MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 4 — Karya yang Mewakili Diriku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Karya yang Mewakili Diriku |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.4.1 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat sketsa karya tiga dimensi
- TP 6.4.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman pribadi melalui pengembangan imajinasi
- TP 6.4.3 Menghasilkan karya seni rupa yang mewakili minatnya
- TP 6.4.4 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana sebuah gambar datar di atas kertas bisa terlihat bulat, bervolume, dan nyata seperti benda tiga dimensi?
- Apa perbedaan bayangan yang dihasilkan jika kita menggores pensil secara searah dibandingkan dengan menggores silang-menyilang?
- Bagaimana cara kita mengubah gambar bidang datar seperti lingkaran dan kotak di atas kertas menjadi tampak memiliki isi atau volume?
- Teknik konstruksi garis bantu apa yang paling membantu pensil kita membentuk ilusi ruang 3 dimensi?
- Pengalaman pribadi apa yang paling berkesan dan ingin kamu wujudkan ke dalam bentuk karya rupa?
- Bagaimana caramu mengubah kenangan nyata tersebut menjadi wujud bentuk yang menarik melalui imajinasi?
- Langkah awal apa yang perlu kamu siapkan saat mulai membentuk karya seni rupa berdasarkan pengalamanmu itu?
- Bagaimana caramu mengubah bagian karya yang belum selesai agar cerita pengalamanmu terlihat semakin hidup?
- Sentuhan imajinasi apa yang akan kamu tambahkan hari ini untuk memperkuat bentuk karyamu?
- Benda atau figur apa yang paling melambangkan hal yang paling kamu minati atau sukai?
- Bagaimana caramu mengubah bahan plastisin atau lempung menjadi bentuk dasar karya tiga dimensi yang mencerminkan minatmu tersebut?
- Detail apa yang perlu kamu tambahkan hari ini agar karyamu semakin jelas mencerminkan minat pribadimu?
- Bagaimana sentuhan akhir seperti warna atau tekstur dapat membuat karya senimu terlihat selesai dan utuh?
- Bagaimana caramu menjelaskan bentuk dan ruang pada karya tiga dimensi buatanmu sendiri?
- Kosakata seni rupa apa saja yang tepat untuk menggambarkan rongga, tonjolan, atau bentuk geometris pada karyamu?
- Bagaimana kosa kata seni rupa (seperti garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang, proporsi, dan keseimbangan) membantumu menceritakan karya seni buatanmu secara utuh?
- Bagian mana dari karya tiga dimensi buatanmu yang paling berhasil mewakili dirimu, dan apa istilah seni rupa yang tepat untuk menggambarkannya?
- Bagaimana sebuah sketsa dapat membantu kita mewujudkan bayangan bentuk tiga dimensi yang bervolume?
- Bagaimana cara kita menuangkan pengalaman dan hal yang paling kita sukai ke dalam sebuah wujud karya tiga dimensi?
- Kosakata seni rupa apa saja yang tepat untuk menggambarkan unsur bentuk, ruang, dan tekstur pada karya ciptaanmu sendiri?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menguji Coba Variasi Teknik Arsir dan Garis pada Sketsa Karya Tiga Dimensi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat sketsa karya tiga dimensi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas agar nyaman untuk berkarya (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji coba variasi teknik arsir dan garis pada sketsa bentuk tiga dimensi menggunakan pensil pada kertas gambar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menandai jenis teknik garis pada 3 contoh visual kartu di papan tulis (Kartu 1: garis sejajar searah = hatching; Kartu 2: garis silang-menyilang = cross-hatching; Kartu 3: goresan acak melingkar = scumbling) untuk memetakan pemahaman awal teknik arsir (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati demonstrasi guru tentang 3 variasi teknik arsir dan garis untuk menciptakan kesan gelap-terang dan volume pada bentuk dasar silinder dan kubus: (1) hatching (arsir searah), (2) cross-hatching (arsir silang), dan (3) contour hatching (arsir mengikuti lengkung bentuk) (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Efek Garis' (Joyful/Menggembirakan): guru menunjukkan 3 gambar sketsa benda 3D bernomor (Gambar 1: arsir renggang = area terang; Gambar 2: arsir rapat bertumpuk = area gelap/bayangan; Gambar 3: garis melengkung = bidang silinder), lalu murid secara serempak mengangkat kartu simbol yang sesuai untuk menebak bagian mana yang menunjukkan efek bayangan paling pekat (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima lembar uji coba sketsa yang memuat 4 kotak uji coba: Kotak A (arsir hatching gradasi dari rapat ke renggang), Kotak B (arsir cross-hatching 2 arah tumpuk), Kotak C (penerapan contour hatching pada sketsa bola/lingkaran 3D), dan Kotak D (kombinasi garis tebal-tipis pada sketsa balok 3D) (5 menit).
- Murid secara mandiri menguji coba alat pensil (2B/krayon hitam/pensil gambar) dan kertas dengan mempraktikkan goresan sesuai instruksi pada ke-4 kotak uji coba, merasakan tingkat tekanan tangan dan kerapatan garis untuk menghasilkan ilusi ruang/volume (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengamati lembar uji cobanya sendiri, memeriksa perbedaan kepekatan dan kerapatan garis yang telah dibuat pada sketsa bentuk tiga dimensi, lalu menandai 1 teknik arsir yang paling efektif menciptakan kesan bervolume menurut hasil percobaannya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap hasil lembar uji coba sketsa murid mengenai variasi ketebalan, kerapatan garis, dan gradasi bayangan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa variasi kerapatan garis dan arah arsir menentukan kesan kedalaman tiga dimensi pada sketsa, lalu merapikan alat gambar dan menutup kelas dengan doa/salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh gradasi visual bertahap bagi murid yang memerlukan panduan kerapatan garis, serta contoh sketsa bentuk majemuk (kerucut terpancung) bagi murid yang siap eksplorasi lebih rumit.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung dalam mengatur sudut kemiringan pensil bagi murid yang kesulitan, serta memberi keleluasaan murid cepat untuk mengeksplorasi kombinasi tingkat ketebalan pensil yang berbeda.
- Produk: Murid dengan kesiapan dasar cukup menyelesaikan 3 variasi arsir pada bentuk geometris dasar; murid mahir menyelesaikan 4 variasi arsir lengkap dengan gradasi halus pada bentuk geometris berkontur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan: Murid diminta mencocokkan 3 kartu visual contoh garis dengan istilah tekniknya: (1) Kartu A garis lurus sejajar berjarak teratur (acuan: hatching); (2) Kartu B dua set garis lurus sejajar yang saling berpotongan bersilangan (acuan: cross-hatching); (3) Kartu C garis lengkung melingkar bertumpuk acak (acuan: scumbling). Skor: minimal 2 benar dikategorikan siap.
Proses:- Observasi unjuk kerja pengujian variasi teknik: Memeriksa lembar uji coba 4 kotak sketsa murid berdasarkan kriteria: (1) keteraturan jarak garis hatching dari rapat ke renggang (gradasi minimal 3 tingkatan nada gelap-terang); (2) keteraturan persilangan garis cross-hatching minimal 2 arah; (3) kelengkungan garis contour hatching mengikuti tepi bentuk sketsa lingkaran/bola; (4) variasi ketebalan garis kontur luar dan dalam pada sketsa balok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman formatif di lembar refleksi: Murid melengkapi 2 pernyataan rumpang mengenai teknik arsir pada sketsa 3D: (1) 'Untuk membuat bagian benda yang terkena bayangan paling gelap, garis arsir dibuat lebih ... (acuan: rapat/tebal/menumpuk)'; (2) 'Teknik arsir silang yang terbentuk dari garis yang saling berpotongan disebut ... (acuan: cross-hatching)'.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi 3 teknik garis arsir (hatching, cross-hatching, scumbling) melalui kartu visual.
