MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 3 — Berkreasi Seni Tiga Dimensi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Berkreasi Seni Tiga Dimensi |
|---|
| Alokasi Waktu | 14 JP (14 x 40 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.3.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa tiga dimensi
- TP 8.3.2 Mengeksplorasi potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa tiga dimensi
- TP 8.3.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya seni rupa tiga dimensi
- TP 8.3.4 Membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 8.3.5 Merefleksikan karya seni rupa tiga dimensi diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa perbedaan mendasar saat kita melihat benda dua dimensi dengan karya tiga dimensi yang memiliki ruang dan volume nyata?
- Bagaimana unsur rupa (seperti bentuk dan tekstur) serta prinsip desain (seperti proporsi dan keseimbangan) membuat sebuah karya patung atau gerabah tampak kokoh dan menarik?
- Benda atau material apa saja di lingkungan sekitar kita yang biasanya terbuang, tetapi memiliki bentuk, tekstur, atau sifat unik jika dibentuk menjadi benda tiga dimensi?
- Bagaimana kita mengenali sifat fisik suatu bahan (seperti kelenturan, kekerasan, atau daya rekat) sebelum menggunakannya untuk membuat karya tiga dimensi?
- Bagaimana cara membentuk bahan lunak seperti plastisin atau tanah liat menjadi wujud tiga dimensi yang kokoh?
- Teknik apa saja yang dapat kita variasikan menggunakan alat bantu sederhana untuk menghasilkan bentuk dan tekstur berbeda pada bahan lunak?
- Bagaimana cara menyambungkan dua potongan kardus tebal atau botol plastik bekas agar berdiri kokoh tanpa mudah roboh?
- Teknik apa saja yang dapat kita terapkan saat mengolah bahan limbah keras di sekitar kita menjadi bentuk tiga dimensi?
- Bagaimana bentuk geometris dasar seperti silinder, bola, dan kerucut dapat kita temukan pada bagian-bagian tumbuhan di sekitar kita?
- Bagaimana cara kita mengubah wujud tumbuhan nyata di lingkungan sekitar menjadi bentuk dasar tiga dimensi menggunakan plastisin atau lempung model?
- Bagaimana kosa kata seni rupa (seperti tekstur, volume, proporsi, dan keseimbangan) membantumu mengungkapkan keunikan karya tiga dimensi buatanmu?
- Saat mengamati patung atau model tiga dimensi karya temanmu, aspek visual dan struktural apa yang paling menarik untuk kamu refleksikan?
- Bagaimana unsur rupa dan prinsip desain menyatu secara harmonis dalam sebuah karya tiga dimensi?
- Bagaimana bahan di sekitar kita dapat diolah dengan variasi teknik menjadi karya tiga dimensi bertema tumbuhan yang bernilai estetis?
- Kosa kata seni rupa apa saja yang paling tepat untuk mengapresiasi keunikan karya tiga dimensi milik kita dan teman sekelas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Karya Seni Rupa Tiga Dimensi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa tiga dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menganalisis keterpaduan unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni rupa tiga dimensi (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang 4 unsur rupa 3D (garis, bidang/bentuk, ruang/volume, tekstur) dan 4 prinsip desain (keseimbangan, proporsi, irama/ritme, kesatuan) menggunakan contoh sebuah vas bunga keramik di meja guru (acuan: murid menyebutkan unsur rupa: bentuk tabung/cembung, tekstur halus/kasar, volume/ruang nyata; serta prinsip: keseimbangan simetris/asimetris dan proporsi ukuran leher terhadap badan vas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati display 2 karya tiga dimensi konkret di kelas: Karya A (gerabah silindris bermotif guratan garis) dan Karya B (patung kayu figuratif/stilasi bentuk flora) dengan memegang dan mengamati dari berbagai sudut pandang (berkesadaran pada ruang, volume, dan tekstur nyata) (10 menit).
- Guru memandu pembedahan konsep analisis unsur rupa (volume/ruang, bentuk, tekstur) dan prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris, proporsi, ritme/pengulangan, dan kesatuan) yang terdapat pada kedua karya tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Detektif Unsur & Desain 3D' (menggembirakan): tiap pasangan memilih salah satu dari 2 model objek 3D (Model 1: Anyaman bambu miniatur bakul; Model 2: Relief mini gips bertema tumbuhan) (5 menit).
- Setiap pasangan mengisi Lembar Analisis Karya 3D dengan menguraikan: (1) Unsur rupa yang dominan: bentuk (geometris/organis), tekstur (kasar/halus/beralur), dan ruang nyata (rongga dalam/volume padat); (2) Prinsip desain yang bekerja: keseimbangan (simetris/asimetris), proporsi (kesesuaian perbandingan ukuran antabagian), dan kesatuan (keterpaduan antarunsur) (acuan analisis: pada Model 1 Anyaman: bentuk organis melengkung, tekstur kasar berjalin, rongga ruang nyata terbuka, prinsip keseimbangan simetris lingkar, proporsi anyaman rapat merata, kesatuan bahan bambu; pada Model 2 Relief: bentuk semi-timbul flora, tekstur bervariasi timbul-tenggelam, ruang nyata terbatas kedalaman relief, prinsip keseimbangan asimetris seimbang, proporsi daun terhadap dahan proporsional, kesatuan susunan motif) (20 menit).
- Dua perwakilan pasangan membacakan hasil analisis rincian unsur rupa dan prinsip desain karya di depan kelas secara bergantian, sementara pasangan lain saling membandingkan temuan analisisnya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri merefleksikan proses analisis yang dilakukan: bagian unsur atau prinsip mana yang paling mudah diidentifikasi dan bagian mana yang membutuhkan pengamatan visual lebih teliti (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan hasil pembelajaran mengenai bagaimana unsur rupa (bentuk, tekstur, ruang) diorganisasikan melalui prinsip desain (keseimbangan, proporsi, kesatuan) untuk menciptakan karya 3D yang estetis (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja analisis murid dan menyampaikan materi pertemuan berikutnya yaitu mengeksplorasi potensi alat dan bahan lingkungan sekitar untuk berkarya tiga dimensi (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan karya 3D fisik sederhana (bentuk simetris murni) untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan, dan karya 3D dengan ornamen/tekstur kompleks asimetris untuk kelompok mahir.
- Proses: Memberikan panduan lembar telaah berstruktur (pertanyaan pemandu per unsur) bagi murid yang belum terbiasa menganalisis, serta tantangan analisis komparasi dua sudut pandang bagi murid cepat.
