Modul AjarBab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5 Bab 6: Berkarya Seni Rupa dari Limbah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 5 untuk Bab 6 "Berkarya Seni Rupa dari Limbah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5 Bab 6: Berkarya Seni Rupa dari Limbah

Seni Rupa - Kelas 5

Bab 6

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 6 — Berkarya Seni Rupa dari Limbah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 6 — Berkarya Seni Rupa dari Limbah
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.6.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda berbahan limbah di sekitar
  2. TP 5.6.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan limbah untuk berkarya seni rupa
  3. TP 5.6.3 Membuat karya seni rupa dari bahan limbah berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
  4. TP 5.6.4 Merefleksikan karya seni rupa berbahan limbah buatan diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika melihat botol plastik bekas atau kardus kemasan di sekitar kita, unsur rupa apa saja (seperti garis, bentuk, atau tekstur) yang dapat kalian temukan pada benda tersebut?
  2. Bagaimana susunan bagian-bagian pada benda limbah tersebut sehingga tampak seimbang atau memiliki pola pengulangan (irama)?
  3. Bagaimana perbedaan saat kita memotong limbah kertas koran dibandingkan dengan memotong lembaran plastik kresek menggunakan gunting?
  4. Teknik apa saja yang bisa kita lakukan agar limbah kertas dan plastik dapat dibentuk atau direkatkan secara kuat?
  5. Bagaimana cara memotong dan melubangi botol plastik bekas secara aman agar bentuknya rapi?
  6. Alat perekat dan teknik apa yang paling kuat untuk menempelkan kemasan kaleng dengan botol plastik?
  7. Bagaimana bentuk benda atau makhluk di sekitar sekolah kita bisa diubah menjadi ide karya seni rupa unik?
  8. Bagaimana imajinasi kita membantu mengubah potongan limbah menjadi karya seni rupa yang baru?
  9. Kosa kata seni rupa apa saja (seperti tekstur, bentuk, warna, atau keseimbangan) yang tampak menonjol pada karya limbah buatanmu?
  10. Bagaimana caramu menyampaikan tanggapan reflektif yang tepat terhadap karya seni rupa dari limbah buatan teman sekelas?
  11. Bagaimana caramu menerapkan teknik perangkaian limbah yang kokoh dan rapi untuk membentuk karya seni rupa imajinatif?
  12. Bagaimana kamu menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain pada karyamu serta merefleksikan karya teman menggunakan kosa kata seni rupa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Unsur Rupa dan Prinsip Desain pada Benda-Benda Berbahan Limbah di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda berbahan limbah di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan unsur rupa (garis, bentuk, tekstur, warna) dan prinsip desain (keseimbangan, irama/keselarasan) pada benda-benda berbahan limbah di lingkungan sekitar (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan satu botol plastik bekas air mineral dan meminta 2-3 murid secara lisan menyebutkan unsur rupa yang tampak; acuan: murid menyebutkan unsur bentuk (silinder/tabung), garis (garis melingkar pada lekukan), atau tekstur (bergerigi/halus) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Pengamatan Rupa Limbah kepada tiap murid dan memperlihatkan 3 contoh benda limbah nyata: Benda A (botol plastik beralur), Benda B (kardus kemasan berpola garis/cetakan warna), dan Benda C (tutup botol plastik aneka warna) (10 menit).
  • Guru memandu murid mengidentifikasi dan membedakan konsep unsur rupa (garis, bidang/bentuk, tekstur, warna) serta prinsip desain (keseimbangan simetris/asimetris dan irama/pengulangan) yang tertera pada benda-benda tersebut dengan panduan rubrik rupa (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas berpasangan menggembirakan bertajuk 'Tantangan Detektif Rupa Limbah', di mana setiap pasangan mengamati 2 benda limbah yang disediakan di meja (Benda 1: botol plastik ulir; Benda 2: potongan kardus bergelombang) lalu menuliskan penjelasannya pada lembar kerja (20 menit).
  • Setiap murid menuliskan penjelasan rinci mengenai 4 unsur rupa dan 2 prinsip desain pada kedua benda tersebut sesuai panduan acuan: (1) Garis: garis lengkung/lurus; (2) Bentuk: tabung/persegi panjang; (3) Tekstur: licin beralur/kasar bergelombang; (4) Warna: transparan/cokelat polos; (5) Keseimbangan: simetris saat ditegakkan/asimetris; (6) Irama: alur lekukan berulang teratur (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa perwakilan murid membacakan penjelasan unsur rupa dan prinsip desain yang ditemukannya, sementara murid lain menyimak kecocokan penjelasan dengan benda fisik yang diamati (10 menit).
  • Guru bersama murid merefleksikan bagaimana kejelian melihat unsur rupa dan prinsip desain membantu kita mengapresiasi potensi visual dari benda limbah di sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid merangkum pengertian unsur rupa dan prinsip desain yang telah dipelajari pada benda limbah (3 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir lisan kepada murid secara acak dan memberikan penguatan konsep (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan menginformasikan rencana pengujian alat dan bahan limbah kertas/plastik untuk pertemuan berikutnya, lalu mengakhiri sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu bantu berisi daftar kosakata unsur rupa (garis, bentuk, tekstur, warna) dan prinsip desain (keseimbangan, irama) beserta contoh visualnya; murid yang mahir mengamati benda limbah dengan kombinasi bentuk lebih rumit seperti kemasan kaleng bermotif kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dibimbing langsung oleh guru dalam mencocokkan rabaan tekstur dan garis pada benda limbah; murid mandiri bekerja secara berpasangan dengan minim intervensi.
  • Produk: Tingkat kedalaman penjelasan: murid pemula menjelaskan 3 unsur rupa dan 1 prinsip desain dengan kalimat panduan terstruktur; murid mahir menjelaskan lengkap 4 unsur rupa dan 2 prinsip desain disertai alasan visual letak unsur tersebut pada benda limbah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: Guru mengangkat satu botol plastik air mineral bekas dan bertanya: 'Sebutkan minimal 2 unsur rupa yang dapat kalian lihat atau raba pada botol ini!' (Acuan jawaban benar: Murid menyebutkan minimal 2 dari unsur berikut: bentuk tabung/silinder, garis melingkar/horizontal pada lekukan botol, tekstur bergelombang/licin, atau warna bening/transparan).

