Modul AjarPertemuan 8Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Presentasi dan Refleksi Karya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 6 dengan topik "Presentasi dan Refleksi Karya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 6: Presentasi dan Refleksi Karya

Seni Rupa - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Presentasi dan Refleksi Karya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPresentasi dan Refleksi Karya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempresentasikan karya seni rupa milik sendiri secara lisan dengan menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (unsur rupa dan prinsip desain).
  2. Murid dapat memberikan apresiasi terhadap karya teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai dengan sikap jujur, terbuka, dan menghargai proses kreatif orang lain.
  3. Murid dapat menghasilkan karya seni rupa yang mewakili minat pribadi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar dan menjelaskan makna karyanya secara lisan maupun tulisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa cerita atau perasaan yang paling ingin kamu sampaikan lewat karya yang sudah kamu buat?
  2. Bagaimana caramu menjelaskan karya seni milikmu agar orang lain bisa memahami apa yang kamu rasakan saat membuatnya?
  3. Ketika melihat karya teman, hal apa yang paling menarik perhatianmu dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak duduk melingkar di sekitar karya yang telah dipajang (gallery walk ringan) selama 2 menit agar suasana kelas terasa seperti galeri seni mini. (Menggembirakan)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mempresentasikan karya sendiri dan mengapresiasi karya teman menggunakan kosakata seni rupa.
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan pertanyaan singkat secara lisan: 'Siapa yang sudah tahu cara menjelaskan karya seni dengan kata-kata seni rupa seperti garis, warna, atau tekstur?' Murid mengacungkan tangan. Guru mencatat kesiapan awal murid sebagai peta belajar.
  • Guru memperkenalkan pertanyaan pemantik dan meminta murid memikirkan jawabannya sejenak (think time 1 menit) sebelum berbagi singkat dengan teman di sebelah (pair share).
  • Guru membagikan Lembar Apresiasi Karya (LAK) sebagai panduan murid saat mengapresiasi karya teman dan menjelaskan cara penggunaannya secara singkat.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan satu contoh presentasi karya (bisa karya dari pertemuan sebelumnya atau contoh dari buku guru) dan mendemonstrasikan cara mendeskripsikannya menggunakan kosakata seni rupa: menyebut unsur rupa (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dan prinsip desain (keseimbangan, penekanan) yang terlihat dalam karya tersebut.
  • Guru menunjukkan contoh kalimat apresiasi: 'Karya ini menggunakan garis lengkung yang berulang sehingga menciptakan keseimbangan di bagian tengah. Warna hangat seperti merah dan oranye memberikan kesan semangat.' Murid menirukan struktur kalimat serupa secara lisan bersama-sama.
  • Guru membagikan Kartu Kosakata Seni Rupa (berisi 8–10 istilah beserta contoh kalimatnya) sebagai scaffolding bagi murid yang membutuhkan bantuan saat presentasi dan apresiasi. (Berkesadaran)
  • Murid diberi waktu 3 menit untuk membaca kartu kosakata dan menandai 3–5 istilah yang paling ingin mereka gunakan hari ini.