- Produk: Uraian hasil analisis disajikan dalam bentuk lembar kerja berstruktur tertulis atau poin peta konsep analisis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Menyebutkan minimal 2 unsur rupa spesifik 3D dan 1 prinsip desain yang tampak pada benda vas keramik di kelas (kriteria acuan jawaban: unsur rupa mencakup ruang/volume, tekstur, atau bentuk 3 dimensi; prinsip desain mencakup keseimbangan, proporsi, ritme, atau kesatuan).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan analisis berpasangan pada Lembar Analisis Karya 3D (menguraikan minimal 3 unsur rupa: bentuk, tekstur, ruang/volume; dan 2 prinsip desain: keseimbangan, proporsi/kesatuan dengan penjelasan konkret pada benda nyata).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi: Murid menuliskan 1 hubungan keterkaitan antara unsur bentuk/ruang dengan prinsip keseimbangan pada karya 3D yang baru dianalisis (acuan kriteria: menyebutkan bentuk objek dan bagaimana distribusi bentuk/volume tersebut membuat karya tampak stabil/seimbang).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian Lembar Analisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain Karya Tiga Dimensi menggunakan rubrik ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Unsur Rupa pada Karya Tiga Dimensi | Menganalisis kurang dari 2 unsur rupa 3D pada karya (hanya menyebutkan nama unsur tanpa mengaitkan dengan wujud fisik objek karya). | Menganalisis tepat 2 unsur rupa 3D (bentuk, tekstur, atau ruang/volume) dengan mendeskripsikan wujud fisiknya pada karya secara tepat sesuai acuan objek. | Menganalisis tepat 3 unsur rupa 3D (bentuk, tekstur, dan ruang/volume) dengan mendeskripsikan wujud fisiknya pada karya secara tepat sesuai acuan objek. | Menganalisis lebih dari 3 unsur rupa 3D (bentuk, tekstur, ruang/volume, dan garis/raut) secara komprehensif, tepat, mendalam, dan mandiri sesuai fisik karya. | | Analisis Prinsip Desain pada Karya Tiga Dimensi | Menganalisis kurang dari 2 prinsip desain pada karya 3D atau keliru dalam mengidentifikasi jenis keseimbangan/proporsinya. | Menganalisis tepat 1 prinsip desain (keseimbangan atau proporsi/kesatuan) dengan menunjukkan letak penerapannya pada karya secara tepat. | Menganalisis tepat 2 prinsip desain (keseimbangan dan proporsi/kesatuan) dengan menguraikan bagaimana prinsip tersebut diterapkan pada karya secara tepat sesuai acuan objek. | Menganalisis 3 prinsip desain (keseimbangan, proporsi, dan kesatuan/ritme) secara tepat, rinci, dan menjelaskan hubungan antarprinsip pada susunan tiga dimensi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah benda konkret 3D yang disediakan mampu memfasilitasi murid dalam mengamati volume, tekstur, dan ruang nyata secara langsung?
- Bagian manakah dari prinsip desain yang paling sering membingungkan murid saat diterapkan pada bentuk tiga dimensi?
Murid:- Unsur rupa tiga dimensi apa yang paling jelas terlihat ketika kamu memegang dan mengamati karya dari berbagai arah?
- Bagaimana prinsip keseimbangan membantu sebuah patung atau benda tiga dimensi tetap terlihat kokoh dan menarik?
Pertemuan 2 — Mengeksplorasi Potensi Alat dan Bahan Lingkungan Sekitar untuk Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.2 Mengeksplorasi potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa tiga dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru memandu asesmen awal secara lisan dengan menunjukkan 2 contoh material sekitar: ranting pohon kering dan botol plastik bekas. Murid diminta menyebutkan karakter fisik bahan tersebut (acuan: ranting = keras, kaku, mudah patah; botol plastik = lentur, kedap air, mudah dipotong/dilekukkan) serta potensi perubahannya (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengeksplorasi potensi dan karakteristik berbagai alat dan bahan dari lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa tiga dimensi (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati display 4 jenis material lingkungan sekitar yang disediakan di meja: (1) pelepah pisang kering, (2) lempung/tanah liat lokal, (3) kardus berkas kemasan, dan (4) kawat sisa bangunan, lalu mencermati tekstur, kelenturan, dan ketahanannya (10 menit).
- Dalam kelompok eksplorasi, murid memainkan kuis interaktif cepat 'Tebak Sifat Material': murid mencocokkan kartu nama bahan dengan kartu sifat fisik dan potensi bentuk tiga dimensi yang tepat (acuan: pelepah pisang = lentur berserat/dianyam/digulung; kardus = semi-kaku berongga/dilipat/disusun tumpuk; lempung = plastis lunak/dipijit/dibutsir; kawat = kaku liat/ditekuk/dijadikan kerangka penopang) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri melakukan eksplorasi langsung terhadap minimal 3 material dari lingkungan sekitar yang dibawa atau tersedia di kelas (pilihan: kardus bekas, daun/ranting kering, lempung, botol/plastik bekas, batu kerikil, sabut kelapa) untuk menguji respon material saat ditekuk, dipotong, digulung, atau disambung menggunakan alat sederhana (gunting, cutter, selotip kertas, pengikat bambu) (20 menit).
- Murid mencatat hasil pengujian karakter pada Lembar Kerja Eksplorasi Material 3D yang memuat 4 aspek: nama bahan, tekstur/sifat fisik, teknik manipulasi yang mungkin diterapkan, dan potensi perannya dalam karya 3D (sebagai struktur inti, pelapis permukaan, atau ornamen detail) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan hasil catatan dan sampel uji fisik materialnya di meja masing-masing, lalu saling berkeliling melihat temuan karakter bahan dari rekan sekelas serta mencatat material sekitar yang paling berpotensi untuk dibentuk (10 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi penarikan simpulan bersama mengenai pentingnya mengenali potensi kelenturan, kekuatan, dan tekstur alat dan bahan lingkungan sekitar sebelum berkarya rupa tiga dimensi (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil eksplorasi murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk mencoba teknik bahan lunak (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan sampel material yang sudah terpotong rapi dengan panduan kartu sifat bahan; murid yang lebih cepat diberikan material tak lazim (misalnya sabut kelapa atau kulit jagung) untuk dieksplorasi fleksibilitasnya.
- Proses: Eksplorasi dapat dilakukan secara individual atau berpasangan sesuai tingkat kenyamanan murid saat menguji fisik material.
- Produk: Lembar kerja eksplorasi dapat diisi dalam bentuk tabel deskriptif atau bagan visual skematis yang dilengkapi penempelan sampel material kecil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan: Murid mengidentifikasi sifat fisik dari 2 bahan sekitar (ranting kayu dan botol plastik). Kriteria ketercapaian: murid tepat menyebutkan minimal 1 sifat fisik utama dan 1 potensi perubahan untuk masing-masing bahan (acuan: ranting = kaku/keras, dapat dipatahkan/disusun; botol = lentur/elastis, dapat dipotong/dilekukkan).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat eksplorasi mandiri: Guru mengamati cara murid memperlakukan alat dan menguji minimal 3 material berbeda (memotong, menekuk, meremas, atau merekatkan) untuk menemukan batas kekuatan dan kelenturan bahan.
- Pemeriksaan isi Lembar Kerja Eksplorasi Material 3D berdasarkan rubrik pengamatan potensi alat dan bahan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (exit ticket): Murid menyebutkan 2 material lingkungan sekitar yang telah diuji beserta potensi fungsinya dalam konstruksi tiga dimensi (acuan: kardus bekas berpotensi untuk dinding bidang datar/konstruksi tumpuk; ranting/kawat berpotensi untuk kerangka penopang; lempung berpotensi untuk bentuk plastis/organik).