Proses:

  • Penilaian Lembar Pengamatan Rupa Limbah pada tahap Mengaplikasi dengan acuan target: Murid menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain pada 2 benda limbah (Benda 1: botol plastik bekas; Benda 2: kardus kemasan bergelombang). Acuan kunci jawaban: (1) Benda 1 memuat unsur rupa bentuk tabung/silinder, garis lengkung bergelombang, tekstur plastik licin/beralur, warna transparan/bening, serta prinsip desain keseimbangan simetris kanan-kiri dan irama alur berulang teratur; (2) Benda 2 memuat unsur rupa bentuk bidang persegi/balok, garis lurus sejajar pada lipatan/gelombang, tekstur permukaan kasar dan lapisan dalam bergelombang, warna cokelat, serta prinsip desain keseimbangan simetris dan irama barisan gelombang karton yang berulang konsisten.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk potongan kardus kemasan dan bertanya: 'Jelaskan prinsip irama dan unsur tekstur yang ada pada potongan kardus ini!' (Acuan jawaban: Irama tampak dari deretan lekukan gelombang karton bagian dalam yang berulang teratur, dan tekstur terasa kasar berserat pada permukaan karton).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai pengenalan awal unsur rupa pada botol bekas
  • Lembar Kerja Pengamatan 'Tantangan Detektif Rupa Limbah' (penilaian penjelasan unsur rupa dan prinsip desain)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Unsur Rupa pada Benda LimbahMenjelaskan kurang dari 2 unsur rupa pada benda limbah yang diamati atau penjelasannya keliru dan tidak sesuai dengan ciri visual/taktil benda.Menjelaskan 2 unsur rupa (dari garis, bentuk, tekstur, atau warna) pada benda limbah dengan tepat sesuai acuan ciri benda, tetapi masih memerlukan bimbingan guru.Menjelaskan 3 unsur rupa (dari garis, bentuk, tekstur, warna) pada benda limbah dengan tepat dan rinci secara mandiri sesuai acuan ciri benda.Menjelaskan seluruh 4 unsur rupa (garis, bentuk, tekstur, warna) pada benda limbah secara tepat, lengkap, dan rinci dengan menunjukkan letak spesifiknya pada benda secara mandiri.
Penjelasan Prinsip Desain pada Benda LimbahBelum mampu menjelaskan prinsip desain (keseimbangan maupun irama) pada benda limbah, atau penjelasannya tidak sesuai dengan susunan rupa benda.Menjelaskan 1 prinsip desain (keseimbangan atau irama) pada benda limbah dengan tepat sesuai susunan visual benda namun dengan bantuan panduan guru.Menjelaskan 2 prinsip desain (keseimbangan dan irama) pada benda limbah dengan tepat sesuai susunan visual benda secara mandiri.Menjelaskan 2 prinsip desain (keseimbangan dan irama) pada benda limbah secara tepat, mandiri, dan menguraikan secara jelas bagaimana perpaduan unsur membentuk keseimbangan serta irama tersebut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara pengertian unsur rupa dan prinsip desain saat mengamati benda limbah nyata?
  • Bagian mana dari aktivitas pengamatan benda limbah yang paling efektif membantu murid memahami prinsip keseimbangan dan irama?

Murid:

  • Unsur rupa apa (garis, bentuk, tekstur, atau warna) yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu temukan serta jelaskan pada benda limbah tadi?
  • Bagaimana caramu membuktikan bahwa benda limbah yang kamu amati memiliki keseimbangan atau irama?

