Modul AjarBab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6 Bab 3: Ideku, Gagasanku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 6 untuk Bab 3 "Ideku, Gagasanku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6 Bab 3: Ideku, Gagasanku

Seni Rupa - Kelas 6

Bab 3

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 3 — Ideku, Gagasanku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 3 — Ideku, Gagasanku
Alokasi Waktu17 JP (17 x 35 menit = 595 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.3.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa diorama
  2. TP 6.3.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk pembuatan karya seni rupa tiga dimensi
  3. TP 6.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
  4. TP 6.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita mengenali unsur rupa seperti bentuk dan tekstur pada sebuah model mini tiga dimensi?
  2. Apa yang membuat salah satu bagian diorama terlihat paling menonjol atau seimbang saat kita melihatnya?
  3. Bagaimana cara kita membuat kertas atau kardus bekas yang tipis bisa berdiri tegak dan kokoh menjadi bentuk tiga dimensi?
  4. Apa yang terjadi jika plastisin dipilin, dipipihkan, atau dicetak menggunakan tutup botol saat membuat model benda?
  5. Bagaimana caramu menuangkan pemandangan lingkungan sekolah yang kamu amati ke dalam selembar sketsa rancangan diorama?
  6. Bagian mana dari lingkungan sekitarmu yang ingin kamu ubah atau tambahkan bentuk imajinatif pada pola dasar karyamu?
  7. Bagaimana caramu mengubah bahan datar seperti karton bekas atau plastisin menjadi benda bervolume tiga dimensi untuk dioramamu?
  8. Unsur rupa dan prinsip desain apa yang paling menonjol pada elemen diorama yang sedang kamu buat?
  9. Bagaimana unsur garis, bentuk, warna, dan tekstur membantu kita mengenali bagian terpenting pada karya diorama teman kita?
  10. Mengapa kita perlu menggunakan kosakata seni rupa yang tepat saat menceritakan kelebihan dan bagian yang perlu diperbaiki dari draf diorama?
  11. Bagaimana caramu membuktikan bahwa karya diorama tiga dimensi ini benar-benar mencerminkan hasil pengamatan lingkungan sekitarmu?
  12. Unsur rupa dan prinsip desain apa yang paling kuat tampak pada karya dioramamu saat dilihat teman sekelas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Karya Seni Rupa Diorama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa diorama

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa sejenak secara hening dan berkesadaran, serta mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan gambar diorama taman kota lalu mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Sebutkan 2 unsur rupa yang tampak pada pohon tiruan di diorama ini!' (acuan: bentuk 3 dimensi/tabung/bulat, warna hijau/cokelat, atau tekstur kasar/halus) dan (2) 'Mengapa patung di tengah langsung menarik perhatian mata kita?' (acuan: prinsip penekanan/fokus perhatian karena ukuran lebih besar atau posisi di tengah) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati contoh model diorama hutan mini dan menyimak penjelasan guru tentang unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) serta prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris dan penekanan/center of interest) dalam karya diorama (15 menit).
  • Murid memainkan permainan kartu detektif berpasangan 'Tebak Unsur & Prinsip': murid mengambil salah satu dari 4 kartu petunjuk rupa, lalu mencocokkannya dengan bagian diorama yang ditunjuk: Kartu 1 (Tekstur batang kayu kasar), Kartu 2 (Warna kontras dedaunan merah di antara hijau), Kartu 3 (Bentuk geometris rumah pohon), Kartu 4 (Prinsip penekanan pada figur harimau di tengah) (acuan: kartu cocok tepat sesuai deskripsi visual) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Analisis Karya Diorama yang menyajikan gambar diorama 'Suasana Pesisir Desa Nelayan' beserta 4 butir pertanyaan terstruktur: (1) Sebutkan 2 unsur rupa yang membentuk miniatur perahu nelayan! (acuan: bentuk tiga dimensi lambung kapal dan garis lengkung tali layar); (2) Jelaskan tekstur yang terlihat pada pasir pantai dan bebatuan diorama! (acuan: tekstur pasir tampak butiran kasar/berpasir dan tekstur batu tampak keras/bergelombang); (3) Tentukan jenis keseimbangan tata letak miniatur (simetris atau asimetris) beserta alasannya! (acuan: asimetris karena mercusuar tinggi di sebelah kiri diimbangi sekelompok perahu kecil di sebelah kanan); (4) Jelaskan unsur yang menjadi penekanan (center of interest) diorama tersebut! (acuan: mercusuar tinggi berwarna merah-putih mencolok yang langsung menarik perhatian pandangan) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Karya Diorama dengan menuliskan penjelasan unsur rupa dan prinsip desain berdasarkan 4 butir pertanyaan tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru membahas jawaban dari keempat butir analisis diorama dan memeriksa ketepatan penjelasan unsur rupa serta prinsip desain yang telah ditulis (10 menit).
  • Murid menyimpulkan peran penting unsur bentuk, tekstur, keseimbangan, dan penekanan dalam menciptakan diorama yang jelas dan harmonis (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman cepat (asesmen akhir) dengan meminta murid menjelaskan secara lisan perbedaan prinsip keseimbangan dan prinsip penekanan dalam diorama (acuan: keseimbangan mengatur pembagian beban visual agar seimbang simetris/asimetris, sedangkan penekanan membuat satu bagian menjadi pusat perhatian utama) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan identifikasi murid, menyampaikan topik eksplorasi bahan untuk pertemuan berikutnya tanpa menutup bab, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual berisi daftar istilah unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dan prinsip desain (keseimbangan, penekanan) untuk murid yang membutuhkan bantuan membaca visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terarah saat mengamati tekstur dan penekanan pada diorama, sedangkan murid yang cepat diarahkan menganalisis perbandingan keseimbangan asimetris antara sisi kiri dan kanan diorama.
  • Produk: Format penjelasan dapat berupa poin deskripsi singkat atau uraian kalimat utuh sesuai tingkat kemandirian murid dengan tetap mencakup unsur rupa dan prinsip desain yang ditargetkan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan berbasis gambar diorama taman kota: (1) Sebutkan 2 unsur rupa pada pohon tiruan! (acuan jawaban: bentuk tiga dimensi tabung/bulat, warna hijau/cokelat, atau tekstur kasar/halus); (2) Mengapa patung di tengah langsung menarik perhatian mata? (acuan jawaban: penekanan/fokus utama karena ukuran lebih besar atau kontras posisi di tengah).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan tertulis pada Lembar Analisis Karya Diorama Suasana Pesisir Desa Nelayan yang mencakup 4 butir: (1) Unsur rupa miniatur perahu (bentuk 3D lambung kapal, garis tali layar); (2) Tekstur pasir dan batu (butiran kasar pasir, permukaan bergelombang batu); (3) Keseimbangan tata letak (asimetris: mercusuar di kiri diimbangi kelompok perahu di kanan); (4) Penekanan (mercusuar merah-putih tinggi mencolok sebagai pusat perhatian).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Jelaskan perbedaan fungsi prinsip keseimbangan dan prinsip penekanan pada diorama! (acuan jawaban: prinsip keseimbangan berfungsi membagi susunan objek agar setara visual baik simetris maupun asimetris, sedangkan penekanan berfungsi menciptakan satu objek fokus utama yang paling menarik perhatian penonton).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenali unsur rupa dan penekanan pada model diorama
  • Pengamatan keterlibatan dalam permainan kartu detektif rupa
  • Penilaian kinerja Lembar Analisis Karya Diorama (menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Unsur Rupa pada Karya Seni Rupa DioramaBelum mampu menjelaskan unsur rupa atau hanya menyebutkan 1 unsur rupa tanpa mengaitkannya dengan objek diorama (acuan: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur).Mampu menjelaskan 1 sampai 2 unsur rupa pada objek diorama secara tepat sesuai acuan (bentuk perahu atau tekstur pasir/batu).Mampu menjelaskan 3 unsur rupa pada objek diorama secara tepat dan rinci sesuai acuan (bentuk 3D lambung perahu, garis tali layar, tekstur kasar pasir/batu).Mampu menjelaskan seluruh (4 atau lebih) unsur rupa (garis, bentuk 3D, warna, dan tekstur) pada berbagai elemen diorama secara tepat, rinci, dan mandiri.
Menjelaskan Prinsip Desain pada Karya Seni Rupa DioramaBelum mampu menjelaskan prinsip desain keseimbangan maupun penekanan pada diorama.Mampu menjelaskan salah satu prinsip desain (keseimbangan asimetris ATAU penekanan mercusuar) pada diorama secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan kedua prinsip desain (keseimbangan asimetris DAN penekanan mercusuar) pada tata letak diorama secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan kedua prinsip desain (keseimbangan asimetris dan penekanan mercusuar) beserta alasan hubungan timbal balik komposisi tata letak diorama secara mendalam dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh model diorama dan kartu permainan efektif memfasilitasi murid memahami konsep unsur rupa dan prinsip desain?
  • Bagian penjelasan mana yang masih sulit diidentifikasi murid (apakah membedakan tekstur semu/nyata atau menentukan keseimbangan asimetris)?

