Modul AjarBab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5 Bab 2: Mengekplorasi Ritme dalam Objek di Sekitar Kita

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Seni Rupa kelas 5 untuk Bab 2 "Mengekplorasi Ritme dalam Objek di Sekitar Kita", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 5 Bab 2: Mengekplorasi Ritme dalam Objek di Sekitar Kita

Seni Rupa - Kelas 5

Bab 2

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 2 — Mengekplorasi Ritme dalam Objek di Sekitar Kita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 2 — Mengekplorasi Ritme dalam Objek di Sekitar Kita
Alokasi Waktu17 JP (17 x 35 menit = 595 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.2.1 Menjelaskan prinsip desain ritme dalam benda-benda di sekitar
  2. TP 5.2.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk menggambar ritme
  3. TP 5.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi dengan menerapkan ritme
  4. TP 5.2.4 Merefleksikan karya seni rupa sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa kesamaan susunan yang kalian lihat pada deretan ubin lantai kelas dan pagar sekolah?
  2. Mengapa susunan unsur garis atau bidang yang berulang dapat membuat suatu benda tampak berirama atau memiliki ritme?
  3. Bagaimana perbedaan goresan yang dihasilkan jika krayon ditekan kuat dibandingkan dengan diarsir tipis saat membuat pola berulang?
  4. Teknik apa yang terjadi jika goresan pensil dan krayon digabungkan untuk membentuk kesan ritme?
  5. Pola ritme apa saja yang dapat kamu temukan pada pagar, susunan bata, daun, atau jendela di sekitar sekolah kita?
  6. Bagaimana kita menuangkan susunan benda berulang di sekitar kita menjadi sebuah sketsa gambar rancangan karya seni rupa?
  7. Bagaimana kita dapat menyulap sketsa susunan objek lingkungan menjadi karya gambar yang hidup dengan pengulangan ritme dan imajinasi?
  8. Sentuhan warna atau detail imajinatif apa yang dapat membuat susunan berulang pada gambarmu terlihat memiliki irama visual yang teratur?
  9. Bagaimana caramu menceritakan ritme atau irama pengulangan yang ada pada karyamu sendiri?
  10. Kosakata seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan saat mengamati dan mengapresiasi karya ritme milik teman?
  11. Bagaimana pengulangan bentuk atau garis di lingkungan sekitar dapat kita ubah menjadi gambar beritme yang dinamis?
  12. Teknik pewarnaan apa yang paling tepat untuk mempertegas irama dan ritme dalam gambarmu?
  13. Kata seni rupa apa yang paling tepat untuk menggambarkan irama pada karya temanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Prinsip Desain Ritme Pengulangan Unsur Rupa pada Benda di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.1 Menjelaskan prinsip desain ritme dalam benda-benda di sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan prinsip desain ritme berupa pengulangan unsur rupa pada benda-benda di sekitar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 2 gambar: Gambar A (susunan ubin lantai bermotif kotak berulang teratur) dan Gambar B (coretan garis acak tunggal tanpa pola), lalu mengajukan pertanyaan: 'Benda mana yang menunjukkan pengulangan teratur (ritme)?' (Acuan diagnostik: Gambar A karena memiliki pola garis/bidang kotak yang berulang secara teratur; Gambar B bukan ritme karena susunannya acak dan tidak berulang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru memandu murid mengamati objek konkret di dalam ruang kelas (deretan ubin keramik, susunan teralis jendela, dan ventilasi udara) untuk menemukan unsur garis dan bidang yang tersusun berulang (15 menit).
  • Guru menjelaskan konsep prinsip desain ritme dalam seni rupa, yaitu kesan gerak visual yang timbul dari pengulangan unsur rupa (seperti garis, bentuk, atau warna) secara teratur atau bervariasi pada suatu susunan benda (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Ritme': setiap pasangan murid mengamati 4 kartu gambar benda sekitar berikut dan menentukan apakah benda tersebut memiliki ritme serta menyebutkan unsur rupa yang berulang: Kartu 1: Deretan daun palem berjajar (Acuan: Memiliki ritme; unsur yang berulang adalah bentuk daun menyirip dan garis tulang daun); Kartu 2: Susunan genting atap rumah bertingkat (Acuan: Memiliki ritme; unsur yang berulang adalah bentuk lengkung bidang genting yang teratur); Kartu 3: Tumpukan batu kali dengan ukuran dan bentuk acak tak beraturan (Acuan: Tidak memiliki ritme pengulangan teratur; bentuk dan posisinya acak); Kartu 4: Pagar kayu vertikal berselang-seling tinggi-rendah (Acuan: Memiliki ritme bervariasi; unsur yang berulang adalah garis/bidang vertikal kayu) (15 menit).
  • Murid secara individu mengisi Lembar Kerja Penjelasan Ritme dengan memilih satu benda buatan manusia (misal: ventilasi/pagar) dan satu objek alam (misal: tulang daun/pepohonan berjajar) di lingkungan sekolah, kemudian menuliskan penjelasan tertulis mengenai prinsip ritme pada benda tersebut dengan kriteria operasional: menyebutkan nama objek, mengidentifikasi unsur rupa yang berulang (garis/bentuk bidang), dan menjelaskan pola pengulangannya (teratur/berurutan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid berpasangan saling membacakan hasil lembar kerjanya untuk memeriksa apakah penjelasan pasangannya sudah memuat unsur rupa dan cara pengulangannya sesuai acuan prinsip ritme (10 menit).
  • Guru bersama murid merefleksikan bagaimana prinsip ritme membantu mata kita merasakan keharmonisan visual saat melihat benda-benda di sekitar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa ritme dalam seni rupa terjadi karena adanya pengulangan unsur rupa (garis, bidang, bentuk) secara berpola pada suatu objek (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid hari ini, menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan menguji coba alat dan bahan untuk menggambar ritme, serta menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa benda dengan ritme yang sangat kontras dan teratur (ubin kotak monokrom), sedangkan murid mahir mengamati benda dengan ritme visual bertingkat atau berselang-seling (daun majemuk, kisi-kisi ventilasi dekoratif).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun untuk menemukan unsur rupa yang berulang, sementara murid mahir bekerja mandiri menjelaskan variasi ritme pengulangan tanpa bantuan scaffolding.
  • Produk: Kriteria penjelasan tetap sama (menjelaskan ritme berdasarkan pengulangan unsur rupa), namun murid dengan kesulitan menulis dapat menjelaskan analisis ritmenya secara lisan langsung kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Murid mengamati Gambar A (susunan ubin lantai kotak teratur) dan Gambar B (coretan garis acak tunggal tak beraturan). Murid diminta menentukan gambar mana yang memiliki ritme dan alasannya. (Acuan: Gambar A memiliki prinsip ritme karena ada pengulangan bentuk bidang kotak secara teratur; Gambar B bukan ritme karena garisnya acak tanpa pola pengulangan).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan tertulis pada Lembar Kerja Penjelasan Ritme untuk 2 objek (1 buatan manusia, 1 objek alam). Kriteria penerimaan operasional: (1) Menyebutkan nama objek secara spesifik, (2) Mengidentifikasi minimal satu unsur rupa yang berulang (garis, bentuk, atau bidang), dan (3) Menjelaskan bagaimana keteraturan atau pola pengulangan tersebut menciptakan kesan ritme visual.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa pertanyaan lisan reflektif: 'Mengapa susunan batu bata pada dinding sekolah dapat dikatakan memiliki prinsip ritme?' (Acuan: Karena susunan batu bata memperlihatkan unsur bidang persegi panjang dan garis sambungan yang diulang-ulang secara teratur sehingga membentuk pola visual yang harmonis).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan menggunakan dua gambar kontras (Gambar A ubin teratur vs Gambar B garis acak).
  • Observasi formatif dan penilaian unjuk kerja pada Lembar Kerja Penjelasan Ritme saat kegiatan inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan prinsip ritme pengulangan unsur rupa pada benda di sekitarBelum mampu menjelaskan prinsip ritme; hanya menyebutkan nama benda di sekitar tanpa menunjukkan unsur rupa yang berulang meskipun telah dibimbing secara intensif.Menjelaskan prinsip ritme pada benda di sekitar dengan menyebutkan unsur rupa yang berulang (garis/bidang), tetapi penjelasan pola pengulangannya belum tepat atau masih memerlukan panduan guru.Menjelaskan prinsip desain ritme pada benda di sekitar secara mandiri dan tepat, mencakup penyebutan objek, identifikasi unsur rupa (garis/bidang/bentuk), serta pola keteraturan pengulangannya sesuai acuan.Menjelaskan prinsip desain ritme pada berbagai benda di sekitar (baik objek alam maupun buatan manusia) secara mandiri, tepat, runtut, serta mampu menguraikan variasi pola pengulangannya (teratur maupun berselang-seling) secara komprehensif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas mengamati objek langsung di sekitar kelas efektif membantu murid memahami konsep ritme sebagai pengulangan unsur rupa?
  • Bagian mana dari penjelasan murid yang masih rancu antara pengulangan bentuk teratur dengan susunan acak?

