MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 3 — Menggambar Objek dengan Proporsi dan Komposisi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Menggambar Objek dengan Proporsi dan Komposisi |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 35 menit = 700 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 7 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.3.1 Menjelaskan prinsip desain proporsi dan komposisi dalam benda-benda di sekitar
- TP 5.3.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan pewarna kering dalam menggambar
- TP 5.3.3 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui penerapan prinsip proporsi dan komposisi
- TP 5.3.4 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa ukuran penghapus papan tulis terlihat serasi ketika diletakkan di samping papan tulis?
- Apa yang terjadi jika kaki meja belajar dibuat jauh lebih pendek daripada kursinya?
- Mengapa penataan susunan vas bunga, buku, dan tempat pensil di meja guru terlihat rapi dan nyaman dipandang?
- Apa yang terjadi jika semua benda di atas meja hanya ditumpuk di satu sisi pojok saja?
- Bagaimana pensil hitam yang sama bisa menghasilkan arsiran yang sangat gelap dan sangat terang?
- Apa yang terjadi pada goresan pensil jika kita gosok perlahan menggunakan jari, tisu, atau kapas?
- Bagaimana cara membuat perubahan warna dari gelap ke terang terlihat halus menggunakan pensil warna atau krayon?
- Apa yang terjadi pada permukaan kertas ketika dua warna krayon atau pensil warna digosokkan bertumpuk?
- Bagaimana cara kita memindahkan pemandangan atau sudut lingkungan sekolah yang kita lihat ke atas kertas agar tampak seimbang?
- Mengapa perbandingan ukuran antar-benda di lingkungan nyata perlu kita perhatikan saat membuat sketsa gambar dua dimensi?
- Kata seni rupa apa yang paling tepat untuk menggambarkan ukuran perbandingan antara dua benda dalam sebuah gambar?
- Bagaimana kosa kata seni rupa membantu kita menyampaikan kelebihan dan hal yang perlu diperbaiki dari gambar teman secara jelas?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa susunan benda di sekitar kita sudah memiliki proporsi dan komposisi yang seimbang?
- Bagaimana teknik pewarna kering (arsir atau gradasi) membantu menampilkan kesan wujud benda secara nyata dalam gambar dua dimensi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Prinsip Desain Proporsi pada Objek di Sekitar Ruang Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Menjelaskan prinsip desain proporsi dan komposisi dalam benda-benda di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpandu menggunakan dua pasang objek nyata di kelas: (1) spidol dan tutup spidol (proporsional: ukuran tutup lebih pendek dan pas menutup ujung spidol), (2) sapu lantai dengan gagang dipotong tersisa 10 cm (tidak proporsional: gagang terlalu pendek dibanding kepala sapu sehingga tidak serasi dan sulit digunakan) untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai perbandingan ukuran benda (acuan: murid menyebutkan hubungan kesesuaian ukuran antarbagian benda) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan prinsip desain proporsi pada objek nyata di dalam ruang kelas (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati penjelasan guru mengenai konsep proporsi dalam seni rupa sebagai perbandingan ukuran antarbagian atau bagian dengan keseluruhan yang menciptakan tatanan yang harmonis dan serasi (10 menit).
- Murid memainkan permainan tebak cepat 'Serasi atau Aneh': Guru memperlihatkan 3 ilustrasi perbandingan objek: Ilustrasi 1 (cangkir dengan gagang seukuran gentong air -> aneh/tidak proporsional), Ilustrasi 2 (pintu kelas dengan gagang pintu di ketinggian pinggang manusia -> serasi/proporsional), Ilustrasi 3 (kursi murid dengan tinggi sandaran 2 meter -> aneh/tidak proporsional). Murid bersama-sama mengangkat kartu hijau (serasi) atau kartu merah (aneh) secara serentak sambil menyebutkan alasan perbandingan ukurannya (acuan: Ilustrasi 1 tidak proporsional karena gagang terlalu besar; Ilustrasi 2 proporsional karena ukuran dan letak gagang sesuai ukuran pintu; Ilustrasi 3 tidak proporsional karena sandaran terlalu panjang dibanding alas kursi) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk mengamati dan menganalisis perbandingan ukuran pada 3 objek nyata di sekitar ruang kelas: (1) Meja murid (perbandingan tinggi kaki meja dengan tebal permukaan meja), (2) Papan tulis (perbandingan panjang bidang tulis dengan lebarnya), dan (3) Jam dinding (perbandingan jarum pendek penunjuk jam dengan jarum panjang penunjuk menit) (15 menit).
- Setiap pasangan menuliskan penjelasan tertulis pada lembar observasi mengenai prinsip proporsi pada ketiga objek tersebut (acuan penjelasan: (1) Kaki meja kokoh dan panjangnya proporsional menopang daun meja sehingga nyaman digunakan duduk; (2) Panjang papan tulis lebih dominan dibanding lebarnya sehingga proporsional membentang di dinding kelas; (3) Jarum jam pendek memiliki ukuran sekitar setengah dari jarum jam panjang sehingga proporsional dan mudah dibedakan saat membaca waktu) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan pasangan membacakan penjelasan perbandingan ukuran salah satu objek yang diamati, sementara pasangan lain saling mencocokkan hasil analisis proporsinya berdasarkan kriteria keserasian ukuran (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa proporsi adalah perbandingan ukuran yang wajar dan seimbang antarbagian pada suatu objek sehingga terlihat harmonis (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada murid mengenai arti proporsi dan contohnya di kelas (acuan: proporsi adalah perbandingan ukuran antarbagian agar tampak serasi) serta menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari prinsip komposisi (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan perbandingan visual langsung (misal membandingkan mistar 30 cm dengan meja), sedangkan murid mahir mengamati objek dengan bagian yang lebih kompleks (seperti lemari kelas bersusun).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menentukan kata kunci perbandingan ukuran (panjang, pendek, lebar, tebal), sedangkan murid yang cepat bekerja mandiri bersama pasangan.
- Produk: Format penjelasan dapat berupa poin perbandingan ukuran singkat maupun uraian paragraf deskriptif lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik perbandingan ukuran pada spidol vs tutup spidol dan sapu utuh vs sapu bergagang 10 cm (acuan: spidol proporsional karena tutup pas membungkus mata spidol; sapu gagang 10 cm tidak proporsional karena perbandingan panjang gagang dan ijuk tidak serasi/tidak seimbang).
