MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 8 (Fase D) Topik: Bab 2 — Berkreasi Seni Dua Dimensi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Berkreasi Seni Dua Dimensi |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 8.2.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa dua dimensi
- TP 8.2.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya seni rupa dua dimensi
- TP 8.2.3 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa dua dimensi
- TP 8.2.4 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar menggunakan teknik yang telah dipelajari
- TP 8.2.5 Menghasilkan karya seni rupa dua dimensi untuk mengekspresikan perasaan
- TP 8.2.6 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas pada karya seni rupa dua dimensi menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana garis, bidang, dan warna dapat menyusun sebuah gambar dua dimensi sehingga terlihat seimbang dan memiliki pusat perhatian?
- Mengapa penataan unsur-unsur rupa dengan prinsip desain tertentu dapat membuat sebuah karya seni rupa dua dimensi tampak harmonis atau justru kontras?
- Bagaimana perbedaan goresan yang dihasilkan ketika kita menggunakan pensil secara tegak dibandingkan dengan posisi miring pada kertas?
- Apa yang terjadi pada permukaan gambar jika kita memadukan teknik arsir searah dan teknik gosok (dusel) menggunakan alat yang sama?
- Bagaimana bahan alam dan bekas di sekitar sekolah (seperti daun kering, arang, atau ampas kopi) dapat menghasilkan jejak rupa atau warna pada bidang dua dimensi?
- Eksperimen apa yang dapat kita lakukan untuk menemukan karakter fisik dan visual dari bahan-bahan di lingkungan sekitar?
- Objek menarik apa saja di lingkungan sekolah yang dapat kita wujudkan menjadi karya seni rupa dua dimensi?
- Bagaimana cara kita menuangkan bentuk dan tekstur objek lingkungan sekitar ke dalam bidang gambar menggunakan teknik yang telah kita pelajari?
- Bagaimana garis lengkung yang lembut atau garis patah-patah yang tajam dapat mewakili suasana hatimu saat ini?
- Kosakata seni rupa apa yang paling tepat untuk menggambarkan karya temanmu yang penuh dengan kontras warna?
- Bagaimana kalian memadukan teknik goresan alat gambar dan cap bahan alam sekitar untuk mengekspresikan perasaan dalam karya dua dimensi?
- Bagaimana cara membuktikan pemahaman unsur rupa dan prinsip desain saat mengamati serta mengapresiasi karya seni rupa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Karya Seni Rupa Dua Dimensi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa dua dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis unsur rupa dan prinsip desain pada karya dua dimensi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 lukisan pemandangan dekoratif dua dimensi di layar/papan tulis, lalu mengajukan 2 pertanyaan identifikasi cepat untuk memetakan kesiapan murid: (1) Sebutkan 2 unsur rupa yang dominan terlihat (acuan jawaban: garis dan warna/bidang), dan (2) Apakah susunan objeknya terlihat seimbang secara simetris atau asimetris? (acuan jawaban: asimetris karena pohon besar di kiri diimbangi gunung di kanan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati bagan intisari unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, gelap-terang/ruang datar) dan prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, ritme/irama, proporsi, penekanan/pusat perhatian) yang disajikan guru melalui contoh visual 2 karya dua dimensi (15 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan permainan interaktif 'Detektif Visual': setiap pasangan mencocokkan 4 kartu petunjuk analisis visual ke 4 bagian gambar karya dua dimensi reproduksi lukisan Raden Saleh 'Penangkapan Pangeran Diponegoro'. Kartu 1: 'Pusat perhatian/penekanan' -> dipasangkan ke figur jubah putih Diponegoro di tengah; Kartu 2: 'Kontras gelap-terang' -> dipasangkan ke area bayangan gelap serdadu dan sinar terang pada wajah tokoh; Kartu 3: 'Garis diagonal penunjuk gerak' -> dipasangkan ke arah tombak dan gestur tangan pengawal; Kartu 4: 'Keseimbangan asimetris' -> dipasangkan ke distribusi massa kelompok serdadu Belanda di kanan versus pengikut Diponegoro di kiri (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bekerja dalam kelompok (3-4 orang) menerima Lembar Analisis Karya Dua Dimensi yang memuat reproduksi karya seni rupa dua dimensi bertema alam benda (still life) kubistis (10 menit).
- Setiap kelompok menganalisis karya tersebut dengan mengisi lembar analisis mencakup: (a) penguraian minimal 3 unsur rupa dominan (acuan: garis tegas lurus/geometris, bidang poligonal/segitiga-segiempat, warna komplementer biru-oranye); (b) keterkaitan minimal 2 prinsip desain yang diterapkan seniman (acuan: kesatuan/unity melalui pengulangan bidang bersudut tajam, serta pusat perhatian/emphasis pada buah apel merah terang di antara bidang gelap) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok menempelkan lembar analisis pada dinding kelas dalam aktivitas gallery walk sederhana, lalu saling memeriksa hasil uraian unsur dan prinsip kelompok lain berdasarkan rubrik acuan bersama (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali bagaimana perpaduan unsur rupa (seperti garis, bidang, warna) ditata menggunakan prinsip desain (seperti keseimbangan dan penekanan) untuk membangun kesatuan karya dua dimensi (3 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 1 butir tertulis: menganalisis 1 unsur rupa dan 1 prinsip desain dari sketsa poster dua dimensi mini di kertas memo (acuan: unsur warna kontras hitam-putih; prinsip penekanan pada tulisan utama berukuran besar) sebelum kelas ditutup dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar analisis yang dilengkapi glosarium panduan visual unsur rupa dan prinsip desain; kelompok mahir menganalisis karya dua dimensi dengan struktur bidang yang lebih kompleks (karya abstrak-ekspresionis).
- Proses: Guru memberikan scaffolding terpandu pada kelompok pemula dalam membedakan prinsip ritme dan keseimbangan, sedangkan kelompok mandiri menganalisis interaksi antarunsur secara otonom.
