Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Sketsa Kreatif: Menuangkan Ide ke dalam Gambar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 6 dengan topik "Sketsa Kreatif: Menuangkan Ide ke dalam Gambar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Sketsa Kreatif: Menuangkan Ide ke dalam Gambar

Seni Rupa - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Sketsa Kreatif: Menuangkan Ide ke dalam Gambar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikSketsa Kreatif: Menuangkan Ide ke dalam Gambar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menggali dan mengidentifikasi ide berdasarkan minat dan pengalaman pribadi sebagai dasar pembuatan sketsa awal karya dua dimensi.
  2. Murid dapat menuangkan ide tersebut ke dalam sketsa awal karya dua dimensi dengan menggunakan unsur garis dan bentuk secara ekspresif.
  3. Murid dapat menjelaskan makna atau pesan yang ingin disampaikan melalui sketsa awal yang dibuatnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu diminta menggambar 'dirimu' tanpa menulis nama, kira-kira gambar apa yang akan kamu buat dan mengapa gambar itu mewakilimu?
  2. Pernahkah kamu punya pengalaman atau hobi yang begitu berkesan sampai ingin kamu ceritakan kepada orang lain? Bagaimana cara kamu menceritakannya tanpa kata-kata?
  3. Menurutmu, apa perbedaan antara menggambar sesuatu yang kamu lihat dengan menggambar sesuatu yang kamu rasakan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengajak murid duduk nyaman sambil mengambil napas sejenak untuk mempersiapkan pikiran sebelum belajar (± 2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menayangkan 3–4 gambar sketsa sederhana dan meminta murid mengacungkan tangan: mana sketsa yang menurutmu paling 'bercerita' dan mengapa? Catat respons murid untuk memetakan pemahaman awal (± 5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membuat sketsa awal yang menggambarkan minat atau pengalaman pribadi mereka sendiri (± 2 menit).
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir diam selama 30 detik lalu berbagi jawaban singkat dengan teman sebangku (Think-Pair) sebelum beberapa pasang berbagi ke kelas (± 6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 2–3 contoh sketsa awal karya seniman atau murid kelas sebelumnya yang terinspirasi dari hobi dan pengalaman pribadi (misal: sketsa anak yang gemar sepak bola, memasak, atau berkebun). Murid mengamati dengan saksama (± 5 menit).
  • Guru memandu diskusi terbimbing: 'Dari mana kira-kira ide seniman ini muncul? Unsur apa yang kalian lihat — garis, bentuk, atau objek tertentu?' Murid merespons secara lisan (± 4 menit).
  • Guru menjelaskan secara singkat bahwa ide sketsa bisa datang dari pengalaman pribadi, hobi, kenangan, atau mimpi; dan bahwa sketsa awal tidak harus sempurna — fungsinya adalah 'menuangkan' ide ke atas kertas (± 3 menit).
  • Murid mengisi 'Peta Ideku' (lembar kerja sederhana berupa lingkaran tengah bertuliskan nama diri, lalu cabang-cabang berisi: hobi, pengalaman berkesan, tempat favorit, perasaan kuat) secara individual selama ± 4 menit sebagai persiapan berkarya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Berdasarkan 'Peta Ideku', setiap murid memilih SATU ide yang paling ingin dituangkan menjadi sketsa dan menuliskan satu kalimat singkat: 'Aku ingin membuat sketsa tentang … karena …' di bagian bawah lembar kerja (± 3 menit).
  • Murid mulai membuat sketsa awal di kertas gambar A4 menggunakan pensil. Guru mengingatkan: tidak perlu takut salah — sketsa boleh dicoret, diulang, atau ditambahkan. Fokus pada ungkapan ide, bukan kesempurnaan garis (± 15 menit).
  • Selama proses berkarya, guru berkeliling melakukan observasi dan memberikan umpan balik individual: menanyakan 'Apa yang sedang kamu gambar? Pesan apa yang ingin kamu sampaikan?' untuk memicu kesadaran murid terhadap karya mereka sendiri.
  • Guru memberi sinyal waktu (5 menit dan 2 menit tersisa) agar murid dapat mengatur langkah mereka sendiri dan menyelesaikan sketsa awal tepat waktu.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid berpasangan dengan teman sebangku dan saling menunjukkan sketsa masing-masing. Pengamat memberikan satu kalimat respons menggunakan kalimat: 'Yang aku tangkap dari sketsamu adalah … ' (± 4 menit).
