Modul AjarBab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 8 Bab 1: Belajar Seni dari Alam

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 8 untuk Bab 1 "Belajar Seni dari Alam", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 8 Bab 1: Belajar Seni dari Alam

Seni Rupa - Kelas 8

Bab 1

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 1 — Belajar Seni dari Alam

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 1 — Belajar Seni dari Alam
Alokasi Waktu10 JP (10 x 40 menit = 400 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.1.1 Menganalisis unsur rupa dalam benda-benda di sekitar berupa tumbuhan
  2. TP 8.1.2 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa yang memuat unsur alam
  3. TP 8.1.3 Membandingkan unsur rupa pada karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
  4. TP 8.1.4 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana bagian-bagian kecil tumbuhan seperti urat daun, bintik warna, dan kuncup bunga dapat dipandang sebagai unsur seni rupa?
  2. Apa perbedaan bentuk visual antara unsur bidang pada helai daun datar dan unsur bentuk pada kuncup bunga bervolume?
  3. Bagaimana seniman mengolah garis, warna, dan tekstur saat melukis pemandangan alam agar terlihat hidup?
  4. Mengapa penataan objek tumbuhan atau batu dalam sebuah lukisan pemandangan bisa terasa seimbang dan teratur?
  5. Jika ada dua lukisan pemandangan alam yang sama-sama menampilkan pohon, kosa kata rupa apa yang kalian gunakan untuk membedakan bentuk dan warnanya?
  6. Bagaimana kosa kata seni rupa (seperti garis organis, bidang geometris, tekstur semu, atau warna komplementer) membantu kita menjelaskan perbedaan visual dua karya seni rupa secara tepat?
  7. Benda alami apa saja di sekitar halaman sekolah yang dapat meninggalkan jejak warna atau tekstur pada kertas?
  8. Bagaimana kita dapat menguji apakah suatu bahan dari lingkungan sekitar memiliki potensi untuk digunakan berkarya rupa?
  9. Bagaimana kita membuktikan bahwa alam di sekitar kita menyimpan struktur unsur rupa dan potensi bahan berkarya?
  10. Kosakata seni rupa apa saja yang paling tepat untuk membedakan karakter visual dua karya seni bertema alam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Unsur Rupa (Titik, Garis, Bidang, Bentuk) pada Benda di Sekitar Berupa Tumbuhan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.1 Menganalisis unsur rupa dalam benda-benda di sekitar berupa tumbuhan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kesiapan belajar murid (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan 4 gambar bagian tumbuhan di layar: (1) bintik hijau gelap pada daun kuring, (2) serat urat daun menyirip, (3) permukaan helai daun talas yang datar melebar, dan (4) kuncup bunga mawar bervolume bulat. Murid diminta menuliskan unsur rupa yang sesuai (acuan: 1=titik, 2=garis, 3=bidang datar/asimetris, 4=bentuk tiga dimensi/bervolume) pada lembar coretan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan kegiatan, yaitu menganalisis 4 unsur rupa (titik, garis, bidang, dan bentuk) pada tumbuhan di lingkungan sekolah (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru mengenai 4 unsur rupa pada tumbuhan: unsur titik (bercak warna/ujung tajam/bintik spora), garis (serat urat daun/dahan/alur batang), bidang (permukaan datar daun/kelopak bunga simetris atau asimetris), dan bentuk (bagian bervolume seperti buah kecil/kuncup bunga belum mekar) (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Visual Rupa': guru menampilkan 4 kartu foto tumbuhan terarah, lalu secara serentak murid mengangkat kartu label 'Titik', 'Garis', 'Bidang', atau 'Bentuk' sesuai bagian yang dilingkari merah pada foto (acuan kartu: foto A bintik tangkai = Titik; foto B serat pelepah pisang = Garis; foto C permukaan daun teratai datar = Bidang; foto D buah ceri kecil bulat padat = Bentuk) (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan observasi mandiri di taman sekolah dengan mengamati 2 jenis tumbuhan nyata (misalnya tanaman puring dan tanaman bunga bougenvil/cabai) secara cermat dan berkesadaran (15 menit).
  • Murid mengisi Lembar Analisis Unsur Rupa Tumbuhan dengan mendata dan menganalisis temuan 4 unsur rupa pada kedua tumbuhan tersebut: mengidentifikasi bagian tumbuhan tempat titik ditemukan, jenis garis pada urat daun/ranting, sifat bidang daun/kelopak (datar simetris/asimetris), serta wujud bentuk bervolume pada kuncup/buah (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan dan kelengkapan hasil analisis unsur rupa pada tabel observasi masing-masing berdasarkan kunci panduan klasifikasi unsur (titik, garis, bidang, bentuk) (10 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi evaluatif mengenai ketelitiannya dalam membedakan unsur bidang datar dengan unsur bentuk bervolume pada tumbuhan yang diamati (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan temuan analisis mengenai keberadaan 4 unsur rupa (titik, garis, bidang, bentuk) pada tumbuhan (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian analisis murid dan menginformasikan bahwa materi analisis karya bertema alam akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu panduan bergambar ciri pembeda 4 unsur rupa; bagi murid yang berpencapaian tinggi disediakan objek tumbuhan dengan struktur visual lebih kompleks (misalnya pakis atau bunga majemuk).
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan arahan langsung dari guru pada tumbuhan pertama sebelum menganalisis tumbuhan kedua secara mandiri; murid mahir menganalisis kedua tumbuhan secara mandiri penuh.
  • Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja dengan kedalaman deskripsi wujud visual (arah garis, simetri bidang, dan volume bentuk) sesuai kesiapan belajar murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual mencocokkan 4 gambar bagian tumbuhan dengan unsur rupa. Butir soal: (1) Foto bintik cokelat pada tangkai daun, (2) Foto urat daun melengkung sejajar, (3) Foto permukaan daun pisang yang datar melebar, (4) Foto kuncup bunga kamboja bervolume. (Kunci acuan: 1 = Titik, 2 = Garis, 3 = Bidang, 4 = Bentuk).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Analisis Unsur Rupa pada 2 tumbuhan di lingkungan sekolah. Kriteria ketepatan analisis mencakup 4 unsur rupa: (1) Titik (acuan: menemukan dan menguraikan bagian tumbuhan berwujud titik seperti bintik daun, ujung duri, atau spora), (2) Garis (acuan: menemukan dan menguraikan wujud garis pada serat urat daun, garis ranting, atau tekstur batang), (3) Bidang (acuan: menemukan dan menguraikan wujud permukaan datar dua dimensi seperti helai daun atau kelopak bunga datar), (4) Bentuk (acuan: menemukan dan menguraikan wujud bagian tumbuhan bervolume tiga dimensi seperti kuncup bunga, buah, atau batang tebal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi melalui 2 butir soal analisis komparatif singkat: (1) Sebutkan bagian tumbuhan dari hasil observasimu yang termasuk unsur bidang datar dan jelaskan mengapa bukan unsur bentuk! (Acuan: helai daun/kelopak datar karena memiliki panjang dan lebar tanpa rongga/ketebalan ruang). (2) Sebutkan bagian tumbuhan yang termasuk unsur bentuk dan jelaskan karakteristik volumenya! (Acuan: kuncup bunga/buah/batang silindris karena memiliki ketebalan, kedalaman, dan menempati ruang 3 dimensi).

