokromatik] di hadapan guru sesuai rubrik (32 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh isian lembar asesmen tertulis sebelum dikumpulkan ke meja guru, memastikan seluruh 5 unsur rupa dan 4 prinsip desain serta tabel komparasi telah terjawab lengkap dan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis murid dan memastikan 28 murid telah selesai menjalani unjuk kerja lisan (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian murid sepanjang asesmen sumatif serta menutup pembelajaran Bab 5 dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format materi visual cetak beresolusi tinggi dengan kontras yang jelas bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah objek lukisan yang diuji.
- Proses: Pemberian urutan giliran unjuk kerja lisan di awal sesi bagi murid yang membutuhkan jeda konsentrasi lebih panjang, tanpa mengubah durasi (1,5 menit) dan tanpa mengubah rubrik penilaian.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena merupakan sesi asesmen sumatif baku sesuai acuan ATP.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penugasan tertulis dan unjuk kerja lisan terpadu: lembar komparasi analisis unsur rupa dan prinsip desain dua lukisan pemandangan alam serta rekaman/penilaian presentasi lisan singkat perbandingan unsur rupa karya menggunakan kosakata seni rupa
- penugasan tertulis mandiri serentak: lembar kerja analisis dan tabel komparasi berisi identifikasi unsur rupa (garis, warna, bidang, ruang, gelap-terang), prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme, pusat perhatian), serta perbandingan prinsip desain pada dua lukisan pemandangan alam dengan istilah seni rupa yang tepat (38 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tertulis dan pedoman penskoran analisis karya seni rupa)
- unjuk kerja lisan individual secara rotasi bergantian: presentasi lisan perbandingan unsur rupa dua karya lukisan pemandangan alam berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat penuh satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan (ketepatan istilah seni rupa, ketajaman komparasi unsur rupa, kejelasan artikulasi))
Sumatif:- penugasan tertulis dan unjuk kerja lisan terpadu: lembar komparasi analisis unsur rupa dan prinsip desain dua lukisan pemandangan alam serta rekaman/penilaian presentasi lisan singkat perbandingan unsur rupa karya menggunakan kosakata seni rupa
- penugasan tertulis mandiri serentak: lembar kerja analisis dan tabel komparasi berisi identifikasi unsur rupa (garis, warna, bidang, ruang, gelap-terang), prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme, pusat perhatian), serta perbandingan prinsip desain pada dua lukisan pemandangan alam dengan istilah seni rupa yang tepat (38 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian tertulis dan pedoman penskoran analisis karya seni rupa)
- unjuk kerja lisan individual secara rotasi bergantian: presentasi lisan perbandingan unsur rupa dua karya lukisan pemandangan alam berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat penuh satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja lisan (ketepatan istilah seni rupa, ketajaman komparasi unsur rupa, kejelasan artikulasi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Unsur Rupa (Tertulis: TP 8.5.1) | Mengidentifikasi dan menganalisis kurang dari 3 dari 5 unsur rupa (garis, warna, bidang, ruang, gelap-terang) pada kedua lukisan secara tepat. | Menganalisis 3 dari 5 unsur rupa (garis, warna, bidang, ruang, gelap-terang) pada kedua lukisan sesuai kunci acuan. | Menganalisis 4 dari 5 unsur rupa (garis, warna, bidang, ruang, gelap-terang) pada kedua lukisan sesuai kunci acuan secara tepat. | Menganalisis seluruh 5 unsur rupa (garis, warna, bidang, ruang, gelap-terang) pada kedua lukisan secara tepat dan mendalam sesuai kunci acuan. | | Analisis Prinsip Desain (Tertulis: TP 8.5.2) | Mengidentifikasi dan menganalisis kurang dari 2 dari 4 prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme, pusat perhatian) pada kedua lukisan secara tepat. | Menganalisis 2 dari 4 prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme, pusat perhatian) pada kedua lukisan sesuai kunci acuan. | Menganalisis 3 dari 4 prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme, pusat perhatian) pada kedua lukisan sesuai kunci acuan secara tepat. | Menganalisis seluruh 4 prinsip desain (keseimbangan, proporsi, ritme, pusat perhatian) pada kedua lukisan secara tepat dan komprehensif sesuai kunci acuan. | | Komparasi Unsur Rupa Lisan (Unjuk Kerja Lisan: TP 8.5.3) | Membandingkan unsur