  • Murid pembuat sketsa merespons: apakah pesan yang ditangkap temannya sesuai dengan yang dimaksud? Jika tidak, apa yang bisa diperjelas? Murid boleh menambahkan catatan atau coretan kecil pada sketsanya berdasarkan masukan (± 3 menit).
  • Guru memfasilitasi berbagi singkat: 2–3 murid sukarela menunjukkan sketsa dan menceritakan ide di baliknya kepada kelas (± 3 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi di balik lembar sketsa: 'Satu hal yang aku pelajari tentang diriku sendiri dari membuat sketsa ini adalah …' (± 2 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum bersama: apa itu sketsa awal, dari mana ide bisa datang, dan mengapa ide pribadi membuat karya lebih bermakna (± 3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengisi lembar exit ticket dengan menjawab dua pertanyaan singkat — (1) Dari mana ide sketsamu berasal? (2) Satu kata yang menggambarkan perasaanmu setelah membuat sketsa ini (± 3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi positif atas keberanian murid menuangkan ide pribadi dan menginformasikan bahwa sketsa ini akan menjadi dasar karya dua dimensi pada pertemuan berikutnya (± 2 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid merapikan alat dan bahan, lalu memimpin refleksi perasaan singkat: murid mengangkat jempol ke atas (senang), mendatar (biasa), atau ke bawah (butuh bantuan) sebagai sinyal cepat kondisi belajar hari ini (± 2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum bisa mengidentifikasi ide diberikan daftar pilihan tema (misalnya: olahraga favorit, hewan peliharaan, makanan kesukaan, tempat bermain) sebagai pancingan. Murid yang sudah fasih dalam menggambar dapat diberikan tantangan: tambahkan minimal dua unsur seni rupa (garis, bentuk, tekstur) secara sadar dalam sketsanya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan 'Peta Ideku' yang sudah sebagian terisi sebagai scaffolding. Guru mendampingi kelompok ini lebih intensif saat tahap Mengaplikasi. Murid yang cepat selesai dapat mengembangkan sketsa dengan menambahkan keterangan visual (label atau tanda panah singkat) yang menjelaskan bagian-bagian bermakna dari sketsanya.
  • Produk: Semua murid menghasilkan satu lembar sketsa awal pensil di kertas A4 beserta kalimat penjelas ide. Murid yang lebih siap dapat membuat dua alternatif sketsa dari ide yang sama untuk membandingkan pendekatan visual yang berbeda.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3–4 gambar sketsa sederhana dan meminta murid mengidentifikasi mana yang paling 'bercerita' serta alasannya — digunakan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang fungsi sketsa sebagai media ekspresi ide.
  • Pertanyaan pemantik lisan di awal: 'Kalau kamu diminta menggambar dirimu tanpa menulis nama, gambar apa yang akan kamu buat?' — guru mencatat variasi respons untuk mengetahui kesiapan dan latar belakang pengalaman seni murid.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengisi 'Peta Ideku': apakah murid dapat mengidentifikasi minimal satu ide berbasis minat atau pengalaman pribadi.
  • Tanya jawab individual saat guru berkeliling di tahap Mengaplikasi: 'Apa yang sedang kamu gambar? Pesan apa yang ingin kamu sampaikan?' — digunakan untuk memberikan umpan balik dan mendorong refleksi diri.
  • Peer sharing berpasangan di tahap Merefleksi: guru mengamati apakah murid dapat mengomunikasikan ide sketsanya dan merespons masukan teman secara konstruktif.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis: murid menjawab dua pertanyaan — (1) 'Dari mana ide sketsamu berasal?' dan (2) 'Satu kata yang menggambarkan perasaanmu setelah membuat sketsa ini' — dikumpulkan sebagai bukti ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Penilaian produk sketsa awal menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: orisinalitas ide, kesesuaian visual dengan ide pribadi, dan kelengkapan sketsa sebagai rancangan awal karya dua dimensi.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengisi 'Peta Ideku' — memantau apakah murid mampu mengidentifikasi minimal satu ide dari pengalaman atau minat pribadi.
  • Pertanyaan lisan individual saat guru berkeliling: 'Apa yang sedang kamu gambar dan pesan apa yang ingin kamu sampaikan?' untuk memantau pemahaman dan keterlibatan.
  • Kegiatan berbagi berpasangan (peer sharing) — guru mengobservasi apakah murid dapat menjelaskan ide sketsanya dan merespons umpan balik teman.