- Produk: Kelompok pemula menganalisis minimal 2 unsur rupa dan 1 prinsip desain dengan panduan kalimat terstruktur; kelompok mahir menganalisis minimal 4 unsur rupa dan 2 prinsip desain secara komprehensif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan di awal pertemuan: Menampilkan 1 lukisan pemandangan dekoratif dua dimensi, lalu meminta murid mengidentifikasi: (1) Sebutkan 2 unsur rupa yang dominan terlihat (acuan: garis dan warna/bidang), dan (2) Tentukan jenis keseimbangan tata letak objeknya apakah simetris atau asimetris (acuan: asimetris, bobot visual pohon besar di kiri diseimbangkan kelompok bukit/awan di kanan).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja analisis kelompok 'Menguraikan Unsur dan Prinsip Desain Karya Dua Dimensi'. Acuan penilaian kunci: (1) Unsur rupa: mengidentifikasi minimal 3 dari unsur (garis bersudut, bidang geometris bersegi, warna komplementer, gelap-terang); (2) Prinsip desain: menguraikan minimal 2 dari prinsip (kesatuan susunan bidang terpadu, pusat perhatian/penekanan pada objek utama apel merah, keseimbangan asimetris sebaran bidang warna).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 1 butir pada kertas memo di akhir sesi: 'Perhatikan gambar sketsa poster dua dimensi mini pada papan tulis. Sebutkan 1 unsur rupa dominan dan 1 prinsip desain yang paling menonjol pada penataan objeknya!' (Acuan jawaban benar: Unsur rupa = warna kontras/garis tebal/bidang teks; Prinsip desain = penekanan/pusat perhatian pada huruf judul berukuran dominan di bagian tengah atas, atau keseimbangan simetris susunan teks).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan pasangan 'Detektif Visual' (ketepatan menjodohkan kartu unsur/prinsip)
- Penilaian Lembar Analisis Karya Seni Rupa Dua Dimensi (kelengkapan dan ketepatan identifikasi unsur rupa serta penguraian keterkaitan prinsip desain)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Unsur Rupa dalam Karya Seni Rupa Dua Dimensi | Belum mampu mengidentifikasi unsur rupa yang terdapat pada karya dua dimensi, atau hanya menyebutkan 1 unsur tanpa ketepatan visual. | Mampu mengidentifikasi 2 unsur rupa pada karya seni rupa dua dimensi dengan tepat, namun belum dapat menguraikan karakteristik penerapannya (acuan: garis, bidang, atau warna). | Mampu menganalisis 3 unsur rupa (garis, bidang, dan warna) pada karya seni rupa dua dimensi secara tepat sesuai bentuk visualnya. | Mampu menganalisis secara mendalam lebih dari 3 unsur rupa (garis, bidang, warna, gelap-terang, dan tekstur semu) pada karya seni rupa dua dimensi beserta fungsi visualnya dalam membangun wujud karya secara mandiri. | | Menganalisis Prinsip Desain dalam Karya Seni Rupa Dua Dimensi | Belum mampu mengidentifikasi prinsip desain yang diterapkan dalam karya seni rupa dua dimensi. | Mampu mengidentifikasi 1 prinsip desain (misalnya keseimbangan atau pusat perhatian) pada karya seni rupa dua dimensi, namun ulasannya masih keliru. | Mampu menganalisis 2 prinsip desain (keseimbangan dan penekanan/kesatuan) pada karya seni rupa dua dimensi dengan menguraikan bagaimana unsur rupa disusun untuk membentuk prinsip tersebut secara tepat. | Mampu menganalisis secara komprehensif 3 prinsip desain atau lebih (keseimbangan, kesatuan, ritme, dan penekanan) serta keterkaitannya yang harmonis dalam penataan karya seni rupa dua dimensi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu 'Detektif Visual' efektif membantu murid mengaitkan istilah abstrak prinsip desain dengan wujud visual konkret karya?
- Bagian analisis mana (unsur rupa atau prinsip desain) yang masih memerlukan bimbingan lebih intensif bagi murid yang lambat?
Murid:- Unsur rupa dan prinsip desain apa yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali saat mengamati karya seni rupa dua dimensi tadi?
- Bagaimana pemahaman tentang penekanan (pusat perhatian) dan keseimbangan membantumu menikmati dan memahami susunan suatu gambar?
Pertemuan 2 — Mengaplikasikan Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan untuk Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya seni rupa dua dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan meja kerja agar bersih serta siap untuk kegiatan berkarya (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mempraktikkan langsung variasi teknik penggunaan alat dan bahan gambar kering (pensil/pensil warna) untuk menghasilkan ragam efek visual dua dimensi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak teknik singkat: guru menunjukkan 3 cuplikan kartu visual goresan dan murid mengangkat tangan memilih nama teknik yang tepat (Kartu 1: garis sejajar rapat = teknik arsir; Kartu 2: titik-titik membentuk gelap terang = teknik titik/pointilis; Kartu 3: goresan halus hasil usapan jari/kertas = teknik dussel) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru mendemonstrasikan secara langsung cara memegang dan menggoreskan pensil/alat gambar kering di papan/kertas besar dengan 3 variasi teknik: (1) Arsir searah dan silang (hatching/cross-hatching) dengan variasi kerapatan garis; (2) Dussel (menggosok goresan pensil secara merata dengan jari/tisu untuk gradasi halus); dan (3) Pointilis (menitikkan ujung alat gambar dengan kerapatan berbeda untuk memunculkan volume benda) (10 menit).
- Murid menyimak demonstrasi dan mencermati lembar panduan petunjuk praktikum teknik yang memuat panduan langkah mengaplikasikan ketiga variasi teknik tersebut pada bidang kertas uji (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti tantangan menggembirakan 'Eksplorasi Matriks Teknik': setiap murid menyiapkan selembar kertas gambar berukuran A4 yang dibagi menjadi 4 kotak eksplorasi (5 menit).