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Kelas dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 murid). Karya masing-masing murid telah dipajang di meja atau dinding kelompok. Sesi presentasi kelompok dimulai.
  • Setiap murid mendapat waktu 2–3 menit untuk mempresentasikan karyanya sendiri kepada anggota kelompok, mencakup: (a) inspirasi/minat yang melatarbelakangi karya, (b) minimal 2 unsur rupa yang digunakan, (c) prinsip desain yang diterapkan, dan (d) makna atau perasaan yang ingin disampaikan lewat karya. (Bermakna)
  • Setelah satu murid selesai presentasi, anggota kelompok lain secara bergantian memberikan apresiasi lisan menggunakan Lembar Apresiasi Karya (LAK) — menuliskan 1 hal yang mereka kagumi dan 1 pertanyaan tentang karya tersebut menggunakan kosakata seni rupa.
  • Rotasi dilakukan sampai semua anggota kelompok mendapat giliran presentasi dan apresiasi.
  • Guru berkeliling memantau setiap kelompok, memberikan umpan balik singkat (probe question) seperti: 'Bisakah kamu jelaskan mengapa kamu memilih warna itu?' untuk mendorong penjelasan yang lebih mendalam. (Berkesadaran)
  • Setelah sesi kelompok selesai, 2–3 murid sukarela mempresentasikan karyanya ke seluruh kelas (dipilih berdasarkan variasi karya: berbeda tema, teknik, atau gaya).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan melakukan 'Momen Hening 1 Menit': murid menutup mata, mengingat proses membuat karya dari awal hingga selesai, dan merasakan perasaan apa yang muncul. (Berkesadaran)
  • Murid mengisi Jurnal Refleksi Singkat secara tertulis (5 menit) dengan menjawab 3 pertanyaan: (1) Apa yang paling berhasil dari karyamu? (2) Apa yang ingin kamu perbaiki jika bisa mengulang prosesnya? (3) Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara mengapresiasi karya seni? (Bermakna)
  • Murid melakukan Penilaian Diri menggunakan checklist sederhana: menandai apakah mereka sudah menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa saat presentasi, sudah memberikan apresiasi jujur kepada teman, dan sudah menjelaskan makna karya mereka.
  • Murid berbagi 1 hal yang paling berkesan dari sesi presentasi hari ini secara lisan dalam kelompok kecil (round-robin: setiap orang berbicara satu kalimat). (Menggembirakan)

Penutup:

  • Guru mengajak murid berkumpul kembali dan melakukan rangkuman bersama: 'Hari ini kita belajar bahwa karya seni berbicara lewat unsur rupa dan prinsip desain, dan kita bisa memahaminya dengan kosakata yang tepat.'
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan Exit Ticket: murid menuliskan di selembar kertas kecil (1) satu kosakata seni rupa yang paling sering mereka gunakan hari ini beserta contoh penggunaannya, dan (2) satu kalimat apresiasi untuk karya teman yang paling berkesan bagi mereka.
  • Guru memberikan penghargaan verbal atas keberanian murid mempresentasikan karya dan memberi apresiasi kepada teman.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: karya dan Jurnal Refleksi disimpan sebagai portofolio semester.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid merapikan kelas dan karya-karya dipajang kembali di sudut galeri kelas.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum menguasai kosakata seni rupa mendapatkan Kartu Kosakata bergambar dengan definisi dan contoh kalimat, sehingga mereka dapat merujuk langsung saat presentasi. Murid yang sudah mahir ditantang untuk menggunakan minimal 5 kosakata berbeda dan menganalisis hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain dalam karyanya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat melakukan presentasi hanya dalam kelompok kecil (tidak wajib di depan kelas) dan dibantu dengan pertanyaan panduan dari guru ('Coba ceritakan satu warna yang kamu gunakan dan alasanmu memilihnya'). Murid yang sudah siap dapat langsung presentasi mandiri tanpa panduan pertanyaan dan diminta merespons pertanyaan dari audiens.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan refleksi: secara lisan (berbicara langsung ke guru atau teman), tulisan (Jurnal Refleksi), atau gambar/sketsa dengan keterangan singkat. Pilihan ini memungkinkan murid dengan kecenderungan belajar berbeda untuk mengekspresikan pemahaman mereka secara optimal.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di Pendahuluan: 'Siapa yang sudah tahu cara menjelaskan karya seni dengan kosakata seni rupa?' — murid mengacungkan tangan dan guru mencatat peta kesiapan belajar.
  • Pair share pertanyaan pemantik: guru memantau percakapan singkat murid untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang presentasi dan apresiasi karya.