Formatif:

  • Tes diagnostik identifikasi 4 unsur rupa tumbuhan di awal pembelajaran
  • Penilaian unjuk kerja pengisian Lembar Analisis Unsur Rupa Tumbuhan (titik, garis, bidang, bentuk) selama kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Unsur Titik pada TumbuhanBelum mampu menemukan dan menunjukkan bagian tumbuhan yang berwujud unsur titik.Mampu menemukan bagian tumbuhan yang berwujud titik namun keliru dalam menguraikan ciri visualnya.Mampu menemukan dan menganalisis wujud unsur titik pada 1-2 bagian tumbuhan dengan tepat sesuai acuan (bintik daun/ujung duri/tangkai).Mampu menemukan dan menganalisis wujud unsur titik secara cermat dan mandiri pada seluruh objek tumbuhan yang diobservasi disertai rincian letak dan karakternya.
Menganalisis Unsur Garis pada TumbuhanBelum mampu menemukan dan menunjukkan bagian tumbuhan yang berwujud unsur garis.Mampu menemukan bagian bergaris pada tumbuhan tetapi belum tepat mengidentifikasi arah atau polanya (urat/serat).Mampu menemukan dan menganalisis unsur garis pada urat daun atau serat batang secara tepat sesuai acuan visual.Mampu menemukan dan menganalisis keragaman wujud unsur garis (lurus, lengkung, menyirip, atau sejajar) pada seluruh objek tumbuhan dengan tepat dan mandiri.
Menganalisis Unsur Bidang pada TumbuhanBelum mampu membedakan permukaan datar (bidang) dari bagian tumbuhan lainnya.Mampu menunjukkan helai daun/kelopak sebagai bidang namun masih tertukar dengan konsep bentuk bervolume.Mampu menganalisis unsur bidang datar (dua dimensi, simetris/asimetris) pada helai daun atau kelopak bunga secara tepat sesuai acuan.Mampu menganalisis karakteristik bidang datar pada tumbuhan secara mendalam dan konsisten membedakannya dari unsur bentuk tanpa kekeliruan.
Menganalisis Unsur Bentuk pada TumbuhanBelum mampu menemukan bagian tumbuhan yang memiliki volume (bentuk tiga dimensi).Mampu menunjukkan bagian bervolume (kuncup/buah) tetapi deskripsinya masih menyamakannya dengan bidang datar.Mampu menganalisis unsur bentuk (bagian bervolume/tiga dimensi seperti kuncup bunga atau buah) pada tumbuhan secara tepat sesuai acuan.Mampu menganalisis unsur bentuk pada bagian tumbuhan yang bervolume secara tepat, rinci, dan mandiri pada seluruh tumbuhan yang diamati.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu observasi mandiri di taman sekolah mencukupi bagi murid untuk menemukan keempat unsur rupa secara mendalam?
  • Bagian mana dari penjelasan pembeda bidang datar dan bentuk bervolume yang masih sering membingungkan murid?
  • Apakah strategi asesmen diagnostik di awal pembelajaran efektif mengidentifikasi murid yang membutuhkan scaffolding tambahan?

Murid:

  • Unsur rupa apa (titik, garis, bidang, atau bentuk) yang paling mudah dan paling sulit kamu temukan pada tumbuhan di sekitarmu?
  • Bagaimana caramu membedakan antara unsur bidang datar daun dengan unsur bentuk bervolume pada kuncup bunga saat melakukan pengamatan tadi?