Proses:- Penilaian lembar kerja observasi analisis prinsip proporsi pada 3 objek ruang kelas: Meja murid, Papan tulis, dan Jam dinding (acuan penilaian: ketepatan menjelaskan perbandingan ukuran antarbagian pada minimal 2 dari 3 objek secara logis dan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menjawab pertanyaan 'Mengapa ukuran jendela kelas dibuat lebih kecil daripada ukuran dinding kelas?' (acuan: agar proporsional dan serasi dengan luas bidang dinding sehingga dinding tetap kokoh dan ruangan mendapat cahaya cukup secara seimbang).
Formatif:- Observasi partisipasi dan lembar kerja analisis penjelasan proporsi 3 objek kelas secara berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan prinsip proporsi pada objek di sekitar ruang kelas | Belum mampu menjelaskan perbandingan ukuran antarbagian pada objek ruang kelas (0 objek tepat dari 3 objek acuan). | Menjelaskan perbandingan ukuran antarbagian pada 1 objek ruang kelas secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan penuh guru. | Menjelaskan perbandingan ukuran antarbagian pada 2 dari 3 objek ruang kelas (meja, papan tulis, jam dinding) secara tepat sesuai acuan secara mandiri. | Menjelaskan perbandingan ukuran antarbagian pada seluruh 3 objek ruang kelas (meja, papan tulis, jam dinding) secara tepat dan lengkap sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan objek konkret di dalam ruang kelas membantu murid memahami konsep perbandingan ukuran (proporsi) secara nyata?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling efektif membuat murid aktif berdiskusi mengenai keserasian ukuran?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pahami tentang perbandingan ukuran benda di sekitarmu hari ini?
- Benda apa di dalam kelas yang menurutmu memiliki bentuk dan ukuran paling serasi? Mengapa?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Prinsip Desain Komposisi pada Susunan Benda di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Menjelaskan prinsip desain proporsi dan komposisi dalam benda-benda di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, mengecek presensi, serta menyiapkan suasana belajar yang nyaman (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan untuk mengecek kesiapan murid mengenai prinsip komposisi dengan menunjukkan 2 susunan alat tulis di meja: Susunan A (seimbang dan tertata di tengah) dan Susunan B (semua benda menumpuk berantakan di ujung meja) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 contoh susunan benda nyata di ruang kelas yang disiapkan guru: (1) Susunan Simetris: vas bunga diapit dua tempat pensil berukuran sama di kanan-kiri; (2) Susunan Asimetris: tumpukan 3 buku tebal di sisi kiri diimbangi botol minum dan jam meja di sisi kanan sehingga tetap seimbang; (3) Susunan Bebas/Tidak Seimbang: penggaris, buku, dan kotak pensil ditaruh miring menumpuk di satu sudut meja (15 menit).
- Guru memandu murid menelaah prinsip komposisi (keseimbangan penataan, keteraturan, dan distribusi ruang letak benda) agar murid memahami bahwa komposisi adalah cara mengatur dan menyusun letak benda-benda agar terlihat serasi dan seimbang (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan tantangan menggembirakan 'Detektif Komposisi': setiap murid menerima Lembar Kerja Pengamatan yang memuat 3 gambar foto susunan benda nyata (Foto 1: Deretan pot tanaman di depan jendela kelas tertata seimbang; Foto 2: Susunan tumpukan buku dan tas di loker yang berat sebelah ke kanan; Foto 3: Penataan botol minum, kotak bekal, dan sendok di atas meja makan yang teratur di area tengah) (15 menit).
- Murid bekerja secara mandiri menganalisis ketiga foto dan menuliskan penjelasan prinsip komposisi pada lembar kerja: menentukan apakah susunan benda seimbang/tidak seimbang serta menjelaskan alasan distribusi letak benda tersebut (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas hasil analisis lembar kerja secara terbuka dan mengonfirmasi ketepatan penjelasan mengenai prinsip komposisi susunan benda (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama merangkum prinsip desain komposisi (keseimbangan penataan susunan benda di lingkungan sekitar) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap penjelasan murid dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk mencoba teknik pewarna pensil, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa kata kunci bantu penataan (seimbang simetris, seimbang asimetris, berat sebelah), sedangkan murid yang cepat diberikan foto susunan benda dengan variasi objek yang lebih banyak dan kompleks.
- Proses: Guru memberikan scaffolding terarah bagi murid yang masih kesulitan mengidentifikasi titik keseimbangan susunan benda saat menganalisis foto.
- Produk: Semua murid menjelaskan prinsip komposisi pada lembar kerja pengamatan; murid berkemampuan tinggi melengkapi penjelasan dengan analisis distribusi ruang kosong di sekitar susunan benda.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan mengenai susunan benda di meja guru (Susunan A seimbang di tengah vs Susunan B menumpuk di ujung kanan). Kunci/acuan jawaban: Murid dapat menunjukkan bahwa Susunan A tampak seimbang dan rapi karena benda terbagi merata di permukaan meja, sedangkan Susunan B berat sebelah dan tidak seimbang karena semua benda bertumpuk di satu sisi.
Proses:- Pengamatan dan penilaian lembar kerja 'Detektif Komposisi' berisi 3 foto susunan benda. Kunci/acuan jawaban LK: (1) Foto 1: Komposisi seimbang karena posisi pot tanaman didistribusikan rata di sepanjang jendela; (2) Foto 2: Komposisi tidak seimbang/berat sebelah karena tas dan buku ditaruh menumpuk hanya di sisi kanan loker sehingga sisi kiri kosong; (3) Foto 3: Komposisi seimbang (terpusat) karena botol minum dan kotak bekal ditata teratur di tengah meja dengan ruang pembagi yang serasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menjelaskan dengan bahasa sendiri apa yang dimaksud dengan prinsip komposisi dalam susunan benda. Kriteria penerimaan: Penjelasan memuat konsep pengaturan/penataan letak benda agar seimbang, serasi, dan nyaman dipandang.
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja analisis 'Detektif Komposisi' mengenai penjelasan prinsip komposisi pada 3 susunan benda.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Prinsip Komposisi pada Susunan Benda | Belum mampu menjelaskan prinsip komposisi (ketepatan 0 dari 3 foto susunan benda sesuai acuan kunci LK). | Mampu menjelaskan prinsip komposisi pada 1 dari 3 foto susunan benda secara tepat sesuai acuan kunci LK. | Mampu menjelaskan prinsip komposisi pada 2 dari 3 foto susunan benda secara tepat sesuai acuan kunci LK. | Mampu menjelaskan prinsip komposisi pada seluruh 3 foto susunan benda secara tepat dan rinci sesuai acuan kunci LK. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh susunan benda nyata dan foto yang disediakan memudahkan murid memahami prinsip komposisi?
- Bagian mana dari langkah penjelasan prinsip komposisi yang masih membuat murid ragu membedakan susunan seimbang dan tidak seimbang?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan mengamati susunan benda tadi yang paling mudah kamu pahami?