Formatif:- Penilaian kinerja pengujian karakter fisik material dan kelengkapan Lembar Kerja Eksplorasi Material 3D
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keluasan Eksplorasi Sifat Fisik Bahan Lingkungan | Mengeksplorasi kurang dari 2 jenis material lingkungan sekitar dan belum mengenali sifat fisik dasarnya (kelenturan/kekerasan). | Mengeksplorasi 2 jenis material lingkungan sekitar dan mengidentifikasi tekstur atau sifat dasarnya dengan bimbingan guru. | Mengeksplorasi secara mandiri 3 jenis material lingkungan sekitar serta mencatat tekstur, kelenturan, dan ketahanan fisiknya secara tepat pada lembar kerja. | Mengeksplorasi secara mandiri 4 jenis material atau lebih dengan menguji berbagai perlakuan mekanik (ditekuk, dipilin, direkatkan) serta memetakan batas daya dukung fisiknya secara rinci. | | Ketepatan Analisis Potensi Bahan untuk Karya Tiga Dimensi | Belum mampu memetakan potensi fungsi bahan lingkungan yang dieksplorasi ke dalam elemen karya tiga dimensi. | Mampu memetakan 1 potensi fungsi bahan (misal hanya sebagai hiasan luar) dengan acuan yang masih terbatas. | Tepat memetakan potensi fungsi dari 3 material lingkungan yang diuji (misal: kardus sebagai bidang struktur, kawat sebagai rangka, pelepah pisang sebagai tekstur luar). | Tepat memetakan potensi fungsi dari 4 material atau lebih secara komprehensif, mencakup peran bahan sebagai struktur inti, sambungan, maupun tekstur permukaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah material lingkungan sekitar yang disediakan cukup variatif dalam hal tekstur dan tingkat kekerasan sehingga murid tertantang mengeksplorasinya?
- Bagaimana keterlibatan murid selama tahap uji coba fisik material, dan apakah ada kendala keselamatan kerja dalam penggunaan alat potong sederhana?
Murid:- Material lingkungan mana yang menurutmu paling unik karakteristiknya saat disentuh atau ditekuk?
- Gagasan bentuk tiga dimensi apa yang langsung terpikirkan olehmu ketika melihat dan memegang material yang kamu eksplorasi hari ini?
Pertemuan 3 — Mengaplikasikan Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Lunak dalam Berkarya Tiga Dimensi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya seni rupa tiga dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan meja kerja serta bahan lunak (plastisin/clay) dan alat bantu pembentuk (sudip kayu/plastik/tusuk gigi) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengaplikasikan variasi teknik pembentukan tiga dimensi berbahan lunak (pijat, pilin, dan lempeng beserta teknik tekstur permukaan) (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar contoh penerapan teknik bahan lunak pada kartu peraga: Kartu 1 (mangkuk kecil teknik pilin/coiling bertekstur garis-garis silang), Kartu 2 (miniatur hewan teknik pijat/pinching bertekstur titik-titik cungkil), Kartu 3 (kotak kubus teknik lempeng/slab bertekstur cap grid). Murid secara lisan mengidentifikasi teknik dasar dan alat yang digunakan (acuan: Kartu 1 = teknik pilin menggunakan tangan lalu dialur dengan ujung tusuk gigi; Kartu 2 = teknik pijat menggunakan ibu jari/jari tangan lalu ditekan dengan ujung sudip; Kartu 3 = teknik lempeng dipipihkan lalu dipotong dan dicap menggunakan permukaan sisi penggaris) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati demonstrasi langsung guru mengenai 3 variasi teknik dasar manipulasi bahan lunak dan fungsi alatnya: (1) teknik pijat (pinching) dengan menekan bagian tengah gumpalan bahan menggunakan ibu jari dan memutar dindingnya secara merata; (2) teknik pilin (coiling) dengan menggulung bahan di atas alas datar hingga menjadi pilinan silinder panjang lalu disusun bertingkat; (3) teknik lempeng (slab) dengan memipihkan bahan secara rata serta memotong tepinya rapi menggunakan bilah sudip (8 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti 'Tantangan Cepat Bentuk Lunak' yang menggembirakan: dalam waktu 5 menit, tiap murid mempraktikkan secara cepat membuat 1 pilinan berdiameter 1 cm sepanjang 10 cm dan 1 lempengan pipih berukuran 5x5 cm dengan tebal 0,5 cm untuk melatih keluwesan tangan mengontrol kepadatan bahan (7 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri merancang dan membuat satu objek tiga dimensi utuh berbahan lunak (seperti wadah hias, figur mini, atau bentuk geometris organis) dengan mengaplikasikan kombinasi minimal 2 variasi teknik dasar (pilihan: pijat-pilin, pilin-lempeng, atau pijat-lempeng) secara proporsional dan kokoh (17 menit).
- Murid mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat bantu (sudip/tusuk gigi/penggaris) untuk membuat efek visual tekstur permukaan pada badan objek tiga dimensi tersebut, memilih antara teknik cungkil (membuat ceruk berulang), teknik toreh/garis (menggores motif alur), atau teknik cap/tekan (menghasilkan impresi berpola berulang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kestabilan fisik dan kerapian karya tiga dimensinya sendiri pada lembar periksa mandiri: memeriksa apakah sambungan antar-teknik (misal lempeng ke pilin) menempel rapat dan variasi teknik tekstur tampak tegas dan tidak retak (5 menit).
- Murid meletakkan karya di atas meja kerja masing-masing dan mencatat satu strategi teknik pembentukan yang paling berhasil diterapkan serta satu kendala plastisitas bahan lunak yang berhasil diatasi selama proses berkarya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap ketercapaian penerapan variasi teknik bahan lunak murid di meja kerja masing-masing, mengapresiasi kerapian sambungan dan ketegasan tekstur alat (5 menit).
- Murid merapikan sisa bahan lunak dan membersihkan alat kerja, kemudian guru menyampaikan pengantar topik pertemuan berikutnya mengenai aplikasi teknik bahan keras/limbah sebelum menutup kelas dengan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alternatif tingkat kelunakan bahan (plastisin standar bagi yang sudah terbiasa, atau clay berbahan dasar tepung/air yang lebih lunak untuk murid yang membutuhkan penyesuaian kekuatan motorik tangan).
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan menyatukan sambungan bahan diberi panduan langkah langkah pembasahan/penekanan sambungan secara bertahap oleh guru, sedangkan murid yang bekerja cepat diberi tantangan memadukan 3 variasi teknik dasar sekaligus (pijat, pilin, dan lempeng) dalam satu karya.