Murid:

  • Benda apa di sekitarmu yang menurutmu memiliki pola pengulangan paling menarik?
  • Setelah belajar hari ini, bisakah kamu membedakan benda yang memiliki ritme teratur dan benda yang susunannya acak?

Pertemuan 2 — Menguji Coba Variasi Teknik Penggunaan Alat dan Bahan Pensil dan Krayon untuk Menggambar Ritme — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk menggambar ritme

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas untuk siap belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguji coba variasi teknik penggunaan pensil dan krayon untuk menggambar ritme (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan selembar kertas uji kecil berukuran 10x10 cm, meminta setiap murid membuat 2 baris pola ritme garis berulang: baris 1 goresan pensil tebal-tipis, baris 2 goresan krayon blok penuh (acuan diagnostik: mampu menghasilkan perbedaan tebal-tipis pensil dan kerapatan warna krayon) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati 3 kartu peraga teknik eksplorasi alat yang ditunjukkan guru di papan tulis: Kartu 1 (Teknik Arsir Pensil Bergradasi pada ritme bentuk lingkaran), Kartu 2 (Teknik Blok Krayon Pekat pada ritme garis zig-zag), dan Kartu 3 (Teknik Campuran/Scrumbling Krayon di atas arsir pensil pada ritme bentuk segitiga berulang) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi karakteristik fisik dari masing-masing alat: pensil berujung runcing menghasilkan garis tajam dan arsir berulang, sedangkan krayon bertekstur lilin menghasilkan sapuan tebal, pekat, serta dapat ditimpa (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan 'Tantangan Jelajah Goresan': murid secara mandiri menyiapkan kertas gambar yang dibagi menjadi 4 kotak eksperimen ritme sesuai panduan lembar kerja (10 menit).
  • Murid menguji coba Kotak 1: variasi teknik arsir pensil (tekanan kuat, sedang, dan ringan) membentuk pengulangan ritme garis sejajar (5 menit).
  • Murid menguji coba Kotak 2: variasi teknik krayon blok satu arah dan teknik putar (scumbling) membentuk ritme lingkaran membesar-mengecil berulang (15 menit).
  • Murid menguji coba Kotak 3 & 4: variasi teknik kombinasi krayon berlapis dan pensil kontur untuk membentuk ritme bentuk geometris bebas secara mandiri (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali keempat kotak hasil uji coba teknik masing-masing dan menandai variasi teknik goresan mana yang paling konsisten menghasilkan kesan ritme pengulangan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum variasi teknik pensil (arsir bergradasi tebal-tipis) dan krayon (blok pekat, putar, dan lapisan campuran) dalam menciptakan ritme rupa (5 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alternatif alat berupa krayon minyak (oil pastel) dan pensil 2B/4B bagi murid yang memerlukan kontras goresan lebih nyata.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh modulasi tekanan tangan pada lembar bertitik, sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan mencoba kombinasi 3 gradasi warna krayon dalam pola ritme berulang.
  • Produk: Variasi jumlah repetisi ritme pada lembar uji coba teknik disesuaikan dengan kendali motorik murid (minimal 3 modulasi teknik terpenuhi).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Uji diagnostik singkat pra-pembelajaran: murid membuat 2 baris pola ritme garis berulang pada kertas uji 10x10 cm. Baris 1: pengulangan garis pensil tebal-tipis berselang-seling; Baris 2: pengulangan blok krayon pekat-transparan (acuan ketercapaian: garis pensil memperlihatkan perbedaan nyata antara tekanan kuat dan lemah; blok krayon memperlihatkan kontrol ketebalan lilin krayon tanpa robek).