- Bagaimana caramu mengenali apakah susunan benda di mejamu sudah memiliki komposisi yang seimbang?
Pertemuan 3 — Menguji Coba Variasi Teknik Arsir dan Dusel Menggunakan Alat dan Bahan Pensil — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan pewarna kering dalam menggambar
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran yaitu menguji coba variasi teknik arsir dan dusel menggunakan pensil (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta seluruh murid membuat 2 contoh goresan pensil pada kertas memo: (1) garis sejajar rapat searah (arsir satu arah), dan (2) goresan pensil yang digosok rata menggunakan ujung jari atau tisu (dusel). Guru berkeliling memeriksa kesiapan awal murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mendemonstrasikan secara langsung di papan/kertas pemodelan perbedaan 4 jenis variasi teknik pewarna kering menggunakan pensil: (1) arsir satu arah (hatching), (2) arsir silang (cross-hatching), (3) arsir melingkar/titik (scribbling/stippling), dan (4) teknik dusel (smudging/menggosok goresan pensil dengan tisu/kapas/jari) untuk menciptakan efek gelap-terang halus (10 menit).
- Aktivitas ceria 'Tebak Teknik Cepat': Guru memperlihatkan 4 kartu contoh goresan pensil: Kartu A (garis sejajar satu arah = hatching), Kartu B (garis menyilang silang = cross-hatching), Kartu C (garis melingkar padat acak = scribbling), dan Kartu D (gosokan pensil halus tanpa garis batas = dusel). Murid secara serempak mengangkat papan mini/menunjuk nama teknik yang tepat sesuai kunci kartu A, B, C, dan D secara antusias (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Eksplorasi Pensil yang memuat 4 kotak uji coba berukuran 5x5 cm: Kotak 1 untuk teknik arsir satu arah, Kotak 2 untuk teknik arsir silang, Kotak 3 untuk teknik arsir melingkar, dan Kotak 4 untuk teknik dusel (5 menit).
- Murid mempraktikkan pengujian teknik pada Kotak 1 (arsir satu arah dengan kerapatan bergradasi dari rapat ke renggang) dan Kotak 2 (arsir silang bertumpuk dua arah untuk efek lebih gelap) menggunakan pensil secara mandiri (15 menit).
- Murid mempraktikkan pengujian teknik pada Kotak 3 (arsir melingkar acak rapat-renggang) dan Kotak 4 (membuat goresan pensil miring lalu mendusel/menggosoknya merata dengan tisu, kapas, atau jari hingga batas garis membaur halus) (15 menit).
- Tantangan Bentuk Sederhana: Murid memilih 1 bentuk bangun datar dasar yang disediakan di lembar kerja (lingkaran berdiameter 7 cm atau balok 7x7 cm) lalu menguji coba kombinasi teknik arsir dan dusel untuk memunculkan efek gelap-terang (arsir di bagian bayangan gelap, didusel halus ke arah bagian terang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan hasil uji coba lembar eksplorasinya di atas meja masing-masing, memeriksa sendiri kepekatan dan kehalusan teknik arsir serta dusel yang telah dihasilkan berdasarkan acuan target uji (5 menit).
- Murid melingkari salah satu kotak uji coba yang dirasa paling optimal hasilnya dan memberi tanda bintang pada teknik yang paling mudah dikendalikan tekanannya saat digoreskan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan variasi teknik arsir (satu arah, silang, melingkar) dan dusel (gosok) menggunakan alat pensil sebagai cara mengolah gelap-terang (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses eksplorasi murid, mengingatkan murid untuk menyimpan lembar eksplorasi di map portofolio, dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan menguji coba teknik gradasi pada pensil warna atau krayon (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pensil dengan tingkat kehitaman berbeda (pensil HB dan pensil 2B) bagi murid yang membutuhkan variasi kelembutan karbon pensil.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan mengontrol tekanan pensil, guru memberikan panduan memegang pensil lebih miring untuk teknik dusel dan melatih ritme tangan. Bagi murid yang cepat mahir, diberikan tantangan tambahan menguji coba teknik cross-hatching dengan 3 arah garis silang berbeda kepekatan.
- Produk: Variasi tingkat kehalusan dusel dan kerapatan arsir disesuaikan dengan kendali motorik halus masing-masing murid pada 4 kotak uji coba target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik praktik langsung 2 goresan pensil pada kertas memo: (1) Murid membuat goresan arsir satu arah (acuan: minimal 5 garis sejajar rapat searah tanpa bersilangan); (2) Murid membuat goresan dusel (acuan: goresan pensil yang digosok dengan ujung jari/tisu hingga menghasilkan gradasi abu-abu membaur tanpa garis tajam). Pemetaan: Murid yang memenuhi kedua acuan siap mandiri; murid yang belum memenuhi salah satu/keduanya mendapat bimbingan pemodelan sudut pensil saat demonstrasi.
Proses:- Cek formatif pengerjaan Lembar Eksplorasi Pensil pada 4 kotak uji coba: (1) Kotak 1 Arsir Satu Arah (acuan: garis berjarak teratur dari rapat ke renggang); (2) Kotak 2 Arsir Silang (acuan: garis berpotongan minimal dua arah membentuk silang rapat); (3) Kotak 3 Arsir Melingkar (acuan: goresan lingkaran kecil bersambung berkesinambungan); (4) Kotak 4 Dusel (acuan: goresan pensil digosok rata dengan bantuan jari/tisu hingga permukaan abu-abu halus merata).
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian akhir eksplorasi pada tantangan bentuk bangun sederhana (lingkaran/balok): Menguji coba kombinasi arsir dan dusel untuk memunculkan efek gelap-terang (acuan keberhasilan: terdapat minimal 2 tingkatan nilai nada/value yaitu bagian gelap yang diarsir rapat/tebal dan bagian terang yang didusel halus/memudar transisi).
