Modul AjarPertemuan 8Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Pelaksanaan Pameran dan Presentasi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 6 dengan topik "Pelaksanaan Pameran dan Presentasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Pelaksanaan Pameran dan Presentasi

Seni Rupa - Kelas 6

Bab 5 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pelaksanaan Pameran dan Presentasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPelaksanaan Pameran dan Presentasi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyajikan karya seni rupa miliknya dalam pameran kelas secara kreatif dan ekspresif dengan menata displai, deskripsi karya, dan elemen visual pendukung.
  2. Murid dapat menjelaskan ide, proses, dan makna karyanya secara lisan kepada pengunjung pameran menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
  3. Murid dapat memberikan apresiasi jujur dan menghargai terhadap karya teman dengan mengaitkan unsur dan prinsip seni rupa.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan kamu adalah seorang seniman dewasa yang memamerkan karya di galeri — apa yang paling ingin kamu ceritakan kepada orang yang melihat karyamu?
  2. Menurutmu, apa bedanya sebuah karya yang hanya 'dipajang' dengan karya yang benar-benar 'bercerita' kepada penontonnya?
  3. Jika temanmu melihat karyamu tanpa penjelasan apa pun, kira-kira pesan apa yang akan mereka tangkap — apakah itu pesan yang kamu maksud?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid dan mengajak mereka mengatur meja/kursi agar ruang kelas berubah suasana menjadi 'galeri mini' — pengaturan ini dilakukan bersama untuk membangun rasa memiliki terhadap pameran.
  • Guru memandu asesmen awal singkat: murid diminta menyebut satu kata yang menggambarkan perasaan mereka saat karya mereka akan dilihat orang lain (misal: 'bangga', 'nervous', 'senang') — guru mencatat pola perasaan kelas.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik pertama dan kedua, memberi waktu 2–3 menit untuk murid berpikir dan berbagi pendapat singkat secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara ringkas: 'Hari ini kalian adalah seniman cilik yang akan memamerkan karya, menjelaskan maknanya, dan saling mengapresiasi karya teman.'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: penataan displai (10 menit) → sesi pameran dan presentasi (25 menit) → apresiasi teman (15 menit) → refleksi (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh singkat (gambar atau demonstrasi langsung) cara menata displai karya yang efektif: posisi karya, label nama dan judul, serta kartu deskripsi singkat (judul, media, makna satu kalimat).
  • Guru memberi penjelasan ringkas tentang kosakata seni rupa yang berguna saat presentasi: komposisi, warna, tekstur, ekspresi, garis, bidang — dituliskan di papan tulis sebagai 'kamus mini pameran'.
  • Murid mencermati contoh kalimat presentasi model yang guru ucapkan: 'Karya ini berjudul … saya membuatnya dengan … karena saya ingin mengungkapkan …' — murid boleh menirukan pola kalimat ini.
  • Murid diberi waktu 2 menit untuk membaca ulang deskripsi karya miliknya sendiri dan memastikan kartu deskripsi sudah siap ditempel di dekat karya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menata displai karyanya di tempat yang sudah ditentukan (meja, dinding, atau sudut kelas), melengkapi kartu deskripsi berisi judul, media, dan makna singkat — guru dan teman sebaya bisa membantu murid yang kesulitan menempel atau menulis.
  • Pameran dimulai: kelas dibagi dua kelompok bergiliran — separuh murid berdiri di dekat karya mereka sebagai 'seniman pemandu', separuh lainnya berkeliling sebagai 'pengunjung' (durasi ±12 menit per sesi, lalu bertukar peran).
  • Setiap seniman pemandu mempresentasikan karyanya kepada pengunjung yang datang menggunakan pola kalimat yang sudah dipelajari: menyebut judul, menjelaskan proses pembuatan, dan menyampaikan makna atau perasaan yang ingin diungkapkan.
  • Pengunjung boleh mengajukan satu pertanyaan kepada seniman pemandu; seniman menjawab semampu mereka — guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik formatif singkat ('bagus cara kamu menjelaskan warna', 'coba sebutkan teknik yang kamu pakai').
  • Setelah kedua sesi selesai, setiap murid memilih satu karya teman yang paling berkesan dan menuliskan apresiasi singkat di lembar 'Kartu Apresiasi' (disediakan guru): satu kalimat pengamatan unsur seni rupa, satu kalimat perasaan, satu kalimat harapan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid kembali ke tempat duduk; guru memandu diskusi kelas singkat dengan pertanyaan: 'Apa satu hal yang paling berhasil kamu sampaikan tentang karyamu tadi? Apa yang ingin kamu perbaiki jika ada pameran berikutnya?'
  • Beberapa murid (3–4 sukarela) berbagi refleksi mereka secara lisan; kelas mendengarkan dengan sikap menghargai.
  • Guru memperlihatkan kembali 'kamus mini pameran' di papan dan bertanya: 'Kosakata mana yang paling sering kalian gunakan tadi? Mana yang terasa sulit?' — murid menjawab dengan cara mengangkat tangan.
  • Murid menuliskan refleksi diri singkat di buku catatan: tiga hal yang sudah dilakukan dengan baik, satu hal yang ingin ditingkatkan, dan satu perasaan setelah memamerkan karya (menggunakan format 'Aku sudah… Aku ingin… Aku merasa…').

