MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 2 — Belajar dari Karya Orang Lain INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Belajar dari Karya Orang Lain |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 35 menit = 560 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.2.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa
- TP 6.2.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan
- TP 6.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman melalui pengembangan imajinasi
- TP 6.2.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja unsur visual yang dapat kalian temukan saat mengamati sebuah lukisan atau gambar?
- Bagaimana susunan garis, warna, dan bidang dapat membuat sebuah karya seni rupa tampak seimbang atau memiliki bagian yang paling mencolok?
- Bagaimana perbedaan efek visual yang dihasilkan saat krayon digosokkan mendatar dibandingkan dengan ditekan ujungnya secara tegak?
- Apa yang terjadi pada kertas saat kita menguji coba teknik menggosok (frottage) di atas permukaan koin atau daun kasar?
- Peristiwa atau tempat berkesan apa dalam hidupmu yang paling kamu ingat hingga hari ini?
- Bagaimana caramu menambahkan unsur imajinasi atau hal unik yang tidak nyata ke dalam gambar pengalaman nyata tersebut?
- Bagaimana pilihan warna dapat mengubah suasana dan imajinasi dalam sketsa pengalaman yang telah kamu buat?
- Mengapa kita perlu memulai pewarnaan dari lapisan warna dasar pada bidang gambar?
- Bagaimana caramu menjelaskan keunikan warna atau garis pada lukisan yang telah kamu buat sendiri?
- Kosakata seni rupa apa yang tepat untuk menggambarkan bagian paling menarik dari karya temanmu?
- Bagaimana kita menuangkan pengalaman dan imajinasi menjadi karya seni rupa dua dimensi yang utuh?
- Bagaimana cara kita menjelaskan unsur rupa serta merefleksikan karya menggunakan kosakata seni rupa yang tepat?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Unsur Rupa dan Prinsip Desain dalam Karya Seni Rupa Dua Dimensi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa dua dimensi (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan satu gambar lukisan pemandangan di layar dan mengajukan 2 pertanyaan pemantik terstruktur untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai unsur garis/warna dan prinsip keseimbangan (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru berbantu media tayang mengenai 5 unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dan 2 prinsip desain utama (keseimbangan simetris/asimetris dan penekanan/titik fokus) pada karya dua dimensi (15 menit).
- Murid mengamati lembar peraga 'Karya A: Lukisan Pohon Simetris' dan 'Karya B: Komposisi Abstrak Bentuk Geometris Berwarna Kontras' untuk mengidentifikasi keberadaan unsur dan prinsip desain secara terpandu bersama guru (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Detektif Unsur dan Prinsip Rupa' yang memuat reproduksi 'Karya C: Lukisan Pasar Tradisional' kepada setiap murid (5 menit).
- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Tebak Unsur & Prinsip' di mana satu murid menunjuk bagian karya lalu pasangannya menjelaskan unsur dan prinsip yang bekerja, bergantian secara aktif dan ceria (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja untuk menjelaskan secara tertulis: (1) 3 jenis unsur rupa (garis, warna, bidang) yang tampak pada karya beserta letaknya, dan (2) 2 prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) yang diterapkan dalam karya tersebut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid membahas bersama hasil analisis lembar kerja, memeriksa ketepatan penjelasan unsur rupa dan prinsip desain dengan mencocokkan acuan kunci jawaban kelas (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai fungsi unsur rupa dan prinsip desain dalam membangun keharmonisan karya dua dimensi (8 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan murid, menginformasikan materi eksplorasi teknik alat dan bahan untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup kelas dengan doa (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar peraga dengan penanda warna visual bagi murid yang memerlukan dukungan identifikasi unsur rupa, serta menyediakan reproduksi karya seni yang lebih kompleks bagi murid yang berpikiran cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kosakata bantu (garis lurus/lengkung, warna primer/sekunder, simetris/asimetris), sedangkan murid yang lebih cepat diarahkan menjelaskan keterkaitan antara kontras warna dengan terciptanya prinsip penekanan.
- Produk: Semua murid menghasilkan penjelasan tertulis mengenai unsur dan prinsip desain pada Lembar Kerja Detektif Unsur dan Prinsip Rupa sesuai rubrik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menampilkan gambar lukisan pemandangan dan menanyakan 2 butir diagnostik: (1) Sebutkan 2 unsur rupa yang paling dominan terlihat pada gambar ini! (Acuan jawaban benar: garis dan warna, atau bidang dan warna); (2) Apakah susunan gambar di sisi kiri dan kanan tampak sama berat atau seimbang? Disebut apakah prinsip penyusunan tersebut? (Acuan jawaban benar: seimbang / prinsip keseimbangan simetris atau asimetris).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam aktivitas 'Tebak Unsur & Prinsip' dan pemeriksaan lembar kerja mandiri dengan acuan: (1) Penjelasan unsur garis: menyebutkan jenis garis (misal garis lengkung/lurus pada atap kios dan figur orang); (2) Penjelasan unsur warna: menyebutkan variasi warna hangat/dingin atau cerah/gelap yang digunakan; (3) Penjelasan unsur bidang: menyebutkan bentuk bidang geometris/organik pada objek tenda dan dagangan; (4) Penjelasan prinsip keseimbangan: menjelaskan tata letak objek di sisi kiri dan kanan sehingga karya terasa stabil; (5) Penjelasan prinsip penekanan: menjelaskan bagian utama yang paling mencolok pandangan (titik fokus) akibat kontras warna atau ukuran.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa 2 pertanyaan reflektif-konseptual: (1) Apa perbedaan utama antara unsur rupa garis dan bidang? (Acuan: garis adalah goresan memanjang, sedangkan bidang adalah area yang dibatasi oleh garis/pertemuan ujung garis); (2) Bagaimana prinsip penekanan (emphasis) dibuat dalam karya dua dimensi? (Acuan: melalui perbedaan warna mencolok, kontras ukuran, atau penempatan di pusat komposisi).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep dasar unsur dan prinsip seni rupa.