- Murid mengaplikasikan secara mandiri variasi teknik pada kotak 1 (teknik arsir silang/cross-hatching), kotak 2 (teknik dussel/gosok), dan kotak 3 (teknik pointilis/titik-titik) dengan tingkat gradasi minimal 3 tingkatan (gelap, sedang, terang) menggunakan pensil atau pensil warna yang dimiliki (17 menit).
- Murid mengaplikasikan kombinasi minimal 2 variasi teknik yang telah dilatih ke dalam kotak 4 untuk membentuk sebuah objek sederhana dua dimensi (misalnya bentuk daun, buah, atau bentuk geometris bervolume) sesuai pilihan murid sendiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan hasil lembar eksplorasi teknik di atas meja masing-masing, memeriksa hasil goresan sendiri, dan membandingkan kerapatan teknik arsir, kehalusan teknik dussel, serta ketelitian teknik pointilis yang telah dibuatnya (5 menit).
- Murid menandai satu teknik yang paling nyaman dan paling efektif dikuasainya dengan menuliskan nama teknik tersebut di sudut kanan bawah lembar kerjanya (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan penerapan variasi teknik alat dan bahan yang telah dilakukan seluruh murid (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa perbedaan tekanan tangan, sudut kemiringan alat, dan cara menggoreskan bahan menghasilkan variasi tekstur visual yang kaya pada karya seni dua dimensi (4 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang eksplorasi bahan di lingkungan sekitar dan mengakhiri kelas dengan merapikan kembali meja kerja serta berdoa/salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja berpola garis bantu gradasi, sedangkan murid yang mahir diberikan opsi mengeksplorasi alat gambar kering tambahan (seperti spidol atau krayon lilin).
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung (scaffolding) pada murid yang kesulitan mengatur tekanan pensil saat teknik dussel atau arsir; murid yang sudah terampil dapat langsung melanjutkan eksplorasi kombinasi teknik pada objek kotak 4 secara mandiri.
- Produk: Tingkat kerumitan bentuk objek pada kotak 4 disesuaikan dengan kesiapan murid: bentuk dasar geometris (lingkaran/kubus) bagi pemula, atau bentuk organik (buah/dedaunan dengan lekukan bayangan mendalam) bagi yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat mengenali 3 variasi teknik goresan melalui kartu visual: (1) Kartu A menampilkan garis sejajar bersilangan (acuan jawaban: arsir/cross-hatching); (2) Kartu B menampilkan goresan pensil diusap halus (acuan jawaban: dussel/gosok); (3) Kartu C menampilkan kumpulan titik rapat dan renggang (acuan jawaban: pointilis/titik).
Proses:- Pengamatan langsung keteraturan dan kontrol motorik murid saat mengaplikasikan: (1) teknik arsir (kerapatan garis konstan), (2) teknik dussel (kehalusan bauran pensil tanpa robek), dan (3) teknik pointilis (titik tegas tidak menyeret) pada kotak 1-3.
- Pemeriksaan penerapan kombinasi minimal 2 variasi teknik pada kotak 4 lembar kerja (acuan: memuat minimal 2 teknik berbeda yang menyatu membentuk gelap-terang pada satu objek).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman ketercapaian aplikasi teknik melalui verifikasi produk lembar kerja 4 kotak: murid menunjukkan hasil karyanya yang memenuhi minimal 3 tingkatan gradasi (gelap, sedang, terang) pada kotak arsir/dussel/pointilis serta kombinasi 2 teknik pada kotak objek.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan teknik arsir, dussel, dan pointilis pada lembar eksplorasi
- Pemeriksaan lembar kerja matriks variasi teknik (kotak 1-4) berdasarkan ketepatan penerapan teknik dan gradasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengaplikasian variasi teknik arsir, dussel, dan pointilis (Kotak 1-3) | Hanya mampu mengaplikasikan 1 jenis teknik dengan tekanan goresan yang belum memunculkan gradasi gelap-terang. | Mampu mengaplikasikan 2 jenis teknik dengan kontrol tekanan alat yang cukup, namun gradasi gelap-terang belum terlihat jelas. | Mampu mengaplikasikan ketiga variasi teknik (arsir, dussel, pointilis) secara tepat dengan menampilkan minimal 3 tingkatan gradasi (gelap, sedang, terang). | Mampu mengaplikasikan ketiga variasi teknik secara mandiri, sangat rapi, konsisten, serta menampilkan gradasi gelap-terang yang halus dan berkarakter tegas. | | Pengaplikasian kombinasi teknik pada objek dua dimensi (Kotak 4) | Belum mampu memadukan teknik; objek hanya dibuat dengan satu teknik goresan tunggal tanpa pembagian gelap-terang. | Mampu memadukan 2 teknik pada objek, namun batas transisi antar-teknik masih kaku atau belum terpadu. | Mampu memadukan minimal 2 variasi teknik secara tepat pada objek dua dimensi sehingga menghasilkan efek volume (gelap-terang) yang jelas. | Mampu memadukan 2 variasi teknik atau lebih secara harmonis pada objek dua dimensi dengan variasi tekstur dan volume yang sangat terkontrol. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit pada tahap mengaplikasi cukup bagi seluruh murid untuk menyelesaikan 4 kotak latihan teknik?
- Bagian variasi teknik manakah (arsir, dussel, atau pointilis) yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis tambahan?
Murid:- Variasi teknik manakah yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu aplikasikan pada kertas gambarmu?
- Bagaimana kamu mengatur tekanan pensil agar menghasilkan bagian yang benar-benar gelap dan bagian yang terang?