Penutup:

  • Guru mengajak murid memberikan tepuk tangan untuk seluruh kelas atas keberanian masing-masing dalam memamerkan dan mempresentasikan karya.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: secara acak menunjuk 2–3 murid dan meminta mereka menyebutkan satu kosakata seni rupa yang mereka gunakan hari ini beserta artinya.
  • Guru memberikan penguatan positif: menegaskan bahwa setiap karya memiliki nilai karena merupakan ekspresi diri yang unik, dan kemampuan menjelaskan karya adalah keterampilan penting seniman nyata.
  • Guru menginformasikan tindak lanjut: kartu apresiasi akan dikembalikan kepada pemilik karya sebagai umpan balik dari teman.
  • Guru menutup pembelajaran dan meminta murid membantu merapikan ruang kelas bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca/menulis dapat menggunakan kartu deskripsi bergambar atau didampingi teman sebaya dalam mengisi kartu. Murid yang sudah sangat siap dapat diminta menambahkan analisis unsur dan prinsip seni rupa (minimal dua unsur) dalam deskripsi karyanya.
  • Proses: Murid yang pemalu atau kurang percaya diri dapat mempresentasikan karya kepada 1–2 teman dekat terlebih dahulu sebelum ke pengunjung umum. Murid yang sudah percaya diri dapat ditantang menjawab pertanyaan pengunjung yang lebih dalam dan menghubungkan karyanya dengan seniman atau gaya seni tertentu.
  • Produk: Produk minimal adalah presentasi lisan singkat (3 kalimat) dan kartu deskripsi tertulis. Murid yang mampu dapat membuat narasi karya yang lebih panjang dalam bentuk paragraf, atau menyertakan elemen visual tambahan seperti sketsa proses di samping karya jadi.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menyebut satu kata perasaan tentang memamerkan karyanya (diagnostik afektif dan kesiapan presentasi).
  • Guru bertanya lisan: 'Siapa yang sudah tahu cara menjelaskan sebuah karya seni kepada orang lain?' — untuk mengidentifikasi murid yang sudah memiliki pengalaman berbicara tentang seni.
  • Guru mencermati kelengkapan kartu deskripsi dan displai yang sudah disiapkan murid (diagnostik kesiapan materi).

Proses:

  • Observasi langsung selama sesi pameran: guru mencatat murid yang menggunakan kosakata seni rupa dengan tepat dan murid yang masih kesulitan.
  • Umpan balik lisan singkat dari guru kepada murid saat berkeliling ('Bagus!', 'Coba jelaskan juga prosesnya', 'Kosakata apa yang bisa kamu pakai untuk menjelaskan warna ini?').
  • Kartu Apresiasi yang ditulis murid untuk teman: dinilai secara formattif dari kehadiran tiga elemen (pengamatan, perasaan, harapan) dan penggunaan kosakata seni rupa.

Akhir:

  • Penilaian presentasi lisan setiap murid menggunakan rubrik: aspek konten (ide, proses, makna), kosakata seni rupa, komunikasi dan kepercayaan diri, serta kualitas displai.
  • Tulisan refleksi diri murid ('Aku sudah… Aku ingin… Aku merasa…'): dinilai sebagai bukti kesadaran diri dan pemahaman proses belajar.
  • Tes lisan akhir acak (2–3 murid): menyebutkan satu kosakata seni rupa yang digunakan hari ini beserta maknanya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menata displai: apakah kartu deskripsi sudah lengkap dan sesuai.
  • Observasi dan catatan anekdotal selama sesi pameran: kualitas penjelasan lisan murid (kelancaran, penggunaan kosakata seni rupa, ketepatan menjelaskan ide dan proses).
  • Kartu Apresiasi yang diisi murid: dinilai dari ketepatan penggunaan kosakata dan kedalaman pengamatan unsur seni rupa.
  • Diskusi refleksi kelas: partisipasi dan kualitas jawaban murid terhadap pertanyaan reflektif guru.