Formatif:- Penilaian kinerja unjuk kerja eksplorasi teknik arsir dan dusel pada Lembar Eksplorasi Pensil (4 kotak teknik dan 1 bentuk bertingkat gelap-terang)
- Observasi diagnostik awal pembuatan garis sejajar rapat dan gosokan pensil
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Variasi Teknik Arsir Pensil (Satu Arah, Silang, Melingkar) | Menguji coba kurang dari 2 teknik arsir pada kotak lembar kerja, goresan garis tidak beraturan tanpa kontrol kerapatan. | Menguji coba 2 dari 3 teknik arsir (arsir satu arah, silang, melingkar) dengan kerapatan garis yang mulai tampak perbedaannya namun belum stabil. | Menguji coba seluruh 3 variasi teknik arsir (arsir satu arah, silang, melingkar) secara lengkap dengan garis yang rapi dan kerapatan terkontrol. | Menguji coba seluruh 3 variasi teknik arsir secara lengkap, rapi, dan mampu menghasilkan variasi kerapatan garis dari sangat rapat hingga renggang secara mandiri. | | Pengujian Teknik Dusel Pensil | Belum mampu membaurkan goresan pensil; goresan pensil masih berupa garis kasar tanpa efek gosokan. | Menguji coba teknik dusel dengan menggosok pensil, namun goresan garis kasar pensil masih dominan dan pembauran belum merata. | Menguji coba teknik dusel dengan baik, goresan pensil berhasil digosok halus dan menghasilkan bidang abu-abu yang membaur merata. | Menguji coba teknik dusel dengan sangat baik dan mandiri, menghasilkan sapuan membaur yang sangat halus dengan peralihan gelap ke terang yang bertransisi rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk mencoba keempat variasi teknik pensil dan tantangan bentuk?
- Bagian teknik mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan individual dari guru (arsir silang atau teknik dusel)?
- Bagaimana kesiapan motorik halus murid saat mengendalikan ketebalan tekanan pensil?
Murid:- Teknik mana yang paling mudah kamu buat antara arsir garis atau menggosok pensil (dusel)?
- Apa yang kamu lakukan agar arsiran pensilmu bisa terlihat sangat gelap atau sangat lembut?
Pertemuan 4 — Menguji Coba Variasi Teknik Gradasi dan Pencampuran Menggunakan Pensil Warna atau Krayon — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan pewarna kering dalam menggambar
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas dan menyapa murid dengan tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yakni menguji coba teknik gradasi satu warna serta teknik pencampuran dua warna menggunakan alat pewarna kering berupa pensil warna atau krayon (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mewarnai 1 kotak kecil (3x3 cm) menggunakan teknik gradasi satu warna dari gelap ke terang menggunakan pensil warna atau krayon masing-masing (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mengamati demonstrasi guru mengenai variasi tekanan pensil warna untuk menghasilkan nilai gelap-terang (gradasi monokromatik) serta teknik menindih dua warna krayon/pensil warna untuk menghasilkan percampuran warna yang halus (10 menit).
- Murid membedakan secara visual contoh kartu contoh gradasi yang halus (tekanan bertahap tanpa garis patah) dengan gradasi yang terputus-putus (tekanan melompat drastis) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menerima lembar eksperimen warna yang memuat 4 kotak uji coba berukuran 4x4 cm (5 menit).
- Dalam suasana menggembirakan 'Tantangan Warna Ajaib', murid secara antusias menguji coba kotak 1: gradasi 1 warna pensil warna (gelap ke terang bertahap), dan kotak 2: gradasi 1 warna krayon (gelap ke terang bertahap) (20 menit).
- Murid melanjutkan tantangan dengan menguji coba kotak 3: pencampuran 2 pensil warna (merah ditimpa kuning menghasilkan transisi jingga), dan kotak 4: pencampuran 2 krayon (biru ditimpa kuning menghasilkan transisi hijau) secara mandiri (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil uji coba pada keempat kotak eksperimen untuk mengamati kehalusan transisi warna dan kepadatan lapisan warna yang terbentuk pada kertas (10 menit).
- Murid menandai uji coba mana yang transisinya paling halus dan mengidentifikasi tingkat penekanan alat yang paling tepat untuk menghasilkan gradasi yang rata (5 menit).
Penutup:- Murid merapikan kembali alat dan bahan pewarna kering ke tempat masing-masing (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil uji coba teknik pewarnaan kering murid dan mengonfirmasi pemahaman teknik dasar yang telah dilatih (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan alat pewarna kering antara pensil warna atau krayon sesuai ketersediaan dan kenyamanan murid.
- Proses: Bagi murid yang kesulitan mengontrol tekanan tangan, guru memberikan panduan memegang pangkal pensil/krayon untuk arsiran tipis dan mendekati ujung untuk arsiran tebal; bagi murid yang cepat menguasai, diberikan tantangan tambahan menguji gradasi 3 warna bertingkat (misal: merah-jingga-kuning).
- Produk: Variasi kombinasi warna pada 4 kotak eksperimen disesuaikan dengan pilihan warna yang dimiliki murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji coba diagnostik mewarnai 1 kotak berukuran 3x3 cm: murid diminta mewarnai dari sisi kiri gelap menuju sisi kanan terang menggunakan pensil warna atau krayon. (Acuan penilaian: gelap dihasilkan dari tekanan kuat/arsiran rapat, transisi menuju terang dihasilkan dari tekanan yang melemah bertahap tanpa garis batas yang patah).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan 4 kotak eksperimen teknik pewarna kering: (1) Kotak 1: gradasi 1 warna pensil warna; (2) Kotak 2: gradasi 1 warna krayon; (3) Kotak 3: pencampuran pensil warna merah dan kuning; (4) Kotak 4: pencampuran krayon biru dan kuning.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil lembar eksperimen 4 kotak uji coba teknik pewarna kering berdasarkan ketercapaian transisi gradasi bertingkat dan ketercampuran 2 warna secara merata pada kertas.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja uji coba teknik gradasi dan pencampuran pada lembar eksperimen 4 kotak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Teknik Gradasi Satu Warna (Pensil Warna & Krayon) | Mengaplikasikan pewarna kering dengan tekanan seragam tanpa variasi nilai gelap-terang pada kedua kotak uji coba. | Mengaplikasikan gradasi gelap-terang pada 1 kotak, namun perubahan tekanan masih melompat drastis dan menyisakan garis batas yang patah. | Mengaplikasikan gradasi bertahap dari gelap ke terang dengan transisi yang cukup halus pada kedua kotak (pensil warna dan krayon). | Mengaplikasikan gradasi bertahap dari pekat/gelap ke sangat terang secara konsisten, halus tanpa garis patah, serta lapisan warna padat dan rapi pada kedua kotak. | | Teknik Pencampuran Dua Warna (Pensil Warna & Krayon) | Menorehkan dua warna secara berdampingan tanpa saling menindih sehingga tidak terjadi pencampuran warna. | Menindihkan dua warna pada salah satu kotak, tetapi lapisan warna belum berbaur membentuk warna transisi baru. | Menindihkan dua warna pada kedua kotak (merah-kuning menjadi transisi jingga; biru-kuning menjadi transisi hijau) dengan area percampuran yang tampak jelas. | Menindihkan dua warna secara merata pada kedua kotak menghasilkan transisi percampuran warna baru yang sangat halus, padat, dan menyatu sempurna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengontrol tekanan tangan saat menguji coba teknik gradasi satu warna dari pekat ke transparan?
