MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 5 — Mengeksplorasi dan Berkarya Anyaman INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Mengeksplorasi dan Berkarya Anyaman |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.5.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa anyaman
- TP 5.5.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan anyaman
- TP 5.5.3 Membuat karya seni rupa anyaman berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
- TP 5.5.4 Merefleksikan karya seni rupa anyaman diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- TP 5.5.5 Menghasilkan karya seni rupa anyaman yang mewakili minatnya
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana garis-garis pada bilah anyaman bisa membentuk bidang dan corak visual yang indah?
- Mengapa susunan warna dan pola lungsi-pakan yang berselang-seling terlihat memiliki irama serta keseimbangan?
- Bagaimana perbedaan susunan helai saat kita menyilangkan satu helai pakan dibanding dua helai pakan pada lembar lungsi?
- Alat apa yang paling membantu merapatkan anyaman agar bilah tidak mudah longgar?
- Bentuk apa saja di halaman sekolah atau alam sekitar yang memiliki garis-garis teratur seperti anyaman?
- Bagaimana kita bisa meniru susunan bentuk daun kelapa, pagar bambu, atau sarang burung menjadi selembar anyaman pola dasar?
- Bagaimana kita dapat mengubah bentuk benda atau makhluk hidup di sekitar kita menjadi motif anyaman yang unik?
- Bagian mana dari pola dasar anyaman yang sudah kalian buat sebelumnya yang bisa dikembangkan menjadi bentuk baru menggunakan imajinasi kalian?
- Bentuk benda fungsional atau hiasan apa yang paling ingin kamu buat dari anyaman sesuai minat pribadimu?
- Bagaimana kosa kata seni rupa seperti lungsi, pakan, ritme, atau kontras warna membantumu menceritakan keunikan anyaman buatanmu dan buatan temanmu?
- Bagaimana caramu menerapkan teknik anyaman lungsi dan pakan agar membentuk motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitarmu?
- Unsur rupa dan prinsip desain apa sajakah yang tampak paling menonjol pada karya anyaman yang kamu hasilkan hari ini?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Unsur Rupa dan Prinsip Desain pada Karya Seni Anyaman — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa anyaman
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (5 menit).
- Guru menunjukkan satu contoh benda anyaman sederhana (seperti tempat pensil bambu atau alas piring anyam) dan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai pola garis dan warnanya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar potongan anyaman (anyaman lurus satu warna dan anyaman motif kotak dua warna), lalu murid menjawab secara lisan 2 pertanyaan identifikasi awal: (1) 'Garis apa yang terbentuk dari susunan bilah anyaman tersebut?' (acuan: garis lurus horizontal/lungsi dan vertikal/pakan); (2) 'Unsur rupa apa yang paling mencolok membedakan kedua anyaman?' (acuan: unsur warna dan bidang kotak) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati display 2 contoh karya seni anyaman (anyaman bambu polos dan anyaman pandan bermotif warna) yang diletakkan di depan kelas untuk mencermati unsur rupa dan prinsip desain (10 menit).
- Guru menjelaskan secara interaktif konsep unsur rupa (garis lungsi/horizontal, garis pakan/vertikal, bidang geometris jalinan, tekstur kasar/halus bilah, dan kontras warna) serta prinsip desain (irama perulangan silang-menyilang dan keseimbangan simetris susunan) pada karya seni anyaman (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan tantangan kartu 'Detektif Unsur & Prinsip Anyaman' yang menggembirakan: setiap pasangan menerima 4 kartu telaah berisi gambar anyaman dan mencocokkannya ke tabel unsur rupa serta prinsip desain yang tepat: (1) Kartu A (anyaman motif catur dua warna) -> Unsur: garis silang, bidang kotak, warna kontras; Prinsip: irama teratur; (2) Kartu B (anyaman polos bambu rapat) -> Unsur: garis lurus, tekstur anyam; Prinsip: keseimbangan; (3) Kartu C (anyaman zigzag berwarna-warni) -> Unsur: garis diagonal/patah, aneka warna; Prinsip: irama dinamis; (4) Kartu D (anyaman taplak lingkaran) -> Unsur: garis melingkar konsentris, bidang lingkaran; Prinsip: keseimbangan memusat (acuan: pasangan kunci di atas) (20 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Karya Anyaman untuk menjelaskan secara tertulis 3 unsur rupa (garis, bidang, warna/tekstur) dan 2 prinsip desain (irama, keseimbangan) dari satu gambar karya anyaman tradisional (acuan: menjelaskan bahwa jalinan lungsi-pakan membentuk garis dan bidang kotak berulang yang menciptakan irama visual serta keseimbangan bentuk) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua orang perwakilan murid membacakan hasil analisis penjelasan unsur rupa dan prinsip desain anyaman yang telah dikerjakannya, kemudian guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung (10 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan bagaimana pemahaman unsur rupa dan prinsip desain membantu kita menyadari keindahan dan keteraturan pada karya seni anyaman tradisional (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali unsur-unsur rupa (garis, bidang, warna, tekstur) dan prinsip desain (irama, keseimbangan) yang selalu ada dalam jalinan lungsi dan pakan karya seni anyaman (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat dengan 2 pertanyaan pengunci: (1) 'Apa dua arah garis utama pembentuk anyaman?' (acuan: garis horizontal/lungsi dan garis vertikal/pakan); (2) 'Prinsip desain apa yang tercipta dari susunan selang-seling bilah yang berulang secara teratur?' (acuan: prinsip irama/ritme) (3 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai uji coba alat dan bahan anyaman, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual diagram lungsi-pakan berseri warna untuk murid yang membutuhkan bantuan visualisasi struktur unsur rupa.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan telaah bertahap mulai dari garis lalu ke prinsip irama, sedangkan murid yang berpikiran cepat diminta menganalisis karya anyaman dengan variasi motif yang lebih rumit.
