Modul AjarBab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6 Bab 5: Aku Seniman Cilik

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 6 untuk Bab 5 "Aku Seniman Cilik", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6 Bab 5: Aku Seniman Cilik

Seni Rupa - Kelas 6

Bab 5

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 5 — Aku Seniman Cilik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 5 — Aku Seniman Cilik
Alokasi Waktu23 JP (23 x 35 menit = 805 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.5.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam penataan pameran karya seni rupa
  2. TP 6.5.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk penyajian display pameran karya seni rupa
  3. TP 6.5.3 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai dalam narasi pameran
  4. TP 6.5.4 Mengapresiasi karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai pada kegiatan pameran seni rupa

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja unsur rupa yang membuat penataan sebuah pameran seni tampak rapi dan menarik?
  2. Bagaimana garis, bidang, dan warna memandu pandangan pengunjung saat melihat pameran?
  3. Mengapa penataan pameran seni rupa yang berat sebelah terasa kurang nyaman dilihat?
  4. Bagaimana cara kita mengatur letak karya seni agar susunannya terlihat seimbang dan menyatu?
  5. Bagaimana cara membuat label pameran agar dapat berdiri tegak atau menempel kuat tanpa merusak bidang display?
  6. Teknik melipat, memotong, atau menyambung apa saja yang paling kokoh untuk membuat penyangga karya seni rupa dari bahan kardus atau kertas tebal?
  7. Bagaimana cara kita memasang karya lukisan di dinding atau sekat tanpa merusak kertas karya tersebut?
  8. Alat dan bahan apa saja di sekitar kita yang paling kokoh dan aman untuk memajang karya seni dua dimensi maupun tiga dimensi?
  9. Apa gagasan atau cerita yang melatarbelakangi pembuatan karya seni rupamu?
  10. Teknik dan alat apa saja yang kamu gunakan saat menciptakan karyamu, dan mengapa kamu memilih teknik tersebut?
  11. Kosakata seni rupa apa saja yang paling tepat menggambarkan ide dan teknik pembuatan karyamu?
  12. Bagaimana pilihan warna atau bentuk pada karyamu dapat menyampaikan pesan atau perasaan tertentu kepada orang yang melihatnya?
  13. Mengapa sebuah karya seni dalam pameran membutuhkan narasi yang menjelaskan makna di balik unsur rupanya?
  14. Kosakata seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan saat mengamati karya seni teman sekelas?
  15. Bagaimana cara kita menyampaikan apresiasi terhadap karya teman secara santun, jujur, dan berdasar pada unsur rupa?
  16. Bagaimana penataan display kelompokmu dapat menunjukkan unsur rupa dan prinsip desain yang menarik bagi pengunjung?
  17. Kosakata seni rupa apa saja yang paling tepat untuk menceritakan makna karyamu dan mengapresiasi keunikan karya temanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Unsur Rupa pada Penataan Pameran Karya Seni Rupa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam penataan pameran karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan peran unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur) dalam penataan pameran karya seni rupa (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 gambar ruang pameran dan menanyakan: 'Sebutkan 2 unsur rupa yang tampak pada jalur pajang atau dinding display pameran ini!' (acuan: garis pembatas jalur pajang dan bidang papan panel display) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati dua gambar penataan display pameran: Gambar A (pameran dengan panel bidang rapi, garis alur teratur, dan warna latar netral) dan Gambar B (pameran tanpa sekat garis, warna latar bertabrakan, dan bidang pajang berantakan) (7 menit).
  • Guru memfasilitasi telaah konsep dengan menjelaskan fungsi konkret dari 4 unsur rupa pada penataan pameran: garis (penentu alur sirkulasi pengunjung), bidang (area panel tempat menggantung karya), warna (latar belakang penyatu display agar karya menonjol), dan tekstur (karakter fisik permukaan panel/alas meja pajang) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Unsur Pameran': setiap pasangan menerima Lembar Analisis berisi 4 cuplikan foto detail tata pameran dan menjelaskan unsur rupa yang bekerja pada masing-masing cuplikan: (1) Garis tali gantung lurus -> unsur garis; (2) Papan tripleks persegi panjang -> unsur bidang; (3) Kain hitam polos alas patung -> unsur warna; (4) Karpet jerami alas kriya -> unsur tekstur (15 menit).
  • Setiap pasangan menuliskan penjelasan tertulis pada lembar kerja mengenai bagaimana unsur-unsur tersebut berfungsi dalam penataan pameran sesuai 4 target cuplikan tersebut (10 menit).
  • Beberapa pasangan menyampaikan penjelasannya secara lisan dan pasangan lain saling mencocokkan hasil analisisnya dengan bimbingan guru (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dan guru menyimpulkan bersama bahwa penataan pameran yang baik memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, dan tekstur agar karya seni nyaman dinikmati pengunjung (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil identifikasi dan penjelasan unsur rupa yang dikerjakan murid (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan pengantar singkat untuk pertemuan berikutnya mengenai prinsip keseimbangan dan kesatuan penataan pameran, lalu mengakhiri dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu visual berupa glosarium visual 4 unsur rupa bagi murid yang memerlukan dukungan persepsi visual.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing bagi kelompok yang kesulitan mengidentifikasi unsur tekstur dan bidang pada foto pameran; memberikan tantangan analisis foto pameran 3 dimensi dengan unsur rupa lebih kompleks bagi murid yang cepat paham.
  • Produk: Penjelasan dapat dituliskan dalam bentuk poin-poin terstruktur pada format tabel lembar kerja atau uraian kalimat singkat sesuai kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 unsur rupa yang paling dominan terlihat pada susunan panel pameran lukisan di depan kelas!' (acuan: unsur garis pada sekat/kabel gantung dan unsur bidang pada papan panel pajang; murid dianggap siap jika menyebut minimal 1 unsur rupa dengan tepat).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja analisis berpasangan 'Detektif Unsur Pameran'. Tugas: menjelaskan peran 4 unsur rupa berdasarkan 4 cuplikan foto display: Cuplikan 1 (tali gantung lurus -> garis penuntun arah), Cuplikan 2 (panel persegi panjang -> bidang pembatas karya), Cuplikan 3 (kain hitam penyerap cahaya -> warna latar kontras), Cuplikan 4 (anyaman rotan kasar meja display -> tekstur alas karya). Kriteria benar: tepat menyebutkan nama unsur dan fungsinya pada display.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat (tiket keluar) tertulis 1 soal: 'Jelaskan mengapa warna dinding panel pameran sebaiknya netral (misalnya putih atau abu-abu muda)?' (acuan penerimaan: warna netral berfungsi agar warna karya seni rupa menjadi fokus utama/menonjol dan tidak terdistraksi oleh warna latar).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenali unsur rupa pada foto ruang pameran.
  • Penilaian proses lembar kerja 'Detektif Unsur Pameran' (analisis 4 unsur rupa: garis, bidang, warna, tekstur pada display karya).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Unsur Rupa pada Penataan PameranBelum mampu menjelaskan peran unsur rupa pada penataan pameran; hanya menyebut 1 unsur rupa tanpa fungsi display yang tepat.Menjelaskan 2 dari 4 unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur) beserta fungsinya pada penataan pameran secara tepat sesuai acuan foto tugas.Menjelaskan 3 dari 4 unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur) beserta fungsinya pada penataan pameran secara tepat sesuai acuan foto tugas.Menjelaskan seluruh 4 unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur) beserta fungsinya pada penataan pameran secara tepat dan lengkap sesuai acuan foto tugas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan peran unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur) dalam konteks penataan pameran dengan unsur rupa pada karya lukis murni?
  • Apakah media foto tata pameran yang ditampilkan cukup jelas membantu murid mengamati unsur visual display?