Pertemuan 2 — Menguji Coba Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Limbah Kertas dan Plastik — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan limbah untuk berkarya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta memastikan meja kerja bersih dan siap untuk uji coba alat dan bahan (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan limbah kertas dan plastik (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 lembar sampel limbah (kertas koran, kardus tipis, dan plastik kresek) dan menanyakan alat perekat atau pemotong yang cocok (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru tentang cara memegang gunting, melipat kertas, memotong plastik kresek, serta cara mengoleskan lem kertas dan menempelkan selotip pada permukaan limbah (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan lembar uji coba teknik yang memuat 4 stasiun eksplorasi: (1) teknik memotong kertas koran/kardus dengan gunting, (2) teknik memotong lembaran plastik dengan gunting, (3) teknik melipat dan menggulung kertas, dan (4) teknik merekatkan kertas ke plastik menggunakan lem kertas versus selotip bening (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara bergembira melalui permainan tantangan eksplorasi bahan 'Jelajah 4 Stasiun', murid bergerak menguji coba teknik memotong kertas koran dan kardus bekas menggunakan gunting lurus dan gelombang pada lembar kerja uji coba (10 menit).
  • Murid menguji coba teknik memotong lembaran plastik kemasan/kresek dengan gunting serta mencoba teknik melipat dan memilin plastik menjadi untaian tali (15 menit).
  • Murid menguji coba teknik merekatkan potongan kertas pada plastik menggunakan lem kertas dan membandingkannya saat menggunakan selotip bening pada lembar uji coba (15 menit).
  • Murid secara mandiri mencatat hasil uji coba pada lembar kerja: apakah bahan mudah dipotong, dapat terlipat rapi, atau apakah rekatannya menempel kuat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dengan berkesadaran mengamati hasil sampel uji coba teknik yang telah dibuat pada lembar kerjanya untuk mengenali teknik mana yang paling berhasil (5 menit).
  • Murid menandai teknik mana yang paling mudah dikendalikan dan teknik mana yang paling menantang pada bahan limbah kertas dan plastik (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan hasil pengujian variasi teknik: kertas lebih mudah dilipat dan dipotong, sedangkan plastik lebih lentur serta membutuhkan perekat khusus seperti selotip daripada lem kertas biasa (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kerapian dan keberhasilan uji coba teknik yang dilakukan murid pada lembar kerja (1 menit).
  • Guru mengingatkan murid untuk merapikan sisa-sisa bahan uji coba dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bahan kertas koran yang lebih lunak dan plastik yang tidak licin; murid yang cepat diberikan variasi kardus yang lebih tebal dan plastik kemasan saset yang berlapis.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan peragaan ulang cara memegang gunting saat memotong plastik; murid yang mahir mencoba memvariasikan teknik pilin dan anyam pada lembaran plastik secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar uji coba 4 teknik dasar; murid mahir menambahkan 1 variasi uji coba teknik pilin ganda pada lembaran plastiknya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan 3 sampel limbah: (1) kertas koran, (2) kardus tipis, (3) plastik kresek. Guru mengajukan pertanyaan: 'Alat dan perekat apa yang tepat untuk mengolah masing-masing bahan ini agar dapat dibentuk?' (Kriteria penerimaan diagnostik: murid tepat menyebutkan minimal 2 dari 3 alat/bahan perekat yang sesuai; acuan: koran/kardus cocok digunting dan dilem kertas/PVAc, plastik cocok digunting dan direkatkan dengan selotip/lakban).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pengujian 4 teknik pada lembar kerja: (1) memotong limbah kertas koran/kardus dengan gunting, (2) memotong limbah plastik dengan gunting, (3) melipat atau menggulung kertas limbah secara rapi, (4) merekatkan limbah kertas ke plastik dengan selotip/lem. Guru memeriksa keterlaksanaan 4 uji coba tersebut.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar uji coba teknik: memeriksa keberhasilan murid melakukan pengujian 4 teknik pada bahan limbah kertas dan plastik. (Acuan ketercapaian: lembar uji coba memuat 4 sampel hasil praktik: potongan kertas rapi, potongan plastik rapi tanpa robek tak beraturan, lipatan/gulungan kertas yang terbentuk utuh, dan sambungan kertas-plastik yang menempel).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab kesiapan teknik penggunaan alat potong dan perekat pada 3 sampel bahan limbah.
  • Asesmen unjuk kerja/observasi proses selama murid menguji coba 4 variasi teknik alat dan bahan limbah kertas serta plastik menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Limbah Kertas dan PlastikMampu menguji coba 1 dari 4 teknik penggunaan alat dan bahan limbah kertas dan plastik dengan bimbingan penuh guru.Mampu menguji coba 2 dari 4 teknik penggunaan alat dan bahan limbah kertas dan plastik secara tepat namun masih ragu-ragu saat menggunakan alat.Mampu menguji coba 3 sampai 4 teknik penggunaan alat dan bahan limbah kertas dan plastik secara tepat dan mandiri sesuai instruksi.Mampu menguji coba seluruh 4 teknik penggunaan alat dan bahan limbah kertas dan plastik secara tepat, rapi, dan mandiri, serta mengeksplorasi variasi bentuk lipatan/potongan tambahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan cara memperlakukan bahan limbah kertas dan limbah plastik dengan alat potong dan perekat yang tepat?
  • Apakah alokasi waktu uji coba di setiap stasiun teknik mencukupi bagi seluruh murid?

Murid:

  • Teknik apa yang paling mudah dan paling menantang saat kamu mencoba memotong atau melipat bahan limbah kertas dan plastik?
  • Perekat apa yang paling kuat menempelkan kertas ke bahan plastik menurut hasil uji cobamu?

Pertemuan 3 — Menguji Coba Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Limbah Botol dan Kemasan Kaleng — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan limbah untuk berkarya seni rupa