- Produk: Variasi bentuk karya tiga dimensi akhir dibebaskan (wadah, figur fauna mini, atau bentuk abstrak tiga dimensi) asalkan memenuhi kriteria penerapan minimal 2 teknik dasar dan 1 variasi teknik penggunaan alat tekstur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 3 kartu peraga teknik bahan lunak: murid mengidentifikasi teknik dasar dan alat bantu yang digunakan (acuan: Kartu 1 = pilin dengan sudip/tusuk gigi untuk alur garis silang; Kartu 2 = pijat dengan sudip untuk ceruk titik; Kartu 3 = lempeng dengan bilah penggaris/sudip untuk cap grid)
Proses:- Pemeriksaan langsung di meja kerja saat tahap Mengaplikasi terhadap keterampilan murid memanipulasi bahan lunak: keterpaduan minimal 2 teknik dasar pembentukan (pijat/pilin/lempeng) dan ketegasan penerapan 1 teknik tekstur menggunakan alat (toreh/cungkil/cap tekan)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan hasil kerja melalui lembar periksa mandiri karya tiga dimensi dengan 2 kriteria operasional: (1) karya berdiri kokoh dan sambungan antar-bagian menyatu tanpa retak; (2) tampak jelas minimal 2 variasi teknik dasar pembentukan dan 1 variasi tekstur alat
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mengaplikasikan variasi teknik dasar bahan lunak (pijat, pilin, lempeng) dan teknik alat pembentuk tekstur pada proses pembuatan karya tiga dimensi menggunakan lembar amatan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Aplikasi Variasi Teknik Pembentukan Bahan Lunak | Hanya menerapkan 1 teknik dasar pembentukan bahan lunak tanpa sambungan yang stabil sehingga bentuk karya mudah runtuh atau tidak kokoh. | Menerapkan 2 teknik dasar pembentukan bahan lunak, namun sambungan antar-bagian masih tampak renggang atau kurang menyatu secara kuat. | Mengaplikasikan 2 variasi teknik dasar pembentukan bahan lunak (pilihan: pijat, pilin, atau lempeng) secara proporsional dengan sambungan yang menyatu rapat dan bentuk berdiri kokoh. | Mengaplikasikan 3 variasi teknik dasar pembentukan bahan lunak (kombinasi pijat, pilin, dan lempeng) secara terpadu, proporsional, dengan struktur yang sangat kokoh dan rapi. | | Aplikasi Variasi Teknik Penggunaan Alat Bantu untuk Tekstur | Belum menggunakan alat bantu untuk membuat tekstur, atau permukaan bahan lunak hanya dibiarkan polos tanpa efek visual. | Menggunakan alat bantu untuk menghasilkan efek tekstur, namun jejak tekstur tidak beraturan dan membuat dinding bahan menjadi robek atau tipis. | Mengaplikasikan 1 variasi teknik penggunaan alat bantu (toreh/cungkil/cap tekan) secara konsisten dan teratur pada permukaan bahan lunak tanpa merusak ketebalan struktur karya. | Mengaplikasikan lebih dari 1 variasi teknik penggunaan alat bantu (misalnya perpaduan toreh dan cungkil) secara konsisten, teratur, dan rapi sehingga menghasilkan efek visual tekstur permukaan yang kaya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit pada tahap Mengaplikasi cukup memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan karya tiga dimensi berbahan lunak?
- Apakah demonstrasi variasi teknik (pijat, pilin, lempeng, dan alat tekstur) sudah cukup jelas dipahami murid sebelum mereka bekerja mandiri?
Murid:- Variasi teknik pembentukan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu kendalikan saat membentuk bahan lunak tadi?
- Bagaimana caramu memastikan sambungan antara bagian pilinan, lempengan, atau pijatan menempel kuat dan tidak lepas?
Pertemuan 4 — Mengaplikasikan Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Keras/Limbah dalam Berkarya Tiga Dimensi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya seni rupa tiga dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan alat serta bahan limbah keras (kardus bekas, botol plastik, stik kayu/ranting, gunting, lem tembak/kertas, selotip) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid mengidentifikasi kecocokan alat dan teknik penggabungan untuk 2 contoh bahan keras (kardus tebal dan botol plastik) melalui pertanyaan lisan terbimbing (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru mengenai variasi teknik pengolahan bahan keras/limbah: teknik merakit/assembling (menempel dengan lem, mengikat dengan kawat/tali), teknik takik/slot (membuat celah kait pada kardus), dan teknik memotong/melubangi menggunakan gunting atau cutter secara aman (10 menit).
- Murid secara mandiri mencocokkan pasangan bahan limbah dengan teknik sambungan yang sesuai pada lembar panduan kerja: kardus tebal dengan teknik takik-kait, serta botol plastik dengan teknik melubangi-mengikat/menempel (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan 'Konstruksi 15 Menit': secara berpasangan atau mandiri membuat satu struktur modul tiga dimensi yang kokoh dari limbah kardus dan botol dengan menerapkan minimal 2 variasi teknik sambungan (teknik takik dan teknik pengeleman/pengikatan) secara terampil dan aman (20 menit).
- Murid menyempurnakan struktur tiga dimensi dengan menerapkan variasi teknik pemotongan bertekstur atau penambahan bidang limbah keras lainnya guna memperkuat kekokohan fisik karya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa stabilitas fisik dan penerapan variasi teknik pada karyanya sendiri menggunakan lembar cek mandiri (kriteria: sambungan takik terpasang rapat, sambungan lem/ikat merekat kuat dan tidak goyang) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap variasi teknik penggunaan alat dan bahan keras/limbah yang telah diterapkan secara aman oleh murid (5 menit).
- Guru membimbing murid merapikan sisa bahan limbah serta alat potong di meja kerja, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pola takik bergaris panduan jelas pada kardus; murid mahir mengeksplorasi penggabungan tiga jenis bahan limbah berbeda (kardus, botol plastik, dan ranting/stik).
- Proses: Pemberian pendampingan bertahap dalam penggunaan alat potong untuk murid yang ragu; pemberian tantangan kemandirian mengombinasikan teknik kait tanpa lem bagi murid cepat.
- Produk: Variasi bentuk struktur tiga dimensi yang dihasilkan disesuaikan dengan jenis bahan limbah yang dibawa murid (kardus atau kombinasi plastik).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) Sebutkan teknik menyambung 2 lembar kardus tanpa lem! (Kunci: teknik takik/slot/interlocking); (2) Alat apa yang tepat untuk melubangi botol plastik secara aman? (Kunci: pembolong kertas/ujung gunting runcing dengan tumpuan datar).
Proses:- Observasi keteraturan dan keselamatan kerja saat mengaplikasikan alat potong (gunting/cutter) dan bahan limbah.
- Pemeriksaan penerapan minimal 2 variasi teknik pengolahan bahan keras/limbah (teknik takik dan teknik menempel/mengikat) pada struktur modul tiga dimensi.
Akhir Pertemuan:- Cek hasil kerja pengaplikasian teknik pada struktur tiga dimensi berdasarkan kriteria: (1) Mengaplikasikan minimal 2 teknik sambungan (takik dan perekat/ikat); (2) Sambungan berdiri stabil dan mandiri (tidak roboh saat digoyangkan perlahan); (3) Pemotongan bahan limbah rapi sesuai garis rancang.