- Apakah murid mengalami kendala fisik atau teknis saat mencampurkan lapisan krayon atau pensil warna di atas media kertas?
Murid:- Alat mana yang terasa lebih mudah bagimu untuk membuat gradasi halus: pensil warna atau krayon?
- Bagian mana dari uji coba pencampuran warna yang menurutmu menghasilkan warna baru paling menarik?
Pertemuan 5 — Membuat Sketsa Gambar Dua Dimensi Berdasarkan Pengamatan Lingkungan dengan Prinsip Proporsi dan Komposisi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.3 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui penerapan prinsip proporsi dan komposisi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan kesiapan perlengkapan menggambar (buku gambar/kertas A4, pensil, penghapus, dan alas papan jalan) (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 lembar kartu contoh gambar sudut sekolah di papan tulis: Kartu A (pohon digambar jauh lebih kecil daripada tempat sampah di sampingnya; tata letak menumpuk di satu pojok kertas) dan Kartu B (pohon proporsional lebih tinggi dari tempat sampah; tata letak seimbang memanfaatkan bidang gambar). Murid diminta menunjuk kartu mana yang menerapkan prinsip proporsi dan komposisi secara wajar (acuan: Kartu B benar karena perbandingan tinggi pohon dan tempat sampah alami, serta penataan objek merata/seimbang pada bidang kertas) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat sketsa gambar dua dimensi berdasarkan pengamatan langsung terhadap sudut lingkungan sekitar sekolah dengan menerapkan prinsip proporsi dan komposisi (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mengamati sudut halaman sekolah dari teras kelas dan mendemonstrasikan teknik pembingkaian pandangan (viewfinder sederhana menggunakan jari telunjuk dan jempol kedua tangan) untuk membidik objek lingkungan (misalnya susunan pot bunga, pohon, tiang bendera, atau bangku taman) (7 menit).
- Guru memodelkan di papan tulis cara menarik garis bantu tipis untuk menentukan proporsi perbandingan ukuran (tinggi-lebar antar-benda nyata) serta tata letak komposisi (penempatan objek utama di tengah/seimbang, tidak menumpuk di satu sudut kertas) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan tantangan bidik seru 'Tangkap Bidikan Sekolah': murid secara berpasangan saling mengarahkan jendela jari untuk memilih 1 sudut pemandangan lingkungan sekolah terdekat yang paling menarik, lalu saling mengecek perbandingan ukuran benda utama dan latar sebelum mulai menggambar (10 menit).
- Murid secara mandiri duduk di area pengamatan lingkungan sekitar sekolah dan mulai membuat sketsa dasar dua dimensi menggunakan pensil tipis pada kertas gambar berdasarkan objek nyata yang diamatinya (27 menit).
- Murid melanjutkan penyempurnaan sketsa gambar dua dimensi dengan menerapkan prinsip proporsi (perbandingan ukuran antar-objek seperti bangunan/pohon/benda taman tampak alami) dan prinsip komposisi (penataan seimbang pada seluruh bidang gambar, memperhatikan ruang depan dan latar belakang) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan karya sketsa masing-masing di atas meja, mengambil jarak sejenak untuk memandang karyanya secara utuh, lalu memeriksa apakah perbandingan ukuran dan keseimbangan penempatan objek sudah sesuai dengan sudut lingkungan yang diamati (7 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan proses pembuatan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan pengamatan nyata, yakni mengunci sudut pandang, mengukur proporsi perbandingan ukuran, dan menata komposisi bidang (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketelitian murid dalam memindahkan proporsi objek lingkungan ke dalam bidang sketsa kertas, serta mengingatkan murid untuk menyimpan rapi lembar sketsanya ke dalam map portofolio untuk digunakan pada pertemuan berikutnya (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bingkai kertas karton berlubang (viewfinder fisik) untuk membatasi fokus pengamatan pada 2-3 objek terdekat; murid yang mahir diarahkan mengamati sudut lingkungan yang lebih kaya objek (3-5 objek berlapis dengan latar depan dan belakang).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu guru langkah demi langkah menarik garis bantu proporsi awal; murid yang mandiri langsung membuat sketsa secara mandiri dari sudut pandang pilihannya.
- Produk: Sketsa akhir murid pemula berfokus pada ketepatan perbandingan ukuran minimal 2 objek lingkungan sekitar; murid mahir menghasilkan sketsa lingkungan sekitar yang memuat relasi proporsi minimal 4 elemen objek beserta pembagian komposisi bidang latar secara harmonis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid ditunjukkan dua gambar contoh sudut sekolah (Kartu A: pohon digambar kerdil di samping tempat sampah besar dan menumpuk di sudut kiri bawah; Kartu B: pohon proporsional lebih tinggi daripada tempat sampah dan tertata seimbang di bidang kertas). Murid menentukan gambar yang menerapkan prinsip proporsi dan komposisi yang tepat. Kunci acuan: Kartu B benar karena perbandingan ukuran objek realistis/alami dan penataan objek seimbang mengisi bidang gambar.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid membuat karya sketsa di area lingkungan sekitar sekolah menggunakan lembar observasi: (1) Kesesuaian sketsa dengan objek lingkungan nyata yang diamati; (2) Penerapan prinsip proporsi (perbandingan ukuran antar-benda wajar); (3) Penerapan prinsip komposisi (penataan objek seimbang pada bidang dua dimensi kertas gambar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan kelengkapan karya di akhir sesi: Guru memeriksa lembar sketsa dua dimensi setiap murid berdasarkan daftar kriteria ketercapaian: (1) Terdapat minimal 2 objek lingkungan nyata hasil pengamatan langsung; (2) Skala perbandingan ukuran antar-objek proporsional (misal: pohon lebih tinggi dari bangku/pot bunga); (3) Peletakan objek memenuhi bidang gambar secara seimbang (tidak berat sebelah atau keluar bidang tanpa sengaja). Kriteria penerimaan operasional: sketsa dinyatakan tuntas apabila memenuhi ketiga kriteria tersebut.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi gambar yang menerapkan prinsip proporsi dan komposisi melalui pilihan Kartu A vs Kartu B.