- Asesmen formatif tertulis melalui Lembar Kerja 'Detektif Unsur dan Prinsip Rupa' pada tahap Mengaplikasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Unsur Rupa dalam Karya Dua Dimensi | Belum mampu menjelaskan unsur rupa (garis, bidang, warna) pada karya seni yang diamati atau penjelasan keliru seluruhnya. | Menjelaskan 1 jenis unsur rupa (garis, bidang, atau warna) yang terdapat pada karya secara tepat sesuai acuan visual karya. | Menjelaskan 2 jenis unsur rupa (misalnya garis dan warna, atau bidang dan warna) yang terdapat pada karya secara tepat sesuai acuan visual karya. | Menjelaskan secara lengkap dan tepat ketiga unsur rupa (garis, bidang, dan warna) yang terdapat pada karya beserta karakteristik visualnya sesuai acuan. | | Penjelasan Prinsip Desain dalam Karya Dua Dimensi | Belum mampu menjelaskan prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) yang diterapkan dalam karya dua dimensi. | Menjelaskan 1 prinsip desain (keseimbangan saja atau penekanan saja) dalam karya secara tepat sesuai acuan komposisi. | Menjelaskan kedua prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) dalam karya secara tepat, namun uraian keterkaitannya masih terbatas. | Menjelaskan kedua prinsip desain (keseimbangan dan penekanan) secara tepat, jelas, dan rinci dengan menunjukkan bagian karya yang menjadi bukti penerapannya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media visual lukisan efektif membantu murid memahami perbedaan antara unsur rupa dan prinsip desain?
- Bagian penjelasan mana yang masih membutuhkan penguatan tambahan bagi murid sebelum melangkah ke praktik eksplorasi teknik di pertemuan berikutnya?
Murid:- Unsur rupa dan prinsip desain apa yang paling mudah kamu temukan saat mengamati karya lukisan tadi?
- Apa kesulitan yang kamu hadapi ketika harus menjelaskan alasan sebuah gambar dikatakan seimbang?
Pertemuan 2 — Menguji Coba Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan serta Pengumpulan Portofolio Artefak Eksplorasi 28 Murid — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran 28 murid, serta menata area kerja eksplorasi alat dan bahan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 jenis goresan pada kertas (goresan arsir pensil dan goresan cap pelepah pisang) lalu meminta murid menyebutkan alat/bahan yang menghasilkan karakter goresan tersebut (acuan: goresan garis tipis rapat = pensil/arsir; bercak bermotif pori melingkar = pelepah pisang/cap cetak) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru tentang 3 variasi teknik penggunaan alat dan bahan: (1) teknik gosok/frottage menggunakan krayon mendatar di atas permukaan benda bertekstur, (2) teknik cap/stamping menggunakan potongan pelepah pisang atau spons berpewarna basah, dan (3) teknik dusel/rubbing menggunakan pensil 2B yang dibaurkan dengan jari atau tisu (15 menit).
- Murid menyimak lembar kerja eksperimen yang memuat 3 kotak eksplorasi teknik dan memahami prosedur keselamatan kerja dalam menggunakan bahan pewarna serta alat bantu (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri melakukan uji coba variasi teknik pertama, yaitu teknik gosok (frottage) dengan meletakkan daun berurat menonjol di bawah kertas gambar dan menggosokkan sisi krayon secara merata hingga jejak tekstur daun tercetak jelas di kotak eksperimen 1 (15 menit).
- Murid melakukan permainan tantangan eksplorasi gembira 'Uji Jejak Berbeda': murid mencoba variasi teknik kedua berupa teknik cap (stamping) menggunakan cetakan pelepah pisang dan teknik ketiga berupa teknik dusel pensil di atas kertas pada kotak eksperimen 2 dan 3 untuk menemukan perbedaan kerapatan pigmen (20 menit).
- Setiap murid dari 28 murid merapikan dan memberi identitas nama pada lembar artefak hasil uji coba 3 variasi teknik untuk dikumpulkan ke dalam map portofolio kelas (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi artefak eksplorasinya sendiri dengan menandai teknik mana yang menghasilkan tekstur paling tegas dan teknik mana yang menghasilkan efek paling halus pada lembar refleksi artefak (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid memeriksa kelengkapan 28 lembar artefak portofolio yang telah terkumpul di meja guru dan menyimpulkan karakter masing-masing teknik penggunaan alat dan bahan (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut bahwa portofolio artefak eksplorasi teknik ini akan dijadikan acuan visual pada pertemuan berikutnya saat membuat sketsa karya seni rupa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan beragam pilihan media cetak alami (daun berurat kasar, pelepah pisang, uang koin, atau potongan kardus bergelombang) untuk variasi uji coba teknik gosok dan cap.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan memegang krayon dengan posisi rebah saat menggosok; murid yang cepat mengeksplorasi dapat mencoba variasi tekanan pensil dusel dari tebal ke tipis pada bidang uji.