garis dan warna pada kedua lukisan tanpa menggunakan kosakata seni rupa yang tepat atau hanya menyebutkan perbedaan visual awam. | Membandingkan 1 dari 2 unsur rupa (garis atau warna) menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai (misal: garis kontur, gradasi analogus) dalam batas waktu 1,5 menit. | Membandingkan kedua unsur rupa (garis dan warna) pada kedua lukisan menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa yang tepat secara runtut dalam 1,5 menit. | Membandingkan kedua unsur rupa (garis dan warna) pada kedua lukisan menggunakan seluruh kosakata seni rupa yang tepat (karakter garis kontur/arsir, skema warna analogus/komplementer/gradasi) secara fasih, tajam, dan selesai tepat waktu 1,5 menit. | | Komparasi Prinsip Desain (Tertulis: TP 8.5.4) | Membandingkan kurang dari 2 prinsip desain pada kedua lukisan, atau perbandingan tidak menggunakan istilah seni rupa baku. | Membandingkan 2 dari 3 prinsip desain yang disyaratkan (keseimbangan, proporsi, pusat perhatian) menggunakan istilah seni rupa yang sesuai acuan. | Membandingkan 3 prinsip desain (keseimbangan asimetris, proporsi skala objek, pusat perhatian/focal point) pada kedua lukisan dengan istilah seni rupa yang tepat namun penjelasan kesimpulannya masih singkat. | Membandingkan seluruh 3 prinsip desain (keseimbangan asimetris, proporsi skala objek, pusat perhatian/focal point) pada kedua lukisan secara tepat, terperinci, dan menggunakan kosakata seni rupa secara tepat konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu paralel antara pengerjaan tertulis (38 menit) dan unjuk kerja lisan per murid (1,5 menit) berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana capaian murid secara keseluruhan pada Bab 5 dalam menguasai analisis dan komparasi unsur rupa serta prinsip desain lukisan pemandangan alam?
Murid:- Dari seluruh materi analisis unsur dan prinsip desain lukisan pemandangan di Bab 5 ini, bagian mana yang paling menantang bagiku?
- Apakah aku sudah mampu menggunakan kosa kata seni rupa secara tepat saat mengapresiasi dan membandingkan karya lukis pemandangan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021).
- Reproduksi lukisan pemandangan alam karya maestro Indonesia (Wakidi, Basuki Abdullah, atau Pirngadi).
- Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa Garis, Bidang, dan Bentuk.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII.
- Reproduksi karya lukisan pemandangan alam maestro Indonesia (Basuki Abdullah, Wakidi, dkk.) cetak/digital.
- Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa (Warna, Gelap-Terang, Ruang).
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas VIII SMP/MTs.
- Reproduksi cetak/digital karya lukisan pemandangan alam maestro Mooi Indie (Wakidi, Abdullah Suriosubroto, Pirngadi, dan Basuki Abdullah).
- Lembar Kerja Murid (LKPD): Detektif Keseimbangan & Proporsi.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek
- Katalog reproduksi lukisan pemandangan alam karya maestro Indonesia (Basuki Abdullah, Wakidi)
- Proyektor LCD dan tayangan salindia prinsip-prinsip desain dalam seni rupa
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Prinsip Desain Lukisan Pemandangan
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII Kemendikbudristek
- Reproduksi cetak/digital Lukisan 'Ngarai Sianok' karya Wakidi dan 'Pantai Flores' karya Basuki Abdullah
- Lembar Kerja Komparasi 'Tantangan Detektif Garis & Warna'
- Glosarium saku kosakata seni rupa (garis dan warna)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Reproduksi visual digital/cetak Lukisan Pemandangan 'Ngarai Sianok' karya Wakidi dan 'Pemandangan Indonesia' karya Basuki Abdullah
- Lembar Kerja Siswa: Matriks Komparasi Detektif Rupa (Ruang & Gelap-Terang)
- Papan tulis/proyektor LCD untuk tayangan visual
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021)
- Reproduksi Karya A: Lukisan pemandangan pegunungan dan danau bergaya naturalisme (komposisi asimetris)
- Reproduksi Karya B: Lukisan pemandangan sawah dan jalan desa bergaya naturalisme (komposisi simetris sentral)
- Lembar Kerja Siswa: Lembar Perbandingan Prinsip Desain Lukisan Pemandangan Alam
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 5: Mengenal Lukisan Pemandangan Alam)
- Reproduksi cetak berkualitas tinggi: Lukisan 'Pemandangan Gunung dan Sawah' (Basuki Abdullah) dan 'Ngarai Sianok' (Wakidi)
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 5 (Analisis & Komparasi Unsur Rupa serta Prinsip Desain Seni Rupa)
- Stopwatch/alat pengukur waktu untuk unjuk kerja lisan rotasi 1,5 menit
|