Murid:

  • Unsur rupa apa yang paling mudah dan paling menantang kamu temukan pada karya diorama tadi?
  • Bagaimana caramu menentukan bagian diorama yang menjadi pusat perhatian (penekanan)?

Pertemuan 2 — Menguji Coba Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan untuk Pembuatan Karya Seni Rupa Tiga Dimensi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk pembuatan karya seni rupa tiga dimensi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mencocokkan alat dengan teknik manipulasi bahan 3D pada papan tulis: gunting untuk memotong kertas, penggaris untuk melipat/menekuk lurus, dan tusuk gigi untuk memberi tekstur gores pada plastisin (acuan kecocokan: gunting-memotong, penggaris-melipat rapi, tusuk gigi-menggores tekstur) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak peragaan guru mengenai variasi 3 teknik pembentukan bahan tiga dimensi: teknik memilin dan memipihkan plastisin, teknik menekuk dan melipat kardus/kertas karton agar dapat berdiri mandiri, serta teknik menyambung/merekatkan dengan lem kertas dan selotip (15 menit).
  • Murid mengidentifikasi langkah keselamatan kerja dan prosedur penggunaan alat (gunting, lem, tusuk gigi) dan bahan (plastisin, kardus bekas, kertas karton) yang telah disediakan di meja kerja (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan 'Uji Eksplorasi Bentuk 3D': murid secara mandiri mempraktikkan pengujian teknik pertama (membentuk plastisin dengan minimal 2 variasi bentuk: pilinan bulat panjang dan lempengan pipih bertekstur goresan) dan teknik kedua (membuat lipatan kardus berbentuk segitiga prisma atau tabung gulung yang dapat berdiri tegak tanpa roboh) (30 menit).
  • Murid mempraktikkan teknik ketiga yaitu menguji kekuatan sambungan bahan: merekatkan dua bilah kardus tegak menggunakan lem kertas dan potongan selotip kertas, kemudian membandingkan kekokohannya saat diberi sedikit sentuhan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan hasil uji coba teknik di meja masing-masing, lalu memeriksa sendiri teknik pembentukan mana yang menghasilkan bentuk paling kokoh dan teknik mana yang sambungannya masih mudah lepas (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat mengenai teknik terbaik untuk menegakkan bahan lembaran (kardus/kertas) dan membentuk bahan lunak (plastisin) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menyampaikan bahwa hasil uji coba teknik ini akan dipakai sebagai keterampilan dasar pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bahan kardus dengan berbagai ketebalan (kardus gelombang tebal dan karton manila tipis) untuk murid yang membutuhkan variasi tantangan uji lipat.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan menekuk kardus lurus, guru memberi panduan membuat garis gores awal dengan ujung penggaris tumpul sebelum ditekuk; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan tambahan menguji teknik sambungan silang (slot/interlocking) tanpa lem.
  • Produk: Uji coba menghasilkan minimal 3 sampel teknik bentukan tiga dimensi (sampel plastisin terpilin/pipih, sampel kardus tekuk tegak, sampel sambungan rekat/slot).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menjodohkan alat dan fungsi teknik dasar manipulasi bahan 3D pada 3 butir di papan tulis: (1) Gunting dipasangkan dengan memotong bahan; (2) Penggaris dipasangkan dengan membantu melipat/menekuk lurus; (3) Tusuk gigi dipasangkan dengan membuat tekstur gores pada bahan lunak. (Kunci/acuan: 1-memotong; 2-membantu menekuk lurus; 3-membuat tekstur gores).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan uji coba 3 variasi teknik: (1) teknik membentuk bahan lunak/plastisin (memilin atau memipihkan); (2) teknik manipulasi bahan lembaran/kardus (menekuk/melipat hingga berdiri mandiri); (3) teknik menyambung bahan (merekatkan atau menautkan). Acuan ketercapaian: murid melakukan minimal 2 dari 3 variasi teknik secara mandiri dan aman.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan 2 butir pertanyaan teknik 3D: (1) 'Teknik apa yang kita lakukan pada kardus datar agar bisa berdiri tegak?' (Acuan jawaban benar: teknik melipat/menekuk atau menggulung menjadi bentuk bangun ruang/prisma/tabung); (2) 'Bagaimana cara membuat permukaan plastisin memiliki corak/garis?' (Acuan jawaban benar: digores menggunakan alat bantu seperti tusuk gigi/ujung penggaris atau ditekan dengan benda bertekstur).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengujian variasi teknik penggunaan alat dan bahan 3D menggunakan lembar ceklis pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Tiga DimensiBelum mampu menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan; belum menghasilkan bentukan tiga dimensi meski telah dibimbing intensif.Menguji coba 1 teknik manipulasi alat dan bahan tiga dimensi (misal: hanya memilin plastisin saja atau hanya memotong kardus) dengan bantuan guru.Menguji coba 2 variasi teknik penggunaan alat dan bahan tiga dimensi secara tepat (misal: membentuk plastisin dan menekuk kardus hingga berdiri mandiri) secara mandiri.Menguji coba 3 variasi teknik penggunaan alat dan bahan tiga dimensi secara lengkap dan tepat (teknik membentuk bahan lunak, melipat/menekuk bahan lembaran berdiri tegak, dan teknik menyambung/merekatkan) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi keselamatan dan langkah variasi teknik penggunaan alat dan bahan dapat dipahami dan dipraktikkan dengan aman oleh seluruh murid?
  • Bagian pengujian teknik mana (membentuk bahan lunak, menekuk lembaran, atau menyambung) yang paling banyak membutuhkan bimbingan tambahan?