- Produk: Artefak lembar portofolio memuat minimal 3 kotak uji teknik (gosok/frottage, cap/stamping, dan dusel/rubbing) yang diselesaikan oleh masing-masing dari 28 murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid mengamati 2 contoh jejak rupa pada kertas dan menentukan alat serta bahan penghasilnya. Acuan jawaban: (1) Garis tipis lurus berulang dihasilkan oleh pensil dengan teknik arsir; (2) Bentuk cap berpori alami dihasilkan oleh penampang pelepah pisang/spons basah dengan pewarna.
Proses:- Lembar pengamatan formatif unjuk kerja eksplorasi: Guru memeriksa keterlaksanaan uji coba pada 3 variasi teknik (frottage, stamping, dusel) sesuai prosedur penggunaan alat dan bahan yang aman dan tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek artefak portofolio eksplorasi: Verifikasi hasil uji coba pada lembar portofolio 28 murid. Kriteria penerimaan operasional: Lembar kerja memuat 3 bidang uji coba yang terisi jejak teknik berbeda secara jelas (kotak 1: jejak frottage bertekstur daun/koin; kotak 2: jejak cap pelepah/spons; kotak 3: bauran dusel pensil).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menguji coba 3 variasi teknik penggunaan alat dan bahan (frottage, stamping, dusel)
- Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan artefak portofolio eksplorasi teknik dari 28 murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Uji Coba Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan | Murid hanya menguji coba 1 variasi teknik penggunaan alat dan bahan, serta jejak visual pada artefak belum tampak jelas. | Murid menguji coba 2 variasi teknik penggunaan alat dan bahan dengan prosedur yang sesuai dan menghasilkan jejak visual pada artefak. | Murid menguji coba seluruh 3 variasi teknik penggunaan alat dan bahan (frottage, stamping, dan dusel) secara tepat sesuai petunjuk pada lembar artefak. | Murid menguji coba seluruh 3 variasi teknik penggunaan alat dan bahan secara tepat, mandiri, rapi, serta mampu memvariasikan intensitas tekanan alat untuk memperkaya efek visual artefak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh 28 murid dapat mengoperasikan alat dan bahan uji coba (krayon, pensil, pewarna basah, bahan alam) secara aman dan tertib?
- Apakah alokasi waktu pada tahap eksplorasi mencukupi bagi setiap murid untuk menyelesaikan 3 kotak uji coba teknik?
Murid:- Teknik mana dari ketiga variasi yang paling mudah dan menyenangkan saat kamu coba?
- Bagaimana perbedaan jejak yang dihasilkan antara teknik gosok krayon mendatar dan teknik cap pelepah pisang?
Pertemuan 3 — Membuat Rancangan Sketsa Karya Seni Rupa Berdasarkan Pengalaman Melalui Pengembangan Imajinasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman melalui pengembangan imajinasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan meminta murid menuliskan 1 peristiwa nyata yang berkesan (misalnya: bermain di sungai, liburan ke pantai, atau membantu nenek di kebun) dan 1 ide unsur imajinasi yang ingin disisipkan pada selembar kertas kecil (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan contoh visual di papan tulis mengenai cara mengubah pengalaman nyata menjadi sketsa bernuansa imajinatif (contoh: pengalaman nyata memancing ikan di danau diubah menjadi imajinasi ikan bersayap atau perahu berbentuk daun raksasa) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan pemanasan kreatif berpasangan 'Tantangan Imajinasi Kilat': Murid A menyebut 1 objek nyata (misal: 'sepeda') dan Murid B dalam 5 detik merespons dengan 1 modifikasi imajinatif (misal: 'sepeda beroda donat'), kemudian bergantian peran sebanyak 3 putaran (10 menit).
- Murid secara mandiri membuat rancangan sketsa karya seni rupa pada kertas gambar A4 menggunakan pensil, yang menggabungkan minimal 1 objek pengalaman nyata dan minimal 1 unsur modifikasi imajinasi (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali rancangan sketsa masing-masing menggunakan daftar periksa mandiri: memastikan objek pengalaman nyata dan unsur pengembangan imajinasinya sudah tampak jelas sebelum masuk tahap pewarnaan pada pertemuan berikutnya (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan proses perancangan sketsa berbasis pengalaman dan imajinasi, lalu murid menyimpan draf sketsanya untuk dilanjutkan ke tahap pewarnaan dasar pada pertemuan 4 (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi daftar tema pengalaman umum (keluarga, alam, hobi) dan contoh ide imajinatif; murid yang mahir diarahkan merancang komposisi sketsa dengan latar ruang yang lebih dinamis.
- Proses: Guru memberikan bimbingan individual bagi murid yang ragu menentukan ide imajinasi, sementara murid yang sudah menemukan ide langsung mengerjakan sketsa secara mandiri.
- Produk: Murid bebas menentukan detail dan gaya visual sketsa (kartun, dekoratif, atau semi-realis) asalkan memuat perpaduan pengalaman nyata dan unsur imajinasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan ide berkarya melalui formulir kartu mini: Murid menuliskan (1) Pengalaman nyata yang dipilih dan (2) Ide pengembangan imajinasi yang akan digambar (Kriteria penerimaan: Objek pengalaman nyata menyebutkan kegiatan/tempat nyata yang masuk akal, dan unsur imajinasi menyebutkan penambahan/modifikasi bentuk/fungsi yang bersifat imajinatif/tidak nyata; contoh: pengalaman 'naik sepeda di taman' dengan imajinasi 'sepeda memiliki sayap awan').