Murid:

  • Unsur rupa apa yang paling mudah kamu temukan saat melihat foto penataan pameran seni rupa?
  • Mengapa penataan garis dan bidang penting saat kita memasang karya di dinding kelas?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Prinsip Desain Keseimbangan dan Kesatuan dalam Penataan Pameran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam penataan pameran karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang unsur rupa dengan prinsip desain penataan pameran melalui pengamatan cepat (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta mengamati 2 gambar sketsa display pameran (Gambar A: seimbang simetris; Gambar B: miring dan berat sebelah) lalu menunjuk mana yang terasa seimbang serta menyebutkan satu alasannya (acuan: Gambar A seimbang karena bobot visual kanan dan kiri sama rata, sedangkan Gambar B berat sebelah/tidak seimbang) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas utama yang akan dilakukan pada pertemuan ini, yaitu menjelaskan prinsip keseimbangan dan kesatuan dalam pameran (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan 2 sketsa penataan pameran: Sketsa 1 (keseimbangan simetris: karya berukuran serupa diletakkan berimbang di kiri dan kanan sumbu tengah) dan Sketsa 2 (keseimbangan asimetris: 1 karya besar diimbangi oleh 2 karya kecil di sisi seberang) (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran menyimak pemaparan materi tentang prinsip keseimbangan (balance: pengaturan elemen visual agar stabil dan tidak timpang) dan prinsip kesatuan (unity: keterkaitan antarunsur karya rupa seperti pengelompokan warna atau jarak tata letak yang beraturan agar tidak acak) dalam penataan dinding pameran (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan tantangan menggembirakan 'Detektif Display': murid secara berpasangan menerima 3 kartu denah penataan dinding pameran: Kartu 1 (pola simetris: 2 lukisan ukuran sama persis di kanan-kiri), Kartu 2 (pola asimetris: 1 lukisan besar di kiri diimbangi 2 lukisan kecil di kanan), dan Kartu 3 (pola tanpa kesatuan: karya dipasang acak dan tumpang tindih tanpa jarak beraturan) (18 menit).
  • Setiap murid menuliskan penjelasan pada lembar kerja untuk menjelaskan jenis keseimbangan (simetris/asimetris) dan ketercapaian prinsip kesatuan pada ketiga kartu tersebut secara mandiri (acuan: Kartu 1 = keseimbangan simetris & memiliki kesatuan; Kartu 2 = keseimbangan asimetris & memiliki kesatuan; Kartu 3 = tidak seimbang & tidak memiliki kesatuan karena penempatan acak) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua perwakilan murid menjelaskan hasil temuannya tentang mengapa susunan yang seimbang dan memiliki kesatuan membuat pengunjung pameran nyaman mengamati karya seni (10 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa keseimbangan (simetris dan asimetris) serta kesatuan visual merupakan prinsip utama agar pameran seni rupa tertata harmonis (5 menit).

Penutup:

  • Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman lisan penutup: 'Sebutkan perbedaan keseimbangan simetris dan asimetris dalam penataan karya!' (acuan: simetris jika sisi kanan dan kiri sama persis, asimetris jika sisi kanan dan kiri berbeda bentuk/ukuran tetapi bobot visualnya tetap terasa seimbang) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap penjelasan murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya mengenai variasi teknik pembuatan label pameran (3 menit).
  • Guru memandu doa penutup pembelajaran dan mengucap salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan sketsa visual bergaris bantu sumbu tengah, sedangkan murid yang cepat menguasai diberikan sketsa dinding display yang memuat variasi karya dua dimensi dan tiga dimensi sekaligus.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru melalui pemodelan identifikasi keseimbangan pada satu kartu contoh, sedangkan murid mahir langsung menganalisis ketiga kartu denah display secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan penjelasan berupa kalimat terstruktur dengan poin-poin atau berupa teks paragraf deskriptif tentang prinsip keseimbangan dan kesatuan penataan pameran.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 2 gambar sketsa display: 'Perhatikan Gambar A (karya ditata simetris kanan-kiri) dan Gambar B (karya bertumpuk di pojok kiri saja). Manakah yang terlihat seimbang dan mengapa?' (Acuan: Gambar A seimbang karena bobot visual kanan dan kiri seimbang/sama rata, sedangkan Gambar B berat sebelah/tidak seimbang).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja 'Detektif Display' yang menganalisis 3 kartu denah penataan display: (1) Kartu 1: 2 lukisan berukuran sama di kanan dan kiri sumbu tengah (acuan: keseimbangan simetris, memiliki kesatuan); (2) Kartu 2: 1 lukisan besar di kiri diimbangi 2 lukisan kecil di kanan (acuan: keseimbangan asimetris, memiliki kesatuan); (3) Kartu 3: karya dipasang acak dan tumpang tindih tanpa jarak beraturan (acuan: tidak seimbang, tidak memiliki kesatuan karena penataan acak tanpa keteraturan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: 'Jelaskan perbedaan mendasar antara keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris dalam menata karya di pameran!' (Acuan: keseimbangan simetris membagi elemen dengan susunan dan ukuran yang sama persis di kedua sisi, sedangkan keseimbangan asimetris memadukan elemen berbeda ukuran/bentuk di kedua sisi namun tetap menghasilkan bobot visual yang seimbang).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan perbandingan 2 sketsa display di pendahuluan
  • Asesmen formatif lembar kerja analisis 3 kartu denah penataan pameran (keseimbangan dan kesatuan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Prinsip Keseimbangan dalam Penataan PameranBelum mampu menjelaskan prinsip keseimbangan pada ketiga kartu denah display dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan prinsip keseimbangan pada 1 dari 3 kartu denah display dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan prinsip keseimbangan pada 2 dari 3 kartu denah display dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan prinsip keseimbangan (simetris dan asimetris) pada seluruh (3 dari 3) kartu denah display secara mandiri dan tepat sesuai acuan.
Penjelasan Prinsip Kesatuan dalam Penataan PameranBelum mampu menjelaskan prinsip kesatuan visual pada penataan pameran dengan tepat.Mampu menjelaskan prinsip kesatuan visual pada 1 dari 3 kartu denah display dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan prinsip kesatuan visual pada 2 dari 3 kartu denah display dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan prinsip kesatuan visual pada seluruh (3 dari 3) kartu denah display secara mandiri dan tepat sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media gambar display konkret membantu murid memahami perbedaan keseimbangan simetris dan asimetris?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menjelaskan prinsip kesatuan pada display karya seni?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah kamu pahami: membedakan keseimbangan simetris atau keseimbangan asimetris?
  • Mengapa penataan karya pameran harus memperhatikan prinsip kesatuan?