Murid:

  • Teknik apa yang paling kamu sukai saat mencoba membentuk alat dan bahan tiga dimensi tadi?
  • Kesulitan apa yang kamu temui saat mencoba membuat kardus berdiri tegak atau saat menyambungkan bahan?

Pertemuan 3 — Membuat Sketsa dan Pola Dasar Karya Seni Rupa Diorama Berdasarkan Pengamatan Lingkungan Sekitar Melalui Imajinasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu membuat sketsa rancangan tata letak dan pola dasar elemen diorama berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengidentifikasi 2 objek lingkungan sekolah yang diamati (misal: pohon rindang di halaman, bangku taman) dan 1 ide pengubahan imajinatifnya (misal: rumah kurcaci di dahan pohon, lentera melayang di atas bangku) secara tertulis di lembar kerja awal (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati 2 contoh gambar sketsa rancangan diorama lingkungan yang dipajang guru di papan tulis: Contoh A (sketsa tata letak latar belakang, elemen tengah, dan elemen depan) serta Contoh B (pola jaring-jaring dasar kubus/balok kertas untuk elemen bangunan mini) (5 menit).
  • Murid berpasangan mengikuti tantangan cepat menggembirakan 'Tebak Letak Objek': saling menunjukkan sketsa mini 1 objek lingkungan sekitar dalam waktu 2 menit untuk menebak apakah objek tersebut cocok diletakkan di latar depan, tengah, atau belakang ruang diorama (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri membuat sketsa rancangan karya seni rupa diorama pada kertas gambar A4, yang memuat hasil pengamatan lingkungan sekitar (minimal 2 objek nyata, misal: pohon dan jalan setapak) serta sentuhan imajinasi pribadi (minimal 1 modifikasi imajinatif, misal: jembatan pelangi mini atau sarang burung fantasi) dengan pembagian area depan, tengah, dan belakang (20 menit).
  • Murid membuat pola dasar 2 dimensi (jaring-jaring atau pola lipat-gunting sederhana dari kertas/karton) untuk minimal 2 elemen objek yang nantinya akan dibentuk menjadi elemen 3 dimensi diorama (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali sketsa dan pola dasar buatannya menggunakan daftar periksa mandiri berkesadaran: kelengkapan 3 zona ruang (depan, tengah, belakang), kehadiran objek hasil pengamatan lingkungan sekitar, dan wujud ide imajinasinya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap proses pembuatan sketsa dan pola dasar diorama yang telah diselesaikan oleh murid (5 menit).
  • Murid merapikan alat gambar serta menyimpan lembar sketsa dan pola dasar di dalam map portofolio untuk digunakan pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan contoh pola cetakan dasar sederhana (pola kotak dan tabung) bagi murid yang membutuhkan panduan bentuk geometri awal.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan scaffolding berupa panduan garis bantu pembagian bidang ruang (latar depan, tengah, belakang) pada kertas sketsa.
  • Produk: Murid yang bekerja lebih cepat diperbolehkan menambahkan variasi pola dasar objek ketiga yang lebih detail berdasarkan imajinasinya (misalnya pola figur imajinatif bersayap).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan berkarya: Murid menuliskan 2 objek nyata lingkungan sekolah hasil amatan dan 1 ide pengembangan imajinasinya pada lembar identifikasi awal. Acuan kriteria: (1) Menyebutkan 2 objek nyata yang ada di lingkungan sekolah (kunci pilihan dapat berupa: pohon, pos satpam, gerbang sekolah, pot bunga, lapangan upacara, kolam, taman); (2) Menyebutkan 1 ide imajinatif yang memodifikasi atau melengkapi objek tersebut (kriteria penerimaan: gagasan imajinatif orisinal yang logis divisualisasikan dalam bentuk gambar, misal: pohon berdaun kristal, gerbang berbentuk gapura awan, bangku taman bertudung jamur raksasa).

Proses:

  • Formatif proses: Pengamatan langsung terhadap hasil sketsa rancangan dan pola dasar elemen diorama murid saat kegiatan mengaplikasi berlangsung. Acuan penilaian: (1) Sketsa memuat pembagian 3 area ruang (depan, tengah, belakang); (2) Sketsa memuat minimal 2 objek hasil pengamatan lingkungan nyata; (3) Sketsa memuat minimal 1 modifikasi imajinatif; (4) Menghasilkan minimal 2 pola dasar lipat/jaring-jaring kertas elemen pembentuk diorama yang presisi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir formatif: Pemeriksaan mandiri lembar sketsa dan pola dasar berdasarkan daftar periksa 4 butir indikator. Acuan ketercapaian: Seluruh 4 indikator pada asesmen proses terpenuhi secara lengkap pada lembar portofolio murid sebelum disimpan untuk pertemuan selanjutnya.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: lembar isian singkat identifikasi objek lingkungan nyata dan ide imajinasi.
  • Asesmen proses: lembar observasi unjuk kerja pembuatan sketsa rancangan tata letak dan pola dasar elemen diorama.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembuatan Sketsa Rancangan Diorama (Pengamatan dan Imajinasi)Sketsa belum memuat pembagian ruang (depan/tengah/belakang), memuat kurang dari 2 objek lingkungan amatan, dan belum memunculkan modifikasi imajinatif.Sketsa memuat pembagian ruang secara sederhana, memuat 2 objek lingkungan amatan, namun belum memuat unsur modifikasi imajinatif yang jelas.Sketsa memuat pembagian 3 area ruang (depan, tengah, belakang) secara lengkap, memuat 2 objek lingkungan nyata hasil amatan, serta memuat 1 modifikasi imajinatif sesuai rancangan.Sketsa memuat pembagian 3 area ruang secara terperinci dan harmonis, memuat lebih dari 2 objek lingkungan nyata amatan, serta memuat lebih dari 1 modifikasi imajinatif secara mandiri.
Pembuatan Pola Dasar Elemen Tiga DimensiBelum mampu membuat pola dasar (jaring-jaring atau pola lipat) untuk elemen diorama, pola masih berupa coretan bebas.Membuat 1 pola dasar lipat/jaring-jaring sederhana untuk elemen diorama dengan bantuan guru.Membuat 2 pola dasar lipat/jaring-jaring elemen diorama secara tepat dan mandiri sesuai sketsa yang dirancang.Membuat lebih dari 2 pola dasar lipat/jaring-jaring elemen diorama yang bervariasi secara mandiri dan siap dirakit.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2 JP mencukupi bagi seluruh murid untuk merampungkan sketsa pembagian ruang dan 2 pola dasar elemen?
  • Bagian mana dari pemberian scaffolding pola dasar lipat yang paling efektif membantu murid yang mengalami kesulitan?

Murid:

  • Objek lingkungan sekitar apa yang paling membuatmu bersemangat saat digambar ke dalam sketsa rancangan diorama?
  • Bagaimana caramu memastikan pola dasar lipatan yang kamu buat cocok dengan sketsa imajinasimu?

Pertemuan 4 — Membuat Elemen Tiga Dimensi Diorama Lingkungan Sekitar Melalui Imajinasi dan Penilaian Bertahap 9 Murid Menjelaskan Unsur Rupa dan Prinsip Desain — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa diorama
  • TP 6.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan menata kesiapan ruang kerja membuat karya seni rupa tiga dimensi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan cepat: menunjukkan contoh miniatur pohon 3D dan bertanya unsur rupa (garis, bentuk volumetrik, tekstur semu/nyata, warna) serta prinsip desain (penekanan/point of interest) pada benda tersebut (acuan: murid dapat menyebut minimal 2 unsur rupa seperti bentuk tabung/warna hijau/tekstur kasar dan prinsip penekanan/keseimbangan posisi) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu mewujudkan elemen tiga dimensi diorama berdasarkan sketsa rancangan lingkungan sekitar dengan imajinasi, sekaligus penilaian bertahap wawancara penjelasan unsur rupa dan prinsip desain untuk 9 murid giliran pertama (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati kembali sketsa dan pola dasar diorama lingkungan sekitar yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya, lalu membedah elemen apa saja yang akan dibentuk menjadi tiga dimensi (bangunan, pohon, figur, atau jalan) (10 menit).
  • Murid bermain kuis tantangan visual cepat 'Tebak Unsur & Prinsip': guru memegang model miniatur rumah mini dan miniatur pohon, lalu menantang murid menyebutkan secara serentak unsur bentuk geometris/organis, warna komplementer/harmonis, tekstur, serta prinsip keseimbangan penempatannya dalam ruang diorama untuk memantik kegembiraan berkarya (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mulai membuat elemen-elemen tiga dimensi diorama (seperti melipat dan merekatkan jaring-jaring karton menjadi bentuk balok bangunan, meremas kertas koran menjadi tekstur batuan/pohon, atau memilin plastisin menjadi figur lingkungan sekitar) sesuai hasil pengamatan dan imajinasi masing-masing (30 menit).
  • Sembari seluruh kelas aktif membuat elemen tiga dimensi, guru memanggil giliran 9 murid pertama secara bergantian ke meja guru untuk melakukan penilaian bertahap lisan: murid membawa elemen 3D yang sedang dibuat dan menjelaskan unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) serta prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris atau penekanan) yang diterapkan pada karyanya (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menghentikan sejenak kegiatan berkarya, mengamati hasil elemen tiga dimensi yang telah terbentuk di mejanya, lalu mengecek apakah bentuk dan teksturnya sudah kokoh serta sesuai dengan proporsi ruang diorama yang dirancang (10 menit).

Penutup:

  • Murid merapikan sisa bahan, alat berkarya, dan menyimpan elemen tiga dimensi yang telah dibuat ke dalam kotak penyimpanan proyek kelas dengan tertib (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap perkembangan pembuatan elemen tiga dimensi seluruh kelas dan mengingatkan kelanjutan penilaian lisan bagi murid berikutnya pada pertemuan mendatang (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alternatif bahan bentukan siap pakai (kardus beralur, spons, ranting kecil, plastisin) sesuai kompleksitas objek lingkungan yang dipilih murid.
  • Proses: Memberi bimbingan modeling pembentukan pola jaring-jaring bagi murid yang kesulitan merakit bidang datar menjadi 3D; memberikan tantangan penambahan detail tekstur atau variasi bentuk organis bagi murid yang bekerja lebih cepat.
  • Produk: Variasi jumlah dan jenis elemen tiga dimensi (minimal 2 elemen bentukan 3D mandiri yang merepresentasikan lingkungan sekitar).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan dengan menunjukkan model miniatur 3D: 'Sebutkan unsur rupa dan prinsip desain yang kalian amati pada miniatur ini?' (Acuan jawaban benar: murid menyebutkan unsur rupa seperti bentuk tiga dimensi silinder/balok, tekstur kasar/halus, warna kontras/senada; serta prinsip desain seperti penekanan pusat perhatian atau keseimbangan penataan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pembuatan elemen 3D: ketercapaian mengubah bahan menjadi bentuk tiga dimensi (bervolume panjang, lebar, tinggi) berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekitar dan imajinasi.
  • Wawancara penilaian bertahap 9 murid menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain diorama dengan daftar acuan pertanyaan: (1) Unsur rupa apa saja yang kamu terapkan pada elemen buatanmu? [Acuan: garis tepi/kontur, bidang alas/dinding, bentuk geometris/organis bervolume, warna penegas, dan tekstur raba/nyata]; (2) Prinsip desain apa yang kamu atur pada penempatan elemen ini? [Acuan: keseimbangan simetris/asimetris tata letak atau penekanan/fokus utama pemandangan diorama].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/refleksi akhir pengerjaan: murid mengisi kartu kendali progres karya dengan mencentang elemen 3D yang sudah selesai dibuat (acuan ketercapaian: minimal 2 elemen 3D lingkungan sekitar telah terwujud secara kokoh dan bervolume).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pembuatan karya tiga dimensi diorama berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar melalui lembar observasi proses berkarya
  • Penilaian lisan bertahap 9 murid menjelaskan unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dan prinsip desain (keseimbangan, penekanan) pada karya diorama menggunakan rubrik analitis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Unsur Rupa dalam Diorama (TP 6.3.1)Belum mampu menjelaskan unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat pada elemen diorama buatannya meski telah dipandu.Mampu menjelaskan 1 sampai 2 unsur rupa (dari garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) pada elemen diorama buatannya dengan panduan guru.Mampu menjelaskan 3 sampai 4 unsur rupa (dari garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) pada elemen diorama buatannya secara tepat dan mandiri.Mampu menjelaskan seluruh 5 unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) pada elemen diorama buatannya secara tepat, rinci, dan mandiri.
Menjelaskan Prinsip Desain dalam Diorama (TP 6.3.1)Belum mampu menjelaskan prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris atau penekanan) pada penataan elemen diorama.Mampu menjelaskan salah satu prinsip desain (keseimbangan atau penekanan) dengan bantuan pertanyaan pemantik dari guru.Mampu menjelaskan salah satu prinsip desain (keseimbangan atau penekanan) pada penataan elemen diorama secara tepat dan mandiri.Mampu menjelaskan kedua prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) pada penataan elemen diorama secara tepat dan mandiri.
Membuat Elemen Tiga Dimensi Berdasarkan Pengamatan Lingkungan dan Imajinasi (TP 6.3.3)Belum mampu membentuk bahan menjadi elemen tiga dimensi (masih berbentuk lembaran datar 2D) atau belum memuat objek lingkungan sekitar.Mampu membuat 1 elemen tiga dimensi sederhana yang merepresentasikan lingkungan sekitar berdasarkan imajinasi dengan bantuan guru.Mampu membuat minimal 2 elemen tiga dimensi yang bervolume (memiliki panjang, lebar, tinggi) secara proporsional sesuai pengamatan lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi secara mandiri.Mampu membuat lebih dari 2 elemen tiga dimensi yang bervolume kokoh, detail, dan variatif sesuai pengamatan lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu pembuatan elemen 3D dan penilaian lisan bertahap 9 murid berjalan efektif tanpa mengganggu konsentrasi murid lain?
  • Bagian teknik bentukan 3D mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis dari guru?

Murid:

  • Bagian elemen tiga dimensi mana yang paling berhasil dan memuaskan imajinasimu hari ini?
  • Kesulitan apa yang kamu hadapi saat menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dari elemen yang kamu buat?