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memandu doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji coba variasi teknik penggunaan alat (gunting, pembolong/paku tumpul, perekat) pada bahan limbah botol plastik dan kemasan kaleng secara aman (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk menguji pemahaman keamanan alat potong/lubang pada botol plastik dan kaleng (acuan: teknik memotong botol plastik diawali tusukan kecil atau ditekan sedikit sebelum digunting; kaleng bekas bagian tepi tajam harus diratakan/dilapisi lakban) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mengamati demonstrasi guru tentang 3 variasi teknik dasar pengolahan limbah kaku: (1) teknik memotong botol plastik dengan gunting, (2) teknik melubangi permukaan kaleng/botol menggunakan alat pelubang yang aman, dan (3) teknik menyambung/merekatkan kedua bahan menggunakan lem tembak/lakban perekat (15 menit).
  • Murid dalam kelompok kerja mengecek alat dan bahan limbah yang disediakan (botol plastik bening/berwarna, kemasan kaleng minuman/susu yang sudah dicuci bersih dan tumpul tepinya, gunting seng/kertas, selotip kertas, lakban, dan lem) sesuai panduan keselamatan kerja (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menjalankan permainan tantangan berpasangan 'Eksplorasi Sambung Kaku': setiap pasangan mencoba menguji coba minimal 3 variasi teknik: (1) teknik potong melingkar/spiral pada botol plastik, (2) teknik pelubangan rapi pada botol/tutup botol, dan (3) teknik penyambungan kaleng dengan potongan botol menggunakan lem atau lilitan lakban (30 menit).
  • Murid mencatat hasil uji coba pada Lembar Eksplorasi Teknik Limbah Kaku yang memuat 3 aspek uji: kemudahan pemotongan botol plastik, kerapian lubang kaleng/botol, dan kekuatan sambungan antar-bahan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menguji daya tahan dan kerapian hasil sambungan uji coba dengan menggoyangkannya secara perlahan dan membandingkan teknik mana yang paling kokoh dan aman bagi tangan (10 menit).

Penutup:

  • Murid merapikan kembali sisa potongan limbah plastik dan kaleng ke tempat pemilahan sampah yang tepat demi menjaga kebersihan dan keselamatan kelas (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan variasi teknik yang berhasil diuji coba pada botol dan kaleng serta memberikan penguatan sebelum kelas diakhiri dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan botol plastik dengan ketebalan berbeda (tipis lentur dan tebal kaku) serta variasi alat perekat (lem tembak, selotip kertas, kawat lunak, lakban).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah per langkah dalam memotong botol bergaris pandu, sedangkan murid yang sudah mahir dapat menguji coba variasi sambungan sistem selip/kaitan tanpa lem.
  • Produk: Hasil uji coba teknik disajikan dalam bentuk sampel sambungan fisik 2-3 variasi teknik beserta catatan ringkas kekuatan rekat pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: 'Sebutkan langkah aman saat memotong botol plastik yang licin dan menangani pinggiran kaleng bekas agar tidak melukai tangan!' (Acuan jawaban benar: botol plastik ditekan sedikit lalu digunting perlahan mengikuti alur lekukan; tepi tajam kaleng diratakan dengan palu/tang kecil atau dilapisi lakban pengaman).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid mempraktikkan 3 teknik: (1) teknik memotong botol plastik secara rapi, (2) teknik melubangi botol/kaleng secara presisi, dan (3) teknik menyambung botol dan kaleng hingga menempel kuat tanpa mudah lepas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi sampel uji coba fisik: murid menunjukkan hasil uji coba minimal 2 teknik sambungan/potongan yang berhasil dibuat kokoh dan rapi (kriteria penerimaan: sambungan tidak lepas saat digoyangkan perlahan dan tepi potongan tidak bergerigi tajam).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan terkait prosedur keselamatan penanganan limbah botol dan kaleng
  • Lembar observasi unjuk kerja pengujian variasi teknik pemotongan, pelubangan, dan perekatan limbah botol dan kemasan kaleng

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian variasi teknik penggunaan alat pada limbah botol plastikBelum mampu memotong atau membentuk botol plastik menggunakan gunting secara mandiri meski telah dibimbing.Mampu memotong botol plastik dengan gunting namun hasil tepi masih bergerigi kasar dan memerlukan bantuan penuh guru.Mampu menguji coba teknik memotong dan melubangi botol plastik dengan tepi potongan yang rapi secara mandiri.Mampu menguji coba variasi teknik potong lurus, lengkung, dan pelubangan pada botol plastik dengan tingkat kerapian tinggi dan aman secara mandiri.
Pengujian variasi teknik penyambungan bahan limbah botol dan kemasan kalengBelum mampu mencoba teknik penyambungan antara potongan botol plastik dan kemasan kaleng.Mencoba menyambung botol plastik dan kaleng menggunakan satu jenis perekat tetapi sambungan mudah lepas saat digerakkan.Mampu menguji coba teknik penyambungan botol plastik dan kaleng menggunakan alat perekat sehingga kedua bahan tersambung kokoh.Mampu menguji coba lebih dari dua variasi teknik sambungan (misal perekat lem dan teknik selip/kancing mekanis) hingga menghasilkan sambungan yang sangat kokoh dan stabil.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan keselamatan kerja saat murid menggunakan alat potong dan limbah kaleng berlangsung aman dan tertib?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi beragam teknik sambung antara dua bahan yang berbeda sifat kelenturannya?

Murid:

  • Teknik sambungan atau pemotongan mana yang paling mudah dan paling sulit dilakukan pada botol plastik dan kaleng?
  • Apa yang harus diperhatikan agar tangan tetap aman saat mengolah bahan limbah kaleng dan botol plastik?

Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa dari Bahan Limbah Berdasarkan Pengamatan Lingkungan Melalui Imajinasi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.3 Membuat karya seni rupa dari bahan limbah berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru mengaitkan ingatan murid terhadap lingkungan sekolah (tanaman, hewan, gerbang, atau bangunan) dengan bahan limbah yang dibawa (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menyebutkan 1 objek lingkungan sekitar yang diamati dan 1 ide imajinatif bentuk karya seni yang akan dibuat dari limbahnya (acuan kesiapan: murid dapat menyebutkan objek lingkungan nyata yang diamati seperti pohon/burung/gedung dan membayangkan wujud karya dari bahan limbah seperti kardus/botol/plastik) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati lembar inspirasi sketsa yang memperlihatkan contoh transformasi bentuk lingkungan sekitar (pohon, serangga taman, dan pagar sekolah) menjadi karya seni rupa berbahan limbah melalui imajinasi (10 menit).
  • Murid membuat sketsa rancangan karya seni rupa di buku gambar masing-masing berdasarkan objek lingkungan yang diamati dan imajinasi bentuk yang diinginkan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan tantangan seru 'Kreasi Ajaib 40 Menit': murid secara antusias dan mandiri mulai membentuk, memotong, merakit, dan menempel bahan limbah yang dibawa (kardus bekas, botol plastik, tutup botol, koran) menjadi wujud karya seni rupa sesuai sketsa imajinasi (40 menit).
  • Guru berkeliling mengamati proses pembuatan karya seni rupa murid serta memberikan bimbingan teknik penyambungan atau perekatan jika ada bagian karya yang belum stabil (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan karya seni rupa dari limbah yang telah selesai di atas meja masing-masing dan mencocokkannya dengan sketsa imajinasi awal (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan proses pengubahan objek lingkungan sekitar menjadi karya seni rupa melalui daya imajinasi (5 menit).
  • Murid merapikan sisa-sisa bahan limbah dan alat berkarya, lalu guru memberikan penguatan atas keberhasilan karya mandiri hari ini sebelum menutup kelas dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat memilih objek lingkungan bertuk sederhana (misal: bunga taman atau kupu-kupu), sedangkan murid yang mahir diarahkan memilih objek dengan struktur bentuk lebih kompleks (misal: lanskap taman sekolah atau kendaraan bertingkat).
  • Proses: Pemberian contoh perakitan langsung untuk murid yang memerlukan pendampingan motorik; pemberian kebebasan eksplorasi bagi murid yang sudah mandiri.
  • Produk: Karya seni rupa limbah dapat berupa bentuk 2 dimensi timbul (relief/kolase) atau bentuk 3 dimensi mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid menyebutkan 1 objek lingkungan sekitar yang diamati dan 1 ide bentuk karya imajinatif berbahan limbah (kriteria penerimaan: jawaban memuat objek lingkungan nyata seperti pohon/hewan/bangunan sekolah dan menyebutkan ide wujud karya berbahan limbah yang dibawa).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat kegiatan inti: Guru mencatat kemampuan murid dalam membuat wujud karya seni rupa dari bahan limbah yang mencerminkan objek pengamatan lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi (kriteria: karya terwujud dengan memanfaatkan minimal 1 jenis bahan limbah utama dan menampilkan karakter visual dari objek lingkungan yang diamati).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan hasil karya di akhir sesi: Memeriksa kelengkapan karya seni rupa dari bahan limbah yang telah selesai dibuat oleh murid (kriteria: karya selesai terbentuk secara utuh sesuai rancangan imajinasi dari pengamatan lingkungan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pembuatan karya seni rupa berbahan limbah berdasarkan pengamatan lingkungan dan pengembangan imajinasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembuatan karya seni rupa dari limbah berdasarkan pengamatan lingkungan melalui imajinasiBelum mampu merangkai bahan limbah menjadi karya seni rupa dan belum menampakkan bentuk yang berasal dari pengamatan lingkungan sekitar.Mampu merangkai bahan limbah menjadi bentuk dasar karya seni rupa, namun perwujudan bentuk objek pengamatan lingkungan melalui imajinasinya masih membutuhkan bimbingan penuh.Mampu membuat karya seni rupa dari bahan limbah secara mandiri yang menampilkan wujud objek lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi secara jelas.Mampu membuat karya seni rupa dari bahan limbah secara mandiri dengan detail gubahan imajinasi yang sangat kaya, utuh, dan selaras dengan objek pengamatan lingkungan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menerjemahkan objek lingkungan sekitar menjadi karya seni rupa dari bahan limbah melalui imajinasinya secara lancar?
  • Bagian mana dari proses pengolahan bahan limbah yang paling memerlukan pendampingan guru?

Murid:

  • Objek lingkungan apa yang menjadi inspirasi utamaku saat membuat karya dari limbah hari ini?
  • Bahan limbah apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kubentuk menjadi karya seni rupa?