Proses:

  • Observasi langsung selama sesi presentasi kelompok kecil: guru menggunakan lembar observasi singkat (checklist per murid) yang mencatat apakah murid menggunakan kosakata seni rupa, menjelaskan unsur rupa/prinsip desain, dan menyampaikan makna karya.
  • Lembar Apresiasi Karya (LAK) yang diisi murid saat memberikan apresiasi kepada teman — guru membaca LAK untuk memantau kualitas apresiasi dan penggunaan kosakata.
  • Penilaian Diri (checklist) yang diisi murid di akhir tahap Mengaplikasi sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
  • Probe question lisan dari guru ('Bisakah kamu jelaskan lebih lanjut tentang prinsip keseimbangan di karyamu?') untuk mendorong refleksi lebih dalam selama kegiatan berlangsung.

Akhir:

  • Exit Ticket di Penutup: murid menuliskan (1) satu kosakata seni rupa yang digunakan hari ini beserta kalimat contohnya, dan (2) satu kalimat apresiasi untuk karya teman menggunakan kosakata seni rupa — dinilai berdasarkan rubrik.
  • Jurnal Refleksi tertulis yang berisi jawaban atas 3 pertanyaan refleksi — dikumpulkan sebagai bagian portofolio dan dinilai berdasarkan kedalaman refleksi serta ketepatan penggunaan kosakata.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid presentasi di kelompok kecil: mencatat penggunaan kosakata seni rupa dan kemampuan menjelaskan makna karya.
  • Lembar Apresiasi Karya (LAK) yang diisi murid saat mengapresiasi karya teman — guru mengumpulkan dan membaca sebagai bukti proses.
  • Penilaian Diri (Self-Assessment) menggunakan checklist yang diisi murid di akhir sesi Mengaplikasi.
  • Probe question lisan dari guru saat berkeliling kelompok untuk mengecek kedalaman pemahaman.

Sumatif:

  • Exit Ticket: murid menuliskan satu kosakata seni rupa yang digunakan beserta contoh kalimat dan satu kalimat apresiasi untuk karya teman — dinilai menggunakan rubrik presentasi dan apresiasi.
  • Portofolio karya beserta Jurnal Refleksi sebagai bukti ketercapaian TP 6.1.8.2 (karya yang mewakili minat pribadi) dan TP 6.1.8.1 (kemampuan refleksi tertulis).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Presentasi Karya (Penggunaan Kosakata Seni Rupa)Murid belum dapat menjelaskan karyanya menggunakan kosakata seni rupa; penjelasan masih sangat umum atau tidak berkaitan dengan unsur rupa/prinsip desain.Murid dapat menyebut 1–2 kosakata seni rupa saat menjelaskan karyanya, namun penggunaannya belum tepat atau konteksnya belum jelas.Murid dapat menggunakan 3–4 kosakata seni rupa secara tepat untuk menjelaskan unsur rupa dan/atau prinsip desain dalam karyanya, serta menyampaikan makna karya secara singkat.Murid menggunakan 5 atau lebih kosakata seni rupa secara tepat dan lancar, menjelaskan hubungan antara unsur rupa dan prinsip desain, serta menyampaikan makna dan minat pribadi yang melatarbelakangi karya dengan jelas dan percaya diri.
Apresiasi Karya TemanMurid belum dapat memberikan apresiasi terhadap karya teman; tanggapan sangat singkat, tidak menggunakan kosakata seni rupa, atau hanya berupa penilaian 'bagus/tidak bagus' tanpa alasan.Murid dapat memberikan apresiasi singkat dengan menyebut 1 hal yang disukai dari karya teman, namun belum menggunakan kosakata seni rupa atau alasannya masih sangat umum.Murid dapat memberikan apresiasi yang jelas dengan menyebut minimal 2 hal menggunakan kosakata seni rupa, menunjukkan sikap menghargai, dan menyertakan 1 pertanyaan atau tanggapan yang relevan.Murid memberikan apresiasi yang mendalam dan jujur menggunakan beberapa kosakata seni rupa, mengaitkan unsur rupa dan prinsip desain yang diamati, menunjukkan perasaan dan harapan terhadap karya, serta bersikap terbuka dan menghargai proses kreatif teman.
Karya Seni Rupa (Representasi Minat Pribadi)Karya belum mencerminkan minat pribadi; murid tidak dapat menjelaskan hubungan antara karya dan lingkungan/pengalaman pribadinya.Karya sedikit mencerminkan minat pribadi murid; murid dapat menyebutkan inspirasi dari lingkungan sekitar namun hubungannya belum jelas dalam karya.Karya mencerminkan minat pribadi murid berdasarkan pengamatan lingkungan, disertai penjelasan yang cukup jelas tentang gagasan atau perasaan yang ingin disampaikan.Karya sangat kuat mencerminkan minat pribadi murid, terinspirasi dari pengamatan lingkungan yang konkret, disertai penjelasan mendalam tentang makna, gagasan, dan perasaan yang ingin disampaikan lewat unsur rupa dan prinsip desain yang dipilih secara sadar.
Refleksi Diri (Jurnal Refleksi & Exit Ticket)Murid belum dapat menuliskan refleksi yang bermakna; jawaban sangat singkat, tidak relevan, atau tidak menjawab pertanyaan yang diberikan.Murid dapat menjawab 1–2 pertanyaan refleksi dengan singkat, namun belum menunjukkan kesadaran tentang proses belajar atau hal yang perlu diperbaiki.Murid dapat menjawab semua pertanyaan refleksi dengan cukup jelas, menyebutkan hal yang berhasil, hal yang ingin diperbaiki, dan pembelajaran baru yang diperoleh.Murid memberikan refleksi yang mendalam dan jujur, menghubungkan pengalaman berkarya dengan pembelajaran tentang kosakata seni rupa dan apresiasi, serta merumuskan langkah konkret yang ingin dilakukan untuk berkembang lebih lanjut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan karya dan memberikan apresiasi? Jika tidak, apa yang perlu diubah dari pengelolaan waktu atau pembagian kelompok?
  • Seberapa efektif Kartu Kosakata Seni Rupa membantu murid yang membutuhkan scaffolding? Apakah ada murid yang masih kesulitan meskipun sudah diberikan kartu tersebut?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan murid di awal pembelajaran? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Bagaimana kualitas apresiasi yang diberikan murid — apakah sudah menggunakan kosakata seni rupa secara tepat, atau masih perlu penguatan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau kebutuhan murid dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda?