- Produk: Murid dapat menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam bentuk tabel analisis berpanduan poin atau uraian paragraf deskriptif analitis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di pendahuluan menggunakan 2 gambar potongan anyaman dengan 2 pertanyaan: (1) 'Garis apa yang terbentuk dari susunan bilah anyaman tersebut?' (acuan jawaban: garis lurus horizontal/lungsi dan vertikal/pakan); (2) 'Unsur rupa apa yang paling mencolok membedakan kedua anyaman?' (acuan jawaban: unsur warna dan bidang kotak).
Proses:- Penilaian unjuk kerja mencocokkan 4 kartu telaah anyaman dengan tabel unsur rupa dan prinsip desain (acuan kunci pasangan: Kartu A -> garis silang, bidang kotak, warna kontras, irama teratur; Kartu B -> garis lurus, tekstur anyam, keseimbangan; Kartu C -> garis diagonal/patah, aneka warna, irama dinamis; Kartu D -> garis melingkar, bidang lingkaran, keseimbangan memusat).
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan mandiri murid mengenai 3 unsur rupa (garis, bidang, warna/tekstur) dan 2 prinsip desain (irama, keseimbangan) pada gambar karya anyaman.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di penutup dengan 2 pertanyaan pengunci: (1) 'Sebutkan 2 arah garis utama pembentuk struktur bidang anyaman!' (acuan jawaban: garis horizontal/lungsi dan vertikal/pakan); (2) 'Sebutkan prinsip desain yang terwujud saat jalinan bilah diulang-ulang secara teratur!' (acuan jawaban: prinsip irama/ritme).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang garis dan warna pada contoh benda anyaman.
- Observasi unjuk kerja saat permainan tantangan kartu 'Detektif Unsur & Prinsip Anyaman'.
- Penilaian lembar analisis penjelasan tertulis unsur rupa dan prinsip desain pada karya seni anyaman.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Unsur Rupa pada Karya Anyaman (Garis, Bidang, Warna/Tekstur) | Hanya mampu menjelaskan 1 unsur rupa pada karya anyaman dengan tepat sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan 2 unsur rupa pada karya anyaman dengan tepat sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan seluruh 3 unsur rupa (garis jalinan lungsi-pakan, bidang anyaman, dan warna/tekstur) pada karya anyaman dengan tepat secara mandiri. | Mampu menjelaskan seluruh 3 unsur rupa (garis, bidang, warna/tekstur) pada karya anyaman secara tepat, lengkap, dan rinci menghubungkan arah lungsi-pakan dengan bentuk bidang yang dihasilkan. | | Penjelasan Prinsip Desain pada Karya Anyaman (Irama dan Keseimbangan) | Belum mampu menjelaskan prinsip irama maupun keseimbangan pada karya anyaman secara tepat. | Mampu menjelaskan salah 1 prinsip desain (irama perulangan ATAU keseimbangan susunan) pada karya anyaman dengan tepat sesuai acuan. | Mampu menjelaskan kedua prinsip desain (irama perulangan selang-seling DAN keseimbangan bentuk susunan) pada karya anyaman dengan tepat secara mandiri. | Mampu menjelaskan kedua prinsip desain (irama dan keseimbangan) pada karya anyaman secara tepat, mendalam, dan logis menguraikan keteraturan jalinan motifnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan contoh konkret dan media kartu tantangan efektif membantu murid memahami konsep unsur rupa dan prinsip desain pada anyaman?
- Bagian mana dari penjelasan unsur garis lungsi-pakan atau prinsip irama yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Unsur rupa apa saja yang berhasil kamu temukan saat mengamati pola jalinan pada benda anyaman hari ini?
- Bagaimana caramu mengenali adanya prinsip irama dan keseimbangan pada sebuah motif anyaman?
Pertemuan 2 — Menguji Coba Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Anyaman Tunggal serta Ganda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan anyaman
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengecek kesiapan alat serta bahan anyaman kertas dan pita plastik (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji coba variasi teknik penggunaan alat (gunting, penggaris perapat) dan bahan (kertas warna dan pita sintetis) pada motif anyaman tunggal dan ganda (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 contoh fisik lembar anyaman: Anyaman A bersilangan 1 lungsi 1 pakan (tunggal) dan Anyaman B bersilangan 2 lungsi 1 pakan (ganda); murid diminta mengidentifikasi nama motif teknik dasarnya secara cepat dengan acuan: A = anyaman tunggal, B = anyaman ganda (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati peragaan guru mengenai prosedur teknik pengujian dua jenis bahan (kertas manila dan pita sintetis) serta penggunaan alat bantu penggaris untuk merapatkan silangan pakan-lungsi (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan 2 aturan pola teknik: motif tunggal bersilangan selang-seling 1 ruas (naik satu turun satu), sedangkan motif ganda bersilangan selang-seling 2 ruas lungsi (naik dua turun dua) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara mandiri melakukan uji coba pertama: memotong bahan lungsi dan pakan menggunakan gunting serta penggaris dengan lebar seragam 1,5 cm pada media kertas (15 menit).
- Murid melaksanakan permainan tantangan ketangkasan uji anyaman bertajuk 'Teka-Teki Silang Tunggal': menyusupkan 5 bilah pakan pada bilah lungsi menggunakan pola tunggal (1 atas, 1 bawah secara bergantian) hingga membentuk anyaman rapat menggunakan bantuan penggaris perapat (15 menit).
- Murid melanjutkan uji coba kedua: membuat variasi teknik anyaman ganda menggunakan bahan pita sintetis/kertas dengan pola silangan 2 lungsi di atas dan 2 lungsi di bawah bergantian sebanyak 5 bilah pakan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil uji coba teknik anyaman tunggal dan ganda masing-masing terhadap kerapatan dan ketepatan hitungan ruas silangan (10 menit).
- Murid mencatat hambatan teknis yang dirasakan saat menguji coba penggunaan alat potong dan bahan kertas dibandingkan bahan sintetis (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap keteraturan uji coba variasi teknik anyaman tunggal dan ganda yang dibuat murid (4 menit).