Pertemuan 5 — Merefleksikan Karya Seni Rupa Berbahan Limbah Buatan Diri Sendiri dan Teman Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.4 Merefleksikan karya seni rupa berbahan limbah buatan diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merefleksikan karya seni rupa berbahan limbah buatan diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 contoh karya limbah (wadah serbaguna dari stik es krim dan botol plastik) di depan kelas, lalu meminta murid secara lisan mengidentifikasi 2 kosa kata rupa yang paling sesuai dari pilihan: tekstur kasar/halus, bentuk geometris/organis, warna kontras/harmonis, dan keseimbangan simetris/asimetris (acuan: murid menyebutkan minimal 2 kosa kata rupa yang sesuai fakta visual benda, misalnya tekstur bergelombang/kasar pada botol/stik dan bentuk geometris tabung) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kosa Kata Rupa yang memuat 4 kategori kosa kata seni rupa: (1) Unsur Garis & Bentuk (lurus, lengkung, geometris, organis), (2) Tekstur (kasar, halus, bergelombang, licin), (3) Warna (primer, sekunder, kontras, senada), dan (4) Prinsip Penataan (keseimbangan simetris/asimetris, proporsi, pusat perhatian/fokus) (10 menit).
  • Guru memodelkan cara menuliskan catatan refleksi terhadap karya limbah sendiri dengan kalimat terpandu: 'Karyaku menonjolkan tekstur [kasar/halus] dari bahan limbah [kertas/plastik/kaleng] dengan bentuk [organis/geometris], serta penataan warna yang [kontras/senada]' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengamati karya seni rupa berbahan limbah miliknya masing-masing yang telah disiapkan di atas meja, lalu mengisi Lembar Refleksi Diri dengan menuliskan minimal 3 kosa kata seni rupa yang mendeskripsikan unsur dan penataan karyanya (15 menit).
  • Murid melakukan aktivitas menggembirakan 'Jelajah Apresiasi Pasangan': setiap murid saling bertukar karya dengan teman sebangkunya, mengamati karya teman, lalu mengisi Lembar Apresiasi Teman yang memuat 3 butir refleksi: kosa kata unsur yang dominan, kosa kata prinsip penataan yang terlihat, dan hal yang paling menarik dari pengolahan bahan limbah teman berdasarkan kosa kata rupa tersebut (20 menit).
  • Beberapa pasang murid membacakan catatan refleksi karya sendiri dan tanggapan apresiasi terhadap karya pasangannya di meja masing-masing secara bergiliran menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berkesadaran memeriksa kembali ketepatan kosa kata seni rupa yang telah mereka gunakan pada lembar refleksi diri dan apresiasi teman, kemudian menuliskan 1 kalimat perbaikan jika menemukan kosa kata yang belum tepat menggambarkan karya (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya kosa kata seni rupa (garis, bentuk, tekstur, warna, keseimbangan, proporsi) dalam merefleksikan karya sendiri dan teman sekelas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa yang dituliskan murid pada lembar refleksi, mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, dan menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan daftar panduan kata rupa berpilihan ganda/bergambar (bank kata), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan daftar kosa kata rupa yang lebih kaya (irama visual, komposisi asimetris, saturasi warna, tekstur semu).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan beruntun saat mengamati karya, sedangkan murid yang mandiri langsung menuliskan paragraf refleksi komparatif.
  • Produk: Refleksi karya diri dan teman disajikan dalam lembar refleksi tertulis; murid yang membutuhkan bimbingan dapat mengisi format rumpang berpilihan kata rupa, sedangkan murid yang mahir menuliskan ulasan reflektif utuh minimal 4 kalimat kosa kata rupa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Guru menunjukkan 1 contoh karya limbah (wadah serbaguna dari stik es krim dan botol plastik). Murid diminta menyebutkan 2 kosa kata rupa yang paling sesuai dari pilihan yang diberikan: tekstur (kasar/halus/licin/bergelombang), bentuk (geometris/organis), warna (kontras/senada/primer), dan keseimbangan (simetris/asimetris). (Acuan jawaban benar: memilih minimal 2 kosa kata yang terbukti pada fisik karya, misal 'tekstur bergelombang/kasar' dan 'bentuk tabung/geometris' atau 'keseimbangan simetris').

Proses:

  • Pemeriksaan pengisian Lembar Refleksi Diri dan Lembar Apresiasi Teman saat kegiatan inti: guru mencermati apakah murid mencantumkan minimal 3 kosa kata seni rupa (misal: bentuk geometris, tekstur kasar, warna senada, keseimbangan simetris) secara tepat sesuai kondisi fisik karya limbah yang diamati.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan akhir lembar refleksi: Murid mengumpulkan Lembar Refleksi Diri dan Lembar Apresiasi Teman. Kriteria penerimaan operasional: lembar memuat minimal 3 kosa kata seni rupa yang sesuai konteks visual karya (acuan pilihan kosa kata yang diterima: garis [lurus/lengkung], bentuk [geometris/organis], tekstur [kasar/halus/licin/bergelombang], warna [kontras/senada/primer/sekunder], atau penataan/keseimbangan [simetris/asimetris/proporsional]).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan penentuan kosa kata rupa pada benda contoh di awal pembelajaran.
  • Penilaian proses lembar kerja refleksi karya diri sendiri dan apresiasi karya teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa dalam Merefleksikan Karya SendiriBelum mampu menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai; refleksi hanya berupa opini umum tanpa menyebut kosa kata rupa (0 kosa kata rupa tepat).Menggunakan 1 kosa kata seni rupa yang sesuai (misal hanya menyebut tekstur atau warna) saat mendeskripsikan karya sendiri.Menggunakan 2 kosa kata seni rupa yang sesuai (unsur rupa dan/atau prinsip penataan) secara tepat saat merefleksikan karya sendiri.Menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa yang sesuai secara mandiri, lengkap mencakup unsur rupa dan prinsip penataan karya limbah buatan sendiri.
Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa dalam Merefleksikan/Mengapresiasi Karya TemanBelum mampu mengidentifikasi kosa kata rupa pada karya teman; tanggapan bersifat subjektif tanpa kosa kata seni rupa.Menyebutkan 1 kosa kata seni rupa yang sesuai terhadap karya limbah milik teman sekelas.Menyebutkan 2 kosa kata seni rupa yang sesuai dan tepat mendeskripsikan karya limbah milik teman sekelas.Menyebutkan 3 atau lebih kosa kata seni rupa secara tepat, objektif, dan runtut saat merefleksikan karya limbah milik teman sekelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penyediaan Bank Kosa Kata Seni Rupa efektif membantu murid Fase C menyusun kalimat refleksi dan apresiasi yang objektif?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat aktivitas 'Jelajah Apresiasi Pasangan' dalam mengamati karya limbah temannya?