Pertemuan 3 — Mengeksplorasi Potensi Bahan di Lingkungan Sekitar untuk Seni Rupa Dua Dimensi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.3 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa dua dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu mengeksplorasi potensi bahan alam dan bahan bekas di sekitar untuk seni rupa dua dimensi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis tebak karakter rupa 3 bahan: (1) Daun suji/pandan ditumbuk menghasilkan warna hijau cair; (2) Arang kayu digoreskan menghasilkan garis hitam berbutir/kasar; (3) Serbuk ampas kopi basah menghasilkan noda cokelat dan tekstur bintik nyata pada kertas. Murid menuliskan potensi jejak rupanya di lembar catatan masing-masing (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 4 contoh sampel bahan lingkungan yang disediakan guru: daun jati/suji (pigmen warna), arang kayu (jejak garis/arsir), pasir/tanah halus (tekstur permukaan), dan serbuk kopi (efek noda/wash) (8 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi cara-cara perlakuan bahan untuk memunculkan potensi rupanya: digosokkan langsung, ditumbuk/dilarutkan sedikit air, atau direkatkan sebagai tekstur pada kertas uji coba (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menjalankan tantangan eksplorasi bertajuk 'Laboratorium Jejak Rupa' secara berpasangan dengan memilih minimal 3 bahan dari lingkungan (misal: getah/daun, arang, tanah/ampas kopi) untuk diuji coba di lembar kertas eksperimen (12 menit).
- Murid mendokumentasikan hasil uji potensi bahan dengan membuat 3 petak goresan/noda/tekstur pada kertas uji, mencatat daya lekat, kepekatan warna, dan tekstur yang dihasilkan dari masing-masing bahan secara langsung (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil petak eksperimennya dan menandai bahan mana yang memiliki potensi visual paling kuat serta stabil untuk diterapkan pada bidang dua dimensi (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan karakter dan variasi potensi bahan lingkungan yang telah dieksplorasi pada kertas uji coba (10 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan penguatan atas eksplorasi bahan dan mengingatkan murid untuk merawat lembar uji coba sebagai acuan berkarya di sesi berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan bahan lingkungan yang beragam (bahan alami basah seperti daun/rimpang, bahan kering seperti arang/tanah, atau limbah kertas/plastik bekas).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan uji sederhana (menggosok langsung), sedangkan murid yang lebih mandiri diarahkan mencoba perlakuan variatif (menumbuk, melarutkan, atau membuat gradasi).
- Produk: Lembar petak uji eksperimen memuat minimal 3 sampel uji eksplorasi potensi bahan untuk semua murid, dengan rincian catatan karakter visual yang lebih mendalam bagi murid yang cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman potensi rupa bahan: Murid mengidentifikasi potensi rupa 3 bahan sekitar. Kriteria acuan penerimaan jawaban: (1) Daun pandan/suji/tumbuhan hijau menghasilkan warna hijau; (2) Arang kayu menghasilkan jejak hitam pekat/abu-abu bertekstur; (3) Ampas kopi/tanah menghasilkan warna cokelat dan tekstur serbuk kasar.
Proses:- Observasi lembar kerja eksperimen bahan: Menilai kemampuan murid mengeksplorasi potensi bahan lingkungan pada 3 petak uji rupa (minimal 3 bahan berbeda dieksplorasi dengan teknik goresan/noda/rekatan tekstur dan dicatat karakternya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 bahan sekitar yang paling potensial dari hasil eksperimennya beserta alasan karakter visualnya (acuan penerimaan: menyebutkan bahan yang diuji dan mendeskripsikan secara konkret warna, kepekatan, atau tekstur rupa yang ditinggalkannya).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: Kuis tebak karakter rupa 3 bahan sekitar
- Asesmen formatif proses: Observasi lembar petak eksperimen eksplorasi potensi bahan lingkungan pada kertas uji coba
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Eksplorasi Potensi Bahan Lingkungan Sekitar | Mengeksplorasi 1 bahan lingkungan sekitar pada lembar uji dengan pendampingan penuh dari guru. | Mengeksplorasi 2 bahan lingkungan sekitar pada lembar uji dengan bantuan guru dalam memunculkan jejak rupa bahan. | Mengeksplorasi minimal 3 bahan lingkungan sekitar secara mandiri dan menghasilkan jejak rupa (warna/garis/tekstur) yang terbaca pada lembar uji. | Mengeksplorasi lebih dari 3 bahan lingkungan sekitar secara mandiri dengan menghasilkan variasi jejak rupa (gradasi kepekatan/tekstur beragam) secara konsisten pada lembar uji. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah bahan-bahan lingkungan yang disediakan atau ditemukan murid cukup beragam untuk dieksplorasi potensi visualnya?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksperimenkan bahan-bahan tidak biasa ke media kertas dua dimensi?
Murid:- Bahan lingkungan mana yang memberikan efek rupa paling menarik atau tak terduga saat kamu uji di kertas?
- Kendala apa yang kamu temui saat mencoba memunculkan warna atau jejak tekstur dari bahan tersebut?
Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa Dua Dimensi Berdasarkan Pengamatan Lingkungan Sekitar Menggunakan Teknik yang Telah Dipelajari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.4 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar menggunakan teknik yang telah dipelajari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar dengan menerapkan teknik yang telah dipelajari sebelumnya (misalnya teknik arsir/dussel pensil atau teknik sapuan basah/kering cat air) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat identifikasi objek lingkungan: murid ditunjukkan 2 contoh foto lingkungan sekolah (sudut taman sekolah dan koridor deretan pot tanaman) lalu diminta menentukan 1 objek pengamatan utama yang paling jelas bentuknya dan memilih 1 teknik yang sesuai untuk menggambarkannya (acuan jawaban: objek utama taman = pohon/bunga/batu taman; teknik = arsir/dussel/basah/kering; objek utama koridor = pot/tanaman daun/ubin lantai; teknik = arsir/dussel/basah/kering) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati lingkungan sekitar kelas/sekolah secara terarah selama 10 menit untuk memilih objek visual yang akan digambar (pilihan objek: tanaman hias, tekstur batang pohon di halaman, sudut taman sekolah, atau susunan bata/paving) dan mencatat ciri visual utamanya (bentuk dasar dan karakter permukaan) pada lembar sketsa rancangan (10 menit).