- Guru dan murid merangkum langkah teknis penggunaan alat dan bahan yang paling efektif dalam menyusun silangan tunggal maupun ganda (3 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang pembuatan karya anyaman berbasis pengamatan lingkungan, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bahan dengan ketebalan dan fleksibilitas berbeda (kertas kalender bekas, kertas bufalo, pita jepang) agar murid dapat menguji daya lentur bahan saat dianyam.
- Proses: Bagi murid yang masih keliru pada pola hitungan silangan, disediakan pola petunjuk warna nomor selang-seling; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan menguji coba variasi kombinasi selang-seling tunggal-ganda pada 8 bilah pakan.
- Produk: Hasil uji coba berupa lembar sampel anyaman uji coba teknik tunggal (minimal 5 pakan) dan teknik ganda (minimal 5 pakan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasikal menggunakan 2 sampel anyaman fisik: Murid mengidentifikasi jenis pola silangan pada Anyaman A dan Anyaman B. Acuan jawaban benar: Anyaman A merupakan teknik anyaman tunggal (silangan 1 lungsi 1 pakan), dan Anyaman B merupakan teknik anyaman ganda (silangan 2 lungsi 1 pakan).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid memotong bahan lungsi-pakan dengan alat gunting/penggaris serta ketepatan langkah uji coba memasukkan pakan pada pola silangan tunggal (1 atas - 1 bawah) dan ganda (2 atas - 2 bawah) minimal masing-masing 5 bilah pakan.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan fisik lembar uji coba teknik anyaman: Verifikasi kerapatan silangan dan ketepatan hitungan pola silangan (acuan: sampel uji tunggal memiliki pola 1-1 tanpa lompatan ruas yang salah pada 5 bilah pakan; sampel uji ganda memiliki pola 2-2 konsisten pada 5 bilah pakan).
Formatif:- Unjuk kerja praktik uji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan anyaman tunggal serta ganda menggunakan lembar observasi proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian variasi teknik anyaman tunggal dan ganda | Belum mampu menyusun silangan pakan dan lungsi sesuai pola teknik tunggal (1-1) maupun ganda (2-2) walau telah dibimbing guru. | Mampu menguji coba teknik anyaman tunggal (1-1) secara tepat minimal 5 bilah pakan, namun pola teknik anyaman ganda (2-2) masih sering keliru ruas silangannya dengan bantuan guru. | Mampu menguji coba variasi teknik anyaman tunggal (1-1) dan anyaman ganda (2-2) secara tepat pada minimal 5 bilah pakan masing-masing secara mandiri. | Mampu menguji coba variasi teknik anyaman tunggal (1-1) dan anyaman ganda (2-2) secara tepat, konsisten tanpa kekeliruan hitungan ruas pada lebih dari 5 bilah pakan, serta menghasilkan anyaman yang sangat rapat dan presisi secara mandiri. | | Keterampilan penggunaan alat dan bahan anyaman | Belum mampu memotong bahan secara lurus dan belum mampu menggunakan alat bantu perapat secara tepat. | Mampu memotong bahan dan merapatkan anyaman dengan alat bantu penggaris namun ukuran bilah pakan masih tidak seragam atau anyaman masih kendur. | Mampu menggunakan gunting untuk memotong bilah bahan lungsi dan pakan secara seragam serta memanfaatkan alat perapat sehingga anyaman tersusun rapi. | Mampu mengoperasikan alat potong dan perapat dengan sangat terampil pada aneka jenis bahan (kertas dan pita sintetis) menghasilkan bilah yang presisi dan anyaman yang kokoh secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu uji coba teknik anyaman tunggal dan ganda cukup bagi seluruh murid?
- Bagian mana dari langkah penggunaan alat perapat atau teknik hitungan silangan ganda yang paling memerlukan bimbingan tambahan?
Murid:- Teknik anyaman mana yang terasa lebih mudah kamu uji coba, pola silangan tunggal atau ganda?
- Bahan mana yang paling mudah kamu anyam dan rapikan menggunakan alat bantu penggaris?
Pertemuan 3 — Membuat Karya Seni Rupa Anyaman Berdasarkan Pengamatan Bentuk Lingkungan Sekitar Tahap Pola Dasar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.3 Membuat karya seni rupa anyaman berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru menunjukkan 3 gambar objek lingkungan sekitar: (1) susunan sirip daun kelapa/palem, (2) susunan bata dinding sekolah, (3) pola sarang burung tempua; kemudian meminta murid mengamati garis dan polanya (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: murid diminta mengidentifikasi arah garis pola dari 3 gambar lingkungan tersebut secara lisan/tunjuk jari (acuan: gambar 1 garis menyirip/diagonal selang-seling, gambar 2 garis horizontal-vertikal selang-seling, gambar 3 susunan melingkar rapat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat karya seni rupa anyaman tahap pola dasar (pola lungsi dan pakan teratur) yang terinspirasi dari hasil pengamatan bentuk lingkungan sekitar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati lingkungan luar kelas (halaman sekolah/taman) selama beberapa saat untuk menemukan inspirasi bentuk garis teratur (seperti daun sejajar, pola paving block, atau susunan pagar) (10 menit).
- Guru memodelkan cara mentransformasikan bentuk lingkungan terpilih ke dalam rancangan pola dasar anyaman: menyiapkan bidang lungsi (jalur tegak) dan menyisipkan bilah pakan (jalur mendatar) berselang-seling (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid menyiapkan bahan anyaman pola dasar berupa kertas karton/kertas warna yang telah dipotong menjadi jalur lungsi dan bilah pakan berukuran seragam (5 menit).
- Murid mengikuti tantangan 'Lompat Selang-Seling Ceria': secara gembira murid mempraktikkan ritme memasukkan pakan pada lungsi dasar (pola satu angkat, satu tekan) meniru irama keteraturan pola alam yang diamati (10 menit).