Pertemuan 2 — Menganalisis Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Karya Seni Rupa Bertema Unsur Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.2 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa yang memuat unsur alam

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa bertema unsur alam (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar karya lukisan pemandangan sawah dan mengajukan 2 pertanyaan identifikasi cepat: (1) Sebutkan 2 unsur rupa yang paling menonjol pada bidang sawah! (acuan jawaban: garis pematang/kontur dan warna hijau/kuning), (2) Sebutkan 1 prinsip penataan yang membuat lukisan terasa seimbang! (acuan jawaban: keseimbangan/keseimbangan simetris atau asimetris) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati tayangan slide berisi karya seni lukis bertema alam 'Pohon di Tepi Sungai' dan menyimak penjelasan terarah guru mengenai penguraian unsur rupa (garis lengkung batang, warna gradasi dedaunan, tekstur semu kulit kayu) dan prinsip desain (keseimbangan penempatan pohon di sisi kanan dengan aliran air di sisi kiri, serta ritme pengulangan dedaunan) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan interaktif 'Detektif Visual Rupa Alam', di mana tiap pasangan menerima 1 lembar reproduksi karya lukis bertema alam 'Hutan Tropis' dan berlomba secara terarah mengisi kartu detektif dengan menganalisis unsur garis, warna, tekstur, serta prinsip keseimbangan dan ritme pada karya tersebut (15 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Karya Seni Rupa Bertema Alam yang memuat karya lukisan 'Batu Karang dan Ombak Laut', dengan menguraikan secara tertulis: (1) Unsur garis yang membentuk ombak (acuan: garis lengkung dinamis/bergelombang), (2) Unsur warna yang dominan (acuan: warna dingin, biru tua, toska, dan putih busa), (3) Unsur tekstur semu (acuan: tekstur kasar pada batu karang dan tekstur lembut/cair pada air laut), (4) Prinsip penekanan/pusat perhatian (acuan: batu karang gelap kontras di tengah deburan ombak putih), dan (5) Prinsip keseimbangan karya (acuan: keseimbangan asimetris antara massa batu karang di satu sisi dan keluasan laut di sisi lain) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil uraian analisisnya secara berkesadaran dengan panduan rubrik analisis visual yang diproyeksikan guru di papan tulis untuk menyadari ketelitian pengamatannya sendiri terhadap hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali bagaimana unsur rupa disusun menggunakan prinsip desain untuk menciptakan keharmonisan pada karya seni rupa bertema unsur alam (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar analisis mandiri murid dan mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang membandingkan dua karya seni rupa, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci unsur rupa (garis, warna, tekstur) dan prinsip desain (keseimbangan, penekanan), sedangkan murid berkemampuan cepat menganalisis karya seni rupa bertema alam dengan susunan bidang dan warna yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan mendapatkan panduan bertahap dalam memecah unsur rupa terlebih dahulu sebelum meninjau prinsip penataannya, sementara murid berkemampuan mahir langsung menganalisis keterkaitan timbal balik antara unsur dan prinsip secara mandiri.
  • Produk: Uraian analisis dapat disajikan dalam bentuk bagan visual pemetaan unsur-prinsip rupa beranotasi atau lembar telaah analisis paragraf terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan singkat di pendahuluan menggunakan 1 tayangan lukisan pemandangan sawah dengan 2 pertanyaan: (1) Unsur rupa yang menonjol pada bidang sawah (acuan: garis pematang/kontur dan warna hijau/kuning), (2) Prinsip penataan yang membuat karya seimbang (acuan: prinsip keseimbangan simetris/asimetris). Kriteria kesiapan: menjawab tepat minimal 1 dari 2 acuan untuk kesiapan menengah, dan menjawab tepat kedua acuan untuk kesiapan lanjut.

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Kerja Analisis Mandiri terhadap karya 'Batu Karang dan Ombak Laut' yang menguji 5 butir target analisis: (1) unsur garis ombak (acuan: garis lengkung dinamis/bergelombang), (2) unsur warna dominan (acuan: warna dingin biru tua, toska, putih), (3) unsur tekstur semu (acuan: kasar pada batu, halus/cair pada air), (4) prinsip penekanan/fokus utama (acuan: kontras warna gelap karang terhadap putih ombak), (5) prinsip keseimbangan (acuan: keseimbangan asimetris penempatan massa objek).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat tertulis (2 butir) pada akhir kegiatan inti: (1) Sebutkan peran unsur garis dalam membentuk arah gerak ombak pada lukisan bertema laut! (kriteria penerimaan: murid menuliskan bahwa garis lengkung atau meliuk memberi kesan dinamis/aliran gerak air), (2) Mengapa penataan warna kontras dapat menciptakan prinsip penekanan? (kriteria penerimaan: murid menjelaskan bahwa perbedaan terang-gelap warna membuat objek tertentu menjadi pusat perhatian mata).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenai identifikasi unsur dan prinsip dasar pada gambar karya seni bertema alam
  • Observasi unjuk kerja permainan berpasangan 'Detektif Visual Rupa Alam'
  • Penilaian kinerja tertulis pada Lembar Kerja Analisis Karya Seni Rupa Bertema Alam