Proses:- Observasi formatif selama pengerjaan sketsa: Guru memeriksa keterwujudan visual objek pengalaman nyata dan unsur pengembang imajinasi pada garis sketsa pensil di kertas gambar.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan draf sketsa murid di akhir sesi berdasarkan kriteria keberhasilan sketsa: Sketsa harus berwujud gambar garis jelas yang memadukan minimal 1 objek pengalaman nyata dan minimal 1 objek/elemen hasil pengembangan imajinasi.
Formatif:- Asesmen diagnostik ide pengalaman dan imajinasi
- Pengamatan unjuk kerja perancangan sketsa karya seni rupa menggunakan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan Rancangan Sketsa Berdasarkan Pengalaman Nyata | Belum mampu memvisualisasikan objek pengalaman nyata ke dalam sketsa gambar garis. | Membuat sketsa objek pengalaman nyata namun bentuk garis objek masih belum jelas wujudnya tanpa bantuan guru. | Membuat sketsa objek pengalaman nyata dengan bentuk garis yang jelas secara mandiri. | Membuat sketsa objek pengalaman nyata dengan bentuk garis yang jelas, proporsional, dan terperinci secara mandiri. | | Pengembangan Imajinasi dalam Sketsa | Sketsa hanya berisi tiruan objek nyata tanpa adanya unsur pengembangan imajinasi sama sekali. | Menambahkan unsur imajinasi pada sketsa namun masih berupa tiruan langsung dari contoh guru. | Menambahkan minimal 1 unsur modifikasi imajinasi orisinal buatan sendiri ke dalam sketsa secara mandiri. | Menambahkan lebih dari 1 unsur modifikasi imajinasi orisinal yang berpadu utuh dengan objek pengalaman secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perpaduan antara pengalaman nyata dan imajinasi dapat dipahami dengan mudah oleh seluruh murid?
- Berapa banyak murid yang memerlukan bantuan intensif dalam menemukan ide modifikasi imajinatif?
Murid:- Bagian mana dari sketsa buatanmu yang menunjukkan peristiwa nyata yang pernah kamu alami?
- Unsur imajinasi apa yang paling kamu sukai dari rancangan gambar yang kamu buat hari ini?
Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa Berdasarkan Pengalaman Melalui Pengembangan Imajinasi Tahap Pewarnaan Dasar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman melalui pengembangan imajinasi
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu melanjutkan pembuatan karya seni rupa dari rancangan sketsa pengalaman imajinasi menuju tahap pewarnaan dasar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal kesiapan pewarnaan dengan meminta murid menunjukkan sketsa yang dibuat pada pertemuan 3 dan mengidentifikasi bidang latar (background) serta objek utama yang siap diwarnai (acuan kriteria kesiapan: murid menunjukkan garis batas bidang yang jelas antara objek utama dan latar tanpa garis putus yang membingungkan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah kerja pewarnaan dasar menggunakan krayon, pensil warna, atau cat air/spidol (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati demonstrasi singkat guru mengenai teknik pewarnaan dasar: mendahulukan bidang luas (latar belakang) secara merata sebelum mengisi objek utama, serta memilih warna yang mendukung suasana imajinasi berdasarkan pengalaman masing-masing (5 menit).
- Murid bermain tantangan visual cepat 'Tebak Suasana Warna': guru menunjukkan 2 carik kertas warna kontras (misal: biru tenang vs jingga menyala) dan murid menyebutkan kesan suasana imajinasi yang dihadirkan secara antusias (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menyiapkan alat warna pilihan dan sketsa karya imajinasinya di atas meja masing-masing (5 menit).
- Murid membuat karya dengan mewarnai lapisan dasar pada bidang latar dan bidang utama sketsa pengalamannya secara bertahap dan rapi (25 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan individual bagi murid yang memerlukan panduan kerapian sapuan warna atau teknik penutupan bidang putih kertas (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan hasil pewarnaan dasar di atas meja masing-masing dan memeriksa keterisian seluruh bidang gambar dari sisa ruang kosong (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya tahap pewarnaan dasar yang merata sebagai fondasi visual karya seni rupa imajinasi (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas kemandirian berkarya hari ini, mengarahkan murid merapikan alat dan bahan, serta mengingatkan untuk menyimpan karya dengan aman guna penyelesaian dan refleksi di pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan alternatif media pewarna (pensil warna, krayon, atau spidol) sesuai kenyamanan dan ketersediaan murid.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan teknik mengisi bidang luas dengan sapuan searah; murid yang lebih terampil didorong mengeksplorasi perpaduan nuansa warna pada bidang latar.
- Produk: Tingkat ketebalan dan variasi warna dasar disesuaikan dengan media dan gaya visual masing-masing murid pada karya imajinasinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan kesiapan sketsa: Murid menunjukkan sketsa pertemuan 3 dan mengidentifikasi 2 bagian bidang: (1) bidang latar dan (2) bidang objek utama. (Kriteria penerimaan: garis batas antarbidang tertutup rapi dan jelas sehingga siap diwarnai tanpa ragu batas tepi).
Proses:- Catatan amatan unjuk kerja saat murid mewarnai: menilai kemandirian murid dalam membuat karya, kerapian pengisian warna pada bidang sketsa pengalaman imajinasi, dan ketuntasan penutupan bidang dasar sesuai rencana visual murid.
