MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C) Topik: Menciptakan Karya Diorama Berdasarkan Rancangan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Menciptakan Karya Diorama Berdasarkan Rancangan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu membuat karya diorama tiga dimensi sesuai sketsa dan rencana dengan menerapkan prosedur berkarya yang tepat
- Murid mampu menggunakan alat dan bahan dari lingkungan sekitar secara kreatif dan aman
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara mewujudkan sketsa diorama yang sudah kalian rancang menjadi karya nyata?
- Bahan apa saja dari lingkungan sekitar yang bisa kalian gunakan untuk membuat diorama?
- Apa yang perlu diperhatikan agar diorama yang dibuat sesuai dengan rencana dan aman dalam pembuatannya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kesiapan bahan dan sketsa diorama yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: membuat diorama tiga dimensi sesuai rancangan dengan prosedur yang tepat dan aman
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid
- Guru menjelaskan prosedur keselamatan kerja dalam berkarya seni rupa
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati kembali sketsa dan rencana diorama yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya
- Guru membimbing murid mengidentifikasi alat dan bahan yang dibutuhkan dari lingkungan sekitar (kardus bekas, kertas, lem, gunting, cat air, tanah, ranting, daun kering, dll)
- Murid menganalisis karakteristik setiap bahan: tekstur, bentuk, warna, dan kesesuaiannya dengan rencana diorama
- Guru mendemonstrasikan teknik dasar pembuatan diorama: membentuk background, merakit objek tiga dimensi, dan menata komposisi
- Murid bertanya jawab tentang prosedur berkarya yang aman (cara menggunakan gunting, lem, dan alat tajam lainnya)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyiapkan alas/kotak diorama dari kardus atau bahan daur ulang lainnya
- Murid membuat background diorama sesuai tema (langit, gunung, laut, atau setting lainnya) menggunakan cat atau kertas warna
- Murid membuat objek-objek tiga dimensi sesuai sketsa dengan memanfaatkan bahan dari lingkungan secara kreatif (membentuk pohon dari ranting, rumah dari kardus, figur dari tanah liat/plastisin)
- Murid menata dan merekatkan objek-objek dalam kotak diorama sesuai komposisi yang telah direncanakan
- Murid menambahkan detail dan sentuhan akhir untuk memperkuat ekspresi ide dan imajinasi mereka
- Guru berkeliling memberikan bimbingan, umpan balik, dan bantuan teknis sesuai kebutuhan individual murid
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyelesaikan karya diorama dan membersihkan area kerja
- Murid merefleksikan proses berkarya: apa yang berhasil, apa tantangannya, dan bagaimana mereka mengatasinya
- Murid menilai kesesuaian karya yang dihasilkan dengan sketsa dan rencana awal menggunakan kosakata seni rupa (unsur rupa, komposisi, proporsi, warna)
- Murid mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan karya mereka sendiri
- Murid menentukan hal yang ingin diperbaiki atau dikembangkan pada karya seni berikutnya
Penutup:- Murid menampilkan karya diorama mereka di area galeri kelas
- Guru memfasilitasi apresiasi antar teman dengan memberikan kesempatan murid untuk saling memberikan komentar positif
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas usaha dan kreativitas murid
- Murid mengisi lembar refleksi diri tentang proses dan hasil belajar
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih dapat menambahkan elemen pencahayaan sederhana atau efek khusus pada diorama. Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat memilih tema yang lebih sederhana dengan objek yang lebih sedikit
- Proses: Murid mandiri dapat bekerja secara independen. Murid yang memerlukan bimbingan lebih mendapat pendampingan guru atau teman sebaya dalam tahap perakitan. Guru menyediakan waktu tambahan bagi yang memerlukan
- Produk: Murid dapat memilih skala diorama (kecil, sedang, atau besar) sesuai kemampuan dan kecepatan kerja. Kriteria penilaian disesuaikan dengan tingkat kompleksitas yang dipilih
ASESMENAwal:- Guru mengecek kesiapan bahan dan alat yang dibawa murid
- Guru menanyakan sketsa dan rencana diorama yang telah dibuat: Apa tema dioramamu? Objek apa saja yang akan dibuat?
- Guru mengidentifikasi pemahaman awal murid tentang prosedur keselamatan kerja
Proses:- Observasi guru terhadap keterampilan murid dalam menggunakan alat dan bahan secara tepat dan aman
- Observasi kreativitas murid dalam memanfaatkan bahan dari lingkungan sekitar
- Tanya jawab informal saat berkeliling: Mengapa kamu memilih bahan ini? Bagaimana cara merakitnya?
