MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 1 — Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita |
|---|
| Alokasi Waktu | 17 JP (17 x 35 menit = 595 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.1.1 Menjelaskan unsur rupa dalam benda-benda di sekitar
- TP 5.1.2 Menjelaskan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar
- TP 5.1.3 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan untuk menggambar objek di sekitar
- TP 5.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 5.1.5 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kita mengamati permukaan papan tulis, jendela, dan lantai kelas, unsur rupa apa saja yang membentuk wujud benda-benda tersebut?
- Bagaimana sebuah garis atau bidang bisa terbentuk dari susunan titik-titik pada benda di sekitar kita?
- Pernahkah kalian melihat susunan ubin lantai atau pagar sekolah yang bentuknya diulang secara teratur?
- Mengapa susunan benda yang berulang dan teratur tampak enak dipandang mata kita?
- Apa yang terjadi jika susunan jendela kelas dibuat tidak beraturan bentuk dan jaraknya?
- Bagaimana perbedaan goresan yang dihasilkan ketika pensil ditekan kuat dibandingkan dengan goresan yang tipis dan lembut?
- Apa efek visual yang terjadi jika krayon digoreskan tebal lalu ditimpa atau dibaurkan dengan warna krayon lainnya saat menggambar permukaan daun atau batu?
- Bagian bangunan sekolah mana (seperti gerbang, dinding kelas, atau jendela) yang paling menarik untuk dijadikan gambar?
- Bagaimana kita memindahkan bentuk bangunan sekolah nyata yang kita lihat langsung ke atas bidang kertas gambar?
- Bagaimana caramu menjelaskan jenis garis dan warna yang ada pada gambar buatanmu sendiri?
- Di bagian mana pada gambarmu terlihat adanya pengulangan atau ritme yang teratur?
- Bagaimana kita menuangkan pengamatan unsur rupa di lingkungan sekolah ke dalam sebuah karya gambar dengan variasi teknik alat pewarna?
- Bagaimana cara kita menjelaskan prinsip desain serta merefleksikan karya gambar yang telah kita buat menggunakan kosa kata seni rupa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Unsur Rupa Titik, Garis, dan Bidang pada Benda di Lingkungan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Menjelaskan unsur rupa dalam benda-benda di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama secara hening (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran serta mengondisikan kesiapan ruang kelas agar nyaman untuk belajar (2 menit).
- Guru memberikan apersepsi dengan menunjukkan satu buah penggaris kayu dan bertanya unsur rupa awal apa yang terlihat pada tepian dan permukaannya (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menampilkan 3 gambar benda: (1) permukaan jam dinding bundar, (2) susunan paku payung pada papan gabus, dan (3) mistar panjang, lalu meminta murid menyebutkan unsur rupa dominan dari masing-masing benda (acuan: gambar 1 bidang lingkaran; gambar 2 unsur titik; gambar 3 unsur garis lurus) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan interaktif guru mengenai konsep dasar 3 unsur rupa (titik sebagai noktah dasar, garis sebagai goresan memanjang berarah, dan bidang sebagai area dua dimensi yang dibatasi garis) yang ada pada benda-benda nyata di lingkungan sekolah (15 menit).
- Murid memainkan kuis cepat 'Tebak Unsur Benda': guru menyebutkan 4 nama bagian kelas, yaitu (1) ujung paku payung mading, (2) tiang bendera di lapangan, (3) daun pintu kelas, dan (4) lubang kancing seragam; murid mengangkat kartu bertuliskan TITIK, GARIS, atau BIDANG secara serempak dengan riang (acuan jawaban: (1) titik, (2) garis, (3) bidang persegi panjang, (4) titik/bidang lingkaran kecil) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkelompok (3-4 orang) melakukan kegiatan 'Perburuan Unsur Rupa' mengamati benda di dalam kelas dan koridor sekolah dengan mengisi lembar pengamatan 4 objek wajib: (1) bingkai jendela kaca, (2) pola lantai ubin/keramik, (3) kabel lampu di dinding, dan (4) kepala baut meja belajar (15 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi merumuskan penjelasan mengapa benda tersebut memuat unsur titik, garis, atau bidang dengan menuliskan penjelasannya pada lembar kerja (acuan: bingkai jendela memuat garis lurus dan bidang persegi panjang; pola lantai memuat bidang segi empat dan garis batas nat; kabel lampu memuat garis lengkung/lurus; kepala baut memuat titik atau bidang lingkaran kecil) (20 menit).
- Perwakilan kelompok membacakan penjelasan unsur rupa dari hasil pengamatan mereka di depan meja kelompok masing-masing secara bergantian (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru meninjau kembali kecocokan antara ciri-ciri fisik benda yang diamati dengan penjelasan unsur titik, garis, dan bidang yang telah dirumuskan (5 menit).
- Murid menyatakan bagian penjelasan mana yang dirasa paling mudah atau masih memerlukan ketelitian saat membedakan garis dan batas bidang pada benda nyata (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan unsur rupa titik, garis, dan bidang yang telah dikuasai murid (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya pengamatan akan dilanjutkan ke ritme pengulangan unsur rupa, lalu mengakhiri sesi dengan doa bersama dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar ciri visual titik, garis, dan bidang; murid yang siap diberikan daftar benda dengan struktur bentuk gabungan yang lebih rumit seperti teralis ventilasi.
- Proses: Guru memberikan scaffolding terarah bagi kelompok yang kesulitan mengidentifikasi batas bidang pada benda nyata.
- Produk: Penjelasan unsur rupa dapat dituliskan dalam bentuk tabel berformat kata kunci terstruktur atau narasi deskripsi kalimat lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat mengenali unsur rupa pada 3 gambar benda: (1) jam dinding bundar, (2) susunan paku payung papan mading, (3) mistar panjang. Acuan jawaban: (1) bidang lingkaran, (2) titik, (3) garis lurus.
