Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Merancang Sketsa Karya Seni Rupa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 6 dengan topik "Merancang Sketsa Karya Seni Rupa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Merancang Sketsa Karya Seni Rupa

Seni Rupa - Kelas 6

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Merancang Sketsa Karya Seni Rupa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMerancang Sketsa Karya Seni Rupa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dan prinsip desain (keseimbangan, penekanan) yang akan diterapkan dalam sketsa berdasarkan ide dari pengalaman atau hobi pribadi.
  2. Murid dapat merancang sketsa karya seni rupa yang menggambarkan ide dari pengalaman atau hobi pribadi dengan memperhatikan minimal dua unsur rupa dan satu prinsip desain secara terencana.
  3. Murid dapat menjelaskan pilihan ide, unsur rupa, dan prinsip desain yang digunakan dalam sketsanya secara lisan atau tertulis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa kegiatan atau hobi yang paling kamu sukai? Bagaimana rasanya jika kegiatan itu kamu tuangkan menjadi sebuah gambar?
  2. Pernahkah kamu melihat sketsa atau gambar rancangan sebelum sebuah lukisan atau patung jadi? Menurutmu, mengapa seniman perlu membuat sketsa terlebih dahulu?
  3. Unsur rupa apa saja yang bisa kamu temukan di gambar-gambar yang ada di sekitarmu sekarang? Bagaimana unsur-unsur itu membuat gambar terasa seimbang atau justru menonjolkan satu bagian tertentu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak murid duduk dengan nyaman.
  • Guru mengajukan asesmen awal (diagnostik): menampilkan dua contoh sketsa sederhana di papan tulis, kemudian bertanya kepada 3–4 murid secara acak, 'Unsur rupa apa yang kamu kenali dari gambar ini?' dan 'Apa menurut kamu tema gambar ini?' — jawaban murid dipakai guru untuk mengukur pemahaman awal tentang unsur rupa.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kalian akan merancang sketsa karya seni rupa berdasarkan pengalaman atau hobi kalian sendiri, dengan memperhatikan unsur rupa dan prinsip desain.'
  • Guru memancing rasa ingin tahu dengan pertanyaan pemantik pertama dan kedua, memberi waktu murid berpikir selama 1 menit sebelum berbagi jawaban.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: melihat contoh, merancang ide, membuat sketsa, lalu berbagi cerita tentang sketsa.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 2–3 contoh sketsa karya seni rupa (dari buku teks atau gambar sederhana di papan) yang menggambarkan tema sehari-hari: misalnya sketsa anak bermain bola dan sketsa taman bunga.
  • Guru mengajak murid mengamati sketsa secara seksama selama 2 menit, lalu bersama-sama mengidentifikasi: 'Garis apa yang dominan?', 'Bagian mana yang terasa lebih berat atau menonjol?', 'Prinsip desain apa yang diterapkan — simetris, asimetris, atau penekanan?'
  • Guru menjelaskan secara ringkas peta konsep di papan tulis: Ide (pengalaman/hobi) → Konsep Visual → Unsur Rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) + Prinsip Desain (keseimbangan simetris/asimetris, penekanan) → Sketsa.
  • Murid mengisi 'Lembar Penggalian Ide' (selembar kertas sederhana) dengan menuliskan: (1) hobi atau pengalaman yang ingin digambar, (2) suasana/perasaan yang ingin disampaikan, (3) satu unsur rupa utama yang akan ditonjolkan, (4) prinsip desain yang dipilih.
  • Guru berkeliling dan memberi umpan balik cepat terhadap lembar ide murid untuk memastikan pemahaman tentang unsur rupa dan prinsip desain sudah benar sebelum melanjutkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengambil kertas gambar (ukuran A4 atau setara) dan pensil, lalu mulai membuat sketsa berdasarkan Lembar Penggalian Ide yang telah diisi.
  • Guru mengingatkan panduan sketsa: 'Mulailah dari bentuk besar dulu, baru detail. Gunakan garis ringan agar mudah diperbaiki. Pastikan ada satu bagian yang kamu buat menonjol atau terasa seimbang sesuai pilihanmu.'
  • Selama murid bekerja, guru melakukan asesmen proses: berkeliling mengamati, mengajukan pertanyaan pendek seperti 'Unsur rupa apa yang sudah kamu pakai di sini?', 'Bagian mana yang ingin kamu tonjolkan?' untuk mendorong kesadaran artistik murid.
  • Guru memberikan umpan balik lisan yang konstruktif dan afirmatif kepada murid yang tampak kesulitan atau ragu-ragu, misalnya: 'Cobalah buat garis yang lebih tegas di bagian ini agar penekanannya terasa.'
  • Murid diberi waktu bebas selama ±15 menit untuk menyelesaikan sketsa. Guru memfasilitasi suasana yang fokus namun menyenangkan — boleh memutar musik instrumental pelan sebagai latar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah sketsa selesai, murid menuliskan keterangan singkat di balik kertas gambar (atau di sticky note yang ditempel): (1) judul sketsa, (2) ide/pengalaman yang menginspirasi, (3) unsur rupa yang diterapkan, (4) prinsip desain yang digunakan.
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela untuk menunjukkan sketsanya ke depan kelas dan menceritakan: 'Dari mana idenya?', 'Unsur dan prinsip apa yang kamu pakai?', 'Apa yang paling menantang saat membuat sketsa ini?'
  • Murid lain diberi kesempatan memberikan satu komentar positif atau satu pertanyaan kepada teman yang presentasi — guru memoderasi agar suasana saling menghargai.
  • Guru menegaskan kembali hubungan antara ide personal, unsur rupa, dan prinsip desain sebagai fondasi sebuah karya seni, mengaitkannya dengan pengalaman nyata yang murid ceritakan hari ini.