- Murid secara mandiri membuat karya anyaman tahap pola dasar dengan menyusun minimal 6 jalur pakan ke atas bidang lungsi hingga terbentuk struktur anyaman yang rapat dan rapi berdasarkan inspirasi bentuk lingkungan masing-masing (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya anyaman pola dasarnya di atas meja, memeriksa kerapatan susunan bilah anyaman, dan memastikan keteraturan jalinan pakan dan lungsinya secara cermat (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap proses pembuatan anyaman pola dasar yang terinspirasi dari lingkungan sekitar serta memberi umpan balik langsung terhadap ketelitian jalinan lungsi-pakan murid (10 menit).
- Murid merapikan sisa potongan kertas dan alat berkarya, lalu guru menutup pertemuan serta menginformasikan bahwa karya pola dasar ini akan dilanjutkan ke tahap imajinasi lanjutan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh inspirasi visual bentuk lingkungan berupa foto pola daun sejajar, pola paving sekolah, dan pola ranting pohon bagi murid yang membutuhkan inspirasi konkret.
- Proses: Bagi murid yang masih canggung menyisipkan bilah anyam diberikan bidang lungsi berjarak lebih lebar (2 cm); bagi murid yang sudah terampil diberikan bilah lebih tipis (1 cm) untuk membuat jalinan pola dasar yang lebih padat.
- Produk: Murid menghasilkan karya anyaman tahap pola dasar dengan jumlah bilah pakan minimal 6 susunan bilah rapat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab identifikasi pola dasar garis pada 3 gambar lingkungan: (1) susunan sirip daun kelapa/palem, (2) susunan bata dinding, (3) sarang burung tempua. Acuan ketepatan: murid tepat menunjukkan arah garis selang-seling/keteraturan kisi-kisi pada minimal 2 dari 3 gambar tersebut.
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid membuat anyaman: mengamati ketepatan teknik menyisipkan bilah pakan ke bidang lungsi (teknik selang-seling konsisten) dan kerapatan susunan minimal 6 bilah pakan teranyam rapi.
Akhir Pertemuan:- Cek hasil karya anyaman pola dasar di akhir sesi: pemeriksaan keteraturan pola jalinan lungsi-pakan (minimal 6 susunan bilah pakan teranyam selang-seling tanpa lompatan ganda yang tidak terencana dan tersusun rapat).
Formatif:- Unjuk kerja praktik pembuatan karya anyaman tahap pola dasar berdasarkan inspirasi bentuk lingkungan sekitar menggunakan lembar observasi proses.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keteraturan jalinan anyaman pola dasar | Menyusun bilah pakan pada lungsi kurang dari 3 susunan dan pola selang-seling tidak beraturan. | Menyusun 3-5 bilah pakan pada lungsi dengan beberapa kekeliruan pola selang-seling (terdapat bilah yang tumpang tindih tidak teratur). | Menyusun minimal 6 bilah pakan pada lungsi dengan jalinan selang-seling teratur dan pola dasar terbentuk rapat. | Menyusun lebih dari 6 bilah pakan pada lungsi secara konsisten, jalinan jalin-menjalin sangat rapat, rapi, dan teratur tanpa kekeliruan secara mandiri. | | Penerapan bentuk keteraturan lingkungan pada anyaman | Belum mampu menerapkan keteraturan pola dari inspirasi bentuk lingkungan ke dalam anyaman. | Menerapkan keteraturan pola lingkungan pada sebagian kecil susunan bilah anyaman dengan bimbingan guru. | Menerapkan inspirasi pola garis teratur lingkungan sekitar (seperti pola daun/bata/pagar) ke dalam struktur anyaman pola dasar secara tepat. | Menerapkan inspirasi pola garis teratur lingkungan sekitar ke dalam struktur anyaman pola dasar secara sangat tepat, rapi, dan konsisten di seluruh bidang anyaman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menangkap inspirasi keteraturan bentuk dari lingkungan sekitar dan menerapkannya menjadi pola anyaman dasar?
- Bagian mana dari langkah menyisipkan bilah pakan yang paling sering menimbulkan kesulitan bagi murid?
Murid:- Bentuk lingkungan sekitar apa yang paling membantuku menemukan ide susunan anyaman hari ini?
- Apakah aku sudah berhasil membuat susunan bilah anyaman pola dasarku rapat dan teratur?
Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa Anyaman Berdasarkan Hasil Pengamatan Lingkungan Melalui Pengembangan Imajinasi Lanjutan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.3 Membuat karya seni rupa anyaman berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan fisik dan alat-bahan berkarya murid (kertas warna/pita/daun, gunting, lem, dan karya pola dasar dari pertemuan sebelumnya) (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab pengamatan lingkungan: 'Sebutkan 1 objek lingkungan sekitar (misal: daun sirih, sisik ikan, kulit nanas, atau sarang lebah) dan bagaimana pola garisnya dapat diimajinasikan menjadi anyaman?' Murid memberikan jawaban singkat (acuan kriteria: menyebutkan objek lingkungan nyata dan unsur garis/bentuk geometris polanya) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan 3 contoh gambar objek lingkungan dan padanan transformasi imajinatif motif anyamannya: (1) Bentuk sisik ikan -> motif anyaman lengkung ganda bertingkat; (2) Bentuk serat daun kelapa -> motif anyaman garis diagonal selang-seling; (3) Bentuk sarang lebah -> motif anyaman kombinasi heksagonal-kotak (7 menit).
- Murid mencermati pola dasar anyaman yang mereka selesaikan pada pertemuan 3, lalu menentukan 1 objek lingkungan sekitar yang akan dijadikan sumber inspirasi imajinasi lanjutan (misal: sisik kadal, pola kelopak bunga matahari, atau jaring laba-laba) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti permainan kreatif singkat 'Tantangan Imajinasi 5 Menit': guru menyebutkan satu objek alam bebas (ombak laut), dan murid serentak membentuk 2 pita anyaman contoh di meja mereka untuk menirukan lekukan ombak secara menyenangkan dan tanggap (5 menit).