Proses:

  • Pengamatan formatif sistematis selama tahap Mengaplikasi menggunakan lembar ceklis pengujian teknik: (1) penerapan teknik arsir pensil bervariasi tekanan pada ritme garis, (2) penerapan teknik sapuan/blok krayon pada ritme bentuk, (3) eksplorasi kombinasi kedua alat menghasilkan ritme teratur.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: murid menunjukkan lembar kerja 4 kotak eksplorasi teknik ritme yang telah selesai dan membubuhkan tanda centang mandiri pada teknik yang berhasil menghasilkan pengulangan ritme paling rapi (acuan ketuntasan: minimal 3 dari 4 kotak eksplorasi memuat variasi teknik yang dapat diamati perbedaannya secara visual: arsir pensil bervariasi, blok krayon rata, kombinasi warna krayon, dan campuran pensil-krayon).

Formatif:

  • Unjuk kerja uji coba variasi teknik penggunaan pensil dan krayon pada lembar 4 kotak eksplorasi ritme

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengujian Variasi Teknik Pensil untuk Menggambar RitmeBelum mampu memvariasikan tekanan pensil; seluruh goresan ritme berulang terlihat monoton satu ketebalan.Menguji coba variasi tekanan pensil (tebal dan tipis) pada pola ritme tetapi goresan belum stabil atau belum konsisten.Mampu menguji coba 2-3 variasi teknik arsir pensil (tekanan tebal, sedang, tipis) secara konsisten membentuk pola ritme berulang.Mampu menguji coba lebih dari 3 variasi teknik pensil (arsir searah, silang, gradasi tekanan kuat-lemah) secara terkontrol dan rapi membentuk pola ritme berulang.
Pengujian Variasi Teknik Krayon untuk Menggambar RitmeBelum mampu mengontrol goresan krayon; warna keluar batas acak dan tidak memperlihatkan variasi teknik.Menguji coba 1 teknik krayon (hanya blok tebal) pada bidang ritme dengan kerapatan yang masih berlubang-lubang.Mampu menguji coba minimal 2 teknik krayon (blok rata penuh dan sapuan putar/gradasi) secara rapi pada pola ritme berulang.Mampu menguji coba variasi teknik krayon secara luas (blok tebal pekat, teknik putar/scumbling, dan tumpuk/gradasi warna) membentuk ritme berulang dengan kontrol penuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan karakter goresan pensil dan krayon saat diterapkan pada pola ritme berulang?
  • Apakah alokasi waktu pada masing-masing kotak eksplorasi teknik mencukupi bagi murid untuk bereksperimen dengan leluasa?

Murid:

  • Teknik goresan mana yang paling kamu sukai saat menggunakan krayon dan pensil tadi?
  • Bagian mana yang terasa paling sulit saat mengatur ketebalan goresan krayon pada pola yang berulang?

Pertemuan 3 — Membuat Sketsa Karya Gambar Berdasarkan Pengamatan Ritme Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi dengan menerapkan ritme