- Guru memberikan penguatan langkah pembuatan karya dua dimensi: membuat sketsa proporsi objek lingkungan, menentukan area gelap-terang, lalu mengaplikasikan teknik yang telah dipelajari (arsir pensil, dussel, atau sapuan kuas cat) secara bertahap pada bidang gambar (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memindahkan hasil pengamatan lingkungan ke atas kertas gambar A4 dengan membuat sketsa garis tipis sesuai bentuk dasar objek lingkungan yang dipilih (10 menit).
- Dalam suasana berkarya yang menyenangkan dengan iringan musik instrumental bertempo tenang, murid secara mandiri membuat karya seni rupa dua dimensi penuh dengan menerapkan teknik pilihan (arsir arsir-silang pensil grafit atau sapuan cat air/pewarna) untuk menampilkan bentuk dan tekstur objek lingkungan sekitar secara utuh (27 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya seni rupa dua dimensi di atas meja masing-masing, memeriksa kelengkapan wujud karya terhadap objek lingkungan yang diamati, serta memeriksa kerapian penerapan teknik yang digunakan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap proses berkarya murid, mengapresiasi ketekunan murid dalam menyelesaikan karya dua dimensi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan proses pembuatan karya dan merapikan alat serta bahan berkarya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih objek pengamatan lingkungan sekitar yang sederhana (satu tangkai tanaman/daun) atau objek lingkungan dengan susunan lebih kompleks (sudut lanskap taman atau deretan pot bertekstur).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pembuatan sketsa proporsi dasar secara bertahap oleh guru, sedangkan murid yang mahir langsung memadukan variasi kerapatan teknik arsir/gradasi sapuan warna secara mandiri.
- Produk: Tingkat kerincian detail tekstur dan kedalaman gelap-terang pada karya dua dimensi disesuaikan dengan kesiapan masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis cepat kesiapan visual: Murid mengamati 2 foto lingkungan sekolah yang ditampilkan guru (Foto 1: Pohon beringin di sudut taman; Foto 2: Deretan pot bunga kamboja di selasar), lalu menyebutkan 1 objek visual spesifik dan 1 teknik yang cocok digunakan. (Acuan ketercapaian: Murid menyebutkan objek konkret yang tampak pada foto [contoh Foto 1: batang pohon/akar gantung/daun; contoh Foto 2: kelopak bunga/pot tanah liat/daun kamboja] dan memadankannya dengan salah satu teknik dua dimensi yang telah dipelajari [teknik arsir garis, dussel, sapuan basah, atau sapuan kering]).
Proses:- Observasi unjuk kerja pembuatan karya dua dimensi dengan catatan pengamatan keterpaduan dua indikator: (1) perwujudan bentuk objek yang bersumber dari pengamatan lingkungan sekitar, dan (2) penerapan teknik berkarya dua dimensi yang telah dipelajari (arsir/dussel pensil atau sapuan pewarna) secara konsisten pada bidang gambar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan kelengkapan karya: Guru memeriksa lembar karya seni dua dimensi murid berdasarkan 2 kriteria penerimaan operasional: (1) Karya menampilkan wujud visual objek nyata dari lingkungan sekolah (bukan gambar imajinasi/kartun bebas), dan (2) Bidang gambar telah terisi teknik yang dipelajari (terdapat penerapan arsir pensil atau sapuan pewarna yang membentuk volume/tekstur objek secara tuntas).
Formatif:- Asesmen diagnostik kesiapan memilih objek pengamatan dan teknik pada apersepsi
- Lembar observasi unjuk kerja proses pembuatan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perwujudan Objek Hasil Pengamatan Lingkungan | Belum mewujudkan bentuk objek dari hasil pengamatan lingkungan sekitar; gambar masih berupa bentuk imajinatif bebas tanpa keterkaitan dengan lingkungan sekolah. | Mewujudkan objek pengamatan lingkungan sekitar namun bentuk dasarnya belum jelas dan belum proporsional. | Mewujudkan objek pengamatan lingkungan sekitar dengan bentuk dasar dan proporsi yang dapat dikenali secara jelas dan utuh. | Mewujudkan objek pengamatan lingkungan sekitar secara sangat detail, proporsional, serta menampilkan karakter tekstur objek nyata secara akurat dan mandiri. | | Penerapan Teknik Berkarya Dua Dimensi | Belum menerapkan teknik berkarya dua dimensi yang telah dipelajari (goresan/sapuan belum membentuk gelap-terang atau tekstur). | Menerapkan teknik yang telah dipelajari (arsir atau sapuan pewarna) namun masih belum merata dan belum menunjukkan perbedaan gelap-terang. | Menerapkan teknik yang telah dipelajari secara rapi dan konsisten sehingga mampu membentuk gelap-terang atau tekstur objek pada bidang gambar. | Menerapkan teknik yang telah dipelajari dengan tingkat penguasaan tinggi (variasi kerapatan arsir atau gradasi sapuan warna halus dan rapi) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengamatan dan pembuatan karya cukup bagi seluruh murid untuk menuntaskan karya dua dimensi?
- Bagaimana variasi penerapan teknik oleh murid dalam menggambarkan objek lingkungan sekitar?
Murid:- Objek lingkungan sekitar apa yang saya pilih untuk digambar hari ini?
- Teknik apa yang saya gunakan, dan bagaimana hasil penerapan teknik tersebut pada gambar saya?
Pertemuan 5 — Menghasilkan Karya Seni Rupa Dua Dimensi untuk Mengekspresikan Perasaan serta Merefleksikan dan Mengapresiasi Karya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.5 Menghasilkan karya seni rupa dua dimensi untuk mengekspresikan perasaan
- TP 8.2.6 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas pada karya seni rupa dua dimensi menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengondisikan murid untuk hening sejenak menyadari emosi/suasana hati yang sedang dirasakan (10 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid menghubungkan jenis emosi dengan unsur rupa dan kosa kata seni rupa dasar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan kartu contoh visual mengenai bagaimana unsur rupa (garis, warna, tekstur, ruang) dapat menyimbolkan dan mengekspresikan perasaan tertentu, seperti tenang, gelisah, riang, atau sedih (10 menit).