- Memantau kesesuaian karya dengan sketsa dan rencana awal
- Penilaian sejawat: murid memberikan saran konstruktif kepada teman
Akhir:- Penilaian produk karya diorama menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kesesuaian dengan rancangan, penerapan unsur rupa dan komposisi, kreativitas penggunaan bahan, kerapian dan penyelesaian
- Penilaian lembar refleksi diri tertulis
- Presentasi singkat murid tentang karyanya (opsional): ide, proses, dan makna karya
Formatif:- Observasi selama proses berkarya: keterampilan menggunakan alat dan bahan, kreativitas, kemandirian, dan keselamatan kerja
- Tanya jawab untuk mengecek pemahaman murid tentang prosedur berkarya dan karakteristik bahan
- Penilaian sejawat: murid memberikan umpan balik kepada teman tentang karya yang sedang dibuat
Sumatif:- Penilaian produk karya diorama menggunakan rubrik: kesesuaian dengan rancangan, penerapan unsur rupa, kreativitas penggunaan bahan, kerapian dan penyelesaian karya
- Penilaian refleksi diri tertulis: kemampuan mengevaluasi proses dan hasil berkarya menggunakan kosakata seni rupa
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian karya dengan sketsa dan rancangan awal | Karya diorama tidak sesuai dengan sketsa dan rencana yang dibuat, banyak elemen yang berbeda atau hilang | Karya diorama sebagian sesuai dengan sketsa, beberapa elemen utama ada tetapi komposisi berbeda dari rencana | Karya diorama sesuai dengan sketsa dan rencana, hampir semua elemen terwujud dengan komposisi yang mendekati rancangan | Karya diorama sangat sesuai dengan sketsa dan rencana, semua elemen terwujud dengan komposisi yang tepat, bahkan ada pengembangan kreatif yang memperkuat ide awal | | Kreativitas penggunaan alat dan bahan dari lingkungan sekitar | Menggunakan bahan dengan cara yang umum, kurang eksplorasi, bahan tidak dimanfaatkan secara optimal | Menggunakan beberapa bahan dari lingkungan sekitar dengan cara yang cukup kreatif, tetapi masih terbatas variasinya | Menggunakan berbagai bahan dari lingkungan sekitar dengan cara yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik bahan | Menggunakan berbagai bahan dari lingkungan sekitar dengan sangat kreatif dan inovatif, memanfaatkan karakteristik bahan secara maksimal untuk menghasilkan efek visual yang menarik | | Penerapan prosedur berkarya dan keselamatan kerja | Tidak mengikuti prosedur berkarya yang tepat, menggunakan alat secara tidak aman, area kerja tidak teratur | Mengikuti sebagian prosedur berkarya, kadang kurang hati-hati dalam menggunakan alat, area kerja cukup teratur | Mengikuti prosedur berkarya dengan baik, menggunakan alat secara aman dan tepat, menjaga area kerja tetap rapi | Mengikuti prosedur berkarya dengan sangat baik dan sistematis, sangat hati-hati dan aman dalam menggunakan alat, area kerja sangat rapi dan terorganisir | | Kemampuan merefleksikan proses berkarya menggunakan kosakata seni rupa | Belum mampu menjelaskan proses berkarya, tidak menggunakan kosakata seni rupa, tidak dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan karya | Dapat menjelaskan sebagian proses berkarya, mulai menggunakan kosakata seni rupa meskipun masih terbatas, dapat menyebutkan satu kelebihan atau kekurangan karya | Dapat menjelaskan proses berkarya dengan cukup rinci, menggunakan kosakata seni rupa dengan tepat (unsur rupa, komposisi, tekstur), dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan karya | Dapat menjelaskan proses berkarya secara rinci dan mendalam, menggunakan kosakata seni rupa secara tepat dan bervariasi, dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan karya serta menentukan tindak lanjut pengembangan |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pembelajaran hari ini memberikan ruang yang cukup bagi setiap murid untuk berkreasi sesuai kemampuannya?
- Bagaimana efektivitas diferensiasi yang saya terapkan? Apakah ada murid yang memerlukan pendekatan berbeda?
- Apakah asesmen yang saya lakukan mampu menangkap perkembangan kompetensi murid secara menyeluruh?
- Apa yang perlu saya perbaiki dalam membimbing murid menggunakan alat dan bahan secara aman dan kreatif?
Refleksi Murid:- Apa yang paling kamu sukai dari proses membuat diorama hari ini?
- Tantangan apa yang kamu hadapi saat membuat diorama? Bagaimana kamu mengatasinya?
- Apakah karya dioramamu sudah sesuai dengan sketsa dan rencanamu? Apa yang sama dan apa yang berbeda?
- Jika kamu membuat diorama lagi, apa yang ingin kamu perbaiki atau kembangkan?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Seni Rupa Kelas VI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas VI Kurikulum Merdeka
- Sketsa dan rencana diorama yang telah dibuat murid pada pertemuan sebelumnya
- Alat: gunting, lem (lem kertas/lem tembak), kuas, pensil, penggaris, cutter (digunakan oleh guru)
- Bahan dari lingkungan sekitar: kardus bekas, kertas bekas, kertas warna, cat air/krayon, tanah liat/plastisin, ranting, daun kering, batu kecil, kain perca, sedotan, botol plastik bekas
- Contoh karya diorama (foto atau karya fisik) sebagai inspirasi
|