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan kertas gambar serta pensil (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar objek sekitar (Gambar A: pagar berjeruji teratur, Gambar B: susunan daun berseling besar-kecil, Gambar C: satu batu tunggal tanpa pola), lalu murid menjawab secara cepat gambar mana yang memiliki prinsip ritme pengulangan (acuan: Gambar A memiliki ritme repetisi garis teratur, Gambar B memiliki ritme alternatif ukuran teratur; Gambar C pengalih karena objek tunggal tanpa pengulangan) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat sketsa karya seni rupa berdasarkan pengamatan ritme pada objek di lingkungan sekitar dengan memasukkan unsur imajinasi (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak berkeliling di area teras/halaman sekolah selama 15 menit untuk mengamati langsung pola ritme pada objek lingkungan nyata, seperti susunan daun tanaman, ventilasi/terali jendela, pagar besi, susunan paving block, atau deretan pot bunga (15 menit).
  • Murid memilih minimal 1 objek lingkungan sekitar yang diamati dan mengidentifikasi unsur pengulangan (garis/bentuk) yang akan diadaptasi ke dalam ide sketsa gambar (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan cepat menggembirakan 'Tantangan Garis Berirama' di lembar coretan selama 10 menit: murid secara cepat menggambar 3 variasi pola ritme garis/bentuk bebas dengan irama ketukan pensil meja guru (misalnya ritme repetisi murni, ritme membesar-mengecil, dan ritme selang-seling) untuk pemanasan kelenturan tangan (10 menit).
  • Murid secara mandiri membuat sketsa pensil rancangan karya seni rupa pada kertas gambar berdasarkan bentuk objek lingkungan yang telah dipilih (misal deretan pagar atau daun), dengan mengembangkan imajinasi berupa penambahan variasi ukuran, arah, atau kombinasi latar berulang yang berirama (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali sketsa karyanya sendiri di meja masing-masing untuk memastikan pengulangan pola ritme objek lingkungan dan sentuhan imajinasinya sudah tampak jelas sebelum nantinya diselesaikan pada pertemuan berikutnya (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan proses pembuatan sketsa karya gambar ritme lingkungan sekitar yang telah dihasilkan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kemandirian murid dalam mengeksplorasi sketsa ritme serta mengingatkan murid untuk menyimpan lembar sketsa guna diselesaikan pada pertemuan 4 (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dapat memilih objek lingkungan sekitar yang diamati (arsitektur buatan seperti pagar/paving, atau alami seperti urutan daun/ranting pohon).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh skema kisi-kisi ritme pengulangan sederhana, sedangkan murid yang lebih mahir ditantang menggabungkan dua pola ritme objek berbeda dalam satu bidang sketsa imajinatif.
  • Produk: Variasi kerumitan sketsa gambar ritme (pola repetisi dasar objek lingkungan tunggal atau komposisi berlapis multi-objek lingkungan yang dikembangkan secara imajinatif).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual identifikasi ritme: Guru menunjukkan 3 gambar objek sekitar (Gambar A: pagar besi berjeruji sejajar teratur; Gambar B: susunan daun pada tangkai yang selang-seling besar dan kecil; Gambar C: sebuah batu kali tunggal). Murid diminta mengidentifikasi gambar yang mengandung ritme pengulangan (Kriteria penerimaan: Murid memilih Gambar A dan Gambar B; Gambar C merupakan pengalih karena tidak memiliki pengulangan unsur rupa).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid membuat sketsa di kertas gambar, memantau penerapan pengulangan ritme objek lingkungan (repetisi bentuk/garis) dan pengembangan imajinasi pada bidang gambar.

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar sketsa gambar pensil murid dengan kriteria: (1) Menampilkan bentuk objek hasil pengamatan lingkungan (misal pagar, daun, paving, ventilasi); (2) Memiliki penerapan ritme pengulangan minimal 3 kali pengulangan bentuk/garis; (3) Memuat pengembangan variasi imajinasi (seperti variasi skala, arah, atau kombinasi bentuk berulang).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik identifikasi objek beritme di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja proses pembuatan sketsa gambar ritme lingkungan berbasis rubrik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Prinsip Ritme Objek Lingkungan pada SketsaSketsa hanya memuat 1 objek tunggal tanpa adanya pengulangan pola ritme dari hasil pengamatan lingkungan.Sketsa memuat pengulangan bentuk objek lingkungan tetapi hanya 2 kali pengulangan dan susunannya belum membentuk pola ritme yang berkesinambungan.Sketsa memuat pengulangan bentuk objek lingkungan minimal 3 kali secara berkesinambungan membentuk pola ritme yang jelas.Sketsa memuat pengulangan bentuk objek lingkungan lebih dari 3 kali secara konsisten, teratur, dan membentuk pola ritme yang sangat dinamis dan utuh.
Pengembangan Imajinasi pada Sketsa KaryaSketsa hanya menjiplak langsung bentuk dasar objek tanpa ada variasi atau pengembangan imajinasi sama sekali.Sketsa memuat pengembangan imajinasi sederhana berupa 1 variasi kecil (misal sedikit variasi ukuran garis).Sketsa memuat pengembangan imajinasi nyata berupa variasi bentuk, ukuran, atau susunan tata letak ritme yang kreatif.Sketsa memuat pengembangan imajinasi yang sangat kaya dengan menggabungkan variasi bentuk, ukuran, dan arah ritme yang harmonis serta orisinal.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pengamatan objek lingkungan di luar kelas cukup efektif mendukung murid menemukan ide sketsa ritme?
  • Bagian mana dari proses perancangan sketsa yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis guru?

Murid:

  • Objek lingkungan apa yang kamu pilih dan bagaimana pola ritme pengulangannya pada sketsamu?
  • Imajinasi apa yang kamu tambahkan pada bentuk objek tersebut agar sketsamu tampak lebih menarik?

Pertemuan 4 — Menyelesaikan Karya Seni Rupa Ritme Lingkungan Sekitar Melalui Pengembangan Imajinasi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi dengan menerapkan ritme