- Murid melanjutkan pembuatan karya seni anyaman masing-masing dengan mengembangkan pola dasar menjadi motif anyaman lanjutan berdasarkan hasil pengamatan objek lingkungan yang dipilih (27 menit).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan individual bagi murid yang memerlukan penyesuaian kerapian tarikan pita atau penambahan variasi warna untuk mempertegas imajinasi bentuknya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid meletakkan karya anyaman yang telah dikembangkan di meja masing-masing, memeriksa kembali kesesuaian antara wujud karya anyaman dengan bentuk objek lingkungan yang diimajinasikannya (10 menit).
- Murid menandai bagian anyaman yang berhasil mewujudkan imajinasinya secara mandiri pada lembar cek proses (acuan cek: kerapian jalinan lungsi-pakan dan kejelasan bentuk imajinatif objek lingkungan) (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap perkembangan karya anyaman imajinatif yang berhasil dibuat murid pada pertemuan ini (5 menit).
- Guru mengarahkan murid untuk merapikan sisa bahan serta menyimpan karya dengan aman untuk dilanjutkan/disempurnakan pada pertemuan 5 sesuai minat masing-masing (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh gambar motif visual alam dengan tingkat kerumitan bervariasi (jalur garis sederhana hingga bidang geometris bertumpuk).
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan langkah per langkah menyisipkan variasi pakan; bagi murid yang cepat, guru menantang eksplorasi kombinasi 3 warna pita atau variasi arah jalinan.
- Produk: Karya anyaman imajinatif dapat berupa lembaran panel hias bermotif alam atau bentuk bidang figuratif sesuai rancangan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal sesi: 'Sebutkan 1 objek lingkungan sekitar dan bagaimana garis polanya dapat diubah menjadi anyaman?' (Acuan penerimaan: Murid menyebutkan minimal 1 objek alam/lingkungan konkret seperti daun, sisik ikan, kulit buah, atau batu bata, serta mendeskripsikan polanya seperti garis silang, kotak selang-seling, atau lengkungan berulang).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja selama tahap Mengaplikasi dengan lembar observasi pembuatan karya anyaman imajinasi lanjutan. Kriteria: (1) Jalinan pita anyaman tersusun rapat dan teratur; (2) Terdapat wujud motif hasil pengembangan imajinasi dari objek lingkungan sekitar yang dipilih.
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian proses pada penutup: Guru memeriksa hasil akhir karya anyaman pertemuan 4 murid menggunakan acuan ketercapaian (Kriteria: Minimal 80% bidang anyaman telah terisi jalinan lungsi-pakan yang kokoh dan menampilkan motif imajinasi objek lingkungan yang jelas).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: lisan tanya jawab identifikasi pola visual objek lingkungan.
- Asesmen unjuk kerja proses: observasi ketercapaian pembuatan karya anyaman lanjutan berdasarkan objek lingkungan sekitar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kerapian dan Keteraturan Jalinan Anyaman | Jalinan anyaman lungsi dan pakan longgar, banyak yang terlewat, dan mudah lepas. | Sebagian jalinan anyaman sudah teratur, namun masih terdapat 3 atau lebih bagian yang kendur atau salah selang-seling jalinan. | Jalinan anyaman tersusun teratur, rapat, dan kokoh dengan maksimal 1-2 kekeliruan kecil selang-seling jalinan. | Seluruh jalinan anyaman tersusun sangat rapi, rapat, konsisten, dan kokoh tanpa ada kekeliruan selang-seling jalinan secara mandiri. | | Pengembangan Imajinasi Motif Berdasarkan Lingkungan Sekitar | Belum menampakkan bentuk motif imajinatif; anyaman masih berupa pola dasar acak tanpa kaitan dengan objek lingkungan. | Membuat motif anyaman yang terinspirasi dari objek lingkungan sekitar namun bentuk variasinya masih sangat terbatas dan belum jelas. | Membuat karya anyaman dengan pengembangan imajinasi yang jelas memperlihatkan bentuk/karakter pola objek lingkungan yang dipilih. | Membuat karya anyaman dengan pengembangan imajinasi tingkat lanjut yang sangat detail, orisinal, dan terpadu harmonis merepresentasikan pola objek lingkungan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan tahapan pengembangan imajinasi pada anyaman mereka?
- Bagian pengembangan motif mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis dari guru?
Murid:- Objek lingkungan apa yang berhasil kamu wujudkan ke dalam motif anyamanmu hari ini?
- Tantangan apa yang kamu hadapi saat menyisipkan jalinan pita untuk membentuk motif imajinasimu?
Pertemuan 5 — Menghasilkan Karya Anyaman Sesuai Minat dan Merefleksikan Karya Sendiri serta Teman Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.4 Merefleksikan karya seni rupa anyaman diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- TP 5.5.5 Menghasilkan karya seni rupa anyaman yang mewakili minatnya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa singkat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menghasilkan karya anyaman yang mewakili minat pribadi serta merefleksikan karya diri sendiri dan teman menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai (4 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal kosa kata seni rupa melalui tanya jawab terarah tentang 3 istilah dasar anyaman: lungsi (iratan memanjang/vertikal), pakan (iratan melintang/horisontal), dan simetri/ritme (keteraturan susunan motif) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati 3 contoh produk anyaman berdasarkan peminatan bentuk: pembatas buku berpola geometris, tatakan gelas berpola bunga/lingkungan, dan dompet saku fungsional, lalu mengidentifikasi minat masing-masing untuk karya yang akan diselesaikan (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Refleksi Seni dan memandu murid memahami 4 kosa kata seni rupa wajib untuk refleksi: lungsi, pakan, ritme/keteraturan jalinan, dan kontras warna (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menghasilkan dan menuntaskan karya anyaman pilihan sesuai minat masing-masing (pilihan produk: pembatas buku, tatakan gelas, atau kantung hias) dengan merapikan jalinan lungsi dan pakan hingga tuntas (30 menit).