Akhir Pertemuan:- Cek pemenuhan tahap pewarnaan dasar: Memeriksa lembar karya murid di akhir sesi dengan kriteria: minimal seluruh bidang latar atau bidang objek utama telah tertutup warna dasar tanpa coretan keluar dari garis rancangan imajinasi.
Formatif:- Observasi unjuk kerja proses pewarnaan dasar pada sketsa karya seni rupa imajinasi
- Pemeriksaan ketuntasan pengisian warna dasar pada bidang gambar karya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterisian dan Kerapian Pewarnaan Dasar pada Karya Imajinasi | Belum mengisi warna dasar pada sketsa karya imajinasi atau warna masih sangat acak dan belum menutupi bidang yang direncanakan. | Mengisi warna dasar pada sebagian kecil bidang gambar sketsa karya imajinasi dengan bantuan guru agar tidak keluar garis batas. | Mengisi warna dasar pada bidang latar dan objek utama sketsa karya imajinasi secara mandiri dengan rapi dan menutup sebagian besar ruang gambar. | Mengisi seluruh warna dasar pada bidang gambar karya seni rupa imajinasi secara mandiri, sangat rapi, menutup seluruh permukaan bidang sesuai rancangan tanpa bantuan. | | Perwujudan Gagasan Pengalaman melalui Imajinasi Warna | Belum mampu menerapkan pilihan warna dasar yang sesuai dengan bentuk objek sketsa pengalamannya. | Menerapkan warna dasar pada objek pengalaman imajinasinya namun masih terbatas pada satu warna tanpa variasi antarobjek. | Menerapkan warna dasar yang membedakan objek utama dan latar belakang sesuai ide pengalaman dan imajinasinya. | Menerapkan warna dasar yang sangat harmonis dan variatif dalam mempertegas karakter seluruh objek pengalaman imajinasi pada karyanya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk mengaplikasikan pewarnaan dasar mencukupi bagi murid dalam menyelesaikan bidang gambarnya?
- Bagaimana respons murid terhadap pemilihan media pewarna, dan apakah ada murid yang membutuhkan pendampingan khusus pada teknik sapuan warna?
Murid:- Bagian mana dari gambarmu yang paling kamu sukai saat diberi warna dasar hari ini?
- Kesulitan apa yang kamu hadapi saat memberi warna pada bidang sketsa pengalaman imajinasimu?
Pertemuan 5 — Merefleksikan dan Mengapresiasi Karya Diri Sendiri dan Teman Sekelas Menggunakan Kosakata Seni Rupa yang Sesuai — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengondisikan kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merefleksikan karya sendiri dan mengapresiasi karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan kuis lisan cepat menjodohkan 3 istilah kosakata seni rupa: (1) Warna primer, (2) Keseimbangan, (3) Tekstur dengan artinya (acuan jawaban: warna primer = warna dasar merah/kuning/biru; keseimbangan = kesetaraan bobot visual; tekstur = sifat permukaan bidang kasar/halus) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru di papan tulis mengenai 6 kosakata seni rupa penting yang akan digunakan: garis, bidang, warna, tekstur, keseimbangan, dan penekanan/fokus utama (10 menit).
- Murid bermain permainan 'Tebak Kartu Kosakata' secara berpasangan: murid mencocokkan potongan kartu istilah seni rupa dengan contoh visual konkret pada kartu ilustrasi (misal: kartu istilah 'warna kontras' dicocokkan dengan gambar kombinasi warna terang-gelap; kartu 'tekstur visual' dicocokkan dengan arsiran pola kasar) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menata hasil karya seni rupa masing-masing yang dibuat pada pertemuan sebelumnya di atas meja meja pameran kelas secara tertib (5 menit).
- Murid menuliskan lembar refleksi karya diri sendiri dengan mengidentifikasi minimal 3 kosakata seni rupa yang paling dominan diterapkan pada karyanya (kriteria penerimaan: murid menuliskan nama unsur/prinsip seni rupa dan menunjukkan lokasinya pada karya sendiri secara tepat) (20 menit).
- Murid berkeliling mengamati karya teman dalam sesi jelajah apresiasi (gallery walk) dan memilih 1 karya teman sekelas (10 menit).
- Murid menuliskan kartu apresiasi untuk karya teman tersebut dengan mencantumkan minimal 3 kosakata seni rupa yang sesuai (misal: menyebutkan penggunaan warna, garis, atau keseimbangan pada karya teman) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menempelkan kartu apresiasi pada meja karya teman yang dipilih, lalu membaca kartu apresiasi yang diterimanya dari teman lain dengan penuh kesadaran dan saling menghargai (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pengalaman menggunakan kosakata seni rupa dalam menyampaikan refleksi dan apresiasi (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum atas ketepatan penggunaan kosakata seni rupa yang muncul pada lembar refleksi dan kartu apresiasi, serta menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu glosarium mini kosakata seni rupa bergambar bagi murid yang membutuhkan panduan istilah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat pemantik rumpang dalam menuliskan refleksi, sedangkan murid yang sudah mahir diarahkan menggunakan minimal 4-5 variasi kosakata seni rupa dalam ulasannya.
- Produk: Catatan refleksi dan apresiasi dapat berupa format formulir isian terstruktur maupun paragraf ulasan bebas yang memenuhi target kosakata seni rupa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat 3 konsep kosakata seni rupa: (1) Warna primer, (2) Keseimbangan, (3) Tekstur (Acuan jawaban benar: warna primer = warna dasar merah/kuning/biru; keseimbangan = kesetaraan bobot visual; tekstur = kesan rabaan/permukaan bidang kasar atau halus).