Refleksi Murid:

  • Kosakata seni rupa apa yang paling sering kamu gunakan hari ini, dan apakah kamu merasa sudah menggunakannya dengan tepat?
  • Apa perasaanmu saat mempresentasikan karyamu kepada teman? Apakah ada yang ingin kamu ceritakan lebih banyak tapi belum sempat disampaikan?
  • Karya teman mana yang paling berkesan bagimu hari ini, dan apa yang membuatnya menarik jika dilihat dari unsur rupa atau prinsip desainnya?
  • Apa satu hal dari karyamu yang ingin kamu perbaiki jika kamu bisa mengulang prosesnya dari awal?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Rupa Kelas VI SD/MI (Kemdikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas VI Edisi Revisi (Kemdikbudristek)
  3. Kartu Kosakata Seni Rupa (dibuat guru, berisi 8–10 istilah: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, keseimbangan, penekanan, komposisi, kontras, irama)
  4. Lembar Apresiasi Karya / LAK (dibuat guru, berisi kolom: nama karya, hal yang dikagumi, kosakata seni rupa yang ditemukan, pertanyaan untuk pemilik karya)
  5. Jurnal Refleksi Murid (lembar kerja dengan 3 pertanyaan refleksi tertulis)
  6. Exit Ticket (kertas kecil untuk asesmen akhir)
  7. Karya seni rupa murid dari pertemuan-pertemuan sebelumnya dalam Bab 1
  8. Selotip/paku payung untuk memajang karya di dinding atau papan display kelas
  9. Contoh karya seni rupa (dari buku atau dokumentasi pertemuan sebelumnya) untuk demonstrasi di tahap Memahami

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.