- Asesmen unjuk kerja proses: observasi lembar eksplorasi uji coba 4 variasi teknik arsir dan garis pada sketsa bentuk 3D menggunakan rubrik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Menguji Coba Variasi Teknik Arsir pada Sketsa 3D (Hatching, Cross-Hatching, dan Contour Hatching) | Hanya mampu menguji coba 1 variasi teknik arsir tanpa menunjukkan perbedaan tingkat kerapatan atau gradasi gelap-terang pada sketsa bentuk tiga dimensi dengan bimbingan penuh. | Mampu menguji coba 2 variasi teknik arsir pada sketsa bentuk tiga dimensi, namun kerapatan garis masih belum konsisten sehingga efek gelap-terang dan volume belum tampak jelas. | Mampu menguji coba 3 variasi teknik arsir (hatching rapat-renggang, cross-hatching bersilang, dan contour hatching melengkung) pada sketsa tiga dimensi secara tepat sehingga menghasilkan ilusi volume benda yang jelas secara mandiri. | Mampu menguji coba seluruh variasi teknik arsir (hatching, cross-hatching, contour hatching) ditambah variasi tekanan garis tebal-tipis secara sangat rapi, konsisten, dan menunjukkan gradasi bayangan yang halus serta bervolume tegas pada seluruh bentuk sketsa tiga dimensi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap Mengaplikasi cukup memadai bagi murid untuk mengeksplorasi seluruh variasi teknik arsir pensil?
- Bagian mana dari teknik arsir (hatching, cross-hatching, contour) yang paling banyak menemui kendala pada murid saat mengarsir bentuk melengkung?
- Apakah media kertas dan jenis pensil yang digunakan sudah memfasilitasi murid dalam menghasilkan perbedaan kontras gelap-terang dengan baik?
Murid:- Teknik arsir mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu goreskan di atas kertas?
- Bagian bentuk sketsa mana yang berhasil kamu beri kesan gelap-terang paling nyata menggunakan pensilmu?
Pertemuan 2 — Menguji Coba Variasi Teknik Konstruksi Bentuk dan Volume pada Sketsa Karya Tiga Dimensi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat sketsa karya tiga dimensi
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguji coba variasi teknik konstruksi bentuk dasar (balok, silinder, bola) dan volume pada sketsa karya tiga dimensi (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar bentuk dasar di papan tulis: (1) Persegi datar vs Kubus dengan garis proyeksi miring; (2) Lingkaran datar vs Silinder dengan garis lengkung elips melingkar. Murid diminta mengangkat tangan memilih mana yang tampak bervolume beserta ciri garisnya (acuan: bentuk kubus dan silinder tampak bervolume karena menggunakan garis bantu konstruksi miring/diagonal dan lengkung elips) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati demonstrasi guru tentang 2 variasi teknik konstruksi bentuk dan volume sketsa 3D: (1) Teknik garis proyeksi paralel miring (isometric/oblique) untuk membentuk kubus/balok dari bidang dasar persegi; (2) Teknik garis kontur lengkung (cross-contour/elips) untuk membentuk silinder dan bola dari bidang dasar lingkaran (12 menit).
- Guru memberikan Lembar Eksplorasi Sketsa 3D yang memuat panduan langkah konstruksi garis pembentuk volume kepada setiap murid (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Bentuk 3D Cepat: Murid mengikuti tantangan menggembirakan membuat sketsa 1 kubus bergaris proyeksi sejajar dalam waktu 5 menit menggunakan pensil dan penggaris, lalu saling mencocokkan kemiringan garis sudut bersama teman sebangku (10 menit).
- Murid secara mandiri menguji coba variasi teknik konstruksi bentuk dan volume pada lembar kerja: Uji Coba A mengonstruksi bentuk kubus/balok bervolume menggunakan teknik garis proyeksi sejajar, dan Uji Coba B mengonstruksi bentuk silinder/bola bervolume menggunakan teknik garis kontur lengkung melingkar (elips) (35 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses uji coba murid, mencatat ketercapaian pada lembar observasi, serta memberikan bimbingan bagi murid yang garis konstruksinya belum konsisten membentuk ilusi kedalaman/volume (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil uji coba sketsa mereka secara berkesadaran, membandingkan apakah garis proyeksi dan garis elips yang dibuat sudah menghasilkan kesan ketebalan dan kedalaman ruang yang jelas pada objek (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai peran garis bantu proyeksi dan kontur lengkung dalam menciptakan kesan volume pada sketsa tiga dimensi (3 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa pengecekan hasil uji coba lembar sketsa serta menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya untuk mulai merancang karya awal (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh gambar konstruksi dengan panduan garis putus-putus bernomor urut bagi murid yang membutuhkan panduan visual bertahap.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada penarikan sudut proyeksi garis miring bagi murid yang kesulitan, sementara murid yang cepat diberikan kesempatan mengombinasikan dua bentuk dasar (misalnya balok ditumpuk silinder) dalam satu sketsa bervolume.
- Produk: Sketsa uji coba bervolume dinilai berdasarkan keterterapan teknik konstruksi bentuk (garis proyeksi paralel atau kontur lengkung elips) sesuai kemampuan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pembelajaran: Murid mengamati 2 gambar perbandingan: (1) Persegi datar vs Kubus bervolume; (2) Lingkaran datar vs Silinder bervolume. Murid menentukan gambar yang memiliki volume dan menyebutkan jenis garis pembentuknya (acuan jawaban benar: Kubus dan silinder tampak bervolume; kubus dibentuk dengan garis proyeksi diagonal/miring sejajar ke belakang, silinder dibentuk dengan garis kontur lengkung elips pada alas dan tutupnya).
Proses:- Formatif unjuk kerja proses uji coba sketsa: Guru mengamati ketepatan murid menerapkan 2 teknik konstruksi pada lembar kerja: (1) Menarik garis proyeksi miring yang saling sejajar untuk menciptakan kedalaman kubus/balok; (2) Menarik garis kontur lengkung/elips yang simetris untuk membentuk volume silinder/bola.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil lembar uji coba sketsa: Lembar kerja memuat 2 tugas uji coba: Tugas 1 membuat sketsa balok/kubus dengan garis proyeksi miring; Tugas 2 membuat sketsa silinder dengan garis elips melingkar (kriteria penerimaan operasional: sketsa Tugas 1 memiliki minimal 3 rusuk miring ke belakang yang saling sejajar; sketsa Tugas 2 memiliki bidang alas dan tutup berupa lengkung elips utuh sehingga objek tampak memiliki ruang/volume tiga dimensi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan penarikan garis proyeksi sejajar dan garis kontur lengkung elips pada sketsa bentuk dasar 3D.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Teknik Garis Proyeksi (Bentuk Kubus/Balok) | Belum mampu menarik garis proyeksi miring; sketsa masih tampak datar 2 dimensi (persegi). | Menarik garis proyeksi miring tetapi arah garis belum sejajar sehingga bentuk kubus tampak distorsi/tidak beraturan. | Menarik garis proyeksi miring yang saling sejajar pada minimal 3 sudut sehingga terbentuk ilusi volume kubus/balok dengan sedikit koreksi. | Secara mandiri dan konsisten menarik seluruh garis proyeksi miring sejajar dan terukur sehingga ilusi volume kubus/balok terbentuk proporsional dan jelas. | | Pengujian Teknik Garis Kontur Elips (Bentuk Silinder/Bola) | Belum mampu membuat garis lengkung elips; sketsa masih berupa bidang datar lingkaran atau persegi panjang datar. | Membuat garis lengkung tetapi bentuk elips belum simetris atau garis penutup tidak menyatu sehingga volume belum terbentuk jelas. | Membuat garis kontur elips pada bagian atas dan bawah bidang dengan lengkung yang serasi sehingga membentuk volume silinder secara tepat. | Secara mandiri membuat garis kontur elips yang simetris, halus, dan proporsional sehingga menciptakan kesan kelengkungan dan volume ruang secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi permodelan teknik proyeksi garis sejajar dan elips mudah dipahami oleh seluruh murid?
- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk praktik mandiri mencukupi bagi murid untuk menuntaskan kedua variasi teknik konstruksi volume?
Murid:- Teknik konstruksi mana yang paling mudah kamu gambar: garis proyeksi miring balok atau garis lengkung elips silinder?
- Kesulitan apa yang kamu temui saat mencoba membuat gambar datar menjadi terlihat bervolume?
Pertemuan 3 — Membuat Karya Seni Rupa Tahap Awal Berdasarkan Pengalaman Pribadi Melalui Pengembangan Imajinasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman pribadi melalui pengembangan imajinasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat karya seni rupa tahap awal berdasarkan pengalaman pribadi melalui pengembangan imajinasi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menuliskan 1 peristiwa pengalaman pribadi dan 1 ide pengembangan imajinasi pada selembar kertas catatan kecil (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati contoh visual karya seni rupa tahap awal berupa pembentukan struktur dasar (rangka kawat/karton dan kepalan plastisin/tanah liat/bubur kertas) yang terinspirasi dari pengalaman bermain atau berlibur (10 menit).
- Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tebak Imajinasi Pengalaman': guru menunjukkan 2 benda nyata (misalnya mainan kapal dan miniatur pohon) lalu menantang murid menyebutkan 2 ide pengubahan imajinatif (contoh: kapal melayang di awan, pohon berakar kristal) untuk melatih pemindahan pengalaman nyata ke visual imajinatif (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menyiapkan bahan pembuat karya (plastisin, tanah liat, atau bubur kertas dengan rangka karton/kawat) sesuai rancangan pengalaman pribadi masing-masing dengan penuh kesadaran (10 menit).
- Murid mulai membuat karya seni rupa tahap awal dengan membangun kerangka utama atau massa bentuk dasar yang bersumber dari pengalaman pribadi yang diimajinasikan (35 menit).
- Murid melanjutkan pembuatan tahap awal dengan menambahkan bentuk-bentuk penopang dan proporsi awal figur/objek imajinatif secara mandiri (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya tahap awal di atas meja masing-masing dan mencermati kesesuaian wujud dasar dengan ide imajinasi dari pengalaman pribadinya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap progres pembuatan karya tahap awal dan mengingatkan penyimpanan karya agar aman untuk dilanjutkan pada sesi berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat menggunakan pilihan inspirasi pengalaman sederhana (seperti hewan peliharaan di rumah atau bermain bola di halaman), sedangkan murid yang mandiri dapat menggali pengalaman berlibur atau peristiwa alam yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding dibimbing langkah demi langkah dalam membuat rangka penopang dasar sebelum menempelkan massa bentuk, sedangkan murid yang cepat langsung membentuk massa plastisin/tanah liat secara mandiri.
- Produk: Tingkat kerumitan bentuk dasar tahap awal: bentuk tunggal dengan 1-2 sambungan figur untuk pemula, atau komposisi bentuk bertingkat dengan lebih dari 2 sambungan figur untuk murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan ide berkarya: Murid menuliskan 1 peristiwa pengalaman pribadi dan 1 ide pengembangan imajinasinya. Kriteria penerimaan operasional: Pengalaman pribadi menyatakan peristiwa nyata yang pernah dialami (misal: 'pernah memancing ikan di sungai'), dan ide pengembangan imajinasi memuat modifikasi visual tidak nyata/kreatif dari peristiwa tersebut (misal: 'membuat patung ikan bersayap yang melompati air terjun pelangi'). Guru mengelompokkan kesiapan murid berdasarkan kejelasan kaitan ide tersebut.
Proses:- Observasi unjuk kerja saat pembuatan karya seni rupa tahap awal: Guru memeriksa keterbentukan struktur/massa bentuk dasar karya yang sedang dibuat murid. Kriteria penerimaan operasional: (1) Karya tahap awal menampilkan bentuk dasar utama (kerangka/massa bentuk terpasang kokoh), dan (2) Wujud bentuk dasar memperlihatkan ciri figur/objek imajinatif yang bersumber dari pengalaman pribadi yang direncanakan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tahap awal pembuatan karya: Murid memeriksa karya bentuk dasarnya dan mencentang lembar cek mandiri berisi 2 indikator kesiapan tahap awal: (1) Struktur dasar/massa bentuk utama sudah berdiri kokoh, (2) Wujud bentuk dasar sudah mencerminkan ide imajinasi dari pengalaman pribadi (kriteria ketercapaian: kedua indikator terpenuhi untuk siap dilanjutkan ke pertemuan berikutnya).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pembuatan karya seni rupa tahap awal berdasarkan pengalaman pribadi dan pengembangan imajinasi menggunakan lembar observasi proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Karya Tahap Awal Berdasarkan Pengalaman Pribadi Melalui Imajinasi | Belum berhasil membuat wujud bentuk dasar karya seni rupa; massa bahan belum terbentuk menjadi figur/objek yang berkaitan dengan pengalaman pribadi maupun imajinasi meski dengan bimbingan intensif guru. | Membuat wujud bentuk dasar karya seni rupa yang merepresentasikan pengalaman pribadi, namun elemen pengembangan imajinasinya belum tampak pada bentuk dasar tersebut dan masih membutuhkan arahan guru. | Membuat karya seni rupa tahap awal berupa struktur atau massa bentuk dasar yang memadukan pengalaman pribadi dan pengembangan imajinasi secara jelas dan mandiri. | Membuat karya seni rupa tahap awal berupa struktur atau massa bentuk dasar yang memadukan pengalaman pribadi dan pengembangan imajinasi secara sangat rinci, kokoh, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 3 JP mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan tahap awal pembuatan bentuk dasar karya seni rupa?
- Bagaimana efektivitas bimbingan dalam membantu murid mentransformasikan pengalaman pribadi menjadi wujud bentuk imajinatif?
Murid:- Bagian mana dari pengalaman pribadimu yang paling terlihat pada bentuk dasar karya yang kamu buat hari ini?
- Apa tantangan yang kamu hadapi saat mulai membentuk bahan mentah menjadi wujud imajinasimu?
Pertemuan 4 — Melanjutkan Pembuatan Karya Seni Rupa Berdasarkan Pengalaman Pribadi Melalui Pengembangan Imajinasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman pribadi melalui pengembangan imajinasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, memeriksa kesiapan belajar murid, dan meminta murid meletakkan karya tahap awal dari pertemuan sebelumnya di atas meja (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengecek progres karya awal murid berdasarkan lembar cek kesiapan berkarya (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melanjutkan dan menyempurnakan pembuatan karya seni rupa tiga dimensi berbasis pengalaman pribadi dengan sentuhan imajinasi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru mengenai cara mengembangkan imajinasi visual pada karya lanjutan: memperkaya detail tekstur, menambahkan figur/objek pendukung pengalaman, serta memperkokoh sambungan bentuk (10 menit).
- Murid secara berpasangan saling mengamati karya tahap awal masing-masing dan mencocokkan ide imajinatif tambahan yang ingin diwujudkan pada karya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan tantangan visual 'Tebak Bentuk Imajinasi': guru memperagakan 1 siluet bentuk imajinatif lalu murid menebak pengalaman apa yang terwakili secara antusias (10 menit).
- Murid secara mandiri melanjutkan pembuatan karya seni rupa tiga dimensi dengan mengolah bahan (plastisin/lempung/bubur kertas/kardus) untuk menambahkan detail bentuk imajinatif sesuai pengalaman pribadi (30 menit).
- Murid menyempurnakan penyelesaian akhir bentuk karya (finishing) hingga seluruh bagian pengalaman pribadi dan unsur imajinasi terpasang kokoh pada karya tiga dimensi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya yang telah selesai di atas meja masing-masing, mengamati hasil karya sendiri secara hening dan berkesadaran, serta memeriksa apakah bentuk imajinasi sudah mewakili pengalaman pribadi yang dimaksud (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek ketercapaian pembuatan karya lanjutan menggunakan lembar periksa mandiri (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses berkarya mandiri murid serta mengarahkan murid merapikan kembali alat dan bahan yang telah digunakan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh konkret ragam detail bentuk imajinatif sederhana, sedangkan murid yang mahir diarahkan mengeksplorasi detail bentuk figur/lingkungan yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang masih ragu melanjutkan pembentukan didampingi secara berkala oleh guru, sedangkan murid yang sudah lancar bekerja mandiri secara penuh.