Proses:- Pengamatan keterlaksanaan dan ketepatan pengisian lembar kerja refleksi karya diri sendiri (target: murid menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa: garis, bidang, warna, tekstur, keseimbangan, atau penekanan yang sesuai dengan wujud visual karyanya).
- Pemeriksaan isi kartu apresiasi terhadap karya teman sekelas (target: minimal memuat 3 kosakata seni rupa yang tepat mendeskripsikan elemen visual karya teman yang dipilih).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui pemeriksaan keterisian kartu apresiasi dan lembar refleksi diri (kriteria penerimaan: penggunaan minimal 3 kosakata seni rupa yang tepat konteks visualnya pada lembar refleksi dan kartu apresiasi).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja refleksi karya diri sendiri
- Penilaian kartu apresiasi karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Refleksi Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosakata Seni Rupa | Belum mampu menggunakan kosakata seni rupa (0 kosakata) yang sesuai untuk merefleksikan karya sendiri. | Menggunakan 1-2 kosakata seni rupa yang sesuai untuk merefleksikan karya sendiri dengan bimbingan guru. | Menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa yang sesuai untuk merefleksikan karya sendiri secara tepat. | Menggunakan 4 atau lebih variasi kosakata seni rupa yang sangat tepat dan terperinci untuk merefleksikan karya sendiri secara mandiri. | | Apresiasi Karya Teman Menggunakan Kosakata Seni Rupa | Belum mampu memberikan apresiasi karya teman menggunakan kosakata seni rupa (hanya komentar umum di luar unsur rupa). | Memberikan apresiasi karya teman dengan memuat 1-2 kosakata seni rupa yang sesuai dengan bimbingan. | Memberikan apresiasi karya teman dengan memuat minimal 3 kosakata seni rupa yang sesuai secara tepat. | Memberikan apresiasi karya teman dengan memuat 4 atau lebih kosakata seni rupa yang sangat tepat dan relevan dengan karya teman secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu memilih kosakata seni rupa yang relevan untuk mendeskripsikan karyanya sendiri dan karya teman?
- Bagaimana suasana saat murid saling membaca apresiasi di meja masing-masing, apakah terbangun budaya saling menghargai?
Murid:- Bagian mana dari karyamu sendiri yang paling berhasil kamu jelaskan dengan kosakata seni rupa hari ini?
- Kosakata seni rupa apa yang kamu pakai saat memuji dan mengapresiasi karya temanmu?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.2.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa
- TP 6.2.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan
- TP 6.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan pengalaman melalui pengembangan imajinasi
- TP 6.2.4 Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran 28 murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup 3 tugas: konfirmasi artefak uji coba teknik alat/bahan (TP 2), penyelesaian karya seni rupa 2D berbasis pengalaman dan imajinasi (TP 3), serta tes tertulis analisis unsur rupa dan refleksi-apresiasi karya (TP 1 dan TP 4) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Tugas 1 (TP 2): Guru mengonfirmasi kelengkapan portofolio artefak lembar uji coba variasi teknik (teknik gradasi, arsir, dan cap) penggunaan alat dan bahan yang telah dikerjakan secara mandiri pada sesi pertemuan sebelumnya dari seluruh 28 murid secara administratif di meja masing-masing (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Tugas 2 (TP 3): Sebanyak 28 murid bekerja mandiri secara serentak menyelesaikan tahap akhir pewujudan karya seni rupa dua dimensi orisinal berdasarkan pengalaman personal melalui pengembangan imajinasi pada kertas gambar yang telah dirancang sebelumnya, lalu mengumpulkan produk fisik bernomor dan bernama di meja guru (60 menit).
- Tugas 3 (TP 1 dan TP 4): 28 murid secara serentak individual mengerjakan lembar tertulis selama 25 menit. Bagian A (TP 1) menjelaskan identifikasi unsur rupa (garis lengkung/lurus, warna primer/sekunder/hangat/dingin, bidang geometris/organis) dan prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris, proporsi/penekanan) pada reproduksi karya lukisan pemandangan alam berimajinasi yang ditampilkan guru di layar depan kelas. Soal 1: Sebutkan 2 jenis garis dan 2 jenis bidang yang tampak pada karya! (Acuan: Garis berupa garis lengkung pada bukit/ombak dan garis lurus pada tiang/pohon; bidang berupa bidang organis pada daun/batu dan bidang geometris pada atap rumah). Soal 2: Sebutkan dominasi warna dan jenis keseimbangan komposisi karya tersebut! (Acuan: Dominasi warna dingin/hangat atau biru/hijau; keseimbangan asimetris dengan penekanan pada objek utama pohon besar di sisi kiri). Bagian B (TP 4) menulis refleksi karya diri sendiri dan apresiasi terhadap karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa. Soal 3 (Refleksi diri): Jelaskan unsur rupa yang paling menonjol pada karyamu serta kendala teknis yang kamu alami saat membuatnya! (Kriteria penerimaan: Menyebutkan minimal 1 unsur rupa nyata pada karyanya sendiri misal warna/garis dan menceritakan proses teknisnya secara masuk akal). Soal 4 (Apresiasi teman): Berikan apresiasi terhadap karya teman mejamu dengan menyebutkan keserasian warna atau keseimbangan bidangnya! (Kriteria penerimaan: Memuat minimal 2 kosakata seni rupa baku seperti komposisi, harmoni, gradasi, kontras, atau penekanan untuk mengulas karya teman) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kembali identitas nama dan kelengkapan lembar kerja tes tertulis serta memastikan semua karya dan lembar portofolio telah terkumpul rapi di meja guru (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan kemandirian seluruh 28 murid selama pengerjaan asesmen sumatif bab (1 menit).