- Dalam aktivitas ceria 'Tebak Nada Emosi', murid bermain mencocokkan kartu ekspresi perasaan dengan kartu kosakata unsur seni rupa yang tepat secara cepat dan menggembirakan (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Secara mandiri, murid menghasilkan sebuah karya seni rupa dua dimensi pada kertas gambar berukuran A4 untuk mengekspresikan perasaan pribadi yang dipilihnya menggunakan pilihan alat gambar (pensil warna, krayon, cat air, atau spidol) (30 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid memajang karyanya di atas meja masing-masing, kemudian menuliskan refleksi singkat tentang karyanya sendiri serta menuliskan apresiasi terhadap minimal 1 karya teman sekelas menggunakan lembar apresiasi berkosakata seni rupa yang sesuai (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana unsur seni rupa dapat menjadi sarana mengekspresikan perasaan serta pentingnya kosakata rupa dalam memberi apresiasi yang tepat (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses ekspresi dan apresiasi yang telah dilakukan murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan daftar padanan emosi-garis-warna (misal: tenang = warna dingin/garis mendatar lembut; dinamis/semangat = warna hangat/garis diagonal); murid mahir mengeksplorasi emosi yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan bertahap dari guru dalam memilih unsur rupa pengungkap emosi, sementara murid mandiri langsung mengolah karya secara bebas.
- Produk: Media pewarna karya dua dimensi bebas dipilih sesuai kenyamanan murid (kering atau basah).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjodohkan 3 situasi perasaan dengan pilihan kosakata unsur seni rupa yang sesuai pada kartu uji awal. Pilihan kartu: (1) Rasa damai/tenang -> Garis mendatar halus dan warna biru muda (dingin); (2) Rasa amarah/gejolak -> Garis zigzag tajam dan warna merah menyala (kontras panas); (3) Rasa gembira/ceria -> Garis lengkung ritmis dan warna kuning cerah (acuan: pasangan 1-garis datar/dingin, 2-garis zigzag/kontras panas, 3-garis lengkung ritmis/kuning cerah).
Proses:- Pengamatan langsung keterlibatan murid dalam mengekspresikan emosi personal melalui unsur rupa (garis, warna, bidang) ke dalam karya dua dimensi.
- Pemeriksaan lembar kerja apresiasi murid saat mengamati karya teman sekelas: memeriksa ketepatan penggunaan minimal 2 kosakata seni rupa (misal: garis dinamis, warna komplementer, gelap-terang, tekstur semu, keselarasan/harmoni).
Akhir Pertemuan:- Cek lembar refleksi tertulis murid yang memuat: (1) Pernyataan emosi yang diekspresikan dalam karya sendiri beserta alasan visualnya; (2) Satu kalimat apresiasi terhadap karya teman menggunakan sedikitnya 2 kosakata seni rupa baku yang sesuai (Kriteria penerimaan: refleksi menyebutkan perasaan yang dipilih dan unsur visual pendukungnya; teks apresiasi memuat minimal 2 kosakata seni rupa rujukan seperti garis/bidang/warna/kontras/proporsi/harmoni yang cocok dengan karya teman yang diapresiasi).
Formatif:- Asesmen awal berupa tes menjodohkan emosi dengan unsur rupa dan kosakata rupa
- Observasi unjuk kerja saat proses menghasilkan karya seni rupa dua dimensi ekspresi perasaan
- Penilaian lembar refleksi diri dan lembar apresiasi karya teman sekelas berdasar kosakata seni rupa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghasilkan karya dua dimensi untuk mengekspresikan perasaan | Menghasilkan karya dua dimensi tetapi belum menampakkan keterkaitan visual antara unsur rupa dengan perasaan yang hendak diekspresikan. | Menghasilkan karya dua dimensi yang mengekspresikan perasaan dengan memadukan minimal 1 unsur rupa (garis atau warna) yang sesuai. | Menghasilkan karya dua dimensi yang mengekspresikan perasaan dengan memadukan minimal 2 unsur rupa (misal: garis dan warna) secara selaras sesuai perasaan yang dipilih. | Menghasilkan karya dua dimensi yang mengekspresikan perasaan secara mendalam dan terpadu melalui variasi garis, warna, dan bidang secara mandiri tanpa keraguan. | | Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa | Menuliskan refleksi karya diri sendiri tanpa menyebutkan kosa kata seni rupa yang relevan. | Menuliskan refleksi karya diri sendiri dengan menggunakan 1 kosa kata seni rupa yang tepat. | Menuliskan refleksi karya diri sendiri dengan menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa yang tepat. | Menuliskan refleksi karya diri sendiri secara mendalam dan mandiri dengan menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa secara tepat. | | Mengapresiasi karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa | Memberikan apresiasi karya teman sekelas hanya berupa komentar umum (misal: 'bagus', 'keren') tanpa kosakata seni rupa. | Memberikan apresiasi terhadap karya teman sekelas dengan memuat 1 kosa kata seni rupa yang sesuai. | Memberikan apresiasi terhadap karya teman sekelas dengan memuat minimal 2 kosa kata seni rupa yang sesuai. | Memberikan apresiasi terhadap karya teman sekelas dengan memuat 3 atau lebih kosa kata seni rupa yang sesuai secara tepat dan santun. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid merasa nyaman dan terbuka dalam mengungkapkan perasaan personal melalui unsur rupa dua dimensi?
- Apakah murid telah mampu menggunakan kosakata seni rupa secara natural saat merefleksikan karya diri dan mengapresiasi karya teman?
Murid:- Perasaan apa yang berhasil kamu tuangkan dalam karya dua dimensi hari ini, dan unsur rupa apa yang paling kuat mewakilinya?
