Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5: Menemukan Proporsi dan Komposisi pada Karya Seni

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 5 dengan topik "Menemukan Proporsi dan Komposisi pada Karya Seni". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5: Menemukan Proporsi dan Komposisi pada Karya Seni

Seni Rupa - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menemukan Proporsi dan Komposisi pada Karya Seni

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenemukan Proporsi dan Komposisi pada Karya Seni
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan prinsip proporsi dan komposisi dalam sebuah karya seni atau objek di sekitar
  2. Murid dapat membandingkan dua karya seni berdasarkan proporsi dan komposisinya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang diketahui mengenai prinsip proporsi dan komposisi dalam seni rupa?
  2. Apakah setiap benda atau karya seni selalu memiliki proporsi?
  3. Bagaimana cara menentukan komposisi dalam sebuah benda atau karya seni?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas dan menyapa murid dengan ramah untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menemukan dan membandingkan prinsip proporsi dan komposisi dalam karya seni
  • Guru memberikan motivasi dengan menunjukkan contoh karya seni menarik yang memiliki proporsi dan komposisi berbeda
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan pengetahuan awal murid tentang proporsi dan komposisi
  • Guru melakukan asesmen awal dengan meminta murid menuliskan apa yang mereka ketahui tentang proporsi dan komposisi dalam jurnal visual

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan berbagai karya seni dan objek di sekitar (foto atau benda nyata) yang memiliki proporsi dan komposisi jelas
  • Murid mengamati dengan saksama karya seni yang ditampilkan, mencatat bagian-bagian yang menarik perhatian mereka
  • Guru menjelaskan konsep proporsi (perbandingan ukuran antar bagian) dan komposisi (tata letak unsur visual) dengan bahasa sederhana dan contoh konkret
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan proporsi dan komposisi yang mereka temukan pada salah satu karya yang ditampilkan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk memastikan pemahaman murid tentang prinsip proporsi dan komposisi

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan memberikan dua karya seni atau objek untuk dibandingkan
  • Setiap kelompok mengamati kedua karya seni tersebut dan mencatat persamaan dan perbedaan proporsi serta komposisinya
  • Murid menggunakan lembar kerja untuk mengidentifikasi unsur proporsi (ukuran relatif objek) dan komposisi (penempatan objek) pada kedua karya
  • Setiap kelompok membuat kesimpulan sederhana tentang bagaimana proporsi dan komposisi mempengaruhi kesan visual karya seni
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan bimbingan kepada kelompok yang membutuhkan bantuan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil perbandingan dua karya seni yang telah mereka analisis di depan kelas
  • Murid dari kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan untuk memperkaya pemahaman
  • Guru memberikan apresiasi terhadap setiap presentasi dan menambahkan penjelasan jika diperlukan
  • Murid secara individu merefleksikan pembelajaran dengan menuliskan di jurnal visual: apa yang dipelajari hari ini, bagaimana proporsi dan komposisi mempengaruhi karya seni, dan contoh proporsi-komposisi yang mereka temukan di lingkungan sekitar
  • Guru memfasilitasi refleksi kelas dengan meminta beberapa murid berbagi pemikiran mereka

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang proporsi dan komposisi dalam karya seni
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengidentifikasi proporsi dan komposisi pada satu karya seni baru secara tertulis
  • Guru memberikan umpan balik positif terhadap partisipasi dan hasil kerja murid
  • Guru memberikan tugas rumah untuk mencari dan mendokumentasikan (foto/sketsa) satu objek di rumah yang memiliki proporsi dan komposisi menarik untuk dibawa pada pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur atas pengalaman belajar hari ini

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: menyediakan karya seni dengan proporsi dan komposisi yang sangat jelas dan kontras. Untuk murid yang lebih cepat: menyediakan karya seni dengan proporsi dan komposisi lebih kompleks atau abstrak
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan lebih dapat bekerja dalam kelompok dengan pendampingan intensif guru atau teman sebaya. Murid yang sudah paham dapat diberikan tugas tambahan untuk menganalisis lebih banyak karya atau membuat sketsa sederhana dengan menerapkan proporsi dan komposisi
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyampaikan hasil analisis mereka: presentasi lisan, poster visual, atau tulisan deskriptif, sesuai dengan kekuatan mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menuliskan atau menggambar di jurnal visual apa yang mereka ketahui tentang proporsi dan komposisi
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada beberapa murid untuk mengecek pengetahuan awal tentang unsur rupa dan prinsip desain