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Unsur Rupa dalam Karya Bertema Unsur AlamMenganalisis secara tepat 1 dari 3 unsur rupa (garis, warna, tekstur) pada karya lukisan bertema alam sesuai acuan kunci dengan bantuan penuh guru.Menganalisis secara tepat 2 dari 3 unsur rupa (garis, warna, tekstur) pada karya lukisan bertema alam sesuai acuan kunci dengan sedikit arahan guru.Menganalisis secara tepat seluruh 3 unsur rupa (garis lengkung ombak, warna dingin dominan biru/toska, tekstur semu kasar karang dan halus air) pada karya lukisan bertema alam sesuai acuan kunci secara mandiri.Menganalisis secara tepat seluruh 3 unsur rupa (garis, warna, tekstur) pada karya lukisan bertema alam sesuai acuan kunci secara mandiri disertai ketajaman analisis hubungan antarunsur rupa.
Menganalisis Prinsip Desain dalam Karya Bertema Unsur AlamBelum mampu menganalisis prinsip desain atau hanya menganalisis 1 prinsip dengan bantuan intensif guru.Menganalisis secara tepat 1 dari 2 prinsip desain (prinsip penekanan atau prinsip keseimbangan) pada karya lukisan bertema alam sesuai acuan kunci secara mandiri.Menganalisis secara tepat seluruh 2 prinsip desain (prinsip penekanan pada kontras karang-ombak dan prinsip keseimbangan asimetris objek) pada karya lukisan bertema alam sesuai acuan kunci secara mandiri.Menganalisis secara tepat seluruh 2 prinsip desain (prinsip penekanan dan prinsip keseimbangan) pada karya lukisan bertema alam sesuai acuan kunci secara mandiri serta menguraikan keterpaduannya dengan penataan unsur rupa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pemilihan contoh karya seni rupa bertema unsur alam mempermudah murid dalam menganalisis unsur rupa dan prinsip desain?
  • Bagian mana dari kegiatan analisis yang memerlukan bimbingan tambahan bagi murid yang masih kesulitan mengidentifikasi prinsip penataan karya?

Murid:

  • Unsur rupa apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu temukan dalam karya seni bertema alam hari ini?
  • Bagaimana pemahaman tentang prinsip keseimbangan dan penekanan membantumu memahami cara seniman menyusun pemandangan alam dalam lukisannya?

Pertemuan 3 — Membandingkan Unsur Rupa Dua Karya Seni Rupa Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.3 Membandingkan unsur rupa pada karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membandingkan unsur rupa (garis, bidang/bentuk, warna, dan tekstur) pada dua karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 pasang kosa kata rupa: (1) garis lurus vs lengkung organis, (2) tekstur nyata vs semu, (3) warna hangat vs dingin (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati panduan tabel kosa kata seni rupa esensial: garis (geometris, organis, tegas, patah-patah), bidang/bentuk (geometris, biomorfik/organis, teratur, asimetris), warna (hangat, dingin, monokromatik, polikromatik, komplementer), dan tekstur (nyata, semu/kasar visual, halus visual) (10 menit).
  • Guru memodelkan cara membandingkan unsur rupa pada sepasang karya contoh: Lukisan A (Pohon Realistis karya Dullah) dan Lukisan B (Pohon Dekoratif Gaya Ubud), menunjukkan cara mencatat persamaan dan perbedaan rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang baku (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan berpasangan gembira 'Kartu Detektif Rupa': tiap pasangan menerima 1 Lembar Perbandingan berisi 2 reproduksi karya: Karya 1 ('Pohon Hayat' ragam batik dengan garis tegas dan warna polikromatik datar) dan Karya 2 ('Hutan Tropis' lukisan cat minyak dengan garis ekspresif organis dan tekstur semu tebal) (15 menit).
  • Secara mandiri dan berpasangan, murid menuliskan perbandingan unsur rupa Karya 1 dan Karya 2 pada 4 aspek unsur rupa (garis, bidang/bentuk, warna, tekstur) menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat pada lembar kerja (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan murid membacakan poin perbandingan unsur rupa yang telah mereka temukan, sementara guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap ketepatan kosa kata seni rupa yang dipakai (10 menit).
  • Murid mengevaluasi ketepatan catatan perbandingannya sendiri dengan menandai apakah kosa kata yang digunakan sudah spesifik merujuk pada unsur rupa yang diamati (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai perbandingan unsur rupa dua karya seni rupa melalui kosa kata seni rupa yang tepat (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa, memberikan apresiasi atas ketelitian analisis murid, dan menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai eksplorasi bahan alam untuk berkarya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan glosarium saku kosa kata seni rupa berserta contoh visualnya; murid mahir membandingkan karya dengan variasi unsur rupa yang lebih halus dan kompleks.
  • Proses: Murid yang belum terbiasa dipandu langkah demi langkah mengidentifikasi per satu unsur (mulai dari warna lalu garis); murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis keempat unsur sekaligus.
  • Produk: Format penulisan perbandingan dapat disajikan dalam bentuk tabel perbandingan dua kolom atau diagram Venn perbandingan unsur rupa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat berupa 3 pertanyaan kosa kata rupa: (1) Apa perbedaan garis geometris dan organis? (Acuan: geometris kaku/terukur seperti lurus dan patah, organis luwes/bebas mengikuti bentuk alam); (2) Apa arti tekstur semu pada lukisan? (Acuan: kesan permukaan yang tampak kasar/halus di mata tetapi saat diraba rata); (3) Sebutkan contoh warna dingin dan warna hangat! (Acuan: dingin = biru/hijau/ungu; hangat = merah/kuning/oranye).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Perbandingan Unsur Rupa pada 2 karya (Karya 1: ragam hias Pohon Hayat batik vs Karya 2: lukisan cat minyak Hutan Tropis). Acuan analisis perbandingan: (1) Garis: Karya 1 garis geometris/tegas berpola teratur vs Karya 2 garis organis ekspresif tak beraturan; (2) Bidang/Bentuk: Karya 1 bidang stilasi dekoratif simetris vs Karya 2 bidang biomorfik bebas naturalistik; (3) Warna: Karya 1 warna lokal datar berulang vs Karya 2 warna bergradasi dengan bayangan gelap-terang; (4) Tekstur: Karya 1 tekstur semu halus/rata vs Karya 2 tekstur semu tebal/kasar (impasto visual).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menuliskan 1 kosa kata rupa yang tepat untuk mendeskripsikan persamaan dan 1 kosa kata rupa untuk mendeskripsikan perbedaan utama unsur warna/garis pada kedua karya yang diamati (Kriteria: kosa kata seni rupa digunakan secara tepat mendeskripsikan ciri visual karya sesuai acuan).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik pemahaman kosa kata seni rupa pada tahap pendahuluan
  • Lembar kerja perbandingan unsur rupa dua karya seni rupa bertema alam menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perbandingan Unsur Rupa Menggunakan Kosa Kata Seni RupaMurid membandingkan kurang dari 2 unsur rupa dan belum menggunakan kosa kata seni rupa yang baku (hanya deskripsi awam tanpa istilah seni rupa).Murid membandingkan 2 dari 4 unsur rupa (garis, bidang/bentuk, warna, tekstur) pada dua karya dengan kosa kata seni rupa yang sebagian tepat.Murid membandingkan 3 sampai 4 unsur rupa (garis, bidang/bentuk, warna, tekstur) pada dua karya dengan kosa kata seni rupa yang tepat sesuai acuan visual.Murid membandingkan seluruh 4 unsur rupa (garis, bidang/bentuk, warna, tekstur) pada dua karya secara komprehensif, tepat, dan mandiri dengan kosa kata seni rupa yang tepat dan kaya sesuai acuan visual.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penyediaan contoh karya visual yang kontras memudahkan murid dalam menemukan perbedaan unsur rupa?
  • Apakah murid sudah membiasakan diri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat dibandingkan kata-kata deskriptif sehari-hari?