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja kelompok pada 4 objek sekolah: (1) bingkai jendela, (2) lantai ubin/keramik, (3) kabel lampu dinding, (4) kepala baut meja. Acuan penjelasan tepat: (1) bingkai jendela memuat unsur garis pembatas dan bidang persegi; (2) lantai ubin memuat bidang segi empat dan garis sambungan/nat; (3) kabel memuat unsur garis memanjang; (4) kepala baut memuat titik tumpu/bidang lingkaran kecil.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu berupa kuis 3 butir: sebutkan dan jelaskan unsur rupa dominan pada: (1) garis tepi papan tulis, (2) lubang ventilasi udara lingkaran, (3) titik ujung pensil di atas kertas. Kunci acuan: (1) garis lurus karena menghubungkan dua titik sudut; (2) bidang lingkaran karena memiliki luas permukaan tertutup; (3) titik karena berupa noktah tunggal tanpa ukuran panjang.
Formatif:- Observasi partisipasi dan keaktifan saat perburuan unsur rupa
- Pemeriksaan lembar kerja pengamatan identifikasi dan penjelasan unsur rupa pada benda sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menjelaskan unsur rupa (titik, garis, bidang) pada benda di lingkungan sekolah | Belum mampu menjelaskan keterkaitan unsur rupa titik, garis, atau bidang pada benda yang diamati; hanya menyebutkan nama benda tanpa mengaitkan dengan unsur rupa. | Mampu menjelaskan 1 sampai 2 unsur rupa (titik, garis, atau bidang) pada benda yang diamati secara tepat sesuai acuan, tetapi masih membutuhkan bantuan arahan penuh dari guru. | Mampu menjelaskan 3 unsur rupa (titik, garis, dan bidang) pada benda yang diamati secara tepat sesuai ciri fisiknya dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menjelaskan seluruh unsur rupa (titik, garis, dan bidang) pada 4 benda yang diamati secara lengkap, tepat, terperinci, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu kegiatan pengamatan langsung di lingkungan kelas dan koridor sekolah berjalan efektif?
- Apakah penjelasan mengenai perbedaan garis sebagai batas dan bidang sebagai luasan sudah dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
Murid:- Unsur rupa apa (titik, garis, atau bidang) yang paling mudah kamu temukan dan jelaskan pada benda-benda di kelasmu?
- Benda apa di sekolah yang menurutmu memiliki paduan unsur garis dan bidang yang paling menarik?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Prinsip Desain Ritme Pengulangan pada Benda-Benda di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Menjelaskan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar secara tertib (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan prinsip desain ritme pengulangan pada benda-benda di sekitar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab berpasangan mengenai 3 gambar objek sekitar: (1) susunan ubin keramik persegi, (2) jeruji pagar garis vertikal, dan (3) tumpukan batu bata berselang-seling (acuan: murid menunjukkan adanya keteraturan pengulangan bentuk/garis pada objek tersebut) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar dan pengamatan benda konkret di kelas (susunan jendela dan ubin lantai) mengenai konsep prinsip desain ritme sebagai pola pengulangan teratur dari unsur rupa (garis, bentuk, bidang) yang menciptakan kesan gerak atau keselarasan visual (15 menit).
- Murid bermain tantangan cepat 'Tebak Ritme': guru menunjukkan 4 kartu gambar objek di layar/papan tulis, yaitu Kartu A (deretan tiang bendera dan jeruji pagar), Kartu B (susunan genting atap sekolah), Kartu C (coretan garis acak tanpa pola), dan Kartu D (deretan paving block halaman sekolah), lalu murid secara serempak mengangkat papan mini menentukan mana yang memiliki prinsip ritme dan mana yang bukan (kunci: Kartu A, B, dan D memiliki prinsip ritme pengulangan; Kartu C bukan ritme karena susunan acak tanpa keteraturan) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid melakukan observasi terarah di dalam ruang kelas dan selasar untuk mengidentifikasi 3 objek sekitar yang menerapkan ritme pengulangan (misalnya: susunan kaca jendela, susunan papan roster ventilasi, susunan bilah pagar selasar) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengisi Lembar Pengamatan Ritme untuk menjelaskan prinsip ritme pengulangan pada 3 objek temuan tersebut: menyebutkan unsur rupa yang diulang (garis/bidang/bentuk) dan bagaimana susunan pengulangan tersebut membentuk ritme yang teratur (acuan kriteria: ketepatan menjelaskan keteraturan unsur yang berulang pada minimal 3 objek) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar pengamatan dengan teman sebangku untuk memeriksa dan memberikan masukan terkait kejelasan penjelasan prinsip ritme pengulangan yang dituliskan (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa prinsip ritme dalam seni rupa terjadi karena adanya pengulangan unsur rupa secara teratur dan berkesinambungan pada benda (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada perwakilan murid serta menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu visual berupa kartu panduan contoh pola pengulangan garis dan bidang bagi murid yang membutuhkan perancah konseptual.
- Proses: Bagi murid yang masih kesulitan, guru memberikan bimbingan langsung dengan menunjuk langsung objek fisik di kelas; bagi murid yang cepat memahami, diberikan tantangan menganalisis objek alam seperti urutan pola tulang daun atau pola kelopak bunga.
- Produk: Penjelasan dapat dituliskan dalam format tabel singkat atau diagram alir pengulangan unsur sesuai kenyamanan murid tanpa mengurangi unsur penjelasan ritme.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menanggapi 3 gambar objek sekitar: (1) susunan ubin keramik persegi, (2) jeruji pagar garis vertikal, dan (3) tumpukan batu bata berselang-seling. Guru memetakan murid yang sudah mampu mengenali keteraturan pengulangan bentuk/garis versus yang belum (acuan: murid menyebutkan adanya pola atau bentuk/garis yang diulang berurutan pada ketiga objek tersebut).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Pengamatan Ritme saat tahap Mengaplikasi, dinilai berdasarkan ketepatan murid dalam mengidentifikasi unsur rupa yang diulang serta ketepatan menjelaskan bagaimana pola pengulangan itu membentuk ritme teratur pada 3 objek (acuan jawaban: Objek 1 Jendela: bidang persegi diulang horizontal; Objek 2 Jeruji pagar: garis vertikal diulang sejajar berjarak sama; Objek 3 Roster ventilasi: bentuk lubang geometris diulang simetris).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi: murid menjelaskan definisi prinsip ritme pengulangan dengan kalimat sendiri berdasarkan contoh salah satu benda di kelas (acuan jawaban: murid menjelaskan bahwa ritme adalah susunan unsur rupa seperti garis atau bidang yang diulang secara teratur sehingga menciptakan pola yang rapi/selaras).