Formatif:- Tes lisan diagnostik kesiapan teknik bahan keras di awal pembelajaran
- Lembar observasi unjuk kerja pengaplikasian variasi teknik alat dan bahan limbah keras
- Lembar cek mandiri kekokohan sambungan teknik karya tiga dimensi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengaplikasian variasi teknik bahan keras/limbah | Mengaplikasikan 1 teknik pengolahan bahan limbah dengan sambungan yang masih longgar dan membutuhkan bantuan guru sepenuhnya. | Mengaplikasikan 1 teknik pengolahan bahan limbah keras secara tepat dan kokoh secara mandiri, tetapi belum menunjukkan variasi teknik lain. | Mengaplikasikan 2 variasi teknik pengolahan bahan keras/limbah (misal: takik dan pengeleman/pengikatan) secara tepat dan menghasilkan struktur yang stabil. | Mengaplikasikan lebih dari 2 variasi teknik pengolahan bahan keras/limbah secara presisi, rapi, mandiri, dan struktur sangat kokoh serta stabil. | | Keterampilan penggunaan alat kerja | Menggunakan alat potong dan perekat belum sesuai prosedur keselamatan kerja sehingga sambungan tidak terbentuk rapi. | Menggunakan alat potong dan perekat dengan aman namun masih memerlukan arahan untuk merapikan hasil potongan dan sambungan. | Menggunakan alat potong dan perekat secara terampil, rapi, dan mematuhi prosedur keselamatan kerja secara konsisten. | Menggunakan variasi alat secara terampil, mandiri, sangat rapi pada detail potongan, dan konsisten menerapkan keselamatan kerja. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memilih dan menerapkan variasi teknik sambungan bahan limbah keras dengan aman?
- Bagian teknik pengolahan mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan langsung dari guru?
Murid:- Teknik sambungan apa yang menurutmu paling kuat menahan bentuk karya tiga dimensi berbahan kardus atau plastik?
- Kesulitan apa yang kamu temui saat memotong dan menyambungkan bahan keras/limbah, dan bagaimana kamu mengatasinya?
Pertemuan 5 — Membuat Sketsa dan Bentuk Dasar Karya Tiga Dimensi Berdasarkan Pengamatan Tumbuhan Sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.4 Membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan hari ini yaitu membuat sketsa dan bentuk dasar karya tiga dimensi berdasarkan pengamatan tumbuhan di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam mengenali transformasi bentuk tumbuhan menjadi bentuk dasar tiga dimensi: murid mengamati 3 gambar bagian tumbuhan yang ditunjukkan guru (Gambar 1: batang bambu, Gambar 2: buah jeruk, Gambar 3: kuncup bunga pinus) dan mencocokkannya ke bentuk geometris 3D dasar (silinder, bola, kerucut) (acuan ketepatan: batang bambu = silinder; buah jeruk = bola; kuncup bunga pinus = kerucut) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mengamati langsung contoh objek tumbuhan nyata di lingkungan sekolah/ruang kelas (daun berdaging/sukulen, ranting/batang bercabang, buah/bunga) untuk mengidentifikasi struktur volume, proporsi, dan karakter tiga dimensinya secara sadar dan cermat (5 menit).
- Dalam aktivitas tantangan cepat 'Tebak Bangun Rupa Tumbuhan', murid secara berpasangan saling menebak bentuk dasar geometris (tabung, balok, bola, limas, kerucut) yang menyusun 2 contoh tumbuhan di meja mereka (misalnya tangkai keladi = silinder memanjang; umbi/bunga terompet = corong/kerucut terpancung) dengan antusias dan menyenangkan (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri menggambar 1 lembar sketsa rancangan karya tiga dimensi pada kertas gambar berdasarkan tumbuhan yang dipilih, menampilkan tampak depan dan tampak samping serta memetakan komponen bentuk dasarnya (15 menit).
- Murid membuat bentuk dasar karya seni rupa tiga dimensi tema tumbuhan menggunakan bahan lunak (plastisin/lempung model) sesuai rancangan sketsa yang telah dibuat, membentuk volume dasar (seperti silinder batang, bola kelopak, lempengan daun) dan merangkainya menjadi satu kesatuan karya tiga dimensi (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya bentuk dasar tiga dimensi di atas mejanya, lalu memeriksa kesesuaian antara sketsa rancangan awal dengan wujud volume fisik karya tiga dimensi yang telah dibuat (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana struktur tumbuhan di lingkungan sekitar dapat diwujudkan menjadi karya seni rupa tiga dimensi melalui sketsa dan konstruksi bentuk dasar (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian pembuatan bentuk dasar tiga dimensi, melakukan cek pemahaman akhir, dan mengingatkan murid merapikan meja kerja serta menyimpan karya bentuk dasar secara aman untuk dilanjutkan pada kegiatan refleksi dan penyempurnaan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan objek tumbuhan sekitar dengan tingkat kompleksitas bentuk yang bervariasi (mulai dari struktur sederhana seperti daun sukulen bulat/kaktus silinder tunggal hingga struktur bercabang/bunga majemuk).
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru memberikan panduan bertahap dalam membagi objek menjadi bentuk balok/silinder sederhana terlebih dahulu sebelum merangkai; bagi murid yang mandiri, guru mendorong eksplorasi penggabungan 3 jenis bentuk dasar atau lebih pada struktur tumbuhan yang dibuat.
- Produk: Murid menghasilkan bentuk dasar karya tiga dimensi berbahan lunak dengan tingkat kerumitan susunan volume yang disesuaikan dengan kesiapan masing-masing (mulai dari figur tumbuhan tunggal hingga susunan organ tumbuhan lengkap bertingkat).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan mengenali bentuk 3D tumbuhan: Murid memasangkan 3 gambar bagian tumbuhan dengan bentuk dasar tiga dimensi yang sesuai. Butir: (1) Batang bambu, (2) Buah jeruk, (3) Kuncup bunga pinus. Acuan jawaban benar: (1) Silinder/tabung, (2) Bola, (3) Kerucut. Murid dinilai siap mandiri jika mampu memasangkan minimal 2 dari 3 butir dengan tepat.
Proses:- Observasi unjuk kerja pembuatan sketsa dan bentuk dasar karya tiga dimensi: Guru mengamati ketercapaian murid saat membuat sketsa visual 2 sudut pandang dan pembentukan volume nyata tiga dimensi tema tumbuhan sekitar menggunakan bahan plastisin/lempung model (kriteria: kesesuaian representasi bentuk tumbuhan, keberadaan dimensi volume/panjang-lebar-tinggi, dan kerapian penyatuan komponen bentuk dasar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan verifikasi hasil karya: Murid menunjukkan sketsa dan karya bentuk dasar 3D di mejanya, serta menyatakan kesesuaian antara rancangan sketsa dengan wujud volume fisik karya (kriteria penerimaan: karya memiliki wujud nyata tiga dimensi yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan merepresentasikan bagian tumbuhan lingkungan sekitar sesuai sketsa).