Pertemuan 3 — Menguji Coba Variasi Teknik Pembuatan Label dan Penyangga Display Pameran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk penyajian display pameran karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan fisik serta bahan uji coba (kertas karton, kardus bekas, gunting, perekat/lem) di meja kerja masing-masing (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar model dudukan/label display (Model A: lipat tenda segitiga/tent fold, Model B: penopang segitiga belakang/easel stand, Model C: potongan slot silang/interlocking slot) dan meminta murid memilih model mana yang paling stabil untuk menopang beban (acuan: Model B dan Model C memiliki daya topang beban lebih kokoh dibanding Model A yang mudah melorot jika kertas tipis) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati demonstrasi guru mengenai 2 variasi teknik pembuatan label pameran (Teknik 1: Lipat Tenda Mandiri / Tent-Card; Teknik 2: Tempel Gantung Berbingkai Karton Tebal) serta 2 variasi teknik penyangga display 3D (Teknik A: Penyangga Lipat Segitiga Bertumpu / Easel Stand; Teknik B: Penyangga Kaki Silang Selip / Interlocking Slits) menggunakan alat potong (gunting/cutter dengan panduan) dan bahan kertas karton/kardus (15 menit).
  • Murid mencermati panduan lembar uji coba teknik yang memuat spesifikasi alat, bahan, dan cara kerja setiap variasi teknik konstruksi display (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Dalam 'Tantangan Eksplorasi Konstruksi Display', murid secara individual menguji coba secara langsung pembuatan minimal 2 variasi teknik label (Teknik Lipat Tenda dan Teknik Tempel Berbingkai) dengan memotong, melipat rapi, dan merekatkan bahan karton (20 menit).
  • Murid melanjutkan menguji coba secara langsung 2 variasi teknik penyangga display (Teknik Easel Stand dan Teknik Interlocking Slits kardus) dengan menguji kekokohan struktur saat diberi beban contoh karya berbobot 50-100 gram (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menguji kestabilan masing-masing hasil uji coba teknik penyangga dan label, lalu mencatat kelebihan serta kelemahan fisik bahan (seperti kelenturan, kerapian lipatan, dan daya tahan tegak) pada lembar observasi uji coba alat dan bahan (10 menit).

Penutup:

  • Murid merapikan kembali alat dan sisa bahan uji coba ke tempat semula secara tertib demi keamanan dan kebersihan ruang kelas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap hasil uji coba teknik konstruksi display murid dan menyampaikan fokus pengujian pada pertemuan berikutnya yaitu penataan pemasangan display karya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi ketebalan bahan uji coba: kertas manila/karton tebal standar untuk pemula, dan kardus bergelombang (corrugated board) untuk tantangan konstruksi yang lebih tebal.
  • Proses: Memberikan pola garis potong dan lipat (template outline) bagi murid yang membutuhkan bantuan motorik halus, sedangkan murid yang mahir membuat pola ukuran sendiri secara presisi.
  • Produk: Hasil uji coba label dan penyangga mencakup minimal 2 variasi teknik dasar, dengan opsi membuat variasi teknik ketiga (sambungan pasak/slot ganda) bagi murid yang selesai lebih awal.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi kestabilan bentuk struktur: Guru menampilkan 3 gambar sketsa penyangga (Model A: Lipat Tenda Segitiga; Model B: Penopang Segitiga Easel; Model C: Slot Silang Interlocking) dan meminta murid memilih mana teknik yang paling kokoh menahan beban karya seni (acuan: Model B dan C lebih kokoh menahan beban dibanding Model A karena memiliki titik tumpu diagonal/silang).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja saat murid menguji coba 2 variasi teknik pembuatan label (Lipat Tenda dan Tempel Berbingkai) dan 2 variasi teknik penyangga (Easel Stand dan Interlocking Slits) dengan kriteria: ketepatan penggunaan alat potong/lipat, keutuhan sambungan/lipatan, dan kekokohan struktur saat berdiri mandiri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman uji coba teknik display: Pemeriksaan lembar observasi fisik hasil uji coba murid (acuan verifikasi: Murid berhasil menghasilkan minimal 1 model label yang berdiri tegak tanpa roboh dan minimal 1 model penyangga display yang mampu menahan beban dummy karya tanpa patah/merosot).

Formatif:

  • Lembar observasi uji coba unjuk kerja teknik pembuatan label dan penyangga display pameran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk label displayBelum mampu memotong dan melipat bahan karton menjadi label display yang dapat berdiri atau menempel rapi walau dibimbing guru.Mampu menguji coba 1 variasi teknik label display (lipat tenda atau tempel berbingkai) dengan bahan karton namun lipatan/rekatannya masih belum kokoh atau miring.Mampu menguji coba 2 variasi teknik label display (lipat tenda dan tempel berbingkai) menggunakan alat potong dan lem secara tepat sehingga label dapat berdiri mandiri atau menempel kokoh.Mampu menguji coba 2 variasi teknik label display secara mandiri, presisi, rapi, kokoh, serta mengeksplorasi variasi sudut kemiringan display.
Pengujian variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk penyangga display pameranBelum mampu memotong atau merangkai bahan kardus menjadi penyangga display karya.Mampu merangkai 1 teknik penyangga display dari kardus (easel stand atau interlocking slits) namun belum stabil menopang beban karya.Mampu menguji coba 2 variasi teknik penyangga display (easel stand dan interlocking slits) dari bahan kardus menggunakan alat secara tepat sehingga stabil menopang beban karya uji coba.Mampu menguji coba 2 variasi teknik penyangga display secara mandiri dengan tingkat kestabilan tinggi, sambungan slot presisi, dan kokoh menahan beban tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi demonstrasi penggunaan alat potong dan teknik lipat/sambung dapat dipahami murid dengan aman dan efektif?
  • Apakah variasi bahan (karton dan kardus) yang disediakan cukup memfasilitasi murid dalam menguji coba variasi teknik display pameran?

Murid:

  • Teknik pembuatan label atau penyangga manakah yang paling mudah dan paling kokoh menurut hasil uji cobamu?
  • Kendala apa yang kamu temui saat memotong dan melipat bahan kardus agar dapat berdiri tegak?