- Kosakata seni rupa baru apa yang berhasil kamu gunakan saat menuliskan refleksi dan apresiasi terhadap karya teman?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 8.2.1 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa dua dimensi
- TP 8.2.2 Mengaplikasikan variasi teknik penggunaan alat dan bahan yang dimiliki untuk berkarya seni rupa dua dimensi
- TP 8.2.3 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa dua dimensi
- TP 8.2.4 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar menggunakan teknik yang telah dipelajari
- TP 8.2.5 Menghasilkan karya seni rupa dua dimensi untuk mengekspresikan perasaan
- TP 8.2.6 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas pada karya seni rupa dua dimensi menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memeriksa kesiapan fisik kelas, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 2 terpadu, mekanisme alokasi waktu pengerjaan (50 menit berkarya produk visual dan 25 menit lembar analisis-refleksi tertulis), serta tata tertib pengerjaan mandiri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk teknis Lembar Tugas Asesmen Sumatif: Tugas 1 berupa pembuatan karya seni rupa dua dimensi individual berukuran A4 yang menggabungkan teknik gambar (arsir/dusel/garis) dan cetak bahan alam (daun/pelepah/ranting) bertema ekspresi emosi lingkungan sekitar; Tugas 2 berupa lembar analisis tertulis unsur-prinsip desain karya sendiri dan teks apresiasi-refleksi karya teman sebangku (3 menit).
- Murid menyiapkan bahan alam sekitar yang telah dibawa (daun bertekstur, pelepah pisang, ranting), pewarna (cat air/poster/tinta), dan alat gambar (pensil/spidol/krayon) di meja masing-masing secara tertib dan mandiri (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 secara mandiri: membuat karya seni rupa dua dimensi pada kertas gambar A4 yang memadukan jejak cetak bahan alami lingkungan (minimal 1 jenis bahan alam sekitar) dan variasi teknik alat gambar (minimal 2 teknik, misal arsir garis dan blok warna) yang merepresentasikan objek lingkungan sekitar dan mengekspresikan perasaan tertentu (durasi pengerjaan: 45 menit) (43 menit).
- Murid secara serentak meletakkan karya di meja masing-masing, lalu saling bertukar posisi pandang dengan teman sebangku untuk mengamati karya teman guna persiapan analisis tertulis (2 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Tugas 2 pada Lembar Analisis-Refleksi Tertulis (durasi pengerjaan: 20 menit) yang memuat butir soal konkret: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis minimal 2 unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur, bidang, gelap-terang) dan minimal 1 prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, irama, proporsi, pusat perhatian) pada karya diri sendiri; (2) Menuliskan refleksi proses berkarya diri serta apresiasi tertulis terhadap karya teman sebangku menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kelengkapan identitas pada karya fisik dan lembar analisis-refleksi tertulis sebelum dikumpulkan kepada guru (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh artefak portofolio karya dua dimensi dan lembar kerja analisis-refleksi tertulis dari seluruh murid secara tertib (2 menit).
- Guru merangkum ketercapaian proses pembelajaran bab 2 Berkreasi Seni Dua Dimensi, mengapresiasi kerja keras dan kejujuran murid selama berkarya, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar petunjuk tugas dengan ukuran teks lebih besar bagi murid dengan hambatan visual ringan tanpa mengubah kriteria capaian.
- Proses: Menyediakan posisi meja yang fleksibel dan akses alat yang ergonomis tanpa memberikan bantuan substansi artistik.
- Produk: Format bukti karya dan instrumen analisis tertulis seragam sesuai ketentuan asesmen sumatif bab.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan kelengkapan alat gambar, pewarna, dan bahan alam lingkungan sekitar yang dibawa setiap murid sesuai petunjuk teknis (acuan kelengkapan: membawa kertas gambar, minimal satu alat pewarna/gambar, dan minimal satu jenis bahan alam bertekstur).
Proses:- Pemantauan kemandirian dan kepatuhan prosedur pengerjaan karya seni dua dimensi individual sesuai durasi waktu yang ditetapkan tanpa intervensi teknis berkarya.
Sumatif Bab:- Portofolio karya seni rupa dua dimensi terpadu dan lembar analisis-refleksi tertulis: Karya seni rupa dua dimensi berwujud gambar cetak ekspresi emosi lingkungan sekitar yang memadukan jejak bahan alam dan variasi teknik alat, disertai lembar tertulis analisis unsur-prinsip desain serta refleksi-apresiasi karya diri dan teman
- penilaian produk dan kinerja berkarya visual: karya seni rupa dua dimensi jadi yang dikerjakan serentak di kelas, memuat komposisi gambar ekspresi emosi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar dengan mengombinasikan variasi teknik alat gambar dan jejak cetak bahan alami lingkungan (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk berkarya seni rupa dua dimensi (kriteria: variasi teknik, pemanfaatan bahan alam sekitar, kesesuaian objek pengamatan lingkungan, dan keterwakilan ekspresi emosi))
- tes tertulis uraian dan penilaian diri-antarteman serentak: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi analisis unsur rupa dan prinsip desain pada karya sendiri, serta teks apresiasi dan refleksi timbal balik terhadap karya teman sebangku menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis-apresiasi tertulis)
Sumatif:- Portofolio karya seni rupa dua dimensi terpadu dan lembar analisis-refleksi tertulis: Karya seni rupa dua dimensi berwujud gambar cetak ekspresi emosi lingkungan sekitar yang memadukan jejak bahan alam dan variasi teknik alat, disertai lembar tertulis analisis unsur-prinsip desain serta refleksi-apresiasi karya diri dan teman