Formatif:- Asesmen awal berupa diagnostik pencocokan 3 gambar bagian tumbuhan ke bentuk geometris dasar tiga dimensi
- Asesmen proses berupa lembar observasi unjuk kerja pembuatan sketsa dan pembentukan dasar karya tiga dimensi berbahan plastisin/lempung
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Sketsa Rancangan Tiga Dimensi Tumbuhan Sekitar | Membuat sketsa rancangan yang belum memperlihatkan bentuk tumbuhan sekitar dan hanya menampilkan 1 sudut pandang tanpa detail pembagian bentuk dasar. | Membuat sketsa rancangan tumbuhan sekitar dari 1 sudut pandang dengan mulai memetakan bentuk geometris dasar namun belum proporsional. | Membuat sketsa rancangan tumbuhan sekitar yang menampilkan 2 sudut pandang (depan dan samping) dengan pembagian bentuk dasar secara jelas dan proporsional. | Membuat sketsa rancangan tumbuhan sekitar yang menampilkan minimal 2 sudut pandang secara rinci, proporsional, serta memetakan sambungan antar-bentuk dasar secara mandiri. | | Pembuatan Bentuk Dasar Tiga Dimensi Berdasarkan Pengamatan | Membuat bentuk karya yang masih datar (dua dimensi) atau belum berwujud volume tiga dimensi yang kokoh dari bahan lunak. | Membuat bentuk dasar tiga dimensi yang mulai memiliki volume nyata, namun struktur bentuk bagian tumbuhan masih rapuh atau belum tersambung utuh. | Membuat bentuk dasar karya tiga dimensi yang memiliki volume nyata (panjang, lebar, tinggi), stabil, dan merepresentasikan struktur tumbuhan hasil pengamatan sesuai sketsa rancangan. | Membuat bentuk dasar karya tiga dimensi yang bervolume nyata, tersusun kokoh dan rapi dari gabungan berbagai variasi bentuk dasar tumbuhan hasil pengamatan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu pembuatan sketsa dan pembentukan karya tiga dimensi sudah berjalan sesuai alokasi?
- Bagian manakah dari teknik pembentukan volume dasar tumbuhan yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Bagian tumbuhan sekitar mana yang menurutmu paling mudah dan paling menantang untuk diubah menjadi bentuk tiga dimensi?
- Apakah bentuk dasar tiga dimensi yang kamu buat dari plastisin/lempung sudah sesuai dengan sketsa yang kamu gambar sebelumnya?
Pertemuan 6 — Merefleksikan Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Diri Sendiri dan Teman Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.5 Merefleksikan karya seni rupa tiga dimensi diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam pembuka dan menyapa kesiapan murid untuk kegiatan apresiasi dan refleksi karya (2 menit).
- Guru memandu asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak istilah seni rupa menggunakan 3 kartu konsep di papan tulis: Kartu 1: 'Kesan permukaan raba benda kasar atau halus' (Acuan jawaban benar: Tekstur); Kartu 2: 'Kesan kesetaraan atau berat visual antar-bagian karya tiga dimensi' (Acuan jawaban benar: Keseimbangan); Kartu 3: 'Besaran ruang atau isi padat yang ditempati wujud tiga dimensi' (Acuan jawaban benar: Volume) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merefleksikan karya seni rupa tiga dimensi buatan sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mencermati panduan refleksi dan daftar bank kosa kata seni rupa tiga dimensi (Volume, Tekstur raba, Proporsi, Keseimbangan, Ruang) yang dicontohkan guru melalui analisis satu model patung percontohan (10 menit).
- Dalam aktivitas ceria 'Pasangan Kata Seni', murid secara berpasangan mencocokkan potongan kartu istilah dengan contoh kondisi wujud fisik karya tiga dimensi untuk menyegarkan pemahaman kosa kata seni rupa sebelum merefleksi karya riil (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menata karya tiga dimensi buatan sendiri di atas meja masing-masing, lalu menuliskan lembar refleksi diri secara mandiri mengenai karya sendiri menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa (unsur rupa: tekstur/volume; prinsip: proporsi/keseimbangan) berdasarkan wujud fisik karyanya (15 menit).
- Murid melakukan 'Gallery Walk Apresiasi' dengan berkunjung ke meja salah satu teman sekelas, mengamati karya tiga dimensi teman tersebut dari berbagai sudut pandang (tampak depan, samping, atas), kemudian menuliskan lembar refleksi terhadap karya teman sekelas menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa yang relevan dengan bentuk karya yang diamati (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar refleksi dengan teman pasangannya untuk membaca dan memverifikasi ketepatan kosa kata seni rupa yang digunakan dalam mendeskripsikan karya masing-masing (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan pentingnya menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat agar refleksi dan apresiasi karya tiga dimensi menjadi lebih jelas, terarah, dan objektif (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa pada lembar refleksi murid dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan glosarium mini berisi panduan kalimat rumpang kosa kata seni rupa, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan bank kosa kata lanjutan yang lebih spesifik (misalnya kontras tekstur, ritme bentuk).
- Proses: Murid yang belum percaya diri dibimbing guru dalam memilih kosa kata seni rupa yang cocok dengan wujud karyanya, sementara murid yang mahir merefleksikan karya secara mandiri penuh.
- Produk: Format lembar refleksi menyediakan opsi panduan terstruktur bagi yang membutuhkan scaffolding serta lembar ulasan reflektif deskriptif terbuka bagi murid yang telah mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis cepat 3 kartu konsep kosa kata seni rupa pada apersepsi: Kartu 1: 'Kesan permukaan raba benda kasar atau halus' (Acuan benar: Tekstur); Kartu 2: 'Kesan kesetaraan atau berat visual antar-bagian karya tiga dimensi' (Acuan benar: Keseimbangan); Kartu 3: 'Besaran ruang atau isi padat yang ditempati wujud tiga dimensi' (Acuan benar: Volume). Kriteria: Menjawab minimal 2 dari 3 istilah dengan tepat.
Proses:- Pemeriksaan lembar refleksi murid saat tahap Mengaplikasi: mengecek pemenuhan penulisan refleksi karya diri sendiri dan karya teman sekelas dengan kriteria ketepatan penggunaan minimal 3 kosa kata seni rupa (acuan daftar kosa kata: tekstur raba, volume/ruang, proporsi ukuran, keseimbangan bentuk).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui peninjauan lembar verifikasi refleksi: memastikan setiap murid berhasil merefleksikan karya diri sendiri dan teman dengan penggunaan kosa kata seni rupa yang kontekstual dan tepat makna.
Formatif:- Penilaian proses menggunakan lembar kerja refleksi karya tiga dimensi diri sendiri dan teman sekelas dengan indikator ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa (Volume, Tekstur, Proporsi, Keseimbangan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Refleksi Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa | Belum mampu menuliskan refleksi karya tiga dimensi diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai konteks karya. | Menuliskan refleksi karya tiga dimensi diri sendiri dengan menggunakan 1 kosa kata seni rupa yang tepat secara makna kontekstual dengan bimbingan. | Menuliskan refleksi karya tiga dimensi diri sendiri dengan menggunakan minimal 2-3 kosa kata seni rupa (seperti tekstur, volume, proporsi, atau keseimbangan) secara tepat dan mandiri. | Menuliskan refleksi karya tiga dimensi diri sendiri dengan menggunakan lebih dari 3 kosa kata seni rupa secara tepat, mendalam, dan relevan dengan seluruh aspek wujud fisik karyanya. | | Refleksi Karya Teman Sekelas Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa | Belum mampu menuliskan refleksi karya tiga dimensi teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. | Menuliskan refleksi karya tiga dimensi teman sekelas dengan menggunakan 1 kosa kata seni rupa yang tepat secara makna dengan bimbingan. | Menuliskan refleksi karya tiga dimensi teman sekelas dengan menggunakan minimal 2-3 kosa kata seni rupa yang sesuai dengan wujud karya teman secara mandiri. | Menuliskan refleksi karya tiga dimensi teman sekelas dengan menggunakan lebih dari 3 kosa kata seni rupa secara tepat, objektif, dan menyeluruh mencakup bentuk dan tekstur karya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu Gallery Walk cukup bagi murid untuk mengamati dan merefleksikan karya teman sekelas secara cermat?