Formatif:- Kuis cepat interaktif 'Tebak Ritme' menggunakan 4 kartu gambar objek di sekitar.
- Penilaian kinerja pengamatan dan penjelasan tertulis pada Lembar Pengamatan Ritme.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan prinsip desain ritme pengulangan pada benda di sekitar | Belum mampu menjelaskan prinsip ritme pengulangan; hanya menyebutkan nama benda tanpa mengidentifikasi unsur rupa yang diulang atau keteraturannya pada 3 objek acuan. | Mampu menjelaskan prinsip ritme pengulangan pada 1 dari 3 objek acuan (jendela, jeruji pagar, roster) dengan mengidentifikasi unsur rupa yang diulang namun belum runtut menjelaskan keteraturannya. | Mampu menjelaskan prinsip ritme pengulangan pada 2 dari 3 objek acuan (jendela, jeruji pagar, roster) secara tepat dengan menyebutkan unsur rupa yang diulang dan keteraturan susunannya. | Mampu menjelaskan prinsip ritme pengulangan pada seluruh 3 objek acuan (jendela, jeruji pagar, roster) secara lengkap, tepat, dan mandiri dengan menguraikan unsur rupa yang diulang serta susunan polanya yang teratur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan benda konkret di sekitar sekolah mempermudah murid memahami konsep ritme pengulangan?
- Bagian penjelasan mana yang masih membuat murid keliru membedakan susunan ritmis dan susunan acak?
Murid:- Benda berulang apa yang paling menarik perhatianmu saat pengamatan tadi?
- Dapatkah kamu menjelaskan kepada temanmu mengapa ubin lantai kelas disebut memiliki ritme?
Pertemuan 3 — Menguji Coba Variasi Teknik Kering Menggunakan Pensil dan Krayon untuk Menggambar Objek di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan untuk menggambar objek di sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguji coba variasi teknik kering menggunakan pensil dan krayon untuk menggambar objek di sekitar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 contoh kartu goresan teknik kering: Kartu 1 (arsir garis rapat pensil) dan Kartu 2 (blok warna krayon tebal), lalu meminta murid menandai alat pembuatnya pada lembar ceklist cepat (acuan: Kartu 1 dibuat dengan pensil melalui goresan garis, Kartu 2 dibuat dengan krayon melalui teknik blok) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru tentang 4 variasi teknik kering: (1) teknik arsir sejajar pensil, (2) teknik dussel/gosok pensil, (3) teknik blok krayon rata, dan (4) teknik gradasi/pencampuran krayon dari gelap ke terang (10 menit).
- Murid dalam kelompok meja mengeksplorasi contoh kartu sampel goresan untuk mengenali perbedaan efek tekstur dan ketebalan garis dari masing-masing 4 variasi teknik tersebut (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan ceria 'Uji Coba 4 Kotak Eksplorasi' pada kertas gambar, di mana murid mempraktikkan 4 variasi teknik kering secara langsung: Kotak 1 untuk arsir pensil, Kotak 2 untuk dussel pensil, Kotak 3 untuk blok krayon, dan Kotak 4 untuk gradasi krayon (acuan: Kotak 1 tampak garis-garis sejajar rapat; Kotak 2 tampak bidang abu-abu halus hasil gosokan; Kotak 3 tampak bidang tertutup krayon pekat padat; Kotak 4 tampak peralihan halus dua warna krayon) (25 menit).
- Murid memilih satu objek alami sederhana di sekitar meja kelas (daun, ranting, batu hias, atau buah) lalu menguji coba penerapan minimal 2 variasi teknik kering yang telah dipelajari untuk menggambar permukaan objek tersebut pada kertas latihan (acuan: gambar objek memuat minimal 2 teknik, misal arsir pensil pada batang dan blok/gradasi krayon pada daun) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil uji coba teknik masing-masing dan mencatat teknik mana yang paling mudah dikendalikan tekanannya serta teknik mana yang memberikan efek paling tebal pada gambar objek (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan karakteristik goresan pensil dan krayon dalam variasi teknik kering (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat dan umpan balik terhadap hasil eksplorasi teknik kering murid (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh objek pengamatan dengan kontur sederhana (batu bulat) untuk murid yang membutuhkan panduan dan objek dengan tekstur detail (daun urat tegas, kulit buah bersisik) untuk murid yang siap tantangan lebih.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) teknik memegang dan menekan alat bagi murid yang kesulitan, serta memberi keleluasaan murid mahir untuk memadukan lebih dari 2 variasi teknik kering.
- Produk: Murid bebas menentukan proporsi penggunaan teknik pensil dan krayon pada gambar objek uji coba sesuai kenyamanan eksplorasi masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemetaan kesiapan: Murid mengamati 2 gambar sampel goresan: Gambar 1 (arsiran garis-garis pensil) dan Gambar 2 (lapisan warna tebal krayon). Murid menentukan alat dan teknik yang digunakan (Acuan: Gambar 1 = alat pensil dengan teknik arsir garis; Gambar 2 = alat krayon dengan teknik blok tebal).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mempraktikkan 4 variasi teknik kering pada lembar uji coba: ketepatan penerapan teknik arsir pensil (garis sejajar), dussel pensil (gosokan halus), blok krayon (permukaan tertutup rata), dan gradasi krayon (peralihan 2 warna halus).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menunjukkan hasil gambar objek di sekitar dan mengidentifikasi 2 teknik kering yang berhasil diuji coba pada objek tersebut (Kriteria penerimaan: murid dapat menunjukkan dengan tepat bagian gambar yang menggunakan teknik arsir/dussel pensil dan bagian gambar yang menggunakan teknik blok/gradasi krayon sesuai karakteristik visualnya).