- Asesmen formatif proses: lembar observasi unjuk kerja pembuatan sketsa gambar dua dimensi berdasarkan pengamatan lingkungan dengan prinsip proporsi dan komposisi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kesesuaian Pengamatan Objek Lingkungan | Sketsa gambar tidak menampakkan objek lingkungan sekitar sekolah yang diamati (menggambar imajinasi bebas di luar objek lingkungan nyata). | Sketsa gambar memuat 1 objek lingkungan sekitar hasil pengamatan, namun bentuk dan detailnya belum mencerminkan objek yang diamati. | Sketsa gambar memuat minimal 2 objek lingkungan sekitar yang diamati secara jelas dan dapat dikenali bentuk fisiknya. | Sketsa gambar memuat 3 objek atau lebih dari lingkungan sekitar secara akurat, lengkap dengan penataan bidang ruang depan dan latar belakang hasil pengamatan mandiri. | | Penerapan Prinsip Proporsi | Perbandingan ukuran antar-bagian objek atau antar-benda tidak beraturan dan tidak mencerminkan ukuran benda nyata (misal: pot bunga digambar jauh lebih besar daripada pohon/bangunan). | Mulai memperhatikan ukuran benda, namun perbandingan skala antar-objek utama lingkungan sekitar masih tampak terbalik atau tidak seimbang. | Menerapkan perbandingan ukuran antar-objek secara wajar dan proporsional sesuai pengamatan nyata (tinggi, lebar, dan skala antar-benda terlihat alami). | Menerapkan perbandingan ukuran antar-seluruh objek lingkungan secara konsisten, presisi, dan proporsional hingga detail bagian terkecil secara mandiri. | | Penerapan Prinsip Komposisi | Penataan objek menumpuk di satu sisi kertas atau terlalu kecil di sudut, sehingga sebagian besar bidang gambar kosong tak seimbang. | Menata objek pada bidang gambar, tetapi persebaran ruang masih berat sebelah atau penempatan objek utama kurang seimbang. | Menata posisi objek secara seimbang pada bidang gambar dua dimensi, menciptakan tata letak yang harmonis antara objek utama dan ruang sekitarnya. | Menata susunan objek dengan komposisi yang sangat seimbang, dinamis, memanfaatkan seluruh ruang bidang gambar dua dimensi secara optimal dan harmonis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengamatan di luar kelas cukup efektif memandu murid membuat sketsa dengan prinsip proporsi dan komposisi?
- Bagian mana dari bimbingan pembuatan sketsa (menentukan ukuran proporsional atau mengatur letak komposisi) yang paling membutuhkan pendampingan intensif bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari sudut lingkungan sekolah yang paling menantang untuk kamu gambar perbandingan ukurannya secara tepat?
- Apakah penempatan benda-benda dalam sketsa gambarmu sudah terasa pas dan seimbang saat dilihat dari jarak pandang utuh?
Pertemuan 6 — Merefleksikan Karya Diri Sendiri dan Teman Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.4 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merefleksikan karya gambar diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (5 menit).
- Asesmen awal diagnostik: Murid menjawab kuis lisan mencocokkan 3 kosa kata seni rupa dengan definisinya: (1) Proporsi -> perbandingan ukuran antarbagian objek; (2) Komposisi -> penataan letak atau susunan objek; (3) Gelap-terang/arsir -> perbedaan intensitas cahaya/bayangan pada objek (acuan: ketepatan pasangan istilah dan makna tersebut) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru di papan tulis mengenai 4 kosa kata kunci seni rupa untuk refleksi: 'proporsi' (kesesuaian perbandingan ukuran), 'komposisi simetris/asimetris' (keseimbangan penataan bidang gambar), 'arsir/dusel' (arsiran garis atau bauran bayangan), dan 'gradasi' (peralihan kepekatan warna/gelap-terang) (10 menit).
- Permainan Tebak Istilah Seni Rupa (Joyful Learning): Murid secara berpasangan menebak istilah seni rupa yang dibacakan deskripsinya oleh guru secara bergantian dari 4 kartu petunjuk (kartu 1: perbandingan ukuran = proporsi; kartu 2: susunan seimbang = komposisi; kartu 3: goresan garis tebal tipis = arsir; kartu 4: peralihan halus gelap ke terang = gradasi) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan karya gambar sketsa yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya, lalu mengisi Lembar Refleksi Diri dengan menuliskan minimal 3 kosa kata seni rupa untuk mendeskripsikan karyanya sendiri (misal: 'Saya menyusun komposisi asimetris pada gambar meja dan pot', 'Proporsi vas bunga sudah seimbang dengan mejanya', 'Teknik arsir yang saya pakai memberikan kesan gelap-terang') (20 menit).
- Murid bertukar karya dengan teman sebangku, kemudian mengisi Lembar Apresiasi & Refleksi Teman dengan menuliskan catatan refleksi terhadap karya teman menggunakan minimal 3 kosa kata seni rupa yang relevan (menyebutkan aspek proporsi objek, komposisi peletakan, dan teknik pewarnaan/arsiran karya teman) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan teman sebangku saling membacakan catatan refleksi yang telah dituliskan untuk saling mengetahui ketepatan kosa kata seni rupa yang digunakan dalam mendeskripsikan karya masing-masing (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya kosa kata seni rupa dalam menyampaikan refleksi karya secara objektif dan terarah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa pada lembar refleksi murid (3 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk menyimpan portofolio gambarnya guna persiapan asesmen sumatif pada pertemuan 7, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan kartu panduan daftar kosa kata seni rupa beserta contoh kalimat rujukan. Bagi murid cepat, disediakan tantangan menggunakan seluruh 4 kosa kata kunci secara terpadu.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat menuliskan refleksi, sedangkan murid mandiri langsung mengamati karya dan menuangkan refleksinya.
- Produk: Refleksi karya dapat disajikan dalam bentuk poin-poin terstruktur atau kalimat naratif deskriptif yang memuat kosa kata seni rupa sasaran.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik mencocokkan 3 kosa kata seni rupa dengan artinya: (1) Proporsi -> perbandingan ukuran antarbagian objek; (2) Komposisi -> penataan letak objek dalam bidang; (3) Gelap-terang/arsir -> penampakan intensitas cahaya pada objek. (Kriteria: murid dapat menghubungkan minimal 2 istilah secara tepat).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja refleksi diri dan refleksi teman: menilai ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa (proporsi, komposisi, arsir/dusel, gradasi) dalam mendeskripsikan kekuatan dan perbaikan pada karya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan 1 kosa kata seni rupa yang paling dominan berhasil diterapkan pada karya temannya beserta alasannya (acuan: penggunaan istilah proporsi/komposisi/arsir/gradasi tepat sesuai konteks visual karya teman).
