MODUL AJAR Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B) Topik: Membuat Karya Dua Dimensi dengan Muatan Positif INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Seni Rupa |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Membuat Karya Dua Dimensi dengan Muatan Positif |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu membuat karya seni rupa dua dimensi (lukisan/gambar) yang mengandung muatan positif berdasarkan pengalaman atau pengamatan lingkungan sekitar.
- Murid mampu menerapkan prinsip desain sederhana (keseimbangan dan kesatuan) dalam menyusun elemen-elemen visual pada karya dua dimensi yang dibuat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat gambar atau lukisan yang membuat hatimu senang atau termotivasi? Apa yang ada dalam gambar itu?
- Kalau kamu ingin menyampaikan pesan baik kepada teman atau keluarga lewat sebuah gambar, kira-kira gambar apa yang akan kamu buat?
- Menurutmu, bagaimana caranya agar sebuah gambar terlihat rapi, seimbang, dan enak dipandang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sebelum memulai pembelajaran.
- Guru melakukan absensi dan menanyakan kabar murid secara singkat.
- Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menunjukkan dua contoh gambar — satu gambar bertema positif (misal: anak-anak merawat tanaman, kebersamaan keluarga) dan satu gambar tanpa tema jelas — lalu bertanya, 'Mana gambar yang menurutmu punya pesan baik? Mengapa?' Murid menjawab secara lisan singkat untuk mengukur pemahaman awal tentang muatan positif dalam karya seni.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu untuk memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan murid.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membuat karya dua dimensi bermuatan positif dengan menerapkan prinsip keseimbangan dan kesatuan.
- Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: mengamati contoh karya → membuat karya sendiri → merefleksi hasil.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan 3–4 contoh karya dua dimensi (poster, lukisan sederhana, gambar ilustrasi) yang mengandung muatan positif — misalnya: gambar anak menyirami bunga dengan tulisan semangat, gambar keluarga bergotong royong, atau gambar alam yang indah dan asri.
- Murid diminta mengamati setiap karya dengan seksama selama 1–2 menit, lalu guru mengajukan pertanyaan: 'Pesan positif apa yang kamu tangkap dari karya ini? Bagian mana yang membuat matamu langsung tertuju ke sana? Apakah gambar ini terasa seimbang kanan-kirinya?'
- Guru menjelaskan secara singkat dan visual dua prinsip desain: (1) Keseimbangan — susunan elemen kiri-kanan atau atas-bawah terasa setara sehingga gambar tampak stabil; (2) Kesatuan — semua bagian gambar saling mendukung sehingga terasa utuh dan padu. Guru menunjukkan contoh langsung pada karya yang sudah ditampilkan.
- Murid diberi waktu 3 menit untuk berdiskusi berpasangan: 'Dari pengalamanmu sehari-hari, hal positif apa yang ingin kamu tuangkan dalam sebuah gambar?' Setiap pasang berbagi satu ide kepada kelas.
- Guru merangkum ide-ide murid di papan tulis sebagai inspirasi bersama sebelum murid mulai berkarya.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap murid menerima selembar kertas gambar A4 dan menyiapkan alat gambar masing-masing (pensil, krayon, spidol warna, atau cat air sesuai ketersediaan).
- Murid membuat sketsa awal di kertas dengan pensil: menentukan komposisi gambar, memilih tema positif berdasarkan pengalaman atau pengamatan lingkungan sekitar (contoh: kebersamaan bersama teman, merawat hewan peliharaan, bermain di alam terbuka, kegiatan membantu orang tua).
- Guru berkeliling kelas memberikan umpan balik singkat pada sketsa murid: mengingatkan prinsip keseimbangan ('Coba lihat, sisi kirimu lebih berat — bagaimana kamu bisa menyeimbangkannya?') dan kesatuan ('Apakah semua elemen gambarmu mendukung satu tema yang sama?'). Ini adalah momen Asesmen Proses.
- Murid melanjutkan mewarnai dan menyempurnakan karyanya. Guru mengingatkan murid untuk memperhatikan pemilihan warna agar mendukung suasana positif yang ingin disampaikan.
- Di pojok kanan bawah kertas, murid menuliskan satu kalimat singkat: 'Pesan positif karya ini adalah...' sebagai bagian dari muatan verbal yang memperkuat pesan karya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setelah selesai, murid meletakkan karyanya di atas meja masing-masing (mini gallery walk dalam kelas). Murid diberi waktu 5 menit untuk berjalan dan mengamati 2–3 karya teman di sekitarnya.