- Produk: Tingkat kerumitan dan jumlah detail imajinatif pada karya tiga dimensi menyesuaikan kesiapan dan kemampuan motorik visual masing-masing murid tanpa mengurangi esensi pembuatan karya representasi pengalaman pribadi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan diagnostik fisik karya tahap awal murid: guru memeriksa apakah murid telah memiliki bentuk dasar karya dari pertemuan 3 dengan kriteria: (1) wujud dasar 3 dimensi sudah terbentuk, (2) ada gagasan pengalaman pribadi yang mendasari. Kriteria penerimaan: jika kedua poin terpenuhi murid langsung melanjutkan detail imajinatif; jika belum, guru memberikan scaffolding pembentukan dasar terlebih dahulu.
Proses:- Pengamatan langsung selama proses pembuatan karya lanjutan dengan indikator: (1) ketepatan visualisasi pengalaman pribadi ke dalam wujud tiga dimensi, (2) kemunculan wujud imajinatif pada detail karya, (3) kemandirian dalam memanipulasi bahan dan merangkai bentuk hingga kokoh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemenuhan karya mandiri pada akhir sesi: murid memeriksa kelengkapan karyanya dengan 3 kriteria ketercapaian: (1) karya berbentuk tiga dimensi yang berdiri stabil/kokoh, (2) memuat unsur pengalaman pribadi nyata yang dialami murid, (3) memuat minimal 1 unsur bentuk imajinatif tambahan (acuan ketercapaian: terpenuhinya ketiga unsur tersebut pada karya final hari ini).
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pembuatan karya lanjutan menggunakan lembar observasi pembuatan karya tiga dimensi berbasis pengalaman pribadi dan pengembangan imajinasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Karya Berdasarkan Pengalaman Pribadi Melalui Imajinasi | Belum mampu melanjutkan pembuatan karya tiga dimensi; wujud karya belum merepresentasikan pengalaman pribadi dan belum memuat unsur pengembangan imajinasi. | Melanjutkan pembuatan karya tiga dimensi dengan bantuan guru, namun unsur pengalaman pribadi atau pengembangan imajinasi baru terlihat sebagian dan bentuk belum kokoh. | Mampu membuat dan menyelesaikan karya seni rupa tiga dimensi secara mandiri yang merepresentasikan pengalaman pribadi serta memuat pengembangan imajinasi dengan bentuk yang kokoh. | Mampu membuat dan menyempurnakan karya seni rupa tiga dimensi secara mandiri dengan detail representasi pengalaman pribadi yang sangat kaya dan orisinalitas imajinasi visual yang tinggi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan detail karya tiga dimensi secara mandiri?
- Bagian mana dari pendampingan pembuatan karya yang paling efektif membantu murid mewujudkan imajinasinya?
Murid:- Bagian bentuk mana pada karyamu yang paling jelas menceritakan pengalaman pribadimu?
- Bentuk imajinasi apa yang paling kamu sukai saat menambahkannya ke dalam karyamu hari ini?
Pertemuan 5 — Menghasilkan Karya Seni Rupa Pembentukan Dasar yang Mewakili Minat Pribadi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Menghasilkan karya seni rupa yang mewakili minatnya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mulai menghasilkan karya seni rupa tiga dimensi tahap pembentukan dasar yang mewakili minat atau hobi pribadi masing-masing (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: meminta murid menyebutkan 1 minat pribadi spesifik dan 1 rencana objek bentuk dasar tiga dimensi yang akan dibuat untuk mewakili minat tersebut (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memberikan demonstrasi singkat mengenai cara memulai pembentukan dasar karya tiga dimensi dengan teknik memijit, memilin, atau menyatukan bongkahan bahan modeling (plastisin/lempung) menjadi kerangka atau massa utama (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat menggembirakan 'Tebak Bentuk Minat': 3 murid secara bergiliran maju membentuk adonan plastisin secara kasar selama 30 detik untuk mewakili minatnya (misal: bola untuk sepak bola, kuas untuk melukis, buku untuk membaca), lalu teman sekelas menebak minat yang diwakili objek tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan bahan modeling (plastisin/lempung lunak) dan menentukan objek seni rupa tiga dimensi yang mewakili minat pribadinya (5 menit).
- Murid secara mandiri memproses bahan dan menghasilkan bentukan dasar karya tiga dimensi (struktur bodi utama/fondasi massa objek) yang secara jelas mewakili minat pribadi yang dipilih (35 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses berkarya, melakukan asesmen formatif dengan lembar ceklis keterwakilan minat dan keterbentukan massa dasar karya, serta memberikan bimbingan teknis pembentukan bahan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kestabilan struktur dan wujud bentukan dasar karya yang telah dihasilkan, mengevaluasi apakah bentuk dasar tersebut sudah cukup kokoh dan dikenali sebagai representasi minatnya sebelum disempurnakan pada pertemuan berikutnya (10 menit).
Penutup:- Murid merapikan meja kerja dan menyimpan karya pembentukan dasar pada nampan/alas masing-masing secara aman (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan capaian tahap pembentukan dasar hari ini serta mengingatkan bahwa karya dasar ini akan dilanjutkan tahap penyelesaian detailnya pada pertemuan 6 (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan dapat memilih objek minat dengan bentuk geometri sederhana (misal: bola basket dari bulatan padat, buku catatan dari balok pipih), sedangkan murid yang lebih mahir dapat memilih objek dengan gabungan beberapa massa bentuk (misal: miniatur gitar atau figur hewan peliharaan).
- Proses: Guru memberikan panduan pembentukan langkah demi langkah pada murid yang kesulitan memadatkan bahan dasar, sementara murid yang mandiri langsung membentuk gagasannya secara bebas.
- Produk: Tingkat kerumitan bentuk dasar karya disesuaikan dengan kesiapan motorik murid tanpa mengurangi esensi keterwakilan minatnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik kesiapan gagasan minat dan objek berkarya: Murid menyebutkan 1 minat pribadi dan 1 objek tiga dimensi yang relevan mewakilinya (kriteria penerimaan: objek yang diajukan berwujud visual konkret tiga dimensi yang secara logis melambangkan minat, contoh: minat sains -> tabung reaksi/mikroskop; minat musik -> not balok timbul/alat musik; minat olahraga -> bola/raket).
Proses:- Observasi unjuk kerja pembentukan dasar karya: Guru memeriksa ketercapaian pembentukan massa dasar menggunakan ceklis beracuan: (1) Murid mampu memanipulasi bahan modeling menjadi bentuk tiga dimensi (memiliki panjang, lebar, dan volume/ketebalan); (2) Karakter bentuk dasar secara visual mulai mencirikan objek minat yang dipilih (acuan: bentuk utama berdiri stabil dan proporsi massa dasar terwujud, belum dituntut detail halus).