Pertemuan 4 — Menguji Coba Variasi Teknik Penataan dan Pemasangan Display Karya Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk penyajian display pameran karya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk penataan dan pemasangan display karya seni rupa (4 menit).
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menunjukkan 3 gambar masalah pemasangan display di papan tulis: Gambar A (karya kertas ditempel lakban tebal tepat di bagian depan gambar), Gambar B (patung tanah liat diletakkan miring di tepi meja yang goyang), dan Gambar C (karya kertas diberi dudukan bingkai karton dan penjepit kertas/paper clip di papan panel). Murid diminta mengidentifikasi 1 teknik yang aman bagi karya beserta alatnya (kunci jawaban: Gambar C benar, karena menggunakan penjepit kertas/bingkai karton tanpa merusak permukaan gambar; sedangkan Gambar A dan B salah karena merusak dan rawan jatuh) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memperkenalkan 3 variasi teknik pemasangan display karya 2D dan 3D beserta alat/bahannya: (1) Teknik Gantung/Jepit menggunakan tali rami dan penjepit kayu/paper clip pada panel ram kawat; (2) Teknik Sudut Penahan Kertas menggunakan kertas lipat/karton segitiga berperekat (corner mount) tanpa menempelkan lem langsung ke karya; (3) Teknik Dudukan Datar Berpenahan menggunakan karton tebal berpembatas alas untuk karya 3D (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati contoh peragaan guru tentang cara memasang alat dan bahan tersebut secara aman tanpa merusak karya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Menggembirakan 'Uji Kokoh dan Aman': Setiap kelompok menerima kit uji coba berisi karya tiruan (kertas gambar dan model mini), panel karton/dinding latihan, tali, penjepit kertas/kayu, selotip kertas (masking tape), karton siku, dan gunting (10 menit).
  • Murid mempraktikkan dan menguji coba ketiga teknik penataan/pemasangan display: Teknik 1 (gantung/jepit), Teknik 2 (sudut penahan/corner mount), dan Teknik 3 (dudukan datar berpenahan alas) untuk melihat kekokohan display dan keamanan permukaan karya (25 menit).
  • Murid melakukan uji ketahanan sederhana pada hasil pemasangan (misal: ditiup pelan atau digoyangkan ringan) dan mencatat teknik mana yang paling kokoh serta tidak meninggalkan bekas pada karya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok memeriksa hasil uji cobanya dengan mengecek 2 kriteria operasional: (1) Apakah karya terpasang lurus dan tidak jatuh saat digoyang? (2) Apakah bahan perekat atau penjepit merusak permukaan karya? (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan variasi teknik pemasangan display mana yang paling efektif untuk karya datar (2D) dan karya bervolume (3D) berdasarkan hasil uji coba (5 menit).
  • Asesmen Akhir (Cek Pemahaman): Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman di lembar kecil: 'Sebutkan 2 alat/bahan yang aman digunakan untuk memasang karya gambar 2D pada panel pameran tanpa merusak kertas gambar!' (Acuan jawaban benar: memilih minimal 2 dari alat/bahan berikut: penjepit kayu/paper clip, selotip kertas/masking tape di balik sudut karton, dudukan sudut/corner mount segitiga kertas, atau map plastik gantung) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam uji coba teknik display, merapikan alat-bahan bersama, dan menutup sesi dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Bagi murid yang masih canggung memasang penjepit/tali display, guru memberikan panduan langkah peraga langsung dan contoh sudut karton yang sudah terlipat; bagi murid yang sudah terampil, diberikan tantangan menguji coba kombinasi dua teknik (misalnya menggabungkan dudukan sudut dengan tali gantung) untuk karya ganda.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Identifikasi visual teknik pemasangan: Murid memilih 1 teknik pemasangan yang aman dari 3 gambar situasi pemasangan di papan tulis. Acuan jawaban benar: Gambar C (karya kertas dengan dudukan/penjepit paper clip pada panel ram; sedangkan Gambar A selotip tebal di muka gambar dan Gambar B patung di tepi meja goyang adalah salah/tidak aman).

Proses:

  • Lembar pengamatan uji coba variasi teknik pemasangan display: Mengamati keberhasilan murid menguji coba 3 teknik (Teknik Jepit/Gantung, Teknik Sudut Penahan/Corner Mount, dan Teknik Dudukan Datar) dengan indikator: karya terpasang kokoh pada posisi display dan tidak mengalami kerusakan bahan/kertas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat: Murid menyebutkan 2 alat/bahan yang aman untuk memasang display karya 2D tanpa merusak kertas. Acuan jawaban: Minimal 2 alat/bahan yang benar dari daftar: (1) penjepit kertas/paper clip/penjepit kayu; (2) selotip kertas (masking tape); (3) kertas karton dudukan sudut (corner mount); (4) tali rami dengan gantungan jepit.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba 3 variasi teknik penataan dan pemasangan display menggunakan alat dan bahan (penjepit, tali, dudukan karton, perekat kertas).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan untuk Pemasangan DisplayBelum mampu mempraktikkan teknik pemasangan display menggunakan alat dan bahan yang disediakan walaupun dengan bimbingan penuh.Mampu menguji coba 1 teknik pemasangan display dengan alat dan bahan yang sesuai, namun pemasangan masih longgar/jatuh atau berisiko merusak karya.Mampu menguji coba 2 hingga 3 teknik pemasangan display menggunakan alat dan bahan yang sesuai secara kokoh dan aman bagi karya dengan sedikit arahan.Mampu menguji coba seluruh 3 variasi teknik pemasangan display (gantung/jepit, sudut penahan, dudukan datar) menggunakan alat dan bahan secara mandiri, kokoh, rapi, dan sepenuhnya menjaga keamanan karya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alat dan bahan display yang disediakan cukup aman dan bervariasi untuk dicoba oleh seluruh kelompok murid?
  • Apakah murid dapat membedakan teknik pemasangan yang merusak karya dengan teknik yang menjaga keutuhan karya seni rupa?

Murid:

  • Teknik pemasangan display mana yang paling mudah dan paling kokoh saat kamu coba tadi?
  • Mengapa kita tidak boleh menempelkan lakban atau lem langsung pada permukaan depan gambar saat memajang pameran?

Pertemuan 5 — Merefleksikan Ide dan Teknik Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.3 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai dalam narasi pameran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan karya seni rupa pribadi (2D atau 3D) yang telah dibuat sebelumnya di atas meja masing-masing (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu merefleksikan ide penciptaan dan teknik pembuatan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan kuis lisan mencocokkan 4 kartu istilah kosa kata seni rupa dengan definisinya: (1) 'Gagasan/Ide' -> konsep awal atau inspirasi karya; (2) 'Teknik Arsir' -> membuat gelap terang menggunakan garis-garis sejajar/menyilang; (3) 'Teknik Kolase' -> menempel berbagai bahan pada permukaan karya; (4) 'Tekstur' -> nilai raba permukaan karya (acuan: pasangan tepat tersebut) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati lembar panduan kosa kata seni rupa yang memuat daftar istilah ide dan teknik: sketsa, proporsi, gradasi, arsir, plakat, kolase, tekstur, ruang, gelap-terang (10 menit).
  • Murid menyimak peragaan guru dalam merefleksikan sebuah contoh karya melalui 2 pertanyaan panduan: 'Dari mana ide karya berasal?' dan 'Teknik rupa apa yang digunakan untuk mewujudkannya?' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan seru berpasangan 'Tebak Kosa Kata Karyaku': murid secara bergantian menyebutkan 2 kosa kata teknik/unsur rupa yang digunakan pada karyanya, lalu pasangannya menebak bagian karya yang dimaksud dalam batas waktu 1 menit per giliran (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi Lembar Refleksi Diri Karya yang memuat 3 butir terstruktur: (1) Deskripsi ide/gagasan karya; (2) Penjelasan teknik dan bahan yang dipakai; (3) Penggunaan minimal 3 kosa kata seni rupa yang relevan secara tepat (acuan pilihan kosa kata: sketsa, arsir, gradasi, plakat, kolase, tekstur kasar/halus, proporsi, komposisi) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ulang hasil lembar refleksinya dengan memeriksa kesesuaian antara deskripsi ide dan teknik yang ditulis dengan wujud fisik karya aslinya menggunakan rubrik kendali diri (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya kosa kata seni rupa untuk menjelaskan ide dan proses teknik berkarya secara jelas dan objektif (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan penggunaan kosa kata rupa pada draf refleksi murid serta menyampaikan bahwa draf refleksi ide dan teknik ini akan dilanjutkan untuk menggali makna karya pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan glosarium bergambar kosa kata seni rupa (arsir, dussel, basah, kering, kolase, tekstur) bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
  • Proses: Bimbingan terstruktur (scaffolding bertahap dengan kalimat pemandu) bagi murid yang kesulitan mengidentifikasi teknik berkarya, sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan menganalisis tingkat kesulitan teknik yang diterapkannya secara mandiri.
  • Produk: Refleksi ide dan teknik dapat diwujudkan dalam format poin berstruktur atau paragraf naratif terpadu, asalkan memenuhi kriteria minimal kosa kata seni rupa yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kuis lisan 4 butir pencocokan kosa kata seni rupa dan maknanya di awal pendahuluan: (1) 'Gagasan/Ide' -> inspirasi awal; (2) 'Teknik Arsir' -> garis sejajar/menyilang untuk bayangan/gelap-terang; (3) 'Teknik Kolase' -> menempel potongan bahan; (4) 'Tekstur' -> sifat permukaan benda nyata/semu (acuan: jawaban benar sesuai pasangannya).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja dan telaah hasil Lembar Refleksi Diri Karya pada tahap Mengaplikasi dengan kriteria: (1) ketepatan menguraikan ide karya, (2) ketepatan mendeskripsikan teknik berkarya, dan (3) ketepatan penggunaan minimal 3 kosa kata seni rupa sesuai karya (acuan pilihan: sketsa, arsir, gradasi, plakat, kolase, tekstur, proporsi, komposisi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui pemeriksaan draf refleksi tertulis: memastikan setiap murid berhasil merefleksikan 1 ide karya dan minimal 1 teknik yang digunakan menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa yang maknanya sesuai.

