Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5: Merancang Karya Anyaman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 5 dengan topik "Merancang Karya Anyaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5: Merancang Karya Anyaman

Seni Rupa - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Merancang Karya Anyaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMerancang Karya Anyaman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu merancang desain karya anyaman sederhana (gantungan kunci atau tempat pensil) berdasarkan minat pribadi dengan mempertimbangkan unsur rupa dan prinsip desain
  2. Murid mampu menjelaskan pilihan bentuk, pola, dan bahan yang akan digunakan dalam rancangan karya anyaman sesuai kreativitas masing-masing
  3. Murid mampu menuangkan ide rancangan anyaman dalam bentuk sketsa sederhana yang dapat dijadikan panduan pembuatan karya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Produk anyaman apa yang paling kamu sukai dan ingin kamu buat sendiri?
  2. Jika kamu boleh membuat gantungan kunci atau tempat pensil dari anyaman, desain seperti apa yang akan kamu ciptakan?
  3. Bahan apa saja di sekitarmu yang bisa digunakan untuk membuat karya anyaman?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang karya anyaman yang pernah dilihat atau dimiliki
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: merancang desain karya anyaman sederhana sesuai minat pribadi
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan ide kreatif murid
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran hari ini secara singkat

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan berbagai contoh produk anyaman (gantungan kunci, tempat pensil, tas kecil, dll.) baik berupa benda asli maupun gambar
  • Murid mengamati berbagai jenis anyaman dengan memperhatikan bentuk, pola anyaman (horizontal-vertikal, diagonal, silang), warna, tekstur, dan bahan yang digunakan
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) dan prinsip desain (pola, keseimbangan, irama) pada contoh anyaman
  • Murid mencatat minimal 3 jenis produk anyaman dan 3 ragam pola anyaman yang diamati
  • Guru menjelaskan bahwa anyaman dapat dibuat dari berbagai bahan alternatif seperti kertas warna, sedotan plastik, pita, tali rafia, atau daun pandan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid memilih satu produk yang ingin dirancang: gantungan kunci atau tempat pensil sesuai minat pribadi
  • Murid menentukan bahan alternatif yang akan digunakan dan menuliskannya (minimal 2 jenis bahan utama)
  • Murid merancang desain karya anyaman dengan membuat sketsa sederhana di kertas, meliputi: bentuk produk, pola anyaman yang dipilih, warna yang diinginkan, dan ukuran perkiraan
  • Guru berkeliling membimbing murid secara individual, memberikan saran dan apresiasi terhadap ide kreatif masing-masing
  • Murid menuliskan daftar alat dan bahan lengkap yang dibutuhkan untuk mewujudkan rancangan mereka
  • Murid menulis langkah-langkah kerja sederhana (3-5 tahap) sesuai rancangan desain masing-masing

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid diminta merefleksikan rancangan yang telah dibuat dengan menjawab pertanyaan: Mengapa kamu memilih desain ini? Apa yang paling menarik dari rancanganmu?
  • Beberapa murid (3-4 orang) diminta mempresentasikan rancangan desain mereka secara sukarela di depan kelas
  • Murid lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif terhadap rancangan teman
  • Guru memberikan umpan balik positif dan saran perbaikan jika diperlukan
  • Murid mencatat perbaikan atau tambahan ide dari hasil diskusi

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjelaskan rancangan desain mereka secara tertulis singkat (10 menit)
  • Murid mengumpulkan lembar rancangan desain (sketsa + penjelasan alat bahan + langkah kerja) untuk dinilai guru
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: pentingnya perencanaan sebelum membuat karya seni
  • Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan usaha semua murid
  • Guru memberikan informasi bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mewujudkan rancangan menjadi karya nyata, sehingga murid diminta menyiapkan bahan yang sudah dirancang
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih produk yang ingin dirancang (gantungan kunci untuk yang lebih sederhana, tempat pensil untuk yang lebih kompleks). Guru menyediakan contoh visual dengan tingkat kerumitan berbeda.
  • Proses: Murid yang cepat dapat merancang lebih dari satu desain atau menambahkan elemen dekoratif pada rancangan. Murid yang membutuhkan bantuan lebih mendapat bimbingan intensif dari guru dengan pertanyaan pengarah dan template sketsa sederhana.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menuangkan rancangan: sketsa detail dengan pewarnaan, sketsa sederhana dengan keterangan tertulis, atau diagram langkah kerja bergambar sesuai kemampuan menggambar masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: Siapa yang pernah melihat atau memiliki produk anyaman? Seperti apa bentuknya?
  • Guru meminta murid menyebutkan 1-2 bahan yang mereka tahu bisa digunakan untuk membuat anyaman
  • Guru mengamati respon awal murid untuk mengukur pengetahuan dasar tentang anyaman