- Dalam kegiatan 'Apresiasi Galeri Anyaman' yang menggembirakan, murid saling bertukar karya dengan teman sebangku dan menuliskan refleksi tertulis pada lembar refleksi untuk karya diri sendiri dan karya teman (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan karya sendiri dengan menuliskan kesesuaian karya dengan minatnya serta mengulas jalinan lungsi dan pakan yang telah dikerjakan (10 menit).
- Murid merefleksikan karya teman sekelas menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa (misal: keteraturan pakan, kerapian lungsi, atau kontras warna jalinan) secara objektif pada lembar refleksi (8 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai keterkaitan minat dalam berkarya anyaman serta penggunaan kosa kata seni rupa dalam memberikan apresiasi (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil karya anyaman dan lembar refleksi murid, serta menginformasikan agenda asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan visual pilihan produk anyaman sesuai minat (pembatas buku sederhana, tatakan motif variasi, atau kantung fungsional) serta glosarium mini kosa kata seni rupa.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat refleksi rumpang berstruktur; bagi murid yang mandiri diberikan tantangan mengaitkan 3 atau lebih kosa kata seni rupa secara terpadu.
- Produk: Murid bebas menentukan jenis karya anyaman yang dihasilkan sesuai minat (pembatas buku, tatakan serbaguna, atau kantung hias) dengan teknik anyaman yang telah dikuasai.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan singkat di pendahuluan mengenai 3 konsep dasar seni anyaman (kunci/acuan jawaban: 1. Lungsi = iratan bahan posisi vertikal/tegak; 2. Pakan = iratan bahan posisi horisontal/mendatar yang diselipkan; 3. Ritme/Keteraturan = susunan jalinan iratan yang berulang secara teratur).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menyelesaikan karya anyaman pilihan sesuai minatnya (kriteria: ketuntasan bentuk benda yang dipilih dan kerapian jalinan lungsi serta pakan).
- Pemeriksaan lembar kerja refleksi karya diri sendiri dan teman sekelas (kriteria: ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa seperti lungsi, pakan, ritme, tekstur jalinan, atau kontras warna).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada Lembar Refleksi di akhir sesi: Murid mengisi 2 butir refleksi reflektif (Butir 1: 'Karya anyaman yang saya buat adalah [sebutkan bentuk produk] karena mewakili minat saya terhadap [sebutkan alasan minat]'; Butir 2: 'Pada karya anyaman teman saya, jalinan [pakan/lungsi] membentuk [ritme/kontras warna] yang [sebutkan ulasan estetik]'). Kriteria penerimaan: Butir 1 memuat jenis produk dan alasan minat secara logis; Butir 2 memuat minimal 2 kosa kata seni rupa yang digunakan secara tepat makna.
Formatif:- Penilaian produk unjuk kerja karya anyaman yang mewakili minat murid
- Penilaian lembar refleksi karya diri sendiri dan teman menggunakan kosa kata seni rupa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghasilkan Karya Anyaman Sesuai Minat (TP 5.5.5) | Belum menuntaskan produk anyaman sesuai minat yang dipilih; jalinan pakan dan lungsi belum tersusun menjadi satu kesatuan benda fungsional/estetis. | Menuntaskan sebagian produk anyaman sesuai minat pilihan, namun bentuk belum terstruktur rapi dan jalinan masih longgar. | Menghasilkan karya anyaman tuntas yang mewakili minat pilihannya (pembatas buku, tatakan, atau kantung) dengan susunan jalinan pakan dan lungsi yang rapat dan kuat. | Menghasilkan karya anyaman tuntas yang sepenuhnya mewakili minatnya secara mandiri, dengan jalinan pakan dan lungsi yang sangat rapi, kokoh, dan presisi. | | Merefleksikan Karya Diri Sendiri dan Teman dengan Kosa Kata Seni Rupa (TP 5.5.4) | Belum menuliskan refleksi karya diri maupun teman, atau menulis refleksi tanpa menggunakan kosa kata seni rupa yang relevan. | Menuliskan refleksi karya diri sendiri atau teman tetapi hanya menggunakan 1 kosa kata seni rupa secara tepat (misal: lungsi atau pakan saja). | Menuliskan refleksi karya diri sendiri dan teman sekelas dengan menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa (misal: lungsi, pakan, ritme, kontras warna) secara tepat konteks. | Menuliskan refleksi karya diri sendiri dan teman sekelas secara mendalam dan mandiri menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa (lungsi, pakan, ritme jalinan, kontras warna) secara tepat makna dan terpadu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan karya minatnya dan mengisi lembar refleksi?
- Bagaimana variasi minat murid tercermin dalam pilihan karya anyaman yang mereka hasilkan?
- Apakah murid sudah mampu menggunakan kosa kata seni rupa secara mandiri saat mengapresiasi karya teman?
Murid:- Apa alasanmu memilih bentuk karya anyaman tersebut dan bagaimana karya itu menggambarkan minatmu?
- Kosa kata seni rupa apa saja yang kamu gunakan untuk mengulas keindahan anyaman buatan temanmu?
- Bagian mana dari anyamanmu sendiri yang menurutmu paling berhasil dan rapi jalinannya?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.5.1 Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam karya seni rupa anyaman
- TP 5.5.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan anyaman
- TP 5.5.3 Membuat karya seni rupa anyaman berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi
- TP 5.5.4 Merefleksikan karya seni rupa anyaman diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
- TP 5.5.5 Menghasilkan karya seni rupa anyaman yang mewakili minatnya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik ruang kelas, serta mengondisikan meja kerja murid untuk pelaksanaan asesmen sumatif praktik (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup unjuk kerja pembuatan karya anyaman serentak, tes lisan keliling, dan lembar refleksi apresiatif tertulis (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif: seluruh murid bekerja mandiri menyelesaikan karya anyaman bermotif lingkungan sesuai minat, menyiapkan penjelasan lisan saat guru menghampiri meja, dan mengisi lembar refleksi di akhir (3 menit).