Formatif:- Penilaian kinerja penulisan lembar refleksi karya diri sendiri dan karya teman menggunakan instrumen rubrik ketercapaian kosa kata seni rupa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa pada Refleksi Karya Diri Sendiri | Menuliskan refleksi tanpa menggunakan kosa kata seni rupa yang tepat (hanya kata umum seperti 'bagus' atau 'rapi'). | Menuliskan refleksi dengan 1 kosa kata seni rupa yang tepat sesuai konteks karyanya dengan bimbingan guru. | Menuliskan refleksi mandiri dengan minimal 2 kosa kata seni rupa (proporsi/komposisi/arsir/gradasi) secara tepat sesuai karyanya. | Menuliskan refleksi mandiri secara komprehensif menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa secara tepat dan mendalam sesuai karyanya. | | Penggunaan Kosa Kata Seni Rupa pada Refleksi Karya Teman | Menuliskan komentar refleksi pada karya teman tanpa menggunakan kosa kata seni rupa. | Menuliskan catatan refleksi pada karya teman dengan 1 kosa kata seni rupa secara tepat melalui bantuan contoh guru. | Menuliskan catatan refleksi pada karya teman secara mandiri menggunakan minimal 2 kosa kata seni rupa secara tepat sesuai wujud visual karya. | Menuliskan catatan refleksi pada karya teman secara mandiri menggunakan 3 atau lebih kosa kata seni rupa secara tepat, objektif, dan mendalam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu mengaitkan wujud visual gambar dengan kosa kata seni rupa yang tepat?
- Bagian mana dari panduan kosa kata seni rupa yang paling memerlukan pendampingan lebih bagi murid?
Murid:- Kosa kata seni rupa apa yang paling membantumu memahami kelebihan dan kekurangan dari gambarmu sendiri?
- Apakah kamu merasa terbantu saat membaca catatan refleksi dari teman yang menggunakan kosa kata seni rupa?
Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Menjelaskan prinsip desain proporsi dan komposisi dalam benda-benda di sekitar
- TP 5.3.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan pewarna kering dalam menggambar
- TP 5.3.3 Membuat karya seni rupa dua dimensi berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui penerapan prinsip proporsi dan komposisi
- TP 5.3.4 Merefleksikan karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah pelaksanaan asesmen sumatif akhir Bab 3 yang terdiri dari tiga bagian tugas mandiri: penjelasan lisan bergiliran, pembuatan karya gambar dua dimensi, dan lembar refleksi tertulis (3 menit).
- Guru menjelaskan alur kerja, rubrik penilaian, serta membagikan kertas gambar dan lembar instrumen refleksi kepada seluruh murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mendengarkan petunjuk teknis pelaksanaan tugas asesmen sumatif yang memuat: (1) pembuatan karya gambar dua dimensi bertema objek lingkungan sekolah dengan pensil warna/krayon serentak, (2) giliran maju ke meja guru untuk tes lisan selama 1,5 menit per anak, dan (3) pengisian lembar refleksi karya diri serta teman menggunakan kosa kata seni rupa (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak mulai membuat sketsa dan gambar dua dimensi berdasarkan pengamatan objek lingkungan sekolah di atas kertas gambar dengan menerapkan keselarasan proporsi, keteraturan komposisi, serta variasi teknik alat pewarna kering (arsir pensil/dusel atau gradasi/pencampuran krayon/pensil warna) secara mandiri (40 menit).
- Secara paralel saat seluruh murid menggambar, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru (1,5 menit per anak x 28 murid = total 42 menit) untuk menyampaikan penjelasan lisan berdasarkan susunan peraga di meja guru (tumpukan 3 buku tulis, 1 botol minum tinggi, dan 1 kotak pensil). Murid menjelaskan penerapan prinsip proporsi (perbandingan ukuran tinggi/lebar antar-benda) dan komposisi (penataan letak simetris/asimetris dan keseimbangan ruang) sesuai daftar acuan guru (42 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menata hasil karya gambarnya di atas meja masing-masing, kemudian secara mandiri dan serentak mengisi lembar refleksi diri serta mengapresiasi satu karya teman di sebelahnya menggunakan kosa kata seni rupa wajib: proporsi, komposisi, keseimbangan, dan teknik pewarnaan sesuai panduan instrumen terstruktur (8 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar karya gambar dua dimensi, lembar penilaian lisan, dan lembar refleksi tertulis murid secara tertib (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian seluruh murid dalam menuntaskan asesmen sumatif Bab 3 serta menutup sesi pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses berupa penyediaan lembar petunjuk tugas dengan ukuran huruf lebih besar atau visual bagan susunan benda bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah materi/kriteria yang diuji.
- Proses: Pengaturan giliran lisan mendahulukan murid yang memerlukan kesiapan konsentrasi lebih awal tanpa mengurangi atau mengubah butir pertanyaan.
- Produk: Standar bukti produk gambar, penjelasan lisan, dan lembar refleksi tetap seragam sesuai kriteria rubrik sumatif.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Tugas terpadu demonstrasi lisan bergiliran, pembuatan karya gambar dua dimensi, dan lembar refleksi tertulis serentak: Penjelasan lisan singkat penerapan proporsi/komposisi pada objek kelas, karya gambar dua dimensi objek lingkungan sekitar dengan pewarna kering, serta lembar refleksi tertulis apresiasi karya diri dan teman
- Tes lisan bergiliran: Penjelasan lisan murid selama 1,5 menit per anak secara bergiliran di meja guru mengenai penerapan prinsip proporsi dan komposisi pada susunan benda di kelas (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas penuh) sementara murid lain mulai membuat sketsa karya (42 menit; individual; instrumen: Lembar observasi dan rubrik penilaian lisan)
- Penilaian produk karya gambar dan unjuk kerja teknik: Karya gambar dua dimensi objek lingkungan sekolah yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas, menampilkan keselarasan proporsi, keteraturan komposisi, dan penerapan variasi teknik alat pewarna kering (arsir/gradasi) (43 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian produk karya seni rupa)
- Lembar refleksi dan penilaian antar-teman tertulis: Lembar refleksi diri dan apresiasi karya teman yang diisi serentak oleh seluruh kelas menggunakan kosa kata seni rupa (proporsi, komposisi, keseimbangan, pewarnaan) (20 menit; individual; instrumen: Lembar penilaian diri dan antar-teman terstruktur)
Sumatif:- Tugas terpadu demonstrasi lisan bergiliran, pembuatan karya gambar dua dimensi, dan lembar refleksi tertulis serentak: Penjelasan lisan singkat penerapan proporsi/komposisi pada objek kelas, karya gambar dua dimensi objek lingkungan sekitar dengan pewarna kering, serta lembar refleksi tertulis apresiasi karya diri dan teman