Murid:

  • Kosa kata seni rupa apa yang paling membantuku menjelaskan perbedaan visual antara kedua karya tersebut?
  • Unsur rupa mana yang paling mudah dan paling sulit aku bandingkan pada karya seni yang diamati?

Pertemuan 4 — Mengeksplorasi Potensi Bahan dari Lingkungan Sekitar untuk Berkarya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.4 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Pertemuan 4: mengeksplorasi potensi bahan dari lingkungan sekitar untuk berkarya seni rupa (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan memperlihatkan 3 jenis bahan alam nyata: (1) arang kayu, (2) kunyit/daun suji, dan (3) tanah liat/tanah basah. Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Uraikan potensi efek visual rupa yang dapat dihasilkan dari masing-masing 3 bahan tersebut jika digoreskan atau diaplikasikan pada kertas!' Acuan jawaban penerimaan: (1) arang menghasilkan garis tebal/gelap atau arsir hitam; (2) kunyit/daun menghasilkan pigmen noda warna kuning/hijau; (3) tanah menghasilkan tekstur kasar/warna cokelat alami (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang teknik uji coba dasar eksplorasi bahan alami lingkungan (teknik gores/gesek, teknik tumbuk/peras menghasilkan cairan warna, dan teknik cetak cap/stempel tekstur langsung) (5 menit).
  • Murid mengamati 3 lembar sampel kartu eksplorasi bahan alam yang disiapkan guru: Sampel A (daun basah digesek menghasilkan noda hijau berbutir), Sampel B (getah bunga telang menghasilkan noda ungu-kebiruan), dan Sampel C (serbuk bata merah basah menghasilkan sapuan cokelat kemerahan bertekstur kasar) untuk memahami sifat fisik dan karakter jejak rupa yang dihasilkan bahan sekitar (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengadakan aktivitas tantangan seru 'Tantangan Detektif Bahan Alami': Setiap murid dipersilakan mengambil ragam bahan dari lingkungan sekitar sekolah/taman (tersedia atau dikumpulkan: daun kering, daun segar, bunga liar gugur, serbuk tanah/pasir, kulit kayu, arang sisa pembakaran) lalu berpasangan melakukan tebak jejak rupa pada secarik kertas uji untuk menciptakan suasana menyenangkan dan menggugah rasa ingin tahu (10 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan eksperimen eksplorasi pada Lembar Eksplorasi Potensi Bahan dengan menguji minimal 3 jenis bahan berbeda yang ditemukan dari lingkungan sekitar menggunakan variasi perlakuan (misalnya digosokkan langsung, ditumbuk dengan sedikit air, atau dicapkan) untuk melihat potensi goresan garis, warna, maupun teksturnya (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengamati hasil eksperimen eksplorasi bahan pada lembar kerjanya sendiri, menelaah daya lekat, ketajaman warna, atau karakter tekstur yang dihasilkan dari ketiga bahan tersebut, serta mencatat bahan mana yang paling potensial untuk dijadikan media berkarya (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian eksplorasi murid dan membimbing penarikan simpulan mengenai kekayaan potensi bahan di alam sekitar untuk berkarya seni rupa (6 menit).
  • Guru memberikan informasi pengingat bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan kegiatan asesmen sumatif bab, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan bahan alami siap uji di meja bagi murid yang membutuhkan kemudahan akses fisik, sedangkan murid yang lebih mandiri diarahkan mencari dan memilih variasi bahan langsung di sudut taman sekolah.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu mengeksplorasi, guru memberikan panduan perlakuan bahan per langkah (misal: tahap tumbuk, lalu sapu kuas/tekan jari); bagi murid yang cepat bereksplorasi, guru menantang menguji lebih dari 3 bahan dengan menggabungkan dua teknik ekstraksi (digosok dan diperas).
  • Produk: Lembar eksplorasi bahan dapat menampilkan minimal 3 sampel uji jejak rupa untuk kategori pemula, hingga 4 atau lebih variasi karakter rupa (garis, bidang warna, tekstur tempel/gosok) bagi murid yang eksploratif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan mengenai 3 bahan alam: (1) arang kayu, (2) kunyit/daun suji, (3) tanah liat/basah untuk mengidentifikasi pengetahuan awal potensi efek visual rupa bahan lingkungan sekitar. Kriteria penerimaan jawaban: Murid mampu menguraikan potensi efek visual rupa bahan tersebut (arang: goresan hitam/arsir; kunyit/daun suji: warna kuning/hijau; tanah: tekstur/warna cokelat alami).