- Guru membagikan bahan baku pita/kertas anyaman dan lembar refleksi terstruktur, serta memastikan alat kerja (gunting, penggaris, perekat) telah siap di meja masing-masing murid (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid secara serentak menguji coba dan menerapkan variasi teknik anyaman (lungsi dan pakan) pada alat/bahan pilihan untuk menghasilkan produk anyaman jadi yang terinspirasi bentuk lingkungan sekitar sesuai minat murid (35 menit).
- Bersamaan saat seluruh murid berkarya secara mandiri, guru berkeliling meja ke meja melakukan tes lisan singkat bergiliran (alokasi 1,5 menit per murid x 28 murid = 42 menit total) menggunakan lembar ceklis untuk menilai penjelasan lisan murid mengenai 3 unsur rupa (garis, warna, bidang) dan 3 prinsip desain (pola, irama, keseimbangan) pada anyaman buatannya (42 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Seluruh 28 murid secara serentak mengisi lembar refleksi dan apresiasi tertulis terstruktur selama 13 menit, mencakup 2 butir refleksi karya sendiri (teknik anyam yang dipilih dan kendala/keberhasilan proses) serta 2 butir apresiasi karya teman sebangku menggunakan kosa kata seni rupa (keseimbangan, kerapian motif, kontras warna, tekstur lungsi-pakan) (13 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan produk karya anyaman fisik beserta lembar refleksi apresiatif dari seluruh 28 meja murid (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras, ketekunan, dan kemandirian seluruh murid dalam menuntaskan karya anyaman Bab 5, lalu menutup sesi asesmen dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada perbedaan kompetensi yang diuji; akomodasi akses berupa penyediaan bilah pakan dengan kontras warna lebih tinggi bagi murid dengan hambatan persepsi visual ringan.
- Proses: Pemberian penataan posisi duduk yang ergonomis dan akses alat pemotong aman bagi murid yang membutuhkan akomodasi motorik halus tanpa mengubah instruksi dan kriteria tugas.
- Produk: Format produk anyaman tetap terstandar sesuai rubrik unjuk kerja teknik dan motif lingkungan, murid bebas memilih media aplikasi akhir (alas cangkir, pembatas buku, atau hiasan dinding kecil) sesuai minat pribadinya.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Unjuk kerja praktik pembuatan karya anyaman serentak, tes lisan keliling, dan refleksi tertulis apresiatif: Karya seni rupa anyaman motif pilihan murid berdasarkan objek lingkungan sekitar beserta lembar refleksi kosa kata rupa dan catatan penjelasan lisan unsur/prinsip desain
- Unjuk kerja praktik dan pembuatan produk seni rupa serentak: Seluruh 28 murid secara serentak menguji coba dan menerapkan variasi teknik anyaman (lungsi dan pakan) pada alat/bahan pilihan untuk menghasilkan produk anyaman jadi yang terinspirasi bentuk lingkungan sekitar sesuai minat murid (50 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja teknik dan produk karya seni anyaman)
- Tes lisan dan wawancara singkat bergiliran saat praktik: Penjelasan lisan murid mengenai unsur rupa (garis, warna, bidang) dan prinsip desain (pola, irama, keseimbangan) pada anyamannya, dinilai langsung guru dengan berkeliling meja ke meja secara singkat 1,5 menit per murid selama kelas bekerja mandiri (42 menit / 1,5 menit = 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: Lembar observasi dan ceklis respons lisan unsur serta prinsip desain)
- Lembar refleksi dan apresiasi tertulis serentak: Lembar ulasan tertulis mandiri yang diisi seluruh 28 murid secara bersamaan berisi refleksi proses berkarya diri sendiri dan apresiasi terhadap karya anyaman teman sebangku menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (13 menit; kelompok; instrumen: Lembar refleksi tertulis terstruktur dan pedoman penskoran kosa kata seni)
Sumatif:- Unjuk kerja praktik pembuatan karya anyaman serentak, tes lisan keliling, dan refleksi tertulis apresiatif: Karya seni rupa anyaman motif pilihan murid berdasarkan objek lingkungan sekitar beserta lembar refleksi kosa kata rupa dan catatan penjelasan lisan unsur/prinsip desain
- Unjuk kerja praktik dan pembuatan produk seni rupa serentak: Seluruh 28 murid secara serentak menguji coba dan menerapkan variasi teknik anyaman (lungsi dan pakan) pada alat/bahan pilihan untuk menghasilkan produk anyaman jadi yang terinspirasi bentuk lingkungan sekitar sesuai minat murid (50 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian unjuk kerja teknik dan produk karya seni anyaman)
- Tes lisan dan wawancara singkat bergiliran saat praktik: Penjelasan lisan murid mengenai unsur rupa (garis, warna, bidang) dan prinsip desain (pola, irama, keseimbangan) pada anyamannya, dinilai langsung guru dengan berkeliling meja ke meja secara singkat 1,5 menit per murid selama kelas bekerja mandiri (42 menit / 1,5 menit = 28 murid) (42 menit; individual; instrumen: Lembar observasi dan ceklis respons lisan unsur serta prinsip desain)
