Modul AjarPertemuan 8Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Asesmen Sumatif: Pameran Karya dan Refleksi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Pameran Karya dan Refleksi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Seni Rupa Kelas 4: Asesmen Sumatif: Pameran Karya dan Refleksi

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Pameran Karya dan Refleksi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Pameran Karya dan Refleksi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menampilkan karyanya dalam pameran kelas dan menjelaskan dampak positif dari karyanya kepada teman-teman menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.
  2. Murid mampu merefleksikan proses berkarya yang telah dilalui serta mengungkapkan dampak karya tersebut terhadap diri sendiri dan orang lain secara lisan maupun tulisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu melihat sebuah lukisan atau karya seni, perasaan atau pikiran apa yang muncul dalam dirimu?
  2. Apa pesan atau dampak positif yang ingin kamu sampaikan kepada teman-teman melalui karya yang sudah kamu buat?
  3. Hal apa yang paling berkesan selama proses membuat karyamu, dan apa yang ingin kamu perbaiki jika boleh membuat ulang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (2 menit)
  • Guru mengajak murid mempersiapkan ruangan pameran mini: karya-karya yang telah dibuat ditempel atau dipajang di sekitar kelas dengan label nama dan judul karya. (5 menit)
  • Asesmen Awal — Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa yang sudah tahu apa yang ingin diceritakan tentang karyanya hari ini?' dan 'Perasaan apa yang kamu rasakan saat melihat karyamu dipajang?' untuk mengetahui kesiapan murid dalam mempresentasikan karya. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan memamerkan karya, menjelaskan dampak positifnya, lalu merefleksikan proses berkarya secara jujur dan bermakna. (2 menit)
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid siap dan percaya diri. (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kepada kelas: 'Apa bedanya memajang karya di kelas dengan sekadar mengumpulkan tugas?' Beri waktu 2–3 murid menjawab secara lisan. (4 menit)
  • Guru menjelaskan secara singkat konsep 'dampak sederhana' dalam seni rupa: dampak tidak harus besar, cukup membuat teman mengingat sesuatu, merasa senang, atau terinspirasi. Berikan contoh konkret seperti lukisan 'Bermain Dakon' yang mengingatkan teman pada permainan tradisional. (4 menit)
  • Murid diminta membaca kembali judul dan catatan singkat karya mereka sendiri selama 2 menit, lalu dalam hati memikirkan: 'Satu kalimat dampak positif apa yang ingin aku sampaikan tentang karyaku?' (3 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap murid secara bergantian berdiri di depan karyanya dan mempresentasikan: (1) judul dan deskripsi singkat karya, (2) dampak positif yang ingin disampaikan kepada teman. Setiap presentasi diberi waktu ±2 menit. (15 menit)
  • Murid pendengar diberi lembar 'Kartu Apresiasi' berisi dua kolom: 'Yang aku sukai dari karya ini' dan 'Dampak yang aku rasakan setelah melihat karya ini'. Setiap murid mengisi minimal satu kartu apresiasi untuk teman. (5 menit)