Proses:

  • Ceklis observasi kemandirian dan teknik eksplorasi saat murid melakukan percobaan perlakuan bahan (tumbuk, gesek, cap) pada Lembar Eksplorasi Potensi Bahan Lingkungan Sekitar.
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar uji coba: ketercukupan minimal 3 bahan alam, kejelasan perlakuan teknik eksplorasi, dan catatan karakter jejak rupa (warna/tekstur/garis) yang dihasilkan.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan produk Lembar Eksplorasi Potensi Bahan di akhir sesi dengan kriteria: terujinya minimal 3 sampel bahan dari lingkungan sekitar disertai jejak visual rupa fisik (warna, tekstur, atau garis) dan catatan karakter hasil eksplorasi secara lengkap.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja eksplorasi bahan lingkungan sekitar dengan lembar ceklis proses eksplorasi
  • Penilaian portofolio lembar uji coba jejak rupa potensi bahan alam (karakter warna, garis, dan tekstur)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Eksplorasi Potensi Bahan dari Lingkungan SekitarBelum mampu mengeksplorasi bahan dari lingkungan sekitar; menghasilkan jejak uji coba kurang dari 2 bahan alam dan membutuhkan bimbingan penuh dari guru untuk melakukan perlakuan bahan.Mengeksplorasi 2 bahan dari lingkungan sekitar dengan menerapkan teknik perlakuan dasar (misal digoreskan saja), namun jejak karakter rupa bahan belum terdokumentasikan secara lengkap pada lembar eksplorasi.Mampu mengeksplorasi secara mandiri minimal 3 jenis bahan dari lingkungan sekitar menggunakan variasi teknik perlakuan (gosok, peras/tumbuk, atau cap) dan mendokumentasikan jejak karakter rupa (warna/tekstur/garis) pada lembar eksplorasi.Mampu mengeksplorasi lebih dari 3 jenis bahan dari lingkungan sekitar secara mandiri dan inovatif dengan menguji beragam perlakuan teknik serta mendokumentasikan secara rinci keunggulan karakter rupa masing-masing bahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk mengumpulkan bahan dan menyelesaikan minimal 3 uji coba eksplorasi jejak rupa?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi bahan yang belum pernah mereka gunakan sebelumnya sebagai media rupa?

Murid:

  • Bahan alami apa dari lingkungan sekitar yang menurutmu menghasilkan warna atau tekstur paling unik saat diuji coba hari ini?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat mencoba mengeluarkan warna atau jejak dari bahan alami tersebut ke atas kertas?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.1.1 Menganalisis unsur rupa dalam benda-benda di sekitar berupa tumbuhan
  • TP 8.1.2 Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa yang memuat unsur alam
  • TP 8.1.3 Membandingkan unsur rupa pada karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
  • TP 8.1.4 Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar untuk berkarya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 1 untuk mengukur ketercapaian analisis visual dan eksplorasi bahan alam (4 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib dan prosedur asesmen sumatif: pengerjaan serentak Lembar Kerja Terpadu (analisis spesimen daun, telaah karya bertema alam, dan eksplorasi bahan) serta unjuk kerja lisan bergantian di meja guru (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk teknis pada Lembar Kerja Terpadu dan menyimak mekanisme penilaian lisan perbandingan karya seni rupa yang akan dilakukan bergantian selama 1,5 menit per murid di meja guru (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara individual mengerjakan Bagian 1, 2, dan 3 pada Lembar Kerja Terpadu secara serentak di meja masing-masing selama 35 menit: (1) Menganalisis 4 unsur rupa pada spesimen daun sirih nyata [Acuan: titik berupa bintik stomata/kelenjar minyak daun; garis berupa tulang daun menyirip melengkung; bidang berupa bidang pipih berbentuk hati/cordate simetris; bentuk berupa bentuk organik lembaran 2 dimensi semu]; (2) Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain pada reproduksi lukisan 'Pohon Hayat' [Acuan: unsur garis lengkung dinamis dan warna hijau-cokelat harmonis; prinsip desain keseimbangan simetris dan ritme pengulangan dahan]; (3) Mencatat eksplorasi 2 bahan alam lokal [Acuan bahan 1: getah daun suji berkarakter cair kehijauan berpotensi sebagai pewarna alami; Acuan bahan 2: pelepah pisang kering berkarakter serat ulet bertekstur kasar berpotensi sebagai medium cap/kolase] (35 menit).
  • Secara paralel dengan pengerjaan tertulis, guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru (durasi 1,5 menit per murid x 28 murid) untuk melaksanakan penilaian lisan perbandingan 2 karya: Karya A (lukisan cat air lanskap hutan) dan Karya B (lukisan gaya dekoratif flora), di mana murid secara langsung membandingkan unsur rupa menggunakan kosakata seni rupa [Acuan perbandingan lisan: (a) Garis: Karya A memakai garis arsir lembut pembentuk kedalaman, Karya B memakai garis kontur tegas dan tebal; (b) Warna: Karya A menggunakan gradasi analog monokromatik hijau berkesan naturalis, Karya B menggunakan warna komplementer datar berdaya kontras tinggi; (c) Tekstur: Karya A bertekstur semu halus basah, Karya B bertekstur semu datar berpola ritmis] (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menyelesaikan sisa antrean unjuk kerja lisan murid dan seluruh murid mengumpulkan berkas fisik Lembar Kerja Terpadu ke meja guru tepat waktu secara tertib (4 menit).
  • Murid mengisi 2 butir pernyataan refleksi mandiri di akhir lembar penilaian untuk mengidentifikasi bagian analisis visual yang paling dikuasai dan tantangan dalam eksplorasi bahan alam (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi penutupan asesmen sumatif bab 1 dan mengapresiasi kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian uji tertulis serta unjuk kerja lisan (1 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut umpan balik hasil sumatif serta menutup sesi pembelajaran Bab 1 dengan salam dan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Spesimen daun sirih segar dan lembar gambar reproduksi karya disediakan dalam cetakan berwarna kontras tinggi yang jelas untuk seluruh murid guna menjamin kesetaraan akses visual.
  • Proses: Pemberian waktu ekstra membaca gambar 15 detik bagi murid yang membutuhkan adaptasi visual sebelum menyampaikan perbandingan lisan di meja guru tanpa mengurangi kriteria penilaian.
  • Produk: Format penulisan lembar kerja terpadu menyediakan ruang kolom bergaris yang memadai untuk menampung uraian analisis murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan kelengkapan spesimen daun sirih di meja masing-masing murid sebelum asesmen dimulai (acuan: setiap murid memegang 1 lembar spesimen daun sirih segar).

Sumatif Bab:

  • Portofolio analisis terpadu dan unjuk kerja lisan-praktik bergantian: Lembar kerja analisis visual dan eksplorasi bahan alam yang dikerjakan serentak, disertai rekaman penilaian unjuk kerja lisan perbandingan karya secara bergiliran di meja guru
  • penilaian kinerja dan tes tertulis serentak: Lembar kerja terpadu berisi tabel analisis unsur rupa pada spesimen tumbuhan nyata, telaah tertulis uraian unsur rupa dan prinsip desain pada reproduksi karya seni rupa bertema alam, serta catatan eksplorasi karakteristik dan potensi bahan alam lokal (35 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian lembar kerja telaah visual dan eksplorasi bahan)
  • penilaian lisan bergiliran: Penjelasan lisan perbandingan unsur rupa dari dua gambar karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara langsung di hadapan guru (durasi 1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit antrean bergiliran ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja terpadu) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kosa kata seni rupa, ketepatan identifikasi perbedaan/persamaan unsur rupa))

Sumatif:

  • Portofolio analisis terpadu dan unjuk kerja lisan-praktik bergantian: Lembar kerja analisis visual dan eksplorasi bahan alam yang dikerjakan serentak, disertai rekaman penilaian unjuk kerja lisan perbandingan karya secara bergiliran di meja guru
  • penilaian kinerja dan tes tertulis serentak: Lembar kerja terpadu berisi tabel analisis unsur rupa pada spesimen tumbuhan nyata, telaah tertulis uraian unsur rupa dan prinsip desain pada reproduksi karya seni rupa bertema alam, serta catatan eksplorasi karakteristik dan potensi bahan alam lokal (35 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian lembar kerja telaah visual dan eksplorasi bahan)
  • penilaian lisan bergiliran: Penjelasan lisan perbandingan unsur rupa dari dua gambar karya seni rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara langsung di hadapan guru (durasi 1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit antrean bergiliran ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja terpadu) (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kosa kata seni rupa, ketepatan identifikasi perbedaan/persamaan unsur rupa))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis unsur rupa pada tumbuhan (TP 8.1.1)Mengidentifikasi 1 atau tidak ada unsur rupa pada spesimen daun sirih secara tepat dari 4 acuan (titik bintik stomata, garis tulang melengkung, bidang hati/cordate, bentuk lembaran 2D semu).Mengidentifikasi 2 dari 4 unsur rupa pada spesimen daun sirih secara tepat sesuai daftar acuan.Mengidentifikasi 3 dari 4 unsur rupa pada spesimen daun sirih secara tepat sesuai daftar acuan.Menganalisis seluruh 4 unsur rupa (titik, garis, bidang, dan bentuk) pada spesimen daun sirih secara tepat dan lengkap sesuai daftar acuan.
Menganalisis unsur rupa dan prinsip desain karya seni bertema alam (TP 8.1.2)Mengidentifikasi 1 atau tidak ada aspek analisis karya 'Pohon Hayat' secara tepat dari 4 acuan (garis lengkung dinamis, warna harmonis hijau-cokelat, keseimbangan simetris, ritme pengulangan dahan).Menganalisis 2 dari 4 acuan unsur rupa dan prinsip desain karya secara tepat.Menganalisis 3 dari 4 acuan unsur rupa dan prinsip desain karya secara tepat.Menganalisis seluruh 4 acuan (2 unsur rupa: garis dinamis, warna harmonis; 2 prinsip desain: keseimbangan simetris, ritme) pada karya 'Pohon Hayat' secara tepat.
Membandingkan unsur rupa karya seni rupa secara lisan (TP 8.1.3)Menjelaskan perbandingan 2 karya tanpa kosa kata seni rupa yang tepat, atau hanya membandingkan 1 unsur secara tepat dari 3 acuan pembanding (garis: arsir vs kontur; warna: gradasi analog vs komplementer kontras; tekstur: semu halus basah vs semu dekoratif berpola).Membandingkan 1 dari 3 acuan unsur rupa menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara lisan.Membandingkan 2 dari 3 acuan unsur rupa (garis, warna, tekstur) menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara lisan.Membandingkan seluruh 3 acuan unsur rupa (garis arsir vs kontur tegas, warna gradasi analog vs komplementer kontras, tekstur semu halus vs semu berpola) menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara runtut dan mandiri.
Mengeksplorasi potensi bahan alam untuk berkarya (TP 8.1.4)Mencatat karakteristik dan potensi 1 bahan alam atau tidak mencatat sama sekali secara tepat dari 2 target bahan (daun suji: cair berpotensi pewarna alami; pelepah pisang: berserat ulet berpotensi medium cetak/kolase).Mencatat karakteristik fisik dan potensi pemanfaatan dari 1 bahan alam secara tepat sesuai acuan.Mencatat karakteristik 2 bahan alam, namun hanya 1 potensi berkarya yang tepat sesuai acuan.Mengeksplorasi dan mencatat secara lengkap karakteristik fisik serta potensi berkarya dari seluruh 2 bahan alam (daun suji dan pelepah pisang) secara tepat sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja lisan 1,5 menit per murid berjalan efektif bersamaan dengan pengerjaan tertulis serentak di kelas?
  • Bagaimana capaian murid secara keseluruhan pada pemahaman unsur rupa tumbuhan dan perbandingan karya seni berbasis alam?

Murid:

  • Bagian mana dari lembar asesmen terpadu atau ujian lisan yang paling menantang untuk diselesaikan?
  • Bagaimana pemahaman tentang unsur rupa di alam membantumu melihat keindahan tumbuhan di sekitar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021) Bab 1
  2. Area taman/tumbuhan hidup di lingkungan sekolah
  3. Kumpulan foto dan kartu visual bagian-bagian tumbuhan (daun, urat daun, kuncup bunga, batang, bintik warna)
  4. Lembar Kerja Analisis Unsur Rupa Tumbuhan
  5. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek, 2021), Bab 1: Belajar Seni dari Alam
  6. Slide presentasi/gambar reproduksi karya lukisan bertema alam ('Pohon di Tepi Sungai', 'Hutan Tropis', 'Batu Karang dan Ombak Laut')
  7. Lembar Kerja Analisis Karya Seni Rupa Bertema Alam dan Kartu Detektif Visual
  8. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek)
  9. Reproduksi visual 2 karya seni rupa bertema unsur alam (Karya 1: ragam hias/batik Pohon Hayat, Karya 2: lukisan pemandangan Hutan Tropis)
  10. Lembar Kerja Siswa Tabel Perbandingan Unsur Rupa
  11. Glosarium Kosa Kata Seni Rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur)
  12. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP Kelas VIII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 1: Belajar Seni dari Alam)
  13. Bahan-bahan alami lingkungan sekitar sekolah (daun segar, daun kering, arang kayu, tanah liat/tanah merah, bunga liar gugur, getah/biji tumbuhan)
  14. Kertas gambar/kertas karton tebal sebagai media uji coba eksplorasi jejak rupa
  15. Peralatan sederhana: sendok/batu kecil penumbuk, wadah kecil air, kain/tisu pemeras
  16. Buku Panduan Guru Seni Rupa SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024)
  17. Spesimen tumbuhan nyata (daun sirih segar)
  18. Reproduksi cetak karya seni rupa: lukisan 'Pohon Hayat', lukisan lanskap hutan cat air (Karya A), dan lukisan dekoratif flora (Karya B)
  19. Lembar Kerja Terpadu Asesmen Sumatif Bab 1

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.