- Setiap murid mendapat dua lembar 'sticky note' (atau kertas kecil): satu untuk menulis hal yang disukai dari karya teman ('Aku suka bagian ini karena...'), satu untuk menulis pertanyaan atau saran ('Aku penasaran kenapa kamu...').
- Murid kembali ke tempat duduk, membaca catatan dari teman, lalu mengisi lembar refleksi diri singkat dengan menjawab tiga pertanyaan: (1) Muatan positif apa yang aku tuangkan dalam karyaku? (2) Sudahkah karyaku menerapkan prinsip keseimbangan dan kesatuan? Di bagian mana? (3) Apa yang ingin aku perbaiki atau kembangkan jika aku membuat karya ini lagi?
- Guru meminta 2–3 murid secara sukarela untuk berbagi refleksinya kepada kelas dalam 1–2 kalimat.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini? Apa itu karya bermuatan positif? Prinsip desain apa yang kita terapkan?'
- Asesmen Akhir: Guru mengumpulkan karya murid beserta lembar refleksi diri sebagai bukti hasil belajar. Guru juga mencatat hasil observasi proses berkarya sebagai data asesmen formatif.
- Guru memberikan apresiasi tulus kepada seluruh murid atas usaha dan kreativitas yang ditunjukkan hari ini.
- Guru menyampaikan pesan penutup: 'Seni bukan hanya tentang gambar yang indah, tapi juga tentang pesan baik yang ingin kita sampaikan kepada orang lain. Kalian semua sudah membuat dunia sedikit lebih cerah hari ini.'
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan dapat memilih tema yang lebih sederhana dan personal (misalnya: menggambar aktivitas favorit di rumah) serta mendapat daftar ide tema positif dari guru sebagai panduan. Murid yang sudah memahami prinsip desain dapat diberikan referensi tambahan berupa contoh karya dengan teknik komposisi yang lebih kompleks (rule of thirds, focal point).
- Proses: Guru memberikan pendampingan lebih intensif kepada murid yang kesulitan memulai sketsa dengan cara mengajukan pertanyaan pemandu: 'Ceritakan satu hal menyenangkan yang terjadi minggu ini — bisa itu jadi gambarmu.' Murid yang cepat selesai dapat diminta menambahkan elemen latar belakang atau bingkai dekoratif pada karyanya untuk memperkuat prinsip kesatuan.
- Produk: Murid dapat berkarya menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan kemampuan motoriknya: pensil dan krayon untuk murid yang masih mengembangkan kontrol tangan, cat air atau spidol warna untuk murid yang sudah lebih terampil. Karya tidak harus sempurna secara teknis — yang dinilai adalah adanya muatan positif yang disengaja dan upaya menerapkan prinsip desain.
ASESMENAwal:- Guru menunjukkan dua gambar (bermuatan positif vs. tanpa tema jelas) dan bertanya secara lisan: 'Mana yang menurutmu punya pesan baik? Apa yang membuatnya berbeda?' — untuk mengukur pemahaman awal murid tentang karya bermuatan positif.
- Guru menanyakan secara singkat: 'Siapa yang pernah mendengar kata keseimbangan dalam menggambar? Apa artinya menurutmu?' — untuk mengetahui sejauh mana murid sudah mengenal prinsip desain.
Proses:- Observasi guru berkeliling kelas saat murid membuat sketsa dan mewarnai: guru mencatat murid yang sudah/belum menerapkan prinsip keseimbangan dan kesatuan.
- Umpan balik langsung (oral feedback) dari guru kepada murid secara individual saat berkeliling, berupa pertanyaan reflektif: 'Bagaimana kamu tahu gambarmu sudah seimbang?' atau 'Apakah semua bagian gambarmu mendukung tema yang sama?'
- Penilaian sejawat terstruktur melalui sticky note saat mini gallery walk: murid menilai karya teman berdasarkan dua hal yang disukai dan satu pertanyaan/saran.
Akhir:- Penilaian karya dua dimensi murid menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) mencakup aspek: muatan positif, penerapan keseimbangan, penerapan kesatuan, dan kreativitas visual.
- Pengumpulan lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan tertulis) sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang mencerminkan pemahaman murid atas proses dan hasil karyanya.
Formatif:- Observasi guru saat murid membuat sketsa: apakah murid dapat mengidentifikasi tema positif dan mulai menyusun elemen gambar secara sadar.
- Umpan balik lisan guru kepada murid selama proses berkarya, fokus pada penerapan prinsip keseimbangan dan kesatuan.