Pertemuan 5 — Merefleksikan dan Mengapresiasi Draf Karya Diri Sendiri dan Teman Sekelas Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa serta Penilaian Bertahap 9 Murid Menjelaskan Unsur Rupa dan Prinsip Desain — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa diorama
  • TP 6.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama, lalu memeriksa kehadiran serta menyiapkan draf diorama yang telah dibuat murid pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merefleksikan draf karya sendiri dan mengapresiasi karya teman menggunakan kosakata seni rupa, serta melanjutkan asesmen bertahap penjelasan lisan unsur rupa dan prinsip desain untuk giliran 9 murid berikutnya (5 menit).
  • Murid mengikuti asesmen awal diagnostik cepat berupa kuis lisan mencocokkan kartu kosakata seni rupa; guru menampilkan 3 istilah pada kartu: (1) 'Tekstur nyata', (2) 'Keseimbangan asimetris', dan (3) 'Pusat perhatian/penekanan', lalu murid secara cepat menunjukkan contoh fisiknya pada salah satu contoh draf diorama model kelas (acuan: tekstur nyata ditunjukkan pada permukaan kasar tempelan ranting/karton bergerigi; keseimbangan asimetris ditunjukkan pada penempatan elemen berbeda ukuran di kiri dan kanan namun tetap seimbang visual; penekanan ditunjukkan pada figur utama pohon/hewan yang warnanya paling mencolok dan ukurannya paling dominan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak panduan guru mengenai cara menguraikan draf karya menggunakan format apresiasi berkesadaran yang memuat 4 unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) dan 2 prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris dan penekanan/pusat perhatian) (10 menit).
  • Dalam suasana menggembirakan melalui 'Permainan Detektif Seni Berpasangan', setiap pasangan murid saling menukar draf karyanya selama 2 menit untuk menemukan 1 unsur rupa paling menonjol dan 1 bagian yang menjadi pusat perhatian (penekanan) dengan kartu petunjuk kata kunci (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Setiap murid menuliskan lembar refleksi diri atas draf karyanya sendiri: mengidentifikasi unsur rupa yang sudah berhasil dimunculkan, prinsip desain yang diterapkan (keseimbangan dan penekanan), serta bagian draf yang masih memerlukan perbaikan sebelum penyelesaian akhir (15 menit).
  • Secara bergantian dalam kelompok meja (berisi 4 murid), murid melakukan 'Pameran Mini Draf Meja' untuk saling mengamati dan menuliskan 1 lembar apresiasi apresiatif-kritis kepada draf teman menggunakan kosakata seni rupa baku (garis kontur, bentuk tiga dimensi, variasi warna, tekstur buatan, keseimbangan, pusat perhatian) (20 menit).
  • Secara paralel saat murid melakukan refleksi mandiri dan apresiasi teman, guru memanggil 9 murid giliran asesmen bertahap pertemuan 5 satu per satu ke meja guru untuk menunjukkan draf dioramanya dan menjelaskan secara lisan: (a) 2 unsur rupa yang digunakan beserta fungsinya, dan (b) penerapan prinsip penekanan/keseimbangan pada karya diorama tersebut (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua orang perwakilan murid membacakan lembar refleksi diri dan apresiasi yang diterimanya dari teman, menyadari bagaimana penggunaan kosakata seni rupa mempermudah mereka memahami kekuatan dan bagian draf yang perlu dirapikan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan pentingnya kosakata seni rupa dalam menyampaikan umpan balik objektif dan saling menghargai gagasan artistik (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil refleksi kelas dan ketercapaian asesmen lisan 9 murid pertemuan 5, serta mengingatkan seluruh murid untuk menyiapkan karya diorama lengkap beserta catatan perbaikan untuk sesi asesmen sumatif bab pada Pertemuan 6 (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan daftar panduan kosakata seni rupa bergambar (glosarium mini visual: garis, bidang, bentuk geometris/organik, tekstur kasar/halus, warna kontras/harmonis, penekanan) bagi murid yang membutuhkan bantuan istilah, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu tantangan analisis hubungan warna kontras dengan prinsip penekanan.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan merangkai kalimat apresiasi tertulis diberikan templat kalimat rumpang ('Karya ini memiliki penekanan pada bagian ... karena menggunakan warna/ukuran ...'), sementara murid yang mahir didorong membandingkan keseimbangan sisi kiri dan kanan draf teman secara terperinci.
  • Produk: Umpan balik apresiasi draf karya teman dapat diserahkan dalam bentuk format isian terstruktur 3 butir bagi murid yang membutuhkan perancah, atau catatan telaah apresiasi naratif komprehensif bagi murid berkemampuan tinggi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman kosakata seni rupa: Murid mencocokkan 3 kartu istilah dengan bukti fisik pada draf model diorama di depan kelas. Butir kartu: (1) 'Tekstur nyata' (acuan: murid menunjuk permukaan kasar tempelan potongan karton/ranting asli), (2) 'Keseimbangan asimetris' (acuan: murid menunjuk susunan objek di sisi kiri dan kanan yang berbeda bentuk/ukuran tetapi bobot visualnya seimbang), (3) 'Pusat perhatian/penekanan' (acuan: murid menunjuk objek figur pohon/hewan yang warnanya paling mencolok/ukurannya paling dominan dibanding latar belakang).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid mengisi kartu apresiasi teman: guru memantau ketepatan penggunaan minimal 3 kosakata seni rupa baku (garis, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan, penekanan) dalam kalimat ulasan.
  • Wawancara lisan terstruktur (giliran 9 murid pertemuan 5): Guru mengajukan dua pertanyaan: (1) 'Tunjukkan dan jelaskan 2 unsur rupa pada dioramamu!', (2) 'Bagaimana caramu membuat bagian utama diorama menjadi pusat perhatian/seimbang?' (acuan: murid menyebutkan unsur rupa dengan menunjuk wujud konkretnya serta menjelaskan letak fokus/keseimbangan komposisinya).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup pada lembar tiket keluar (exit ticket): Murid melengkapi 1 kalimat refleksi operasional: 'Dalam draf diorama milik (nama teman), unsur rupa yang paling berhasil adalah ... karena ..., dan prinsip desain yang terlihat adalah ...' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan minimal 1 unsur rupa nyata pada karya teman dan 1 prinsip desain [keseimbangan/penekanan] dengan alasan visual yang sesuai wujud karya).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja Lisan: Penjelasan unsur rupa dan prinsip desain pada karya diorama untuk giliran 9 murid bertahap menggunakan daftar periksa rubrik ketercapaian TP 6.3.1
  • Penilaian Dokumen Refleksi dan Apresiasi Sejawat: Pemeriksaan ketepatan pemakaian kosa kata seni rupa pada lembar refleksi diri dan kartu apresiasi draf karya teman (TP 6.3.4)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Karya Seni Rupa Diorama (TP 6.3.1)Belum mampu menjelaskan unsur rupa maupun prinsip desain pada draf karya diorama secara lisan walau telah diberikan pertanyaan pemandu oleh guru.Menjelaskan 1 unsur rupa saja atau 1 prinsip desain saja pada draf karya diorama secara lisan dengan bimbingan dan pertanyaan pemandu intensif dari guru.Menjelaskan 2 unsur rupa (garis/bentuk/warna/tekstur) dan 1 prinsip desain (keseimbangan/penekanan) pada draf karya diorama secara tepat dengan mandiri.Menjelaskan lebih dari 2 unsur rupa serta kedua prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) beserta fungsinya dalam komposisi draf karya diorama secara lengkap, tepat, dan mandiri.
Merefleksikan Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa (TP 6.3.4)Menuliskan refleksi draf karya sendiri tanpa menggunakan kosa kata seni rupa (hanya ungkapan umum seperti 'bagus' atau 'kurang rapi').Menuliskan refleksi draf karya sendiri dengan menggunakan 1 kosa kata seni rupa (misal: warna atau bentuk saja) dan belum mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki.Menuliskan refleksi draf karya sendiri secara jelas dengan menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa yang tepat serta mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki.Menuliskan refleksi draf karya sendiri secara mendalam dan runtut menggunakan lebih dari 3 kosa kata seni rupa yang relevan disertai alasan visual serta rencana tindak lanjut perbaikan draf secara terperinci.
Mengapresiasi Karya Teman Sekelas Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa (TP 6.3.4)Menuliskan catatan apresiasi karya teman hanya berupa penilaian suka/tidak suka tanpa memuat kosa kata seni rupa.Menuliskan catatan apresiasi karya teman dengan memuat 1-2 kosa kata seni rupa namun penempatannya belum tepat menggambarkan wujud karya draf teman.Menuliskan catatan apresiasi karya teman secara objektif menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa (misal: bentuk, tekstur, penekanan) yang sesuai dengan wujud visual draf karya teman.Menuliskan catatan apresiasi karya teman secara komprehensif menggunakan lebih dari 3 kosa kata seni rupa yang tepat, menguraikan keunggulan komposisi visual dan memberikan saran perbaikan yang konstruktif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk penilaian bertahap 9 murid menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain berjalan efektif tanpa mengabaikan pendampingan aktivitas refleksi dan apresiasi murid lainnya di kelas?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menggunakan kosakata baku seni rupa saat memberikan umpan balik pada karya draf teman sekelas?