Formatif:- Lembar Ceklist Asesmen Awal Identifikasi Alat dan Teknik Kering
- Lembar Observasi Proses Uji Coba 4 Variasi Teknik Kering (Arsir, Dussel, Blok, Gradasi)
- Cek Pemahaman Akhir Penerapan Variasi Teknik Kering pada Objek
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengujian Variasi Teknik Kering Alat Pensil (Arsir dan Dussel) | Belum mampu menerapkan teknik arsir maupun dussel pensil pada lembar uji coba secara tepat. | Mampu menguji coba 1 teknik pensil (arsir atau dussel saja) dengan bimbingan guru. | Mampu menguji coba 2 variasi teknik pensil (arsir garis teratur dan dussel gosokan halus) secara mandiri. | Mampu menguji coba 2 variasi teknik pensil dengan kontrol tekanan yang sangat stabil dan ketebalan arsiran/kehalusan dussel yang konsisten secara mandiri. | | Pengujian Variasi Teknik Kering Bahan Krayon (Blok dan Gradasi) | Belum mampu menerapkan teknik blok maupun gradasi krayon pada lembar uji coba secara tepat. | Mampu menguji coba 1 teknik krayon (blok rata atau gradasi 2 warna) dengan bimbingan guru. | Mampu menguji coba 2 variasi teknik krayon (blok warna tertutup rapat dan gradasi perpaduan 2 warna) secara mandiri. | Mampu menguji coba 2 variasi teknik krayon dengan kerapatan blok yang sangat padat tanpa celah putih serta perpaduan gradasi dua warna yang sangat halus secara mandiri. | | Penerapan Variasi Teknik Kering pada Penggambaran Objek di Sekitar | Belum mampu menerapkan variasi teknik kering pada gambar objek di sekitar. | Menerapkan hanya 1 teknik kering pada gambar objek di sekitar dengan bantuan petunjuk guru. | Menerapkan minimal 2 variasi teknik kering berbeda (kombinasi teknik pensil dan krayon) pada gambar objek di sekitar secara mandiri. | Menerapkan lebih dari 2 variasi teknik kering berbeda secara tepat membedakan bagian-bagian objek di sekitar secara mandiri dan rapi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menguji coba variasi teknik pensil dan krayon secara menyeluruh?
- Bagian teknik kering manakah (arsir, dussel, blok, atau gradasi) yang paling banyak memerlukan bimbingan teknis tambahan bagi murid?
Murid:- Teknik kering apa yang paling kamu sukai saat mencobanya di kertas gambar, apakah teknik arsir pensil atau gradasi krayon?
- Kesulitan apa yang kamu rasakan saat mencoba membaurkan dua warna krayon pada gambar objek?
Pertemuan 4 — Membuat Karya Seni Rupa Gambar Objek Bangunan Sekolah Berdasarkan Hasil Pengamatan Lingkungan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membuat karya gambar objek bangunan sekolah berdasarkan hasil pengamatan langsung di lingkungan sekolah (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan menggambar objek nyata: meminta murid menyebutkan 3 bagian fisik bangunan sekolah yang dapat diamati dan digambar (misalnya: atap, jendela, pintu, tiang, dinding) (5 menit).
- Guru membagikan lembar gambar A4 dan papan alas sketsa kepada seluruh murid serta menjelaskan area aman di lingkungan sekolah untuk lokasi pengamatan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid berjalan ke area halaman sekolah untuk mengamati fasad bangunan sekolah secara langsung dan penuh kesadaran (mindful observation) terhadap struktur bangunan (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan secara singkat di papan jalan cara membidik objek nyata: memilih salah satu sudut bangunan sekolah (misal: tampak depan ruang kelas dengan pintu dan jendela berderet) lalu menandai batas garis dasar dan garis atap pada kertas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan seru 'Tantangan Bingkai Jari': murid membentuk bingkai persegi dengan kedua jari tangan mereka ke arah bangunan sekolah, lalu dalam hitungan 1-2-3 serentak membekukan pandangan untuk menetapkan sudut pandang objek bangunan yang dipilihnya (5 menit).
- Murid secara mandiri membuat sketsa garis bentuk utama bangunan sekolah (atap, dinding, pintu, jendela) di kertas gambar berdasarkan objek nyata di depan mereka (20 menit).
- Murid menyelesaikan pembuatan karya seni rupa gambar bangunan sekolah secara utuh dengan melengkapi detail arsitektur lingkungan sekitar yang teramati (seperti ventilasi, lis dinding, teras, atau ubin) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali karyanya masing-masing dengan mencocokkan kelengkapan bagian bangunan pada gambar terhadap objek fisik asli yang mereka amati di lingkungan sekolah (10 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan hasil karya gambar bangunan sekolah yang telah selesai dibuat ke meja guru (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid berkarya dan menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk merefleksikan karya yang telah dibuat hari ini, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan difasilitasi mengamati objek bangunan bersudut sederhana (misalnya satu modul pintu dan dinding kelas), sedangkan murid yang lebih mahir dapat memilih sudut bangunan yang lebih kompleks (seperti sudut perpustakaan bertingkat atau deretan lorong kelas).
- Proses: Guru memberikan panduan garis bantu awal pada kertas bagi murid yang kesulitan menentukan proporsi, sedangkan murid mandiri menggambar langsung dari pengamatan mata.
- Produk: Detail elemen arsitektur pada karya gambar disesuaikan dengan tingkat keterampilan murid, dengan minimal memuat komponen pokok bangunan hasil pengamatan (atap, dinding, bukaan pintu/jendela).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan: 'Sebutkan 3 bagian fisik bangunan sekolah yang tampak langsung dari halaman!' Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan minimal 3 bagian fisik bangunan sekolah nyata (acuan bagian yang diterima: atap, genteng, dinding, tiang/pilar, pintu, jendela, ventilasi, anak tangga, lantai teras).