Murid:

  • Kosa kata seni rupa baru apa saja yang berhasil saya gunakan untuk menjelaskan karya saya hari ini?
  • Bagian mana dari karya teman saya yang paling jelas menunjukkan kosa kata rupa (seperti tekstur atau bentuk) yang saya tuliskan?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.6.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda berbahan limbah di sekitar
  • TP 5.6.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan limbah untuk berkarya seni rupa
  • TP 5.6.3 Membuat karya seni rupa dari bahan limbah berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
  • TP 5.6.4 Merefleksikan karya seni rupa berbahan limbah buatan diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kesiapan fisik dan psikis kelas, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum asesmen dimulai (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib, dan alur pengerjaan dua tugas utama: pembuatan produk mandiri dan galeri refleksi apresiasi berpasangan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai kriteria penilaian pada rubrik sumatif, mencakup teknik pengolahan/perangkaian limbah, pembuatan karya rupa imajinatif, penjelasan 3 unsur rupa dan 1 prinsip desain, serta refleksi apresiasi menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa (8 menit).
  • Murid menata bahan limbah yang telah dibersihkan (kertas, plastik, botol, atau kemasan kaleng) dan alat pendukung (gunting, lem tembak/kertas, tali/kawat) di meja masing-masing secara mandiri (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid melaksanakan Tugas 1 secara individual selama 52 menit: menguji dan menerapkan variasi teknik (memotong, merekatkan, melipat, merangkai, atau menyusun) untuk membuat produk karya seni rupa dari bahan limbah lingkungan sekitar berdasarkan pengembangan imajinasi; guru berkeliling melakukan observasi unjuk kerja proses dan menilai produk akhir (52 menit).
  • Murid melaksanakan Tugas 2 berpasangan secara terstruktur selama 25 menit: bergantian menjelaskan secara lisan unsur rupa (garis, warna, bentuk, tekstur, atau bidang) dan prinsip desain (keseimbangan, proporsi, atau kesatuan) pada karyanya, lalu merefleksikan dan mengapresiasi karya pasangannya dengan kosa kata seni rupa terarah (misal: komposisi, tekstur semu/nyata, kontras warna, ritme, simetris/asimetris); guru memantau dan mencatat capaian pada lembar observasi (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengisi lembar refleksi diri tertulis mengenai kendala pengolahan bahan limbah yang dihadapi serta ketepatan kosa kata seni rupa yang berhasil digunakan saat menyampaikan apresiasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan karya dan lembar refleksi, memberikan apresiasi objektif atas dedikasi berkarya seluruh murid, serta menutup rangkaian asesmen sumatif bab dengan doa penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi jenis bahan limbah yang digunakan murid (kertas, karton, plastik fleksibel, atau botol plastik) sesuai rancangan masing-masing tanpa mengubah tuntutan kompetensi pembuatan karya rupa dan analisis rupa.
  • Proses: Pemberian alat bantu visual daftar rujukan kosa kata seni rupa tertera di meja bagi murid yang memerlukan dukungan akses komunikasi lisan tanpa mengubah indikator ketercapaian refleksi.
  • Produk: Format bentuk karya rupa dapat berupa dua dimensi (kolase/relief limbah) atau tiga dimensi (konstruksi/patung limbah) sesuai eksplorasi murid dengan kriteria ketuntasan teknik dan keterpaduan unsur rupa yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan kelengkapan bahan limbah bersih dan alat berkarya sebelum sesi dimulai melalui pemeriksaan langsung meja murid.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja teknik pemotongan, penyambungan, dan perangkaian limbah saat murid membuat karya secara individual di kelas.

Sumatif Bab:

  • penilaian produk karya seni rupa limbah, unjuk kerja eksplorasi teknik, dan galeri apresiasi lisan: produk karya seni rupa berbahan limbah berdasarkan imajinasi/lingkungan sekitar, demonstrasi penerapan teknik alat/bahan limbah saat berkarya, serta rekaman catatan dan paparan lisan analisis unsur rupa dan refleksi apresiasi karya menggunakan kosa kata seni rupa
  • unjuk kerja praktik dan penilaian produk karya serentak: proses penerapan teknik pengolahan/perangkaian bahan limbah yang diamati secara serentak di kelas dan produk akhir karya seni rupa dari bahan limbah lingkungan hasil imajinasi murid (65 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja teknik dan penilaian produk karya)
  • unjuk kerja apresiasi dan refleksi berpasangan terstruktur: penjelasan lisan analisis unsur rupa/prinsip desain karya serta refleksi dan apresiasi timbal balik berpasangan secara serentak yang dipantau guru berkeliling (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian kosa kata seni rupa dan analisis unsur rupa)

Sumatif:

  • penilaian produk karya seni rupa limbah, unjuk kerja eksplorasi teknik, dan galeri apresiasi lisan: produk karya seni rupa berbahan limbah berdasarkan imajinasi/lingkungan sekitar, demonstrasi penerapan teknik alat/bahan limbah saat berkarya, serta rekaman catatan dan paparan lisan analisis unsur rupa dan refleksi apresiasi karya menggunakan kosa kata seni rupa
  • unjuk kerja praktik dan penilaian produk karya serentak: proses penerapan teknik pengolahan/perangkaian bahan limbah yang diamati secara serentak di kelas dan produk akhir karya seni rupa dari bahan limbah lingkungan hasil imajinasi murid (65 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja teknik dan penilaian produk karya)
  • unjuk kerja apresiasi dan refleksi berpasangan terstruktur: penjelasan lisan analisis unsur rupa/prinsip desain karya serta refleksi dan apresiasi timbal balik berpasangan secara serentak yang dipantau guru berkeliling (40 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi ketercapaian kosa kata seni rupa dan analisis unsur rupa)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Limbah (TP 5.6.2)Menerapkan kurang dari 2 teknik pengolahan bahan limbah (hanya memotong atau merekatkan saja) dan sambungan bahan rapuh/mudah lepas.Menerapkan 2 teknik pengolahan bahan limbah (misal: memotong dan merekatkan) namun hasil perangkaian masih kurang kokoh dan memerlukan bantuan guru.Menerapkan minimal 2 teknik pengolahan bahan limbah secara mandiri dengan hasil sambungan dan perangkaian yang kokoh serta rapi.Menerapkan 3 teknik pengolahan bahan limbah atau lebih (memotong, melipat, merekatkan, atau merangkai tali/kawat) secara mandiri, sangat kokoh, rapi, dan presisi.
Penciptaan Karya Seni Rupa Berbahan Limbah dari Imajinasi Lingkungan (TP 5.6.3)Bentuk karya belum menampakkan wujud rupa yang jelas dan tidak menunjukkan keterkaitan dengan pengamatan lingkungan sekitar.Karya menampakkan wujud sederhana dari pengamatan lingkungan tetapi bentuk imajinasi belum terpadu secara utuh.Membuat karya seni rupa yang terwujud jelas berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi yang utuh.Membuat karya seni rupa yang sangat orisinal dan terwujud terpadu berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi yang kaya detail.
Penjelasan Unsur Rupa dan Prinsip Desain pada Benda Limbah (TP 5.6.1)Menjelaskan kurang dari 2 unsur rupa dan belum dapat menyebutkan prinsip desain pada karya berbahan limbah.Menjelaskan 2 unsur rupa secara tepat dari daftar acuan (garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) namun penjelasan prinsip desain (keseimbangan/kesatuan/proporsi) belum tepat.Menjelaskan secara tepat minimal 3 unsur rupa (dari daftar acuan: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur) dan 1 prinsip desain (keseimbangan/kesatuan/proporsi) pada karya.Menjelaskan secara tepat lebih dari 3 unsur rupa dan 2 prinsip desain pada karya berbahan limbah dengan argumentasi visual yang jelas dan mendalam.
Refleksi dan Apresiasi Karya Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa (TP 5.6.4)Menyampaikan refleksi apresiasi hanya dengan kata umum (bagus/jelek) tanpa menggunakan kosa kata seni rupa dari daftar acuan.Menyampaikan refleksi atau apresiasi dengan menggunakan 1-2 kosa kata seni rupa dari daftar acuan (komposisi, kontras, tekstur, harmoni, simetris/asimetris, ritme) dengan tepat.Menyampaikan refleksi karya diri dan apresiasi karya teman sekelas menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa dari daftar acuan dengan konteks makna yang tepat.Menyampaikan refleksi karya diri dan apresiasi karya teman secara komprehensif menggunakan 4 atau lebih kosa kata seni rupa dari daftar acuan secara tepat dan relevan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 52 menit unjuk kerja praktik dan 25 menit apresiasi berpasangan berjalan efektif mencakup seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam menggunakan kosa kata teknis seni rupa secara tepat saat mengapresiasi karya?

Murid:

  • Bagian teknik mana yang paling menantang saat menyatukan bahan limbah menjadi karya seni rupa?
  • Kosa kata seni rupa apa saja yang berhasil kamu gunakan untuk menjelaskan karyamu dan karya temanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  2. Benda-benda limbah anorganik bersih: botol plastik bekas air mineral, kardus kemasan gelombang, tutup botol aneka warna
  3. Lembar Kerja Pengamatan 'Tantangan Detektif Rupa Limbah'
  4. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  5. Bahan limbah: kertas koran bekas, kardus tipis bekas, kantong plastik kresek/kemasan plastik bersih.
  6. Alat rupa: gunting kertas, lem kertas/lem putih, selotip bening, penggaris.
  7. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 6: Berkarya Seni Rupa dari Limbah
  8. Aneka botol plastik bekas minuman dan kemasan kaleng bekas yang telah dicuci bersih
  9. Peralatan kerja seni rupa: gunting, pembolong kertas/paku tumpul, lem tembak/lem serbaguna, lakban kertas, dan sarung tangan kain
  10. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas V (Edisi Revisi) Bab 6
  11. Benda-benda limbah di sekitar (kardus bekas, botol plastik, tutup botol, kertas kemasan/koran)
  12. Alat perekat dan pemotong (lem kertas/karton, gunting, selotip)
  13. Lembar inspirasi sketsa bentuk dari lingkungan sekitar
  14. Karya seni rupa berbahan limbah buatan murid pada pertemuan sebelumnya
  15. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab VI Berkarya Seni Rupa dari Limbah
  16. Lembar Kosa Kata Rupa (Bank Kata: unsur garis, bentuk, tekstur, warna, prinsip penataan)
  17. Lembar Refleksi Diri dan Lembar Apresiasi Teman
  18. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V (Edisi Revisi, Bab 6: Berkarya Seni Rupa dari Limbah)
  19. Bahan aneka limbah bersih lingkungan sekitar (kertas bekas, karton, kantong plastik, botol plastik, kaleng)
  20. Peralatan berkarya rupa (gunting, lem tembak/kertas, selotip, benang/kawat pengikat)
  21. Format lembar observasi penilaian unjuk kerja dan rubrik asesmen sumatif seni rupa

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.