- Guru menutup rangkaian pembelajaran Bab 2 dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual: Murid dengan hambatan penglihatan duduk di baris paling depan saat mencermati gambar stimulus analisis unsur rupa dan prinsip desain.
- Proses: Akomodasi pengerjaan: Murid yang memerlukan waktu penulisan lebih lama diberikan lembar soal dengan spasi baris lebih lebar tanpa mengubah butir pertanyaan dan kriteria penilaian.
- Produk: Standar produk dan lembar jawaban asesmen sumatif tetap sama untuk seluruh 28 murid sesuai kriteria rubrik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan administrasi portofolio artefak uji coba teknik dan kesiapan media berkarya tahap akhir 28 murid sebelum sumatif dimulai.
Proses:- Pemantauan kemandirian, ketertiban, dan kepatuhan prosedur pengerjaan karya serta tes tertulis serentak individual di ruang kelas.
Sumatif Bab:- Portofolio berkala eksplorasi teknik, penilaian produk karya seni rupa dua dimensi, serta tes tertulis analisis dan lembar refleksi-apresiasi: Lembar kerja tertulis analisis unsur dan prinsip seni rupa, lembar artefak uji coba eksplorasi teknik alat/bahan dari sesi reguler, karya seni rupa 2D orisinal berbasis pengalaman dan imajinasi, serta lembar tertulis refleksi karya diri dan apresiasi karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa
- tes tertulis analisis karya dan lembar refleksi-apresiasi serentak: 28 murid secara serentak individual mengerjakan lembar tertulis selama 35 menit: bagian A menjelaskan identifikasi unsur rupa (garis, warna, bidang) dan prinsip desain (keseimbangan, proporsi) pada karya seni yang ditampilkan guru; bagian B menulis refleksi karya diri sendiri dan apresiasi terhadap karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang tepat. Artefak dikumpulkan dan diperiksa guru sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran objektif. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis serta refleksi-apresiasi tertulis)
- portofolio artefak uji coba variasi teknik alat dan bahan: Penilaian artefak lembar uji coba variasi teknik (misalnya teknik gradasi, arsir, atau cap) penggunaan alat dan bahan yang telah dikerjakan secara mandiri pada sesi pertemuan TP 2 sebelumnya. Guru mengonfirmasi kelengkapan portofolio dan kesesuaian teknik seluruh 28 murid secara administratif selama 10 menit di awal sesi sumatif; pemeriksaan detail rubrik dilakukan sesudah jam tatap muka. (10 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio eksplorasi teknik)
- penilaian produk karya seni rupa dua dimensi serentak: 28 murid bekerja mandiri secara serentak selama 60 menit menyelesaikan tahap akhir pewujudan karya seni rupa 2D orisinal berdasarkan pengalaman personal melalui pengembangan imajinasi (yang telah dirancang pada sesi pertemuan TP 3). Guru mengawasi ketertiban dan kemandirian pengerjaan serentak di kelas. Produk fisik karya seni rupa bernomor/bernama dikumpulkan untuk dinilai secara individual sesudah kegiatan menggunakan rubrik kreasi produk. (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa 2D)
Sumatif:- Portofolio berkala eksplorasi teknik, penilaian produk karya seni rupa dua dimensi, serta tes tertulis analisis dan lembar refleksi-apresiasi: Lembar kerja tertulis analisis unsur dan prinsip seni rupa, lembar artefak uji coba eksplorasi teknik alat/bahan dari sesi reguler, karya seni rupa 2D orisinal berbasis pengalaman dan imajinasi, serta lembar tertulis refleksi karya diri dan apresiasi karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa
- tes tertulis analisis karya dan lembar refleksi-apresiasi serentak: 28 murid secara serentak individual mengerjakan lembar tertulis selama 35 menit: bagian A menjelaskan identifikasi unsur rupa (garis, warna, bidang) dan prinsip desain (keseimbangan, proporsi) pada karya seni yang ditampilkan guru; bagian B menulis refleksi karya diri sendiri dan apresiasi terhadap karya teman sekelas menggunakan kosakata seni rupa yang tepat. Artefak dikumpulkan dan diperiksa guru sesudah sesi menggunakan pedoman penskoran objektif. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analisis serta refleksi-apresiasi tertulis)
- portofolio artefak uji coba variasi teknik alat dan bahan: Penilaian artefak lembar uji coba variasi teknik (misalnya teknik gradasi, arsir, atau cap) penggunaan alat dan bahan yang telah dikerjakan secara mandiri pada sesi pertemuan TP 2 sebelumnya. Guru mengonfirmasi kelengkapan portofolio dan kesesuaian teknik seluruh 28 murid secara administratif selama 10 menit di awal sesi sumatif; pemeriksaan detail rubrik dilakukan sesudah jam tatap muka. (10 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian portofolio eksplorasi teknik)