Proses:- Cek observasi pembuatan karya selama tahap inti: guru berkeliling mengamati proses menggambar murid berdasarkan 3 kriteria pengamatan: (1) murid menggambar menghadap objek bangunan nyata di lingkungan sekolah, (2) murid menggambarkan bentuk dasar struktur bangunan (bidang atap dan dinding), (3) murid menambahkan bukaan/detail (pintu/jendela/tiang) sesuai objek fisik yang diamati.
Akhir Pertemuan:- Cek kelengkapan produk karya gambar objek bangunan sekolah di akhir sesi: guru memeriksa hasil karya murid berdasarkan kriteria penerimaan produk, yaitu karya gambar menampilkan wujud bangunan fisik sekolah hasil pengamatan langsung yang memuat minimal 3 elemen bangunan teridentifikasi (acuan elemen: atap/lisplang, dinding/pilar, pintu/jendela).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: tanya jawab kesiapan mengenali bagian fisik objek bangunan lingkungan sekolah.
- Asesmen proses (kinerja pembuatan karya): observasi lembar cek saat murid menggambar objek bangunan sekolah berdasarkan pengamatan langsung.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembuatan karya gambar objek bangunan sekolah berdasarkan hasil pengamatan lingkungan | Belum mampu membuat karya gambar objek bangunan sekolah berdasarkan hasil pengamatan langsung; gambar masih berupa coretan acak tanpa bentuk bangunan atau menggambar objek khayalan yang tidak ada di lingkungan sekolah. | Mampu membuat karya gambar bangunan sekolah berdasarkan hasil pengamatan, tetapi bentuk bangunan belum utuh dan hanya memuat 1-2 elemen bangunan fisik lingkungan sekolah secara terbimbing. | Mampu membuat karya gambar bangunan sekolah secara mandiri berdasarkan hasil pengamatan langsung dengan menampilkan bentuk bangunan yang utuh dan memuat minimal 3 elemen bangunan (atap, dinding, pintu/jendela) sesuai objek fisik yang diamati. | Mampu membuat karya gambar bangunan sekolah secara mandiri dan sangat terperinci berdasarkan hasil pengamatan langsung, memuat struktur utama bangunan serta detail arsitektur lingkungan sekitar yang teramati (seperti ventilasi, lis atap, tekstur dinding, tiang, atau anak tangga) secara proporsional. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengamatan di luar kelas dan pengerjaan gambar cukup memfasilitasi murid menyelesaikan karyanya secara tuntas?
- Bagian mana dari pendampingan teknis menggambar objek bangunan langsung yang paling dibutuhkan oleh murid yang mengalami kendala?
Murid:- Bagian bangunan sekolah mana yang paling mudah dan paling menantang untuk digambar dari pengamatan langsung?
- Apakah gambar yang kamu buat sudah memperlihatkan wujud bangunan sekolah kita yang sebenarnya?
Pertemuan 5 — Merefleksikan Karya Diri Sendiri Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa Garis, Warna, dan Ritme — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.5 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merefleksikan karya gambar yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya dengan memakai kosa kata seni rupa garis, warna, dan ritme (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat untuk mengidentifikasi 3 kosa kata seni rupa. Guru membacakan 3 deskripsi berikut: (1) Ciri goresan lurus, lengkung, atau zig-zag pada bidang gambar (acuan: garis); (2) Kesan visual merah, kuning, atau biru yang memberi nuansa gelap-terang (acuan: warna); (3) Pengulangan bentuk atau unsur visual secara teratur sehingga tampak berirama (acuan: ritme). Murid menjawab secara lisan untuk memetakan kesiapan memahami kosa kata (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati papan tulis saat guru memodelkan cara merefleksikan contoh gambar bangunan dengan menunjukkan bagian garis (misalnya garis lurus vertikal pada tiang), warna (misalnya warna hangat oranye pada dinding), dan ritme (misalnya ritme pengulangan jendela berderet) (10 menit).
- Dalam aktivitas menyenangkan bertajuk 'Tebak Kosa Kata Karya', murid berpasangan saling mencocokkan kartu istilah (kartu A: 'Garis', kartu B: 'Warna', kartu C: 'Ritme') dengan 3 kartu contoh refleksi berikut: Kartu 1: 'Pagar sekolah digambar berulang dengan jarak yang sama' (acuan pasangan: Ritme); Kartu 2: 'Dinding sekolah menggunakan perpaduan hijau daun dan kuning cerah' (acuan pasangan: Warna); Kartu 3: 'Atap genteng menggunakan goresan miring yang tegas' (acuan pasangan: Garis) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid meletakkan karya gambar bangunan sekolah masing-masing di atas meja, lalu mencermati secara hening bagian garis, warna, dan ritme yang telah mereka buat (5 menit).
- Murid mengisi Lembar Refleksi Mandiri untuk merefleksikan karya diri sendiri dengan panduan 3 kriteria isi: (1) Menuliskan minimal 1 jenis garis pada karyanya beserta letaknya (kriteria: memuat nama jenis garis seperti lurus/lengkung/zig-zag dan letak objeknya); (2) Menuliskan minimal 1 pilihan warna beserta alasannya pada karyanya (kriteria: memuat nama warna dan alasan penggunaannya); (3) Menuliskan minimal 1 bentuk ritme/pengulangan pada karyanya (kriteria: memuat objek yang berulang secara teratur, seperti jendela/genteng/pagar) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang lembar refleksinya masing-masing secara berkesadaran, lalu memeriksa apakah ketiga kosa kata seni rupa (garis, warna, dan ritme) sudah tepat mendeskripsikan karya yang ada di depannya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil refleksi mandiri murid dan mengapresiasi ketepatan penggunaan kosa kata seni rupa yang telah dituliskan (5 menit).