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan refleksi akhir dengan mengisi 'Tiket Keluar' (selembar kertas kecil atau sticky note): murid menuliskan satu hal yang dipelajari hari ini, satu hal yang masih membingungkan, dan satu hal yang ingin dikembangkan pada karya berikutnya.
  • Guru mengumpulkan sketsa murid beserta lembar penggalian ide sebagai bahan asesmen akhir.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas usaha dan keberanian murid dalam mengekspresikan ide pribadinya melalui sketsa.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang pertemuan berikutnya (pengembangan sketsa menjadi karya tiga dimensi atau karya jadi) agar murid dapat menyiapkan diri.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami unsur rupa disediakan kartu referensi bergambar (mini visual card) berisi contoh garis, bidang, bentuk, warna, dan tekstur yang dapat dilihat selama mengerjakan sketsa. Murid yang sudah sangat memahami diberi tantangan tambahan: mengintegrasikan minimal tiga unsur rupa dan dua prinsip desain sekaligus dalam sketsanya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan template sketsa (rangka kotak/lingkaran kosong) sebagai panduan awal sebelum mengembangkan ide. Murid yang cepat selesai diminta menambahkan catatan konseptual yang lebih rinci atau membuat variasi alternatif sketsa dengan pendekatan prinsip desain berbeda.
  • Produk: Murid dengan kemampuan visual tinggi dapat menambahkan arsir atau tanda warna dasar pada sketsanya untuk memperjelas unsur yang ingin ditonjolkan. Murid yang kesulitan menggambar boleh menyampaikan idenya dalam bentuk diagram atau tulisan deskriptif yang menjelaskan rencana visual sketsa, asalkan unsur rupa dan prinsip desain tetap disebutkan dengan jelas.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua contoh sketsa di papan tulis dan menanyakan kepada 3–4 murid: 'Unsur rupa apa yang kamu kenali di gambar ini?' dan 'Prinsip desain apa yang kamu lihat?' — untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal murid tentang unsur rupa dan prinsip desain sebelum masuk ke kegiatan inti.
  • Guru mencatat secara mental atau pada lembar observasi singkat: murid mana yang sudah paham, murid mana yang masih perlu penguatan — untuk menentukan intensitas bimbingan saat tahap Mengaplikasi.

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Penggalian Ide sebelum murid mulai menggambar: apakah ide sudah terhubung dengan pengalaman/hobi, dan apakah unsur rupa serta prinsip desain sudah diidentifikasi.
  • Observasi dan tanya jawab berkeliling saat murid membuat sketsa: guru mengajukan pertanyaan seperti 'Unsur rupa apa yang sudah kamu gunakan di sini?' dan 'Bagian mana yang ingin kamu tonjolkan?' untuk menilai kemampuan murid menerapkan konsep secara langsung.
  • Penilaian teman sebaya informal saat sesi mini-presentasi: murid memberikan satu komentar positif atau pertanyaan kepada teman — guru mengamati kemampuan murid mengomunikasikan dan merespons ide artistik.

Akhir:

  • Penilaian sketsa hasil karya murid menggunakan rubrik 4 level mencakup: kesesuaian ide dengan pengalaman/hobi pribadi, penerapan minimal dua unsur rupa, penerapan minimal satu prinsip desain, dan kelengkapan keterangan konsep visual.
  • Penilaian keterangan tertulis di balik sketsa (judul, ide/pengalaman, unsur rupa yang diterapkan, prinsip desain yang digunakan) sebagai bukti literasi visual dan pemahaman konseptual.
  • Tiket Keluar: murid menuliskan satu hal yang dipelajari, satu hal yang masih membingungkan, dan satu hal yang ingin dikembangkan — digunakan sebagai bahan refleksi guru untuk perencanaan pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi lisan saat tahap Memahami: guru menilai kemampuan murid mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain dari contoh sketsa.
  • Pemeriksaan Lembar Penggalian Ide: guru mengecek kesesuaian ide dengan unsur rupa dan prinsip desain yang dipilih murid sebelum mulai menggambar.
  • Umpan balik berkeliling (walk-around feedback) saat tahap Mengaplikasi: guru mengajukan pertanyaan langsung kepada murid untuk mendorong kesadaran artistik.
  • Presentasi mini dan tanggapan teman sebaya saat tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Penilaian hasil sketsa murid berdasarkan rubrik 4 level yang mencakup aspek: kesesuaian ide dengan pengalaman/hobi, penerapan unsur rupa, penerapan prinsip desain, dan kejelasan konsep visual.
  • Penilaian keterangan tertulis di balik sketsa (judul, ide, unsur rupa, prinsip desain) sebagai bukti pemahaman konseptual murid.
  • Tiket Keluar sebagai asesmen refleksi diri murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Ide dengan Pengalaman atau Hobi PribadiSketsa tidak menggambarkan ide dari pengalaman atau hobi pribadi; tema tidak jelas atau tidak ada keterangan ide.Sketsa mulai menggambarkan ide dari pengalaman atau hobi, namun hubungannya lemah atau tidak dijelaskan dengan jelas dalam keterangan.Sketsa menggambarkan ide dari pengalaman atau hobi pribadi dengan cukup jelas, disertai keterangan yang menghubungkan tema dengan perasaan atau makna tertentu.Sketsa secara jelas dan orisinal menggambarkan ide dari pengalaman atau hobi pribadi; keterangan menjelaskan ide, perasaan, dan makna yang ingin disampaikan secara rinci dan personal.
Penerapan Unsur RupaSketsa tidak menunjukkan penerapan unsur rupa yang dapat diidentifikasi (garis, bidang, bentuk, warna, atau tekstur).Sketsa menunjukkan penerapan satu unsur rupa secara tidak konsisten atau kurang disengaja.Sketsa menerapkan dua unsur rupa secara terencana dan konsisten, yang terlihat pada sebagian besar bidang gambar.Sketsa menerapkan tiga atau lebih unsur rupa secara terencana, konsisten, dan terintegrasi — menciptakan kesan estetis yang koheren dan mendukung tema karya.
Penerapan Prinsip DesainSketsa tidak menunjukkan penerapan prinsip desain (keseimbangan atau penekanan); komposisi tampak acak.Sketsa mulai menerapkan satu prinsip desain, namun belum konsisten atau sulit diidentifikasi secara visual.Sketsa menerapkan satu prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris atau penekanan) secara terencana dan terlihat jelas pada komposisi gambar.Sketsa menerapkan dua prinsip desain secara terencana dan terpadu, menciptakan komposisi yang harmonis dan mempertegas pesan atau tema yang ingin disampaikan.
Kejelasan Konsep Visual (Keterangan Tertulis)Tidak ada keterangan tertulis; murid tidak dapat menjelaskan unsur rupa atau prinsip desain yang digunakan.Keterangan tertulis ada namun tidak lengkap; hanya menyebutkan judul atau ide tanpa menyebut unsur rupa atau prinsip desain.Keterangan tertulis menyebutkan judul, ide/pengalaman, satu unsur rupa, dan satu prinsip desain dengan bahasa yang cukup jelas.Keterangan tertulis lengkap dan jelas: menyebutkan judul, ide/pengalaman, minimal dua unsur rupa, minimal satu prinsip desain, dan makna atau perasaan yang ingin disampaikan melalui sketsa.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil mendorong murid untuk menghubungkan pengalaman pribadi mereka dengan konsep unsur rupa dan prinsip desain?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam memahami konsep unsur rupa atau prinsip desain? Strategi diferensiasi apa yang paling efektif hari ini?
  • Apakah umpan balik yang saya berikan saat berkeliling cukup membantu murid memperbaiki sketsanya secara langsung?
  • Dari Tiket Keluar yang dikumpulkan, hal apa yang masih membingungkan murid? Bagaimana saya akan merespons ini di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Ide atau pengalaman apa yang kamu pilih untuk sketsamu hari ini? Mengapa pengalaman itu terasa penting atau menarik bagimu?
  • Unsur rupa dan prinsip desain apa yang sudah berhasil kamu terapkan dalam sketsamu? Bagaimana cara kamu memutuskan untuk menggunakannya?
  • Bagian mana dari sketsamu yang kamu merasa paling bangga? Bagian mana yang menurutmu masih perlu dikembangkan?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara merancang sebuah karya seni?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
  2. Contoh sketsa karya seni rupa (disiapkan guru: 2–3 gambar sederhana yang menunjukkan unsur rupa dan prinsip desain berbeda)
  3. Kartu referensi visual unsur rupa (mini visual card bergambar contoh garis, bidang, bentuk, warna, tekstur — disiapkan guru untuk diferensiasi)
  4. Kertas gambar ukuran A4
  5. Pensil (HB dan 2B)
  6. Penghapus
  7. Lembar Penggalian Ide (disiapkan guru, 1 lembar per murid)
  8. Sticky note atau kertas kecil untuk Tiket Keluar
  9. Musik instrumental pelan (opsional, diputar saat tahap Mengaplikasi untuk mendukung suasana belajar yang menyenangkan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.