- penilaian produk karya seni rupa dua dimensi serentak: 28 murid bekerja mandiri secara serentak selama 60 menit menyelesaikan tahap akhir pewujudan karya seni rupa 2D orisinal berdasarkan pengalaman personal melalui pengembangan imajinasi (yang telah dirancang pada sesi pertemuan TP 3). Guru mengawasi ketertiban dan kemandirian pengerjaan serentak di kelas. Produk fisik karya seni rupa bernomor/bernama dikumpulkan untuk dinilai secara individual sesudah kegiatan menggunakan rubrik kreasi produk. (60 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk karya seni rupa 2D)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| TP 6.2.1: Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa (Tes Tertulis Bagian A: Soal 1 dan 2) | Hanya menyebutkan 1 unsur rupa atau prinsip desain dengan tepat sesuai acuan kunci, atau salah seluruhnya. | Menjelaskan 2 dari 4 target (unsur garis, bidang, warna, atau prinsip keseimbangan/penekanan) dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Menjelaskan 3 dari 4 target (unsur garis, bidang, warna, dan prinsip keseimbangan/penekanan) dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Menjelaskan seluruh 4 target secara lengkap dan tepat sesuai acuan kunci jawaban: garis (lengkung dan lurus), bidang (organis dan geometris), warna (dominasi dingin/hangat atau biru/hijau), serta prinsip keseimbangan/penekanan. | | TP 6.2.2: Portofolio artefak uji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan (Pemeriksaan Artefak) | Hanya menyertakan 1 lembar artefak uji coba teknik alat/bahan atau teknik tidak divariasikan sama sekali. | Menyertakan artefak 2 variasi teknik alat/bahan (misalnya hanya gradasi dan arsir) dengan penerapan teknik yang masih belum merata. | Menyertakan artefak 3 variasi teknik alat/bahan lengkap (teknik gradasi, arsir, dan cap) secara rapi dan mandiri. | Menyertakan artefak 3 variasi teknik alat/bahan lengkap (gradasi, arsir, dan cap) dengan eksplorasi karakter alat/bahan yang sangat matang, bersih, dan tuntas. | | TP 6.2.3: Membuat karya seni rupa 2D berdasarkan pengalaman melalui pengembangan imajinasi (Penilaian Produk) | Karya belum selesai, gagasan pengalaman personal dan imajinasi tidak tampak, atau sekadar menjiplak tanpa pengembangan bentuk. | Karya selesai sebagian, memuat gagasan pengalaman personal namun pengembangan unsur imajinasi masih sangat terbatas. | Karya selesai utuh, memadukan pengalaman personal dengan imajinasi visual secara jelas, serta komposisi bidang tertata. | Karya selesai tuntas dan rapi, orisinalitas perpaduan pengalaman personal dan imajinasi visual sangat kuat, dengan penerapan warna dan komposisi yang harmonis. | | TP 6.2.4: Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri dan teman menggunakan kosakata seni rupa (Tes Tertulis Bagian B: Soal 3 dan 4) | Menuliskan refleksi diri atau apresiasi teman tanpa menggunakan kosakata seni rupa baku, atau kalimat tidak relevan dengan karya. | Menuliskan refleksi diri dan apresiasi teman namun hanya memuat 1 kosakata seni rupa baku yang relevan. | Menuliskan refleksi karya diri (unsur rupa dan proses) serta apresiasi karya teman secara tepat dengan menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa baku (seperti komposisi, harmoni, gradasi, kontras, atau penekanan). | Menuliskan refleksi karya diri secara mendalam serta apresiasi karya teman secara terperinci dan objektif dengan menggunakan 3 atau lebih kosakata seni rupa baku secara tepat konteks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk pengerjaan serentak karya seni rupa dan lembar tes tertulis sudah mencukupi bagi seluruh 28 murid?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam mengidentifikasi unsur rupa serta menggunakan kosakata seni rupa saat merefleksikan karya?
Murid:- Tantangan apa yang paling kamu rasakan saat menuangkan imajinasi dan pengalaman ke dalam karya seni rupa dua dimensi hari ini?
- Bagian mana dari unsur rupa dan teknik yang paling kamu kuasai saat menganalisis dan mengapresiasi karya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2024)
- Reproduksi karya seni rupa dua dimensi (cetak/digital) bertema pemandangan dan aktivitas kehidupan sehari-hari
- Lembar Kerja Murid 'Detektif Unsur dan Prinsip Rupa'
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas 6 SD
- Krayon, pensil 2B, pewarna basah (cat air/pewarna makanan), pelepah pisang, daun berurat menonjol, koin, kertas gambar A4, map portofolio kelas
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI
- Kertas gambar A4, pensil 2B, dan penghapus
- Papan tulis dan contoh visual sketsa imajinatif
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Kertas gambar berisi sketsa karya imajinasi murid dari Pertemuan 3.
- Alat pewarna (pensil warna, krayon, cat air, atau spidol).
- Contoh lembar visual pewarnaan bidang datar/dasar seni rupa.
- Karya seni rupa dua dimensi buatan murid dari pertemuan sebelumnya
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas VI (Kemendikbudristek)
- Kartu glosarium istilah dan kosakata seni rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan, penekanan)
- Lembar refleksi diri dan kartu apresiasi karya
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab 2 (Analisis Unsur Rupa dan Refleksi-Apresiasi)
- Gambar stimulus karya seni rupa dua dimensi bertema pemandangan alam imajinatif
- Kertas gambar, krayon, pensil warna, dan arsip artefak eksplorasi teknik murid
|