- Penilaian sejawat melalui sticky note saat mini gallery walk: murid saling memberi komentar konstruktif tentang karya teman.
Sumatif:- Karya dua dimensi murid dinilai menggunakan rubrik dengan 4 aspek: (1) Muatan positif pada karya, (2) Penerapan prinsip keseimbangan, (3) Penerapan prinsip kesatuan, (4) Ekspresi dan kreativitas visual.
- Lembar refleksi diri murid sebagai bukti kesadaran murid terhadap proses dan hasil belajarnya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Muatan Positif pada Karya | Karya tidak menunjukkan tema atau pesan yang dapat diidentifikasi; tidak ada muatan positif yang terlihat. | Karya menampilkan gambaran yang mungkin bermuatan positif namun pesan tidak jelas atau sulit dipahami tanpa penjelasan dari murid. | Karya jelas menampilkan tema positif berdasarkan pengalaman atau pengamatan lingkungan; pesan dapat dipahami oleh penonton. | Karya menampilkan tema positif yang kuat, orisinal, dan menyentuh; murid mampu menjelaskan pesan karyanya dengan kosakata seni rupa yang tepat. | | Penerapan Prinsip Keseimbangan | Susunan elemen visual terasa sangat berat di satu sisi; tidak ada upaya keseimbangan yang terlihat. | Ada upaya menyeimbangkan elemen namun belum berhasil; komposisi masih terasa berat di satu bagian. | Elemen-elemen visual tersusun dengan keseimbangan yang cukup baik sehingga gambar terasa stabil dan nyaman dipandang. | Keseimbangan diterapkan secara sadar dan efektif; murid dapat menunjukkan dan menjelaskan bagian mana yang mencerminkan prinsip keseimbangan dalam karyanya. | | Penerapan Prinsip Kesatuan | Elemen-elemen gambar tampak terpisah dan tidak berhubungan; tidak ada tema visual yang menyatukan karya. | Sebagian elemen mendukung tema, namun ada elemen yang tidak relevan sehingga karya terasa kurang padu. | Seluruh elemen visual (garis, warna, bentuk, objek) saling mendukung dan membentuk satu tema yang utuh. | Kesatuan karya sangat kuat; pemilihan warna, bentuk, dan objek semuanya berkontribusi harmonis pada tema positif yang ingin disampaikan. | | Ekspresi dan Kreativitas Visual | Karya tampak dikerjakan seadanya; tidak ada eksplorasi visual atau usaha ekspresi pribadi yang terlihat. | Ada sedikit eksplorasi visual namun karya masih sangat mengikuti contoh yang diberikan tanpa penambahan ide pribadi. | Murid mengekspresikan ide pribadi dengan cukup baik melalui pilihan objek, warna, atau gaya yang mencerminkan sudut pandangnya sendiri. | Karya menunjukkan ekspresi dan kreativitas yang kuat; murid berani mengeksplorasi ide orisinal dan membuat pilihan visual yang unik dan bermakna. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid berhasil memahami konsep muatan positif dalam karya seni? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
- Apakah penjelasan prinsip keseimbangan dan kesatuan sudah cukup jelas dan terhubung dengan contoh visual yang konkret?
- Bagaimana tingkat keterlibatan murid selama kegiatan berkarya — apakah mereka tampak antusias, kesulitan, atau membutuhkan stimulasi lebih?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk semua tahap? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda secara efektif?
Refleksi Murid:- Pesan positif apa yang ingin kamu sampaikan lewat karya yang kamu buat hari ini? Mengapa pesan itu penting bagimu?
- Bagian mana dari karyamu yang menurutmu sudah menerapkan prinsip keseimbangan atau kesatuan? Bagaimana kamu melakukannya?
- Apa hal paling menyenangkan dan paling menantang saat membuat karya hari ini? Apa yang ingin kamu coba lagi atau perbaiki?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Seni Rupa SD/MI Fase B (Kurikulum Merdeka)
- Contoh karya dua dimensi bermuatan positif (poster, ilustrasi, lukisan anak) — dapat dicetak atau ditampilkan via layar proyektor
- Kertas gambar A4 (1 lembar per murid)
- Pensil dan penghapus
- Krayon, spidol warna, atau cat air (sesuai ketersediaan sekolah)
- Sticky note atau kertas kecil untuk penilaian sejawat
- Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi tertulis)
- Papan tulis dan spidol papan (untuk mencatat ide murid saat diskusi)
|