Formatif:

  • Penilaian proses melalui Lembar Refleksi Diri Karyaku (refleksi ide dan teknik menggunakan kosa kata seni rupa)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Refleksi Ide Karya Menggunakan Kosa Kata Seni RupaBelum mampu mendeskripsikan ide/gagasan penciptaan karya diri sendiri dan belum memuat kosa kata seni rupa yang tepat.Mampu mendeskripsikan ide karya diri sendiri secara sederhana namun belum menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (masih menggunakan bahasa sehari-hari sepenuhnya).Mampu mendeskripsikan ide karya diri sendiri dengan jelas menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan (seperti gagasan, inspirasi, konsep, sketsa) secara tepat.Mampu merefleksikan keterkaitan mendalam antara ide/inspirasi penciptaan dengan visualisasi karya secara mandiri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat dan kaya.
Refleksi Teknik Berkarya Menggunakan Kosa Kata Seni RupaBelum mampu menyebutkan teknik dan bahan yang digunakan pada karya diri sendiri.Mampu menyebutkan teknik yang digunakan pada karya diri sendiri namun belum menggunakan kosa kata seni rupa yang baku (misalnya hanya menyebut 'dicat' atau 'digunting-tempel').Mampu menjelaskan teknik berkarya diri sendiri secara tepat menggunakan minimal 2-3 kosa kata teknik seni rupa (seperti arsir, gradasi, kolase, plakat, tekstur) sesuai wujud karya.Mampu merefleksikan secara terperinci langkah-langkah penerapan teknik berkarya beserta alasan pemilihan teknik tersebut menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mengidentifikasi dan merefleksikan ide serta teknik yang mereka gunakan pada karya mereka sendiri?
  • Apakah media glosarium kosa kata seni rupa efektif membantu murid menggunakan istilah seni secara tepat?

Murid:

  • Bagian mana dari ide atau teknik berkaryaku yang paling mudah dan paling sulit aku jelaskan dengan kosa kata seni rupa?
  • Kosa kata seni rupa baru apa yang berhasil aku gunakan untuk menceritakan proses pembuatan karyaku hari ini?

Pertemuan 6 — Merefleksikan Makna Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa dalam Narasi Pameran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.3 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai dalam narasi pameran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memfasilitasi murid menyiapkan karya seni buatan sendiri yang telah dibuat pada pembelajaran sebelumnya (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merefleksikan makna karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai ke dalam narasi pameran (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal lisan dengan meminta murid menjodohkan 3 kata rupa dengan efek pesan emosi: (1) 'garis tegas/lurus' -> pesan: kokoh/pasti; (2) 'warna cerah/kuning' -> pesan: ceria/gembira; (3) 'tekstur kasar' -> pesan: kuat/tangguh (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati sebuah contoh narasi pameran di papan tulis yang memuat refleksi makna karya: 'Lukisan ini bermakna ketenangan di pagi hari. Saya menggunakan unsur garis lengkung lembut dan dominasi warna dingin (biru muda) untuk menyampaikan suasana damai, serta proporsi bidang yang lapang agar memberi kesan tenang' (10 menit).
  • Murid bersama guru membedah contoh tersebut dengan mengidentifikasi kosa kata seni rupa (garis lengkung, warna dingin, proporsi bidang) dan kaitannya dengan pemaknaan karya (ketenangan, damai) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan kuis cepat berpasangan 'Tebak Makna Unsur Rupa': murid A menunjukkan satu unsur rupa pada karyanya (misal warna gelap), murid B menebak kemungkinan makna perasaannya (misal misteri/sedih), lalu murid A mengonfirmasi maknanya menggunakan kartu pilihan kata rupa (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun draf narasi pameran untuk karyanya sendiri pada Lembar Refleksi Narasi Pameran yang memuat minimal 3 kosa kata seni rupa (pilihan: garis, bidang, warna panas/dingin, tekstur, ruang, proporsi, gelap-terang) yang dihubungkan secara nyata dengan pesan atau makna karyanya (20 menit).
  • Murid membaca ulang draf narasi pameran karyanya untuk memeriksa apakah setiap kosa kata seni rupa yang ditulis benar-benar mencerminkan unsur visual yang ada pada karyanya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca narasi karya di samping fisik karyanya secara hening, mengevaluasi apakah kalimat refleksi tersebut sudah tuntas menjelaskan makna karya secara jujur (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya narasi pameran untuk membantu pengunjung memahami makna karya melalui unsur seni rupa (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil refleksi murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Disediakan daftar glosarium kosa kata seni rupa beserta opsi asosiasi makna visual bagi murid yang memerlukan dukungan kosakata.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat terstruktur (contoh pola kalimat: 'Makna karya saya adalah ..., yang terlihat dari penggunaan unsur ...'), sedangkan murid yang sudah mahir menyusun narasi secara mandiri dengan elaborasi minimal 4 kosa kata seni rupa.
  • Produk: Variasi panjang teks narasi pameran, dari 2 kalimat terstruktur (minimal 3 kosa kata seni rupa) hingga satu paragraf reflektif utuh yang menghubungkan makna dengan beragam unsur rupa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik penjodohan 3 unsur rupa dengan asosiasi maknanya: (1) Garis tegas -> kokoh/tegas; (2) Warna cerah (kuning/oranye) -> gembira/ceria; (3) Tekstur kasar -> kuat/nyata. (Acuan: Murid tepat menjodohkan minimal 2 dari 3 pasangan dengan benar).