- Guru memandu murid menyimpulkan pentingnya kosa kata garis, warna, dan ritme dalam mengenali kelebihan karya sendiri, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah asesmen sumatif, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan kata kunci berisi pilihan kosa kata (garis lurus, garis lengkung, warna cerah, warna gelap, pengulangan ukuran/bentuk). Murid yang mahir disediakan format refleksi terbuka tanpa panduan pilihan kata.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan pertanyaan pemandu untuk menemukan objek pada gambarnya sendiri, sedangkan murid yang mandiri langsung mengisi lembar refleksi secara berurutan.
- Produk: Murid menuliskan refleksi minimal 1 kalimat untuk masing-masing unsur (garis, warna, ritme), sedangkan murid berkemampuan cepat dapat mengidentifikasi lebih dari 1 variasi garis, warna, dan ritme pada karyanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan 3 deskripsi: (1) Ciri goresan lurus, lengkung, atau zig-zag pada bidang gambar (acuan jawaban: garis); (2) Kesan visual merah, kuning, atau biru yang memberi nuansa gelap-terang (acuan jawaban: warna); (3) Pengulangan bentuk atau unsur visual secara teratur sehingga tampak berirama (acuan jawaban: ritme). Indikator kesiapan: murid mampu menjawab minimal 2 dari 3 istilah dengan tepat.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam permainan 'Tebak Kosa Kata Karya' saat memasangkan 3 kartu contoh refleksi dengan kartu istilah garis, warna, dan ritme (acuan: Kartu 1 ke Ritme, Kartu 2 ke Warna, Kartu 3 ke Garis).
- Pemeriksaan draf isian Lembar Refleksi Mandiri selama tahap mengaplikasi untuk memastikan ketercakupan ketiga kosa kata seni rupa (garis, warna, ritme) sesuai karya masing-masing.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan Lembar Refleksi Mandiri murid di akhir tahap merefleksi. Kriteria penerimaan operasional: (1) Menyebutkan jenis garis konkret pada karyanya (misal: garis lurus/garis miring/garis lengkung) beserta letak objeknya; (2) Menyebutkan warna konkret pada karyanya beserta alasan penempatannya; (3) Menyebutkan unsur pengulangan/ritme konkret yang ada pada karyanya (misal: susunan jendela/pagar/atap berulang).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan pencocokan 3 kosa kata seni rupa (garis, warna, ritme) pada tahap pendahuluan.
- Asesmen formatif unjuk kerja pengisian Lembar Refleksi Mandiri Karya menggunakan rubrik penilaian refleksi kosa kata seni rupa.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Refleksi Menggunakan Kosa Kata Garis pada Karya Diri Sendiri | Belum mampu menyebutkan jenis garis maupun letaknya pada karya gambar diri sendiri. | Menyebutkan nama garis pada karyanya tetapi belum menunjukkan letak objeknya dengan tepat. | Menyebutkan 1 jenis garis (lurus/lengkung/zig-zag/miring) beserta letak objeknya pada karya diri sendiri secara tepat. | Menyebutkan lebih dari 1 jenis garis beserta letak objeknya pada karya diri sendiri secara tepat dan mandiri. | | Ketepatan Refleksi Menggunakan Kosa Kata Warna pada Karya Diri Sendiri | Belum mampu menyebutkan warna maupun alasan penggunaannya pada karya gambar diri sendiri. | Menyebutkan warna yang dipakai pada karyanya tetapi belum mampu memberikan alasan pemilihannya. | Menyebutkan warna yang dipakai pada karyanya disertai alasan pemilihan warna secara logis dan tepat. | Menyebutkan perpaduan warna yang dipakai pada karyanya disertai alasan pemilihan warna secara mendalam dan mandiri. | | Ketepatan Refleksi Menggunakan Kosa Kata Ritme pada Karya Diri Sendiri | Belum mampu mengidentifikasi adanya unsur pengulangan/ritme pada karya gambar diri sendiri. | Mengidentifikasi adanya pengulangan pada karya tetapi belum mampu menjelaskan ritme pengulangannya. | Mengidentifikasi dan mendeskripsikan 1 bentuk ritme pengulangan (misal: deretan jendela, pagar, genteng) pada karya diri sendiri secara tepat. | Mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk ritme pengulangan pada karya diri sendiri secara terperinci serta menjelaskan keteraturannya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu menemukan dan menjelaskan unsur garis, warna, dan ritme pada karya gambar yang dibuatnya sendiri?
- Bagian mana dari kegiatan refleksi yang membutuhkan panduan bimbingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Kosa kata seni rupa apa (garis, warna, atau ritme) yang paling mudah kamu temukan dan ceritakan dari gambarmu?
- Apa bagian dari gambarmu yang paling kamu sukai setelah kamu mengamatinya kembali hari ini?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Menjelaskan unsur rupa dalam benda-benda di sekitar
- TP 5.1.2 Menjelaskan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar
- TP 5.1.3 Menguji coba variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan untuk menggambar objek di sekitar
- TP 5.1.4 Membuat karya seni rupa berdasarkan hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar
- TP 5.1.5 Merefleksikan karya diri sendiri menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan meja kerja murid untuk menggambar serta alat tulis yang diperlukan (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 1 yang mencakup dua sesi: sesi berkarya mandiri dengan tes lisan bergiliran di meja serta sesi asesmen tertulis dan refleksi diri serentak (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan kertas gambar dan menjelaskan instruksi tugas berkarya: murid membuat gambar objek bangunan sekolah berdasarkan hasil pengamatan lingkungan sekolah dengan menguji coba variasi minimal 2 teknik alat/bahan kering (pensil dan krayon, misalnya teknik arsir/dusel pensil dikombinasikan dengan teknik gradasi/blocking krayon), sekaligus mempersiapkan penjelasan lisan unsur rupa (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri membuat karya gambar objek bangunan sekolah berdasarkan hasil pengamatan di kertas gambar masing-masing menggunakan variasi teknik pensil dan krayon (48 menit).