- penilaian produk dan kinerja berkarya visual: karya seni rupa dua dimensi jadi yang dikerjakan serentak di kelas, memuat komposisi gambar ekspresi emosi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar dengan mengombinasikan variasi teknik alat gambar dan jejak cetak bahan alami lingkungan (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk berkarya seni rupa dua dimensi (kriteria: variasi teknik, pemanfaatan bahan alam sekitar, kesesuaian objek pengamatan lingkungan, dan keterwakilan ekspresi emosi))
- tes tertulis uraian dan penilaian diri-antarteman serentak: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi analisis unsur rupa dan prinsip desain pada karya sendiri, serta teks apresiasi dan refleksi timbal balik terhadap karya teman sebangku menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis-apresiasi tertulis)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengaplikasian Variasi Teknik dan Eksplorasi Bahan Alam (TP 8.2.2 & TP 8.2.3) | Hanya menggunakan 1 teknik gambar tunggal tanpa memadukan bahan alam lingkungan sekitar pada karya dua dimensi. | Menggunakan 1 teknik gambar dan memanfaatkan 1 bahan alam sekitar tetapi teknik cetak tidak menghasilkan jejak tekstur yang jelas pada karya. | Mengaplikasikan minimal 2 variasi teknik alat gambar (misal arsir garis dan blok warna) serta berhasil mengeksplorasi jejak cetak dari 1 jenis bahan alam sekitar secara rapi. | Mengaplikasikan lebih dari 2 variasi teknik alat gambar secara terampil dan memadukan jejak cetak lebih dari 1 jenis bahan alam sekitar secara harmonis pada karya dua dimensi. | | Pembuatan Karya Berdasarkan Pengamatan Lingkungan dan Ekspresi Emosi (TP 8.2.4 & TP 8.2.5) | Karya tidak menampilkan objek lingkungan sekitar dan tidak menunjukkan keterwakilan ekspresi emosi/perasaan. | Karya memuat objek lingkungan sekitar namun bentuknya belum teridentifikasi jelas dan ekspresi emosi belum tampak pada komposisi rupa. | Membuat karya seni rupa dua dimensi dengan objek yang jelas bersumber dari pengamatan lingkungan sekitar serta berhasil mengekspresikan perasaan tertentu (misal tenang, ceria, atau gundah) melalui pilihan warna atau garis. | Membuat karya dua dimensi yang sangat kuat menampilkan detail pengamatan lingkungan sekitar serta mengomunikasikan ekspresi emosi secara mendalam melalui kesatuan komposisi visual yang utuh. | | Menganalisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain Karya Sendiri (TP 8.2.1) | Hanya menyebutkan 1 unsur rupa tanpa analisis letak/penerapannya, serta tidak menganalisis prinsip desain sesuai acuan daftar unsur dan prinsip. | Menyebutkan 2 unsur rupa dengan tepat (dari daftar acuan: garis, bidang, tekstur, warna, gelap-terang), namun belum menganalisis prinsip desain pada karya sendiri. | Menganalisis dengan tepat minimal 2 unsur rupa dan minimal 1 prinsip desain (dari daftar acuan: keseimbangan, kesatuan, irama, pusat perhatian, proporsi) yang ada pada karya diri sendiri. | Menganalisis secara komprehensif lebih dari 2 unsur rupa dan 2 prinsip desain pada karya diri sendiri secara tepat, mendalam, dan sesuai kenyataan visual artefak. | | Merefleksikan dan Mengapresiasi Karya Teman (TP 8.2.6) | Teks refleksi dan apresiasi hanya berupa opini umum (seperti 'bagus' atau 'suka') tanpa memuat kosakata seni rupa. | Menuliskan refleksi proses diri dan apresiasi karya teman dengan memuat 1 kosakata seni rupa namun ulasannya belum merujuk pada aspek visual karya teman. | Menuliskan refleksi diri serta apresiasi karya teman sebangku secara objektif dengan menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa yang tepat (misal komposisi, tekstur, gradasi, proporsi, harmoni). | Menuliskan refleksi diri yang mendalam serta teks apresiasi karya teman yang kritis, santun, dan menggunakan lebih dari 3 kosakata seni rupa baku secara tepat sesuai konteks visual karya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 50 menit untuk Tugas 1 berkarya visual dan 25 menit untuk Tugas 2 analisis tertulis mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam memadukan bahan alam lingkungan sekitar dengan alat gambar konvensional selama asesmen sumatif berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari karyamu yang paling berhasil menggambarkan perasaanmu melalui jejak bahan alam dan goresan alat gambar?
- Kosakata seni rupa apa saja yang berhasil kamu gunakan dengan tepat untuk menganalisis dan mengapresiasi karya?
SUMBER BELAJAR- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 2024. Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi). Bab II: Berkreasi Seni Dua Dimensi
- Reproduksi visual karya seni rupa dua dimensi (karya Raden Saleh 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' dan karya still life kubisme)
- Set kartu petunjuk analisis 'Detektif Visual' (kartu unsur rupa & prinsip desain)
- Lembar Analisis Karya Seni Rupa Dua Dimensi
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Kertas gambar A4, pensil grafite (2B/4B), pensil warna, penghapus, peraut, dan tisu pembaur
- Kartu contoh visual teknik arsir, dussel, dan pointilis
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII Kemendikbudristek 2024 Bab 2
- Bahan-bahan lingkungan sekitar: daun tumbuhan, arang kayu, ampas kopi, tanah/pasir
- Kertas gambar/sketsa untuk petak eksperimen, air, dan wadah kecil
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII
- Lingkungan taman dan halaman sekolah sebagai objek pengamatan langsung
- Kertas gambar A4, pensil grafit 2B/4B, penghapus, dan pewarna/cat air
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
- Kertas gambar A4, pensil, penghapus, krayon, cat air/spidol
- Kartu pemantik emosi dan kosakata seni rupa
- Kertas gambar ukuran A4 (buku gambar)
- Bahan alam lingkungan sekitar (daun bertekstur, pelepah pisang, ranting/bunga gugur)
- Pewarna visual (cat air/cat poster/krayon/spidol)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII Kemendikbudristek
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 2 (Tugas Produk & Lembar Analisis-Refleksi Tertulis)
|