Akhir Pertemuan:- Cek hasil pembentukan dasar di akhir sesi: Guru memeriksa wujud fisik bentukan dasar karya murid pada nampan kerja masing-masing dengan kriteria penerimaan: massa utama objek selesai terbentuk utuh dari bahan modeling dan figur dasarnya teridentifikasi mewakili minat pribadi yang dinyatakan di awal pembelajaran.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja proses pembentukan dasar karya tiga dimensi representasi minat menggunakan lembar ceklis kriteria keterwakilan minat dan pembentukan massa dasar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghasilkan karya seni rupa (pembentukan dasar) yang mewakili minat | Belum mampu memanipulasi bahan menjadi bentuk tiga dimensi bervolume, dan bentuk yang dihasilkan belum memperlihatkan kaitan visual dengan minat pribadi. | Mampu memanipulasi bahan menjadi massa tiga dimensi sederhana dengan banyak arahan guru, namun wujud bentuk dasarnya masih samar dalam mencerminkan objek minat pribadi. | Mampu menghasilkan bentuk dasar karya seni rupa tiga dimensi secara mandiri dengan wujud visual utama yang dikenali mencerminkan minat pribadi yang dipilih. | Mampu menghasilkan bentuk dasar karya seni rupa tiga dimensi secara mandiri, kokoh/stabil, dengan proporsi massa yang sangat jelas dan akurat mencerminkan objek minat pribadi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit pada kegiatan mandiri mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan tahap pembentukan massa dasar karya?
- Bagaimana variasi minat murid tercermin dalam pilihan bentuk tiga dimensi yang mereka buat hari ini?
Murid:- Apakah bentuk dasar karya plastisin/lempung yang kamu buat hari ini sudah memperlihatkan hal yang menjadi minatmu?
- Bagian bentuk mana yang paling menantang untuk kamu bentuk dan tegakkan tadi?
Pertemuan 6 — Menyelesaikan Karya Seni Rupa yang Mewakili Minat Pribadi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.3 Menghasilkan karya seni rupa yang mewakili minatnya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan meminta murid menata karya pembentukan dasar pertemuan sebelumnya di atas meja (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan yaitu menyelesaikan karya seni rupa tiga dimensi agar mewakili minat pribadi secara tuntas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan penyelesaian karya melalui pengecekan fisik bentuk dasar dan kelengkapan elemen minat (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 contoh peragaan penyelesaian akhir (finishing) pada karya tiga dimensi yang ditunjukkan guru: (1) teknik penghalusan/kerapian sambungan, (2) teknik penambahan tekstur permukaan menggunakan guratan alat, dan (3) teknik pewarnaan penegas karakter minat (10 menit).
- Murid memeriksa karya bentukan dasar miliknya dan menyusun rencana kerja penyelesaian akhir dengan memilih 2 bagian utama yang perlu disempurnakan agar representasi minatnya semakin kuat (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan tantangan kreatif 'Sentuhan Ajaib 5 Menit': murid secara serentak mempraktikkan satu teknik tekstur atau detail aksen paling unik pada bagian utama karyanya dengan iringan musik ceria (10 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan karya seni rupa tiga dimensi miliknya dengan merapikan konstruksi, menambahkan ornamen/atribut khas minat pribadi, dan memberikan pewarnaan atau tekstur akhir hingga karya benar-benar berwujud utuh (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya yang telah selesai di atas meja masing-masing, lalu melakukan 'Pameran Keliling Meja' untuk mengamati hasil penyelesaian karya rekan-rekan sekelas secara tertib dan tenang (10 menit).
- Murid memeriksa kembali karyanya secara mandiri untuk memastikan seluruh bagian telah merekat kokoh dan atribut minat pribadi telah terwujud tuntas (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya ketekunan dalam tahap penyelesaian akhir karya seni rupa agar representasi minat dapat terwujud nyata (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kemandirian murid dalam menuntaskan karyanya, serta mengingatkan murid untuk merapikan alat dan bahan sebelum menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan scaffolding diberikan panduan visual berupa kartu urutan langkah finishing; murid yang cepat diberikan eksplorasi variasi tekstur yang lebih rumit.
- Proses: Guru memberikan bimbingan individual bagi murid yang mengalami kendala teknis pada perekatan sambungan karya, sementara murid yang mandiri langsung menuntaskan pewarnaan detail.
- Produk: Tingkat kerumitan detail dan atribut minat disesuaikan dengan kemampuan motorik murid, dengan standar minimal karya berdiri kokoh dan visual minat pribadi dapat diidentifikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan diagnostik kesiapan penyelesaian karya: guru memeriksa kesiapan karya bentukan dasar tiap murid dengan kriteria penerimaan: (1) bentuk dasar sudah berdiri mandiri/tidak runtuh, dan (2) murid dapat menyebutkan minimal 1 atribut penanda minat yang akan diselesaikan hari ini (acuan verifikasi: bila belum kokoh, diberi perkuatan sambungan terlebih dahulu; bila atribut belum ada, murid memilih 1 atribut minat dari sketsa Bab 4).
Proses:- Observasi formatif proses penyelesaian karya tiga dimensi selama tahap Mengaplikasi: guru mencatat kemandirian murid dalam merapikan struktur bentuk, menambahkan tekstur/warna, dan menyematkan atribut minat pribadi hingga wujud karya tuntas.
Akhir Pertemuan:- Cek ketuntasan karya di akhir sesi: guru memeriksa hasil akhir karya 3D murid berdasarkan ketercapaian 2 indikator penyelesaian fisik: (1) keutuhan wujud karya (kering/kokoh, sambungan rapi, tidak ada bagian yang terlepas), dan (2) keterwujudan visual representasi minat pribadi (atribut/karakter minat tampak nyata pada karya). Acuan kriteria: karya diterima tuntas apabila kedua indikator terpenuhi.
Formatif:- Pemeriksaan diagnostik fisik karya awal di meja belajar
- Lembar observasi unjuk kerja penyelesaian akhir karya tiga dimensi representasi minat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyelesaian Karya Seni Rupa Representasi Minat Pribadi | Belum menyelesaikan bentukan dasar karya; atribut minat pribadi belum tampak pada wujud fisik karya. | Menyelesaikan sebagian karya tetapi struktur belum sepenuhnya kokoh atau atribut minat pribadi baru terpasang sebagian. | Menyelesaikan karya seni rupa tiga dimensi hingga tuntas, struktur kokoh, dan atribut visual mewakili minat pribadi secara jelas. | Menyelesaikan karya seni rupa tiga dimensi secara mandiri dan tuntas dengan tingkat kerapian struktur serta detail atribut minat pribadi yang sangat kaya dan orisinal. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit pada pengerjaan mandiri mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan detail karyanya?
- Bagian teknik penyelesaian mana (perekatan, pemberian tekstur, atau pewarnaan) yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Bagian mana dari karyamu yang paling kamu banggakan karena berhasil mewakili minat pribadimu?
- Apa tantangan tersulit yang berhasil kamu selesaikan saat merapikan karyamu hari ini?
Pertemuan 7 — Merefleksikan Unsur Bentuk dan Ruang pada Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merefleksikan unsur bentuk dan ruang pada karya seni rupa tiga dimensi buatan sendiri menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan interaktif mencocokkan 3 kosakata seni rupa dengan artinya: (1) bentuk geometris -> bentuk beraturan dengan ukuran terukur seperti kubus/silinder; (2) bentuk organis -> bentuk bebas dan tidak beraturan menyerupai alam; (3) ruang nyata -> volume berongga atau terisi yang dapat dilihat dan disentuh dari berbagai arah pada karya tiga dimensi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati panduan refleksi visual berupa kartu istilah kosakata seni rupa khusus unsur bentuk (geometris, organis, simetris, asimetris) dan ruang (terbuka, tertutup, berongga, bervolume padat) yang dipajang di papan tulis (8 menit).
- Guru memodelkan cara menyusun refleksi lisan pada sebuah contoh patung sederhana menggunakan kalimat: 'Karya ini memiliki bentuk dasar geometris berbentuk balok dengan ruang berongga di bagian tengah' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan kartu detektif kata: murid secara berpasangan mengambil 1 dari 4 kartu petunjuk kosakata (kartu A: organis; kartu B: geometris; kartu C: ruang berongga; kartu D: ruang padat) lalu secara bergantian menunjukkan bagian karya tiga dimensi milik sendiri yang cocok dengan kata pada kartu tersebut sambil mengucapkan 1 kalimat refleksi (12 menit).