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan meminta murid menyiapkan lembar sketsa gambar ritme lingkungan sekitar yang telah dibuat pada Pertemuan 3 beserta alat pewarna (pensil warna/krayon) (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan mengecek lembar sketsa murid: murid menunjukkan sketsanya dan guru memeriksa kesiapan sketsa untuk diselesaikan berdasarkan 2 indikator: (1) objek berpola ritme hasil pengamatan lingkungan (misalnya susunan daun, pagar, bata, gelombang air) telah tergambar, (2) area pewarnaan dan detail imajinasi telah terpetakan (acuan diagnostik: sketsa memiliki minimal satu pola ritme visual yang siap diwarnai dan dikembangkan) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menyelesaikan karya seni rupa ritme lingkungan sekitar melalui penambahan detail imajinasi dan pewarnaan berpola ritme secara mandiri (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak panduan guru mengenai cara menyelesaikan karya gambar: mempertegas susunan ritme pengulangan objek melalui pengembangan unsur imajinasi (seperti variasi warna berulang, bayangan dinamis, atau penambahan latar bertema lingkungan yang memperkuat ritme) (5 menit).
  • Murid mengamati dua contoh model penyelesaian karya pada papan pajang: Gambar A (ritme barisan pepohonan taman dengan pengulangan warna daun hijau tua-muda berselang-seling) dan Gambar B (ritme pagar sekolah dengan pengulangan bentuk ujung tombak dan bayangan bergradasi) untuk memahami penerapan ritme dan imajinasi (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan pemanasan visual menggembirakan 'Tantangan Irama Warna': murid secara cepat mencoba pola ritme selang-seling 2 warna krayon di kertas buram selama 3 menit untuk melatih kelancaran tangan sebelum mewarnai karya utama (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan karya seni rupa pada kertas gambar masing-masing dengan mengaplikasikan warna dan ornamen imajinasi pada sketsa ritme lingkungan sekitar yang sudah dibuat sebelumnya (25 menit).
  • Murid memeriksa ketuntasan karyanya secara mandiri, memastikan seluruh bidang gambar terisi rapi serta pola ritme pengulangan objek dan warnanya terlihat jelas dan harmonis (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengamati karya utuh yang telah selesai dibuat dan menandai secara mandiri bagian gambar yang memuat pengulangan ritme paling berhasil serta detail imajinasi yang paling disukai pada lembar cek pribadi (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid melakukan reviu atas proses berkarya mandiri dalam menyelesaikan gambar ritme lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan konfirmasi dan apresiasi atas kerja tuntas murid, meminta murid merapikan dan menyimpan karya di map portofolio untuk persiapan kegiatan apresiasi refleksi di pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan referensi tambahan berupa kartu contoh kombinasi pewarnaan ritme sederhana (2 warna selang-seling) untuk murid yang membutuhkan panduan visual, serta pola ritme bertingkat (gradasi 3 warna) bagi murid yang siap eksplorasi lebih kompleks.
  • Proses: Memberikan pendampingan langkah demi langkah dalam teknik pemblokkan warna bagi murid yang ragu menggores, serta memberikan keleluasaan eksplorasi teknik arsiran dan gradasi mandiri bagi murid yang sudah terampil.
  • Produk: Tingkat kerumitan ornamen imajinasi pendukung pada karya dapat bervariasi: pengulangan ritme dasar teratur hingga pengulangan ritme dinamis dengan kombinasi motif lingkungan sekitar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan sketsa ritme Pertemuan 3 sebelum penyelesaian karya: guru memeriksa kesiapan sketsa murid berdasarkan 2 kriteria: (1) memuat minimal satu objek lingkungan berpola ritme (misalnya pohon, pagar, jendela, daun, batu bata), (2) garis sketsa jelas dan siap diberi warna/detail imajinatif (kriteria penerimaan: terpenuhi kedua poin = siap mandiri; jika sketsa belum memiliki pola ritme = diberikan bimbingan terfokus melengkapi pola ritme terlebih dahulu).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja penyelesaian karya seni rupa: memantau penerapan ritme (pengulangan teratur/berirama pada objek atau warna) dan pengembangan imajinasi (penambahan detail latar/suasana lingkungan) selama proses pewarnaan mandiri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketuntasan karya gambar di akhir sesi: guru memeriksa hasil akhir karya murid berdasarkan 2 kriteria operasional: (1) keterwujudan ritme visual berupa pengulangan minimal satu unsur rupa (garis/bentuk/warna) secara konsisten pada objek lingkungan sekitar, (2) penyelesaian bidang gambar dan pewarnaan tuntas tanpa area sketsa kasar yang terbengkalai (kriteria ketercapaian: memenuhi kedua kriteria).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja proses penyelesaian karya gambar ritme lingkungan sekitar menggunakan lembar observasi ketuntasan dan keterterapan ritme imajinatif.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Ritme Berdasarkan Pengamatan LingkunganBelum menampilkan pengulangan unsur rupa (garis, bentuk, atau warna) yang membentuk ritme pada objek gambar lingkungan sekitar.Menampilkan pengulangan unsur rupa ritme pada objek lingkungan sekitar namun pola susunannya belum konsisten atau terputus-putus.Menampilkan ritme visual yang konsisten dan teratur melalui pengulangan bentuk atau warna pada objek hasil pengamatan lingkungan sekitar.Menampilkan ritme visual yang sangat variatif, teratur, dan dinamis memadukan pengulangan bentuk, ukuran, dan warna pada objek lingkungan sekitar secara mandiri.
Penyelesaian Karya dan Pengembangan ImajinasiKarya belum selesai diwarnai dan belum memuat penambahan detail imajinasi pendukung pada sketsa objek lingkungan sekitar.Karya sebagian telah diselesaikan dengan pewarnaan namun penambahan detail imajinasi pendukung lingkungan masih sangat terbatas dan belum rapi.Karya terselesaikan secara utuh dan rapi melalui pewarnaan lengkap serta penambahan detail imajinasi yang memperkaya suasana objek lingkungan sekitar.Karya terselesaikan secara utuh, rapi, dan matang dengan integrasi detail imajinasi yang sangat kaya serta harmonis dalam menghidupkan suasana lingkungan sekitar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2 JP (70 menit) mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan pewarnaan dan detail imajinasi karya mereka secara tuntas?
  • Bagaimana variasi pendampingan yang diberikan membantu murid yang sebelumnya kesulitan memadukan warna pada pola ritme gambar?

Murid:

  • Bagian mana dari gambar ritme lingkunganmu yang menurutmu paling menarik setelah selesai diwarnai?
  • Apa ide imajinasi baru yang berhasil kamu tambahkan saat menyelesaikan gambar hari ini?