- Bagian mana dari kosa kata seni rupa tiga dimensi yang masih kerap tertukar maknanya oleh murid saat menuliskan refleksi?
Murid:- Kosa kata seni rupa apa yang paling membantuku dalam menjelaskan kelebihan dan keunikan bentuk karya tiga dimensiku?
- Pelajaran apa yang saya dapatkan setelah membaca refleksi karya yang dituliskan teman terhadap karya saya?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.3.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa tiga dimensi
- TP 8.3.2 Mengeksplorasi potensi alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa tiga dimensi
- TP 8.3.3 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya seni rupa tiga dimensi
- TP 8.3.4 Membuat karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 8.3.5 Merefleksikan karya seni rupa tiga dimensi diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan meja kerja murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 3 yang mencakup 3 rincian tugas: tes analisis tertulis (15 menit), pembuatan karya tiga dimensi (45 menit), dan refleksi apresiasi berpasangan (15 menit) serta memberikan penguatan integritas dan fokus belajar mandiri (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes analisis tertulis yang memuat gambar stimulus karya kerajinan gerabah tiga dimensi bertema guci flora, lalu murid membaca petunjuk pengerjaan analisis unsur rupa (bentuk, tekstur, ruang) dan prinsip desain (keseimbangan, proporsi) (2 menit).
- Murid mengerjakan tes analisis tertulis secara individual dan serentak di meja masing-masing (13 menit). [Soal & Kunci Jawaban: Soal 1: Analisislah 3 unsur rupa (bentuk, tekstur, ruang) pada gambar stimulus gerabah guci flora! Kunci: Bentuk berupa bentuk organis/silindris menyerupai batang tanaman dan kelopak bunga; Tekstur berupa tekstur semu/nyata halus pada badan guci dan kasar/beralur pada ornamen ukir; Ruang berupa ruang nyata tiga dimensi bervolume rongga di dalam wadah dan lekukan luar. Soal 2: Analisislah 2 prinsip desain (keseimbangan, proporsi) pada gambar tersebut! Kunci: Keseimbangan simetris/asimetris antara sisi kiri dan kanan lekukan badan guci; Proporsi berupa perbandingan ukuran leher guci yang seimbang dan serasi terhadap lingkar badan bawah guci].
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru mengumpulkan lembar jawaban analisis tertulis, kemudian menginstruksikan murid menyiapkan bahan lingkungan sekitar (tanah liat/limbah bubur kertas/serat alam) dan alat bantu bentukan yang telah disiapkan (2 menit).
- Murid secara mandiri membuat karya seni rupa tiga dimensi bertema tumbuhan berdasarkan hasil pengamatan lingkungan (bentuk kaktus, kelopak bunga teratai, atau batang pohon bertekstur) dengan mengaplikasikan variasi teknik (modeling pijat/pilin atau teknik konstruksi rekat berlapis) (38 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menata karya tiga dimensi masing-masing di atas meja berpasangan untuk pameran meja serentak, lalu mengisi lembar catatan reflektif singkat tentang karyanya sendiri mengenai unsur rupa yang ditonjolkan dan teknik yang diterapkan (5 menit).
- Murid menyampaikan ulasan lisan apresiatif secara timbal-balik kepada teman pasangannya menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (seperti: tekstur kasar/halus, volume, plastisitas, proporsi, keseimbangan dinamis) sementara guru berkeliling mencatat observasi ketercapaian refleksi (10 menit).
Penutup:- Murid merapikan kembali alat dan sisa bahan di meja kerja masing-masing ke tempat semula secara tertib (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras, kejujuran, dan kreativitas seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian bab 3 seni rupa tiga dimensi, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: stimulus gambar analisis disediakan dalam kontras cetak yang jelas dan murid dengan hambatan visual disediakan perabaan contoh sampel benda nyata tanpa mengubah indikator analisis.
- Proses: Pemberian instruksi tertulis dan lisan secara bertahap untuk menjaga alokasi waktu tiap rincian tugas asesmen tanpa mengubah batasan waktu pengerjaan.
- Produk: Murid bebas memilih variasi bahan lingkungan (tanah liat, bubur kertas, atau limbah serat) dan teknik bentukan (modeling atau konstruksi) sesuai rancangan pengamatannya asalkan menghasilkan karya tiga dimensi utuh bertema tumbuhan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat, bahan lingkungan, serta lembar kerja asesmen sumatif sebelum pengerjaan dimulai
Proses:- Observasi keterlibatan mandiri dan kedisiplinan waktu saat pengerjaan tugas tertulis dan praktik pembentukan tiga dimensi
Sumatif Bab:- penugasan tertulis dan unjuk kerja pembuatan karya tiga dimensi disertai apresiasi lisan gallery walk: lembar analisis karya 3D, artefak karya tiga dimensi berbahan lingkungan dengan variasi teknik modeling/konstruksi, serta lembar dan ulasan apresiasi lisan antarmurid
- penugasan tertulis serentak: lembar analisis tertulis yang memuat uraian identifikasi unsur rupa (bentuk, tekstur, ruang) dan prinsip desain (keseimbangan, proporsi) pada gambar stimulus karya seni rupa tiga dimensi yang dikerjakan seluruh murid serentak (15 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis unsur rupa)
- penilaian produk dan unjuk kerja: artefak karya seni rupa tiga dimensi bertema tumbuhan yang dibuat dari eksplorasi bahan lingkungan sekitar (tanah liat/limbah kertas/serat alam) menggunakan penerapan teknik modeling atau konstruksi secara langsung di kelas (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tiga dimensi (aspek eksplorasi bahan, penguasaan variasi teknik, dan kesesuaian objek pengamatan))
- presentasi lisan berpasangan serentak: rekaman catatan ulasan reflektif tertulis singkat dan penyampaian lisan apresiasi timbal-balik antarpasangan meja mengenai karya tiga dimensi diri sendiri dan teman menggunakan kosakata seni rupa yang tepat saat kegiatan pameran kelas serentak (guru berkeliling mengobservasi) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian refleksi dan kosa kata seni rupa)
Sumatif:- penugasan tertulis dan unjuk kerja pembuatan karya tiga dimensi disertai apresiasi lisan gallery walk: lembar analisis karya 3D, artefak karya tiga dimensi berbahan lingkungan dengan variasi teknik modeling/konstruksi, serta lembar dan ulasan apresiasi lisan antarmurid