- Murid secara mandiri mengamati karya tiga dimensi buatan sendiri pada pertemuan sebelumnya dan mengisi lembar refleksi diri tertulis yang memuat identifikasi unsur bentuk (apakah geometris/organis) serta unsur ruang (apakah berongga/padat/terbuka) disertai alasan visual pada karyanya (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang lembar refleksi dirinya secara tenang dan hening untuk menyadari ketepatan istilah seni rupa yang telah dipilih dalam menggambarkan karya buatannya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum mengenai penggunaan kosa kata seni rupa unsur bentuk dan ruang yang telah ditulis murid pada lembar refleksi (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan glosarium mini bergambar berisi daftar kosa kata bentuk dan ruang bagi murid yang membutuhkan panduan visual tambahan.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menentukan istilah bentuk/ruang, sedangkan murid yang mahir diarahkan merefleksikan kombinasi lebih dari dua variasi bentuk dan ruang pada karyanya secara mandiri.
- Produk: Refleksi dituangkan dalam lembar isian terstruktur dengan pilihan istilah untuk perancah atau paragraf deskripsi mandiri berdasar kosakata seni rupa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan memasangkan 3 istilah seni rupa dengan artinya: (1) bentuk geometris, (2) bentuk organis, (3) ruang nyata pada karya 3D. Acuan jawaban benar: (1) bentuk teratur terukur seperti silinder/kubus; (2) bentuk bebas alamiah/tidak beraturan; (3) volume/rongga nyata yang menempati ruang tiga dimensi.
Proses:- Observasi keterlibatan murid saat permainan kartu detektif kata dalam menunjukkan unsur bentuk dan ruang pada karya sendiri (acuan ketepatan: kartu organis ditunjukkan pada lekukan bebas; kartu geometris pada bentuk teratur/bersudut; kartu ruang berongga pada lubang/rongga; kartu ruang padat pada bagian pejal).
- Pemeriksaan isian lembar refleksi diri murid: menilai ketepatan penggunaan minimal 2 kosa kata bentuk (geometris/organis/simetris/asimetris) dan minimal 2 kosa kata ruang (berongga/padat/terbuka/tertutup) sesuai wujud nyata karya sendiri.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil akhir lembar refleksi tertulis murid dengan kriteria: memuat minimal 1 kalimat refleksi unsur bentuk dengan kosakata yang tepat dan 1 kalimat refleksi unsur ruang dengan kosakata yang tepat sesuai karya sendiri (kriteria penerimaan: penggunaan kosakata bentuk dan ruang tepat mendeskripsikan ciri fisik karya tiga dimensi murid).
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja refleksi lisan saat permainan kartu detektif kata
- Pemeriksaan lembar refleksi tertulis mengenai unsur bentuk dan ruang pada karya diri sendiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Refleksi Unsur Bentuk pada Karya Diri Sendiri | Belum mampu menyebutkan unsur bentuk pada karya sendiri menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai (memerlukan bimbingan penuh guru). | Mampu merefleksikan unsur bentuk pada karya sendiri dengan menggunakan 1 kosa kata seni rupa (geometris atau organis), namun penjelasannya belum sepenuhnya tepat sesuai wujud fisik karya. | Mampu merefleksikan unsur bentuk pada karya sendiri dengan tepat menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (geometris/organis/simetris/asimetris) secara mandiri. | Mampu merefleksikan unsur bentuk pada karya sendiri secara sangat tepat dan komprehensif memadukan minimal 2 kosa kata seni rupa unsur bentuk (misal: bentuk geometris berpadu organis atau simetris) secara mandiri. | | Refleksi Unsur Ruang pada Karya Diri Sendiri | Belum mampu menyebutkan unsur ruang pada karya sendiri menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai. | Mampu merefleksikan unsur ruang pada karya sendiri menggunakan 1 kosa kata seni rupa (berongga atau padat), namun penjelasannya masih dibantu guru. | Mampu merefleksikan unsur ruang pada karya sendiri secara tepat menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (berongga/padat/terbuka/tertutup) secara mandiri. | Mampu merefleksikan unsur ruang pada karya sendiri secara mendalam dan tepat menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa unsur ruang (misal: ruang berongga dan volume padat) yang sepenuhnya selaras dengan struktur fisik karya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat saat merefleksikan bentuk dan ruang pada karyanya?
- Bagian mana dari kegiatan refleksi yang membutuhkan panduan istilah lebih kontekstual bagi murid?
Murid:- Kosa kata seni rupa baru apa yang paling tepat untuk menggambarkan bentuk karya tiga dimensi buatanmu?
- Apakah kamu dapat menemukan bagian ruang berongga atau padat pada karyamu dengan mudah?
Pertemuan 8 — Merefleksikan Karya Diri Sendiri secara Menyeluruh Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa yang Sesuai — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.4 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama, lalu memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merefleksikan karya diri sendiri secara menyeluruh menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 kartu istilah seni rupa di papan tulis: (1) Tekstur, (2) Proporsi, (3) Keseimbangan, (4) Ruang; kemudian murid diminta menjodohkan istilah tersebut dengan maknanya pada kartu acuan: Tekstur -> sifat permukaan benda kasar/halus; Proporsi -> perbandingan ukuran antarbagian karya; Keseimbangan -> kesetaraan bobot visual visual/stabil; Ruang -> rongga atau kedalaman tiga dimensi (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak panduan 'Bank Kosa Kata Seni Rupa' yang diproyeksikan guru, memuat 6 unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang) dan 2 prinsip desain (proporsi, keseimbangan) yang relevan untuk merefleksikan karya diri sendiri secara menyeluruh (10 menit).
- Murid mengikuti permainan tebak kata gembira 'Kartu Kata Detektif Rupa': secara berpasangan, satu murid menyebutkan ciri visual pada karya contoh di depan kelas, dan pasangannya harus mengangkat kartu bertuliskan kosa kata seni rupa yang tepat dari 4 pilihan kartu: (1) Warna kontras, (2) Tekstur kasar, (3) Bentuk geometris, (4) Volume/ruang nyata (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan karya tiga dimensi buatan diri sendiri yang telah diselesaikan pada pertemuan sebelumnya di atas meja masing-masing (5 menit).
- Murid secara mandiri mengamati karya diri sendiri secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang (depan, samping, atas) dan mengisi Lembar Refleksi Diri Tertulis yang memuat 4 aspek pengamatan visual: (a) Unsur bentuk dan garis dominan, (b) Tekstur dan warna yang digunakan, (c) Ruang/volume dan proporsi karya, serta (d) Kesesuaian hasil karya dengan minat/pengalaman pribadi yang diwakilinya (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca kembali hasil lembar refleksi diri sendiri secara cermat untuk memastikan minimal 4 kosa kata seni rupa (seperti bentuk, tekstur, ruang, proporsi, keseimbangan, atau warna) digunakan secara tepat makna untuk menggambarkan karya diri sendiri (15 menit).
- Dua murid secara sukarela membacakan lembar refleksi karya diri sendiri di hadapan kelas, dan guru memberikan konfirmasi serta penguatan atas ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa yang diterapkan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kosa kata seni rupa untuk merefleksikan karya seni diri sendiri secara utuh, objektif, dan terperinci (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman singkat lisan dan apresiasi terhadap kemandirian murid dalam mengevaluasi karya diri sendiri, lalu mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual berupa kamus bergambar kosa kata seni rupa untuk murid yang membutuhkan bantuan istilah, sedangkan murid cepat diberikan tantangan refleksi menyeluruh mencakup prinsip keseimbangan dan ritme.
- Proses: Memberikan bimbingan terfokus secara individu bagi murid yang kesulitan menghubungkan unsur rupa pada karyanya dengan kosa kata seni rupa, sementara murid yang sudah mahir menuliskan refleksi secara mandiri penuh.