- Saat murid berkarya mandiri, guru berkeliling mendatangi meja murid satu per satu untuk melaksanakan tes lisan singkat bergiliran (durasi rata-rata 1,5 menit per murid untuk 28 murid = 42 menit, berjalan beriringan dalam durasi berkarya) dengan mengajukan 3 pertanyaan pengamatan: (1) Sebutkan jenis garis yang kamu amati dan gunakan pada objek bangunan ini! (kunci acuan: menyebutkan minimal 1 jenis garis konkret, mis. garis lurus, horizontal, vertikal, atau diagonal); (2) Sebutkan bentuk/bidang yang kamu buat dari hasil pengamatan objek tersebut! (kunci acuan: menyebutkan minimal 1 bidang konkret, mis. persegi panjang, segitiga, atau trapesium); (3) Sebutkan warna apa saja yang kamu terapkan pada bidang tersebut! (kunci acuan: menyebutkan minimal 2 warna konkret yang terlihat pada gambar) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan karya gambar, lalu membagikan lembar tes tertulis analisis prinsip desain yang memuat 2 butir soal: Soal 1. Perhatikan gambar deretan jendela kelas berulang: sebutkan prinsip desain apa yang tampak pada susunan tersebut dan jelaskan polanya! (kunci acuan: prinsip ritme/pengulangan; pola pengulangan bentuk jendela secara teratur berulang); Soal 2. Pilihlah dari daftar berikut mana yang TERMASUK prinsip desain dan mana yang BUKAN prinsip desain: Pilihan: (a) Ritme, (b) Garis, (c) Keseimbangan, (d) Warna, (e) Proporsi. (kunci acuan benar: prinsip desain = ritme, keseimbangan, proporsi; pengalih/bukan prinsip desain = garis, warna) (15 menit).
- Murid secara serentak mengisi lembar refleksi diri karya sendiri menggunakan 3 kosa kata seni rupa wajib: Garis, Warna, dan Ritme, dengan melengkapi 3 kalimat terpandu: (1) Garis yang paling dominan pada karya saya adalah ... karena ...; (2) Warna yang saya gunakan untuk menunjukkan gelap-terang/kontras adalah ...; (3) Ritme atau pengulangan yang muncul pada gambar saya terdapat pada bagian ... (kriteria penerimaan: ketiga kosa kata seni rupa digunakan secara tepat mendeskripsikan elemen nyata pada karya sendiri) (10 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar tes tertulis dan lembar refleksi diri murid (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 1 serta menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks soal tes tertulis dibacakan secara perlahan bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca tanpa mengubah kunci jawaban maupun indikator penilaian.
- Proses: Akomodasi proses: posisi meja dan pencahayaan disesuaikan agar murid leluasa menggambar dan menjelaskan lisan di meja masing-masing secara mandiri.
- Produk: Standar bukti dan kriteria ketercapaian tetap sama bagi seluruh murid, media kertas dan instrumen refleksi seragam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan alat dan bahan gambar kering (pensil, krayon, penghapus, penggaris) dan lembar asesmen sebelum sesi dimulai (acuan kesiapan: setiap murid memiliki minimal 1 pensil dan 1 set krayon di atas meja).
Proses:- Observasi keterlaksanaan kerja mandiri saat proses menggambar dan pencatatan respons tes lisan individual di meja masing-masing.
Sumatif Bab:- penilaian produk berkarya rupa terintegrasi dengan tes lisan bergiliran dan asesmen tertulis-refleksi serentak: gambar objek lingkungan sekitar hasil pengamatan dengan variasi teknik alat/bahan, rekaman penjelasan lisan unsur rupa objek saat guru berkeliling, lembar tertulis identifikasi prinsip desain, serta lembar penilaian diri refleksi karya
- penilaian produk dan tes lisan bergiliran: gambar objek lingkungan sekitar yang menerapkan variasi teknik alat/bahan pewarna serta penjelasan lisan singkat (1,5 menit per murid di meja masing-masing saat proses berkarya, 42 menit / 1,5 menit = 28 murid) mengenai unsur rupa garis, bentuk, dan warna yang ditemukan (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk berkarya dan lembar observasi tes lisan ketercapaian unsur rupa)
- tes tertulis dan penilaian diri serentak: lembar asesmen tertulis analisis prinsip desain (keseimbangan/proporsi/ritme) pada objek sekitar dan lembar refleksi tertulis kosa kata seni rupa pada karya sendiri yang diselesaikan seluruh kelas bersamaan (35 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan lembar cek refleksi diri)
Sumatif:- penilaian produk berkarya rupa terintegrasi dengan tes lisan bergiliran dan asesmen tertulis-refleksi serentak: gambar objek lingkungan sekitar hasil pengamatan dengan variasi teknik alat/bahan, rekaman penjelasan lisan unsur rupa objek saat guru berkeliling, lembar tertulis identifikasi prinsip desain, serta lembar penilaian diri refleksi karya
- penilaian produk dan tes lisan bergiliran: gambar objek lingkungan sekitar yang menerapkan variasi teknik alat/bahan pewarna serta penjelasan lisan singkat (1,5 menit per murid di meja masing-masing saat proses berkarya, 42 menit / 1,5 menit = 28 murid) mengenai unsur rupa garis, bentuk, dan warna yang ditemukan (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk berkarya dan lembar observasi tes lisan ketercapaian unsur rupa)