  • Guru berkeliling, mencatat observasi singkat terhadap kemampuan murid menjelaskan dampak karya (asesmen proses). Guru memberikan umpan balik lisan singkat dan menguatkan kepercayaan diri murid saat presentasi. (menyatu dalam 15 menit presentasi)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua presentasi selesai, murid duduk kembali dan menerima 'Lembar Refleksi Berkarya' yang memuat pertanyaan: (1) Apa yang paling kamu sukai dari proses membuat karya ini? (2) Apa yang paling sulit dan bagaimana kamu mengatasinya? (3) Dampak apa yang kamu harapkan dari karyamu terhadap teman-teman? (4) Apa yang ingin kamu perbaiki atau coba di karya berikutnya? (5 menit mengisi)
  • Guru memberi kesempatan 2–3 murid berbagi hasil refleksinya secara lisan kepada kelas. Guru merespons dengan pertanyaan lanjutan yang menggali lebih dalam, bukan menilai benar/salah. (5 menit)
  • Murid yang sudah selesai mengisi lembar refleksi dipersilakan membaca kartu apresiasi yang mereka terima dari teman, lalu menuliskan satu kalimat respons singkat di balik kartu: 'Terima kasih, aku merasa... karena...' (2 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan 'Lingkaran Perasaan': secara singkat setiap murid menyebutkan satu kata yang mewakili perasaan mereka setelah pameran hari ini (misal: bangga, lega, penasaran, senang). (3 menit)
  • Guru merangkum pembelajaran: menegaskan bahwa karya seni yang baik adalah karya yang dibuat dengan sungguh-sungguh dan mampu menyentuh atau mengingatkan orang lain pada hal positif. (2 menit)
  • Guru mengumpulkan Lembar Refleksi sebagai dokumen asesmen sumatif dan mengucapkan apresiasi atas kerja keras seluruh murid sepanjang bab ini. (1 menit)
  • Guru menutup pelajaran dengan menyampaikan pesan: 'Kalian sudah menjadi seniman kecil yang berdampak hari ini!' dan mengakhiri dengan doa bersama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca atau menulis dapat menyampaikan refleksinya secara lisan kepada guru atau teman dekatnya, atau menggambar ekspresi/perasaan mereka sebagai pengganti jawaban tertulis di Lembar Refleksi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan 'Kartu Panduan Presentasi' berisi struktur kalimat sederhana: 'Karyaku berjudul... Karyaku menggambarkan... Dampak yang ingin aku sampaikan adalah...' Murid yang sudah cakap dapat langsung presentasi bebas tanpa panduan kartu.
  • Produk: Murid cepat atau yang sudah sangat lancar dapat diminta menuliskan refleksi yang lebih mendalam (minimal 3–4 kalimat per pertanyaan) atau membuat mini-poster judul dan dampak karya mereka untuk dipajang permanen di kelas. Murid yang memerlukan lebih banyak waktu cukup menjawab 2 dari 4 pertanyaan refleksi secara tertulis.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di Pendahuluan: 'Siapa yang sudah tahu apa yang ingin diceritakan tentang karyanya hari ini?' untuk mengidentifikasi murid yang sudah siap presentasi dan yang masih membutuhkan pendampingan.
  • Guru memperhatikan respons murid saat karya dipajang: ekspresi kepercayaan diri atau keraguan sebagai data diagnostik informal.