Proses:

  • Pemeriksaan draf Lembar Refleksi Narasi Pameran: guru memverifikasi bahwa murid mengidentifikasi minimal 3 kosa kata seni rupa (dari opsi: garis, bidang, tekstur, warna, ruang, proporsi, gelap-terang) dan mengaitkannya dengan makna pribadi karya secara logis pada teks.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid melingkari kosa kata seni rupa yang mereka pakai dalam narasi pameran dan menuliskan 1 kalimat penjelas makna utama karyanya pada lembar cek akhir. Kriteria penerimaan: terdapat minimal 3 kosa kata seni rupa baku yang sesuai dengan fisik karya dan memuat 1 pernyataan makna yang jelas.

Formatif:

  • Pemeriksaan Lembar Refleksi Narasi Pameran (menilai ketepatan penggunaan minimal 3 kosa kata seni rupa dan keterhubungannya dengan makna karya)
  • Observasi partisipasi refleksi diri selama penyusunan teks narasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa dalam Merefleksikan MaknaMenyebutkan makna karya tanpa menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai, atau hanya memuat 1 kosa kata tanpa dikaitkan dengan makna karya.Merefleksikan makna karya dengan menggunakan 1-2 kosa kata seni rupa yang sesuai pada narasi pameran dengan bantuan panduan pola kalimat dari guru.Merefleksikan makna karya dengan menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa yang sesuai dan relevan dengan wujud visual karyanya dalam narasi pameran secara mandiri.Merefleksikan makna karya dengan menggunakan 4 atau lebih kosa kata seni rupa secara tepat, mendalam, dan selaras menyeluruh dengan wujud visual karyanya dalam narasi pameran secara mandiri.
Keterkaitan Unsur Visual dan Makna KaryaBelum mampu menghubungkan unsur visual rupa dengan makna atau pesan yang terkandung dalam karya diri sendiri.Menghubungkan 1 unsur visual rupa dengan makna karya secara sederhana dengan bimbingan guru.Menghubungkan minimal 2-3 unsur visual rupa dengan makna atau pesan yang terkandung dalam karya diri sendiri secara logis dan tepat.Menghubungkan seluruh unsur visual rupa yang digunakan dengan makna atau pesan karya secara runtut, mendalam, dan meyakinkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit cukup bagi murid untuk menyusun draf narasi refleksi karya mereka secara mandiri?
  • Apakah ragam kosa kata seni rupa yang disediakan telah membantu murid mengungkapkan makna karyanya dengan tepat?

Murid:

  • Kosa kata seni rupa mana yang paling tepat menggambarkan makna utama dari karya yang kubuat?
  • Apakah narasi pameran yang kutulis sudah berhasil menceritakan perasaan atau pesan yang ingin kusampaikan lewat karya ini?

Pertemuan 7 — Mengapresiasi Karya Teman Sekelas Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa pada Simulasi Pameran — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.4 Mengapresiasi karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai pada kegiatan pameran seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengapresiasi karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa pada simulasi pameran (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan 1 gambar karya contoh di layar/papan tulis dan meminta murid secara lisan mengidentifikasi 3 unsur rupa yang tampak beserta kosa katanya (acuan jawaban: murid menyebutkan unsur rupa garis, warna, dan bidang/tekstur yang tampak pada gambar) (9 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan panduan kosa kata seni rupa (garis, bidang, warna, tekstur, komposisi, keseimbangan) yang relevan untuk memberikan apresiasi karya (10 menit).
  • Guru memodelkan cara menyusun apresiasi karya seni rupa teman secara objektif menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat melalui contoh kalimat apresiasi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan aktivitas permainan 'Jelajah Apresiasi Galeri': murid berkeliling ruang kelas mengamati karya seni rupa yang telah dipajang oleh teman sekelas pada meja pamer (15 menit).
  • Setiap murid memilih 2 karya milik teman yang berbeda untuk diamati secara saksama (10 menit).
  • Murid menuliskan kalimat apresiasi pada Lembar Apresiasi untuk masing-masing karya yang dipilih dengan menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa secara tepat (acuan kosa kata yang dipilih: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan, atau kesatuan; kriteria: kosa kata dipakai secara kontekstual sesuai visual karya teman) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa murid secara sukarela membacakan catatan apresiasi yang telah ditulisnya terhadap karya teman, sementara teman yang diapresiasi mendengarkan tanggapan tersebut (10 menit).
  • Guru memandu murid merefleksikan ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa yang telah mereka gunakan dalam kalimat apresiasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan pentingnya kosa kata seni rupa dalam menyampaikan apresiasi secara jelas dan menghargai karya orang lain (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa pengecekan kelengkapan lembar apresiasi dan memberikan penguatan terkait kegiatan simulasi apresiasi (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu glosarium kosa kata seni rupa beserta contoh penerapannya bagi murid yang memerlukan dukungan kosakata.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat pemandu (scaffolding), sedangkan murid yang lebih mahir diarahkan mengidentifikasi hubungan perpaduan minimal 4 unsur/prinsip seni rupa pada karya teman.
  • Produk: Ulasan apresiasi karya teman disajikan dalam bentuk lembar apresiasi tertulis dengan jumlah kosa kata seni rupa yang disesuaikan tingkat kemampuan (minimal 2 untuk bimbingan, minimal 3 untuk reguler/mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: Guru menampilkan 1 contoh karya seni rupa lukisan dua dimensi di depan kelas dan menanyakan: 'Sebutkan 3 unsur rupa yang tampak pada karya ini menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat!' (Acuan jawaban benar: murid menyebutkan unsur garis [misal: garis tegas/lengkung], warna [misal: warna cerah/kontras], dan bidang/tekstur [misal: bidang geometris/tekstur semu]).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam simulasi pameran dan pemeriksaan draf Lembar Apresiasi Karya Teman. Guru memeriksa apakah murid menyertakan kosa kata seni rupa yang sesuai (target: minimal 3 kosa kata dari daftar acuan: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan, kesatuan) dan mengaitkannya dengan visual karya yang diamati.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan Lembar Apresiasi Karya Teman pada akhir sesi. Kriteria ketuntasan: murid berhasil menuliskan apresiasi terhadap 2 karya teman dengan menyertakan minimal 3 kosa kata seni rupa (pilihan acuan: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan, kesatuan) yang relevan dan tepat makna konteks visualnya.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kosa kata seni rupa pada tahap pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja saat simulasi galeri dan analisis tertulis pada Lembar Apresiasi Karya Teman

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa dalam Mengapresiasi Karya TemanBelum menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat dalam menyampaikan apresiasi karya teman (hanya komentar umum seperti 'bagus' atau 'rapi').Menyampaikan apresiasi dengan menggunakan 1 kosa kata seni rupa yang relevan dari daftar acuan (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan, kesatuan).Menyampaikan apresiasi dengan menggunakan 2 kosa kata seni rupa yang relevan dari daftar acuan secara tepat sesuai wujud visual karya teman.Menyampaikan apresiasi dengan menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa yang relevan dari daftar acuan secara tepat, runtut, dan kontekstual terhadap karya teman.
Ketepatan Ulasan Apresiasi terhadap Karya Teman pada Simulasi PameranUlasan apresiasi belum mencerminkan objek visual karya yang diamati pada simulasi pameran.Ulasan apresiasi menyebutkan unsur visual karya teman secara terbatas dan memerlukan bimbingan penuh untuk mengaitkannya dengan karya.Ulasan apresiasi mendeskripsikan 1-2 aspek visual karya teman secara tepat dan objektif berdasarkan hasil pengamatan simulasi pameran.Ulasan apresiasi mendeskripsikan aspek visual karya teman secara menyeluruh, tepat, dan objektif berdasarkan hasil pengamatan langsung pada simulasi pameran.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur simulasi pameran berjalan tertib dan memberi kesempatan merata bagi semua murid untuk mengamati karya teman?
  • Sejauh mana murid mampu memilih dan menerapkan kosa kata seni rupa secara mandiri dalam lembar apresiasi?