Murid:

  • Bagian mana dari draf dioramaku yang menurut teman dan diriku sendiri sudah menunjukkan pusat perhatian (penekanan) yang kuat?
  • Kosakata seni rupa apa saja yang baru berhasil kugunakan secara tepat saat mengulas karya draf temanku hari ini?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.3.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa diorama
  • TP 6.3.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk pembuatan karya seni rupa tiga dimensi
  • TP 6.3.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
  • TP 6.3.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif, memeriksa kehadiran 28 murid, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 3 yang mencakup penyelesaian akhir karya diorama, konfirmasi lisan, serta refleksi dan apresiasi kelas (3 menit).
  • Guru membagikan Lembar Penilaian Diri dan Apresiasi Karya serta menjelaskan alur teknis 3 agenda sumatif: penyelesaian akhir produk individual, tes lisan konfirmasi untuk 10 murid tersisa, dan pengamatan galeri apresiasi mandiri (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai kriteria ketuntasan karya diorama (kekokohan rakitan elemen, penerapan variasi teknik pengolahan bahan lem/gunting/rangkai, dan keterpaduan tata letak lingkungan sekitar) serta tata tertib pengerjaan mandiri tanpa intervensi pihak lain (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh 28 murid secara individual serentak bekerja menyelesaikan penataan akhir karya diorama tiga dimensi bertema lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi serta merapikan variasi teknik alat dan bahan (memotong, menempel, merakit latar, figur, dan vegetasi) hingga siap dipajang (45 menit).
  • Sambil murid lain menuntaskan karya dan menata pajang di mejanya, guru memanggil 10 murid tersisa secara bergiliran (murid nomor presensi 19 sampai 28; 18 murid lainnya telah dinilai pada pertemuan 4 dan 5) untuk tes lisan konfirmasi unsur rupa dan prinsip desain diorama selama 2 menit per anak ditambah transisi pencatatan rubrik (Daftar pertanyaan dan acuan jawaban: 1. Sebutkan unsur rupa dominan pada dioramamu! Acuan jawaban: menyebutkan minimal 2 unsur rupa dengan tepat antara bentuk, ruang/kedalaman, warna, tekstur, atau garis. 2. Jelaskan prinsip desain yang kamu terapkan dalam menata objek diorama! Acuan jawaban: menjelaskan penerapan proporsi perbandingan ukuran figur dengan latar, keseimbangan letak elemen kiri-kanan/depan-belakang, atau pusat perhatian/aksen utama objek) (25 menit).
  • Seluruh 28 murid secara serentak melakukan tur keliling galeri meja kelas untuk mengamati karya diorama rekan-rekannya, kemudian duduk mandiri mengisi Lembar Refleksi dan Apresiasi: menuliskan 1 refleksi karya diri sendiri (kekuatan teknik dan penerapan unsur rupa) serta menuliskan catatan apresiasi untuk minimal 1 karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang relevan (seperti komposisi, proporsi, perspektif ruang, kedalaman, tekstur nyata/semu) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh artefak sumatif berupa karya fisik diorama tiga dimensi bernama dan Lembar Refleksi Diri serta Apresiasi Teman ke meja guru secara tertib (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi penutupan terhadap seluruh rangkaian asesmen sumatif bab 3, mengapresiasi kerja mandiri, ketekunan, dan kejujuran artistik seluruh murid dalam menyelesaikan diorama tiga dimensi (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks pertanyaan panduan tes lisan dan format lembar apresiasi disediakan dalam tulisan cetak besar di papan tulis tanpa mengubah standar kompetensi yang diuji.
  • Proses: Akomodasi pengerjaan: murid yang membutuhkan kenyamanan gerak diberikan keleluasaan posisi meja kerja saat menata diorama tanpa mengurangi kriteria kemandirian karya.
  • Produk: Standar pembuktian tetap setara untuk seluruh murid: artefak karya fisik diorama 3D individual, hasil konfirmasi lisan unsur dan prinsip desain, serta artefak lembar refleksi dan apresiasi tertulis.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian produk terpadu, tes lisan konfirmasi, dan refleksi tertulis apresiatif: Karya diorama tiga dimensi bertema lingkungan sekitar yang menunjukkan uji coba teknik bahan, penjelasan lisan mengenai unsur rupa dan prinsip desain diorama, serta lembar refleksi dan apresiasi karya sendiri dan teman
  • penilaian produk dan unjuk kerja: 28 murid bekerja secara individual serentak selama 50 menit menyelesaikan penataan akhir karya diorama tiga dimensi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar melalui imajinasi serta mengaplikasikan variasi teknik pengolahan alat dan bahan (menempel, merakit, menyusun). Artefak produk diorama individual bernama dikumpulkan dan dinilai guru sesudah kegiatan dengan rubrik produk dan teknik. (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa tiga dimensi dan variasi teknik bahan)
  • tes lisan: Penjelasan lisan unsur rupa dan prinsip desain diorama. Dilaksanakan secara bertahap: pada pertemuan 4 dan 5 (sesi latihan TP 1), guru telah mengamati 18 murid saat konsultasi karya (masing-masing 1,5 menit = 27 menit pada jam JP reguler latihan). Pada slot sumatif terakhir, sisa 10 murid dinilai bergiliran: 10 murid × 2 menit = 20 menit + 5 menit transisi/pencatatan = 25 menit <= 25 menit durasi tugas. Murid lain yang sedang tidak dites melakukan penataan pajang diorama mandiri. (25 menit; individual; instrumen: pedoman tes lisan dan checklist identifikasi unsur rupa serta prinsip desain)
  • penilaian antarteman dan refleksi tertulis: 28 murid secara serentak berkeliling mengamati galeri karya diorama kelas lalu mengisi lembar refleksi karya diri sendiri dan catatan apresiasi terhadap karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai selama 30 menit. Artefak lembar refleksi dan apresiasi individual dikumpulkan dan diperiksa guru sesudah sesi. (30 menit; individual; instrumen: lembar refleksi diri dan lembar apresiasi karya teman sekelas berskala rubrik deskriptif)

Sumatif:

  • penilaian produk terpadu, tes lisan konfirmasi, dan refleksi tertulis apresiatif: Karya diorama tiga dimensi bertema lingkungan sekitar yang menunjukkan uji coba teknik bahan, penjelasan lisan mengenai unsur rupa dan prinsip desain diorama, serta lembar refleksi dan apresiasi karya sendiri dan teman
  • penilaian produk dan unjuk kerja: 28 murid bekerja secara individual serentak selama 50 menit menyelesaikan penataan akhir karya diorama tiga dimensi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar melalui imajinasi serta mengaplikasikan variasi teknik pengolahan alat dan bahan (menempel, merakit, menyusun). Artefak produk diorama individual bernama dikumpulkan dan dinilai guru sesudah kegiatan dengan rubrik produk dan teknik. (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa tiga dimensi dan variasi teknik bahan)
  • tes lisan: Penjelasan lisan unsur rupa dan prinsip desain diorama. Dilaksanakan secara bertahap: pada pertemuan 4 dan 5 (sesi latihan TP 1), guru telah mengamati 18 murid saat konsultasi karya (masing-masing 1,5 menit = 27 menit pada jam JP reguler latihan). Pada slot sumatif terakhir, sisa 10 murid dinilai bergiliran: 10 murid × 2 menit = 20 menit + 5 menit transisi/pencatatan = 25 menit <= 25 menit durasi tugas. Murid lain yang sedang tidak dites melakukan penataan pajang diorama mandiri. (25 menit; individual; instrumen: pedoman tes lisan dan checklist identifikasi unsur rupa serta prinsip desain)
  • penilaian antarteman dan refleksi tertulis: 28 murid secara serentak berkeliling mengamati galeri karya diorama kelas lalu mengisi lembar refleksi karya diri sendiri dan catatan apresiasi terhadap karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai selama 30 menit. Artefak lembar refleksi dan apresiasi individual dikumpulkan dan diperiksa guru sesudah sesi. (30 menit; individual; instrumen: lembar refleksi diri dan lembar apresiasi karya teman sekelas berskala rubrik deskriptif)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembuatan Karya Diorama dan Variasi Teknik Bahan (TP 6.3.2 & TP 6.3.3)Diorama belum terangkai utuh, objek lepas/tidak kokoh, hanya menggunakan 1 teknik tempel sederhana tanpa variasi teknik bahan, dan tidak mencerminkan objek lingkungan sekitar.Diorama terangkai namun konstruksi kurang stabil, menerapkan 2 variasi teknik bahan (misal memotong dan menempel saja), objek lingkungan sekitar dibuat dengan imajinasi yang masih sangat terbatas.Diorama kokoh dan rapi, menerapkan minimal 3 variasi teknik pengolahan bahan (memotong, merekat/menempel, dan merakit/menyusun tumpuk) dengan tepat, serta berhasil mewujudkan bentuk lingkungan sekitar melalui imajinasi.Diorama sangat kokoh, terpadu rapi, menerapkan lebih dari 3 variasi teknik pengolahan bahan secara mandiri dan presisi, serta menampilkan detail imajinatif lingkungan sekitar yang sangat kaya.
Penjelasan Lisan Unsur Rupa dan Prinsip Desain (TP 6.3.1)Belum mampu menyebutkan unsur rupa maupun prinsip desain yang ada pada dioramanya secara tepat meski telah dipandu.Menyebutkan hanya 1 unsur rupa (antara bentuk, ruang, warna, atau tekstur) dan belum mampu menjelaskan prinsip desain (proporsi/keseimbangan/pusat perhatian) pada karyanya.Menjelaskan dengan tepat minimal 2 unsur rupa (acuan: bentuk, ruang/kedalaman, warna, tekstur) dan 1 prinsip desain (acuan: proporsi ukuran antar-objek, keseimbangan komposisi latar-depan, atau pusat perhatian diorama) pada karyanya.Menjelaskan secara runtut dan mandiri seluruh unsur rupa dominan (bentuk, ruang kedalaman, tekstur, warna) serta prinsip desain (proporsi, keseimbangan penataan, dan pusat perhatian utama) pada karyanya.
Refleksi dan Apresiasi Karya Seni Rupa (TP 6.3.4)Lembar refleksi dan apresiasi tidak terisi atau hanya menuliskan komentar umum di luar konteks karya (misal: bagus, jelek) tanpa kosakata seni rupa.Mengisi refleksi diri atau apresiasi teman namun belum menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (hanya menyebut warna atau ukuran biasa).Mengisi refleksi diri serta apresiasi karya teman dengan tepat menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa yang sesuai (acuan kosakata yang dinilai: komposisi, proporsi, perspektif/kedalaman ruang, tekstur, aksen/pusat perhatian).Mengisi refleksi diri yang mendalam serta catatan apresiasi karya teman secara komprehensif menggunakan lebih dari 2 kosakata seni rupa secara tepat dan kontekstual.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk penataan akhir dan 25 menit untuk konfirmasi lisan 10 murid berjalan tertib dan mencukupi?
  • Bagaimana capaian murid secara umum dalam menghubungkan pengamatan lingkungan dengan imajinasi bentuk tiga dimensi?
  • Apakah instrumen rubrik sumatif mampu membedakan tingkat penguasaan kompetensi teknik dan pemahaman unsur rupa secara objektif?

Murid:

  • Bagian mana dari pembuatan diorama tiga dimensi ini yang paling menunjukkan kemampuan terbaikku dalam mengolah bahan?
  • Kosakata seni rupa apa saja yang berhasil kugunakan untuk menilai kelebihan karya diorama temanku hari ini?
  • Apa tantangan terbesar yang kuhadapi saat menata elemen lingkungan sekitar ke dalam kotak diorama tiga dimensi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Bab 3: Ideku, Gagasanku
  2. Model fisik atau foto diorama tiga dimensi (tema hutan dan suasana pesisir desa nelayan)
  3. Set kartu detektif rupa (4 kartu petunjuk unsur rupa dan prinsip desain)
  4. Lembar Analisis Karya Diorama terstruktur
  5. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen 2025), Bab 3: Ideku, Gagasanku
  6. Bahan: Plastisin/clay modelling, kardus bekas kemasan, kertas karton/manila
  7. Alat: Gunting anak, lem kertas, selotip kertas, penggaris, tusuk gigi/stik es krim
  8. Kertas gambar A4 dan kertas karton tebal/manila
  9. Pensil, penghapus, dan penggaris
  10. Contoh gambar visual sketsa pembagian ruang diorama dan bagan pola dasar jaring-jaring benda mini
  11. Bahan bentukan: karton/kardus bekas, plastisin, kertas koran/lipat, gunting, lem perekat, cat/pewarna
  12. Sketsa rancangan dan pola dasar diorama milik murid dari pertemuan sebelumnya
  13. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Bab 3 'Ideku, Gagasanku'
  14. Draf karya diorama tiga dimensi milik murid
  15. Glosarium visual kosa kata seni rupa (kartu istilah: garis, bidang, bentuk, warna kontras/harmonis, tekstur nyata/semu, keseimbangan simetris/asimetris, penekanan/pusat perhatian)
  16. Lembar kerja refleksi diri dan kartu apresiasi sejawat
  17. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  18. Karya draf diorama individual murid yang dirintis dari pertemuan 3, 4, dan 5.
  19. Alat perekat (lem tembak/lem fox/selotip), gunting, alat potong aman, bahan daur ulang pelengkap.
  20. Lembar Refleksi Diri dan Lembar Apresiasi Teman Sekelas Cetak.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.