Sumatif:

  • Exit ticket dua pertanyaan di akhir pembelajaran: (1) asal-usul ide sketsa, (2) satu kata perasaan setelah berkarya — digunakan guru untuk memetakan ketercapaian tujuan.
  • Penilaian hasil sketsa awal berdasarkan rubrik 4 level mencakup aspek: orisinalitas ide, kesesuaian sketsa dengan ide pribadi, dan kelengkapan visual sketsa.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Orisinalitas IdeIde sketsa tidak bersumber dari pengalaman atau minat pribadi, atau murid tidak dapat menjelaskan asal ide.Ide muncul dari pengalaman atau minat pribadi namun sangat umum dan belum spesifik (misalnya hanya menggambar 'rumah' tanpa kaitan personal yang jelas).Ide jelas bersumber dari pengalaman atau minat pribadi yang spesifik dan murid dapat menjelaskan alasannya secara singkat.Ide sangat personal, unik, dan khas; murid mampu menjelaskan dengan detail makna atau cerita di balik pilihan ide tersebut.
Kesesuaian Sketsa dengan Ide PribadiSketsa tidak mencerminkan ide yang ditulis atau disampaikan murid; tidak ada hubungan yang dapat diidentifikasi antara visual dan ide.Sketsa memiliki sedikit elemen visual yang terhubung dengan ide, namun kaitan antara gambar dan ide pribadi sulit dipahami tanpa penjelasan panjang.Sketsa cukup mencerminkan ide pribadi murid; teman sekelas dapat menebak tema umum meski mungkin belum menangkap detail pesan.Sketsa dengan jelas dan kuat merepresentasikan ide pribadi murid; teman sekelas dapat memahami pesan atau tema tanpa banyak penjelasan tambahan.
Kelengkapan Sketsa sebagai Rancangan AwalSketsa hanya berupa coretan tidak terstruktur atau hampir kosong; tidak berfungsi sebagai rancangan visual.Sketsa menampilkan satu atau dua elemen dasar (garis atau bentuk sederhana) namun belum membentuk komposisi yang dapat dibaca sebagai rancangan.Sketsa memuat beberapa elemen visual (garis, bentuk, objek) yang membentuk komposisi dasar dan dapat dijadikan dasar pengembangan karya.Sketsa lengkap dengan komposisi yang jelas, memuat berbagai elemen visual yang terorganisasi, serta disertai keterangan atau catatan ide yang memudahkan pengembangan karya berikutnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing murid untuk menghubungkan pengalaman pribadi mereka dengan ide berkarya seni?
  • Murid mana yang tampak kesulitan menemukan ide dari pengalaman pribadi, dan strategi diferensiasi apa yang perlu saya siapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan cukup bagi murid untuk menyelesaikan sketsa awal?
  • Seberapa efektif kegiatan peer sharing dalam mendorong murid untuk mengomunikasikan ide visual mereka? Apa yang perlu diperbaiki dari instruksi saya?

Refleksi Murid:

  • Dari mana datangnya ide sketsamu hari ini? Apa yang membuatmu memilih ide tersebut?
  • Apakah sketsa yang kamu buat sudah mencerminkan apa yang ingin kamu ceritakan? Bagian mana yang sudah berhasil dan bagian mana yang ingin kamu perbaiki?
  • Apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri dari proses membuat sketsa hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat menuangkan ide pribadi ke dalam gambar? Apakah ada momen yang membuatmu merasa tertantang atau justru sangat menikmatinya?

SUMBER BELAJAR

  1. Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi) — Bab 4 'Karya yang Mewakili Diriku'
  2. Contoh sketsa awal karya murid atau seniman (dapat berupa cetakan atau tayangan pada proyektor/layar)
  3. Lembar kerja 'Peta Ideku' (dibuat guru, dicetak atau digambar tangan di kertas HVS)
  4. Kertas gambar A4 (satu lembar per murid)
  5. Pensil (2B atau HB) dan penghapus
  6. Lembar exit ticket (dua pertanyaan singkat, dicetak atau ditulis di kertas kecil)
  7. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan contoh sketsa dan pertanyaan pemantik

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.