Proses:

  • Observasi terstruktur oleh guru selama sesi presentasi pameran: guru mencatat nama murid, kemampuan mendeskripsikan karya, dan kemampuan menjelaskan dampak positif karya menggunakan kosakata seni rupa.
  • Penilaian sejawat melalui Kartu Apresiasi: guru mengumpulkan kartu untuk melihat sejauh mana murid mampu mengapresiasi karya teman menggunakan bahasa yang tepat.
  • Tanya jawab guru–murid selama dan setelah presentasi sebagai umpan balik formatif langsung.

Akhir:

  • Lembar Refleksi Berkarya dikumpulkan sebagai dokumen sumatif: guru menilai kedalaman refleksi murid terhadap proses berkarya dan kesadaran akan dampak karyanya.
  • Rubrik presentasi pameran kelas: menilai kemampuan murid menampilkan karya, menjelaskan dampak positif, dan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mempresentasikan karya: apakah murid mampu menyebutkan judul karya dan dampak positifnya dengan kalimat yang jelas.
  • Pengisian Kartu Apresiasi oleh teman sebaya sebagai penilaian sejawat (assessment as learning) untuk melatih kemampuan apresiasi dan empati.
  • Umpan balik lisan guru selama presentasi berlangsung.

Sumatif:

  • Lembar Refleksi Berkarya yang diisi murid secara mandiri di akhir kegiatan inti, mencakup proses berkarya dan dampak karya terhadap diri sendiri serta orang lain.
  • Penilaian presentasi lisan murid di pameran kelas menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menampilkan dan Menjelaskan Dampak Karya (TP 4.6.8.1)Murid belum mampu menjelaskan dampak positif karyanya; hanya menyebutkan judul atau diam saat presentasi.Murid mampu menyebutkan judul karya dan satu kata dampak (misal: 'supaya teman senang') namun belum menggunakan kosakata seni rupa.Murid mampu menjelaskan judul, isi karya, dan dampak positifnya dalam kalimat lengkap menggunakan beberapa kosakata seni rupa yang sesuai.Murid mampu menjelaskan judul, isi karya, dampak positif secara rinci dan percaya diri, menggunakan kosakata seni rupa yang tepat, serta merespons pertanyaan teman atau guru dengan baik.
Merefleksikan Proses Berkarya dan Dampak Karya (TP 4.6.8.2)Murid belum mampu menuliskan atau menyampaikan refleksi; lembar refleksi kosong atau hanya berisi jawaban tidak relevan.Murid menuliskan refleksi singkat (1 kalimat per pertanyaan) namun masih bersifat umum dan belum menghubungkan proses berkarya dengan dampak pada diri sendiri atau orang lain.Murid menuliskan refleksi yang cukup jelas pada sebagian besar pertanyaan, mampu menyebutkan pengalaman nyata dalam proses berkarya dan dampak yang diharapkan bagi teman.Murid menuliskan refleksi yang mendalam dan spesifik pada semua pertanyaan, menghubungkan proses berkarya dengan dampak terhadap diri sendiri dan orang lain, serta menyebutkan hal konkret yang ingin diperbaiki ke depan.
Apresiasi Karya Teman (Kartu Apresiasi)Kartu Apresiasi tidak diisi atau hanya berisi kalimat yang tidak relevan.Murid mengisi kartu dengan satu kalimat sederhana namun tidak menggunakan kosakata seni rupa.Murid mengisi kartu dengan kalimat yang jelas dan menyebutkan hal spesifik dari karya teman yang disukai serta dampak yang dirasakan.Murid mengisi kartu dengan apresiasi yang hangat dan spesifik, menggunakan kosakata seni rupa, serta memberikan respons yang menunjukkan empati dan pemahaman mendalam terhadap karya teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan karyanya dan merasa dihargai selama pameran berlangsung?
  • Apakah murid mampu menghubungkan karya mereka dengan dampak positif yang konkret, atau masih memerlukan scaffolding lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan panduan presentasi yang saya berikan cukup membantu murid yang kesulitan mengekspresikan diri?
  • Apakah ada murid yang masih belum memahami konsep 'dampak' dalam konteks seni rupa? Tindakan apa yang perlu saya ambil sebagai tindak lanjut (remedial atau pengayaan)?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu sukai dari pengalaman memajang dan mempresentasikan karyamu hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu saat teman-teman memberikan apresiasi terhadap karyamu?
  • Dampak positif apa yang sudah berhasil kamu sampaikan melalui karyamu kepada teman-teman?
  • Satu hal apa yang ingin kamu perbaiki atau coba lakukan berbeda pada karya seni berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Karya seni rupa murid yang telah dibuat pada pertemuan-pertemuan sebelumnya (Bab 6)
  2. Lembar Refleksi Berkarya (disiapkan guru, dicetak atau ditulis tangan)
  3. Kartu Apresiasi (disiapkan guru, ukuran kartu pos atau kertas HVS dipotong 4)
  4. Kartu Panduan Presentasi untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan
  5. Alat tempel: selotip atau masking tape untuk memajang karya di dinding kelas
  6. Label nama dan judul karya (disiapkan murid sejak pertemuan sebelumnya atau disiapkan guru)
  7. Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Fase B — Bab VI: Membuat Karya Seni yang Berdampak
  8. Spidol atau alat tulis untuk mengisi Lembar Refleksi dan Kartu Apresiasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.