Pertemuan 5 — Merefleksikan Karya Seni Rupa Ritme Sendiri dan Teman Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.4 Merefleksikan karya seni rupa sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu merefleksikan karya gambar ritme diri sendiri dan teman menggunakan kosakata seni rupa yang tepat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 kartu istilah kosakata seni rupa di papan tulis: (1) Ritme/Irama, (2) Repetisi/Pengulangan, (3) Bidang, (4) Proporsi. Murid diminta menjodohkan secara lisan arti masing-masing kosakata tersebut (acuan kunci: Ritme = susunan pengulangan unsur yang teratur atau dinamis; Repetisi = kegiatan mengulang unsur rupa yang sama; Bidang = bentuk raut dua dimensi yang dibatasi garis; Proporsi = perbandingan ukuran antarbagian dalam karya) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memodelkan cara merefleksikan karya gambar ritme menggunakan Bank Kosakata Seni Rupa: 'ritme', 'repetisi/pengulangan', 'garis', 'bidang', 'warna', dan 'proporsi' melalui tayangan contoh karya (15 menit).
  • Murid memainkan permainan pasangan cepat 'Tebak Kosakata Karya': Murid membaca 3 kutipan kalimat refleksi pada lembar cuplikan dan menentukan kosakata seni rupa yang dibahas (1. 'Pagar bambu ini digambar berjajar rapi secara terus-menerus' -> Repetisi; 2. 'Pohon kelapa digambar makin ke belakang makin kecil beraturan' -> Ritme/Proporsi; 3. 'Goresan spidol melengkung dan lurus membentuk pola' -> Garis). Murid yang berhasil menebak mendapat tepuk salut kelas (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap murid meletakkan hasil karya gambar ritme lingkungan sekitar yang telah diselesaikan di meja masing-masing, lalu mengisi lembar 'Refleksi Karya Sendiri' menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa terpilih (pilihan acuan kosakata: ritme, repetisi, garis, bidang, warna, proporsi) untuk menjelaskan pola pengulangan yang dibuatnya (15 menit).
  • Murid melakukan 'Gallery Walk Apresiatif' secara berpasangan dengan teman sebangku/meja terdekat, saling menelaah gambar teman, lalu menuliskan 1 catatan refleksi apresiasi untuk karya teman tersebut pada kartu apresiasi menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa yang relevan (acuan kriteria: menyebutkan unsur yang diulang, pola keteraturan ritmenya, serta saran pengembangannya secara objektif) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Beberapa perwakilan murid membacakan catatan refleksi diri dan apresiasi untuk teman di hadapan kelas, lalu teman yang diapresiasi mengonfirmasi kesesuaian uraian tersebut dengan maksud karyanya (15 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya penggunaan kosakata seni rupa baku dalam mengapresiasi dan merefleksikan karya secara berkesadaran (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan umpan balik terhadap lembar refleksi yang telah diisi murid serta menyampaikan bahwa pada pertemuan ke-6 berikutnya akan dilaksanakan Asesmen Sumatif Bab 2 (unjuk kerja kreasi gambar ritme lingkungan dan apresiasi reflektif) (3 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Guru menyediakan panduan 'Daftar Kosakata Seni Rupa Beserta Contoh Kalimat Refleksi' sebagai kartu bantuan bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mengisi lembar refleksi dengan kalimat panduan rumpang berstruktur, sedangkan murid mahir menuliskan refleksi mendalam minimal 4 kosakata seni rupa yang disertai alasan estetis.
  • Produk: Refleksi dituangkan dalam lembar refleksi tulisan terstruktur atau kartu apresiasi karya berlabel kosakata.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan diagnostik kosakata seni rupa melalui tanya jawab penjodohan 4 kartu istilah di awal pelajaran: (1) Ritme/Irama, (2) Repetisi/Pengulangan, (3) Bidang, (4) Proporsi (acuan kunci: Ritme = susunan keteraturan pengulangan; Repetisi = perulangan unsur sama; Bidang = raut dua dimensi berbatas garis; Proporsi = perbandingan ukuran bagian karya).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan pemeriksaan isian lembar refleksi karya mandiri (penggunaan minimal 3 kosakata seni rupa sesuai acuan makna) serta kartu refleksi karya teman sebangku (penggunaan minimal 2 kosakata seni rupa sesuai acuan wujud fisik karya gambar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman formatif di akhir sesi: Memeriksa kelengkapan dan ketepatan penerapan kosakata seni rupa pada lembar refleksi karya diri dan teman sesuai kriteria penerimaan operasional (kosakata dipakai tepat sesuai konteks visual gambar ritme yang dibahas).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja 'Refleksi Diri' dan kartu 'Refleksi Teman' menggunakan rubrik refleksi karya seni rupa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Refleksi Karya SendiriMurid belum menggunakan kosakata seni rupa dalam menuliskan refleksi karyanya (hanya mendeskripsikan gambar secara bebas tanpa kosakata seni rupa acuan).Murid merefleksikan karya sendiri dengan menggunakan 1-2 kosakata seni rupa acuan (ritme/repetisi/garis/bidang/warna/proporsi), namun penjelasannya masih butuh bantuan guru.Murid secara mandiri merefleksikan karya sendiri secara tepat menggunakan minimal 3 kosakata seni rupa acuan (ritme/repetisi/garis/bidang/warna/proporsi) sesuai pola gambar yang dibuatnya.Murid secara mandiri dan runtut merefleksikan karya sendiri secara tepat menggunakan 4 atau lebih kosakata seni rupa acuan disertai alasan hubungan visual antarunsur secara mendalam.
Refleksi Karya TemanMurid belum menuliskan refleksi apresiasi terhadap karya teman menggunakan kosakata seni rupa (hanya memberi komentar umum seperti 'bagus' atau 'rapi').Murid menuliskan refleksi karya teman dengan menggunakan 1 kosakata seni rupa acuan, namun belum mengaitkannya dengan wujud ritme pada gambar teman.Murid menuliskan refleksi karya teman secara tepat menggunakan minimal 2 kosakata seni rupa acuan sesuai dengan unsur dan pola ritme yang tampak pada gambar teman.Murid menuliskan refleksi karya teman secara tepat menggunakan lebih dari 2 kosakata seni rupa acuan serta memberikan ulasan apresiatif yang objektif dan membangun.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu memahami dan memilih kosakata seni rupa yang tepat saat mendeskripsikan ritme dalam karyanya?
  • Bagaimana efektivitas permainan dan kartu panduan dalam membantu murid yang masih kesulitan menyusun kalimat refleksi?