Proses:

  • Observasi aktif saat murid mengamati dan mendiskusikan karya seni
  • Pemeriksaan lembar kerja kelompok untuk melihat kemampuan mengidentifikasi dan membandingkan proporsi dan komposisi
  • Mendengarkan presentasi kelompok dan memberikan umpan balik konstruktif
  • Mengajukan pertanyaan pendalaman kepada murid selama kegiatan berlangsung

Akhir:

  • Tes tertulis individu: murid diminta mengidentifikasi dan menjelaskan proporsi dan komposisi pada satu karya seni yang belum pernah mereka lihat sebelumnya
  • Penilaian refleksi tertulis di jurnal visual tentang pemahaman konsep proporsi dan komposisi yang telah dipelajari
  • Evaluasi kemampuan murid menyebutkan contoh penerapan proporsi dan komposisi di lingkungan sekitar

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok tentang pemahaman murid terhadap proporsi dan komposisi
  • Pemeriksaan lembar kerja analisis perbandingan karya seni
  • Penilaian presentasi kelompok dengan fokus pada kemampuan membandingkan proporsi dan komposisi

Sumatif:

  • Tes tertulis individu untuk mengidentifikasi proporsi dan komposisi pada karya seni baru
  • Penilaian jurnal visual murid yang berisi dokumentasi pemahaman dan refleksi pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menemukan prinsip proporsi dalam karya seniMurid belum dapat mengidentifikasi proporsi dalam karya seni atau objekMurid dapat mengidentifikasi proporsi dengan bantuan guru atau contoh yang sangat jelasMurid dapat mengidentifikasi proporsi dalam karya seni atau objek dengan tepatMurid dapat mengidentifikasi proporsi dalam berbagai karya seni dan menjelaskan dampaknya terhadap kesan visual
Kemampuan menemukan prinsip komposisi dalam karya seniMurid belum dapat mengidentifikasi komposisi dalam karya seni atau objekMurid dapat mengidentifikasi komposisi dengan bantuan guru atau contoh yang sangat jelasMurid dapat mengidentifikasi komposisi dalam karya seni atau objek dengan tepatMurid dapat mengidentifikasi komposisi dalam berbagai karya seni dan menjelaskan bagaimana tata letak mempengaruhi karya
Kemampuan membandingkan dua karya berdasarkan proporsi dan komposisiMurid belum dapat membandingkan dua karya seni berdasarkan proporsi dan komposisiMurid dapat menyebutkan perbedaan dasar antara dua karya tetapi belum mengaitkan dengan proporsi dan komposisi secara spesifikMurid dapat membandingkan dua karya seni dengan menyebutkan persamaan dan perbedaan proporsi serta komposisinyaMurid dapat membandingkan dua karya seni secara detail, menjelaskan bagaimana proporsi dan komposisi menciptakan efek visual berbeda
Kemampuan komunikasi dan presentasiMurid belum dapat menyampaikan hasil analisis dengan jelasMurid dapat menyampaikan hasil analisis dengan bahasa sederhana tetapi kurang terstrukturMurid dapat menyampaikan hasil analisis dengan jelas dan menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuaiMurid dapat menyampaikan hasil analisis dengan sangat jelas, terstruktur, dan menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat serta memberikan contoh konkret

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode pengajaran yang saya gunakan efektif membantu murid memahami konsep proporsi dan komposisi?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan perbandingan karya seni? Apakah mereka terlibat aktif?
  • Apakah ada murid yang memerlukan pendekatan berbeda atau dukungan tambahan?
  • Apa yang bisa saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang proporsi dan komposisi?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Apakah kamu menemukan kesulitan saat membandingkan dua karya seni? Apa kesulitannya?
  • Di mana lagi kamu bisa menemukan contoh proporsi dan komposisi dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 3: Menggambar Objek dengan Proporsi dan Komposisi
  2. Reproduksi karya seni rupa (lukisan, patung, foto) dalam bentuk cetak atau digital
  3. Objek nyata di sekitar kelas (pot bunga, vas, mainan, bangunan) untuk diamati
  4. Lembar kerja analisis proporsi dan komposisi
  5. Jurnal visual murid untuk dokumentasi dan refleksi
  6. Proyektor/LCD untuk menampilkan karya seni digital (jika tersedia)
  7. Papan tulis dan spidol untuk menjelaskan konsep

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.