Murid:

  • Kosa kata seni rupa baru apa yang paling kamu sukai saat memberikan apresiasi pada karya temanmu tadi?
  • Bagaimana perasaanmu ketika karyamu diapresiasi oleh teman sekelas menggunakan istilah seni rupa?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.5.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam penataan pameran karya seni rupa
  • TP 6.5.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk penyajian display pameran karya seni rupa
  • TP 6.5.3 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai dalam narasi pameran
  • TP 6.5.4 Mengapresiasi karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai pada kegiatan pameran seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan ruang kelas yang telah diatur untuk area pameran kelompok, dan memimpin doa (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif proyek pameran terintegrasi serta membacakan alur waktu pengerjaan 3 tugas asesmen: penataan display & narasi refleksi (38 menit), tes lisan keliling stan (35 menit), dan jelajah apresiasi karya teman (25 menit) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam 7 kelompok memahami instruksi kerja dan rubrik penilaian yang dibagikan guru, meliputi kriteria kekokohan/kerapian display hasil uji coba teknik, kelengkapan narasi refleksi karya diri, butir tes lisan unsur & prinsip desain, serta format lembar apresiasi karya teman (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Murid dalam kelompok melakukan finalisasi penataan display karya menggunakan variasi teknik penyangga/label/dekorasi yang kokoh dan rapi, sekaligus secara mandiri menyematkan lembar narasi refleksi karya pribadi di samping karyanya masing-masing dengan memuat minimal 3 kosa kata seni rupa (acuan pilihan kosa kata refleksi: garis, warna, bidang, tekstur, gelap-terang, komposisi, makna/pesan) (33 menit).
  • Tugas 2: Guru berkeliling mengunjungi stan 7 kelompok secara bergantian (setiap kelompok 5 menit, total 35 menit) untuk melaksanakan tes lisan terfokus; setiap murid dalam kelompok berbagi peran menjawab 2 pertanyaan acuan guru: (1) 'Bagaimana kelompokmu menerapkan minimal 2 unsur rupa (garis, warna, bidang, ruang, atau tekstur) pada tata letak pameran ini?' (acuan jawaban: murid menjelaskan posisi penempatan karya berdasarkan kontras warna, arah garis pandang, atau penataan bidang/ruang meja pameran), dan (2) 'Bagaimana kelompokmu menerapkan prinsip keseimbangan atau kesatuan dalam penataan karya?' (acuan jawaban: murid menjelaskan keseimbangan simetris/asimetris bobot visual karya di meja pameran serta kesatuan tema/warna alas display) (35 menit).
  • Tugas 3: Secara individual, murid melakukan jelajah keliling pameran untuk mengamati karya teman sekelas dan menuliskan ulasan apresiasi pada lembar apresiasi tertulis mengenai kelebihan dan makna dari minimal 2 karya teman dengan menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa yang tepat per karya (acuan pilihan kosa kata apresiasi: keharmonisan warna, ketegasan garis, keseimbangan bidang, kedalaman ruang, gradasi, keunikan tekstur, pesan visual) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan lembar narasi refleksi diri dan lembar ulasan apresiasi kepada guru, lalu secara berkesadaran memeriksa kembali kerapian meja display stan masing-masing setelah pelaksanaan seluruh rangkaian asesmen pameran (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik apresiatif secara klasikal terhadap jalannya pameran seni rupa kelas, ketertiban murid selama tes lisan, dan keseriusan dalam mengapresiasi karya teman (3 menit).
  • Guru bersama murid merangkum pencapaian belajar seluruh Bab 5 'Aku Seniman Cilik' dan menutup rangkaian proyek seni rupa dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: Menyediakan kartu panduan kata kunci unsur rupa dan prinsip desain di meja stan bagi kelompok yang memerlukan bantuan visual saat tes lisan tanpa mengubah daftar pertanyaan acuan.
  • Proses: Akomodasi akses: Memberikan waktu transisi pembagian peran bicara di stan kelompok tanpa mengurangi durasi 5 menit per kelompok.
  • Produk: Akomodasi akses: Bagi murid dengan hambatan menulis cepat, lembar apresiasi tertulis dapat ditulis dalam bentuk poin-poin terstruktur sesuai format acuan kosakata seni rupa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kelengkapan karya seni rupa dua dimensi, label karya, penyangga display, dan draft lembar narasi refleksi milik setiap murid sebelum pameran dimulai (acuan kesiapan: karya tersedia, alat display siap, lembar refleksi siap diisi/disematkan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja kekokohan dan kerapian pemasangan penyangga/label display kelompok
  • Pencatatan skor lembar observasi tes lisan kelompok mengenai unsur rupa dan prinsip desain pameran

Sumatif Bab:

  • Proyek pameran seni rupa kelas terintegrasi (penataan display, tes lisan keliling, penulisan narasi refleksi, dan lembar apresiasi): Display pameran kelompok hasil uji coba teknik penataan, rekaman penjelasan lisan unsur rupa dan prinsip desain saat guru berkeliling meja, lembar narasi refleksi karya diri, serta lembar ulasan apresiasi karya teman
  • Unjuk kerja kelompok dan penilaian produk individual serentak: Hasil penataan display karya seni rupa kelompok menggunakan teknik pemasangan label/penyangga/dekorasi yang kokoh dan rapi, serta lembar narasi refleksi karya pribadi yang disematkan di samping karya menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penataan display dan rubrik penilaian produk narasi refleksi)
  • Tes lisan terfokus per kelompok: Penjelasan lisan murid per kelompok (berbagi peran menjawab) saat dikunjungi guru di stan pameran mengenai penerapan unsur rupa (garis, warna, bidang) dan prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, penekanan) dalam penataan display mereka (7 kelompok x 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan ceklis tes lisan pemahaman unsur rupa dan prinsip desain)
  • Penilaian produk catatan apresiasi serentak: Ulasan apresiasi tertulis pada lembar apresiasi pengunjung yang memuat kosa kata seni rupa yang tepat mengenai kelebihan dan makna dari minimal 2 karya teman sekelas selama kegiatan jelajah pameran (30 menit; individual; instrumen: rubrik catatan pengamatan apresiasi seni)

Sumatif:

  • Proyek pameran seni rupa kelas terintegrasi (penataan display, tes lisan keliling, penulisan narasi refleksi, dan lembar apresiasi): Display pameran kelompok hasil uji coba teknik penataan, rekaman penjelasan lisan unsur rupa dan prinsip desain saat guru berkeliling meja, lembar narasi refleksi karya diri, serta lembar ulasan apresiasi karya teman
  • Unjuk kerja kelompok dan penilaian produk individual serentak: Hasil penataan display karya seni rupa kelompok menggunakan teknik pemasangan label/penyangga/dekorasi yang kokoh dan rapi, serta lembar narasi refleksi karya pribadi yang disematkan di samping karya menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penataan display dan rubrik penilaian produk narasi refleksi)
  • Tes lisan terfokus per kelompok: Penjelasan lisan murid per kelompok (berbagi peran menjawab) saat dikunjungi guru di stan pameran mengenai penerapan unsur rupa (garis, warna, bidang) dan prinsip desain (keseimbangan, kesatuan, penekanan) dalam penataan display mereka (7 kelompok x 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi dan ceklis tes lisan pemahaman unsur rupa dan prinsip desain)
  • Penilaian produk catatan apresiasi serentak: Ulasan apresiasi tertulis pada lembar apresiasi pengunjung yang memuat kosa kata seni rupa yang tepat mengenai kelebihan dan makna dari minimal 2 karya teman sekelas selama kegiatan jelajah pameran (30 menit; individual; instrumen: rubrik catatan pengamatan apresiasi seni)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penataan Display Pameran (TP 6.5.2 - Uji Coba Teknik Alat/Bahan)Display pameran kelompok belum kokoh (penyangga atau label mudah jatuh) dan penataan karya tampak tidak rapi.Display pameran kelompok cukup kokoh namun penataan label atau karya masih kurang rapi dan kurang tertata seimbang.Display pameran kelompok tertata rapi dan penyangga/label terpasang kokoh menggunakan variasi teknik alat dan bahan yang sesuai.Display pameran kelompok sangat rapi, kokoh, aman, serta menunjukkan variasi teknik penggunaan alat dan bahan penyangga/label secara kreatif dan mandiri.
Penjelasan Lisan Unsur Rupa dan Prinsip Desain (TP 6.5.1 - Mengalami)Belum mampu menjelaskan penerapan unsur rupa maupun prinsip desain pada stan pameran kelompoknya (0 unsur dan 0 prinsip tepat sesuai acuan).Menjelaskan 1 unsur rupa (pilihan: garis/warna/bidang/ruang/tekstur) atau 1 prinsip desain (keseimbangan/kesatuan) pada tata letak stan kelompok secara tepat sesuai acuan.Menjelaskan minimal 2 unsur rupa (pilihan: garis, warna, bidang, ruang, tekstur) dan 1 prinsip desain (keseimbangan atau kesatuan) pada tata letak stan kelompok secara tepat sesuai acuan.Menjelaskan secara terperinci minimal 2 unsur rupa (pilihan: garis, warna, bidang, ruang, tekstur) dan 2 prinsip desain (keseimbangan dan kesatuan) pada tata letak stan kelompok secara tepat dan meyakinkan sesuai acuan.
Narasi Refleksi Karya Diri Sendiri (TP 6.5.3 - Merefleksikan)Menuliskan narasi refleksi karya diri sendiri tanpa menyertakan kosa kata seni rupa yang tepat (0 kosa kata sesuai acuan).Menuliskan narasi refleksi karya diri sendiri dengan memuat 1-2 kosa kata seni rupa yang tepat sesuai acuan (pilihan acuan: garis, warna, bidang, tekstur, gelap-terang, komposisi, makna/pesan).Menuliskan narasi refleksi karya diri sendiri mengenai ide, proses, dan makna dengan memuat minimal 3 kosa kata seni rupa yang tepat sesuai acuan.Menuliskan narasi refleksi karya diri sendiri mengenai ide, teknik, dan makna secara mendalam dengan memuat lebih dari 3 kosa kata seni rupa yang tepat dan relevan sesuai acuan.
Apresiasi Karya Teman Sekelas (TP 6.5.4 - Merefleksikan)Menuliskan ulasan apresiasi untuk kurang dari 2 karya teman dan tidak menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai acuan.Menuliskan ulasan apresiasi untuk 2 karya teman namun hanya memuat 1 kosa kata seni rupa yang tepat secara keseluruhan.Menuliskan ulasan apresiasi tertulis mengenai kelebihan dan makna dari minimal 2 karya teman sekelas dengan memuat minimal 2 kosa kata seni rupa yang tepat per karya sesuai acuan (pilihan acuan: keharmonisan warna, ketegasan garis, keseimbangan bidang, kedalaman ruang, gradasi, keunikan tekstur, pesan visual).Menuliskan ulasan apresiasi tertulis yang mendalam dan objektif mengenai kelebihan dan makna lebih dari 2 karya teman dengan menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa yang tepat per karya sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 5 menit per kelompok mencukupi untuk menguji pemahaman lisan unsur rupa dan prinsip desain seluruh murid secara adil?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menggunakan kosa kata seni rupa pada lembar narasi refleksi dan apresiasi karya teman?

Murid:

  • Bagian penataan pameran mana yang paling menunjukkan kerja sama kelompok dan penerapan unsur seni rupa?
  • Kosa kata seni rupa apa yang paling membantu saya saat menjelaskan makna karya sendiri dan menghargai karya teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Bab 5: Aku Seniman Cilik
  2. Foto/dokumentasi pameran seni rupa sekolah dan galeri
  3. Lembar Analisis 'Detektif Unsur Pameran'
  4. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2024)
  5. Gambar/sketsa display dinding pameran karya dua dimensi
  6. Kartu ilustrasi denah penataan pameran (simetris, asimetris, dan acak)
  7. Lembar Kerja Murid: Detektif Display
  8. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Bab 5: Aku Seniman Cilik
  9. Bahan: Karton manila/dupleks, kardus bekas gelombang, lem kertas/double tape
  10. Alat: Gunting kertas, penggaris, pensil penanda pola
  11. Contoh fisik: Model label tenda, model label gantung berbingkai, model easel kardus, model slot interlocking
  12. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI Kemendikbudristek
  13. Panel karton / ram kawat pajang kelas
  14. Alat dan bahan pajang: paper clip, penjepit kayu, tali rami, selotip kertas (masking tape), karton bekas, gunting, dan karya tiruan latihan
  15. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi 2025)
  16. Karya seni rupa buatan murid masing-masing (hasil karya 2D/3D dari bab/pertemuan sebelumnya)
  17. Lembar Kerja Refleksi Diri Karya dan Kartu Glosarium Kosa Kata Seni Rupa
  18. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (2025). Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Bab 5: Aku Seniman Cilik.
  19. Karya seni rupa 2 dimensi/3 dimensi buatan murid sendiri.
  20. Lembar Refleksi Narasi Pameran dan daftar glosarium kosa kata seni rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang, gelap-terang).
  21. Karya seni rupa buatan murid yang dipamerkan di ruang kelas
  22. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2023/2024)
  23. Lembar Apresiasi Karya Seni Rupa Siswa
  24. Kartu Glosarium Kosa Kata Seni Rupa (garis, warna, tekstur, bidang, bentuk, komposisi, keseimbangan, kesatuan)
  25. Karya seni rupa dua dimensi murid yang telah disiapkan
  26. Penyangga display, kardus bekas, papan busa/sterofoam, perekat/selotip kertas, klip kertas, tali, dan kartu label karya
  27. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi, Bab 5)
  28. Lembar narasi refleksi karya diri sendiri dan lembar instrumen apresiasi karya teman

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.