- Lembar refleksi dan apresiasi tertulis serentak: Lembar ulasan tertulis mandiri yang diisi seluruh 28 murid secara bersamaan berisi refleksi proses berkarya diri sendiri dan apresiasi terhadap karya anyaman teman sebangku menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (13 menit; kelompok; instrumen: Lembar refleksi tertulis terstruktur dan pedoman penskoran kosa kata seni)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penguasaan Variasi Teknik Anyaman Alat dan Bahan (TP 5.5.2) | Hanya menerapkan 1 teknik anyaman dasar secara keliru; susunan lungsi dan pakan longgar/terlepas dan alat/bahan tidak digunakan secara tepat. | Menerapkan variasi teknik anyaman (tunggal atau ganda) namun kerapian susunan lungsi dan pakan masih belum konsisten pada sebagian besar bidang karya. | Menerapkan variasi teknik anyaman tunggal dan ganda secara tepat; susunan lungsi dan pakan terjalin rapat dan rapi pada seluruh bidang karya dengan mandiri. | Menerapkan variasi teknik anyaman tunggal dan ganda secara tepat, sangat rapat, konsisten, serta menunjukkan kepiawaian tinggi dalam penguncian tepi karya secara mandiri dan rapi sempurna. | | Pembuatan Karya Anyaman Berdasarkan Lingkungan dan Minat (TP 5.5.3 & TP 5.5.5) | Bentuk anyaman tidak mencerminkan objek lingkungan sekitar dan tidak menunjukkan wujud produk fungsional/estetis yang mewakili minat. | Bentuk anyaman mulai menampilkan inspirasi lingkungan sekitar (seperti motif daun, sisik ikan, gelombang air, atau bunga) namun bentuk motif belum terdefinisi jelas sesuai minat yang dipilih. | Berhasil membuat karya anyaman jadi yang secara jelas menampilkan bentuk stilasi lingkungan sekitar (motif daun, sisik ikan, gelombang air, atau bunga) sesuai minat pilihan pribadi murid. | Berhasil membuat karya anyaman jadi yang sangat terdefinisi, mengolah imajinasi objek lingkungan (motif daun, sisik ikan, gelombang air, atau bunga) menjadi motif anyaman yang sangat estetis dan fungsional sesuai minatnya. | | Penjelasan Lisan Unsur Rupa dan Prinsip Desain Anyaman (TP 5.5.1) | Tidak mampu menjelaskan unsur rupa maupun prinsip desain; tidak menyebutkan satupun dari daftar acuan (garis, warna, bidang, pola, irama, keseimbangan). | Menjelaskan secara lisan 1-2 dari 6 unsur/prinsip desain acuan (Daftar acuan: unsur garis bilah, warna pakan-lungsi, bidang motif; prinsip pola keteraturan, irama selang-seling, keseimbangan simetris/asimetris). | Menjelaskan secara lisan 3-4 dari 6 unsur rupa dan prinsip desain acuan pada karya anyamannya secara tepat dan jelas. | Menjelaskan secara lisan 5-6 dari 6 unsur rupa dan prinsip desain acuan (garis, warna, bidang, pola, irama, keseimbangan) pada anyamannya secara tepat, runtut, dan mandiri. | | Refleksi dan Apresiasi Tertulis dengan Kosa Kata Seni Rupa (TP 5.5.4) | Lembar refleksi tidak terisi lengkap; ulasan tidak menggunakan kosa kata seni rupa acuan sama sekali. | Mengisi lembar refleksi dengan menggunakan 1 kosa kata seni rupa dari daftar acuan (keseimbangan, kontras warna, irama motif, tekstur bidang) untuk mengulas karya diri sendiri atau teman. | Mengisi lengkap 4 butir lembar refleksi dan ulasan dengan tepat menggunakan 2-3 kosa kata seni rupa dari daftar acuan (keseimbangan, kontras warna, irama motif, tekstur bidang) untuk mengapresiasi karya diri dan teman sebangku. | Mengisi lengkap 4 butir lembar refleksi dan ulasan secara mendalam menggunakan 4 kosa kata seni rupa acuan (keseimbangan, kontras warna, irama motif, tekstur bidang) secara tepat konteks untuk mengevaluasi karya diri dan teman. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 42 menit (1,5 menit per murid untuk 28 murid) efektif untuk menggali penjelasan lisan terkait unsur rupa dan prinsip desain secara objektif?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam mengaplikasikan variasi teknik anyaman serta mentransformasikan bentuk lingkungan sekitar ke dalam motif anyaman?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan anyaman motif lingkungan ini yang paling menantang untuk saya selesaikan sendiri?
- Apakah kosa kata seni rupa yang saya gunakan pada lembar refleksi sudah tepat menggambarkan kelebihan karya anyaman saya dan teman saya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V Kemendikbudristek RI Edisi Revisi.
- Benda konkret hasil kerajinan anyaman tradisional (besek bambu, piring lidi, taplak pandan).
- Set kartu gambar 'Detektif Unsur & Prinsip Anyaman' dan Lembar Analisis Karya Anyaman.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2021) Bab 5 Unit Mengeksplorasi dan Berkarya Anyaman
- Bilah kertas manila/asturo warna-warni dan pita jepang/plastik sintetis ukuran 1,5 cm
- Gunting kertas, mistar/penggaris kayu atau plastik sebagai alat bantu potong dan perapat anyaman
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 5 Mengeksplorasi dan Berkarya Anyaman.
- Bahan kertas manila/karton berwarna untuk bidang lungsi dan kertas lipat warna-warni yang sudah dipotong menjadi bilah pakan.
- Contoh gambar/foto lingkungan sekitar: susunan daun kelapa, susunan bata/paving, dan pagar bambu.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek).
- Koleksi contoh gambar tekstur alam (sisik ikan, serat daun, sarang lebah, pola batu).
- Bahan anyaman: kertas manila warna, pita kertas/kain/sintetis, bilah daun kelapa/daun pisang kering.
- Alat bantu: gunting, penggaris, lem kertas/selotip.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021/2023 Revisi), Bab V: Mengeksplorasi dan Berkarya Anyaman, Halaman 141-150.
- Contoh produk anyaman fungsional (pembatas buku kertas, tatakan gelas pita/kertas, kantung souvenir).
- Bahan dan alat anyam: iratan kertas warna-warni/pita jepang/serat, gunting, lem, dan mistar.
- Lembar Refleksi Apresiasi Seni Rupa Anyaman.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa Kelas 5 SD Kemendikbudristek
- Bahan anyaman: kertas manila warna-warni / pita jepang / daun pandan kering siap anyam
- Alat bantu praktik: penggaris, gunting kertas, perekat/lem kertas
- Lembar Instrumen Asesmen Sumatif: Ceklis Tes Lisan Unsur/Prinsip Seni Rupa dan Lembar Refleksi Tertulis
|