Sumatif:

  • Penilaian presentasi lisan murid menggunakan rubrik empat aspek: kelengkapan konten (ide, proses, makna), penggunaan kosakata seni rupa, kepercayaan diri dan komunikasi, serta kualitas displai karya.
  • Rubrik empat level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) diterapkan pada setiap aspek presentasi dan displai.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Konten Presentasi (Ide, Proses, Makna)Murid hanya menyebutkan judul karya tanpa menjelaskan ide, proses, atau makna apa pun.Murid menjelaskan salah satu dari tiga aspek (ide atau proses atau makna) secara singkat dan kurang jelas.Murid menjelaskan dua dari tiga aspek (misalnya ide dan makna) dengan cukup jelas dan runtut.Murid menjelaskan ketiga aspek (ide, proses, dan makna) secara lengkap, jelas, dan runtut kepada pengunjung.
Penggunaan Kosakata Seni RupaMurid tidak menggunakan kosakata seni rupa sama sekali dalam penjelasannya.Murid menggunakan 1 kosakata seni rupa namun kurang tepat konteksnya.Murid menggunakan 2–3 kosakata seni rupa dengan tepat dalam penjelasannya.Murid menggunakan lebih dari 3 kosakata seni rupa secara tepat dan alami dalam menjelaskan karyanya kepada pengunjung.
Kepercayaan Diri dan Komunikasi LisanMurid tidak mau atau sangat ragu berbicara; penjelasan hampir tidak terdengar atau tidak disampaikan.Murid berbicara dengan sangat pelan dan ragu-ragu, kontak mata hampir tidak ada, penjelasan sangat singkat.Murid berbicara dengan cukup jelas dan percaya diri, ada kontak mata dengan pengunjung, dan dapat menjawab satu pertanyaan sederhana.Murid berbicara dengan jelas, percaya diri, dan antusias; menjaga kontak mata; dan mampu merespons pertanyaan pengunjung dengan baik.
Kualitas Displai KaryaKarya dipajang tanpa kartu deskripsi; penataan tidak teratur dan tidak memperkuat pesan karya.Karya dipajang dengan kartu deskripsi yang tidak lengkap (hanya nama atau judul); penataan kurang rapi.Karya dipajang dengan kartu deskripsi yang cukup lengkap (judul, media, makna singkat); penataan cukup rapi.Karya dipajang secara kreatif dengan kartu deskripsi lengkap dan elemen visual pendukung; keseluruhan displai memperkuat pesan personal karya secara efektif.
Apresiasi terhadap Karya TemanMurid tidak mengisi Kartu Apresiasi atau hanya menulis kalimat yang tidak berkaitan dengan karya.Murid mengisi Kartu Apresiasi dengan satu elemen saja (hanya pengamatan atau hanya perasaan) tanpa menggunakan kosakata seni rupa.Murid mengisi Kartu Apresiasi dengan dua elemen dan menggunakan setidaknya satu kosakata seni rupa.Murid mengisi Kartu Apresiasi dengan lengkap (pengamatan, perasaan, harapan), menggunakan kosakata seni rupa yang tepat, dan menunjukkan sikap menghargai proses kreatif teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan karyanya secara lisan — siapa yang belum optimal dan apa penyebabnya?
  • Apakah penggunaan 'kamus mini pameran' di papan tulis efektif membantu murid menggunakan kosakata seni rupa yang tepat?
  • Bagaimana kualitas umpan balik formatif yang saya berikan saat berkeliling — apakah spesifik dan membangun?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam kepercayaan diri berkomunikasi, dan murid mana yang masih perlu dukungan lebih?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (penataan, pameran, apresiasi, refleksi) sudah proporsional atau perlu disesuaikan ke depannya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal yang paling berhasil kamu sampaikan kepada pengunjung tentang karyamu hari ini?
  • Kosakata seni rupa apa yang kamu gunakan saat menjelaskan karyamu — dan apakah pengunjung tampak mengerti?
  • Bagaimana perasaanmu saat melihat teman mengapresiasi karyamu? Apa yang paling bermakna dari pameran hari ini?
  • Jika kamu bisa mempresentasikan karyamu sekali lagi, apa yang ingin kamu jelaskan dengan cara yang berbeda atau lebih baik?

SUMBER BELAJAR

  1. Karya seni rupa murid yang sudah dibuat pada pertemuan-pertemuan sebelumnya (Bab 5)
  2. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi) — Bab 5 'Aku Seniman Cilik'
  3. Papan tulis atau flipchart untuk menuliskan 'kamus mini pameran' (kosakata seni rupa: komposisi, warna, tekstur, ekspresi, garis, bidang)
  4. Kartu deskripsi karya (kertas A5 atau kartu polos yang disiapkan guru — satu per murid)
  5. Lembar Kartu Apresiasi (disiapkan guru — satu per murid, berisi kolom: judul karya yang diamati, pengamatan, perasaan, harapan)
  6. Selotip atau tack-it untuk menempel karya dan kartu deskripsi di dinding atau meja
  7. Contoh foto pameran seni rupa anak (opsional, untuk ditampilkan di awal sebagai gambaran suasana galeri)
  8. Buku catatan murid untuk menulis refleksi diri

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.