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati contoh anyaman: apakah murid mampu mengidentifikasi pola, bentuk, dan bahan
  • Monitoring saat murid membuat sketsa: guru berkeliling dan mencatat kreativitas, kelengkapan ide, serta kendala yang dihadapi murid
  • Tanya jawab individual: guru menanyakan alasan pemilihan desain dan bahan untuk menilai penalaran kritis murid
  • Dokumentasi foto proses perancangan untuk portofolio

Akhir:

  • Penilaian produk rancangan desain yang dikumpulkan murid menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kelengkapan komponen, kreativitas, kesesuaian konsep, kerapihan
  • Penilaian refleksi tertulis murid: kemampuan menjelaskan pilihan desain dan bahan dengan alasan yang logis
  • Penilaian presentasi sukarela (bagi yang maju): kemampuan mengkomunikasikan ide rancangan

Formatif:

  • Observasi selama proses merancang: keaktifan mengamati contoh, kemampuan mengidentifikasi unsur rupa dan prinsip desain, kreativitas dalam menuangkan ide
  • Tanya jawab lisan saat guru berkeliling: pemahaman murid tentang pola anyaman dan pemilihan bahan
  • Penilaian proses pembuatan sketsa rancangan: kelengkapan ide, kesesuaian dengan minat pribadi

Sumatif:

  • Penilaian produk rancangan desain menggunakan rubrik: kelengkapan komponen rancangan (sketsa, alat bahan, langkah kerja), kreativitas desain, kesesuaian dengan konsep anyaman, kerapihan penyajian
  • Penilaian penjelasan tertulis tentang alasan pemilihan desain dan bahan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Komponen RancanganRancangan hanya berisi sketsa tanpa penjelasan alat, bahan, atau langkah kerjaRancangan berisi sketsa dan sebagian kecil penjelasan (hanya alat atau bahan saja)Rancangan berisi sketsa, daftar alat dan bahan, serta langkah kerja sederhana (kurang dari 3 tahap)Rancangan lengkap berisi sketsa detail, daftar alat dan bahan spesifik, dan langkah kerja terstruktur (3-5 tahap)
Kreativitas DesainDesain meniru sepenuhnya contoh yang diberikan guru tanpa modifikasiDesain meniru contoh dengan sedikit modifikasi pada warna atau ukuranDesain menunjukkan ide sendiri dengan kombinasi pola atau bentuk yang berbeda dari contohDesain sangat orisinal dengan ide unik, kombinasi pola menarik, dan mencerminkan minat pribadi murid
Kesesuaian dengan Konsep AnyamanDesain tidak menunjukkan teknik anyaman (tidak ada pola silang atau tumpang tindih)Desain menunjukkan pola anyaman sederhana tetapi kurang jelas atau tidak konsistenDesain menunjukkan pola anyaman yang jelas dan konsisten (horizontal-vertikal atau diagonal)Desain menunjukkan pola anyaman yang jelas, konsisten, dan bervariasi dengan mempertimbangkan unsur rupa dan prinsip desain
Kerapihan dan PenyajianSketsa sangat kasar, sulit dipahami, dan tidak rapiSketsa dapat dipahami tetapi kurang rapi dan kurang detailSketsa rapi, dapat dipahami dengan baik, dan cukup detailSketsa sangat rapi, detail, dengan pewarnaan atau keterangan yang jelas dan mudah dipahami

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menuangkan ide kreatif mereka dalam rancangan desain?
  • Murid mana yang membutuhkan bimbingan lebih intensif pada pertemuan pembuatan karya nanti?
  • Apakah contoh yang saya tunjukkan cukup menginspirasi murid tanpa membatasi kreativitas mereka?
  • Strategi diferensiasi apa yang perlu saya tingkatkan untuk mengakomodasi keberagaman kemampuan murid?
  • Bagaimana saya dapat lebih memfasilitasi kemandirian berpikir murid dalam proses perancangan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik bagiku dari proses merancang desain anyaman hari ini?
  • Bagian mana dari rancanganku yang paling aku banggakan? Mengapa?
  • Apa tantangan yang aku hadapi saat merancang desain? Bagaimana aku mengatasinya?
  • Apa yang ingin aku perbaiki atau tambahkan pada rancanganku sebelum membuatnya?
  • Apa yang aku pelajari tentang diri sendiri (minat, gaya, kreativitas) dari kegiatan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Seni Rupa Kelas 5 Bab V: Mengeksplorasi dan Berkarya Anyaman
  2. Buku Guru Seni Rupa Kelas 5 Bab V: Mengeksplorasi dan Berkarya Anyaman
  3. Contoh produk anyaman nyata: gantungan kunci, tempat pensil, tas kecil, keranjang mini
  4. Gambar atau foto berbagai pola anyaman (horizontal-vertikal, diagonal, kepang, silang)
  5. Sampel bahan alternatif: kertas warna, sedotan plastik, pita, tali rafia, kertas koran bekas
  6. Kertas gambar A4 untuk membuat sketsa rancangan
  7. Alat tulis: pensil, penghapus, pensil warna atau crayon untuk mewarnai sketsa
  8. Penggaris untuk membantu membuat sketsa yang lebih rapi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.