- Tes lisan bergiliran: Penjelasan lisan murid selama 1,5 menit per anak secara bergiliran di meja guru mengenai penerapan prinsip proporsi dan komposisi pada susunan benda di kelas (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, muat satu kelas penuh) sementara murid lain mulai membuat sketsa karya (42 menit; individual; instrumen: Lembar observasi dan rubrik penilaian lisan)
- Penilaian produk karya gambar dan unjuk kerja teknik: Karya gambar dua dimensi objek lingkungan sekolah yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas, menampilkan keselarasan proporsi, keteraturan komposisi, dan penerapan variasi teknik alat pewarna kering (arsir/gradasi) (43 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian produk karya seni rupa)
- Lembar refleksi dan penilaian antar-teman tertulis: Lembar refleksi diri dan apresiasi karya teman yang diisi serentak oleh seluruh kelas menggunakan kosa kata seni rupa (proporsi, komposisi, keseimbangan, pewarnaan) (20 menit; individual; instrumen: Lembar penilaian diri dan antar-teman terstruktur)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Lisan Prinsip Proporsi dan Komposisi (TP 5.3.1) [Acuan objek: susunan 3 buku tulis, 1 botol minum tinggi, 1 kotak pensil; Acuan konsep: (1) Proporsi: perbandingan ukuran tinggi botol lebih tinggi dari buku dan kotak pensil; (2) Komposisi: penataan letak/posisi benda agar seimbang dalam ruang pandang] | Belum mampu menjelaskan prinsip proporsi maupun komposisi pada susunan objek, atau penjelasan keliru untuk kedua prinsip tersebut. | Menjelaskan salah satu prinsip secara tepat (hanya proporsi atau hanya komposisi) dengan bantuan pemantik pertanyaan guru. | Menjelaskan kedua prinsip (proporsi dan komposisi) pada susunan objek secara tepat sesuai acuan konsep secara mandiri. | Menjelaskan kedua prinsip (proporsi dan komposisi) pada susunan objek secara tepat, runtut, dan mengaitkan hubungan perbandingan ukuran dengan keseimbangan ruang letak benda secara mendalam. | | Pengujian Variasi Teknik Pewarna Kering (TP 5.3.2) [Acuan teknik: (1) Arsir/dusel pensil untuk gelap-terang bayangan; (2) Gradasi/pencampuran warna pensil warna/krayon dari tua ke muda] | Hanya mewarnai satu arah secara tebal tanpa menerapkan teknik arsir maupun gradasi warna. | Menerapkan salah satu teknik pewarna kering (hanya arsir searah atau blok dua warna) namun peralihan nada gelap-terang belum halus. | Menerapkan variasi teknik pewarna kering secara tepat (tampak transisi gradasi atau arsir gelap-terang yang teratur pada bidang gambar). | Menerapkan variasi teknik pewarna kering secara konsisten dan rapi, menghasilkan transisi gradasi yang sangat halus dan variasi arsir yang mempertegas volume objek. | | Pembuatan Karya Seni Rupa Dua Dimensi Berdasarkan Pengamatan (TP 5.3.3) [Acuan elemen karya: (1) Kemiripan bentuk objek lingkungan sekolah hasil amatan; (2) Penerapan proporsi ukuran antar-objek; (3) Keteraturan komposisi/penempatan bidang] | Karya gambar belum mencerminkan objek hasil amatan lingkungan sekolah serta proporsi dan komposisi objek tampak tidak teratur. | Menggambar objek lingkungan sekolah, namun ukuran antar-objek belum proporsional dan komposisi menumpuk di satu sisi kertas. | Menggambar objek lingkungan sekolah dengan proporsi ukuran antar-objek yang tepat serta penataan komposisi yang seimbang di atas bidang kertas. | Menggambar objek lingkungan sekolah dengan proporsi yang sangat akurat, komposisi dinamis dan seimbang, serta detail bentuk yang jelas dan estetis. | | Refleksi Karya Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa (TP 5.3.4) [Daftar 4 kosa kata target: (1) proporsi, (2) komposisi, (3) keseimbangan, (4) pewarnaan] | Lembar refleksi hanya memuat 0-1 kosa kata seni rupa target atau penggunaannya tidak sesuai konteks karya. | Menggunakan 2 kosa kata seni rupa target secara tepat dalam mendeskripsikan karya diri atau karya teman. | Menggunakan 3-4 kosa kata seni rupa target secara tepat sesuai konteks karya pada lembar refleksi diri dan apresiasi teman. | Menggunakan seluruh 4 kosa kata seni rupa target secara tepat, padu, dan memberikan ulasan apresiasi yang objektif dan terstruktur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes lisan bergiliran (1,5 menit per murid) berjalan efektif tanpa mengganggu konsentrasi murid lain yang sedang menggambar?
- Bagaimana capaian pemahaman murid terhadap penerapan proporsi dan komposisi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Bab 3?
Murid:- Bagian mana dari gambar buatanmu yang paling berhasil menunjukkan proporsi dan komposisi yang seimbang?
- Kosa kata seni rupa apa yang paling membantumu saat menilai dan mengapresiasi hasil karya teman?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V (Edisi Revisi)
- Benda-benda nyata di ruang kelas (meja, papan tulis, jam dinding, spidol, sapu)
- Kartu tebak visual 'Serasi atau Aneh'
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021/2023, Bab 3)
- Benda-benda konkret di ruang kelas (vas bunga, buku, botol minum, tempat pensil, penggaris)
- Lembar Kerja Pengamatan 'Detektif Komposisi' berisi 3 foto susunan benda lingkungan sekitar
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Kelas V Kemendikbudristek 2024 (Bab III)
- Kertas gambar/buku gambar A4 dan Lembar Eksplorasi Pensil (format 4 kotak uji coba 5x5 cm)
- Pensil grafit (HB, 2B), rautan pensil, penghapus
- Alat bantu dusel: tisu kering, kapas, atau aplikator kertas (stump/paper blending)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lembar eksperimen warna 4 kotak uji coba (kertas gambar ukuran A4/A5).
- Pensil warna dan krayon (oil pastel/wax crayon).
- Kertas gambar/buku gambar ukuran A4, pensil 2B, penghapus, dan papan jalan (clipboard).
- Lingkungan sekitar sekolah (halaman, taman sekolah, sudut teras kelas, susunan pot bunga, tiang bendera).
- Kartu contoh visual pembanding proporsi dan komposisi sketsa (Kartu A dan Kartu B).
- Karya gambar sketsa murid dari pertemuan sebelumnya
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V Revisi (Kemendikbudristek)
- Lembar Refleksi Diri dan Lembar Apresiasi Teman
- Kartu Kosa Kata Seni Rupa (Proporsi, Komposisi, Arsir, Gradasi)
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021/2023 Bab 3)
- Benda model peraga kelas (tumpukan buku tulis, botol minum, kotak pensil)
- Kertas gambar ukuran A4, pensil gambar (2B/4B), pensil warna, krayon, peraut, dan penghapus
- Lembar instrumen refleksi diri dan apresiasi karya teman sekelas
|