Murid:

  • Kosakata seni rupa baru apa saja yang sudah berhasil kamu gunakan untuk menjelaskan gambarmu hari ini?
  • Bagian mana dari gambar ritme milik temanmu yang paling mudah kamu amati dan komentari menggunakan istilah seni rupa?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.2.1 Menjelaskan prinsip desain ritme dalam benda-benda di sekitar
  • TP 5.2.2 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan bahan untuk menggambar ritme
  • TP 5.2.3 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar melalui pengembangan imajinasi dengan menerapkan ritme
  • TP 5.2.4 Merefleksikan karya seni rupa sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, menyiapkan suasana ruang kelas yang tenang dan kondusif untuk unjuk kerja mandiri (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu menunjukkan penguasaan kreasi gambar beritme berdasarkan pengamatan lingkungan dan menyusun refleksi apresiatif menggunakan kosa kata seni rupa (4 menit).
  • Guru membagikan kertas gambar A4 dan Lembar Apresiasi & Refleksi kepada seluruh murid serta menegaskan alokasi waktu dan aturan unjuk kerja mandiri (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid membaca dan memahami instruksi unjuk kerja Tugas 1 (Kreasi Gambar Ritme Lingkungan) dan Tugas 2 (Lembar Apresiasi Berpasangan), serta menyimak kriteria rubrik yang dipajang di papan tulis (5 menit).
  • Guru memberikan kesempatan tanya jawab teknis singkat mengenai ketentuan pengerjaan dan alat gambar yang digunakan sebelum murid mulai berkarya (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 secara serentak dan mandiri: menggambar objek ritme lingkungan sekitar hasil pengamatan dan imajinasi (pilihan objek: pagar sekolah, deretan pepohonan, ubin lantai, genting, atau dedaunan) dengan menerapkan variasi teknik alat/bahan (pensil dan krayon dengan arsir gradasi/blending) di atas kertas gambar A4 (50 menit).
  • Sambil murid berkarya serentak, guru berkeliling melakukan konferensi lisan singkat (1 menit per murid secara acak sampling) untuk mengonfirmasi penjelasan murid mengenai penerapan prinsip ritme (pengulangan garis/bidang/warna) pada karyanya menggunakan lembar observasi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bertukar karya dengan teman sebangku dan mengerjakan Tugas 2 secara serentak: mengisi Lembar Apresiasi dan Refleksi Berpasangan yang memuat ulasan karya diri dan karya teman menggunakan 3 kosa kata seni rupa wajib (ritme, pengulangan, keselarasan) (20 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan seluruh artefak hasil asesmen sumatif: karya gambar ritme Tugas 1 dan Lembar Apresiasi Tugas 2 ke meja guru (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan unjuk kerja akhir Bab 2, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada modifikasi konten atau materi; semua murid mengerjakan tugas asesmen sumatif kreasi ritme yang sama.
  • Proses: Akomodasi akses berupa penegasan instruksi secara visual di papan tulis bagi murid yang memerlukan kejelasan langkah, tanpa mengurangi kriteria unjuk kerja.
  • Produk: Format produk akhir tetap sama (karya gambar beritme A4 dan lembar apresiasi refleksi tertulis terpandu) untuk seluruh murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat/bahan (kertas gambar A4, pensil gambar, krayon) dan pemahaman terhadap 3 istilah acuan ritme lingkungan (acuan: pengulangan garis, bidang, atau warna yang teratur/bervariasi).

Proses:

  • Observasi kemandirian proses berkarya dan pemantauan penjelasan lisan singkat penerapan prinsip ritme pada karya saat guru berkeliling kelas.

Sumatif Bab:

  • Unjuk kerja kreasi gambar ritme lingkungan serentak dan apresiasi reflektif berpasangan: Karya gambar ritme lingkungan sekitar dengan variasi teknik pewarnaan, penjelasan lisan penjelasan prinsip ritme saat konferensi singkat sampling/keliling guru, serta lembar catatan apresiasi refleksi antarteman menggunakan kosakata seni rupa
  • penilaian produk dan unjuk kerja terpadu: Karya gambar seni rupa yang menampilkan pengulangan ritme objek lingkungan sekitar hasil pengamatan dan imajinasi, menerapkan variasi teknik alat/bahan pewarna, disertai penjelasan lisan singkat (1 menit) saat guru berkeliling memantau proses kerja serentak seluruh kelas (75 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk dan lembar observasi proses kreasi)
  • penilaian antarteman dan refleksi tertulis terpandu: Lembar apresiasi dan refleksi berpasangan yang memuat ulasan karya diri dan karya teman sebangku menggunakan kosa kata seni rupa (ritme, pengulangan, keselarasan) yang dikerjakan serentak seluruh kelas (30 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis dan catatan apresiasi antarteman terpandu)

Sumatif:

  • Unjuk kerja kreasi gambar ritme lingkungan serentak dan apresiasi reflektif berpasangan: Karya gambar ritme lingkungan sekitar dengan variasi teknik pewarnaan, penjelasan lisan penjelasan prinsip ritme saat konferensi singkat sampling/keliling guru, serta lembar catatan apresiasi refleksi antarteman menggunakan kosakata seni rupa
  • penilaian produk dan unjuk kerja terpadu: Karya gambar seni rupa yang menampilkan pengulangan ritme objek lingkungan sekitar hasil pengamatan dan imajinasi, menerapkan variasi teknik alat/bahan pewarna, disertai penjelasan lisan singkat (1 menit) saat guru berkeliling memantau proses kerja serentak seluruh kelas (75 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk dan lembar observasi proses kreasi)
  • penilaian antarteman dan refleksi tertulis terpandu: Lembar apresiasi dan refleksi berpasangan yang memuat ulasan karya diri dan karya teman sebangku menggunakan kosa kata seni rupa (ritme, pengulangan, keselarasan) yang dikerjakan serentak seluruh kelas (30 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis dan catatan apresiasi antarteman terpandu)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Prinsip Desain Ritme (TP 5.2.1 - Konferensi Lisan Singkat)Belum mampu menjelaskan prinsip desain ritme dalam benda-benda sekitar pada gambarnya meskipun dituntun guru.Menjelaskan prinsip desain ritme pada gambarnya namun hanya menyebutkan adanya gambar benda tanpa mengaitkannya dengan pola pengulangan unsur rupa (garis/bidang/warna).Menjelaskan prinsip desain ritme pada gambarnya dengan tepat menunjukkan pola pengulangan unsur rupa (garis/bidang/warna) pada objek lingkungan sekitar.Menjelaskan prinsip desain ritme pada gambarnya secara tepat, runtut, dan rinci menunjukkan bagaimana pengulangan unsur rupa (garis, bidang, warna) menciptakan kesan irama yang dinamis secara mandiri.
Pengujian Variasi Teknik Alat dan Bahan (TP 5.2.2 - Karya Gambar)Hanya menggunakan satu teknik alat gambar secara monoton tanpa variasi (misalnya garis pensil polos tanpa teknik pewarnaan krayon).Menggunakan pensil dan krayon namun teknik pewarnaan masih berupa pulasan satu arah rata tanpa variasi teknik arsir/gradasi/blending.Menguji coba dan menerapkan 2 variasi teknik penggunaan pensil dan krayon (misalnya arsir garis dan gradasi warna/blending krayon) pada gambar ritme.Menerapkan lebih dari 2 variasi teknik pensil dan krayon (arsir, gradasi multiwarna, dan blending/tekanan tebal-tipis) secara rapi dan mempertegas efek ritme gambar.
Penciptaan Karya Ritme Lingkungan & Imajinasi (TP 5.2.3 - Karya Gambar)Karya belum menampilkan objek hasil pengamatan lingkungan sekitar dan belum memuat susunan ritme pengulangan.Karya menampilkan objek lingkungan sekitar tetapi susunan pengulangan ritme belum terbentuk teratur atau tidak konsisten.Karya berhasil menampilkan objek lingkungan sekitar (misal: pohon, pagar, ubin) dengan susunan ritme pengulangan yang jelas melalui pengembangan imajinasi.Karya berhasil menampilkan objek lingkungan sekitar dengan susunan ritme pengulangan yang sangat dinamis, seimbang, dan imajinatif pada seluruh bidang gambar.
Refleksi dan Apresiasi Karya dengan Kosa Kata Seni Rupa (TP 5.2.4 - Lembar Apresiasi)Belum mengisi ulasan atau mengisi ulasan karya tanpa menggunakan kosa kata seni rupa yang ditentukan.Mengisi ulasan karya diri dan teman namun hanya memuat 1 kosa kata seni rupa acuan (dari: ritme, pengulangan, keselarasan) secara tepat konteks.Mengisi ulasan karya diri dan teman dengan menerapkan 2 dari 3 kosa kata seni rupa acuan (ritme, pengulangan, keselarasan) secara tepat konteks.Mengisi ulasan karya diri dan teman secara lengkap dan tepat konteks dengan menerapkan seluruh 3 kosa kata seni rupa acuan: ritme, pengulangan, dan keselarasan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 75 menit untuk unjuk kerja kreasi dan 30 menit untuk apresiasi reflektif mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 5 dalam mengintegrasikan pemahaman konsep ritme ke dalam karya gambar visual dan refleksi tertulis?

Murid:

  • Bagian mana dari gambar ritme buatanmu yang paling kamu banggakan penerapannya?
  • Kosa kata seni rupa apa yang paling membantumu saat menilai dan mengagumi keindahan karya temanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023, Bab 2.
  2. Benda-benda konkret di lingkungan sekolah (keramik lantai, kisi-kisi ventilasi, susunan genting, pagar, dedaunan).
  3. Set Kartu Bergambar 'Detektif Ritme' (deretan daun palem, genting rumah, tumpukan batu acak, pagar kayu).
  4. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  5. Kertas gambar A4 yang dibagi menjadi 4 kotak eksperimen.
  6. Pensil grafit (2B/HB) dan set krayon/oil pastel.
  7. Kartu peraga contoh teknik arsir dan blok warna.
  8. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab 2
  9. Objek lingkungan nyata di sekitar area sekolah (susunan paving block, pagar, daun tanaman, ventilasi kelas)
  10. Kertas gambar ukuran A4/buku gambar dan pensil gambar (2B/HB)
  11. Lembar sketsa gambar ritme lingkungan sekitar hasil Pertemuan 3.
  12. Media pewarna: krayon, pensil warna, atau spidol.
  13. Dua lembar contoh penyelesaian karya gambar ritme lingkungan (Gambar A: ritme susunan pohon taman; Gambar B: ritme pagar sekolah).
  14. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bab 2.
  15. Karya gambar ritme lingkungan sekitar hasil kreasi murid pada pertemuan sebelumnya (Pertemuan 3 dan 4).
  16. Papan tulis, lembar refleksi diri, kartu apresiasi karya teman, serta kartu kosakata seni rupa.
  17. Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Bab II: Mengeksplorasi Ritme dalam Objek di Sekitar Kita
  18. Kertas gambar ukuran A4
  19. Pensil gambar (2B/4B), penghapus, dan krayon/oil pastel
  20. Lembar Apresiasi dan Refleksi Berpasangan Terpandu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.