- tes tertulis dan penilaian diri serentak: lembar asesmen tertulis analisis prinsip desain (keseimbangan/proporsi/ritme) pada objek sekitar dan lembar refleksi tertulis kosa kata seni rupa pada karya sendiri yang diselesaikan seluruh kelas bersamaan (35 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran tes tertulis dan lembar cek refleksi diri)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Unsur Rupa secara Lisan (TP 5.1.1) | Menjelaskan 0 atau hanya 1 unsur rupa (garis/bidang/warna) pada objek gambarnya secara tepat saat tes lisan. | Menjelaskan 2 dari 3 unsur rupa (garis, bidang, warna) pada objek gambarnya secara tepat saat tes lisan (acuan: garis lurus/vertikal/diagonal, bidang persegi/segitiga/lingkaran, dan warna yang digunakan). | Menjelaskan seluruh 3 unsur rupa (garis, bidang, dan warna) pada objek gambarnya secara tepat dengan sedikit arahan guru. | Menjelaskan seluruh 3 unsur rupa (garis, bidang, dan warna) pada objek gambarnya secara tepat, lancar, dan mandiri tanpa arahan guru. | | Menjelaskan Prinsip Desain secara Tertulis (TP 5.1.2) | Menjawab benar 0-1 butir soal tertulis; salah memilih prinsip desain dan keliru memasukkan pengalih. | Menjawab benar Soal 1 (menyebut prinsip ritme tetapi penjelasan pola belum lengkap) dan memilih 1-2 prinsip desain pada Soal 2 serta masih memilih 1 pengalih (garis/warna). | Menjawab tepat Soal 1 (menyebut prinsip ritme/pengulangan beserta polanya secara tepat) dan mengidentifikasi 2-3 prinsip desain pada Soal 2 (acuan: ritme, keseimbangan, proporsi) dengan maksimal 1 kekeliruan pengalih. | Menjawab tepat Soal 1 (menyebut ritme dan pola berulang secara jelas) serta mengidentifikasi seluruh 3 prinsip desain (ritme, keseimbangan, proporsi) pada Soal 2 secara tepat tanpa memilih opsi pengalih (garis, warna). | | Menguji Coba Variasi Teknik Alat/Bahan Kering (TP 5.1.3) | Hanya menggunakan 1 teknik tunggal (misal hanya garis pensil saja tanpa variasi krayon) pada seluruh gambar. | Menggunakan 2 alat (pensil dan krayon) namun variasi teknik belum tampak jelas (hanya mewarnai datar tanpa arsir atau gradasi). | Menerapkan minimal 2 variasi teknik alat/bahan kering (misal arsir pensil dan gradasi krayon, atau blocking krayon dan garis tegas pensil) pada sebagian bidang gambar. | Menerapkan minimal 2 variasi teknik alat/bahan kering (arsir/dusel pensil dan gradasi/blocking krayon) secara terampil, rapi, dan konsisten pada seluruh bidang gambar. | | Membuat Karya Gambar Berdasarkan Pengamatan Lingkungan (TP 5.1.4) | Gambar belum menunjukkan objek bangunan lingkungan sekolah yang nyata dari hasil pengamatan. | Gambar menampilkan objek bangunan sekolah tetapi bentuk dan ciri fisik pengamatan lingkungan sekolah masih belum jelas. | Gambar menampilkan objek bangunan lingkungan sekolah (misal ruang kelas, tiang bendera, teras) dengan bentuk dan proporsi yang sesuai hasil pengamatan. | Gambar menampilkan objek bangunan lingkungan sekolah secara detail, utuh, proporsional, dan sesuai dengan hasil pengamatan lingkungan nyata. | | Merefleksikan Karya Menggunakan Kosa Kata Seni Rupa (TP 5.1.5) | Lembar refleksi hanya memuat 0 atau 1 kosa kata seni rupa yang tepat dalam mendeskripsikan karya. | Menggunakan 2 dari 3 kosa kata seni rupa (garis, warna, ritme) dengan deskripsi yang cukup sesuai dengan kondisi gambarnya. | Menggunakan seluruh 3 kosa kata seni rupa wajib (garis, warna, ritme) secara tepat sesuai dengan bukti fisik pada karya gambar sendiri. | Menggunakan seluruh 3 kosa kata seni rupa wajib (garis, warna, ritme) secara tepat, rinci, dan mendalam dalam mendeskripsikan proses dan hasil karya sendiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 42 menit untuk tes lisan bergiliran di meja murid mencukupi untuk menjangkau seluruh murid secara objektif?
- Bagaimana capaian murid pada pemahaman prinsip desain dan kemampuan variasi teknik alat kering berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?
Murid:- Bagian mana dari gambar bangunan sekolah yang paling berhasil kamu buat dengan teknik pensil dan krayon?
- Apakah kamu merasa terbantu dengan kosa kata garis, warna, dan ritme saat menceritakan gambarmu sendiri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V (Kemendikbudristek)
- Benda-benda nyata di lingkungan ruang kelas dan koridor sekolah (jendela, lantai ubin, kabel, baut meja, papan tulis)
- Kartu bertuliskan TITIK, GARIS, BIDANG untuk kuis interaktif
- Lembar kerja pengamatan unsur rupa
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2021, Bab 1: Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita)
- Benda-benda di lingkungan sekolah: susunan jendela, ubin lantai, pagar selasar, roster ventilasi
- Kartu gambar contoh pola ritme pengulangan dan pola acak
- Lembar Pengamatan Ritme Murid
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Kertas gambar A4 atau buku gambar murid.
- Pensil grafit 2B/4B dan krayon warna (oil pastel/wax crayon).
- Objek alami di sekitar kelas (daun, batu kecil, ranting, buah).
- Buku Siswa Seni Rupa Kelas 5 SD.
- Objek nyata lingkungan fisik sekolah (bangunan kelas, gerbang, teras, halaman).
- Kertas gambar ukuran A4, pensil gambar, penghapus, dan papan jalan (clipboard alas sketsa).
- Karya gambar objek bangunan sekolah buatan masing-masing murid dari pertemuan sebelumnya.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi).
- Kartu istilah kosa kata (Garis, Warna, Ritme) dan kartu kutipan refleksi.
- Lembar Refleksi Mandiri Siswa.
- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
- Kertas gambar A4, pensil 2B, penghapus, penggaris, dan krayon warna
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Prinsip Desain dan Lembar Refleksi Diri Kosa Kata Seni Rupa
|