- penugasan tertulis serentak: lembar analisis tertulis yang memuat uraian identifikasi unsur rupa (bentuk, tekstur, ruang) dan prinsip desain (keseimbangan, proporsi) pada gambar stimulus karya seni rupa tiga dimensi yang dikerjakan seluruh murid serentak (15 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis unsur rupa)
- penilaian produk dan unjuk kerja: artefak karya seni rupa tiga dimensi bertema tumbuhan yang dibuat dari eksplorasi bahan lingkungan sekitar (tanah liat/limbah kertas/serat alam) menggunakan penerapan teknik modeling atau konstruksi secara langsung di kelas (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tiga dimensi (aspek eksplorasi bahan, penguasaan variasi teknik, dan kesesuaian objek pengamatan))
- presentasi lisan berpasangan serentak: rekaman catatan ulasan reflektif tertulis singkat dan penyampaian lisan apresiasi timbal-balik antarpasangan meja mengenai karya tiga dimensi diri sendiri dan teman menggunakan kosakata seni rupa yang tepat saat kegiatan pameran kelas serentak (guru berkeliling mengobservasi) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian refleksi dan kosa kata seni rupa)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain (TP 8.3.1) | Menganalisis 1 atau tidak ada unsur rupa/prinsip desain pada karya stimulus dengan tepat sesuai daftar acuan kunci. | Menganalisis 2-3 dari 5 target unsur rupa dan prinsip desain (target: bentuk, tekstur, ruang, keseimbangan, proporsi) pada karya stimulus sesuai daftar acuan kunci. | Menganalisis 4 dari 5 target unsur rupa dan prinsip desain (target: bentuk, tekstur, ruang, keseimbangan, proporsi) pada karya stimulus secara tepat sesuai daftar acuan kunci. | Menganalisis seluruh 5 target unsur rupa dan prinsip desain (bentuk, tekstur, ruang, keseimbangan, proporsi) pada karya stimulus secara lengkap dan tepat sesuai daftar acuan kunci. | | Eksplorasi Bahan dan Aplikasi Teknik 3D (TP 8.3.2 & TP 8.3.3) | Belum mampu mengolah bahan lingkungan sekitar dan teknik pembentukan tiga dimensi yang diterapkan tidak menghasilkan bentuk yang kokoh. | Mampu mengolah 1 bahan lingkungan sekitar namun aplikasi teknik modeling/konstruksi masih kurang stabil dan mudah retak/lepas. | Mampu mengolah bahan lingkungan sekitar dengan aplikasi variasi teknik modeling atau konstruksi secara tepat sehingga menghasilkan karya tiga dimensi yang rekat dan stabil. | Mampu mengolah potensi bahan lingkungan sekitar secara optimal dengan penguasaan variasi teknik modeling/konstruksi yang sangat rapi, kokoh, dan bertekstur matang. | | Pembuatan Karya 3D Hasil Pengamatan Tumbuhan (TP 8.3.4) | Bentuk karya tiga dimensi belum mencerminkan karakteristik objek tumbuhan dari hasil pengamatan lingkungan. | Bentuk karya tiga dimensi mulai mencerminkan objek tumbuhan namun detail ciri visual hasil pengamatan masih sangat terbatas. | Bentuk karya tiga dimensi secara jelas mencerminkan karakteristik objek tumbuhan hasil pengamatan lingkungan (seperti bentuk batang, daun, atau bunga). | Bentuk karya tiga dimensi sangat presisi dan detail dalam menginterpretasikan karakteristik visual objek tumbuhan hasil pengamatan secara utuh dan artistik. | | Refleksi dan Apresiasi Kosa Kata Seni Rupa (TP 8.3.5) | Belum menyampaikan refleksi karya sendiri maupun apresiasi terhadap karya teman sekelas secara lisan. | Menyampaikan ulasan karya diri dan teman namun belum menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (hanya menggunakan kata bagus/jelek). | Menyampaikan ulasan reflektif karya sendiri dan apresiasi karya teman dengan menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa yang relevan (misal: tekstur, proporsi, volume, plastisitas, atau keseimbangan). | Menyampaikan ulasan reflektif karya sendiri dan apresiasi timbal-balik karya teman secara runtut menggunakan 4 atau lebih kosa kata seni rupa yang tepat dan kontekstual. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit untuk ketiga rincian tugas asesmen sumatif berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana tingkat kemandirian dan penguasaan teknik tiga dimensi murid saat mengolah bahan lingkungan sekitar?
- Apakah instrumen rubrik dapat mengukur ketercapaian kelima TP bab 3 secara objektif dan akurat?
Murid:- Apa tantangan terbesar yang saya hadapi saat mengubah bahan lingkungan menjadi bentuk karya tiga dimensi?
- Kosa kata seni rupa apa yang paling membantu saya saat menjelaskan karya sendiri dan mengapresiasi karya teman?
- Bagaimana perasaan saya setelah berhasil menuntaskan seluruh karya dan penilaian seni tiga dimensi ini?
SUMBER BELAJAR- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Benda konkret tiga dimensi: vas keramik/gerabah, miniatur anyaman bambu, relief gips/patung kayu.
- Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain 3D.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021), Bab 3
- Material lingkungan sekitar: kardus bekas, pelepah pisang kering, lempung/tanah liat, ranting kayu, botol plastik bekas, sabut kelapa, kawat
- Peralatan kerja: gunting, cutter, selotip kertas, mistar
- Lembar Kerja Eksplorasi Material 3D
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021, Bab 3: Berkreasi Seni Tiga Dimensi)
- Bahan lunak berkarya: plastisin/clay modelling/tanah liat olahan
- Alat bantu pembentuk: sudip pemodelan plastik/kayu, tusuk gigi, penggaris, dan alas kerja (papan plastik/mika)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021)
- Bahan limbah sekitar: kardus tebal bekas kemasan, botol plastik bekas, ranting kayu/stik es krim
- Alat kerja: gunting serbaguna, cutter, lem kertas/lem tembak/selotip kertas, kawat lunak/benang kasur
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Spesimen tumbuhan asli dari lingkungan sekitar sekolah (daun, batang, ranting, buah, bunga)
- Bahan plastisin atau lempung model (modelling clay)
- Kertas gambar dan pensil untuk membuat sketsa rancangan tiga dimensi
- Karya seni rupa tiga dimensi buatan murid (dari pertemuan berkarya sebelumnya)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII
- Kartu istilah kosa kata seni rupa (tekstur, volume, proporsi, keseimbangan, ruang)
- Lembar Kerja Refleksi Karya Tiga Dimensi
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII Kemendikbudristek
- Buku Siswa Seni Rupa SMP Kelas VIII
- Gambar stimulus karya kerajinan gerabah flora 3 dimensi
- Bahan lingkungan sekitar: tanah liat, bubur kertas daur ulang, serat alam, dan lem perekat
- Alat modeling sederhana: butsir kayu/kawat, mistar, dan kuas pembersih
- Lembar tes analisis tertulis dan lembar catatan apresiasi reflektif
|