- Produk: Murid menuangkan refleksi diri dalam bentuk teks reflektif terstruktur minimal 1 paragraf utuh yang memuat kosa kata seni rupa sesuai dengan tingkat kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjodohkan 4 kosa kata seni rupa dengan definisi yang tepat pada asesmen awal pendahuluan (Acuan kunci: 1. Tekstur = sifat permukaan benda kasar/halus; 2. Proporsi = perbandingan ukuran bagian karya; 3. Keseimbangan = kesetaraan bobot visual visual; 4. Ruang = rongga atau kedalaman tiga dimensi). Kriteria kesiapan: minimal 3 dari 4 pasangan dijodohkan secara tepat.
Proses:- Pemeriksaan pengisian draf Lembar Refleksi Diri pada tahap inti: memastikan murid mengidentifikasi karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa dengan kriteria minimal mencantumkan 4 kosa kata seni rupa secara tepat makna (misalnya bentuk, ruang, proporsi, tekstur, warna, atau keseimbangan) untuk mengulas karya diri sendiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyerahkan lembar refleksi diri tertulis yang dinilai berdasarkan ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa dalam mendeskripsikan karya sendiri (Kriteria: mencantumkan minimal 4 kosa kata seni rupa yang relevan dengan bentuk visual karyanya, dan kosa kata digunakan sesuai konteks maknanya).
Formatif:- Penilaian Lembar Refleksi Diri Tertulis menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- Catatan observasi guru terhadap ketepatan penggunaan istilah seni rupa saat murid menuliskan refleksi karya diri sendiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa dalam Merefleksikan Karya Diri Sendiri | Hanya menggunakan 1 kosa kata seni rupa atau menyebutkan istilah yang keliru/tidak sesuai makna dalam mendeskripsikan karya diri sendiri secara terbimbing penuh. | Menggunakan 2 kosa kata seni rupa dengan makna yang tepat untuk mendeskripsikan sebagian unsur karya diri sendiri dengan arahan guru. | Menggunakan 3 kosa kata seni rupa (seperti bentuk, tekstur, ruang, warna, proporsi, atau keseimbangan) secara tepat makna dalam merefleksikan karya diri sendiri secara mandiri. | Menggunakan 4 atau lebih kosa kata seni rupa secara tepat makna, menyeluruh, dan konsisten dalam merefleksikan seluruh bagian karya diri sendiri secara mandiri. | | Kesesuaian Refleksi Menyeluruh terhadap Karya Diri Sendiri | Refleksi belum menggambarkan karya diri sendiri secara visual atau hanya menuliskan perasaan umum tanpa analisis unsur rupa. | Refleksi mendeskripsikan 1-2 bagian visual karya diri sendiri secara terpisah tanpa menghubungkannya dengan gagasan karya. | Refleksi mendeskripsikan 3 aspek visual karya diri sendiri (bentuk, ruang/volume, tekstur/warna) secara utuh sesuai wujud fisik karya. | Refleksi mendeskripsikan seluruh aspek visual karya diri sendiri (bentuk, ruang/volume, tekstur/warna, dan proporsi/keseimbangan) secara menyeluruh dan selaras dengan wujud fisik karya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi dan media 'Bank Kosa Kata Seni Rupa' mempermudah murid dalam merefleksikan karya diri mereka secara objektif?
- Apakah murid menunjukkan kemandirian dan kejujuran dalam mengenali kelebihan serta kekurangan pada karya tiga dimensi diri sendiri?
Murid:- Kosa kata seni rupa apa saja yang paling tepat menggambarkan bentuk dan tekstur dari karyaku?
- Bagaimana perasaanku setelah berhasil menjelaskan karyaku sendiri secara runtut menggunakan istilah seni rupa yang benar?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.4.1 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan dalam membuat sketsa karya tiga dimensi
- TP 6.4.2 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman pribadi melalui pengembangan imajinasi
- TP 6.4.3 Menghasilkan karya seni rupa yang mewakili minatnya
- TP 6.4.4 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan meja kerja serta kelengkapan alat dan bahan seluruh murid (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 4 yang mencakup tiga bagian tugas: eksplorasi sketsa 3D, pembuatan produk karya 3D representasi minat dan pengalaman pribadi, serta pengisian lembar refleksi diri mandiri tertulis (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja asesmen sumatif dan menjelaskan petunjuk teknis pelaksanaan tiga tugas secara runtut beserta rubrik kriteria penilaiannya: (1) Uji coba teknik sketsa 3D pada lembar eksplorasi; (2) Pembentukan karya 3D utuh berbasis minat dan pengalaman pribadi; (3) Refleksi mandiri tertulis menggunakan 5 kosa kata seni rupa acuan (bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume) (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara serentak melaksanakan Tugas 1: melakukan uji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan pada lembar eksplorasi sketsa karya 3D, mengaplikasikan minimal 2 teknik (arsir gradasi/tekstur permukaan dan konstruksi proyeksi bentuk bervolume) (20 menit).
- Murid secara serentak melaksanakan Tugas 2: membuat karya seni rupa tiga dimensi utuh menggunakan bahan pilihan (plastisin, tanah liat modeling, atau bubur kertas/karton) yang memvisualisasikan pengalaman pribadi melalui imajinasi serta mencerminkan minat pribadinya (50 menit).
- Murid secara serentak melaksanakan Tugas 3: mengisi lembar refleksi mandiri tertulis untuk mengulas karya 3D yang telah dibuatnya dengan menerapkan secara tepat minimal 4 dari 5 kosa kata seni rupa wajib (bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume) sesuai wujud fisik karyanya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kelengkapan identitas pada artefak sketsa, produk karya 3D, dan lembar refleksi mandiri, lalu mengumpulkan ketiga artefak bukti sumatif secara rapi di meja pengumpulan (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan ulasan singkat atas keseluruhan proses pembelajaran Bab 4 'Karya yang Mewakili Diriku' dan mengapresiasi kerja mandiri serta ketekunan seluruh murid (1 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut pelaporan hasil asesmen sumatif dan menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses penyediaan format lembar refleksi bergaris bantu bagi murid yang memerlukan kemudahan menulis tanpa mengubah kosa kata target maupun kriteria penilaian.
- Proses: Akomodasi akses penataan letak bahan dan alat berkarya yang mudah dijangkau bagi murid dengan kebutuhan motorik khusus tanpa mengurangi standar ketuntasan produk.
- Produk: Murid bebas memilih medium tiga dimensi yang digunakan (plastisin, tanah liat buatan, atau karton/bubur kertas) sesuai preferensi minat, dengan kriteria penilaian bentuk, imajinasi, dan ketuntasan teknik yang tetap setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat, bahan, dan pemahaman instruksi asesmen sumatif Bab 4 melalui konfirmasi lisan kesiapan alat gambar, media 3D, dan pemahaman 3 tahapan tugas sumatif di awal sesi.
Proses:- Pemantauan keterlibatan aktif, kedisiplinan alokasi waktu, kepatuhan keselamatan penggunaan alat, dan kemandirian pengerjaan serentak selama pelaksanaan Tugas 1, Tugas 2, dan Tugas 3.
Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja eksplorasi sketsa, penilaian produk karya tiga dimensi, dan penilaian diri tertulis: lembar eksplorasi sketsa 3D dengan variasi teknik, produk karya seni rupa 3D yang memvisualisasikan pengalaman dan minat pribadi, serta lembar refleksi diri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat
- unjuk kerja serentak: lembar eksplorasi sketsa karya tiga dimensi yang memuat uji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan (arsir/tekstur/konstruksi bentuk) yang dikerjakan seluruh murid secara bersamaan di kelas (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja eksplorasi teknik sketsa 3D)
- penilaian produk serentak: karya seni rupa tiga dimensi berbasis pengalaman pribadi dan minat siswa yang dibuat menggunakan alat/bahan pilihan secara mandiri di kelas (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa (kriteria: representasi pengalaman/imajinasi, kesesuaian minat, dan ketuntasan teknik))
- penilaian diri tertulis: lembar catatan refleksi mandiri terstruktur berisi ulasan karya sendiri dengan penerapan kosa kata seni rupa (seperti bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume) yang diisi serentak oleh seluruh murid (20 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri dan daftar kosa kata seni rupa terpadu)
Sumatif:- penilaian unjuk kerja eksplorasi sketsa, penilaian produk karya tiga dimensi, dan penilaian diri tertulis: lembar eksplorasi sketsa 3D dengan variasi teknik, produk karya seni rupa 3D yang memvisualisasikan pengalaman dan minat pribadi, serta lembar refleksi diri menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat
- unjuk kerja serentak: lembar eksplorasi sketsa karya tiga dimensi yang memuat uji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan (arsir/tekstur/konstruksi bentuk) yang dikerjakan seluruh murid secara bersamaan di kelas (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja eksplorasi teknik sketsa 3D)
- penilaian produk serentak: karya seni rupa tiga dimensi berbasis pengalaman pribadi dan minat siswa yang dibuat menggunakan alat/bahan pilihan secara mandiri di kelas (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa (kriteria: representasi pengalaman/imajinasi, kesesuaian minat, dan ketuntasan teknik))
- penilaian diri tertulis: lembar catatan refleksi mandiri terstruktur berisi ulasan karya sendiri dengan penerapan kosa kata seni rupa (seperti bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume) yang diisi serentak oleh seluruh murid (20 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri dan daftar kosa kata seni rupa terpadu)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Uji Coba Variasi Teknik Sketsa 3D (TP 6.4.1) | Sketsa masih berupa gambar 2D datar tanpa penerapan variasi teknik arsir/tekstur maupun konstruksi volume bentuk 3D. | Menerapkan 1 variasi teknik (hanya arsir/tekstur permukaan atau hanya garis kontur bidang) namun kesan volume ruang tiga dimensi belum terlihat jelas. | Menguji coba 2 variasi teknik (teknik arsir gelap-terang/tekstur dan teknik konstruksi garis pembentuk volume 3D) pada sketsa secara tepat. | Menguji coba lebih dari 2 variasi teknik (arsir gradasi, tekstur permukaan detail, dan konstruksi perspektif volume 3D terpadu) pada sketsa secara terampil dan mandiri. | | Karya Seni 3D Berbasis Pengalaman & Imajinasi (TP 6.4.2) | Wujud karya 3D belum menampilkan keterkaitan dengan gagasan pengalaman pribadi maupun sentuhan imajinasi (karya meniru bentuk mentah tanpa modifikasi). | Membuat karya 3D yang memuat gagasan pengalaman pribadi namun visualisasi pengembangan imajinasinya masih sangat terbatas. | Membuat karya seni rupa 3D yang secara jelas memvisualisasikan pengalaman pribadi melalui modifikasi dan pengembangan bentuk imajinatif. | Membuat karya seni rupa 3D yang sangat orisinal dan ekspresif dalam memvisualisasikan pengalaman pribadi melalui gubahan bentuk imajinatif yang kaya detail. | | Representasi Minat Pribadi pada Karya 3D (TP 6.4.3) | Karya 3D yang dihasilkan belum menunjukkan keterkaitan wujud figur/objek dengan tema minat atau kegemaran pribadi murid. | Karya 3D mulai merepresentasikan tema minat pribadi tetapi visualisasi objek pendukung minat belum tuntas atau kurang proporsional. | Menghasilkan karya 3D yang tuntas secara wujud dan secara nyata mewakili minat/kegemaran pribadi murid melalui pemilihan objek dan elemen rupa. | Menghasilkan karya 3D yang tuntas, utuh, kokoh, dan secara kuat serta mendalam mencerminkan identitas minat pribadi murid dengan penyelesaian detail yang rapi. | | Refleksi Mandiri dengan Kosa Kata Seni Rupa (TP 6.4.4) [Acuan kosa kata: bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume] | Mengisi refleksi tertulis namun menggunakan kurang dari 2 kosa kata acuan atau penggunaan istilah tidak sesuai dengan wujud fisik karyanya. | Mengisi refleksi tertulis dengan menerapkan 2 sampai 3 kosa kata dari 5 kosa kata acuan (bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume) secara tepat sesuai karyanya. | Mengisi refleksi tertulis dengan menerapkan 4 dari 5 kosa kata acuan (bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume) secara tepat untuk mengulas wujud fisik karyanya. | Mengisi refleksi tertulis secara mendalam dan menyeluruh dengan menerapkan kelima (5) kosa kata acuan (bentuk, proporsi, tekstur, ruang, volume) secara tepat dan runtut sesuai wujud fisik karyanya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit efektif memfasilitasi murid menyelesaikan tiga rangkaian tugas asesmen sumatif (sketsa, karya 3D, dan refleksi)?
- Bagaimana variasi teknik dan kebermaknaan karya 3D murid dalam merepresentasikan minat serta pengalaman pribadinya?
- Sejauh mana ketepatan murid dalam mengaplikasikan kosa kata teknis seni rupa pada lembar refleksi diri mandiri?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan karya tiga dimensi ini yang paling berhasil menunjukkan pengalaman dan minat pribadiku?
- Kosa kata seni rupa apa yang paling tepat menggambarkan keunikan bentuk dan tekstur dari karya ciptaanku?
- Apa hal baru yang paling memuaskan dari usahaku menguji coba teknik sketsa hingga mewujudkannya menjadi bentuk 3D nyata?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lembar Aktivitas Siswa: 4 Kotak Eksplorasi Arsir dan Sketsa Tiga Dimensi.
- Media visual: Kartu peraga ragam teknik garis (hatching, cross-hatching, contour hatching, scumbling) dan contoh sketsa bentuk geometris bervolume.
- Alat dan bahan: Kertas gambar/buku gambar A4, pensil 2B/4B, penghapus, dan penggaris.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi 2024)
- Buku Siswa Seni Rupa SD/MI Kelas VI
- Kertas gambar/sketsa A4
- Pensil 2B, penghapus, dan penggaris 30 cm
- Model bangun ruang nyata sederhana (kotak kardus kecil dan botol kaleng) sebagai alat peraga visual volume
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek.
- Plastisin, tanah liat, atau bubur kertas.
- Kawat lunak atau karton tebal sebagai bahan pembuat struktur rangka dasar.
- Contoh foto/model pembentukan tahap awal figur tiga dimensi.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI
- Bahan lunak/keras untuk berkarya tiga dimensi (plastisin, tanah liat/lempung, bubur kertas, atau karton/kardus bekas)
- Peralatan berkarya (butsir/alat pembentuk sederhana, kuas, lem, atau gunting)
- Karya seni rupa tiga dimensi tahap awal milik murid dari Pertemuan 3
- Bahan modeling plastisin atau lempung lunak ramah anak
- Alas kerja/papan plastik dan alat pembentuk sederhana (sudip plastik/tusuk gigi)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas VI
- Karya bentukan dasar tiga dimensi milik murid dari pertemuan sebelumnya
- Peralatan dan bahan finishing (cat air/akrilik, kuas, plastisin/lempung pemodelan, tusuk gigi/butsir untuk tekstur, lem/perekat)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi)
- Karya seni rupa tiga dimensi buatan murid sendiri dari pertemuan sebelumnya
- Kartu istilah kosakata seni rupa (bentuk: geometris, organis, simetris, asimetris; ruang: terbuka, tertutup, berongga, bervolume padat)
- Lembar refleksi diri murid
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi 2025)
- Karya seni rupa 3 dimensi buatan masing-masing murid
- Lembar Kerja Refleksi Diri Seni Rupa
- Kartu Kata Istilah Seni Rupa (Garis, Bentuk, Bidang, Warna, Tekstur, Ruang, Proporsi, Keseimbangan)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas VI SD
- Lembar Asesmen Sumatif Bab 4: Lembar Eksplorasi Sketsa 3D dan Lembar Catatan Refleksi Mandiri
- Bahan dan alat berkarya 3 dimensi: plastisin / clay / bubur kertas / karton konstruksi, alas kerja, butsir/alat pembentuk sederhana, pensil 2B, dan kertas gambar A4
|